Time Slip Dr. Jin – Episode 02

Sebuah Gibang

Pesta kecil-kecilan sedang diadakan di sebuah bungalow yang terletak di dekat kolam.

Giaeng Choon Hong sedang membawakan tarian di depan sekelompok pejabat.  Banyak orang yang sangat mengagumi kecantikan dan kepandaian menari dari Choon Hong.

Pejabat A: (mengagumi) Sungguh pantas kalau dia menjadi gisaeng terbaik di Joseon, Tuanku.

Kim Byoung Hee tertawa senang menyetujuinya.

Choon Hong selesai menari dan semua orang bertepuk tangan menandakan rasa senang dan puas mereka. Choon Hong kemudian duduk di sebelah Kim Byoung Hee.

Kim Byoung Hee: (pada Choon Hong) Kemahiranmu dalam menari memang yang terbaik di Joseon.

Pejabat A mengulurkan tangannya meminta yang lain berhenti bertepuk tangan …

Pejabat A: (pada Kim Byoung Hee) Omong-omong, Apakah Anda kenal dengan pejabat Kim Hyu Won yang pergi ke Tiongkok tahun lalu?

Kim Byoung Hee: Tentu saja, aku tahu.

Pejabat A: Kabarnya dia saat pulang dariChinatelah membeli oleh-oleh, yakni sepasang katak emas.

Pejabat B: (menaruh cawan di atas meja) Katak emas? (nada ingin tahu) Kau melihat dengan mata kepalamu sendiri?

Pejabat A: Sebenarnya … hal ini juga kudengar dari orang lain.

Pejabat B: (tertawa keras) Kabarnya orang itu sangat materialistis, memang dia benar-benar tak bisa diremehkan.

Pejabat A tertawa terbahak-bahak.

Choon Hong mendengarkan semua itu dengan penuh perhatian sambil melayani Kim Byoung Hee minum anggur.

Sementara itu ..

Seorang perampok bercadar yang akan melompat ke atas atap tertembak dan jatuh tewas.

Para perampok bercadar yang lain terkejut dan segera menghunuskan pedang mereka saat banyak prajurit yang dipimpin oleh Kim Kyung Tak, yang berkuda, muncul.

Kim Kyung Tak: (berseru) Jangan biarkan seorangpun lolos!

Para prajurit segera menyerbu para perampok bercadar itu.

Di Gibang

Kim Byoung Hee sedang dilayani minum oleh Choon Hong saat seseorang datang dari luar berseru …

Lee Ha Eung: (nada ceria) Aigoo, bukankah ini tuan-tuan dari Fraksi Kiri? Anda sekalian telah datang rupanya.

Kim Byoung Hee dan Choon Hong segera mengawasi Ha Eung yang baru masuk, demikian juga dengan para pejabat dan gisaeng yang lain.

Lee Ha Eung cuek dan nyelonong masuk di antara mereka dengan tertawa keras.

Lee Ha Eung: Kabarnya tuan-tuanku ini begitu sibuk mengurusi urusan kenegaraan dan mampir ke sini untuk bersenang-senang, jadi nikmatilah malam ini.

Choon Hong menyunggingkan senyum geli saat melihatnya.

Lee Ha Eung: Aku kemari dengan berlari tergesa-gesa hanya ingin menyambut Tuan-tuan sekalian, sampai-sampai aku hanya mengenakan kaus kaki saja.  (mengangkat dan menunjukkan kakinya)

Lee Ha Eung kemudian menyembah sekali dan segera duduk di ujung meja yang berhadapan dengan Kim Byoung Hee lalu tangannya segera mencomot kue yang ada di dekatnya. Kim Byoung Hee hanya bisa menelan perasaan kesalnya demikian juga pejabat yang lainnya.

Lee Ha Eung: Tuan-tuan sepertinya akhir-akhir ini Anda sekalian tidak banyak masalah, benar khan?

Kim Byoung Hee: Pangeran Heung Seon, Anda juga baik-baik saja?

Lee Ha Eung: (sambil makan) Aigoo, Anda menanyakan bagaimana dengan kehidupan hamba, seorang saudara tak berguna dari anggota Keluarga Kerajaan? Hamba benar-benar merasa terharu … (tertawa keras lalu makan lagi)

Choon Hong melirik pada Lee Ha Eung sambil tersenyum.

Pejabat B: (menyindir) Sepertinya ada seekor anjing sedang menggonggong di suatu tempat..

Pejabat A: Sepertinya itu bukannya gonggongan seekor anjing tapi Hwang Guk Ya … (melagukan Hwang Guk Ya seperti anjing menggonggong) Hwang Guk Ya .. (tertawa)

* Hwang Guk = bunga Crysanthemum / krisan, Hwang Guk Ya = itu bunga krisan.

Suara gonggongan anjing Korea = meong meong (bukan kucing di Indonesia loh ^^)

Kim Byoung Hee tertawa demikian juga dengan yang lain.

Lee Ha Eung: Hwang Guk? (tertawa sambil menuding si pejabat A)

Semua orang langsung berhenti tertawa dengan tak enak hati begitu Lee Ha Eung tertawa. Si pejabat A tersinggung dan berdiri, membetulkan pakaiannya lalu menghadap ke arah Lee Ha Eung.

Pejabat A: Aku telah memerintahkan orang untuk mempersiapkan mejamu secara khusus.

Lee Ha Eung: (seakan-akan terkejut dan senang, masih dengan mulut penuh) Aigoo, Anda terlalu bermurah hati.

Si Pejabat A mengambil makanan dari atas meja lalu melemparkannya berulangkali ke arah kolam di dekat bungalow.

Pejabat A: Itu dia! Nah itu dia!

Semua pejabat tersenyum senang melihatnya …

Choon Hong mengawasi semua ini dengan perasaan kesal.

Sementara itu …

Jin Hyuk sedang lari sambil beberapa kali menoleh ke belakang sehingga tak meilihat arah depannya membuatnya bertumbukan dengan seseorang dan sama-sama terjatuh.

Jin Hyuk meminta maaf dan mau beranjak pergi, tapi membatalkan niatnya saat melihat kalau pria yang bertubrukan dengannya yang ternyata berlumuran darah di kepalanya, tampaknya terluka cukup parah.

Bungalow di sebuah Gibang

Si pejabat A masih melemparkan makanan ke arah kolam

Lee Ha Eung: (bangun berdiri) Aigoo… Aigoo…

Lee Ha Eung segera bangun dan bergegas turun ke kolam dan mengambil makanan yang mengapung di kolam lalu memakannya. Choon Hong terkesima melihatnya.

Semua pejabat yang sebelumnya tersenyum geli segera memudar senyumnya dan mengawasi Lee Ha Eung dengan pandangan tak habis pikir. Mereka tak mengerti orang macam apa pangeran ini …

Lee Ha Eung: Tuanku, lemparkan lagi makanan kepadaku! (tertawa sambil makan)

Kim Byoung Hee dan yang lainnya tak bisa tertawa lagi. Suasana hati mereka yang sebelumnya riang gembira menjadi musnah tak berbekas berganti dengan rasa kesal. Kim Byoung Hee segera bangun dan melangkah pergi diikuti semua pejabat lainnya, meninggalkan para gisaeng yang kebingungan. Lee Ha Eung masih di kolam asik makan.

Choon Hong bangun berdiri dan berseru pada Kim Byoung Hee ..

Choon Hong: Apakah Tuan sudah mau pergi?

Kim Byoung Hee: (sambil mengenakan sepatunya) Sepertinya ada seekor anjing tercebur ke dalam kolam bunga teratai dan senang bermain-main di sana.

Kim Byoung Hee akan melangkah, tapi kakinya terpeleset karena belum sepenuhnya benar dalam memakai sepatu, membuatnya jatuh ke samping dan kepalanya menumbuk tiang penyangga bungalow dengan suara cukup keras.

Pejabat yang lain terkejut dan berusaha membantunya.

Pejabat A: Tuanku, Anda tidak apa-apa?

Kim Byoung Hee memegangi kepalanya yang terbentur dan berdenyut-denyut sakit, ia merasa sedikit pusing tapi selebihnya tak ada masalah.

Kim Byoung Hee: (nada apa boleh buat) Sepertinya hari ini memang bukanlah hari keberuntungan bagiku.

Lee Ha Eung baru menyadari kalau Menteri Kim dan yang lainnya akan pergi. Menteri Kim memandang sekilas ke arah Lee Ha Eung kemudian melangkahkan kakinya pergi dari sana, diikuti yang lainnya.

Lee Ha Eung: (berseru, masih sambil makan) Hei, Kenapa kalian begitu cepat sudah mau pulang? (tertawa terbahak-bahak)

Lee Ha Eung kemudian naik dari kolam ke atas dan mengebaskan banunya yang basah, Choon Hong menghampirinya.

Lee Ha Eung: (pada Choon Hong) Mungkin pestanya bubar dikarenakan oleh diriku.

Choon Hong: (suara lembut) Jadi mengapa kau datang tanpa diundang dan menerobos masuk ?

Lee Ha Eung: Karena aku mendengar bahwa para pimpinan dari Fraksi Kiri datang, makanya aku datang kemari untuk melihat-lihat situasi, apakah aku bisa mendapatkan stempel di wajahku.

Lee Ha Eung tiba-tiba bersin dengan keras dan terbatuk-batuk … Choon Hong mengawasinya dengan khawatir.

Choon Hong: Itu tanda-tanda mau masuk angin. Cepat masuk dan ganti dulu bajumu.

Choon Hong kemudian beranjak pergi masuk ke dalam.

Lee Ha Eung: (memeras bajunya yang basah) Baiklah!

Sementara itu …

Seorang pria menunjukkan jalan pada Jin Hyuk, yang menggendong Hong Young Hwi.

Pria: Lewat sini!

Jin  Hyuk berlari mengikuti pria itu …

Jin Hyuk: (dalam hati) Kepalanya terluka parah dan ia tadi masih sadar, jika ditinjau dari segi kedokteran kemungkinan ia terkena hematoma subdural akut … Waktu? … Sudah tidak ada waktu lagi …

Pria tadi berlari masuk ke sebuah halaman rumah dan segera berseru-seru dari halaman.

Pria: (berteriak terengah-engah) Nyonya, cepat keluar! Sesuatu yang mengerikan telah terjadi..

Seorang nyonya setengah baya keluar dari ruangannya, heran dengan keributan yang terjadi. Ia segera mengawasi situasi dan terkejut melihat anaknya dipanggul oleh Jin Hyuk.

Nyonya Hong: (nada cemas) Apa… Apa yang telah terjadi? Young Hwi, bangun nak!

Terdengar pintu kamar lain terbuka dan seorang gadis melangkah keluar.

Jin Hyuk: Kita harus membawanya masuk ke dalam!

Hong Young Rae keluar dan melihat kondisi kakaknya …

Hong Young Rae: Orabeoni! (berlari menghampiri kakaknya)

Jin Hyuk menoleh ingin melihat siapa yang berseru dan terkejut saat melihat gadis yang tadi siang dicari-carinya sekarang ada di depan matanya. Gadis ini bener-benar mirip dengan Yoo Mi Na.

Nyonya Hong: Young Hwi, coba buka matamu!

Hong Young Rae: Oraboeni, apa yang telah terjadi? Kau bisa mendengarku?

Nyonya Hong: (menggoyang badan anaknya) Young Hwi! Bukalah matamu, Young Hwi.

Si pembantu wanita keluarga Hong juga keluar dan berdiri di belakang Jin Hyuk.

Hong Young Rae: (pada pria penunjuk jalan) Apa yang telah terjadi sebenarnya?

Pria: (menunjuk pada Jin Hyuk) Itu orang yang telah menolongnya …

Hong Young Rae menoleh pada Jin Hyuk dan menatapnya …

Hong Young Rae: (pada Jin Hyuk) Kau siapa? Apakah kau kenal dengan orabeuniku? Dan siapa? Siapa yang melakukan perbuatan mengerikan ini?

Jin Hyuk tersadar dari rasa kejutnya dan mengejapkan matanya …

Jin  Hyuk: Aku juga tidak sengaja melihatnya waktu melintas seorang diri di jalan.

Nyonya Hong: (menangis cemas) Walaupun petir menyambar di langit cerah, bagaimana ini bisa terjadi?

Tiba-tiba Nyonya Hong jatuh lemas, si pembantu terkejut tapi dengan sigap segera mengulurkan tangannya menahan majikan perempuannya itu sehingga tidak jatuh ke tanah.

Pembantu: (nada cemas) Nyonya…

Hong Young Rae terkejut melihat kondisi ibunya dan segera menghampirinya, berusaha menenangkan ibunya.

Hong Young Rae: Tenangkan dirimu, Ibu. (pada pria penunjuk jalan) Ajussi, maaf, tapi bisakah kau memanggilkan tabib kemari?

Pria: (mengngguk) Iya, segera!

Pria itu segera berlari keluar untuk memanggilkan tabib.

Pembantu: (nada cemas) Nyonya! Nyonya!

Hong Young Rae: (pada pembantunya) Bawa Nyonya masuk, bawakan air panas dan juga jangan lupa semangkuk pasta kacang kedelai.

Pembantu: Ya, Nona.

Si pembantu membantu Nyonya Hong masuk ke dalam rumah.

Hong Young Rae: (pada Jin Hyuk) Lebih dahulu bawa oraboeni ke kamarnya. Lewat sini.

Hong :Young Rae segera memimpin jalan ke kamar Young Hwi dan mempersiapkan kasurnya.

Jin Hyuk menyusul masuk ke dalam kamar dan segera membaringkan Young Hwi ke atas kasur dibantu oleh Young Rae. Setelah itu Young Rae segera menyobek ujung kasur dan menggunakan kain itu untuk menyeka darah di kepala Young Hwi. Jin Hyuk hanya mengawasi Young Rae lekat-lekat.

Beberapa saat kemudian si pembantu datang sambil membawa baskom aluminium yang berisi pasta kacang kedelai, dan memberikannya pada nonanya.

Young Rae bermaksud mengoleskannya pada luka kakaknya tapi dicegah oleh Jin Hyuk.

Jin Hyuk: Percuma, itu sia-sia saja.

Young Rae memandangnya tak mengerti.

Jin Hyuk: Dia sudah kehilangan terlalu banyak darah. Selain itu ada semacam gumpalan darah di dalam kepalanya dan itu bukanlah sesuatu yang bisa diobati hanya dengan menggosoknya dengan pasta kacang kedelai.

