Tamra The Island – Episode 16 (Finale)

William dan Park Kyu pun dimasukkan ke dalam penjara.
“Beo Jin, apakah dia aman?”tanya Park Kyu, namun William hanya terdiam.
“Aku bertanya apakah Beo Jin selamat?”teriak Park Kyu.
“Dia di tahan Seo Rin”jawab William yang langsung dimasukkan ke dalam sel penjara begitu pula park Kyu walaupun masih syok mendengar jawaban William.

Sementara itu ternyata Beo Jin diselamatkan oleh Yan.
Walaupun sebelumnya ia ketakutan karena matanya masih tertutup kain hehehe.

Seo Rin dibebaskan dari penjara, ia pun keluar dari bui dengan anggun hahaha.
Chi Yong pun menjemput kakaknya itu.
“Kau sudah selesai”ujar Chi Yong.
“Mereka seharusnya tahu betapa bodohnya itu mengikuti Raja gila dan mereka akan membayar harga untuk ini”jawab Seo Rin lalu melangkah pergi.
“Madam, maaf”ucap Chi Yong yang otomatis menghentikan langkah Seo Rin.
Chi Yong pun memberitahu bahwa Beo Jin telah berhasil meloloskan diri.
“Dia adalah gadis yang beruntung. Tidak apa-apa. Sekarang kita harus menyelesaikan apa yang kita mulai”jawab Seo Rin lalu bergegas pergi.

Yan dan Beo Jin pergi ke rumah Park Yeon.
“Ya, rumah siapa ini?”tanya Beo Jin.
Belum sempat Yan menjawab yang empunya rumah sudah menyahut.
“Siapa di sana?”.
Park Yeon pun sedikit terkejut melihat Yan lalu Beo Jin.
Park Yeon pun teringat saat bertemu Beo Jin di pasar saat dirinya mencari William.
“Kau”. Beo Jin pun tersenyum.

Beo Jin, Park Yeon dan Yan pun mengobrol di samping rumah (suka gaya rumah jaman Joseon ini hahaha).
“Tidak, Yandari bukan orang seperti itu”seru Beo Jin.
“Park Kyu ingin menggulingkan Raja jadi dia memanfaatkan William”jawab Park Yeon.
“Itu adalah salah satu perangkap Seo Rin. Dia orang yang licik seperti rubah”sahut Yan.
“Apa yang akan kita lakukan? Apakah kita ada cara yang bisa membebaskan mereka?”tanya Beo Jin.
“Mereka adalah tawanan Raja, tidak mungkin”jawab Yan.
“Paman, apakah anda yakin tidak ada jalan?”tanya Beo Jin pada Park Yeon, Park Yeon pun hanya bisa terdiam.
“Aku, aku akan menceritakan kebenarannya pada Raja”kata Beo Jin.
“Kau bahkan tidak bekerja di istana. Bagaimana kau berencana untuk masuk ke istana?”tanya Park Yeon.
“Apakah menurutmu dia akan mendengarkan seorang petani rendahan? Kau juga akan dihukum berat”seru Yan.
“Tidak, aku tidak bisa hanya duduk di sini dan melakukan apa-apa”seru Beo Jin tak menyerah. Beo Jin terdiam sesaat lalu tiba-tiba ia mendapat ide.
“Paman, bekerja di istana seperti yang kau katakan”ujar Beo Jin.

Di sel penjara terpisah Park Kyu dan William mengobrol dengan kepala terpasung.
“Aku melihat, Beo Jin. Kau melakukannya karena dia”ucap Park Kyu.
“Jika kau jadi aku, kau pasti akan melakukan hal yang sama. Aku belajar darimu. Aku yakin bahwa aku salah paham padamu. Maafkan aku dan terima kasih”jawab William.
“Beo Jin, apakah kau pikir dia masih hidup?”tanya William.
“Semua ini adalah salahku”jawab Park Kyu.
“Namun karena Beo Jin dan kau, aku senang”ucap William. Park Kyu pun tak kuasa meneteskan air mata.
“Aku juga senang karena kalian berdua”balas Park Kyu.

Di Jeju Seo Rin menemui kakek tua di temani kakaknya. Ternyata kakek tua yang suka bersama William dulu itu Raja sebelumnya.
“Yang Mulia, anda sudah lupa apa yang mereka lakukan?”tanya Seo Rin.
“Berapa banyak orang yang harus terluka karena balas dendam bodohmu”.
“Demi warga, membuat Chosun menjadi Negara yang damai dan makmur bukankah itu mimpi Anda?”.
“Karenamu, apakah kau tidak mencoba menjual tanah ini?”.
“Bukan karena pasukan asing, tapi kita diri kita sendiri,membuka pintu untuk orang asing itu gagasan ayahku dan juga anda!. Kakek tua pun hanya terdiam.
“Kita berdua bisa membangun ulang Chosun”lanjut Seo Rin.
“Semua itu tak ada gunanya”.
“Aku tak akan menyerah”. Lalu Seo Rin pun melangkah pergi.

