Dong Yi – Episode 25

Jang Hee Jae melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, dan ia lihat ke sekeliling dan tanya apa kita sudah sampai tujuan? Anak buah Jang Hee Jae menanyakan kantor administrasi propinsi. Gubernur keluar untuk menyambut Jang Hee Jae dan Jang Hee Jae mengikuti Gubernur itu.

Dong Yi lari kembali ke Toko Pyeon Sang Chon dan mengatur nafasnya. Ia kaget sekali mengapa Jang Hee Jae bisa ada di Uiju dan ia ingat bagaimana Gubernur dengan senang menyambut Jang Hee Jae. Dong Yi berkata pada dirinya sendiri, Jang Hee Jae tidak melihatnya, tapi ia datang ke Uiju pasti untuk tujuan tertentu.

Pedagang Byeon memergoki Dong Yi dan tanya apa yang dilakukan Dong Yi. Dong Yi kaget dan ia tidak bisa langsung menjawab. Byeon melihat buntalan Dong Yi dan berkata apa kau mau melarikan diri ke Doseong? Dong Yi meyakinkan Byeon, ia tidak melarikan diri. Byeon masih curiga, lalu itu bungkusan apa, aku ingin melihat isinya.

Tiba-tiba Shim Yun Taek muncul, Itu adalah baju dalamku! Dong Yi kaget karena Shim Yun Taek tiba2 muncul. Shim Yun Taek berkata ia kehabisan baju dalam dan ia tidak mengenakan apapun di dalamnya haha orang ini…

Dong Yi melihat bungkusannya dan Shim Yun Taek berkata, bagaimanapun ia seorang Yangban, dia tidak bisa terlihat, makanya dia minta tolong Dong Yi pergi ke desa terdekat untuk menjahitkan beberapa baju dalam untuknya. Byeon kaget, Dong Yi menjadi malu. Shim Yun Taek tanya mengapa Dong Yi pura2 tidak membawa baju dalamnya.

Shim Yun Taek mengambil bungkusan Dong Yi dan Dong Yi pura2 bahwa ia membawa baju dalamnya. Shim Yun Taek berkata ia akan masuk dan mencoba baju dalamnya, karena ia bisa merasakan angin dingin di dalam bajunya, rasanya cukup menyegarkan tapi ia tidak bisa membiarkan “dalaman-nya” terlalu terbuka. Shim Yun Taek pergi dengan bungkusan Dong Yi. Byeon tanya apa Shim Yun Taek tidak pakai baju dalam dan tanya apa benar Dong Yi keluar untuk Shim Yun Taek. Dong Yi membenarkan.

Byeon marah dan berkata Shim Yun Taek itu orang buangan dan makan tidur gratis di rumah orang lain dan ia bahkan tidak malu memanfaatkan anak buahnya untuk melakukan pekerjaan untuknya, benar2 orang brengsek.

Anak buah Byeon datang dan berkata bahwa tamu dari Doseong yang harus dijamu Gubernur sudah datang. Byeon heran, cepat sekali datangnya, dan ia langsung pergi. Dong Yi mengucapkan selamat jalan.

Dong Yi kembali ke Pyeon Sang Chon dan merenung serta menenangkan diri. Pelayan tua melihatnya dan heran mengapa kau kembali, apa yang terjadi. Dong Yi berkata ini karena Jang Hee Jae. Siapa Jang Hee Jae? Pelayan itu tanya. Dong Yi tidak menjawab, ia tanya dimana Shim Yun Taek sekarang?

Dong Yi datang di belakang Shim Yun Taek. Shim Yun Taek ketakutan dan kaget setengah mati. Kau ini seperti hantu, langkah kakimu tidak terdengar dan kau membuat orang ketakutan. (kok kaya kata2 Yeom Jong ke Bi Dam hahaha)

Dong Yi tanya mengapa Shim Yun Taek menolongnya. Shim Yun Taek, “Apa yang kulakukan? Oh apa maksudmu atas percobaan melarikan diri dan hampir saja ketahuan lalu aku datang menolongmu tepat pada waktunya?” Dong Yi berkata, Shim Yun Taek tahu kalau ia akan lari, lalu mengapa Shim Yun Taek menolongnya. Shim Yun Taek bertanya-tanya, apa sebenarnya dirinya hanya ingin tahu isi bungkusan Dong Yi. Shim Yun Taek mau pergi dan Dong Yi langsung merebut bungkusan-nya kembali. Shim Yun Taek minta Dong Yi tidak ribut agar tidak menarik perhatian Jang Hee Jae.

Dong Yi tertegun ketika Shim Yun Taek menyebut nama Jang Hee Jae. Shim Yun Taek berkata alasan Dong Yi melarikan diri karena Jang Hee Jae. Dong Yi kaget sekali.

Shim Yun Taek ingat, ternyata setelah dapat makanan gratis dari dapur, ia mendengar saat Dong Yi akan melarikan diri, Shim Yun Taek mengikuti Dong Yi dan kemudian ia juga mengenali Jang Hee Jae dan Shim Yun Taek mengaku ia melihat wajah Dong Yi pucat pasi dan ketakutan. Itu membuatnya mengambil kesimpulan kalau Dong Yi bukan gadis biasa. Shim Yun Taek berkata Dong Yi mengenal Jang Hee Jae, meskipun hanya kenal tapi punya alasan untuk menghindarinya. Shim Yun Taek tanya apa kesimpulan-nya benar?

Dong Yi menyangkalnya, mengapa ia harus bersembunyi dari Jang Hee Jae dan berkata ini hanya salah paham. Shim Yun Taek berkata, ia kecewa jika ini hanya salah paham. Dong Yi heran. Shim Yun Taek berkata meskipun ia tidak tahu siapa Dong Yi, tapi orang yang perlu bersembunyi dari Jang Hee Jae, pasti perlu bantuan Shim Yun Taek, apapun itu. Dong Yi merasa terharu hanya ia masih belum tahu bagaimana Shim Yun Taek itu.

Gubernur membawa Pedagang Byeon menemui Jang Hee Jae. Gubernur berkata, Jang Hee Jae ini melakukan perjalanan rahasia jadi Byeon jangan berkata pada siapapun tentang kunjungan Jang Hee Jae ini ke Uiju. Jang Hee Jae berkata ia membutuhkan bantuan Pedagang Byeon. Byeon berkata ia akan membantu Jang Hee Jae sebaik mungkin.

