Tamra The Island – Episode 07

Berawal dari flashback kisah episode 6, ketika Wiiliam meminta Beo Jin berjanji untuk selalu bersama. Kemudian Park Kyu yang melarang Beo Jin pergi. Wiiliam dan Yan tertangkap oleh para wanita penyelam.
Episode 7
Beo Jin dan Park Kyu pulang bersama ke rumah. Ny. Choi yang sudah menunggu, lalu mengamati mereka berdua yang duduk berseberangan . Ia melihat putrinya dan berkata dalam hati,” buruk sebagai penyelam, wajahnya tidak cantik, dan tubuhnya juga lemah.” Menarik nafas berat dan melanjutkan,”Ia pasti tidak akan menikah di Tamna.”
Lalu gantian memandang Park Kyu.”walaupun tidak baik dalam pekerjaan apapun, namun dia tinggi, bening dan sedap dilihat.” Ia menimbang-nimbang sambil gantian melirik Park Kyu dan Beo Jin. Mereka berdua tentu saja heran.
”Baiklah, walaupun aku sedikit khawatir mengenai penyebab dia diasingkan karena menggoda wanita, itu bisa diatasi dengan memberinya sedikit pelajaran.” Lalu ia tersenyum pada Park Kyu. Park Kyu merasa tidak enak,”apa yang kau pikirkan?”tanyanya. Namun Ny.Choi malah menghampiri Beo Jin dan menanyakan penyebab putrinya melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan, seperti menyediakan sarapan dan keluar malam hari. Ny.Choi curiga bahwa Beo Jin ingin lari bersama Park Kyu. “ah, tak salah lagi kau menggodanya, benarkan?”. Beo Jin menyangkal dan langsung pergi. Sementara Park Kyu salah tingkah dan masuk ke kamarnya.
Seorang lelaki terbahak sambil mengatakan,” aku kira dia hanya vendor rokok, namun ternyata dia juga menilap donasi untuk ke istana. Ckck. Kirim para pencuri ini ke kantor Provinsi Jeju besok!”perintahnya. ini berguna juga untuk memperbaiki imejnya di depan pemerintah Jeju. (Anis belum tahu siapa laki-laki ini,seragamnya seperti polisi). Namun Yi Bang mengatakan bahwa ada hal yang aneh dengan bukti-bukti yang ada di kapal. Namun lelaki itu bersikeras mengirimkan para pencuri ke pemerintah Jeju. Yi Bang akhirnya berkutat dengan kecurigaannya sendiri.
Beo Jin mengunjungi rumah tetua tempat William disembunyikan. Hyang Dol menyambutnya ramah. Beo Jin sempat menyebut nama William, kemudian dengan cepat mengoreksinya dengan lelaki bermata biru. Hyang Dol mempersilahkannya namun terlihat curiga dengan kalung yang dikenakan Beo Jin. Beo Jin memandang William sedih. Beo Jin datang untuk melihat kondisi William dan mengatakan bahwa ia datang pada hari itu, namun polisi sudah berada di sana. William tersentuh. (btw, hanboknya Beo Jin lucu deh). Hyang Dol menyatakan kecurigaannya pada tetua. Melihat kalung itu kemungkinan besar William dan Beo Jin sudah saling mengenal sebelumnya.
Park Kyu dan pembantunya berdiskusi tentang pencuri kuda. Namun meraka belum menemukan titik terang tentang petunjuk pencurian kuda. Isi kargo yang diangkut hanya berisi seafood. Tapi tak ada tanda-tanda kuda sama sekali. Park Kyu semakin curiga dan mengatakan bahwa Yi Bang salah menangkap pencuri.
William makan malam bersama tetua. Ia mencoba mengambil makanan dengan sumpit tapi tidak berhasil. Akhirnya ia menusukknya begitu saja. Hahaha. Tetua bertanya apakah ia pelaut. William menyangkal dan mengatakan bahwa temannya lah yang seorang pelaut. Saat itu Yan sedang mengendap-endap untuk masuk ke dalam rumah tetua. Ia melompati dinding dan ketahuan oleh Hyang Dol. Mereka sempat baku hantam namun dihentikan oleh tetua.
Tetua menyatakan bahwa Yan tidak perlu khawatir karena tempatnya adalah teraman di pulau Jeju (Tamna). Yan tidak suka berbelit-belit dan menanyakan maksud tetua. Yan menawarkan pertukaran.
Park Kyu menyuruh pembantunya pulang dan menitipkan sebuah surat ke Hanyang. Beo Jin keluar dari dapur menawarkan herba untuk menyembuhkan luka. Park Kyu sedikit enggan dan Beo Jin bangkit membawa herbanya kembali. Namun Park Kyu menarik tangannya,”Jangan membuat kekacauan dan memutuskan secara emosional, seperti yang kau lakukan sebelumnya.”
“Tak peduli kemana saja, tak ada hal yang ingin ataupun dapat kulakukan di Tamna. Tak pernah ada yang terjadi dalam hidupku hingga sekarang. William orang pertama yang membuatku bahagia, jadi aku akan pergi kemana saja. Asal bukan di Tamna.”
“Meski begitu kau tak dapat begitu saja pergi dan mengkhianati keluargamu. Walaupun sulit, ini adalah hidupmu.”
“Kau tidak mengerti perasaanku.” Sambil melanjutkan menumbuk herba.”Tapi, kenapa kau mengatakan kau tidak menyukai aku pergi dengan William?”
Park Kyu salah tingkah ketika ia mengingat apa yang dikatakannya malam hari sebelum Beo Jin pergi.
“Tentu saja, jika kau pergi ketua penyelam akan membuatku melakukan hal-hal kecil yang seharusnya jadi tanggung jawabmu.” (ngeleess,wkwkwk). Beo Jin terlihat kecewa. (hayoo, ngarep apa cobaa). Beo Jin meninggalkan Park Kyu. (obatnya ikut dibawa, loh?!?)
William berlatih memegang sumpit. Yan datang dan mengatakan bahwa ia akan pergi dalam beberapa hari. Tetua mengatakan nenek Sulmooondae telah memberikan hadiah pada mereka terkait dengan Tamna. Tetua berencana berkerja sama dengan VOC dan membuang Seorin Sangdan. Mereka berdua berpandangan penuh arti.

