Tree With Deep Roots – Episode 01 [Part 1]

Malam bulan purnama dengan awan menghalangi cahayanya, yang menerangi Istana Gyeongbukgung, Kang Chae Yun berjalan di Istana kemudian melihat ke sekelilingnya apakah ada orang di sekitarnya kemudian meloncat ke atas atap Istana untuk menghindari terdeteksi, dan segera memasuki Geunjeongjeon (Ruangan Tahta) dari Istana Gyeongbukgung. Ketika melangkah ia menghitung setiap langkah kakinya sampai hitungan ke 107, kemudian menuju ke tangga batu, kemudian ke halaman dan melihat ke sekelilingnya ke arah Geunjeonmun, selatan dari Geunjeongjeon.

Catatan: Geunjeongjeon (勤政殿), dikenal juga dengan Balai Geunjeongjeon, adalah ruangan tahta di mana raja secara resmi menerima kehadiran para pejabatnya, memberikan pengumuman atas kepentingan negara, dan menyambut utusan dari luar negeri dan duta besar selama Dinasti Joseon. Geunjeongjeon dimasukkan ke dalam Harta Nasional Korea no. 223. Pertama kali dibangun tahun 1394 selama pemerintahan Raja Taejo, tapi sempat terbakar habis di tahun 1592 ketika Jepang menginvasi Korea. Bangunan yang berdiri sekarang dibangun kembali pada tahun 1867 ketika Gyeongbokgung sedang dibangun lagi. Nama Geunjeongjeon diciptakan oleh Menteri Jeong Do Jeon yang berarti “ketekunan membantu pemerintahan”.

Kang Chae Yun mengatakan pada dirinya sendiri bahwa selama Upacara Kerajaan (Jo Ha), ini di mana ia akan menempati posisinya, kemudian dari mana ia berdiri itu ada 107 langkah. Di Dinasti Joseon, jalan yang hanya Raja boleh melangkah di atasnya adalah “Sam Do”. Kemudian ia mengukur bahwa dari tempatnya berdiri ke tempat di mana Raja akan berdiri, jalur tercepat pasti adalah “Sam Do”

* Jo Ha adalah Upacara Kerajaan di mana para Menteri dan Pejabat Istana berkumpul untuk melakukan upacara resmi.

* Sam Do adalah jalan yang sedikit menanjak menuju ke luar, salah satu dari 3 jalan yang hanya Raja boleh melangkah di atasnya menuju ke Geunjeongjeon.

Kemudian beralih ke siang hari di mana upacara yang sebenarnya berlangung. Para Menteri dan Pejabat Istana berkumpul memakai jubah kebesaran mereka, Jebok dan Gwanbok, berdiri di halaman berubin batu, yang dibatasi oleh dua baris tumpukan batu yang rapi, disebut pumgyeseoks (品階石), menunjukkan di mana para pejabat Istana akan berdiri menurut tingkat mereka kemudian Raja Sejok duduk di atas tahtanya di depan Geunjeongjeon. Kang Chae Yun di posisi yang telah ditetapkan ketika ia melihat di mana posisi Sejong, kemudian melepaskan ikatan senjatanya saat seruan upacara dimulai diperdengarkan.

Kang Chae Yun menghunus pedangnya dan segera menyerbu ke arah Sam Do sementara Sejong dan para pejabat Istana mengalihkan perhatian mereka pada Kang Chae Yun ketika ia berteriak pada Sejong, memanggilnya sebagai “Yi Do”.

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Beberapa pengawal mencoba untuk menghentikannya sementara ia menangkis serangan mereka semua dengan pedangnya dan berhasil membuat jalan untuk mendekati Sejong, kemudian ia kehilangan pedangnya, dia menggunakan tangannya untuk bertarung kemudian merebut sebatang pedang dari seorang pengawal, dan akan menghadapi Ahli Pedang Terhebat Joseon “Mo Hyul” yang berdiri di sana tapi bagaimanapun juga targetnya, Sejong,  masih di posisi semula.