Di istana seseorang mengirimkan surat pada Raja.

Park Kyu dan William siap dihukum sayak (meminum racun?). Raja pun telah hadir.
Raja pun menghampiri Park Kyu, dan tak jauh dari mereka berdiri barisan pelayan istana dan salah satu diantaranya ada Beo Jin yang menyamar sebagai dayang istana.
“Anakku, pangeran tampak setelahmu dan kau menyalahgunakan kekuasaan untuk berkonspirasi melawanku. Kau masih ingin bersaksi?”seru Raja.
“Chona, Raja langit kami dan panutan rakyat-rakyatnya. Aku tidak menyesal kehilangan hidupku. Jadi aku harus mengatakan bahwa Anda harus menghapus orang-orang pejabat dan penasihat yang korup. Maafkan aku”tegas Park Kyu.
Para menteri pun tak terima terutama perdana menteri Hong Goo.
“Chona, Anda harus membunuhnya dengan segera”mohon perdana menteri Hong Goo yang di iyakan menteri yang lainnya.
“Ada sesuatu yang disebut pengampunan, dia telah tumbuh bersamaku jadi bagaimana bisa aku bisa dingin?”ujar Hong Raja. Perdana menteri Hong Goo pun jadi was-was.
“Aku pikir itu hanya hak untuk mendengar wasiat terakhirnya? Jadi, katakan padaku”.

“Apa yang ingin aku lindungi bukan kehidupanku sendiri. Melainkan Chosun. Bagian dari Chosun yang mulia diabaikan. Pulau Selatan dimana gunung dan lautan bertemu, dengan tanah dan sungai tempat kebahagian ditemukan. Di mana orang melihat melalui hati mereka tempat itu Tamna, Jeju”jelas Park Kyu. Beo Jin pun mendengarnya dengan terharu.
“Setelah menyelesaikan misi sebagai inspektur kerajaan. Sekarang kau mencoba mengajari Raja”.
“Di Tamna, ada penyelam perempuan yang hidup damai dengan laut. Tanah merupakan harta karun mereka dan manfaat dari laut. Silahkan melindungi Tamna agar perempuan penyelam bebas bisa menyelam ke laut dan menjaga keindahan hidup mereka. Melindungi dari invasi asing,agar tetap berdiri sendiri. Yang mulia, bagaimana mengamankan kehidupan Chosun yang diabaikan oleh Anda”. Raja pun cemberut.

Tiba-tiba terdengar suara anjing, ternyata anjing tersebut berada di balik baju hanbook Beo Jin. Semua orang pun menoleh ke sumber suara, Beo Jin pun mencoba menenangkan si anjing namun anjingnya melepaskan diri dari Beo Jin. Anjingnya pun berlari ke arah Raja, Beo Jin pun menyusulnya. Raja pun berlari menghampiri si anjing. Raja dan Beo Jin pun bersamaan menangkap si anjing namun Raja mendapatkan si anjing terlebih dahulu. William dan Park Kyu pun terpana.
“Beo Jin”guman William. Beo Jin tertunduk takut.
“Beraninya hanya seorang pelayan istana? Memiliki anjing di istana?”seru Raja.
“Aku bukan pelayan istana”jawab Beo Jin.
“Lalu…?”. Beo Jin pun menoleh ke arah Park Kyu.
“Seperti yang ia katakana semenit yang lalu. Aku seorang penyelam dari Tamna!”seru Beo Jin lalu tiba-tiba bersujud ketakutan (hahaha lucu ini).
“Chona, di Tamna kita jangan melawan atau membunuh satu sama lain. Tamna adalah rumah sejati bagi banyak orang sepertiku. Di Tamna, tuan Park Kyu bukan orang mulia dan orang asing bukan orang asing tapi keluarga. Mereka adalah orang-orang baik. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk mereka! Tolong biarkan mereka hidup”mohon Beo Jin. Raja pun memandang Beo Jin dengan serius Beo Jin yang melihatnya pun segera bergegas menghampiri William.

