Painter Of The Wind – Episode 11

OH JI HWA SA BAGIAN 4
Jeongjo menceritakan rahasia yang selama ini dipendamnya, ia ingin menemukan lukisan ayahnya. Hong Do teringat kematian gurunya dan Seo Jing, sedangkan Yoon Bok teringat kematian orangtuanya. Tiga orang dalam ruang yang sama dengan rahasia yang saling terkait.
Yoon Bok dan Hong Do merasa tidak enak setelah mendengar rahasia Jeongjo karena mereka teringat masa lalu mereka. Jeongjo meninggalkan ruangan, membiarkan mereka meneruskan lukisannya. Tiba-tiba tangan kanan Yoon Bok terasa lemah, mungkin aliran darahnya yang kurang lancar, selain itu keringat ditangannya juga banyak. Hong Do melihatnya dan bertanya dimana pengikat tangannya (pembalut dada Yoon Bok). Yoon Bok beralasan, karena Hong Do menggunakannya untuk membersihkan kaki, ia tidak mau menggunakannya lagi.
Hong Do pun mengeluarkan saputangan pemberian Jung Suk dan membalutkannya di tangan Yoon Bok, Yoon Bok melihat wajah Hong Do, ia merasa tersentuh.
Di rumah Yin Moon, Jung Suk sedang mengisi sebuah mangkuk dengan nasi. Kakaknya bertanya kenapa ia mengisi mangkuk Hong Do. Jung Suk menjawab bahwa ia senang melakukannya. Ia bertanya pada kakaknya apakah Hong Do sudah punya kekasih? Yin Moon tidak pernah melihat Hong Do bergaul dengan wanita. Jung Suk tersenyum lega.
Di Dohwaseo, Byeok Soo sedang berpikir:
Byeok Soo (v/o): “Chusan Chona sangat menyayangi dan menyukai Dan Won. Setelah Oh Ji Hwa Sa selesai, apakah Chusan Chona akan menjadikan Dan Won, Phil Chul (kepala sekolah, jabatan Byeok Soo sekarang) di Dohwaseo? Aku tidak akan membiarkan Dan Won berada di Hanyang lebih lama lagi!”
Seorang mata-mata datang dan melaporkan bahwa ia telah melaksanakan tugasnya. Byeok Soo terlihat senang. Bila Dan Won gagal kali ini, maka akan diadakan kompetisi Oh Ji Hwa Sa lagi
Di Danchongsuo, Young Bok sedang mengecat atap. Heo Ok memegang kertas test zat warna. Young Bok memintanya kembali, tetapi salah seorang pekerja Danchongsuo yang kecewa pada Young Bok, merebutnya dan menyobeknya, ia meminta Young Bok serius bekerja, bukan hanya membuat zat warna saja. Young Bok mengabaikannya dan terus bekerja, tiba-tiba pandangannya kabur, Heo Ok yang khawatir bertanya apakah ia baik-baik saja. Young Bok menenangkannya, tiba-tiba hidungnya berdarah, Heo Ok semakin khawatir.
Kembali ke istana, Yoon Bok dan Hong Do telah bekerja berjam-jam, keringat mereka sudah menetes. Hong Do memberikan Yoon Bok saputangan untuk mengelap keringatnya, ia pun meneruskan pekerjaan Yoon Bok, tiba-tiba Hong Do merasa pandangannya gelap, Yoon Bok segera menangkap gurunya yang akan pingsan. Posisi mereka sangat kikuk.
Mereka mulai memasang frame dan memasangnya vertikal. Hong Do mengarahkan Yoon Bok untuk memasang dengan benar. Tiba-tiba Hong Do melihat bayangan wajah Yoon Bok, ia tertegun melihat bayangan Yoon Bok yang seperti seorang gadis. Ia pun bertanya apakah Yoon Bok benar-benar laki-laki?Yoon Bok tidak bisa menjawab.
Hong Do: “Dari depan, bayanganmu seperti seorang wanita.”
Yoon Bok: “Bayangan itu hanya ilusi, Guru! Bayanganmu seperti kodok gunung!”
Hong Do: “Bayangan adalah refleksi dari benda. Bagaimana kamu bisa mengatakan itu ilusi? Jika ada objek, disitu juga ada bayangan.”
