Painter Of The Wind – Episode 06

SUBYEK YANG SAMA, LUKISAN YANG BERBEDA
Yoon Bok lulus ujian karena persetujuan dari juri yang ke 12. Ternyata juri ke 12 tersebut adalah raja Jeongjo sendiri. Semua orang terkejut karena kejadian yang tiba-tiba ini.
Flashback
Seorang petugas menunjukkan lukisan-lukisan peserta ujian, ketika melihat lukisan Yoon Bok, ia mengerti kenapa semua juri menolaknya. Petugas merasa lega, dan bersiap meletakkannya di tumpukkan lukisan yang lain, tapi Jeongjo menghentikannya dan meneruskan pengamatannya. Ia semakin tertarik dengan lukisan Yoon Bok, berkomentar bahwa lukisan ini sangat natural, pelukisnya seperti melihat kegiatan ini dengan matanya sendiri untuk melukis begitu hidup. Ia kagum dengan bakat pelukisnya dan sangat kagum dengan lukisannya. Oleh karena itu Jeongjo meluluskan Yoon Bok.
Yoon Bok diangkat menjadi pelukis resmi (mungkin kalo jaman sekarang jadi PNS kali ya). Setelah upacara pengangkatan selesai, semua orang merayakannya, termasuk Young Bok. Yoon Bok mengajak Young Bok  ke suatu tempat. Ia memberikan hadiah yang diterimanya karena menjadi pelukis. Ia memberitahunya bahwa ia tidak dapat melakukannya tanpa bantuan Young Bok, dan berkata,”Hyung, Aku minta maaf. dan….terimakasih.”
Yoon Bok:”Aku bahkan bukan saudara kandungmu, tapi karena diriku, kau….”
Young Bok:”Jangan katakan itu. Aku tidak pernah berpikir lain selain kau adalah saudara kandungku.”
Yoon Bok:” Aku tahu. Makanya aku merasa lebih bersalah dan lebih berterimakasih.”
Young Bok:” Yoon Bok, aku sangat senang karena kau adalah saudaraku.”
Yoon Bok:” Hyung…..”
Young Bok:” Jika kamu mengatakan itu lagi, aku akan sangat marah.”
Flashback
Yoon Bok kecil pertama kali bertemu Young Bok. Shin Han Pyeong memberitahunya bahwa ia saudaranya yang baru dan menyuruhnya untuk memanggilnya “hyung” bukan “oppa” yang merupakan panggilan saudara perempuan kepada saudara laki-lakinya. Saat itulah dimulai kehidupan Yoon Bok sebagai anak laki-laki.
Saat itu, Shin Han Pyeong dan istrinya (ibu Young Bok) sedang berbicara berdua. Ibu Young Bok kecewa karena suaminya begitu bahagia atas kesuksesan Yoon Bok, padahal disaat yang sama anak kandungnya sedang mengalami kesusahan.
Han Pyeong  membantah. Ia memberitahu istrinya bahwa Yoon Boklah yang akan memberikan kemasyuran dan kehormatan pada keluarga mereka. Ia memberitahunya bahwa ia akan mengerti suatu saat nanti.
Flashback
Han Pyeong berkunjung ke rumah Seo Jing. Saat itu Seo Jing sedang mengajari Seo Yoon (Yoon Bok) melukis. Melihat hasil lukisan Seo Yoon, Han Pyeong sangat kagum karena lukisannya sangat hidup.
Kim Hong Do pergi ke pesta perayaan Shin Yoon Bok. Ia memberitahu Yoon Bok untuk menemuinya secara rahasia di Jembatan Gwodong pada waktu “Sul” (anjing, 7-9 malam). Percakapan mereka diganggu oleh kedatangan Yin Moon yang memberitahu Hong Do bahwa mereka telah menemukan putri Seo Jing. Yoon Book merasa curiga, tapi Hong Do segera pergi bersama Yin Moon.
