Queen Insoo [Insoo Daebi] – Episode 01

Tahun 1450, Tahun Pertama Masa Pemerintahan Raja Munjong,

* Raja Munjong adalah anak sulung Raja Sejong, dan menjadi Raja ke-5 Dinasti Joseon, berkuasa antara tahun 1450-1452

Terdengar suara tambur bergema di Istana ….

Seorang pejabat upacara maju ke depan dan berseru, “Berlutut.”

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Semua pejabat di halaman Istana melakukan prosesi berlutut …

Pejabat upacara berseru, “Berikan penghormatan.”

Semua pejabat di halaman memberikan penghormatan dengan menyembah …

Pejabat upacara berseru, “Bangkit.”

Semua pejabat di halaman Istana kembali menegakkan tubuh mereka dalam posisi masih berlutut.

Di antara para pejabat itu terdapat seorang separuh baya dengan wajah gagah dan tampan, ia adalah Pangeran Besar Su Yang, anak kedua dari Raja Sejong, kelak menjadi Raja Sejo.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pejabat upacara berseru, “Berikan penghormatan.”

Semua pejabat kembali menyembah …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Raja Munjong dan Pangeran Mahkota Yi Hong Wi, kelak menjadi Raja Danjong, menyaksikan semuanya dengan khidmat.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pejabat acara berseru, “Bangkit”

Semua pejabat kembali menegakkan tubuh mereka.

Pejabat acara berseru, “Berikan penghormatan”

Semua menyembah ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Di seberang tempat Pangeran Besar Su Yang adalah Pangeran Besar An Pyeong, anak ketiga dari Raja Sejong.

Pejabat acara berseru, “Bangkit.”

Semuanya menegakkan tubuh ..

Di antara para pejabat terdapat:

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kim Jong Seo, Penasihat Kanan Kerajaan

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hwang Bo In, Kepala Penasehat Kerajaan.

Pejabat acara berseru, “Berikan penghormatan”

Semua menyembah …

Pejabat acara berseru, “Bangkit”

Semua orang menegakkan diri ..

Pejabat acara berseru, “Berdiri”

Semua pejabat segera berdiri dan bersiap, menjulurkan tangan memegang papan .pangkatnya di depan dada  ..

Tiga orang menaiki tangga menuju ke kursi takhta Raja Munjong, seorang yang di tengah membawa sebuah talam dengan gulungan perkamen di atasnya. Dia adalah Han Hwak, ayah dari Ratu Insoo nantinya.

Narasi: Pada tahun pertama pemerintahan Munjong, Duta Besar Han Hwak, yang dikirim ke Beijing kembali ke Istana.

Setelah kematian dari Raja Sejong, anak sulungnya, Munjong, mewarisi takhtanya bersama-sama dengan Pangeran Mahkota Yi Hong Wi, dan menjadi Raja dari Dinasti Joseon hanya namanya saja.

Duta Besar Han Hwak menyerahkan gulungan perkamen itu pada pejabat acara, yang kemudian memberikannya pada Raja.

Narasi: Tapi Raja dalam kondisi kesehatan yang buruk dan Pangeran Mahkota masih sangat muda. Dalam kekosongan seorang pemimpin yang kuat dan berkuasa, Kim Jong Seo, yang mengendalikan kekuatan militer, dan Pangeran Besar Su Yang yang ambisius memulai perebutan kekuasaan di antara mereka sendiri.

Raja membuka gulungan perkamen itu dan membacanya …

[Andy: Gulungan perkamen itu kemungkinan besar adalah surat pengakuan dari Dinasti Ming Tiongkok terhadap berkuasanya Munjong sebagai Raja.]

Su Yang: (berseru) Panjang Umur! Panjang Umur! Panjang Umur bagi Raja!

Semua: Panjang Umur! Panjang Umur! Panjang Umur bagi Raja!

Narasi: Sekarang dimulailah periode yang paling luar biasa dalam sejarah Dinasti Joseon.

Kediaman Han Hwak

Seorang pembantu rumahan sedang duduk santai di teras kamar nonanya tapi terkejut dan langsung berdiri ssat mendengar seruan seorang wanita muda yang sedang mendatangi ke arahnya …

Puteri Jung: Apa yang sedang ia lakukan? Mengapa ia sungguh lambat?

* Puteri kedua Han Hwak, Jungsungunbuin, yang juga kakak kandung Insoo, merupakan isteri dari Pangeran Gye Yang, Putra sulung  dari Selir Shin dan Raja Sejong. (aku sebut dari sekarang sebagai Puteri Jung)

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pembantu: (memberi hormat) Kumohon tunggulah sebentar lagi, Tuanku Puteri, nona sedang berganti pakaian.

Puteri Jung: (berseru ke arah kamar) Dia sungguh memakan waktu terlalu lama hanya untuk berganti pakaian. Matahari sudah terbit sejak tadi. Ayah juga sudah masuk ke Istana beberapa waktu yang lalu. Jika ini berlangsung lebih lama lagi, kita akan ketinggalan pertunjukan karena dirimu!

Dari dalam kamar terdengar seruan, “Aku datang” ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pintu terbuka lebar dan tampak seorang gadis remaja keluar dengan terpincang-pincang berusaha memasukkan kaus kaki ke kaki kanannya .. ^^

Si pembantu dan Puteri Jung terkejut melihatnya .. si pembantu berseru untuk menyuruh nonanya untuk berhati-hati ..

Tapi percuma saja karena sebentar kemudian si nona kehilangan keseimbangannya dan terjatuh, pantatnya menumbuk lantai dengan keras, si nona mengaduh, pembantunya segera bergegas menghampirinya, mengomelinya karena tidak berhati-hati dan betanya apakah si nona tidak apa-apa …

Puteri Jung hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku adiknya yang satu ini … Si nona hanya tertawa pada kakaknya sambil mengelus-elus pantatnya yang terasa sakit.

Beberapa saat kemudian Puteri Jung mendahului keluar dari pintu gerbang. Dua tandu terbuka sudah menanti di depan pintu gerbang.

Puteri Jung: (mengawasi dua tandu itu) Loh mengapa koq kursi tandu yang terbuka? (pada para penandu di kanannya) Pergi dan bawakan tandu yang lebih pantas kemari!

Tapi si nona tadi keluar dari pintu gerbang dan langsung naik ke atas tandu itu. Ia membetulkan posisinya kemudian menoleh ke Puteri Jung.

Insoo: Ayo kita pergi, eonni!

* Eonni : kakak perempuan, sebutan dari seorang perempuan kepada kakak perempuannya atau perempuan yang sedikit lebih tua darinya, tak harus saudara sekandung … 

Puteri Jung: Oh hoi … bagaimana kau berbicara dengan perilakumu seperti itu? Bagaimana bisa seorang nona dari keluaga bangsawan duduk di atas tandu terbuka?

Insoo: Bisa melihat pemandangan di sekelilingnya, bukankah itu bagus, eonni? Dan kita akan dapat melihat semua wilayah di sekitar rumah kita … (pada pembawa tandu) Ayo berangkat ..

Tapi para pembawa tandu tak berani berangkat, mereka memandang pada Puteri Jung …

Insoo: (kesal) Apa yang sedang kalian tunggu? Aku bilang berangkat!

Para pembawa tandu terpaksa mau tidak mau menuruti perintah si nona bangsawan ini ^^ Mereka segera mengangkat tandu dan berangkat, Insoo tampak percaya diri dan puas …

Puteri Jung: (berseru) Kau tidak akan diijinkan untuk memasuki Istana dengan duduk di atas tandu terbuka itu, Insoo! Insoo!

Si pembantu segera bergegas memberikan ucapan selamat jalan dan berhati-hati pada Insoo.

Insoo tampak sangat senang dan menikmati perjalanannya dengan tandu terbuka, ia melihat kesibukan orang yang berlalu lalang di sekitarnya … matanya tak puas-puasnya memandang ke sekelilingnya penuh rasa ingin tahu …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Narasi: Dia ini adalah nantinya yang menjadi Ratu Insoo. Dia adalah anak gadis bungsu dari Duta Besar Han Hwak, yang baru saja kembali dari Beijing.

Istana

Raja dan Pangeran Mahkota sedang menyaksikan pertunjukan tarian topeng khas Korea… semua pejabat tinggi menghadiri perjamuan ini.

Di bagian lain Istana

Insoo memasuki satu bagian Istana, mengagumi keindahan bangunan di dalamnya. Kakaknya menyusul di belakang Insoo.

Puteri Jung: Bukankah aku sudah memberitahumu? Kau tidak bisa keluar masuk ke tempat ini dengan semaumu.

Puteri Jungmeraih tangan Insoo dan mau mengajaknya pergi, tapi Insoo melepaskan tangan kakaknya dan justru memasuki bagian dalam Istana. Puteri Jung terkejut dan menegurnya ..

Puteri Jung: (berseru) Oh hoi … ini adalah tempat penerimaan barang-barang hadiah sebagai ucapan selamat dari pejabat sipil dan militer. Ini adalah tempat yang penting!

Tapi dasar Insoo bandel, mana mau ia mendengarkan perkataan kakaknya .. Puteri Jung terpaksa hanya bisa menyaksikan adiknya masuk tempat itu karena ia sendiri tak berani dan  dengan gelisah menengok ke kanan dan ke kiri.

Pertunjukan tari masih berlangsung di hadapan Raja …

Insoo berjalan-jalan dengan santai di halaman sebuah bangunan Istana, Ia melangkahkan kakinya  satu demi satu dengan langkah lebar, menyentuh tonggak-tonggak batu, membalikkan badannya  dan tertawa terbahak-bahak di depan sebuah bangunan Istana.

Insoo: (berkata pada dirinya sendiri dengan suara penuh tekad) Ibu …kumohon tunggu dan lihatlah, aku pasti akan menjadi Kepala Istana Dalam (alias Ratu).

Perjamuan Istana

Seorang kasim menuangkan teh di cawan yang dipegang oleh Pangeran Mahkota, yang kemudian menyerahkannya pada Raja.

Raja mengawasi para pejabat yang duduk di sebelah kanan dan kirinya.

