Dong Yi – Episode 06

Dong yi terus berusaha membebaskan diri dari ikatannya dan mencoba mendobrak pintu dengan bahunya dan berteriak-teriak minta tolong, “Tolong…!! ada orang mati di sini.” Dong Yi mencoba melepaskan ikatannya dengan menggosokkan ke pilar, lalu ia melihat peralatan Chu Jong Su, Dong Yi melemparkan tas Chu dan mencoba mencari benda tajam untuk memotong talinya.

Pelayan lapor bahwa Choi Dong Yi menyelinap sekitar kediaman Jang Ok Jung dan terlihat mencurigakan. Petugas minta terus menyelidiki Dong Yi dan sejauh mana ia terliba dalam insiden ini.

Choi Dong Yi berhasil lepas, lalu mencoba membuka pintu dan jendela tapi gagal. Pelayan dan beberapa orang ingin mencari tahu siapa Dong Yi dan jika sudah tahu akan membunuhnya. Dong Yi mencoba menggunakan kayu untuk mendobrak pintu tapi ia kecapaian. Dong Yi mendengar suara kuda, Dong Yi mohon agar jendelanya dibuka.

Anak buah Oh membuka pintu dan menemukan ternyata Dong yi sudah menghilang dan mereka berteriak lalu mencari Dong yi. Dong Yi lari dan ia menyembunyikan diri diantara rumah2. Dong Yi terus lari. Dong Yi bertemu patroli polisi dan lapor kalau ada orang mati, ia minta polisi untuk cepat. Polisi itu mengikuti Dong yi. Saat polisi memeriksa, mayatnya sudah tidak ada.

Polisi itu tanya ada apa ini, tidak ada apapun disini. Polisi memeriksa dengan obor, Dong Yi juga memeriksa dan merasa ini tidak mungkin. Polisi terus saja bertanya mayat apa. Dong Yi bingung ia yakin benar tadi ada mayat di sini. Dong yi berkata orang itu adalah ahli pahat alat musik Pyeongyeong Chu Jong Su dan ia sudah dibunuh, mereka pasti menyembunyikan mayatnya. Dong yi berkata jika polisi tidak percaya, coba lihat ada noda darah, tapi waktu Dong Yi akan menunjukkannya, ternyata tidak ada darah, sudah dibersihkan. Dong Yi benar2 bingung dan tanya ada apa sebenarnya..

Polisi itu marah, beraninya Dong yi mempermainkan polisi. Dong yi berkata ia tidak main2. Apa asyiknya main2 dengan polisi mengenai mayat? Polisi itu lalu pergi. Dong yi mengejarnya dan mohon untuk menunggus sebentar, ia akan mencari jejaknya, tapi polisi itu terlanjur marah dan berkata Dong yi sudah gila. Dong Yi terus saja menahannya dan polisi itu mengancam akan memukul Dong yi akhirnya Dong yi membiarkan polisi pergi, ia tidak habis pikir mengapa mayatnya bisa hilang?

Seseorang menemui Menteri Jung in Guk dan lapor mengenai Choi Dong Yi. Menteri Jung tanya apa Dong yi itu pihaknya Lady Jang? Bukan, jawab petugas itu karena Dong yi terlihat mengendap-endap di kediaman Lady Jang. Jadi apa gadis itu pihak kita? Jika Choi Dong Yi tidak bisa dipastikan ada di pihak Menteri Jung, bagaimana kau yakin ia tidak di pihak Lady Jang? Menteri Jung memerintah untuk mencari Dong yi ke seluruh istana, jika perlu menjungkir balikkan istana untuk menemukannya, maka lakukan saja.

Menteri Jung lapor pada Ibu Suri dan berkata rencana mereka kacau karena hal tidak terduga ini dan menjadi kompleks dan diluar kendali mereka. Ibu Suri menghela nafas dan menegur Menteri Jung yang tidak kompeten. Apa kau bisa mencari gadis itu? Menteri Jung akan berusaha sebaik-baiknya.

Ibu Suri tidak puas dengan jaminan Menteri Jung yang tidak meyakinkan, ia minta Dayang-nya membuat persiapan, ia akan pergi ke chwi seon Dang atau kediaman Lady Jang. Menteri Jung terkejut, Ibu Suri berkata ia tidak mau hanya karena seorang pelayan maka rencana mereka kacau. Ibu Suri ingin mengetes Lady Jang sejauh mana ia tahu masalah sebenarnya. Ibu Suri menekankan agar Menteri Jung berusaha sekuat tenaga mencari Dong yi. Ibu Suri berangkat.

Di kediaman Lady Jang, Dayang istana Chu berkata pada Lady Jang, di seluruh istana tersebar rumor bahwa Lady Jang yang sudah menyebabkan bencana pada negeri. Bagaimana mereka bisa melakukan itu? Dayang istana Chu berkata yang lebih menjengkelkan lagi adalah mereka percaya rumor ini. Lady Jang berkata Ibu Suri myeongseong tahu benar kecenderungan orang untuk menanggapi hal ini dan membuat mereka bereaksi, Lady Jang berkata ia perlu mempelajarinya dari ibu Suri mengenai intrik di istana. Dayang chu berkata bukan waktunya memuji Ibu Suri. Seorang dayang masuk dan lapor, Ibu Suri datang.