Shim Yun Taek berkata mengapa ia membantu Dong Yi, alasannya karena Jang Hee Jae. Tidak peduli bagaimana Dong Yi melihatnya, tapi ia ini tetap sarjana. Shim Yun Taek berkata, negara ini yang masih memiliki sarjana yang punya kesadaran akan melawan Jang Hee Jae dan Ratu Jang. Shim Yun Taek berkata Jang Hee Jae mungkin tidak ingat kalau ia pernah melawan Jang Hee Jae. Shim Yun Taek berkata sekarang giliran Dong Yi, siapa kau sebenarnya dan apa yang kau lakukan sehingga harus bersembunyi dan menghindari Jang Hee Jae?

Dong Yi berkata sebenarnya identitas aslinya adalah yang ia katakan pertama kalinya. Shim Yun Taek kaget, jadi benar kalau kau ini…Dong Yi membenarkan ia benar2 seorang gungnyeo. Shim Yun Taek kaget sekali dan Dong Yi melanjutkan itu sebelum Jang Hee Jae mengirim pembunuh dan melukainya lalu sebelum ia sampai ke Uiju, sebenarnya ia tinggal di dalam istana sebagai Gungnyeo di biro penyelidik internal..Shim Yun Taek terpana.

Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo berganti kuda menuju ke Uiju. Seo Yong Gi menunjukkan Bal Byeong Bu-nya pada petugas dan berkata mereka perlu kuda baru. Mereka diajak ke istal dan Cha Cheon Soo memeriksa dan memilih kudanya, lalu tanya apa punya kuda yang lain, mereka perlu kuda tangguh untuk lari siang dan malam. Petugas itu berkata, ini adalah semua kuda bagus yang mereka miliki. Seo Yong Gi menerima surat dan berkata ia mengerti. Seo Yong Gi berkata pada Cheon Soo, sebelum ke Uiju, mereka harus ke Doseong. Cheon Soo heran. Sukjong memanggil Seo Yong Gi.

Di istana, Ratu Jang bermain lempar anak panah ke dalam tabung bambu (tuho) dan bermain sangat akurat, lemparannya selalu masuk ke dalam tabung, Ratu Jang puas sekali. Oh Tae Seok dan Oh Yun menghadap. Ratu menemui mereka. Ratu Jang berkata, Jang Hee Jae melakukan perjalanan ke Qing demi pengukuhan anaknya menjadi Putra mahkota. Oh Yun tanya bagaimana cara Jang Hee Jae melakukannya, Ratu Jang berkata ia tidak perlu menjelaskan semuanya pada Oh Yun. Oh Yun minta maaf. Ratu Jang berkata bahwa pengukuhan Putra Mahkota akan segera selesai, dan setelah itu tidak hambatan berarti, Oh Tae Seok dan Oh Yun bisa tenang.

Oh Tae Seok dan Oh Yun terlihat resah, Ratu Jang tanya ada apa, mengapa ekspresi mereka seperti itu, apa yang mengganggu? Apa mereka tidak percaya apa yang ia katakan. Oh Tae Seok menjawab bukan itu, tapi ini mengenai Sukjong. Ratu Jang heran. Oh Yun lapor bahwa Sukjong sudah membaca Sassinamjungki dan Sukjong tidak menunjukkan reaksi berarti tapi menghela nafas karena masalah ini, Oh Yun tanya apa Ratu Jang tahu. Ratu Jang tanya apa maksud mereka. Oh Tae Seok tanya apa mungkin Baginda menyesali atau mulai merasa menyesal menurunkan Ratu Inhyeon dan pikiran2 semacam itu. Ratu Jang tanya, menyesal? Tidak mungkin, jika ini perasaan Sukjong, ia pasti tahu. Oh Yun mengerti tapi tanya apa mereka harus waspada dengan rumor yang beredar. Ratu Jang berkata tidak perlu.

Seo Yong Gi kembali ke Doseong dan bertemu kembali dengan Hwang Jung Gu dan Hang Jang Bu, keduanya menyambut Seo Yong Gi dan berkata mereka sangat merindukan Seo Yong Gi. Han Jang Bu berkata bahwa Sukjong menunggunya di dalam. Seo Yong Gi masuk dan memberi salam. Sukjong berkata ia tidak mendengar berita apapun dari Seo Yong Gi dan ia merasa tidak bisa menunggu terlalu lama, makanya ia memanggil Seo Yong Gi menghadap. Seo Yong Gi membungkuk pada Sukjong.

Yeong Dal berlari-lari dan berkata kalau orang itu sudah datang, Hwang Ju shik heran siapa, dan Yeong Dal menarik telinga Hwang Ju Shik dan berkata kalau Cha Cheon Soo sudah datang. Hwang Ju shik senang dan berteriak Cha Cheon Soo! Yeong Dal buru2 minta Hwang tenang, siapa tahu ada yang mendengarnya. Hwang Ju Shik tanya, dimana Cha Cheon Soo sekarang.

Seo Yong Gi memberikan batu pesan itu pada Sukjong dan berkata ini adalah jejak yang mengindikasikan keberadaan Dong Yi. Seo Yong Gi berkata, tentu saja ini belum pasti atau yakin apa ini benar2 Dong Yi, jadi sebelum melapor, mereka dalam perjalanan ke Uiju. Sukjong melihat batu itu dan ia yakin benar ini pesan Dong Yi, lalu Sukjong heran mengapa Dong Yi ada di Uiju dan ia sudah pergi begitu jauh.

Di rumah Yeong Dal, Cha Cheon soo berkata pada Hwang Ju Shik kalau DOng Yi masih hidup di Uiju. Cha Cheon Soo berkata dari jejak yang mereka temukan, mungkin Dong Yi ada di Uiju, dan mereka sedang menuju ke sana, tapi Seo Yong Gi ada urusan dulu di Doseong, jadinya mereka kembali. Hwang Ju shik tanya apa benar itu Dong Yi, Yeong Dal tahu Dong Yi akan bertahan, karena Yeong Dal tahu Dong Yi bukan orang biasa, ia pasti ada di suatu tempat. Cha Cheon Soo meyakinkan mereka jangan terlalu cemas dan tunggu saja mereka kembali. Hwang Ju shik mengerti dan minta Cha cheon Soo membawa Dong Yi pulang dengan selamat.

Ratu Jang merenungkan kata-kata Oh Yun, Baginda sudah membaca Sassinamjungki tapi tidak melakukan apa-apa justru terlihat menyesal. Ratu Jang memanggil Jo Sang Gung, ia memerintah agar Yoo Sang Gung dari biro penyelidik internal dipanggil.