Yang di sebelah kirinya adalah para pejabat pimpinan Hwang Bo In dan Kim Jeong So, berpakaian merah. (aku sebut Pihak Merah)

Yang di sebelah kanannya adalah para pejabat pimpinan Pangeran Besar Su Yang dan An Pyeon, berpakaian ungu terong. (aku sebut Pihak Ungu)

Hwang Bo In: (berseru) Selamat Yang Mulia, Pangeran muda di masa lalu sekarang telah menjadi seorang Raja. (tangannya menutup muka, merasa terharu)

Pangeran An Pyeong: Selamat, Yang Mulia.

Pihak Ungu: Selamat, Yang Mulia…

Raja tersenyum senang dan meminum tehnya tapi tiba-tiba ia merasakan sakit di dadanya sehingga tangannya langsung mencengkeram dadanya. Semua orang tampak cemas melihat kondisi Raja. Raja memejamkan matanya untuk beberapa saat dan merasakan kalau serangan sakitnya mereda lalu membuka matanya. Semua orang merasa lega …

Pangeran Su Yang dan Kim Jeong So duduknya saling berhadapan, saling menatap satu sama lain.

Di tempat lain ..

Puteri Jung dan Insoo bercakap-cakap sambil berjalan di Istana

Puteri Jung: Jadi kemampuan apa yang kau miliki sehingga akan mendukungmu untuk menjadi Kepala Istana Dalam? … Pangeran Mahkota masih sangat muda. Meskipun posisi itu masih kosong, jangan memikirkannya sama sekali. Bahkan ada rumor yang menyatakan kalau Raja tak akan hidup lebih lama lagi.

Puteri Jung sadar kalau ia sudah mengatakan hal yang tabu, mengawasi ke sekelilingnya, Insoo tertawa geli melihat tingkah kakaknya.

Insoo: Kalau begitu, itu justru lebih baik. Aku bisa menjadi Ibu Suri.

Insoo tersenyum dan berlari ke arah dalam Istana. Puteri Jung terkejut dan berteriak memanggilnya …

Puteri Jung: (berteriak) Hei .. jangan berlari-lari! Tak peduli apapun yang terjadi di Istana, kau seharusnya tidak berlari-lari sedemikian bebasnya, In Soo!

Di perjamuan Istana

Raja: Berikan secawan pada Duta Besar Han Hwak.

Yi Hong Wi: Ya, Yang Mulia.

Yi Hong Wi mengambil cawan dan kasim menuangkan teh ke dalamnya …

Raja: (pada Han Hwak) Kau telah membuat kontribusi jasa yang sangat besar. Jika bukan karenamu kapankah penderitaan negeri ini akan berakhir?

Yi Hong Wi menghampiri Han Hwak, yang salah tingkah dan langsung akan berdiri ..

Han Hwak: Aigoo…. Bagaimana aku dapat menerima penghormatan semacam ini?

Raja: Kuminta kau tetap duduk dan menerima minuman itu. (Han Hwak tak jadi berdiri dan memandang pada Raja) Kau akan menjadi guru yang pertama bagi Pangeran Mahkota yang masih muda dan bertanggungjawab untuk melindunginya.

Han Hwak terpaksa kembali duduk ..

Raja: (pada semua orang)Adarumor yang mengatakan kalau aku tidak akan hidup lebih lama lagi, benar?

Hwang Bo In: (diikuti Pihak Merah) Kau harus terus hidup dengan panjang umur, Yang Mulia. Sebelum Pangeran Mahkota yang muda bertumbuh dewasa dan mewarisi takhta, kumohon hiduplah panjang umur.

Raja: Aku tak punya sesuatu yang perlu kukhawatirkan. Adik-adik lelakiku akan merawat Pangeran Mahkota. (mengangguk-anggukkan kepalanya) Ya .. aku merasa sangat lega … Raja tertawa senang dan puas …

Beberapa orang di pihak Pihak Ungu tampak gelisah …

Raja menoleh pada Pihak Ungu …

Raja: Bukankah demikian, Hyeongnim?

* Hyeongnim: kakak lelaki …  sebutan dari seorang laki-laki kepada kakak lelakinya atau laki-laki  yang sedikit lebih tua darinya, tak harus saudara sekandung … 

Su Yang: Ya, meskipun sebenarnya aku juga memiliki banyak kelemahan di beberapa aspek.

[Andy: Aku sedikit bingung mengapa Raja Munjong memanggil Su Yang dengan Hyeongnim, karena jelas-jelas tertulis di sejarah dan juga di episode ini kalau Munjong adalah anak sulung dan Su Yang adalah anak kedua dari Raja Sejong … aku asli bingung >.< tapi tetap aku tulis sama seperti di dalam filmnya ]

Pangeran Yi Hong Wi menyuguhkan cawan pada Han Hwak, yang menerimanya sambil duduk.

Hwang Bo In: Ini sungguh pemandangan bagus … dikatakan kalau seorang penguasa dan para menterinya adalah seperti ayah dan anak. Maksud dari Yang Mulia memang sungguh dalam dan luas daripada lautan.

Pihak Ungu tertawa mendengar perkataan Hwang Bo In …

An Pyeong: (menoleh pada Su Yang, suara pelan) Hyeongnim, tetaplah bertahan. Kau sudah menahannya selama 30 tahun, apa perbedaannya jika harus menambah beberapa hari saja?  (tertawa geli)

Su Yang hanya meliriknya sekilas dan mendengus. An Pyeong memandang pada Pihak Merah dan memberi hormat pada Kim Seong Jo, yang mengalihkan pandangannya.

Di tempat lain

Puteri Jung tampak bingung mencari-cari adiknya dengan perasan gelisah  ..

Puteri Jung: Seperti seekor tupai saja, kemana ia pergi sekarang?

Sang Puteri Jung sangat gelisah tapi karena ia dalam keadaan terburu-buru sehingga tak sempat mencari Insoo dan segera bergegas menuju ke tempat tujuannya, Paviliun Pangeran Besar Su Yang.

Paviliun Pangeran Besar Su Yang

Chae Sangung memapak Puteri Jung yang sedang melangkah tergesa-gesa di halaman …

Chae Sangung: Ah akhirnya kau datang juga Tuanku Puteri.

Puteri Jung: Apakah semua orang sudah sampai?

Chae Sangung: Ya, silahkan masuk ke dalam … Istri Pangeran Besar Su Yang sudah menunggumu.

* Nyonya Yun adalah istri Pangeran Besar Su Yang, nantinya bergelar Ratu Jeonghee saat Pangeran Besar Su Yang bertahta dan menjadi Raja Sejo.

Di dalam Paviliun ..

Tampak beberapa orang wanita sedang bergosip ria …

Nyonya Yun: Jadi, aku katakan satu kalimat padanya: “Aku tak bisa menerimanya jika kau ingin mengambil seorang selir, kuminta kau membunuhku terlebih dahulu.”

Nyonya Yun dan lainnya tertawa geli bersama

Wanita A: Kau mengurusnya dengan baik. Lalu apa jawaban dari Pangeran Besar saat kau mengatakan itu?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nyonya Yun: “Istriku, jika kau masih tidak percaya padaku, aku lebih suka mematahkan jariku.”

Semua tertawa tapi ada juga yang tidak …

Wanita B: Kau sangat keterlaluan.

Semua orang terkejut dan langsung berhenti tertawa ..

Nyonya Yun: (menoleh padanya) Apa yang kau katakan?

Selir Hyebin: Pangeran Besar ingin mengambil seorang selir. Apakah itu bisa dianggap sebagai suatu skandal?

* Selir Hyebin adalah Selir dari Raja terdahulu, Raja Sejong

Wanita A: (tertawa paksa) Itu adalah gurauan dari istri Pangeran Besar.

Selir Hyebin: Kalau begitu, meskipun jika Raja Sejong memotong semua jemarinya, itu masih belum cukup.

Wanita B: (pada Puteri Nyonya Yun) Ya, meskipun itu maksudnya bercanda, kau mungkin bercandanya sedikit terlalu jauh …

Nyonya Yun: Selir Hyebin seharusnya tidak diikutsertakan hari ini. (Selir Hyebin menoleh ke arahnya dengan pandangan marah) Ini adalah Perayaan Keluarga Raja. Bagaimana bisa Selir Hyebin diijinkan untuk memasuki Istana?

Wanita B: Pangeran Mahkota dulu dirawat oleh Selir Hyebin. Itu telah dititahkan oleh Raja Sejong …

Nyonya Yun: (memotong) Di Dinasti Ming, itu adalah etik kerajaan bahwa para istri dan selir di Istana Dalam dikubur bersama-sama dengan Kaisar. (pada Hyebin) Aku bisa mengabaikan kenyataan bahwa kau tidak menjadi seorang biarawati, tapi bagaimana bisa kau menggunakan “merawat Pangeran Mahkota” sebagai alasan untuk memasuki Istana semaumu? Meskipun sekarang tak ada yang memimpin di Istana Dalam, kau tetap saja tak bisa melakukan itu.

Selir Hyebin tampak menahan rasa amarah di hatinya …

Beberapa saat kemudian ..

Selir Hyebin keluar dengan rasa amarah yang menggumpal di dadanya, bertemu dengan Puteri Jung di depan ruangan, tak berani masuk karena hangatnya perdebatan di dalam …

Selir Hyebin: Tak heran banyak orang salah paham terhadap Pangeran Besar yang dikatakan punya niatan lain.

Selir Hyebin segera berjalan pergi dengan langkah-langkah lebar …

Puteri Jung menghela napas lega dan Kepala Dayang Paviliun Pangeran Besar, Chae Sangung mempersilahkannya untuk masuk.

Puteri Jung akan masuk, tapi teringat sesuatu ..

Puteri Jung: Chae Sangung, aku minta tolong … aku telah membawa dongsaeng ku ke Istana. Tapi kami terpisah dalam perjalanan. Dia masih muda, mungkin keluyuran untuk melihat-lihat Istana. Bisakah kau membantuku untuk mencarinya dan membawanya kemari?

* Dongsaeng: adik perempuan atau adik lelaki

Chae Sangung: (memberi hormat) Ya, Tuanku Puteri.

