Painter Of The Wind – Episode 12

PONG SHI (PENILAIAN)

Yoon Bok terbangun dari tidurnya. Ia melihat kakaknya ada di kamar. Young Bok menyuruhnya untuk tidur lebih lama lagi, ia pun beranjak pergi. Yoon Bok ingin ikut dengannya, tapi Young Bok mencegahnya. Ia membuka pintu, Sinar yang terang membuat Yoon Bok menutup matanya. Young Bok menghilang. Yoon Bok terbangun dengan keringat membasahi badannya. Ia melihat Hong Do yang tertidur di dekatnya. Ternyata ia hanya bermimpi.

Di kamar Young Bok, Shin Han Pyeong masuk, tubuh Shin Young Bok terbaring disana. Ibu Young Bok menyalahkan suaminya atas kejadian ini. Heo Ok menjelaskan Young Bok meninggal karena keracunan zat warna.
Heo Ok: “Semua ia lakukan untuk adiknya yang hebat. Ia membuat pewarna yang akan digunakan dalam Oh Ji Hwa Sa. Ia membuat banyak zat warna dalam waktu singkat. Karena itu ia terkena efek sampingnya. Teracuni oleh zat warna itu.
Han Pyeong memegang tangan anaknya, ia menangis sedih.
Hong Do bangun, ia melihat selimut yang ada dibadannya, kemudian ia melihat Yoon Bok yang sedang berkemas. Hong Do bertanya ia akan pergi kemana. Yoon Bok menjawab ia akan pulang dan menjenguk kakaknya. Hong Do heran dengan rasa persaudaraan antara keduanya. Bukan seperti kakak adik, tapi seperti sepasang kekasih. Yoon Bok tertawa dan membantahnya
Seorang kasim memberikan sebuah surat kepada Hong Do. Surat itu dari Shin Han Pyeong. Ia mengabarkan kematian Young Bok. Han Pyeong juga meminta Hong Do untuk membantunya menahan Yoon Bok disana. Ia takut kalau Yoon Bok tahu, ia akan membuat kesalahan atau keributan dalam Oh Ji Hwa Sa.
Hong Do mendekati Yoon bok yang bersiap untuk pulang. Hong Do menyuruhnya tinggal karena kesehatannya belum pulih benar. Yoon Bok mengatakan bahwa ia sudah sehat, semalam ia bermimpi aneh. Ia merasa sesuatu telah terjadi pada kakaknya, jadi ia ingin pulang dan melihat keadaannya.
Hong Do berusaha meyakinkan Yoon Bok, ia beralasan bahwa besok adalah Pong Si (penilaian), jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan dengan benar, nyawa mereka bisa hilang. Lagipula dalam Oh Ji Hwa Sa kali ini, Jeongjo telah melanggar semua aturan dan juga mereka tidak menggunakan pewarna Chu Sal. Jadi sebaiknya ia tinggal dan mempersiapkan diri untuk itu.
Para menteri sedang mengadakan pertemuan untuk membahas Pong Shi besok pagi. Mereka tahu bahwa Hong Do tidak menggunakan Chu Sal untuk mewarnai jubah Jeongjo, mereka menganggap hal ini mengindikasikan bahwa Jeongjo ingin membuat masalah dengan pemerintah. Menteri lain menyatakan bahwa Jeongjo pasti punya maksud tersembunyi, oleh karena itu mereka harus bersatu untuk menghadapi apa yang akan terjadi.
Shin Yoon Bok sedang menulis jurnal. Hong Do melihatnya. Setelah Yoon Bok selesai menulis, Hong Do memintanya untuk membacakan jurnal itu. Yoon Bok membacanya dengan keras, tiba-tiba seorang kasim datang memberitahu bahwa Jeongjo ingin bertemu dengannya. Hong Do pun segera berganti pakaian dengan jubah resminya. Yoon Bok membantunya memakaikan penutup kepalanya. Ia melihat penutup kepala Hong Do sudah sobek. Hong Do menyuruh Yoon Bok tetap disana mempersiapkan jawaban untuk Pong Shi besok. Setelah Hong Do pergi, Yoon Bok memutuskan untuk pergi ke Dohwaseo untuk mengambilkan penutup kepala yang baru.
Hong Do bertemu dengan Jeongjo. Jeongjo memberikan sebuah kuas padanya. Kuas itu digunakannya saat pertama kali bertemu dengan para menteri. Apapun pertanyaan mereka, Jeongjo selalu punya jawabannya. Ia berharap dengan membawa kuas itu, Hong Do dapat menghadapi setiap pertanyaan dan cecaran dari para menterinya.

