Painter Of The Wind – Episode 09

OH JI HWA SA BAGIAN 2

Para peserta kompetisi berbaris untuk bertemu dengan Jeongjo
Di Dohwaseo, siswa-siswa magang sedang bertaruh siapa yang akan memenangkan kompetisi ini.
Di kediaman Kim Jo Nyeon juga diadakan taruhan,  tapi perhatian mereka hanya pada dua orang, Dan Won Kim Hong Do dan Hwa San Guan Yi Myeong Gi. Para peserta taruhan disuruh memilih antara 2 kartu, kartu merah untuk Yi Myeong Gi dan kartu biru untuk Kim Hong Do. Mereka bertaruh sambil diiringi permainan gayageum Jeong Hyang.

Peserta kompetisi berjalan memasuki tempat lomba. Shin Yoon Bok, Yi Myeong Gi dan Kim Hong Do mengobrol dan saling mengejek. Seorang petugas membacakan tata cara lomba. Peserta kompetisi diharuskan menggunakan teknik “Young Pal” yaitu melukis potret hanya dengan mengetahui deskripsinya tanpa melihat wajahnya. Sebuah gulungan dibuka. Gulungan tersebut berisi deskripsi orang yang akan dilukis. Semua peserta tampak bingung. Para peserta kemudian maju ke depan untuk memilih tempat melukis.
Para menteri berkumpul, mereka sedang membicarakan tentang kompetisi Oh Ji Hwa Sa. Mereka mengira-ngira maksud dibalik kompetisi ini. Seorang menteri berpendapat bahwa Jeongjo bertujuan melakukan Chu Sa yaitu melukis raja sebelumnya yang telah meninggal. Jika ia menyuruh seorang pelukis melukis Putra Mahkota Sado, berarti ia menetapkan Putra Mahkota Sado sebagai raja yang telah tiada.
Ibu Suri Jeong Sun sedang membaca dikamarnya. Terdengar voice over:
Jeong Sun (v/o): “Apa pun yang Chusan Chona rencanakan, Hare Me (nenek), Aku akan tetap mengontrolmu dengan tanganku. Yi Myeong Gi pasti akan memenangkan kompetisi ini.”
Jeongjo sedang melukis di kamarnya. Terdengar voice over:
Jeongjo (v/o): “Air yang diam akan menjadi kotor, kayu yang lapuk akan dimakan serangga. Dan Won akan menemukan cara untuk memenangkan kompetisi ini.”
Pada kompetisi Oh Ji Hwa Sa disediakan sebuah kotak, tempat melukis ditentukan dengan cara undian. Setiap peserta harus mengambil satu kartu. Kim Hong Do dan Yi Myeong Gi sedang mengantri untuk mengambil kartu. Mereka mulai berdebat, Yi Yin Moon mengingatkan mereka tapi ia malah di ejek oleh Myeong Gi. Myeong Gi menganggap mempunyai saingan seperti Hong Do dan Yoon Bok membuat kompetisi terasa mudah. Hong Do mengingatkan bahwa ia belum melihat kemampuan Yoon Bok, karena sejak menjadi siswa magang bakat Yoon Bok telah menonjol.
Hong Do melihat bahwa sifat Myeong Gi tidak pernah berubah, Myeong Gi pun berpendapat bahwa Hong Do juga tidak berubah, ia tetap orang yang baik, oleh karena itu Seo Jing memilihnya menjadi sahabatnya. Myeong Gi menyesalkan kematian Seo Jing. Hong Do meminta Myeong Gi untuk tidak mengungkit hal itu. Myeong Gi tidak peduli, ia terus membicarakannya.
Myeong Gi : “Kenapa? Hari ketika guru meninggal, apa kamu tidak berpikir,  semuanya karena lukisan yang telah kusetujui untuk kubuat. Bukankah kamu memarahiku dan menyebutku binatang? Apa kamu lupa tentang hal itu? Apakah ini alasan untuk menunjukkan bahwa kamu lebih berbakat dibandingkan yang lainnya?”
Hong Do memegang kerah baju Myeong Gi dan menyuruhnya diam. Myeong Gi mendorong Hong Do, menyebabkan kacamatanya jatuh. Seorang petugas melerai mereka. Hong Do meminta Myeong Gi untuk tidak mengungkit masalah gurunya lagi. Ia membungkuk untuk mengambil kacamatanya, tapi Myeong Gi telah menginjaknya sampai pecah. Ia berkata bahwa ia telah memecahkan “obat” matanya, bagaimana ia akan melukis dengan indah, dengan kondisi mata yang tidak bagus. Ia pun tertawa senang. Ih….curang banget ya.
