Painter Of The Wind – Episode 14

LUKISAN YE JIN YANG HILANG

Di istana, Hong Do dan Yoon Bok berlutut didepan Jeongjo. Jeongjo merasa sedih karena tidak bisa menjaga keselamatan mereka. Hong Do membantahnya, ia sudah begitu murah hati mengampuni kesalahan mereka. Jeongjo menyesal kenapa Dohwaseo menyia-nyiakan bakat Yoon Bok yang besar dengan memecatnya. Yoon Bok beralasan karena ia telah melakukan kejahatan yang besar.

Jeongjo menyuruh mereka mendekat, ia ingin meminta bantuan pada mereka berdua. Jeongjo menyuruh mereka untuk mencari lukisan potret kerajaan (Ye Jin) pangeran Sado yang hilang pada tahun 1766. Hong Do heran karena ia merasa pada tahun itu tidak ada lukisan Ye Jin. Jeongjo menjelaskan bahwa lukisan itu disembunyikan oleh orang-orang tertentu yang takut kejahatannya akan terungkap.
Jeongjo bercerita bahwa 10 tahun yang lalu Raja Yeongjo merasa menyesal telah menghukum putranya, oleh karena itu ia menyuruh dua orang pelukis untuk melukis potretnya, tapi sebelum potret itu diterima kakeknya, dua pelukis itu dibunuh secara kejam. Jeongjo merasa bahwa Hong Do dan Yoon Bok mampu mencari lukisan itu. Ingatan akan wajah ayahnya sudah samar-samar, ia takut kenangan itu hilang, oleh karena itu ia segera mencari lukisan Ye Jin ayahnya. Hong Do dan Yoon Bok menyetujuinya.
Hong Do dan Yoon Bok berada di perpustakaan untuk mencari referensi tentang tugas yang diberikan Jeongjo kepada mereka. Hong Do mengambil sebuah buku dan menyuruh Yoon Bok untuk mencatat apa yang dibacakannya. Ia membaca tentang berkas kematian Kang Soo Han, pelukis potret pangeran Sado.
Flashback.
Hong Do menemukan gurunya telah meninggal, petugas Uigembu pun datang untuk mencari bukti-bukti dan mengotopsi jenazah Kang Soo Han. Dohwaseo yang mengadakan upacara pemakaman. Ia meninggalkan dua putra Yu Won dan Ji Won.
Hong Do mengambil buku yang lain yang merupakan berkas kematian Seo Jing. Ketika Hong Do membacanya, Yoon Bok teringat peristiwa pembunuhan ayahnya, ia shock, kuasnya terjatuh. Hong Do heran, ia bertanya apakah Yoon Bok baik-baik saja. Yoon Bok hanya mengiyakan. Saat Hong Do membaca lagi, ia teringat kata-kata ayahnya. Yoon Bok tersadar bahwa saat itu ayahnya memberi petunjuk. Ia segera mencari diantara rak-rak dan mengambil dua buah lukisan. Hong Do mendekatinya dan melihat lukisan itu. Lukisan itu adalah lukisan burung bangau dan matahari senja sedangkan lukisan yang lain berupa lukisan pemandangan. Hong Do heran, kenapa lukisan itu ada disana. Karena tidak menemukan apapun, ia mengajak Yoon Bok pergi kerumah putra Kang Soo Han.
Ketika sampai dirumah itu, Yoon Bok khawatir apakah mereka akan diijinkan masuk, karena belum memberitahu pemilik rumah. Hong Do menenangkannya. Ketika Kang Yu Won bertemu dengan mereka, ia tidak mengenali Hong Do. Setelah ingat tentangnya, ia terlihat tidak senang dengan kedatangan mereka. Hong Do berkata ia datang karena ingin melihat lukisan gurunya. Tapi Yu Won menjawab bahwa semua lukisan ayahnya telah dibakar sebagai bekal ayahnya (tradisi Korea dan China, membakar uang kertas atau barang untuk dikirim kepada orang yang sudah meninggal.). Hong Do kaget, karena semua lukisan berharga yang seharusnya dijaga, malah dibakar. Yu Won  marah dan mengusir mereka.
Ketika akan keluar, seorang pelayan yang sudah tua menghentikan mereka dan berkata bahwa Kang Soo Han meninggalkan sesuatu untuk Hong Do. Ia memberikan sebuah amplop dan segera pergi.