 

Saat kembali dari Dohwaseo, secara tidak sengaja Yoon Bok mendengar pembicaraan beberapa siswa magang. Mereka sedang membicarakan kematian Young Bok. Yoon Bok mendekat, ia menanyakan apa yang terjadi dengan kakaknya.
Hong Do kembali dan menemukan bahwa Yoon Bok tidak ada didalam kamar. Hong Do bertanya pada penjaga, mereka menjawab bahwa Yoon Bok pergi ke Dohwaseo
Yoon Bok berlari pulang ke rumahnya. Ia tidak percaya bahwa kakaknya telah meninggal. Selama berlari, ia teringat waktu-waktu yang dihabiskannya bersamanya.
Teman Yoon Bok merasa sedih karena telah memberitahu keadaan Young Bok. Mereka menyalahkan diri sendiri. Hong Do datang. Mereka memberitahu bahwa mereka bertemu dengan Yoon Bok. Hong Do bertanya apakah mereka memberitahu keadaan Young Bok? Mereka membenarkan. Hong Do segera pergi ke rumah Shin Han Pyeong.
Yoon Bok sampai dirumahnya, ia melihat lampu pemakaman dan semua ritualnya. Yoon Bok segera berlari ke kamar Young Bok. Ia membuka pintu dan membuka penutup wajah kakaknya, kemudian menangis. Han Pyeong bertanya kenapa ia berada disini dan kemudian menyuruh Yoon Bok pergi karena sebelum Oh Ji Hwa Sa selesai ia tidak boleh pulang. Yoon Bok tidak mau, baginya Oh Ji Hwa Sa sudah tidak penting lagi. Han Pyeong berusaha menyadarkannya, bahwa Young Bok meninggal karena dirinya, oleh karena itu ia harus menyelesaikannya untuk menebus kesalahannya pada kakaknya. Yoon Bok tidak mau. Mereka saling berteriak selama beberapa lama. Akhirnya Hong Do menyuruh Yoon Bok untuk pergi, Yoon Bok masih tidak mau juga. Hong Do menariknya keluar. Ia duduk di sebelah Yoon Bok yang masih menangis.
Yoon Bok: “Kenapa kau tidak memberitahuku? Kakak sudah jadi begini. Kenapa kau tidak memberitahuku?”
Hong Do : “Aku tidak sanggup memberitahumu.”
Yoon Bok: “Karena ingin Hyung kembali ke Dohwaseo aku mengikuti Oh Ji Hwa Sa. Tapi aku tidak dapat menanggungnya lagi. Selalu karena aku……Hyung karena aku…..menjadi begini.”
Hong Do: “Sekarang kau berada disini, dapatkah kau mengubah sesuatu? Apa yang bisa kau ubah? Apakah kakakmu akan hidup lagi? Apakah kau pikir menjadi Hwa Jang (pelukis Dancheong) itu mudah? Jika senang maka senanglah, jika sedih maka sedihlah. Apakah kau akan melukis saat kau ingin melukis saja?”
Yoon Bok: “Apa yang harus kulakukan?”
Hong Do: “Apa harapan dan keinginan kakakmu untukmu? Apa kau pikir harapan dan keinginan kakakmu supaya kau duduk diam disini? Apakah kau perlu bertanya? Apakah masih perlu bertanya padaku apa yang harus kau lakukan? Kemudian….kemudian kau masih tidak mau menyelesaikan ini? Apakah kau akan berhenti melukis?
Yoon Bok menangis dan Hong Do menepuk punggungnya untuk menenangkannya. Hong Do kemudian menyandarkan kepala Yoon Bok ke bahunya.
Ibu Suri Jeong Sun sedang memainkan bulu merak di kamarnya. Ia meminta Kim Gui Jo untuk mencegah penyempurnaan Oh Ji Hwa Sa. Jo Young Jung berkata bahwa semua menteri setuju untuk bersatu melawan Jeongjo.
Shin Yoon Bok dan Kim Hong Do berjalan dengan sedih. Mereka bertemu dengan Hong Guk Young yang menanyakan apakah mereka sudah mempersiapkan semuanya. Mereka mengiyakan. Hong Do menyuruh Yoon Bok melakukan yang terbaik demi kakaknya.
