Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 09

Sunhwa berjalan di luar pondok Jang, dan Jang membantu dia menyembunyikan diri sebelum Giroo melihat dia …

Para tetua sedang panik karena beberapa buku sains hilang dari perpustakaan Haneulchae bersama dengan catatan medis raja. Mojin mengumpulkan setiap orang untuk menanyai mereka tentang buku ini.

Bumro: Mengapa ada orang yang mengambilnya jika kita dapat membacanya di perpustakaan?

Mojin: Siapa yang tidak di sini sekarang?

Jawaban: “Sataek-Giroo dan Jang.”

PONDOK JANG

Mereka menemukan sebagian dari buku-buku sains ada di pondok Jang. Tapi mereka tidak bisa menemukan catatan medis. Jadi mereka pergi mencari Jang di hutan. Tiba-tiba mereka mendengar suara Jang.

Mokrasu: Jang!

Jang berbalik melihat mereka, memberi isyarat pada sang Puteri untuk bersembunyi.

Mojin: Siapa disana? Dengan siapa kau bicara?

Jang: Aku sedang berbicara pada diri sendiri.

Mokrasu: Berbicara kepada diri sendiri?

Jang: Ya. Aku bodoh seperti biasanya, aku menemukan apa yang terjadi dengan pasien ini. Itu sebabnya aku bergumam pada diriku sendiri.

Mojin: (Melihat catatan medis) Maksudmu … kau mengetahui penyakit pasien ini?

Jang: Ya.

Mokrasu: Apa itu?

Jang: Ini karena cuaca lembab.

Mokrasu: Cuaca lembab? Lebih spesifik.

Jang: Sebenarnya, aku baru-baru ini menemukan bahwa cincin dari batang pohon menunjukkan kepada kita usia pohon.

Gomo: Kami juga mengetahuinya.

Jang: Lalu, apakah kalian juga tahu bahwa lebarnya cincin  terkait dengan cuaca? (Menunjukkan batang pohon.) Ketika cincin ini lebar, itu berarti bahwa tahun itu cuacanya lembab dan banyak hujan. Ketika itu sempit, maka saat itu adalah tahun yang kering dan dingin.

Mokrasu: Apakah itu benar?

Jang: Ya. Aku memeriksa berulangkali hal ini dengan buku ilmu pengetahuan. (Gomo membungkuk ke bawah untuk memeriksa buku itu sendiri.) Saat itulah aku membaca catatan medis pasien ini. Menurut itu, ada tahun-tahun dimana ia menderita lebih dari tahun yang lain. Aku menyadari bahwa tahun-tahun dimana ia paling menderita bertepatan dengan tahun di mana banyak hujan dan lembab. Gejala-gejala penyakitnya menjadi lebih buruk karena  cuaca yang lembab.

Gomo: (Membaca buku dan tersenyum) Dia benar! Jang benar!

Jang: Setelah itu, aku ingat bahwa setiap tahun yang lembab, banyak rumah penuh dengan jamur, dan lebih banyak orang jatuh sakit. Dan banyak yang meninggal. Terutama tahun ini yang cuacanya sangat panas dan lembab. Aku tidak tahu siapa pasien ini, tapi aku yakin dia dalam keadaaan sangat sakit sekarang.

Mokrasu: Kelembaban? Semua orang ikuti aku. Kau juga, Jang!

HANEULCHAE

Mokrasu: (Setelah meneliti dari buku) Dia benar, kelembaban jawabannya.

Gomo: Ya, itu ‘supbyung’! Ia mengatakan di sini bahwa ini semakin memburuk pada cuaca lembab!

Mokrasu: (Membaca dari buku, dan semakin bersemangat, kemudian, melihat Jang) Jang, Kau telah melakukan pekerjaan yang besar di sini! Pasien ini tidak lain adalah raja kita!

Mokrasu: Sebenarnya, raja sedang sakit parah. Tapi Jang menemukan apa yang ia derita, enyakit raja adalah ‘supbyung,’  yang berkembang di bawah cuaca lembab. Kita pikir dia menderita penyakit yang lain, tapi tubuhnya tidak merespon pengobatan yang dilakukan. Sekarang kita tahu itu ‘supbyung. ”

(Dia melanjutkan menjelaskan gejala-gejala yang timbul dari penyakit khusus ini, yang lain bertanya tentang penyakit ini, yang mengejutkan sangatlah biasa.)

Mokrasu: Tapi kita memiliki masalah lain sekarang.

Eunjin: Kita menemukan penyakitnya. Apa masalahnya sekarang? Bukankah kita hanya mengobatinya?

Mokrasu: Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini.Adabeberapa perawatan untuk mengurangi rasa sakit, tapi karena kita tidak dapat menciptakan lingkungan bebas dari kelembaban, tidak ada pengobatan langsung yang menyembuhkan penyakit ini.

Maekdosu: Bebas kelembaban?

Mokrasu: Itu sebabnya aku mengatakan ini, sehingga kalian semua bisa mencoba untuk menemukan sesuatu yang dapat mengurangi kelembaban. kesehatan raja yang dipertaruhkan sehingga kalian semua harus melakukan yang terbaik untuk mencari tahu!

Berikutnya

Eunjin mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menyingkirkan kelembaban adalah menyingkirkan dari musim hujan. Maekdosu berpikir bahwa membuat sebuah kipas raksasa mungkin jawabannya.

Eunjin: Bagaimanapun … Tidakkah kalian pikir Jang menjadi lebih menarik setiap hari? Ketika ia memberikan pidato itu, aku berpikir bahwa ia hanya tahu bagaimana berbicara dengan baik, tapi sekarang … dia menyelesaikan satu demi satu masalah kita.

Gooksoo: Itu benar … Dia terlihat berbeda.

Maekdosu: Apakah Kau ingin aku untuk mengulang ini di depan Jang? (Eunjin memerah)

Selanjutnya

Giroo masuk ke perpustakaan, mencari salinan dari catatan medis raja.

Jang: Apakah Kau mencari ini? (Menunjukkan kertas.) Mengapa kau menyalin ini?

