Painter Of The Wind – Episode 17

GADIS YANG DICARI SEJAK 10 TAHUN YANG LALU.
 

Di pabrik kertas Bimal Gorge Yoon Bok bertemu dengan Hong Do. Hong Do yakin kalau di tempat inilah kertas itu dibuat. Hong Do mengetuk pintu sebuah rumah, tapi tidak ada yang menjawab. Yoon Bok melihat ke sekeliling tempat itu. Tiba-tiba ia ingat kenangan bersama ayahnya, ketika ia dibawa ke pabrik itu.
Hong Do terus mengetuk pintu. Seorang pengrajin tua membuka pintu, ia marah karena mereka membuat keributan. Pengrajin itu ingat pada mereka.
Hong Do meminta maaf karena mengganggunya. Ia menunjukkan kertas itu dan meminta pengrajin itu untuk memeriksanya.

Pengrajin itu memeriksanya dan merasakan kualitas kertas itu. Pengrajin itu berkata bahwa ia biasa membuat kertas tiga lapis, tapi kertas yang ditunjukkan Hong Do ini terlalu tebal. Hong Do bertanya apakah ia bisa membuat kertas jenis ini. Pengrajin itu menjawab bahwa mereka tidak bisa melakukannya. Lagipula dengan kertas setebal itu, bagaimana ia bisa melukis. Tintanya tidak akan terserap ke dalam kertas.
Yoon Bok mengambil kertas itu, ia merasakan serta mencium baunya. Ia teringat kalau seorang pekerja menambahkan daun maple di atas lubang frame kemudian meletakkan selembar kertas diatasnya. Yoon Bok juga mengingat ketika ayahnya menggunakan mesin press itu untuk menghilangkan air dari kertas yang dibuatnya.
Seo Jing: “Dengan menggunakan tekanan dari mesin press ini, kamu dapat menekan dan menyatukan kertas lapisan demi lapisan. Mesin ini juga bisa digunakan untuk mengelupas lapisan kertas.”
Yoon Bok melihat lukisan pada kertas itu dan tersadar, pasti ada lapisan kertas yang tersembunyi dibawah kertas itu. Ia pun pergi untuk memasukkan kertas itu ke dalam air. Hong Do berusaha mencegahnya.
Yoon Bok memberitahunya kalau mereka harus mengelupas lapisan kertasnya sehingga bisa melihat apa yang tersembunyi didalamnya, lagipula tinta yang digunakan untuk melukis potret tanpa wajah ini mengandung banyak minyak, jadi tidak akan mudah terhapus.
Pengrajin tua itu mengerti maksud Yoon Bok, ia pun mengambil sebuah gentong yang berisi pasta gum. Jika mereka menambahkan sedikit sedimen aditif dari bubuk amilum pada kertas itu, maka zat itu bisa menyerap semua substansi gum dan berfungsi sebagai penghapus.
Mereka membantu pengrajin itu untuk mengoleskan zat itu ke atas kertas. Yoon Bok kemudian meletakkan kertas itu ke dalam air dan menambahkan campuran pasta penghilang, mengaduk campuran dan menunggu reaksi yang terjadi. Secara perlahan lapisan diatas area wajah mulai mengelupas.
Yoon Bok kemudian meletakkan kertas itu di atas mesin press, untuk menghilangkan cairan yang terkandung didalamnya dengan mengencangkan putarannya. Hong Do heran karena Yoon Bok bisa menggunakan alat itu dengan baik.
Lapisan di atas area wajah mulai memisah dan mengelupas membentuk  gambar bibir. Yoon Bok mengulangi proses itu lagi, dan bagian yang mengelupas membentuk gambar hidung. Yoon Bok terus melakukan proses itu. Ketika tinggal bagian mata yang belum terkelupas, Yoon Bok tiba-tiba merasa ragu. Ia meminta bantuan pada Hong Do untuk mengelupas bagaian mata. Ketika semua selesai, Yoon Bok melihat lukisan itu dan kaget, ternyata pembunuh ayahnya adalah Sasuke. Yoon Bok pingsan karena teringat kejadian  10 tahun yang lalu.
Flashback.
Disuatu malam, Seo Jing sedang membaca, istrinya Myeong sedang menjahit dan Seo Yoon (Yoon Bok kecil) tidur di pangkuan ibunya. Sasuke dan beberapa pria yang bertopeng mengepung rumah itu. Seo Jing mendengar suara yang asing serta bayangan orang.
