Jumong – Episode 08

“Cepat pergi!” kata Jumong pada So Seo No seraya melepaskan ikatan So Seo No.

So Seo No hanya diam. “Apa alasanmu menyelamatkan aku?” tanyanya curiga.

Jumong menarik lengan So Seo No. “Tidak ada alasan. Cepet pergi!”

So Seo No menghempaskan tangan Jumong. “Aku tidak percaya padamu. Yang lain pasti akan datang menyelamatkan aku.”

Jumong kesal. “Apa kau tidak tahu orang seperti apa Do Chi itu? Dia membunuh orang seperti membunuh sapi dan babi. Jangan keras kepala dan pergi sekarang juga!”

So Seo No tidak beranjak. Mungkin ia terlalu angkuh untuk melakukannya.

Jumong berkata, “Ketika kau menyelamatkan aku di lumpur hisap, apa kau tahu siapa aku? Kau melihatku sekarat dan kasihan padaku. Kau menyelamatkan aku. Terserah kau mau percaya atau tidak. Kita tidak punya waktu lagi. Ayo pergi!”

Jumong menarik tangan So Seo No dan membantunya kabur lewat atap. Ia membantu So Seo No naik. Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo datang dan hendak mengejar So Seo No. Jumong menghalangi jalannya. Oyi berhasil naik ke atap, Ma Ri dan Hyeopbo berkelahi melawan Jumong. Oyi mengejar So Seo No namun kehilangan jejaknya. Di lain pihak, Ma Ri dan Hyeopbo memukuli Jumong hingga babak belur. Bu Young datang menghentikan mereka.

Ma Ri: Aku akan membunuh orang yang tidak tahu berterima kasih ini!

Bu Young: Hentikan!

Ma Ri: Minggir!

Bu Young: Tolong jangan lakukan ini.

Oyi: Apa hubunganmu dengannya? Kau mengenalnya, kan? Ayo bicara!

Bu Young: Bukan seperti itu!

Oyi maju hendak menghabisi Jumong. Bu Young berteriak, “Dia seorang pangeran! Dia adalah Pangeran Jumong.”

Oyi, Ma Ri dan Hyeopbo terkejut. “Kita hampir membunuh seorang pangeran!” kata Hyeopbo.

Oyi: Jika dia memang Pangeran, berarti dia orang brengsek. Dialah yang menyebabkan Bu Young diusir dari istana.

Ma Ri: Tapi, pangeran tetap pangeran!

Hyeopbo: Jika Do Chi menemukan kita, ia akan membunuh kita. Cepat kita bawa bajingan itu… Maksudku, Pangeran, ke Do Chi. Ini bukan salah kita!

Ma Ri: Apa kau pikir Do Chi akan membiarkan kita hidup?

Hyeopbo: Lalu apa yang akan kita lakukan?

Ma Ri: Jika kita melakukan hal yang benar, kita bisa merubah nasib kita. Aku lebih baik membawa pergi bajingan itu dari pada harus menghadapi Do Chi. Kita telah menyelamatkan dia dua kali. Dia akan membalas budi pada kita.

Hyeopbo: Dia sudah diusir dari istana! Bagaimana dia bisa membalas budi?

Ma Ri: Ia pasti akan kembali ke istana suatu saat nanti.

Yeon Ta Bal memutuskan untuk menemui Do Chi. Do Chi meminta Yeon Ta Bal untuk memberinya sutera dengan jumlah lima kali lipat dari garam yang telah dicuri Yeon Ta Baldan janji bahwa Yeon Ta Bal tidak akan pernah mengulangi ini lagi. “Menyembahlah di kakiku.”

Anak buah Yeon Ta Bal mengacungkan pedang mereka, diikuti oleh anak buah Do Chi. Yeon Ta Bal menginstruksikan mereka untuk menyimpan kembali pedangnya. “Aku akan memenuhi permintaanmu. Tapi sebelum itu, aku ingin melihat apakah putriku baik-baik saja.”

Do Chi memerintahkan anak buahnya, Han Dang, untuk memeriksa So Seo No, namun So Seo No sudah tidak ada. Ia memberi tahu Do Chi.

Do Chi mencari-cari alasan. “Aku berpikir lagi, lima kali lipat garam tidaklah cukup. Aku ingin kau menyerahkan semua asetmu di BuYeo dan pergi.”

“Dimana putriku?” tanya Yeon Ta Bal, curiga. “Aku tidak bisa menyetujui transaksi semacam ini.”

Do Chi: Apa kau ingin putrimu mati?

Yeon Ta Bal menjawab dengan tenang, “Jika itu memang takdirnya, aku tidak bisa berbuat apa-apa.”

Do Chi sangat marah. Ia memukuli Han Dang tanpa ampun. Ia kemudian memanggil Bu Young dan memukulinya. “Dimana mereka?” tanyanya.

Bu Young: Aku tidak tahu.

Yeon Ta Bal dan rombongan sampai ke rumah. Mereka disambut oleh So Seo No. “Ayah!” panggil So Seo No.

