Tamra The Island – Episode 11

William menunjukkan keramik hasil buatannya yang bergambar Beo Jin berpakaian penyelam pada Beo Jin.
“Apakah ini untukku?”tanya Beo Jin.
“Ya”.
“Tapi aku jelek”ucap Beo Jin. William pun tersenyum.
“Kenapa kau berpikir begitu?. Kau hanya ingin mendengarkanku memanggilmu cantik?”tanya William. Beo Jin pun tertawa kecil. Keduanya pun terdiam, lalu William mengusap wajah Beo Jin seraya berkata,”aku selalu tahu kau akan datang. Walaupun Park Kyu berkata aku tidak akan bertemu denganmu lagi”.
Beo Jin masih terdiam, William pun memegang tangan Beo Jin.
“Beo Jin,berjanjilah padaku kita akan tinggal bersama-sama selamanya”pinta William. Beo Jin pun tersenyum menandakan iya, namun sepertinya hatinya berpikir lain.

 Beo Jin membawa perlengkapan obat ke kamar Park Kyu.

“Meskipun aku telah berkata kasar,kau mengikutinya dengan segala cara”ucap Park Kyu.
“Apakah kau meminta maaf untuk kata-kata kasar yang kau katakan sebelumnya padaku?”tanya Beo Jin. Park Kyu pun terdiam.
“Aku tidak masalah,jadi jangan merasa terlalu bersalah”.
“Kau bisa keluar sekarang”ujar Park Kyu, lalu Park Kyu mencoba meraih kotak obat yang dibawa Beo Jin, namun Beo Jin meraihnya terlebih dulu.

Beo Jin membuka peralatan kotak obat dan bersiap mengobati luka Park Kyu.
“Apa yang kau lakukan?. Aku menyuruhmu pergi”seru Park Kyu.
“Apa kau tidak dengar? Dia mengatakan padaku untuk membantumu (William?)”jawab Beo Jin. Park Kyu keukeuh ingin mengobati lukanya sendiri namun Beo Jin melarangnya.
“Aku tahu betapa sakitnya, berhentilah bersikap keras kepala”.
Beo Jin pun membuka baju Park Kyu, Park Kyu pun menahan sakitnya, Beo Jin terkejut luka yang di dapat Park Kyu.
Dengan keberaniannya ia pun mengobati luka Park Kyu.
“Itu tidak buruk”ucap Park Kyu.
“Apa itu?”.

“Aku pikir, aku tidak akan pernah bertemu kembali. Melihatmu lagi, itu tidak buruk adalah maksud apa yang aku katakan”jelas Park Kyu. Beo Jin yang terdiam hanya memandangi Park Kyu, jyah pandangan Beo Jin hahaha. Ia pun melanjutkan mengobati luka Park Kyu.

Dari luar William memanggil Beo Jin agar keluar. Beo Jin mengiyakan.
“Aku telah selesai, jadi beristirahatlah”ucap Beo Jin pada Park Kyu yang telah selesai mengobati dan membalut kembali luka Park Kyu. Lalu ia bergegas keluar membawa perlengkapan kotak obatnya.

Park Kyu duduk sendirian di samping rumah, Yan pun menemuinya.
“Bisakah kita mempercayai pembuat tembikar itu?”tanya Yan.
“Dia menyelamatkan hidupku dan menyembunyikan kami. Dia dapat dipercaya. Apakah kau sudah menemukan cara untuk pergi dengan orang asing (William)?”jelas Park Kyu.
“Tamna adalah tempat yang kecil tapi di ibukota, akan mudah untuk menemukan jalan keluar”jawab Yan.
“Aku kehilangan kesadaran saat di serang. Selama waktu itu,orang asing itu melarikan diri tanpa sepengetahuanku”.
“Bahkan, jika Beo Jin pergi dengannya, kau tidak masalah?”tanya Yan. Park Kyu pun terdiam.
“kau sudah membuat pilihan yang baik,itu akan menjadi yang terbaik jika kalian berdua jauh dari satu sama lain”tegas Yan.
“Aku tidak melakukannya untukku,tapi demi dia”jawab Park Kyu tanpa keraguaan *jyah demi Beo Jin apa karena cinta muhaha*.
“Pergilah segera”lanjut park Kyu yang bergegas pergi meninggalkan Yan.

Ternyata William memanggil Beo Jin tadi untuk membantu mengecat rambut William haha. Beo Jin pun mengecat rambut William hitam*hebat juga ni masa Joseon ada cat rambut, kenapa nggak ke salon ya bwahaha.
“Tapi aku lebih suka warna rambut William keemasan”ujar Beo Jin.
“Aku ingin menjadi orang yang berambut hitam sepertimu”jawab William.
Tanpa mereka ketahui Park Kyu melihat dari jauh.
“Tidak, di sini kami semua memiliki rambut warna hitam.tapi William special”seru Beo Jin. William pun tersenyum.
“Bahkan jika aku mengubah warna rambutku, aku masih William”.
“Aku tahu. Aku hanya sedikit sedih”jawab Beo Jin. Park Kyu pun melihat kedekatan Beo Jin dan William dengan sedih *cup-cup oppa, banyak yang bersedia memberimu bahu hahaha.

Malam hari Beo Jin dan William masih membereskan perkakas cat rambut. Tiba-tiba yang datang menghampiri mereka.
“Kita berangkat besok pagi, jadi bersiap-siaplah”seru Yan. William pun mengangguk mengerti.
“Besok? Kau akan pergi? Ke mana?”tanya Beo Jin sedikit terkejut.
“Pertama ke Nagasaki”jawab Yan.
“Nagasaki”guman Beo Jin.
“Jika kau tidak ingin pergi,jangan datang”.
“Yan, jangan berkata seperti itu padanya”seru William.
“Beo Jin, kau bisa pergi bersama kami”lanjut William.
“Tapi…Park Kyu…Park Kyu sedang sakit”jawab Beo Jin ragu.
“Jangan khawatir. Aku sudah berbicara dengannya”ucap Yan lalu bergegas pergi.
Beo Jin pun ragu, lalu ia mendekat ke kamar Park Kyu, ia mencoba menengok ke dalam namun diurungkannya, ia pun duduk di depan kamar Park Kyu sedangkan Park Kyu merenung dalam kamar.