Hong Do mendekatinya, sedangkan Yoon Bok menghindarinya. Bayangan mereka menjadi satu seperti sedang berciuman. Hong Do masih penasaran dan melihat Yoon Bok dengan lebih teliti. Yoon Bok tidak berani memandangnya. Akhirnya Hong Do menyerah dan mengajaknya ke tempat penyimpanan zat warna untuk inspeksi terakhir.
Hong Do mencium zat warna itu satu persatu. Sedangkan Yoon Bok mengoleskan zat warna di tangannya dan mendekatkan dengan cahaya untuk melihat apakah warnanya cocok. Setelah puas, mereka pun kembali ke kamar. Zat warna merah yang disabotase mulai bereaksi dan berubah warna.
Saat mereka bersiap tidur, Hong Do baru tersadar bahwa Yoon Bok tidak punya jakun, ia semakin curiga. Sedangkan Yoon Bok sangat kagum dengan kemampuan melukis Hong Do yang begitu halus dan hidup. Hong Do memukul dahinya dan menyuruhnya tidur, Yoon Bok mengeluh kalau Hong Do selalu ingin memukulnya, itu membuatnya semakin bodoh, tapi Hong Do memukulnya lagi dan berkata ia akan semakin pintar. Ketika akan tidur, Hong Do bertanya apakah Yoon Bok akan meminta Jeongjo untuk mengembalikan Young Bok ke Dohwaseo? Yoon Bok mengiyakan. Hong Do heran, rasa persaudaraan mereka begitu dalam, mereka tidak pernah bertengkar layaknya kakak adik yang lain.
Yoon Bok mengelak, ia pun memainkan tangannya, membuat bayangan burung yang terbang.
Flashback
Suatu malam, Yoon Bok dan Young Bok sedang bermain bayangan di kamar. Kelihatannya mereka sedang dihukum berlutut dengan tangan diangkat. Tiba-tiba Shin Han Pyeong datang dan memukulkan batang kayu ke dinding, mereka pun kembali ke posisi hukuman yang seharusnya. Han Pyeong memarahi mereka, sedangkan keduanya hanya terkikik-kikik. Setelah Han Pyeong pergi, keduanya tidak dapat berhenti tertawa.
Yoon Bok: “Hyung, tunggulah beberapa hari.”
Hong Do mendengar bisikannya.
Paginya, Yoon Bok dan Hong Do sedang bermeditasi untuk mengembalikan konsentrasinya, seorang petugas membawakan pewarna, hijau, kuning, putih, biru, hitam dan merah. Ketika mereka akan mencampur warna, Yoon Bok menemukan bahwa  warna merahnya telah berubah menjadi hitam. Ia langsung panik. Hong Do menenangkannya dan memeriksanya. Ternyata ada seseorang yang menambahkan perak. Jika perak ditambahkan dalam zat warna, maka dalam sehari, zat warna itu akan berubah menjadi hitam. Hong Do berpikir siapa yang mensabotase mereka.
Hong Do ingin keluar dari istana untuk menemui orang yang mensabotase mereka, Yoon Bok mencegahnya, karena selama Oh Ji Hwa Sa mereka dilarang keluar dari istana. Yoon Bok menyarankan mereka memakai pewarna merah yang dibuat kakaknya, Hong Do menolaknya. Yoon Bok terus memohon.
Yoon Bok menemui kakaknya yang sedang melukis atap. Young Bok senang melihat adiknya datang. Heo ok terlihat curiga.
Di Danchongsuo, Young Bok sedang membuat zat warna, Heo Ok memperingatkannya bahwa sangat berbahaya membuat zat warna dalam jumlah yang banyak. Young Bok tidak mau mendengarkannya karena ia sedang terburu waktu.
Di istana Hong Do dan Yoon Bok menunggu Young Bok dengan tidak sabar. Hong Do mengeluh tindakan Yoon Bok selalu membuatnya jantungan. Yoon Bok meminta maaf, ia juga panik. Hong Do menyuruhnya menyusul kakaknya.
Shin Young Bok bekerja di lingkungan yang dipenuhi asap beracun. Ia mulai merasakan akibatnya.
Jeongjo bertanya pada Hong Guk Young apakah mereka mulai mewarnai lukisannya. Hong Guk Young membenarkan. Jeongjo berkata jika Hong Do yang melakukannya pasti ia menggunakan metode yang berbeda.
