Tamra The Island – Episode 13

Putra mahkota pun tersentuh dengan kebohongan yang dilakukan Seo Rin dengan cara membagi-bagikan sembako pada rakyat miskin. Putra mahkota dan Seo Rin pun mengobrol.
“Kau melakukan pekerjaan yang baik. Bagaimana kau berpikir tentang perbuatan besar itu ”puji Putra Mahkota.
“Saya merasa terhormat bahwa anda menganggapnya sebagai perbuatan besar. Tanpa ada rakyat yang membeli barang, tidak akan ada pedagang. Sebagai pedagang, kita harus membantu mereka dalam masa-masa sulit. Ini yang paling bisa aku lakukan untuk mereka”jawab Seo Rin .
“Dia merendah tentang perbuatan baiknya sendiri”puji perdana menteri Hong Goo.
“Kelompok pedagang Seo Rin adalah pedagang yang paling kuat di Hanyang, tapi sepersepuluh dari keuntungan mereka dibagikan untuk warga miskin, kelompok ini jauh berbeda dengan mereka yang berjualan untuk menjadi kaya”jelas perdana menteri Hong Goo.
“Aku bersyukur, bahwa kau peduli dengan rakyat kecil. Aku mendengar kehidupan mereka sangat sulit sehingga Raja dan aku merasa bersalah”.
“Hal ini bukan hanya karena kesalahan anda, tapi kehidupan rakyat harus lebih keras. Karena 4 kelas tradisional di masyaratakat (dalam urutan harga diri), sarjana, petani, pengrajin, dan pedagang masalahnya adalah perdagangan dan bisnis lebih menguntungkan daripada pertanian ini terlalu berlebihan”ucap Seo Rin sok bijak hahaha. Park Kyu hanya mendengarkan bualan Seo Rin dengan seksama.

”Aku juga menyadari tentang masalah ini saat aku tinggal di Qing. Aku juga tidak puas karena tidak berdagang aktif dengan Qing”jelas Putra Mahkota.
“Contohnya, Pulau Dejima di Jepang ( dibangun pada tahun 135 untuk berdagang dengan Belanda), banyak produk dari budaya barat yang telah diperdagangkan. Keuntungan dari pulau kecil Dejima sepuluh kali lipat dari keuntungan seluruh negeri. Selama kita membuka port (pelabuhan?) ke Negara-negara asing kita harus mampu membuat banyak keuntungan seperti mereka”jelas Seo Rin (wahhh ni Seo Rin mendekati putra mahkota supaya bisa membuat Tamna jatuh ke tangannya dan ia bisa membuat jalur perdagangannya dengan VOC liciknyo ckckckc).
“Agak masuk akal, tapi membuka port ke Negara-negara asing ceroboh,tampaknya bukan menjadi solusi terbaik untukku. Jika kita membuka pelabuhan tanpa persiapan yang tepat, ekonomi dalam negeri dapat dikalahkan oleh pasar luar negeri”jelas Park Kyu, putra mahkota pun mengerti dengan penjelasan Park Kyu sedangkan Seo Rin hanya melirik dengan sinis ke arah Park Kyu.

Seperti biasa Bong Yeon berjaga di luar kamar Beo Jin. Beo Jin pun membuka pintu kamarnya yang otomatis membuat Bong Yeon terbangun.
“Nona, kau membutuhkan air?”tanya Bong Yeon.
“Apakah kau, akan tinggal di sini sepanjang malam?”.
“Tentu saja. Itulah yang nyonya perintahkan”.
“Btw, laut begitu luas, apakah kita bisa melihat akhirnya?”tanya Bong Yeon.
“Tentu saja, pada akhirnya laut memenuhi langit. Hal ini sangat besar. Hanya dengan melihat cakrawala, aku merasa sesak”jawab Beo Jin.
“Kenapa kau merasa sesak?. Jika aku melihat itu akan merasa begitu bebas. Aku mendengar bahwa ada begitu banyak ikan yang berbeda di laut”. Beo Jin pun tersenyum.
“Siput laut, menyemprotkan laut, abalone,remis,kerang di mana-mana tetapi tidak berharga”. Lalu Beo Jin teringat saat-saat ia menyelam bersama William mencari abalone dan pertemuannya dengan William di pasar.

Lalu Beo Jin berniat keluar kamar.
“Nona?”panggil Bong Yeon.
“Aku akan pergi ke kamar kecil. Setelah itu, aku akan memberitahumu bagaimana paus menari”bujuk Beo Jin.
“Paus menari?”.
“Ya, paus. Tinggallah di sini tanpa pergi kemana-mana, oke?”pinta Beo Jin. Bong Yeon pun mengiyakan lalu Beo Jin bergegas pergi.

Park Kyu pun menghampiri Beo Jin.
“Apa yang kau lakukan sekarang?”selidik Park Kyu.
Beo Jin diam saja, ia tetap keukeuh akan pergi namun Park Kyu menahan Beo Jin.
“Apakah kau akan terus menerus mengecewakan aku?”tanya Park Kyu.
”Biarkan aku pergi”.
“Apa lagi yang bisa aku lakukan untukmu agar kau mendengarkanku? Jangan bertindak seperti ini tanpa berpikir terlebih dahulu”jelas Park Kyu.
“Beraninya kau mengurungku. Apakah aku memintamu untuk memberikanku makanan? Atau apa?”teriak Beo Jin yang mulai berkaca-kaca.
“Mari kita kembali”ajak Park Kyu.