 Di tempat Seo Rin sangdan di Hanyang, Seo Rin menemui Hong Goo Rak.

“Aku mendengar bahwa kau mengirim surat ke Yong Dae Gol (orang menginvansi Chosun pada tahun 1636, Raja In Jo umur 14tahun)”ujar Hong Goo.
“Putra mahkota So Hyun memahami nilai bisnis. Dia juga sangat tertarik dengan budaya barat. Dia akan membantu bisnis kami dengan pasti”jawab Seo Rin.
“apakah kau tahu bahwa Park Kyu, putra menteri Kebudayaan dan Pendidikan merupakan teman dekat putra mahkota?”tanya Hong Goo.
“Apakah kau mengatakan bahwa mereka teman dekat?”tanya Seo Rin.
“Mereka belajar bersama-sama. Ketika putra mahkota datang ke Hanyang, pertama ia akan bertemju Park Kyu. Park Kyu adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya putra mahkota”jelas Hong Goo. Seo Rin yang mendengarkan penjelasan Hong Goo pun tersenyum licik.
“Apakah Ha Myeong ada diluar?”tanya Seo Rin.

 Beo Jin sedang menyiapkan makanan untuk Park Kyu. William dan Yan berpamitan pada Park Kyu.

“Terima kasih telah mengantarku dan Beo Jin”ujar William pada Park Kyu seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, namun Park Kyu tak membalasnya.
“Ini adalah metode hormat bangsawan Inggris”jelas William. Park Kyu pun membalas uluran tangan William.
“Selamat tinggal”ujar Park Kyu.
“Aku harap kau kembali ke Hanyang dengan aman”seru Yan lalu bergegas keluar kamar Park Kyu, yang kemudian di susul William.

 “Harap jaga baik-baik Beo Jin”pesan Park Kyu. William pun menoleh ke arah Park Kyu.

“Dia hanya tinggal di pulau Tamna, dia pergi denganmu karena percaya padamu. Tolong jaga baik-baik dia”pesan Park Kyu.
“Park Kyu,jangan khawatir. Seperti Beo Jin melindungiku di Tamna. Aku akan melindungi dia selamanya”jawab William lalu bergegas keluar kamar Park Kyu.

Di luar Yan telah menunggu. Beo Jin yang selesai menyiapkan makanan untuk Park Kyu segera membawa makanannya.
“Di mana Park Kyu?”tanya Beo Jin pada Yan dan William, namun mereka terdiam, Beo Jin pun mengerti, ia pun menaruh makanan yang di bawanya di luar kamar Park Kyu.
“Yandari, kenapa kau tidak keluar menemuiku sebentar?”tanya Beo Jin dari luar. Namun tidak ada jawaban dari Park Kyu.
“Aku harus mengucapkan selamat tinggal padamu sebelum aku pergi. Yandari, tolong keluarlah”bujuk Beo Jin, namun tidak ada jawaban juga.
“Apa tidak peduli,aku harus mengucapkan selamat tinggal sebelum pergi dari sini!”seru Beo Jin.
“Kita harus cepat pergi. Mungkin dia tidak bisa bangun karena ia merasa tidak sehat”jelas Yan. Beo Jin pun pasrah terdiam.

“Beo Jin. Mari kita pergi sekarang”ajak William.
Dengan berat hati Beo Jin menerima uluran tangan William dan bergegas pergi.
Namun Beo Jin menghentikan langkahnya dan berkata,”Yandari, aku pergi! Jaga dirimu baik-baik. Aku harap kau menjadi sarjana yang baik” .Park Kyu yang terdiam di kamarnya pun tak kuasa menahan air matanya.
“Kau tidak harus pergi ke tempat perjudian seperti yang kau lakukan di Tamna. Apakah kau mengerti? Aku akan! Yandari, aku benar-benar pergi!”seru Beo Jin yang berusaha tegar agar tidak menangis. Sementara di kamar menahan tangisnya agar tak terdengar.
Beo Jin pergi dengan meneteskan air mata. Sedangkan Park Kyu menangis sesegukan. Sesekali Beo Jin menoleh ke belakang namun tak ada tanda-tanda Park Kyu muncul.
“Aku akan pergi, selamat tinggal…”guman Beo Jin mantap berusaha menahan kesedihannya.

Yan, William dan Beo Jin pun sampai di sebuah penginapan.
“Kita bisa menunggu di sini sampai orang-orang kelompok pedagang datang. Karena kita harus membeli banyak keperluan di pasar, William kau harus menunggu di sini dengan tenang selama kita pergi. Kau tidak harus keluar meskipun kau mendengar sesuatu terjadi diluar”pesan Yan pada William. William pun mengangguk mengerti.
“Kau pergi denganku”ajak Yan pada Beo Jin lalu bergegas pergi. Beo Jin pun mengangguk.
“Aku akan menunggu di sini. Sampai ketemu”ucap William menenangkan Beo Jin.
Beo Jin pun tersenyum.

Park Kyu keluar dari kamarnya, ia berjalan di pelantaran rumah kakek pembuat tembikar. Ia teringat kata-kata Beo Jin,”William membuatku bahagia untuk pertama kalinya dalam hidupku. Selama William tidak tinggal di Tamna, tidak masalah bagiku”.
Park Kyu pun termenung mengingat kata-kata Beo Jin tersebut.

Tiba-tiba mentor Hodong, eh salah maksudnya kakek pembuat tembikar datang membawa makanan untuk Park Kyu.
“Perpisahan ini,tidak mungkin alami bagi seseorang untuk mendapatkan apa yang dicari, untuk itu tidak peduli berapa kali kau melaluinya. Ini adalah balasan bahkan kau menghadapi orang untuk sementara. Itu bukan pertemuan yang sederhana. Harus begitu sedih memisahkan seseorang yang terhubung denganmu. Meskipun sekarang aku tinggal sendirian”jelas kakek pembuat tembikar (Potter).
“Potter, bisakah anda membantuku?”tanya Park Kyu.
“Apa?”.

