Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 05

Bumsaeng dan anggota Haneuljae lain nya sedang diinterogasi oleh orang-orang Kim Saheum. Jang, sebagai yang termuda, terikat  di samping dan membuatnya terpaksa  menyaksikan penyiksaan ini. Kim Saheum ingin tahu di mana Mokrasu berada, tetapi mereka tidak bergeming. Mereka terus mengatakan bahwa mereka adalah budak buronan dari Sui (China), dan bukan orang Baekjae. Tetapi Kim Saheum menunjukkan mereka kalung identitas milik Yungamo (yang diserahkan ke Jang dan kemudian Jang menyerahkannya ke Sunhwa, lalu tidak sengaja menghilangkannya dan akhirnya ditemukan oleh salah satu prajurit), yang merupakan lambang dari Baekjae. Kemudian Bumsaeng mengatakan kepadanya bahwa ia pemilik kalung tanda pengenal itu, dan bahwa yang lain tidak tahu apa-apa mengenai hal ini.

Selanjutnya

Kim Saheum mengatakan pada Bumsaeng bahwa ia cukup yakin Mokrasu sudah melarikan diri. Jadi sekarang, ia lebih tertarik dalam memenangkan remaja ulet ini. “Layani aku dan Shilla, dan aku melepaskan kamu dan teman-temanmu hidup.”

Tapi Bumsaeng menolak untuk mengkhianati gurunya dan negaranya, memilih untuk mati sebagai gantinya. Sebelum meninggal, ia meminta Kim Saheum untuk mengampuni teman-temannya, tapi Kim Saheum membunuh mereka semua kecuali Jang.

DI DALAM SEL PENJARA

Jang:  Hyungnim (kakak), hyungnim,  maafkan aku, ini salahku. Hal ini terjadi karena aku kehilangan kalung identitas milik ibuku.

Bumsaeng (sulit bernapas): Jangan pikirkan, jangan memikirkan hal ini.

Jang: Hyungnim, mereka mengatakan bahwa mereka akan membiarkan dirimu hidup. Itu jika kau melayani Shilla, mereka akan  membiarkanmu untuk hidup.

Bumsaeng: Itu akan tidak menarik. Kamu mengatakan kamu tidak  menyukai hal-hal yang tidak menarik.

Jang: Tidak, hyungnim, itu bukan tidak menarik sama sekali.  Kau harus hidup, aku takut mati.

Bumsaeng: Jang !

Jang: Hyungnim!

Bumsaeng: Kau bilang kau ingin menjadi orang hebat?

Jang: Hyungnim!

Bumsaeng: Aku melakukan ini karena aku percaya ini adalah salah satu caraku menjadi orang hebat. (Napas terengah-engah) Jadilah orang hebat dengan caramu sendiri.

Jang: Hyungnim! Hyungnim!

Bumsaeng: Dengan … caramu … sendiri … (Dia meninggal)

Jang: Hyungnim, hyungnim!  Bangun, bangun! Mengapa kamu harus mati?Mengapa? Apa arti Baekjae bagimu? Siapa itu Mokrasu bagi dirimu? Mengapa kau harus mati bagi mereka? Mengapa!!?! (Jang pingsan)

Selanjutnya

Penjaga penjara menginformasikan Kim Saheum kematian mereka berdua. Kim Saheum, menghela napas dalam penyesalan: °Jika Shilla memiliki Hwarang (pasukan tempur khusus Shilla), Baekjae memiliki Ilmuwan. “Lemparkan tubuh mereka keluar … jangan membiarkan orang lain tahu”

Selanjutnya

Chogee kecil memberitahu putri bahwa anak itu meninggal. Karena kalung yang dihilangkan oleh putri, maka Jang dan teman-temannya ditemukan bersalah karena menjadi budak buronan dari Sui (China).

Sunhwa: Aku yang membunuhnya! Aku!

Selanjutnya.

Jang yang dikira mati, ikut diletakkan di luar bersama jenazah teman-temannya. Ketika ia sadar, Jang langsung membuka semua penutup jenazah dan menemukan Bumsaeng benar-benar sudah mati. Dengan hati pedih, Jang menyeret tubuh Bumsaeng untuk dibawa ke Haneuljae, tetapi ia bertemu dengan Moraksu.