Lady Jang minta dayangnya mempersilahkan Ibu suri masuk. Lady Jang menyambut Ibu Suri di kediamannya. Lady Jang menawarkan teh bunga krisan yang harum pada Ibu Suri dan memerintahkan dayang menyiapkannya. ibu Suri berkata kedatangannya bukan untuk minum teh. Ibu Suri langsung berkata, atmosfir di istana menjadi kacau karena insiden dalam musik istana. Ini semua mengarah pada Lady Jang, tapi tampaknya Lady jang tenang saja.

Lady Jang menjawab, Hamba hanya seorang selir rendahan. Ibu Suri, lalu? Lady Jang meneruskan, bagaimana seorang selir rendahan seperti dirinya bisa menyebabkan bencana seperti itu. Ibu Suri mengulas soal meteor jatuh, soal nada musik yang kacau dan semua orang di istana yakin ini karena Lady Jang masuk ke istana. Ibu Suri berkata biarpun Lady Jang berkeras tidak bersalah, paling tidak sebagai manusia Lady Jang harus menunjukkan rasa bersalah. Tapi Lady Jang berkata ia tidak bersalah jika ia pura2 menunjukkan rasa bersalah maka itu akan sangat memalukan.

Ibu Suri meninggalkan kediaman Jang dengan perasaan kesal. Benar2 keterlaluan, dia pikir dia itu siapa? beraninya begitu kurang ajar. Dayang istana Ibu Suri minta Ibu suri jangan terlalu memikirkan perkataan Lady jang, dan membuat Ibu Suri kesal. Ibu Suri berkata pada dayangnya, ia tahu Lady Jang tidak tahu apa2 dalam masalah ini, tapi jika sebenarnya ia mengerti maka berarti Lady Jang sudah memperhitungkan semua pikiran dan tindakan Ibu Suri. Ibu Suri lalu bertanya siapa sebenarnya pelayan itu? Tapi petugas lapor mereka tidak menemukan apapun.

Lady Jang berkata bahwa adayang mengganggu Ibu Suri, beliau datang malam2 seperti ini, berarti ada yang membuatnya gelisah. Ibu Suri seperti ingin mencari tahu sesuatu, seperti akan mengetesnya. Lady Jang jadi ingin tahu mengapa Ibu Suri jadi gelisah karena kedatangan-nya.

Choi Dong Yi kembali ke istana, ia berkata pada penjaga gerbang bahwa ia adalah pelayan dept. musik dan ia baru saja kembali dari tugas luar. Penjaga mengijinkan Dong yi masuk.

Paginya ada pemberitahuan di pasar dan orang2 berkerumun membicarakannya. Pengawal menyobek pemberitahuan itu. Raja juga mendengar bahwa ada pemberitahuan mengenai perubahan dalam musik yang mengindikasikan bencana akan menimpa negri. Lady Jang Ok Jung sudah membuat langit marah sehingga menurunkan meteor dan bahkan musik istana juga berubah. Ini adalah kejadian yang terjadi sebelum Dinansti Yuan (Cina) runtuh, jadi negri ini akan mengalami hal yang sama. Raja menerima Oh yun dan petugas Uigyeongbu. Raja mengangkat tangannya, sudah cukup! Sekarang apa kalian menemukan sesuatu? Oh Yu minta maaf, Raja tanya stafnya apa mereka menemukan sesuatu, mereka juga minta maaf. Mereka pantas mati.

Raja kesal, “Jika kalian duduk di depanku lagi dan memberikan jawaban “tidak ada” atau “tidak tahu” lagi, maka lebih baik kalian langsung mengundurkan diri, apa kalian mengerti?” Apa kalian pikir aku tidak mengerti arti kata2 kalian biarpun hanya sekali mendengar? Semua staf dan Oh Yun minta maaf. Sukjong : “Aku tidak ingin mendengar betapa menyesal kalian, ini benar2 permainan, beraninya membuat kekacauan diantara masyarakat dengan membuat musik berubah nadanya dan berkata bahwa itu tanda negri akan runtuh, jadi pergi dan seret pengacau itu di depanku.”

Raja, “Aku ingin laporan tiap jam, mau siang atau malam, kalian harus lapor padaku. Apa kalian mengerti?” Semua membungkuk menyatakan mengerti. Raja Sukjong : “Jadi tunggu apa lagi? Cepat pergi sana!” Semua pergi.

Raja kemudian tanya pada Kepala Staf istana bagaimana pengaruh rumor ini di masyarakat? Kepala Staf berkata rumo berkembang pesat, Raja berkata ia tidak percaya, “Aku harus keluar dan melihatnya sendiri. Buat persiapan!” Kepala Kasim mengiyakan.

Penjual beras berkata akan ada kerusuhan dan minta orang2 siap2 menimbun makanan. Semua ribut dan antri. Oh yun dan stafnya mengamati dengan gelisah. Jika seperti ini terus, maka ibukota akan rusuh.

