Painter Of The Wind – Episode 10

OH JI HWA SA BAGIAN 3
Di jembatan, Yoon Bok dan Hong Do bertemu dengan Yi Myeong Gi. Ia memberi selamat kepada keduanya, kemudian memperingatkan Hong Do ada beberapa orang kalangan tinggi yang memperhatikannya dan Yoon Bok. Jadi sebaiknya mereka berdua berhati-hati. Yi Myeong Gi meminta diri karena ia akan pulang ke China. Hong Do masih terdiam memikirkan kata-kata Myeong Gi.
Young Bok dan Heo Ok sedang mencari tumbuh-tumbuhan yang akan dijadikan zat warna. Heo Ok melihat bunga yang bisa membuat warna merah. Warna itu biasanya digunakan untuk mewarnai pakaian Raja. Young Bok memetik bunga itu.
Di Danchongsuo, Shin Young Bok bersiap-siap untuk membuat warna. Ia mencuci bunga itu, kemudian mengeringkannya di bawah sinar matahari. Setelah kering ia memanggangnya hingga menjadi bubuk. Bubuk itu diaduk, dimasak dan dikeringkan. Setelah jadi, warna harus di tes di atas kertas.
Kim Hong Do menata barang-barangnya, ia akan pindah ketempat yang baru. Ketika sedang melipat baju, ia menemukan baju yang dulu dipinjam Yoon Bok Ia teringat ketika mereka berdua melukis bersama. Ketika ia akan meninggalkan rumah Yi Yin Moon, Jung Suk mendekatinya. Jung Suk memberikan sapu tangan yang disulam sebagai tanda perpisahan. Hong Do memujinya dan mendoakannya agar segera memperoleh suami yang baik.
Yoon Bok pun melakukan hal yang sama, ia mengambil kuas dan menyapukannya ke wajahnya. Ia mengambil beberapa perban dan memasukkannya ke dalam tasnya. Ketika ia akan pergi, ayahnya datang. Han Pyeong sangat senang Yoon Bok berhasil menjadi Oh Ji Hwa Sa. Yoon Bok pamitan padanya. Han Pyeong menasehatinya agar merahasiakan gendernya karena ia akan tidur sekamar dengan Hong Do. Yoon Bok mengiyakan, sebelum pergi, Han Pyeong menyarankan Yoon Bok untuk mengunjungi kakaknya.
Young Bok sedang mengecat genting, tiba-tiba kuasnya jatuh. Yoon Bok datang dan memungutnya. Young Bok senang melihat adiknya datang. Young Book sangat senang adiknya terpilih menjadi Oh Ji Hwa Sa. Yoon Bok bertanya apakah ia baik-baik saja di Danchongsuo. Kakaknya tertawa, ia bercerita bahwa ia berhasil membuat warna. Ia mengambil bungkusan dari kantongnya dan memberikannya pada Yoon Bok. Warnanya merah vermillion. Walaupun warna ini belum sempurna, ia berjanji akan terus belajar dan menciptakan warna yang bagus. Yoon Bok berjanji akan menggunakan zat warna dari kakaknya pada lukisan pertamanya.
Jang Byeok Soo memberikan briefing pada Hong Do dan Yoon Bok sebelum mereka berdua memasuki istana. Ia terlihat tidak begitu senang. Ia memberikan kartu tanda masuk istana. Hong Do dan Yoon Bok berjanji untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Hong Do dan Yoon Bok dibawa ke  tempat tinggalnya yang baru.
Untuk menghilangkan hal yang buruk dan kesialan, mereka harus memecahkan labu manis di depan mereka, kemudian pergi ke bagian penjahit serta ruang menyimpan potret (Sun Hwa Gei). Setiap selesai melakukan sesuatu, mereka ditaburi biji wolfberry. Seorang petugas membacakan hal-hal yang harus mereka lakukan.
Akhirnya mereka dipersilahkan beristirahat di kamar mereka. Hong Do memperingatkan Yoon Bok bahwa tugas mereka tidaklah mudah. Ia bertanya apa Yoon Bok yakin bisa melaksanakan tugas ini sampai akhir. Yoon Bok berjanji akan melaksanakannya sampai akhir. Mereka pun membagi tempat tidur.