Orang-orang Akademi menguburkan mereka yang telah mati, dan Mokrasu mengadakan ritual penguburan dengan menggunakan replika pedang 7 lekuk untuk menghormati mereka yang mati. Mokrasu ingat sejarah 300 tahun lalu mengenai filosofi Akademi Sains.

Flashback ke masa 300 tahun yang lalu

Mahan and Baekje Kings

SamHan, Jiwa dari Tiga Han

Kami akan membagikan pengetahuan Tiga Han
( Ma Han, Jin Han, Byun Han)
Mempelajari langit (Ma Han)
Kami akan membagikan teknologi Tiga Han
Mengembangkan tanah (Jin Han)
Kami akan membagikan budaya Tiga Han
Mengelola Lautan (Byun Han)
Dan ingatlah ini
Pengetahuan, teknologi, dan budaya
Semuanya berpusat di sekitar kita, manusia.
Ini adalah Jiwa dari Tiga Han yang bersatu

Chun, raja Mahan dan Geunchogo, raja ke-13 Baekjae, bertemu dan membentuk aliansi. Raja Chun menyembah di hadapan Geunchogo, dan mendeklamasikan Tujuh Pedoman. Dia kemudian meminta Geunchogo untuk “bersumpah kepada Jiwa dari Tiga Han yang bersatu”. Raja Chun yang menyadari bahwa tidak ada dua matahari di langit, mengorbankan hidupnya dengan tujuan untuk menjamin kedua negara akan tetap membentuk persatuan yang damai dengan diperintah oleh satu raja.

Raja Geunchogo bangkit dan berkata, “Dengarkan, Aku akan memerintah tanah Mahan. Tetapi teknologi pertanian Mahan akan memberi kami kemakmuran, dan hati Baekjae menjadi milik kalian. Raja-raja yang akan mewarisi tahta setelah diriku tidak boleh melupakan, rakyat Mahan dan Baekjae adalah satu negara. Dan jangan melupaka Jiwa Samhan. Kita namakan ini Tujuh Pedoman.”

Kembali ke masa sekarang

Mokrasu: Apakah itu kalung identitasmu? Apakah itu milikmu?

Jang: Ya!

Mokrasu: Kau tidak dapat bersama-sama dengan kami. (Mereka semua pergi)

Jang: (Mengikuti dari belakang) Aku salah. Aku memang membuat kesalahan, tapi aku punya alasan. Sama seperti Anda, Guru, Anda memiliki alasan untuk apa yang telah  Anda lakukan! Dan itulah mengapa  ibuku meninggal!

(Menangis sendirian) Aku akan tetap mengikuti. Aku harus mencari tahu mengapa kakak Bumsaeng memilih kematian daripada mengingkari kesetiaan kepada guru Mokrasu.

10 tahun kemudian.

Jang: (Menebang pohon dengan kapak, sambil berbicara sendiri) Wah, ini sudah 10 tahun! Ini waktunya bagi mereka untuk memaafkan saya. (Dia melihat angkasa luas, dan dia tersenyum.)

Selanjutnya

Heukjipyung memberitahu Sun bahwa pangeran masih hidup. Pangeran  telah menemukan tempat perlindungan di dalam Kekaisaran Jepang.  Sun ingin tahu kapan Pangeran berencana untuk kembali ke Baekjae.

Selanjutnya

Dalam Haneulchae, semua orang menyaksikan Sataek-Giroo membuat kaca dari permulaan. Setiap orang kagum, dan Mokrasu dengan senang memujinya, mengatakan: °Akhirnya, seorang ilmuwan telah lahir di Haneulchae!”

Anggota-anggota Haneulchae ingin merayakan keberhasilan Giroo menjadi ilmuwan, Mokrasu berkata kepadanya bahwa apapun permintaan pertamanya sebagai ilmuwan akan dipenuhi oleh mereka.