Giroo: Aku hanya ingin membantu. (Tersenyum) Kau telah melakukan pekerjaan yang besar! Selamat.

Jang: Terima kasih.

Giroo: Omong-omong, perempuan itu… Apakah itu Eunjin? Jangan bilang dia orang asing. Kau baru saja diterima di sini. Jangan membuat dirimu dalam kesulitan lagi.

Jang: …..

Jang berjalan masuk ke dalam pondoknya, mencari sang Puteri. Ketika ia tidak bisa menemukannya, dia membisikkan ucapan perpisahan kepadanya, melihat ke bawah ke arah susunan batu, tempat dimana ia memasak jamur untuk Sunhwa … Tiba-tiba, ia berpikir tentang sesuatu. “Kelembaban?!”

Giroo meminta cuti sehingga ia bisa pergi ke Seorabol dan mencari perawatan penyakit yang tepat. Mokrasu mengijinkan dia pergi, mengatakan bahwa kesehatan raja adalah hal yang paling mendesak sekarang.

KUIL

Ketika Sunhwa kembali ke kuil, ada yang kereta yang menunggunya. Setelah sang Puteri menghilang, Bomyung memberitahu raja apa yang terjadi, dan raja memerintahkan Tuan Puterinya harus kembali ke Istana.

Rahib Boryang: Maaf, aku tidak bisa membantummu kali ini. (Ia membungkuk padanya.)

Sunhwa mulai berjalan pergi.

Boryang: Jadi … Apakah Kau telah mengubah hal-hal yang Kau rencanakan untuk mengubahnya?

Sunhwa: Ya …

(Dia duduk di kereta.)

Sunhwa: (. Berbicara kepada dirinya sendiri) Ya, aku sudah berubah. Akulah yang berubah …

ISTANA SHILLA

Sunhwa cemas pergi menemui rajanya, takut dia akan ditegur.

Sunhwa: Yang Mulia, bagaimana kabarmu?

Raja Jinpyung: Karena kamu … (Sunhwa’menutup matanya …) Sebuah beban berat terangkat dari bahuku. (Tertawa) Kau telah memecahkan masalah besar mengenai tanah tandus di Shilla! Kerja yang sangat bagus! Secara teknis, Kau harusnya  memberitahuku dulu sebelum terlibat disana, tapi aku harus memberikan kredit padamu untuk apa yang sudah Kau lakukan! Kau telah memecahkan masalah dengan pemberontakan tersebut, dan Kau telah membantu kehidupan banyak rakyat jelata!

(Mengangkat wajah Puterinya) Ayo kemari! Ini adalah pikiran seorang pemimpin! Semakin tinggi kau berdiri dalam struktur sosial; Kau harus kuat dan memiliki pengetahuan yang lebih luas.

Sunhwa: Aku juga telah belajar banyak hal melalui peristiwa ini.

Raja: Benarkah? Apa yang telah Kau pelajari?

Sunhwa: Seekor cacing tanah dapat menjadi berkat yang lebih besar bagi orang-orang dari tanah yang telah kita taklukkan melalui perang. Jadi … izinkan aku untuk terus mempelajari dunia luar lebih leluasa.

Raja: Lagi-lagi? Tidak, dari sekarang, aku ingin membuat Kau di sisiku.

Sunhwa: Orang yang membantu aku kali ini adalah seseorang yang akan membuat Shilla mendapatkan keuntungan di masa depan. Aku ingin menjelajahi Shilla dengan dia.

Raja: Kau dapat memanggil dia ke Istana.

Sunhwa: Tidak, kami belajar lebih banyak di pedesaan daripada di dalam istana ini.

Raja: Oh Ya Ampun! Jika Kau bersikeras … pergi lahsana. Tapi karena ayahmu ini sangat merindukanmu, datanglah  mengunjungi aku sering-sering.

Sunhwa: Baik!

DI LUAR

Sunhwa: Apakah Kau mendengarnya?

Bomyung: Meskipun demikian, Kau tidak seharusnya mnghilang seperti itu lagi!

Chogee: Itu benar. Kau setidaknya harus membawa aku dengan Kau.

Sunhwa: OK, aku mengerti. Kita akan pindah ke Kuil Jin, jadi bersiap-siaplah!

Bomyung: BAik.

Chogee: Kuil Jin … Bukankah itu di dekat di tempat kau mendapat luka di kakii? (Sunhwa hanya tersenyum.) Oh ya Ampun! Di situlah anak itu berada, bukan? Oh tidak!

Beberapa hari kemudian.

Raja: Apakah ini catatan medis raja Baekjae?

Saheum: Ya, nama penyakit dan gejalanya semua ditulis disana.

Raja: Apa yang dia idapi?

Saheum: Mereka menyebutnya Supbyung.

Raja: Seberapa serius ini?

Giroo: Dia begitu sakit sehingga ia dipindahkan ke rumah sakit.

Raja: (sangat senang) Begitukah?

Saheum: Kami mendengar kalay Yang Mulia sedang mencari kesempatan untuk menyerang Baekjae. Ini adalah sebuah informasi penting. Doham melakukan pekerjaan besar!

Raja: Itu benar! Kau telah melakukan pekerjaan yang besar! (Tertawa keras.) Aku ingat ketika kau masih kecil, Kau meminta padaku untuk menyerahkan ‘tangan’ Puteri Sunhwa. Aku pikir itu lucu saat itu. Tapi sekarang, Kau berdua adalah orang dewasa. Dan kedua hal yang telah Kalian capai adalah hal-hal besar bagi bangsa ini. Aku sangat bangga padamu, sangat bangga! Ha haa!

RUMAH SAHEUM

Saheum: Bukankah aku mengatakan pertemuan itu akan berjalan dengan baik?

Giroo: Ya.

Saheum: Ketika Kau melakukan hal yang besar, Kau harus membiarkan orang lain tahu itu, dan sebaliknya nanti pasti akan ada gunanya.

Giroo: Apa yang raja maksud dengan Puteri Sunhwa menyelesaikan hal-hal besar?