Di bagian penjahitan baju, mereka diukur untuk dibuatkan jubah resmi. Mereka harus mencopot baju luar mereka. Yoon Bok merasa tidak nyaman, ia menjadi lebih sensitif ketika penjahit menyentuh tubuhnya. Hong Do heran dengan tingkah lakunya. Ketika mereka mengukur dadanya, Hong Do tertawa, karena dada Yoon Bok begitu kecil.
Yoon Bok dan Hong Do kemudian diantar ke ruang penyimpanan potret (Sun Hwa Gei). Mereka berlutut dan menghormat potret raja Taejo. Potret bukan hanya lukisan. Potret merepresentasikan pemberian mandat dari langit dan kekuasaan raja.
Yi Pan memberi instruksi kepada Yoon Bok dan Hong Do tentang peraturan dan tata cara melukis potret. Wajah harus dilukis tanpa ekspresi, tangan tidak boleh kelihatan, harus dilukis didalam lengan baju, pulasan kuas harus selalu halus dan rapi, tahi lalat, pigmentasi dan bekas luka tidak boleh dilukis.
Mereka pun dipersilahkan istirahat dan membersihkan diri. Yoon Bok terlihat khawatir, mendengar penjelasan Yi Pan. Hong Do menempuk pundak Yoon Bok dan menenangkannya.
Di kamar, Yoon Bok menyelipkan pembalut dadanya dibawah baju. Hong Do menyuruhnya mandi terlebih dahulu karena ia ingin beristirahat. Ketika Yoon Bok pergi, tak sengaja pembalut dadanya terjatuh.
Yoon Bok pergi ketempat mandi, seorang kasim telah menyiapkan air panas. Yoon Bok menutup pintu rapat-rapat dan memeriksa tempat mandi tersebut. Setelah yakin tidak ada orang maupun celah, ia pun mulai berendam. Ia merenung, teringat kejadian tadi.
Yoon Bok (v/o): “Guru! Apakah aku bisa melakukan dengan baik?”
Yoon Bok mengingat kata-kata Hong Do ketika menepuk pundaknya.
Hong Do: “Sampai sekarang, Kau melakukan dengan baik.”
Yoon Bok tersenyum
Disaat yang sama Hong Do teringat kata-kata Myeong Gi. Bertanya pada dirinya, siapakah orang-orang itu dan untuk apa mereka memperhatikannya. Tiba-tiba Hong Do melihat pembalut dada itu, lalu mengambilnya, bertanya-tanya benda apa ini dan apa fungsinya.
Hong Do datang ke kamar mandi, menggunakan pembalut dada Yoon Bok untuk mengikat bajunya. Hong Do heran kenapa Yoon Bok belum selesai mandi. Hong Do masuk, Yoon Bok kaget dan menjerit menyuruhnya keluar. Hong Do berlari keluar, tapi kemudian kembali masuk. Yoon Bok terus menyuruhnya pergi. Hong Do kebingungan. Penjaga pun masuk untuk menanyakan apa yang sedang terjadi. Yoon Bok semakin histeris, karena ada pria lain yang masuk. Hong Do segera mengantar penjaga keluar. Yoon Bok memasukkan badannya ke dalam air sampai hanya terlihat mata.. Hong Do masuk untuk meminta penjelasan. Yoon Bok kembali histeris. Yoon Bok melihat pembalut dada yang dibawa Hong Do. Ia bertanya dimana Hong Do mendapatkannya. Hong Do menjawab bahwa ia menemukannya di lantai. Yoon Bok berkata bahwa itu kepunyaannya dan memintanya kembali, Hong Do menolaknya. Ia ingin tahu apa fungsinya, Yoon Bok menjawab bahwa itu digunakan untuk mengikat lengan baju ketika melukis. Yoon Bok memintanya lagi. Hong Do akan mengembalikannya nanti di kamar. Yoon Bok mati kutu. Penjaga di luar heran dengan temperamen Yoon Bok yang aneh.
Yoon Bok menutupi dadanya dengan baju, ia mencoba merebut pembalut itu, tapi tidak berhasil. Akhirnya ia menyerah. Hong Do menggunakannya untuk menggosok punggungnya.