Sementara semua orang merayakan ini, Jang berjalan masuk menghampiri mereka, kemudian ia berlutut di hadapan mereka dan ia mulai membaca temuan baru tentang berbagai jenis pohon dan bagaimana mereka tumbuh. Bumro marah ketika melihatnya, menyebutnya perusak pesta.

Bumro: Pergilah. Mengapa kau harus datang ke sini dan merusak pesta? (Jang terus membaca tentang berbagai jenis pohon.) Kau penjahat! ( Bumro melemparkan batu kecil ke Jang)

Jang: ini adalah apa yang saya telah temukan  sejauh ini. Kalian sudah dapat menerimaku belum? Terimalah saya sekarang.

Bumro: Aku bilang pergi kau! (Dia melempar batu lain.)

(Maekdosu menegur anaknya karena begitu jahat)

Giroo: Ini sudah 10 tahun. Bahkan jika dia melakukan kesalahan besar, kalian sudah mengabaikannya selama 10 tahun. Tak seorang pun berbicara dengan dia, atau memberinya pekerjaan apapun atau mengajar apa pun. Kalian membuat dia hidup seperti ini selama sepuluh tahun. Sekarang, kita harus menerima dia sebagai salah satu dari kita, anggota Akademi Sains. Hari ini, Kalian semua harus membiarkan dia mengambil ujian masuk menjadi anggota. Ini adalah permintaan pertama saya setelah menjadi seorang ilmuwan. Inilah yang saya harapkan dari akademi ini.

Bumro: Kau datang kemudian. Apa yang kau ketahui tentang hal ini? Kau menjadi sarjana sehingga kamu pikir kamu tahu semuanya? Kamu tidak tahu kalau penjahat ini telah membunuh kakakku!!

Giroo: Setelah saya datang ke sini, saya benar-benar tersentuh oleh kalian semua. Saya tidak perlu untuk menguraikan satu-satu  semua kebaikan yang telah saya terima di tempat ini. Semua orang merasa sangat bahagia. Tapi tidak dengan bagaimana kalian memperlakukan Jang. Jika kalian tidak dapat memaafkan Jang sampai sekarang, kalian sudah menghancurkan hidup satu orang dengan memperlakukannya seperti itu, saya akan meninggalkan tempat ini. Saya tidak akan tetap tinggal di tempat dengan standar ganda seperti itu.

Bumro: Anda ingin pergi? Maka pergilah. (Giroo berdiri, membungkuk pada mereka semua, dan ia berjalan pergi)

Selanjutnya

.. (Eunjin membual tentang Sataek-Giroo) “… memiliki wibawa,  pekerja keras, cerdas, dan tampan. Tapi di atas semuanya itu, ia  bijaksana”.  Begitu banyak hal baik meengenai Giroo, sehingga dirinya berkhayal di siang bolong tentang Giroo!

Bumro berjalan dengan marah, memberitahu semua orang untuk mengabaikan keinginan terakhir dari Giroo. Maekdosu memberitahu anaknya bahwa orang lain tidak memaafkan Jang hanya karena mereka  semua takut menyakiti perasaan Bumro dan Maekdosu.

Maekdosu: Sepuluh tahun sudah cukup.

Bumro: Ayah! Jika ayah tidak  ingin kehilangan putra keduamu juga, jangan katakan lagi hal seperti itu!

Maekdosu: Apakah kamu mengancamku?

Bumro: Aku  tidak. Aku ini mengatakan yang sebenarnya. Aku mengatakan ini untuk semua orang! (Dia keluar dengan marah)

Selanjutnya

Mojin: Saya tidak bisa mengijinkan hal ini.

Gomo: Anak itu sudah cukup melakukannya selama sepuluh tahun, memotong kayu, memmurnikan air, bercocok tanam, bekerja dengan ap. Apa yang telah dilakukannya sudah cukup.

Instruktur lain:  “Selain itu, Sataek-Giroo sudah mengancam untuk pergi. Siapa itu Sataek-Giroo? Bukankah dia adalah satu-satunya orang yang nantinya akan mengikuti jejak Guru Mokrasu?”