Beo Jin pun memperlihatkan lambang kelompok dagang Seo Rin yang tercap di punggung William.
“Ini melambangkan bahwa dia budak Seo Rin”ujar Beo Jin. Raja pun menghampiri William dan melihat cap lambang tersebut.
“Apa ini?”tanya Raja.
“Dibawah perintah Seo Rin untuk menyelamatkan hidupku, ia tidak punya pilihan selain berbohong”jawab Beo Jin. Lalu Raja teringat surat yang ternyata surat tersebut dari kakek tua yang di Chosun.
Surat tersebut berisi tentang fitnah kospirasi Pangeran, Park Kyu dan orang asing yang dituduh sebagai penghianat Raja. Kakek tua pun menjelaskan bahwa itu tuduhan palsu yang dilakukan kelompok pedagang menggunakan nama kakek tua. Ternyata kakek tua itu adalah paman Raja saat ini.
“Jadi bukan hanya kau yang ditandai di punggungnya. Jadi ceritakan sebenarnya dari awal”ujar Raja pada William.
“Terima kasih. Chona”.
“Karena Beo Jin aman di sini, sekarang aku bisa mengatakan yang sebenarnya”.
Namun dengan segera perdana menteri Hong Goo memotong.
“Chona, harap mengerti bahwa mereka berbohong dalam rangka untuk menyelamatkan nyawa mereka”.

“Kau!”teriak Raja. Perdana menteri Hong Goo pun segera berlutut.
“Kau, apa yang kau takutkan?. Tangkap perdana menteri”seru Raja. Perdana menteri pun dikepung oleh prajurit.
“Kau jangan berpikir seperti itu, anak anjing lucuku? Jadi, nama apa yang harus kuberikan padamu?”guman Raja lalu tertawa.
Park Kyu pun tersenyum ke arah Beo Jin dan Beo Jin pun berdiri dengan penuh percaya diri. Dari jauh Yan yang berpakaian seperti menteri pun tersenyum.

Di kediaman Park Kyu, ibu Park Kyu menangisi kepergian Park Kyu.
“Aiiiiiiiiiiigo…Kyu. Bagaimana bisa hal seperti ini terjadi. Bagaimana bisa anakku pergi ke Pembuangan. Bahkan aku tidak bisa melihatnya pergi”seru ibu Park Kyu meraung-raung hahaha. Ayah Park Kyu pun nampak lebih merelakan kepergian Park Kyu daripada ibunya.
“Nyonya, jangan terlalu khawatir. Ini bukan pertama kalinya. Dia berkunjung jauh, jauh ke Jeju. Kanghwa akan sedikit lebih baik”ujar Bong Sam. Yang langsung mendapat bogem mentah eh maksudnya tempelengan dari ibu Park Kyu hahaha.
“Bong Sam,kau! Apa yang kau tahu dan bicara seperti itu. Pernahkah kau ke penjara sepertiku?”ujar ibu Park Kyu. Park Kyu yang sepertinya mau pamitan pun mengurungkan niatnya hahaha.
“Mari kita pergi”ajak Park Kyu. Beo Jin pun menggandeng tangan William dan mengapit Park Kyu hehehe.

Sebuah kapal dari Hanyang telah tiba di pelabuhan Yang Bih, Jeju.
Barang-barang pun diturunkan dari kapal. Dua opsir penjaga anak buah Yi Bang menuntun memberi jalan pada sebuah kotak barang yang diangkut. Namun penjaga anak buah Seo Rin menahannya.
“Apa yang ada di sana?”.
“Itu Dedeok-hyun”jawab salah satu penjaga Yi Bang.
“Apa yang kalian lakukan sekarang!”teriak Yi Bang yang tiba-tiba datang.
“Ini adalah barang yang sangat penting yang akan diberikan pada gubernur. Apakah kau akan bertanggung jawab jika barang itu rusak?”. Kedua opsir anak buah Yi Bang pun membuka jalan. Yi Bang pun tersenyum tipis lalu bergegas pergi.

Di markasnya Seo Rin mengumumkan akan kedatangan kapal asing besok malam.
“Tapi, mengapa anda memesan untuk menghibur semua pejabat selain gubernur?”tanya kepala petugas Jeju Mok (provinsi).
“Kau tidak boleh lengah sampai kapal masuk. Kita harus menyingkirkan setiap hambatan yang mungkin”jawab Seo Rin. Kepala petugas Jeju pun nampak berpikir.
“Bahkan batu terkuat pun akan rusak jika ada celah kecil”.

Ternyata peti barang yang di bawa opsir anak buah Yi Bang di buka di kediaman keluarga Beo Jin. Nah setelah dibuka ternyata isi peti itu Beo Jin, Park Kyu dan William, wkwkkwkw lucu amat ni mereka masuk bertiga dalam peti hahaha.
Beo Jin pun lega dan berusaha keluar dari dalam peti. Ayahnya pun mengangkat Beo Jin. Park Kyu pun bergidik saat Kkeut Boon membelainya wkwkkw.
Beo Jin pun melepas rindu pada ayahnya dan adiknya, Beo Seol. Semua orang pun saling melepas rindu termasuk orang suka orang yang suka mabuk yang merindukan William.