Oh yun lapor pada pamannya, dalam sehari ibukota rusuh dan ini akan merugikan Lady Jang Ok Jung. Oh Tae seok kaget. Mereka harus menemukan biang keladinya. Oh Tae seok berkata mereka perlu banyak uang untuk melepaskan Lady Jang dari bencana ini, tidak peduli seberapa banyak mereka harus mengeluarkannya.

Oh Tae seok yakin, Ibu Suri ada di balik semua kekacauan ini.

Dept musik memeriksa semua instrumen mereka untuk mencari apa ada yang aneh. Choi Dong yi menyelinap di sekitar dept musik dan pura2 menyapu. Seseorang menepuk bahunya, Dong Yi kaget sekali dan hampir berteriak, ternyata temannya si musisi Daegeum, Yeong Dal. Yeong Dal tanya, apa ada masalah? Dong yi berkata Yeong Dal mengagetkannya, kau ini bukan hantu kan, bagaimana langkahmu bisa tidak terdengar? Yeong Dal bingung, tanpa suara apa, aku sudah memanggilmu berkali-kali. Oya? Dong Yi tidak mendengarnya. Yeong Dal, “mungkin kau kehilangan jiwamu.” Yeong Dal berkata ini pertama kalinya dalam hidupnya ia melihat orang menyapu pagar kayu.

Young Dal tanya apa ada sesuatu terjadi? Dong Yi tidak tahan lagi, akhirnya ia bercerita semua pada Yeong dal, bahwa ia diculik dan melihat perajin Pyeongyeong itu mati dibunuh tapi mayatnya menghilang. Yeong Dal kaget dan berusaha menutup mulut Dong Yi, tapi Dong yi berkata ia melihat dengan matanya sendiri. Dong yi berkata ia tidak tahu siapa yang melakukannya tapi ia yakin seseorang dari istana adalah pelakunya. Yeong Dal berkata jika yang kau katakan benar maka kau dalam bahaya, bukankh kau berkata kau diculik? Apa mungkin mereka akan mencarimu lagi, kau sebaiknya lari saja keluar istana.

Dong yi tidak mau, ia susah payah masuk istana, ia tidak mau lari lagi. Yeong Dal heran, apa artinya “tidak mau lari lagi”? Dong Yi berkata, jika tiba2 ia lenyap tanpa jejak, maka kecurigaan akan mengarah padanya. Yeong Dal mendengar semua penjelasan Dong Yi dan ia pikir benar juga. Kadang kau pintar ya kata Yeong Dal. Choi Dong Yi tertawa, iya kadang2 aku bisa pintar juga.

Yeong Dal menyinggung keanehan di dept. musik dan apa negri ini sedang tidak beruntung. Dong yi berpikir dan berkata itu tidak benar sama sekali. Yeong Dal kaget, ini bukan kutukan langit? Iya kata Dong yi, ini buatan orang.

Choi Dong yi dan Yeong Dal menyelinap ke ruangan musik tempat Pyeongyeong disimpan. Yeong Dal berkata mereka tidak seharusnya ada disini, ia gemetaran. Dong yi berkata apa kau tidak merasa semua ini aneh? Ia sangat ingin tahu. Penyebabnya karena Pyeongyeong, sehingga semua nada musik berubah. Apa benar? tanya Yeong Dal. Dong Yi berkata bahwa yeong Dal harus tahu bahwa Pyeongyeong digunakan sebagai standar nada instrumen musik yang lain. Maka jika nada Pyeongyeong kacau maka instrument lain akan terpengaruh. Pyeongyeong adalah jiwa dari musik di dept. musik istana. Yeong Dal setuju dengan penjelasan Dong Yi. (hehe..yeongdal ini pemusik tp pintaran Dong yi yg pelayan ..)

Dong yi menyimpulkan seseorang pasti melakukan sesuatu dengan lonceng batu, untuk melemparkan kesalahan pada Lady Jang, itulah mengapa mereka membunuh perajin Pyeongyeong. Hwang Ju Shik masuk dan Dong yi kaget sekali. Hwang Ju Shin, “Apa kau ini sedang menulis cerita misteri? dengan semua kesimpulan itu?” Hwang marah, siapa yang menyuruh kalian masuk ke sini? Keduanya diseret keluar oleh Hwang ju shik.

Hwang Ju Shik memarahi Dong yi, kau ini benar2 membuat masalah. Dong yi berkata ia tidak membuat masalah, tapi Hwang tetap marah dan berkata ia sudah mendengar semua yang dikatakan Dong yi. Dong yi meyakinkan Yeong dal bahwa semuanya benar, pembunuhan dan alat musik Pyeongyeong itu.

Dong yi berkata mereka harus lapor pada Uigyeongbu dan jika Pyeongyeong diutak atik, maka mereka harus segera lapor. Tapi Hwang menegurnya dan berkata apa kaukira polisi tidak melihat bukti2nya, Hwang berkata instrumen yang dicek pertama kali adalah Pyeongyeong. Hwang juga berkata saat ini ia benar2 bodoh karena percaya kata2 choi Dong Yi. Kau berkata kau melihat mayat kemudian kau berkata kalau mayatnya lenyap.