Sementara itu, Dong Yi menitipkan surat pada Shim Yun Taek. Itu surat untuk Cha Cheon Soo. Dong Yi minta tolong Shim Yun Taek untuk mengirimkannya ke Doseong atas namanya. Shim Yun Taek mengerti, ini biasa baginya karena ia sering sekali mengirim surat lewat kantor administrasi Uiju, ia akan membantu Dong Yi untuk mengirim surat2 ini ke Doseong. Dong yi mengangguk. Shim Yun Taek heran, mengapa Dong Yi masih disini dan ia menyarankan agar Dong Yi pergi atau sembunyi di tempat lain sampai Cha Cheon Soo datang.

Dong Yi berkata tidak perlu. Karena Shim Yun Taek sudah menyebutkan pasti Jang Hee Jae punya tujuan tertentu datang ke Uiju, pasti ada alasan dan Shim Yun Taek ingin menyelidikinya, maka Dong Yi ingin menawarkan bantuan. Shim Yun Taek merasa cemas dan Dong Yi meyakinkan-nya, ia tidak pernah membayangkan kalau Jang Hee Jae akan datang ke Uiju, sebaliknya Jang Hee Jae juga tidak tahu kalau ia ada di Uiju. Shim Yun Taek tanya apa Dong Yi juga seperti ini saat masih di istana? Dong Yi heran dan Shim Yun Taek berkata untuk pria seperti dirinya yang tidak berguna seperti ini, ia tidak pernah menolak tawaran bantuan dari seorang wanita. Jadi baiklah, kita bekerjasama dan membuat masalah bersama. Dong Yi setuju.

Shim Yun Taek memberikan surat Dong Yi pada petugas untuk dikirim ke Doseong dan berkata ini adalah dokumen penting yang harus diantar ke Doseong. Petugas itu mengerti dan menyuruh Shim Yun Taek pergi. Shim Yun Taek mulai memancing informasi dan berkata bahwa di Uiju ada tamu yang tidak biasa, sepertinya pejabat dari Doseong, siapa dia? Petugas itu ragu2 dan berkata ia tidak tahu, kenapa tanya. Shim Yun Taek berkata ia hanya ingin tahu. Kau pikir apa? jika orang itu punya kekuatan politik, aku segera ingin menyampaikan petisi untuk melepaskan ia dari pembuangan ini. Jadi siapa dia dan apa tujuan-nya ke Uiju?

Lalu Seorang pria datang dan berkata ia membawa Yeokgwan seperti yang diminta. Petugas membawa Yeokgwan masuk. Shim Yun Taek melihat Yeokgwan itu dan petugas berkata, jika tidak ada perlu lagi Shim Yun Taek harus pergi. Shim Yun Taek berkata petugas itu sungguh kasar, ya ya aku mengerti, aku pergi, tapi pastikan suratku dikirim. Petugas itu pergi dan Shim Yun Taek merenungkan tentang Yeokgwan.

Dong Yi menyelinap ke dalam toko pedagang Byeon dan mencari buku jurnal dan ia menemukan transaksi yang mencatat kalau Pedagang Byeon sudah mentransfer uang 300 nyang ke sebuah Gibang dan Dong Yi heran apa Byeon ingin menyewa seluruh Gibang itu. Dong Yi berpikir, mereka pasti bertemu orang penting di Gibang.

Jang hee Jae dijamu di sebuah gibang terbaik di Uiju. Byeon sudah menyewa seluruh gibang ini. Jang Hee Jae berkata ini terlalu kecil. Jang Hee Jae tanya apa Byeon pelit dengan keuangan-nya. Byeon menyangkalnya. Seol Hee masuk (Seol Hee adalah Gisaeng yang menyelamatkan Dong Yi ketika kecil, teman Dong Ju kakak Dong Yi dan apa mungkin Do Ra teman Dong Yi juga ada di sekiar sini, menarik) dan mendekati Jang Hee Jae dan berkata ini adalah Dan So Cheon Hang dan berkata meskipun tidak terlalu besar tapi kuat dan tangguh, jika Jang Hee Jae tidak bisa melihatnya, sangat disayangkan.

Seol Hee memberi salam pada Jang Hee Jae dan berkata ia adalah pemilik Gibang ini, Seol Hee. Jang Hee Jae langsung terpesona oleh kecantikan Seol Hee (wah bukankah dulu Oh Yun juga suka dengan Seol Hee? haha ) Seol Hee minta maaf jika Jang Hee Jae tidak puas dengan Gibangnya.

Seol Hee berkata ia akan mengembalikan uangnya. Pedagang Byeon berkata bagaimana Seol Hee bisa demikian berani berbicara seperti itu. Jang Hee Jae berkata tidak apa-apa, Jang Hee Jae berkata meskipun ia tidak terlalu puas dengan Gibangnya, tapi pemilik Gibang ini sudah memperbaikinya. Jang Hee Jae setuju menggunakan gibang milik Seol Hee sebagai tempat pertemuannya karena rekomendasi Seol Hee sudah cukup.

Shim Yun Taek mendapat informasi tentang Gibang itu dari Dong Yi. Menurut Dong Yi, Byeon takut dengan konsekuensinya, makanya ia menemukan dalam neraca bahwa Byeon sudah menginvestasikan banyak uang untuk gibang ini, sepertinya Byeon benar2 menghibur tamu penting dan sepertinya itulah mengapa Jang Hee Jae ada disini.

Shim Yun Taek merenung mengenai Gibang dan Yeokgwan. Dong yi tanya, Yeokgwan? Shim Yun Taek berkata ia melihat Yeokgwan di kantor administrasi propinsi dan gubernur propinsi sudah memerintahkan untuk mencari Yeokgwan saat Shim Yun Taek mengirim surat Dong yi ke Doseong. Dong Yi menyimpulkan kalau itu Yeokgwan, maka Shim Yun Taek menyambung, alasan Jang Hee Jae ada disini untuk bertemu utusan Qing di Uiju karena sesuatu. Shim Yun Taek berkata ia sudah mendengar berita dari Doseong tentang lamanya mandat kerajaan untuk pengukuhan Putra Mahkota, sehingga pihak Namin gelisah.

Shim Yun Taek berkata sepertinya Jang Hee Jae datang ke Uiju karena masalah ini. Dong Yi berkata bahwa Jang Hee Jae mencoba jalan belakang untuk mempercepat tujuan-nya. Shim Yun Taek membenarkan, pasti ada transaksi penukaran rahasia, Utusan Qing itu akan menginginkan sesuatu dari mereka sebagai balasan pengukuhan itu. Shim Yun Taek tanya, dimana letak Gibang itu?

