Queen Seon Deok – Episode 25

Deok Man pergi. Yu Shin bertanya apa yang akan ia lakukan jika ia menolak keinginan mendiang kakaknya. Kim Yu Shin berkata Cheon Myeong mengkhawatirkan Deok Man sampai nafas terakhirnya. Deok Man berteriak, inilah alasan mengapa ia tidak dapat mengikuti pesan kakaknya. Karena kekhawatirannya, maka Cheon Myeong menggantikannya mati. (Tirza: Kekhawatiran ..tidak akan menambah sehasta saja jalan hidupmu). Bagaimana aku dapat memenuhi keinginannya dan hidup bahagia. Kebahagian itu berakhir bersama Cheon Myeong. Sudah selesai untukku.

Kim Yu Shin benar2 terluka dengan kata2 Deok Man. Kim Yu Shin berkata insiden ini bukan salah Deok Man. Deok Man berkata, bukan salah Yu Shin juga. Tapi Deok Man sekarang tidak sanggup memandang mata Kim Yu Shin tanpa merasa bersalah, demikian juga Yu Shin tidak akan sanggup menatap mataku.

Deok Man berkata biarpun ini bukan salah mereka, mereka tidak bisa bersama. Kim Yu Shin untuk pertama kalinya patah hati dan menangis bahwa cinta mereka akan seperti ini. (Tirza: it’s so sad watching him cried like that..)

Cheon Myeong mendapat penghormatan terakhir. Masyarakat Silla datang memberi hormat dan berlutut di depan petinya. Seol Won Rang, Kim Seo Hyeon, Alcheon berjaga. Semua penduduk menangisi Cheon Myeong.

Mi Shil dan rombongannya bertemu Ratu Maya di koridor. Ratu Maya sangat lemah sehingga lengannya ditopang oleh dayangnya. Mi Shil menyalami Ratu dan mengekspresikan duka citanya. Ratu mengeluarkan kemarahannya. Ratu murka. Dan mulai mengutuk Mi Shil dengan kekuasaannya. Ratu berteriak pada Mi Shil.

Ratu : Kau perempuan celaka!

Semua kaget. Ha Jong bertanya bagaimana Ratu dapat begitu kasar pada Mi Shil.

Ratu : Perempuan, kau juga akan mati. Semua yang kau miliki akan diambil dari padamu, dan reputasimu akan hancur dan mati mengenaskan dan sendirian, seperti itulah kau akan menemui ajalmu. Mi Shil benar2 shock dengan kutukan Ratu Maya.

Ratu : Kau tidak dapat tidur. Saat kau mencoba untuk makan, kau tidak bisa. Saat kau mencoba untuk hidup, kau tidak dapat. Dan kau akan hidup seperti mayat hidup tanpa roh. Bahkan saat kau mencoba berteriak, kau tidak akan dapat mengeluarkan satu patah kata pun. Begitulah kau akan melihat kematianmu. Kau tidak akan memiliki makam dengan namamu, tidak akan ada kuburan untuk jasadmu dan akan lenyap dari sejarah tanpa jejak, kau perempuan celaka! Tunggu saja bahwa dalam sejarah namamu tidak akan tercatat. Tidak akan ditemukan satu karakterpun dalam buku2.

Ratu jatuh pingsan. Se Jong datang memeriksa Ratu, Mi Shil terlihat benar2 terganggu dengan kutukan Ratu.

Kim Yu shin menemui Deok Man dan berkata ia benar. Bagaimanapun ia tetap berkeras agar Deok Man meninggalkan Silla demi alasan keamanan. Deok Man berkata dia tidak akan meninggalkan Silla dan dia akan tinggal di Silla. Deok Man mungkin akan mati di Silla. Deok man berkata, ia akan menemukan cara agar ia tidak mati di Silla. Kim Yu shin bertanya apa yang akan ia lakukan.

Deok Man : “Silla..Aku akan menguasai Silla.”

Deok man berkata Mi Shil adalah fokusnya. Ia akan mengalahkan Mi Shil dengan cara Mi Shil sendiri. Deok Man terus berpikirkeras dan Yu Shin duduk di dekatnya. Kim Yu Shin tertidur dan saat bangun Deok Man tidak ada.