Ia segera menyuruh istrinya membawa Seo Yoon bersembunyi. Sasuke muncul dari pintu depan, ia menyuruh pria-pria bertopeng itu untuk mengeledah rumah Seo Jing. Mereka menbakar semua lukisan yang ada wajahnya.
Myeong menyembunyikan Seo Yoon di belakang kayu bakar di dapur. Pria-pria itu menggeledah dapur, mereka menodongkan pedangnya pada Myeong. Ia dibawa ke dekat suaminya.
Sasuke bertanya pada Seo Jing dimana lukisan itu. Seo Jing tidak mau menjawab. Sasuke segera membunuh Seo Jing dan istrinya. Sebelum meninggal Myeong melihat ke arah putrinya. Seo Yun ketakutan dan menutup mulutnya supaya ia tidak bersuara.
Yoon Bok sadar, ia segera bangun dan merasa ketakutan. Hong Do menenangkannya dan bertanya sebenarnya apa yang terjadi padanya. Yoon Bok mengingat kenangannya dan berpikir sejenak, ia berkata pada Hong Do bahwa ia harus pergi.
Dokter menyuruh Hong Do untuk menjaga kekasihnya. Hong Do kaget. Ia tidak mengerti maksud perkataannya. Dokter itu menuduhnya berpura-pura bodoh dan menipunya karena ia bisa membedakan antara pria dan wanita.
Dokter itu memberi petunjuk tentang gender Yoon Bok yang sebenarnya. Hong Do memikirkan perkataannya
Ia mengingat kenangannya bersama Yoon Bok, ketika ia pertama kali membawanya ke rumah Seo Jing, dimana Yoon Bok bertanya tentang wanita yang dicarinya selama 10 tahun. Kemudian ketika mereka berganti pakaian setelah melukis pemandangan festival Dano. Juga ketika Yoon Bok berteriak saat ia masuk ke tempat mandi saat melukis Oh Ji Hwa Sa dan yang terakhir ketika Yoon Bok berdandan sebagai gisaeng saat ulangtahun Jang Byeok Soo.
Ia menghubungkan semua fakta yang diperolehnya dan terus memikirkannya
Sedangkan Yoon Bok berlari menuju bekas rumahnya dan melihat ke sekelilingnya. Ia tersadar kalau trauma karena melihat orangtuanya terbunuh membuatnya mengubur kenangan tentang mereka.
Ia melihat sebuah meja yang rusak. Dulu meja itu sering digunakan ayahnya untuk melukis dan memberinya senyum yang hangat.
Yoon Bok akhirnya ingat masa lalunya. Ia seakan-akan kembali ke masa lalu. Seo Jing sedang melukis Seo Yoon yang sedang bermain. Yoon Bok masuk ke dapur, ia melihat ibunya Myeong sedang memasak dan Seo Yoon sedang makan sesuatu. Myeong menengok ke arahnya dan tersenyum.
Yoon Bok duduk di teras belakang, ia melihat ayahnya sedang mengeringkan kertas di bawah sinar matahari saat Myeong dan Seo Yoon pulang dari mencari bunga liar dan tanaman obat. Seo Yoon datang dan duduk disebelahnya dan tersenyum. Yoon Bok menyentuh wajah Seo Yoon
Yoon Bok: “Yoon Ah!”
Yoon Bok menangis saat Seo Yoon tersenyum padanya.
Yoon Bok: “Yoon Ah…! Yoon Ah…! Yoon Ah…!”
Hong Do masih merenungkan semua. Ia mengingat cara Seo Jing menggunakan mesin press, ia juga teringat cara Yoon Bok menggunakan mesin itu dengan ahlinya. Hong Do menyimpulkan kalau Yoon Bok adalah putri Seo Jing yang dicarinya selama ini.
Yoon Bok sedang melihat naskah-naskah ayahnya tentang mesin press buatannya. Hong Do datang mencarinya. Yoon Bok sadar kalau Hong Do datang, ia menyeka air matanya dan memberi salam pada Hong Do. Hong Do berjalan pelan-pelan ke arah Yoon Bok dengan penuh air mata. Hong Do bertanya apakah ia putri Il Wyol Dan.
Hong Do tidak dapat menahan perasaannya lagi, ia segera memeluk Yoon Bok. Mereka menangis bersama.
Yoon Bok: “Guru, wanita yang kau cari selama 10 tahun itu adalah aku. Sekarang kau sudah menemukanku.”