“Tolong biarkan aku pergi”seru Beo Jin.
“Jika kau pergi, kita semua akan mati. Kau, William dan naku akan mati. Jika kau ingin segitunya pergi, silahkan”teriak Park Kyu.
“Kenapa orang-orang mekakukan ini pada kita? Apakah bersalah jika terlahir sebagai rakyat biasa?Apakah salah memiliki penampilan yang berbeda?”tanya Beo Jin yang mulai menangis.
“Aku tidak suka di rumahmu. Kenapa keluargamumencoba memanipulasiku dengan cara yang mereka inginkan. Jika itu bukan karenamu, Yandari. Aku bisa saja pergi dari sini dengan William. Mengapa kau muncul di kehidupanku. Dan kenapa kau menghancurkan hidupku? Kenapa?”teriak Beo Jin. (backsoundnya keren euy ni Park Kyu patah hati ya kakaka, tapi secara tak laangsung bukankah ini Beo Jin mengatakan suka bwahahaha).

Park Kyu pun berjalan melewati Beo Jin dengan lesu.
Beo Jin pun tertunduk menangis.
“Itu tidak sepertimu, Yandari”guman Beo Jin. Park Kyu sempat menghentikan langkahnya sejenak namun kembali melanjutkan langkahnya. Dan ternyata Seo Rin mengawasinya. Beo Jin pun menyusul Park Kyu.

Di rumah telah menunggu ibu Park Kyu dengan tampang galak hahaha. Beo Jin pun diam saja ia pun langsung menuju kamarnya.

Park Kyu berbicara berdua dengan ibunya.
“Aku akan menikah dengan putri perdana menteri, Hong Shi Yeon”ujar Park Kyu. Ibunya terlonjak kaget padahal senang tuh.
“Apa kau bilang?”.
“Aku akan menikah dengannya?”.
“Kyu, anakku..Kyu! benar-benar. Kau benar-benar membuatku…”jawab ibunya senang.
“Sebaliknya, aku memiliki persyaratan”.

Di tempat lain, ibu beo Jin, beserta Kkeut Boon dan ibunya sampai di Hanyang, mereka melewati pasar..
“Apa ini, tampaknya lebih banyak orang daripada ikan di Hanyang”ujar ibu Kkeut Boon.
Orang-orang di pasar pun melihat ketiga orang ini dengan aneh. Ibu kkeut Boon pun bersiap dengan kayu, Kkeut Boon dan ibu Beo Jin pun bertampang galak hahaha.
“Jangan melihat kami!”seru ibu Beo Jin galak. Rang-orang yang melihat mereka pun ketakutan hahaha.

Akhirnya ketiga orang tadi sampai di kediaman Park Kyu. Mereka pun terpana.
“Apakah ini rumahnya? Ini terlihat lebih besar dari kantor pemerintah Jeju”ujar ibu Kkeut Boon takjub.
“Laku, aku akan menjadi nyonya rumah ini?”pikir Kkeut Boon, Ibunya tertawa cekikian dan berhigh five dengan Kkeut Boon, ngaca dulu kali Kkeut Boon hahaha, Beo Jin aja ditolak ama ibunya Park Kyu apalagi Kkeut Boon ya ?

Tiba-tiba Bong Sam datang.
“Hei, permisi”ucap Bong Sam seraya berjalan, namun terhenti.
“Oh, ada lobak kaki”seru Bong Sam saat melihat ketiga tamu dari Jeju ini.
Bong Sam pun berniat pergi, namun ibu Beo Jin menahannya.
“Kau pelayannya, apakah dia di dalam?”tanya Ibu Beo Jin.
Lalu ibu Beo Jin berniat masuk ke dalam. Bong Sam pun melarangnya.
“Berani-beraninya kau mencoba datang ke sini? Hanya dengan gadis pembuat onar. Tuan mudaku memiliki waktu yang sulit. Kenapa kau tidak kembali saja menyelam?”jelas Bong Sam.
“Kenapa datang ke sini? Sarjana tahu mengapa kita di sini. Dia mengirimi kami uang untuk pergi ke Hanyang. Bagaimana aku tahu”teriak ibu Beo Jin.
“Berhenti bicara omong kosong, pergi jauh-jauh dari kami”usir ibu Beo Jin, hahaha malah gentian Bong Sam yang di usir.
“Beo Jin!, Jang Beo Jin!”panggil Ibu Beo Jin dan Kkeut Boon.
“Beo Jin! Keluar sekarang!”seru ibunya lagi. Beo Jin pun mendengar panggilan ibunya.

Karena ketiga tamu ini berteriak-teriak membuat kehebohan ibu park Kyu pun keluar rumah.
“Ada kehebohan apa ini?”tanya ibu Park Kyu.
“Oh, Nyonya, orang-orang yang anda lihat….”jawab Bong Sam namun terhenti melihat kedatangan Beo Jin.
“Ibu”panggil Beo Jin yang langsung memeluk ibunya. Ibu Kkeut Boon dan Kkeut Boon pun terpana dengan hanbook yang dipakai Beo Jin.

