Painter Of The Wind – Episode 18

PERMUSUHAN
Hong Do dan Yoon Bok mencoba memecahkan sandi yang ada dalam dua lukisan itu. Hasilnya adalah Sal Jo Nyeon atau dibunuh oleh Jo Nyeon.Yoon Bok kaget, ia pun jadi marah karena selama ini ia melukis untuk orang yang membunuh ayahnya.
Ia ingin mengkonfrontasi Kim Jo Nyeon tapi Hong Do menghentikannya dan mencoba mengembalikan akal sehatnya, karena saat ini ia dipenuhi oleh perasaan marah dan ingin balas dendam.
Tapi Yoon Bok terlalu marah, karena orang yang telah membunuh orang tuanya telah hidup nyaman selama 10 tahun ini, tanpa ada yang menghukum.
Hong Do mengingatkan tentang harapan ayahnya, jika mereka bertindak gegabah, malah akan menambah banyak masalah. Mereka tidak akan bisa mengungkapkan konspirasi dibalik semua ini.
Yoon Bok masih membantah, ia tidak ingin diam saja melihat pembunuh ayahnya bisa bebas tanpa rasa bersalah.
Hong Do menenangkannya, ia tahu perasaan Yoon Bok, tapi mereka harus mencari cara yang ampuh untuk mengalahkan mereka dalam satu tindakan. Tapi mereka harus tenang dan tidak menarik perhatian. Kemarahan Yoon Bok sedikit berkurang.

Yoon Bok kembali ke Chawaseo dengan persepsi yang baru. Ia menemukan Kim Jo Nyeon sedang menunggunya di kamar sambil melihat lukisan “Midnight Rendezvous”. Jo Nyeon bertanya kemana Yoon Bok pergi. Yoon Bok tidak mau menjawabnya. Ia malah bertanya apa tujuan Jo Nyeon menunggunya.
Jo Nyeon berkata kalau lukisan Midnight Rendezvous bercerita tentang perpisahan sepasang kekasih, jadi apa yang ia lihat tadi malam. Yoon Bok berjanji akan melukiskan apa yang dilihatnya semalam melalui lukisan.

Sasuke memberitahu Jo Nyeon kalau ada tamu yang menunggunya. Ketika Jo Nyeon membuka pintu, Yoon Bok melihat wajah  Sasuke, ia mengenali mata Sasuke sebagai pembunuh orangtuanya. Jo Nyeon pun memperkenalkan Sasuke pada Yoon Bok.
Jo Nyeon: “Ia adalah Sasuke, pengawalku. Ia orang yang tidak punya perasaan, simpati maupun keinginan. Ia adalah orang yang seperti itu.”

Hong Do menghadap Jeongjo. Ia melaporkan apa yang ia temukan bersama Yoon Bok. Jeongjo ingin menangkap Jo Nyeon dan menghukumnya, tapi Hong Do melarangnya. Ia memberitahu Jeongjo kalau pembunuhan itu adalah suatu konspirasi pemerintahan. Ia ingin mengungkap konspirasi itu, tapi mereka harus melakukannya dengan hati-hati. Ia takut orang-orang itu berhasil menghapus semua bukti yang ada. Jeongjo pun setuju, asalkan, jika keadaan terlalu berbahaya, Hong Do harus meminta tolong padanya.

Malam itu, Jeong Hyang masuk ke kamar Jo Nyeon, ternyata Yoon Bok juga ada disana. Jeong Hyang duduk dan bertanya-tanya apa yang terjadi diantara Jo Nyeon dan Yoon Bok, karena mereka terlihat bermusuhan.

Yoon Bok menyerahkan lukisan “Secret Liaison Under The Moon”. Jo Nyeon pun melihatnya. Lukisan itu bercerita tentang pertemuan seorang pria dan wanita yang disaksikan oleh seorang wanita yang bersembunyi di balik tembok.
Jo Nyeon bertanya apakah setiap malam Yoon Bok keluar untuk melihat pertemuan rahasia seperti ini. Yoon Bok bertanya apa yang dilihat Jo Nyeon dalam lukisannya. Jo Nyeon berkata bahwa pasangan yang berpelukan itu pasti bukan pasangan suami istri, sedangkan wanita yang mengintip mereka itu adalah istri dari laki-laki itu. Wanita yang mengintip, ingin menghukum suaminya, ketegangan mereka terasa dalam lukisan.