Beo Jin dan Yan sampai di pasar, namun seperti di sepanjang perjalanan Beo Jin memasag muka masam.
“Apakah kau tetap menunjukkan terlihat tidak bahagia?”tanya Yan.
“Ya, aku minta maaf. Aku merasa aneh karena aku akan segera pergi”.
“Aku berpikir bahwa kau meninggalkan Tamna sudah mengantisipasi hal itu.”. Yan pun melihat-lihat barang.
“Selamat datang.Lihat, bagaimana dengan ini?”sapa penjual. Beo Jin sepertinya menyadari seseorang. Ia pun bergegas menarik Yan, dan mengajaknya bersembunyi.
Ternyata Beo Jin melihat Chi Yong yang sedang menanyakan ke seorang pedagang mengenai Park Kyu.
“Pernahkah kau melihatnya di pasar?”tanya Chi Yong seraya menunjukkan gambar Park Kyu.
“Ada terlalu banyak orang asing berkunjung ke sini. Bagaimana aku bisa ingat semua itu”.
“Pikirkan dengan hati-hati, orang ini terluka dan bersama orang yang tampak aneh”jelas Chi Yong. Pedagang itu seperti ingat sesuatu.
“Orang tampak aneh, Oh..pembuat tembikar dan pria bertopi datang untuk membeli pewarna”.
“Apakah kau mengatakan dia?”tanya Chi Yong.
“Pria dengan topi mengambil pewarna hitam ini. Dia bertanya apakah pewarna ini dapat dipakai di rambutnya”jelas pedagang. Chi Yong pun mengerti, ia pun bergegas pergi.

Beo Jin dan Yan pun segera keluar dari persembunyian, Beo Jin memikirkan sesuatu.
“Orang-orang dari kelompok pedagang akan datang untuk segera bertemu dengan kita. Mari kita kembali”ujar Yan.
“Yandari”guman Beo Jin agak panik dan bersiap pergi. Yan pun menahan Beo Jin.
“Jika kau pergi sekarang, kau tidak bisa pergi dengan William! Apakah kau pasti harus pergi ke sana”jelas Yan. Beo Jin pun terdiam berpikir.

Yan kembali ke penginapan seorang diri. Yan pun masuk ke ruangan, melihat Yan kembali seorang diri William pun mencari Beo Jin.
“Bagaimana Beo Jin?”tanya William.
“Dia kembali ke Park Kyu”. William pun sedikit terkejut.
“Meskipun aku memperingatkan bahwa ia tidak akan meninggalkanmu jika dia pergi untuk melihat Park Kyu. Ia pergi menemuinya tanpa ragu”jelas Yan.
“Itu tidak masuk akal. Beo Jin tidak akan melakukan itu”.
“Dia memilih Park Kyu daripada kau”.
“Aku perlu memastikannya sendiri”ujar William seraya bersiap pergi namun Yan menahannya.
“Ini adalah kesempatan terakhir kau bisa pergi dari sini. William, kau akan melupakan dan melewati tempat ini dengan berjalannya waktu”saran Yan. William pun menggeleng..
“Tidak, aku tidak bisa. Yan, maafkan aku”ucap William lalu bergegas pergi.

William pun memakai topi capingnya dan berlari, saat ia melihat kuda ia pun menaiki kuda tersebut.

Sementara itu pengawal kerajaan teman-teman Park Kyu telah sampai bersama potter.
“Oh,kau hamper sampai. Hanya di sana. Tidak peduli apa yang kalian, karena kau harus menemukan kesempatan untuk menyelamatkan inspektur kerajaan. Kau harus dipromosikan ke tingkat dua”jelas Potter.
“Ok,mari kita pergi!. Oke!”jawab pengawal kerajaan.

Chi Yong datang ke rumah Potter, ia mengawasi dari jarak jauh rumah tersebut. Ia pun membuka pistol selaras yang dibawanya. Di saat itu, Park Kyu pun keluar dari dalam rumah. Ia pun duduk di depan rumah dan Chi Yong bersiap menembakkab pistolnya. Tiba-tiba terdengar teriakan Beo Jin.
“Yandari, di mana kau Yandari?”teriak Beo Jin. Park Kyu yang mendengar suara Beo Jin pun menghampiri Beo Jin.
“Yandari”panggil Beo Jin.
“Beo Jin”ucap Park Kyu.
“Cepat pergi dari sini,kau harus lari”ujar Beo Jin ngos-ngosan.

“Apakah sesuatu terjadi pada orang asing (William)?”tanya Park Kyu.
Chi Yong masih berusaha menembak Park Kyu namun terhalang oleh Beo Jin.
“Orang-orang yang mengikutimu terakhir kali. Mereka mengikutimu ke sini, kau harus lari sekarang. Kau harus lari cepat!”jawab Beo Jin seraya menarik-narik tangan Park Kyu agar pergi, namun Park Kyu malah menengok ke sekelilingnya. Tiba-tiba ada suara burung pembawa pesan yang terbang di atas mereka. *sepertinya burung dari Seo Rin*, burung itu bersuara dan memutar-mutar di atas mereka.
Sepertinya bunyi pesan burung itu adalah,”kau tidak harus membunuhnya”. Chi Yong pun mengurungkan niatnya dan bergegas pergi. (Seo Rin sudah tahu park Kyu teman putra mahkota jadi dia ingin memanfaatkan hal ini hahaha*sok tahu kakaka).

