Dae Jang Geum – Episode 02

Tahu kalau nasibnya sudah tak tertolong, Myeong-yi memutuskan untuk pergi. Diam-diam, Chun-soo mengikutinya dari kejauhan dan membantu mulai dari memberi makan lewat seorang pemilik kedai, menyiapkan jalan yang aman, sampai mengusir dua perampok yang berniat jahat.

Nemun, kedoknya belakangan terbongkar saat Myeong-yi bekerja di sebuah kedai. Melihat sejumlah pria berusaha melecehkan, Chun-soo tidak tinggal diam dan turun tangan, kemudian menarik tangan wanita itu pergi. Karena berhutang budi, Park-myeong terus mengikuti jalan pria itu, yang akhirnya menyerah.

Beberapa tahun berlalu, keduanya telah menikah, tinggal di sebuah desa dan memiliki seorang putri bernama Jang-geum. Tidak ingin identitasnya dan sang suami terbongkar, Park-myeong melarang putrinya untuk bersekolah dengan alasan tidak pantas karena mereka berasal dari golongan rakyat jelata.

Namun Jang-geum rupanya mewarisi kecerdasan kedua orang tuanya, dan kelepasan bicara bahwa ia sudah tahu kalau ayahnya adalah mantan perwira tinggi di istana. Akhirnya setelah sang suami membujuk, Myeong-yi akhirnya menyerah dan berjanji mengajari putrinya baca-tulis dengan syarat Jang-geum harus menuruti semua perintahnya.

Ketenangan mereka berakhir ketika suatu hari identitas Chun-soo terungkap saat dirinya mengikuti kontes gulat atas desakan putrinya. Semua itu diawali ketika di ibukota, raja telah mendengar perihal kematian sang ibu belasan tahun lalu dan berniat membalas dendam terhadap semua orang yang terlibat. Melihat ayahnya ditangkap pasukan tentara, Jang-geum langsung berlari untuk memberitahu sang ibu.

Sadar kalau keselamatan mereka terancam, Myeong-yi menyuruh Jang-geum berkemas dan sejak itu, praktis keduanya hidup dalam pelarian. Untuk menyamarkan keadaan mereka dan sambil mencari tahu keberadaan Chun-soo, gadis cilik itu diminta menyamar sebagai seorang bocah pria.

sumber: http://www.indosiar.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s