“Apakah kau benar-benar ibuku?”tanya Beo Jin tak percaya.
“Ibu”panggil Beo Jin yang langsung memeluk ibunya kembali.
“Ibu”guman ibu park Kyu.
“Kenapa kau ceroboh, kau pikir kau bisa melarikan diri dari menyelam dengan datang ke sini?”omel Ibu Beo Jin seraya menarik hanbook putrinya.
“Masalah adalah, aku berakhir di sini karena…aku pergi ke sana dan berakhir di sini”jelas Beo Jin.
“Apa ini pakaian mahal yang kau pakai?”tanya ibu Kkeut Boon.
“Apa yang akan kau lakukan dengan pakaian mahal seperti ini?kau masih terlihat sangat jelek”tambah Kkeut Boon.
Beo Jin pun hanya tersenyum-senyum sendiri.
“Aku akan terlihat cantik dengan mengenakan pakaian ini…Lihat ini”puji Kkeut Boon pada dirinya sendiri seraya mengepas Hanbook Beo Jin.

“Lalu, kau…ibunya Beo Jin?”tanya Ibu Park Kyu.
“Itu benar”jawab ibu Beo Jin.
“Aku mendengar bahwa kau adalah keluarga Daesanggoon”tanya ibu park Kyu.
“Anda benar”jawab Kkeut Boon.
“Tidakkah anda tahu, Daesanggoon penyelam terbaik di Sanbanggol!”tambah ibu Kkeut Boon.
“Penyelam?”tanya ibu Park Kyu.
“Nah, apakah anda tidak tahu bahwa wanita menyelam di laut. Menangkap abalone dan mengambil rumput laut dan ikan. Dia adalah Daesanggoon penyelam terbaik”jelas ibu Kkeut Boon bangga. Yang diiyakan Beo Jin dan Kkeut bBoon dengan menunjukk ke arah ibu Beo Jin.
“Apa? Abalone, rumput laut?. Lalu, Daesanggoon berarti kau adalah salah satu rakyat biasa”seru ibu Park Kyu yang hampir saja pingsan.
“Aku pikir ada sesuatu yang aneh. Kenapa orang-orang yang bebas, jika dia tidak hamil”seru ibu Park Kyu. Beo Jin pun hanya bisa melongo.
“Apa? Hamil?”. Ibu Beo Jin dan Kkeut Boon pun kaget.

“Bukan, itu bukan, apa itu?”seru Beo Jin.
“Beo Jin akhirnya kau mendapat masalah”ujar ibu Beo Jin.
“Tidak, tidak mungkin, hal ini tidak seperti itu”jawab Beo Jin meyakinkan.
“Apa yang kau maksud dengan tidak?”tanya Ibu Park Kyu.
“Masalahnya adalah …”jawab Beo Jin.
“Apa maksudmu?’teriak ibu Park Kyu yang membuat Beo Jin kaget.
“Anda salah paham. Aku tidak pernah mengatakannya sendiri”tegas Beo Jin.
“Lalu, apa? Apakah kau mengandung banyinya atau tidak”tanya ibu Beo Jin.
“Beritahu kami langsung!”teriak ibu Park Kyu.
“Yandari, maksudku Park Kyu…aku harus memberitahu anda bahwa aku hamil, maka aku tidak akan disuruh keluar dari rumah”jelas Beo Jin, olala ternyata Park Kyu yang menyuruh Beo Jin agar terlihat hamil kakaka.
“Apa itu?”guman ibu Park Kyu terlonjak kaget sampai cegukan.
“Apa yang kau lakukan? Suruh keluar dari rumah, sekarang! Usir keluar mereka semua dari rumahku!’teriak ibu Park Kyu. Para pelayan pun mengiyakan.
Para pelayan pun bersiap mengusir Beo Jin dan ibunya serta Kkeut Boon dan ibunya, namun mereka melakukan perlawanan.

“Jangan sentuh aku,aku akan keluar dari sini”seru ibu Beo Jin.
“Bangsawan di Hanyang memperlakukan tamu seperti ini? Aku tahu bahwa bangsawan cukup keterlaluan”.
“Beo Jin! Mari kita keluar dari rumah busuk ini”ajak ibu Beo Jin.
“Busuk”guman ibu Park Kyu lalu terjatuh pingsan, namun terbangun lagi.
“Busuk! Usir mereka keluar dari rumahku, sekarang!”teriak ibu Park Kyu.

Beo Jin yang telah berganti pakaian dan keluarganya pun keluar dari rumah Park Kyu.
“Gadis licik, siapa yang akan membayangkan bahwa dia akan tinggal di rumah inspektur kerajaan”ujar ibu Kkeut Boon pada Kkeut Boon.
“Gadis jelek tidak layak, tuan Park Kyu tidak akan jatuh padanya. Ini akan berbeda, apakah itu aku sekalipun ibu kan?”ujar Kkeut Boon.
“Ibu, ibu, aku mungkin bisa merayunya”pikir Kkeut Boon.
“Lakukan segera”dukung ibu Kkeut Boon.
“Ibu, aku tidak minta yang lain. Tapi tolong jangan bicara tentang kembali. Aku akan melakukan apa pun untuk tetap tinggal di sini. Jadi mohon, aku tidak melakukan apa-apa sejak datang ke Hanyang. Aku tidak bisa kembali seperti ini”mohon Beo Jin pada ibunya.