“Dal dan Jong Jong segera pergi ke kerja paksa pagi ini”lapor ibu Beo Jin.
“Kami bahkan tidak bisa menangkap makanan laut dan hanya pergi kerja membangun pelabuhan untuk invansi asing”tambah ayah Beo Jin.
“Besok malam, kapal dari East India Company akan datang”lapor Yi Bang.
“Apa? Sungguh? Apakah kapal akan datang besok?”tanya ibu Kkeut Boon.
“Jika kapal datang, Tamna akan menjadi milik mereka?”tanya warga yang lain.
“Itu benar, jika kapal datang semuanya beraakhir”celetuk warga yang bersahabat dengan William.
“Lalu, apa yang akan terjadi dengan kita?”lanjut yang lain.
“Kita semua akan mati”jawab ibu Kkeut Boon. Park Kyu yang sedari tadi mendengarkan laporan warga berkata,”kapal tidak akan masuk’.
“Kapal tidak akan datang? Bagaimana anda tahu tuan?”tanya salah seorang warga.
“Jika kapal datang, apa kalian semua akan mati dengan tenang? Apakah kalian akan membiarkan mereka memiliki Tamna kita?”seru ibu Beo Jin.
“Itu benar, ini adalah waktunya kita harus bersama”tambah Beo Jin. Warga yang lain pun mengiyakan.

Yan yang berlayar dengan kapal dari East India Company pun melihat daratan Tamna dengan teropongnya.

Seo Rin yang menjamu para pejabat pergi menemui Chi Yong yang datang.
“Apakah kapal tiba?”tanya Seo Rin.
“East India Company memberitahu kita bahwa mereka tidak akan datang ke sini”.
“Apa yang kau maksud dengan mereka tidak datang?”.
“Kita harus segera mengirim surat kepada mereka”usul anak buah kepercayan Seo Rin.
“Naikkan perak ke kapal kita dengan cepat. Jika mereka tidak datang, kita akan pergi. Kita yang harus aktif. Aku sendiri yang akan pergi ke sana”ujar Seo Rin lalu berggeas pergi.
Ternyata Beo Jin dan Kkeut Boonyang telah menyamar sebagai pelayan mendengarkan pembicaraan mereka .

Pimpinan East India Company meneropong kapal milik Seo Rin.
“Apakah baik-baik saja melakukan hal ini?”tanyanya pada William.
“Setelah jangkar kita di sana kita bisa dikhianati dan kita akan dalam bahaya”. “Kepercayaan adalah prinsip dasar perdagangan ketika kita melakukan bisnis”.
“Mereka mengkhianati Negara mereka sendiri untuk melakukan perdagangan dengan kita. Kita belum bisa mempercayai mereka sehingga akan lebih aman perdagangan di atas kapal kita”jelas Yan. Pemimpin pun percaya dan mengerti. Yan melangkah ke depan dan teringat kata-kata Park Kyu yang menyatakan bahwa Kim Sang anak Kim Yeon Yoon.

William yang menggunakan topeng bersiap-siap menyerang dengan ditemani beberapa warga dan warga pemabuk yang bersahabat dengan William.
William pun teringat kata-kata Park Kyu yang bilang kalau mereka harus menghentikan Seo Rin saat Seo Rin mengangkut perak ke atas kapal.
“Apakah kalian siap”ujar William. Mereka pun memakai topeng kembali dan menyerang anak buah Seo Rin dengan peralatan seadanya dan tangan kosong.
Park Kyu dan beberapa anak buah pun menyerang dari pintu gerbang.

Beo Jin dan Kkeut Boon menghampiri para pejabat yang sedang dijamu. Beo Jin pun membuat keributan.
“Hei, kalian! Pergi dari sini cepat!”
“Ada apa?”kepala tugas Jeju Mok.
“Anda belum pernah mendengar, kapal tidak akan pernah datang ke sini!”.
“Apa yang ia bicarakan?”sahut pejabat yang lain.
“Apakah kau tuli? Kapal tidak akan datang”jawab Kkeut Boon.
“Keluar dari sini cepat. Cepat”.

Park Kyu pun bertemu dengan rombongan Seo Rin.
“Selamat datang ke neraka, tuan”seru Seo Rin”.
“Kalian, antar pemimpin ke kapal”ujar Chi Yong.
Seo Rin pun pergi menuju kapal di antar anak buahnya yang lain.
Chi Yong pun menyerang Park Kyu lalu terjadilah pertempuran sengit.