Shin Young Bok masih membuat zat warna merah, ia melihat jam matahari yang diberikan Yoon Bok padanya. Jeongjo dan rombongannya sedang dalam perjalanan menuju tempat Hong Do melukis.
Yoon Bok sedang menunggu kedatangan kakaknya dengan cemas. Seorang kasim memberitahu bahwa Jeongjo akan datang. Hong Do yang juga cemas pergi menyusul Yoon Bok.
Young Bok telah menyelesaikan pekerjaannya dan segera pergi menemui Yoon Bok. Young Bok memberikan pewarna buatannya dan bertanya apakah ia terlambat. Yoon Bok memeriksanya dan memeluk kakaknya sambil menangis lega. Ia berterima kasih pada kakaknya. Pelan-pelan Young Bok membalas pelukan Yoon Bok. Hong Do yang datang menyusul melihat mereka berdua berpelukan. Ia heran melihat cara kedua bersaudara itu memeluk, seperti sepasang kekasih. Yoon Bok berjinjit untuk menyamakan tingginya dengan kakaknya.
Hong Do melangkah pergi. Yoon Bok melepaskan pelukannya dan berlari pergi. Young Bok sangat senang.
Yoon bok mencampur warna, sedangkan Hong Do memperlihatkan draft lukisannya pada Jeongjo. Jeongjo terlihat puas.
Jeongjo: “Setelah menyelesaikan pewarnaan dan menunggu waktu Pong Si (penilaian oleh menteri) akan banyak menteri yang protes melihat lukisan ini. Jika waktunya tiba tidak hanya aku, juga kalian berdua yang diprotes. Apakah kalian berdua mau menghadapi bahaya dan kekecewaan? Apakah kalian mau mempercayaiku untuk melengkapi Oh Ji Hwa Sa?”
Hong Do: “Chona, seorang pelukis hanya mempercayai goresan kuasnya, hal lainnya, kami tidak peduli. Potret ini menggambarkan jiwa dan semangat Chusan Chona, pelukis hanya memperhatikan hal ini.”
Jeongjo melihat warna merah yang sedang dicampur oleh Yoon Bok, ia heran karena warna itu berbeda dari biasanya. Yoon Bok menjawab bahwa warna merah ini buatan kakaknya menggunakan bunga asli Joseon. Jeongjo sangat puas.
Di Dohwaseo, Byeok Soo sedang melukis ditemani Hyo Won. Hyo Won terlihat masih kecewa dengan kekalahannya dalam kompetisi  Oh Ji Hwa Sa. Tiba-tiba seorang mata-mata datang dan memberitahu kalau Hong Do sudah mulai mewarnai lukisannya. Byeok Soo heran bagaimana mereka memperoleh warna merah.
Heo Ok menyuruh Young Bok untuk makan siang. Young Bok berhalusinasi bahwa yang memanggilnya adalah Yoon Bok. Young Bok memfokuskan penglihatannya dan melihat Heo Ok disana. Young Bok bertanya dimana adiknya Yoon Bok? Heo Ok terlihat marah.
Heo Ok melaporkan kepada kakeknya tentang keadaan Young Bok yang suka berhalusinasi. Heo Shim menjelaskan bahwa Young Bok terkena racun akibat membuat zat warna yang banyak dalam waktu singkat. Ia menyuruh Heo Ok untuk memberitahu Young Bok untuk tidak membuat warna selama beberapa waktu. Sekarang Heo Ok benar-benar khawatir.
Yoon Bok dan Hong Do masih mewarnai lukisannya. Mereka memberikan warna dasar putih sebelum memberi warna lain, karena mereka melukis diatas kertas yang terbuat dari mulberry yang warnanya kekuningan.
Jang Byeok Soo pergi ke ruangan penyimpanan warna, ia bertanya pada petugasnya apakah Hong Do meminta tambahan zat warna. Petugas itu berkata bahwa mereka tidak memintanya.
Jang Byeok Soo bertemu dengan kroninya. Ia memberitahu mereka bahwa Hong Do memakai zat warna lain untuk mewarnai jubah Jeongjo. Mereka berencana memberitahu hal ini kepada team penilai sehingga mereka akan menggagalkan Oh Ji Hwa Sa ini.