Yoon Bok tersenyum padanya, tapi Jo Nyeon kelihatan tidak senang. Yoon Bok berkata kalau Jo Nyeon melihat dengan perspektif pria yang hanya mengenal ketamakan dan nafsu. Jika dilihat dari sudut pandang perempuan, pihak wanita dari pasangan itu tidak memeluk, tetapi ingin melepaskan diri dari si pria. Sedangkan si pria, menggunakan kekuatannya untuk membuat wanita itu tetap dalam pelukannya. Sedangkan wanita yang menempel di tembok, sebenarnya ia memandang dengan simpati, karena ia tahu wanita itu sedang di paksa, tetapi ia takut ketahuan.

Jo Nyeon berpikir, berarti Yoon Bok menyamakannya dengan laki-laki di lukisan itu dan wanita yang menolak pelukannya adalah Jeong Hyang. Tapi siapa yang dimaksud Yoon Bok dengan wanita di balik tembok. Ia mulai marah karena Yoon Bok merendahkannya melalui lukisan.
Yoon Bok meneruskan perkataannya kalau sebaiknya ia tidak mengabaikan temperamen si pria juga tidak meremehkan kebencian si wanita. Jo Nyeon semakin marah mendengar kata-kata Yoon Bok itu.
Yoon Bok duduk di kamarnya, “Ini baru awalnya, ayahku, ibuku juga diriku yang hilang. Kau….aku tidak akan duduk saja disini hanya melihat, tanpa melakukan apapun.”

Di Chawaseo, Jo Nyeon sedang melelang lukisan dua ekor kepiting. Ia berkata kepada pelanggannya, kalau mereka ingin lulus ujian negara, mereka harus membeli lukisan itu. Hong Do masuk ke ruangan itu dan mendengarkan kata-kata Jo Nyeon.
Hong Do bertanya berapa harga lukisan itu. Jo Nyeon heran kenapa ia ada disini. Hong Do mengkritik cara mengomentari lukisan yang hanya asal-asalan. Sasuke maju ke depan, ia ingin menghentikan Hong Do membuat keonaran, tapi Jo Nyeon mencegahnya.
Hong Do terus berbicara tentang arti lukisan kepiting itu. Ia bertanya pada para pembeli bagaimana kepiting berjalan. Kepiting selalu berjalan ke samping. “Jadi apa arti lukisan ini. Jika kita menjaga martabat dan sopan santun kita, walaupun kita di hadapan raja, kita tetap hanya bisa berjalan ke samping, seperti kepiting. Bahkan jika kita ingin menjadi sarjana sipil, jangan menjadi sembrono, kita harus mempertimbangkan martabat serta sopan santun kita. Seorang pedagang selalu menjual, hanya membawa sutra dan barang mereka dan berjualan, walaupun kakinya patah.”
Sasuke akan menghunus pedangnya, Hong Do mengenali matanya tapi berpura-pura tidak ada apa-apa. Jo Nyeon berkata kalau pelelangan ini akan istirahat dulu dan meminta Sasuke mengantar Hong Do kekamarnya. Hong Do berjalan ke samping saat keluar ruangan.

Jo Nyeon bertanya apa yang membuat Hong Do datang. Hong Do berkata kalau ia sedang bosan. Jo Nyeon bertanya lagi apakah ia datang kesini karena murid kesayangannya berada disini. Hong Do berkata kalau ia mendengar kalau Jo Nyeon selalu memanjakan pelukis-pelukisnya, jadi ia berniat bekerja disini, tapi setelah melihat proses pelelangan tadi, ia jadi berubah pikiran. Jo Nyeon memberitahu Hong Do kalau ia terlalu meremehkan nilai uang. Hong Do hanya menyahut kalau ia kecewa.
Jo Nyeon berkeras kalau perdagangan berpengaruh terhadap segi moneter. Hong Do mendesah, ada peribahasa lama “orang yang hidup dengan uang akan jatuh karena uang juga.”
Hong Do: “Aku akan melihat bagaimana kau akan berakhir.”
Jo Nyeon sangat marah, ia menyapu semua yang ada di meja dengan tangannya.