Mereka membuka amplop itu dan heran karena isinya hanya sebuah lukisan pohon bambu. Yoon Bok memeriksanya, tapi tidak menemukan apapun. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, ia pun berkata pada Hong Do bahwa ia harus pergi.
Di kediaman Jo Nyeon akan diadakan pesta. Jo Nyeon bertanya pada seorang pelayan apakah ia melihat Yoon Bok atau tidak. Pelayan itu menjawab bahwa ia tidak melihatnya.
Yoon Bok bersiap-siap dikamarnya, sedangkan Jeong Hyang sedang berdandan, Ia bertanya pada Mi Nyeon apakah ia sudah terlihat cantik.
Jo Nyeon menyambut seorang tamu penting, namanya Kim Myung Nyung. Jo Nyeon berkata bahwa ia punya seorang pelukis yang berbakat, ia menginginkan Myung Nyung mengomentari lukisan Yoon Bok. Yoon Bok datang dan memberi salam pada Jo Nyeon dan tamunya
Pesta pun dimulai, Jeong Hyang memainkan geomungo (seperti kecapi, alat musik yang dimainkan Hwang Jini). Sedangkan Yoon Bok melukisnya sambil sesekali mereka bertukar pandangan. Mereka berkomunikasi lewat pandangan
Jeong Hyang (v/o): “Sekarang aku bisa bertemu denganmu lagi pelukis muda. Tolong beritahu aku tentang pengalamanmu sebagai pelukis.”
Yoon Bok (v/o): “Aku mempunyai banyak pengalaman tapi tidak tahu harus mulai darimana untuk menceritakan padamu.”
Jeong Hyang (v/o): “Perasaanku…selalu bersamamu….hanya bisa dikatakan melalui musikku.”
Yoon Bok (v/o): “Perasaanku juga hanya bisa dikatakan melalui lukisanku.”
Disaat yang sama Jo Nyeon mengira Jeong Hyang memainkan musik untuknya.
Kim Hong Do berdiri didepan Chawaseo.
Shin Yoon Bok meneruskan lukisannya (Resounding Geomungo, An Evening By The Lotus Pond), Myung Nyung memperhatikan Yoon Bok yang larut dalam lukisannya. Jeong Hyang selesai memainkan geomungonya, ketika seorang tamu yang mabuk datang mendekati Yoon Bok
Ia menghina lukisan Yoon Bok seperti lukisan anak-anak. Yoon Bok berusaha memintanya dengan baik-baik dan merebutnya. Jo Nyeon meminta maaf pada Myung Nyung dan memarahi tamu yang mabuk itu. Tamu itu berusaha merampas lukisan Yoon Bok lagi, tiba-tiba Hong Do datang dan memegang tangannya. Hong Do bertanya kenapa Yoon Bok ada disini. Yoon Bok menjawab bahwa sekarang ia bekerja di Chawaseo ini.
Tamu yang mabuk itu berusaha melepaskan tangannya, tapi Hong Do menyuruhnya diam. Jo Nyeon membenarkan bahwa Yoon Bok adalah pelukisnya yang baru. Hong Do memarahi Yoon Bok, Jo Nyeon membelanya, mereka pun berdebat. Yoon Bok yang merasa tidak enak meminta gurunya pergi.
Myung Nyung mengetuk gelasnya, mencari perhatian. Ia berkata pada Hong Do bahwa sifatnya tidak pernah berubah, ia juga marah ketika gurunya melukis untuknya. Hong Do berkata bahwa saat ini ia mempunyai hal penting yang harus diurusnya, jadi ia akan mampir ke rumahnya lain kali
Hong Do menyeret Yoon Bok pergi. Ia memarahinya lagi. Yoon Bok berkata bahwa ia ingin tetap disini karena orang-orang menghargai lukisannya. Hong Do bertanya padanya apakah ayahnya mengusirnya? Yoon Bok menjawab bahwa ia tidak punya tempat untuk pergi maupun kembali.
Yoon Bok: “Ini adalah pilihanku. Aku tidak bisa tinggal ditempat yang penuh kenangan kakakku. Mulai saat ini aku akan terus hidup dan mempergunakan kemampuanku disini. Tidak perlu bergantung pada Dohwaseo atau ayah. Akan hidup dengan kemampuanku sendiri, untuk menemukan jenis lukisanku sendiri.”
Hong Do: “Apa yang akan kau temukan di tempat yang penuh dengan orang-orang korup? Lukisan apa yang bisa kau buat? Kamu hanya menjadi seorang pelukis yang menjual jiwanya untuk uang. Apa kau pikir karena kau masih muda?”
Yoon Bok: “Aku…tidak akan menyesal.”
Mereka saling menatap.