Hari Pong Shi pun tiba. Jeongjo, Hong Do, Yoon Bok, semua menteri dan team penilai telah hadir. Jeongjo menyuruh mereka menilainya, mereka boleh bertanya kepada dua pelukis tapi tidak boleh membuat pernyataan maupun tidak boleh curiga sedikit pun. Lukisan pun di buka, mereka mulai mengamati lukisannya.
Seorang menteri bertanya kenapa Jeongjo dilukis sedang tersenyum?  Hong Do menjawab itu mewakili semua emosi dan senyuman itu selamanya tidak pernah berubah.
Seorang lagi bertanya kenapa pada lukisannya, Jeongjo tidak duduk ditengah-tengah. Hong Do menjawab bahwa duduk sedikit kesamping, selain memperlihatkan wajah frontal juga memperlihatkan salah satu sisi wajah. Ini mengingatkan bahwa Chusan Chona selalu melihat masalah dari kedua sisi.
Seorang menteri bertanya kenapa tangan Jeongjo kelihatan. Hong Do : “Ini menandakan bahwa semua keinginan dapat terlihat dan memperoleh pengetahuan untuk mendapatkan kekuatan.
Semua pertanyaan menteri dapat dijawab dengan baik. Akhirnya para menteri meminta untuk reses. Jeongjo mengabulkan.
Mereka berkumpul di halaman dan sepakat akan mempermasalahkan warna kali ini.
Penilaian pun dimulai lagi. Jang Byeok Soo mempermasalahkan bahwa mereka tidak mempergunakan warna Chu Sal. Hong Do menjawab bahwa pewarna yang digunakan berasal dari bunga yang ada dari Joseon, jadi warna ini benar-benar merepresentasikan Joseon, sedangkan Chu Sal berasal dari China.
Byeok Soo mempertanyakan dimana pewarna Chu Sal yang telah disediakan, apakah mereka menjualnya. Seorang menteri berkata bahwa warna ini kasar dan tidak bermutu. Yoon Bok sedih karena mereka mengkritik warna yang di buat kakaknya.
Kritikan mereka semakin tajam dan semakin menyakiti hati Yoon Bok, ia menangis tak tahan mendengarnya. Jeongjo pun tidak dapat mengendalikan situasi. Akhirnya Yoon Bok berjalan ke depan dan menyentuh lukisan itu.
Yoon Bok: “Lukisan ini vulgar dan gradasi warnanya jelek.. Bagaimana ini bisa disebut potret. Saya merasa lukisan ini bukan lukisan potret, lagipula subyek dalam lukisan ini sama sekali tidak mencerminkan diri Chusan Chona. Saya mengerti perkataan kalian.”
Dalam satu kali gerakan Yoon Bok menyobek lukisan itu. Semua kaget. Jeongjo merasa kecewa saat seorang pengawal memaksa Yoon Bok untuk berlutut di hadapan Jeongjo. Jeongjo marah menganggap Yoon Bok membodohinya. Hong Do ikut berlutut, memohon pengampunan untuk Yoon Bok. Jeongjo yang sangat marah menyuruh pengawal untuk menangkap keduanya.
Ibu Suri Jeong Sun kaget mendengar Yoon Bok menyobek potret Jeongjo. Para kroninya senang karena mereka dapat menggagalkan rencana Jeongjo tanpa banyak berusaha.
Yin Moon pergi ke rumah Han Pyeong, ia memberitahunya bahwa Yoon Bok menyobek potret Jeongjo. Han Pyeong kaget. Ia bertanya dimana Yoon Bok sekarang, Yin Moon menjawab bahwa Yoon Bok berada di Uigembu (kantor polisi). Han Pyeong segera pergi kesana.