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] KoreaSinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Saat Kang Chae Yun mencoba menaiki tangga menuju ke Sejong, Mo Hyul segera maju ke depan. Kang Chae Yun melemparkan sebuah benda berbentuk bola, Mo Hyul segera menebasnya dan bola itu meledakkan gulungan asap debu, dan di dalam asap debu itulah Kang Chae Yung pergi ke Sejong, yang sedang duduk di tahtanya dilindungi oleh para bawahannya, dan Kang Chae Yun tiba-tiba tersungkur jatuh karena terpanah. Saat itulah terlihat sepasukan pemanah sudah datang dan sedang menarik busur mereka dengan panah sudah siap dilepaskan ke arahnya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Ketika Kang Chae Yun tetap berusaha untuk berjalan menghampiri Sejong, para pemanah segera melepaskan anak panah mereka pada Kang Chae Yun. Ia terluka parah dan Mo Hyun menaruh pedangnya di leher Kang Chae Yun. Sejong terlihat begitu agung di tahtanya saat Kang Chae Yun mengatakan kalau ini salah, bukan yang ia harapkan.

Kemudian kita kembali ke malam hari, ternyata itu tadi adalah imajinasi dari Kang Chae Yun yang bertanya-tanya apakah ini akan dianggap sebagai sebuah kesalahan

Yi Do (李裪) adalah nama kelahiran dari Raja Sejong yang Agung.

Kang Chae Yun berujar pada dirinya sendiri bahwa setelah mengamatinya lagi, itu adalah rencana yang terlalu beresiko. Kang Chae Yun mengatakan kalau pada waktu itu ia akan bersama dengan Mo Hyul dan para Byeol Si Wi, maka tingkat kesuksesannya hanya 70%. Kang Chae Yun berkata pada dirinya sendiri  bahwa ia perlu memperpendek lagi jaraknya, dia perlu bergerak dengan cepat sebelum itu dapat dianggap sukses, dia akan menunggu momen itu. Jika rencana itu tidak dapat meningkat lebih dari tingkat kesukesan 70%, rencana itu tidak dapat dilakukan. Kang Chae Yun berjalan di Sam Do menuju ke Geunjeongmun kemudian berbalik untuk melihat Geunjeongjeon dan menggumamkan nama Yi Do, sementara ia berjalan pergi.

Byeol Si Wi di Dinasti Joseon dianggap sebagai Pengawal Pribadi Raja.

Sementara ia berjalan kembali, ia melihat sepasukan pengawal sedang melakukan patroli mereka kemudian ia mengambil buku catatannya dan menuliskan di catatannya, menggambar peta halaman Istana, kemudian dengan lagak biasa berjalan lagi ketika ia melihat Sejong dan rombongan pengawal pribadinya menuju ke arahnya, ia bergumam “Yi Do” ketika seorang pengawal Sejong maju ke depan dan menegurnya karena tidak menghormati sang Raja. Kang Chae Yun segera menjatuhkan dirinya ke tanah dan menyembah, memohon ampun atas kekasarannya. Kang Chae Yun berkata dalam hati bahwa haya ada jarak 5 langkah antara Sejong dan dirinya, terlebih lagi Sejong hanya dikawal oleh 6 pengawal dan Mo Hyul tidak ada di sini.

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Sejong bertanya pada Kang Chae Yun apakah ia pengawal bantuan. sementara Kang Chae Yun memperkirakan bahwa tingkat kesuksesan sekarang mungkin di atas 80%, ia kemudian menyusupkan tangannya ke pinggang dan menemukan kalau ia tidak membawa pisaunya, kemudian melihat pada pengawal yang membawa pedang, dia memperkirakan kalau ia harus merebut pedang dari mereka, maka kesuksesannya turun menjadi hanya 70%.

Pengawal tadi menegur keras Kang Chae Yun yang bersikap tak tahu aturan karena tak menjawab pertanyaan Raja Sejong. Kang Chae Yun beralasan kalau ia sangat terkejut melihat Raja, dan ia menjadi sangat ketakutan sehingga berlaku tidak sopan. Kang Chae Yun tak dapat mempercayai harinya kali ini, kemudian tampak Mo Hyul datang dengan berlari kemudian memberi hormat pada Sejong dan bertanya mengapa Raja ada di sini, sementara Kang Chae Yun mendongak untuk melihat Mo Hyul, berkata dalam hati karena Mo Hyul sudah datang, sekarang turun menjadi 60%, hanya 60% lalu ia bertanya pada dirinya sendiri apa yang akan ia lakukan setelah ini.

