The Return Of Iljimae – Episode 12

Kunjungannya ke biksu Yeon-gong telah memaksa Iljimae untuk memeriksa perasaannya dengan tidak nyaman, dan malam itu dia memimpikan Dal-yi. Pada awalnya, mimpi itu berisi kenangan indah yang dihabiskan bersama Dal-yi, dan Iljimae berkali-kali bergumam dalam tidurnya, “Rasanya hangat!” Tapi adegan dalam mimpi berubah menjadi berbahaya ketika Mimpi Dal-yi hilang, meninggalkan Iljimae sendiri, dan dia terbangun di gua, kesal.

 

Iljimae bermalam di gua dan kembali ke rumah baik Wol-hee maupun Keol-chi bertanya-tanya kemana Iljimae semalam. Iljimae tidak pernah memberitahu mereka, tapi mereka yakin kalau Iljimae pasti cukup aman. Berikutnya, Keol-chi mengeluh soal tugasnya – dia berpikir kalau karena Wol-hee setuju menikahi Iljimae, dia seharusnya tidak bekerja lagi, tapi Wol-hee tidak membiarkan Keol-chi bebas tugas.

 

 

Ketika Iljimae pulang ke rumah, Wol-hee menyapanya dengan ceria, berpikir kalau Iljimae telat pasti karena menghabiskan banyak waktu mengobrol dengan Yeol-gong. Jika Iljimae terlihat lelah dan kacau, Wol-hee sama sekali tidak berkomentar soal itu, malah, dia bertanya apa yang Yeol-gong katakan tentang keputusan mereka untuk menikah. Iljimae mulai menjawab yang sebenarnya – kelihatan untuk beberapa saat dia akan mengakui semua kebenaran itu, tapi dia menahan diri dan berkata kalau menurut Yeol-gong pernikahan itu ide bagus.

 

 

Di kota, Wang Hweng-bo menciptakan masalahnya sendiri. Masalah pencernaan membuatnya berkali-kali harus ke belakang sambil memegang perutnya yang sakit. Selagi dalam masalah pencernaan itu, dia dilihat oleh pria yang kemarin dulu dia curi. Jadi Wang harus segera kabur.

Karena merasa harus mendapatkan uangnya yang dicuri, pria itu memanggil polisi dan mengajak mereka ke rumah sewaan Wang Hweng-bo. Wang sendiri bersembunyi di pojok, tapi polisi malah menemukan teman Wang, mantan bos Bongsuni, yang punya kantong uang curian Wang. Polisi mulai menarik pemimpin Bongsuni itu, jadi Wang keluar dan menyelamatkan bos-nya. Betapa lelahnya Wang Hweng-bo menghadapi pria yang dia curi kantong uangnya, seolah-olah pria itulah yang memulai pertarungan. Wang mengembalikan uang pria itu dan memintanya untuk tidak mengikutinya lagi.

 

 

Iljimae tetap menjadi pendiam ketika dia, Keol-chi, dan Wol-hee pergi ke kota untuk berburu pakaian. Wol-hee tetap mempertahankan suasan bicara yang menyenangkan ketika mereka melihat-lihat. Tapi Iljimae sedang tidak mood berbelanja dan berbalik. Wol-hee mencoba mengajak Iljimae bercakap-cakap, lalu bertanya, “Apa aku berbuat salah?” Mereka diganggu oleh sebuah keributan. Seorang bangsawan sedang ditangkap.

 

 

Sesuatu tentang penangkapan ini memancing keingintahuan Iljimae dan dia beranjak untuk mencari tahu lebih banyak tentang keadaan ini. Wol-hee bergumam kalau Iljimae sudah menolong orang miskin – apa dia harus terlibat dalam semua hal? Ini dia masalahnya. Pria yang ditangkap adalah bangsawan Choi Sae-woon. Pria di sebelah kiri adalah mantan temannya, bangsawan kuat lainnya, Sohn Seok-joo. Konflik mereka seperti ini: Sohn adalah pria rakus dan Choi adalah teman yang dikhianati.

