Tamra The Island – Episode 12

Polisi Ahn Gang Jig (Ahn) mengajak Park Kyu menemui kepala inspektur (sepertinya sih, namanya bingung, ini dia repotnya drama saeguk karakternya banyak haha).
“Apa yang kau lakukan di sini?”tegur kepala Inpektur pada Park Kyu.
“Saya sudah mendengar berita ini dan datang untuk menyelidiki insiden ini”.
“Siapa yang memerintahkanmu untuk melakukan hal ini?. Aku mengagumi usahamu,tapi kau tidak harus bekerja secara independent tanpa ada perintah”tegas kepala Inspektur lalu bergegas pergi.

“Bolehkah saya melihat mayat itu?”tanya Park Kyu tiba-tiba.
“Kau terlalu antusias dengan pekerjaanmu, tidak ada bukti, jadi bagaimana kau akan mendapatkan bukti dari melihat itu. Mayat tidak ada lagi di sini”jelas Inpekstur.
”Apakah anda mewawancarai keluarganya?”tanya Park Kyu lagi.
“Cukup! Apakah kau menyelediki insiden tergantung”.
“Apa menggantung?”tanya Park Kyu.
“Bahkan jika kau tertarik pada kematian pejabat, jangan lupa warga”jelas Inpekstur lalu bergegas pergi. Park Kyu pun memberi hormat.

Seo Rin memberi suap kepada kepala Inspektur
“Ini sebagai rasa syukur saya”kata Seo Rin.
“Bisa menjadi masalah besar jika aku tidak datang sebelumnya. Dilihat dari wajah dan banyak tanda darah pada tubuh. Ada yang bisa menduga keracunan sebagai penyebab kematiannya.
“Anda tahu bahwa ini semua untuk masa depan Chosun”.
“Tentu saja aku tahu dengan baik. Aku juga melakukan semua pekerjaanku untuk penyebab besar”jawab kepala Inspektur.

“Namun, saya sangat khawatir dengan pandangan orang di istana”.
“Jangan khawatir, termasuk semua bangsawan tidak ada yang akan menemukannya”jelas kepala Inspektur.
“Saya mendengar bahwa departemen penyelidikan dan investigasi secara aktif terlibat dengan kasus ini”.
“Jangan khawatir tentang itu, Tidak hanya Park Kyu, tetapi semua investigasi seharusnya di ceritakan padaku”ujar kepala Inspektur

Park Kyu ditemani bawahannya, polisi Ahn melihat kondisi mayat (sepertinya mayat pemilik pewarna pakaian) yang dibunuh Chi Yong. Park Kyu pun membuka kainpenutup mayat, polisi Ahn pun ketakutan hahaha. Park Kyu pun memeriksa keadaan tubuh mayat.
“Mayat datang kemarin, ia sudah mati selama beberapa hari dari sekarang”jelas polisi Ahn.
“Apakah kau melakukan outopsi?”tanya Park Kyu.
“Tak ada hal khusus yang ditemukan dengan penglihatan biasa, Awww”jawab polisi Ahn.
“Dia tidak bunuh diri”guman Park Kyu.
“Tidak bunuh diri?”tanya polisi Ahn.
“Kepalanya tidak mengeras, dilehernya juga tidak jejak bunuh diri. Seseorang membunuhnya dan menyamarkannya sebagai bunuh diri”jelas Park Kyu.

“Tidak, kami positif dia bunuh diri! Anak-anak membawa dia turun dari gantungan”jawab polisi Ahn.
“Apakah dia punya keluarga?”.
“Tidak, tampaknya dia menjadi pertapa untuk sementara atau rumor mengatakan seperti itu”jawab polisi Ahn.
”Jadi kau hanya percaya pada rumor? Pergilah sekarang dan selidiki asalnya”perintah Park Kyu. Polisi Ahn pun bergegas pergi.

Beo Jin diintergosi Ibu Park Kyu.
“Di Jeju, apa ada yang terjadi antara kau dan Kyu-ku?”tanya ibu Park Kyu. Beo Jin pun nampak mengingat-ngingat.
“Apakah kau kehilangan sesuatu yang kau perlukan untuk melindungi Kyu-ku?”
Beo Jin mengingat saat pertemuan nya dengan Park Kyu saat ia menjatuhkan barang pengurangan pajak.
“Oh ya, tentu saja ada!”jawab Beo Jin. Ibu Park Kyu pun agak terkejut.
“Aku kehilangan itu pada hari pertama dia datang ke Tamna.
“Jadi, kau bertemu dengan Kyu-ku larut malam?”tanya ibu Park Kyu hati-hati (ni ibu mikirnya dah terlalu jauh hahaha). Beo Jin pun tersenyum.
“Mungkin tidak malam, tapi sangat sering. Ya, saya lakukan”jawab Beo Jin. Ibu Park Kyu hanya bisa menghela nafas.
“Dia mengatakan dia tidak sengaja melakukannya, tetapi aku dalam kesulitan dengan ibu dan ayahku gara-gara itu dan ada desas-desus yang menyebar ke desa”jelas Beo Jin.
“Desa tahu!?”tanya Ibu Park Kyu, makin salah paham ni kakaka.
“Dia melakukan hal yang buruk padaku. Jadi aku akan pergi ke polisi, tapi di hanya berteriak dan berkata,”beraninya kahu!”terang Beo Jin.

Ibu Park Kyu hanya tercengang mendengar penuturan Beo Jin ini yang sebenarnya dianggap lain oleh ibu Park Kyu hahaha.
“Tapi sekarang, dia sangat baik padaku”puji Beo Jin.
“Tapi tetap, kau harus pergi ke polisi? Kedatanganmu sangat penting”kata Ibu Park Kyu.
“Ya. Terima kasih”ucap Beo Jin tersenyum.
“Begitu aku menemukan seorang istri yang halal baginya, aku akan menerimamu sebagai selir, namun ….”ujar Ibu Park Kyu. Beo Jin berpikir sejenak, kebingungan dia hahaha.
“Mulai besok kau perlu belajar menjadi seorang wanita mulia. Kau tidak harus pergi ke luar dan memberitahu pada siapapun apa yang baru saja saya katakan padamu”lanjut ibu Park Kyu.
“Ya, jangan khawatir tentang hal itu”jawab Beo Jin santai.