Yoon Book bertanya apakah ia baik-baik saja. Hong Do menenangkannya. Kompetisi pun dimulai. Myeong Gi berpikir bagaimana menggambar sesuai deskripsi. Yin Moon mulai membuat sketsa, begitu pula dengan Chui Sul. Hong Do juga mulai membuat sketsa, tapi tiba-tiba pandangannya kabur. Ia meminta Yoon Bok untuk melukis bagian wajah, karena tanpa “obatnya” ia tidak dapat membuat garis yang halus dan sempurna. Yoon Bok ragu-ragu dengan kemampuannya, tapi Hong Do terus mendorongnya. Akhirnya Yoon Bok menggantikan Hong Do untuk melukis potret itu.
Hong Do menyuruh Yoon Bok memejamkan matanya, kemudian mengosongkan pikirannya dan mengingat deskripsi yang dibacakan petugas. Yoon Bok mulai memvisualisasikan potret berdasarkan deskripsi yang diberikan. Hong Do pun bergabung.  Dalam imaginasi mereka, Hong Do dan Yoon Bok sedang mengobservasi subyek lukisan.
Yoon Bok membuka matanya. Hong Do bertanya apakah ia sudah melihatnya. Yoon Bok membenarkan. Ia mulai membuat sketsa wajah, sedangkan Hong Do meneruskan bagian badan dan pakaian. Myeong Gi, Yin Moon dan Chui Sul sudah mulai mewarnai bagian wajah. Yoon Book juga mulai mewarnainya, tapi tiba-tiba ia menyadari ada yang kurang dalam lukisannya.
Yoon Bok: “Aku merasa ada yang kurang. Seharusnya lukisan ini tidak begini.”
Hong Do: “Apa yang kau maksud?
Yoon Bok: “Bagian tengah matanya tidak sesuai dengan deskripsi “memeluk surga”. Ini benar-benar tidak sesuai.”
Hong Do: “Kemudian, apa yang akan kamu lakukan?”
Mata Yoon Bok dan Hong Do bertemu, mereka mengerti apa yang harus dilakukan. Hong Do bertanya apakah hal ini harus dilakukan. Yoon Bok membenarkan. Ia pun segera mengganti bagian mata, sepertinya bagian hitam matanya dibuat masing-masing di pinggir (juling). Yoon Bok pun telah menyelesaikan lukisannya. Waktu kompetisi selesai, petugas mengumpulkan lukisan.
Yoon Bok dan Hong Do berjalan pulang. Yoon Bok menundukkan wajahnya ke tanah. Hong Do bertanya apakah ia kehilangan sesuatu. Yoon Bok masih khawatir dengan lukisan yang dibuatnya. Hong Do menenangkan, jika lukisannya salah paling-paling ia hanya menyalahkan Yoon Bok.
Myeong Gi bertemu dengan Jo Nyeon. Jo Nyeon bertanya apakah ia menyelesaikan lukisannya dengan baik. Myeong Gi sangat yakin ia yang akan menang karena ia telah membuat Hong Do kehilangan “obatnya”, jadi ia tidak akan bisa melukis dengan baik. Mereka pun berpesta. Di istana, Ibu Suri Jeong Sun bertanya apakah semuanya berjalan dengan baik. Jo Young Jung menjawab bahwa mereka optimis menang. Ibu Suri merasa senang, ia ingin melihat wajah Jeongjo ketika mengumumkan hasil kompetisi. Ia pasti tidak terlihat senang.
Jeongjo bertanya tentang kompetisi. Hong Guk Young menjawab bahwa kompetisi diikuti oleh 4 pasang pelukis. Jeongjo kemudian bertanya apakah Ibu Suri dan kroninya membawa pelukis dari dinasti Qing yang bernama Yi Myeong Gi. Hong Guk Young membenarkan.
