The Moon That Embraces The Sun – Episode 19

MP-00425

Hwon dan Yeon-woo berjalan kembali ke kediamannya. Tiba-tiba Hwon berbalik menghadap Yeon-woo dan bertanya dengan wajah penasaran.

“Aku memberimu segalanya tapi apakah aku tidak akan mendapat apapun sebagai balasannya?”

“Itu karena hamba tidak mempunyai apa-apa,” jawab Yeon-woo bingung, “Apakah Yang Mulia menginginkan sesuatu?”

“Itu….aku ingin mencoba itu,” jawab Hwon gugup.

Yeon-woo jadi ikut gugup,” Apa maksud Yang Mulia?”

Hwon maju mendekati Yeon-woo. “Aku ingin mencobanya…”

MP-00017 MP-00018

Tanpa sadar Yeon-woo mundur.

“Aku ingin mencoba permainan itu…yang kaumainkan dengan kakakku di Hwal In-seol. Dengan tongkat yang panjang.”

Gubraaak!!^^

MP-00020 MP-00022

Maka mereka pun bermain (permainannya seperti kasti, melempar dan memukul sepotong kayu kecil dengan sebatang tongkat panjang). Para suporternya: Woon, kasim Hyung, dan para dayang hehehe…Yeon-woo memberi contoh dan lemparannya cukup jauh. Semua bertepuk tangan.

Giliran Hwon. Ia meraih tangan Yeon-woo yang memegang tongkat dan tersenyum. Hwon mulai mencoba bermain. Payah banget…pukulannya ngga ada yang kena. Diam-diam Yeon-woo dan para dayang tertawa. Akhirnya Hwon berhasil memukul cukup jauh.

“Whoooo…” semua terkagum-kagum. Kasim Hyung yang paling senang walau ia dari tadi bolak balik mengambil kayu. Hwon dan Yeon-woo tersenyum bahagia.

MP-00041 MP-00035

Di kediaman Yang Myung, Yoon masih terus merecoki sang pangeran. Ia berkata jika Yang Myung menjadi Raja maka ia akan mendapatkan keduanya (kedua hal yang diinginkan Yang Myung adalah Yeon-woo dan posisi pemimpin upacara di Jongmyo – ep.18).

Yang Myung berkata ada hal yang tidak masuk akal. Ia memang sudah bersedia melepaskan statusnya tapi bagaimana dengan status Yoon. Jika Yang Myung menjadi Raja bukankah Yoon tidak lagi menjadi ayah mertua Raja.

“Aku tidak pernah berencana melepaskan kedudukanku,” ujar Yoon.

Yang Myung bingung, bukankah Yoon hanya memiliki seorang puteri. Memangnya ada puteri lain yang bisa dijadikan Ratu?

“Jika aku membutuhkannya, aku bisa membuatnya,” ujar Yoon bangga.

Whaaaa??? Yang Myung juga merasa itu menggelikan. Ia tak percaya Yoon bisa membuang puterinya sendiri (jika Raja dikudeta, otomatis Ratu pun turun pangkat bahkan mungkin menajlani hukuman). Sebenarnya maksud Yoon adalah ia bisa mempergunakan keponakannya, bukan mempunyai anak lagi^^

MP-00048 MP-00050

“Kau bisa mengkhianati darah dagingmu sendiri, bagaimana aku bisa percaya padamu?” tanya Yang Myung tajam. Yoon sadar Yang Myung baru saja mengujinya. Yang Myung berkata Yoon duluan yang mengujinya, jadi ia menguji balik. Tidak mungkin ada kesepakatan jika tidak ada keuntungan yang hendak diraih. Yang Myung berkata ia telah menyatakan keinginannya. Sekarang apa keinginan Yoon yang sebenarnya dengan meminta Yang Myung menjadi Raja.

Yoon berkata ia ingin sistem Hwensang dikembalikan. Hwensang adalah sistem pemerintahan di mana Raja dan Perdana Menteri memegang kekuasaan yang sama (Raja tidak memegang kekuasaan mutlak). Yang Myung berkata ia akan memikirkannya karena menurutnya sistem itu masuk akal agar Raja tidak menjadi penguasa tunggal.

Tapi Yang Myung tidak mau kompromi soal Yeon-woo. Yoon berkata para sarjana akan memberontak jika Yang Myung menikahi wanita milik Raja yang dikudeta. Ia berkata dengan licik bukankah lebih baik menjaga apa yang berharga dengan diam-diam (diam-diam menyimpan Yeon-woo, tidak dijadikan Ratu).

Yang Myung menyimpulkan walau ia menjadi Raja maka kekuasaannya tetap akan terbatas tapi ia berkata ia akan berpihak pada Yoon.

NOOOOO!!!!!

MP-00052 MP-00053

Bo-kyung tak bisa melupakan sikap ayahnya yang hangat pada sepupunya sedangkan ia bersikap dingin pada Bo-kyung. Ia bertanya dalam hatinya apakah ayahnya akan mencampakkannya dan Hwon. Ia menggeleng panik dan bangkit berdiri. la berjalan keluar hendak menemui Hwon. Ia harus memperingatkan Hwon kalau Hwon berada dalam bahaya.

Namun ketika ia mendekati kediaman Hwon, ia melihat Hwon sedang berjalan-jalan bersama Yeon-woo. Hatinya mendidih melihat Hwon memperlakukan Yeon-woo dengan lembut dan menggandeng tangannya. Ia tidak jadi memperingatkan Hwon dan kembali ke kediamannya dengan marah.

MP-00069 MP-00072

Beredar dua kabar dalam masyarakat mengenai Raja yang menyimpan seorang shaman di kediamannya dan kabar bahwa klan Yoon yang membunuh puteri mahkota 8 tahun lalu. Rakyat bingung berita mana yang benar.

