Dae Jang Geum – Episode 10

Dari Yeon-seng, Jang-geum akhirnya tahu kalau kepulangannya kembali adalah berkat jasa Dayang Kepala Yong Shin. Tidak mau menyia-nyiakan kerja kerasnya, gadis itu mengajari para pekerja kebun cara merawat rumput astragalus.

Menjelang kepergiannya, Jang-geum tidak lupa berterima kasih pada Woon-baek karena ia sadar tanpa akal bulus pria itu, mustahil keberhasilannya bisa didengar pihak istana. Saat hendak berpisah, ia dititipkan sebuah surat yang harus diberikan pada sahabat pria setengah baya itu Park In-ho di istana.

Saat sampai ketempat yang dimaksud, Jang-geum terkesima melihat banyaknya buku yang berada di dalam rumah itu. Keasyikannya dikejutkan oleh teguran seorang pria bernama Min Jeong-ho, yang ternyata telah menggantikan tugas In-ho selama beberapa waktu. Surat itu ternyata berisi permintaan Woon-baek supaya di waktu luangnya Jang-geum diperbolehkan membaca di sana.

Sambil tersenyum, Jeong-ho memberitahu kalau gadis itu bebas datang kesana kapan saja. Gembira atas berita tersebut, saat keluar Jang-geum melihat peralatan serba guna yang dibuat ayahnya diatas meja, dan mulai curiga kalau Jeong-ho adalah pria yang ditolongnya dalam pertempuran di hutan.

Saat kembali, Jang-geum diingatkan Dayang Jung kalau ujian tinggal beberapa hari lagi sehingga ia harus bekerja keras. Sadar kalau waktu tidak banyak, ia diajak untuk belajar bersama dengan Yeon-seng dan seorang rekannya. Tidak hanya itu, Geum-young ikut membantu dengan meminjamkan buku catatan.

Seolah tidak mau kalah, Duk-gu dan istrinya memberitahu cara lolos ujian lewat cara klenik, namun hal itu malah diikuti oleh Yeon-seng dan hasilnya : gagal total. Di hari ujian kesulitan langsung muncul : Jang-geum menjadi orang terakhir yang bisa menjawab pertanyaan sehingga otomatis bahan-bahan yang diperolehnya bukan dari kualitas yang baik.

Begitu kompetisi memasak dimulai, semua perhatian langsung tertuju pada Geum-young yang menunjukkan kebolehannya. Jang-geum memilih untuk menggunakan caranya sendiri saat memasak kuah sup. Namun saat malam, petaka didapatnya : tepung gandum gadis itu hilang.

sumber: http://www.indosiar.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s