Puteri Jung: Umumkan kedatanganku.

Chae Sangung: (berseru) Isteri Pangeran Gye Yang telah tiba.

Nyonya Yun sangat senang mendengarnya dan segera menmpersilahkannya untuk masuk.

Puteri Jung segera masuk dan membungkuk dalam ..

Puteri Jung: Aku memberikan rasa hormatku pada kalian semua.

Nyonya Yune: Cepat masuk kemari.

Puteri Jung membungkukkan badannya sedikit kemudian masuk ke dalam ..

Sementara itu …

Insoo sedang berkeliling Istana dan tampaknya tersesat ..

Insoo: (mendesah) Hah … Istana sungguh besar

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Seorang pemuda masuk ke halaman di mana Insoo tersesat … Insoo berbalik dan bertatap muka dengan si pemuda, masing-masing saling memandang dan terpana …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Insoo kemudian tersenyum dan si pemuda segera membalikkan badannya ..

Insoo: Kau … apakah kau tinggal di Istana?

Si pemuda berbalik dan memandang kembali pada Insoo, yang tampaknya tidak mengenali dirinya …

Insoo: Aku kehilangan arah dan tak tahu kemana harus pergi.

Pemuda: Kemana kau akan pergi?

Insoo: (menundukkan kepalanya) Aku seharusnya pergi bersama dengan eonni ku ke Aula Bear, tapi aku berkeliling dan tak sengaja terpisah dengannya.

Pemuda: Meskipun aku tak tahu tepatnya, aku percaya kalau Aula Besar ada di sana (menunjukkan ke arah belakang Insoo).

Si pemuda membalikkan tubuhnya dan beranjak pergi, tapi Insoo belum selesai .. ^^

Insoo: Di manakah tempatnya Aula Sajeongjeon?

* Sajeongjeon adalah sebuah bangunan yang biasa digunakan sebagai kantor utama Pejabat Tinggi oleh Raja selama Dinasti Joseon.

Pemuda itu berbalik dan menatapnya heran ..

Insoo: Aku dengar kalau perjamuan untuk menghormati Duta Bear Han Hwak sedang diadakan disana.

Si pemuda menatap Insoo dan mengawasinya dari atas ke bawah … Insoo menjadi tersinggung ..

Insoo: Jika kau tidak tahu, katakan saja! Jangan menatapku seperti itu!

Insoo berbalik dengan marah .. Si pemuda gelagapan dan menyadari kesalahannya ..

Pemuda: Tunggu … Kau tidak seperti … seseorang dari Istana.

Insoo membalikkan tubuhnya menatap pada si pemuda dengan mata masih marah …

Pemuda: (tersenyum) Kecuali ada peristiwa istimewa, bahkan kerabat Keluarga Raja pun tak dapat dengan seenaknya bebas memasuki Istana. Dan karena kau tampak keluyuran sekarang, aku bisa menduga kalau kau adalah seseorang dari luar Istana.

Insoo: (dengan penuh kebanggaan) Aku adalah putri bungsu dari Duta Besar Han Hwak, yang baru saja kembali dari Dinasti Ming.

Pemuda: (tersenyum) Aku bertindak kurang hormat. (menundukkan kepalanya sebagai tanda maaf)

Insoo: (heran) Siapa kau yang berbicara begitu lancar dan fasih? Melihat pakaian yang kau kenakan, kau tak terlihat sebagai seorang Pejabat Istana Dalam (alias kasim ^^ )

Pemuda: Pejabat Istana Dalam? (tertawa geli)

Insoo: Melihat pakaianmu, kau seharusnya ada hubungannya dengan Keluarga Raja.

Pemuda: (tersenyum lebar) Ikutilah aku. Aku akan menunjukkan padamu arah menuju ke Aula Sajeongjeon.

Si pemuda berjalan melewati Insoo, ke arah yang ditunjuknya tadi, tapi Insoo tampak enggan mengikutinya dan tetap berdiri tanpa melangkahkan kakinya. Si pemuda merasa dan berbalik memandangnya ..

Pemuda: Kalau kau tetap di sini, kau mungkin terperangkap di Istana sepanjang malam.

Insoo dengan menghela napas karena perkataan si pemuda itu benar, membalikkan tubuh dan dengan enggan mengikuti si pemuda yang akan mengantarkannya.

Paviliun Pangeran Besar Su Yang.

Para wanita masih bergosip ria …

Puteri Jung duduk di pojok, seorang dayang membawakan meja kecil dengan hidangan di atasnya.

Nyonya Yun: Kau bisa mendekat kemari.

Puteri Jung: (dengan hormat) Apa yang kau katakan? Aku merasa nyaman di tempatku ini.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nyonya Yun: Tamu Kehormatan untuk hari ini adalah Duta Besar Han Hwak, bukan istri Pangeran Gye Yang. Sebagai seorang wanita dari keluarga Yang Mulia, aku menyambut kedatanganmu. Hari ini, kita tak usah menghiraukan terlalu banyak dengan macam-macam etika. (Puteri Jung merasa serba salah, pada Chae Sangung) Pindahkan mejanya ke sebelah sini.

Chae Sangung: Baik, Tuanku Puteri …

Seorang dayang muda segera maju dan memindahkan meja kecil ke dekat Nyonya Yun.

Puteri Jung: Aku masih merasa kalau tempat ini nyaman ..

Puteri Jung segera bangun dan pindah ke sebelah Nyonya Yun, di mana mejanya tadi telah ditempatkan dan tersenyum kepada Nyonya Yun.

Perjamuan Istana ..

Pangeran Besar Su Yang sedang melakukan pertunjukan tari dengan berpakaian putih dan menggunakan dua selendang putih di kedua tangannya.

Dari balik pintu gerbang, Insoo dan si pemuda menonton pertunjukan tari Pangeran Besar Su Yang. Insoo tampak asyik memperhatikan dan merasa sangat kagum juga terpesona mellihat Pangeran Besar Su Yang. Matanya tak berkedip sama sekali, melekat pada setiap gerakan tarian yang diperagakan Pangeran Besar Su Yang.

Sinopsis Drama Kerajaan [sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pemuda: Itu adalah Pangeran Besar Su Yang …. Pangeran Besar Su Yang sedang mempertunjukkan sebuah tarian untuk menghormati Yang Mulia Raja dan Pangeran Mahkota.

Insoo: Itu adalah Pangeran Besar Su Yang?

Pemuda: Ya.

Insoo: Dia benar-benar persis seperti apa yang dikatakan banyak orang.  Penampilannya sungguh istimewa. Kita benar-benar tak bisa membiarkannya tetap hidup, benar khan?

Si pemuda menoleh pada Insoo, tak mengerti maksudnya.

Insoo mendesah keras …

Pemuda: (ingin tahu) Mengapa kau mendesah?

Insoo: Aku hanya merasa kalau itu patut disayangkan. Tak peduli yang manapun, apakah itu penampilannya, wataknya, ataupun bakatnya .. Pangeran Besar Su Yang memang memiliki kualitas sebagai seorang Raja.

Si pemuda terkejut mendengar perkataan terakhir Insoo dan segera menyeretnya pergi ke tempat yang sepi.

Insoo berusaha melepaskan tangannya tapi tak berhasil ..

Insoo: Apa yang sedang kau lakukan?

Pemuda: (nada memperingatkan) Jika orang lain mendengar kata-katamu itu kau akan dituduh atas pengkhianatan!

Insoo: (memandangnya tajam) Kau sedang menggenggam tanganku …

Si pemuda tertegun lalu melihat ke tangannya dan segera melepaskan genggamannya pada tangan Insoo.

Pemuda: (salah tingkah) Aku minta maaf, karena situasinya mendesak …

Insoo: Apakah aku tadi mengatakan hal yang salah? Hari ini setelah aku melihatnya di Istana, semua rumor yang beredar di jalanan tak sepenuhnya salah.

Pemuda: (berseru) Kau .. !

Insoo: Bahkan Raja Sejong yang Agung pasti merasa sungguh beruntung memiliki keturunan seperti ini. Meskipun banyak Pangeran-pangeran yang tampan tapi tetap saja Pangeran Besar Su Yang yang terlihat paling tampan. Tapi, takhta justru diwariskan kepada anak tertua yang sakit-sakitan.

Pemuda: (nada tegas) Dengarkan aku baik-baik! Yang Mulia Raja yang sekarang ini direstui sebagai Raja Joseon oleh Dinasti Ming. Bagaimana bisa kau membuat gurauan mengenai orang seperti itu?

* Catatan: Raja Joseon tak akan diakui sebagai raja yang sah jika tidak mendapat pengakuan dari Kaisar Ming Tiongkok. Ming menganggap kalau Joseon adalah “saudara muda” sehingga Ming menganggap kalau mereka layak untuk menentukan siapa saja yang berhak menjadi Raja Joseon.

Insoo: Aku ini adalah jenis orang yang merasa sangat menderita jika tak dapat mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya …Kita seharusnya pergi ke Aula Besar. Mengapa sekarang kita ada di sini? Aku mencari Paviliun Istana Dalam!

Si pemuda terperangah dan apa boleh buat saat mendengar berondongan dari Insoo .. ia hanya bisa tersenyum paksa …

Pangeran Besar Su Yang sedang menari ketika ia melihat kalau Raja perlahan-lahan bangun. Su Yang menghentikan tariannya mencemaskan keadaan kakaknya.

Raja: (pada semua orang) Aku rasa aku terlalu berlebihan makan. Aku butuh beristirahat. Kalian semua, kuminta melanjutkan acara ini.

Semua orang berdiri memberi hormat pada Raja .

Hwang Bo In: Yang Mulia bagaimana dengan perayaan kembang api?

Raja: Bukankah masih ada Pangeran Mahkota? (pada Yi Hong Wi) Tak boleh ada sedikitpun kesalahan, kau mengerti?

Yi Hong Wi: Ya, Ayahanda.

Raja meninggalkan perjamuan, semua orang memberikan pernghormatan padanya.