Han Pyeong secara tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dan bergumam pada dirinya sendiri bahwa Hong Do  nantinya dapat mengetahui identitas Yoon Bok yang sebenarnya. Dan ini akan berakibat buruk bagi semua rencananya.
Hong Do menemui gadis yang dikira Seo Yoon. Ia bertanya beberapa hal. Dan meninggalkannya karena tahu bahwa ia bukanlah Seo Yoon yang asli.

 

Dok Bu, pria yang memberitahu Hong Do bahwa Seo Yoon masih hidup sedang melukis di pasar. Ternyata dulu ia juga siswa magang di Dohwaseo yang sekarang membuat lukisan sederhana untuk dijual di pasar. Byeok Soo menemuinya. Seorang pelukis yang dulu mengikuti Yoon Bok membuatnya terpojok di sudut pasar. Mereka memaksanya untuk memberitahu apa yang diketahuinya. Akhirnya Byeok Soo tahu bahwa ia telah menemui Kim Hong Do dan bahwa Seo Yoon masih hidup.
Byeok Soo tidak mau kehilangan kesempatan. Ia pergi ketempat Jo Nyeon dan memberitahunya apa yang dikatakan Dok Bu dan menyuruhnya untuk memberitahukan hal ini pada paman Ibu Suri dan juga untuk membantu putranya. Jo Nyeon yang tahu bahwa ia dimanfaatkan hanya diam dan setuju untuk membantu putra Byeok Soo, Hyo Won untuk mencapai posisi pelukis yang terkenal (Ia membutuhkan bantuan finansial). Mereka kelihatannya tidak khawatir kalau Seo Yoon masih hidup, karena ia hanya seorang wanita. Pada jaman Joseon, wanita dianggap dibawah laki-laki dan tidak mempunyai kekuatan apapun.
Tapi ternyata Jo Nyeon sedikit khawatir karena ada orang lain yang mengetahui rahasia ini dan bertanya pada Byeok Soo sebuah nama.
Jo Nyeon menyuruh pengawal wanitanya, kita sebut saja Sasuke, untuk menemukan Dok Bu di pasar. Ia berjalan dengan santai dan melemparkan jarum beracun ke leher Dok Bu tanpa seorang pun yang tahu. Dok Bu terjatuh ke tanah (mungkin mati) dan orang-orang mencoba untuk menolongnya.
Yoon Bok yang berdiri didekatnya tidak menyadari kejadian itu. Ia sedang membeli sebuah hiasan.
Ia pergi mengunjungi Jeong Hyang. Ia mempunyai sesuatu yang ingin ia katakan padanya dan sesuatu yang ingin ia berikan juga. Jeong Hyang menyuruhnya menunggu sebentar karena ia mempunyai pelanggan yang harus dihibur. Yoon Bok setuju walaupun ia berkata,” Apakah kau harus pergi.” Mereka benar-benar berakting seperti sepasang kekasih.
Pelanggan Jeong Hyang adalah Kim Jo Nyeon. Setelah Jeong Hyang duduk dihadapannya, ia bertanya apakah ia dapat memberinya “servis” untuk malam ini. Jeong Hyang tidak mau. Ketika Jo Nyeon berkata ia akan membayar berapa saja, Jeong Hyang berkata:” Berikan seluruh kekayaanmu, maka aku mau melakukannya.” Jo Nyeon tertawa, geli dan Jeong Hyang berkata dengan sinis,…” Tentu saja Anda tidak mau. Anda telah mengumpulkan kekayaan anda dengan penuh susah payah dengan memeras dari yang miskin dan lemah.”
Jo Nyeon:” Kelihatannya aku sudah melukai perasaanmu.”
Jeong Hyang:” Saya sangat tersentuh bahwa orang yang penting seperti anda mempertimbangkan perasaan orang yang rendah ini.”
Jeong Hyang pun pergi. Ia merasa menang.
Tapi celakanya, Jo Nyeon tidak merasa tersinggung dengan perkataan Jeong Hyang. Ia malah semakin tertantang dan berkata,” Aku akan mengubahmu menjadi bunga yang paling indah.”