Dirumah, Shin Yoon Bok tidak dapat tidur. Ia teringat pada kakaknya, ia tersenyum dan meminta kakaknya menunggu beberapa hari. Han Pyeong datang dan bertanya apakah ia belum tidur. Yoon Bok membenarkan. Han Pyeong  menebak karena ia takut hasil kompetisi besok. Yoon Bok tidak ingin ayahnya berharap terlalu tinggi. Tapi Han Pyeong berkata bahwa ia tahu kemampuan dan bakat Yoon Bok, ia pasti dapat menjadi Oh Ji Hwa Sa. Walaupun gila harta, Han Pyeong kayaknya benar-benar yakin atas kemampuan Yoon Bok.
Hari penilaian pun tiba. Setiap pelukis meletakkan lukisannya dilantai untuk dinilai, kemudian mereka menunggu dengan partnernya. Semua menteri melihat lukisan mereka. Ketika melihat lukisan Myeong Gi mereka memujinya. Tetapi ketika melihat lukisan Hong Do, mereka protes. Mereka bertanya kenapa lukisan mereka begitu tidak sempurna, hanya bagian wajah yang diwarnai, sedangkan bajunya hanya berupa sketsa yang tidak selesai, dan matanya dibuat juling. Yoon Bok menjawab bahwa ia melukis sesuai dengan deskripsi. Mereka mencela habis-habisan lukisan Yoon Bok. Mereka berpendapat lukisan itu sangat tidak masuk akal dan membuat malu Dohwaseo.
Seseorang yang sedang duduk dibalik layar sedang memperhatikan mereka. Ia bertanya apakah semua ini ide Jeongjo. Hong Guk Young membenarkan.
Mereka terus mencela Yoon Bok, Jang Byeok Soo dan Kim Gui Joo menggunakan peristiwa ini untuk mengkritik Hong Do habis-habisan. Hong Do beralasan bahwa mereka melukis sesuai deskripsi, jadi harus melukis dengan jujur.
Yi Pan menyuruh semua orang diam. Hong Guk Young mengumumkan bahwa orang yang dilukis akan segera datang dan lukisan akan dibandingkan dengan orang yang asli. Yoon Bok merasa khawatir, jika lukisannya tidak sesuai, orang yang mereka lukis pasti tersinggung. Semua peserta menghormat ketika subyek datang. Bo Han Oran pun masuk. Setiap peserta dipersilahkan untuk menatapnya. Mereka semua kaget.
Bo Han adalah pejabat administrasi pada pemerintahan sebelumnya. Ia adalah guru Jeongjo.
Yoon Bok kaget ternyata Bo Han Oran benar-benar juling. Hong Do benar-benar kagum dengan kemampuan muridnya. Yoon Bok merasa sangat senang. Bo Han memandang lukisan yang dibuat Yoon Bok
Bo Han: “Lukisan ini benar dan identik; Ini sangat bagus dan sempurna. Semuanya, tolong dengarkan, kedua pelukis ini mempunyai pandangan mata yang bagus yang tidak seorang pun yang dapat melihat dan menembus jiwa seseorang.”
Yi Pan mengumumkan bahwa pemenang kompetisi ini adalah Kim Hong Do dan Shin Yoon Bok.
Myeong Gi protes. Ia merasa kompetisi ini tidak adil karena yang melukis wajah bukan Hong Do melainkan Yoon Bok. Dalam Oh Ji Hwa Sa hanya pelukis utama yang di ijinkan untuk melukis, partnernya hanya membantunya menyiapkan alat-alat. Hong Do beralasan karena keahlian khusus Yoon Bok adalah membuat garis yang halus dan sempurna, sedangkan garis buatannya kasar. Untuk memperoleh hasil lukisan yang baik, mereka bertukar tempat. Myeong Gi mengungkapkan rahasia Hong Do, ia menyebutkan bahwa pandangan mata Hong Do sangat buruk, ia tidak dapat fokus. Mereka terus berdebat.
Akhirnya Bo Han Oran batuk-batuk untuk mencari perhatian, ia menegaskan bahwa kompetisi sudah selesai dan pemenangnya sudah diumumkan, kenapa mereka masih saja ribut? Myeong Gi tidak dapat berkata-kata lagi.
Semua orang meninggalkan tempat kompetisi, yang tertinggal hanya Hong Do dan Myeong Gi. Mereka masih berdebat. Myeong Gi terlihat sangat kesal dengan kekalahannya.
Di kamar Ibu Suri, ia bertanya pada dayangnya apakah pemenangnya sudah diumumkan. Dayangnya menjawab pemenangnya Kim Hong Do dan Shin Yoon Bok. Ibu Suri marah dan memukul meja.