(Ini menarik, Dong Yi menemukan orang yang sepintar dia, Sukjong dan Cha Cheon Soo juga pintar, tapi otak mereka tidak berliku-liku seperti Dong Yi dan Shim Yun Taek, dan juga tidak cukup keras kepala seperti mereka.)

Shim Yun Taek menemui Seol Hee, ternyata Shim Yun taek sudah mengenal Seol Hee 3 tahun yang lalu, saat ia pertama kali datang ke Uiju. Shim Yun Taek minta bantuan Seol Hee. Seol Hee, apa kau ingin aku mengatakan apa pembicaraan tamu2ku besok pagi padamu? Shim Yun Taek membenarkan.

Shim Yun Taek minta bantuan Seol Hee atas nama pertemanan, tapi Seol Hee minta maaf dan menolaknya. Shim Yun Taek berkata bahwa pertemuan itu adalah ancaman bagi keamanan negara. Seol Hee tidak peduli, itu bukan urusannya, mendengar atau melihatnya adalah peran Gisaeng. Seol Hee berkata kau tetap menjaga batasanmu sebagai sarjana dan aku akan menjaga batasan-ku, aku menjual senyuman dan hiburan, dan ia harus mengikuti peraturan itu, karena itu sebagai teman Shim Yun Taek, ia minta agar Shim Yun Taek menghormati keputusan-nya dan cara hidupnya, aku minta maaf. (Seol Hee sepertinya trauma dengan pengalaman-nya waktu lalu, bersama Choi Dong Joo dan Cha Cheon Soo)

Dong Yi menunggu Shim Yun Taek dengan gelisah. Shim Yun Taek keluar dan Dong Yi langsung menanyakan apakah Gisaeng itu akan membantu mereka tidak? Shim Yun Taek berkata, ia menolaknya. Shim Yun Taek berkata, ia tahu akan seperti ini tapi paling tidak mereka sudah mencobanya. Shim Yun Taek berkata kalau pemilik Gibang itu meskipun sangat cantik tapi juga keras kepala. Dong Yi mendesah lalu apa yang mereka lakukan, besok pagi Jang Hee Jae akan bertemu dengan utusan Qing. Shim Yun Taek meyakinkan Dong Yi bagaimanapun ia akan menemukan jalannya. Dong Yi tanya lalu apa rencana Shim Yun Taek? Shim Yun Taek berkata ia akan menyamar. Dong Yi kaget, menyamar? Shim Yun Taek membenarkan dan minta Dong Yi diam.

Asisten Oh Yun datang dan membawa dokumen. Oh Yun membacanya dan tanya apa ini benar? Asisten-nya mengiyakan. Selama ini, Seo Yong Gi yang sudah dilepaskan dari jabatan-nya ternyata ditugaskan dalam misi rahasia dengan bantuan prajurit istana dan sepertinya tengah mencari seseorang. Oh Yun heran, bagaimana ini mungkin?

Oh Yun langsung lapor pada Ratu Jang kalau Seo Yong Gi yang sudah dilepaskan dari jabatan-nya ternyata pergi ke seluruh pelosok negeri mencari seorang gadis. Ratu Jang tanya, siapa “gadis” ini, apa mereka mencari Dong Yi yang menghilang? Oh Yun berkata, Baginda punya tujuan lain dan jika ia menemukan Dong Yi, maka Baginda akan memeriksa kembali keputusan penurunan Ratu Inhyeon. Jadi mereka tidak bisa diam saja.

Oh Ho Yang tahu kalau Baginda juga sudah membaca novel Sassinamjungki dan merasa gelisah. Oh Ho Yang dan ibunya justru berharap Ratu Inhyeon diangkat kembali dan Ratu Jang diturunkan. Oh Ho Yang ingin melihat Jang Hee Jae pingsan. Oh Tae Pung minta istri dan anaknya berhati-hati.

Ratu Jang merenung lagi dan ingat kata2 Oh yun bahwa Seo Yong Gi mencari seorang gadis di seluruh pelosok negeri. Jo Sang Gung datang dan berkata Nyonya Yoon datang berkunjung. Nyonya Yoon tanya ia dengar Sukjong mencari Dong Yi yang menghilang, apa itu benar? Ratu Jang berkata ia akan menemui Sukjong dan menanyakan-nya langsung.

Ratu Jang pergi ke Daejeon untuk menemui Sukjong dan minta Kasim Han mengumumkan kedatangan-nya. Kasim Han berkata Sukjong tidak ada di dalam dan ia ada di Gyeonghoeru (dimana Raja-Raja biasa menjamu tamu dari luar negeri dan membahas situasi negara) membahas politik dan akan segera selesai, begitu Baginda kembali, Kasim Han akan memberitahu Ratu Jang di kediaman-nya. Ratu Jang berkata ia akan menunggu Sukjong di Daejeon.

Ratu Jang duduk dan menunggu di Daejeon, kemudian ia melihat kotak sepatu dan ia ingin tahu lalu membukanya…

Ratu Jang melihat isi kotak dan ia melihat sepasang sepatu itu dan ia kaget sekali. Ini bukan ukuran sepatunya. Ratu Jang ingat Sukjong mulai menjauh darinya dan ia hanya datang karena mengingat Ratu Jang adalah ibu puteranya. Ratu Jang tahu kalau Dong Yi-lah yang ada di hati Sukjong, inilah mengapa Sukjong mati-matian mencari keberadaan-nya. Sukjong hanya memberikan senyuman palsu padanya.

Kasim Han melapor pada Sukjong yang sedang berpikir kalau Ratu Jang datang. Sukjong heran dan ketika Sukjong kembali ke Daejeon, Ratu Jang sudah menunggunya selama setengah jam sebelum akhirnya ia pergi. Sukjong berkata pasti ada suatu yang penting sampai Ratu Jang menunggunya sendiri, apa Ratu mengatakan sesuatu sebelum pergi? Kasim Han berkata Ratu hanya datang untuk memberi salam tidak ada yang penting. Sukjong mengerti dan meminta Kasim Han untuk pergi ke kediaman Ratu dan berkata Sukjong akan cari waktu untuk ke kediaman Ratu Jang. Kasim Han mengerti dan pergi. Sukjong kembali ke mejanya dan kotak sepatu itu sudah kembali ke tempatnya semula.