Yoon Bok telah mempersiapkan hiasan kupu-kupu sebagai hadiah bagi Jeong Hyang, tapi karena mempertimbangkan bahwa ia harus menemui Hong Do maka ia pergi dan meninggalkan hadiahnya dengan sebuah pesan yang menyatakan bahwa ia akan kembali. Jeong Hyang merasa tersentuh, tapi ia merasa kecewa.
Yoon Bok dan Hong Do bertemu, Hong Do memberitahunya bahwa mereka akan pergi menemui Raja Jeongjo. Ketika mereka sampai disana, Yoon Bok membungkuk sangat rendah, takut mengangkat wajahnya dihadapan Jeongjo. Walaupun Jeongjo menyuruhnya untuk mengangkat wajahnya supaya ia dapat melihat matanya, ia melakukannya dengan enggan dan mencoba untuk tidak melihat Jeongjo tepat pada wajahnya . Ia melakukannya sedikit ekstrem, dengan terus melihat ke arah lain. Jengjo dan Hong Do merasa sangat geli.
Jeongjo memberitahu bahwa ia ingin mereka melukis sesuatu untuknya. Mereka harus mengambil subyek yang sama dan membuat lukisan sendiri-sendiri sesuai pemahaman mereka. Ini adalah pertandingan melukis. Pemenangnya akan mendapatkan hadiah. Jeongjo melakukan ini karena ia ingin melihat bagaimana  keadaan di luar sana tapi ia tidak bisa melihatnya sendiri, karena ia selalu berada di istana. Ia ingin mereka menjadi “mata” baginya. Mereka mempunyai waktu dua hari untk melaksanakannya dan mereka tidak boleh mengatakan pada siapapun. Karena ini akan menjadi rahasia mereka bertiga.
Ketika berjalan pulang, Hong Do dan Yoon Bok dengan gembira bercanda, membicarakan tugas mereka. Scene ini menunjukkan hubungan yang manis antara mereka berdua dan mereka merasa nyaman satu sama lain. Seperti hubungan kakak adik. Mereka berjanji untuk bertemu sebelum fajar, untuk menentukan subyek yang akan dipilih.
Di rumah, Yoon Bok mempersiapkan alat-alat lukisnya, ia diganggu oleh kedatangan Han Pyeong. Ketika Yoon Bok duduk dihadapannya, ia menasehatinya agar tidak terlalu dekat dengan Hong Do, Ia tidaklah sebaik yang ia kira. Yoon Bok sedikit khawatir dengan peringatan ini, tapi ia memutuskan untuk mengabaikannya karena ia sangat mempercayai Kim Hong Do.
Hong Do dan Yoon Bok bertemu. Hong Do membawanya ke sebuah rumah digunung. Yoon Bok melihat sekelilingnya dengan penuh rasa ingin tahu. Ia merasa kenal dengan rumah ini.
Yoon Bok bertanya apakah ini rumah dari wanita yang dibicarakan Hong Do dengan Yin Moon sebelumnya, ketika mereka mengatakan bahwa mereka mencari seseorang.
Hong Do:” Seorang wanita, huh?…well, aku kira, karena waktu telah lama berlalu…”
Yoon Bok:” Jangan malu. Perasaan yang kau miliki pasti sangat dalam, karena kamu mencarinya sampai bertahun-tahun.”
Hong Do tersenyum tapi tidak merespon.
Yoon Bok:” Bagaimana perasaanmu terhadap wanita itu?”
Hong Do:” Ia adalah seseorang yang harus kulindungi sampai akhir. Seseorang yang harus kulindungi apapun konsekuensinya, walaupun ini berarti aku harus kehilangan nyawaku.”
Yoon Bok kaget mendengar kata-kata Hong Do dan berpikir bahwa ia pria yang keren. Dan juga sedikit cemburu.