Di Danchongsuo, Young Bok membuat warna lagi. Heo Ok mencegahnya, tapi Young Bok tidak mendengarkannya.
Heo Ok: “Seberapa penting adikmu, sehingga kau memperlakukannya seperti in? Kenapa kau melakukannya sampai membahayakan nyawamu?”
Young Bok: “Adikku sangat penting bagiku.”
Heo Ok: “Apa maksudmu?”
Young Bok: “Ketika dia tersenyum, aku merasa senang dan bahagia. Ketika dia menangis, aku juga merasa sedih. Ini kulakukan demi kebahagiaanku juga. Aku akan mempergunakan semua kemampuanku untuk menolongnya.”
Heo Ok berpikir apakah Young Bok sadar atau sedang berhalusinasi.
Young Bok memberikan pewarna yang dibuatnya pada Yoon Bok. Yoon Bok melihat wajah kakaknya yang pucat. Ia khawatir. Young Bok berkata ia hanya kelelahan. Yoon Bok berterima kasih. Kepala Young Bok mulai pusing tapi ia ingin meyentuh adiknya lebih lama. Setelah Yoon Bok pergi, Young Bok pingsan akibat terlalu banyak mencium gas beracun.
Di kamar, Yoon Bok mencampur warna seperti biasa. Hong Do melihat palet warna. Ia memberikan kuas pada Yoon Bok. Karena warna ini buatan kakaknya, lebih baik ia yang mewarnai jubah Jeongjo. Yoon Bok merasa tersentuh.
Young Bok berada di tangga, ia sedang mengecat atap. Tiba-tiba ia melihat Yoon Bok dengan hanbok dan memakai gache (rambut palsu) tersenyum pada Young Bok. Young Bok terlihat sangat senang. Scene berubah, Shin Young Bok sebagai pelukis sedang melukis Yoon Bok yang duduk didepannya. Yoon Bok menangis setelah lukisannya selesai, Young Bok menghapus air matanya. Yoon Bok pergi meninggalkan Young Bok
Young Bok: “Yoon Bok? Apa yang terjadi? Yoon Bok? Kembali ke sini!….Yoon Bok!….Yoon Bok…kembali!….Pegang tanganku….cepat pegang tanganku!….Yoon Bok!
Young Bok  berjalan ke pinggir tangga. Heo Ok melihat Young Book dalam bahaya, ia berteriak. Young Bok terjatuh.
Yoon Bok merasa tidak enak, ia melihat keluar. Hong Do memberitahunya bahwa lukisan mereka telah selesai. Yoon Bok melihat lagi, ia merasa ada yang kurang, ia mengambil kuas dan menambahkan tahi lalat di alis kiri Jeongjo. Lukisan ini benar-benar telah selesai. Lukisannya persis Bae Soo Bin!
Yoon Bok melihat kearah Hong Do kemudian pingsan karena kelelahan.
Tabib istana memeriksanya, dan mengatakan ia baik-baik saja. Setelah beristirahat ia akan sembuh. Hong Guk Young mengatakan hal ini biasa terjadi. Ia memperbolehkan mereka pulang dan menunggu waktu penilaian.

Yoon Bok terbangun, ia melihat kakaknya datang. Ini seperti mimpi, mengindikasikan kalau Young Bok telah meninggal dan mengunjungi adiknya untuk terakhir kalinya. Young Bok tersenyum padanya, dan menyuruhnya untuk tidur lagi.Yoon Bok tidak mau, ia bertanya apakah kakaknya akan pergi. Young Bok bangun dan akan pergi, Yoon Bok ingin ikut, tapi Young Bok berkata ia tidak bisa ikut, ia menyuruh adiknya menjaga diri dan mengucapkan selamat tinggal. Young Bok membuka pintu, sinar yang terang masuk melalui pintu. Yoon Bok menutup matanya. Young Bok pergi ke dalam sinar yang terang. Yoon Bok berteriak memanggil kakaknya, tapi Young Bok menghilang dalam sinar itu. Yoon Bok sangat kaget.
Sangat menyedihkan bahwa orang tempatnya bersandar dan selalu membantunya baik moral maupun materi meninggalkannya.

sumber: http://www.bengawanseoul.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s