Park Kyu sudah pulang ke rumah. Ia pun termenung sejenak, berpikir mau menemui Beo Jin kah? Haha.

Di dalam kamar Beo Jin berguman sendiri.
“Apa yang dia maksud dengan istri sah? Apa pelajaran tentang menjadi seorang wanita mulia. Yandari, bahkan tidak mengunjungiku walaupun kami tinggal di rumah yang sama..jadi pengap”keluh Beo Jin. Tanpa Beo Jin sadari ternyata Park Kyu duduk di samping kamar Beo Jin dan tentu saja Park Kyu mendengar ucapan Beo Jin hahaha.
“Jadi sumpek…”guman Beo Jin lalu ia membuka pintu kamarnya.
“William, William. Apakah kau baik-baik saja di luar sana?”seru Beo Jin. Sementara orang yang dipanggil juga termenung di pinggir kamarnya hahaha.

Ternyata Park Kyu duduk di luar samping kamar Beo Jin sampai Beo Jin tertidur pulas haha.

Keesokan paginya guru yang akan mengajari Beo Jin tatakrama datang. Ia pun akan mulai mengajari Beo Jin tatakrama.
“Bagaimana dia jatuh cinta dengan orang pembuat onar”gumam guru tersebut. Beo Jin pun bermuka masam haha. Lalu guru tersebut menyerahkan buku panduan untuk belajar tata krama. Beo Jin pun menerimanya.
“Kami akan mengajarimu menjadi seorang wanita yang mulia dengan mempertimbangkan kondisi tubuh anda. Jangan khawatir tentang hal itu”jelas guru itu. Beo Jin pun mengembalikan buku panduannya.

“Kenapa aku membutuhkan semua hal ini?. Jika aku memukan William, aku akan pergi dari sini segera, jadi jangan mengkhawatirkan aku”jelas Beo Jin.
“Aku bahkan tidak ingin tahu siapa William. Tapi seorang gadis tidak boleh bicara tentang pria lain begitu mudah. Ini tidak seperti yang aku ketahui, bagaimana kau merasa kehilangan sesuatu yang penting bahkan sebelum menikah, tetapi kau tidak perlu menjadi seorang biarawati”jelas guru itu. Makin salah paham ni kakaka. Beo Jin dengan penjelasan gurunya tersebut.
“Meskipun kau tidak akan menjadi istri sah, menjadi bagian dari rumah tangga yang bergensi tidak mudah. Para wanita yang telah aku besarkan dipengajaranku menjadi nyonya paling menyenangkan di seluruh negeri. Dan aku akan membuat kau menjadi karunia paling indah yang pernah dilihat”jelas guru tatakrama tersebut. Makin cengok dah Beo Jin hahaha.
“Jika kau menerima cinta, tidak peduli apakah itu sah atau tidak“.
“Sah? Apa itu sah?”tanya Beo Jin.
“Ya, kau telah membuat pilihan yang baik”jawab guru tatakrama.

Di lain tempat Park Kyu menemui ibunya.
“Apa yang ibu maksud dengan hamil?”tanya Park Kyu
“Sebagai orang yang besar dan tampan, kau harus melalui semua urusan cinta. Hal ini telah begitu menyakitkan bagiku”jelas ibu Park Kyu.
“Apa yang kau maksud dengan urusan cinta? Ibu, apa yang kau bicarakan?”.

“Aku telah mengangkat seorang anak yang baik. Aku memahami bahwa kau mempertimbangkan hubungan cinta dengan gadis semacam itu sebagai cinta sejati. Dan seperti kau untuk bertanggung jawab. Namun, bahkan jika dia adalah putri dari Daesanggoon dia tidak cocok untuk status sosial kita . Ini tidak masuk akal untuk menganggap dia sebagai istri sah”jelas ibu Park Kyu. Park Kyu pun tersenyum tahu ibunya ini salah paham hahaha.
“Sudah saatnya kau mendapatkan pernawaran pernikahan dari keluarga bangsawan lainnya. Jangan dekat dengannya untuk sementara waktu”lanjut ibu Park Kyu.

Park Kyu melihat Beo Jin yang sedang belajar tata karma.
“Tuan muda”panggil Bong Yeon lalu menghampiri Park Kyu.
“Anda tidak diizinkan untuk datang ke sini!”jelas Bong Yeon. Beo Jin yang mendengarnya pun bergegas ingin menemui Park Kyu.
“Yandari!”panggil Beo Jin namun terhenti saat menoleh ke arah gurunya.
“Kembali ke sini dengan cepat!”panggil gurunya.
“Bagaimana dengan William?”tanya Beo Jin.
“Kembali sekarang”seru guru tatakrama. Park Kyu pun tak menjawab pertanyaan Beo Jin, ia malah pergi.

Di rumah Park Yeon, William mencoba menulis suart untuk Beo Jin. Hebat ni William setelah bisa bahasa Korea bisa juga nulis hangul hahaha.

Beo Jin pun melanjutkan pelajaran tatakramanya.
“Ketika kau duduk tenang, melihatlah ke bawah sedikit. Lalu pada akhirnya kau bisa melihat seorang pria jarak jauh (sekitar 400km)”jelas guru tatakrama. Beo Jin pun tak dapat menahan tawanya.
“Ketika aku bukan dukun, bagaimana aku bisa memahami seseorang yang jauhnya 400km”jawab Beo Jin.
“Hari ini, mari kita mulai dengan Goo Yong (sembilan postur wanita mulia yang rapi)”kata guru tatakrama.
“Apa itu Goo Yong?”tanya Beo Jin.
“Goo Yong berarti sembilan postur bahwa kau perlu untuk mempertahankan cara yang rapi”jelas guru tatakrama. Beo Jin pun menanggapinya dengan malas.