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Mo Hyul melihat pada Kang Chae Yun yang sedang di tanah dan bertanya apa yang ia lakukan di sini. Mo Hyun mengenali bahwa Kang Chae Yun dari resimen Jenderal Kim Jong Seo. Kang Chae Yun mengatakan bahwa dia baru saja menyelesaikan giliran jaganya di Istana dan sedang dalam perjalanan kembali tapi tampaknya ia sekarang tersesat. Sejong kemudian pergi dan mengatakan kalau dirinya menuju ke Jipyeonjeon. Mo Hyun menerimanya sementara Se Jong beranjak pergi. Kang Chae yun merenung apa yang akan ia lakukan sekarang.

Sejong kemudian berhenti sebentar dan berbalik, kemudian bertanya pada Kang Chae Yun mengenai namanya. Kang Chae Yun tergagap sementara pengawal menegurnya karena tidak menjawab pada Sejong, sementara Kang Chae Yun memusatkan perhatiannya pada pedang yang dibawa pengawal itu, sementara pengawal itu mengatakan kalau Sejong bertanya padanya siapa namanya.

Kang Chae Yun, di dalam hatinya berteriak bahwa namanya adalah …. Ddol Bok dari Han Ji Gyul …..

Ddol Bok adalah nama kecil dari Kang Chae Yun.

Kilas balik …

Tahun 1418, Tahun Pertama Masa Pemerintahan Sejong.

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Kang Chae Yun masih seorang anak kecil, yang tak kenal takut, akan berkelahi dengan siapa saja yang berani mengganggunya, umur dan tingkat maupun ukuran badan tak dipedulikannya.

Kang Chae Yun menjatuhkan seorang anak yang lebih besar darinya dan memberi serangkaian pukulan kemudian menarik kerah dari anak tersebut, mengatakan padanya bahwa ia salah mengenali orang. Anak besar itu dengan hidungnya yang berdarah dengan terpaksa menerimanya. Kemudian Kang Chae Yun bertanya siapa di pasar yang telah mempermalukan ayahnya di depan umum. Anak yang lebih besar itu mengatakan walaupun Kang Chae Yun tahu, apa yang dapat ia lakukan mengenai hal itu. Kang Chae Yun bertanya lagi siapa pelakunya, yang telah mengganggu dan mempermalukan ayahnya. Lalu si anak besar itu mengatakan kalau pelakunya adalah seorang yang lebih tua dan memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada Kang Chae Yun, dan jika ia nekat pergi, apa yang dapat dilakukan oleh Kang Chae Yun. Kang Chae Yun berujar apa sih yang luar biasa dari seorang yang lebih tua darinya. Kang Chae Yun kemudian memperkenalkan dirinya bahwa dia adalah Ddol Bok, seorang pelayan di kediaman Perdana Menteri Shim Oewn.

Shim Oewn (1375-1418) adalah Perdana Menteri dan ayah dari Ratu Soheon, yang berarti mertua dari Raja Sejong.

Kemudian di penjara terdengar sebuah teriakan seseorang dalam siksaan, dengan menaruh sebongkah lempengan batu di pangkuan seorang tahanan yang berlutut di atas pecahan porselen, dan segera saja betsinya mengeluarkan darah segar dengan derasnya saat penjaga tahanan memberi tekanan pada batu itu. Orang itu adalah Kang Sang In, yang memberitahu para penanyanya bahwa Perdana Menteri Shim Oewn tidak melakukan kejahatan. Pendakwanya adalah Park Eun, yang memberi tanda kepada Jo Mal Saeng, yang segera maju menuju ke Kang Sang In dan berhadapan muka dengannya, memberitahu bahwa Kang Sang In sebenarnya tidak perlu melalui semuanya ini jika ia mau menjawab yang sebenarnya. Kang Sang In kemudian bertanya apa sebenarnya kejahatan yang telah dilakukan oleh Perdana Menteri Shim Oewn. Jo Mal Saeng bertanya apakah Kang Sang In juga melakukan suatu kejahatan atau tidak. Ia memberitahu Kang Sang In bahwa orang-orang yang tidak melakukan kesalahan apapun, harus dijadikan sebagai penjahat, inilah semua apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah selama ini dan berbisik bahwa ini adalah maksud dari Raja sebelumnya, Taejong. Kang Sang In kemudian bertanya apakah itu mungkin, sementara Jo Mal Saeng mengatakan bahwa maksud dari Raja Taejong adalah bahwa kepercayaanya selama ini tidak pernah dikhianati, jika Kang Sang tidak mengatakan apapun maka semuanya akan ditetapkan dalam jalurnya semula.