Paviliun Pangeran Besar Su Yang

Pertunjukan eoreum di adakan di halaman Paviliun, Nyonya Yun, Puteri Jung, dan wanita-wanita yang lain menikmatinya dari jendela kamar … sangat gembira melihat atraksi itu.

Catatan: Eoreum atau jultagi adalah pertunjukkan berjalan di atas tali. Makna sesungguhnya adalah berjalan di atas es, dikarenakan berjalan di atas tali dianggap sama sulitnya dengan berjalan di atas es. Para pemain akrobat ini beraksi mengikuti musik yang dimainkan pemain genderang dan berjalan maju mundur. Ia melakukan adegan loncat-loncat dan kadang-kadang mengaitkan dirinya di tali. (sumber: wikipedia.org)

Insoo, diantarkan oleh si pemuda,  melalui pintu samping pagar memasuki halaman Paviliun Pangeran Besar dan Insoo sangat tertarik dengan pertunjukan yang ada.

Pemuda: Kelihatannya ini tempatnya.

Insoo: (tanpa menoleh) Kau masih mengikutiku? (Si pemuda tersenyum geli, Insoo menoleh padanya) Karena aku sudah membuatmu menderita, bisakah kau memberitahuku namamu?

Pemuda: Jika kita ditakdirkan untuk bertemu lagi, aku akan memberitahumu nanti.

Si pemuda memberi hormat kemudian melangkah keluar melalui pintu samping … Insoo sangat jengkel karena si pemuda itu jual mahal sehingga ia membalikkan badannya, menonton pertunjukkan berusaha tak menghiraukan si pemuda, tapi hatinya merasa tertarik padanya sehingga pelan-pelan membalikkan tubuhnya untuk memandang kepergian si pemuda, yang berjalan keluar.

Insoo:  (bergumam) Takdir? Apa maksudmu dengan takdir?

Insoo membalikkan tubuhnya dan menikmati pertunjukan eoreum … sudah melupakan pemuda yang membantunya itu …

Di perjamuan Istana

Pangeran An Pyeong berdiri dan terlihat mabuk ..

An Pyeong: (pada Han Hwak)  Ini semua karena Anda sehingga kerajaan kita dalam pemerintahan yang baik. Sekarang, bahkan Yang Mulia telah menerima pengakuan dari Kaisar Dinasti Ming. Mulai dari sekarang tak akan ada seorangpun yang membuat pernyataan tak bertanggungjawab mengenai Yang Mulia dan Pangeran Mahkota. (tertawa senang)

Han Hwak: Kau terlalu banyak memuji.

[Andy: Patut diketahui, walaupun secara resmi Raja Munjong memerintah hanya selama 2 tahun, dan meninggal karena sakit, tapi sebenarnya Munjong telah melakukan banyak hal dan berjasa bagi negara saat ia masih seorang Pangeran Besar. Bahkan pada saat Raja Sejong sakit, Munjong lah yang menggantikannya untuk mengurusi masalah negara.]

An Pyeong: (pada Kim Jeong So) Ini juga jasa dari Penasehat Kanan Kerajaan. Dengan Anda yang melindungi seluruh Istana, siapa yang berani memikirkan ide mengenai takhta?

Su Ynag menarik ujuk bibirnya … An Pyeong duduk, mendesah keras dan menoleh pada kakaknya.

An Pyeon: Su Yang Hyeongnim, ijinkan aku, adikmu yang kurang cakap ini, menuangkan secawan untukmu.

An Pyeong memberikan cawan pada Su Yang, yang menerimanya. An Pyeong kemudian mengambil teko anggur dan menuangkannya, tapi saat cawan itu penuh, ia sengaja tetap menuang sehingga meluber dari cawan. Semua orang terkejut. An Pyeong hanya tertawa.

An Pyeong: Hyeongnim, ketika cawan anggur penuh, maka anggurnya akan meluber keluar. Kau seharusnya menyadari batasanmu. (tertawa keras) Silahkan …

Su Ynag: (tersenyum tenang) Terima kasih .. (meminum cawan anggur itu sampai habis kemudian tesenyum tawar)

Sore hari ..

Munjong berdiri lama di halaman di depan kamarnya. Hanya memandanginya dari luar ..

Kasim: Yang Mulia, kumohon masuklah ke dalam ..

Munjong mau melangkahkan kakinya namun tiba-tiba merasakan sakit di dadanya sehingga terhuyung ke depan. Kasim terkejut tapi segera menahan tubuhnya.

Kasim: Yang Mulia …

Munjong: (suara pelan) Aku .. aku tak akan bisa hidup lebih lama lagi.

Kasim: Yang Mulia!

Tiba-tiba Raja Munjong seakan-akan mendengar percakapan antara mendiang ayahnya dengan pamannya …

Raja Sejong dan kakaknya, Pangeran Besar Yangnyeong, bercakap-cakap di kamar Raja ..

* Pangeran Besar Yangnyeong adalah anak sulung dari Raja Taejong, merasa dirinya tak pantas menjadi Raja dan menyerahkan takhta pada adik ketiganya, Sejong. Ia sendiri menjadi seorang pengelana dan tinggal di gunung.

* Raja Sejong adalah Raja ke-4 Dinasti Joseon, Putra ketiga dari Raja Taejong.

Pangeran Besar Yangnyeong: Jika berdasarkan prinsip di mana takhta diwariskan pada anak isteri pertama, Pangeran Mahkota tak akan dapat hidup lama. Penyakit Pangeran Mahkota bahkan lebih parah daripada Yang Mulia Raja! Lalu, apakah kau bermaksud untuk mewariskan takhta pada cucumu?

Sejong: Hyeongnim …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yangnyeong: Sampai hari ini aku masih tak dapat melupakan ekspresi wajah di mata Ayahanda Raja Taejong. Apakah itu karena ia membenciku? Karena alasan itukah mengapa ia menatapku semacam itu? Tidak, tidak demikian! Itu karena ia berharap untuk mewariskan takhta kepadamu, saudara mudaku! Jadi sekarang mengapa kau masih berbicara mengenai prinisp suksesi dengan mewariskan takhta pada anak dari isteri pertama? Takhta ini … Hanya dan hanya jika seorang yang kuat dan memiliki kemampuan duduk di atasnya maka negara akan stabil dan panjang umur.

Sejong: Heyongnim!

Yangnyeon:  Yang Mulia, jika kau mengijinkan Pangeran Besar Su Yang menjadi Pangeran Mahkota … maka siapa yang berani berpikir untuk merebut takhta keluarga kita?

Sejong: Demi kestabilan Keluarga Kerajaan, maka harus ada satu suksesi yang stabil  mengenai kekuasaan Raja.  Kita harus menegakkan aturan dan berlaku menurut aturan itu. Hanya dengan demikian kita dapat melenyapkan perebutan kekuasaan, semisal pemberontakan pangeran untuk merebut takhta.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yangnyeon: (berseru) Kalau begitu, apa itu artinya kau akan membunuh semua Pangeran Besar, kecuali Pangeran Mahkota? Su Yang dan bahkan An Pyeong harus kau bunuh! Kecuali kau membunuh semua saudara-saudara lelaki Pangeran Mahkota, kau tak akan bisa sepenuhnya menghindari pemberontakan seorang pangeran!

Sejong: … (tampak keletihan di wajahnya)

Yangnyeon: Yang mulia, tak sekalipun aku membenci Ayahanda Raja kita. Yang Mulia telah berada di atas takhta hanya dalam jangka waktu 33 tahun, tapi telah berhasil mencapai banyak hasil yang sangat menakjubkan. Ayahanda Raja, meskipun ia mewarisi takhta dengan mengorbankan darah saudara-saudaranya, tapi dengan semua pencapaian hebat dari Yang Mulia telah cukup untuk menebus dosa-dosanya itu.

Yang Mulia, kumohon jangan berpikir kalau ini kau anggap sebagai suatu pemerintahan yang bijak. Ada perbedaan yang sangat besar antara pemerintahan yang otoriter dan pemerintahan yang bijak. Jangan-jangan Yang mulia berpikir kalau Yang Mulia sedang menggunakan pemerintahan yang bijak untuk memerintah negeri ini? (nada tinggi)  Tidak! Sama sekali tidak! Meskipun Yang Mulia memang berhati baik, kau juga sangat kaku! Apa yang kau lakukan sekarang ini adalah menanam sebuah benih penderitaan jika kau mewariskan takhta pada Pangeran Mahkota yang lemah dan sakit-sakitan.

Tapi Raja Sejong hanya mendengarkan saja tak berniat untuk mengubah pendiriannya.

Yangnyeong keluar dari kamar Raja dan berseru dari luar.

Yangnyeong: …  Kau harus membunuh mereka semua, termasuk Su Yang dan An Pyeong. Mereka harus dibunuh semua, jika kau tidak melakukannya maka tak akan ada seharipun stabilitas di negeri ini.

Pangeran Yangnyeong beranjak pergi tapi bertemu dengan Munjong muda, yang masih berstatus pangeran besar

Pangeran Yangnyeong: Selama masa-masa ini selain menjadi anak yang berbakti, apa yang telah kau lakukan? (berdecak kesal) Kerajaan ini, didirikan oleh Raja Taejo, baru berlangsung untuk periode yang masih pendek.

Yangnyeong pergi meninggalkan Pangeran Munjong muda kemudian melewati Raja Munjong …. Raja Munjong memandang kepergiannya … lalu berbalik memandang pada dirinya sendiri yang berada di depan kamar Raja Sejong … Dirinya yang lebih muda menoleh kepadanya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Raja Munjong menundukkan kepalanya merasa bersalah … lalu mendongak tapi dirinya yang muda menghilang … tak ada orang di depan kamarnya … Raja Munjong menoleh ke sekelilingnya mencari dirinya yang lebih muda … Kasim di sampingnya heran dan bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang dicari oleh Rajanya?

Raja Munjong sangat sedih dan berduka, rasa bersalah yang selama ini menumpuk di hatinya tak bisa ia bendung lagi, Raja Munjong berlutut di depan kamarnya sendiri, yang dulu adalah kamar ayahnya, Raja Sejong…

Raja Munjong:  (nada sedih dan bersalah) Akulah orangnya yang terlalu serakah … aku ingin mewariskan takhta pada Pangeran Mahkota yang masih muda. (Raja Munjong menangis)

Kasim berusaha menghibur dan menyadarkannya …lalu ia juga ikut menangis sedih melihat junjungannya menangis.