“Berdiri”perintah guru tatakrama. Beo Jin pun mengiyakan. Lalu guru tatakrama mengajari Beo Jin cara berjalan yang anggun dan berwibawa, sampai-samapi guru tersebut memakai kostum hanbook hahaha.
“Mulai sekarang, dengarkan apa yang aku ajarkan padamu, dan ikuti seperti yang aku katakana”jelas guru tatakrama. Beo Jin pun mencoba menahan tawa. Pelajaran pun dimulai.
“Jock Yong Joong : jangan menggunakan kakimu yang ceroboh saat berjalan”jelas guru tatakrama. Beo Jin pun tertawa namun segera menahannya.
“Kau harus mengambil langkah yang berat”lanjut guru tata karma lalu ia mencontohkan cara berjalannya. Beo Jin pun makin tak dapat menahan tawanya, ia tertawa cekikikan seraya menutupi dengan kedua tangannya.

“Seperti jika kau mengangkat tumitmu sedikit. Seolah-olah kupu-kupu terbang. Lembut-lembut,lembut,lembut”jelas guru tatakrama. Beo Jin pun sudah tidak kuat menahan tawanya ia pun tertawa guling-guling jatuh ke lantai bwahahahaha.
“Oh, perutku! Haha. Ini sangat lucu. Bagaimana seorang pria mengenakan rok…haha”seru Beo Jin seraya tertawa guling-guling di lantai. Guru tatakrama pun kesal dengan tingkah Beo Jin, ia pun melepas rok hanbook yang dipakainya dan pergi.

Di kediaman Park Yeon, akhirnya William selesai juga menulis suratnya, sampai-sampai Park Yeon tertidur menunggui William menulis surat haha. William pun melipat suratnya dan menaruhnya dalam amplop.
“Apa yang kau tulis hingga begitu lama? Oh, kau sudah selesai?”tanya Park Yeon. William pun tersenyum sembari memeberikan surat itu pada Park Yeon.

Di kantor penyelidikan dan investigasi Park Kyu, memperhatikan barang bukti yang ia temukan. Tiba-tiba polisi Ahn datang.
“Apakah anda sudah kembali?”tanya polisi Ahn.
“Kau datang terlambat”jawab Park Kyu.
“Aku tidak hanya datang terlambat tanpa alas an. Aku menyelidiki sedikit orang tua yang menggantung diri. Aku sedikit kesulitan menyelidiki tentang dia karena dia tidak memiliki kerabat”jelas polisi Ahn.
“Oke, aku tahu. Jadi katakana padaku apa yang kau temukan”.
“Ia menikah dengan seorang wanita untuk jangka pendek sebelum ia meninggal. Dia tidak ingin berbicara tentang dirinya karena ia khawatir akan dikaitkan dengan kematian suaminya. Sebelum ia menjadi warga biasa, ia menjadi budak pribadi tuan Lee Gyung San”jelas polisi Ahn. Park Kyu pun seperti menyadari sesuatu.
“Tapi dia tidak pernah berbicara bagaimana ia mendapatkan uang banyak. Bagaimana seorang budak bahkan tidak mendapatkan gaji bisa punya banyak uang?”lanjut polisi Ahn.
“Selidiki lebih lanjut tentang keluarga yang terkait dengannya”ujar Park Kyu.

“Aku mengerti”. Lalu Park Kyu menyerahkan barang bukti pada polisi Ahn yang ditemukannya yang tak lain adalah sebuah peluru.
“Oh, peluru, untuk jenis senjata apa ini? Ini cukup berbeda dengan peluru yang digunakan untuk Cho Chong”pikir polisi Ahn.
“Aku tidak bisa menemukan hal seperti ini di buku manual”kata Park Kyu.
Lalu polisi Ahn mencoba menggigitnya.

“Seperti ini tidak dapat diimpor oleh pasar perdagangan dari Jepang atau Cina atau oleh pedagang swasta”pikir polisi Ahn.
“Ini harus diimpor dari luar negeri, bisakah kau menemukan pasar gelap mana ini diadakan?”kata Park Kyu.
“Para pedagang terlalu baik dengan uang. Aku butuh uang”ujar polisi Ahn. Park Kyu pun mengeluarkan sekantong uang, polisi Ahn pun langsung mengambilnya.
“Jangan salah, ini semua untuk penyelidikan”jelas polisi Ahn lalu bergegas pergi untuk beraksi hahaha.

Park Yeon pergi mengunjungi rumah Park Kyu.
“Permisi, permisi”sapa Park Yeon.Bong Sam pun membukakan pintu.
“Siapa anda?”tanya Bong Sam. Park Yeon pun menoleh, Bong Sam pun terlonjak kaget.
“Kau adalah pria terkenal di Hanyang”seru Bong Sam. Park Yeon pun memukul Bong Sam hahaha.
“Ini adalah rumah tuan park Kyu, kan?”tanya Park Yeon.
“Ya, itu benar tapi kenapa kau bertanya?”.
“Lalu, seorang gadis bernama Jang Beo Jin dari Jeju ada di sini, kan?”.
“Itu benar. Tapi kenapa anda bertanya padaku?”.

 “Tolong berikan ini pada Beo Jin”pinta Park Yeon seraya menyerahkan surat William pada Bong Sam. Tapi Bong Sam menolak.

“Dia tidak seharusnya mendapatkan surat dari pria lain”kata Bong Sam.
“Jangan katakan itu. Tolong berikan ini padanya”paksa Park Yeon seraya menyerahkan surat itu. Bong Sam pun menolaknya.
“Jika anda melakukan ini padaku, aku akan berada dalam kesulitan. Karena dia, suasana rumah begitu aneh”tolak Bong Sam.
“Ini tidak besar. Ini akan menjadi besar jika kau bisa memberikan ini padanya”.
“Tidak, aku tidak bisa melakukan itu”. Park Yeon pun mencoba memberi upah pada Bong Sam, ia pun memberikan suart beserta upahnya, namun di serobot oleh Bong Yeon yang melihatnya, surat dan uang pun jatuh ke keranjang yang ia bawa.
Bong Yeon pun tersenyum lalu pergi.