Sohn ingin menikahi putrid Choi yang cantik, Kyung-ok, yang tentu saja ditentang Choi. Sebagai balasan, Sohn membuat temannya diperiksa karena perbuatan kotor, tapi karena tidak banyak yang ditemukan, jadi Sohn memutar balikkan fakta untuk keuntungannya. Dalam sebuah percakapan tentang reformasi, Sohn menuduh Choi sebagai pengkhianat. Sebagai hasilnya, Choi dituduh melakukan konspirasi dan diseret. Ketidakhadiran Choi memberikan kesempatan bagi Sohn untuk mendapatkan Kyung-ok.

Iljimae mempelajari semua ini dan mulai menjalankan aksinya menegakkan keadilan yang merupakan pekerjaan termudahnya selama ini. Dia kebetulan lewat di depan rumah Choi ketika sekelompok orang sewaan Sohn mengintai di depan. Sebab mereka sedang bertugas, dan bertindak sebagai pengintai, mereka mencoba yang terbaik untuk melepaskan Iljimae pergi. Akan tetapi, Iljimae adalah penyerang yang pasif dan memulainya dengan perang kata2 untuk membuat pengintai ini kesal.

 

 

Pemimpin para orang sewaan ini mencoba mengendalikan emosinya dan membiarkan Iljimae pergi, tapi Iljimae tidak akan mundur. Tetap mempertahankan raut muka yang menyenangkan, Iljimae membuat yang lainnya lepas kendali. Iljimae jelas memenangkan pertarungan singkat yang terjadi, tepat ketika seorang wanita berteriak dari jarak yang tidak jauh. Sisa gang yang lain berhasil menculik gadis itu, jadi Iljimae mengikuti mereka ke hutan.

 

 

Iljimae menunggu saat untuk maju, tapi tidak mendapatkan kesempatan – pria misterius lainnya muncul untuk menghentikan gang itu. Pria itu membawa busur dan kotak anak panah, tapi dia mengejek kalau para penculik itu bahkan tidak memerlukan panah dan mengalahkan mereka semua dengan busurnya. Para penculik yang kalah kabur dan pria misterius itu mengatakan pada Iljimae kalau dia disini hanya sebagai pembantu. Mendengar ini, Iljimae merasa tidak nyaman sebab pria itu tahu identitasnya sedangkan dia tidak tahu siapa pria itu. Yang dia tahu, Pemanah Misterius ini bisa saja bekerja untuk seseorang.

 

 

Dipaksa untuk memberikan nama, pria itu menyebut dirinya Yang-po dan mengingatkannya kalau Iljimae punya banyak masalah untuk diselesaikan. Yang-po menunjuk gadis yang diculik itu lalu pergi. Gadis itu adalah Kyung-ok, putrid Choi, yang Iljimae bebaskan. Karena perlu tempat untuk melindungi gadis itu, Iljimae membawanya ke gua di gunung, dimana gadis itu bisa tinggal sampai Iljimae membebaskan ayahnya.

 

 

Setelah meminta Kyung-ok untuk tetap bersembunyi, Iljimae keluar dengan kostum ninjanya untuk mendapatkan informasi untuk misi penyelamatannya. Di luar rumah bangsawan Sohn, Iljimae menguping pembicaraan antara Sohn dengan kaki tangannya, yang menjelaskan detail usaha penculikan mereka yang gagal. Menyimpulkan bahwa penjahat itu adalah Iljimae, Sohn memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Iljimae.