Dong Yi berkata itu benar apa kita bisa lapor pada Uigyeongju untuk menyelidiki masalah itu kembali. Dong yi berkata ia sudah melihat dan menyaksikannya sendiri. Hwang Ju Shik mengetok kepala Dong yi dan berkata, gunakan akal sehatmu! Siapa yang akan mendengarkan pelayan rendah seperti dirimu. Hwang berkata di dept. musik semua memuji Dong yi pintar dan cakap tapi jangan mengira dept. lain akan berpikir sama. Kau ini hanya pelayan. Hwang ju shik melihat ke arah Yeong Dal, jangan mengikuti Dong yi terus dan melakukan hal2 tidak berguna, konsentrasi saja dengan usahamu memainkan Daegeum dengan baik, Ju Shik berkata ia hanya mendengar suara yang jelek dari daegeum Yeong Dal. Yeong Dal minta maaf.

Yeong Dal tanya apa Dong yi baik2 saja. Dong yi pergi dan mengingat kata2 Ju Shik, apa orang yang berpangkat tinggi akan mendengar kata2 dari pelayan rendah istana. Dong yi ingat saat terakhir bertemu Seo Yong gil, Seo Yong Gil berkata ini kali terakhir ia membiarkan putri kriminal dan lain kali ia tidak akan melepaskan Dong yi. Dong Yi berkata iya itu benar, bahkan seo yong gil tidak percaya apa kataku.

Seo Yong gil mendapat laporan bahwa Raja Sukjong datang ke kantor polisi. Kapten Jang barkata Raja ingin menyelidiki situasi di ibukota, Raja ingin melihat sendiri di kantor polisi. Hwang Jung Gun merasa gugup ia tidak percaya akan bisa melihat Raja dari dekat, ia gemetaran. Seo Yong Gil tanya mengapa harus gemetaran, kau tidak perlu bertemu Raja. Seo Yong Gil pergi. Kapten Jang berkata pangkat Hwang Jung Gun hanya sersan, apa kau kira bisa mendekati Raja? Hwang Jung Gun tanya, jadi aku tidk bisa ikut pertemuan? Kapten Jang berkata, jangankan kau, aku juga tidak bisa ikut pertemuan.

Raja Sukjong tiba di kantor polisi dan mendapat laporan. Raja berkata masalah terpenting adalah menenangkan masyarakat. Raja berharap mereka melakukan yang terbaik. Raja, “Semalam, aku memerintahkan untuk mencari pengacau itu, apa hasilnya?” Semuanya terdiam. Sukjong, “Jawabannya bisa kulihat di wajah kalian. Kalian tidak menemukan apapun. Uigyeongbu, Sekretariat negara, dan bahkan polisi, benar2 tidak kompeten.”

Kepala polisi berkata bahwa Uigyeongbu dan sekretariat negara melacak jejak yang salah. Sukjong tanya dimana salahnya. Kepala Polisi berkata mereka menyelidiki dept musik dan stafnya, Kepala polisi berkata bahwa metode penyelidikannya salah. Kepala Polisi berkata daripada menyelidiki sesuatu yang diasumsikan ada disana, mereka seharusnya mencari sesuatu yang hilang atau tersembunyi. Raja merasa alasan Kepala Polisi itu masuk akal dan tanya apa yang hilang dan tersembunyi? Kepala Polisi terkejut karena Raja tanya apa yang seharusnya mereka cari.

Kepala Polisi minta maaf dan Raja sadar itu bukan ide asli Kepala Polisi. Raja tanya ide siapa ini. Raja, “Ini perintah Kerajaan untuk bicara.” Seo yong Gil berkata, “Itu ide hamba.” Sukjong, “Siapa nama dan pangkatmu?” Komisaris Polisi Seo Yong gil. Raja tanya apa yang membuat Seo yong gil sampai pada kesimpulan demikian?

Seo yong gil berkata, setelah insiden musik, Uigyeongbu dan Sekretariat negara memeriksa dept. musik. Menurutnya, jika seseorang sudah merencanakan ini, mereka akan menghilangkan jejak dengan rapi. Jadi mereka harus fokus bukan pada dept. musik tapi pada sesuatu yang hilang dari dept. musik. Raja sukjong jadi ingin tahu apa yang hilang.

Seo Yong Gil bertemu dengan Raja. Seo Yong gil menyerahkan buku patroli di distrik Okryu-dong. Seo yong gil berkata seseorang lapor bahwa ada yang lapor melihat mayat perajin alat musik dari chu Jong Su di dekat gunung SamHak. Raja kaget bahwa ini ada hubungannya dengan perajin pyeongyeong, tapi saat patroli memeriksanya, mayatnya sudah tidak ada. Raja tanya bagaimana Seo Yong Gil tahu masalah ini, Seo yong gil berkata ia membaca laporan patroli setiap hari.