Begitu pula di tim topeng, yaitu tim William. Tim Yi Bang pun telah sampai, mereka pun membantu tim Park Kyu.

Beo Jin dan Kkeut Boon membantu para pelayan melarikan diri. Mereka pun bertemu dengan rombongan Seo Rin yang menuju kapal. Kkeut Boon pun terlonjak kaget.
“Itu benar-benar presiden kita!”seru Kkeut Boon. Beo Jin pun memperlihatkan diri.
“Kau benar-benar berumur panjang”seru Seo Rin.

“Tamna adalah segalanya bagi kami. Mengapa? Mengapa kau mengambil Tamna dari kami?”.
“Dia benar. Kita tidak bisa menukar Tamna dengan apa pun”tambah Kkeut Boon. Tiba-tiba terdengar teriakan menangkap Seo Rin. Seo Rin pun bergegas pergi, Beo Jin dkk menunjukkan arah Seo Rin pergi ke para polisi.
Beo Jin berniat pergi menyusul, Kkeut Boon pun menahannya.
“Beo Jin, kau mau ke mana?”.
“Yandari, mengatakan kita seharusnya tidak pernah membiarkan kapal pergi dengan memuat perak. Aku harus pergi ke pelabuhan”. Lalu Beo Jin bergegas pergi, Kkeut Boon pun tak dapat menahan Beo Jin.

Tim wanita perkasa siapa lagi kalau bukan tim penyelam pimpinan ibu Beo Jin hahaha. Mereka pun melihat dari jauh pertempuran yang terjadi di markas Seo Rin.
“Tamna milik kita. Jadi kita harus melindunginya”seru ibu Beo Jin.
“Daesanggoon benar. Kita harus melindungi Tamna”tambah ibu Kkeut Boon. Yang diiyakan yang lain. Lalu terdengar suara Kkeut Boon memanggil.
“Ibu”.
“Apa yang terjadi?”tanya ibu Beo Jin.
“Kita seharusnya tidak membiarkan kapal itu pergi”jawab Kkeut Boon.
“Apakah kapal itu yang akan menghancurkan Tamna?”seru salah satu penyelam.
“Semua orang bersiap-siap”ujar ibu Beo Jin. Wanita perkasa Tamna pun siap beraksi.

Yan dan pimpinan pegadang buritan kapal Seo Rin, di sana terlihat pertempuran yang sangat sengit.

Pertarungan pun semakin sengit, Seo Rin hampir sampai di atas kapal. Anak buah kepercayaan Seo Rin pun tewas tertusuk pedang salah satu warga Tanma. Seo Rin pun terjebak dalam pertempuran itu. Chi Yong dengan gesit menyelamatkan kakaknya dan membawanya ke kapal. Park Kyu yang melihatnya pun menyusulnya.
Akhirnya Beo Jin sampai juga di dekat kapal, ia pun berusaha menyusup di antara pertempuran itu, Beo Jin pun melihat Park Kyu maju ke kapal sendirian.
“Tidak, Yandari, jangan lakukan itu”seru Beo Jin.
Beo Jin yang salah pun diserang anak buah Chi Yong dengan sigap William pun menolong Beo Jin.
“William, ohtokke?”ujar Beo Jin panik.
Kapal Seo Rin mulai bersauh, Park Kyu pun berusaha naik kapal. Di atas kapal pun terjadi pertarungan sengit antara Park Kyu dan anak buah Seo Rin.

Dan ini scene yang tidak boleh dilewatkan di drama ini, diiringi backsound yang keren wanita perkasa Tamna aka wanita penyelam yang dipimpin ibu Beo Jin mendekati kapal Seo Rin. Mereka mulai menusuk-nusuk kapal Seo Rin dengan pisau peralatan mereka saat menyelam.

William pun mencarikan Beo Jin tempat yang aman.
“Jangan pergi, itu berbahaya”pinta William.
“Yandari ada di kapal. Dia dalam bahaya”ujar Beo Jin panik.
“TIDAK”seru William.
“William, Yandari…”, tiba-tiba anak buah Seo Rin pun menyerang mereka, William pun melawannya.