Iljimae kembali ke gua untuk memeriksa keadaan Kyung-ok. Merasa sangat yakin kalau dia akan menyelamatkan ayah Kyung-ok besok, Iljimae mengatakan kalau Kyjung-ok harus tinggal disini untuk malam ini, dan beranjak pergi. Akan tetapi, Kyung-ok kelihatannya adalah makhluk yang masih muda sekali dan dia memohon pada Iljimae agar Iljimae tinggal di gua bersamanya. Dia takut sendirian, yakin kalau di luar sana ada binatang buas atau semacamnya.

Iljimae mencoba menjelaskan kalau ada orang yang menunggunya di rumah, tapi Kyung-ok begitu ketakutan hingga Iljimae mau bermalam di gua. Ini malam yang aneh: Iljimae membuat Wol-hee dan Keol-chi khawatir di rumah dan Kyung-ok mulai menyukai Iljimae dan untuk itulah dia merasa tidak nyaman bila dekat2 Iljimae. Karena tidak bisa tidur, Kyung-ok melewatkan malam itu dengan gugup. Mereka berdua hanya diam saja.

 

 

Pada pagi harinnya, Iljimae membawa Kyung-ok pulang dan meminta Wol-hee dan Keol-chi untuk merawat gadis itu. Dia harus menyembunyikan gadis itu di suatu tempat selagi dia menyelamatkan ayahnya. Wol-hee tidak merasa terancam pada gadis yang muda dan cantik itu, tapi malah menerima tugas itu tanpa mengeluh.

 

 

Ketika gadis itu makan, Wol-hee bertanya apakah dia dan Iljimae menghabiskan malam bersama. Kyung-ok tanpa pikir panjang langsung menjawab iya, mereka menginap di gua di gunung sana. Lalu, dengan ragu2 Kyung-ok bertanya apa hubungan Wol-hee dengan Iljimae. Dengan puas, Wol-hee menjawab kalau dia akan menikah dengan Iljimae. Kyung-ok terlihat kecewa.

Pada waktu yang bersamaan, ada seorang bangsawan yang sangat ingin balas dendam – bangsawan korup dari episode sebelumnya, Shim Chan-kyu. Setelah semua uangnya dicuri, Shim sangat ingin menghukum Iljimae, dan meminta pelayannya untuk menarik Cha-dol dari pasar untuk ditanyai. Seperti biasa, Cha-dol dengan sibuk menceritakan penyelidikannya tentang cerita Iljimae kepada siapa saja yang mau mendengarkan.

 

 

Cha-dol dibawa ke rumah Shim dan diikat, dimana dia ditunjukkan alat2 penyiksaan yang mengerikan. Mengancam akan menggunakan berbagai jenis hukuman, Shim bertanya dimana Iljimae sekarang, menebak kalau Cha-dol pasti punya beberapa informasi sebab dia selalu punya cerita terbaru tentang Iljimae. Cha-dol menolak memberikan info apapun – dia bersikeras kalau dia tidak tahu apa2 dan meminta belas kasihan. Shim mengambil besi yang dipanaskan yang digunakan untuk membakar kaki Cha-dol, lalu mengancam akan membuat lubang di wajah anak itu dengan besi panas.

Iljimae datang! Shim memerintahkan anak buahnya untuk menyerang, tapi mereka semua ketakutan sebab telah mendengar kehebatan Iljimae dalam memukul orang. Ketika anak buah Shim mulai maju, mereka tiba2 saja berhenti saat Iljimae mengeluarkan shuriken sebagai peringatan. Shim bersembunyi di belakang Cha-dol dan berteriak kalau itu hanya sebuah shuriken – saat Iljimae melemparnya mereka akan bebas dari disakiti. Jadi Iljimae menunjukkan banyak sekali shuriken.

Pertarungan itu berlangsung singkat dan jelas saja dimenangkan Iljimae. Iljimae membebaskan Cha-dol dan dengan sikap mengancam mendekati Shim dengan besi panas. Shim menciut ketakutan dan ketika Iljimae menyuruh pria itu untuk melepas sepatunya dan menjilati sepatu itu, Shim menurut saja. Iljimae mengatakan kalau Shim berhenti menjilat maka akan ada luka bakar di lehernya.