William sampai di tempat Park Kyu dengan kuda yang diambilnya di jalan. Beo Jin yang akan menghampirinya ditahan Park Kyu, dikira penjahat kali.
William pun turun dari kudanya, Beo Jin memperhatikan dengan seksama sosok William. Beo Jin pun tahu bahwa itu adalah William. Ia pun menghampirinya dengan gembira.
“William”panggil Beo Jin. Tiba-tiba hujan deras turun. William pun melepas topinya hingga cat rambut William pun mulai luntur.
“Beo Jin. Kau benar-benar kembali ke Park Kyu”ucap William sedih.
“William, tidak itu bukan seperti itu”
“Kau datang ke Park Kyu setelah meninggalkan aku sendirian”. Beo Jin pun tak tahu harus bagaimana menjelaskan, park Kyu pun terdiam.

Tiba-tiba pengawal kerajaan dan Potter telah sampai di rumah.
“Oh, orang asing”seru pengawal kerajaan. Mereka pun menodongkan senjata kea rah William. (backsoundnya sedih amat yack).
“Yandari, lakukan sesuatu”pinta Beo Jin.
“Sekarang tidak ada yang bisa kita lakukan”jawab Park Kyu.
“Dia akan dibunuh di Hanyang”ujar Beo Jin yang mulai menangis, Park Kyu dan William hanya saling memandang, William pun pasrah.

Keesokan harinya, Yan bersiap meninggalkan ibukota ia telah menaiki perahu pedagang menuju Nagasaki. Namun ia membuang pebekalannya dan pergi.

Park Kyu dan rombongan sampai di Hanyang (Seoul).
“Tuan muda. Aku Bong Sam! Tuan muda”panggil pelayan Park Kyu.
“Silahkan kembali ke rumah. Ibu anda menunggu anda setelah anda pergi begitu lama”jelas Bong Sam.
“Aku akan pergi ke istana. Kau pulang dengan dia”ujar Park Kyu.
Bong Sam pun memperhatikan ke belakang dilihatnya Beo Jin.
“Oh gadis biasa”seru Bong Sam.
“Aku akan menjelaskan semuanya pada ibuku nanti. Jangan menyebutkan apa-apa tentang ibu padanya, apakah kau mengerti?”jelas Park Kyu.
“Hei, apa yang kau lakukan di sana, kemarilah cepat!”teriak Bong Sam.

Beo Jin pun turun dari kereta kuda, ia berpamitan pada William.
“Maafkan aku”ucap Beo Jin.
“Aku akan baik-baik saja”jawab William.
“Apa sih yang kamu lakukan di sana? Kemarilah cepat”teriak Bong Sam. Dengan sedih Beo Jin pun pergi meninggalkan William. Park Kyu dan rombongan pun berangkat menuju istana. Beo Jin memandang kepergian William dengan sedih.

Park Kyu dan William pun sampai istana.
Begitu pula Bong Sam dan Beo Jin, namun Beo Jin masih ragu-ragu masuk rumah Park Kyu.
“Masuklah”seru Bong Sam. Beo Jin hanya melongo tak tahu harus berbuat apa.
“Apa yang kau lakukan di sana? Ayo cepat kemari”seru Bong Sam. Dengan segenap keberaniannya Beo Jin pun menyusul Bong Sam.
“Nyonya, Bong Sam telah kembali”seru Bong Sam.
“Nyonya”lapor Bong Sam. Ibunya park Kyu pun segera berlari keluar rumah.

“Apakah Park Kyu? Anakku Park Kyu yang sangat berharga akhirnya!”seru ibu Park Kyu. Namun ia agak terkejut saat dilihatnya Park Kyu tidak ada.
“Apa?”. Yang dilihat hanya Bong Sam dan Beo Jin yang bersembunyi di belakang Bong Sam.
“Tuan muda langsung pergi ke istana”jelas Bong Sam.
“Dia?.”guman ibu Park Kyu.
“Nyonya…”. Lalu Bong Sam menarik Beo Jin.
“Siapa yang…dia?”tanya ibu Park Kyu. Beo Jin hanya tersenyum hahaha.

