Painter Of The Wind – Episode 15

5 BUAH BAGIAN DARI LUKISAN POTRET

Hong Do sedang duduk di rumah Kim Myung Nyung, ia sedang berpikir keras. Yoon Bok datang sambil membawa air. Ia membisikkan sesuatu ke telinga Kim Hong Do,Yoon Bok mengikatkan kuas ke tangan kanannya, ia pun mulai melukis.

Myung Nyung melihat mereka melukis. Hong Do melukis “Dancing Child (Mudong).” Shin Yoon Bok tersenyum ketika melihat lukisannya mulai terlihat. Hong Do membutuhkan kacamatanya, Yoon Bok membantunya mengenakan kacamata itu. Ia sedikit canggung karena ia seperti istri yang sedang membantu suaminya mengenakan kacamata.
Kim Gui Joo sedang berada di rumah Jo Young Jung. Mereka sedang membicarakan Hong Do yang ingin melihat lukisan potret yang dibuat oleh almarhum gurunya. Mereka tahu berita ini dari mata-mata yang mengikuti Hong Do. Mereka yakin bahwa Myung Nyung yang eksentrik tidak akan memperlihatkan lukisannya pada Hong Do.
Hong Do telah menyelesaikan lukisannya. Ia memberikan lukisannya pada putra Myung Nyung. Ia tetap tidak berekspresi. Myung Nyung bertanya apakah lukisan itu dapat membuat putranya tertawa. Hong Do menjawab bahwa hal yang paling sulit dimengerti adalah perasaan yang ada dalam hati, ia sudah berusaha, jadi mereka tinggal melihat hasilnya.
Putra Myung Nyung mengambil lukisan itu untuk melihat lebih jelas. Ia mengobservasi lukisan itu. Ia seperti mulai mendengar musiknya dan melihat penari cilik itu menari di depannya. Ia pun tersenyum kemudian tertawa terbahak-bahak. Hong Do dan Yoon Bok merasa lega. Myung Nyung berterimakasih kepada mereka berdua.
Kim Myung Nyung bertanya kenapa mereka bisa melakukannya. Hong Do bercerita bahwa saat datang kesini ia menabrak putranya, tapi putranya tidak meminta maaf, begitu juga saat ia memperkenalkan diri, ia merasa aneh. Maka Yoon Bok bertanya pada pelayan apa yang terjadi. Karena ia menderita sakit yang lama, maka ia kehilangan pendengarannya. Ia tidak dapat tersenyum karena tidak pernah lagi mendengar suara dalam hidupnya, oleh karena itu ia melukis tentang nada dan  suara.
Myung Nyung memujinya, ia pun memenuhi janjinya untuk memperlihatkan lukisan potret miliknya.
Yoon Bok dan Hong Do melihat potret itu. Myung Nyung merasa bukan dirinya yang terlukis dalam potret itu. Yoon Bok membandingkan mata Myung Nyung dengan mata dalam potret. Ternyata berbeda.
Myung Nyung bercerita bahwa ada 5 buah lukisan yang seperti itu. Lukisan-lukisan itu dimiliki oleh anggota perkumpulan lima pohon bambu. Yoon Bok teringat lukisan pohon bambu yang ditinggalkan Kang Soo Han. Sekarang mereka mengerti maksudnya.
Di rumah Jo Young Jung, Kim Gui Joo dan Jang Byeok Soo bertemu. Jo Young Jung heran mengapa Myung Nyung memberikan lukisannya pada Hong Do dan Yoon Bok Kim Gui Joo berkata bahwa mereka tidak bisa diam saja.  Byeok Soo pun berjanji untuk menyelidikinya.
Yoon Bok berada di kamarnya, ia sedang meniru gambar mata dari lukisan Myung Nyung ke kertas lain. Tampaknya Kang Soo Han meninggalkan 5 petunjuk dalam 5 lukisan, mereka sudah mendapatkan satu, mata.
Hong Do dan Yoon Bok bertemu dengan tuan Gong untuk mencari informasi. Hong Do bertanya tentang anggota perkumpulan 5 pohon bambu. Tuan Gong pun memberitahu mereka.
Yang pertama adalah Kim Myung Nyung. Yang kedua adalah Bo Yung Gun yang suka mengkoleksi lukisan pemandangan. Hong Do melukis sebuah lukisan pemandangan dan memberikannya pada Bo Yung Gun sebagai ganti lukisan potretnya. Yoon Bok meniru petunjuk kedua, hidung.