Jeongjo sedang menulis jurnal. Hong Guk Young bertanya apakah ia akan menyerahkan masalah itu pada kedua pelukis. Jeongjo membenarkan, karena ayahnya pernah mengajarkan untuk tidak cepat-cepat memahami sesuatu sehingga terlalu bersemangat, tapi juga tidak boleh terlalu lengah dan lama karena akan lupa.
Putra Mahkota Sado, walaupun keadaan mentalnya tidak stabil, ia sangat menyayangi putra-putranya. Ini tertulis dalam memoar Ratu Hye Gyeong. Karena itu, Jeongjo sangat ingin mengembalikan reputasi ayahnya.
Hong Guk Young khawatir mereka tidak mampu menanggung akibat atas hal itu. Jeongjo menjawab bahwa hal itu cepat atau lambat harus diungkapkan.

Yoon Bok merasa khawatir dengan pembalut dadanya. Hong Do masuk ke kamar, Yoon Bok menutupi badannya dengan selimut. Yoon Bok terlihat sangat menginginkan pembalut dadanya, tapi Hong Do malah menggunakannya untuk berbagai fungsi. Setelah Hong Do tertidur, ia mengambilnya dan mencucinya untuk menghilangkan bau Kim Hong Do.

Jeongjo memakai jubah kebesarannya. Hong Do dan Yoon Bok juga memakai jubah resmi dan tutup kepala. Mereka berpose kemudian saling memuji. Hong Do mengejek Yoon Bok karena memiliki bahu yang sempit, padahal para wanita suka meletakkan kepalanya dibahu pria. Ia kemudian memamerkan bahunya yang lebar. Tiba-tiba Hong Do menarik kepala Yoon Bok dan memaksanya meletakkan di bahunya. Yoon Bok kaget, ia merasa nyaman, kemudian melepaskan diri dari Hong Do.

Para menteri berjalan, mereka akan mengikuti proses melukis. Mereka bertanya-tanya apa maksud Jeongjo melakukan ini semua. Mereka ingin menghentikannya, tapi Jeongjo orang yang susah diatur.

Di ruangan yang akan digunakan untuk melukis, Jang Hyo Won, pelukis senior Dohwaseo dan para menteri berkumpul. Hong Do dan Yoon Bok datang. Mereka menghormat ke arah menteri kemudian berlutut dibelakang kertas yang kosong. Jeongjo datang, semua berlutut dan menghormat ke arah Jeongjo.

Jeongjo meminta semua orang keluar, kecuali Kim Hong Do dan Yoon Bok. Semua kaget, para menteri enggan keluar. Jeongjo marah dan menyuruh mereka keluar sekali lagi. Mereka pun segera pergi.
Di ruangan itu hanya tinggal Jeongjo, Hong Do dan Yoon Bok. Jeongjo bertanya apakah mereka telah mengunjungi Sun Hwa Gei. Mereka mengiyakan. Jeongjo berkata bahwa melukis raja mengunakan begitu banyak peraturan, sehingga hasilnya malah terlihat suram. Ia ingin mengubah itu semua, mematahkan peraturan. Ia ingin seluruh kerajaan tahu kalau raja juga manusia yang mempunyai daging dan darah.
Hong Do: “Tapi ada beberapa orang yang memperhatikan masalah ini, Chona.”
Jeongjo: “Potret ini sebenarnya lukisan dari seseorang. Ketika lukisan ini selesai, potret ini akan mengikutiku sebagai simbol kekuasaan. Mereka tidak akan berani untuk mencampur adukkan masalah ini. Sampai ini selesai, Dan Won dan pelukis muda, kalian berdua dibawah perlindunganku. Jangan khawatir. Kita akan mulai.”

Jeongjo mulai melanggar peraturan. Ia mengeluarkan tangannya dan meletakkannya dipangkuannya. Jeongjo kemudian duduk agak ke sebelah kiri dan yang terakhir, Jeongjo tersenyum. Hong Do dan Yoon Bok kaget dengan apa yang dilakukan Jeongjo. Tapi Jeongjo menyuruh mereka melukis sesuai dengan kenyataan.

Pada pertemuan para menteri, mereka bertanya apa maksud dibalik semua yang dilakukan Jeongjo. Jeongjo mendesak untuk ditinggal bertiga dengan pelukis dan melindungi mereka. Mereka akan menyelidikinya.

Jeongjo duduk dengan posisi tangan di pangkuan, duduk agak kekiri dan tersenyum. Hong Do dan Yoon Bok saling memandang.
Hong Do (v/o): “Akan tiba suatu hari, kita akan menemui bahaya karena suatu alasan, tapi saat ini kita harus melukis potret.”
Hong Do memakai kacamatanya. Mereka bersiap melukis.Hong Do dan Yoon Bok mempelajari kontur wajah Jeongjo. Setelah mengerti, Hong Do mulai membuat sketsa, sedangkan Yoon Bok melancipkan pensilnya. Ketika melihat sketsa Hong Do tidak tepat, Yoon Bok menggantikannya dan membetulkannya. Jeongjo terlihat puas melihat kerjasama mereka.