Ratu Inhyeon mendengar dari Jeong Sang Gung, kalau ada kemungkinan Dong Yi masih hidup. Jeong Sang Gung mendapat kabar dari Seo Yong Gi yang dikirim untuk mencari Dong Yi, ia sudah menemukan jejak Dong Yi, yaitu ada di Uiju. Sekarang mereka akan mencari DOng Yi kesana. Ratu Inhyeon merasa lega mendengar kalau Dong Yi masih hidup. Jung Im mohon agar Ratu Inhyeon bertahan sebentar lagi, akan tiba saatnya Ratu Inhyeon akan mendapat keadilan.

Saat mengantar Jeong Sang Gung, Ahn Sang Gung mengucapkan terima kasih karena menyempatkan diri mengunjungi Ratu Inhyeon. Kemudian Menteri Jung In Guk datang, ia mengenali Jeong Sang Gung dari Biro Penyelidik dan tanya pada Ahn Sang Gung apa tujuan Jeong Sang Gung? Jeong Sang Gung hanya menanyakan kesehatan Ratu Inhyeon. Jung In Guk lalu mengenalkan Jeong Sang Gung pada anggota partai Seoin yang ia ajak.

Eun Geum dan Shi Bi mengikuti Jeong Sang Gung dan Jung Im dan mereka mengetahui kalau keduanya mengunjungi Ratu Inhyeon. Mereka melapor pada Yoo Sang Gung. Yoo Sang Gung mengerti dan minta mereka terus menyelidiki.

Bong Sang Gung merasa heran mengapa ia tidak melihat Eun Geum dan Shi Bi. Ae Jung berkata kalau keduanya menjalankan tugas dari Yoo Sang Gung. Ae Jung menunjuk, itu mereka baru keluar dari kantor Yoo Sang Gung. Bong Sang Gung memanggil Shi Bi dan Eun Geum, apa yang kalian lakukan ? Tapi keduanya minta maaf dan berkata bahwa mereka sangat sibuk dan pergi. Bong Sang Gung kesal sekali dan Ae Jung berkata, kalau begitu, Bong Sang Gung harus berusaha menjadi Pemimpin Biro. Bong Sang Gung benar2 marah.

Yoo Sang Gung menghadap Ratu Jang, apa yang harus mereka lakukan dengan kondisi sekarang. Ratu Inhyeon sepertinya bekerjasama dengan Gungnyeo Biro penyelidik internal dan juga dengan beberapa anggota dewan istana dari partai Seo in. Semuanya ada di pondok Ratu Inhyeon. Sepertinya mereka merencanakan sesuatu biarpun belum bisa dibuktikan tapi bisa ditebak seperti itu.

Ratu Jang berkata sepertinya demikian, jika kita bisa menemukan bukti untuk melawan Ratu Inhyeon. Ratu Jang tanya apa Yoo Sang Gung bisa mengurus ini? Yoo Sang Gung berkata akan melakukan yang terbaik. Ratu Jang berkata tidak boleh membuang2 waktu dan minta Yoo Sang Gung mempercepat tindakannya, meskipun di masa lalu mereka punya bukti apapun itu, jika Ratu Inhyeon lenyap maka buktinya sudah tidak berlaku lagi. Yoo Sang Gung mengerti.

Dong Yi menemui Shim Yun Taek dan Shim Yun Taek mengenakan baju sutra, Dong Yi tanya apa Shim Yun taek sudah siap? Shim Yun TAek tanya bagaimana tampangku? Dong Yi berkata tidak buruk, sama sekali tidak buruk. Shim Yun Taek berkata apapun yang ia kenakan akan memperlihatkan aura kebangsawanan-nya. Dong Yi tanya, dari mana Shim Yun Taek mendapatkan baju2 ini? Shim Yun Taek berkata, dari lemari Pedagang Byeon! Dong Yi kaget sekali, apa? Shim Yun Taek berkata tidak ada waktu lagi.

Dong Yi menghentikan Shim Yun Taek, dan tanya apa ini benar? kau sudah memikirkan semua resikonya, ini benar2 beresiko, pergi langsung dan menghadapi mereka. Shim Yun Taek berkata karena hanya ada alternatif ini. Ayo pergi!

Jang Hee Jae pergi ke Gibang dan Byeon menemani-nya. Dong Yi mengikuti, lalu memanggil Shim Yun Taek dan tanya apa ia sudah “membunuh” sang Yeokgwan? Shim Yun Taek berkata bukan itu saja, sampai besok orang itu tidak akan bangun, ia akan mabuk dan tertidur. Shim Yun Taek minta Dong Yi jangan cemas, Dong Yi merasa lega mendengarnya. Shim Yun Taek berkata mereka akan terlambat, ayo cepat. Dong Yi masih meragukan kemampuan Shim Yun Taek dan menggelengkan kepalanya.

Seol Hee menyambut Jang Hee Jae di Gibangnya dan Jang Hee Jae tanya apa tamu istimewanya sudah tiba. Seol Hee berkata bahwa tamunya sudah menunggu di dalam.

Dong Yi berkata sepertinya semuanya sudah masuk, Shim Yun Taek berlatih bicara disaat2 akhir. Dong Yi tanya apa yang dilakukan Shim Yun Taek. Shim Yun Taek berkata ia membaca buku Baek Dong Sa, bagaimana bicara bahasa mandarin. Dong Yi kaget, Shim Yun Taek tidak mengerti mandarin? Shim Yun Taek berkata ia tahu dasarnya saja tapi ia perlu lebih banyak lagi perbendaharaan kata. Ia hanya belajar sedikit dan tidak cukup. Dong Yi merasa putus asa, bagaimana Shim Yun Taek akan memenuhi samaran-nya sebagai Yeokgwan dan pergi ke dalam begitu saja.

Dong Yi berkata bagaimanapun jika tidak tahu apa-apa juga tidak masalah. Shim Yun Taek berkata jika kereta sudah sampai di puncak gunung maka pasti akan menemukan jalan. Dong Yi pusing dan tidak bisa percaya bahwa ini strategi Shim yun Taek, ia tidak tahu harus bagaimana dengan Shim Yun Taek. Shim Yun Taek berkata, Dong Yi juga sama saja, kau ini tidak tahu resiko hidup dan mati tapi berani saja melakukan petualangan ini. Dong Yi hanya mengingatkan agar Shim Yun Taek hati2. Shim Yun Taek menyimpan bukunya di dalam bajunya dan meyakinkan Dong Yi. Aku masuk ya.

Dong Yi tidak percaya dengan tindakan Shim Yun Taek. Shim Yun Taek masuk ke Gibang dan melihat pelayan Seol Hee, Shim Yun Taek menghindari kontak mata dan pelayan itu mengijinkan-nya masuk. Dong Yi menghela nafas lega saat Shim Yun Taek berhasil masuk.