Rakyat cenderung berpikir kalau ceita mengenai shaman dan Raja yang benar. Hong Gyu-tae yang menyamar debagai raktaya biasa cepat-cepat menambahkan breaking news. Ia berkata kabarnya Puteri Mahkota Heo yang mati 8 tahun lalu telah hidup kembali.

Tentu saja rakyat tidak percaya dengan berita itu. Tidak mungkin orang mati hidup kembali. Tapi rakyat yang lain berkata ia lebih suka jika cerita itu betul-betul terjadi. Ia tidak suka dengan klan Yoon yang korupsi dan semena-mena. Jika Puteri Mahkota yang dulu kembali maka semua kekacauan akan selesai.

Hong berbisik pada mereka bahwa ada kabar shaman yang berada di sisi Raja sebenarnya bukan shaman melainkan Puteri Mahkota yang dulu. Rakyat berkesimpulan Ratu yang sekarang telah mencuri kedudukan yang bukan miliknya selama ini. Sementara rakyat membicarakan hal itu, Hong diam-diam meninggalkan mereka dengan wajah puas. Hmmm…jadi berpikir sebenarnya tugas terakhir apa yang diberikah Hwon pada Hong, kok ngga ada lanjutannya ya.

MP-00075 MP-00081

Gosip-gosip itu mencapai istana dan para menteri pun langung meminta Hwon menghukum seberat-beratnya orang yang membuat dan menyebarkan rumor tersebut (rumor mengenai klan Yoon membunuh Pueri Mahkota Heo). Mereka berkata Yeon-woo mati karena penyakit. Pasti ada orang yang berniat memberiontak dengan menggunakan rumor itu.

Hwon berkata ia mengerti keprihatian para menteri tapi ia kecewa mengapa para menteri tidak memikirkan rumor yang diarahkan padanya. Ia dituduh terus menerus bersama seorang shaman dan mengabaikan tugas negara. Mengapa para menteri tidak melakukan apapun? Apakah mungkin karena para menteri setuju dengan rumor tersebut?

Kasim Hyung melirik para menteri dan mengamati reaksi mereka. Seperti biasa menteri penjilat segera menyangkal.

“Atau kalian yang menyebarkan rumor tersebut?” tanya Hwon tenang. Menteri penjilat langsung terbatuk-batuk.

“Apa Menteri baik-baik saja? Aku hanya bercanda, “ujar Hwon tersenyum. Yoon terlihat kesal.

MP-00089 MP-00084

Yoon menemui Bo-kyung. Bo-kyung berkata ia melihat Yeon-woo di istana ini. Tapi Yoon menganggap puterinya banyak mengeluh. Bo-kyung berkata ia tidak berhalusinasi, Yeon-woo benar-benar ada di istana ini.

“Tak peduli ia hidup atau mati. Di manapun ia berada sudah tidak masalah lagi,” ujar Yoon. (Karena Yoon sudah membuat kesepakatan dengan Yang Myung, ia tidak akan menyentuh Yeon-woo. Itulah sebabnya ia mengabaikan laporan Bo-kyung.)

“Tidak masalah lagi?” tanya Bo-kyung curiga. Ia bertanya apa yang sebenarnya direncanakan ayahnya.

Dengan kesal Yoon berkata ia banyak kesibukan jadi ia harus segera pergi. Ia pergi meninggalkan Bo-kyung.

Bo-kyung berkata dalam hatinya, jika ayahnya dan Hwon akan mencampakkannya, ia akan mempertahankan posisinya sendiri. Ia memerintahkan dayangnya memanggil shaman Kwon (shaman tua yang dulu mengguna-guna Hwon, mantan kepala shaman).

MP-00094 MP-00101

Sepertinya sudah menjadi kebiasaan, Hwon duduk membaca laporannya di ruangan Yeon-woo sementara Yeon-woo membaca buku. Tapi kali ini Yeon-woo teringat shaman Jang. Ia teringat shaman Jang berkata ia tak bisa melawan perintah Ibu Suri tapi ia juga ingin memenuhi permintaan terakhir sahabatnya. Ia menatap Hwon.

Tanpa mengangkat wajahnya, Hwon berkata Yeon-woo akhir-akhir ini tidak lagi diam-diam mencuri lihat wajahnya. Hehe Hwon ke-geer-an.

“Yang Mulia..” panggil Yeon-woo.

“Ada apa?”

“Hamba minta maaf, tapi bolehkan hamba mengajukan sebuah permintaan?”

“Permintaan? Katakan saja, aku akan mendengarnya,” ujar Hwon gembira. Tampaknya Hwon ingin melakukan apapun keinginan Yeon-woo.

MP-00105 MP-00107

Yeon-woo bertanya bolehkah ia menemui shaman Jang. Wajah Hwon berubah tak setuju. Ia masih kesal karena shaman Jang yang menyembunyikan Yeon-woo selama ini. Yeon-woo berkata tetap saja shaman Jang yang menyelamatkannya. Tiap kali ia melihat wajah Hwon, ia sangat berterima kasih karena masih hidup. Dan alasan ia masih bisa melihat wajah Hwon lagi bukankah salah satunya karena shaman Jang menyelamatkannya.

Ia tahu shaman Jang tidak bisa menghindari hukuman tapi sebelum itu ia ingin bertemu dengannya sekali saja, bagaimanapun juga kebersamaan selama 8 tahun tidak bisa diputuskan begitu saja. Ia minta Hwon mengabulkanya. Hwon menghela nafas menyerah.

MP-00110 MP-00111

Shaman tua menemui Bo-kyung. Bo-kyung bertanya apakah shaman tua pernah melihat wajah puteri angkat shaman Jang. Shaman tua itu berkata ia pernah melihatnya. Bo-kyung bertanya apakah shaman tua bisa mengguna-guna gadis itu dan membunuhnya.

Shaman tua itu berkata hal itu bukannya mungkin tapi ada syarat-syaratnya. Ia harus tahu pasti di mana Yeon-woo berada dan tempatnya tidak boleh jauh. Bo-kyung tersenyum, jika di istana bisa kan?