Malam harinya, Beo Jin pun membaca surat dari William yang berbunyi, “Beo Jin, aku baik-baik saja. Aku merindukanmu. Mari kita segera bertemu. Sekitar jam 1-3 sore, aku akan berjalan melewati pasar. Silahkan keluar pada saat itu, maka kita bisa bertemu”. Beo Jin menangis dan memeluk surat itu.
“William”panggil Beo Jin, sedangkan yang dipanggil juga belum tidur hahaha.

Di sebuah gibang, Seo Rin menjamu perdana menteri yang baru untuk minum-minum ditemani anak buah menteri yang juga sekutu Seo.
“Aku belum pernah sebahagia ini dalam hidupku”kata kepala inspektur polisi.
“Selamat. Tuan perdana menteri”ucap Seo Rin. Anak buah yang lain pun memberinya selamat.

Beo Jin kembali belajar tata krama bersama gurunya, kali ini ia belajar menuang teh. Namun ia teringat isi surat William, ia pun menghentikan kegiatannya. Beo Jin meminta ijin pada gurunya untuk pamit pergi sebentar namun gurunya menolak, Beo Jin bisa pergi jika pelajaran telah usai.
“Tuang teh lagi”perintah guru tata krama. Beo Jin menurut.
“Kau harus menggunakan air yang baik untuk membuat the. Air mendidih harus terdengar seperti angina pohon pinus dan gelombang”jelas guru tata krama. Namun pikiran Beo Jin hanya tertuju pada William, ia pun meletakkan poci tehnya.

“Besok, saya akan bekerja 4 kali lebih keras, 5 atau 6 kali atau bahkan 7 kali saya akan bekerja lebih keras”bujuk Beo Jin.
“Kau tidak mendengarkanku”seru guru tata krama yang sudah bersiap dengan tongkat pemukulnya. Namun Beo Jin sudah membulatkan tekadnya.
“Maafkan aku”kata Beo Jin lalu segera bergegas pergi.
“Hei, kau berhenti di situ”seru guru tata krama. Namun Beo Jin tak mengindahkan permintaan gurunya, ia pun melesat pergi.
“Kau pembuat onar”teriak gurunya.

Beo Jin segera memakai sepatunya dan bergegas pergi, Bong Yeon yang melihat Beo Jin berusaha melarang namun Beo Jin tetap berlari.
Sementara itu William dan Park Yeon berjalan-jalan di pasar, saat William lewat Beo Jin juga sampai pasar namun Beo Jin telat hingga mereka selisih jalan.

Ternyata di pasar itu sedang festival, Park Yeon dan William melewatinya, William pun takjub. Namun Park Yeon malah mengajak William segera pergi. Namun William tidak mau pergi, ia ingin melihat acara itu. Park Yeon menolaknya, namun William memastikan tidak akan apa-apa. Akhirnya Park Yeon pun setuju, untuk pergi melihat sejenak.
Park Yeon pun menikmati acara tersebut. Sedangkan William sibuk tengok sana-sini was-was siap pergi menemui Beo Jin. Perlahan-lahan William pun meninggalkan park Yeon di tengah keramaian acara. Selepas William pergi Beo Jin sampai di tempat keramaian, selisih jalan lagi deh.

William pun keliling pasar mencari Beo Jin, begitu pula Beo Jin ia melanjutkan pencariannya. Beo Jin kecapean, ia pun mengumpulkan tenaganya untuk bersiul sebagai tanda untuk William.William pun mendengar siulan Beo Jin, ia pun segera pergi mencari sumber suara.
Park Yeon yang asyik menikmati acara yang digelar dijalanan menyadari William menghilang, ia pun menanyakan William pada orang-orang yang ada di sekelilingnya. Namun tak ada yang tahu, lalu ia pun bergegas pergi mencari William.

Beo Jin pun kehabisan suara sampai batuk-batuk karena bersiul. Saat ia menoleh ke depan, ia pun terpana melihat William telah berdiri di hadapannya.
“Beo Jin”panggil William. Beo Jin diam terharu.
“Apakah kau sudah makan?”tanya William.
Beo Jin pun tersenyum menahan air matanya, ia pun mengangguk. Lalu datang Park Yeon yang segera menghampiri William. Beo Jin pun terkejut.
“Kau, kenapa kau lari? Pergi denganku, jika kau tertangkap, kita akan di bunuh”jelas Park Yeon, namun William tak bergeming ia hanya memandang ke arah Beo Jin.
“Apakah kau mengerti? Apakah dia gadis itu? Mari kita pergi”ajak Park Yeon.
Beo Jin menyuruh William segera pergi. Park Yeon pun menyeret William segera pergi. Sedangkan Beo Jin hanya bisa menangisi kepergian William.

Ternyata William dan Park Yeon menemui raja di istana.
“Apakah kau tidak nyaman tinggal bersama Park Yeon?”tanya Raja.
“Hal ini cukup bagus”jawab William. Park Yeon pun menyenggol William.
“Dia belum bisa bahasa Korea dengan baik, aku akan mengajarinya dengan baik-baik perlahan”kata Park Yeon.
“Jadi, apa yang kau lakukan sebelumnya?”tanya Raja.
“Saya melakukan banyak hal. Saya belajar menulis huruf latin dan melakukan pemagaran dan banyak hal lainnya. Saya juga mendapat pelajaran dari bangsawan”jawab William penuh semangat.
“Seperti Park Yeon. Bisakah kau membuat senjata?”tanya Raja.