Tiba-tiba datang seorang pelayan menghampiri Beo Jin, dan ternyata pelayan orang itu adalah pelayan Shi Yeon putri perdana menteri. Ternyata Seo Rin menghasut Shi Yeon agar Shi Yeon menunjukkan kebaikannya pada Park Kyu, dengan membantu Beo Jin maka Park Kyu akan tersentuh. Beo Jin pun memberi hormat pada Shi Yeon.

Ternyata Shi Yeon mencarikan tempat tinggal sementara untuk Beo Jin. Pemilik rumah pun menjelaskan fasilitas yang anda, Kkeut Boon dan ibunya memeriksa sekeliling rumah tersebut.
“Kamar yang agak kecil”keluh Kkeut Boon.
“Awww, ruang penyimpanan yang terlalu kecil”tambah ibu Kkeut Boon.
Beo Jin pun merasa tak enak hati.
”Tidak, jangan lakukan ini pada kami”ucap Beo Jin. Namun Shi Yeon bersikeras membelinya dan membayar rumah tersebut.

“Terima kasih telah membantu kami, tapi aku tidak tahu apakah kami dapat menerima ini. Aku tahu bahwa tidak ada yang gratis”ucap ibu Beo Jin.
“Aku mendengar bahwa ia (Beo Jin?) merawat Park Kyu. Sebagai tunangan yang akan menikah dengan tuan muda Park Kyu….”jawab Shi Yeon terhenti. Kkeut Boon dan ibunya pun menoleh ke arah Shi Yeon.
“Tunangan?”tanya Beo Jin.
“Ini adalah yang paling bisa aku lakukan. Jadi jangan merasa bahwa kau berhutang apa-apa”jawab Shi Yeon cuek.
“Pasti telah melewati perjalanan panjang, beristirahatlah”. Lalu Shi Yeon pun bergegas pergi. Beo Jin pun hanya bisa menghela nafas dengan apa yang di dengarnya, tak rela ya Kyu menikah dengan Shi Yeon hahahaha.

Park Kyu sampai di rumah, begitu ia sampai Bong Sam pun menceritakan kejadian yang dialami Beo Jin dan keluarganya.
“Aku meminta mereka datang diam-diam, namun mereka diperlakukan seperti itu. Apakah kau tahu ke mana mereka pergi?”ujar Park Kyu.

Malam harinya ibu Beo Jin merenung di depan rumah melihat bulan (jadi kangen kampong, tahan seminggu lagi kakaka). Beo Jin hanya bisa melihat dengan sedih ibunya, tiba-tiba terlihat Park Kyu datang, Beo Jin pun segera menutup pintu kamarnya. Park Kyu pun tersenyum pada ibu Beo Jin.
“Terima kasih sudah datang”seru Park Kyu. Ibu Beo Jin pun menghampiri Park Kyu.
“Anda begitu sibuk, mengapa anda datang?”.
“Aku minta maaf atas nama ibuku”jawab Park Kyu.
“Mengapa seseorang yang mulia meminta maaf pada kami?. Status kamu lebih rendah dari anda. Kami lahir dari kelas rendah tidak memiliki banyak kebebasan. Terima kasih telah menjaga Beo Jin. Aku akan membawanya kembali, anda tidak perlu khawatir lagi sekarang”jelas ibu Beo Jin. Sementara Beo Jin mendengarkan dari dalam kamar.
“Itu bukan alasanku memanggil anda ke sini, harap jangan salah paham tentang maksudku”ucap Park Kyu.

“Apa yang harus disalahpahami di sini? Anda akan merasa nyaman tanpa dia. Bukankah itu alasan kenapa anda harus memanggilku. Gadis yang begitu keras kepala,akan sulit untuk membawanya kembali. Dia tidak bisa tinggal di Hanyang untuk jangka panjang. Mulai sekarang, aku akan pastikan dia tidak menganggu anda, sehingga anda bisa kembali pulang sekarang”jelas ibu Beo Jin yang sebenarnya tidak ingin berkata seperti itu. Park Kyu paham, ia pun melangkah pergi namun berhenti sebentar dan Beo Jin pun melihat kepergian Park Kyu dari pintu kamar.  Keesokan paginya, Beo Jin sudah bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan pagi. Ibunya yang sudah bangun dan melihat ada kepulan asap pun menghampiri dapur dan tersenyum dengan apa yang dilakukan Beo Jin. Beo Jin meneruskan memasak dengan kayu baker walaupun terbatuk-batuk karena asap (jadi bener-bener kangen kampung hahaha).
Beo Jin menghidangkan hasil masakannya, Kkeut Boon dan ibunya makan dengan lahap (kok saia malah jadi kangen makan tiwul ya wkkwkwk lihat Kkeut Boon makan).
“Apa alasanmu membuat semua makanan ini?”tanya Ibu Kkeut Boon.
“Mencoba ini lebih sulit daripada kau menyelam? Kau bisa sebaik ini padaku”tambah Kkeut Boon namun tetap lahap memakan masakan Beo Jin.
“Ibu, kau juga mencicipinya juga”bujuk Beo Jin yang melihatnya ibunya hanya terdiam.
“Ini adalah jenis makanan yang aku pelajari di Hanyang”. Beo Jin pun mengambilkan sendok untuk ibunya dan ibunya pun mencicipi masakan Beo Jin.