Shaman tua itu berkata ia tidak bisa mengguna-guna agar Yeon-woo mati tapi ia bisa mengirim rasa sakit sama seperti ketika ia menguna-guna Hwon. Bo-kyung baru tahu kalau Hwon sakit karena guna-guna dan ternyata ayahnyalah yang menyuruh shaman tua itu mengguna-guna Hwon. Tapi ia berkata itu semua masa lalu, ia tidak akan mempermasalahkannya lagi.

“Jika kematian tidak memungkinkan, berikan ia rasa paling menyakitkan yang pernah dialami manusia,” ujar Bo-kyung penuh kebencian. Shaman tua itu berkata ia akan berusaha semampunya. Tapi untuk memperkuat guna-guna itu agar bisa membunuh seseorang, ia memerlukan persembahan. Keinginan kuat dari seorang perawan akan memperkuat guna-guna itu (sama seperti Min-hwa).

MP-00117 MP-00119

Shaman Jang sedang berdoa. TIba-tiba air dalam mangkuk berubah menjadi darah. Janshil yang melihatnya juga terkejut. Shaman Jang buru-buru membuang air dalam mangkok itu.

Seorang pria datang dan menyerahkan surat pada shaman Jang. Shaman Jag membacanya dan bergegas pergi. Sebelum pergi ia memperingatkan Seul agar tidak pergi ke kediaman keluarga Heo selama ia tak ada.

MP-00123 MP-00126

Shaman Jang menemui Yeon-woo dengan menyamar sebagai dayang. Yeon-woo menanyakan keadaan Seul dan Janshil. Keduanya baik-baik saja, jawab shaman Jang.

“Bagaimana keadaan Ibu?”

“Mengapa Nona memanggil hamba Ibu?”

Yeon-woo berkata ia ingat shaman Jang pernah bercerita mengenai sahabatnya saat Yeon-woo berada dalam penjara dan keinginan terakhir sahabat shaman Jang adalah untuk melindungi Yeon-woo. Ia ingin tahu lebih banyak.

Shaman Jang berkata ia hanya tahu kalau ibu Yeon-woo pernah menolong sahabatnya dan sahabatnya berjanji untuk melindungi Yeon-woo bahkan sebelum Yeon-woo dilahirkan. Pada akhirnya yang menyelamatkan Yeon-woo bukanlah sahabatnya Ahri atau dirinya tapi ibu Yeon-woo.

Yeon-woo berkata ia belum sepenuhnya memaafkan shaman Jang tapi ia mengerti karena ia juga menutup mulut walau ia sudah tahu kebenarannya. Itu adalah untuk melindungi dirinya.

“Hanya saja….sebelum terlambat, aku ingin mengatakan hal ini,” ujar Yeon-woo mulai menangis.

“Terima kasih…untuk menyelamatkanku. Terimakasih… untuk membesarkanku. Untuk melindungiku. Terima kasih telah menjadi ibuku selama 8 tahun ini.”

Shaman Jang menangis terharu.

MP-00142 MP-00148

Bo-kyung diam-diam menemui shaman tua. Shaman tua itu bertanya apakah Bo-kyung sudah mempersiapkan persembahannya. Bo-kyung berkata dirinya yang akan menjadi persembahan itu.

Sementara itu shaman Jang juga sedang mempersiapkan ritual. Ia sudah memberitahu Yeon-woo sebelumnya kalau ada guna-guan yang akan menyerang Yeon-woo malam ini. Yeon-woo khawatir sasaran utamanya adalah Hwon. Tapi shaman Jang berkata ia akan menangkal guna-guna itu dengan nyawanya.

MP-00152 MP-00156

Shaman tua memulai ritualnya. Shaman Jang mengiris telapak tangannya dengan pisau dan meneteskan darahnya ke atas kertas jimat. Lalu kertas itu dibakarnya. Dari dalam api kelaur asap berwarna hitam (sama seperti asap yang menyerang Yeon-woo delapan tahun lalu).

Shaman Jang berusaha mengendalikan asap itu dan memerintahkan mereka kembali pada pengirim guna-guna. Asap itu menyerang shaman Jang hingga shaman Jang memuntahkan darah lalu asap itu pergi keluar. Shaman Jang terduduk lemas.

Shaman tua yang sedang berdoa tiba-tiba berteriak keras dan jatuh tergeletak di lantai. Bo-kyung ketakutan.

MP-00163 MP-00170

Tiba-tiba shaman tua itu membuka matanya dan melotot pada Bo-kyung. Ia berdiri dan berbicara pada Bo-kyung. Tapi itu bukan suara shaman tua melainkan suara shaman Jang.

“Kau mungkin berpikir kau tidak melakukan kesalahan apapun. Kau mungkin berpikir kau hanya korban. Tapi kau salah.”

Bo-kyung terkesiap ketakutan dan mulai gemetar.

“Dosa karena menutup mulut walau kau mengetahuinya. Dosa karena kau tidak berbuat apapun dan melihatnya mati. Dosa karena kau mencuri posisi yang bukan milikmu. Dosa karena kau membohongi Yang Mulia dan tidak menggunakan kesempatan terakhir untuk bertobat dari dosamu (mau mengguna-guna dan membunuh Yeon-woo lagi). Itu adalah dosa-dosamu!!”

“Tidaak!!” teriak Bo-kyung.

MP-00173MP-00177

Shaman tua itu seakan tersedak lalu tergeletak kembali di lantai. Dengan ketakutan Bo-kyung memanggil dayangnya. Ia menyuruh para dayangnya mengeluarkan tubuh shaman tua itu.

Bo-kyung kembali ke kediamannya dengan gemetar. Perkataan shaman Jang terus terngiang di kepalanya. Bo-kyung kembali histeris dan terus menggelengkan kepalanya, berusaha mengenyahkan perkataan itu.