Di atas kapal Seo Rin, Park Kyu yang telah melawan banyak anak buah Seo Rin terdesak dengan serangan Chi Yong. Park Kyu pun terdesak, Chi Yong dan beberapa anak buahnya menodongkan pedang ke leher Park Kyu.
Seo Rin pun memandang sinis ke arah Park Kyu.
“Apakah ini balas dendammu pada Chosun?”tanya Park Kyu.
“Ini adalah balas dendam untuk ayahku dan juga mimpiku”jawab Seo Rin. Beo Jin melihat Park Kyu terdesak. Seo Rin pun memberi aba-aba pada Chi Yong untuk segera mengeksekusi Park Kyu. Chi Yong pun mendang dan menebaskan pedangnya ke arah Park Kyu.
“Yandari”teriak Beo Jin. Park Kyu yang terkena tebasan pedang pun terjatuh ke laut. Beo Jin pun terlonjak kaget.


Park Kyu yang terkena tebasan pedang pun terluka dan terjatuh semakin dalam ke laut.
“Yandari”guman Beo Jin linglung, ia pun segera terjun ke laut.
“Beo Jin”seru William. Beo Jin pun berenang mencari Park Kyu diiringin backsound instrumental yang keren sayangnya nggak tahu judulnya tapi dah punya mp3nya hahaha. Beo Jin pun berhasil menemukan tubuh Park Kyu, ia pun menariknya ke permukaan.


Kapal East India Company terlihat dari kapal Seo Rin.
“Madam”ujar Chi Yong, Seo Rin pun tersenyum bangga. Tanpa mereka sadari kapal mereka ditusuk-tusuk pisau para wanita perkasa Tamna.
Karena ditusuk-tusuk terus dengan kekuatan penuh, ibu Beo Jin pun sukses melubangi kapal Seo Rin. Kapal Seo Rin pun mulai bocor dan oleng.
“Kapal retak”seru anak buah Seo Rin. Chi Yong pun segera memeriksa kapal.
“Madam, kapal kita retak dari bawah”lapor Chi Yong. Seo Rin pun tak percaya.
“Apa artinya ini?”guman seo Rin, dan kapal pun mulai oleng. Seo Rin berpegangan pada kayu.
“Madam, kau harus meninggalkan perak. Kapal akan tenggelam”jelas Chi Yong.
“Tidak, tidak. Aku tidak bisa meninggalkan perak. Apakah kau mengatakan bahwa kita harus meninggalkan semua mimpi kita?”. Kapal pun oleng kembali, hingga Seo Rin terjatuh. Chi Yong pun memegangi Seo Rin.

“Madam, kita harus keluar dari sini”seru Chi Yong.
“Aku lebih suka, menjaga semuanya dalam hatiku dan aku akan menyerahkan hidupku”jawab Seo Rin (jadi ingat detik-detik kematian Mishil wkwkwkkw).
“Madam, Madam, Madam”seru Chi Yong pasrah. Seo Rin pun memegang tangan kakaknya untuk menguatkan diri. Perlahan-perlahan kapal makin oleng, Seo Rin pun hanya pasrah memandang lambang kelompok dagangnya.


Para wanita perkasa Tamna pun kembali ke permukaan. Mereka pun bersorak gembira saat melihat kapal Seo Rin mulai tenggelam. Begitu pula tim topeng hahaha. Dan juga tim Yi Bang bersorak gembira atas kemenangan mereka.

Yan pun melihat tenggelamnya kapal Seo Rin dengan teropongnya.
“Jika kita pergi ke pelabuhan, kita pasti sudah terjerat dalam perjuangan mereka. Itu adalah keputusan yang tepat untuk mendengarkanmu, Yan”ujar pemimpin kapal.
“Di pulau itu, ada penyelam yang menakutkan. Kita bisa saja sama seperti kapal mereka”jawab Yan. Yan pun tersenyum lega.

Beo Jin pun berhasil membawa Park Kyu ke permukaan, Beo Jin panik ia melihat ke sekelilingnya. Namun tak ada orang di sekitar mereka.
“Oh..tidak ada….nenek Sulmoondae, tolong selamatkan Yandari”mohon Beo Jin seraya menangis.
“Yandari, Yandari”panggil Beo Jin. Namun yang dipanggil masih pingsan, Beo Jin pun memberinya nafas buatan namun Park Kyu juga belum juga siuman. Darah segar pun terus mengucur dari luka Park Kyu.
“Yandari”panggil Beo Jin, ia pun mulai menangis dan menutup luka Park Kyu dengan bajunya.
“Yandari, kau tidak boleh mati. Tidak boleh mati seperti ini. Aku belum memberitahumu bahwa aku mencintaimu”.
“Yandari, Yandari”panggil Beo Jin seraya memukul-mukul dada Park Kyu.
Hal itu malah membuat Park Kyu memuntahkan air dalam mulutnya.

