Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 02

Oh Saek Ya Myong Ju

Raja memberikan Yungamo kalung Oh Saek Ya Myong Ju untuk anak di dalam kandungannya, sebuah lambang bagi anak raja. “Berikan ini padanya jika anak itu laki-laki.  Ini akan menjadi satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa ia adalah anak raja..  Jika bukan anak laki-laki, kau harus  mengubur ini jauh di dalam tanah.  Saya meminta maaf,  ini adalah satu-satunya hal yang dapat saya lakukan untuk dirimu”

Mokrasu mencari Yungamo ke mana-mana tetapi tidak menemukannya karena Yun sudah pergi. Mokrasu  akhirnya pergi ke upacara pengangkatannya dengan hati pedih memikirkan Yungamo. Upacara sudah mulai, dan Mokrasu menghadap raja dan berlutut di hadapannya. Yang mana raja memberinya gelar kehormatan-Ilmuwan. Raja mengangkat pedang bermata 7-menuju langit.

Weeduk Wang invokes the Seven Precepts

Mokrasu receives the Seven Precepts ceremony

The Seven-Branched Sword

With his heart aching, Mokrasu vows his loyalty to the Baekje king.

Seperti bersinar, ujung pedang turun di hadapan Mokrasu. Mok menyentuh ujung pedang dengan tangannya, mengatakan:

“Kami akan memberikan hikmat kepada dunia, oh Surga.
Kami akan memberikan keahlian kepada dunia, oh Bumi.
Kami akan memnyebarluaskan seni ke dunia, oh Laut.
Kebijaksanaan, keahlian, dan seni semuanya berpusat di tangan manusia.
Ini adalah motto kami dan filosofi kita kepada dunia.”

Raja: ° Langit, Bumi, dan Laut di mana saya memerintah,
terpusat di tangan manusia.
Ini adalah untuk kemajuan kemanusiaan,
Dengan semua keahlian yang kalian miliki, kalian harus mengajarkannya,
Ketahuilah bahwa hati Baekjae bersama dengan kalian.
Raja-raja berikutnya setelah saya akan mengetahui ini juga,
Membawa persatuan kepada rakyat Baekjae kami,
Dan jangan lupa dari mana kekuasaan kalian berasal.
Ini saya nyatakan di hadapan semua orang.”

Mok: ° Aku, Mokrasu, akan melayani raja dengan sepenuh hati.
Saya akan melayani Anda sebagai dewa saya.
Apapun yang saya ciptakan, aku akan melakukannya untuk Anda.
Dimanapun saya, saya akan memikirkan Anda.
Dan saya  akan mengambil alih Kesehatan Nasional,
Pendidikan dan Keamanan Nasional, tanpa istirahat,
melakukan segalanya untuk raja saya.
Saya akan memberikan hidup saya untuk raja saya.
Jadi saya akan memberikan semua diri saya dan semua untuk negara ini dan untuk raja saya”

12 Tahun Kemudian

Anak-anak bersembunyi di balik semak-semak, menunggu.

Anak 1: Apakah kamu yakin dia masuk ke dalam ? Bagaimana dia bisa masuk ke sana?
Anak 2: Jika ia mengatakan ia akan  melakukannya, ia benar-benar  melakukannya.
Anak 3: Ingat saat ia membuat api naga ? Aku  bilang dia masuk ke dalam.

(Jang keluar) Anak-anak bersorak “Wow, dia berhasil ! Hebat !!!”

Jang: Tentu saja aku melakukannya, bukankah aku sudah mengatakannya ? Kalian pikir aku siapa ? Aku mungkin yatim, tapi aku Jang, anak naga !

Jang baru saja mencuri perhiasan untuk bos-bandit. Bos-bandit memberitahu Jang dan teman-temannya bahwa mereka sekarang akan diizinkan untuk menjual di pasar.