Yeon Ta Bal langsung berlari dan memeluk anaknya. “Kau selamat. Syukurlah.”

So Seo No bercerita bahwa Jumong telah menyelamatkannya.

Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo membawa Jumong pergi. Mereka menuju penjara rahasia. “Pemimpin di tempat itu adalah kakak kami.”

Jumong: Apa pemimpin itu bernama Mu Song.

Hyeopbo: Benar. Apa kau mengenalnya?

Jumong: Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali.

Hyeopbo: Yang Mulia, tolong bicara pada kami seperti kau bicara dengan bawahanmu.

Jumong: Aku bukan seorang pangeran lagi dan aku tidak akan bisa menjadi pangeran lagi.

Ma Ri: Kalau begitu, ketika berada di luar istana, kami akan memperlakukanmu seperti kakak kami. Jadi perlakukan kami seperti adikmu.

Hyeopbo: Benar, Yang Mulia.

Jumong berpikir sejenak. “Baiklah.”

Ma Ri dan Hyeopbo senang. “Kakak!” ujar mereka bersamaan.

Oyi datang membawa Mu Song. Mu Song terkejut melihat Jumong. Mereka kemudian menuju ke penjara rahasia. Jumong meminta Mu Song agar mengizinkannya tinggal dan bersembunyi di penjara itu.

Mu Song setuju. Ia mengajak Jumong ke sel tempat Hae Mo Su dikurung. Mu Song meletakkan obor di dinding, lalu berkata pada Hae Mo Su, “Aku membawakanmu teman untuk mengobrol.”

Hae Mo Su: Terima kasih.

Mu Song pergi meninggalkan mereka. Hae Mo Su menoleh dan bertanya pada Jumong, “Apa kau pernah ke sini sebelumnya? Kau adalah orang yang bertanya siapa aku dan kenapa aku di sini. Jangan berdiri di sana. Duduklah.”

Geum Wa memanggil Dae So dan Young Po. Ia memberikan jabatan Menteri Luar Negeri pada Dae So. Dae So harus melaporkan tentang negara Han dan klan-klan sekitar. Yeon Ta Bal akan membantu Dae So. Geum Wa memberikan tugas pada Young Po untuk membantu Jenderal Heuk Chi dalam memperkuat pertahanan BuYeo. Ia bertanggung jawab melatih pasukan dan memikirkan strategi perang.

Dae So dan Young Po sangat senang.

Jumong melanjutkan latihan bela dirinya bersama Mu Song. kemampuan Jumong telah berkembang.. Ia bahkan bisa mengalahkan Mu Song. Mu Song menyarankannya untuk mencari guru bela diri lain yang lebih hebat.

Setelah selesai berlatih, Jumong kembali ke dalam sel.

Hae Mo Su: Apa kau berlatih pedang?

Jumong: Ya.

Hae Mo Su: Apa yang akan kau lakukan dengan kemampuanmu itu?

Jumong: Aku berlatih untuk melindungi diri.

Hae Mo Su: Kau pasti memiliki banyak orang yang ingin mencelakaimu. Kenapa kau di sini?

Jumong terdiam. Hae Mo Su menenangkannya. “Tidak apa-apa. Katakan padaku. Aku ditakdirkan untuk mati di sini. Jikapun aku ingin memberi tahu pada orang lain, tidak ada orang yang bisa diberi tahu.”

Jumong: Aku melakukan kesalahan besar dan diusir oleh ayahku. Kedua kakakku berusaha membunuhku.

Hae Mo Su: Kakak ingin membunuh adiknya? Apa kau adik tiri mereka?

Jumong: Ya… Kejahatan apa yang membuatmu dikurung di sini?”

Hae Mo Su: Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tidak tahu?

Jumong: Lalu… Apa yang lakukan sebelum kau dikurung?

Hae Mo Su terdiam sejenak dan menarik napas dalam-dalam. “Apa kau… pernah mendengar tentang Pasukan Da Mul?”

Jumong: Tidak.

Ha Mo Su: Tentu saja tidak. Mereka pasti sudah dilupakan oleh semua orang. Pasukan Da Mul, dengan tujuan mengembalikan kejayaan GoJoSeon, bertarung melawan Negara Han. Aku…adalah prajurit Da Mul.”

Jumong berpikir. “Pasukan Da Mul?” gumamnya.<

Dae So mengunjungi kediaman pedagang GyehRu. Yeon Ta Bal menyambutnya. “Ini adalah putriku, So Seo No.”

Dae So tersenyum. “Kita bertemu lagi.” katanya.

Dae So, Yeon Ta Bal dan So Seo No membicarakan tentang keadaan negara dan klan-klan sekitar. Terlihat sekali kalau Dae So menyukai So Seo No. So Seo No marah karena ayahnya menggodanya.

So Seo No kembali ke kamarnya. Oo Tae masuk dan melaporkan tentang Jumong. “Jumong melarikan diri dari Do Chi. Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi tetap tidak bisa menemukannya. Jika kau mengkhawatirkannya, aku pasti akan menemukan dia untukmu, Nona.”