Deok Man berjalan dan Bi Dam mengikutinya. Bi Dam bertanya apa rencananya. Deok Man berkata ia akan pergi ke Seorabeol. Bi Dam menahan Deok Man. Semua yang mencarimu ada di Seorabeol, mengapa kau justru mau pergi kesana? Deok Man bertanya apa Bi Dam mau ikut dengannya dan melakukan petualangan dengannya. Itu membuat Bi Dam tertarik. Kim Yu shin mencari Deok Man dan teringat dengan keinginan Deok Man untuk menguasai Silla. Dan Bi Dam tertawa dengan rencana Deok Man, dia merasa Deok Man bercanda.

Deok Man berkata, jika Bi Dam tertarik temui aku di tempat minum di pasar Gwonwon, di sebelah timur kota. Bi Dam tahu bahwa Deok Man serius. Jika Bi Dam tidak bersedia, maka persahabatan mereka berakhir sampai disini.

Bi Dam mendengar gosip politik di pasar. Orang2 berkata sejak kematian Putri Cheon Myeong, keluarga Raja benar2 dalam bahaya, karena Raja tidak memiliki penerus takhta. Yang berhak naik takhta adalah Se Jong suami Mi Shil. Jika itu benar, maka Mi Shil memang ada di balik kematian Cheon Myeong. Salah seorang berkata itu omong kosong dan jangan sembarangan, nanti akan celaka. Mereka juga mendengar bahwa Ratu mengutuk Mi shil. Bi Dam bergabung dan berkata itu benar, bahkan dia menyaksikannya sendiri. Moon Noh lewat dan memanggil Bi Dam.

Moon Noh bertanya apa yang terjadi dengan kapal yang diminta Bi Dam padanya. Moon Noh merasa Bi Dam mencoba bohong padanya. Bi Dam berkata kali ini ia benar2 ingin membantu orang2 itu. Moon Noh bertanya apa Bi Dam tulus, Bi Dam mengiyakan. Moon noh berkata, mereka akan pergi, ia minta Bi Dam bersiap.

Moon Noh ingat insiden 20 th yll, saat ia menyelamatkan So Hwa dan bayi Deokman. Moon Noh memberi instruksi pada So Hwa apa yang harus dilakukannya. So Hwa mematuhinya. Moon Noh juga berkata bayi ini akan kembali ke Silla untuk melakukan hal yang besar. Moon Noh berkata Raja Jinpyeong tidak mengerti apa yang telah ia lihat. Bersama Moon Noh ada balita, itu adalah Bi Dam kecil. Bi Dam mengelus kepala Deok Man. Moon Noh tersenyum dan berkata Bi Dam menyukai Deok Man.

Moon Noh bertanya apa yang dipikirkan Bi Dam. Bi Dam ingin membantu orang dengan seragam nangdo itu (Deok Man). Bi Dam berkata ia benar2 ingin membantunya. Moon Noh tahu Bi Dam tulus dan sunguh2. Bi Dam minta ijin Moon Noh dan Moon Noh meluluskannya. Moon Noh berkata, ia akan menulis surat Ahm Yeo. (Ahm Yeo, surat dengan kode rahasia, kaya yang di the davinci code)

Al Cheon melakukan Nangjang dengan beberapa Nangdonya di Daehwajeon. Dae Pung dan Guk San Heun dari Yonghwa juga ikut. Mereka berlutut dan berteriak pada Dewan Kerajaan untuk mengusut kematian Cheon Myeong. Raja yang sedang menemani Ratu mendapat laporan Kim Yong Chu mengenai Al Cheon. Seol Won menghalangi akses yang lain. Se Jong mengadakan pertemuan dengan Raja. Raja, Eul Jae, Kim Yong Chu, ha Jong, Se Jong, dan Mi Shil bertemu untuk membahas permohonan Al Cheon. Mi shil berakting seolah-olah ia tidak bersalah atas kematian Cheon Myeong. Mi shil menyalahkan Eul Jae yang ingin membunuh Deok Man. Mi Shil berkata mereka harus menjawab keinginan Hwarang.

Kapten Hwarang yang lain merasa tindakan Al Cheon tidak ada gunanya. Seok Bum mengungkap bahwa sebenarnya Putri Cheon Myeong itu kembar dan Putri ada di sana untuk menyelamatkan adik kembarnya. Bo Jong berkata bahwa mereka disana mungkin untuk membunuh adik kembar Cheon Myeong dan bertanya apa ia benar. Im Jong diam.