Young Rae heran mengapa orang asing ini bisa tahu banyak mengenai luka semacam ini …

Young Rae: Apa .. apakah kau seorang tabib?

Jin Hyuk: (terpaksa) Ya.

Young Rae: Jadi maksudmu kau tahu bagaimana caranya menyelamatkan oraboeni-ku?

Jin Hyuk memandang pada Young Rae yang memandangnya dengan penuh pengharapan dan hatinya menjadi tidak tega … ia menghela napas …

Jin Hyuk: Kemungkinan buat dia bertahan hidup lebih besar apabila aku melakukan pembedahan padanya.

Young Rae: (tidak paham) Pem .. bedahan?

Jin Hyuk memandangnya lagi tapi sekarang ia menjadi ragu-ragu …

Jin  Hyuk: Tidak .. itu bukan apa-apa…  lupakan saja.

Jin Hyuk bangun dan beranjak keluar kamar. Young Rae terkejut dan tak mengerti apa yang sedang dikatakan oleh Jin Hyuuk.

Jin Hyuk keluar dari kamar menarik napas dalam ….

Jin Hyuk: (dalam hati) Sudah gila ya kau, Jin Hyuk? Mau melakukan bedah otak di sini? (memandang ke arah kamar) Sekarang ini era Joseon. Dan gadis itu…

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Young Rae keluar, Jin Hyuk segera mengalihkan pandangannya keluar halaman.

Hong Young Rae: Tunggu sebentar! (menutup pintu) Jelas-jelas tadi kau bilang kalau kau tahu caranya menyelamatkan oraboeni-ku. (Jin Hyuk meliriknya serba salah) Tetapi bagaimana bisa kau justru mengabaikan seseorang yang sedang bergumul dengan nyawanya seperti ini? Perilaku seperti ini, apakah pantas kau menyebut dirimu sebagai seorang tabib?

Jin Hyuk: (nada terpaksa) Memang ada satu cara. (menggelengkan kepala) Tapi cara itu sama sekali mustahil untuk dilakukan di sini.

Hong Young Rae: (nada putus asa) Sebenarnya itu cara sepertii apa?

Jin Hyuk: (ragu-ragu) Itu …

Jin Hyuk teringat semua operasi otak yang selama ini telah ia lakukan

Jin Hyuk: Perforator, Craniotome, kita akan menggunakan selang hisap, kemudian beralih ke mikroskop bipolar … (menggelengkan kepalanya) Sama sekali mustahil. Lebih baik menyerah saja.

Hong Young Rae tampak shock …

Jin  Hyuk berlalu kemudian memasang sepatunya dan beranjak pergi.

Hong Yong Rae tahu kalau nyawa kakaknya diujung tanduk dan kelihatannya jika ia membiarkan orang ini pergi maka kakaknya tak akan bisa diselamatkan lagi jadi ia segera menghadang Jin Hyuk.

Jin Hyuk berhenti dan memandang pada Hong Young Rae yang juga memandangnya dengan pandangan mata putus asa. Tiba-tiba Hong Yong Rae menjatuhkan dirinya berlutut di hadapan Jin Hyuk. Jin Hyuk menjadi sangat terkejut.

Hong Young Rae: (menangis, dengan nada memohon) Tolonglah! Kumohon agar kau bersedia menyelamatkan oraboeni ku. (mendongakkan kepala dan memandang pada Jin Hyuk) Jika garis keturunan keluarga kami terputus hingga di sini, aku dan ibu… demi membersihkan aib ini, terpaksa harus mengakhiri hidup kami setelah ini. (Jin Hyuk mendesah merasa serba salah) Kalau kau bisa menyelamatkan oraboeni ku, sekalipun harus mati dengan sengsara 10 kali,  aku juga dengan senang hati bersedia menerimanya. Jadi … (nada memelas) tolong! … Kumohon padamu …  selamatkanlah oraboeni-ku!

Jin Hyuk tiba-tiba teringat situasi yang hampir mirip, saat Yoo Mi Na memohon dirinya untuk menyelamatkan ayah Kyung Ho.

Yoo Mi Na: (nada marah) Siapa dirimu hingga kau berhak menentukan keputusan seperti ini? Kau pikir kau itu Tuhan? Kau cuma seorang ahli bedah. Kau tidak boleh menyerah dalam memperjuangkan nyawa seorang pasien hingga detik terakhir. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang dokter!

Jin Hyuk memejamkan matanya karena merasakan sengatan rasa sakit dan pilu di hatinya saat mengingat kenangan itu, karena akibat dari pertengkaran itulah maka Yoo Mi Na sekarang terbaring koma.

Jin  Hyuk membuka matanya sementara Hong Yong Rae masih berlutut dan memandangnya dengan pandangan mata memohon. Jin Hyuk akhirnya membuat keputusan untuk menyelamatkan kakak Yong Rae, yang nantinya akan mengubah jalan hidupnya di masa ini.

Jin Hyuk: Waktunya sudah tidak banyak. (memandang pada Yong Rae) Kita harus cepat jika mau melakukan operasi pembedahan.

Hong Young Rae: (bangun berdiri, nada berharap) Jadi .. maksudmu kau bersedia untuk menyelamatkan oraboeni ku? (merasa ada harapan)

Jin Hyuuk: (nada tergesa) Dalam waktu satu jam .. ah bukan … waktu yang tersisa sekarang hanya tinggal 30 menit.

Hong Young Rae: (tidak mengerti) 30 menit … apa maksudmu dengan 30 menit itu?

Jin Hyuk tak menjawabnya, pikirannya bergerak dengan cepat menganalisa situasi yang terbentang di hadapannya.

Jin Hyuk: Pertama-tama, aku butuh tempat dan peralatan untuk melakukan operasi pembedahan!

Jin  Hyuk masuk ke dalam gudang dan mencari di antara beberapa alat pertukangan yang bisa ia gunakan, di antaranya alat pahat, kikir …

Jin Hyuk: (dalam hati) Bahkan pada abad ke-12 di peradaban Inca, telah ditemukan bukti yang menunjukkan kalau sudah pernah dilakukan pembedahan otak.  Selain itu pada lubang di tulang tengkorak yang ditengarai adalah pasien bedah otak, ada petunjuk terjadinya regenerasi, hal ini membuktikan kalau setelah dioperasi si pasien tetap hidup. Walaupun yang ada hanyalah beberapa peralatan yang sederhana, aku tetap harus mencobanya.

Jin Hyuk mengambil palu dan mengumpulkannya dengan beberapa alat lain di sebuah nampan kemudian menyerahkannya pada Hong Young Rae.

Jin Hyuk: Ini, tolong semuanya direbus dengan air panas mendidih.

Hong Young Rae: Huh?

Jelas saja Hong Young Rae kebingungan melihat semua alat-alat itu … heheheh mungkin ia bertanya-tanya dalam hati, ini mau mengobati orang atau justru mau bertukang?

Jin Hyuk: Oh ya, apakah kau ada kain atau baju tak terpakai? Harus yang bersih!

Hong Young Rae: (sama sekali tak paham) Apa gunanya semua ini?

Jin Hyuk: (nada mendesak) Bukankah sudah kubilang kalau tidak banyak waktu yang tersisa. (Young Rae memandangnya tak mengerti) Bukankah kau bilang kalau kau ingin menyelamatkan oraboeni mu? Jadi sekakrang lakukan saja apa yang aku perintahkan. Punya kain atau tidak?

Sementara itu …

Kim Kyung Tak berada di kamarnya sedang membersihkan laras pistolnya .. kemudian ia teringat kejadian beberapa saat yang lalu di mana mereka menghadapi para perampok bercadar …

Kilas balik ..

Pertempuran terjadi antara para prajurit keamanankotadan para perampok bercadar. Kyung Tak memerintahkan pada para prajurit untuk sama sekali tak membiarkan seorangpun lolos dari tempat itu. Tapi pada kenyataannya, walaupun para perampok bercadar itu jumlahnya hanya empatlimaorang melawan belasan prajurit, tapi justru para prajurit keamanan yang terdesak karena tak dinyana kemampuan bertarung para perampok itu sangat hebat.

Si pemimpin para perampok bercadar turun tangan setelah melihat seorang anak buahnya kewalahan melawan seorang kapten. Hanya dengan beberapa kali tebasan ia berhasil membunuh kapten itu. Kemudian si pemimpin memerintahkan anakbuahnya untuk mundur karena tampaknya misi malam ini gagal dilakukan.Paraprajurit berusaha mengejar tapi pimpinan perampok bercadar menghalangi mereka.

Kim Kyung Tak melihat semua ini, ia segera mengambil pistolnya dan mengarahkannya ke pimpinan perampok bercadar itu. Seorang anakbuah perampok melihat ancaman itu dan segera berseru kemudian menghadang di depan pimpinannya tepat saat Kyung Tak menarik pelatuknya dan terdengar suara letusan, si anakbuah perampok rubuh ke tanah, tewas. Si pimpinan perampok memandang pada anakbauhnya itu kemudian pada Kyung Tak, lalu ia segera memanfaatkan jeda waktu itu untuk melarikan diri.

Kembali ke masa kini.

Kyung Tak termangu-mangu di kamarnya …

Kediaman Keluarga Hong

Hong Young Rae sedang berada di dapur, memasak air mendidih dan mencelupkan kain-kain ke dalamnya.

Nyonya Hong berjalan perlahan di belakang si nona ..

Nyonya Hong: Sedang apa kau? Bukannya merawat oraboeni-mu, malah berada di sini.

Hong Yong Rae terkejut dan membalikkan tubuhnya …

Hong Young Rae: Jangan hiraukan aku, ibu beristirahat saja. Tabib itu berkata kalau ia punya cara untuk menyelamatkan oraboeni. Walaupun harapannya tipis, kita tetap harus mencobanya.

Hong Young Rae kemudian melanjutkan pekerjaannya mencelupkan alat-alat ke dalam air mendidih, Nyonya Hong melihatnya dengan heran.

Nyonya Hong: Baru kali ini kulihat seorang tabib menggunakan palu untuk menolong orang. (nada khawatir) Sebenarnya apa yang sedang tabib itu lakukan?

Tiba-tiba si pembantu datang sambil membawas sebuah botol di tangan kanannya …

Pembantu: Nona, sudah kuambilkan araknya.

Nyonya Hong: (bertambah heran) Barusan kau bilang arak?

Hong Yong Rae dan si pembantu menoleh padanya.

Nyonya Hong: (nada khawatir) Apa dia itu benar-benar seorang tabib?

Pembantu: Benar juga, setelah dipikir-pikir aku merasa pernah melihat dia sebelumnya.

Nyonya Hong: (ingin tahu) Di mana?

Pembantu: (berusaha mengingat) Itu …  aku tidak bisa ingat di mana aku pernah melihatnya ..  Pokoknya aku yakin sekali pernah bertemu dengannya … (kesal pada dirinya sendiri) Oh ingatanku payah sekali.

Hong Young Rae tak menggubrisnya lagi dan segera melanjutkan tugasnya …

Beberapa saat kemudian …

Jin Hyuk menyiapkan senter yang digantung, kemudian mengenakan sapu tangan menutupi hidung dan mulutnya.

Ia lalu mengeluarkan perlengkapan bedah yang akan ia gunakan nanti dari dalam tas coklat yang ia bawa.

Jin Hyuk: Jarum … Pisau bedah .. jarum suntik … sarung tangan bedah. (mengeluarkan sebuah botol kecil) Oh .. Apa ini? (mengamatinya) Oh, obat bius. Bagus sekali!

Jin Hyuk menjejerkan semua perlengkapan bedah yang ia bawa dan juga alat-alat pertukangan yang telah dicelupkan dalam air mendidih.

Jin Hyuk menghampiri Young Hwi di sisi kepalanya …

Jin Hyuk: (dalam hati) Sekarang yang tinggal adalah mengambil resiko dan mencobanya.

Jin Hyuk menuangkan anggur di sebuah mangkuk kecil. Ia kemudian mengisi alat suntik dengan obat bius, lalu mencelupkan kain di dalam cawan anggur dan menggunakan penjepit untuk mengambil kain tersebut dan  menggunakannya untuk membersihkan luka di kepala Young Hwi.

Kilas balik ingatan Young Hwi …

Pimpinan perampok bercadar berhasil melarikan diri dari Kim Kyung Tak meskipun dikejar para prajurit. Sampai di suatu tempat sepi ia dihadang seorang kapten. Pimpinan perampok itu dengan mudahnya menusuk perut kapten itu, tapi seorang kapten lain datang dan bertarung dengannya. Lagi-lagi dengan mudah si pimpinan pemberontak membereskannya. Tiba-tiba si kapten yang pertama mengayunkan pedangnya ke arah kepala pimpinan pemberontak yang tak menduga, mengakibatkan topinya terbelah dan cadarnya terbuka. Nampak darah menetes dari luka.

Si kapten ini terkejut karena mengenali wajah si pimpinan perampok bercadar, tapi tak sempat menyebutkan nama karena si pimpinan perampok bercadar berseru marah dan menebasnya di dada. Si kapten tampak tak percaya dan rubuh di atas tanah, sementara si pimpinan perampok berjalan dengan sempoyongan dan menjatuhkan pedangnya, terus melangkah ke depan …

Kembali ke kamar operasi ..

Jin  Hyuk akan menyuntik kepala Young Hwi ketika terdengar suara pintu dibuka. Jin Hyuk mendongakkan kepalanya dan melihat Hong Young Rae masuk sambil membawa kain di atas nampan.

Hong Young Rae terkejut dan membelalakkan matanya melihat pemandangan di depannya. Ia segera duduk di samping kakaknya dan bertanya pada Jin Hyuk.

Hong Young Rae: Ini semua apa?

Jin Hyuuk: Tunggulah di luar.

Jin Hyuk mau melanjutkan tindakannya menyuntik di kepala Yong Hwi.

Hong Young Rae: Mana boleh aku keluar? Aku mau tinggal di sini di samping oraboeni ku dan membantu…

Jin Hyuk: Jika kau berada di sini, kau bisa gila nanti. Jadi tolong tunggu saja di luar kamar.

Hong Young Rae: (ngotot) Kenapa aku harus keluar? Jelaskan alasannya padaku!