Mojin: Dalam hati saya, saya masih tidak bisa memaafkannya ¡|

Suara Giroo: Guru, ini saya, Sataek-Giroo. Saya memiliki sesuatu untuk dikatakan. (Dia berjalan masuk)

Giroo: Setelah saya kehilangan orang tua saya di tangan tentara Shilla, hati saya bergelora dengan keinginan balas dendam dan saya membuat peledak-peledak dengan ukuran kecil. Saya berencana untuk menyeberang ke Shilla dengan membawa peledak-peledak itu. Tapi Guru Mokrasu pergi ke Baekjae saat itu, untuk membuka jalur komunikasi rahasia dengan Haneulchae. Itulah bagaimana saya bertemu dengan beliau. Ketika Guru mengetahui keinginan saya untuk membalas dendam, ia membawa saya ke sini. Setelah itu, kalian semua menerima saya dengan kehangatan yang luar biasa, mendengarkan cerita saya, dan merasakan penderitaan yang saya alami. Dan setiap kali saya mempelajari sesuatu yang baru, kalian semua bersukacita karena saya. Kalian menyayangi saya lebih dari saya menyayangi diri saya sendiri!

Mojin: Apa yang kamu coba katakan?

Giroo: Tapi suatu hari, saya menyadari bahwa semua itu hanyalah ungkapan dari rasa bersalah kalian semua  terhadap apa yang telah terjadi terhadap pengrajin Bumsaeng.

Mojin: Apa maksudmu?

Giroo: Bukankah benar demikian? Karena kalian merindukan bakat dan kemampuan luar biasa yang dimiliki pengrajin Bumsaeng, kalian semua  menuangkan kasih sayang itu kepada saya. Dan rasa bersalah yang kalian pendam selama ini karena tidak dapat menyelamatkannya, kalian semua mengungkapkannya dengan bentuk kebencian terhadap Jang.

Mojin (tidak senang): Apa yang kau katakan?

Giroo: Kasih sayang kalian kepadaku dan kebencian kalian kepada Jang itu adalah sisi yang berlawanan dari satu mata uang yang sama. Itu sebabnya saya merasa terbebani. Kalian semua, kalian harus membebaskan diri dari rasa bersalah ini. Dengan demikian, kalian semua membebaskan kami berdua juga. Kalian harus menerima kami sebagai apa adanya diri kami. Itu sebabnya jika kalian tidak dapat membebaskan Jang dari ini, saya tidak dapat tetap tinggal di tempat ini.

Selanjutnya

Mokrasu mengulangi kata-kata Giroo kepada semua orang, di depan Jang. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia setuju dengan Giroo, dan bahwa ia telah memutuskan untuk membiarkan Jang untuk mengikuti  ujian masuk.

Mokrasu: Jika kamu  lulus ujian masuk, kau akan diterima sebagai salah satu anggota Haneulchae. Tapi jika kamu gagal, kamu harus meninggalkan tempat ini untuk selamanya.

Selanjutnya

Bumro: Guru sangant jenius. Ini adalah bagaimana ia berencana untuk menyingkirkan diri Jang selamanya!

Gadis : Tepat. Ia tidak akan dapat menulis satu katapun!

Selanjutnya

Soal ujian itu merupagan bagian dari teks yang dikenal. Mereka seharusnya mengisi kembali bagian yang kosong. Jang menatap lembar ujian, tidak melakukan apa-apa. Bumro mengintip dan senang melihat Jang termangu-mangu menatap bambu yang berisi soal ujian.

Selanjutnya,

Mojin memanggil nama setiap orang yang lulus ujian. Setelah memberi selamat kepada mereka semua, dia selanjutnya melihat dari hasil jawaban Jang, dia terkejut.

Mojin: Guru, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Jang menjawab  semuanya dengan benar!  (Semua orang sangat terkejut.)

Bumro: Dia menyontek. Dia pasti melakukannya!

Instruktur: Dia menyalin ini?

Maekdosu: Apakah dia?

Eunjin: Jika tidak, bagaimana bisa begini?

Bumro: Penjahat itu! Dia memang seperti itu! Dengan hanya melihat ini, sudah jelas kita tidak bisa membiarkan dia menjadi bagian dari kita.

Mokrasu: Apakah kau benar-benar melakukan kecurangan?