“Senjata?”tanya William. “Meskipun saya tidak bisa membuat hal-hal itu, namun saya bisa melukis, saya bisa melakukan teater dan membuat musik. Saya baik di banyak hal”.
“Orang asing bermain musik. Hal-hal seperti…apa yang mereka anggap cukup baik?”tanya Raja.
“Meskipun itu tidak akan membunuh orang-orang seperti senjata. Hal itu dapat memberikan kegembiraan kepada orang-orang”jawab William.
“Sukacita, apakah kau mengatakan sukacita?”tanya Raja lalu Raja tertawa. William pun tersenyum.
“Baiklah, aku ingin mengalami sukacita yang kau berikan kepadaku”. William pun mengangguk.
“Sebaliknya, jika kau tidak dapat menghiburku, kau tidak akan bertahan”ancam Raja. William dan Park Yeon pun terkejut.
Raja pun memanggil sekretaris kerajaan dan menyuruhnya membawa William ke departemen musik.

William pun di temani Park Yeon ke departemen musik. Di sana para pemusik kerajaan sedang memainkan haegeum. William pun takjub melihat alat musik tersebut. Ia pun bertanya pada salah seorang pemusik.
“Apa ini?”.
“Ini sebuah Haegeum”.
“Haegeum”guman William lalu mengambil dan mencobanya dengan cara mengesek-geseknya seperti menggesek biola hahaha.
“Itu bukan seperti yang kau mainkan”. Lalu pemusik tadi memperlihat pada William cara memainkannya. William pun takjub pada bunyi yang dihasilkan Haegum tersebut.
“Wow, Wonderful”guman William.
“Lalu, apa yang membawa kalian ke sini?”tanya pemusik tadai pada Park Yeon.
“Oh! Hari ini. Orang ini menjadi anggota departemen musik seperti kalian”.
“Untuk menjadi anggota di sini, ia perlu tahu bagimana memainkan “AHK Gee”(alat musik)”.
“AHK Gee? Instrumen”tanya William.
“Bisakah kau memainkan alat musik apapun?”tanya Park Yeon.

William pun mencoba memainkan Haegeum sendirian tapi dengan menggeseknya seperti biola.
“Ini bisa menjadi seperti biola”guman William lalu memcoba memainkan Haegeum tersebut seperti main biola hahaha.

Hong Si Yeon anak perdana menteri baru menemui Ibu Park Kyu dengan membawa beberapa barang-barang perhiasan.
“Aku mendengar bahwa ayahmu menjadi perdana menteri baru. Katakan padanya bahwa kami mengucapkan selamat atas promosinya”kata ibu Park Kyu.
“Ya”.
“Apa yang membuatmu datang ke sini?”tanya Ibu Park Kyu.
“Ibu ingin memberikan ini untuk anda”jawab Si Yeon seraya menyerahkan sebuah kotak.
“Apa ini?”. Si Yeon pun membuka tersebut dan ternyata isinya berbagai macam perhiasan. Ibu Park Kyu pun terpana.
“Ini adalah apa yang paman saya bawa dari Ching”jelas Si Yeon.

“Aku tidak bisa menerima hadiah yang berlebihan ini”jawab ibu Park Kyu sok jual mahal haha, padahal mau. Lalu ia menutup kotak perhiasan tersebut.
“Aku hanya akan menerima niat baik tersebut”.
“Mohon terimalah, ibu”bujuk Si Yeon.
“Ibu”ulang ibu Park Kyu.
“Maafkan saya, saya agak ceroboh”jawab Si Yeon.
“Tidak apa-apa, panggil aku sesuai dengan keinginanmu. Aku selalu ingin memiliki anak mertua sepertimu”ucap ibu Park Kyu, Si Yeon pun tersenyum penuh arti.

Park Kyu sampai di rumah, ia pun menengok ke kediaman Beo Jin, ia pun memperhatikan Beo Jin dari jauh yang melamun sendirian.
“Ibu, ayah, bagaimana kabarmu? Dan kau, Beo Seol, bagaimana kabarmu? Aku sungguh berharap aku bisa melihat kalian semua. Aku merasa tidak tahan jika aku tidak berbicara dengan kalian. Mengenakan pakaian bagus, mengenakan make up dan rambut bagus. Itu semua seharusnya begitu baik, tapi aku tidak seperti itu”guman Beo Jin seorang diri lalu ia mengusap air mata dengan kedua tangannya.
“Waktu itu, aku benar-benar tidak suka laut. Sekarang..aku begitu merindukan laut”.

Park Kyu pun memutuskan menghampiri Beo Jin. Melihat ada yang datang Beo Jin pun segera mengusap air matanya. Dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa hahaha.
“Ada tempat yang ingin aku tunjukkan, pergi denganku”ajak Park Kyu.

Ternyata Park Kyu mengajak Beo Jin melihat laut, mereka melewati jembatan.
”Ini adalah…lautan?”tanya Beo Jin.
“Ini buka laut…tapi berpikir seperti itu”.
“Laut Hanyang tidak memiliki batu tetapi ada sebuah pavilion di atasnya. Hal ini sangat indah. Ada banyak pohon, tidak ada gelombang”puji Beo Jin, lalu ia melihat laut dari atas jembatan.
“Menyelam begitu mudah dari sini? Jenis ikan apa di sini. Laut Hanyang dan laut Tamna bergabung bersama bukan?”tanya Beo Jin lalu ia berlari ke atas pinggir laut yang juga diikuti Park Kyu.

Beo Jin duduk sembari bermain air dan pemandangan malam laut Hanyang benar-benar keren hahaha.
“Apakah ini membuatmu merasa lebih baik?”tanya Park Kyu..
Beo Jin pun mengaangguk.
“Kau tampaknya memiliki banyak energi”. Beo Jin pun tersenyem begitu pula Park Kyu.
“Sekarang…kau tampak lebih seperti dirimu saat kau tersenyum, troublemaker”ujar Park Kyu. Air muka Beo Jin pun berubah masam dikatain troublemaker lagi hahaha.
“Apa?”. Namun Park Kyu hanya diam.
“Dan kau…yandari?”ejek Beo Jin.
‘”Beraninya kau berbicara seperti itu?. Jika kau begitu aku tak akan pernah membawamu keluar lagi”seru Park Kyu.
“Jangan bertindak seperti kau melakukan bantuan besar padaku. Jika kau melakukannya, aku bisa melemparmu ke laut”balas Beo Jin.
“Jika kau bisa, coba lakukan”tantang Park Kyu.
“Kau berpikir aku tidak bisa melakukannya?”ujar Beo Jin, lalu ia mendorong Park Kyu mencebur ke laut hahaha.