Sementara itu di Hanyang, Seorin Sangdan, sedang menjamu beberapa petinggi dengan gisaeng-gisaeng. Seorin memberikan sebuah kotak yang berisi hadiah (barang-barang) dari VOC. Di bawah kotak itu terdapat banyak koin perak. (Anis masih belum ngeh ekspresi apa yang ditunjukkan para petinggi, mereka seperti orang yang abis ketahuan mencuri)

Seorin bertemu dengan Chi Yong yang baru kembali dari menemui tetua. Ia menyampaikan pesan tetua pada Seorin. Seorin mengatakan tetua mulai menunjukkan wajah aslinya, begitu juga kita akan mulai bergerak, namun sebelumnya Seorin ingin ke Nagasaki. Ketika akan pergi Seorin menangkap keresahan di wajah Chi Yong. Ia berhenti untuk mendengar kabar lainnya dari Chi Yong. Chi Yong dengan gusar memberitahu bahwa ada seorang yang diasingkan namun sibuk dengan investigasi ke sana kemari. Ia menyarankan Seorin untuk menyelidiki latar belakangnya.
Yi Bang mengunjungi Park Kyu. Ia akhirnya membebaskan Park Kyu dari tahanan rumah. Namun ia tetap memerintahkan seorang pengawal untuk tetap mengawasi Park Kyu.
Sementara itu Beo Jin kembali mengunjungi Wiliam. William menunjukkan lukisan yang diberikan tetua padanya. Ia mengatakan Beo Jin tampak berbeda dari perempuan-perempuan di lukisan. Beo Jin mendesah. William mengatakan ia yang tercantik, lebih cantik dari lukisan. Beo Jin tersenyum senang dan mengupaskan jeruk untuk William. Sementara itu Hyang Dol mengawasi mereka dari balik pepohonan.
Seorin tampaknya sudah kembali dari Nagasaki. Chi Yong memberikan laporan mengenai identitas Park Kyu. Hasilnya bahwa tidak ada catatan Park Kyu sebagai orang yang diasingkan. Park Kyu mendapat nilai terbaik dalam ujian Negara. Dan anak tunggal dari Park Chul, seorang Yejopanseo (pejabat pemerintahan). Seorin tersenyum, sepertinya ia menyusun rencana.
Sementara itu di kediaman Park Chul, Seorin datang menghadap Ibu Park Kyu. Seorin memberikan hadiah kepada Ny. Park. Ny. Park tampak senang dengan hadiahnya, namun menyembunyikan ekspresinya. Tentu saja Seorin menangkap ekspresi senang tersebut.