So Seo No: Tidak perlu. Aku hanya perlu menunggu takdir apakah akan bertemu dia atau tidak.”

Mu Song memberikan kitab ilmu bela diri, makanan, serta arak kepada Jumong. Jumong duduk di samping Hae Mo Su dan mengajaknya minum bersama.

Jumong: Ceritakan padaku tentang Pasukan Da Mul. Kau bilang, kau berperang melawan Han. Kudengar, Negara Han memiliki persenjataan yang hebat. Bagaimana caramu bertarung melawan mereka?

Hae Mo Su: Apa kau tahu senjata apa yang paling kuat di dunia ini? Bukan persenjataan yang hebat, tapi keinginan untuk bertarung sampai mati. Itulah jalan pasukan Da Mul.

Jumong: Lalu… kenapa Pasukan Da Mul yang kuat bisa dilupakan oleh orang-orang? Apa mereka dikalahkan oleh Negara Han?

Hae Mo Su terdiam dan meminum araknya. “Alasan kenapa Pasukan Da Mul kalah adalah karena kebodohanku.” kata Hae Mo Su sedih. Ia teringat peperangan terakhirnya melawan Han. “Saat pertarungan melawan Han, aku dikepung, dijebak, dan ditangkap oleh musuh. Karena itulah… Pasukan Da Mul dihabisi. Aku kehilangan kedua mataku dan wanita yang kucintai. Aku berkata bahwa aku tidak tahu kenapa aku di sini. Tapi sejujurnya, aku tahu. Aku mengurung diriku sendiri. Dengan perasaan malu dan rasa bersalahku… Dan untuk menebus janji yang tidak bisa kutepati.. yaitu menjaganya untuk selamanya. Aku… ingin membayar kesalahanku.”

Oyi melihat Bu Young dari jauh. Ia marah ketika melihat Han Dang memukul Bu Young. Hyeopbo menyuruhnya bersabar, menunggu waktu yang tepat. Oo Tae mengamati mereka dari jauh.

Mu Song menemui Mu Duk dan mengatakan keberadaan Jumong. Mu Duk memberi tahu Yoo Hwa. Yoo Hwa pergi diam-diam ke penjara rahasia untuk menemui Jumong. Na Ru mengikutinya.

Jumong berlatih bela diri dari kitab yang didapatkannya dari Mu Song. Hae Mo Su menyadari gerakan-gerakannya dan bertanya, “Apa yang lakukan?”

Jumong menoleh. “Aku sedang berlatih.”

Hae Mo Su: Tutup kitab itu. Sebagai bayaran karena telah mendengarkan aku, aku akan menjadi gurumu.

Jumong: Kedua matamu buta, bagaimana kau mengajari aku?

Hae Mo Su: Selama aku buta, aku membuka hatiku. Itu lebih baik dibandingkan kemampuan untuk melihat.

“Chu Mo!” Mu Song tiba-tiba datang dan menyuruh Jumong keluar sel. “Kemarilah. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”

Jumong terkejut melihat ibunya datang. “Ibu!”

“Jumong!” Yoo Hwa berlari mendekati Jumong dan melihat keadaannya. “Apa lukamu sudah sembuh?”

Jumong: Ya. Ibu jangan khawatir.

Hae Mo Su mendengar suara Yoo Hwa dan berjalan mendekat ke jeruji sel agar bisa mendengar lebih jelas.

Yoo Hwa: Sekarang aku sudah melihatmu masih hidup. Kami harus pergi. Mu Duk, ayo kita pergi.”

Jumong: Ibu..

Yoo Hwa: Aku tidak punya kemampuan untuk melindungimu. Kau harus melindungi dirimu sendiri.

Yoo Hwa berjalan pergi. Jumong memanggilnya, “Ibu!”

Hae Mo Se berusaha mendengarkan. Apa ia mengenal suara itu?

Na Ru melaporkan pada pihak Dae So tentang keberadaan Jumong. Permaisuri menemui Geum Wa untuk menanyakan tentang penjara rahasia. “Apa kau tahu bahwa BuYeo memiliki penjara rahasia?” tanyanya.

Geum Wa mendongak. Ia kemudian menemui Perdana Menteri untuk bertanya.

Geum Wa: Apa penjara itu memang ada?

Perdana Menteri: Benar. Penjara itu ada.

Geum Wa berteriak marah, “Kenapa aku tidak tahu tentang itu?!”

Perdana Menteri: Tenangkan dirimu, Yang Mulia. Raja sebelumnya pun tidak tahu.

Geum Wa: Jadi ada hal yang kau tahu, tetapi aku tidak tahu. Siapa yang dikurung di sana?

Perdana Menteri: Mereka yang melakukan kejahatan tersembunyi.

Geum Wa: Aku harus melihat tempat itu.

Perdana Menteri terkejut. Ia akan menghalangi hal ini agar tidak terjadi.

Hae Mo Su mengajarkan pedang pada Jumong. Walaupun Hae Mo Su buta, namun kemampuan pedangnya sangat luar biasa. Jumong terkesan.

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s