Sudah biasa dalam masa itu untuk mengambil pengakuan paksa di bawah siksaan.  Raja Sejong lah yang kemudian mengeluarkan perintah bahwa pengakuan di bawah siksaan ekstrim seperti itu tidak diakui. Siksaan itu disebut Ap Seol dan bentuk penyiksaan dari lutut yang ditekan dengan batu untuk mengambil pengakuan akhirnya dilarang pada masa pemerintahan Raja Yeongjo.

Di awal tahun yang sama, Yi Bang Won (1397-1922) masih memerintah sebagai Raja Taejaong sekarang dikenal sebagai “Sang Hwang”, Raja yang turun tahta karena Taejong telah menyerahkan tahtanya demi Sejong. Taejong masih terus menguasai kekuasaan politis dan militer yang sangat besar daripada Sejong yang memerintah dan baru ketika ia wafat, Sejong berkuasa sepenuhnya.

Taejong berkuasa setelah melalui satu perselisihan yang dikenal dengan sebutan Perselisihan Para Pangeran, di mana para Pangeran bersedia untuk saling membunuh demi tahta. Taejong menjadi penguasa ke-3 Joseon setelah kakaknya Jeongjong menyerahkan tahta demi dirinya atau karena ketakutan setelah memerintah selama 2 tahun. Taejong kemudian hari demi hari ia menjadi suka bercuriga pada orang-orang di sekitarnya, terutama pada ipar-iparnya, yang mana selalu ia katakan sebagai kekuatan di balik layar. Kemudian untuk membatasi pengaruh mereka, ia mengadakan pembersihan, dan yang dijadikan sebagai contoh adalah eksekusi dari keempat saudara Ratu Wongyeong dari klan Yeoheung Min. (Klan Yeoheung Min berhasil menjadikan 3 wanita dari anggota mereka sebagai Ratu, yang lainnya adalah Ratu Inhyeon dan Ratu Myeongseong). Dan karena ketakutan yang sama, ia memburu mertua Sejong juga, yang mana kemudian ia mengeksekusi Shim Oewn dan saudaranya Shim Jeong.

Kang Sang In menyadari bahwa ini adalah maksud dari Taejong dan segera tertawa sementara Park Eun menghampiri Kang Sang In dan memberitahunya bahwa tidak berharga untuk mati dengan tindakannya seperti ini, dan meminta agar Kang Sang In tidak menjadi begitu keras kepala. Park Eun memberitahu Kang Sang In bahwa ini adalah tindakan kesetiaan terakhirnya bagi Taejong. Kang Sang In menjawab, bagaimanapun juga orang yang diragukan (Shim Oewn) adalah Perdana Menteri dari Kerajaan ini, bahwa ia adalah orang di bawah satu orang (Raja) tapi di atas puluhan ribu orang lainnya, dia juga adalah mertua dari Penguasa Yang Memerintah sekarang, kemudian Kang Sang In meraung.

Di kediaman Shim Oewn, para pekerja bangunan sedang bekerja sementara Kyul Sa menyanyikan lagu dan menari membuat mereka menghentikan pekerjaan mereka. Kemudian pekerja yang lebih tua bediri dan meminta mereka untuk diam dan memberitahu bahwa pemilik dari kediaman ini adalah Perdana Menteri bukan mereka, sekarang mereka bukannya bekerja malah mengganggu. Kyul Sa memberitahu orang tua itu bahwa ia telah merusak suasana. Perdana Menteri adalah ayah mertua sang Raja dan atas perintah Raja Sejong, ia sekarang telah pergi ke Tiongkok dalam tugas diplomatik, kesalahan apa yang telah mereka lakukan dalam berusaha untuk bersantai sedikit dalam pekerjaan mereka. Pekerja yang lebih tua itu kemudian bertanya  apa perbedaan antara seorang anjing Goryeo dan anjing Joseon. Ia mengatakan bahwa seorang pelayan di masa Goryeo masih menjadi seorang pelayan di masa Joseon, tidak ada perbedaan sama sekali.