MP-00180 MP-00189

Ibu Yeon-woo berkata pada Yeom ia akan pergi ke kuil dan menginap di sana selama beberapa hari. Ia ingin berdoa untuk Min-hwa dan cucunya. Ia juga ingin berdoa untuk Yeon-woo. Sebelum kelahiran cucunya, ia ingin merelakan kepergian mereka yang sudah tiada. Jika ia terus menyimpan bayangan Yeon-woo, ia akan menyebabkan ketidaknyaman bagi Min-hwa yang sedang mengandung.

Ibu Yeon-woo berta ia ingat ketika ia melahirkan Yeon-woo, ayah Yeon-wooo sedang pergi bertugas ke Cina. Namun tetap saja ia merasa sedih. Ia berharap Yeom bisa menjaga Min-hwa. Yeom berjanji akan melakukannya.

Setelah mengantar kepergian ibunya, Yeom berbalik hendak masuk ke rumah. Seul diam-diam melihat dari persembunyiannya. Pelayan keluarga Hwon menghentikan Yeom. Ia bertanya apakah Yeom sudah mendengar kabar yang beredar. Kabar apa, tanya Yeom.

MP-00193 MP-00192

Pelayan itu berkata memang banyak kabar yang beredar tapi yang paling mencemaskan adalah kabar mengenai Yeon-woo dibunuh oleh keluarga Nenek Raja (klan Yoon). Dan juga ada kabar kalau Yeon-woo mungkin masih hidup. Yeom terkejut.

Pelayan itu lalu menceritakan kecurigaanya delapan tahun yang lalu. Ia berkata ia telah menceritakannya pada Hong waktu itu bahwa delapan tahun lalu ia menemukan kubur Yeon-woo pernah digali. Mungkin saja gadis yang pernah Ibu Yeom lihat adalah Yeon-woo!!

Jleb!! Tiba-tiba sebuah panah menancap di ambang pintu rumah keluarga Heo. Terdapat sebuah surat pada panah itu. Yeom membacanya.

MP-00199 MP-00203

“Tuan Heo, apakah Tuan tahu bahwa adikmu tidak mati karena penyakit tapi dibunuh? Delapan tahu lalu, apakah Tuan tahu puteri yang begitu menginginkan Tuan telah terlibta dalam guna-guna yang membunuh adik Tuan? Dan apakah tuan tahu, orang yang menutupi kebenaran ini adalah Raja terdahulu?”

Yeom teringat Min-hwa pernah bertanya apakah ia sudah menikah dan sudah bertunangan. Ia juga ingat Min-hwa pernah menangis dan meminta maaf padanya atas semuanya. Dengan marah Yeom pergi menemui Min-hwa.

MP-00205 MP-00206

Min-hwa sedang menjahit. Ia senang melihat kedatangan suaminya. “Sekarang Tuan tahu, kebahagiaan yang Tuan rasakan hanyalah istana di udara (didasarkan pada kebohongan dan kematian Yeon-woo). Apa yang akan Tuan lakukan?” demikian akhir surat itu yang terngiang dalam pikiran Yeom. Yeom terpaku melihat istrinya.

Min-hwa menunjukkan baju bayi yang dijahitnya. Ia berkata ia akan membesarkan anaknya dengan baik agar anaknya seperti suaminya, pandai dan tampan.

MP-00211 MP-00210

“Apa kau menginginkanku hingga sejauh itu?” tanya Yeom.

Min-hwa kebingungan.

“Apa yang kauinginkan sejauh itu dariku?’ tanya Yeom dengan perasaan terluka.

Min-hwa terpana.

“Jadi apa yang kaudapatkan dariku? Ada apa denganku hingga kau begitu menginginkannya?” tanya Yeom berusaha menahan kemarahannya.

Min-hwa sadar Yeom sudah tahu semuanya. Ia mulai menangis.

MP-00220 MP-00223

Yeom mendekati Min-hwa, “Katakan itu tidak benar. Katakan bahwa aku salah. Katakan bahwa ketika itu kau masih muda dan tidak tahu.”

Min-hwa terduduk lemas di lantai dan menangis tersedu-sedu, “Maafkan aku. Maafkan aku.”

Permintaan maaf Min-hwa justru menguatkan kalau ternyata isi surat itu benar. Yeom sangat terpukul.

“Bagaimana? Bagaimana bisa kau melakukannya?!!! Begitu lama kau membohongiku, membohongi ibuku! Adikkuu?!” seru Yeom.

Min-hwa memohon pada Yeom, Ia sudah berusaha untuk mengatakannya. Berulang kali ia berusaha mengatakannya tpai ia tidak bisa ketika melihat wajah bahagia Yeom saat tahu ia mengandung. Ia takut jika ia mengakuinya maka anaknya akan menjadi pendosa sepertinya.

MP-00240 MP-00230

“Anak itu akan menjadi anakmu, orang yang membunuh adikku,” ujar Yeom. Perkataan itu menusuk hati Min-hwa. Yeom terduduk lemas di lantai.

”Tapi aku juga pendosa. Kau membunuh adikku demi mendapatkanku. Aku juga pendosa karena tanpa mengetahui apapun aku mencintaimu dan berterimakasih padamu. Aku pendosa. Aku hidup dalam kemewahan sebagai ganti kematian adikku. Aku adalah pendosa yang lebih besar!”

Yeom terhuyung-huyung bangkit berdiri. Min-hwa mengejar suaminya dan memegang tangannya erat-erat.

“Tidak! Akulah yang pendosa!” serunya sambil menangis, “Suami dan anak ini tidak berdosa! Tidak apa-apa Tuan mengutukku tapi Tuan tidak boleh menyalahkan diri sendiri. Kumohon! Kumohon jangan abaikan anak ini!”

Yeom melepaskan tangan Min-hwa dan pergi meninggalkannya. Min-hwa menangis meraung-raung.