Raja kaget, kau membaca semuanya? pasti banyak sekali. Seo yong Gil berkata ini mungkin saja laporan main2 tapi jika benar, maka perajin pyeongyeong itu mungkin ada hubungannya dengan perubahan nada. Raja Sukjong berkata, jika memang ada hubungan, maka ini bisa dianggap sebagai petunjuk pertama. Seo Yong gil membenarkan.

Raja memerintahkan agar laporan itu diperiksa lbih lanjut. Raja berkata jika itu benar maka mayatnya akan ada di suatu tempat di daerah gunung Samhak. Seo yong gil mengerti. Raja berkata, “Namamu seo yong gil..berarti kau putra Seo Jeong Ho.” Benar, Yang Mulia, kata Seo yong gil. Raja terlihat senang.

Polisi menyisir Samhaksan. Seo yong gil tanya pada Kapten Jang dan Hwang jung Gun, siapa yang sudah lapor menemukan mayat? Seorang gadis yang masih sangat muda dan mereka pikir ia main2, itulah mengapa mereka tidak menggubrisnya. Seo yong Gil kaget, “Seorang gadis yang menemukan mayatnya?”

Hwang ju Shik mencari Dong yi, Yeong dal berkata ia menyuruh Dong yi keluar untuk mengambilkan buku musiknya yang ketinggalan di rumah. Hwang Ju Shik, “Kau yakin? bukan keluar dan menyelidiki mayat atau alat musik kan?” Yeong Dal berkata, Hwang ju shik sudah menjelaskan semua pada Dong yi kemarin, ia pasti sudah mengerti. Hwang ju Shik berkata Dong yi itu keras kepala sekali, tapi Dong yi selalu membuatnya cemas dan jika ia tidak melihat Dong yi, ia akan mencemaskannya. Benar2 menyusahkan, kata Hwang dan ia pergi.

Yeong Dal menghela nafas, Dong yi memang pergi menyelidiki alat musik, Dong yi mohon agar Yeong Dal membantunya, ia ingin pergi ke rumah pria perajin alat musik itu. Dong yi berkata jika pria itu mati dan ternyata semua kekacauan dikarenakan pria ini, maka Lady Jang sudah dijadikan kambing hitam.

Yeong Dal tanya apa benar penting bagi Dong yi, Lady Jang disalahkan atau tidak. Iya penting bagiku, kata Dong yi. yeong Dal kaget apalagi saat Dong Yi berkata Jang mungkin adalah wanita yang sudah dicarinya selama 6 th ini. Yeong Dal berkata jadi Lady Jang dulu menolongmu sehingga kau ingin bertemu dan tanya apa benar ia adalah wanita 6 th lalu? Dong yi membenarkan.

Dong yi pergi ke desa dan tanya rumah perajin pyeongyeong. Dong Yi mendapatkan alamatnya dan ia bergegas ke rumah pria itu tapi Dong yi melihat orang2 yang dulu menculiknya keluar dari rumah perajin pyeonggyeong. Pelayan tanya apa mereka sudah mendapatkan yang diperlukan? Mereka mengiyakan dan pergi. Dong yi mengenali mereka dan mengikutinya.

Pelayan itu masuk ke rumah dan memberikan bungkusan pada seorang budak. Budak itu membawanya masuk ke rumah. Pelayan itu berkata polisi sekarang menyelidiki insiden semalam, jadi kalian kembali ke lokasi itu dan bersihkan semuanya. Setelah mereka pergi, Dong yi masuk ke rumah perajin itu dan mencari bukti. Dong yi melihat tas pria itu..itu dia..cukup sudah, memang benr mayat itu adalah pria itu, Dong yi berusaha mengambil benda tajam dari tas itu ketika dikurung kemarin malam.

Raja berkuda lalu berhenti dan ia memikirkan sesuatu dan Kepala Pengawal (hihi..kalo ada kata2 Chief Security aku ingat Al cheon ..) tanya ada apa? Raja berkata ia mau pergi ke suatu tempat dan berbalik. Kepala pengawal berkata ini sudah larut dan mereka harus segera kembali ke istana. Sukjong berkata meskipun ia kembali ke istana, ia tidak akan bisa tidur, Kepala pengawal terus membujuk Raja tapi Raja berkata tempat itu juga sejalan dengan rute ke istana jadi tidak akan lama dan kau jangan berkata apapun lagi.

Dong yi mengendap-endap ke tempat dimana ia diculik semalam. Ia ingin mencari bukti dan berkata pasti dilemparkan di sekitar sini dan Dong yi terus saja mencari, tiba2 ia mendengar suara.

Sukjong ada di luar dan tanya apa ini tempatnya, kepala pengawal membenarkan. Choi Dong yi panik, ia tidak bisa sembunyi. Sukjong tanya apa disini mayat itu dilaporkan? Benar Yang Mulia. Sukjong berkata ia akan disini dulu dan minta pengawalnya memeriksa di luar. Mereka mengerti dan menyalakan obor. Sukjong memeriksa sekitar dan Dong yi menyembunyikan dirinya. Sukjong menemukan sesuatu di lantai dan mengambilnya, Sukjong mengenalinya, …garam karang.