“Ibu, ada begitu banyak pekerjaan yang bisa aku lakukan di Hanyang. Ada begitu banyak pedagang, artis, bisnis agen”jelas Beo Jin, namun ibunya hanya terdiam menikmati makanan yang dimasak Beo Jin.
“Benar, aku memiliki begitu banyak yang ingin aku lakukan”.
“Tinggallah di sini dan mencoba untuk membuatnya di Hanyang. Namun, begitu kau bilang kau lelah kita akan kembali. Apakah kau mengerti”seru ibu Beo Jin.
“Ibu… terima kasih”ucap Beo Jin terharu.
“Itu tidak akan menjadi masalah. Aku memiliki keyakinan aku dapat melakukannya dengan baik!”. Di Hanyang pasar utama. Ada seorang pembeli ikan yang bertanya-tanya mengenai ikan pada penjualnya. Beo Jin pun menghampiri orang tersebut. Beo Jin pun mencoba menjelaskan jenis-jenis ikan yang dijual pada calon pembeli, pemmbeli pun tertarik dan makin banyak yang tertarik membelinya juga. Beo Jin pun membantu pedagang tadi menjajakan ikannya. Hingga ikan tadi laris manis hahaha.  “Jika ini karena kau ingin pekerjaan, menyerahlah”ujar pedagang cuek.
“Ini bukan seperti itu. Aku hanya tahu banyak tentang ikan”. Pedagang ikan pun berdehem.
“Bagaimana cara membuka warung di sini?”tanya Beo Jin.
“Jika, kau ingin menjadi pedagang, pergi ke kelompok pedagang Seo Rin”jawab pedagang ikan.
“Kelompok dagang Seo Rin?”tanya Beo Jin. Lalu pedagang ikan tadi mengulurkan sekeping uang pada Beo Jin. Beo Jin pun menerimanya dengan senang hati.

Malam harinya Beo Jin mencoba membuat arak beras. Ia pun menakar-nakar bahan di atas dipan depan rumah. Park Kyu pun memperhatikan apa yang di lakukan beo Jin dari balik tembok. Ia pun ingat saat-saat kebersamaannya dengan Beo Jin saat Beo Jin menyamar sebagai Bong Sam dan kata-kata Beo Jin saat di jembatan,
Bahwa kalau bukan karena Park Kyu, Beo Jin nggak akan ninggalin William.
Beo Jin yang sudah selesai pun merenung, entah memikirkan park Kyu atau William.

Di kediaman Park Yeon, William yang telah menyelesaikan boneka kayunya, bermain dengan boneka kayu wanita yang dianggapnya Beo Jin. Lalu membereskan boneka-boneka kayu lainnya.

Beo Jin pun menjual arak berasnya di pasar, ia pun menunggu hasil reaksi para peminum arak beras buatannya. Para pelanggan kedai minuman tempat Beo Jin menjual arak berasnya pun merasa puas dan senang.
Pemilik kedai pun senang, ia pun menghampiri Beo Jin.
“Mulai sekarang, aku akan memberikanmu 5nyang untuk 1 barel, lalu bawakan aku 3 barel sekarang”ujar pemilik kedai.
“Aku akan mengambil 4nyang untuk 5 barel, sepakat”tawar Beo Jin.
Pemilik kedai pun menyetujuinya, lalu Beo Jin mengeluarkan tempat minum yang terbuat dari bambu.
“Jika kau memasukkannya ke dalam sini, minuman ini efektif, kau bisa minum di mana saja kau pergi bahkan saat kau berjualan. Dalam sebuah pasar yang sibuk seperti ini, penjualan akan besar?”jelas Beo Jin, wahh Beo Jin pintar dagang ni wkwkwk. Pemilik gading pun berpikir melihat-lihat tempat minum Beo Jin yang terbuat dari bambu itu.
“Hanya memberiku 1 nyang untuk ini?”tawar Beo Jin.
Pemilik kedai pun menyetujuinya.

Yan menemui Seo Rin.
“Apa alasan anda ingin menemuiku?”tanya Yan to the point.
“Kau harus membawa beberapa barang”. Lalu salah satu anak buah Seo Rin memperlihat contoh barangnya.
“Tidak benar-benar banyak, senjata, bubuk dan peluru biasa”jelas Seo Rin.
“Sebuah kelompok pedagang yang melakukan perdagangan luar negeri membutuhkan senjata?”selidik Yan.
“Sebagai anggota dari perusahaan Indo Dong, kau tahu dengan baik alasan-alasanku”jawab Seo Rin.
“Apa yang kau maksud adalah bahwa kau akan membuka pelabuhan Jeju menggunakan kekuatan militer”pikir Yan.
“Hal semacam itu tidak akan terjadi, sampai kita membutuhkan kekuatan militer”elak Seo Rin. Yan pun tersenyum.
“Jika kau ingin mendapatkan banyak senjata, kau harus membayar untuk itu. Sejauh yang aku tahu, grup dagang Seo Rin tidak dapat membayar perak sebagai jaminan”ujar Yan. Seo Rin pun tersenyum penuh arti.
“Chosun memiliki keterampilan sendiri untuk pemurnian perak yang sebelumnya dikembangkan di Jepang. Tentu saja kelompok dagang kami tahu teknik ini. Bagaimana menurutmu? Apakah kau akan memiliki kesepakatan bisnis dengan kami?”jelas Seo Rin. Yan pun terdiam tak dapat membalas perkataan Seo Rin.