Jeong Hyang mungkin sudah mempermainkan Jo Nyeon pada pertemuan mereka dahulu, tapi saat ini giliran Jo Nyeon yang membuat Jeong Hyang kaget. Kepala Gisaeng dan Jo Nyeon sedang bertransaksi, memeriksanya, memperlakukannya seperti obyek yang akan dijual. Ia diperintahkan untuk memperlihatkan pergelangan tangannya, mata kaki, gigi,dsb untuk memperlihatkan kecantikannya dan keberuntungannya. Kepala gisaeng menunjukkan kualitasnya yang bagus, melakukan hal yang terbaik agar Jeong Hyang dapat dijual. Jo Nyeon menyuruhnya untuk membawa Jeong Hyang ke rumahnya dua hari lagi dan memberikan uang pembayaran. Jeong Hyang patah hati, harga dirinya terluka. Dengan diam ia menangis.
Di saat yang sama, Yoon Bok dan Hong Do berjalan berkeliling dengan gembira, mencari subyek untuk lukisan mereka. Mereka melihat seorang bangsawan dan memutuskan untuk mengikutinya, berharap mendapat inspirasi. Bangsawan itu pergi ke tempat minum. Tak jauh dari situ, Yoon Bok membuat persegi panjang dari dahan pohon dan meletakkannya di depan matanya untuk melihat bangsawan itu (seperti frame foto). Yoon Bok dan Hong Do berdebat. Hong Do berpendapat bahwa engkau hanya butuh ekspresi wajah seseorang dan tubuhnya untuk mengetahui perasaan dan pikiran seseorang. Yoon Bok tidak setuju dan berkata bahwa engkau perlu melihat dimana orang itu dan apa saja yang mengelilingi orang tersebut untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dan bagaimana perasaannya. Perdebatan mereka berubah menjadi saling berteriak. Semua orang di rumah minum itu melihat kearah mereka. Kim Hong Do dan Yoon Bok merasa sangat malu dan menghentikan teriakan mereka.
Pelayan Jeong Hyang datang ke Dohwaseo untuk menyampaikan pesan dari Jeong Hyang. Pesan itu diberikan pada salah satu anak buah Hyo Won, ia mengira orang itu akan menyampaikan pesannya pada Yoon Bok. Ternyata pesan itu malah diberikah pada Hyo Won yang memutuskan untuk berbuat jahat pada Yoon Bok.
Malam pun tiba. Hong Do dan Yoon Bok sedang minum di tempat minum, masih memperdebatkan pendapat masing-masing. Dengan mencelupkan  beberapa batang pada cairan lengket, mereka menggambar pada kayu dimana mereka duduk, menggambar contoh dari pendapat mereka. Hong do menggambar seorang pria, menunjukkan pada Yoon Bok bahwa hanya dengan ekspresinya dan tubuhnya, ia bisa melihat bagaimana sifat-sifat pria itu. Yoon Bok melukis seekor burung dan berkata:
Yoon Bok:” Jika burung ini hanya disini, seperti ini, itu hanya burung. Tapi jika kamu menggambar sebuah sangkar yang mengelilinginya, maka kamu akan mengetahui apa yang diinginkan burung tersebut….seekor burung seharusnya bisa terbang, tapi sangkar ini menahannya. Jadi burung ingin melepaskan diri dari sangkar itu. Untuk orang juga, kamu perlu menggambar dimana orang tersebut berada untuk mengetahui apa yang mereka rasakan.”
Hong Do mengerti apa yang ia tunjukkan, tapi tidak ingin mengakui bahwa Yoon Bok benar.
Akhirnya mereka sadar bahwa mereka terlau sibuk berdebat sehingga mereka lupa memilih subyek lukisan. Karena mereka tidak ada waktu lagi, Hong Do memutuskan bahwa mereka melukis tempat minum yang mereka lihat sebelumnya (saat mengikuti seorang bangsawan). Yoon Bok berpendapat bahwa subyek itu biasa saja untuk  lukisan yang akan dipersembahkan pada Raja Jeongjo.