Di istana, Park Kyu dan William menemui raja.
Park Kyu pun memberi hormat pada Raja In Jo, William yang tak mengerti tata cara memberi hormat pada raja pun mengikuti apa yang dilakukan Park Kyu.
“Tunjukkan wajahmu. Kau telah melakukan banyak hal. Aku mendengar pekerjaanmu di Jeju. Kau melakukan pekerjaan besar”puji Raja.
“Kebajikan dari Yang Mulia maksimal”balas Park Kyu. Lalu raja memperhatikan William.
“Apakah dia orang asing yang datang bersamamu dari Jeju?”tanya Raja.
“Apakah Park Yeon ada di sini?”lanjut Raja.
Park Yeon, seorang menteri yang juga keturunan asing pun menghadap.
“Ya, saya Yang Mulia”jawab Park Yeon.
“Tanyakan padanya mengapa ia datang ke Chosun, dapatkan keterangannya secara rinci”perintah Raja.
Park Yeon pun mulai menginterogasi William dengan bahasa Inggris namun dengan pertanyaan-pertanyaan aneh hahaha.
“Jadi, mengapa kau datang ke sini? Dengan siapa kau tidur?”. William hanya melongo hahaha.
“Tidak, tidak, bukan itu yang aku maksud. Mengapa kau berdiri di sini?”tanya Park Yeon lagi, namun William tidak menjawabnya yang ngasih pertanyaan aja bingung apalagi yang jawab kakaka. William pun menoleh ke arah Park Kyu.
“Kenyataannya, saya telah tinggal di sini selama 13 tahun. Saya benar-benar lupa bahasa Belanda”ucap Park Yeon. Menteri-menteri yang lain pun berbisik-bisik.
“Kenapa kau tidak membiarkannya menjawab secara langsung? Untuk orang asing”saran Raja..
“Saya telah mengajari bahasa Korea dalam perjalanan ke Hanyang. Dia bisa berbahasa Korea cukup baik sekarang”ujar Park Kyu.
“Dia harus cukup cerdas. Umumnya orang-orang memiliki sesuatu yang lain dalam pikirannya”sindir Raja. William pun terdiam.
“Apakah kau tahu bagaimana membuat sejata dan kapal berlayar di lautan? Apa yang kau lakukan sebelumnya?”tanya Raja.
“Sejak ibu saya tidak mengizinkan saya melakakukan bisnis. Saya membaca buku dan menulis beberapa”jawab William.
“Jadi kau pria lemah. Biarkan orang asing ini tinggal di kediaman Park Yeon dan mengawasinya untuk sementara. Namun, kita tidak akan membiarkan dia memiliki kontak dengan orang lain, untuk memutuskan apakah ia baik atau buruk. Jika ia bertindak mencurigakan seperti mata-mata atau membuat kesulitan untuk orang lain, dia akan di hukum sesuai dengan undang-undang Chosun”jelas Raja. Park Kyu pun hanya bisa mengikuti perintah Raja.
William keluar istana bersama Park Yeon, orang-orang di sekelilingnya memandang aneh William.
“Apa yang kau lakukan! Ikuti aku!”ajak Park Yeon yang melihat William malah sibuk mencari-cari sosok Park Kyu.
“Aku harus pergi dengan Park Kyu. Aku harus bertanya di mana Beo Jin”jawab William.
Park Yeon pun malah memakaikan topi caping ke kepala William, agar William terlihat tidak terlalu mencolok.
“Mari kita pergi! Pergi!’ajak Park Yeon. William pun menurut.
Di kediaman Park Kyu, Beo Jin menemui ibu Park Kyu.
Ibu Park Kyu pun memperhatikan Beo Jin dari ujung rambut sampai ujung kaki, Beo Jin merasa tidak nyaman haha.
“Dia tampak rendah hati karena mereka di serang oleh bandit dalam perjalanan ke Hanyang”ujar Bong Sam mencairkan suasana.
“Lalu, seperti apa keluargamu?”tanya ibu Park Kyu. Beo Jin nampak berpikir.
“Oh..Dia..adalah…”jawab Bong Sam terpotong, lha ini yang ditanya sapa yang jawab sapa hahaha. Ibu Park Kyu pun memasang wajah serius ke arah Bong Sam.
“Dia adalah putri dari Daesanggoon dimana tuan muda tinggal. Dia datang ke sini dengan tuan muda untuk beberapa alasan”jelas Bong Sam.
“Daesanggoon”tanya ibu Park Kyu.
“Daesanggoon. Apakah anda tidak tahu apa Daesanggoon.Ini adalah yang terbaik di Jeju!”jelas Beo Jin.
“Oh, baik-baik saja. Daesanggoon. Kau mengalami banyak kesulitan untuk sampai di sini”ujar ibu Park Kyu. Beo Jin hanya tersenyum.
“Bong Yeon”panggil ibu Park Kyu pada pelayan wanita.
“Ya, Nyonya”.
“Bawa wanita ini ke kamar tamu dan membantunya mengenakan pakaian yang layak”. Bong Yeon pun mengerti lalu ia mengajak Beo Jin pergi. Beo Jin berpamitan pada ibu Park Kyu sampai membungkuk 3 kali haha saking nervousnya ketemu calon mertua ya Beo Jin muhaha.
Ibu Park Kyu pun masih meragukan Beo Jin be3rasal dari keluarga terpandang apalagi ditambah penampilan Beo Jin yang kumal ckckck.
Bong Yeon pun mengantar Beo Jin ke ruang tamu dan mengambilkan hanbook yang cantik..
“Nona, silahkan ke sini. Aww, itu begitu cantik”puji Bong Yeon saat mengepas baju ganti untuk Beo Jin.
Bong Yeon pun menutup pintu dan membantu Beo Jin berganti baju. Di sana juga telah tersedia aneka bedak. Bong Yeon pun menumbuk beberapa bahan bedak dicampur bunga, bedak yang aneh muhaha. Bong yeon pun mendadani Beo Jin dan mengepang rambut Beo Jin. Beo Jin pun terpana dengan penampilan barunya.
“Beristirahatlah”pesan Bong Yeon lalu bergegas pergi.
“Oh…..permisi”ujar Beo Jin. Bong Yeon pun mengehentikan langkahnya.
“Dimana Do Tong (toilet gaya Jeju)?”tanya Beo Jin.
:”Apa itu Do Tong?”.
“Hmm, Do Tong. Kamu tidak tahu apa itu Do Tong?”tanya Beo Jin. ( Beo Jin dan Park Kyu sama-sama susah ke toilet dulu pas Park Kyu mau ke toilet juga susah, begitu pula Beo Jin hahaha).
“Ada beberapa wadah (wadah = “Tong” dalam bahasa korea” di dekat dapur”jawab Bong Yeon.
“Ah, di sana”guman Beo Jin. Bong Yeon pun menjelaskan letak tong di dapur dan cara pergi ke sana dan menggunakannya. Namun yang di maksud Beo Jin buka itu hahaha lha Beo Jin mau ke toilet buat BAB haha.
“Lalu, berisitirahatlah”pesan Bong Yeon pamit. Beo Jin pun mengehla nafas.
“Di Hanyang, tamu harus berada di posisi yang mulia. Bahkan dia tidak mengizinkanku untuk melakukan sesuatu. Sekarang, aku harus memahami mengapa Yandari tidak berguna ditempatku. Namun, ini terlalu pengap”guman Beo Jin.
Di rumah Park Yeon, anak-anak Park Yeon mengintip William yang duduk sendirian. William pun melambaikan tangan pada putri-putri Park yeon yang masih imut-imut hehe. Tiba-tiba datang Park Yeon yang menyuruh kedua anaknya pergi bermain. Kedua anaknya pun menurut.
Lalu Park Yeon menghampiri William.
“Kau harus tinggal di sini untuk sementara”ujar Park Yeon.
“Lalu, aku tidak bisa pergi ke mana saja?”tanya William.
“Kau harus berpikir, kau beruntung bisa bertahan hidup di sini. Ketika aku datang ke sini pertama kali, aku harus bekerja keras dengan waktu (yang disebut juga Pittong untuk kiasan dalam bahasa Korea)”jelas Park Yeon.
“Pittong? (tinja darah)?”ulang William, William salah mengerti hahaha.
“Benar, Pittong, jadi jika kau tidak bergaul, kau akan dalam kesulitan besar. Apakah kau mengerti?”.
“Kapan aku bisa bertemu Beo Jin?”tanya William.
“Jika kau memberikan kesan yang baik pada Raja, kau bisa secepatnya bertemu”. William pun mengangguk mengerti. Lalu Park Yeon pun mengajak makan William. Pelayan Park Yeon pun datang membawa makanan, pelayan itu pun terus memandang William. *cakep ya bu hahaha, ada bule nyasar haha.
“Kenapa kau menatapnya begitu lama? Cepat pergi melanjutkan pekerjaanmu”seru Park Yeon, pelayannya pun mengerti dan bergegas pergi.
Park Yeon dan William pun mencicipi makanan yang dibawakan pelayan Park Yeon.
Di lain tempat Park Kyu telah sampai di rumahnya, ibunya pun terharu menyambut kedatangan putra semata wayangnya ini sampai-sampai ga pake sandal hahaha.
“Park Kyu, Kyu-ku, Kyu-ku yang tampan, kau begitu kurus. Kau telah bekerja keras”guman ibu Park Kyu.
“Ibu, aku baik-baik saja”jawab Park Kyu”.
“Tidak, jangan bilang seperti itu. Tangan lembutmu menjadi kering dan terkelupas semua seperti hatiku”.
“Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir tentangku”jelas Park Kyu agar ibunya tidak khawatir.
“Btw,wanita yang datang bersamamu itu siapa?”tanya ibu Park Kyu.
“Dia…dia adalah putrid dari keluarga di mana aku tinggal di Jeju. Dia punya beberapa alas an untuk datang ke Hanyang dan aku memintanya untuk tinggal di tempat kita”jelas Park Kyu yang sempat salting hahaha.
“Oh, begitu? Aku bisa mempercayai kata-katamu, kan?”. Park Kyu pun tersenyum.
Tiba-tiba ayah Park Kyu pun tiba.
“Ayo, berhenti menganggu anakmu yang merasa lelah setelah perjalanan panjang. Tolong tinggalkan dia, sayang”seru ayah Park Kyu. Park Kyu pun tersenyum pada ayahnya.
Park Kyu menemui ayahnya dan memperlihatkan lambang perdagangan Seo Rin.
“Aku meneliti pola ini karena kau memintaku melakukannya. Tak ada orang yang tahu tentang hal ini di ibukota. Apa yang di bumi ini?”jelas ayah Park Kyu.
“Ini berhubungan dengan orang-orang yang saya tangkap di Jeju”.
“Orang yang terkait dengan masalah ini”tanya ayah Park Kyu.
“Pasti ada beberapa orang yang bekerja dengan mereka di Hanyang. Aku belum tahu mengapa mereka membantu orang-orang itu. Aku berpikir bahwa harus ada seseorang yang kuat di belakang mereka”jelas Park Kyu.
“Apakah itu alasan kenapa kau ditugaskan bekerja sebagai jaksa?”.
“Kita harus menangkap pelakunya”.
“Kau benar, Jadi…apakah kau memperluas pandanganmu tentang dunia ini?”tanya ayah Park Kyu.
“Aku Park Kyu,ayah”jawab Park Kyu penuh kepercayaan diri.
“Apa bocah bodoh”ejek ayahnya. Park Kyu hanya tersenyum menanggapi gurauan ayahnya.
Chi Yong dan Seo Rin menemui seseorang pemilik pewarna kain.
“Siapa kau?”tanya pemilik pewarna kain.
“Apakah kau pemilik usaha pencelupan ini?”tanya Chi Yong.
“Itu benar,lalu?”jawab pemilik pewarna kain.
“Guruku ingin melakukan bisnis denganmu”.
“Apa yang akan kau lakukan, ini hanya garmen yang dijual di pasar? Itu sangat menarik”guman pemilik pewarna kainj seraya bergegas pergi.
“Kau bahkan tidak cocok dijadikan budak” ujar Seo Rin yang tiba-tiba muncul dari balik kain. Pemilik pewarna kain itu pun menoleh ke arah Seo Rin. 