Yang ketiga adalah Tuan Yun Eun yang menyukai lukisan vulgar dan erotis. Yoon Bok memberikan lukisannya dan memperoleh potret dari Tuan Yun Eun. Yoon Bok meniru petunjuk ketiga mulut dan jenggot.
Yang keempat adalah Tuan Hye Myeong yang menyukai lukisan binatang atau pertanian. Hong Do memberikan lukisan teratai untuk mendapatkan potretnya.
Jo Young Jung heran kenapa Hong Do mencari lukisan dari empat orang itu dan apa hubungannya dengan potret pangeran Sado. Byeok Soo menjelaskan bahwa mereka mencari anggota perkumpulan bambu. 10 tahun lalu perkumpulan ini didirikan oleh 5 pelukis. Mereka sudah mendapatkan 4 tinggal satu lagi. Byeok Soo menenangkan mereka bahwa Hong Do tidak akan mendapatkan lukisan itu karena orang kelima adalah dirinya.
Di Dohwaseo sedang diadakan rapat staff. Setelah rapat selesai, Byeok Soo bertanya pada Hong Do apakah tangannya baik-baik saja. Hong Do membenarkan. Byeok Soo berkata bahwa Hong Do adalah pelukis yang terkenal di Joseon, jika tangannya tidak sembuh, lebih baik ia meninggalkan Dohwaseo. Hong Do mengejek apakah ia takut kalau tangannya cepat sembuh?
Beberapa orang pelukis membicarakan hadiah apa yang akan mereka berikan pada ulang tahun Byeok Soo. Salah satunya bertanya apakah Han Pyeong akan datang. Ia hanya menjawab bahwa ia ingin di rumah saja. Setelah kematian Young Bok dan dipecatnya Yoon Bok, ia terlihat bertambah tua. Hong Do bertanya pada dirinya sendiri, “Byeok Soo ulang tahun? Kapan?”
Yoon Bok sedang meniru bagian telinga dari lukisan tuan Hye Myeong. Hong Do berkata bahwa mereka tinggal mencari bagian dagu dari lukisan Jang Byeok Soo, maka semuanya selesai. Tiba-tiba Jo Nyeon datang berkunjung. Yoon Bok pun panik dan menyuruh Hong Do bersembunyi. Ia tidak mau. Yoon Bok memaksanya dan menyembunyikannya di pojokan kamar, ia juga menyingkirkan barang-barang Hong Do. Ia telah mempersiapkan sebuah lukisan untuk mengantisipasi kedatangan Jo Nyeon.
Jo Nyeon melihat lukisan Yoon Bok dan memujinya. Ia baru sekali bertemu dengan Jeong Hyang, tapi ia bisa melukisnya dengan sempurna. Yoon Bok merendahkan dirinya, bahwa lukisannya masih kasar. Jo Nyeon menyuruhnya datang ke tempat Jeong Hyang, sehingga lukisannya lebih bernyawa. Ia pun pergi.
Hong Do bertanya pada Yoon Bok apakah ia kemari karena tahu Jeong Hyang ada disini? Yoon Bok berkata bahwa ia bertemu Jeong Hyang lagi setelah ia menerima tawaran Jo nyeon. Hong Do merasa sedikit tidak enak.
Jeong Hyang sedang mengganti senar gayageumnya. Jo Nyeon datang berkunjung dan bertanya apakah ia sudah tidur. Ia memberitahu bahwa ia telah menyuruh Yoon Bok untuk datang ke tempatnya supaya dapat menyelesaikan lukisannya dengan baik. Ia menambahkan bahwa ia akan menunggu sampai Jeong Hyang benar-benar mencintainya. Mi Nyeon berkata dengan gembira bahwa mulai sekarang Jeong Hyang bisa bertemu lagi dengan Yoon Bok. Jeong Hyang merasa perasaannya aneh, ia tidak tahu apakah ia menyukai atau membenci Yoon Bok karena ia tidak tahu apa yang ada di hati Yoon Bok
Yoon Bok dan Hong Do sedang mempelajari tiruan dari lukisan yang ia tiru. Mereka kemudian berpikir bagaimana cara mendapatkan lukisan dari Byeok Soo. Hong Do teringat bahwa besok adalah ulangtahun Byeok Soo jadi bakal ada banyak orang di rumahnya. Ini waktu yang tepat untuk menyusup. Tapi mereka belum tahu dimana lukisan itu disimpan. Hong Do berkata bahwa ia akan mencari cara, karena penyusupan ini terlalu berbahaya, maka ia akan melakukannya sendiri.