Jang meminta 10% dari keuntungan. Sebaliknya, ia dipukuli. Tangan kanan bos-bandit menyuruh Jang :

° Sekarang, pergi dan mencuri di rumah yang lain, mengerti ? Aku pikir kamu kembali melupakan sesuatu di sini. Kami membuat plakat identitas palsu untuk kau dan ibumu. Jika kami membuka mulut kami, kamu berdua akan mati! Itulah mengapa kamu harus mendengarkan kami setiap kali kami menyuruhmu berbuat  sesuatu. Tidakkah kamu tahu jenis orang yang membawa kartu pengenal palsu? Pelarian budak, pencuri atau pembunuh. Melihat bahwa kamu tidak  punya ayah, ibu kamu mungkin juga menjadi pelacur.”

Dia mencoba untuk memukul Jang lagi, tapi Yungamo ikut campur dengan suara memerintah: “Jangan menyentuh seujung rambutnya !”

Pencuri:  Seperti ibu seperti anak. Bagaimana kamu berani mengangkat suara kamu di sini! Pokoknya, kamu harus mengajarkan anakmu untuk mendengarkan! Kalau tidak, aku akan menyerahkan kalian berdua kepada pihak berwenang.

(Di rumah,Yun menghukum Jang dengan tongkat.)

Jang (duduk): Ibu, Apakah ibu seorang mantan narapidana ? Atau apakah ibu dari Shilla? Jika tidak, mengapa kita berpindah begitu sering ? Setiap kali kita mulai menetap di suatu daerah, kita berpindah lagi. Setiap kali aku bersahabat dengan  beberapa teman, kita berpindah. Kemudian kita menjadi korban oleh bandit karena plakat identitas palsu kita. Apakah ibu seorang pembunuh sseperti yang mereka katakan padaku tentang ibu ?

Yun: Tidak, Jang! Tidak!

Jang: Lalu? Apakah ayahku seorang pembunuh, buronan?

Yun: Bagaimana kamu berani mengatakan itu!

Jang: Lalu apa? Ibu tidak pernah bilang apa-apa tentang ayah, dan Ibu hanya mengatakan omongan kosong bahwa aku adalah putra naga, dan kita tetap saja terus berpindah !!

Yun: Jang ! Itu untuk melindungimu. Itu sebabnya, sampai ibu mengatakan sesuatu yang lain, kamu  harus tetap  tinggal dengan ibu.

Jang: Tidak, aku tidak mau. Aku akan mendapatkan uang. Aku akan menghasilkan uang dan pergi ke Chunchooku (India). Setelah aku sampai di sana, aku tidak harus berpindah-pindah lagi, dan aku akan dapat melakukan apa saja yang ingin aku lakukan!

Ia berjalan di luar, memberitahu teman-temannya untuk mengikutinya. Dia memberitahu teman-temannya untuk membawa benda-benda yang berbeda. Jang dan teman-temannya mengikuti para bandit, dan setelah menyalakan api untuk panah, dia tembakan panah-panah berapi itu  menuju kursi dari preman. ledakan kecil terjadi. Anak-anak lari sementara warga kota mengeluh bahwa anak-anak itu adalah pembuat masalah.

Anak-anak : Bagaimana kamu membuat ledakan?

Jang: Ingat sesuatu meledak di dapur rumahmu ? Ada bubuk kacang di lantai, dan ketika menyentuh api, meledak. Saya pikir itu yang terjadi ketika bubuk ada  di udara !

Yungamo ditangkap bersama-sama dengan bandit, Jang & teman-temannya. Yungamo berlutut ke petugas, mengatakan bahwa segala sesuatu salahnya, karena gagal untuk mengajar anaknya dengan baik. Jadi pihak berwenang memberi Yun 50 cambukan, dan memastikan Jang menyaksikannya.