Hong Do dan Yoon Bok ada dalam satu sel. Yoon Bok meminta maaf pada Hong Do, saat itu ia sangat marah jadi tidak bisa mengontrol dirinya. Hong Do agak kesal padanya, ia memarahinya dan menyuruhnya jangan terus menangis.
Hong Do: “Kamu perlu menguatkan hatimu dan kemauanmu. Kamu tidak boleh menyerah. Aku tidak akan pernah menyerah untukmu.”
Para menteri minta bertemu dengan Jeongjo. Mereka membahas tentang perbuatan Yoon Bok. Mereka minta keduanya dihukum mati karena dianggap pengkhianatan terhadap negara. Hong Guk Young meminta Jeongjo untuk mempertimbangkan Kim Hong Do karena ia tidak ikut menyobek potret itu. Jeongjo menjadi dilema.
Shin Han Pyeong berlari menuju Uigembu, ia bertemu  dangan Yin Moon dan Jung Suk. Hari ini keputusan Jeongjo terhadap Yoon Bok dan Hong Do akan dibacakan.
Seorang petugas membacakan keputusan itu. Hong Do dibebaskan dari penjara tapi semua titel dan jabatannya di Dohwaseo dihapus, sedangkan Yoon Bok dijatuhi hukuman mati. Pelaksanaannya tiga hari lagi.
Yoon Bok hanya menangis mendengar keputusan itu, ia meminta Hong Do untuk tidak berbuat sesuatu yang gegabah. Hong Do memohon supaya ia juga dihukum bersama Yoon Bok, ia berteriak-teriak memohon supaya Yoon Bok diselamatkan.
Para penjaga melepaskan ikatannya dan menyeretnya keluar dari Uigembu. Hong Do masih berteriak, meminta mereka menyelamatkan nyawa Yoon Bok. Shi Han Pyeong yang tahu bahwa Yoon Bok akan dihukum mati, berjalan pulang, ia merasa shock. Hong Do diseret ke jalanan, Yin Moon dan Jung Suk mencoba menahannya ketika ia ingin menggedor pintu Uigembu lagi.
Hong Do menghadap Jeongjo. Jeongjo berkata bahwa ia tidak dapat memaafkan kesalahan Yoon Bok, karena ia telah menghancurkan impian dan harapannya selama bertahun-tahun. Hong Do tetap memohon pada Jeongjo untuk menyelamatkan Yoon Bok. Jeongjo marah dan menyuruh pengawalnya menyeret Hong Do keluar dari istana.
Yoon Bok sedang duduk sendirian didalam selnya. Han Pyeong datang menjenguknya. Han Pyeong memarahinya, Yoon Bok meminta maaf pada ayahnya. Han Pyeong tidak mau mengakui Yoon Bok sebagai anaknya lagi karena ia telah mencemarkan nama keluarganya dan ia tidak ingin bertemu dengannya lagi. Yoon Bok semakin sedih. Han Pyeong keluar dari Uigembu. Ia duduk ditangga, menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.
Kim Jo Nyeon sedang menghibur para menteri dan Jang Byeok Soo. Jeong Hyang sedang memainkan gayageumnya untuk meramaikan suasana. Mereka sedang membicarakan Yoon Bok. Jo Nyeon merasa kasihan padanya. Ia merasa Yoon Bok bukan pelukis biasa, ia mempunyai bakat yang besar. Jeong Hyang langsung menghentikan permainannya ketika mendengar nama Yoon Bok disebut. Ia bermain lagi untuk menghindari kecurigaan Jo Nyeon.
Jeong Hyang kembali ke kamarnya. Ia berkata pada pembantunya Mi Nyeon bahwa Yoon Bok akan dihukum mati, ia sangat ingin bertemu dengan Yoon Bok. Tapi Mi Nyeon mengingatkan bahwa mereka selalu diawasi oleh Jo Nyeon.
Hong Do masih ingin menyelamatkan Yoon Bok. Yin Moon mengingatkan bahwa kesalahan Yoon Bok sangat berat. Tapi Hong Do berjanji akan menyelamatkan Yoon Bok dengan berbagai cara.