Penculik Dong yi melemparkan senjata rahasia untuk melumpuhkan pengawal Sukjong. Sukjong dan choi Dong yi mendengar keributan diluar dan Sukjong bertanya apa yang terjadi di luar. Sukjong melihat pintu. Penculik Dongyi tanya siapa kalian? Sukjong memadamkan obor dan menemukan tempat untuk sembunyi..di samping Dong Yi!..hello…Sukjong kaget melihat Dong yi. Dong yi meminta Sukjong diam dan tanya apa yang dicari Sukjong dan langsung merunduk, dan sembunyi. Sukjong kaget. Pintu terbuka dan Sukjong ingin mengintip, tapi Dong yi menyuruhnya merunduk.

Pria2 itu masuk dan melihat obor yang padam. Teman2nya masuk dan berkata ada yang datang dan minta orang itu pergi.

Choi Dong Yi menghela nafas lega. Choi Dong Yi, “Siapa kau ini, Yang Mulia?”

Sukjong ; “Apa?”
choi Dong Yi : “Apa alasanmu kau ada di sini malam2 dan mondar-mandir di tempat ini?”
Sukjong ; “Lalu bagaimana dengan kau…siapa kau?”

Choi Dong yi melihat sukjong dari atas ke bawah. Sukjong tersinggung (Raja gitu lo..). Pengawal istana kembali dan berkata, “Siapa kalian?” Lalu mereka bertempur. Pengawal mencemaskan Baginda. Dong yi mengintip di pintu dan melihat mereka berkelahi. Pengawal istana kalah jumlah. Kepala pengawal berkata mereka harus mengutamakan keselamatan Baginda. Dong yi merasa ini kesempatan bagus.

Dong Yi : “Tuan ayo kita lari.” Sukjong : “Apa maksudmu?” Dong yi tanya apa Sukjong ingin menunggu kematian dan ia teriak ayo ikut aku. Sukjong menolak, tapi Dong yi menyeret Sukjong pergi. Sukjong tidak bisa apa2 kecuali ikut lari dengan Dong yi. sementara pengawalnya berkelahi.

Dong yi lari lebih cepat dari Sukjong, “Tuan, ayo lari lebih cepat!”
Sukjong, “Tunggu..tunggu.” Sukjong kelelahan, Dong yi mendatangi Sukjong dan mencoba untuk menriknya, “Jika terus seperti ini, kita akan tertangkap.”
Sukjong sembari mengatur nafas, “Kita lari pelan sedikit. Aku tidak pernah lari.”

Dong yi kaget, “Apa? Kau tidak pernah lari?” Sukjong mengangguk. Dong Yi, “Biarpun kau bangsawan tapi masa kau tidak pernah lari..” Sukjong, “Kita sudah lari cukup jauh.”
Dong Yi tidak percaya, “Bagaimana ini bisa disebut jauh? Mereka akan segera menyusul kita.”

Sukjong heran apa sebenarnya yang terjadi, “Apa ini percobaan pembunuhan, pemberontakan.”
Dong yi, “Apa? percobaan pembunuhan?” Dong yi berjongkok, percobaan pembunuhan? Memangnya kau Yang Mulia?

Sukjong stress, “Siapa kau ini?” Dong yi lebih memikirkan pengejar mereka dan tidak menjawab pertanyaan Sukjong. Sukjong berkata kau tidak mendengar pertanyaanku, Siapa kau mengapa kau ada di tempat itu ?
Dong yi minta maaf, “Tapi siapa kau dan apa yang kau lakukan di situ?” lalu Dong yi melihat Sukjong menggenggap garam karang (garam batu/ kaya gula batu, yg warnanya masih hijau,) Dong yi langsung meraih garam karang itu dari tangan Sukjong, kau yang menemukan ini? Dimana, apa di pondok? Kau tahu aku mencari ini.

Sukjong heran mengapa Dongyi mencarinya? Dong yi mengambil garam karang miliknya yang ia temukan di rumah pria yang mati itu. Sukjong melihat keduanya sama.
Dongyi, “Apa kau tahu apa itu?”
Sukjong, “Itu Am Yeom sejenis garam karang.” Dong yi, “Garam karang ?” Sukjong membenarkan, tampak seperti batu tapi sebenarnya dasarnya adalah garam dan akan larut dalam air. Ini harganya mahal. Dan hanya diimpor dari Cina.

Dong Yi tidak tahu itu tapi benda ini ditemukan disamping mayat pria itu, dan lebih lagi pria itu berusaha menutupinya, jadi pasti penting bagi mereka.

Dongyi berkata mereka harus segera pergi dari sini. dan menarik Sukjong. (aku benar2 enjoy lihat ep 6 ini hehe..). Suk jong sadar Dong yi berbicara mengenai mayat perajin itu. Dong yi membenarkan, Sukjong tanya apa kau yang menemukan mayatnya? Dong yi heran bagaimana Tuan tahu? Dong yi tanya, “siapa kau..ah apa kau petugas dari dept pertahanan?”

Sukjong ikut saja, dan berkata ia adalah petugas administrasi sipil HanSeong dari Dpt. Pertahanan. Dong yi terkejut, berarti pangkatnya tinggi (apalagi kalo tahu yg sebenarnya wkkk..) Sukjong, “Aku menerima laporan mengenai penemuan mayat, jadi aku ke sini menyelidiki, katakan apa yang terjadi semalam. Dimana kau menemukan garam karang itu.”