DI RUMAH MEREKA

Jang : Para petugas ini pasti tidak  punya ibu. Bagaimana mereka bisa memukul di tempat yang sama! (Menempatkan beberapa tumbuhan obat di luka ibunya). Ibu tidak dapat  mengatakan apa-apa kepada lembaga yang berwenang tentang bandit, benar khan? Dan Ibu tidak mengatakan padaku mengapa membuat tanda pengenal palsu.  Anda tersenyum ketika dipukuli. Tidakkah ibu memiliki perasaan? Jadi ibu, ayo kita pergi ke Chuncooku (India)! Mereka memiliki hal-hal besar di sana. Dan aku bisa belajar dengan rahib  Buddha. Mereka mengatakan bahwa semua orang diperlakukan sama di sana.

Yun: Kamu tidak melakukan pekerjaan rumah yang ibu berikan. Kamu pikir kamu akan belajar dengan rahib Buddha?

Jang: Aku harus menjadi Buddha. Kemudian, aku tak diharuskan belajar, yang lain akan belajar kepadaku sebagai gantinya.

Yun: Jang !

Jang: Apa? Kita akan pindah lagi ?

Yun: Tidak, kali ini, kamu yang pindah. Ibu akan tinggal. Walaupun ibu melakukan ini untuk melindungi kamu, jika kita terus berpindah seperti ini, kita akan ditindas kembali oleh orang-orang sejenis dengan para bandit  itu, dan aku tahu betapa mengerikan hal ini untukmu, dan bagaimana mereka merusak harga dirimu. Ibu salah, Ibu pikir ibu tidak dapat mendidik kamu dengan benar jika ibu melakukannya dengan cara ibu.

Tapi Jang ! Kamu harus dididik dengan benar. Kamu harus menjadi orang hebat. Pergilah ke Taehaksa (Akademi Ilmu Pengetahuan / Sains).

Jang: Akademi  Sains ?

Yun: Letaknya di Savisong. Di sanalah tempat  di mana semua senjata tentara dan semua perlengkapan Istana dibuat. Mereka akan mengajarkan kamu cara memainkan instrumen dan bagaimana menari.

Jang: Ibu belajar menari di sana?

Yun: Ya ! Ibu juga tumbuh dengan di hukum dengan tongkat, sambil belajar menari.

Jang: Mereka menghukum Ibu dengan tongkat di sana?

Yun: Tapi ada yang lebih dari itu. Setiap kali bibir ibu kering karena menari terlalu lama, ada orang  baik yang akan mengoleskan salep di bibir ibu. Kami akan menari selama Hari Libur Nasional.

Jang: Tapi aku tidak ingin belajar  menari.

Yun: Ibu menari. Tetapi kamu dapat melakukan hal-hal lain. Ini karena kamu bergaul hanya dengan para pedagang pasar sehingga kamu mendapatkan masalah karena membuat api naga dan ledakan bubuk skala kecil.  Ketika kamu pergi ke Taehaksa, ini semua hal-hal yang  patut dihargai.  Orang-orang akan memuji dirimu karenanya. (Sungguh?) Tentu saja ! Orang itu pasti akan memujimu  untuk ini. Orang itu akan mendidikmu dengan benar. (Dia memeluk Jang)

DI DEPAN AKADEMI TAEHAKSA

Yungamo memberikan surat untuk Jang untuk diberikan kepada Mokrasu. Dia mengatakan kepadanya Mokrasu adalah orang hebat sehingga ia harus mendengarkan dia dan mendapatkan rasa hormatnya. Ia hanya berharap agar Jang mendapatkan rasa hormat dari Mokrasu.

Jang: la adalah ayahku, kan?

Yun: Apa?

Jang: la ayahku, benar khan ?

Yun: Tidak, ibu katakan ia bukan  …

Jang: Lalu mengapa ibu menangis setiap kali ibu menyebutkan dia? Dia itu  ayahku, khan?

Yun: Pergilah sekarang, seseorang akan datang menjemputmu. Jadi nanti ikuti dia.