Jang: Tidak, saya tidak melakukannya. Saya berkata hal yang sebenarnya.

Mokrasu: Apakah kamu tahu teks ini ?

Jang: Tidak!

Mokrasu: Dapatkah kamu membaca?

Jang: Sedikit.

Mokrasu: Mendekatlah kemari. (Dia menulis beberapa hal)

(Mojin menunjuk beberapa karakter tulisan Sui (China), menguji pengetahuan Jang. Jang  tahu beberapa, tapi tidak banyak. Mojin kemudian meminta Jang untuk menjelaskan teks itu, tetapi Jang menjawab bahwa ia tidak tahu)

Mojin: Apa lagi yang kita butuhkan? Dia menipu! Bagaimana bisa seseorang yang tidak memahami teks tahu bagaimana menulisnya? Mari kita usir dia keluar!

Jang: Itu tidak benar, saya tidak melakukan satupun kecurangan.

Mokrasu: Lalu bagaimana? Bagaimana kau bisa menulis teks sulit ini?

Jang: Saya mencuri buku.

Bumro: Apa? Kamu bahkan mencuri?

Mokrasu: Kamu mencuri dan melakukan apa?

Jang: Saya menghafal semuanya berdasarkan bentuk tulisan, dalam urutan kronologis.

Giroo: Apakah kau memberitahuku bahwa kamu hafal semua karakter dari buku itu?

Jang: Ya!

Mokrasu memberitahu Woosoo untuk membawa lembar ujian. Dia kemudian memberitahu Jang untuk mengisi bagian yang kosong. Dia melakukannya. Semua orang kagum.

Mokrasu: Apakah kamu tahu apa artinya ini?

Jang: Tidak

(Hal ini berlangsung beberapa kali, dan setiap orang bahkan lebih terkesan.)

Selanjutnya

Bumro: Fakta bahwa ia hafal bentuk karakter tanpa mengetahui apa yang dimaksudkan adalah sia-sia. Dia tidak lulus.

Mojin: Saya setuju. Sebagai salah satu penilai ujian, saya melawan keputusan untuk menerima Jang ke sekolah.

Gomo: Aku menyetujui Jang masuk.

Mojin: Sekarang, Anda perlu memutuskan Guru. Apa yang harus kita lakukan?

Bumro: Apakah kalian benar-benar akan menerima orang yang sudah membunuh kakakku?

Mokrasu: Aku akan memberikan keputusan itu pada kalian semua. Kalian semua menyaksikan bagaimana Jang mempelajari hal-hal yang kalian tidak ajarkan padanya. Dan apa yang  Giroo katakan adalah benar juga, bahwa kita berulang-ulang  masih menyalahkan Jang. Jadi, ini bukan sesuatu yang aku sendiri bisa putuskan.  Kalian semua harus merenungkan ini. Pikirkan ini jika kalian siap untuk menerima kembali  Jang, membuat Bumsaeng bebas. Renungkan ini dan buatlah keputusan. Dan apa pun yang mayoritas telah putuskan, kita semua harus mengikuti. Ini adalah aturan di sini!

(Semua suara dilemparkan. 16 adalah melawan Jang dan 17 untuk menerimanya.)

Bumro: Ini tidak masuk akal. Apakah kalian mengatakan bahwa kita harus melupakan saudaraku karena 10 tahun berlalu? Atau apakah kalian sudah melupakannya?

Maekdosu: Kamu bajingan! Kakakmu mengikuti ajaran Moraksu, dan dia sendiri yang memilih untuk mati. Itu pasti adalah hal yang benar yang harus dilakukannya!

Mokrasu: Mulai sekarang, Jang telah menjadi bagian dari keluarga Haneulchae kita. Kalian semua harus belajar untuk menerima dia dengan hati kalian.

Selanjutnya

Giroo: Terima kasih. Sekarang saya merasa beban saya berkurang sedikit, dan bebas.

Mokrasu: Aku tidak tahu kalau ini sangant mengganggumu. Sementara untuk diriku sendiri, lebih dari kenyataan bahwa kamu telah menjadi seorangilmuwan, saya lebih senang telah menemukan di dalam dirimu karakter seorang pemimpin yang mampu melihat jauh ke dalam hati orang, membawa keharmonisan di sekitarmu.

