Dae Jang Geum – Episode 68

Tergerak oleh perintah Raja, Dokter Shin mengunjungi pondok tempat Jang-geum berada pada malam hari dan melihat dengan mata-kepala sendiri bagaimana besar kecintaan gadis itu terhadap para pasien. Kerja keras itu ternyata berbuah manis : seorang anak pengemis berhasil sembuh tanpa bekas permanen di kulitnya.

Tantangan berikutnya adalah menyembuhkan Pangeran, sampai-sampai Permaisuri sendiri datang untuk menjemput Jang-geum. Kali ini, kembalinya Jang-geum ke istana disambut hangat oleh rekan-rekan sejawat yang semula memusuhinya.

Menyembuhkan penyakit Pangeran ternyata tidak semudah yang dibayangkan, mereka terus memantau perkembangan anak itu setiap gejala baru muncul. Berkat kerja keras tim rumah sakit, Pangeran akhirnya sembuh total serta membuat Raja dan Permaisuri begitu bahagia.

Jasa Jang-geum membuat Permaisuri sadar akan kesalahannya dan berjanji bakal memberi dukungan pada gadis itu. Di istana, Raja memutuskan menaikkan Jang-geum menjadi pejabat istana, yang membuat semuanya terperangah tidak percaya.

Tepat pada saat semua menteri mengajukan protes, muncul Dokter Shin yang memberikan laporan kepada Raja dan mengutarakan bahwa dirinya dan tim rumah sakit kerajaan siap menerima perintah dan menjadi bawahan Jang-geum. Hal ini sudah tentu menjadi keuntungan bagi Jang-geum, sebab kini sekutunya bertambah satu lagi.

Alasan yang disampaikan sangat sederhana : Jang-geum sangat berjasa mencegah penyebaran wabah dan ketulusannya dalam merawat pasien sangat pantas diacungi jempol. Kengototan para menteri malah membuat Raja semakin berang dan terus menaikkan posisi Jang-geum.

Niat Jeong-ho menjalankan perintah Raja otomatis membuatnya dimusuhi oleh para menteri termasuk mentornya. Ketika rapat, Dokter Shin meminta tim rumah sakit istana menerima keputusannya karena keberadaan Jang-geum membuatnya sadar akan tujuan utama menjadi dokter : menolong orang lain dengan usaha maksimal.

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s