Se Jong menanyakan misi rahasia Cheon Myeong. Kim Yong Chu berusaha menutupinya. Kim Seo Hyeon juga membela Yu Shin. Seol won berkata saat Putri Cheon Myeong meninggal, ia mendapat laporan bahwa Kim Yu Shin, Deok Man dan Al Cheon ada bersama-sama. Se jOng ingin mereka membawa Deok Man hidup2 tapi Eul Jae malah ingin ia mati. Mi Shil bertanya pada Raja apa yang akan Baginda lakukan. Mi Shil berkata ia dapat saja mencari pelakunya tapi Cheon myeong meninggal karena melindungi adik kembarnya. Jika Baginda membiarkan masalah ini, mereka akan melupakan juga. Raja memaksa dirinya untuk menyatakan bahwa Putri Cheon Myeong meninggal karena kecelakaan. Ini akan mengakhiri pertikaian ke-2 kubu. Mi Shil juga tidak punya pilihan selain membiarkan masalah ini berlalu.

Seol won Rang menyampaikan keputusan Raja pada Al Cheon. Tak Seorangpun yang akan mengungkap masalah ini jadi jika Al Cheon meneruskan permohonannya maka akan dianggap sebagai pemberontakan. Al Cheon tidak dapat menerima keputusan bahwa Putri Cheon Myeong meninggal karena kecelakaan.

Mi Shil terlihat terpukul saat Seol Won berkata ini susah tapi mereka harus memotong kekalahan dan membangun lagi dengan kesempatan lain. Mi shil menanyakan Dae Nam Bo. Seol Won berkata dia ke Cina untuk membawa Kim Chun Chu pulang.

Mi Shil mengikat dan mengarahkan pedang pada Mi Saeng. Mi shil memberikan racun pada Mi Saeng dan minta ia meminumnya. Mi Saeng : “Bagaimana kau bisa melakukan ini, aku kan adikmu?” Mi Shil berkata : Aku bahkan menyingkirkan darah dagingku (Bi Dam) sendiri dan apa artinya saudara kandung? Mi Shil akan menyingkirkan orang yang tidak berguna dan tidak patuh kepadanya. Mi Saeng memohon pada kakaknya untuk memberinya kesempatan lain. Mi Saeng berkata Seo Ri yang memintanya melakukan hal ini. Mi Shil tidak mengerti mengapa Mi Saeng percaya pada Seo Ri yang rendah jabatannya. Mi Saeng berkata Seo Ri mendapati bahwa Bintang Pisces akan bertabrakan dengan Gemini. (Tirza; ekspresi Mi Saeng saat akan disuruh minum racun lucu sekali..)

Mi Shil marah dan berkata bagaimana Seo Ri dapat berpikir bahwa Mi Shil akan hancur, Mi Shil berkata itu omong kosong. Apa kau tahu kesempatan apa yang hilang dengan kematian Cheon Myeong?

Mi Saeng dengan intelegensianya berkata pada Mi Shil, tidak ada jalan lain, mereka harus mengusahakan gerhana matahari. Pendeta Wyol Cheon akan melakukan kalkulasi gerhana matahari. Mi saeng berkata Mi Shil harus mengambil kesempatan ini. Mi shil tahu susah memprediksi gerhana matahari. Mi Saeng membujuk Mi shil, ia benar2 memerlukan kepandaiannya dan tanpa Seo Ri atau tanpa Mi Saeng bagaimana Mi Shil dapat menjalankan rencananya. Mi saeng memohon Mi shil mengampuninya hanya satu kali ini saja dan dia tidak akan mengulang kesalahannya lagi, ia berjanji.