MP-00254 MP-00255

Yoon dan para menteri membicarakan perkembangan terbaru. Mereka bertanya-tanya apakah Yeom akan bertindak setelah mengetahui kebenarannya. Sepertinya mereka berharap Yeom juga berpihak pada mereka karena dalam isi surat itu Yeom hanya diberitahu Min-hwa yang mengguna-guna Yeon-woo dan Raja terdahulu yang menutupi kebenarannya.

Seorang menteri berkata ada kemungkinan Yeom akan bunuh diri untuk menebus dosanya. Itu lebih baik bagi mereka karena dengan demikian rakyat akan mengira Yeom bunuh diri untuk menebus dosa. Atau Yeom malah pergi menemui Raja dan dan akhirnya mengetahui semuanya (bahwa sebenarnya Yoon dan Ibu Suri yang membunuh Yeon-woo). Yoon berkata jika demikian maka Yeom harus disingkirkan. (walau bagaimanapun versi ceritanya aku tetap menganggap bagian ini tidak masuk akal. Untuk apa mereka memberitahu Yeom jika mereka memang hendak membunuhnya.)

MP-00256 MP-00257

Yeom duduk termenung di kamarnya. Ia mendengar suara di luar. Yeom pergi ke luar untuk memeriksa tapi tak ada siapa-siapa. Tiba-tiba sekelompok orang berpakaian hitam masuk ke halaman dengan melompati tembok.

Yeom terkejut melihat orang-orang itu. Orang-orang itu mulai menyerang. Tiba-tiba Seul muncul dan berdiri di depan Yeom. Ia menyuruh Yeom masuk ke dalam karena ia akan melindunginya. Tapi Yeom protes, bagaimana bisa ia biarkan seorang gadis melindunginya.

MP-00259MP-00260

Seul keren banget! Seul berhasil membunuh beberapa orang tapi seorang dari mereka menikamnya dengan pedang. Uugghh…gemes deh liat Yeom bengong aja. Kan dia bisa kaya Yang Myung atau Hwon, mengambil pedang di tanah lalu membantu Seul (sigh….mungkin biar cepet selesai kali ya ceritanya >,<). Walau dia tidak jago pedang tapi kan bisa dikit-dikit.

Woon datang membantu tapi Seul sudah ditikam berkali-kali. Yaaa!! Kenapa bantuan selalu datang terlambat!!! Gemesssss….

MP-00277 MP-00279

Seul roboh ke tanah. Yeon segera menopangnya dan terus memanggil namanya. Seul akhirnya membuka matanya.

“Nona Yeon-woo…masih hidup.”

Ia bertanya apakah Yeom ingat pernah memintanya untuk melindungi Yeon-woo saat Yeom tidak ada.

“Hamba minta maaf. Hamba ingin melindungi Nona sampai akhir tapi hamba terpaksa pergi seperti ini. Maafkan hamba, Tuan Muda, “ujar Seul lirih.

“Jangan berkata begitu. Kau telah bersama Yeon-woo selama ini. Kau tidak tahu betapa aku berterima kasih untuk itu. Untuk seseorang yang begitu kecil sepertimu, maafkan aku telah memberimu beban yang begitu berat.”

“Tolong jangan minta maaf. Ketika hamba datang ke rumah ini, bukankah Tuan Muda yang mengganti nama hamba dari “berandal itu” dengan nama Seul? Sejak saat itu hingga sekarang, walau hamba tahu hamba tidak diperbolehkan melakukannya, hamba yang rendah ini menaruh Tuan Muda dalam hati hamba. Hamba selalu minta maaf untuk itu. Maafkan hamba…”

Woon sedih melihatnya. Sejak dulu ia tahu Seul menaruh perasaan pada Yeom. Yeom menangis.

MP-00282 MP-00284

“Maaf untuk apa? Kau bilang memaafkanmu? Apa yang sudah kulakukan? Seberapa berharganya diriku hingga kau memberikan nyawamu demi aku?!!”

Seul menatap Yeom dengan sisa-sisa kekuatannya. Dalam hatinya ia berkata, “Tuan Muda…berkat Tuan Muda, aku menjadi seseorang. Aku menjadi seorang wanita. Dan aku menjadi Seul. Walau hidup ini singkat, saat ini, lebih dari wanita manapun di dunia, aku adalah wanita yang paling berbahagia.”

Seul menutup matanya. “Karena itu Tuan Muda juga harus hidup bahagia….”

“Seul-ah!! Seul-ah!!”panggil Yeom. Tapi Seul sudah tak ada lagi….

MP-00286MP-00290

Shaman Jang terbangun. Ia merasakan sakit di dadanya. Tempat tidur di sebelahnya kosong dan terdengar suara tangisan. Janshil menangis sesenggukan di luar. Shaman Jang ke luar dan duduk menangisi kematian Seul.

“Ibu…Kak Seul sudah tiada,” ujar Janshil menangis, “Ia terus memintaku untuk hidup dengan baik. Ia memintaku menyampaikan rasa terima ksihanya pada Ibu. Karena ia sekarang bahagia, ia minta kita juga hidup bahagia.’

Jansil menangis keras. Salju (Seul) mulai turun. Shaman Jang menangis. Dalam hatinya ia berbicara dengan Seul, “Dasar anak bodoh…apa kau bahagia sekarang? Pada akhirnya kau bisa memeluk api (Yeom) dan pergi?”

Terdengar jawaban Seul yang riang, “Ya, aku bahagia. Untuk gadis miskin sepertiku bukankah aku hidup dengan cukup baik?”

MP-00303 MP-00307

Woon melapor pada Hwon. Ia memberitahu kalau ia telah memindahkan Min-hwa dan Yeom ke tempat yang aman. Hwon berkata ia terlambat bertindak. Ia bertanya apakah ada darah orang tak bersalah yang tertumpah. Woon melirik ruangan di belakang Hwon, ia tahu Yeon-woo sedang mendengar perkataannya. Ia mengatakan Seul sudah mati.