Shim Yun Taek menyelinap untuk mencuri dengar dan salah seorang anak buah Jang Hee Jae tanya siapa dia. Shim Yun Taek berkata ia adalah Yeokgwan yang dikirim oleh gubernur. Shim Yun Taek masuk sebagai Yeokgwan (penerjemah) yang dikirim. Utusan Qing tanya apa yang diinginkan Jang hee Jae. Jang Hee Jae berkata ia ingin pengakuan dari Qing China atas pengangkatan Putra Mahkota. Utusan Qing itu berkata bahwa keputusan-nya terserah Kaisar dan bukan keputusan mereka, ini sulit. Selama itu, Shim Yun Taek duduk diantara mereka dan berperan sebagai penerjemah.

Jang Hee Jae berkata pasti ada harga untuk itu. Dong Yi menyelinap di sekitar Gibang, ia mendengar penjaga berkata bahwa mereka harus membungkam Yeokgwan. Dong Yi kaget, ia harus memberi tahu Shim Yun Taek mengenai ini.

Dong Yi pergi dan menemukan ruangan Gibang Jang Hee Jae dan bertanya-tanya tempat apa ini. Dong Yi ketahuan anak buah Jang Hee Jae yang tanya siapa Dong Yi. Dong Yi bingung awalnya tapi ia berkata kalau ia pelayan Gibang dan tanya apa mereka butuh sesuatu? Anak buah Jang Hee Jae heran tapi berkata mereka tidak perlu apa-apa lagi, jika perlu mereka akan memanggil Dong Yi dan menyuruh Dong Yi jangan dekat2 dan pergi. Dong Yi harus pergi.

Pelayan Seol Hee keluar bersama Seol Hee. Mereka tanya siapa DOng Yi dan kau dari ruang tamu nomor berapa? Seol Hee berkata ini kali pertama ia melihat Dong Yi. Mengapa kau tidak menjawabku? Dong Yi berkata apa Seol Hee lupa? ia Cheon Dong Yi dari Pyeong Sang Chon. Pelayan Seol Hee berkata ada yang mencurigakan dari Dong Yi dan ia akan mencari bantuan. Anak buah Seol Hee tampaknya ingin memanggil pengawal Jang Hee Jae dan Dong Yi memohon pada Seol Hee, apa kau tidak mengenaliku, aku Dong Yi.

Seol Hee mengulang, Dong Yi? Dong Yi berkata mereka sudah pernah bertemu di kantor propinsi Uiju sebelumnya.

Anak buah Jang Hee Jae datang ketika Dong Yi berkata ia adalah Cheon Dong Yi dari Pyeong Sang Chun. Anak buah Jang Hee Jae tanya, jadi kau bukan pelayan Gibang ini? Pelayan Seol Hee membenarkan, lalu anak buah Jang Hee Jae menyeret Dong Yi keluar dan Dong Yi memanggil Seol Hee. Ini membuat Seol Hee teringat sesuatu, tunggu sebentar!! Seol Hee tanya, apa kau benar2 Dong Yi, apa kau benar2 adik perempuan mendiang Dong Joo? Dong Yi jadi kaget, ia sudah lupa Seol Hee yang itu. Seol Hee tanya lagi apa Dong Yi ini adik perempuan pemusik Dong Joo dan bagaimana bisa Dong Yi ada disini, bagaimana ini mungkin lalu Seol Hee memeluk Dong Yi yang justru kaget sekali. Seol Hee terus tanya bagaimana hidupmu selama ini. Dong Yi terlihat bingung.

Jang Hee Jae menegaskan jika utusan QIng itu bisa menolongnya untuk masalah pengakuan pengangkatan Putra Mahkota maka Jang Hee Jae menyetujui apapun keinginan yang diajukan. Utusan Qing itu tanya apa artinya dan Shim Yun Taek mulai macet dan kacau dalam terjemahan-nya. Utusan Qing itu terlihat bingung dengan penjelasan Shim Yun Taek. Jang Hee Jae mengerutkan dahinya mendengar terjemahan Shim Yun Taek (haha apa orang ini mau seperti Bi Dam ya, mencuri perhatian di tengah2 drama, berani mati ini orang.)

Seol Hee merasa tadi hampir saja terjadi kesalahan, Dong Yi hanya pura2 ia mengenal Seol Hee. Dong Yi mengakui bahwa situasinya memang tegang. Dong Yi minta maaf karena awalnya ia tidak mengenali Seol Hee. Seol Hee berkata tidak apa-apa. Seol Hee sangat bahagia bisa melihat Dong Yi lagi. Sudah berapa lama ya, saat terakhir kita bertemu, kau baru berumur 11 tahun. Seol Hee tanya apa Dong Yi baik-baik saja selama ini. Dong Yi berterima kasih karena Seol Hee sudah membantunya. Sebaliknya kata Seol Hee, dialah yang harus berterima kasih pada Dong Yi karena Seol Hee berharap bisa bertemu pria itu sekali lagi, maka itu akan sangat baik. Sekarang ia bertemu Dong Yi, ia bisa melihat Choi Dong Joo di mata Dong Yi, kalian memiliki mata indah yang sama, maka kata Seol Hee aku akan mampu bertahan hidup.

Seol Hee : Sejak aku menyerahkanmu di bawah penjagaan Hwang Ju shik di biro musik, aku tidak pernah mendengar berita apapun mengenai dirimu, aku minta maaf karena itu. Dong yi berkata, ia juga sama, ia tidak pernah mencari dimana Seol Hee berada. Seol Hee menyesal karena ia tidak merawat Dong Yi seperti yang seharusnya ia lakukan, Seol Hee merasa sedih karena ia merasa telah berbuat salah pada Choi Dong Joo. Dong Yi menghibur Seol Hee, jangan seperti itu. Dong Yi berkata ia ada di sini dalam keadaan baik ini karena Seol Hee sudah mengirimnya ke biro musik sebagai pelayan.

Seol Hee tanya bagaimana kabar Dong Yi selama ini dan mengapa ia ada di Uiju. Dong Yi berkata sebelumnya ada yang harus ia katakan pada Seol Hee. Seol Hee : Ayo katakan. Dong Yi tanya apa Seol Hee kenal Shim Yun Taek? Seol Hee heran, bagaimana DOng Yi bisa mengenal Shim Yun Taek. Dong Yi berkata bahwa Shim Yun Taek sekarang menyamar sebagai Yeokgwan dan sedang ada di dalam ruang Gibang dimana mereka menghibur Utusan Qing itu. Seol Hee kaget sekali bagaimana Shim Yun Taek bisa ada di dalam sana. Dong Yi berkata masalahnya sudah mendesak jadi mau tidak mau Shim Yun Taek harus menyamar menjadi penerjemah. Seol Hee bingung, apa yang kau katakan. Dong yi berkata, pria yang bersama utusan Qing itu, Jang Hee Jae sudah memerintah anak buahnya untuk membunuh Shim Yun Taek. Dong yi ingin Seol Hee cepat2 mengatakan pesan itu pada Shim Yun Taek. Seol Hee terperanjat.