Di kamarnya Yoon Bok menyelesaikan lukisannya. Ia teringat kata-kata Hong Do, tiba-tiba seorang pelayan datang dan memberitahunya bahwa Jo Nyeon ingin bertemu dengannya.
Yoon Bok memperlihatkan lukisannya. Jo Nyeon terlihat senang, Yoon Bok dan Jeong Hyang saling mencuri pandang.
Jo Nyeon memuji lukisannya, ia menyuruh Jeong Hyang untuk menilainya. Jeong Hyang menolak, ia beralasan karena ia tidak mengerti lukisan. Jo Nyeon memaksanya. Jeong Hyang akhirnya melihat lukisan Yoon Bok. Jo Nyeon bertanya siapa yang menjadi obyek lukisan itu. Jeong Hyang menjawab dengan ragu-ragu.
Jo Nyeon memeriksa sekali lagi dan berkata bahwa obyek lukisan itu adalah wanita yang memainkan geumungo yang duduk berhadapan dengan pelukis. Jeong Hyang merasa tidak nyaman.
Jo Nyeon bertanya apa yang terjadi pada tangan kanan Hong Do. Apakah ia dapat melukis lagi. Yoon Bok menjawab bahwa Hong Do pasti bisa melukis lagi.
Di rumah Yin Moon, Hong Do masih mengeluh tentang Yoon Bok. Yin Moon hanya berkomentar bahwa mereka adalah orang luar dan tidak berhak mencampuri urusan orang lain. Hong Do merasa khawatir dengan keadaan Yoon Bok.
Yin Moon: “Dan Won, selain dirimu, siapa lagi yang akan percaya padanya. Satu-satunya orang yang dapat ia andalkan hanyalah dirimu. Kamu pasti akan menjaganya dengan baik.”
Hong Do mendesah.
Kang Yu Won melapor pada Jo Young Jung bahwa Hong Do datang ke tempatnya untuk melihat lukisan ayahnya. Jo Young Jung meminta supaya ia melapor lagi jika Hong Do datang ketempatnya.
Kim Gui Joo heran kenapa tiba-tiba Hong Do pergi ke rumah gurunya. Jo Young Jung bertanya-tanya apakah ia mencari lukisan yang dibuat gurunya 10 tahun yang lalu. Kim Gui Joo tidak percaya. Jo Young Jung berpikir sebaiknya mereka waspada. Kim Gui Joo berkata bahwa ia akan menyuruh seseorang untuk memata-matai Hong Do.
Shin Yoon Bok dan salah satu pelukis Chawaseo sedang jalan-jalan di pasar. Yoon Bok melihat sebuah kaca pembesar, ia pun membelinya.
Di kediaman Hong Do, Yoon Bok menggunakan kaca pembesar tersebut untuk meneliti lukisan Kang Soo Han. Yoon Bok berusaha menghindari tatapan Hong Do. Hong Do bertanya kenapa ia tidak mendiskusikan hal itu terlebih dahulu dengannya sebelum ia mengambil keputusan. Yoon Bok tidak menjawab pertanyaannya dan terus meneliti lukisan pohon bambu itu. Yoon Bok mendapat ide, jangan-jangan petunjuknya berada di hutan bambu. Tapi Hong Do membantahnya karena di Joseon terdapat banyak hutan bambu.
Yoon Bok meneruskan penelitiannya. Hong Do bertanya kenapa Kim Myung Nyung datang ke pesta kemarin. Yoon Bok menjawab bahwa ia adalah pejabat tinggi pemerintahan yang diundang oleh Jo Nyeon. Tiba-tiba Yoon Bok teringat bahwa Myung Nyung berkata bahwa Kang Soo Han melukis sebuah potret untuknya. Hong Do membenarkan, tapi ia merasa ada yang aneh. Jeongjo berkata kalau gurunya meninggal ketika sedang melukis Ye Jin. Hong Do menyimpulkan bahwa ketika Kang Soo Han melukis Ye Jin, ia juga melukis untuk orang lain. Ia memutuskan akan ikut Yoon Bok ke rumah Myung Nyung  untuk mengantarkan lukisan.
Ketika Yoon Bok dan Hong Do tiba di rumah Myung Nyung, mereka bertabrakan dengan putranya yang mempunyai wajah tanpa ekspresi. Hong Do dan Yoon Bok terus masuk kedalam rumah. Yoon Bok memberikan lukisannya. Myung Nyung memuji lukisan Yoon Bok, baru kali ini ia melihat lukisan yang berani dan sedikit kurang ajar.
Myung Nyung bertanya untuk apa Hong Do datang ke tempatnya. Hong Do bertanya tentang potret yang dibuat gurunya 10 tahun yang lalu. Myung Nyung heran kenapa ia bertanya tentang hal itu. Hong Do berbohong bahwa ia sedang mengumpulkan lukisan gurunya. Myung Nyung bercerita bahwa Kang Soo Han sedang membuat potretnya, tapi beberapa hari kemudian ia meninggal.