Insoo duduk menunggu di tangga luar Paviliun Pangeran Besar Su Yang … Saat pintu dibuka, Insoo segera turun dan mengatur diri di bawah tangga, menunggu kakaknya.

Nyonya Yun turun ke halaman terlebih dahulu diikuti yang lainnya dan merasa heran saat melihat Insoo. Ia mengamatinya dengan penuh selidik …

Nyonya Yun: Dari apa yang kulihat, kau tak terlihat sebagai seorang wanita dari Istana.

Insoo mau menjawab tapi kakaknya mendahuluinya.

Puteri Jung: Aku sungguh-sungguh minta maaf Tuan Puteri Besar ..  gadis ini adalah dongsaengku.

Wanita B: Kalau begitu ia pasti salah satu dari anak gadis Duta Besar Han Hwak. Aku pernah mendengar tentangnya. Aku dengar kalau karakternya seperti seorang anak lelaki.

Puteri Jung: Karena ibu kami meninggal waktu ia masih kecil, ia dibesarkan olehku.

Nyonya Yun: Meskipun perayaan hari ini dipersiapkan khusus untuk Duta Besar Han Hwak, bagaimana kita bisa membiarkan seorang gadis dari keluarga biasa dengan bebasnya memasuki Istana?

Puteri Jung: Aku minta maaf, Tuan Puteri Besar.

Nyonya Yun: Yang Mulia Raja seharusnya bergegas  memilih seorang Ratu. Hanya dengan demikian maka Istana dalam keteraturan. Jika semuanya berlanjut sepreti ini, maka … (berdecak)

Wanita C: Pesta kembang api akan segera dimulai. Mari kita bergegas kesana..

Nyonya Yun: Hanya karena ayahmu telah menerima penganugerahan pangkat dari Dinasti Ming, apakah kau menjadi begitu angkuh dan tak tahu sopan santun?

Setelah mengatakan itu, Nyonya Yun segera pergi diikuti yang lainnya. Insoo merasa kesal dan matanya berkaca-kaca …  Kakaknya menemani Insoo sampai semua orang pergi …

Puteri Jung: Kita juga harus bergegas. Pesta kembang api akan segera dimulai…. (Insoo masih cemberut) Kuminta kau melupakan kejadian ini. Inilah sifat yang sebenarnya dari Istri Pangeran Besar Su Yang. Dia sama sekali tak menghiraukan perasaan orang lain. Dan dikarenakan dirimu aku hampir saja melewatkan pesta kembang api. Aku akan pergi dulu, terserah padamu entah kau mau melihat atau tidak.

Insoo masih berdiam di tempatnya sepeninggal kakaknya …

Di halaman Istana ..

Kasim memberitahu Pangeran Mahkota kalau semuanya sudah siap, dan Pangeran Mahkota menyuruh untuk memulainya. Kasim segera menyerukan perayaan segera dimulai … beberapa kasim segera menyulut kembang api … pesta kembang api dimulai .. semua orang sangat terpesona dan terkagum-kagum ..

Insoo berjalan di lorong dalam Paviliun Pangeran Besar Su Yang … memasuki ruangan di mana Nyonya Yun berdiam ..

Sinopsis Drama Kerajaan [sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Semua orang masih bersuka cita melihat kembang api … tampak Pangeran Mahkota bertepuk tangan dan matanya bersinar-sinar melihat kemeriahan kembang api di udara …

Kim Jeong Seo tanpa senyum di wajahnya menatap pada Pangeran Besar, yang terlihat cukup menikmati perayaan ini.

Paviliun Pangeran Besar Su Yang

Siniopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Insoo duduk di tempat biasanya Nyonya Yun duduk, dan bergaya sebagai seorang wanita yang berkuasa ..

Insoo: (tertawa sinis) Kau katakan kalau aku angkuh dan tak tahu sopan santun?

Insoo bertekad kalau ia akan membuktikan kalau dirinya akan menjadi Kepala Istana Dalam.

Sebuah rumah rakyat jelata …

Seorang anak perempuan di halaman sedang memilih tanaman … seorang pemuda menghampirinya .. si gadis kecil mendongak tapi segera cemberut begitu mengenali pemuda itu.

Pemuda A: Di mana oppa mu?

* Oppa: kakak lelaki … sebutan dari seorang perempuan terhadap kakak lelakinya, atau laki-laki yang lebih tua darinya, tidak harus keluarga …

Si gadis kecil tak menjawab tapi berdiri dan memandang tajam pada pemuda itu.

Pemuda A: Apa kau tuli? Aku mencari oppa mu!

Seorang remaja lelaki keluar dari sebuah kamar dan segera menemui si pemuda ..

Remaja: (memberi hormat) Kau telah datang, hyeongnim…

Pemuda A: Di mana ayah?

Tiba-tiba terdengar tangisan wanita dari dalam kamar membuat ketiganya memandang ke arah kamar ..

Suara wanita: Anak lelaki yang telah kau rindukan baru saja kembali .. cepatlah bangun dan temui dia ..

Pemuda A: (heran) Dia belum mati? (Si gadis kecil segera membalikan badan dan melotot padanya)

Remaja: Tidak, dia sudah meninggal.

Si pemuda masuk ke dalam ruangan dimana jenazah ayahnya ditempatkan, terdengar tangisan dan seruan seorang wanita ..

Nyonya Shin: Mengapa kau tidak menjawabku. Cepatlah bangun dan temui dia. .. (pura-pura menangis, tapi berhenti dan mengeluh pada pemuda yang baru masuk) Ini benar-benar sudah berlebihan … meskipun ayahmu telah meninggalkanmu, bagaimana bisa seorang anak tak mau mengakui ayahnya sendiri?

Pemuda A: (tersinggung) Siapa orangnya yang menyebabkan klan keluarga kita jatuh? Bagaimana kau berani berbicara semacam itu? Kau membuatku berpikir kalau ibuku meninggal karena penyakit.

Si pemuda mengeluarkan sekantung uang dan menjatuhkan semua isinya di lantai kamar. Ibu tiri si pemuda itu terkejut melihat uang-uang itu ..

Pemuda A: Dengan uang ini  kau seharusnya bisa melakukan upacara pemakaman dan membelikannya sebuah peti mati juga.

Si pemuda melemparkan kantung uang yang kosong ke lantai kemudian segera pergi keluar kamar, diikuti oleh adik lelakinya .. sang ibu tiri justru meraup semua koin yang ada di lantai kamar.

Remaja: (mengejar kakaknya) Hyeongnim .. Hyeongnim .. (berhasil mencekal lengan baju kakaknya) Ibu sedang berduka dan aku masih muda. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Pemuda A: (menoleh) Bagaimana aku tahu? Aku telah memutuskan hubungan dengan orang tua itu.

Si pemuda beranjak pergi tapi si remaja lelaki tetap mencekal bajunya ..

Remaja: (memelas) Heyongnim …

Pemuda A: (berbalik) Di pihak siapa kau?

Remaja: (nada memohon) Hyeongnim …

Pemuda A: (menendang adiknya sampai terjatuh) Kau ini …

Si remaja bangun dan segera merangkak ke kaki kakaknya, memohon dengan suara memelas ..

Remaja: Hyeongnim, aku memohon padamu untuk membantu mengatur sebuah pemakaman bagi ayah kita.

Gadis: (nada keras) Jangan memohon padanya, oppa!

Keduanya menoleh pada si gadis kecil ..

Gadis: Meskipun langit runtuh, pasti ada suatu cara untuk naik ke surga. Apakah di tanah yang luas ini tak ada tempat untuk menguburkan ayah kita? (memandang benci pada si pemuda, lalu pada kakaknya) Oppa, kemari dan bantulah aku menyalakan api. Aku akan membuatkan hidangan pemakaman untuk ayah.

Si gadis kecil kembali melihat pada si pemuda sejenak kemudian masuk lagi ke dalam dapur.

Pemuda A: Gadis ini tak begitu buruk …

Si pemuda segera pergi meninggalkan rumah itu …

Beberapa saat kemudian ..

Si remaja menyuguhkan hidangan pemakaman di hadapan jenazah ayahnya dan memberikan pernghormatan yang semestinya. Si gadis kecil berdiri di sebelahnya hanya mengawasi, sementara ibu mereka hanya duduk dan masih mencari-cari koin yang terjatuh tadi ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Narasi: Gadis itu adalah Putri Yun Si yang keluarganya mengalami pengasingan. Yun Si kelak akan menjadi istri kedua dari Raja Seongjong dan melahirkan Yeon San Gun. Dia nantinya menjadi Ratu setelah istri pertama Raja Seongjong (Ratu Gonghye) meninggal. Tapi dikarenakan wataknya yang sangat mudah iri hati dan pencemburu hebat, ia diturunkan dari posisinya dan menjadi rakyat biasa. Pada akhirnya, ia dihukum mati meminum racun dan menjadi dikenal dengan sebutan Bekas Ratu Yun (폐비 윤씨). Ia adalah anak bungsu dari pejabat Yun Gi Muk selama pemerintahan Raja Munjong.

* nama biasa Puteri Yun Si adalah Song Yi

Kediaman Duta Besar Han Hwak

Insoo memanjat sebuah pohon dan duduk di atas cabangnya yang tinggi. Puteri Jung dan ayahnya, Han Hwak berusaha membujuknya.

Puteri Jung: Mengapa kau masih belum turun juga? Sebagai seorang nona terhormat dan anak dari seorang pejabat pemerintah, apa yang sedang kau lakukan ini?

Insoo pura-pura tak mendengar dan tak mempedulikan mereka berdua …

Puteri Jung: (nada membujuk) Ayolah turun dulu, kemudian kita baru berbicara. Kau harus mengungkapkan isi hatimu baru kami mengetahui apa yang kau inginkan.