Yeon-woo menutup muutnya agar tangisannya tak terdengar. Woon bercerita kalau Seul mati saat melindungi Yeom dari serangan para pembunuh.

MP-00314 MP-00311

Hwon mengepalkan tangannya dengan marah. Ia memerintahkan Woon mengirim orang ke istana di Onyang. Ibu Suri dalam bahaya.

Ibu Suri Yoon memuntahkan darah setelah meminum sesuatu yang ternyata beracun. Ia mencaci maki keponakannya, Yoon Dae-hyung. Ibu Suri mendongak dan melihat seseorang dengan pakaian Raja.

“Y-a-ng Mulia…Kau datang untuk membawaku???” Ibu Suri mengulurkan tangannya dengan penuh harap. Sosok tanpa kepala itu diam saja (hiii…kok jadi serem ya).

MP-00322 MP-00329

“Yang Mulia….Semua yang sudah dilakukan adalah untuk Yang Mulia. Mengapa kau tidak mengerti aku?”

Sosok berpakaian raja itu berbalik pergi.

“Yang Mulia!” panggil Ibu Suri panik, “Tidak….Tidak bisa. Ini tidak benar-benar terjadi!!”

Ibu Suri teringat perkataan Hwon saat Hwon memberitahu semua kejahatannya. Delapan tahun lalu Ibu Suri membunuh Puteri Mahkota dan melibatkan cucunya sendiri dalam tindak kejahatan. Lalu perkataan Raja Seongjo yang telah mengetahui kalau ibunya yang membunuh Pangeran Uisung namun ia diam saja untuk melindungi ibunya.

“Tiga belas tahun (menutupi kematian Pangeran Uisung) sudah cukup baktiku sebagai anak. Jadi tolong jangan serakah kekuasaan lagi.”

Ibu Suri Yoon memuntahkan darah kembali dan menghembuskan nafas terakhirnya.

MP-00330 MP-00332

Benar saja ini perbuatan Yoon. Ia berkata tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi (ia membunuh Ibu Suri Yoon karena ia tahu Ibu Suri pasti menentang pengangkatan Yang Myung menjadi Raja). Tapi seorang menteri masih mengkhawatirkan rumor yang terus beredar dalam masyarakat. Mereka khawatir kehilangan dukungan rakyat walau mereka berhasil memberontak.

“Kalau begitu kita harus menaikkan “amal besar” kita, “ujar Yang Myung sambil masuk ke ruangan itu.

Yoon dan para menteri berdiri dan memberi hormat pada Yang Myung. Yang Myung tersenyum dan duduk. Seorang menteri menanyakan maksud perkataan Yang Myung.

Yang Myung berkata mereka harus bertindak lebih dulu. Kudeta tanpa persetujuan rakyat hanya akan menumpahkan darah. Untungnya ia memliki kemampuan untuk menggerakkan hati rakyat.

Ia bertanya apakah para menteri belum mendengar popularitasnya di Hwal In-seol? Ia telah berteman dengan rakyat tanpa membedakan bangsawan maupun rakyat biasa. Ia berkata itulah mengapa orang harus berbuat baik, siapa tahu hal itu akan berguna seperti sekarang ini.

“Jika kudeta berhasil. Hal ini akan tercatat dalam sejarah. Raja yang menginginkan shaman. Raja yang mengabaikan tugasnya. Raja yang mengabaikan pendapat rakyat dan menggunakan kekerasan, dihentikan oleh Raja baru yang berpihak pada rakyat,” Yang Myung tertawa. Yoon terlhat tidak terlalu setuju.

MP-00338 MP-00341

Yang Myung berkata malam ini ia menginginkan pertemuan dewan. Maksudnya pertemuan dengan semua orang yang terlibat.

Yeon-woo terus menangisi kematian Seul. Hwon masuk. Mengetahui kesediahn Yeon-woo, ia berkata Yeon-woo boleh menangis sepuasnya. Yeon-woo berkata ia tidak berhak untuk menangis. Seul selalu melindunginya tapi ia tidak bisa melindungi Seul.

“Apakah dia seorang yang sangat penting bagimu?” tanya Hown. Yeon-woo mengangguk.

“Dia adalah temanku. Keluargaku. Tidak, ia lebih dari itu.”

“Pasti begitu. Itulah sebabnya ia bersedia memberikan nyawanya untuk majikannya.”

“Mengapa dia harus mati? Mengapa kakak dalam bahaya? Aku tidak mengerti alasannya. Kekuasaan apa…alasan apa yang memerlukan darah orang tidak berdosa?”

Hwon meraih Yeon-woo dalam pelukannya. Sama seperti Yeon-woo yang kehilangan orang yang disayanginya, ia juga kehilangan seorang warga negara tak berdosa. Karena itu ia tidak akan berhenti agar tidak ada lagi darah orang tak berdosa yang dikorbankan. Lingkaran setan itu akan diakhirinya.

MP-00348 MP-00352

Malam itu diadakan rapat pemberontak. Para menteri dan semua sekutu mereka berkumpul memenuhi kediaman Yang Myung. Yang Myung memperhatikan wajah mereka. Ia tersenyum tak percaya melihat Na Dae-gil juga salah satu di antaranya. Ia berkata cukup banyak orang yang wajahnya ia kenal.

Yoon bertanya mengapa Yang Myung tertawa. Yang Myung berkata ia merasa lucu, siapa yang menyangka playboy setenar dirinya bermimpi untuk merebut kekuasaan.

MP-00353 MP-00355

Menteri penjlat mulai “menjilat” Ynag Myung. Ia berkata mengapa Yang Myung berkata seperti itu. Semua orang yang berkumpul di sini percaya bahwa pemilik tahta yang sesungguhnya adalah Yang Myung.

“Cukup,” sahut Yang Myung tak terkesan. Ia bertanya kapan rencana mereka akan dijalankan.