“Yandari, Yandari”panggil Beo Jin. Park Kyu pun membuka matanya dan berkata, ‘troublemaker’. Beo Jin membantu Park Kyu bangun. Dan akhirnya mereka pun berpelukan hahaha.
“Nah, jangan pergi ke mana pun tanpa aku. Mengerti? Jangan pergi ke mana pun tanpa aku?”ujar Bean ternyata tak jauh dari mereka William pun melihatnya. Patah hati dah kakaka.

Keesokannya, para warga terpana dengan kapal yang tersadar di pelabuhan mereka.
“Ini akan cukup memuat semua orang di Sanbanggol”ujar ibu Kkeut Boon.
“Ibu, aku ingin menjadi seorang pelaut”ujar Kkeut Boon.
“Kau harus menjadi kepala penyelam!”.
“Wow, ini benar-benar besar”guman Beo Jin.

Kakek pemabuk pun bergegas menemui William.
“William”.”William dia sangat stylish!”puji kakek itu . Semua orang pun menghampiri William.
“Kau mengalami waktu yang sulit. Apakah kau akan pergi dari sini?”tanya salah seorang warga. William pun mengangguk.
“Karena kau, mata biru kami telah merasakan kopi”ujar yang lain. William pun tersenyum.
“Alasan kami penyelam sedikit kasar padamu hanya karena aneh bagi kami. Jadi tolong jangan berpikir buruk tentang kami”ujar ibu Kkeut Boon. William pun mengangguk tersenyum.
Lalu Beo Seol menyerahkan secawan kopi dan buku gambarnya.

“Apa itu?”tanya salah satu warga.
“Ini kopi. Aku menambahkan madu yang aku dapatkan sendiri dari Gunung Han Ran”jawab Beo Seol. William pun mencicipinya.
“Terima kasih, Beo Seol”ucap William. Lalu William melihar isi buku gambar Beo Seol, ternyata Beo Seol menggambar William, jago ni Beo Seol menggambar hehehehe.
“Kau tidak boleh melupakan Tamna, ya?”ujar Beo Seol. William pun mengangguk.
“Btw, mata biru kau sudah melihat Beo Jin?”tanya Kkeut Boon.
“Mengapa Beo Jin tidak datang?”pikir Kkeut Boon seraya melihat sekelilingnya.

“Kita harus pergi sekarang”seru tiba-tiba.
“Hyungnim”panggil Philip yang menghampiri Yan dan memijitnya.
“Jaga dirimu baik-baik. Mari kita saling bertemu lagi setelah aku menjadi seorang pelaut berpengalaman”ujar Philip. Yan pun menyerahkan teropongnya pada Philip, Philip pun sangat senang menerimanya. Yan pun menuju ke kapal.

Park Kyu pun menemui William dan mengajaknya berjabat tangan. Namun William belum membalasnya.
“Apakah kau hanya akan menatapku?”tanya Park Kyu.
“Bukankah kau bilang ini adalah ucapan pria?”. William pun membalas uluran tangan William. Mereka pun berjabat tangan seperti seperti yang suka dilakukan saat kegiatan rohis.(susah ngejelasinnya lihat sendiri ya ntar di Indos kakaka).

“Ini adalah ucapan antara teman baik”ujar William. Park Kyu pun tersenyum.
“Aku akan kembali ke Inggris. Aku akan menulis tentang pulau yang indah ini”.
“Namun, tak seorang pun akan percaya namamu Park Kyu”. Park Kyu pun sedikit cemberut mungkin orang Inggris menganggap amana ada namanya taman (Park) Kyu hahaha.
“Tolos jaga Beo Jin”pinta William.
“Jaga dirimu juga”. William pun mengangguk lalu mereka berpelukan.
Mereka pun berpamitan, lalu kapal yang ditumpangi William berangkat.


Warga pun mengantar kepergian William, mereka pun saling melambaikan tangan.
“WILLLLIAMMMMMM”seru kakek pemabuk yang dulu ketakutan lihat William hahaha.
Yan pun meninggalkan William sendirian. Lalu William teringat pertemuannya dengan Beo Jin malam sebelum pergi.

“Ketika aku kembali ke Inggris. Aku akan merindukan Tamna. Bagiku, Tamna adalah Beo Jinku”ucap William.
“Aku juga, tidak akan pernah melupakanmu. Aku akan merindukanmu”.
“Apakah kau ingat? Aku bilang aku akan melindungimu karena kita teman. Aku menyesal… aku melindungimu dengan mengirimmu pergi”. William pun mengusap air mata Beo Jin.
“Aku berharap ini akan menjadi terakhir kalinya kau menangis”pesan William. Beo Jin pun mengagguk dan tersenyum.


William pun tersenyum di atas kapal mengingat semua itu.
“Penyelam indahku, Beo Jin. Selamat tinggal”guman William. Dan ternyata Beo Jin mengantar kepergian William dari jauh.
“Selamat tinggal, tinggal”guman Beo Jin.