Saheum: Sang Puteri memecahkan masalah tanah tandus, menyuburkannya kembali menggunakan cacing tanah, dan dia menerima pujian besar dari raja.

Giroo: Penyuburan tanah pertanian melalui cacing?

Saheum: Itu benar. mimpi kita memperluas nama keluarga kita semakin dekat. Yang kita butuhkan sekarang adalah Kau harus  menjadi seorang ilmuwan sehingga Kau dapat kembali ke rumah.

KUIL JIN

Sunhwa sangat tertarik pada perpindahannya ke tempat baru. Rahib Boryang sudah menunggu di Kuil yang baru.

Sunhwa: Rahib!

Boryang: Raja sangat senang denganku karena Kau. Dan dia mengirim aku ke sini untuk terus mengawasimu.

Sunhwa: Itu bagus!

Prajurit datang ke Kuil Jin, berkeliling menyelidiki.

Sunhwa: Apa yang terjadi?

Boryang: Sesuatu yang benar-benar aneh telah terjadi.Adaseorang pencuri yang mencuri batu bata.

Sunhwa: Batu bata?

Boryang: Lihat kesana! Sebuah batu menghilang dari tangga.

Sunhwa: Seseorang pasti sedang bergurau.

Boryang: Itu terlalu serius untuk menjadi lelucon. Banyak batu bata menghilang dikotabawah. Sebuah batu dari jembatan juga hilang.

Sunhwa: Kita harus menangkap  pencuri itu! Apakah mereka sudah menangkapnya?

Boryang: Seseorang melihat seorang pria membawa batu ke arah Hanuelchae.

Sunhwa: Hanuelchae?

Boryang: Ya. Para prajurit pergi kesanauntuk mencari dia. Setelah kita menemukannya, kita tahu alasannya.

Sunhwa:Paraprajurit sekarang ke … Hanuelchae?

Boryang: Ya …

Sementara itu

Giroo: Apa yang terjadi? Mengapa begitu banyak tentara akan menuju Hanuelchae?

Goosan: Aku tidak di sini saat kejadian itu jadi aku tidak tahu …

Giroo: Tidakkah Kau tahu kalau rencana kita akan hancur jika orang Hanuelchae ditemukan?

Goosan: Tapi bukankah ini terlambat untuk menghentikan mereka?

Giroo: Kita harus menghentikan mereka dengan segala cara! Kita harus!

HANEULCHAE

Alarm rahasia berbunyi, memperingatkan semua orang Hanuelchae untuk mengungsi. Mereka berkemas sangat cepat  Semua orang melarikan diri sebelum tentara sampai disana.

Mokrasu mengirimkan dua orang untuk menjemput Giroo. Sisanya pergi mencari Jang. Mereka menemukan dia bekerja dengan tanah dan lempengan dan balok  batu.

Mokrasu: Apa ini?

Jang: Ada cara untuk membangun rumah tanpa kelembaban. Ini adalah tungku penghangat.

Mokrasu: Sebuah tungku penghangat terbuat dari batu?

Jang: Jika kita menutupi lantai dengan batu-batu ini, kita selain dapat menyingkirkan rasa dingin,  juga kelembaban. Jadi aku sedang menguji jenis batu yang akan bekerja paling baik. (Menunjukkan ke sekitarnya) Batu ini menghangatkan dengan cepat, tetapi juga mendingin sangat cepat. Dan yang satu ini membutuhkan waktu lebih lama untuk pemanasan, tetapi juga tetap hangat lebih lama. Yang ini kecil sehingga lebih mudah untuk digunakan, tetapi sulit untuk menemukan jenis ini. Dan ini satu …

Mojin: (Kepada Mokrasu) Perhatikan batu itu! Itu dari tangga Kuil Jini!Paraprajurit datang ke sini karena dia! Apa yang harus kita lakukan sekarang! Dia bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan!

Jang: Di musim dingin, ini dapat digunakan sebagai penghangat juga.

Mokrasu: (Kepada  Mojin.) Itulah jjiwa dari seorang pengrajin yang benar!

Mojin: Tapi kita dalam bahaya sekarang! Karena dia, kita dalam bahaya!

Jang: Yang itu terlalu lemah, dan yang ini …

Mojin: Bawa Jang pergi dari sini! Kita tidak punya waktu untuk membersihkan semua ini! Cepat!

Selanjutnya

Kedua siswa yang dikirim untuk menjemput Giroo datang ke gua rahasia dan mengatakan pada Mokrasu bahwa tentara telah meninggalkan Haneulchae.

Mojin: Apa? Mereka pergi?

Girl: Ya. Mereka mengatakan mereka telah menangkap pencurinya.

Mokrasu: Mereka menangkap pencurinya?

Mojin: Aku akan turun untuk menyelidiki. Tinggallah di sini sampai saat itu.

KUIL JIN

Mojin dan dua siswa menyaksikan Giroo diinterogasi di halaman pengadilan.

Petugas: Apa sebenarnya keperluanmu mencuri batu-batu darikota?

Giroo: Itu karena … mereka adalah batu-batu yang tidak berguna … yang mengusir energi negatif ke seluruhkota.

Petugas: energi negatif?

Giroo: Pernahkah Kau memperhatikan bahwa sudah selama beberapa tahun, ada banyak orang sakit? Hal ini berlangsung dari tahun ke tahun …

Petugas: Apa yang Kau coba katakan?

Giroo: Aku seorang siswa seni sihir. Dan aku belajar bahwa batu-batu itu adalah tangga menuju jantung dunia roh. Bagaimana mungkinkotaini akan diberkati jika Kau menutupi jantungnya dengan batu? Kau harus kembali membangun ini.

Petugas: Lalu bagaimana dengan batu lain? Jangan bilang mereka semua berhubungan dengan dunia roh?

Giroo: Itu benar. Mereka semua meliputi aspek yang berbeda dari dunia roh.

Petugas: Kau orang celaka! Rumah ini, dan setiap bangunan lain dikotaini dibangun di bawah arahan para rahib! Beraninya kau mengatakan kebohongan tersebut! Apakah kau tidak akan memberitahu kita hal yang sebenarnya? Siksa orang celaka ini sampai dia mengaku!