Jang: Aku tanya apakah ia adalah ayahku ?

(Rombongan penari dari istana keluar dari Taehaksa menuju ke arah mereka berdua, Yun takut dikenali)

Yun: Kamu hanya dapat pulang dua kali dalam setahun, jadi jangan pikirkan ibu, ya ! Kamu harus mendengarkan Guru Moraksu. (Dia pergi)

Jang: la adalah ayahku, aku punya ayah !

Begitu masuk, penjemputnya mengatakan bahwa Guru Mokrasu bertanggung jawab atas seluruh Akademi Sains. Jang merasakan harapannya bersinar, berpikir bahwa ayahnya adalah orang yang hebat. Segera setelah itu, ia menunjukkan surat untuk Mokrasu. (Ia membayangkan orang dihadapannya yang  membaca surat itu, menjadi emosional, memanggilnya anak).

Mok: (Setelah membaca surat itu) Apakah kamu tahu filsafat Konghucu? (Jang menggelengkan kepalanya : Tidak !). Bagaimana dengan  pekerjaan yang berhubungan dengan logam? Atau keahlian khusus untuk membuat sesuatu sehingga pekerjaan menjadi lebih baik? (Tidak !) Bagaimana dengan huruf? Dapatkah kamu membaca?

Jang: Saya belajar sedikit dari ibu !

Yun: Pergilah memberitahu ibumu bahwa Akademi Sains bukanlah tempat di mana siapa saja dapat masuk dengan bebas. Ini adalah tempat untuk mengembangkan seni dan budaya Baekjae. Jadi setiap orang di sini harus memiliki bakat khusus dan menunjukkan potensi. Dan di atas bakat-bakat, ia harus memiliki karakter dan kedisiplinan. Tapi saya tidak melihat potensi dalam dirimu, dan mengenai ibumu, saya melihat tidak ada kedisiplinan atau karakter. Itu sebabnya tidak ada cara saya dapat memasukkan Anda ke sekolah ini.

(Kepada asistennya) Pernahkah aku menunjukkan pilih kasih terhadap orang yang saya kenal? Jika kamu ingin melakukan itu, keluar dari sekolah ini! Dan usir anak ini. SEKARANG JUGA!

Tiga orang segera menyeret Jang keluar dari Taehaksa, sementara itu Jang terus meronta-ronta dan  mengatakan pada mereka bahwa ada sesuatu yang dia perlu ketahui, tapi dia tetap diusir dari sana, dan dia tidak diperkenankan untuk masuk lagi.

Raja menyatakan bahwa segera akan ada Upacara Pengangkatan Pangeran Mahkota Baru, dimana adiknya akan menjadi penggantinya.

Di dalam kamar, Mokrasu berpikir tentang surat itu.

Suara Yungamo : “Ini sudah lebih dari 10 tahun sejak saya meninggalkanmu tanpa menjelaskan keadaan diri saya kepada dirimu. Dan sekali lagi, saya datang kepadamu tanpa penjelasan apapun, meminta kepadamu sesuatu yang tidak seharusnya kuminta. Tolong asuh anak ini. Biarkan dia tumbuh dengan baik di Akademi Sains. Jika Anda masih memiliki perasaan tersisa dari masa lalu kita, setiap penyesalan, tolong dengarkan permintaan saya. Ada hal-hal di mana saya tidak bisa jelaskan, hal yang tidak seharusnya saya bicarakan, yang bahkan lebih buruk daripada sumpah yang telah saya ingkari terhadapmu dan diri saya sendiri. Harap maklumi ini.”

Mokrasu menyalakan penerangan, mengingat,  “Satu yang lahir dari kesalahan akan menyalakan dupa, dan yang menyalakan dupa ini akan menjadi raja, raja yang akan membangkitkan Baekjae lagi, dan akan menerima kehormatan besar dan pujian!”