Giroo: Itu adalah pujian yang berlebihan.

(Kemudian Mokrasu memberinya tugas-tugas lebih lanjut, memberinya tanggung jawab dalam banyak hal di Hanuelchae.  Suatu hari Giroo meminta cuti kepada Gurunya, untuk  mencari beberapa rupa barang dari gelas untuk melihat komposisinya dan kalau bisa ia berusaha untuk menemukan cara membuatnya, Mokrasu sangat senang sehingga mengijinkannya. Giroo juga meminta Mok untuk mengijinkan  Jang pergi bersama-sama dengannya. Lalu, Jang berjalan masuk)

Mokrasu: Sataek-Giroo adalah pengajarmu yang baru  sekarang. Besok pagi, pergilah bersama-sama dengan Giroo ke Seorabol.

DI LUAR

Bumro mencoba untuk memukuli  Jang tapi Giroo campur tangan.

Giroo: Mengapa kamu seperti ini? Ini adalah keputusan dari semua orang.

Bumro: Siapa yang peduli tentang orang lain? Saya tidak menyukainya.

Giroo: Bumro!

Bumro: Keparat itu, dia  selalu seperti itu. Dia tidak pernah peduli tentang orang lain. Ia melakukan apa pun yang ia senangi, dan saudaraku pun dibunuh karena dia. Kakakku melindungi dia dan memperlakukannya dengan sangat baik! Kau tidak seharusnya mempercayainya. Apa pun yang terjadi kepada orang lain, dia hanya memikirkan dirinya sendiri!

Giroo: Bagaimanapun, Kau tidak dapat memukulnya sesukamu  lagi. Ini adalah perintah sebagai seorang Ilmuwan. Pergi!

Bumro: Biar ku lihat berapa lama ia bisa tahan dengan kami!  (Dia pergi.)

DI DALAM PONDOK JANG

Jang: Jangan percaya kepadaku.

Giroo: Apa yang kau katakan?

Jang: Kamu seharusnya tidak mempercayaiku. Bumro benar. Kakak Bumsaeng mempercayaiku, dan itu sebabnya ia meninggal. Dia adalah satu-satunya di Haneulchae yang percaya kepada diriku, dan ia membayar untuk hal itu. (Giroo ingin memukulnya, tetepi Jang menangkisnya) Tidak ada alasan bagimu untuk memukulku. Jika aku membiarkan Bumro untuk memukulku, itu  hanya karena aku masih belum tahu caranya untuk membebaskan diriku dari rasa bersalah karena  telah menyebabkan saudaranya terbunuh. Dengan cara yang sama, Bumro masih belum menemukan jalan untuk membebaskan diri dari rasa kehilangan kakaknya.

Giroo: Lalu mengapa kau masih belum meninggalkan tempat ini?

Jang: Itu janji yang telah saya buat kepada ibuku dan kepada kakak Bumsaeng.

Giroo: Lakukan salah satu. Singkirkan rasa bersalahmu supaya kau dapat menepati janjimu itu, atau melupakan janjimu dan meninggalkan tempat ini. Putuskan sendiri! Melihat dirimu penuh dengan rasa bersalah banyak orang yang  sesak dadanya. Tidakkah kau tahu ini? Orang-orang tidak bisa melupakannya karena kau terus-menerus memotong kayu daripada melakukan hal-hal yang lebih penting

Jang: …

Giroo: Apakah kamu pikir aku percaya padamu? Sama sekali tidak! Alasan diriku minta kamu diijinkan untuk kembali ke sini adalah karena aku ingin melihat dirimu dan seluruh orang-orang Haneulchae saling berhadapan dengan semua perasaan mereka. Entah mereka dapat membebaskan diri dari rasa bersalah, atau kamu yang pergi. Aku ingin melihat salah satunya. Jadi hentikanlah untuk membangun kediaman bagi semua orang, berusahalah untuk membebaskan dirimu dari rasa bersalah. Ikutlah aku pergi besok, atau atau tinggalkan tempat ini sekarang dan jangan kembali lagi untuk seterusnya.