Jang Hee Jae menanyakan apa kau ini benar2 penerjemah. Shim Yun Taek tanya apa maksud Jang Hee Jae. Jang Hee Jae berkata bahwa penerjemah tapi tidak lancar bahasa Mandarin, itu aneh. Shim Yun Taek berkata ia menerjemahkan apapun yang dikatakan Jang Hee Jae dan artinya pada Utusan Qing itu. Jang Hee Jae menyuruh Shim Yun Taek tutup mulut. Jang Hee Jae berkata, dengan standar bahasa Mandarin seperti itu, lebih baik kalau Jang Hee Jae yang melakukannya sendiri.

Shim Yun Taek tanya apa Jang Hee Jae bisa bahasa Mandarin. Jang Hee Jae berkata Shim Yun Taek tidak tahu latar belakang keluarganya, Jang Hee Jae berkata ia berasal dari keluarga penerjemah. Jang Hee Jae bekata sudah cukup, kau pergilah. Shim Yun Taek berkata ia hanya gugup dan ia janji akan melakukan lebih baik lagi. Jang Hee Jae menyuruh Shim Yun Taek tutup mulut dan keluar dari ruangan segera!!

Seol Hee masuk dan Jang Hee Jae mengijinkan Seol Hee masuk. Ia melihat Shim Yun Taek sudah tidak ada di dalam ruangan. Jang Hee Jae minta Seol Hee duduk dan berkata Utusan Qing ini teguh pendiriannya, tolong bantu mencairkan suasana. Seol Hee tanya, mana penerjemahnya? Jang Hee Jae berkata, ia tidak lancar bahasa Mandarin dan bahkan tidak melakukan kontak mata dengan-nya, makanya ia kusuruh pergi. Jang Hee Jae menawarkan minum pada Utusan Qing.

Shim Yun Taek jalan dan ia merasa ada yang mengikutinya, maka ia mempercepat langkahnya dan kemudian ia tersudut oleh anak buah Jang Hee Jae. Mereka mengarahkan pedang pada Shim Yun Taek. Shim Yun Taek : Siapa kalian? Tiba-tiba anak buah Seol Hee muncul dan menyelamatkan Shim Yun Taek, mereka berhasil mengalahkan anak buah Jang Hee Jae. Shim Yun Taek tanya siapa mereka, mereka berkata, mereka dikirim oleh Seol Hee dan minta Shim Yun Taek mengikuti mereka.

Dong Yi menunggu Shim Yun Taek. Shim Yun Taek datang dikawal anak buah Seol Hee. Dong Yi langsung tanya apa Shim Yun Taek baik2 saja. Iya, aku baik2 saja, kata Shim Yun Taek. Seol Hee tanya mengapa Shim Yun Taek sangat ceroboh dalam melakukan petualangan ini. Shim Yun Taek berkata, ia hutang besar pada Seol Hee. Shim Yun Taek berkata, masalah ini lebih besar dari nyawanya, Shim Yun Taek minta Seol Hee bisa mengerti.

Shim Yun Taek tanya, Jang Hee Jae sudah pergi? Dong Yi membenarkan. Shim Yun Taek berkata, ia diusir Jang Hee Jae keluar dari ruangan, jadi ia tidak bisa mendengar syarat2 yang diinginkan Utusan Qing itu sebagai ganti pengakuan pengangkatan Putra Mahkota. Dong Yi berkata, kalau begitu ini sia2 saja, kau tidak dengar syarat2nya dan diusir dari ruangan. Shim Yun Taek berkata, ia juga tidak mengira akan seperti ini, jangan menyalahkanku. Dong yi tanya, lalu sekarang apa yang harus mereka lakukan. Tidak ada cara untuk mengetahui apa niat Jang Hee Jae , lalu bagaimana.

Seol Hee tanya apa kalian tahu apa itu Dong Lu Yu Chok? Shim Yun Taek heran. Seol Hee berkata ia mendengar sekilas percakapan antara Jang Hee Jae dan Utusan Qing tapi dia tidak begitu mengerti Mandarin dan tidak yakin dengan artinya tapi Utusan QIng itu menyebut tentang Dong Lu Yu Chok beberapa kali dan air muka Jang Hee Jae kelihatan tidak senang. Seol Hee berkata ia tidak tahu apa itu, tapi sepertinya penting.

Shim Yun Taek berkata sekarang ia mengerti. Dong Lu Yu Chok adalah buku kemiliteran mengenai garnisun di perbatasan. Untuk militer, itu adalah buku yang sangat penting, karena berisi tentang pengerahan pasukan dan merupakan rahasia militer dan tidak boleh diperlihatkan pada orang luar. Jang Hee Jae akan menggunakan Dong Lu Yu Chok sebagai penukar untuk pengakuan Putra Mahkota. Dong Yi tidak percaya ini.

Gubernur berkata ia tidak bisa menanggung tanggung jawab itu. Jang Hee Jae berkata, siapa yang minta Gubernur bertanggung jawab, semuanya ini, Jang Hee Jae yang akan bertanggung jawab dan menanggung konsekuensinya. Gubernur hanya perlu membawa buku militer itu. Gubernur hanya bisa terpana, Jang Hee Jae berkata, kita tidak akan perang dengan Qing, mengapa Gubernur kelihatan sangat ketakutan.

Gubernur, “Bagaimana bisa minta sesuatu seperti itu.” Jang Hee Jae meyakinkan Gubernur bukankah ia sudah berkata akan menanggung semua tanggung jawabnya. Jang Hee Jae memperingatkan Gubernur, akan lebih bahaya jika menolak keinginan Jang Hee Jae. Jang Hee Jae mengingatkan Gubernur kalau keinginan-nya juga sama dengan keinginan Ratu Jang, tolong dipertimbangkan.

Shim Yun Taek dan Dong Yi, keduanya berpikir apa yang akan mereka lakukan sekarang. Shim Yun taek berkata bahwa buku militer itu disimpan di kantor administratif Pyeongyang. Bagaimanapun, mereka harus mencegah itu terjadi, buku itu tidak boleh jatuh ke tangan mereka. Shim Yun Taek berkata, Jang Hee Jae mungkin akan menemukan tentang Dong Yi, jadi sebaiknya Dong Yi sembunyi dulu sementara.

