Queen Seon Deok – Episode 11

Ditemukan manuscript yang ditulis oleh ahli sejarah Silla Kim Dae Moon akhir abad ke-7
Terdiri dari 15 bab : Wihwarang; Mijinbu; Morang; Ihwarang; Sadaham; Sejong; Seol Won Rang; Moon Noh (Munno); Biborang Mi Saeng; Hajong; Bori; Yong Chu (Kim Yong Chu); Horim dan Kim Yu Shin.
Nama Mi Shil juga disebut beberapa kali dalam bab2 tersebut.

Hwarang adalah sekelompok orang muda dengan wajah menarik dan perilaku baik dan mengikuti peraturan yang disebut Pungwoldo.

Sinopsis :

Kim Yu Shin mencari Deok Man. Ia membalik setiap mayat untuk mengenali Deok Man, Kim Yu Shin berteriak dimana Deok Man dan Deok Man tidak dapat mati begitu saja. (ehm..). Seorang tentara Baekje melihat Kim Yu Shin dan menyerangnya, Kim Yu shin dapat melawannya tapi dia terdesak dan tentara itu akan membunuh Kim Yu Shin.

Seseorang memungut busur dari lumpur dan menembakkan panah, tentara Baekje itu mati. Kim Yu Shin menoleh dan melihat Deok Man mengumpulkan tenaganya yang terakhir untuk menembakkan panahnya. Kim Yu Shin lari menuju Deok Man yang setengah sadar. Kim Yu shin mengomeli Deok Man yang sangat lemah kondisinya, akhirnya Kim Yu shin menggendong Deok Man di punggungnya (Korea banget..)

Joo bang dan Go do sangat senang ketika melihat semua anggota Yonghwa selamat. Ha Jong melaporkan bahwa Benteng Sok Ham berhasil ditaklukkan. Cheon Myeong bertanya mengenai Kim Seo Hyeon, tapi Ha Jong tidak tertarik, mungkin masih terperangkap. Cheon Myeong berkata jika mereka tidak mengirimkan bantuan ke Ah Mak, maka Kim Seo Hyeon akan mati begitu saja. Mi Shil tidak setuju. Eul Jae berkata jika sekarang mengirim pasukan lagi maka akan menambah bahan bakar dan dapat menyuut konflik lagi. Jadi lebih baik perang dihentikan. Mi Shil memandang Cheon Myeong dengan pandangan “skak mat”.

Kim seo Hyeon berkata bahwa mereka telah terkepung, tapi mereka dapat kembali. Hanya mereka perlu pasukan sebagai umpan dan pembuka jalan untuk melindungi pasukan utama. Pasukan ini harus terlatih dan rela mati jika perlu untuk bangsa dan negara. Kim Seo Hyeon akhirnya memerintah Al Cheon dan Kim Yu Shin melakukannya. Kim seo Hyeon akan mengingat mereka selamanya dan pengorbanan mereka.

Al Cheon berkata ia tidak akan meninggalkan satu orang pun. Maksudnya jika ada prajurit terluka, mereka akan dibunuh jadi tidak akan ada tawanan. Beda dengan aturan perang jaman sekarang yang mengharuskan semua yang terluka dibawa pulang berapapun biayanya.

Deok Man bertanya ada apa. Kim Yu Shin melarang Deok Man ikut campur. Deok Man tidak setuju dengan aturan Al Cheon, menurutnya Al Cheon tidak berhak mencabut satupun nyawa Nang Do. Al Cheon berkeras lebih baik dibunuh daripada membocorkan rahasia negara. Pasukan Baekje panik dengan serangan Al Cheon yang menggunakan strategi Zhuge Liang (Tiga Negara, Cina).

Shi Ryeol terjatuh dan ia minta ditinggal saja. Deok Man menolak dan berkeras menolong Shi Ryeol. Cheon Myeong memanggil Mi shil dan berkata ia ingin ikut dalam diskusi politik dan meminta Mi Shil mengijinkannya. Cheon Myeong berkata Kim Seo Hyeon adalah dagingnya tapi demi kebaikan bangsa dan negara ia akan melupakannya dan berkonsentrasi mengusir musuh. Mi Shil terkejut dan tidak tahu bagaimana harus menjawab karena ia tidak dapat membaca pikiran Cheon Myeong.

Cheon Myeong menemui Eul Jae dan memintanya membantu dalam urusan militer ini. Eul jae berjanji melakukan sekuat tenaganya. Putri mencari Ratu Maya dan dayang Ratu berkata Ratu dan juga Putri Man Myeong sedang ke kuil untuk menemui Ibu suri Ratu Man Ho. Ratu Maya menemui Ibu Suri dan membawa Putri Man Myeong. Ratu Man Ho terkejut melihat putrinya. Putri Man Myeong datang dan memohon ampun pada ibunya.