“Apakah kau mengingatku?. Bagaimana kau begitu mudah melupakan orang yang kau cekik sampai mati?”tanya Seo Rin. Pemilik pewarna kain itu pun terkejut, lalu ia mengingat saat ia mencekik seorang anak kecil yang melihatnya membunuh ayahnya.
Seo Rin pun tersenyum licik. Dan bapak tua pemilik pewarna kain itu pun mati gantung diri, sepertinya di bunuh oleh Chi Yong, namun dibuat seolah-olah bunuh diri.

Park Kyu melangkah ke kediaman yang ditinggali Beo Jin namun dia mengurungkan niatnya, tiba-tiba Beo Jin membuka pintu kamarnya. Park Kyu pun terpana pada Beo Jin *sudah jadi cantik ya hahaha
“Kau…kau benar-benar…”pikir Park Kyu. Beo Jin pun menunjukkan rambutnya yang telah dikepang.
“Kau tidak terlihat berbeda sama sekali, tidak peduli apa yang kau pakai”ejek park Kyu untuk menutupi rasa sukanya hahaha. Beo Jin pun jadi berubah masam.
“Seorang gadis jelek tidak akan berubah dengan memakai pakaian yang berbeda”tambah Park Kyu. Jyah ni Park Kyu kalau suka bilang aja cantik nggak usah begitu dah kakaka.