Park Kyu pun tercebur ke laut dan mulai batuk-batuk.
“Ya….aigoo”guman Beo Jin.
“Hanya karena aku bilang kau bisa, kau benar-benar melakukannya?”keluh Park Kyu.
“Maafkan aku”ucap Beo Jin. Lalu Park Kyu mulai mendekat ke arah Beo Jin dan menariknya , hingga Beo Jin juga tercebur.
“Jangan lakukan itu…tidak…”pinta Beo Jin.
Mereka pun malah bermain air hahaha.

Bong Sam dan Bong Yeon saling menyalahkan karena Tuan Muda mereka pergi.
“Kenapa kau tidak memperingatkannya?”seru Bong Sam.
“Jangan salahkan aku!”balas Bong Yeon. Lalu tiba-tiba mereka dipanggil ibu Park Kyu yang keluar bersama Si Yeon.
“Tamu kita akan pulang”seru Ibu Park Kyu. “Maaf aku membuatmu menunggu…Kyu pasti terlambat”.
“Itu baik-baik saja, saya datang untuk menemui anda, bukan anak anda. Saya harap saya tidak menjadi beban anda, tinggal selarut ini”jawab Si Yeon.
“Tidak sama sekali”.
Lalu terdengar suara Park Kyu dan Beo Jin datang.

“Bagaimana mungkin kau benar-benar mendorongku ke dalam air hanya karena aku bilang kau bisa?”ujar Park Kyu.
“Kau menyuruhku untuk mencobanya”balas Beo Jin sembari memukul Park Kyu.
“Trouble maker”kata Park Kyu. Ibu Park Kyu pun cemberut. Bong Sam dan Bong Yeon pun memberi tanda agar diam saat Beo Jin menoleh ke arah mereka.

Park Kyu pun di interogasi ibunya.
“Aku memintamu untuk menjauhinya sementara untuk membahas pernikahanmu. Bagaimana kau mengabaiakan permintaanku dan menunjukkan perilaku di tengah malam. Apa yang terjadi pada keluarga kita, jika tuan Hong tahu tentang hal ini”seru ibu Park Kyu.
“Aku menyesal ibu,tetapi jangan menghubungkan hal ini dengan keluarga tuan Hong”.
“Gadis licik menggodamu untuk menjadi irasional”seru ibunya.
“Itu salahku, bukan gadis itu”ucap park Kyu.
“Kau sudah membelanya, yang menyakiti perasaanku begitu banyak”keluh ibu Park Kyu.
“Seperti yang akan kukatakan lagi, aku akan mengurus urusan tentang itu. Jangan melihat rumah tamu tempat dimana ia tinggal”larang ibu Park Kyu.

Di kamar Beo Jin merenung sendirian.
“Aku ingin tahu, apakah aku membuat Yandari bermasalah lagi”guman Beo Jin. Lalu terdengar suara dari luar Bong Sam melarang Park Kyu datang.

“Tuan Muda, anda tidak bisa datang ke sini. Ibu anda memerintahkan bahwa anda tidak boleh datang ke sini. Jika anda tertangkap, aku akan dibunuh!”jelas Bong Sam. Ternyata rumah tamu yang ditinggali Beo Jin sudah dijaga ketat Bong Sam dan Bong Yeon ckckckck.
“Apakah ibu memukulnya?”tanya Park Kyu.
“Aku tidak tahu apa-apa. Nyonya mengatakan bahwa aku tidak harus melihat apa yang terjadi di sini atau memberitahukan tentang hal itu padamu”jelas Bong Sam.
“Pergi dari sini! Cepat! Cepat!”ujar Bong Sam. Park Kyu tetap berniat mengunjungi Beo Jin.
“Ada keributan apa ini?”seru Beo Jin dari dalam kamar.

Semua pun menoleh ke arah kamar Beo Jin.
“Orang mulia seharusnya tidak bertindak seperti itu tanpa berpikir”.
Park Kyu dan kedua pelayannya pun terdiam.
“Pergi dari sini, cepat silahkan”pinta Bong Sam.

“Kau,siapa yang memberitahumu untuk pergi ke arah situ (rumah Beo Jin)?. Aku hanya berjalan di sekitar rumah. Mengapa kau membuat kesepakatan yang besar? Aku mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Aku bilang aku baik-baik saja”seru Park Kyu mencoba memberi kode pada Beo Jin bahwa baik-baik saja. Beo Jin pun menahan tawanya, Park Kyu pun tersenyum lalu bergegas pergi.
“Apakah kau baik-baik saja?”guman Beo Jin sendiri.
“Aku baik-baik saja”. Park Kyu pun tersenyum begitu keluar dari kediaman Beo Jin, fall in love ntuh hahaha.

Di kediaman Park Yeon, William belajar memainkan Haegeum seperti memainkan biola. Yang di dengarkan kedua anak Park Yeon. Kedua anak Park Yeon pun senang mendengarkan permainan William.
“Meskipun hanya menambahkan dua string lebih banyak ke Haegeum. Aku heran kenapa suara yang keluar begitu indah”puji Park Yeon. Lalu William menyerahkan Haegeum tadi pada salah satu anak Park Yeon, lalu mereka bergegas pergi.