Keesokan harinya, Park Kyu pulang membawa air. Hahaha padahal dulu waktu pertama kali ogah ngakat air kakaka.

Beo Jin sudah bekerja sebagai administrasi barang Jisangpoon.
“Lihat, aku sudah selesai. Barang-barang dari semua desa yang campur aduk. Bukankah itu membingungkan?”ujar penjaga.
“Yang satu ini rusa dari Omokgol. Ini adalah citrons dari Yutegol dan mereka adalah herbal dari Samotgol”jelas Beo Jin.
“Anda cerdas mengatur semuanya. Kami tidak akan perlu khawatir tentang barang upeti”puji penjaga Beo Jin pun tersenyum. Sekarang Beo Jin, tidak menjadi penyelam tapi sesuai kemampuannya mengadminsitrasikan barang-barang.

“Hi, semua”sapa Beo Jin pada tema-temannya.
“Beo Jin”sapa Kkeut Boon.
“Apakah kau datang dari tempat kerjamu?”. Beo Jin pun mengangguk.
“Jika kau belum makan, mari makan”tawar Kkeut Boon.
“Tidak, terima kasih. Silahkan teruskan makannya. Sekarang aku sudah kenyang karena sudah makan beberapa Bingteuk”jawab Beo Jin. Tiba-tiba Yi Bang dan 2 opsir setianya melewati mereka.
“Ajubang?”sapa Beo Jin pada opsir setia Yi Bang.
“Hai”sapa Yi Bang.
“Ke mana kalian akan pergi sekarang?”tanya Beo Jin.
“Kita akan bertemu gubernur Jeju yang baru”jawab salah satu opsir penjaga.
“Apa? Gubernur Jeju?”tanya Kkeut Boon.

Akhirnya Beo Jin dkk pun mengikuti Yi Bang. Diikuti warga lainnya.
“Beo Jin”panggil ibu Beo Jin.
“Ibu”sapa Beo Jin. Begitu pula Kkeut Boon menyapa ibunya.
“Oh, putri cantikku”ujar ibu Kkeut Boon pada anaknya.
“Apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu”tanya ibu Beo Jin.
“Ya, Ibu. Hari ini barang upeti datang lebih awal. Jadi aku bisa menyelesaikannya lebih awal”jawab Beo Jin.
“Btw, Bu. Apakah kau mendengar ada gubernur Jeju baru? Dia mengatakan gubernur baru ada di Sanbanggol”jelas Beo Jin.
“Benarkah?”tanya ibu Kkeut Boon girang. Yang langsung bergegas menyusul Yi Bang yang diikuti warga lainnya.
Dan mereka pun sampai di rumah Beo Jin.


Para warga pun sudah berkumpul di halaman depan rumah Beo Jin.
Ayah Beo Jin dan Beo Seol agak masuk ke dalam untuk menyapa Yi Bang.
Tapi akhirnya Beo Seol dan ayahnya punya kembali ikut berbaris hahaha.
Park Kyu yang selesai bersih-bersih dan duduk di dipan depan rumah pun bingung dengan keramaian di depan halaman rumah Beo Jin. Di tambah Yi Bang dan 2 opsir penjaga memberi hormat pada Park Kyu.
Semua warga pun terkejut ternyata gubernur barunya Park Kyu hehehe.
Park Kyu pun berdehem. Lalu salah satu penjaga menyuruh Beo Jin dan keluarganya maju hahaha. Beo Jin pun sedikit takut menghampiri Park Kyu.

Park Kyu pun menunggu dengan cuek atau cool ya? Susah jelasinnya.
“Yandari”panggil Beo Jin.
“Pengacau”balas Park Kyu. Beo Jin pun tersenyum begitu pula Park Kyu.
Beo Jin pun makin mendekat ke arah Park Kyu.
“Yandari”panggil Beo Jin lagi. Park Kyu pun tertawa kecil diikuti Beo Jin.
“Dia gubernur Jeju”seru ayah Beo Jin.

“Selamat pada desa kita”seru salah satu warga, yang diiyakan warga lainnya. Mereka pun bersorak kegirangan. Beo Jin dan Park Kyu pun saling tersenyum.

—————————————–The End———————————————-

 

sumber: pelangidrama.net
//

2 comments on “Tamra The Island – Episode 16 (Finale)

  1. Endingnya kurang seru yah.. pengennya beo jin ikut william aja biar agak panjang dikit serialnya,hehe.. Thanks kang Andy,jadi nggak penasaran lagi ttg cerita ini..:-D

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s