Yoon Bok dan Hong Do duduk. Hong Do bertanya kenapa Yoon Bok tidak memberitahunya lebih cepat. Yoon Bok bertanya bagaimana Hong Do tahu kalau ia wanita.
Hong Do menjelaskan seharusnya ia tahu dari awal. Semua lukisannya menunjukkan bahwa ia melukis dengan perasaan wanita.
Jeongjo sedang bertemu dengan Hong Guk Young. Ia bertanya pakah sudah ada kabar dari Hong Do. Hong Guk Young menjawab bahwa ia belum mendapat kabar apapun. Jeongjo berharap mereka segera menemukan pelaku pembunuh Seo Jing dan Kang Soo Hang. Jeongjo memintanya untuk memperketat penjagaan istana dalam serta memperhatikan kubu Ibu Suri Jeong Sun.
Di tempat lain, Ibu Suri mengeluh karena sekarang Jeongjo sulit diprediksi, sehingga ia kesulitan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Seorang mata-mata melapor pada Jang Byeok Soo. Byeok Soo bercerita pada kroninya kalau Hong Do sedang menyelidiki lukisan tanpa wajah. Mereka heran dan khawatir kalau itu bukti  peristiwa 10 tahun lalu. Byeok Soo menenangkan mereka, karena ini sudah 10 tahun, jadi bukti yang lain susah diperoleh. Tapi Jo Young Jung menyuruhnya untuk memberitahu Jo Nyeon untuk menyelidikinya.
Jo Nyeon pergi ke chawaseonya, ia mencari Yoon Bok. Tapi dua pelukis yang lain memberitahunya kalau Yoon Bok belum pulang dan setiap malam ia selalu pergi.
Jo Nyeon pun akhirnya pergi ke tempat Jeong Hyang. Tapi ia melihat Jeong Hyang sedang sakit. Ia ingin memanggilkan dokter, tapi Jeong Hyang mencegahnya, ia hanya demam saja. Jo Nyeon menyuruhnya beristirahat.
Hong Do pergi ke tempat Shi Han Pyeong, ia memarahinya karena telah membuat Yoon Bok menyembunyikan gendernya demi kepentingan Shin Han Pyeong.
Flashback.
Shin Han Pyeong mendengar kalau Seo Jing dibunuh. Tapi tidak disebutkan kalau putrinya juga terbunuh. Ia pun segera ke rumah Seo Jing untuk mencari Seo Yoon. Ia menemukannya sangat terguncang dan linglung. Ia segera membawa Seo Yoon ke rumahnya dan mendandaninya sebagai anak laki-laki.
Han Pyeong memberitahu Hong Do kalau Yoon Bok sangat terguncang hingga melupakan nama ayahnya. Kelihatannya ia mempunyai bakat yang sana dengan ayahnya. Ia beralasan membesarkan Yoon Bok sebagai laki-laki untuk menjaganya dan mengembangkan bakatnya.
Hong Do berkata bahwa ia membuat Yoon Bok bingung dengan gendernya. Dengan keadaannya yang sekarang, ia tidak bisa menjadi istri seseorang maupun suami seseorang. Ia menambahkan bahwa hidup Yoon Bok sekarang adalah miliknya sendiri, Han Pyeong tidak boleh memperalatnya lagi. Kalau itu terjadi, ia tidak akan memaafkannya.
Di Chawaseo, Yoon Bok melukis, sedangkan Jeong Hyang memainkan gayageumnya. Ia sedikit pucat. Yoon Bok ragu-ragu melanjutkan lukisannya, ia mendengarkan musik yang dimainkan Jeong Hyang, ia sadar kalau Jeong Hyang kehilangan konsentrasi. Yoon Bok meneruskan lukisannya “Who Will Be My Hero at The Brothel”.
Setelah selesai. Para pelanggan Jo Nyeon membahasnya cerita dibalik lukisan itu. Kim Myung Nyung memuji kalau lukisan Yoon Bok selalu punya cerita, menurutnya Yoon Bok  adalah salah satu pelukis terbaik di Joseon.
Jo Nyeon memarahi Jeong Hyang karena memaksakan diri untuk menghibur tamu. Ketika Jeong Hyang mau pergi, Jo Nyeon melihat kalau sepatu Jeong Hyang kotor, iapun segera membungkuk dan membersihkannya. Jeong Hyang mengucapkan terimakasih. Yoon Bok yang melihat itu terlihat sedih.