Di pasar arak beras dan tempat minum yang dijual Beo Jin laris manis, lalu salah seorang anak buah Seo Rin datang ke rumah Beo Jin membawa tempat minum.
Anak buah tersebut pun memanggil-manggil, Kkeut Boon pun membuka pintu kamarnya.
“Kau, Jang Beo Jin?”tanya orang tadi pada Kkeut Boon, lalu tiba-tiba Beo Jin datang dari samping rumah membawa arak beras. Orang tadi pun menghampiri Beo Jin.
“Apakah kau Jang Beo Jin?”.
“Ya”.
“Apakah kau mnyediakan arak beras di pasar?”.
“Ya, itu aku”.
“Silahkan bersiap-siap dan mengikutiku”. Kkeut Boon terkejut.
“Kepala kelompok pedagang Seo Rin Sangdan mencarimu”.
“Seo Rin Sangdan?”guman Beo Jin.
“Apakah aku bisa ikut?”seru Kkeut Boon tiba-tiba. Orang tersebut pun mengamati Kkeut Boon.

Beo Jin dan Kkeut Boon pun sampai di markas dagang Seo Rin. Beo Jin pun diajak menemui Seo Rin, Kkeut Boon pun mencoba mengikutinya namun di tahan orang yang menjemputnya tadi.
“Bukan kau?”tegur orang itu.
“Lalu, ke mana aku harus pergi?”tanya Kkeut Boon.
“Kau akan pergi ke salon kecantikan?”.
“Apa? Apa yang mereka lakukan di sana?”.
“Kau akan tahu, saat kau sampai di sana. Dengan wajahmu, kau akan berguna”.
Kkeut Boon pun merasa tersanjung lalu mengikuti anak buah Seo Rin tadi.

Beo Jin pun menemui Seo Rin, ia pun dijamu Seo Rin, Beo Jin pun mengambil salah satu kue.
“Kau mengatakan Jeju?”tanya Seo Rin. Beo Jin megembalikan kue yang diambilnya.
“Kau datang dari jarak jauh. Aku mendengar wanita di Jeju tidak bisa keluar dengan mudah. Bagaimana kau bisa datang ke sini”
“Aku tidak suka menyelam, jadi aku melarikan di lewat perahu diam-diam”.
“Kau sangat berkemauan keras”puji Seo Rin. “Nah kemudian, seorang gadis yang berkemauan keras harus berhasil di dunia ini. Ini adalah dunia anjing makan anjing”.
“Anda benar. Anda perlu untuk mengeksplorasi untuk bertahan hidup di dunia ini. Yang saya katakan adalah…saya akhirnya mengerti mengapa ibuku membawaku ke laut untuk menjelajahi dunia meskipun saya tidak pandai menyelam. Tapi sekarang saya tahu”jelas Beo Jin.
“Namun, datang ke Hanyang kesuksesan di dapat dengan mudah. Itu semua tergantung pada seberapa keras kau bekerja sekarang”seru Seo Rin. Beo Jin mengangguk.

Lalu mari kita lihat Kkeut Boon yang berada di salon kecantikan, sedang apakah dia? Dan ternyata Kkeut Boon dijadikan model untuk kecantikan akupuntur, wajahnya penuh dengan jarum hahaha, malangnya nasib Kkeut Boon.

Ternyata Beo Jin memutuskan bekerja untuk Seo Rin, ia pun bekerja di bagian gudang sepertinya.
“Apakah kau bisa melakukannya?”tanya anak buah Seo Rin yang brjaga di gudang.
“Walaupun aku lemah, tapi aku bisa membaca dan menulis”jawab Beo Jin.
Lalu orang tadi pun menyuruh Beo Jin mengecek stok yang ada di gudang, Beo Jin pun mengiyakan.
“Mengapa mereka menempatkan seseorang yang brbakat dalam penjualan ke gudang”pikir kepala penjaga gudang seraya beranjak pergi.
“Maaf”ucap Beo Jin.
“Oh ya, lupakan”jawab kepala gudang. Lalu Beo Jin mulai mengerjakan yang menjadi tugasnya.

Di istana William menemui Park Kyu.
“Park Kyu”panggil William seraya menghampiri Park Kyu..
“Kau datang, aku akan bermain di depan Raja. Beliau mengatakan jika aku membuatnya sukacita, aku akan dihargai. Lalu aku akan bertemu Beo Jin”ujar William.
“Kau tidak akan pernah tahu apakah Raja akan menyukainya atau tidak. Jadi jangan merasa puas diri dulu”jawab Park Kyu lalu beranjak pergi.
“Park Kyu, bisakah kau memberikan ini pada Beo Jin”pinta William seraya menyerahkan selembar surat.
“Tolong, berikan itu padanya”. Park Kyu hanya terdiam lalu bergegas pergi.