Mi shil mengunjungi Seo Ri. Seo Ri berkata Mi Shil berubah dan menjadi arogan serta melawan kehendak langit. Mi Shil berkata Seo Ri-lah yang berkata bahwa ia memiliki kehendak langit. Seo Ri membenarkan, tapi kehendak langit tidak selamanya berada pada seseorang, kemurahan langit dapat diambil dari orang itu. Tidak selamanya seseorang mendapatkan kemurahan Tuhan. Mi shil tidak suka dengan apa yang ia dengar, ia juga teringat perkataan Cheon Myeong padanya. Seo ri dengan tulus berkata agar Mi shil tidak meremehkan apa yang dapat dilakukan langit. Mi Shil mengerti, tapi Mi Shil menawarkan racun pada Seo Ri untuk diinum. Seo Ri menaikkan alisnya mendengar kata2 Mi Shil. (Ombak yang terdahulu akan tergulung oleh ombak yang datang kemudian)

Al Cheon merasa sakit hati dan pergi ke hutan. Dia tidak dapat mencari keadilan untuk Cheon Myeong. Al Cheon berlutut dan menyembah pada langit dan ia berlutut untuk melakukan ritual bunuh diri (Tirza: seperti Samurai yang melakukan seppuku). Al cheon bersiap menusukkan pedang pendeknya ke perutnya saat seseorang datang dan mengejutkan Al Cheon.

Pihak Mi Shil menyalahkan Seol Won karena gagal membawa Deok Man . Ha Jong bertanya apa Seol Won melakukannya dengan sengaja. Mereka berdebat dan Mi Shil datang. Mi Shil berkata agar mereka tidak saling mencurigai. Mi shil percaya bahwa dilihat dari karakter Deok Man, ia pasti akan muncul ke Seorabeol. Deok Man sendiri akan mengungkap keberadaan si kembar, Mi Shil menunggu Deok Man muncul di Seorabeol.

Deok Man datang menghentikan Al Cheon. Al Cheon kaget tapi ia minta Deok Man minggir. Deok Man berkata Al cheon benar2 tidak menghormatinya. Deok Man berkata bahkan Mi Shil tidak mengakuinya, Keluarga Raja juga menyangkal keberadaannya, dia tanya apa Al Cheon mengakuinya. Al Cheon berkata pada Deok Man bahwa akan sangat bahaya jika Deok Man tetap di Silla. Al Cheon ditanya, apa ia mencemaskan Deok Man atau Silla sebagai bangsa. Deok Man berkata ia tidak akan lari. Deok Man bersumpah ia akan melanjutkan hidupnya dan menjadi Putri Silla dan menjadi Puteri yang berkuasa atas Hwa Rang. Deok Man memerintah Al cheon untuk tetap hidup. Al Cheon merasa sangat bersalah telah gagal melindungi Cheon Myeong. Dia merasa malu.

Deok Man minta Al Cheon untuk berdamai dengan rasa bersalahnya, karena dia juga sudah berdamai dengan rasa bersalahnya, jika Al Cheon ingin mati, hiduplah dengan perasaan bersalah itu bahwa kau harus tetap bertahan dan berdamai atau menerima semua kesalahan dan keputusasaan di dalam hatimu. Deok Man sebagai penguasa Hwa Rang memerintahkan Al Cheon untuk berdamai dengan dirinya sendiri.

Al Cheon bersumpah bahwa dia dan resimennya mengakui Deok Man sebagai penguasa Hwa Rang dan akan menghormati dan mematuhi perintahnya. Deok Man mengepalkan tangannya dengan keyakinan dan dia sudah selangkah maju. Ratu masih sakit, Raja memohon isterinya agar siuman dan menemaninya karena ia merasa kesepian. Eul Jae dan Kim Yong Chu datang menghadap. Eul Jae datang untuk menasihati Raja bahwa Raja harus kuat demi kepentingan bangsa. Yang paling penting adalah mereka perlu segera memperkuat Keluarga Raja. Raja tidak begitu peduli dengan perkataan Eul Jae. Eul Jae berkata mereka harus mengangkat Kim Chun Chu sebagai pewaris takhta. Ini untuk membuat kematian Cheon Myeong tidak sia-sia.

Raja memecat Eul Jae dari posisi Menterinya. Raja tidak pernah meragukan kesetiaan Eul Jae pada keluarga Raja bahkan Raja tidak pernah menanyakan misi rahasianya tanpa berkonsultasi dengan Raja. Raja mengikuti semua nasihat Eul Jae, tapi Raja tidak tahan melihat Eul Jae. Eul Jae berusaha menjelaskan, tapi Raja untuk pertama kalinya memperlihatkan kemarahannya, Raja tidak ingin mendengar satupun karena ia dan keluarganya-lah yang harus menderita demi kelangsungan Keluarga Raja. Raja bahkan tidak mampu melindungi anak-anaknya sendiri, isterinya Ratu Maya sakit parah. Raja minta Eul Jae pergi dari hadapannya.