Orang-orang mendesak Mokrasu untuk menghentikan Upacara Pengangkatan Putra Mahkota Baru  entah bagaimana caranya. Tubuh pangeran Aja belum dapat  ditemukan, dan jika saudara raja, Buyo-Gae, menjadi raja, akan ada banyak pertumpahan darah.

Mokrasu: Kita ilmuwan bukan politisi.  Tidak seharusnya kita digerakkan oleh perebutan kekusaan. Kita hanya harus memikirkan Baekjae secara keseluruhan.

Jenderal Sun: Apakah Anda yakin Aja mati ?

Heukjipyung (Pengawal Pribadi Sun): Ya.

Sun: Lalu bagaimana tubuhnya tidak ditemukan? Jika ia kebetulan hidup, apa gunanya ayahku melalui upacara itu? Bahkan jika ia tidak hidup, jika rumor bertahan bahwa ia masih hidup di suatu tempat, itu akan merusak reputasi kita. Selain itu, Wangoo berpikir sang pangeran masih hidup. Kita harus menemukan kurir yang pergi mencari pangeran. Jika pangeran masih hidup, kita harus membunuh dia. Dan membunuh semua kurir pesannya.

Ada banyak pencarian yang terjadi, sangat teliti. Jang menyembunyikan dirinya di dalam gerobak yang memasuki Istana. Seorang pria yang terluka bersembunyi di dalam juga. Para prajurit berniat untuk mencari gerobak namun pengemudi melarikan diri bersama gerobaknya.Tentara mengikuti gerobak itu, membunuh pengemudinya. Gerobak jatuh saat menuruni bukit. Jang dan orang itu terlempar keluar dari gerobak.

Jang sedang mencoba untuk membantu orang yang terluka. Dia memberikan surat kepada Jang, menyuruhnya untuk memberikannya kepada pengawal raja, Wangoo, sebuah pesan dari putra mahkota. “Jika kamu melakukan ini,  Wangoo akan mengabulkan apa yang kau minta.” Setelah itu orang tersebut meninggal.

Jang bertanya ke seorang anak laki-laki yang ditemuinya di jalan jika ia bisa membaca. (Ya) Ia memukul anak itu, dan memaksa dia untuk pergi ke Wangoo, mengatakan: ° Aku punya surat yang sangat penting bagi Anda yang diberikan kepada saya oleh seorang pria sekarat. Ayo ke  hutan di belakang istana untuk bertemu dengan saya malam ini. Jangan berpikir untuk menangkap saya. Jika Anda melakukannya, Anda tidak akan bisa membaca surat itu.”

Wangoo mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada anak itu tetapi anak itu terus mengulang kata-kata di atas.

Salah satu tentara  menginformasikan Heukjipyung tentang hal ini, mengenai anak laki-laki tersebut dan pesannya.

°Apakah ini berarti bahwa pangeran masih hidup?”

Di balik tembok kota, Wangoo Moojang bertemu Jang.

Wangoo: °Siapa yang mengirim kamu ?”

Jang: Tidak ada. Saya lakukan itu sendiri.

Wangoo: Bagaimana kamu berani bermain-main seperti ini?

Jang: Saya tidak bermain-main. Saya pikir Anda tahu ini, itulah  mengapa Anda datang. Anda harus tahu sesuatu, benar bukan? Saya bersembunyi di dalam gerobak untuk memasuki Istana. Tapi ada orang lain di dalamnya. Para penjaga mengikuti gerobak dan orang di dalamnya akhirnya meninggal. Tapi sebelum meninggal, ia memberi saya surat yang mengatakan bahwa itu dari putra mahkota.

Wangoo: Berarti putra mahkota masih hidup! Berikan kepadaku surat itu !

Jang: Belum bisa. Pembawa pesan itu mengatakan kepada saya kalau Anda akan melakukan apapun yang saya minta jika saya memberikan surat ini kepada Anda.