Mereka bersiap untuk pergi ketika Yoon Bok mendengar dua orang laki-laki sedang mengobrol tentang fakta bahwa Jeong Hyang akhirnya dijual. Yoon Bok menjadi marah, bertanya kemana Jeong Hyang akan dijual dan Hong Do menyeretnya pergi. Yoon Bok memohon pada Hong Do untuk membiarkannya bertemu dengan Jeong Hyang. Hong Do terkejut melihat emosinya yang begitu dalam dan mungkin sedikit cemburu juga. Ia membiarkan Yoon Bok pergi, tapi  ia kelihatan tidak begitu suka melakukannya.
Hyo Won membawa pesan Jeong Hyang kepada ayahnya, yang sadar bahwa pesan tersebut dapat digunakannya untuk mempersulit Hong Do. Seorang pelukis harus menjaga dirinya “bersih dan murni” paling tidak sampai tiga hari setelah ia diangkat. Tentu saja bergaul dengan gisaeng melanggar peraturan ini. Yin Moon yang tidak sengaja mendengarnya segera menemui Shin Han Pyeong dan memberitahunya. Tapi Han Pyeong mengabaikan peringatan Yin Moon, berkata itu tidak mungkin. Tapi mereka memutuskan untuk pergi kesana, untuk berjaga-jaga.
Yoon Bok tiba dirumah gisaeng dan memohon pada Jeong Hyang untuk tidak pergi. Dengan penuh air mata, Jeong Hyang memberitahunya bahwa ia harus pergi, tapi ia ingin menghabiskan malam ini dengan Yoon Bok. Ia juga ingin memainkan gayageumnya terakhir kalinya untuk Yoon Bok.
Saat Jeong Hyang memainkan gayageumnya, kita melihat Hong Do  sendirian dirumah tempat ia dan Yoon Bok melukis bersama. Kecemburuannya terlihat jelas.. Setelah mengalami perjuangan batin, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah gisaeng dan menjemput Yoon Bok.
Jeong Hyang menyelesaikan permainan gayageumnya dan ia memberitahu Yoon Bok bahwa sebelum ia dijual sebagai barang, ia ingin merasakan perasaan berada di pelukan orang yang dicintainya.
Jeong Hyang melepaskan pakaiannya. Yoon Bok tidak dapat melakukan apapun. Ia hanya diam, tidak mampu melihatnya, berjuang dalam diam
Ketika Jeong Hyang merebahkan badannya. Yoon Bok memintanya untuk berhenti, ia tidak dapat melakukan ini.
Jeong Hyang:” Apakah anda menolakku karena aku hanya gisaeng rendahan?”
Yoon Bok:” Tidak. Bukan itu.”
Jeong Hyang:” Jadi apa?”
Yoon Bok:” Untukku, kamu adalah cinta yang unik, tapi bagaimanapun aku tidak dapat memelukmu.”
Jeong Hyang:” Aku selalu menjadi hiburan saat pesta, tapi aku tidak pernah memberikan hatiku pada seseorang. Aku telah menunggu seseorang yang hanya melihat musikku dan jiwaku. Akhirnya aku menemukan orang itu dan aku mungkin tidak dapat melihatnya lagi. Apakah permintaan gisaeng yang rendah ini adalah sesuatu yang tidak mungkin?”
Yoon Bok protes, bukan itu masalahnya. Jeong Hyang ingin tahu apa yang salah. Kebenaran harus diungkapkan.

 

Disaat yang sama, diluar,  beberapa orang berkumpul. Itu adalah Byeok Soo beserta kaki tangannya, Yin Moon, Han Pyeong dan Hong Do.
Yoon Bok akhirnya membuat keputusan, ia mulai melepaskan pakaiannya, tepat saat Hong Do tiba diluar pintu kamarnya. Ia memegang pita pada bajunya bersiap untuk membukanya dan mengungkapkan kebenaran…..

sumber: http://www.bengawanseoul.com

One comment on “Painter Of The Wind – Episode 06

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s