Kwartet jahat sedang berkumpul. Mereka sedang mencari cara untuk mengagalkan Hong Do. Tiba-tiba Kim Jo Nyeon mendapat ide, ia ingin mengacaukan zat warna, sehingga dapat merusak lukisan. Jika ini berhasil, Hong Do dan Yoon Bok pasti akan dihukum.

Di Danchongsuo, Shin Young Bok sedang bereksperimen dengan bahan-bahan pewarna. Ia sekarang bekerja di lingkungan yang berbahaya dengan semua gas kimia yang melingkupinya. Heo Shim sedang mengajarinya cara yang benar membuat zat warna untuk Oh Ji Hwa Sa. Young Bok sudah terkena efek dari zat kimia itu, pandangannya menjadi kabur. Heo Ok ingin masuk keruang eksperimen, tapi dilarang oleh Heo Shim, karena ruangan itu sangat beracun. Heo Ok mencemaskan Young Bok, tapi kakeknya berkata bahwa ia telah memperingatkannya tapi ia tidak mau mendengar. Heo Ok sangat khawatir.

Hong Do dan Yoon Bok sedang bersiap untuk tidur. Hong Do berkata bahwa besok mereka akan membuat garis, jika selesai mereka akan mulai mewarnai. Yoon Bok akan melihat begitu banyak warna, tapi yang digunakan hanya sedikit. Yoon Bok kemudian menunjukkan zat warna yang dibuat kakaknya. Ia ingin menggunakannya, tapi Hong Do menjelaskan bahwa dalam Oh Ji Hwa Sa hanya digunakan warna tertentu yang telah diperiksa di Dohwaseo, jadi tidak bisa sembarangan menggunakan zat warna. Karena warna mempresentasikan kehormatan dan kemuliaan keluarga kerajaan. Jika mereka salah menggunakan warna, bisa-bisa nyawa mereka melayang.

Jeongjo bertemu dengan Ibu Suri Jeong Sun. Mereka membicarakan tindakan Jeongjo yang mengusir semua menteri. Jeongjo berpendapat daripada menggunakan 100 orang, lebih baik menggunakan 2 orang yang berkemampuan sehingga pekerjaan cepat selesai. Tapi Ibu Suri mengingatkan:
Jeong Sun: “ Apakah begitu? Terkadang, kepercayaan dan optimisme bukan satu-satunya hal yang membuat sesuatu terjadi. Hare Me (nenek) khawatir tentang keberanian dan optimisme Chusan Chona. Bagaimana jika perkembangannya tidak seperti yang diharapkan, itu akan menghancurkan reputasi Chusan Chona.”
Jeongjo meminta neneknya agar tidak khawatir karena ia telah mempersiapkan segalanya.
Jang Byeok Soo sedang mengecek zat warna. Kelihatannya ia akan mensabotase Oh Ji Hwa Sa dengan mencampurkan sesuatu ke dalam zat warna.

Jeongjo bertanya pada Hong Do apa yang akan mereka lakukan hari ini. Hong Do menjawab bahwa mereka akan membuat garis dan akan mewarnai. Hong Do dan Yoon Bok bergantian membuat garis, Jeongjo melihat semua proses itu dengan puas.
Tiba-tiba Jeongjo berkata bahwa ia mempunyai rahasia yang ingin ia ungkapkan kepada mereka berdua.
Flashback.
Yeongjo: “Jika kamu berpikir waktunya tepat, cari dan temukan dua pelukis yang membuat lukisan. Ini untuk kepentingan ayahmu, membebaskan dan membersihkan namanya dari ketidak adilan akibat kejahatan yang tidak dilakukannya.”
Jeongjo: “Lukisan apa? Apa yang anda maksud Hare Ba Ma Ma (kakek)?”
Yeongjo: “Aku memerintahkan dua orang pelukis, sampai saat ini aku belum memperoleh hasilnya.”
Jeongjo: “Lukisan apa sebenarnya?”
Yeongjo: “Lukisan ayahmu, Putra Mahkota Sado.”

Jeongjo ingin mengungkapkan misteri ini. Hong Do mengingat kembali kematian gurunya dan Seo Jing. Sedangkan Yoon Bok mengingat kematian kedua orangtuanya. Ketika itu ayahnya sedang melukis Yoon Bok yang sedang bermain, tiba-tiba Sasuke datang dan membunuh kedua orangtuanya, sebelum meninggal, Ibunya melihat kearahnya yang sedang bersembunyi di pojok, melihat pembunuhan itu. Ia menutup mulutnya supaya tidak bersuara.
Tiga orang dalam ruangan yang sama yang mempunyai rahasia yang berhubungan.

sumber: http://www.bengawanseoul.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s