(Eul Jae akan dipecat dari jabatan kementeriannya, kemudian diturunkan semua jabatan dan statusnya, aristokrat menjadi orang biasa)

Kim Yong Chu meminta Raja mengampuni Eul Jae. Eul Jae menghormati Raja dan pergi tanpa membela dirinya. Eul Jae meminta maaf pada mendiang Raja Jinheung karena ia tidak dapat memenuhi permintaan terakhirnya. Eul Jae meminta maaf pada Raja Jipyeong karena tidak dapat melayaninya lagi karena semua kekurangannya dan mengharap agar Raja panjang umur. Raja melihat dari jauh saat Eul jae meninggalkan istana.

Raja jatuh karena semua bebannya. Kemudian ia melihat Al Cheon. Raja mendekati Al Cheon yang berada di pintu masuk balairung utama. Al Cheon memberi salam pada Raja. Saat Raja bertanya, Al Cheon memberikan surat untuk Raja. Al Cheon berkata ia mendapat perintah untuk menyampaikan surat ini pada Baginda. Raja Jinpyeong membaca surat itu. Ternyata dari Deok Man.

Deok Man : Yang Mulia, Putri ke-2 anda, Putri negeri ini, Deok Man…

Raja sangat terkejut menerima surat itu. Al Cheon juga datang untuk menemui Ratu Maya. Dayang pribadi Ratu berkata Ratu sedang sakit tidak mungkin menemui Al Cheon. Al Cheon berkeras untuk bertemu Ratu Maya.

Kim Yu Shin menemui Guk San Heun dan bertanya apa ia melihat Al Cheon. Al Cheon berlari mendatanginya dan Yu Shin bertanya apa Al Cheon bertemu Deok Man. Deok Man sedang memulai sesuatu dan dia harus mencarinya. Sementara itu, Deok Man bertanya apa Bi Dam akan bergabung dengan resimennya. Bi Dam ingin tahu apa rencana Deok Man sebelum dia memutuskan bergabung. Deok Man berkata bahwa Bi Dam benar2 kasar dan Bi Dam harus menghormatinya. Bi Dam bertanya apa dia harus mengikuti aturan protokoler itu. Deok Man berkata ia mungkin kelihatan asing tapi ia tetap Putri Raja dari negri Silla, apa Bi Dam tidak dapat membedakannya. Bi Dam tidak pernah peduli dengan politik negri ini. Bahkan jika Raja sendiri berdiri di depannya, dia tetap tidak tahu bagaimana bereaksi dan tidak peduli apa itu Raja dan negara. Deok Man berkata tidak peduli siapa yang berdiri di depannya Bi Dam tetap tidak takut. Bi Dam berkata ketakutan tidak ada dalam kamusku.

Deok Man berkata Bi Dam percaya diri dan dapat mengeluarkan perasaannya. Bi Dam merasa ia bahkan tidak tahu bagaimana perasaannya dan siapa yang akan tertarik dengan apa yang ia rasakan. Deok Man berkata sampai ia mengatakannya, Bi Dam tidak perlu mengikuti protokoler kepadanya. Mereka dapat berbicara dengan normal seperti biasanya. Bi Dam berkata itu tidak sulit dilakukan. Deok Man bertanya apa ia begitu percaya diri sehingga tidak takut pada apapun. Bi Dam mengiyakan sampai Kim Yu Shin menerobos ke dalam kamar dengan sedikit kesal kemudian menyeret Deok Man keluar.

Kim Yu Shin bertanya apa yang sedang dilakukan Deok Man. Kim Yu Shin berkata tidak peduli dalam hidup atau mati, dia akan bersama Deok Man dan ia ingin tahu apa yang direncanakan Deok Man. Apa ia ingin mencoba membunuh Mi Shil, atau mencoba memperoleh posisinya sebagai Putri Raja atau Deok Man ingin membalas dendam pada Silla yang telah membuangnya. Bahkan, jika memang benar, Seorabeol tetap berbahaya untuk Deok Man. Kim Yu shin ingin mengajaknya pergi saat Deok Man berkata, ia benar2 tidak tahu apa ia harus memasukkan Kim Yu Shin dalam rencananya, dia tidak tahu. Kim Yu Shin berkata tidak peduli akan seperti apa, dia akan selalu bersamanya.