Yoon Bok sedang membuat sketsa lukisan “Mistress Indulges in Spring”. Jeong Hyang masuk ke kamarnya. Ia bertanya kenapa Yoon Bok bersikap seperti itu. Yoon Bok hanya berkata kalau pun ia ketahuan, ia tidak akan membahayakan Jeong Hyang. Jeong Hyang bertanya lagi kenapa ia terlihat marah seperti orang yang ingin membunuh. Yoon Bok memberitahunya kalau ia ingin membalas dendam pada Jo Nyeon. Jeong Hyang mengingatkan kalau Jo Nyeon adalah orang yang mengerikan.
Jeong Hyang berkata bahwa baginya, Yoon Bok tidak pernah berubah. Ia bertanya apakah ada kesempatan bagi mereka berdua untuk melarikan diri bersama. Apakah Yoon Bok bisa melakukan itu. Yoon Bok bingung, ia tidak bisa menjawab pertanyaannya.

Jeong Hyang menemui Jo Nyeon dan memperlihatkan lukisan “Mistress Indulges in Spring”. Jo Nyeon melihat baju yang dipakai Jeong Hyang. Ia berpikir dalam hati, “Baju dengan bahan kain berkabung itu menandakan kematianku sebentar lagi. Tapi senyumnya menandakan kalau kematianku tidak akan membuatnya sedih maupun terganggu.”
Jeong Hyang bertanya apakah ia menyukainya. Jo Nyeon berkata kalau ia menyukainya dan akan menyuruh para bangsawan untuk menilainya. Jeong Hyang memberitahunya kalau lukisan ini amat penting dan meminta Jo Nyeon untuk mengembalikannya. Jo Nyeon berjanji, ketika ia akan pergi, ia melirik pada Mi Nyeon.
Di kamarnya, Jo Nyeon sangat marah, karena Jeong Hyang sudah membantu Yoon Bok untuk melawannya.

Di Dohwaseo, Hong Do masuk ke kamar Jang Byeok Soo. Byeok Soo bertanya apakah ia tidak malu datang ke tempatnya setelah menghancurkan pestanya juga mencuri lukisannya. Hong Do malah bertanya 10 tahun yang lalu kenapa tiba-tiba Byeok Soo bisa naik jabatan menjadi Pil Chul di Dohwaseo (Kepala Sekolah).
Byeok Soo bertanya kenapa ia menanyakan hal itu. Hong Do menjawab, karena seharusnya yang jadi Pil Chul adalah dirinya. Byeok Soo heran kenapa Hong Do berkata omong kosong di siang hari begini. Hong Do menjawab bahwa bila mereka bertemu lagi, maka akan jadi hari terakhirnya menjadi Pil Chul. Byeok Soo menyumpahinya.

Byeok Soo mengajak Jo Nyeon minum-minum. Ia memberitahunya kalau Hong Do datang menemuinya dan mengungkit masalah 10 tahun yang lalu. Ia meminta Jo Nyeon segera membereskannya, karena ia takut kalau Hong Do tahu kalau dia lah yang meracuni Kang Soo Hang.
Ternyata, Hong Do menguping pembicaraan mereka. Byeok Soo ingin Jo Nyeon cepat-cepat membereskannya. Ia memberitahu Jo Nyeon kalau  Hong Do memakai topeng dan menyamar untuk mencuri lukisannya, ia dibantu Yoon Bok yang menyamar jadi gisaeng. Jo Nyeon heran mendengar perkataannya. Byeok Soo juga meminta Jo Nyeon mencari putri Seo Jing yang masih hidup. Jo Nyeon menenangkannya, karena hal ini hanya ia yang tahu. Ia akan menyingkirkan Hong Do dari dunia seni melalui lukisannya.