“Omong-omong, mengapa kau berwajah seperti itu?”tanya Park Yeon.
“Aku…merasa terluka di sini”jawab William seraya menyentuh dadanya.
“Apakah kau memiliki penyakit paru-paru?”tanya Park Yeon terkejut.
“Apa yang harus aku lakukan?.Kita tidak cukup untuk ke dokter”.
“Hyungnim, bukan seperti itu”ucap William.
“Lalu, itu mungkin karena gal (?). Ya ampun apa yang bisa kita lakukan. Kau sedang terkena Sah Sang Byung (penyakit cinta)”ujar Park Yeon.
“Sang Sah Byung?”tanya William.
“Jika kau memiliki seseorang yang kau cintai yang kau pikirkan. Dengan penyakit ini,kau tidak bisa makan atau tidur . Itu adalah penyakit yang mungkin membuatmu berakhir dengan kematian karena menderita itu untuk sementara waktu”jelas Park Yeon.

“Tolong pertemukan aku dengan Beo Jin sekali lagi. Aku mohon. Kalau tidak, aku merasa seperti sekarat. Aku merasa pengap seperti mau mati”pinta William.
“Di negeri ini orang asing tidak memiliki banyak kebebasan. Sekarat karena penyakit cinta lebih baik daripada mati di penggal”ujar Park Yeon.
“Apakah kita melakukan banyak kesalahan? Kita adalah manusia juga”tegas William.
“Hal ini karena Negara ini telah melalui begitu banyak perang dalam sejarah. Ini semua karena negara ini telah diserang oleh banyak negara lain saat mereka tidak menginvansi negara lain”jelas Park Yeon. William hanya bisa pasrah.

Ternyata Yan menemui Seo Rin di markasnya.
“Aku sedang menunggumu. Aku Seo Rin, pimpinan dari kelompok pedagang”sapa Seo Rin. Yan pun tersenyum.
“Aku Yan Kawamura”jawab Yan.

“Ketika aku mendengar perusahaanmu akan mengutus seseorang, aku cukup khawatir tentang apa yang orang asing bisa kakukan dengan kami di Chosun. Tapi kau adalah orang Jepang”ujar Seo Rin.
“Aku hanya seorang pegawai East India Company”jawab Yan.
“Seorang pegawai Belanda kelahiran Jepang yang baik di Korea…itu menarik”puji Seo Rin.
“Aku diberitahu bahwa tidak ada kemajuan situasi”.
“Apakah kaui tidak tahu ketidaksabaran dapat merusak bisnis?”tanya Seo RIn. Yan pun tersenyum percaya diri.
“Kau harus memberiku kabar saat aku tinggal di Chosun. Jika pelabuhan jeju tidak terbuka selama kedatanganku. VOC tidak akan duduk diam dan melihat. Pastikan untuk mengingatnya”tegas Yan.
“Aku akan menyimpannya dalam pikiranku”jawab Seo Rin.
Lalu Yan diantarkan salah satu anak buah Seo Rin ke kamarnya.

Bong Yeon mengantar makanan untuk Beo Jin, Beo Jin pun menerimanya.
“Permisi,kapan guru datang?”tanya Beo Jin. Bong Yeon pun tak jadi pergi.
“Dia mengatakan bahwa dia tidak ingin datang lagi”jawab Bong Yeon.
“Kenapa tiba-tiba?”.
“Dia mengatakan bahwa betapa keras dia mengajarimu, tidak ada kemungkinan kau akan berubah”.
“Aku”ucap Beo Jin.
“Lalu, apakah kau pikir itu aku?”balas Bong Yeon lalu bergegas pergi.

Yan mendatangi sebuah kedai untuk minum.
“Meskipun aku tidak tahu dari mana kau berasal, kau terlihat begitu tampan”puji pemilik kedai. Lalu pemilik kedai pun melangkah pergi.
“Hei, Nyonya”panggil Yan, pemilik kedai pun kembali menghampiri Yan.
“Apakah kau pernah melihat orang asing di sekitar sini?”tanya Yan.
“Orang asing?”.
“Aku mendengar bahwa beberapa orang pernah melihat mereka dan aku ingin melihat mereka juga”pancing Yan.
“Kau dapat melihat orang asing setuap saat. Mengapa kau ingin melihat mereka?”.
“Setiap saat? Apakah orang asing sering datang ke sini”tanya Yan.
“Tidak hanya sering datang, ia juga sering minum. Dan makan begitu banyak”jawab pemilik kedai seraya mengingat Park Yeon hahaha.
“Apakah kau tahu di mana dia tinggal juga?”
“Semua orang tahu itu! Begitu kau meninggalkan kedai ini, berjalan sepanjang jalan dan berbalik di pohon pinus yang besar dan berjalan menyusuri jalan. Nanti kau menemukannya di sekitar sana”jelas pemilik kedai.
“Lalu, nikmatilah”pamit pemilik kedai. Lalu tiba-tiba datang 2 orang yang minta dilayani juga. Mereka melirik ke arah Yan.

William dan Park Yeon keluar dari rumah. Yan pun sudah menunggu di luar dari kejauhan ia pun menoleh saat William keluar rumah.
Yan pun mengikuti dari belakang dan ternyata 2 orang yang mengikutnya di kedai tadi juga mengikuti Yan.

Oh ternyata Yan menemui Park Kyu di istana.
“Park Kyu”panggil William. “Apa yan Beo Jin lakukan?”.
“Ini bukan urusanmu”jawab Park Kyu cuek apa cembokor ni kakaka. Lalu Park Kyu melangkah pergi.
“Terima kasih. Telah menjaga dengan baik Beo Jin”ucap William.
“Aku tidak merawatnya saat kau memintaku untuk melakukannya. Aku telah membawanya tinggal di tempatku, karena aku ingin melakukan itu. Kau tidak perlu menghargai itu”jawab Park Kyu. Lalu bergegas pergi. William pun terdiam. Tanpa mereka sadari ternyata Yan mengawasi mereka.
“Mengapa bertindak seperti ini? Dia adalah orang yang menyelamatkan hidupmu. Mari kita cepat pergi”ujar Park Yeon.

