Dae Jang Geum – Episode 21

Mendengar nasib pembantu Permaisuri yang begitu menderita dari Duk-gu, Jang-geum terduduk sedih di bawah sebuah pohon rindang. Melihat gadis itu, Jeong-ho tersenyum gembira dan bergegas menghampiri, namun ia mengurungkan niatnya melihat Jang-geum begitu murung.

Duk-gu sendiri bukannya tidak sadar dengan perubahan sikap Jang-geum, yang benar-benar terpukul saat mengingat kemarahan Dayang Han. Gadis itu dibawanya ke pesisir pantai, dan saat itu juga Jang-geum kembali ke sifat asalnya. Saat berbalik, ia terkejut melihat Jeong-ho juga berada disana, dan akhirnya keduanya bermain air bersama.

Di pinggir pantai sambil meneteskan air mata, Jang-geum membeberkan riwayat hidupnya yang tragis pada Jeong-ho yang hanya bisa menatapnya. Kejadian itu membuat pria itu berusaha melindungi Jang-geum dengan sekuat tenaga, namun saat ke kota, Jeong-ho dan gadis itu dicegat oleh segerombolan orang tak dikenal.

Akibat kejadian itu, Jeong-ho dan Jang-geum harus bersembunyi di gudang sementara pemilik rumah dan Duk-gu harus berbohong demi mengusir gerombolan tersebut. Saat makan, Jang-geum baru sadar kalau masakan pria itu sangat lezat dan berbeda dengan yang ada di istana. Merengek-rengek untuk mengetahui rahasianya, gadis itu dikejutkan oleh pembantu Permaisuri yang meminta dibuatkan nasi dari beras khusus.

Rupanya, nasi yang dicari pembantu Permaisuri punya sejarah sendiri. Sayangnya, ternyata bukan nasi jenis itu yang dicari. Di saat-saat terakhir, pria tua penjaga rumah memberikan semangkuk beras yang akhirnya membuat wanita tua itu menangis terharu. Dari situ, Jang-geum mendapat pelajaran bahwa kunci untuk membuat makanan yang lezat adalah waktu dan ketulusan hati saat membuat masakan itu.

sumber: http://www.indosiar.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s