(Mereka mengikat Giroo dan mereka mencoba memukulnya ketika Petugas menerima perintah dari ‘atasan’ untuk membebaskannya.)

DI TENGAH JALAN

Mojin: Apa yang terjadi? Bagaimana mereka membiarkan kamu pergi?

Giroo: Orang bisa mendengar kita. Mari kita bicara dalam perjalanan pulang kita.

HANEULCHAE

Mojin: Kalau bukan pikiran Giroo yang cepat dan untuk pengorbanannya, bencana akan jatuh pada kita lagi!

Jang: Aku minta maaf. Aku hanya terfokus melakukan satu hal sehingga aku dapat memikirkan hal yang lain …

Mojin: Apa yang harus kita lakukan dengan Kau …

Giroo: Jangan terlalu keras pada dirinya. Semuanya bekerja dengan baik dan Jang melakukannya dari niat baik. Selain itu, bukankah kesehatan raja lebih mendesak dari ini? Aku menemukan pengobatan di Seorabol. Mana Guru Mokrasu?

Mokrasu sedang melihat tungku penghangat, kagum.

Giroo: Guru! Apakah gunanya batu-batu ini?

Mokrasu: Ini adalah tungku penghangat. Tungku penghangat yang dapat menyingkirkan kelembaban!

Giroo: Tungku penghangat? Aku mendengar bahwa Ko-Kuryo menggunakan tungku penghangat untuk menghangatkan kamar mereka selama musim dingin.

Mokrasu: Itu benar. Tapi mereka hanya menggunakan itu untuk menyingkirkan  cuaca dingin.

Giroo: Apakah Kau mengatakan bahwa ini juga dapat menyingkirkan kelembaban?

Mokrasu: Pikirkan tentang hal itu. Jika Kau menutup jalan kelembaban yang datang dari bawah bumi dengan batu hangat, semua kelembaban akan hilang.

Giroo: Ya, tapi kemudian kita harus menyalakan tungku inii. Bagaimana mungkin kita menyingkirkan asapnya?

Mokrasu: Asap akan menyebar melalui tabung ini dan keluar ke samping. Lihat di sini. Jika kita menutupi benda  ini dengan batu, ini akan menjadi lantai ruangan.

Giroo: Apakah itu sebabnya batu ini ada di sini?

Mokrasu: Ya. Setelah kita menyalakan ini,  asap akan melewati lubang ini. Batu-batu akan mengalami pemanasan, sedangkan asap akan keluar ke samping. Sebuah tungku pemanas  yang bukan hanya dapat menghilangkan rasa dingin tetapi juga dapat menyingkirkan kelembaban! Apa yang lebih penting lagi adalah bahwa tungku ini dapat juga digunakan untuk memasak makanan sehari-hari.

Giroo: (Terkagum-kagum) Guru … Ini adalah …

Mokrasu: Sebuah penemuan sekali dalam seumur hidup! Kau bisa memasak makanan sehari-hari,  mendidihkan air, menyembuhkan banyak penyakit dengan menyingkirkan rasa dingin dan kelembaban. Seperti yang Kau sudah tahu, batu itu sangat baik bagi tubuh manusia itu dianggap obat. Dan yang paling penting adalah bahwa batu itu merupakan benda  yang setiap orang bisa dapatkan, rakyat jelata maupun bangsawan.

Giroo: Guru! Kau luar biasa!  Aku membawa ramuan  dari Seorabol untuk mengobati supbyung, berpikir bahwa itu adalah temuan yang besar. Tapi Guru selalu selangkah di depanku!

Mokrasu: Tidak, itu bukan aku!

Giroo: Apa maksud Anda?

Mokrasu: Ini Jang! Jang!

Giroo: (Terkejut) Jang?

Beberapa saat kemudian

Mokrasu: Bawa Jang kemari!

Mereka membawanya.

Mokrasu: Berkat Jang, kita kembali mengalami melalui suatu pengalaman yang menegangkan syaraf. Namun, Kalian semua telah menyaksikan apa yang telah dicapai Jang! Itulah semangat seorang pengrajin yang benar!

Ia menemukan bahwa batang-batang pohon menunjukkan kepada kita usia mereka, tetapi dia tidak berhenti hanya di situ.
Ia menemukan bahwa lebar dari batang pohon itu terkait dengan cuaca, dan ia tidak berhenti hanya di situ.
Ia menemukan melalui penelitiannya itu mengenai nama penyakit, dan ia tidak berhenti hanya di situ juga.
Ia menemukan suatu sistem  yang bisa menyingkirkan kelembaban, ia menemukan tungku penghangat.

Lihatlah tangan Jang dan lengannya. Dia tidak berpikir bahwa kita akan masuk ke  dalam keadaaan bahaya saat mengambil batu bata yang ia bawa pergi. Tapi ia juga tidak menyadari tubuhnya sendiri mulai terluka. Aku tidak bisa menghukum orang tersebut. Bahkan, aku harus berterima kasih padanya. (Kepada Jang) Kau telah melakukan apa yang satupun dari kita tidak mampu melakukannya, Kau akan menyembuhkan raja dari penyakitnya.

Mojin: Namun, aku masih tidak bisa mengakui Kau.

Maekdosu: Jangan terlalu keras. Bukankah Kau selalu mengatakan kepada kita untuk  menjadi sinting seperti si Bumsaeng?

Bumro: Itu benar! Ketika kakak Bumsaeng pertama kali mengetahui bahwa kotoran itu baik untuk tanah, seluruhkotaitu terjungkirbalik karena ia mengisi peternakan bangsawan ‘dengan kotoran.

Maekdosu: Itu benar! Tapi melalui penemuan itu Bumsaengku menjadi seorang pengrajin. Bukankah kita mendapatkan manfaat besar setelah itu?

Eunjin: Mereka benar, ibu. Kau selalu menyuruh aku untuk menjadi sinting seperti Guru Mokrasu, bukan?

Woosoo: Ya, instruktur. Hal ini berbeda dengan masa lalu.