Yang penting adalah Seorin mendapatkan informasi tentang Park Kyu langsung dari Ibunya sendiri. Ia tersenyum puas.

Park Kyu meneruskan investigasinya ke pedagang-pedagang pasar. Pengawal mengikutinya. Investivigasi yang dilakukan Park Kyu mengarah ke pelayan tetua. Pengawal tersebut melaporkan temuannya ke Yi Bang. Kkeut Boon menemukan kotak di dasar laut. Ia membawanya ke desa. Para wanita penyelam membukanya dan melihat isinya. Bungkusan kopi. Mereka tidak familiar dengan kopi dan meninggalkannya begitu saja.
Beo Jin mengambilnya dan membawanya ke William. Saat itu Park Kyu juga tiba di rumah tetua yang diikuti oleh Yi Bang. William mengatakan bahwa yang ditemukan Kkeut Boon adalah kopi. Sejenis teh dari Eropa. Mereka saling berpandangan hingga Beo Jin salah tingkah dan memakan biji kopi. William mengatakan bukan begitu caranya sambil mengusap bibir Beo Jin. Ia mendekat. Beo Jin makin grogi dan menjauhkan kepalanya hingga terbentur tiang. Ia lalu berlari dan mengatakan ibunya menunggunya.
Park Kyu entah bagaimana sudah di dalam ruangan tetua. Tanpa ia tahu Beo Jin melihatnya masuk ke dalam ruangan tetua. Park Kyu memeriksa barang-barang di dalam ruangan dan menemukan serbuk yang sama dengan yang dilihatnya di bibir gentong air milik warga. Kemudian ia menyadari seseorang masuk ke dalam ruangan dan langsung menyerangnya dengan pisau. Ternyata itu Beo Jin. Park Kyu lalu menyuruhnya pergi. Namun terdengar suara orang akan membuka pintu.Ia langsung menggendong Beo Jin dan bersembunyi di lemari. Beo Jin tidak mau diam dan ia melakukan segala cara untuk menutup mulut Beo Jin. Hingga terjadilah ciuman tak langsung😀.
Tetua masuk dan menyadari beberapa barangnya berubah tempat. Park Kyu tidak memiliki cara lain. Ia menutup mulut Beo Jin dengan mulutnya. Beo Jin terdiam sementara. Namun akhirnya sadar dan berusaha melepaskan diri. Setelah terlepas Beo Jin berteriak kecil dan tetua menyadarinya. Ia hampir membuka lemari, Hyang Dol keburu memanggilnya. Ternyata Yi Bang datang untuk memeriksa rumah tetua.
Terlambat! Park Kyu, Beo Jin dan William sudah berada di samping dinding. Mereka berusaha melompatinya. Berhasil! Namun dihadapan mereka ada Yi Bang. Yi Bang datang tepat saat Beo Jin dan Park Kyu sedang berpelukan. Tak lama kemudian muncul William dari balik tembok. Mereka berempat terkejut.
NB : tidak banyak hal yang menegangkan di episode ini. mayoritas adalah scene antara Beo Jin-Wiiliam dan Beo Jin-Park Kyu. But still this drama interesting. Awalnya aneh ngeliat busana wanita penyelam. Kayak pake popok. Tapi karena ditugasin bikin sinop ini jadi suka sama dramanya. Drama ini mengeksplor keindahan pulau Jeju. So Far, it’s Good. Happy Reading . Salam Hangat (Akang Park Kyu)

sumber: pelangidrama.net

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s