Jin Hyuk mengangkat kepalanya dan memandang pada Hong Young Rae, yang emmandangnya dengan pandangan penuh tekad. Jin Hyuk tahu kalau gadis ini walaupun kelihatannya lembut di luar tapi sangat keras kepala, mirip dengan seseorang yang dikenalnya.

Jin Hyuk: Pada waktu pembedahan, semua harus terjaga sebersih mungkin!

Hong Young Rae: (tersinggung) Jadi maksudmu aku ini kotor?

Jin Hyuk: (merasa serba salah) Bukan itu maksudku. Terlalu rumit untuk dijelaskan, jadi tolong! Jika kau ingin agar oraboeni mu selamat, lakukan saja sesuai permintaan ku. Lekaslah keluar!

Hong Young Rae: (nada sungguh-sungguh) Kau yakin kalau kau benar-benar bisa menyelamatkan nyawa oraboeni-ku?

Jin Hyuk memandang pada Yong Hwi …

Jin  Hyuk: Aku tidak sepenuhnya yakin.  Pembedahan nya terlalu berbahaya. Tapi jika dia dibiarkan begini saja tanpa ada tindakan apapun juga, oraboeni mu sudah pasti akan meninggal. (nada sungguh-sungguh) Tak ada cara lain lagi. Yang bisa dilakukan sekarang adalah mencoba.

Hong Young Rae: Kalau begitu, tolong selamatkan dia!

Jin Hyuk mengangguk dan memberikan pandangan tulus.

Hong Young Rae kemudian bangun dan beranjak keluar, tak mau mengganggu Jin Hyuk.

Jin Hyuk segera melanjutkan tindakannya tadi. Ia menusukkan jarum suntik ke kulit kepala Young Hwi lalu memasukkan cairan bius ke dalam kulit kepala. Sebuah kain yang dilobangi diletakkan di atas kepala Yong Hwi, dengan lubang tepat di atas luka yang akan ia operasi.

Jin Hyuk mengambil pisau bedah dan mengamatinya sejenak ..

Jin  Hyuk: Sekarang ini  …. aku akan melalukan operasi bedah otak yang pertama di masa Joseon.

Jin Hyuk mulai menggoreskan pisau bedahnya di kulit kepala Yong Hwi.

Jin Hyuk: Pembedahan otak yang kulakukan di masa Joseon ini seharusnya belum akan  dilakukan sampai sekitar 100 tahun lagi. Tanpa ada perlengkapan bedah yang memadai, dan terpaksa menggunakan perlengkapan yang seadanya … aku melakukan operasi ini.

Jin Hyuk mengangkat kulit kepala Young Hwi sehingga terlihat tempurung otaknya, ia kemudian menggunakan tang penjepit untuk mengambil kulit kepala itu. Jin Hyuk kemudian mengambil sebuah besi runcing, yang telah dipanaskan di atas tungku arang kecil di sebelahnya, lalu menyentuhkannya dengan ringan berulang kali ke bagian tempurung kepala Young Hwi. Terlihat asap dan tercium bau daging terbakar … Jin Hyuk melakukan semuanya dengan tenang dan berkonsentrasi penuh

Di luar kamar …

Hong Young Rae, Nyonya Hong, dan si pembantu sedang menunggu dengan gelisah di luar kamar.

Pria penunjuk jalan yang dimintai tolong kembali dengan napas terengah-engah karena berlari sekuat tenaga.

Nyonya Hong:  Mengapa kau datang sendirian? Mana tabibnya?

Pria: (napas terengah-engah) Baru saja ada kawanan perampok yang akan menyatroni rumah seorang pejabat tinggi.

Nyonya Hong: Kawanan perampok?

Pria: Betul, banyak penjaga dan pelayan terluka di sana, jadi semua tabib yang ada dipanggil ke sana. Dan semua tabib di Geum-dong juga dipanggil ke sana.

Nyonya Hong: Maksudmu kau tidak berhasil memanggil seorang tabib untuk datang kemari? (nada cemas) Lantas apa yang akan terjadi pada Young Hwi?

Pembantu: (tiba-tiba teringat) Astaga! Pojung! Ya ampun! Bagaimana ini?

Si pembantu langsung terduduk di tanah merasa ketakutan dan cemas …

Nyonya: (heran) Kenapa kau bersikap seperti ini?.

Si Pembantu mengarahkan telunjuknya ke arah kamar di mana Jin Hyuk sedang melakukan pembedahan.

Pembantu: (nada panik)  Aku dari tadi penasaran di mana pernah melihatnya!  Pojung  telah menempelkan selebaran yang menampilkan lukisan wajah seorang buronan, dan wajah di lukisan itu sama persis dengan dia.

Hong Young Rae: (terkejut) Kau yakin?

Pembantu: (mengangguk pasti) Tentu saja! Walaupun dia itu seorang perampok tapi dia tampan sekali, jadi kuperhatikan lukisan wajahnya berkali-kali!

Hong Young Rae menjadi panik dan memandang kamar di mana Jin Hyuk sedang mengobati oraboeni nya.

Di dalam

Jin Hyuk sama sekali tidak mendengar keributan di luar .. Ia mengambil sebuah palu dan alat pahat lalu mengambil ancang-ancang untuk membuka tempurung kepala Young Hwi dengan kedua alat tersebut.

Jin Hyuk: (dalam hati) Apa nantinya akan baik-baik saja memakai ini? Tapi selain ini tidak ada pilihan lain lagi.

Jin Hyuk mau memukulkan palunya tapi tiba-tiba Hong Young Rae menyerbu masuk ke dalam membuat Jin Hyuk terkejut dan tangannya teracung di tengah udara.

Young Rae terkejut setengah mati melihat situasi yang terpampang di depan matanya …

Hong Young Rae: (nada panik) Hentikan!

Jin Hyuk: … (mengeratkan jarinya di kedua alat itu)

Hong Young Rae: (suara keras) Sedang apa kau? Hentikan sekarang juga? Tidak kau dengar apa kataku barusan?

Jin Hyuk: Tunggulah di luar …

Hong Young Rae: (menghampiri Jin Hyuk, berteriak) Hentikan sekarang juga!

Jin Hyuk: (nada tinggi) Di dalam otaknya ada gumpalan darah. Jika tidak ditangani segera, dia bisa mati. Hanya dengan mengeluarkan gumpalan darah itu dari kepalanya, dia masih bisa memiliki harapan untuk tetap hidup.

Nyonya Hong masuk karena mendengar teriakan anak gadisnya ..

Nyonya Hong:Ada apa? Kenapa berteriak-te….

Nyonya Hong tak sempat menyelesaikan perkataannya karena segera menjerit melihat pemandangan di hadapannya dan langsung jatuh pingsan.

Hong Young Rae: (terkejut) Ibu …!

Young Rae segera menghampiri ibunya dan berusaha memapahnya bangun, si pembantu masuk bermaksud membantunya, tapi ia juga berteriak terkejut melihat situasi di dalam kamar, demikian juga dengan pria penunjuk jalan, yang melongokkan kepala ke dalam kamar karena rasa ingin tahunya.

Jin Hyuk mencemaskan keadaan Young Hwi seihingga emosinya terpancing naik karena kejadian beruntun ini.

Ibu…

Jin Hyuk: Jangan ribut! Segera keluar! Semuanya keluar .. kubilang KELUAR!

Young Rae menoleh dengan pandangan mata mendelik padanya … napas Jin Hyuk tampak memburu dan cemas dengan kondisi Young Hwi.

Tak berapa lama kemudian, Nyonya Hong dibaringkan di kasur di kamarnya.

Pembantu: Nyonya! Nyonya!

Hong Young Rae: Ibu…

Si pembantu memijat-mijat tubuh si Nyonya dengan sedih, Yong Rae merasa harus ada yang dilakukan.

Hong Yong Rae: (pada pembantunya)  Jaga ibu baik-baik.

Pembantu: (cemas) Nona sendiri bagaimana?

Hong Young Rae tidak menjawab, ia justru bangun dan segera keluar kamar.

Jin Hyuk di dalam kamar sedang berusaha membuka tempurung otak Young Hwi dengan memukul-mukulkan palunya pada alat pahat …

Hong Young Rae keluar dan menemui pria penunjuk jalan tadi.

Hong Young Rae: Ajussi, terpaksa aku harus menyusahkan mu sekali lagi.

Pria: Ada apa?

Hong Young Rae: Segera pergilah ke Pojung dan suruh mereka mengutus orang-orangnya ke mari! Bilang saja kalau kau telah melihat buronan yang ada di lukisan,  suruh mereka segera menangkapnya di sini. Masalah ini sangat mendesak, jadi tolong segera dilaksanakan.

Pria: Baiklah!

Pria itu segera berlari pergi memenuhi permintaan si nona.

Tiba-tiba ..

Si nona mendengar suara seperti sesuatu mengetuk kayu atau benda keras …ia segera menoleh ke arah kamar di mana Jin Hyuk berada.

Di dalam kamar

Jin Hyuk menggunakan palu dan memukul-mukulkan ujung alat pahat yang tajam beberapa kali, kemudain memeriksa hasilnya dan berhasil membuka tempurung kepala dari Young Hwi. Terlihat gumpalan darah yang menghitam di dalam kepalanya …

Jin Hyuk: (dalam hati) Ini dia ….

Hong Young Rae masuk ke dalam kamar tapi menjadi terkejut melihat apa yang telah diperbuat Jin Hyuk pada kakaknya.

Jin Hyuk: (memandang Young Rae, dengan suara gembira) Sudah kelihatan! Hematoma-nya telah ditemukan!

Hong Young Rae tidak terima perlakuan Jin Hyuk pada kakaknya dan mengira Jin Hyuk sedang mencelakai kakaknya. Ia mencabut sebuah pisau kecil Eunjangdo dan mengarahkannya pada Jin Hyuk.

Hong Young Rae: (penuh amarah) Kau ini .. benar-benar … !

Jin Hyuk terkejut melihat tingkah Young Rae, ia segera bangun tak mengerti mengapa Young Rae bisa begini. Yong Rae kemudian mengayunkan pisaunya ke arah Jin Hyuk.

Hong Young Rae: (mengayunkan pisaunya) Mati kau!

Jin Hyuk yang tak menyangka terkena sabetan pisau Yong Rae di lengannya. Jin Hyuk menjadi marah … ia segera menggerakkan tangannya dan berhasil mencekal tangan kanan Young Rae yang memegang pisau.

Jin Hyuk: Kenapa kau? Sudah gila ya?

Young Rae berusaha memukul Jin Hyuk dengan tangan kiri, tapi Jin Hyuk dengan sigap menangkapnya juga.

Hong Young Rae: Lepaskan aku! (nada marah) Kaulah yang gila!  Bukankah kau bilang mau menyelamatkan oraboeniku? Kenapa kau malah melubangi kepalanya?

Jin Hyuk: (nada tinggi) Bukankah sudah kuberitahu tadi? Ini adalah satu-satunya cara untuk mengeluarkan gumpalan darah dari kepalanya!

Hong Young Rae:: (meronta) Lepaskan aku! Cepat lepaskan aku!

Jin Hyuk tetap memegangi kedua tangan Hong Young Rae, tak mau mengambil resiko akan ditusuk. Keduanya bergumul beberapa saat sampai Jin Hyuk tak dapat menguasai keseimbangan dirinya dan jatuh ke belakang sambil menyeret Hong Young Rae, sehingga keduanya saling bertindihan, dengan Hong Young Rae ada di atas.

Hong Young Rae menjadi tertegun sejenak, karena ia tak pernah sedemikian dekat dengan seorang pria, Jin Hyuk sendiri tiba-tiba menyadari kalau ia pernah berada di situasi yang sama.

Kenangannya bersama Mi Na langsung muncul di pikirannya, membuat Jin Hyuk untuk beberapa saat diam saja.

Kemudian Hong Young Rae meronta kembali, berusaha untuk melepaskan dirinya dari Jin Hyuk, tapi Jin Hyuk tetap mencekal erat-erat kedua tangan Hong Young Rae lalu dengan kekuatannya yang lebih besar menggulingkan badannya sehingga ia sekarang justru berada di posisi atas. Kedua tangannya menahan tangan Yong Rae di lantai.

Yong Rae menjadi panik dan berusaha melepaskan diri tapi kekuatannya kalah dengan Jin Hyuk sehingga selalu gagal.

Hong Young Rae: (nada panik) Lepaskan aku! Kau masih tidak mau pergi?

Jin Hyuk: (membuka kain di wajahnya, nada sungguh-sungguh) Dengarkan aku baik-baik! Aku sekarang sedang berusaha melakukan yang terbaik yang aku bisa. Tapi kalau kau masih juga seperti ini menggangguku, oraboenimu tak akan dapat kuselamatkan. Jadi, kau pilih saja sendiri. Kau mau membunuhnya atau menyelamatkan nyawanya?

Hong Young Rae: (tak percaya) Kau penipu! Pembunuh!

Jin Hyuk menjadi kesal, ia menarik bangun Young Rae dan memaksanya ke dekat kepala oraboeninya untuk melihat isi kepalanya.

Jin Hyuk: (nada paksa) Lihat! (Young Rae memalingkan mukanya) Sudah lihat darah yang ada di sana belum? (Jin Hyuk memaksanya melihat)  Inilah yang disebut hematoma! (nada keras) Jika itu tetap dibiarkan dan tak dikeluarkan maka tekanan di otaknya akan meningkat, yang nantinya akan menyebabkan oraboenimu tak akan dapat diselamatkan lagi! Sudah mengerti? Karena itu aku MOHON supaya kau percaya pada apa yang kukatakan!

Hong Young Rae memandang pada Jin Hyuk, yang memandangnya dengan kesal. Jin Hyuk melepaskan Hong Young Rae dan kembali ke tempatnya semula, di dekat kepala Young Hwi. Ia sudah tak mempedulikan lagi Hong Young Rae, terserah si gadis itu mau apa.

Jin Hyuk suedang bersiap untuk melanjutkan operasi ketika tiba-tiba senter yang digantungnya meredup kemudian padam. Jin Hyuk segera terduduk lemas karena ia sangat membutuhkan bantuan cahaya untuk melihat isi kepala Young Hwi.

Hong Young Rae tahu kalau benda asing yang bercahaya itu sangatlah penting saat mellihat betapa kecewanya Jin Hyuk. Ia segera mencari benda yang sekiranya dapat menggantikan, dan dilihatnya kandil lilin yang menyala di dekat sana. Young Rae segera mengambil kandil itu dan mendekatkannya di dekat kepala Young Hwi, menyinari isi kepalanya.