Catatan: Dinasti Joseon mengambil alih Dinasti Goryeo.

Kemudian ayah Kang Chae Yun, Seok Sam, memanggil para pekerja dengan sebuah keranjang di atas kepalanya, memberitahu mereka bahwa makanan sudah datang. Kyul Sa menjadi tawar hatinya melihat Seok Sam membawa makanan. Kemudian para pekerja itu berkata jika seorang Ajumma membawa makanan mereka, maka itu akan menjadi sukacita bagi mereka. Para pekerja mengambil makanan mereka, dan Kyul Sa berkomentar itulah mengapa Seok Sam memakai sebuah celemek, jika saja ia memakai sedikit dandanan, maka dia akan terlihat seperti wanita.

Kemudian Kyul Sa mulai mempermainkan Seok Sam dan mendandaninya, Seok Sam memberitahu Kyul Sa kalau anaknya akan sangat marah padanya nanti. Kyul Sa meminta Seok sam untuk tetap diam, jika ada yang salah, maka itu bukanlah kesalahan dirinya, kemudian menggoda Seok Sam bahwa saat melihat Seok Sam sekarang, Seok Sam kelihatan sedikit cantik dan bertanya apakah dirinya dapat mencubit pantat dari Seok Sam, sementara Seok Sam ragu-ragu. Pekerja yang lebih tua memberitahu jika ini diketahui oleh Ddol Bok, maka Kyul Sa akan dalam masalah besar.

Kemudian sebuah teriakan datang seperti raungan, Kyul Sa melihat ke arah suara itu dan mulutnya terbuka lebar karena ketakutan saat ia melihat Kang Chae Yun sedang berlari menuju ke arahnya, kemudian menendang Kyul Sa sehingga jatuh ke lantai dan memukulinya karena telah mempermalukan ayahnya, sementara para pekerja yang lain segera berusaha untuk menarik Kang Chae Yun pergi, Kang Chae Yun sekarang berusaha untuk menggigit Kyul Sa. Kemudian anak gadis Kyul Sa (Dan Ah) keluar dan memohon pada ayahnya untuk meminta maaf. Dan Ah kemudian meminta Kang Chae Yun untuk berhenti menggigit ayahnya sementara Shim Jeong datang dan berteriak pada mereka apa yang sedang terjadi.

Shim Jeong adalah adik dari Shim Oewn.

Shim Jeong mengumpulkan para pekerja di halaman dan memberitahu mereka bahwa tidakkah mereka tahu, dengan melalui satu pengajaran, negeri ini akan makmur, inilah apa yang telah dititahkan oleh Sejok sebagai niatannya, kemudian Shim Jeong menambahkan bahwa Shim Oewn adalah Ayah mertua dari Raja, Perdana Menteri dari kerajaan ini dan juga kakak tertuanya. Meskipun ada hukuman yang layak untuk diputuskan bagi mereka, tapi karena ia bermurah hati, ia akan menegur mereka dengan kata-kata saja untuk lebih berhati-hati dan mengajari mereka beberapa etika. Shim Jeong meminta Kang Chae Yun untuk meminta maaf pada Kyul Sa.

Guk Bu adalah gelar sebagai ayah mertua dari Raja.

Jang Hyung adalah sebutan terhormat bagi kakak tertua.

Kang Chae Yun berdiri dan mengatakan kalau ia dapat melakukan ini tapi dalam rangka menghormati etika yang berlaku maka Kyul Sa juga harus menghormati itu juga. Shim Jeong bertanya apa maksud dari perkataan Kang Chae yun itu. Kang Chae Yun menjawab kalau umur Kyul Sa lebih muda 5 tahun daripada ayahnya, walaupun ia tidak menganggap ayahnya sebagai saudara yang lebih tua, itu tidak masalah baginya, tapi setiap saat, Kyul Sa selalu merendahkan ayahnya dengan mempermainkannya maka ia bertanya pada Shim Jeong apakah ini dapat dibenarkan.