Semua orang mengucapkan selamat kepada Jang sementara Mojin, masih marah kepadanya, meninggalkan tempat itu.

Beberapa saat setelah itu

Jang pergi ke  tempatnya melakukan percobaan dengan tungku penghangat, mengingat.

Suara Yungamo: Belajarlah segala sesuatu dari Guru Mokrasu dan dapatkan persetujuannya. Kau harus menjadi orang yang hebat. Itulah satu-satunya cara Kau dapat bertemu ayahmu.

Jang: (Memegang kalungnya erat-erat di tangannya dan berbicara kepada dirinya sendiri) Aku telah menerima persetujuan itu untuk pertama kalinya. Aku tidak tahu mengapa atau bagaimana aku harus melakukan ini. Tapi aku akan mendapatkan pengakuan penuh dari Guru Mokrasu . Lalu aku akan mencari ayahku dan dengan bangga memperkenalkan diri kepadanya. Aku akan tahu siapa sebenarnya diriku!

Sunhwa: (Berlari kepada Jang) Apakah Kau  baik-baik saja? Bukankah kau terluka? Ketika aku mendengar pencuri batu itu ditangkap, aku pikir itu kau, jadi aku memerintahkan mereka untuk membebaskan kau. (Melihat tangan Jang.) Apakah mereka menghukum Kau? Apakah mereka melakukannya?

Jang: (Tersenyum) Tidak, mereka tidak melakukannya.

Sunhwa: Mengapa tanganmu seperti itu? Dan buat apa batu-batu ini di sini?

Jang: ini terjadi berkat Kau, Tuanku Puteri.

Sunhwa: Aku? Apa yang telah aku lakukan?

Jang: Kita memasak jamur dengan batu itu. Ketika aku melihatnya, aku mendapat ide.  Karena itulah  aku dapat memikirkan tentang tungku penghangat!

Sunhwa: Sebuah tungku penghangat?

Jang berkeliling, menjelaskan sistem tungku penghangat kepada sang Puteri. Ketika Puteri duduk di salah satu dari batu itu, Jang bermain-main dengan berpura-pura akan menyalakan api di bawah batu yang Puteri duduki,  Jang tersenyum nakal.

Beberapa saat kemudian

Jang: Semuanya terjadi berkat dirimu, Tuan Puteriku. Kau mengajari aku cara membaca, dan ketika aku memikirkan usia pohon, Kau menunjukkan aku bagaimana bentuk cincin yang berbeda berhubungan satu sama lain. Dan kau telah makan jamur denganku.

Sunhwa: Kau terus mengatakan aku untuk pergi. Tapi aku rasa kau senang aku datang, huh?

Jang: Tidak … Itu tidak benar … (Menunduk ke bawah) Sungguh … Mengapa kau kembali?

Sunhwa: (dengan nada menggoda) Aku tidak akan datang ke sini lagi.

Jang: (merasa kecewa) Apakah kau datang ke sini untuk mengatakan itu?

Sunhwa: Tidak, aku ada sesuatu lain yang perlu kuberitahukan padamu

Jang: …

Sunhwa: (! Heh Hem) aku pindah … ke Kuil Jin di dekat sini. (Dia tiba-tiba mulai berbicara dalam cara yang sopan, dan Jang tampak bingung .) Aku ingin belajar ilmu sain… darimu, Seodong-Gong … dan aku akan mengajarkanmu sastra. Datanglah kepadaku selama jam pertama setiap pagi. (Jang masih terdiam, memandang tajam pada dirinya.)

Kau bilang kau tidak akan mencintai seorang wanita kalau kau tidak dapat berbicara informal dengannya? Aku akan mengubah itu. Aku akan berbicara hormat kepadamu. Tentunya kau ini pria yang pantas mendapatkan hormat dari aku.

Aku akan mengambil ini sebagai ya, dan aku akan menunggu dirimu. Sebenarnya, aku akan menunggu sampai kau datang. Aku akan memberikan cukup waktu bagi Kau untuk memikirkan hal ini. (Dia meninggalkan Jang)

Sementara itu

Goosan mengatakan pada Giroo kalau dia bukan orang yang membebaskannya jadi Giroo menduga-duga siapa yang melakukannya. Goosan juga mengatakan kepadanya kalau Tuan Puteri  telah pindah ke Kuil Jin.

Sunhwa’ sedang berdoa di depan menara Jingak, gugup dan bersemangat.

Chogee: Tuanku Puteri! Kau tidak akan meninggalkan tempat ini sendirian lagi,kan?

Sunhwa: Itu benar. Tapi pastikan Seodong-Gong tidak tertangkap ketika ia datang di pagi hari.

Chogee: Aku akan melakukannya untukmu, tapi aku tidak yakin jika aku melakukan hal yang benar … Belum lama ini, ada rumor Puteri  PyungGang dari Ko-Kuryo berselingkuh dengan seorang tentara … apakah itu tidak menegangkan syaraf untuk dilakukan!

Sunhwa: Itu benar … Aku sebenarnya sangat takut.

Chogee: Kau seharusnya memang takut! Itulah mengapa Kau harus menghentikan tepat saat ini …

Sunhwa: Aku takut dia tidak akan datang … (Dia mendesah.)

Giroo mengamati sang Puteri dari jauh, memikirkan kata-kata raja: “Aku ingat ketika Kau masih kecil, Kau meminta aku untuk menyerahkan tangan Puteri Sunhwa, aku pikir itu lucu saat itu Tapi sekarang, Kau berdua tumbuh dewasa… dan kedua hal yang telah Kalian capai adalah hal-hal besar bagi bangsa ini, aku sangat bangga padamu, sangat bangga! Ha haa!. “

HANEULCHAE

Giroo: Maaf aku terlambat. Aku tidak tahu kalau kita akan mengadakan pertemuan.

Gomo: Kita mencoba untuk membuat  rencana menyampaikan tungku penghangat secara  aman kepada raja.

Mojin: Bagaimanapun juga, kau tidak bisa melakukan itu. Kau tidak perlu pergi sendiri kesana!

Mokrasu: Tungku penghangat bisa dibangun dengan benar hanya jika Jang dan aku pergi kesana.