JANG MENGINGAT BUMSAENG

Suara Bumsaeng:. Mempercayai seseorang juga salah satu aturan Akademi Sains.

Suara Bumsaeng: Aku tidak pernah melihat seseorang mempelajari hal ini begitu cepat. Kaulah yang terbaik!

Jang: Hyungnim (kakak), apakah kau menyukai seni dan membuat kerajinan?

Suara Bumsaeng: Ya, aku suka. (Mengapa?) Mengapa kamu membuat gincu itu? Bukankah kamu membuat itu untuk mengekspresikan isi hatimu? Seni dan kerajinan juga seperti intu. Kau dapat mengekspresikan isi hatimu, dan juga kehidupanmu, yang mengandung semua keindahan yang kau temukan.

Suara Bumsaeng: Semua orang mengatakan kau adalah biang onar, tapi aku tahu dirimu adalah anak yang ajaib. Jadi berhentilah bersikap seperti itu. Aku akan membantumu

Hari Berikutnya

Giroo berpikir Jang tidak akan datang, tetapi Jang ternyata datang. Mereka berdua tersenyum. Ketika mereka melakukan perjalanan, Giroo mengatakan pada Jang bahwa ia terkejut dengan cara Jang menangkis tinjunya. Jang mengatakan kepada temannya bahwa ia telah berlatih sendiri di gunung, bermain dengan pisau dan kapak, bersalto, dan sebagainya.

DI IBUKOTA SHILLA

Jang berusaha mencari barang dari gelas, namun semua toko di pasar yang ia kunjungi mengatakan bahwa barang-barang dari gelas itu hanay diperuntukkan bagi para bangsawan atau keluarga raja karena keeksotisannya dan juga karena harganya yang mahal melebihi emas.

Jang kembali ke penginapan untuk menemui Giroo dan mengatakan padanya, bahwa barang yang mereka cari tidak dijual. Giroo memberitahu Jang dia tahu salah satu pedagang  Shilla yang memiliki barang dari gelas itu. tetapi ia hanya akan menjual kepada para bangsawan dari Shilla. Jadi Giroo akan menyamarkan dirinya sebagai seorang Hwarang Shilla untuk membeli barang itu. Jang berpikir itu terlalu berbahaya, tapi Giroo memanggilnya “ayam” (karena bernyali kecil alias pengecut).

Ketika Jang sedang menunggu di luar, ia mengenali bahwa pedagang Shilla itu adalah orang yang sudah membunuh Bumsaeng, Kim Saheum. Jadi ia cepat-cepat pergi ke pasar, membeli sebuah pisau, dan menyusul Giroo masuk ke rumah Kim Saheum dengan mengatakan pada penjaga bahwa ia adalah pelayan Giroo dan ada sesuatu yang harus ia katakan pada tuannya, Giroo.

Giroo kaget ketika Jang menyusulnya, namun belum sempat Jang memberitahu Giroo mengenai pedagang itu, pedagang itu sudah memanggil Giroo, dan menanyakan apa tujuannya. Giroo mengatakan bahwa ia ingin membeli barang gelas, Kim mengundang mereka masuk ke rumahnya. Setelah bercakap-cakap  beberapa saat di ruang kerja Kim, dengan Jang mengawasi, Kim setuju untuk menjual barang-barang gelas.

Mereka berdua keluar ruangan diikuti oleh Kim, ketika mereka berdua mau berpamitan, seorang Hwarang (asli) masuk ingin bertemu dengan Kim Saheum. Kim mengenalkannya pada Giroo, Jang ketar-ketir takut kalau samaran Giroo terbongkar. Hwarang yang baru masuk itu tidak mengenali Giroo, tetapi Giroo menggunakan nama lain dan berhasil meyakinkan Hwarang itu, yang akhirnya meminta maaf karena tidak mengenali Giroo. Ia mengatakan bahwa kalau Giroo butuh bantuan, maka Giroo bisa meminta tolong padanya. Giroo mengiyakannya. Mereka berdua lekas-lekas berpamitan kepada pedagang Kim dan Hwarang itu lalu keluar.