Kim Yong Chu dan Cheon Myeong masih berdiskusi sampai malam. Kim Yong Chu bertanya apa maksud Cheon Myeong meninggalkan Kim Seo Hyeon dan Kim Yu Shin. Cheon Myeong bertanya apa yang Kim Yong Chu ingin ia lakukan. Al Cheon membunuh pasukannya yang terluka. Go Do dan lainnya menyembunyikan Shi Ryeo yang terluka. Kim Yu shin mendekat dan bertanya ada apa, mereka menyembunyikan kondisi Shi Ryeol.

Deok Man dan Shi Ryeol melewati mayat tentara Baekje. Shi Ryeol berkata Deok Man pasti amat membencinya. Deok Man menampar Shi Ryeol dan berkata, ia takut ia akan mati karena kesalahan Shi Ryeol sehingga ia harus membunuh Shi Ryeol. Deok Man benci itu. Ini membuktikan bahwa Al Cheon benar.

Seorang prajurit sekarat memegang kaki Deok Man dan menanyakan ia dari kesatuan mana. Ternyata mereka sama. Prajurit itu menyampaikan pesan dari Kim Seo Hyeon, bahwa tempat pertemuan sudah dikuasai musuh dan mereka harus mengandalkan Al Cheon. Naas, Al Cheon terpanah, dalam keadaan terluka ia menyerahkan tampuk kepemimpinan ke tangan Kim Yu shin. Al Cheon minta anggota Hwarangnya untuk membunuhnya. Pyeong Jo menolaknya tapi Al Cheon berkeras. Deok Man berteriak melarang.

Kim Yu Shin membebas tugaskan Deok Man. Deok Man berkata jika satu lagi Hwarang harus dibunuh maka ia akan makan peraturan itu. Deok Man benar2 menelannya. Kim Yu Shin mengacungkan pedang pada Deok Man karena ketidaktaatannya. Deok Man berkata bukankah Kim Yu Shin yang melatihnya naik turun gunung membawa karung gandum dengan maksud untuk membawa rekan yang terluka. Deok Man berlutut dan memohon Al Cheon tidak menyerah.

Bagaimana Al Cheon bisa begitu kejam dan membunuh prajurit yang masih ingin berjuang demi hidupnya, berjuang demi negrinya. Kemudian semua prajurit yang terluka berlutut dibelakang Deok Man dan memohon untuk tetap diperbolehkan berjuang. Al Cheon tetap meminta Kim Yu Shin mengeksekusi prajurit yang terluka tapi Kim Yu Shin berkata ia adalah pemimpin sekarang, ia tidak mengijinkan pasukannya mati sia2.

Dalam satu pertempuran, Shi Ryeol menyelamatkan Deok Man dan berhasil menembak jatuh Kapten Baekje. Shi Ryeol jatuh, Deok Man berlari dan Shi Ryeol terluka parah. Joo Bang berusaha menolong Shi Ryeol tapi sia2 Shi Ryeol akhirnya tewas. Deok Man menangis tak terkontrol. Kim Yu Shin menariknya dan Deok Man melepaskan diri berteriak pada Joo Bang untuk melakukan sesuatu.

Kim Yu shin menghibur Deok Man. Mi Saeng melapor bahwa Putri mengadakan pertemuan dengan para bangsawan. Mi Saeng tertawa dan berkata mereka semua adalah kroninya. Eul Jae melaporkan kondisi perang dan belum ada berita dari Ah Mak. Ratu Maya hadir dan Mi shil terkejut. Ratu Maya membawa Putri Man Myeong dan berkata bahwa Ibu Suri akhirnya merestui pernikahan Putri Man Myeong dengan Kim Seo Hyeon.

Mi shil ingin mengadakan upacara untuk Kim Seo Hyeon yang diperkirakan sudah mati. Bagaimana jika belum tanya Putri, maka Mi Shil berkata status Kim Seo Hyeon akan dipulihkan sebagai Seonggol.

Mi saeng berkata bagaimana 3000 tentara dapat bertahan di benteng Ah Mak dan hidup melawan Baekje. Ini benar2 taktik Seol won yang hebat. Mereka berkata Putri sedang bertaruh dengan Kim Seo Hyeon sebagai taruhannya.

Kim Yu shin, Seok Bum dan Al Cheon masih berjuang untuk menyelamatkan diri dan kembali ke Silla. Mereka dikepung musuh. Seok Bum berkata mereka harus bertahan dan berjuang untuk kembali ke Silla. Seok Bum mau menghukum Deok Man karena menentang perintah pimpinan. Al Cheon membela Deok Man.

Kim Yu Shin dan Yonghwa hyangdo memohon untuk mengampuni Deok Man, mereka akan bertempur untuk menebus dosa. Kim Yu Shin mengembalikan plakat pada Al Cheon. Semua mendoakan keselamatan pasukan Kim Yu Shin. Di medan pertempuran, Kim Yu shin dan Yonghwa Hyangdo bertemu dengan pasukan Baekje.
Kim Yu Shin berteriak serang..! Pasukan Yonghwa berteriak….serang..!!

sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s