Jin Hyuk yang tertunduk lemas segera mengangkat kepalanya dan memandang tak percaya pada Young Rae.

Hong Young Rae: (nada bersungguh-sungguh) Tunggu apa lagi? Bukankah kau bilang waktunya sudah tidak banyak lagi?

Jin Hyuk merasa lega dan senang, ia menganggukkan kepalanya lalu bersiap melanjutkan operasinya, dengan Hong Young Rae memegangi kandil untuk meneranginya.

Sementara itu …

Kim Kyung Tak memimpin pengejaran terhadap pimpinan para perampok bercadar dan melakukan penggeledahan di satu tempat. Seorang kapten menemukan sebuah pakaian dan memanggilnya, Kyung Tak segera bergegas mendekatinya lalu mengambil pakaian itu.

Kim Kyung Tak: Orang itu sepertinya dia sudah berganti pakaian..

Kilas balik …

Kim Kyung Tak berlari mengejar pimpinan para perampok itu tapi mendapati kapten pertama yang berhasil menebas topi pimpinan para perampok sedang sekarat. Ia segera mengangkat kepala si kapten yang masih bisa berbicara …

Kapten: (terbata-bata)  Pimpinan perampok itu… aku berhasil … membuka cadarnya.

Kim Kyung Tak: (cemas dengan keadaan si kapten)  Cukup! Tidak usah diteruskan lagi bicaranya.

Kapten: Tapi orang itu … adalah…

Si Kapten keburu meninggal sebelum mengungkapkan identitas pimpinan para perampok itu pada Kim Kyung Tak.

Kembali ke masa kini ..

Kapten: (menghampiri) Tuanku!

Seorang kapten sedang mendatangi Kim Kyung Tak membawa seseorang bersamanya, yang tak lain adalah pria yang dimintai tolong oleh Hong Young Rae.

Kim Kyung Tak: (menoleh) Ada apa?

Kapten: Telah terjadi musibah di Kediaman Tuan Hong.

Kim Kyung Tak: (terkejut) Apa?

Kediaman Keluarga Hong

Kamar Operasi

Jin Hyuk sudah selesai mengambil semua hematoma dari dalam kepala Young Hwi berkat bantuan dari Hong Young Rae, yang membantunya membawakan kandil liilin. Young Rae juga menggunakan kain untuk menutupi wajahnya.

Kini Jin Hyuk dengan teliti menjahit kulit kepala Young Hwi sementra Hong Young Rae mengawasinya dengan pandangan kagum. Tak disangka pria di hadapannya ini begitu cermat dan rapi dalam melakukan pembedahan. Kelihatannya ia benar-benar seorang tabib yang andal.

Pagi menjelang …

Jin Hyuk selesai membebat kepala Young Hwi.

Jin Hyuk: Untung kondisinya tidak memburuk, dan pembedahan berakhir dengan lancar tanpa adanya komplikasi.

Jin Hyuk membuka kain di wajahnya ditiru oleh Hong Young Rae.

Hong Young Rae: (nada lega dan ingin tahu) Tapi bukankah masih ada lobang di tengkoraknya?

Jin Hyuk: Setelah ia sembuh, seharusnya tidak akan ada pengaruhnya dengan kehidupan normal sehari-hari … Dan juga akan butuh waktu beberapa hari sebelum dia siuman. Untuk menghindari infeksi, perbannya harus diganti setiap hari dan luka bekas operasinya harus dibersihkan.

Hong Young Rae merasa lega mendengar semua penjelasan dari Jin Hyuk, ia memandang pada kakaknya dan merasa senang karena kakaknya bisa tetap hidup.

Jin Hyuk memandangnya penuh perhatian, Young Rae merasakannya dan balas memandagnnya. Jin Hyuk kemudian mengalihkan pandangannya dan menyibukkan diri untuk mengemasi peralatan bedahnya.

Pandangan mata Hong Young Rae tertumbuk pada baju di lengan Jin Hyuk yang sobek dan mengeluarkan darah akibat tusukannya tadi.

Hong Young Rae: (merasa bersalah) Maafkan aku atas kejadian yang tadi ….

Jin Hyuk menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengannya itu ..

Jin Hyuk: .. Hanya luka tusuk ringan. Tapi … (Young Rae memandangnya)  Apakah kau memang begitu emosional dan jarang mempertimbangkan situasi yang ada? Sifatmu emosional sekali.

Hong Young Rae: E … mo … sional?

Jin Hyuk: Emosional bukan berarti jelek. Hanya saja … kau begitu mirip dengan seseorang yang kukenal.

Hong Young Rae mengejapkan matanya, baru mengerti … Pintu terbuka dan Nyonya Hong masuk diikuti oleh si pembantu. Nyonya Hong segera menghampiri anak lelakinya.

Nyonya Hong: Young Hwi.

Honh Young Rae: Ibu, semuanya berakhir dengan lancar.

Nyonya Hong: (suara lembut) Young Hwi, bisa mendengar suaraku?

Jin Hyuk memandang mereka sejenak lalu bangun berdiri dan memberikan waktu pada mereka sekeluarga.

Nyonya Hong: (nada terharu dan senang) Dia belum meninggal … (memegang tangan Hong Young Rae) Dia tidak mati … masih hidup!

Pembantu: (nada terharu) Tuan muda

Jin Hyuk beranjak pergi, Hong Young Rae menoleh memandang kepergiannya.

Di luar

Jin Hyuk keluar kamar dan menghela napas lega telah menyelesaikan operasi nya dengan sukses.

Tiba-tiba …

Seorang kapten mencekal bajunya dan membantingnya jatuh ke tanah … Jin Hyuk terkejut dan berusaha bangun tapi para prajurit muncul dan mengepungnya. Kim Kyung Tak muncul dengan para anakbuahnya.

Kim Kyung Tak:  Segera ikat penjahat ini!

Para prajurit segera meringkus dan mengikat Jin Hyuk dengan tali.

Jin Hyuk: Tunggu! Sepertinya terjadi kesalahpahaman. Dengar dulu perkataanku!

Kim Kyung Tak: Baguslah kalau begitu, kita tidak usah terburu-buru. Setelah sampai ke Pojung baru kau jelaskan pelan-pelan dan aku akan mendengarkannya.

* Pojung – kantor polisi zaman Joseon

Nyonya Hong, Hong Young Rae, dan si pembantu mendengar keributan di luar sehingga segera keluar tapi menjadi terkejut melihat situasi yang terbentang di depan mata mereka, terutama Hong Young Rae yang melihat Jin Hyuk diikat.

Nyonya Hong: Kenapa kau bisa ada di sini?

Kim Kyung Tak memberi hormat padanya ..

Kim Kyung Tak: Melindungi seorang penjahat itu sebuah kejahatan, aku akan kembali lagi nanti untuk memberikan hormat pada Anda. Aku permisi dulu, lain hari aku akan ke sini lagi menjenguk Young Hwi.

Jin Hyuk dipaksa berdiri, Hong Young Rae merasa kalau ini salahnya. Jin Hyuk memandang pada Hong Young Rae merasa tidak mengerti …

Kim Kyung Tak: Pengawal!

Parapengawal segera menyeret pergi Jin Hyuk, Hong Young Rae menjadi panik …

Hong Yong Rae: (panik) Tuan…

Hong Young Rae segera menghadang para prajurit dan mendekati Kim Kyung Tak

Hong Young Rae: Tuan… aku telah salah mengerti ….

Kim Kyung Tak: (menyela) Tidak. .. Mengirim seeorang untuk memberitahu pihak yang berwenang adalah perbuatan yang benar. (Jin Hyuk memandangnya tak percaya) Sungguh beruntung karena kau tidak sampai dicelakakan oleh penjahat ini. (memberi hormat dan pamit) Permisi dulu.

Kim Kyung Tak segera pergi diikuti oleh para prajuirt yang mendorong Jin Hyuk. Jin Hyuuk sambil berjalan, menoleh berulangkali untuk memandang pada Hong Young Rae. Young Rae sendiri tak sanggup melakukan sesuatu, ia hanya bisa menatap semua ini dengan mata terbelalak … Ia baru saja menjebloskan seseorang yang telah menyelamatkan oraboeninya ke penjara. Hatinya sungguh merasa bersalah.

Pasar Hanyang

Lee Ha Eung sedang berdiri di depan kios makanan saat ia melihat Kim Kyung Tak dengan berkuda sedang memimpin beberapa orang prajurit yang menggusur Jin Hyuk pergi . Lee Ha Eung terkejut dan segera berlari mendekat untuk melihat.

Lee Ha Eung: Oh ho … akhirnya si 100 Nyang tertangkap juga. Sayang sekali, 100 Nyang ku, sia-sia deh.

Kantor Keamanan Hanyang

Jin Hyuk diseret dan dipaksa berlutut di hadapan Kim Kyung Tak, yang berdiri d bangunan utama.

Kim Kyung Taak: (menunjuk pada Jin Hyuk) Kejahatanmu telah tersebar di seluruhkota, sebaiknya kau mengaku saja dan menerima hukumanmu.

Jin Hyuk: Sekali lagi kukatakan, aku sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun.

Kim Kyung Tak: (tak percaya) Di mana antek-antekmu bersembunyi?

Jin Hyuuk: Antek-antek? Antek-antek apa?

Kim Kyung Tak: Dari mana kau bisa tahu ada kereta upeti yang akan melewati jalan tersebut pada malam itu?

Jin Hyuk: Aku tidak tahu apa-apa. Aku sama sekali tidak tahu apa-apa!

Kim Kyung Tak: Sama sekali tidak tahu apa-apa?

Kim Kyung Tak menghampiri Jin Hyuk dan berjongkok di depannya.

Kim Kyung Tak: Kalau begitu, sedang apa kau di sana waktu itu?

Jin Hyuk: … (sulit untuk menjawabnya)

Kim Kyung Tak: Sebenarnya kau ini siapa dan tinggal di mana?

Jin Hyuk: …

Kim Kyung Tak: Pertanyaan ini seharusnya bisa kau jawab, khan?

Jin Hyuk: …

Kim Kyung Tak: Benar-benar orang yang keras kepala!

Kim Kyung Tak berdiri dan memberikan perintah pada anakbuahnya.

Kim Kyung Tak: Pengawal!

Kapten: Ya!

Kim Kyung Tak: Segera siapkan hyeungtul! Sepertinya dia baru mau membuka mulutnya setelah menerima beberapa pukulan dan tulang punggungnya patah.

* Hyeungtul = tempat yang digunakan untuk pemeriksaan, pemeriksaan disini berarti penyiksaan terhukum sampai mau mengaku.

Kapten: (pada prajurit) Segera siapkan hyeungtul!

Prajurit: Baik!

Jin Hyuk menjadi terkejut dan bingung setengah mati, tak tahu bagaimana ia bisa menjelaskan apa yang terjadi padanya dan mengapa ia sampai terjerumus dalam keadaan yang rumit begini …

Sementara itu …

Sebuah Gibang

Di sebuah bungalow Lee Ha Eung sedang ditemani oleh empat gisaeng.

Lee Ha Eung sedang melukis di atas kain hanbok bagian dalam dari seorang gisaeng.

Jin Hyuk: (menyelesaikan lukisan) Selesai sudah lukisan seharga 10 Nyang!

Gisaeng A: Tidak bisa begitu Tuanku, tolong tarik 5 Nyang saja!.

Jin  Hyuk: Coba lihat, masih mau tawar menawar denganku. Dia tidak seharusnya bekerja di gibang, tapi di pasar ikan.

Semua orang tertawa mendengar guyonan itu.

Gisaeng A: (nada manja) Tuan ….

Lee Ha Eung: (minum secawan anggur) Baiklah, berhubung hari ini aku lagi senang, jadi cukup 5 Nyang saja.

Gisaeng A: (senang) Terima kasih, Tuan.

Gisaeng B: Aku juga mau, Tuan.

Lee Ha Eung: Kau juga mau?

Gisaeng B: Iya.

Lee Ha Eung dan yang lain tertawa ….

Gisaeng Choon Hong datang menghampiri …

Choon Hong: (nada keras) Sedang apa kalian? Mengapa begitu ribut?

Para gisaeng langsung tertunduk diam, segan dengan Choon Hong.

Choon Hong naik ke bungalow

Choon Hong: (nada memerintah) Segera pergi dari sini!

Semua gisaeng langsung bergegas pergi meninggalkan Lee Ha Eung yang kelabakan …

Lee Ha Eung: Hei .. Nona-nona…

Setelah semua orang pergi Choon Hong duduk di sebelah Lee Ha Eung, yang memandangnya kesal.

Lee Ha Eung: (kesal) Kau ini…

Lee Ha Eung tak mau mempedulikan Choon Hong dan berbalik untuk minum cawan anggurnya.

Choon Hong: Pangeran Heung Seong yang begitu terkenal di seluruh pelosok Joseon, terpuruk hingga melukis di bawah rok para gisaeng di gibang.

Lee Ha Eung: Mencari uang itu sangat sulit, dan kemampuan yang kumiliki hanyalah keahlianku untuk melukis bunga naggrek. Tak ada sesuatu yang luar biasa mengenai hal itu.

Lee Ha Eung mengambil makanan kecil di meja dan menggigitnya …

Choon Hong: Kau mau uang untuk apa? Di mana lagi baru buka rumah judi yang besar?

Lee Ha Eung: (tersinggung, menoleh pada Choon Hong) Oh ho! Jangan bicara sembarangan! Jika aku masih juga berjudi, berarti aku ini putra seorang pelacur! .Pada kenyataannya sudah setahun ini anakku Myeong Guk, pergi ke sekolah dengan tangan kosong. Aku ini orang yang masih tahu malu. Sebagai seorang ayah setidaknya aku harus melakukan sesuatu untuk anakku.

Choon Hong: Apakah yang kau katakan ini adalah benar adanya?

Lee Ha Eung: Oh ho .. Apakah kau kira aku ini adalah seorang ayah yang tega berbohong saat puteranya membutuhkan uang?

Choon Hong: Kauu butuh berapa banyak?

Lee Ha Eung: Apa sebenarnya yang para biksu itu sedang lakukan? Bodhisattva sedang duduk di sini. (Lee Ha Eung tertawa senang)

Choon Hong: Biarlah kalau aku ditipu sekali lagi.