Hong Do pergi ke istana, ia berlutut dan memohon agar Yoon Bok diampuni. Saat itu Jeongjo sedang berada di kamarnya, ia sedang melukis tapi kelihatannya tidak berkonsentrasi.
Hong Do masih berlutut didepan istana. Sekelompok menteri datang ke istana, mereka mengejek Hong Do.
Hong Guk Young bertemu dengan Jeongjo. Jeongjo bertanya kenapa ia datang pagi-pagi sekali. Hong Guk Young melaporkan bahwa diluar istana Hong Do sedang berlutut dan memohon agar Jeongjo mengampuni Yoon Bok. Jeongjo tidak mau mendengar tentang itu lagi, ia ingin tahu gerakan Ibu Suri dan kroninya. Ia menyuruh Hong Guk Young untuk mengawasi mereka. Kelihatannya Jeongjo sedang merencanakan sesuatu. Ia memakai Hong Do dan Yoon Bok sebagai umpannya
Saat itu, Ibu Suri Jeong Sun sedang bertemu dengan kroninya. Ia bertanya apakah Hong Do masih berlutut di depan istana, mereka membenarkannya. Byeok Soo berkata bahwa titel dan jabatan Hong Do di Dohwaseo telah dihapus. Tapi Ibu Suri masih merasa ragu. Intuisinya mengatakan ada yang tidak benar, tapi kroninya merasa sangat percaya diri bahwa Yoon Bok akan tetap dieksekusi.
Mi Nyeon menyogok pengawal Uigembu untuk mendapatkan ijin masuk. Jeong Hyang masuk ke dalam sel Yoon Bok, ia melihat Yoon Bok yang sedang tidur. Kemudian ia membangunkannya. Yoon Bok kaget melihat Jeong Hyang ada disana, ia meminta maaf padanya. Jeong Hyang bertanya kapan eksekusinya dilaksnakan, Yoon Bok pun menjawab bahwa ia akan dieksekusi dua hari lagi.
Jeong Hyang menangis. Yoon Bok berusaha menenangkannya, ia berkata bahwa Hong Do sedang berusaha untuk menyelamatkannya, jadi ia jangan khawatir. Bukankah Jeong Hyang sendiri yang berkata bahwa ia harus menggantungkan harapannya pada gurunya.
Jeong Hyang: “Jika kita bertemu lagi, aku berjanji tidak akan menangis lagi. Aku akan berusaha mencari jalan, walaupun saat ini aku dibatasi di rumah. Aku akan menggunakan semua kemampuanku untuk mengeluarkanmu dari sini.”
Yoon Bok menghapus air mata Jeong Hyang.
Malam pun tiba, Hong Do masih berlutut. Sekelompok menteri menghinanya.
Hong Do: “Semuanya…!! Apakah kalian ingin tahu artinya perasaan dan ketulusan? Apakah kalian ingin tahu arti ketulusan? Sepertinya kalian tidak punya ketulusan sedikit pun. Aku akan mengajari kalian tentang ini!”
Setelah berlutut selama beberapa lama, Hong Do jadi susah berdiri atau berjalan. Ia memaksakan dirinya pergi ke obor yang paling dekat.

Hong Do: “Tangan pelukis lebih penting dibandingkan nyawanya. Aku akan menggunakan tangan ini sebagai alat untuk menyelamatkan Yoon Bok.”
Hong Do memasukkan tangannya ke dalam api, sambil berteriak memohon ampunan untuk Yoon Bok. Para menteri kaget. Hong Guk Young keluar dari istana, kaget melihat kenekatan Hong Do.

sumber: http://www.bengawanseoul.com

2 comments on “Painter Of The Wind – Episode 12

  1. kak,..
    sinop u bagus og, q suka tp kurang panjng (maaf) n q mow tanya klu mow download drama painter of the wind yg subt. indonesia tu gmn crnya??? coz q da nyoba tp cm awal2nya aj yg bisa diliht,..
    makasih

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s