Yoon berkata mereka semua telah menyepakati hari H adalah Gang-moo (hari di mana Raja dan para pejabatnya berburu berdama) yang akan datang. Yang Myung menganggap rencana itu baik.

Yoon berkata mereka tidak akan memberontak di area berburu tapi di istana.

“Istana akan menjadi arena berburu?” tanya Yang Myung tersenyum. “Tapi yang menjadi buruannya adalah…Yang Mulia?”

Semua diam tak berani menjawab. Yang Myung mengeluarkan sebuah buku. Ia menulis namanya dalam buku kosong itu dan menyodorkannya pada Yoon. Yoon bertanya untuk apa buku itu.

“Jka kalian percaya padaku dan memutuskan mengikutiku. Taruh tandatangan kalian di sini. Ini mungkin hanya buku kosong tapi satu hari nanti saat aku duduk di atas tahta, orang yang menjadi pejabat (memegang kekuasan) adalah orang-orang yang bersamaku.”

Yoon awalnya terlihat curiga tapi ia tersenyum dan menuliskan namanya. Diikuti para menteri lainnya. Yang Myung tersenyum. (Ha…aku rasa daftar ini akan menjadi bukti daftar para peberontak. Jika Yang Myung tidak menuliskan namanya lebih dulu pasti Yoon curiga. Tapi karena Yang Myung sudah lebih dulu mencantumkan namanya, ia dengan mudah jatuh dalam perangkap)

MP-00362 MP-00363

Dalam rapat istana, Hwon menanyakan persiapan Gangmoo yang akan diadakan besok. Seorang menteri berkata mereka telah mempersiapkannya dengan baik. Lokasi berburu telah diberi batas dan rakayar telah dilarang melakukan kegiatan di wilayah itu. Hwon terlihat puas. Ia berkata ia menantikan Gangmoo kali ini.

Menteri penjilat berkata beberapa penghibur juga akan menyertai mereka jadi pasti acaranya menyenangkan. Hwon berkata mereka pergi bukan hanya untuk bersenang-senang. Gangmoo diadakan untuk latihan militer juga untuk memperkuat ikatan antara kota dan daerah pinggiran. Ia harap para menteri tidak melupakan hal itu.

“Ini juga akan menentukan siapa yang menjadi pemburu dan siapa yang diburu. Ini akan menjadi pertarungan untuk menentukan pemenang” ujar Hwon dalam hati.

Hwon bertanya pada menteri pertahanan (salah satu pengikut Yoon) perkiraan jumlah orang yang akan mengikuti Gang-moo. Menteri itu menjawab sekitar 200 orang.

MP-00377 MP-00367

Sebenarnya dalam pertemuan mereka dengan Yang Mung, Yang Myung juga menanyakan pertanyaan yang sama. Saat itu menteri pertahanan berkata ia memberitahu raja sekitar 200 orang yang ikut padahal sebenarnya 300 orang. Yang Myung berkata dengan begitu banyaknya orang yang ikut maka pertahanan di istana akan lemah pada saat itu karena kurang jumlah.

Yang Myung berkata sebelum pergi berburu Hwon biasanya akan melewati Jongmyo (kuil leluhur Raja). Ia harus ikut di belakang Hwon sebagai pengikut yang setia. Di sanalah waktunya.

“Saat Yang Mulia meninggalkan Jongmyo dan pintu istana akan dibuka, menteri pertahanan akan membawa prajuritnya memasuki istana, bukan ke area perburuan,” kata Yang Myung memberi petunjuk.

Karena itu dalam sidang, menteri pertahanan memberi Hwon keadaan yang sebaliknya. Ia berkata ia telah mengirimkan prajuritnya lebih dulu ke tempat berburu.

Hwon mengangguk. Ia berkata tadinya ia pikir semua orang sedang merasa terganggu tapi tampaknya Gangmoo akan menjadi tempat mereka bersenang-senang. Ia meminta semua orang mempertunjukkan kebolehan berburu mereka. Terutama dari Yoon.

“Tentu saja Yang Mulia, hamba pasti tidak akan mengecewakan harapan Yang Mulia,” ujar Yoon tersenyum penuh arti.

MP-00374 MP-00376

Hwon kembali ke kediamannya untuk menemui Yeon-woo. Ia meminta Yeon-woo bersiap-siap. Ia berkata akan diadakan Gangmoo besok dan sepertinya ia tidak bisa pulang dalam waktu beberapa hari karena itu ia minta Yeon-woo pergi ke tempat yang lebih aman untuk sementara.

“Apakah hamba harus melakukannya?”

“Apa yang akan kaulakukan di kamar kosong sepanjang hari sendirian? Aku tidak suka meninggalkanmu sendirian. Jadi tolong dengarkan permintaanku.”

“Hamba mengerti. Tak peduli ke manapun Yang Mulia pergi, asalkan Yang Mulia selamat, tidak ada lagi yang hamba minta. Selama Yang Mulia melakukan apa Yang Mulia inginkan, hamba harap Yang Mulia mencapainya. Semoga tujuan Yang Mulia tercapai.” Yeon-woo tahu Hwon akan melakukan sesuatu.

“Aku akan melakukannya.”

“Tolong kembalilah dengan selamat,” ujar Yeon-woo menahan tangisnya.

“Aku akan kembali,” jawab Hwon tersenyum.

MP-00393 MP-00395

Yang Myung melihat bulan di langit. “Lihat itu, bukankah sudah kukatakan padamu, bulan itu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi?”

Woon menghampirinya.

“Aku akan bertanya satu hal. Apakah kau datang ke sini atas perintah kerajaan atau sebagai teman.”

“Hamba datang sebagai teman.”

“Teman? Kata itu sungguh bagus. Aku akan bertanya satu hal.”

“Tuan sudah menanyakannya.”