Lee Ha Eung: Sudah kubilang… jika aku pergi berjudi lagi, aku adalah putra seorang pelacur! (tertawa terbahak-bahak)

Choon Hong hanya bisa tersenyum geli sendiri dan segera mengambil uang untuk diberikan pada pria di hadapannya itu.

Kediaman Keluarga Hong

Hong Young Rae sedang mengemasi barang-barang milik Jin Hyuk dan menemukan jubah dokter Jin Hyuk yang terlipat. Young Rae mengambilnya dan mengamatinya sejenak, menemukan bebreapa huruf yang dijahit di saku atas.

Hong Young Rae: (membaca) Hyeok … Jin..Hyeok Jin.

* Pada masa Joseon, orang-orang membaca dari arah kanan ke kiri

Hong Young Rae lalu mengangkat baju itu, bermaksud merapikannya, tapi sebuah kotak kecil jatuh di pangkuannya. Young Rae segera menaruh jubah dokter dan meraih kotak di pangkuannya. Ia membuka kotak itu dan melihat sebuah cincin berlian di dalamnya. Young Rae mengamatinya dengan pandangan mata kagum ..

Tiba-tiba …

Pembantu: (dari luar kamar) Nona, Anda berada di dalam?

Hong Young Rae segera menutup kotak itu dan menyembunyikannya …

Hong Young Rae: (ke arah luar) Ada apa?

Si pembantu masuk ke dalam kamar menemui nonanya …

Pembantu: Kepala Polisi mengutus anak buahnya datang lagi ke mari untuk mengambil barang-barang milik penjahat itu. Sepertinya dia ada membawa sebuah tas?

Hong Young Rae: (menyerahkan tas coklat) Maksudmu ini?

Pembantu: (mengamatinya) Iya.

Hong Young Rae: Jadi .. Tabib itu … bagaimana keadaannya sekarang?

Kantor Polisi

Jin Hyuk diikat di atas hyeungtul sementara isi tasnya digeledah dan dijejer di sebuah meja di hadapannya.

Kim Kyung Tak: (mengangkat alat suntik) Ini adalah jarum yang dibuat dengan bahan khusus. (mengamati pisau bedah) Ini adalah pisau yang bisa digunaka untuk menusuk orang. (pada Jin Hyuk) Kau ini, ternyata menyembunyikan begitu banyak senjata aneh.

Jin Hyuk: Aku adalah seorang tabib. Peralatan itu digunakan untuk mengobati orang.

Kim Kyung Tak: (menghampiri Jin Hyuk) Peralatan yang digunakan untuk mengobati pasien? (berjongkok di dekat kepala Jin Hyuk) Benar begitu? Kau mau aku percaya padamu?

Jin Hyuk: Iya, memang itulah yang sebenarnya.

Kim Kyung Tak: Kutanya kau sekali lagi. Siapa namamu dan di mana tempat tinggalmu?

Jin Hyuk: Kalaupun kuberitahu kau tidak akan percaya pada perkataanku.

Kim Kyung Tak: Percaya atau tidak itu adalah urusanku. Masih juga tidak mau kau ceritakan semuanya dari awal?

Jin Hyuk: … (mengalihkan pandangannya)\

Kim Kyung Tak berdiri dan merasa kesal pada orang ini.

Kim Kyung Tak: Baiklah. Sepertinya kau memang berencana ingin mati hari ini.

Kim Kyung Tak berjalan ke samping petugas hukuman dan mengambil tongkat darinya.

Kim Kyung Tak: Panjang tongkat ini  adalah sekitar 3 Jang 5 Cheok (sekitar 105 cm). Setiap pukulan akan membuat lidahmu mengendur. Dan pada pukulan ketiga, pengakuan yang kau berikan itu akan sedemikian lengkapnya hingga kejadian sebelum kau lahirpun akan kau ceritakan.

Jin Hyuk panik dan berusah amelepaskan diri tapi tak berhasil.

Kim Kyung Tak menyerahkan tongkat itu pada petugas hukuman.

Kim Kyung Tak: (pada petugas hukuman) Mulai!

Petugas hukuman: (menerima tongkat) Baik!

Tapi sebelum si petugas hukuman melakukan tugasnya, seorang kapten berlari masuk ke halaman dan berseru padanya.

Kapten: Tuan!

Kim Kyung Tak:Adamasalah apa?

Si Kapten tak menjawab, ia minggir dan memberikan jalan pada Hong Young Rae yang ada di belakangnya.

Kim Kyung Tak: Nangjang …

* Nangjang = sebutan hormat untuk seorang nona, bisa berarti tunangan / kekasih.

Hong Young Rae memandangnya sejenak kemudian memberi hormat …

Kim Kyung Tak segera keluar dan menghampiri Hong Young Rae …

Kim Kyung Tak: (khawatir) Nangjang, apakah kondisi penyakit Young Hwi memburuk?

Hong Young Rae menggelengkan kepalanya.

Kim Kyung Tak: (masih khawatir) Kalau begitu apakah terjadi sesuatu pada ibundamu?

Hong Young Rae: (menggelengkan kepalanya) Bukan, bukan itu.

Kim Kyung Tak: Kalau begitu, ada masalah apa sehingga kau sampai datang ke tempat seperti ini?

Hong Young Rae: (nada ingin tahu) Apa yang dikatakan oleh tabib itu? Apakah dia mengaku kalau dia itu seorang anggota kawanan perampok?

Kim Kyung Tak: (nada heran) Dikarenakan oleh rasa penasaran yang begitu mendalam mengenai hal itu sampai-sampai  kau datang sendiri ke mari?

Hong Young Rae: Walaupun sebenarnya memang banyak sekali kejanggalan-kejanggalan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengannya, tapi menyebutnya sebagai seorang perampok sepertinya agak berlebihan menurutku.

Kim Kyung Tak: Seorang pria yang tidak bisa menahan rasa penasaran dalam dirinya maka hidupnya akan menjadi sangat sukar. Apa kau juga ingin membuatku menjadi seorang suami yang tidak beruntung?

Hong Young Rae: …

Kim Kyung Tak: Nangjang … Begitu mendengar bahwa rumahmu didatangi seorang perampok, tahukah kau betapa khawatirnya aku? Sepanjang perjalanan menuju rumahmu, tidak henti-hentinya aku mengkhawatirkan keselamatanmu.

Hong Young Rae: (menunduk) Maafkan aku.

Kim Kyung Tak: Kalau kau sudah tidak ada hal lain lagi yang ingin dikatakan, pulanglah dahulu. Nanti aku akan mengunjungimu …

Kim Kyung Tak memberi hormat dan beranjak pergi, Hong Young Rae merasa hatinya gelisah tak keruan …

Hong Young Rae: (berseru) Aku tak peduli akan hal yang lain, tapi yang kutahu kalau orang itu telah menyelamatkan nyawa orabeoni ku Dan aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Keahlian medis yang dimilikinya sungguh luar biasa. Jika memang benar dia seorang perampok, apakah mungkin dia  akan mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan nyawa orang lain? Aku rasa dia mungkin memiliki beberapa hal yang memang tidak bisa dia katakan.

Kim Kyung Tak: Baiklah, aku sudah tahu. Aku sudah mengerti maksud perkataanmu. Jadi sekarang pulanglah dahulu ke rumah.

Kim Kyung Tak masuk ke dalam halaman dan menemui Jin Hyuk yang masih terpasung di atas hyeungtul. Ia berjongkok di hadapan Jin Hyuk dan menanyainya.

Kim Kyung Tak: Apa niatmu yang sebenarnya? Kenapa kau bisa membopong Young Hwi pulang dan tak tidur semalaman demi menyelamatkan dirinya?

Jin Hyuk: (memandang tajam) Apakah seorang tabib membutuhkan alasan untuk menolong orang?

Kim Kyung Tak memegang tangan Jin Hyuk dan meraba telapak tangannya, yang terasa halus.

Kim Kyung Tak: Kau orang yang sangat beruntung. Young Hwi adalah teman sepermainanku semenjak kecil. Anggap saja sebagai ucapan terima kasihku karena kau sudah menolong temanku sehingga kubatalkan hukumanmu untuk hari ini. Tetapi… Jika Young Hwi tidak siuman dalam beberapa hari ini, berarti pengakuanmu sebagai seorang tabib merupakan sebuah kebohongan belaka. Kalau itu sampai terjadi, hukumanmu akan semakin bertambah berat. (Pada anakbuahnya) Segera lepaskan dia dan masukkan dalam tahanan!

Beberapa saat kemudian ..

Jin Hyuk telah dilepaskan dan ditendang masuk ke dalam sebuah sel tahanan …

Sementara itu …

Di sebuah ruangan …

Lee Ha Eung sedang berkonsentrasi memandang pada kartu-kartu di tangannya … Ia ternyata masih tidak kapok berjudi, dan lawannya adalah Kkae Bok Ah dan teman-temannya. Tampaknya Lee Ha Eung merasa puas dengan kartunya.

Kkae Bok Ah membuka kartunya dan tertawa senang merasa kalau kartunya yang paling bagus dan berniat untuk meraup semua uang taruhan yang ada di depannya, tapi Lee Ha Eung segera menepuk tangannya itu.

Lee Ha Eung: Eit .. eit .. Tunggu dulu! Yan Na Wang telah tiba!

*Yan Na Wang – Raja akhirat

Lee Ha Eung menunjukkan kartunya yang ternyata mengalahkan kartu Kkae Bok Ah. Kkae Bok Ah sangat kesal. Lee Ha Eung tertawa senang dan mengeluarkan kantung uangnya untuk memasukkan semua uang taruhan itu ke dalamnya.

Tiba-tiba ..

Pintu ruangan dibuka paksa, seorang kapten disertai beberapa prajurit masuk ke dalam ruangan …

Kapten: Kalian para bangsat ini… Siang-siang begini malah berkumpul untuk berjudi di sini. Sudah bosan hidup, ya? (pada anakbuahnya) Tangkap semuanya!

Para prajurit segera bertindak meringkus semua orang di dalam ruangan. Lee Ha Eung tak mempedulikan kedatangan para petugas itu dan masih berusaha untuk mengumpulkan uang yang berserakan di lantai kamar, tak rela kehilangan satu senpun.

Si Kapten segera menginjakkan kakinya ke tubuh Lee Ha Eung …

Lee Ha Eung: Lepaskan aku! Aku adalah seorang Yangban! ..  Yangban! Hukum mana yang mengizinkanmu untuk menangkap bangsawan?

* Yangban = bangsawan, kelas sosial yang tertinggi dan terhormat di jaman dinasti Joseon, umumnya terdiri dari anggota keluarga Raja, para menteri dan pejabat, serta beberapa orang yang dianugerahi kebangsawanan oleh Raja. Biasanya kelas bangsawan memiliki hak-hak istimewa di mata hukum, dan sulit untuk dijerat dengan hukum itu sendiri.

Kapten: (nada tak percaya) Oh, bangsawan? Jika kau adalah bangsawan, maka aku adalah raja, dasar bangsat penjudi!

Beberapa saat kemudian ..

Para penjudi itu digiring ke dalam sel-sel tahanan yang ada, beberapa di antara mereka, termasuk Lee Ha Eung dimasukkan ke dalam sel di mana Jin Hyuk dikurung. Jin Hyuk bergerser ke pojok dan tak memandang pada orang-orang yang baru masuk, ia sendiri sudah ada dalam masalah, mana sempat mengurusi orang lain?

Lee Ha Eung yang diperlakukan sedemikian kasar menjadi tidak terima dan berteriak-teriak dari balik kurungan …

Lee Ha Eung: Hei! HEI! Sialan kalian! Berani-beraninya kalian memenjarakan seorang Yangban! Apa kalian Sudah bosan hidup! Segera panggil petugas yang bertanggung-jawab ke mari!

Tapi petugas penjara tidak menggubrisnya.

Jin Hyuk menolehkan kepalanya dan mengenali Lee Ha Eung, tapi ia diam saja.

Kkae Bok Ah: (pada Lee Ha Eung) Tuan! Tuan! Bagaimanapun juga, hutang judimu ditambah dengan hari ini adalah 50 Nyang.

Lee Ha Eung: (nada kesal dan marah) Apa? Dasar bandit! Akan kurobek mulutmu!

Kkae Bok Ah: (menunjuk dengan jari) Apa katamu? Apa kau ingin aku meminta bos Joo Pal Yi untuk melakukan itu padamu?

Lee Ha Eung: (kesal) Sialan. Tidak peduli di luar atau di dalam, semuanya adalah keparat!

Lee Ha Eung sangat kesal dan meludah ke luar sel, tak sengaja ia memandang ke arah Jin Hyuk dan segera mengenalinya … Jin Hyuk memandanginya dengan apa boleh buat dan merasa kesal karena mereka dalam satu sel  …

Lee Ha Eung: (gembira) Coba lihat siapa ini? Bukankah ini si 100 Nyang! (tertawa terbahak-bahak sambil duduk di sebelah Jin Hyuk)  Kita benar-benar berjodoh. Senang sekali bertemu kembali denganmu.

Jin Hyuk: … (menatapnya kesal)

Lee Ha Eung: Eh … tapi omong-omong, jika pada  akhirnya kau juga ditangkap, lebih baik hari itu kau membiarkan aku yang membawamu kemari Kau sungguh pelit sekali terhadap orang yang telah menyelamatkan nyawamu.

Jin Hyuk: (mendengus) Dengar, ajussi… Dalam situasi seperti ini kau masih bisa berkata demikian?

Lee Ha Eung: … (menyadari kebenaran perkataan Jin Hyuk)

Jin Hyuk: Cukup sudah. Bisakah kau berhenti menggangguku?

Lee Ha Eung: Kau ini benar-benar … (berdecak) Sungguh mengecewakan! Aku itu sangat menyukaimu, tahu!

Jin Hyuk: (mendengus) Hah!

Lee Ha Eung: Hubunganku dengan petugas yang bertanggung-jawab di sini cukup baik. Asal kita memberi dia sedikit uang, sekalipun itu hukuman mati, dia juga bisa mencari jalan keluarnya. Semua masalah bisa teratasi dengan 10 Nyang saja!

Jin Hyuk hanya memandanginya saja, sama sekali tidak tertarik dengan tawaran Lee Ha Eung.

Lee Ha Eung: Kau tidak punya anggota keluarga lain yang akan menengokmu di penjara?