Acara pertunjukan boneka kayu pun dimulai, Raja di dampingi para menteri-menterinya pun menontonnya dengan sukacita.
“Sungguh suatu boneka yang menarik”puji Raja.
“Segera mulai bermain”seru Raja. Pertama William pun memainkan Haegeumnya yang telah disulap seperti biola. Lalu ia mulai bercerita dengan boneka kayunya.
“Di sebuah negeri nan jauh yang disebut Denmark, ada Raja yang baik dan bijaksana. Dia memiliki istri yang cantik dan putra yang cerdas bernama Hamlet. Keluarga ini cukup damai. Tidak, keluarga itu bahagia”. Raja dan lainnya pun tertawa senang.  “Tapi suatu hari, saudara laki-laki Raja, Cladius yang mencintai istri raja diam-diam menyelinap saat Raja tidur siang. Dia menaruh racun ke telinga Raja. Lalu ia membuat Raja mati”.
Raja mulai merasa tidak nyaman dengan pertunjukan William yang sepertinya dirasakan juga oleh para menterinya.
“Setelah kematian raja, Cladius menjadi Raja 2 bulan kemudian, lalu ia menikah dengan istri mantan Raja”. Para penonton pun mulai merasa cemas.
“Rakyat banyak yang menderita, lalu suatu malam”.
Salah satu menteri pun mulai berbisik-bisik, bahwa ini seperti mengejek Raja.
Lalu keluar boneka putra mahkota dan raja yang sudah mati. William pun mulai bercerita kembali, mungkin maksudnya putra mahkota bermimpi bertemu dengan mantan Raja.
“Ayah”.
“Ular yang membunuh ayahmu sekarang mengenakan mahkota. Silahkan balas dendam untukku”.
“Aku akan pastikan melakukannya. Ayah”

Raja pun sepertinya merasa tersinggung, putra mahkota pun merasa tak enak, apalagi ditambah bisik-bisik para menteri. Park Kyu pun tidak tahu harus bagaimana mencegah William.
“Ah, apa yang baik menjadi seorang Raja. Mengapa dia menjadi raja bahkan setelah membunuh saudaranya”. Lalu William mengambil pedang kayunya dan keluar menemui para penonton. Para menteri pun terhenyak.

“Menjadi raja atau tidak, itulah pertanyaannya”. Lalu William menodongkan pedang kayu itu ke arah Raja. Raja pun semakin salah paham dengan tingkah William.
“Beraninya, kau mengejek Raja. Apakah kau sedang mengolok-olokku sekarang”seru Raja marah. William pun terkejut dengan tanggapan Raja,ia pun tak menyangka akan menjadi begini.
“Yang Mulia, saya belum pernah mendengar kisah yang keterlaluan semacam ini”seru salah seorang menteri.
“Silahkan, menangkap orang yang bersalah ini”lanjut yang lain. Park Kyu pun bingung dan nampak berpikir bagaimana cara menengahinya.

“Karena ia mengejek keluarga kerjaan, dia layak dihukum penggal”seru salah seorang. Yang diiyakan yang lain.
“Pancung dia segara”seru Raja.
Park Kyu pun segera berlutut di depan Raja dan berkata.”Yang Mulia,itu semua salahku karena saya membawa orang asing yang tidak beradab ke sini. Perkenankan saya menuntutnya”mohon Park Kyu.
“Kau memintaku untuk menyelamatkan hidupnya beberapa waktu yang lalu. Sebaliknya,pastikan untuk membunuhnya”seru Raja.
William pun terlonjak kaget, ia pun dibawa para pengawal pergi, William hanya bisa memanggil-manggil Park Kyu.
Raja pun meninggalkan ruang acara diikuti para menterinya.

Di ruang tahanan William disiksa habis-habisan, ia disiksa sampai babak belur. Park Kyu pun menangis melihat kondisi William.
Selesai disiksa William dimasukkan kembali ke dalam sel.

Perdana menteri Hong Goo minum bersama Seo Rin.
“Jadi, apakah semuanya akan baaik-baik saja?”tanya perdana menteri Hong Goo.
“Tampaknya surga berpihak padaku. Karena anda, tuanku selalu membantu kami keluar dari masalah-masalah yang hebat”jawab Seo Rin.
“Apakah itu benar?….Itu benar”ujar perdana menteri lalu tertawa bangga.
“Bagaimana dengan pernikahan dengan keluarga jaksa, Park Kyu?”tanya Seo Rin.
“Oh, putriku. Tampakinya di sukai oleh wanita dari keluarganya”.
“Jika dua keluarga menjadi sebuah keluarga seperti pernikahan ini. Lalu, seluruh dunia akan berada di bawah perintah anda”puji Seo Rin.
“Maksudmu seluruh dunia?”guman perdana menteri lalu tertawa bangga.
“Apakah kau mengatakan seluruh dunia?”pikir perdana menteri yang tertawa dengan pujian Seo Rin.
“Apa yang terjadi dengan orang asing?”tanya Seo Rin.
“Orang asing, dia akan dituntut segera. Menimbang bahwa kau sedang mencari orang asing, kau harus memiliki rencana untuk mengambilnya”jawab perdana menteri.
“Saya tidak bisa mengalahkan anda”.
“Jadi, katakan apa yang kau inginkan”.
“Untuk melakukan bisnis di luar negeri, kelompok dagang kami tidak peduli apa pengetahuan orang asing yang diketahui banyak tentang dunia barat sangat berguna”jawab Seo Rin.
“Jadi, apa kau bermaksud membiarkan orang asing bekerja untuk kelompok dagangmu?”.
“Jika itu tidak mengoyahkan posisi anda, anda bisa membantu kami”.