Deok Man berkata bahwa semangatnya akan melemah jika ia bersama Kim Yu Shin. Deok Man berkata mulai sekarang sampai seterusnya, Kim Yu shin tidak akan pernah bisa membelai rambutnya, tidak akan bisa memanggil namanya, tidak akan pernah bisa memeluknya atau tidak akan bisa memegang tangannya. Kim Yu Shin melepaskan genggamannya pada tangan Deok Man dan Deok Man pergi meninggalkan Kim Yu Shin yang putus asa dibelakang. Deok Man berkata pada dirinya sendiri yang terbaik hanya menyimpan Kim Yu Shin dalam hatinya saja. (Tirza: lagunya bagus banget…cocok dengan scene-nya)

Raja mengunjungi Ratu Maya yang sudah mulai sadar tapi masih sakit dan dengan dayangnya akan mengunjungi kuil istana. Raja tidak setuju isterinya pergi karena baru pulih. Ratu berkeras dia harus berdoa di kuil karena ia tidak menghadiri pemakaman Cheon Myeong, paling tidak ia dapat berdoa untuk Cheon Myeong. Raja akhirnya memberi ijin, asal Ratu dapat merasa lebih baik lakukan saja.

Dalam Kuil, Ratu Maya bertanya mengenai Pendeta Agung Seo Ri tapi pelayan Kuil berkata Seo Ri sakit dan tidak dapat menghadap Ratu. Ratu Maya mengerti dan ia sendirian berdoa untuk Cheon Myeong dan minta agar tak seorangpun masuk ke Kuil, dia hanya meminta pelayannya untuk menemaninya. Saat Ratu memasuki Kuil, hanya satu orang dayang yang mengikuti Ratu dari belakang. Ratu berlutut di depan altar. Ratu Maya bertanya mengapa ia kembali. Dayang itu adalah Deok Man. Deok Man mendengar Ratu sakit keras. Ratu Maya memanggil Deok Man sebagai anaknya tersayang. Saat Ratu mendengar berita dari Al Cheon, dia langsung sadar dan sembuh dari sakitnya.

Ratu Maya bertanya apa tujuan Deok Man berada di Seorabeol. Deok Man ingin pergi ke ruang bawah tanah di kuil yang sudah ditemukan Cheon Myeong. Ratu Maya tidak mengerti, mengapa Deok Man ingin kesana, apa yang ia rencanakan. Deok Man berkata ia perlu mencari sesuatu. Ratu takut dia mungkin akan kehilangan Deok Man dengan semua petualangannya ini. Ratu Maya bertanya apa yang ingin dicapai Deok Man.

Seo Ri memegang racun yang harus diminumnya saat ia mendengar keributan, kemudian seorang pelayan istana masuk dan ternyata itu Deok Man! Seo Ri kaget. Deok Man menodongkan pisau ke arah Seo Ri. Seo Ri marah, beraninya Deok Man muncul di sini. Deok Man berkata, Seo Ri adalah pelayan Tuhan tapi dalam Kuil istana ada ruangan rahasia dan menggunakan tipuan untuk menipu orang2 dan berkata bahwa itu adalah kehendak langit. Deok Man berkata mereka telah memanipulasi kehendak langit untuk mempertahankan ketakutan rakyat, maka ia tidak pantas melayani surga. Seo Ri bertanya apa Deok Man akan membunuhnya. Deok Man berkata membunuh orang sepertinya tidak berharga.

Kemudian Seo Ri mendapat penglihatan, ia melihat Deok Man mengenakan Mahkota Kerajaan Silla dan ia terkejut. Deok Man bertanya siapa orang dibelakang ritual Dae Myeong Ryeol tapi Seo Ri masih merasa shock dengan apa yang ia lihat. Seo Ri bergumam tentang apakah Deok Man adalah bintang Gaeyang. Deok Man tidak mengerti apa bintang Gaeyang. Seo ri masih bergumam, benar Deok Man adalah orangnya. Tiba2 ada suara pintu terbuka, Seo Ri berubah hatinya dan minta Deok Man bersembunyi dibelakang layar. Deok Man bersembunyi tepat saat Mi Shil masuk ke dalam ruangan untuk bertanya terakhir kalinya apakah Seo Ri akan mematuhinya dan memberikan kesetiannya untuk Mi Shil. Seo Ri sebaliknya memberi nasihat terakhir pada Mi Shil, jika Mi Shil menangkap Deok Man, ia harus segera membunuhnya.