Jin Hyuk mendengus tak percaya …

Lee Ha Eung:  Kalau kau sendiri mau cari mati, siapapun juga tidak akan bisa menolongmu.

Lee Ha Eung kemudian berdiri dan berteriak ke arah luar sel tahanan ..

Lee Ha Eung: Hei kalian sialan! Bagaimana bisa kalian mengurung orang semacam aku di tempat ini? Beraninya kalian mengurungku, dasar sialan! Apakah kalian tidak tahu siapa aku? Aku ini adalah kerabat dari Raja, Lee Ha Eung! LI HA EUNG!!!

Jin Hyuk terkejut saat mendengarkan Lee Ha Eung mengumandangkan namanya keras-keras … ia mengenali nama itu dari SejarahKorea! Jin Hyuk mengalihkan pandanganna ke arah Lee Ha Eung yang masih sibuk berteriak-teriak ke arah luar kurungan.

Lee Ha Eung: Berani-beraninya kalian memperlakukan kerabat Raja seperti ini. Apa kalian sudah bosan hidup, ya? Dasar sialan semua!

Jin Hyuk: Hei … Apa katamu barusan?

Lee Ha Eung: Kenapa? Apa kau berubah pikiran?

Jin Hyuk: Katamu tadi siapa namamu?

Lee Ha Eung: Namaku … Li Ha Eung.

Jin Hyuk benar-benar terkejut dan bangun berdiri memandangnya dengan dekat …

Jin Hyuk: Kalau begitu …kau adalah Heungseon Daewon-gun?

* Daewon-gun – Pangeran Besar Wakil Raja.

Lee Ha Eung: Sembarangan! Daewon-gun adalah istilah kehormatan yang biasa digunakan untuk memanggil ayahanda dari seorang Raja semasa hidupnya. Kenapa kau mengucapkan kata-kata yang berbahaya? Apa kau ingin membuatku menjadi seorang pengkhianat besar? Cukup kau panggil aku Heung Seon-gun saja.

* Gun – Pangeran

Jin Hyuk membelalakkan matanya menyadari kalau sosok di depannya ini benar-benar Heung Seon Daewongun

Jin Hyuk: (dalam hati) Heungseon Daewon-gun … Jadi pria ini adalah ayah dari Raja Go Jong, Heung Seon Daewon-gun?

Sementara itu …

Kediaman Keluarga Hong

Hong Young Rae sedang memeras kain lalu menggunakan kain basah itu untuk membersihkan wajah orabeoni nya. Dalam pada itu, Hong Young Rae juga termenung …

Di penjara

Lee Ha Eung: Melubangi batok kepala seseorang demi menolong nyawanya? Ho, ho! Aku sama sekali belum pernah mendengar cara pengobatan semacamitu! (teringat) Betul juga, kau juga pernah menolong Joo Pal Yi dengan cara melubangi lehernya dan meniupkan udara ke dalamnya. Aku sendiri pernah melihatnya dengan kedua mataku sendiri.

Jin Hyuk: Pokoknya, asalkan dia siuman maka dia bisa membersihkan namaku.Hari itu benar-benar hanya kebetulan belaka aku bertemu dengan mereka. Tapi yang pasti aku bukan seorang perampok ataupun pembunuh.

Lee Ha Eung: Aku mengerti. Begitu aku dibebaskan dari sini, aku akan segera ke rumah mereka dan menyampaikan pesanmu ini. Dewa penolong telah mereka tuduh sebagai seorang perampok, jika mereka masih juga berdiam diri dan tak berusaha membantumu, berarti mereka benar-benar orang yang tidak tahu membalas budi.

Jin Hyuk: Terima kasih.

Lee Ha Eung: (menggoyangkan tangannya) Bukan masalah besar. Aku juga bersalah padamu sebelumnya, jadi bantuan yang hanya demikian masih sanggup aku lakukan untukmu.

Jin Hyuk: …

Lee Ha Eung: Tapi …melakukan tindakan medis yang begitu menakjubkan .. Kau …  siapa gerangan dirimu yang sebenarnya?

Jin Hyuk menatap Lee Ha Eung ragu-ragu …

Jin Hyuk: (dalam hati) Jika kuceritakan hal yang sebenarnya, apakah ia akan percaya padaku? Dia pasti akan berbalik mengatakan kalau aku ini sudah gila.

Jin Hyuk: Oh… itu… Semenjak terbangun di pegunungan hari itu, aku sama sekali tidak ingat kejadian sebelumnya.

Lee Ha Eung: (heran) Tidak ingat apa-apa? Apakah dikarenakan kepalamu terbentur sebeumnya?

Jin Hyuk: (mengangguk) Iya, mungkin juga. Yang pasti sepertinya waktu itu terjadi sesuatu di gunung.

Jin Hyuk menunduk, merasa sedikit bersalah karena telah berbohong tapi ini demi menghindari pertanyaan yang lebih lanjut dan masalah di kemudian harinya. Lee Ha Eung menarik napas dan memandang kepada Jin Hyuk, yang menunduk, sedikit iba terhadapnya.

Kediaman Menteri Kim Byoung Hee

Kim Kyung Tak berpakaian biasa menemui Menteri Kim di ruangannya, ia memberi hormat yang selayaknya.

Kim Kyung Tak: Anda mencariku?

Kim Byoung Hee: Hari ini dalam perjalanan pulang ke rumah aku bertemu dengan Kepala Biro Kanan Pojung. Kabarnya kau sengaja menyebar isu tentang adanya katak emas di kediaman Menteri Pendidikan, sebagai perangkap untuk menjaring kawanan perampok tersebut.

Kim Kyung Tak: Aku berhasil membunuh dua kawanan bandit serta menangkap satu.orang. Sisanya pasti akan segera kutangkap semuanya.

Kim Byoung Hee: Benar-benar merupakan kabar yang baik dan aku senang mendengarnya. Harus dipastikan agar kelak kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Kali ini para penjahat itu harus dieksekusi dan dimusnahkan hingga ke akar-akarnya.

Kim Kyung Tak menganggukkan kepalanya mengiyakan dengan wajah sedikit penuh pemikiran.

Kim Byoung Hee: Tapi … mengapa raut mukamu hari ini begitu keruh padahal kau telah melakukan prestasi yang besar? … Aku bertanya padamu.

Kim Kyung Tak: Aku berhasil menangkap seseorang, tetapi untuk menuduhnya sebagai anggota komplotan Mumyeong Ge sepertinya agak tidak masuk akal.

Kim Byoung Hee: Apa ada hal yang membuatmu ragu?

Kim Kyung Tak: Iya, sudah kuteliti telapak tangannya. Tidak kelihatan seperti telapak tangan seseorang yang sering memegang pedang. Lagipula dia mempertaruhkan nyawanya demi menolong putra pejabat tinggi Hong. Sepertinya pengakuannya bahwa dirinya adalah seorang tabib memang benar.

Kim Byoung Hee: Dengan kata lain kita telah menangkap orang yang salah?

Kim Kyung Tak: Dalam hal ini, itu memang yang sebenarnya.

Kim Byoung Hee: (menepuk meja dengan keras) Benar-benar mengesalkan.

Kim Byoung Hee melemparkan sebuah buku di hadapannya pada Kim Kyung Tak. Pada sampul buku itu tertuliskan judulnya: Chun Jo Sil Eui [buku tentang agama Kristen Katolik]. Pada masa itu segala hal yang berbau Kristen Katolik di larang dengan keras.

Kim Kyung Tak: (heran) Bukankah ini adalah buku tentang agama Kristen Katolik?

Kim Byoung Hee: “Tidak peduli umur, status, ataupun kedudukan, di hadapan Yesus semua orang adalah sama.” * Berani-beraninya menyamakan Klan Ahndong Kim sederajat dengan para petani di pedesaan dan juga dengan para kawanan perampok itu! Bukankah ini pernyataan yang sama sekali tidak masuk akal?

* inti dari Injil, penjabaran dari Kisah Para Rasul 10:34

Kim Kyung Tak tergetar mendengar kutipan itu … Ia diam saja …

Kim Byoung Hee: (melihat Kyung Tak diam) Kenapa? Hatimu langsung tergerak? Apa kau, sebagai seorang anak selir, ingin menghilangkan diskriminasi antara anak haram dan anak sah?

Kim Kyung Tak: (nada tinggi) Seribu kali, tidak, sepuluh ribu kali sudah kukatakan bahwa aku tidak pernah mengatakan hal yang seperti itu! Perkataan itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak pantas kuucapkan. Hamba tidak berani …

Kim Byoung Hee: Pakaian orang itu … katamu dandanannya seperti orang barat?

Kim Kyung Tak: Benar!

Kim Byoung Hee: Seorang pemeluk kepercayaan Katolik yang kebarat-baratan, serta komplotan Mumyeong itu ditinjau dari segi manapun keduanya sepertinya memang tidak memiliki hubungan sama sekali. Tapi asalkan dia dipenggal di di depan khalayak ramai sebagai contoh, bukankah itu akan mencerminkan tegasnya hukum di negeri ini. Kau mengerti makna ucapan ku. khan?

Kim Kyung Tak: Iya, Tuanku.

Kim Kyung Tak memberikan hormat pada Kim Byong Hee lalu bangun dan beranjak pergi. Kim Byoung Hee tersenyum puas.

Keesokan paginya …

Lee Ha Eung dibebaskan dari kurungannya …

Lee Ha Eung: (pada penjaga penjara) Jika memungkinkan, aku ingin sekali membacok kalian semua. Tapi kali ini kalian aku ampuni.

Kkae Bok Ah: Eh .. Tuan, tolong cari hyeongnim-ku dan bilang padanya untuk datang membebaskan kami semua.

Lee Ha Eung: (berlagak marah) Keparat! Kau masih punya muka? Enak saja kau mau memintaku melakukannya dengan gratis!

Kkae Bok Ah: Huh?

Lee Ha Eung: Berapa kau bilang hutangku padamu?

Kkae bok Ah: 50 Nyang.

Lee Ha Eung: Kau… bangsat kau!

Lee Ha Eung segera beranjak pergi …

Kkae Bok Ah: Baiklah! Baiklah! Aku merngerti …(memberi tanda dengan tiga jarinya) 30 Nyang. Sama seperti dulu, 30 Nyang.

Lee Ha Eung: Seharusnya kau bilang begitu dari awal!

Lee Ha Eung beranjak pergi tapi Jin Hyuk mendekat di depan selnya, Lee Ha Eung segera menghampirinya …

Lee Ha Eung: (nada menenangkan) Tidak usah khawatir. Di Hanyang ini, tidak ada yang mustahil apabila kau menyebut nama Li Ha Eung. Pasti akan kuusahakan supaya kau bisa dibebaskan.

Lee Ha Eung kemudian pergi dan menengok sekali lagi sebelum keluar dari penjara …

Jin Hyuk: (dalam hati) Li Ha Eung … demi dapat tetap bertahan hidup di bawah pemerintahan Klan Ahndong Kim, ia melewatkan hidupnya sehari-hari bagaikan seorang pengemis. Sanggupkah orang seperti dia itu membebaskanku?

Jin  Hyuk mendesah … ia tak tahu harus berbuat apa …

Sementara itu ..

Lee Ha Eung sedang berjalan menuju ke Kediaman Keluarga Hong sambil bergumam sendiri …

Lee Ha Eung: (pada dirinya sendiri) 50 Nyang? (tertawa senang) 50 Nyang saja! Oh Tidak… tidak… Sudah kutolong nyawanya, 50 Nyang itu terlalu sedikit. Betul! Harusnya 100 Nyang! 100 Nyang baru masuk akal.

Tapi saat melihat kondisi di Kediaman Keluarga Hong, Lee Ha Eung tampak tak tega ..

Lee Ha Eung: (pada dirinya sendiri) Bagaimana kalau 10 Nyang saja?

Lee Ha Eung kemudian masuk ke halaman …

Beberapa saat kemudian ..

Lee Ha Eung berhasil menemui Nyonya Hong dan anak gadisnya, Young Rae, dan meminta sejumlah uang pada mereka …

Nyonya Hong: Membayar uang demi membebaskan dia?

Hong Young Rae: (keluar dari kamar) Bagaimana keadaannya di dalam penjara? Burukkah?

Hong Young Rae menghampiri ibunya dan Lee Hae Eung yang duduk di tengah halaman di atas sebuah tempat duduk.

Lee Ha Eung: Bagaimana harus kujelaskan, ya? Di tempat yang dipenuhi oleh serangga dan tikus… dan mencoba bertahan hidup dengan menyantap sup  yang dimasak hanya dengan kecap (berdecak) … Sekuat apapun dia juga tidak akan sanggup bertahan hidup di sana dalam waktu lama. Lagipula, tidak usah membutuhkan uang banyak. Hanya 10 Nyang saja sudah cukup.

Nyonya Hong: (terkejut) 10 Nyang katamu?

Lee Ha Eung: Tapi kalau memang tidak sanggup, 5 Nyang juga bisa …

Nyonya Hong: (nada keberatan) Walaupun dia memang patut dikasihani, tapi keadaan keluarga kami sendiri juga tidak memungkinkan untuk membantunya.

Hong Young Rae:: Ibu, orang itu adalah tabib yang telah menyelamatkan nyawa orabeoni. Tidak peduli itu 5 Nyang atau 10 Nyang, selama kita masih sanggup menolong maka kita harus menolongnya.

Nyonya Hong: Tapi … kita tidak memiliki uang sebanyak itu.

Hong Young Rae: Aku berhasil menabung sedikit dari hasilku menjahit. (pada Lee Ha Eung) Harap tunggu sebentar!

Hong Young Rae segera bergegas menuju ke kamarnya, sang ibu merasa kalau tindakan itu tidaklah perlu dan berseru padanya …

Nyonya Honh: (menggerutu) Dasar anak ini… (berseru ke arah Young Rae) Bisa saja orang tersebut adalah benar-benar seorang penjahat!

Lee Ha Eung sebenarnya sudah merasa kecewa saat mendengar jawaban dari sang ibu tapi sekarang harapannya melambung mendnegar perkataan dan tindakan dari si gadis itu.

Hong Young Rae masuk ke kamar dan pintunya terbuka sedikit, memperlihatkan sosok Young Hwi, yang terbaring tidur dengan kepalanya terbalut perban, pada Lee Ha Eung.