“Aku tidak mengenakan pakaian ini karena aku ingin. Wanita itu membuatku memakai ini”seru Beo Jin. Park Kyu hanya tersenyum.
“Omong-omong, bagaiman dengan William?”tanya Beo Jin yang masih khawatir dengan William.
“Kau selalu berbicara tentang William setiap kali kau melihatku dimanapun kau pergi. Jangan khawatir tentang dia. Dia aman!”jawab Park Kyu.
“Itu berita bagus. Lalu, kapan aku bisa melihatnya?”.
“Jangan mencoba untuk melihat dia untuk sementara ini. Dia tidak diizinkan untuk meninggalkan kediamannya untuk sementara waktu”jelas Park Kyu.
Beo Jin pun mengangguk. “Hal ini cukup baik, karena aku tahu bahwa ia masih hidup. Lalu, aku akan melihatnya lagi suatu hari nanti”guman Beo Jin.
“Jika, kau terlalu mengkhawatirkan William. Mengapa kau datang kembali menemuiku sebelumnya?”tanya Park Kyu. Beo Jin pun agak terkejut. Namun tiba-tiba Bong Sam memanggil Park Kyu.
“Tuan muda, Oh kau ada di sini… oh… aku membuat menyiapkan tempat tidur anda. Silahkan pergi beristirahat. Cepat”ujar Bong Sam. Park Kyu pun menurut. Bong Sam pun memberi kode pada Beo Jin agar juga beristirahat. Namun Beo Jin masih memikirkan William.

Di tempat Park Yeon, William merubah tatanan rambutnya sama seperti orang Chosun dibantu Park Yeon lihat gambar haha).
“Sekarang, rambutmu menjadi seperti jambul, kau terlihat mirip seperti orang Chosun”ujar Park Yeon.
Tiba-tiba datang pelayan mengantarkan pancake kimchi dan arak. Park yeon dan William pun mencicipi hidangan tersebut.
“Jika kau ingin bertahan di Chosun. Kau harus di sukai oleh raja dan bangsawan. Lalu, kau dapat menemui Beo Jin atau siapa pun juga dan kemudian menikah dan memiliki anak…untuk hidup yang lama”jelas Park Yeon.
“Apapun yang aku lakukan dengan baik, aku bisa bertemu Beo Jin?”tanya William. Park Yeon bukannya menjawab malah minum arak hahaha.

Chi Yong menemui Seo Rin.
“Park Kyu telah ditetapkan sebagai jaksa”ujar Chi Yong.
“Dia tidak sepintar seperti yang aku harapkan. Dia membuang-buang waktu untuk kasus yang sudah di tutup. Itu bagus, sebaliknya untuk kasus yang tidak memiliki bukti atau petunjuk dia pasti akan sulit menyelidiki hal itu. Hari ini putra mahkota So Hyun datang kembali ke Chosun”.
“Itu benar”jawab Chi Young. Seo Rin dengan senyum khasnya memandang bulan.

Beo Jin melepas pakaian barunya dan memakai pakaian lamanya. Ia pun merasa lega dan puas namun tiba-tiba ia merasa mulas.
“Aku sudah duduk dan makan sepanjang hari tanpa melakukan apa-apa. Tampaknya aku telah salah pencernaan”gumannya. Lalu beo Jin terpikir ke toilet seperti yang dijelaskan Bong Yeon. Ia pun membuka-buka pintu rumah, ternyata ia membuka kamar para pelayan laki-laki tidur hahaha. Beo Jin pun menutup kembali pintu kamar tersebut dengan keras, hingga Bong Sam terbangun. Bong Sam pun berseru ada pencuri hingga membangunkan seluruh orang rumah termasuk ibu Park Kyu. Park Kyu yang belum tidur pun segera keluar kamar. Para pelayan yang terbangun pun berpencar mencari pencuri yang di bilang Bong Sam.

Beo Jin pun bertemu Park Kyu.
“Yandari”panggil Beo Jin.
“ Berhati-hatilah .Seorang pencuri masuk ke dalam rumah”ujar Park Kyu.
“Apa yang harus aku lakukan?”guman Beo Jin seperti orang menahan sakit hahaha. Park Kyu pun menyadari ada yang aneh dengan Beo Jin, ia pun memperhatikan Beo Jin.
“Do Tong (toilet tradisional Jeju)”ujar Beo Jin.
“Do Tong?”ulang Park Kyu. Beo Jin mengangguk.
Ayah dan ibu Park Kyu yang terbangun pun telah keluar rumah.
“Tuan, tampaknya si pencuri telah melarikan diri”lapor Bong Sam.
“Apakah itu benar-benar pencuri?”tanya ayah Park Kyu.
“Tentu saja, tuan”.
“Berhenti membuat keributan dan cari dengan ketat”perintah ayah Park Kyu.
“Ya”jawab para pelayan.

“Tuan muda”seru salah seorang pelayan saat mereka berbalik melihat Park Kyu dan Beo Jin lihat, mana Beo Jin berpegangan pada Park Kyu.
“Beraninya kau berpegangan pada Kyu – ku?”seru ibu Park Kyu.
Park Kyu hanya berdehem lalu bergegas pergi ke toilet dan memberi kode pada Beo Jin agar mengikutinya. Beo Jin pun tak dapat menahan rasa malunya melihat orang tua Park Kyu. Lalu ia menyusul Park Kyu.
“Nona”panggil Bong Yeon.
“Nona, mereka bahkan pergi ke kamar mandi bersama-sama”bisik-bisik pelayan. Ibu Park Kyu pun hanya bisa menahan nafas melihat ulah kedua muda-mudi ini kakaka.

Keesokan paginya ibu Park Kyu memanggil Beo Jin menghadap. Suka dengan desain interior tatami di belakang ibu Park Kyu, desain interior masa Joseon emang keren muhaha.
“Apa yang terjadi semalam?”tanya ibu Park Kyu. Beo Jin pun bingung harus jawab apa haha.
“Tidak, sebenarnya”jawab Beo Jin.
“Di Jeju, setiap malam kau juga mencari Kyu-ku?”. Beo Jin diam mengingat.
“Tidak setiap malam, tapi kadang-kadang”. Lalu Beo Jin merasa mual.
Ibu Park Kyu pun mulai berpikir yang aneh-aneh haha.
“Tidak, Kyu-ku tidak akan pernah melakukan itu…”guman ibu Park Kyu.
“Hari ini saya sakit perut”ujar Beo Jin, lalu ia seperti mau muntah, mual-mual seperti gejala orang hamil hahaha. Ia pun segera pergi dari hadapan ibu Park Kyu. Ibu park Kyu pun sangat terkejut.
“Tidak, itu tidak dapat. Kyu-ku tidak akan. Tidak peduli apa. Oh tidak”guman ibu park Kyu tak percaya.