Prajurit: Apakah kamu mencoba untuk tawar-menawar dengan Pengawal Raja? Apakah kamu menginginkan kami untuk mengambil semua yang ada padamu dengan paksa? Berikan surat itu sekarang juga!

Jang: Baiklah, Anda dapat mengambil semua yang saya miliki tetapi Anda tidak akan mendapatkan surat itu. Pria itu mengatakan surat itu sangat berharga jadi lakukan seperti yang saya minta!

Wangoo: Baik, apa yang kau inginkan?

Jang: Kau tahu Guru Mokrasu, sang ilmuwan? (Ya !) Buatlah dia berlutut di hadapanku. Ini adalah antara perkara satu laki-laki dengan laki-laki lain, sehingga jangan mengajukan pertanyaan lagi (Benarkah? Mengapa?).

Wangoo: (Terheran-heran) Perkara antara satu pria dengan pria lain? Baik, aku dapat membawa Mokrasu kepada dirimu, tapi aku tidak bisa  membuatnya berlutut untukmu. Kau harus melakukannya sendiri. (Baik!) Sekarang, berikan surat itu kepadaku !

Jang: Bawalah Mokrasu kepada saya dulu.

Wangoo: Aku adalah seorang pria juga. Kamu harus percaya kata-kataku.

Jang: Aku tidak dapat percaya kepada Anda.

Wangoo: (Kepada salah satu prajurit) Bawa Mokrasu kepada kami! Cepat!

Jang akan memberikan dia surat tapi ada panah dilepaskan. Mata-mata berada di belakang, dan 2 anak laki-laki itu  lari.

Wangoo mengatakan kepada  Mokrasu bahwa seorang anak laki-laki sekitar 10 tahun sedang mencari dia. ° Aku cukup yakin kalau dia nanti akan datang mencari Anda. Anak itu dia memiliki surat dari putra mahkota.

Mok: “Pangeran masih hidup?”

Wangoo: utusan itu dibunuh oleh lawan kita. Dan jika ia datang kepada Anda, dapatkan surat pangeran dari anak itu!

Jenderal Sun mendapatkan informasi mengenai situasi itu juga. Heukjipyung janji kepada Sun bahwa ia akan menemukan anak itu sebelum yang lain.

Mokrasu (kepada asistennya.): Apakah kamu ada melihat  anak laki-laki itu setelah hari lain? (Tidak) Apakah kamu tahu di mana Yungamo tinggal. (Tidak)

Asisten 2: Guru, sesuatu yang buruk telah terjadi! (Semua air dari sumur dan guci, di mana-mana penuh dengan debu. Dan semua bara arang padam)

Orang-orang bicara tentang bagaimana mengerikannya hal  ini, karena mereka harus mempersiapkan diri untuk besok untuk penobatan pangeran baru. °Orang dari  Shilla yang melakukan ini ! Tapi bagaimana mungkin mereka melakukan ini untuk setiap guci dan mangkuk ? Mungkinkah ini berarti dilakukan oleh para dewa ?”

Mok: Berhenti berbicara omong kosong! Cari tahu siapa yang melakukan ini! Cuci semua piring & nyalakan semua bara arang lagi ¡

Mok memberitahu pembantunya untuk tetap tenang saat ini. ° Beritahu semua orang untuk tidak berbicara tentang hal ini di tempat lain! Kirimi saya 10 orang untuk menyelidiki ini.”

Mereka memanggil Mokrasu lagi, mengatakan kepadanya bahwa semua mangkuk logam  tampak terbakar (terkena angus). °Siapa sebenarnya yang melakukan hal seperti ini?”

Seseorang: ¯ Mereka  mengatakan hal ini terjadi di mana-mana.  Semua pelat logam yang terbakar dan semua  mangkuk tanah pecah.”