Lee Ha Eung: (pada Nyonya Hong, dengan nada heran) Tapi … apa benar pria tersebut benar-benar melubangi batok kepalanya?

Nyonya Hong: Aku hidup sampai hari ini, baru pertama kali ini juga melihat hal seperti itu. Mengetuk kepala anakku dengan palu, aigoo… Memikirkannya saja sudah membuatku merinding ngeri, aigoo…

Lee Ha Eung tampak berpikir sesuatu ..

Di Penjara

Jam makan sudah tiba, masing-masing tahanan diberikan sup .. Jin Hyuk mengangkat mangkok supnya dan mencoba untuk meminumnya tapi segera menaruh kembali mangkuk itu dan meludahkan apa yang ada di mulutnya. Kkae Bok Ah dan seorang tahanan berebut mangkuk sup milik Jin Hyuk, dan Kkae Bok Ah memenangkannya, ia segera meminum sup itu dengan lahap.

Jin Hyuk duduk merenungkan nasibnya ..

Jin Hyuk: (dalam hati) Ke depannya aku harus bagaimana? Apa yang akan terjadi padaku? Aku merindukanmu, Mi Na.

Jin Hyuk menyenderkan kepalanya di tembok dan memejamkan mata mengenang kekasihnya itu.

Sementara itu …

Sore hari …

Kediaman Keluarga Hong

Hong Young Rae sedang duduk di teras sambil memegang kotak kecil yang terbuka dan memandang cincin di dalamnya, pikirannya melayang entah kemana.

Terdengar seruan si pembantu memberitahu pada nyonya dan nonanya tentang kedatangan Kim Kyung Tak. Young Rae dengan sigap segera memasukkan kotak kecil itu ke balik hanboknya dan menemui Kim Kyung Tak, yang berjalan diiringi beberapa orang yang memanggul barang. Nyonya Hong keluar dan senang melihat Kim Kyung Tak.

Nyonya Hong: (nada senang bercampur heran) Ada apa malam-malam ke mari?

Kim Kyung Tak: Aku baru selesai bertugas dan sedang dalam perjalanan pulang, sekalian mampir kemari karena ingin mencari tahu keadaan Young Hwi. (pada para kuli di belakangnya) Bawa masuk semuanya ke dalam rumah!

Nyonya Hong: (heran tapi senang) Apa itu semua? Kami selalu saja merepotkanmu. Tidak baik jika semua ini sampai diketahui oleh kedua orang tuamu. Apa yang akan kau lakukan nanit?

Kim Kyung Tak hanya memandang pada calon istrinya sementara Young Rae hanya berdiam diri saja, sama sekali tak memandang pada Kim Kyung Tak.

Kim Kyung Tak: (pada Nyonya Hong) Young Hwi ada di mana?

Beberapa saat kemudian …

Kim Kyung Tak berada di dalam kamar, duduk di samping Young Hwi dan memandanginya, terutama pada noda darah di atas perbannya. Yong Rae masuk sambil membawa nampan dengan secawan air minum di atasnya.

Kim Kyung Tak: Maafkan aku …  Jika saja aku berhasil menangkap kawanan perampok itu lebih awal, Young Hwi tidak akan menderita seperti ini. Ini semua adalah salahku.

Hong Young Rae: Anda tidak usah berkata demikian, ini bukan salah Anda.

Kim Kyung Tak: Kau pasti menderita sekali.

Hong Young Rae menyeret nampan ke hadapan Kyung Tak, yang mengulurkan tangan bermaksud memegang tangan Young Rae. Tapi Young Rae melepaskan tangannya pada nampan tepat sebelum tangan Kyung Tak meraihnya. Ini membuat Kyung Tak salah tingkah sedangkah Young Rae berlagak tak terjadi apapun. Kyung Tak berdehem dan mengambil cawan air lalu meminumnya. Young Rae sama sekali tak menatap pada Kyung Tak.  Kyung Tak selesai minum dan segera beranjak pergi dari kamar itu, tapi sebelum tangannya meraih ambang pintu, Hong Yong Rae bangun dan memanggilnya.

Hong Young Rae: Tuan .. Apa yang akan terjadi dengan tabib itu? Bagaimanapun juga, dia adalah penolong orabeoni .. kasihan jika ia sampai harus dipenjara seperti itu …

Kim Kyung Tak: (menyela, nada kesal) Cukup!

Young Rae terkejut mendnegar nada bicara Kyung Tak dan memandangnya tak merngerti.

Kim Kyung Tak: Itu adalah perintah yang diturunkan dari atas dan wajjib untuk dipatuhi!  Melaksanakan perintah tersebut merupakan tanggung jawab orang yang digaji oleh negara seperti aku. Mengenai orang itu, jangan lagi mengucapkan perkataan yang dapat menimbulkan kesalahpahamanku. Kau mengerti apa maksudku, bukan? Begitu matahari terbit besok, orang itu akan segera dijatuhi hukuman pancung di depan umum!

Kyung Tak segera keluar dari kamar dengan perasaan kesal, ia kemudian melangkah pergi dari kediaman Keluarga Hong. Hong Young Rae merasa tidak enak dan tidak merngerti perkataan terakhir yang diucapkan oleh Kyung Tak, ia segera keluar dan memanggil-manggil Kyung Tak, tapi Kyung Tak berpura-pura tak mendengarnya, ia tetap pergi.

Keesokan pagi ..

Jin Hyuk tampak bingung dengan semua hidangan lezat yang tidak biasanya, yang sekarang disediakan di hadapannya.

Petugas penjara: (pada Kkae Bok Ah dan yang lain) Hei, keluar kalian dan pindah ke sel yang lain!

Jin Hyuk heran dan memandang semua kejadian ini tak mengerti …

Kkae Bok Ah bangun berdiri lalu memberi salam …

Kkae Bok Ah: Tuan tabib… Silakan nikmati makananmu pelan-pelan.
Jin Hyuk tak paham maksudnya …

Kkae Bok Ah memberi salam lagi lalu segera keluar dari sel itu menyusul yang lain, membiarkan Jin Hyuk hanya sendirian di dalam sel tahanan.

Jin Hyuk benar-benar tak habis pikir apa yang sedng terjadi sebenarnya, merngapa semuanya bertingkah aneh terhadapnya pagi ini?

Jin Hyuk segera bangun dan bertanya pada petugas penjara yang sedang mengunci selnya.

Jin Hyuk: Hei … Makanan itu … benar-benar boleh aku habiskan semuanya?

Petugas penjara: (tersenyum mengerti) Makan sekenyang-kenyangnya setelah itu tidurlah dengan nyenyak. Mau masuk neraka juga butuh tenaga.

Jin Hyuk: (tak paham) Maaf… apa maksudmu?

Si Petugas penjara kembudian berjalan pergi meninggalkan Jin Hyuk yang berteriak-teriak memanggilnya …

Sementara itu …

Di tengah jalan tampak seorang pejabat tinggi kerajaan sedang di tandu …

Pembuka jalan: Minggir! Tabib Raja mau lewat!

Tak berapa lama tampak Lee Ha Eung mendatanginya dan menapa …

Lee Ha Eung: Hai,  Tabib Yoo!

Tabib Yoo memberi tanda dan si pria pembuka jalan segera menyuruh para penandu berhenti.

Lee Ha Eung: (tertawa ceria) Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?

Tabib Yoo: Bukankah kita baru bertemu beberapa waktu yang lalu? Cara bicaramu seperti sudah lama tidak berjumpa saja. Tidak usah basa basi.

Saat Lee Ha Eung mulai berbicara, bau menyengat tidak enak keluar dan membuat si Tabib Yoo berulangkali mengibaskan tangan dan memijit hidungya. ^^

Lee Ha Eung: Sebenarnya bukan apa-apa… Tapi ada seorang tabib yang sedang dipenjarakan di Pojung sekarang. Cara orang itu menyembuhkan penyakit benar-benar menakjubkan. Jika dia dihukum cambuk dan menjadi cacat, ilmunya akan tersia-siakan.

Tabib Yoo: Apa kau sedang membicarakan soal pria yang melubangi kepala orang itu?

Lee Ha Eung: Iya. Anda juga sudah tahu tentang itu, Tabib Yoo?

Tabib Yoo tak menjawab dan hanya tertawa lalu menyuruh para penandunya melanjutkan perjalanan. Tapi sebelum itu ia menoleh dan mengabarkan berita padanya.

Tabib Yoo: (membalikkan badan di atas tandu) Ah iya! .. Soal itu tidak usah dibicarakan lagi. Sudah terlambat untuk menolongnya. Kabarnya sudah ada perintah yang turun  untuk memancung kepalanya. (tertawa)

Lee Ha Eung terkejut karena ia baru mendengar mengenai hal ini, ia menatap pada rombongan si Tabib Yoo dengan pandangan mata terperanjat.

Lee Ha Eung melangkah masuk ke halaman Pojung dan tak sengaja melihat Hong Young Rae sedang berada di sana, dan tampaknya sedang beragumentasi dengan seorang petugas penjara.

Hong Young Rae: Sebentar juga boleh. Biarkan aku bertemu dengannya sebentar saja.

Petugas penjara: Apa kau ingin membuatku kehilangan kepala? (mengusir Young Rae) Cepat pulangsana!

Young Rae beranjak pergi dengan hati berat beberapa kali menoleh ke belakang. Lee Ha Eung menghampirinya. Young Rae melihat Lee Ha Eung dan memberi hormat padanya.

Lee Ha Eung: Kau datang untuk bertemu dengan tabib itu?

Hong Young Rae: Betul.

Lee Ha Eung: Kalau begitu tujuan kita adalah sama. Apa ada yang ingin kau sampaikan padanya?

Hong Young Rae menunduk dan tampak raut wajahnya menjadi sedih, Lee Ha Eung merasa tidak tega dan memandang pada si penjaga penjara tadi …

Lee Ha Eung: Tunggu sebentar di sini ya!

Lee Ha Eung pergi menemui si petugas penjara ..

Sementara itu

Di dalam sel tahanan …

Jin Hyuk sama sekali tidak menyentuh makanan yang disediakan untuknya.

Jin Hyuk: (dalam hati) Jika ini adalah mimpi… apakah aku akan terbangun kembali setelah aku mati nanti? Bisakah seperti itu?

Entah bagaimana cara si Lee Ha Eung merayu si petugas penjara karena tampak Hong Young Rae sedang menghampiri sel tahanan di mana Jin Hyuk berada, ia berdiri di sanauntuk beberapa saat tanpa disadari oleh Jin Hyuk yang tertunduk.

Jin Hyuk mendongakkan kepalanya dan terkejut saat pandangannya tertumbuk pada sosok Hong Young Rae yang ada di depan selnya. Jin Hyuk segera bangun dan menghampirinya.

Hong Young Rae: (nada lembut) Kau pasti telah banyak menderita.

Jin Hyuk: .. (menundukkan mukanya)

Hong Young Rae: (merasa bersalah) Sekalipun aku memiliki 10 mulut, aku juga tidak tahu harus berkata apa. Jika bukan karena aku yang melaporkanmu ke Pojung…

Jin Hyuk mendongakkan kepalanya dan memandangnya mengerti …

Jin Hyuk: Ah .. Apakah oppamu sudah siuman?

Hong Young Rae: (menggelengkan kepalanya sedikit) Belum.

Jin Hyuk: Kau sudah menggganti perbannya secara rutin?

Hong Young Rae: (menganggukkan kepalanya) Yang kau sebut desinfektan itu, juga tetap kulakukan siang dan malam.

Jin Hyuk: (senang) Oh ya? Baguslah kalau begitu. (nada meyakinkan) Tidak lama lagi dia pasti akan bangun.

Hong Young Rae: (suara penuh perhatian) Tuan yang datang ke kediamanku telah bercerita padaku kalau kau terkena suatu penyakit sehingga tidak mampu mengingat namamu sendiri.

Jin Hyuk: Ah itu …

Hong Young Rae: Hyuk Jin.Adasulaman di pakaianmu, tertulis .. Hyuk Jin.

Jin Hyuk: Yang benar adalah Jin Hyuk.

Hong Young Rae: Jin Hyuk?

Jin Hyuk: (mengangguk) Benar … Ah kalau dipikir-pikir, aku sampai sekarang juga belum mengetahui namamu.

Hong Young Rae: Yeong Rae …  Hong Yeong Rae.

Jin Hyuk menganggukkan kepalanya, berusaha mengingatnya dalam hati …

Hong Young Rae lalu teringat sesuatu dan memasukkan tangannya ke dalam hanboknya lalu mengeluarkan kotak kecil berisikan cincin berlian dan menaruhnya di atas sebuah kayu palang sel tahanan.

Hong Young Rae: Kelihatannya seperti cincin yang berharga, jadi kubawa ke mari.

Jin Hyuk terkejut dan tak menyangka kalau kotak itu ada di tangan Hong Young Rae, seperti sebuah takdir.

Hong Young Rae: Awalnya kukira itu adalah barang curianmu. Tapi setelah kupikir-pikir, sepertinya ada alasan dibalik semuanya ini.

Jin Hyuk mengambil kotak itu dan membukanya, memandang pada cincin berlian di dalamnya lalu kilas kenangan kembali muncul …

Jin Hyuk menggendong Mi Na ke tempat tidurnya …

Yoo Mi Na: Pernahkah kau mendengar tentang dunia yang paralel?

Jin Hyuk: Apa itu?

Yoo Mi Na: Selain kita yang sekarang hidup di dimensi dunia yang ini, bersamaan di alam semesta yang tidak terhitung banyaknya itu ada dimensi-dimensi lainnya. Dan di dimensi-dimensi itu ada lagi aku yang lain, memiliki rupa yang sama namun menjalani hidup dengan identitas yang berbeda. Benar-benar ajaib dan menarik, khan?

Jin Hyuk membaringkan Mi Na di tempat tidur, Mi Na segera menyelimuti dirinya sementara Jin Hyuk duduk di sampingnya.

Jin Hyuk: Terus? Jadi maksudmu dunia yang berada di dalam mimpimu tadi itu bukan dunia yang ini? Begitu maksudmu?

Yoo Mi Na: (menganggukkan kepalanya, matanya terlihat mengantuk) Uhm …

Jin Hyuk: Walaupun aku tidak sepenuhnya mengerti maksudmu,  tapi aku tetap menyukai dimensi ini karena aku bisa menghabiskan waktu bersama denganmu.