Di kediamannya, Byeok Soo menempatkan 2 orang pelayan untuk menjaga ruang perpustakaan
Hong Do membawa 4 buah lukisan ke bekas rumah Seo Jing. Ia tidak suka berada di kamar Yoon Bok.
Yoon Bok menemui Jeong Hyang, mreka berbicara seperti orang asing. Ia ingin meminta bantuannya. Yoon Bok ingin meminjam baju Jeong Hyang. Jeong Hyang pun setuju. Yoon Bok memegang tangannya, ia sangat berterimakasih.
Jeong Hyang mendandani Yoon Bok dengan memakai gache dan baju wanita. Jeong Hyang berkata bahwa ia akan berbicara dengan ibunya untuk mengurus semuanya. Yoon Bok melihat ke cermin, ia tampak cantik. Mi Nyeon memujinya, Yoon Bok terlihat senang. Ia pun pergi.
Jo Young Jung dan Kim Gui Joo pergi ke rumah Byeok Soo. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun. Kim Gui Joo memuji Byeok Soo yang beruntung mempunyai anak yang berbakat yang akan membuatnya bangga. Byeok Soo terlihat senang, ia mengundang mereka masuk ke dalam untuk menikmati tarian singa (barongsai).
Tuan Gong memberikan peta rumah Byeok Soo kepada Hong Do, ia menjelaskan keadaan di dalam rumah itu. Kemudian ia melatih Hong Do untuk beberapa gerakan, karena ia nanti akan menyamar menjadi salah satu penari yang akan menari di pesta Byeok Soo. Ia juga mengajarinya bernyanyi dan memberinya sebuah topeng untuk menutupi wajahnya.
Byeok Soo menjamu tamu-tamunya yang penting, sedangkan Hyo Won menyambut tamu yang lain. Seorang siswa magang bertanya apakah mereka mengundang gisaeng. Jang Hyo Won membenarkan, mereka juga mengundang rombongan penari.
Rombongan gisaeng datang dengan Yoon Bok berada di urutan paling belakang. Hong Do mengangkat topengnya untuk melihat Yoon Bok dengan  hanbok wanita. Ia terlihat sangat cantik. Seorang gisaeng bertanya Yoon Bok berasal dari rumah gisaeng mana, karena ia merasa familiar dengan wajahnya. Yoon Bok berbohong bahwa ia berasal dari Pyeongyang, namanya Seo Ri. Ia datang khusus untuk memberi selamat kepada Byeok Soo.
Salah satu siswa magang dan Hyo Won terpesona melihat kecantikan Yoon Bok. Pemimpin gisaeng memberi selamat kepada Byeok Soo. Ia dan seluruh rombongan menghormat padanya. Karena tidak terbiasa, gerakan Yoon Bok salah, Hyo won datang untuk membantunya berdiri. Byeok Soo tiba-tiba menyuruh Yoon Bok untuk menemaninya. Yoon Bok duduk disamping Byeok Soo dan menyembunyikan wajahnya di balik chonmo (topi besar). Tarian pun mulai dipertunjukkan.
Yoon Bok meminta ijin untuk pergi ke belakang, Byeok Soo mengijinkannya. Yoon Bok pun segera pergi ke belakang rumah, Hyo Won mengikutinya. Hong Do melihat kejadian itu, ia pun memutuskan untuk mencari lukisan potret Byeok Soo. Yoon Bok bertanya pada seorang pelayan dimana pintu belakang rumah itu. Tuan Gong menggantikan Hong Do yang menyelinap pergi. Ketika sedang mencari pintu belakang, Yoon Bok bertemu Hyo Won yang bertanya kemana ia akan pergi. Yoon Bok berkata bahwa ia merasa bosan, jadi ia berjalan-jalan sebentar tetapi ia malah tersesat.
Yoon Bok memperkenalkan diri sebagai Seo Ri. Hyo Won memperkenalkan diri sebagai putra tuan rumah, Jang Hyo Won, ia menambahkan bahwa ia adalah orang termuda di Joseon yang diterima sebagai staff  Dohwaseo. Yoon Bok merasa tersedak. Ia kemudian memegang tangan Hyo Won untuk merayunya supaya diperbolehkan untuk melihat lukisan. Hyo Won yang terpesona oleh kecantikan Yoon Bok langsung menyetujuinya.