Mojin: Tetapi menurutsuratWangoo Moojang, bahkan pengawal raja tidak memiliki banyak kebebasan karena banyak mata-mata Buyo-Sun. Bagaimana kau bisa pergi kesanasendiri?

Gomo: Bagaimana jika kita mengirim Jang sendirian?

Mojin: Itu lebih buruk lagi. Siapa yang tahu apa yang ia lakukan jika kita mengirim dia sendirian.

Giroo: Bagaimana jika Kau mengirim Jang dengan aku?

Mojin: Itu tidak bisa jadi. Ini bukan sesuatu yang sederhana seperti hanya mengajarkan teknik yang baru. Ini tentang membangun ruang tungku penghangat  tanpa Jenderal Sun mengetahui tentang hal ini.

Mokrasu: Ini mengenai kesehatan raja. Jika ia tidak sembuh, kita tidak akan dapat kembali ke Baekjae.

Mojin: Tapi itu terlalu berbahaya. Kita mungkin seharusnya hanya mengirim ramuan Giroo untuk saat ini, sampai kita menemukan cara yang lebih aman.

PONDOK JANG

Jang: (Berpikir untuk dirinya sendiri) Shilla, Baekjae … seorang biasa dan Puteri …

Dia memikirkan waktu ia bertemu dengan sang Puteri untuk pertama kalinya, dan waktu di Upacara air Najeong. Waktu ia memberi gincu untuk sang Puteri.

Waktu mereka bertemu lagi dan Sang Puteri bermain trik padanya. “Aku tidak bisa menemukan akar ginseng bagimu, tapi aku menemukan ini sebagai gantinya. Aku pergi melalui banyak hal mencari ini …..  Ha ha! Kau tertipu lagi! “

Waktu Jang melompat ke atasnya: “Aku tidak akan menyimpan wanita dalam hatiku jika aku tidak bisa bicara secara biasa kepadanya. Itu sebabnya Kau harus membiarkan aku pergi. “

Sunhwa: “Kau bilang kau tidak akan mencintai seorang wanita yang mana kau tidak dapat berbicara informal dengannya? Aku akan mengubah itu. Aku akan berbicara hormat kepada Kau. Tentunya Kau seorang pria yang pantas mendapat hormat dari aku. “

Jang: (Berbicara pada diri sendiri) Baiklah, aku akan melakukannya! Aku akan pergi! (Ia berjalan keluar)

Dalam perjalanan untuk melihat sang Puteri di Kuil Jin, dia melihat dua orang mencurigakan sedang berjalan menuju Hanuelchae. Ia mengalahkan mereka, menangkap mereka. Saat di Hanuelchae, kedua orang mencurigakan itu memanggil para penatua untuk keluar memeriksa mereka…

Mokrasu: Suara apa ini?

Jang: ini adalah orang-orang mencurigakan.

Mokrasu & Mojin: (Hampir pada saat yang sama, dan berlutut.) Tuanku Pangeran!!

Gomo: Tuanku! (Setiap orang berlutut, Jang menjadi yang terakhir untuk melakukan itu.)

Aja: Guru Mokrasu, berdirilah.

Selanjutnya

Aja: Duduklah.

Mokrasu: Aku mendengar kau ada di Jepang. Bagaimana kau bisa di sini?

Aja: Ingat 10 tahun lalu, kapal yang dikirim untuk aku telah diserang? Jadi, kali ini, aku mengambil satu jalan yang berbeda untuk datang ke Shilla.

Mokrasu: Kau melakukannya dengan baik.

Aja: Aku punya permintaan padamu.

Mokrasu: Permintaan?

Aja: Guru Mokrasu, kau adalah Guruku.

Mokrasu: Gurumu? Ini adalah tugas dari Pimpinan Akademi untuk mendidik anak-anak keluarga kerajaan.

Aja: Lalu, apakah kau tidak tahu bahwa pendapat dan evaluasi darimu sangat mempengaruhi pangeran? Karena Anda lah … aku telah menjadi apa yang sebenarnya aku tidak ingin menjadi … putra mahkota.

Mokrasu: Apa maksudmu? Kau tidak perlu pendapat aku untuk itu.

Aja: Bagaimanapun, aku benar-benar tidak ingin menjadi putra mahkota. Dan aku pikir aku tidak memenuhi syarat untuk itu. Tapi Kau mengatakan kepada aku bahwa ini adalah kualitas sebenarnya seorang raja yang baik. Jika Kau masih berpikir begitu, tolong bantu aku. Bangunkan  aku tentara rahasia jauh dari mata pengawasan Buyo-Sun, dan mengumpulkan para bangsawan dalam nama aku. Jadilah Penasihat dan Jenderalku.

Mokrasu: ….

Aja: Guru Mokrasu!

Mokrasu: “Ya Tuanku, itu akan …

Aja: Kenapa? Apakah Kau akan memberitahu aku tentang peraturan Akademi, bahkan sekarang, ketika aku dalam kondisi kritis?

Mokrasu: Itu benar, Tuanku. Seorang Guru Akademi harus tidak memiliki pandangan politik. Kami bertanggung jawab atas perluasan seni dan ilmu dari Baekjae jadi jika kita mulai memiliki pandangan, kita akan dipengaruhi oleh keuntungan pribadi. Selain itu, kita bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak keluarga kerajaan karena kita tidak berpolitik. Jadi kita bisa membesarkan mereka lebih objektif.

Aja: (Tidak ingin mendengar lebih banyak) Aku tahu! Aku tahu semua itu!

Mokrasu: Aku tahu betapa pentingnya situasi Anda sekarang. Tetapi jika aku melanggar aturan ini sekarang, semua orang  di Akademi akan mulai mengambil sisi dalam politik, dan seni akan mati. Aku tidak bisa membiarkan itu.