Hong Do menemui Yoon Bok, ia memberitahunya kalau Byeok Soo ternyata bersekutu dengan orang-orang yang membunuh ayahnya. Yoon Bok kaget mendengarnya. Hong Do berkata masalah ini ternyata sangat rumit, ia menyuruh Yoon Bok segera meninggalkan Chawaseo itu, bila mereka tahu kalau ia bekerja sama dengannya, bisa membahayakan jiwannya. Yoon Bok tidak mau, ia ingin tetap disana dan mencari cara lain untuk menemukan bukti kejahatan mereka.
Jo Nyeon memikirkan kembali kata-kata Byeok Soo, ia kemudian teringat kembali kata-kata Yoon Bok.

Yoon Bok datang menemui Jo Nyeon. Jo Nyeon bertanya apakah Yoon Bok itu laki-laki atau perempuan? Melihat tubuhnya yang begitu lemah. Yoon Bok berkata dengan dingin apakah Jo Nyeon memanggilnya hanya untuk berkata seperti itu.
Jo Nyeon memberitahu untuk mengikuti kompetisi melukis, ia juga memberitahu kalau lawannya adalah Hong Do. Yoon Bok menolaknya, ia tidak mau bertanding dengan gurunya.
Jo Nyeon mengancamnya, jika ia tidak mau ikut kompetisi itu, maka ia akan menjual Jeong Hyang pada orang yang kasar. Yoon Bok tidak peduli, bukankah Jeong Hyang adalah simpanan favoritnya. Jo Nyeon berkata bahwa Jeong Hyang telah berselingkuh, makanya ia ingin membuangnya. Ia menambahkan, jika Yoon Bok menang, maka Jeong Hyang akan dibebaskan.

Jo Nyeon menemui Hong Do, ia memintanya untuk melakukan kompetisi melawan Yoon Bok. Hong Do tidak mau. Jo Nyeon mengancam akan menyebarkan rumor kalau Yoon Bok itu wanita. Hong Do tetap pada pendiriannya. Jo Nyeon berkata kalau ia akan memeriksa gender Yoon Bok, jika ia tidak datang ke kompetisi 10 hari lagi.

Jo Nyeon bertemu dengan Kim Gui Joo, Jang Byeok Soo dan Joo Young Jung. Mereka sedang membicarakan tentang kompetisi antara Hong Do dengan Yoon Bok. Mereka heran  Jo Nyeon bisa menyuruh mereka melakukan itu. Jo Nyeon hanya berkata, siapapun yang kalah, keduanya pasti tidak bisa menghadapi orang-orang di lingkungan seni lagi. Dan pada akhirnya keduanya tidak bisa melukis lagi. Yang lain bertanya-tanya apa maksud perkataannya.
Yoon Bok duduk sendirian di kamarnya. Ia bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Ia mengingat kata-kata Hong Do padanya.

Hong Do menemui Kim Jo Nyeon, ia berkata kalau ia akan ikut kompetisi itu, asalkan kalau ia memenangkannya, maka Jo Nyeon harus melepaskan Yoon Bok dari Chawaseonya. Jo Nyeon hanya berkata apakah Hong Do mencintai Yoon Bok sampai melakukan itu. Ia menambahkan kalau Yoon Bok mau melakukan kompetisi itu dengan perjanjian kalau ia menang, maka Jeong Hyang harus dibebaskan.
Mendengar hal itu, Hong Do menambahkan syaratnya, jika ia menang, ia harus memperoleh separuh dari taruhan, karena setelah kompetisi ini, ia tidak bisa kembali ke Dohwaseo, ia harus membuat Chawaseo sebagai penopang hidupnya. Jo Nyeon menyetujuinya.
Di tempat lain, Mi Nyeon memberitahu Jeong Hyang kalau Yoon Bok ikut suatu kompetisi.

Di Dohwaseo, para siswa magang sedang membicarakan kompetisi ini. Mereka sedang memperdebatkan siapa pemenangnya. Jika menng salah satunya pasti jadi kaya, jika kalah salah satunya akan di usir dari Chawaseo dan tidak bisa diterima di lingkungan sei lagi.