Sasuke menjaga di pintu Gibang, Jo Nyeon sedang mencari informasi tentang Jeong Hyang di gibang tersebut.
Mi Nyeon bertanya kepada Jeong Hyang kenapa ia tidak mau makan makanan kiriman Jo Nyeon. Padahal makanan itu adalah makanan kesukaannya. Jeong Hyang menyuruh Mi Nyeon yang memakannya. Mi Nyeon sedih melihat keadaan nonanya. Ia bertanya apakah Yoon Bok yangmenyebabkannya seperti ini. Jeong Hyang tidak menjawab, ia hanya menangis.
Yoon Bok dan Hong Do sedang berada di rumah Seo Jing. Mereka melihat naskah-naskah miliknya. Yoon Bok bertanya, “Orang seperti apa ayahku itu?”
Hong Do:” Ayahmu adalah orang yang tidak biasa dan spesial. Saat aku punya waktu luang, aku akan menemuinya. Kami mengobrol sampai pagi.”
Yoon Bok berkata kalau ia mulai mengingat ayahnya. Ayahnya juga punya ruang eksperimen sendiri.
Hong Do: “Ayahmu punya kekuatan dan kemampuan untuk mengubah dunia. Semakin aku mengenalnya, semakin aku dekat dengannya.”
Yoon Bok terlihat sedih, ia teringat kalau ayahnya memberinya pesan terakhir yang berupa cerita tentang 2 lukisan. Yoon Bok dan Hong Do pun segera ke perpustakaan Dohwaseo untuk mencari lukisan itu.
Jo Nyeon sedang berada di rumah lelangnya. Ia sedang melelang lukisan Yoon Bok. Para pelanggan sedang membahas lukisan itu. Kim Myung Nyung tidak henti-hentinya memuji Yoon Bok. Jo Nyeon segera memulai pelelangan, para pelanggan pun mulai bersaing.
Akhirnya lukisan itu terjual dengan harga yang mahal. Jo Nyeon  berkata kalau lukisan itu terjual dengan harga tertinggi selama ia punya rumah pelelangan itu. Pelanggan yang membelinya ingin bertemu dengan Yoon Bok. Jo Nyeon berjanji untuk membawanya suatu saat nanti.
Jo Nyeon pergi kekamar Yoon Bok. Tapi Yoon Bok sedang pergi, ia pun masuk ke kamar itu. Ia melihat lukisan “Midnight Rendevous”, ia pun mengambilnya dan mempelajarinya.. Ia menyuruh Sasuke untuk melihatnya juga., ia merasa ada yang aneh tentang lukisan ini. Wanita dalam lukisan itua adalah Jeong Hyang sedang pria dalam lukisan itu adalah…
Seorang pelayan mengganggu mereka. Ia berkata kalau pelayan Jeong Hyang ingin menemuinya. Mi Nyeon meminta tolong pada Jo Nyeon untuk menyelamatkan nonanya. Ia sakit karena cinta pertamanya. Mi Nyeon memberikan lukisan Jeong Hyang sedang bermain gayageum buatan Yoon Bok. Jo Nyeon mengenali kalau lukisan itu buatan  Yoon  Bok. Ia pun jadi marah.
Hong Do dan Yoon Bok sedang mempelajari 2 lukisan yang diambil dari perpustakaan Dohwaseo. Hong Do berkata kalau lukisan ini dibawah standar untuk disimpan di perpustakaan, karena banyak metode goresannya yang salah.
Ia memperhatikan bagian yang salah, kemudian tersadar kalau bagian tersebut menunjukkan sesuatu seperti sandi. Hong Do berusaha memecahkan sandi itu dan didapatkan kata “Dibunuh oleh….”Mereka pun kaget.
Kim Jo Nyeon mengingat tentang Jeong Hyang dan Yoon Bok. Ia tersadar kalau selama ini mereka berdua sering mencuri pandang. Jo Nyeon menjadi cemburu dan memukul meja.
Hong Do dan Yoon Bok berusaha memecahkan sandi pada lukisan kedua yang merupakan lukisan burung bangau. Mereka berhasil memecahkannya, hasilnya “Jo Nyeon”. Jika digabungkan dengan lukisan pertama menjadi “Dibunuh oleh Jo Nyeon”. Yoon Bok terdiam.

One comment on “Painter Of The Wind – Episode 17

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s