Aja: Guru …

Mokrasu: Tuanku Pangeran …

Aja: Lalu … beri aku setidaknya beberapa senjata dan teknik baru … Akademi di Baekjae tidak melakukan hal itu sama sekali …

Mokrasu: Ya, Tuanku. Itu memang sesuatu yang aku harus lakukan. Itu tugas kami. Maafkan aku …

Aja: Aku tahu … Bagaimana mungkin aku tidak tahu hatimu? Aku mengerti. (menghela napas) Aku masih akan melakukan ini. Aku akan mencoba yang terbaik.

Omong-omong, aku pernah mendengar raja dalam kondisi kritis. Aku belum ada cara untuk mengetahui apakah itu benar atau perangkap dari Buyo-Sun. Jadi aku kemari untuk mencari tahu.

Mokrasu: Itu memang benar, Tuhnku.

Aja: Apa?

Mokrasu: Kau datang pada waktu yang tepat, benar-benar tepat. Kami tidak tahu bagaimana kami bisa memberikan pengobatan baru untuk raja, jadi kami merasa ingin menyerah. Mari ikuti aku, aku akan menunjukkan sesuatu kepada Anda.

Selanjutnya

Jang menunggu dengan tidak sabar, mengetahui bahwa sang Puteri sedang menunggu dirinya.

Mokrasu: Jang, ikut aku.

KUIL JIN

Sunhwa sedang menunggu, tetapi Jang tidak datang.

HANEULCHAE

Aja: Apakah ini tungku penghangat?

Mokrasu: Ya!

Baekmoo (asisten Aja): Apakah ini bisa menyembuhkan raja?

Mokrasu: Kami percaya begitu.

Aja: Benarkah? Siapa yang menemukan ini?

Mokrasu: Anak laki-laki ini.

Aja: Benarkah? Siapa namamu?

Jang: (Membungkuk hormat) Namaku Jang.

Aja: Jang?

Mokrasu: Bawalah  anak ini denganmu.

Aja: Baiklah. kesehatan raja yang dipertaruhkan. Tidak boleh ada waktu yang terbuang. Mari kita pergi sekarang!

Mokrasu memberikan Aja peta yang menghubungkan Baekjae dengan Hanuelchae, dengan area istirahat yang berbeda di mana mereka bisa menemukan orang yang setia.

Mojin: (Kepada Jang) Ini semua adalah barang-barang  yang diperlukan.Adajuga di dalamnya ramuan obat untuk raja. (Melihat Jang) Jenderal Buyo-Sun yang membunuh ibumu dan yang bertanggung jawab kenapa  kita bisa datang ke sini!. Kita tidak bisa mengatakan di mana mata-matanya yang bersembunyi. Jadi jagalah Pangeran Mahkota kita!

Jang: Aku akan melakukannya.

Mojin: Omong-omong … Tungku penghangat adalah penemuan besar!

Mokrasu: (Memasuki ruangan) Segera setelah Kau tiba disana, berikan obat herbal untuk Wangoo Moojang saat Kau mulai membangun ruangan tungku penghangat.

Jang: Ya.

Mok: Ketika Kau kembali, Kau akan menjadi seorang ilmuwan. Pangeran sedang menunggu di luar. Lekaslah pergi!

Gomo: Selamat tinggal!

Aja: Jangan khawatir. Segera, akan datang suatu hari aku akan memanggil kalian semua kembali ke Baekjae.

KUIL JIN

Chogee: Aku tahu ini akan terjadi. Tak seorang pun orang yang waras akan datang.

Sunhwa: Anak itu tidak dalam keadaan waras!

Chogee: Apa? Mengapa Kau menyukai orang yang tidak waras?

Sunhwa: Itulah yang aku suka tentang dia. Cara dia yang berani untuk melakukan hal-hal gila, dan cara ia menaklukkannya. Makanya, dia pasti akan datang. Setelah merenung untuk waktu yang lama, dia akan datang.

ISTANA BAEKJAE

Sun: Apa yang terjadi dengan gosip itu?

Heukjipyung: Kami menyebarkannya.

Sun: Meskipun kita mengusir Guru Mokrasu untuk ini, orang masih percaya bahwa badai yang merusak Upacara Penobatan Putera Mahkota ayahku pada  10 tahun yang lalu adalah tanda dari langit.

Heukjipyung: Bukankah itu alasan kita menyebarkan desas-desus lain kemana-mana, mengatakan bahwa ayahmu adalah raja yang dipilih Langit? Jadi jangan khawatir. Hal-hal yang baik akan bekerja kali ini.

Sun: Aku mungkin mendapat dukungan dari semua bangsawan, tetapi mereka tidak dapat menempatkan ayahku di atas takhta …

Heukjipyung: Karena hak yang sah untuk tahta kerajaan?

Sun: Tepat. Itulah yang aku ingin miliki.

Heukjipyung: Jangan takut. Kali ini …

Sun: Kalau saja Aja mati …

Seorang prajurit berjalan masuk, menginformasikan bahwa pangeran Aja tidak ada di dalam kapal yang dikirim untuknya. pengawa dan seluruh rombongan itu ada di kapal kecuali pangeran, yang tampaknya telah mengambil perahu lain yang pergi ke Shilla sebagai gantinya.

Sun mengatakan pada Heukjipyung untuk mengirim pengawal pribadi mereka daripada tentara raja untuk mencari sang pangeran, menyamar sebagai tentara Shilla.

Sun: Ketika mereka menemukannya, mereka harus membunuh dia di Shilla. Karena ia tidak mengambil kapal yang kita kirimkan kepadanya, orang akan percaya cerita kita.

Heukjipyung: Ya!

Sun: Kau harus cepat-cepat. Jika ia pergi ke Shilla, ia sekarang seharusnya sudah ada di jalan menuju Baekjae.

Heukjipyung juga mengirim perintah untuk menjaga pengawal pribadi pangeran Aja di teluk sehingga mereka tidak bisa pergi untuk melindungi pangeran mereka.

Sun: Peta! Kita bisa menggunakan peta Mokrasu untuk menemukan mereka.

DI AKADEMI BAEKJAE

Heukjipyung perintah instruktur Ataek untuk menggambar peta dari Hanulchae, dengan semua tempat rahasianya.