Dong yi, “Apa kau akan mempercayainya jika aku bercerita?” Sukjong kaget. Dongyi, “Aku hanya pelayan istana rendahan yang bekerja di dept. musik, apa Tuan masih akan mempercayai apa yang akan kukatakan?” Sukjong melihat Dongyi lalu mengangguk.

Menteri Jung mendapat laporan bahwa gudang di gunung Samhak sudah disusupi polisi. Menteri Jung tanya apa mayatnya abenar2 sudah disembunyikan dengan baik? Petugas itu meyakinkan menteri Jung,

Dayang istana Ibu Suri menghadap Ibu Suri dan Ratu. ibu Suri tanya apa yang ditemukan? Dayang istana berkata polisi memeriksa gunung Samhak. Tapi tidak menemukan jejak apapun. Ibu Suri senang. Ratu berkata akan lebih baik jika menemukan beberapa petunjuk secepatnya. Ibu Suri berkata ini benar2 kutukan langit, bagaimana bisa ditemukan bukti? Ibu Suri berkata Lady Jang harus diusir dari istana sekali lagi. Ini adalah kehendak langit.

Lady Jang menerima Oh Tae Seok dan Oh yun di kediamannya. Oh yun berkata jika mereka tidak bisa menemukan bukti maka kesempatan Lady Jang untuk berada di istana akan hilang. Lady Jang menyadari itu. Dia tidak pernah menyangka masalahnya bisa separah ini. Oh Yun berkata Lady Jang terlihat tenang, benarkah? tanya Jang, ia merasa lega.

Choi Dong yi membawa Sukjong ke rumah dimana ia menemukan garam karang. Choi Dong yi menarik Sukjong untuk merunduk (hal paling susah utk Raja haha..) dan berkata, “Itu adalah rumah dimana aku melihat pria masuk dengan membawa garam karang.” Sudah hampir jam 7 malam, mereka akan bertemu disini sebelum meninggalkan ibukota. Sukjong mengangguk. Choi Dong yi berkata ia akan terus mengamati rumah itu sementara Sukjong pergi dan memanggil prajurit ke sini.

Sukjong : “Kau akan berjaga sendirian?” Benar. Aku akan melakukan apapun untuk menahan mereka agar tidak pergi, jadi kau harus cepat.

Sukjong : “Kau ini anak perempuan.” Dong yi, “Ini memalukan, tapi ketika kecil aku punya panggilan Pungsan.”

Sukjong kaget, dong yi berkata anjing Pungsan cukup menggigit sekali dan tidak akan dilepaskan. Dong yi tertawa karena sukjong terlihat geli dengan namanya. Dong Yi, “cepat pergi dan cari bantuan, atau mereka akan melarikan diri.” Sukjong mengerti dan pergi (Raja utk pertama kalinya diperintah ama pelayan hahaha..great ..Ji jin hee and Han hyo jo, I never thought that their chemistry is so great and funny…so enjoyable..)

Tapi Sukjong berhenti, ia mencemaskan Dong yi. Dong Yi mengendap-endap dan mencoba mengintip lewat tembok hanya saja terlalu tinggi baginya dan ia tidak mendapat pijakan.

Tiba2 Sukjong menariknya dan berkata ada orang datang. Donyi kaget melihat Sukjong. Sukjong, “Kau bilang aku bisa mempercayaimu dan pergi untuk cari bantuan tapi lihat apa yang kau lakukan!”

Dong Yi, “Mengapa Tuan kembali? mana pasukannya?” Sukjong berkata tidak perlu cemas, ia sudah kirim pesan lewat pejalan kaki. Dong yi ternganga? apa menitip pesan pada pejalan kaki? Bgm bisa ?

Sementara itu seo Young gil mendapat laporan dari petugas ada yang mencarinya. Siapa? Seorang pejalan kaki. Seo Yong gil menemui orang itu dan tanya ada apa, orang itu menyerahkan kantung pada Seo yong gil. Seo yong Gil membukanya dan kaget, itu adalah Bal Byeong gu, lencana tertinggi untuk mengerahkan pasukan militer dan tanya bagaimana pria itu bisa mendapatkannya ? Pria itu berkata seorang bangsawan yang memberikan padanya dan minta ia menyerahkan ke polisi dan minta Seo yong gil mengembalikan ini pada bangsawan itu. Seo Yong gil minta pria itu berkata sekali lagi apa yang dikatakan Yang Mulia padamu?

Sukjong dan Dong yi masih mengendap-endap disekitar pagar rumah dan mereka mencari dinding pagar yang paling rendah. Dong yi melihat ke arah Sukjong, Sukjong melihat balik, what?

Dong Yi, “Ayo cepat panjat!” Sukjong : “Apa? kau mau aku memanjat tembok?”
Dong yi, “Siapa lagi? Disini hanya ada Tuan.”
Sukjong, “Aku tidak pernah memanjat tembok sebelumnya.”