Gubernur berpikir sejenak dan ia memutuskan akhirnya akan memberikan buku militer itu pada Jang Hee Jae. Jang Hee Jae senang dan berkata Gubernur membuat pilihan bijaksana. Jang Hee Jae meyakinkan jika masalah ini sukses maka Gubernur akan dipindah ke Doseong. Gubernur berkata jika benar, ia akan memberikan kesetian-nya pada Ratu Jang. Seorang petugas muda masuk karena dipanggil Gubernur dan Gubernur berkata bahwa ia akan menuju Pyeongyang dan minta anak buahnya siap2. Petugas itu mengerti dan tanya apa Gubernur mau melihat surat2 yang akan dikirim? Shim Yun Taek memintanya mengirim suratnya ke Doseong. Gubernur berkata tidak ia tidak ingin melihat, kirim saja.

Jang Hee Jae minta petugas itu menunggu sebentar, siapa tadi nama pengirimnya? Petugas junior itu berkata namanya Shim Yun Taek. Jang Hee Jae merasa nama itu terdengar akrab di telinganya. Gubernur tanya apa Jang Hee Jae mengenal Shim Yun Taek? Jang Hee Jae berkata ia tidak kenal Shim Yun Taek tapi ia seperti pernah dengar namanya disuatu tempat sebelumnya lalu berkata ah bukan apa-apa.

Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo berkuda menuju Uiju, Cha Cheon Soo berkata setelah ini akan ada tempat perhentian, mereka bisa istirahat sebentar di situ. Ternyata setelah sampai di tempat peristirahatan, mereka tidak menemukan kuda yang baru. Seo Yong Gi menegur petugas di situ, bagaimana bisa tempat ini tidak punya kuda yang baru. Petugas itu hanya bisa minta maaf. Seo Yong Gi mengancamnya, jika ia tidak diberikan kuda baru maka petugas itu melakukan kejahatan karena menghalangi titah Baginda dan Seo Yong Gi tanya ada apa. Seo Yong Gi menarik pedang Cha Cheon Soo dan mengarahkannya pada leher si petugas, cepat bicara!!

Petugas itu minta ampun, dan ia mengaku semua kuda yang baru dan masih segar diambil oleh Jang Hee Jae dan anak buahnya. Seo Yong Gi kaget sekali mendengar Jang Hee Jae juga ke Uiju. Petugas itu membenarkan. Seo Yong Gi merenung dan Cha Cheon soo tanya apa tujuan Jang Hee Jae diam2 ke uiju. Apa mungkin Jang Hee Jae sudah tahu kalau Dong Yi di Uiju, bagaimana kalau Jang Hee Jae menemukan Dong Yi duluan.

Cha Cheon soo berkata mereka tidak boleh membuang waktu, kita harus segera ke Uiju. Seo Yong Gi berkata mereka tidak mendapat kuda baru dan tidak akan mudah mendapatkan kuda, jika mereka jalan, akan memakan waktu seharian menuju Uiju. Cha Cheon soo terlihat putus asa.

Jang Hee Jae mondar mandir dan mencoba mengingat siapa Shim Yun Taek. Jang Hee Jae bergumam, Shim Yun Taek..Shim Yun Taek, lalu ia ingat itu jelas orang yang mengirim petisi menuduh Ratu Jang berbuat kejahatan.

Jang Hee Jae lalu minta pada petugas tadi untuk melihat surat Shim Yun Taek yang akan dikirim ke Doseong. Petugas itu tanya apa alasan Jang Hee Jae. Jang Hee Jae berkata agar petugas itu melakukan saja dan tidak tanya2. Petugas itu mengerti. Ia membawa surat Shim Yun Taek dan berkata sebenarnya ini tanggung jawab Gubernur untuk memeriksa semua isi suratnya. Jang Hee Jae minta petugas itu untuk diam dan pergi. Petugas itu masih ragu. Jang Hee Jae teriak, pergi kataku!! dan Jang Hee Jae membaca surat itu.

Jang Hee Jae : Bagaimana ini bisa terjadi dia masih hidup…di dunia ini. Dong Yi si brengsek itu.

Jang Hee Jae mengumpulkan anak buahnya dan berkata Dong Yi masih hidup dan berada di Uiju. Anak buah Jang Hee Jae berkata itu tidak mungkin. Jang hee Jae membentak mereka. Anak buah Jang Hee Jae minta maaf. Jang Hee Jae menampar anak buahnya, jangan minta maaf di depanku. Dong Yi ada di rumah Pedagang Byeon, tangkap dia secepatnya!! Apa kalian mengerti? Anak buah Jang Hee Jae mengerti dan pergi ke rumah Byeon.

Dong Yi mengemasi barang2nya dan pergi setelah meniup lilin. Dong yi mencoba menyelinap keluar dan dihentikan oleh Byeon. Byeon berkata ia merasa ada yang aneh dengan Dong Yi akhir2 ini dan ia tahu Dong Yi akan lari ke Doseong.

Dong Yi berkata pada Byeon untuk melepaskannya, karena ia punya sesuatu yang penting yang membuatnya harus segera kembali ke Doseong. Byeon berkata ia sudah menyelamatkan Dong Yi dari ambang maut dan apa ini cara Dong Yi berterima kasih padanya. Dong Yi sudah berkata kalau ia adalah seorang Gungnyeo. Dong Yi berkata ia harus pergi dan mohon Byeon untuk melepaskannya. Byeon tidak percaya dan menuduh Dong Yi bicara sembarangan. Dong Yi berkata bahwa Jang Hee Jae, orang yang anda temani itu, dia akan mencelakakan negara. Jika Byeon terus membantu Jang Hee Jae maka Byeon akan dituduh terlibat kejahatan besar dan menjadi penghianat negara.

Byeon minta Dong Yi tutup mulut, apa kau tidak tahu betapa bahaya-nya bagimu mengatakan kata2 itu? Dong Yi berkata ia hanya perlu segera ke Doseong dan melaporkan masalah ini segera dan mohon agar Byeon melepaskannya, justru saat itu Jang Hee Jae sampai di tempat itu, Dong Yi shock melihatnya.

Jang Hee Jae : Cheon Dong Yi, kau brengsek, ternyata benar kau..sialan..kau benar2 masih hidup.
Ekspresi Jang Hee Jae bagai ingin menelan Dong Yi hidup-hidup.

sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s