Insoo: Karena beberapa bibiku, kau sudah menikmati kekayaan yang besar. Pastinya itu sudah cukup. Dan kau masih berpikir untuk menjual diriku?

Puteri Jung: Pada siapa kau berbicara?

Insoo: Jika kau masih tidak tahu, tanyakan saja pada ayah.

Han Hwak: … (salah tingkah)

Insoo: Aku tak mau menjadi selir dari Kaisar. Meskipun nantinya mereka berniat membuatku menjadi Permasuri, aku masih tetap tak mau bergabung dengan Dinasti Ming, seperti yang kalian sudah tahu.

Puteri Jung: Bukankah kau berkeinginan untuk menjadi Kepala Istana Dalam?    Karena itulah kami ingin kau menikah dengan Kaisar Dinasti Ming!

Insoo: (menoleh ke bawah, jengkel) Eonni, jangan bilang kalau kau tidak tahu bagaimana bibi-bibi meninggal? Kedua bibi kita dikubur hidup-hidup dengan Kaisar yang sudah mati.

Han Hwak: … (serba salah, mau menegur Insoo namun tak tega  … )

Puteri Jung: Tumbal Pemakaman?

Insoo: Aku mendengar kalau mereka berdua dikubur bersama-sama dengan Kaisar yang sudah mati di makamnya.

Puteri Jung benar-benar kehilangan akal untuk membujuk adik satu-satunya ini … bandelnya bukan main ….

Insoo: Ayah, kau sudah melihatnya sendiri, khan? Kau selalu mengikuti keinginannya. Kau lihat apa yang terjadi padanya sekarang.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Han Hwak: (apa boleh buat) Itu memang sudah sifatnya, apa lagi yang bisa kulakukan?

Puteri Jung: (mendongak pada Insoo) Jangan tetap berada di atas sanadan membuat kami semua malu! Cepat turun dari atassana! Jika tidak mau maka aku akan memaksamu turun.

Insoo: Kau berani? Aku akan menggantung diriku sendiri di sini! Atau bagaimana kalau aku meloncat dari atas sini, melukai otakku dan menjadi seorang idiot?

Insoo berpura-pura mau meloncat membuat kedua orang di bawah menjadi panik …

Puteri Jung: Kau ini  ….!

Han Hwak: (panik) Baik .. baik … itu memang salahku. (Insoo tidak jadi meloncat ^^ ) Kau bisa melakukan apapun yang kau mau, hanya .. turunlah dulu.

Puteri Jung: Ayah, kau pikir dia akan benar-benar meloncat? Abaikan saja dia!

Han Hwank: (uring-uringan) Dia pasti akan meloncat! Sampai sekarang, masihkan kau tak tahu akan sifatnya?

Insoo diam-diam tersenyum senang dan merasa puas dalam hatinya … ia tertawa kecil melihat ayah dan kakaknya begitu ribut dan panik …. ^^

Beberapa saat kemudian ..

Han Hwak dan putri keduanya bercakap-cakap di dalam kamar Han Hwak

Puteri Jung: Apa yang akan kau lakukan sekarang? Bukankah kau sudah menjanjikan pada Keluarga Kerajaan Dinasti Ming akan memberikan Insoo pada mereka sebagai selir?

Han Hwak menghela napas berat merasa kebingungan …

Puteri Jung: Jika kau mengingkari janji itu, apa yang akan mereka lakukan pada kita?

Han Hwak: Karena ia tidak mau, apa yang dapat kulakukan mengenai itu?

Puteri Jung: Anak ini tak bisa dinikahkan. Siapa yang akan dapat menerima seorang anak seperti ini? Meskipun kita mencari ke delapan propinsi Joseon, dimanakah ada orangnya yang mau menerima seorang gadis semacam ini?

Han Hwa menghela napas lagi berupaya melonggarkan dadanya yang serasa sesak ..

Puteri Jung: (berseru) Ayah!

Narasi: Kakak perempuan tertua dari Duta Besar Han Hwak dulu dibuat menjadi Selir Dinasti Ming. Setelah itu, ia memasuki Istana sebagai kakak Duta Besar dan akan diangkat menjadi Selir Raja. Han Hwak sendiri juga akan menerima pengangkatan dari Dinasti Ming dan mendapatkan gelar Guang Lu Shi Shao Liu. Setelah itu ia menjadi Diplomat Joseon yang berhubungan dengan Dinasti Ming, dan demikianlah, ia adalah seorang yang sangat berpengaruh besar.

Catatan: Dua bibi dari Insoo adalah :

  1. Selir  Kang Hui Zhuang Shu Li (康惠莊淑麗妃 강혜장숙여비), salah satu dari 30 wanita cantik yang digantung dan dikubur untuk menemani Kaisar Yongle (永樂帝 영락제) dari Dinasi Ming setelah kematiannya
  2. Nyonya Gong Shen (恭愼夫人 공신부인), salah satu selir (yang kurang dikenal) dari Kaisar Xuande dari Dinasti Ming. (sumber: en.wikipedia.org)

Han Hwak kembali menemui anak gadisnya yang masih bertengger di atas pohon ^^

Han Hwak: Bukankah kita masih dalam masa perkabungan negara? Masih ada dua tahun lagi sebelum masa perkabungan Raja Agung (Sejong) berakhir. Perkabungan Kenegaraan juga meliputi anggota Keluarga Kerajaan. Bahkan pernikahan dalam keluarga Pejabat Pemerintahan juga dilarang. Jika kita kehilangan kesempatan baik ini, kau juga akan kehilangan masa pernikahanmu.

Insoo: (cuek) Bagimu sampai memikirkanku seperti ini, aku merasa sangat berterima kasih.

Han Hwak: Ibumu … karena ia tak dapat menyaksikan dirimu menikah, tak pernah meninggal dengan tenang.

Insoo: (jengkel) Itu nyata-nyata suatu kebohongan! Apa gunanya kau mengatakan hal semacam itu, ayah? .. Ibu, setelah melahirkan 5 anak perempuan, ketika ia mengetahui kalau aku juga seorang anak perempuan, ia tak pernah menatap langsung pada mataku.

Han Hwak: (mengernyitkan matanya) Oh .. bagaimana itu bisa?

Insoo: (nada sedih) Aku tak pernah menerima yang namanya kasih Ibu.

Han Hwak: Bukankah kau masih memilikiku? Aku memperlakukanmu bagai seorang Tuan Puteri. (Insoo terdiam, tahu kalau memang itu kenyataannya) Ayolah sayangku .. turunlah segera…  (nada membujuk) Kau pasti merasa lapar sekarang. Mengapa kau tidak turun untuk makan dulu baru kemudian memanjat lagi ke atas sana?  … ahahahah …. kayak membujuk anak kecil aja … ^^

Insoo: Aku telah memutuskan siapa yang ingin kunikahi.

Han Hwak: (tertegun) Siapa yang ingin kau nikahi? (Insoo ragu-ragu sejenak) Beritahu aku. Selama itu seseorang yang kau sukai, aku akan pergi dan mengaturnya. (Insoo menghela napas, masih ragu-ragu) Jadi .. beritahu saja aku siapa dia?

Insoo: Aku ingin menjadi anak menantu Pangeran Besar Su Yang!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Han Hwak: (terkejut) Pa … Pangeran Besar Su Yang?

Insoo: (nada bersemangat) Kapan hari, saat di Istana, aku melihat Pangeran Besar Su Yang. Dia benar-benar cocok bagiku.

Han Hwak: Aku mengerti .. Aku mengerti .. Cepatlah turun.

Insoo justru ngambek karena melihat kalau ayahnya menganggap perkataannya tidak serius, Han Hwak menjadi serba salah.

Han Hwak: (nada serius) Baiklah .. aku mengerti. Aku akan mengatur agar kau bisa menikah dengan Pangeran Besar Su Yang.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Insoo: (jengkel) Aku ingin menjadi anak menantu dari Pangeran Besar Su Yang!

Han Hwak: (nada senang) Oh begitukah? Benar! Kau pasti telah diam-diam melihat Pangeran Dowon.

Insoo sekarang gantian terkejut …

Insoo: (ingin tahu) Pangeran Dowon?

Han Hwak: Pangeran Besar Su Yang memiliki dua orang putra. Putranya yang bungsu masih kecil. Putranya yang lebih tua, Pangeran Dowon seharusnya sudah dalam usia menikah. (Uh oh … Insoo murung, terjebak perkataannya sendiri ^^ ) Sayangku … aku akan menikahkanmu dengan Pangeran Dowon. Jadi sekarang cepatlah turun dari sana.

Insoo: (nada sendu) Jadi Pangeran Besar memiliki seorang Putra yang sudah menginjak usia menikah, ayah? (Insoo menggigit bibirnya sendiri)

(Andy: Aslinya sih si Insoo bukannya ingin menikah dengan Pangeran Besar Su Yang maupun dengan anaknya. Ia hanya tidak mau menikah sehingga menggunakan alasan itu ^^ tapi justru pada kenyataannya Pangeran Besar Su Yang benar-benar memiliki Putra yang menginjak usia menikah ^^ Jadi ia terjebak dengan perkataannya sendiri ^^)

Malam hari …

Seorang wanita seperti seorang bangsawan berjalan di sepanjang jalan menuju ke kediaman Yun Gi Muk. Ia ternyata Chae Sangung, Kepala Dayang Paviliun Pangeran Besar Su Yang. Chae Sangung mengawasi dari luar pagar, melihat keadaan di halaman kemudian bertanya pada dua orang wanita yang lewat.

Chae Sangung : Mengapa tidak ada upacara penguburan? Bukankah ada orang yang meninggal di dalam untuk waktu yang cukup lama, benar khan?

Wanita 1: Jangan berbicara lagi. Meskipun ini adalah rumah pejabat yang seharusnya melakukan upacara pemakaman, mereka bahkan tidak memiliki cukup uang untuk membelikan sebuah peti mati.

Chae Sangung: Karena mereka tidak punya cukup uang untuk membeli peti mati maka tidak ada upacara penguburan, benar begitu?