DI LUAR

Jang: Kau sungguh nekat.

Giroo: Jika saya tertangkap, kau akan berada dalam bahaya juga. Mengapa tadi kamu menyusulku masuk?

Jang: Aku tidak akan menjadi satu-satunya yang masih hidup lagi. Entah aku mati dan kau yang hidup, atau kita berdua sama-sama mati. Mereka berdua bersama-sama kembali ke penginapan. Kemudian Jang pergi keluar untuk melakukan suatu rencana, ia tidak memberitahu Giroo. Giroo sendiri juga memiliki rencana sendiri, ia juga pergi keluar untuk menemui seseorang.

Dalam salah satu jalanan, Jang ingat saat ia memohon Bumsaeng menunggu untuk dia sedikit lebih lama, menyebabkan kematiannya.

Kembali ke masa sekarang, Jang pergi ke pasar dan membeli banyak ubi, memberitahu salah seorang anak kecil untuk mengumpulkan teman-temannya. Setelah anak itu berhasil mengajak beberapa temannya, ia dan teman-temannya menemui Jang. Jang menjanjikan mereka ubi jalar gratis jika mereka mau mengikuti instruksinya. Anak-anak senang bahwa sekarang ini mereka bisa melakukan banyak hal yang menarik dan bahkan mendapatkan ‘bayaran’ untuk melakukannya. Jadi mereka mau mengikuti perintah Jang.

Ketika Kim Saheum melintas suatu persimpanagn, anak-anak kecil itu berpura-pura bermain perang-perangan sehingga mereka membuat kereta Kim tidak dapat maju, kusir dari Kim berusaha mengusir anak-anak itu, yang kemudian lari menghindar. Jang mengawasi dari jarak agak jauh.

Ketika kereta akan dijalankan lagi, anak-anak itu melakukan perang-perangan lagi, kusir Kim lagi-lagi menggebah mereka, mereka lari tetapi kemudian melakukan hal yang sama berulangkali. Kesal melihat tingkah laku anak-anak itu, para pengawal pribadi Kim menbantu kusir untuk mengejar anak-anak nakal itu.

Melihat Kim Saheum sendirian saja, Jang berjalan ke arahnya dengan membawa pisaunya, berencana untuk menikamnya. Namun tiba-tiba ada segerombolan anak-anak yang lain, dengan dikejar oleh para prajurit, menyanyikan Lagu Seodong.

Lagu Seodong :
Putri Sunhwa dan Seodong bertemu secara diam-diam 
Berbagi kasih satu dengan yang lain setiap malam.
Dan keduanya saling berpelukan sepanjang malam

Jang yang mendengar itu menjadi terkejut dan mundur lagi ke tempat persembunyiannya, tak lama kemudian kusir dan para pengawal dari Kim kembali ke kereta, Jang kehilangan kesempatan untuk membalaskan dendamnya.

Di dalam halaman pengadilan, anak-anak kecil ditangkap dan bos mereka dihukum karena dianggap menyebarkan lagu yang memalukan tentang Putri Sunhwa. Ketika anak-anak itu ditanyai siapa yang memulai, satu anak mengaku anak ini yang menyebarkan, anak yang ditunjuk itu mengaku kalau mendengarnya dari anak yang ini, demikian terus sampai ke satu anak terakhir yang mengatakan sambil menangis kalau ia hanya membacanya di kertas yang diberikan oleh seseorang tak dikenal, yang menjanjikannya makanan sebagai imbalannya.

Para penjaga mengerti bahwa urusan ini tidak bakalan ketemu pelakunya, sehinnga mereka akhirnya melepaskan  semua anak-anak kecil itu dan  melarang mereka untuk menyanyikan Lagu Seodong itu lagi.

Di Istana, penjaga datang ke ruangan Putri, mengatakan bahwa dia telah dipanggil ke balairung.

Jang berkeliling bertanya kepada anak-anak itu dari mana lagu ini berasal. Dia bertanya-tanya, “Putri Sunhwa dan aku adalah satu-satunya orang yang tahu lagu ini? Apakah ini berarti bahwa ….”

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s