Shim Jeong kemudian bertanya apakah ini benar. Kyul Sa menjadi terdiam dan menggerutu, mengindikasikan bahwa itu benar. Kemudian Shim Jeong meminta yang lain mengeluarkan pendapatnya apakah yang dikatakan mengenai Kyul Sa adalah kebenaran. Setiap orang tidak berani mengungkapkannya. Pada akhirnya Dan Ah, anak Kyul Sa sendiri, yang membenarkan dan juga memberitahu kalau itu sering dilakukan. Dan Ah berkata bahwa dia juga benar-benar sangat sedih ketika ia melihat ayahnya mengganggu terus Seok Sam. Shim Jeong memberitahu bahwa seharunya yang dewasa memberikan contoh yang baik bagi anak-anak mereka.

Shim Jeong meminta Seok Sam untuk maju ke depan, dan ketika Seok Sam dengan perlahan maju ke depan, Shim Jeong meminta Kyul Sa untuk meminta maaf pada Seok Sam dan kemudian untuk mengakuinya sebagai saudara yang lebih tua, Kyul Sa harus berlutut di hadapan Seok Sam dan meminta maaf padanya kemudian menyebutnya sebagai seorang saudara tua yang Idiot. Kang Chae Yun sangat marah dan kemudian menendang dan menyerang Kyul Sa. Shim Jeong sangat terkejut melihat situasi yang berkembang itu sementara para pekerja mencoba untuk memisahkan Kang Chae Yun dari Kyul Sa.

Pekerja yang lebih tua menjewer telinga Kang Chae Yun sementara mereka berjalan bersama-sama, memberitahu bahwa Kang Chae Yun memang pembuat onar. Kang Chae Yun mendapatkan pukulan di betisnya. Pekerja yang lebih tua itu mengatakan bagaimana bisa Kang Chae Yun sangat tidak sopan di hadapan Shim Jeong. Pekerja tua itu telah menasihati Kang Chae Yun agar bersikap baik di hadapan Shim Jeong, kemudian bertanya apakah Kang Chae Yun mencoba untuk menguji kesabarannya. Ia mengatakan kalau Chae Yun memperlakukan nasihatnya seperti angin berlalu di telinganya, dan bertanya-tanya darimana ia barusan. Chae Yun menjawab kalau ia habis memukuli Jang Deol sampai wajahnya terlihat seperti kepala babi, karena Jang Deol telah mencuri uang ayahnya.  Tetua pekerja itu bertanya apakah itu alasannya mengapa ia pergi ke kampung para pengemis untuk mencari Jang Deol dan memukulinya kemudian kembali untuk mengacaukan segalanya? Kang Chae Yun menyahut paling tidak ia telah menyelesaikan masalah pencurian itu, dan mendapatkan pukulan di kepalanya dari si tetua karena begitu keras kepala dan menyerah dengan sifat si Chae Yun, dan bergumam bahwa Chae Yun adalah seorang yang bodoh. Chae Yun tidak terima sehingga ia menyerbu si tetua yang mengatakan kalau itu bukan maksudnya yang sebenarnya dan segera berlari menghindari Chae Yun, yang terus mengejarnya, sementara itu Seok Sam memanggil anaknya untuk keluar. … Dasar Chae Yun si bandel yang bodoh … ahahaha ga kenal takut blas ….

Kang Chae Yun dan Seok Sam pergi ke sebuah aliran sungai, Seok Sam sangat cemas dengan luka di betis Chae Yun tapi Chae Yun meminta ayahnya agar tidak menangis dan meniup hidungnya, kemudian membasuh muka ayahnya yang didandani dan bertanya kapan ia didandani seperti itu, seharusnya ayahnya menolak, dan bertanya mengapa ayahnya itu tidak protes. Seok Sam bergumam tidak sementara Chae Yun bersuara keras kemudian menambahkan matilah kau kemudian meminta ayahnya untuk mengulangi. Seok Sam menggumamkannya tapi Chae Yun memberitahu kalau ayahnya tidak bisa bergumam saja seperti itu. Chae Yun meminta ayanya bahwa ia harus mengertakkan giginya, melotot dengan pandangan tajam dan mengatakan kata-kata itu. Seok Sam mengucapkannya dengan pelan sementara anaknya mengatakan bahwa ayahnya dapat bergaya sangar untuk menjaga diri dari orang-orang, inilah mengapa orang-orang lain mengatakan kalau ayahnya adalah seorang yang bodoh. Seok Sam menyahut bahwa ia bukanlah seorang yang bodoh karena anaknya berkata ia bukan. Chae Yun kemudian mengatakan kalau itu memang benar bahwa seorang bodoh tidak akan mampu melindungi anak dari istrinya sendiri, tapi ayahnya mampu melindunginya, karena untuk menjaga keselamatan dari Chae Yun, ayahnya tergelincir jatuh dari gunung.