KEMUDIAN

Heukjipyung: Kalian semua harus siap dan waspada! Orang yang Kau harus temukan dan bunuh adalah … pangeran Aja … Setelah membunuh dia, Kau harus meninggalkan bukti yang menunjukkan yang membunuhnya adalah orang Shilla. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Kami  akan memberikan hadiah yang besar kepada orang yang berhasil membunuh Pangeran Aja, bawa kalung miliknya kepada kami. Pergilah sekarang!

DI TEMPAT RAHASIA ANGGOTA TAEHAKSA

Jang: Apakah ada orang di rumah?

Loyalis: Siapakah engkau? (Pangeran Aja menunjukkan kepadanya sebuah emblem.) Masuklah!

DI DALAM

Baekmoo memberikansuratkepada loyalis itu. Loyalis ini membungkuk ke pangeran.

Loyalis: Kami akan mengantarkan Anda kembali dengan selamat.

Jang melihat bayangan, jadi dia melompat ke arah pintu, mendobraknya. Banyak pria berkerudung muka berada di luar, siap untuk membunuh. Loyalis itu berkelahi dengan mereka.

Jang: (Kepada sang pangeran dan asistennya) Kami akan mengurus orang-orang ini. Pergilah sekarang!

Sementara Jang dan loyalis bertempur dengan para penyerbu, sang pangeran sedang mencoba melarikan diri, tapi satu pembunuh berhasil menodong pangeran dengan pedang, ia menyentakkan kalung di dada pangeran dan melontarkannya jauh-jauh. Pangeran hendak dibunuh tapi loyalis datang untuk menyelamatkannya. Pangeran melarikan diri.

Pembunuh yang mencuri kalung itu diserang oleh Jang. Sementara mereka sedang bertarung, kalung Aja jatuh di tanah. Kemudian si pembunuh mengambil kalung Jang, yang jatuh ke tanah juga. Jang membunuh orang itu, dan ia mengambil kalung ‘nya’ kembali. Jang menemukan loyalis itu sudah mati.

Pangeran Aja mencari kalung, dan ia menemukan di tanah.

Baekmoo: (Memeriks pembunuh yang mati) Dia dari Shilla.

Aja: Itu untuk menutupi jati diri mereka.

Jang: Kalian di sini?

Baekmoo: Apakah Kau baik-baik saja?

Jang: Aku baik-baik. Kita harus meninggalkan tempat ini.

Aja: Baiklah.

Kemudian

Aja: sepertinya, kita tidak bisa mempercayai siapa pun sekarang.

(Lalu, ia menyebutkan bahwa ada seorang penjaga kuda Istana yang dekat dengannya. Kini ia sudah pensiun dan jika orang tua itu masih hidup, orang itu  yang akan membantu mereka.)

Baekmoo: Tapi baik Jang maupun aku tidak tahu bagaimana tampangnya.

Jang: Apa warna kudanya?

DI TEMPAT MANTAN PENJAGA KUDA

Jang menunjukkansuratdari pangeran untuk seorang pria tua, bertanya apakah kuda itu Man ‘Soo-woma.’: “Ya.” Pangeran Jang mengatakan bahwa ‘Soo-woma’ meninggal. Dengan demikian, Jang menyadari orang ini adalah orang palsu. Tentara sudah berada disana, menunggunya. Ia melarikan diri dengan kuda.

DI TEMPAT RAHASIA

Aja: (Memeriksa kalung nya.) Apa ini?

Baekmoo: Apa yang terjadi?

Aja: Ini bukan kalungku! Milikku memiliki nomor 1 di bagian belakang. (Dia menyembunyikan kalungnya secepatnya ketika Jang datang kepada mereka.)

Jang: Tempat itu sudah dipenuhi oleh para pembunuh.

Baekmoo: Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Jang: Kita tidak bisa terus seperti ini. Bahkan jika kita berhasil sampai di Istana, kita tidak dapat menjamin kalau Istana itu sendiri adalah  tempat yang aman untuk Tuanku Pangeran.

Aja: Apa yang Kau sarankan?

Jang: Bagaimana dengan ini?

ISTANA BAEKJAE

Sun: Mereka kehilangan dia dua kali?

Heukjipyung: Maaf …

Sun: Dia sangat dekat dengan perbatasan sekarang.

Heukjipyung: Kita tahu daerah itu dengan baik. Kita akan menemukannya segera.

Sun: Tidak boleh ada  seorangpun yang tahu jika aku di balik rencana ini. Jika ada yang melihatku, ia harus mati.

DI PERBATASAN

Jang membeli garam dan 16 penyu. Dia melempar sekarung penuh  garam ke sungai.

ISTANA BAEKJAE

Haedoju (ayah mertua Sun): Sudahkah kau mendengar tentang desas-desus yang baru?

Sun: Bukankah kau sudah mengetahuniya?

Haedoju: Bukan itu yang aku bicarakan.

Sun: Apa maksudmu?

Haedoju: Orang-orang di pelabuhan menemukan 16 penyu mengambang menuju ke arah  mereka satu demi satu.

PELABUHAN

Sun pergi ke pelabuhan untuk melihat rumor tentang penyu. Penyu-penyu itu masing-masing memiliki angka yang menunjuk ke tulisan berkarakter China. Sun mengikuti angka dan menulis huruf yang sesuai. Dia berakhir dengan dua kalimat:

  1. Kematian: raja.  Sun: dia bertanggung jawab.
  2. Kematian: raja dan putera mahkota.  Sun: yang bertanggung jawab

Sun: (Berpikir dengan keras) Jika raja mati, Sun yang melakukannya, jika raja atau putera mahkota mati, Sun juga yang melakukannyal! Aku yang melakukannya! Ini aku yang lakukan!

SAVISONG BAEKJAE

Orang-orang di pasar berbicara tentang ramalan penyu yang menakjubkan, dan bagaimana dikatakan bahwa mengenai rencana Jenderal Buyo-Sun untuk membunuh pangeran. Jang mendengar orang berbicara tentang hal ini.

Suara hati Jang: Aku akan membuat mereka datang untuk mengawal pangeran kembali! Aku akan menempatkan mereka dalam situasi yang sulit!

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s