“Kau ini benar-benar teman yang membosankan,” protes Yang Myung, “Kalau begitu aku akan bertanya satu hal lagi. Apakah kau masih menganggapku sebagai teman saat ini?”

“Sekarang dan bahkan di masa yang akan datang.”

“Jadi, apapun keputusanku, apapun yang kulakukan, kau akan menjadi temanku sampai akhir?” tanya Yang Myung.

“Mengapa Tuan bertanya seperti itu?” tanya Woon.

“Tidak. Aku tidak membutuhkan jawaban. Jawaban itu tidak penting. Keputusanku tidak akan berubah. Hanya saja aku berpikir bagaimana kita bisa menjadi seperti ini?”

MP-00399 MP-00403

Hari H..eh hari Gangmoo. Hwon mengenakan pakaian berburunya. Kasim hyung berkata keluarga kerajaan dan para pejabat telah selesai bersiap-siap dan sedang menantikan kedatangan Hwon. Waktunya sudha tiba untuk Hwon perrgi ke Jongmyo.

“Yang Mulia, sebuah kehormatan bagiku melayani Yang Mulia selama ini,” kata kasim Hyung. Nooo!! Kata-kata apa itu? Pokoknya kasim Hyung ngga boleh mati T_T

“Mengapa kau berbicara seakan –akan kau akan mati?” tanya Hwon. Kasim Hyung tersenyum sedih, ia memohon agar Hwon tetap selamat.

MP-00411 MP-00412

“Jangan khawatir, aku tidak akan membuang waktuku selama bertahun-tahun dengan sia-sia,” ujar Hwon yakin. Kasim Hyung sedikit terhibur dan tersenyum bangga.

“Woon-ah, apa kau siap?” tanya Hwon.

“Walau diperintahkan mati, aku sudah siap,” jawab Woon. Hwon mengangguk dan mereka berjalan keluar. I’m gonna miss trio kwek-kwek T_T

MP-00417 MP-00419

Hwon memasuki lapangan. Ia berkata saatnya sudah tiba. Semuanya akan kembali pada kedudukan yang benar. Hwon berjalan ke tengah lapangan di mana para pejabat telah berbaris. Hwon melihat Yoon dan para menteri. Ia menoleh melihat Yang Myung.

Yang Myung menatap Hwon. Sebelumnya dalam pertemuan, ia telah memberi perintah pada para pemberontak. Saat Raja dan semua orang telah berkumpul dan saat mereka hendak keluar dari Jongmyo, di situlah pemberontakan akan dimulai.

MP-00423MP-00424

Kasim Hyung meneriakkan aba-aba keberangkatan. Tambur dipukul. Hwon berjalan ke pintu gerbang diikuti kasim Hyung, Woon, Yang Myung. Tiba-tiba pintu gerbang terbuka dan prajurit pemberontak menghambur masuk (ini adalah prajurit pemberontak yang dibentuk Yoon selama ini).

Semua waspada. Woon mengeluarkan pedangnya. Hwon dan Yang Myung berdiri saling membelakangi. Mereka dikelilingi para pejabat dan prajurit kerajaan mengelilingi mereka untuk melindungi dari serangan prajurit pemberontak.

MP-00429   MP-00438

Yoon tersenyum memberi isyarat pada Yang Myung. Yang Myung mengeluarkan pedangnya. Hwon juga mengeluarkan pedangnya dan membalikkan badan. Mereka saling menghunus pedang. Woon berbalik dan menghunus pedang ke leher Yang Myung. Para tentara kerajaan dan pejabat berbalik menghunus pedang ke arah Hwon. Mereka mulai membunuh orang-orang yang tidak berada di pihak mereka. (Fiuh untung kasim Hyung ngga ditebas >,<)

MP-00443 MP-00449

Yang Myung menatap Hwon dan berseru lantang:

“Aku datang untuk memberitahu: Matahari berdiam di langit namun langit telah menolak matahari. Takdir telah diubah dan kau telah mencapai akhir nasib baikmu.”

Hwon menatap kakaknya.

MP-00451 MP-00455

Sepatah kata dari Fanny (Penulis Sinopsis ini):

MP-00309

Aku tak menduga kematian Seul akan membuatku begitu sedih. Sejak dua minggu lalu spoiler mengenai akhir drama ini sudah begitu banyak berseliweran hingga rasanya kita sudah mengetahui akhirnya bahkan tanpa menontonnya. Kita sudah menduga Seul akan mati namun kematiannya ternyata “indah”.

Mungkin terasa bodoh tapi hal itulah yang diyakini Seul. Ia tahu cintanya pada Yeom bertepuk sebelah tangan. Bukan itu saja, keduanya tak mungkin bersama karena perbedaan status juga karena Yeom sudah menikah. Karena itu ia menganggap dirinya adalah wanita yang paling bahagia karena ia bisa menyelamatkan orang yang dicintainya. Ia juga bahagia karena bisa mati dalam pelukan Yeom. Dan akhirnya ia bisa menyatakan perasaannya pada Yeom.

Dan hal indah lainnya adalah banyak yang menangisi kepergian Seul. Bagi shaman Jang, Seul adalah salah satu puterinya. Bagi Janshil, Seul adalah kakaknya. Dan bagi Yeon-woo, ia adalah seorang teman, keluarga dan bahkan lebih dari itu. Seul yang “hanya” seorang budak, benar-benar telah menjalani kehidupannya dengan baik sampai akhir. Bukankah itu indah?

MP-00262  MP-00285

sumber: patataragazza.blogspot.com

5 comments on “The Moon That Embraces The Sun – Episode 19

  1. walau udh baca sinop bagian ini ebebrapa kali dan menonton filmnya berulang kali,,, tp keindahan seol slalu membuat hati sedih,,,,, cinta bertepuk sebelah tangan yang indah….

  2. Cinta bertepuk sebelah tangan seperti seol bukan berarti itu sangat menyedihkan tpi pasti ad satu hal indah di balik semua itu…………

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s