Chi Yong pun melapor pada Seo Rin, sepertinya orang yang memata-matai Yan adalah Chi Yong.
“Aku kira Yan Kawamura terkait dengan orang asing yang di bawa Park Kyu dari Jeju, sebagai wakil dari VOC. Dia bergaul dengan orang asing saat ia tinggal di Inggris. Tampaknya mereka terdampar di Jeju bersama karena angin topan dan gelombang dalam perjalan ke Jepang”lapor Chi Yong.
“Itu adalah perubahan nasib”jawab Seo Rin.
“Apa yang harus aku lakukan?”tanya Chi Yong.
“Peluang seperti burung terbang di langit. Kau harus tetap mengawasinya”ujar Seo Rin. Chi Yong pun mengangguk mengerti.
“Orang asing yang di bawa Park Kyu dan Yan Kawamura dari VOC..”lanjut Seo Rin dengan senyum penuh arti.

William yang sudah ikut bekerja di departemen musik mulai melakukan persiapan untuk pertunjukan musiknya.
“Ini adalah permainan berikutnya yang akan dilakukan. Judulnya adalah Hamlet”ujar William.
“Wow, ini luar biasa”puji teman-temannya.
Lalu mereka membagi-bagi kelompok siapa saja yang akan bermain.

Beo Jin mencoba keluar dari rumahnya mengendap-endap, karena Bong Yeon berjaga di luar kamarnya namun karena Bong Yeon tertidur jadi dia bisa keluar.
Beo Jin pun berlari keluar gerbang, tiba-tiba ada yang berseru,”siapa di sana?”. Otomatis Beo Jin pun menghentikan langkahnya. Yang tak lain orang itu adalah Park Kyu.
“Ini Bong Sam…”jawab Beo Jin seraya bertingkah seperti Bong Sam. Park Kyu pun tersenyum lalu menghampiri Beo Jin.
“Jadi Bong Sam…mau pergi kemana tengah malam”tanya Park Kyu.
“Hmmm….aku akan mengunjungi seseorang”.
“Benar-benar? Lalu akan pergi denganmu”ucap Park Kyu. Beo Jin menoleh, Park Kyu pun segera memberi tanda agar Beo Jin diam.
“Tapi bagaimana kalau kita tertangkap?”tanya Beo Jin.
“Apa kau bukan Bong Sam? Aku hanya akan pergi ke suatu tempat dengan Bong Sam”ujar Park Kyu. Beo Jin pun tersenyum begitu pula Park Kyu.

Lalu mereka berdua berlari melewati jembatan bergandengan tangan menuju pasar. Beo Jin dan Park Kyu pun berkeliling pasar, Beo Jin melihat sepatu cantik ia pun terpana, Park Kyu pun ingin membelikannya, namun di larang Beo Jin. Beo Jin pun menarik Park Kyu berkeliling lagi. Lalu mereka sampai di tempat kedai minum, Park Kyu ingin masuk namun dilarang Beo Jin hahaha.

Dan akhirnya mereka malah minum di kedai yang nggak begitu ramai.
Mereka berdua pun menikmati kebersamaan itu. Lalu mereka melihat wayang golek kali ya kalau di tempat kita mah. Beo Jin pun tertawa melihat adegan wayag tersebut, Park Kyu tersenyum melihat Beo Jin bahagia.

Di rumah Park Yeon, William membuat patung-patung di temani kedua putri Park Yeon.
“Apa ini?”tanya salah satu putri Park Yeon.
“Kita akan memiliki kinerja di depan raja dengan boneka”jawab William, lalu ia menujukkan hasil boneka jika sudah jadi. Kedua putri Park Yeon pun bertepuk tangan senang lalu mereka mengambil boneka lain dan mencobanya sendiri.
Lalu William ingat pertemuannya dengan Beo Jin di pasar.

Perdana menteri Hong Goo menerima pesan dari Seo Rin, ia ingin bertemu dengan putra mahkota dan Park Kyu.

Di istana lain Park Kyu melapor pada putra makhota So Hyun.
“Apa kau bilang bahwa ada penyeludupan besar dari Ching?”tanya putra makhota.
“Ketika anda berada di Cina, apakah anda pernah melihat barang dagangan yang tak biasa atau mendengar sesuatu yang aneh?”tanya Park Kyu. Lalu putra makhota mengingat sesuatu lalu ia pergi mengambil sebuah kotak dan menunjukkannya pada park Kyu. Ternyata isi kotak itu ginseng.
“Ini adalah hadiah yang aku terima. Ini adalah kualitas tertinggi Ginseng dari gunung Kuning. Yang berarti seharusnya di kirim ke ke istana sebagai Jingsangpoom 9barang kena pajak)”jelas putra mahkota.
“Yong Dae Gol mendapatkan ini dari mana?”tanya Park Kyu.
“Dia mengatakan bahwa dia hanya ini sebagai hadiah dari seseorang”jawab putra makhota. Lalu Park Kyu memerikasa kotak ginseng tersebut saat ia menutupnya terlihat lambing dagang Seo Rin. Tiba-tiba terdengar suara pemberitahuan perdana menteri Hong Goo Rak datang. Putra mahkota pun mempersilahkannya masuk.

“Apa yang membawamu ke sini perdana menteri?”.
“Sudah lama yang mulia telah kembali. Aku khawatir bahwa anda tidak bisa mengamati orang. Jika anda berjalan di sekitar pasar. Anda akan dapat melihat sekilas bagaimana kehidupan rakyat”bujuk perdana menteri.
“Ya, aku tidak yakin”jawab putra makhota.
“Yang mulia, anda harus melakukannya. Aku akan pergi dengan anda”tambah Park Kyu.
“Lalu, aku akan pergi melihat”jawab putra mahkota.

Putra mahkota ditemani Park Kyu dan Perdana menteri beserta dua pengawal yang berpakaian seperti orang biasa pun berkeliling pasar. Perdana menteri pun mencoba mennunjukkan toko-toko yang ada.

Di tempat lain Seo Rin bermuslihat, ia sedang membagi-bagikan sembako untuk rakyat miskin. Raja pun melihatnya.

Park Kyu pun menoleh ke arah Seo Rin begitu pula Seo Rin.

 

sumber: pelangidrama.net

Iklan

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s