Malam harinya, perdana menteri Hong Goo bersama seseorang tabib mengunjungi sel tahanan William. Dan menyuruh penjaga membiarkan tabib memeriksa William yang dikiranya sudah mati. Penjaga pun membuka pintu untuk tabib dan tabib memeriksa William, tabib pun mengatakan bahwa William sudah mati, padahal akal bulus perdana menteri aja ni. Perdana menteri pun menyuruh tabib itu membawa pergi mayat William, mayat William pun dibawa oleh beberapa orang suruhan Seo Rin yang tentu saja telah menunggunya.

Park Kyu yang sepertinya sudah mendengar kabar segera mendatangi ruang tahanan.
“Dimana terpidana?”tanya Park Kyu pada penjaga.
“Sekarang…tubuhnya sudah dibawa pergi”jawab penjaga.
“Apa katamu. Apa maksudmu, “tubuh”?”ujar Park Kyu kaget.
“Dia tidak bisa tahan dengan pukulan…dia sudah mati”. Park Kyu pun bergegas pergi ingin melihat mayat William, namun penjaga lain menghalangi dan bilang bahwa mayat sudah dibawa pergi.

Park Kyu pun menghilangkan kesedihannya dengan minum-minum.

Beo Jin pulang ke rumah, ia pun menyapa Park Kyu yang tertunduk di bawah pohon.
“Yandari”panggil Beo Jin. Park Kyu pun menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum.
“ Oh itu kau, troublemaker”.
“Mengapa kau minum begitu banyak”tanya Beo Jin. Namu Park Kyu tak menjawab ia malah berdiri walaupun sedikit agak sempoyongan.
“Apa yang salah?”tanya Beo Jin lagi.
“Tidak ada yang salah”jawab Park Kyu lalu melangkah pergi.
Namun Park Kyu menghentikan langkahnya.
“William…..”ujar Park Kyu lirih.
“Ada apa dengan William…?”tanya Beo Jin. Namun Park Kyu hanya terdiam, Beo Jin pun menghampiri Park Kyu.

“Apa yang salah dengan William? Apakah sesuatu terjadi padanya”selidik Beo Jin.
“Apa yang salah dengan dia!. Apakah dia sakit? Apakah ia terluka?”tanya Beo Jin, namun Park Kyu masih tetap terdiam.
“Yandari, tolong beritahukan padaku”pinta Beo Jin. Eh malah bukannya jawab park Kyu malah mencium Beo Jin supaya Beo Jin ngak bertanya apa-apa lagi hahaha.
“Berhentilah bermain denganku”ujar Beo Jin yang tak dapat menahan tangisnya lalu bergegas pergi.

Di tempat Seo Rin, William yang masih pingsan bersiap akan di cap tanda perusahaan Seo Rin, padahal cap itu baru saja dicelupkan ke bara api ckckckc.
Wiliam pun terbangun dengan cap panas itu lalu pingsan lagi. Seo Rin pun tersenyum puas.

Bong Sam sampai tertidur menjaga Park Kyu. Park Kyu pun terbangun lalu Bong Sam yang juga terbangun menyuruh Park Kyu minum air madu untuk menghilangkan efek mabuk. Park Kyu tidak mengindahkan perkataan Bong Sam. Bong Sam pun khawatir karena semalaman Park Kyu mengigau mencari Beo Jin. Park Kyu pun teringat saat ia mencium paksa Beo Jin.

Beo Jin di antar salah seorang pegawai Seo Rin menemui budak, Beo Jin disuruh merawat budak itu yang tak lain adalah William. Beo Jin pun terlonjak kaget saat ia melihat William tak berdaya.
“William”gumannya lirih.
“Dia dijual dari pasar budak, urus orang asing ini untuk sementara”jelas anak buah Seo Rin.
“Bagaimana ini terjadi?”tanya Beo Jin.
”Dia adalah sBeo Jin pun menutup pintu dan menghampiri William, Beo Jin pun mencoba membangunkan William. William pun tersadar ia pun membuka matanya.
“Apakah kau tahu siapa aku?”tanya Beo Jin.
“Apakah kau Beo Jin?”. Beo Jin pun mengangguk.
“Apa yang terjadi denganmu?”. Beo Jin pun menangisi keadaan William.

 Lalu William pun merasa kesakitan.

“Apakah kau baik-baik saja?. William”panggil Beo Jin. Lalu Beo Jin memeluk William.

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s