Ia membawa Yoon Bok ke perpustakaan, tapi pelayan yang menjaganya tidak memperbolehkan mereka masuk. Yoon Bok pura-pura sedih. Hyo Won pun memarahi kedua pelayan itu dan memaksa masuk. Setelah memberi uang, mereka diperbolehkan masuk.
Hong Do sedang mencari perpustakaan dengan peta yang diberikan tuan Gong. Sedangkan di saat yang sama, teman-teman Byeok Soo menyuruhnya untuk memeriksa perpustakaan, mereka takut sesuatu terjadi.
Hyo Won meunjukkan lukisan-lukisan keluarganya kepada Yoon Bok. Hyo Won mencoba memeluk Yoon Bok dari belakang, tapi Yoon Bok menghindar dan bertanya apakah keluarganya juga mempunyai lukisan potret. Hyo Won pun mengambilkannya.
Hong Do mendekati Yoon Bok dan membuka topengnya, ia bertanya kenapa Yoon Bok melakukan ini tanpa persetujuannya. Sebelum ia sempat menjawab, Hyo  Won datang, Yoon Bok menyuruh Hong Do segera pergi, ia menyambut Hyo Won untuk mengalihkan perhatiannya. Hyo Won memperlihatkan lukisan potret ayahnya, Yoon Bok ingin menyentuhnya, tapi Hyo Won melarang.
Yoon Bok pura-pura sedih dan kecewa, Hyo Won tidak tahan dan membiarkannya memegangnya.Yoon Bok bertanya lagi apakah lukisan Hyo Won juga disimpan disini. Hyo Won bergegas mengambilnya. Hong Do mendekati Yoon Bok dan memberikan lukisan pengganti. Tapi Hyo Won terlalu cepat datang, Yoon Bok segera menyembunyikan lukisan itu ke dalam chimanya (rok). Hyo Won merasa curiga, Yoon Bok beralasan bahwa korsetnya terlalu kencang sehingga ia tidak dapat bernapas, tapi Hyo Won tidak percaya, ia mendekati Yoon Bok. Hong Do melihatnya dan segera menendang agar pintu terbuka dan memakai topengnya. Ia bertanya apakah ruangan ini ada kamar mandinya. Yoon Bok segera pergi.. Hyo Won mengusir Hong Do dan menyimpan lukisan yang ditukar.
Hong Do segera pergi, tapi ia malah bertemu dengan Byeok Soo dan mata-matanya. Hong Do pura-pura mencari kamar mandi, mata-mata Byeok Soo menyuruhnya pergi. Byeok Soo merasa ada yang aneh, ia segera pergi ke perpustakaan.
Byeok Soo memeriksa kotak lukisan itu. lukisannya masih ada, ia merasa lega. Tapi baru berjalan beberapa langkah, ia merasa tidak tenang dan memeriksa lukisan itu dengan lebih teliti. Ia pun tahu bahwa lukisannya di tukar, ia segera menyuruh orang untuk mengejar Hong Do.
Byeok Soo memeriksa semua orang yang ada dalam rombongan tari itu, tapi Hong Do tidak ada disana. Seorang pelayan melihat Hong Do yang sedang berjalan, mereka mengejarnya, tapi Hong Do berhasil melarikan diri.
Yoon Bok menggantung 5 lukisan yang diperolehnya, tiba-tiba Hong Do datang dan menyuruhnya segera menurunkan lukisan itu dan pergi dari sana.Tapi mereka terlambat, Byeok Soo dan orang-orangnya telah sampai disana. Hong Do menyuruh Yoon Bok bersembunyi bersama lukisan-lukisan itu.
Byeok Soo bertanya kepada Hong Do dimana ia menyembunyikan lukisannya. Hong Do tidak mau mengaku. Mereka memukuli Hong Do, Yoon Bok melihatnya dengan ngeri. Byeok Soo akhirnya mengancam akan menghancurkan tangannya, tapi Hong Do tetap diam. Beberapa pelayan memegangi Hong Do dan menaruh tangannya di meja, sedangkan pelayan yang lain memegang benda yang terbuat dari besi untuk menghancurkan tangannya.

Yoon Bok tidak tahan lagi, ia menghambur keluar sambil melemparkan lukisan-lukisan itu ke lantai. Hong Do berteriak….

sumber: bengawanseoul.com

One comment on “Painter Of The Wind – Episode 15

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s