Wanita 2: Melihat mereka dalam kondisi seperti ini, kau mungkin tak dapat menebaknya. Suaminya dulu pernah menjadi Penguasa Daerah Bongsan. Tapi sekarang mereka bahkan tidak bisa menyewa seseorang untuk membuat upacara pemakaman yang layak.

Chae Sangung: Apakah ada alasan tersembunyi sehingga seperti itu?

Wanita 1: Orang itu, hanya karena seorang wanita, memutuskan tidak menjadi seorang pejabat lagi. Karena itulah, keluarganya jatuh sepenuhnya dan menjadi miskin. Sekarang, akankah seseorang menghiraukan mereka?

Wanita 2: Pastinya, ini merupakan balasan yang pantas. Balasan karena telah meninggalkan istrinya demi mengambil seorang selir.

Kedua wanita itu segera bergegas pergi dan tak menoleh sama sekali ke dalma kediaman Yun Gi Muk.

Chae Sangung berdiam sejenak di luar, meresapi perkataan mereka. Ia kemudian masuk perlahan-lahan ke dalam halaman rumah. Chae Sangung mengawasi ke sekeliling dan mendengar suara dari dalam dapur. Ia kemudian menghampiri pintu dapur dan menengok ke dalam, melihat seorang gadis kecil sedang sibuk memasak.

Chae Sangung: Apakah tidak ada seorang dewasa di rumah?

Song Yi: (terkejut dan menoleh) Ada ibu dan oppa di rumah.

Chae Sangumg masuk ke dalam dapur dan mendekati Song Yi.

Chae Sangung: Apa yang sedang kau kerjakan?

Song Yi: Aku sedang mempersiapkan hidangan pemakaman bagi ayahku.

Song Yi mengaduk bubur di dalam panci ..

Chae Sangung: Bagaimana bisa kau membuat bubur sebagai hidangan pemakaman?

Song Yi: (bersemangat) Ketika ayahku masih hidup, ia lebih menyukai bubur daripada nasi.

Song Yi mau melanjutkan mengaduk bubur, tapi kemudian sadar kalau wanita ini orang asing.

Song Yi: Meskipun ini mungkin terlihat kasar, tapi bolehkah aku bertanya siapa dirimu?

Chae Sangung: Aku dulunya adalah tetangga keluarga ini, Chae Sangung. (mata Song Yi terbelalak) Saat aku kembali ke kediaman pribadiku, aku mendengar mengenai situasi keluargamu.

Song Yi: (sangat senang) Apakah kau dari Istana?

Chae Sangung: (heran) Apakah kau mengenal seseorang di Istana?

Song Yi: (senyumnya memudar) Ah tidak .. (ia kembali mengaduk bubur)

Chae Sangung: Lalu, mengapa kau bertanya padaku seperti itu?

Song Yi: Benarkah kalau kau bisa makan tiga kali sehari di Istana? (Chae Sangung tertegun, hatinya tesentuh) Tapi itu hanyalah impian belaka, karena satu-satunya yang dapat membantu ibu adalah aku.

Chae Sangung memandang pada Song Yi dengan perasaan terharu, anak sekecil ini sudah menderita, apa yang bisa ia bantu untuknya …

Di dalam kamar …

Si remaja menyalakan lilin penerangan kemudian duduk di sebelah pintu, Chae Sangung berbicara dengan Nyonya Shin …

Nyonya Shin: Lampu penerangan sudah tidak dinyalakan untuk waktu yang lama ..

Chae Sangung: Aku punya seseuatu yang ingin kuminta bantuan darimu …

Nyonya Shin: Bagaimana bisa seorang wanita seperti diriku membantumu?

Chae Sangung: Aku akan membantu pengaturan pemakaman. Hanya saja … serahkan anak perempuanmu padaku untuk kurawat.

Nyonya Shin: (tak mengerti) Apa sebaenarnya maksud perkataanmu itu?

Chae Sangung: Aku berharap untuk membawa gadis ini ke Istana dan mendidiknay untuk menjadi seorang dayang Istana.

Nyonya Shin: (menghantam lantai kamar, nada marah) Kau anggap aku ini apa?

Remaja: Ibu ..

Nyonya Shin: (nada tinggi) Kau hanya punya sedikit uang dan sekedar seorang dayang. Kau berani menghancurkan sebuah keluarga pejabat pemerintahan?

Chae Sangung: Anggap saja kalau kau menghemat jatah makanan untuk satu mulut. Berikan dia padaku. Dan lagi, aku akan mengurus semua biaya hidupmu.

Nyonya Shin terkejut mendengarnya dan kemudian menelan ludah, tampak berpikir sebentar lalu mulai berakting ^^ … Nyonya Shin mulai berpura-pura menangis dan mendekati jenazah suaminya …

Nyonya Shin: Aigoo … ! Apakah kau ingin menjual anak gadismu sekarang? Dosa apa yang telah kulakukan di kehidupan yang lalu?

Chae Sangung hanya terperangah melihat semua lakon ini ^^ dan kemudian berpaling seakan-akan tak melihat apapun ^^

Song Yi di luar kamar sedang akan mengantarkan hidangan pemakaman, namun berhenti di depan pintu mendengar perkataan ibunya …

Nyonya Shin: Anak perempuan yang kau perlakukan seperti Tuan Puteri segera akan dijual ke Istana. Megnapa kau tidak bangun dan berbicara padaku, tua bangka?

Song Yi bukannya terlihat sedih, justru matanya bersinar-sinar gembira dan mulutnya tak henti-henti menyunggingkan senyum mengetahui kalau ia akan segera meninggalkan rumah ini dan pergi ke Istana. Itu berarti ia akan bisa lepas dari ibunya dan bisa makan 3 kali sehari. Tak akan ada hari-hari di mana ia menahan rasa lapar dan kedinginan. Tak ada lagi suara ibunya yang membuat telinganya berisik. Tapi ia sedikit merasa menyesal karena harus meninggalkan oppa nya …

Upacara pemakaman bagi Yun Gi Muk diadakan, jenazahnya dibawa dengan kereta sapi menuju ke pemakaman. Song Yidan oppanya berada di belakang kereta mengikuti ke pemakaman. Sebaliknya, ibu mereka, Nyonya Shin ada di kamarnya bermabuk-mabukan.

Di tempat pemakaman, si oppa  mengadakan upacara penghormatan pada ayah mereka, sementara Song Yi menunggu di samping.

Selesai upacara penghormata, Song Yi menanam bambu sebagai pertanda kemudian duduk di hadapan makam ayahnya.

Song Yi: (nada sedih) Ayah … Haruskah aku menjadi wanita Raja?  Aku akan membangun sebuah monumen besar untukmu. Kau harus menunggu dan melihatnya, Ayah.

Catatan: Wanita Raja di sini bukan berarti isteri Raja loh! Jaman dulu, semua dayang-dayang Istana dianggap sebagai “milik Raja” karena itu mereka adalah wanita Raja. Jika ada dayang yang menarik perhatian dari Raja, maka Raja akan memanggil mereka sebagai orang yang menemani tidurnya. Dan jika dayang itu hamil, apalagi melahirkan seorang lelaki, maka dayang itu akan dinaikkan posisinya menjadi selir bahkan bisa menjadi Ratu jika kondisi memungkinkan.

Kediaman Pangeran Besar Su Yang

Seorang pria menemui Pangeran Besar dan isterinya, Nyonya Yun.

Nyonya Yun: Apa yang kau bilang? Meskipun tidak ada kandidat yang cocok, kita juga tidak dapat menjalin hubungan kekeluargaan dengan orang semacam itu!

Pakcomblang: Puteri Besar …

[Andy: ahahah … kalo perempuan khan makcomblang, kalo lelaki? Makanya aku ubah jadi [P] akcomblang ^^ … jangan ketawa loh ^^ untuk sementara aku belum tahu nama orang ini jadi kita sebut untuk sementara ini, ya gitu deh ^^]

Nyonya Yun: Tidakkah kau tahu apa yang dikatakan oleh semua orang mengenai mereka? Mereka katakan kalau dia adalah orang yang tak tahu malu, yang tega menjual kedua kakak perempuannya..(Si pakcomblang menunduk) Pangeran Besar, mengapa kau tidak mengatakan apapun? (Pangeran Su Yang hanya tersenyum) Sebelumnya kau juga sudah bertemu dengannya. Hanya karena ia telah menerima pengangkatan resmi dariDinasti Ming,iamenjadi seorang yang angkuh.

Su Yang: Kuminta kau tenang dulu dan dengarkan apa yang akan dia katakan.

Nyonya Yun: Tak perlu. Aku tak mau mendengar ini lagi. Aku bahkan mendengar kalau ia juga ingin menjual anak perempuannya itu kepada keluarga Kerajaan Dinasti Ming. (menoleh pada si pakcomblang) Betapa beraninya dia berusaha mencomblangkan kedua keluarga kita?

Nyonya Yun segera bangun dan meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal ..

Pakcomblang: (mendesah) Memang ini mungkin kesalahanku mencoba untuk menjadi pakcomblang.

Su Yang: Kau tidak perlu mengatakn seperti itu. Duta Besar Han Hwak memang orang semacam itu.

Pakcomblang: (nada serius) Pangeran Besar … Han Hwak adalah Duta Besar resmi Dinasti Ming. Dia juga secara resmi diangkat dan diberikan posisi Guang Lu Shi Shao Liu.  Dia akan sangat berguna bagi kita di masa yang akan datang … jika kita nantinya benar-benar memiliki hubungan kekeluargaan dengannya

Pangeran Besar Su Yang mengakuinya dan menganggukkan kepalanya …

Pangeran Besar: Tapi dia (Nyonya Yun) sangat menentangnya …

Pakcomblang: (sedikit kecewa) Jadi kau kau ingin menyerahkannya pada orang lain? (Pangeran Su Yang tak paham maksudnya) Dikatakan bahwa Kim Jong Seo dan Hwang Bo In telah bekerjasama dengan Pangeran Besar An Pyeong. Apa yang akan terjadi di masa yang akan datang? Bukankah itu sudah jelas?

Su Yang: Tapi Yang Mulia masih hidup.

Pakcomblang: Yang Mulia tak akan hidup lama.