Seok Sam mengatakan bahwa ia telah menjaga keselamatan anaknya. Chae Yun kemudian memberitahu ayahnya, bahwa ia perlu melindungi anaknya dan bukan sebaliknya. Seok Sam mengatakan lagi bahwa ia akan melindungi anaknya sementara Chae Yun memberitahunya itulah mengapa ayahnya harus mengikuti apa yang ia ajarkan, melotot dengan pandangan tajam dan mengatakan pada orang-orang: “Matilah kau!”. Kemudian bagaimana saat ia akan berkelahi, apa yang akan ia lakukan? Seok Sam mengepalkan tangannya dan melotot, Chae Yun memuji ayahnya yang telah berusaha dengan baik.

Dan Ah merawat punggung ayahnya dengan ramuan obat, bertanya mengapa ayahnya selalu mencari masalah dengan mengganggu Kang Chae Yun padahal setiap kali selalu ayahnya yang dipukuli oleh Chae Yun. Kyul Sa memberitahunya bahwa Kang Chae Yun itu anak yang menjengkelkan, sama sekali tidak menghormatinya, satu kalipun tidak pernah, lalu meminta anaknya untuk merawat dengan lebih lembut. Kemudian ia mengeluh bahwa Chae Yun begitu muda, dengan kepala batunya itu ia tidak mau menghormati mereka yang lebih tua. Lalu anak gadinya bertanya mengapa ayahnya selalu mengganggu Chae Yun dan pada akhirnya mendapatkan masalah, bukankah ayahnya itu memerlukan tubuhnya ini untuk mencari nafkah. Kyul Sa segera bangun dan jengkel mengapa anak gadisnya ini terus saja berpihak pada Chae Yun. Dan Ah mengatakan kalau ayahnya lah yang memulai mengganggu Seok Sam dan itulah mengapa ia selalu berada di pihak Chae Yun. Dan Ah kemudian pergi dan Kyul Sa menjadi seperti orang bodoh menemukan kalau anak gadisnya berkhianat padanya, dan bertanya pada dirinya sendiri apakah anak gadisnya itu benar-benar anaknya?

Kang Chae Yun berbaring di lantai sedang merenung ketika Dan Ah menaruh sebuah biji kastanye di mulutnya kemudian mengatakan kalau ia tahu kalau Chae Yun pasti ada di tempat ini. Chae Yun bertanya apakah Dan Ah menyuruhnya makan buah kastanyae itu karena merasa kasihan, Dan Ah tersinggung dan memintanya untuk mengembalikan buah itu, tapi Chae Yun segera saja mengunyahnya dan mengatakan kalau itu enak dan meminta lagi tapi ditolak oleh Dan Ah, yang mengatakan kalau ia akan memakan itu sendirian.

Chae Yun kemudian bertanya apakah Dan Ah marah, dan ia menjawab sangat marah. Lalu Chae Yun bermain permainan kata dengan Dan Ah dan pada akhirnya ia tidak dapat menemukan sebuah kata yang cocok dan mengalihkan perhatian dengan memberitahu Dan Ah kalau ia cantik, Dan Ah segera saja mengejar Chae Yu, mereka berdua saling bermain-main.