Myung Nyung menyesal kenapa ia tidak membuang lukisan itu karena ada yang aneh didalamnya. Hong Do ingin melihat lukisan itu, tapi Myung Nyung mengingatkannya tentang peraturan. Hong Do menyanggupi.
Ketika keluar dari rumah Myung Nyung, Yoon Bok bertanya tentang peraturan itu. Hong Do menjelaskan bahwa dalan lingkungan seni jika kamu ingin melihat lukisan potret seseorang, kamu harus melukis sesuatu yang sepadan untuk diberikan kepada pemilik potret. Hong Do melihat tangannya yang diperban, ia khawatir, Myung Nyung akan memberikan topik yang aneh.
Tiba-tiba Yoon Bok teringat ia harus kembali ke Chawaseo, ia meminta Hong Do datang ketempatnya nanti malam. Hong Do tidak mau. Tapi Yoon Bok berkata bahwa ia tidak bebas bergerak, jadi sebaiknya Hong Do datang lewat pintu samping sehingga tidak ada yang melihat.
Para menteri mengadakan pertemuan. Kim Gui Joo bertanya pada Myung Nyung kenapa Hong Do datang ketempatnya. Myung Nyung menjawab bahwa Hong Do ingin melihat lukisan potretnya. Kim Gui Joo menyarankan supaya ia tidak mengijinkan mereka berdua. Myung Nyung terlihat tidak senang dan memintanya untuk tidak mencampuri urusannya.
Di kamar Ibu Suri Jeong Sun, Kim Gui Joo melaporkan bahwa Hong Do melacak lukisan gurunya 10 tahun yang lalu, ia menduga bahwa ia mulai menyelidiki kejadian 10 tahun yang lalu. Ibu Suri memerintahkan untuk mengawasinya dengan ketat. Kim Gui Joo menenangkannya, ia sudah mempunyai orang yang melakukannya.
Kim Hong Do datang ke tempat Yoon Bok.. Ia menggunakan berbagai cara untuk memanggil Yoon Bok, tapi tidak ada respon. Akhirnya ia memanggil namanya dengan keras, Yoon Bok keluar dan menyuruh Hong Do masuk kekamarnya. Hong Do kagum dengan kamar Yoon Bok yang mewah. Mereka membahas tentang subyek yang akan diberikan pada mereka oleh Myung Nyung. Hong Do menduga bahwa subyeknya adalah lukisan pemandangan, hutan pinus atau bambu. Yoon Bok menghitung jumlah bambu dalam lukisan Kang Soo Han, jumlahnya ada lima.
Hong Do bingung apa hubungan lukisan potret Myung Nyung dengan lukisan bambu itu serta arti dari semua ini. Yoon Bok masih penasaran dengan arti jumlah bambu itu, ia mencoba bertanya pada Hong Do tapi ia mengabaikannya.
Keesokan harinya Yoon Bok dan Hong Do pergi kerumah Myung Nyung. Kim Myung Nyung menyambut mereka, ia melihat tangan Hong Do yang diperban dan bertanya apakah ia bisa melukis dengan tangan seperti itu, Hong Do menjawab bahwa ia akan mencobanya.
Putra Myung Nyung yang berwajah seperti batu karena selalu tanpa ekspresi masuk kedalam ruangan. Subyek lukisannya adalah lukisan potret yang dapat membuat putranya tertawa. Hong Do dan Yoon Bok kaget, subyek itu terlalu sulit. Mereka berusaha menanyai putra Myung Nyung, tetapi ia tidak bereaksi hanya seperti patung.
Yoon Bok mengambil air untuk melukis, ia melihat dua orang pelayan wanita, ia pun bertanya kapan tuan muda berhenti tersenyum. Pelayan itu bercerita bahwa ketika tuannya masih muda, ia pergi menonton pertunjukkan bersama ibunya, setelah pulang, mereka berdua jatuh sakit. Ibunya meninggal dunia. Sejak saat itu tuan muda tidak pernah tersenyum lagi.

Yoon Bok datang ketempat Hong Do akan melukis, ia membisikkan sesuatu pada Homg Do. Myumg Nyung menyuruhnya untuk mulai melukis. Yoon Bok mengikat sebuah kuas ke tangan Hong Do yang diperban. Hong Do pun mulai melukis.

sumber: http://www.begawanseoul.com

Iklan

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s