Yoo Mi Na: (mendesah senang) Aku juga (memejamkan mata)

Jin Hyuk: Tidur lagi barang sekejap. (membetulkan selimut)  Jika kau teruskan tidurmu, mungkin kau akan bermimpi indah.

Yoo Mi Na tersenyum dan mengangguk perlahan, matanya tetap terpejam.

Jin Hyuk perlahan-lahan berdiri lalu menghampiri lemari di mana ia menyembunyikan kotak kecil berisikan cincin, membukanya dan menatap cincin itu ….

Kembali ke penjara …

Jin Hyuk tampak memandangi cincin itu, Hong Young Rae berulangkali meliriknya dengna pandangan tak menentu, berpikir untuk siapa cincin itu? Jin Hyuk kembali dari lamunannya lalu menutup kotak cincin itu …

Jin Hyuk: Maukah kau … menyimpan ini untukku?

Hong Young Rae:  (ragu-ragu) Tapi…

Jin Hyuuk: Pemilik dari cincin ini pernah berkata, di dunia ini terdapat banyak sekali dunia-dunia lain yang tidak diketahui … Di sana, kemungkinan ada seseorang yang rupanya persis seperti dirinya sedang hidup di suatu tempat. Jadi .. kupercayakan ini padamu …

Jin Hyuk menyerahkan kotak itu dengan cincin di dalamnya pada Hong Young Rae,  yang dengan sedikit ragu menerimanya.

Tiba-tiba …

Terdengar suara genderang dibunyikan … Jin Hyuk dan Hong Young Rae menjadi terkejut saat mendengarnya ..

Beberapa saat kemudian …

Terdegnar suara genderang berbunyi, mengiringi serombongan prajurit dipimpin oleh Kim Kyung Tak mengawal kereta tahanan yang berisikan Jin Hyuk yang melewati jalanankota.

Tampak Lee Ha Eung berdiri di pinggir jalan menyaksikan prosesi itu sambil berdecak kasihan … Gisaeng Choon Hong dengan kedua rekannya perlahan-lahan dengan langkah lemah gemulai mendekati Lee Ha Eung dari belakang.

Choon Hong: Apakah putera pelacur yang ada di sini?

Kedua rekan Choon Hoong tertawa geli mendengar sindiran itu …

Lee Ha Eung: (belum mengerti) Apa?

Choon Hong: “Jika aku berjudi lagi, maka aku adalah putera seorang pelacur”. Bukankah kau yang mengatakan demikian sebelum ini?

Lee Ha Eung berdehem keras tahu ia tak bisa melawan mulut Choon Hong, yang tersenyum geli melihat tingkah pria yang satu ini.

Lee Ha Eung: Ternyata kau juga bisa datang menonton hal seperti ini.

Choon Hong: Seluruhkotamembicarakan perihal ini, jadi aku datang untuk melihat-lihat. Sudah lama sekali tidak ada orang yang dijatuhi hukuman pancung, jadi orang-orang menjadi begitu bersemangat untuk bisa melihatnya.

Rombongan prajurit berakhir, jadi orang-orang mengikuti mereka dari belakang, termasuk Lee Ha Eung dan Choon Hong, berjalan bersama-sama dengan banyak orang mengikuti iring-iringan kereta tahanan itu.

Lee Ha Eung: Itu semua hanyalah kabar angin belaka. Si terpidana juga bukan seorang pengkhianat besar tapi dihukum pancung di depan khalayak ramai, benar-benar hal yang tidak masuk akal!

Choon Hong: Walaupun perintahnya diturunkan dari Menteri Kehakiman, tapi sebenarnya itu adalah perintah Tuan Menteri Kim .dari Fraksi Kiri.

Lee Ha Eung: (berdecak menghina) Aku bisa melihat jelas hatinya yang busuk. Tidak peduli terbukti bersalah atau tidak, ia hanya ingin memberi contoh dengan mengorbankan tabib ini.

Sementara itu …

Hong Young Rae bergegas mendesak kerumunan orang untuk melihat iring-iringan kereta tahanan. Hong Young Rae berhasil berada di deretan paling depan. Kim Kyung Tak yang memimpin rombongan kereta tahanan itu melihat Hong Young Rae, tapi Young Rae mengalihkan pandangannya, tak mau menatapnya. Young Rae justru memandang ke arah kereta tahanan. Jin Hyuk menyadari kehadiran Yong Rae dan terus memandang ke arahnya selaman kereta tahanan itu lewat di depan Young Rae. Hati Young Rae seperti disayat-sayat sembilu, merasa tak tega melihat kondisi dari Jin Hyuk.

Tiba-tiba ..

Si pembantu keluarga Hong datang berlari terengah-engah …

Pembantu: (terengah-engah, nada girang) Nona! Sudah siuman! Tuan Muda akhirnya siuman juga.

Hong Young Rae hatinya melonjak kegirangan mendengar kabar orabeoninya sudah sadarkan diri, karena ini berarti ia bisa menyelamatkan Jin Hyuk. Hong Young Rae segera berlari menuju ke rumahnya.

Kediaman Keluarga Hong

Tampak Nyonya Hong sedang melayani Young Hwi untuk minum obat. Young Rae masuk ke dalam kamar dan merasa lega dan girang melihat orabeoninya benar-benar sudah sadarkan diri.

Hong Young Rae: Orabeoni…

Hong Young Hwi: Oh .. Yeong Rae…

Hong Young Rae:  Kau benar-benar sudah merasa baikan?

Hong Young Hwi: Aku masih merasa sedikit pusing. Tapi setidaknya aku masih hidup. Itu sudah cukup.

Hong Young Rae: (merasa terharu) Orabeoni …

Nyonay Hong: Langit telah mengulurkan tangannya untuk membantu kita sehingga marga keluarga Hong tidak terputus begitu saja di sini. (menangis gembira) Langit benar-benar telah menyelamatkanmu..

Hong Young Hwi: Ibu, berhentilah menangis. Jika ibu menangis, maka aku akan ikut menangis juga.

Nyonya Hong: Baik… baik… Berbaringlah lagi! Istirahat saja.

Hong Young Hwi: Baik!

Young Hwi akan berbaring lagi tapi adiknya segera mencegahnya …

Hong Young Rae: Orabeoni. Sekarang bukan saatnya untuk beristirahat.

Sementara itu …

Suara genderang masih bertalu-talu …

Banyak orang telah berkumpul untuk menyaksikan hukuman penggal. Jin Hyuk berusaha membebaskan diri dari ikatannya tapi tak berhasil karena ikatan itu terlalu erat.

Jin Hyuk memandang semua orang dengan napas memburu karena panik dna ketakutan.

Di antara para penonton terdapat juga Lee Ha Eung dan Choon Hong, yang menyaksikan dari samping.

Menteri Kim Byoung Hee juga hadir dengan beberapa menteri lain, duduk di tempat kehormatan.

Kim Kyung Tak: (maju dan berseru lantang) Orang ini adalah penjahat yang kejam dan telah melanggar hukum negara kita dengan membunuh hamba dan prajurit Raja. Perhatikan dia dengan seksama dan sampaikan ke seluruh pelosok negeri mengenai kejahatan yang telah ia lakukan.

Algojo segera bersiap-siap dan melemparkan tepung ke arah Jin Hyuk kemudian melakukan ritual menari sebelum memenggal.

Jin Hyuk: (tidak terima, berseru dalam hati) Tidak! Tidak bisa! Aku tidak boleh mati begitu saja seperti ini. Aku …

Saat algojo itu meloncat dan akan memenggal kepalanya, Jin Hyuk segera bangun berdiri dan berseru ke arah orang banyak …

Jin Hyuk: (berseru) Aku…

Semua orang terkejut melihat kenekadan orang hukuman itu …

Jin Hyuk: (berseru) Aku tidak pernah membunuh orang sama sekali! Aku bukan seorang pembunuh juga bukan seorang perampok! Aku sama sekali tidak bersalah.

Dalam pada itu, tiba-tiba mentei Kim merasakan kepalanya sedikit aneh dan pusing .. ia memegang kepalanya dan mengusap-usapnya ..

Kim Kyung Tak: (berseru) Penjahat, sebaiknya kau terima saja hukumanmu!

Jin Hyuk: (beteriak) Jangan mempermainkanku! Kenapa aku harus mati?

Kim Kyung Tak: Apa?

Jin Hyuk: Aku hanyalah seorang tabib!  Tapi mengapa? (berseru) Satu-satunya kesalahan yang pernah kulakukan hanyalah berusaha menyelamatkan nyawa seseorang, tapi MENGAPA?

Kim Kyung Tak: (menghampiri) Jika kau memang sama sekali tidak bersalah…  beritahu aku nama dan tempat kediamanmu!

Jin Hyuk: … (sulit menjelaskan)

Kim Kyung Tak: Mengapa jadi bisu?  (berseru) Mengapa tidak bisa menjawab?

Jin Hyuk: (menarik napas) Aku…  Aku… bukan berasal dari Joseon.ini .. tapi dari sebuah tempat yang jauh dari sini.

Tiba-tiba …

Terdengar seruan dari arah rakyat yang sedang berkerumun …

Hong Young Hwi: Hentikan!

Semua orang menoleh dan melihat Hong Young Rae sedang memapah Hong Young Hwi ke arah tempat hukuman.

Kim Kyung Tak: Young Hwi!

Hong Young Hwi berhenti di depan panggung hukuman dna memandang kepada Jin Hyuk.

Hong Young Hwi:  Orang ini… bukanlah anggota kawanan perampok. Tapi sebaliknya dia adalah orang yang menolongku pada saat aku diserang oleh kawanan perampok. Dia adalah seorang tabib.

Semua orang segera berkasak kusuk mendengar pengakuan itu, para menteri tampak bingung, sedangkan Kim Kyung Tak tahu kalau ia membiarkan Young Hwi terus berbicara maka pendapat masyarakat akan berubah.

Kim Kyung Tak: (nada memerintah) Keluarlah Ini bukan tempat bagimu untuk memberikan kesaksian.

Hong Young Hwi: Memang benar, aku juga tidak ingin datang dan menjadi saksi, tidak ingin.bersaksi ..  tapi jika orang yang telah menyelamatkan nyawaku berada di ambang kematian, aku tidak bisa berdiam diri begitu saja melihatnya mati di depan mataku.

Kim Kyung Tak: (berseru) Kubilang keluar!

Hong Young Hwi: Lagipula, orang ini bukanlah sembarang tabib. Dia melubangi kepalaku untuk mengeluarkan gumpalan darah, sehingga aku berhasil lolos dari kematian.

Hong Young Hwi kemudian melepaskan topinya dan perban yang mengenlilingi kepalanya, memperlihatkan bekas luka operasi di kepalanya.

Semua orang menjadi sangat terkejut, termasuk para menteri, tak ketinggalan juga Kyung Tak sendiri. Lee Ha Eung tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan segera berseru …

Lee Ha Eung: (sambil menunjuk) Aigoo, apa itu? Dia melubangi kepala orang untuk menyelamatkan nyawanya. Benar-benar menakjubkan! Sungguh menakjubkan!

Kim Byoung Hee tak bisa membiarkan hal ini berlarut-larut ..

Kim Byoung Hee: (berdiri) Diam! Itu hanyalah tipu muslihat. Tabib Kerajaan, coba beritahu mereka.

Tabib Yoo: (berdiri dan maju ke depan) Apa yang dikatakan oleh Tuanku Menteri Kim adalah benar. Walaupun yang sakit berhasil diselamatkan nyawanya, itu hanyalah merupakan keajaiban semata. Jika dibilang itu karena kemampuan ilmu medisnya yang luar biasa, itu hanyalah tipu muslihat belaka atau permainan hantu orang barat.

Kim Byoung Hee: Kesimpulannya, yang disebut ilmu medis oleh orang ini hanyalah sebuah tipu muslihat belaka. Oleh karena itu, dosanya sudah cukup untuk mendapatkan hukuman penggal.

Jin Hyuk sungguh tak bisa berkata apapun melihat kebebalan orang-orang itu.

Hong Young Hwi: Sekarang… apa yang harus kita lakukan, Young Rae?

Yong Rae juga bingung tak tahu harus berbuat apa lagi supaya ia dapat menyelamatkan Jin Hyuk.

Kim Byoung Hee: Tunggu apa lagi? Segera laksanakan hukumannya!  Penggal kepala penjahat itu! (berseru keras) Apa kalian tidak mendengar apa yang barusan kuperintahkan? Segera penggal …

Tiba-tiba Menteri Kim berhenti bersuara dan tampak wajahnya menunjukkan raut kesakitan lalu tubuhnya menjadi lemas dan terjatuh, untungnya ditangkap oleh menteri yang berada di sebelah kirinya. Semua orang segera menjadi terkejut dan berseru-seru memanggilnya. Kim Kyung Tak tak kurang terkejutnya, ia segera berlari menghampiri ayahnya …

Lee Ha Eung tak menyangka kalau sampai situasi berubah begitu drastis sampai seperti ini …

Jin Hyuk memandang ke sekeliling kemudian ke arah Menteri Kim yang tak sadarkan diri …

——————————————————————————–

Catatan: Aku ngebut dulu sinopsisnya saja tanpa gambar sampai aku bisa menyusul episode yang tayang di Korea baru mencoba melengkapi gambarnya (kalo sempat ^^ ), jadi harap maklum dan sabar ya ^^

7 comments on “Time Slip Dr. Jin – Episode 02

  1. Hai2 oppa andy!!! numpang bca lge ya^^ crita yang menarik jdi penasaran gmn org yg sdah mju msti belajar seadanya n te2p berhasil pla.. Fighting!

  2. Gila! Mrinding gila soal operasi otak pake alat bngunan!! Huh jantungku berdebar! Pak dokter jangan menyerah tuh di joseon. Wk . Ini kblikannya Kdrama RP yah.. Kalo d RP masa dulu ke masa kni. Tp ini masa kini ke masa dulu. Menarik!

  3. Hehe aku balik lg ke sini:) abis cepet sh, wk
    Semangat nglanjutin sinopnya:)
    .
    Huhu ga ada gambrnya juga ga papa kok, kalo aku malah jd berimajinasi sndri;D and kalo bisa pas soal operasi mending ga usah ada gambrnya. Abis ngeri sh , huhf ngeri pke bgd! wk . Semangat! Lnjt epsdnya:->

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s