Di tempat Kim Jo Nyeon, para tamu bertanya siapa yang menang. Jo Nyeon menjawab yang menang adalah Hong Do dan Yoon Bok. Para tamu marah karena Jo Nyeon menyakinkan mereka bahwa yang akan menang adalah Yi Myeong Gi. Mereka semua kalah taruhan. Salah seorang tamu memanggil pengawalnya untuk memukuli Jo Nyeon, tetapi Sasuke (pengawal Jo Nyeon) segera meletakkan pedangnya pada leher tamu tersebut. Akhirnya tamu itu menyerah dan meninggalkan tempat Jo Nyeon. Di saat yang sama , Jeong Hyang sedang mendengarkan laporan pembantunya bahwa Yoon Bok menang kompetisi. Jeong Hyang sangat senang, ia menyentuh hiasan yang dihadiahkan Yoon Bok.
Jang Byeok Soo sangat kecewa dengan hasil kompetisi, ia menumpahkan kemarahannya pada Myeong Gi yang sedang bertamu. Ia sangat marah karena Myeong Gi pernah memberitahunya kalau Hong Do bukan tandingannya. Myeong Gi merasa sangat malu.
Di istana, Ibu Suri Jeong Sun bertemu dengan kroninya. Ia merasa Jeongjo telah merencanakan semua ini dan membuat Hong Do pemenangnya. Ia ingin melihat langkah Jeongjo selanjutnya, jika diperlukan mereka harus menghentikan Kim Hong Do dalam melakukan tugasnya dengan berbagai cara. Mereka tidak usah menggunakan Jo Nyeon lagi.
Yi Myeong Gi bertemu dengan Jo Nyeon.  Ia mengembalikan sebuah peti kecil yang berisi uang. Ia mengembalikan uang itu karena ia kalah dalam kompetisi dan merasa tidak pantas menerimanya. Jo Nyeon bertanya apakah Myeong Gi akan pulang ke China, ia membenarkan. Jo Nyeon memintanya untuk tinggal sebentar lagi karena, karena ada beberapa orang yang ingin menghentikan Hong Do. Orang-orang itu mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk menghentikan Hong Do. Jo Nyeon akan membayar semua pengeluarannya selama di Hanyang asalkan ia mau bekerjasama untuk menjatuhkan Hong Do. Myeong Gi tidak mau. Jo Nyeon menghinanya karena kalah dengan Hong Do dan ia tidak akan pernah bisa menang lagi. Myeong Gi sangat kecewa dengan perkataan Jo Nyeon, ia pun segera pergi.
Hong Do dan Yoon Bok sedang memilih-milih kacamata. Hong Do mencoba satu persatu, tapi ia merasa tidak cocok. Yoon Bok memilihkan satu untuknya, Hong Do memuji pilihannya sangat bagus. Saat itu ia melihat pasangan suami istri yang juga sedang membeli kacamata. Sang istri memilihkan satu, suaminya terlihat sangat senang. Hong Do pun tersenyum. Ia pun setuju membeli kacamata pilihan Yoon Bok (Hong Do sepertinya sudah ada perasaan sama Yoon Bok). Yoon Bok segera membayar kacamata itu karena itu hadiah darinya untuk Hong Do. Hong Do sangat senang dan berjanji akan memakainya sampai ia mati.

Hong Do melihat Myeong Gi yang sedang lewat, Yoon Bok terlihat jijik melihatnya. Myeong Gi memberikan ucapan selamat pada Hong Do. Hong Do bertanya apakah ia akan pergi. Myeong Gi berkata ia akan kembali ke China. Kemudian ia memperingatkan Hong Do, ada orang-orang yang menantikan kesalahannya. Orang-orang itu sangat berkuasa,. Mereka sedang memperhatikan Hong Do dan Yoon Bok, jadi sebaiknya mereka berdua hati-hati, Myeong Gi pun mengucapkan selamat tinggal. Hong Do terdiam memikirkan kata-kata Myeong Gi barusan

sumber: http://www.bengawanseoul.com

One comment on “Painter Of The Wind – Episode 09

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s