 

 

Cha-dol berterima kasih pada Iljimae karena menyelamatkannya sekali lagi dan bangga pada dirinya karena menolak untuk mengungkapkan info apapun. Iljimae tersenyum bangga tapi dia mengatakan pada Cha-dol untuk berhenti menyebarkan cerita tentang dirinya lagi – atau mengikutinya malam-malam. Ketika Cha-dol diseret tadi, Bae bergegas meminta bantuan Gu Ja-myung, jadi polisi tiba saat Iljimae sudah pergi. Cha-dol menjamin Bae kalau dia baik2 saja dan bahwa Iljimae yang sudah menyelamatkannya – yang membuat Gu tertarik dan bertanya kenapa Shim menginginkan Cha-dol.

Sekarang karena Cha-dol sudah diingatkan untuk tidak menceritakan kisah Iljimae, dia menyimpan fakta itu untuk dirinya sendiri dan mengatakan kalau tidak ada apa-apa. Bae mengerti dan beralasan kalau ucapan Cha-dol tidak masuk akal. Gu tidak percaya alasan itu, tapi apa yang bisa dia lakukan? Gu tiba di rumah Shim dan mendapati orang2 yang terluka masih tergeletak di tanah dan Shim dengan takut menjilati sepatunya.

 

 

Petugas Gu menebak kebenarannya – Shim mendapatkan uang dengan cara tidak sah dan telah dicuri Iljimae – tapi secara alami Shim tidak mengakuinya, dan mengatakan kalau inilah untuk pertama kalinya dia bertatap muka dengan Iljimae. Dia bersikeras kalau satu2nya alasan dia mencari Iljimae adalah karena polisi melakukan pekerjaannya dengan tidak bagus dalam menangkap Iljimae hingga dia berpikir untuk membantu.

 

 

Sekarang waktunya untuk memulihkan nama baik ayah Kyung-ok yang tidak bersalah. Sekali lagi, Iljimae menggunakan identitas gisaeng-nya, Hong-mae, dan membuat perjanjian dengan gisaeng lain untuk bertukar tempat di tugas yang selanjutnya. Dan untuk itulah, Iljimae berhasil masuk ke rumah Sohn untuk datang ke perjamuan yang diadakan disana.

Iljimae tidak takut; malah penyamaran ini sangat membantu. Pria yang harus dilayani Iljimae/Hong-mae membuat sanjungan kepadanya yang Iljimae/Hong-mae balas dengan mngatakan kalau dia merasa sangat tersentuh. Pria itu mulai mendekati Iljimae jadi dia terpaksa membuat gerakan yang membuat pria itu pingsan.

 

 

Karena orang yang dia layani sudah pingsan, Iljimae bangkit dan keluar seolah-olah dia sudah selesai melayani. Di luar, Iljimae/Hong-mae bertemu dengan penjaga kesepian dan minta ditemani – semua orang ada di dalam bersenang2 sedangkan dia di luar sendirian.

 

 

Penjaga itu mulai menggoda dan Iljimae bersikap jual mahal. Secara alami, penjaga ini semakin menginginkan Iljimae/Hong-mae dan dia mengatakan untuk mencari sebuah tempat. Iljimae mengatakan, “Tidak di luar!” penjaga itu kegirangan – apa ini artinya mereka bisa bersenang-senang di dalam?

 

 

Iljimae menunjuk ke sebuah gudang yang ada di dekat mereka dan penjaga itu tanpa menunggu apapun membuka gudang itu. Setelah membuat penjaga itu pingsan, Iljimae membuka penyamaran gisaeng-nya, dan masuk ke ruang penyimpanan itu dan menemukan bangsawan Choi yang hilang.

sumber: princess-chocolates.blogspot.com

One comment on “The Return Of Iljimae – Episode 12

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s