Mokrasu: Lima elemen, lima unsur! (Logam, kayu, air, api, dan tanah).  Jadi , ada 2 hal yang masih tertinggal ! (Mereka mencari tanda-tanda dari 2 elemen yang tersisa)

Mokrasu menemukan anak sedang memalu batang kayu di pasir.  Mokrasu menghampirinya dan menanyakan dengan marah apa yang sedang ia lakukan, anak itu ketakutan dan kemudian mengatakan kepadanya bahwa ia hanya mengikuti instruksi. ° Apakah kamu yang melakukan hal-hal lain juga?

Anak laki-laki: Tidak, anak bernama Jang memukul aku, dan menyuruhku untuk tetap di sini!

Mok: Dimana dia?

Anak laki-laki: Dia bilang Anda pasti tahu!

Mokrasu berjalan dekat pohon-pohon dan dia melangkah di atas perangkap Jang, sehingga tergantung dengan salah satu kakinya terikat di atas pohon dan kepalanya di bawah. (sungguh nakal si Jang ini .. hehehe :D)

Jang: Saya mungkin tidak memiliki ketrampilan untuk bekerja dengan logam, atau bakat atau potensi, tapi saya tahu lima unsur. Bagaimana menurut Anda? Tidakkah Anda pikir saya ini memenuhi syarat untuk berada di Sekolah Sains?

Mok: Aku melihat kalau kamu memiliki keterampilan sekarang. Keterampilan untuk melakukan kekacauan. Jika aku telah menyakiti dirimu dengan kata-kataku sebelumnya, aku minta maaf. Sekarang, turunkan aku dan berikan padaku surat yang kau bawa. Bahwa surat itu terlebih penting dari yang kamu pikirkan.  Masa depan Kerajaan Baekjae sekarang dipertaruhkan.

Jang: (Melempar surat di Mokrasu.) Saya bisa memberikan surat jenis ini kapan saja! Tapi sekarang, Anda harus menulis satu lagi untuk saya.  Saya akan berpikir bahwa  saya tidak memiliki ayah,  saya akan hidup dengan cara pemikiran seperti ini, tetapi Anda harus menuliskan saya surat untuk ibu. Ibu saya menangis memikirkan Anda. Dia mengatakan kepada saya satu-satunya keinginannya  bagi saya adalah mendapatkan rasa hormat dari Anda. Jika dia mengetahui Anda memperlakukan  saya seperti ini, saya merasa terlalu kasihan padanya. Jadi saya akan katakan padanya bahwa saya lari dari sini. Tapi Anda harus menuliskan buat  saya surat yang mengatakan bahwa Anda merindukannya!

Orang-orang mencari Mokrasu, dan mereka mencoba untuk menghukum Jang. Mokrasu (memberikan catatan kecil ia menulis kepada Jang) mengatakan kepada mereka itu bukan salahnya, dan menyuruh mereka untuk membawa Jang masuk ke  dalamAkademi Sains.

Mokrasu akan menemui  Pengawal Raja. Tapi dia diculik dalam perjalanan.

Perayaan untuk Penobatan Pangeran Baru sedang berlangsung. Raja berdoa kepada para dewa, meminta langit untuk merestui penobatan seorang pangeran baru. Saudara Raja  menyentuh ujung pedang bermata 7. Namun tiba-tiba terjadi badai yang mengamuk di tempat upacara yang sedang berlangsung, dan membuat banyak orang terlempar ke sana-sini, orang-orang panik dan ketakutan, mereka segera mencari perlindungan ke dalam Istana.

Jang masuk ke dalam kantor Mokrasu. Dia melihat pedupaan yang ditemukan oleh Mokrasu dulu, Jang tertarik dan mendekatinya, kemudian  ia mengangkatnya dan memegangnya dengan kedua tangan. Dia mengawasi ke sekeliling ruangan, meletakkan pedupaan kembali ke tempatnya (dan pedupaan itu  mulai terbakar !!) kemudian Jang keluar dari kantor Mokrasu.

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s