Chae Yun saling mendorong dengan Dan Ah dan mereka masih melanjutkan permainan kata, yang mana membuat 2 frase kata, kata pertama berkaitan dengan kata kedua, kemudian ketika mereka sampai di kata “kantong”, Dan Ah mengingat sesuatu dan memberikan sebuah kantong dompet pada Chae Yun. Chae Yun terheran-heran dan bertanya apakah kantung itu terbuat dari kain sutera. Dan Ah menerangkan kalau Nyonya Besar meninggalkan sisa dari kain sutera, jadi Dan Ah menenun mereka menjadi satu dan mengatakan kalau itu memakan waktu lumayan untuk menyelesaikan kantung itu. Chae Yun memuji Dan Ah benar-benar pandai, bahkan menjalin sebuah huruf “bok” (sedikit garis hilang) di atasnya, dan mengatakan kalau itu huruf yang rumit, dan bertanya apakah ia benar-benar tahu huruf ini. Dan Ah mengatakan tentu saja ia tahu, karena hanya dengan melihat sekali saja, tidak masalah apakah itu tulisan atau sebuah gambar, ia dapat mengingatnya kembali …. ingatan fotografi …. Chae yun mengakui kalau Dan Ah memang memiliki bakat yang hebat seperti itu. Dan Ah kemudian menuliskan kata “Bok” yang sesungguhnya di atas tanah untuk menunjukkan pada Chae Yun bahwa “bok” ditulis seperti itu tapi karena benang emas dari Nyonya hanya sedikit, karena itulah ia tidak dapat melengkapi jalinan huruf itu.

Nyonya Besar itu adalah istri Shim Oewn, Lady Ahn, ibu dari Ratu Soheon, istri Raja Sejong.

Chae Yun kemudian bertanya arti dari huruf itu. Dan Ah memberitahunya “Bok” itu berarti “keberuntungan”. Chae Yun memujinya, Dan Ah memang luar biasa, seakan-akan ia berasal dari kalangan Yanban (bangsawan), dan mengatakan kalau Dan Ah lebih baik dan lebih pintar dari para pejabat. Dan Ah sangat senang mendengar pujian itu. Chae Yun mengatakan kalau ia juga punya sesuatu yang akan diberikan pada Dan Ah. Dan Ah melihatnya dan mengatakan kalau itu tempat gincu milik Lady Ahn. Kemudian Chae Yun memberitahunya kalau ada retak di tempat gincu tersebut sehingga tak dipakai lagi oleh Lady Ahn. Dan Ah mengatakan kalau Chae Yun harus mendapatkan yang lebih baik lain kali, sementara Chae Yun membalasnya kalau Dan Ah juga harus mendapatkan benang emas lebih untuk menyelesaikan huruf di kantungnya. Dan Ah tahu itu. Dan Ah menggunakan gincu tersebut tapi tampak kesulitan, Chae Yun membantunya untuk mengoleskannya di bibir Dan Ah, kemudian Dan Ah bertanya apakah ia cantik, Chae Yun mengakuinya. (Persis adegan di Seo Dong Yo episode 4, di mana Jang kecil juga memberikan tempat gincu, kemudian mengoleskan gincu tersebut pada puteri Sunhwa kecil … duuuhh … jadi kangen lagi deh …. )

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Dan Ah kemudian mengoleskannya juga di bibir Chae Yun, sementara Chae Yun bertanya mengapa seorang pria membutuhkan gincu, Dan Ah menjawab kalau Chae Yun harus menjadi anak laki-laki yang cantik juga, dan segera lari setelah menggodanya. Saat mereka pulang, Chae Yung menggendong Dan Ah di punggungnya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea

Mereka melihat banyak prajurit berkumpul di kediaman Shim Oewn dan memukuli para pelayan Shim Oewn termasuk Seok sam, lalu Chae Yun segera berlari untuk membantu ayahnya dan membawanya pergi, Dan Ah bertanya mengenai keadaan ayahnya, Seok Sam memberitahunya kalau ayah Dan Ah tidak ada di sana dan telah pergi, dan ketika Dan Ah mencoba berbalik, lebih banyak prajurit datang ke kediaman Shim Oewn, sehingga mereka segera melarikan diri dari tempat itu.

About these ads

9 comments on “Tree With Deep Roots – Episode 01 [Part 1]

    • mengenai pembunuhan beruntun pada masa pemerintahan Raja sejong, korbannya adalah para sarjana. Drama ini menceritakan bagaimana penyelidikannya untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya, dibumbui kisah asamara … hehehe .. itu singkatnya, di korea masih episode 4 kalo ga salah … :D

  1. coba semua drama saeguk korea di satuin ya kang,kira2 abis berapa episode yaaa?(kayak nya bisa lebih dari episode sinetron indonesia,hehehe…)
    dan coba indonesia pun bikin drama indonesia tempoe doeloe bukan cuma pilm nya aja…hmmmm…

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s