Di istana raja mengadakan acara perjamuan karena putra mahkota So Hyun telah pulang dari Negara Ching. Raja pun sangat gembira atas kepulangan putra mahkotanya itu, ia pun mengajak para menteri minum-minum untuk merayakannya. Bahkan Raja sendiri yang menuangkan arak pada para menteri.

Putra mahkota pun bersiap minum arak yang dituangkan oleh pelayan. Namun Park Kyu mengambil dan meminumnya.
“Hei kau, Park Kyu”seru putra mahkota So Hyun.
“Bagaimana kabar anda?”sapa Park Kyu.
“Senang bertemu dengamu lagi seperti ini. Aku sangat senang melihatmu”. Park Kyu pun tersenyum.
“Ketika aku berada di Negara Ching, aku kehilangan begitu banyak waktu belajar denganmu”keluh putra mahkota.
“Anda melalui waktu yang sulit, Yang Mulia”.
“ Sejak aku bertemu di sini lagi. Aku sangat senang bahwa ada orang yang menyambutku di Chosun. Berikan aku minum”ujar putra mahkota.

Park Kyu pun bersiap menuangkan arak, namun Raja merebut cawan yang di pegang putra mahkota.
Dengan wajah serius Raja pun memberikan cawan yang lain pada putra mahkota.
“Kau tampaknya telah minum banyak di Ching. Di sini minum”ujar Raja seraya menuangkan arak ke cawan putra mahkota sampai tumpah-tumpah. Putra mahkota pun meminum arak yang di cawannya.
“Posisi raja, sangat menggoda untukmu?”tanya Raja. Semua orang pun terkejut dengan ucapan raja.
“Kau datang ke sini untuk melihat aku mati”lanjut Raja lalu tertawa terbahak-bahak. Putra makhota pun terhenyak dengan ucapan ayahnya.
“Apakah kau akan memberikan Negara ini untuk Ching, untuk pertukaran mendukung menjadi raja? Tidak pernah lagi, aku tidak akan turun berlutut di depan kaisar Ching”ujar Raja lalu tertawa terbahak-bahak lagi.
“Minum”seru Raja menyuruh mereka minum-minum lagi. Park Kyu hanya bisa terdiam.  Acara pun selesai. Para menteri pun keluar dari acara perjamuan.
“Kepribadiannya semakin aneh dan liar. Aku merasa begitu khawatir setiap hari”ujar perdana menteri yang keluar bersama temannya.
“Itulah yang aku maksud”jawab temannya. Tiba-tiba Hong Goo menteri tadi.
“Tuan”. Temannya pun pergi terlebih dahulu.
“Apakah hari ini, kau punya waktu?”tanya Hong Goo pada perdana menteri. Perdana menteri pun paham.

Malam ternyata Hong Goo menemui perdana menteri bersama Seo Rin.
“Kurang ajar”seru perdana menteri.
“Berapa lama anda akan kehilangan kesempatan untuk alasan yang baik”ujar Seo RIn.
“Kau…”.
“Tuan. Meskipun saya enggan pada awalnya juga,tapi saya memikirkan itu. Jika kita membuka pelabuhan bagi perdagangan luar negeri, orang-orang akan kaya. Mengapa anda tidak mengambilnya menjadi pertimbangan”bujuk Hong Goo. Perdana menteri pun menggendor meja marah.
“Menteri. Kau tidak seharusnya melakukan ini! Membuka pelabuhan. Kau dimanipulasi oleh pedagang belaka. Apakah kau menyuruhku membuka pelabuhan perdagangan luar negeri? Berhentilah mengatakan omong kosong”seru perdana menteri lalu bergegas pergi.
“Tuan, tuan”panggil menteri Hong Goo.
Seo Rin pun tiba-tiba langsung berlutut di kaki perdana menteri.
“Karena orang-orang Chosun terlihat terlalu miskin maka saya melakukan itu. Aku terlalu ceroboh”jelas Seo Rin.
“Bagaimana kau bersikap kurang ajar. Berani-beraninya kau mencoba untuk menipuku? Sudah pasti kau hanya mencoba untuk membuat keuntungan untuk dirimu sendiri sembari melibatkan orang-orang. Kau harus bersiap menutup bisnismu hari ini”seru perdana menteri lalu bergegas pergi. Menteri Hong Goo pun mencoba menahan perdana menteri namun tidak bisa, Seo Rin pun tersenyum licik jadi ingat Mishil hahaha.

Di departemen penyelidikan dan investigasi, terlihat orang sibuk lalu-lalang.
Park Kyu yang telah berpakaian dinas pun memperhatikan dengan seksama.
“Ah, kebetulan anda datang, jaksa Park Kyu yang ditunjuk untuk berada di sini?”sapa seorang pengawal.
“Ya, itulah aku”jawab Park Kyu.
Orang tadi pun memberi hormat pada Park Kyu. Lalu ia memperkenalkan diri.
“”Saya Ahn Gang Jig, yang akan mendukung anda hari ini”.
“Saya bisa mengenali anda pada pandangan pertama, ketika anda begitu tampan dan tinggi seperti yang saya dengar”puji Gang Jig.
“Omong-omong, mengapa begitu sibuk pagi ini?”tanya Park Kyu.
“Tadi malam, perrdana menteri di bunuh”jawab Gang Jig.

“Tidak mungkin, aku kemarin masih melihatnya”. Park Kyu pun terkejut.
sumber: pelangidrama.net

One comment on “Tamra The Island – Episode 11

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s