Su Yang: (tersinggung, menegurnya) Kau ini … ! Berhati-hatilah dengan perkataanmu!

Pakcomblang: Sebelum Raja Sejong kehilangan kesadarannya, ia pindah untuk tinggal bersama dengan Pangeran Besar Yeong Eung. Dia mengijinkan Jenderal Kim Jong Seo, yang bertempat di Propinsi Pyeongyang untuk membawa pasukannya ke Ibukota.

* Pangeran Besar Yeong Ung adalah anak ke delapan Raja Sejong dari Ratu Sohyeon. (lihat catatan di paling bawah)

Pakcomblang: Pangeran Besar kau berada dalam kondisi berbahaya waktu itu. Tapi … kali ini kau tak akan bisa melewatinya semudah seperti sebelumnya. Jika mereka membiarkanmu lolos, maka mereka pasti akan merasa kalau takhta tak akan aman.

Pangeran Besar Su Yang tampak memahami maksud dari bawahannya itu.

Pakcomblang: Pada saat itu, bahkan Pangeran Besar Yeong Eung tak akan mampu untuk melindungimu.

Su Yang: Kemampuan apa yang dimiliki oleh Han Hwak yang dapat menyelamatkan aku?

Pakcomblang: Pangeran Besar, jika kau berharap untuk melakukan sesuatu yang besar, kau butuh dukungan dari Dinasti Ming. Meyakinkan Dinasti Ming akan menjadi tanggungjawab dari Han Hwak.

Su Yang: Aku juga merasakan hal yang sama.

Pakcomblang: Pernikahan ini harus berjalan dengan lancar, Pangeran Besar.

Pangeran Besar Su Yang tampak memikirkan hal ini secara mendalam …

Kediaman Han Hwak

Insoo berada di dalam kamarnya, lagi ngambek …

Puteri Jung: (berseru dari luar kamar) Kami sudah melakukan menurut keinginanmu. Sekarang apa lagi yang kau mau?

Insoo: Bagaimana bisa aku menikah tanpa melihat calon suamiku?

Di luar, si pembantu sedang mengangkat meja kecil berisi hidangan, kecapekan … ^^ Sementara Puteri Jung menegur adiknya …

Puteri Jung: Tak pernah ada seorang anak gadis pejabat yang meminta untuk melihat calon suaminya sebelum pernikahan. Jangan terlalu manja! Sekarang cepat buka pintunya!

Di dalam kamar ..

Insoo: (bersikeras) bagaimana aku bisa menikah tanpa mengetahui sama sekali mengenai mempelai pria ku? Paling tidak aku harus tahu apakah calon suamiku adalah orang yang sehat, eonni!

Di luar kamar ..

Si pembantu mulai tidak tahan mengangkat mejanya, ia sudah menunduk-nunduk tak tahan lagi … ^^

Puteri Jung: (geregetan) Aku tak mau tahu lagi. Siapa yang tahu apa yang sedang kau pikirkan? (ia pergi)

Si pembantu merasa lega dan cepat-cepat berbisik di depan pintu …

Pembantu: Nona, buka pintunya cepat. Tuan Puteri sudah pergi.

Insoo segera membuka pintu sedikit dan mengintip keluar, ketika dilihatnya kakaknya memang sudah pergi ia segera menggapaikan tangannya ke pembantunya.

Han Hwak mondar-mandir di halaman menunggu dengan gelisah.

Puteri Jung: (menghampiri ayahnya) Ayah !

Han Hwak: Bagaimana? Apa yang ia katakan?

Puteri Jung: Ia katakan kalau ia belum bertemu dengan calon mempelainya maka ia tak menyetujui pernikahan ini.

Han Hwak: (tertegun) Anak ini memang … (bingung) … ahahahah … benar-benar ayah yang sungguh sayang dan memanjakan anak gadisnya ^^

Di dalam kamar Insoo

Insoo sedang makan dengan lahap ditemani pembantu setianya.

Pembantu: Nona, bagaimana jika mereka setuju untuk membiarkanmu bertemu dengan calom mempelai pria. Apa yang akan kau lakukan?

Insoo: (mulut penuh) Ketika saat itu tiba, aku akan menemukan alasan yang lain.

Pembantu: Apa?

Insoo: (sambil makan) Lihat eonni ku, ketika ia mendengar kalau ia bisa menjadi menantu Raja Sejong dia sangat gembira setengah mati. Tapi sekarang lihat, bukankah ia hanya seorang isteri Pangeran? Setelah ia memasuki Istana, ia baru menyadari kalau semanya tidaklah semudah yang ia bayangkan. (menggoyangkan tangannya)  Aku tak bisa menerima perlakuan semacam itu.

Pembantu: (makan juga ^^) Tapi, bagaimana kau bisa menjadi Kepala Istana Dalam?

Insoo berhenti makan dan menatap pada si pembantu dengan tajam, si pembantu segera menunduk dan melanjutkan makannya, mengambil dari jatah Insoo ^^

Insoo: Aku bukanlah seseorang yang akan menerima saja menjadi kepala dari para ayam jika tak bisa menjadi ekor dari Phoenix. (nada serius) Jika aku tak bisa menjadi Kepala Istana Dalam, maka aku akan tetap tak menikah seumur hidupku!

Insoo kemudian melanjutkan makannya demikian juga dengan si pembantu ^^

Beberapa hari kemudian ..

Tampak seorang pemuda berkuda di jalanan pasar dengan santai …

Kediaman Han Hwak

Insoo sedang menunggu dengan gelisah … mondar-mandir di tepi kolam, kemudian mendengar suara pembantunya yang menunjukkan arah pada seseoragn. Insoo segera membalikkan tubuhnya, memunggungi arah kedatangan orang itu. Terdengar suara pintu gerbang samping dibuka dan langkah seseorang yang mendekatinya. Insoo masih tetap pada posisinya.

Terdengar suara orang bertanya, “Kaukah yang berharap untuk bertemu dengan diriku?”

Insoo perlahan-lahan membalikan tubuhnya, mau melakukan rencana yang sudah ia siapkan sebelumnya, tapi saat ia memandang ke arah orang itu, Insoo tak bisa menahan rasa terkejutnya, ia terperangah.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ternyata calon suaminya tak lain tak bukan adalah si pemuda yang mengantarkannya di Istana … dia adalah Pangeran Dowon???

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | http://sinopsisdramakorea.wordpress.com

————————–

Catatan:

Untuk lebih mengerti, ini aku kasih daftar putra dan puteri dari Raja Sejong .. (sumber: id.wikipedia.org) …

  • Pangeran Mahkota Munjong (왕세자), putra pertama dari Ratu Soheon, sekaligus putra sulung dari Raja Sejong.
  • Pangeran Besar Suyang (수양대군), putra kedua dari Ratu Soheon.
  • Pangeran Besar Anpyeong (안평대군), putra ketiga dari Ratu Soheon.
  • Pangeran Besar Imyeong (임영대군), putra keempat dari Ratu Soheon.
  • Pangeran Besar Gwangpyeong (광평대군), putra kelima dari Ratu Soheon.
  • Pangeran Besar Geumseong (금성대군), putra keenam dari Ratu Soheon.
  • Pangeran Besar Pyeongwon (평원대군), putra ketujuh dari Ratu Soheon.
  • Pangeran Besar Yeongeung (영응대군), putra kedelapan dari Ratu Soheon.
  • Pangeran Hwaui (화의군), putra satu-satunya dari Selir Yeong.
  • Pangeran Gyeyang (계양군), putra pertama dari Selir Shin.
  • Pangeran Uichang (의창군), putra kedua dari Selir Shin.
  • Pangeran Milseong (밀성군), putra ketiga dari Selir Shin.
  • Pangeran Ikhyang (익현군), putra keempat dari Selir Shin.
  • Pangeran Yeonghae (영해군), putra kelima dari Selir Shin.
  • Pangeran Damyang (담양군), putra keenam dari Selir Shin.
  • Pangeran Hannam (한남군), putra pertama dari Selir Hye.
  • Pangeran Suchun (수춘군), putra kedua dari Selir Hye.
  • Pangeran Yeongpung (영풍군), putra ketiga dari Selir Hye.
  • Putri Jeongso (정소공주), putri pertama dari Ratu Soheon.
  • Putri Jeongui (정의공주), putri kedua dari Ratu Soheon.
  • Dua orang putri dari Selir Shin.
  • Putri Jeongan (정안옹주), putri satu-satunya dari Selir Lee Suk-won.
  • Putri Jeonghyeon (정현옹주), putri satu-satunya dari Selir Sang-chim.
  • Putri dari Selir Cha Sa-gi.
About these ads

23 comments on “Queen Insoo [Insoo Daebi] – Episode 01

  1. hahaha…iya deh..you r the one and only..aku dh nonton the queen insoo tp cuma separuh jln,ceritany bagus banget..so i hope mas andy mo ngelanjutin nulis sin ini sampai akhir..gumawo yo :)

  2. gak pake sub mas,asli bhs korea..kan drama nih msh tayang d korea sono,walo gk ngerti bhsny tp msh bs d ikuti hehe,makany aku sneng bgt klo mas andy mo buatin sin ny..klo nurut aku sih ceritany mirip dong yi

    • ahahaha gitu toh … aku akan buatin sinopsisnya Queen Insoo ini tapi nunggu sub juga … >.< dan drama seri ini sangat berat menurutku karena aku harus bolak-balik cek wikipedia beberapa halaman untuk mencari info mengenai Ratu Insoo / Insu / Inseo / Sohyeo, juga situasi di sekelilingnya … hueee asli berat >.< moga-moga bisa bertahan ya sampai selesai ^^ wkwkwkw

  3. Tapi jgn lama2 buat sinop nya..
    ditungguin deh lanjutan queen insoo..
    o ya,koq the king gwanggaeto gak semenarik the legend (tae wang sa shin gi) ya,pdhal kan cerita nya tentang raja yg sama???

    • yup, kurang greget … tapi setelah aku lihat sampe episode 86 … cukup lumayan koq ^^ … apalagi ratingnya di korea sono rata2 12-15 % … cukup lumayan tuh ^^

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s