Hong Guk Young bertemu dengan Jeongjo. Ia melaporkan hasil penyelidikannya tentang Kim Jo Nyeon. Kim Jo Nyeon lahir dari kalangan rendah. Ia yatim piatu, tapi ia punya ambisi besar. Suatu saat, tiba-tiba ia membeli seluruh toko dipasar dan menjadi pedagang besar seperti sekarang ini karenanya. Ia membeli semua aset dari bangsawan Chokko yang bangkrut. Mulai saat itu, ia berlagak seperti bangsawan.
Jeongjo bertanya, siapa yang menjadi pendukungnya. Hong Guk Young menjawab bahwa pendukung utama Kim Jo Nyeon adalah Kim Gui Joo. Jeongjo tahu kalau Kim Gui Joo adalah kakak tertua Ibu Suri Jeong Sun. Ia meminta Hong Guk Young menyelidiki orang-orang yang bersekutu dengan mereka.

Di pasar mulai dibuka taruhan untuk kompetisi itu. Hari-hari berlalu, mereka terus membicarakan kompetisi ini dan bertaruh pada salah satu pesertanya.

Kim Jo Nyeon bertanya pada akuntannya tentang taruhan itu. Akuntannya menjawab bahwa anggota dewan seni ada 37, yang 18 bertaruh untuk Hong Do dan yang 19 untuk Yoon Bok. Ada seorang yang tidak ikut taruhan, yaitu Kim Myung Nyung.
Seseorang mengikuti mereka ketika mereka berjalan menyusuri pasar.

Jo Nyeon bertemu dengan Kim Myung Nyung. Ia bertanya kenapa Kim Myung Nyung tidak ikut taruhan. Kim Myung Nyung berkata bahwa ia akan membuat pilihan yang berbeda dari harapan orang banyak.

Jo Nyeon pergi ke tempat Jeong Hyang. Ia memberitahunya tentang kompetisi itu. Ia juga memberitahu kalau Yoon Bok meminta padanya untuk melepaskan Jeong Hyang jika ia menang. Jeong Hyang heran kenapa Jo Nyeon menyetujuinya.
Jo Nyeon berkata kalau Yoon Bok tidak akan menang, karena dalam lukisannya selalu ada Jeong Hyang. Tapi kali ini, ia tidak kan melukis Jeong Hyang lagi, jadi dia tidak akan melukis dengan maksimal.
Jo Nyeon bertanya siapa yang dicintai Jeong Hyang, Yoon Bok sebagai laki-laki atau Yoon Bok sebagai perempuan?
Jeong Hyang bertanya apa alasannya melakukan ini. Jo Nyeon: “Orang yang berani mengambil barangku, aku akan membuatnya jelas bahwa barang itu bukan miliknya. Aku akan menghukumnya sampai ia tidak bisa berdiri lagi.”

Jeong Hyang menemui Yoon Bok, ia memohon pada Yoon Bok untuk melukisnya untuk kompetisi itu. Yoon Bok menolak, ia tidak ingin membahayakan Jeong Hyang. Tapi Jeong Hyang berkeras bahwa ia ingin dilukis olehnya pada kompetisi itu.

Yoon Bok menunggu di choga, ia mengingat kenangannya dengan Hong Do. Ketika Hong Do datang, ia bertanya kenapa hong Do menyetujui untuk ikut kompetisi ini. Hong Do menjawab buklankah Yoon Bok duluan yang setuju. Mereka sadar kalau mereka sudah terperangkap tipu daya Jo Nyeon.
Yoon Bok bertanya apa yang terjadi jika ia kalah. Hong Do memberitahunya, jika ia kalah, ia tidak dapat melukis lagi dan tidak dapat menegakkan kepalanya di hadapan orang banyak. Yoon Bok bertanya bagaimana jika Hong Do kalah. Hong Do hanya berkata baik ia menang atau kalah, ia tetap akan di keluarkan dari Dohwaseo.oleh karena itu ia meminta Yoon Bok untuk mengalahkannya. Mereka kemudian saling berpandangan dengan penuh kasih sayang.

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s