Mi Shil tidak mengerti maksud Seo Ri. Deok Man menggenggam pisaunya dengan erat. Seo Ri berkata bukan takdir Mi Shil untuk menjadi Ratu negri ini. Mi Shil kesal dengan perkataan Seo Ri. Seo Ri mendesah dia tidak punya hak dan kemurahan Tuhan sudah berakhir atas Mi Shil tapi Seo Ri tidak ingin menyaksikannya saat hari itu datang. Seo ri mengambil racun dan meminumnya dan dengan nafas terakhirnya Seo Ri berteriak ke arah Mi Shil, sebenarnya untuk Deok Man, bahwa orang di belakang ritual Dae Myeong ryeol adalah pendeta Wyol Cheon dari kuil Hwa Deok.

Mi shil heran apa yang dimaksud Seo Ri. Deok Man mendengarnya. Seo Ri meninggal. Mi Saeng masuk dan melihat Seo Ri yang telah meninggal. Mi Saeng berkata tanpa Seo Ri apa yang akan dilakukan Mi Shil. Mi Shil keluar begitu saja, Mi Saeng mengejar kakaknya. Mi shil berkata mereka harus membuat rencana yang melibatkan gerhana matahari.

Mi Shil mengunjungi pendeta Wyol Cheon untuk menentukan tanggal dan hari gerhana matahari dan minta adiknya mengikutinya. Deok Man keluar dari persembunyiannya dan memandang jenazah Seo Ri dan berpikir betapa jahatnya Mi Shil pada anak buahnya. Al Cheon dan Kim Yu Shin berjalan di keramaian saat mereka menyadari telah diikuti. Mereka berhasil mengecoh penguntitnya. Ternyata mereka anak buah Bo Jong, Bo Jong berkata, mereka itu kapten Hwarang jadi kalau ingin mengikuti mereka, kalian harus menggunakan taktik yang lain.

Deok Man mengumpulkan orang2nya. Deok Man berkata mereka harus ke kuil Hwa Deok. Bi Dam dan Kim Yu shin bertanya untuk apa ke sana. Mereka harus mendapatkan seseorang di sana. Sementara itu, di kuil Hwa Deok, sekelompok orang mengepung kuil. Pemimpinnya bernama Wyol Ya dan memberi perintah mereka akan bergerak menuju kuil di malam hari. Orang yang lain adalah Seo Ji pemimpin para pemberontak di Gaya. Mereka juga menginginkan Wyol Cheon.

Wyol Cheon mengobati So Hwa dan Joo Bang dan Go Do terus memohon pada Wyol Cheon untuk dibebaskan. Go Do ingin ke istana karena Putri Cheon Myeong meninggal. Joo Bang berkata tampaknya So Hwa tidak juga membaik. Kim Yu Shin heran saat tahu mereka harus menculik pendeta Wyol Cheon. Deok Man ingin menyingkirkan kemampuan surgawi Mi shil. Kim Yu Shin bertanya apa yang ingin diraih Deok Man dengan semua ini. Deok Man ingat suratnya untuk Raja Jinpyeong.

Deok Man : Yang Mulia, putri ke-2 anda, Putri negri ini, Deok Man…tidak seorangpun di Silla termasuk Raja Jinpyeong menyambut kehadiranku, jadi aku akan berusaha meraih statusku, sebagai anak Raja Jinpyeong, Putri negri ini, keturunan Seonggol di negri ini.

Deok Man mengatakan rencananya pada ibunya. Deok Man ingin memperoleh hak untuk tinggal di Gyerim tanpa alasan, itu akan memungkinkan Deok Man untuk hidup sebagai anak dari Ratu Maya.

Kemudian Bi Dam bertanya apa rencana Deok Man dan ia ingin ikut dengannya.

Deok Man : Aku akan menguasai Silla

Kemudian saat Kim Yu Shin menanyakan tujuannya, Deok Man dengan dingin menjawab,

Deok Man : Takhta..Aku akan menjadi penguasa Silla, dengan cara yang sama yang dipakai Mi shil untuk mengambil dan menguasai negri ini.

Semua terkejut dengan niat Deok Man.

sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s