Dong yi shock, “Apa? bukankah banyak anak bangsawan yang suka memanjat tembok agar tidak belajar? Lalu selama ini apa saja yang kau kerjakan?” (well, let’s say …been bussy to be a King, maybe..haha)
Sukjong, “Pagar tembok di rumahku terlalu tinggi untuk dipanjat.”
Dong yi berkata pasti kau mengalami masa kecil yang berat. Dong Yi, “Kalau begitu, aku yang memanjat.”
Dong yi, “Kalau begitu membungkuklah sebentar.”
Sukjong, “Apa? Kau menyruhku membungkuk? Beraninya kau”

Dong Yi, “Tuan hanya ada 2 pilihan, Anda memanjat atau membungkuk, Anda harus memilih.” Sukjong mencoba mengatakan pada Dong Yi bahwa dia adalah… tapi Dong yi mencemaskan bukti2 akan dihancurkan jika mereka terus saja cekcok seperti ini.

Pengacaunya sudah di depan mata, dan Anda tuan dari dept. kemiliteran, bagaimana Anda bisa melarikan diri dari panggilan tugasmu? Hanya demi harga dirimu. Sukjong benar2 putus asa dan ia melihat sekeliling untuk mencari bantuan. Dong yi minta Sukjong cepat2.

Sukjong…membungkuk…dan..Choi Dong yi naik ke punggungnya dan Sukjong menahan berat Dong yi dengan punggungnya (aku ngga bisa membayangkan nanti kalo Dong yi tahu bahwa sukjong itu Raja hehe). Dong yi minta Sukjong meninggikan punggungnya agar ia bisa memanjat tembok. Sukjong berusaha mendorong Dong Yi ke atas dan Dong yi berhasil melompati tembok.

Sukjong menuju pintu dan Dongyi membuka gerbang dari dalam. Dong yi melihat bahwa garam karangnya masih ada.

Choi Dong yi, “Itu garamnya, mereka belum menghancurkannya.”
Sukjong, “Benar.”
Dong yi, “Aku akan pergi dan mengumpulkan-nya.”
Sukjong, “Tidak..! biar aku yang melakukannya..aku akan mengumpulkannya.”
Dong yi, “Tunggu, lebih baik aku saja.”
Sukjong, “Bukankah aku sudah bilang aku akan melakukannya…kau itu wanita dan aku ini pria, dan lagi jika sudah menyangkut masalah ini, lebih baik pria yang melakukannya.”

Sukjong pergi dan mengumpulkan garam karang itu dan Sukjong membuat beberapagaram karang jatuh dan terdengar oleh pria2 di dalam. Mereka melihat sukjong dan tanya siapa dia? Apa yang dilakukan disini?
Sukjong : Minggir!
Penculik : Apa?

Sukjong berkata apa kalian tidak tahu siapa dia? Mereka pikir Sukjong gila dan langsung menghunus pedang, tapi Sukjong hanya berbalik dan pergi, Orang2 itu marah, “Tutup mulutmu!” Sukjong tersandung dan jatuh ke tanah (astaga…) Orang2 itu akan menyerang Sukjong, Dong yi melemparkan batu ke arah orang2 itu, mereka kaget dan Dong yi berteriak pada Sukjong, ayo lari! cepat!

Sukjong lari tapi ia ketinggalan. Sukjong, “Tunggu!!” Sukjong mengeluarkan garam karang itu, tunggu!
Mereka dikejar dan akhirnya tersudut. Sukjong memberikan garam karang itu pada Dong yi, “Bawa garam karang itu dan pergi ke kantor polisi.”
Dong yi, “Lalu bagaimana dengan Anda, Tuan?”
Sukjong, “Aku akan pergi dan mengalihkan perhatian mereka sebagai umpan.” Dong yi, “Apa?”
Sukjong, “Makanya kau harus sembunyi dan jika sudah aman kau lari, mengerti?”
Dong Yi, “Tidak bisa begini..aku akan pergi bersamamu.”
Sukjong, “Apa???”
Dong yi, “Kita disini bersama, bagaimana kau bisa memintaku lari sendiri dan membiarkanmu?”
Sukjong, “Bagaimana gadis kecil seperti kau bisa begitu keras kepala?”
Dong yi berkeras dan Sukjong memegang pedang. Dong yi berkata, apa ini adalah kali pertama kau memegang pedang? Sukjong berkata ia memegang pedamg tapi belum pernah bertempur. Dong yi ternganga, apa? kau petugas di dept. militer tapi tidak tahu cara bertempur?

Pemimpin penculik, “Siapa kalian? dan apa yang telah kalian lakukan? Mengapa kalian mencuri garam karang kami?” Tahan mereka.
Sukjong berkata pada Dong yi, saat aku mengayunkan pedang kau punya kesempatan lari. Dong yi, “Tuan..” Sukjong, “Ini perintah Kerajaan.” Dong Yi, Apa?
Sukjong, “Kalian pengacau!! Apa kalian mengerti apa yang kalian lakukan?”
Sukjong, “Aku adalah..Raja negeri ini!”
Dong Yi shock!

sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s