Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 12

Sunhwa: Akhirnya, raja mendengarkan permintaanku.

Jang: Permintaan?

Sunhwa: Aku tidak tahu alasannya, tapi karena aku merasa kau tidak akan meninggalkan orang-orang di belakang, aku telah mengajukan petisi kepada raja untukmu. Aku mendapat persetujuan raja untuk mengatur orang-orangmu bebas dari perbudakan, dan bekerja di Istana. Kau akan berada di posisi yang relatif tinggi. Para prajurit akan datang di pagi hari untuk menemani dirimu. Kita akan pergi ke Seurabol bersama-sama! Bukankah kau senang?

Jang: … (Jang terlihat khawatir)

Sunhwa: Mengapa ekspresimu seperti itu? Apakah kau tidak senang?

Jang: Kau tidak bisa melakukan itu! Tarik kembali!

Sunhwa: Aku tidak mau. Aku tidak bisa. Kau harus ikut dengan aku ke Istana.

Jang: Kita tidak bisa. Jika itu terjadi … Maka … kami semua akan mati!

Sunhwa: …?

Jang: Aku bukan … seorang budak Sui (China). Aku … aku … seorang pria Baekjae!

Sunhwa: Apa yang baru saja kau katakan? Bahwa kau dari Baekjae? Apakah kau benar-benar mengatakan bahwa …. ?

Jang: Ya. Namun …

Sunhwa: Apakah ini berarti bahwa setiap orang di Hanuelchae dari Baekjae? Orang-orang yang meninggal sepuluh tahun yang lalu karena aku … Apakah mereka juga dari Baekjae?

Jang: Ya …

Sunhwa: Kalung identitas diri yang kau berikan kepada aku … itu juga …

Jang: Itu milik Akademi Taehaksa Baekjae. Ibuku adalah seorang penari Istana dari Akademi. (Sunhwa sangat marah.) Aku akan menjelaskannya .…

Sunhwa: Apakah rahasia ini yang tidak bisa kau ungkapkan?

Jang: Ya. (Sunhwa keluar dari kamar.dengan marah) Tolong, dengarkan aku! (Dia mengikuti ke luar pondok itu) Tolong, dengarkan aku! Kau harus mendengarkan aku! (Dia berdiri di depan sang Puteri) Tolong, dengarkanlah!

Sunhwa: (Berbicara informal) Kau berbohong kepada diriku! Apakah kau datang ke Shilla untuk memata-matai kami, sementara menjual barang-barang di dalam Istana? Apakah mereka memerintahkan kau untuk berteman dengan aku sejak aku masih kecil?

Jang: Tidak, itu tidak benar! Tidak!

Sunhwa: Lalu, apa ini? Aku tidak bisa memaafkanmu. Aku tidak akan! (Dia mulai berjalan pergi)

Jang: (Berjalan mendekat kepadanya dan berusaha untuk menghentikannya.) Kau tidak bisa pergi. Kau harus mendengarkan dulu.

Sunhwa: Menyingkirlah dari jalanku ….

Jang: Aku tidak bisa.

Maekdosu dari balik pohon melihat mereka, dan dia khawatir.”Demi Langit! Siapa wanita itu? Dia bukan dari Hanuelchae … ”

Mojin datang, bertanya-tanya mengapa Maekdosu sedang bergumam. Orang tua itu mencium Mojin untuk mengalihkan perhatiannya. Mojin marah dengan penghinaan Maekdosu dan dia pergi. Orang tua itu khawatir untuk Jang … tapi geli pada kenakalannya sendiri.

Jang: Aku tidak bisa membiarkan kau meninggalkanku seperti ini!

Sunhwa: Apakah kau akan membunuhku sekarang setelah aku telah mengetahui rahasiamu?

Jang: Tuan Puteriku! Kami tidak datang ke Shilla untuk memata-matai tanah ini. Kami anggota Akademi Sains terpaksa melarikan diri dari Baekjae! Orang yang aku harus dapatkan persetujuannya adalah Pimpinan Akademi, Guru Mokrasu.Sepuluh tahun yang lalu, Upacara Putra Mahkota untuk Buyo-Gye Sangjapyung secara misterius hancur. Buyo-Sun, anaknya, menuduh Guru Mokrasu berkonspirasi melakukan kekacauan itu, dan memerintahkan anggota Akademi untuk dibantai. Kami melarikan diri sampai ke Shilla. Dan pada waktu itulah ibuku meninggal dunia, di tangan mereka.

Kemudian, karena kecerobohanku, aku ditangkap bersama dengan beberapa budak buronan dari Sui (China). Ketika Guruku datang untuk menyelamatkan aku, seorang perwira Shilla melihat bakat yang luar biasa dari Guruku. Begitulah cara kami diizinkan untuk menjual di dalam Istana. Kami tidak pernah bertindak sebagai mata-mata! Dan tidak ada yang tahu aku melihat dirimu!

Setelah kehilangan anggota keluarga dan teman-teman di tangan Buyo-Sun, kami berlindung di Shilla. Baekjae mungkin telah meninggalkan kami, tapi kami tidak bisa mengkhianati Baekjae! Itulah kami! Jadi sekarang, aku tidak bisa membiarkan kau pergi seperti ini! Aku bisa mati. Tapi aku tidak bisa membiarkan mereka mati karena aku! Bunuh aku, dan biarkan mereka hidup. Jika kau tidak akan menerimaku, aku akan kehilangan tujuan aku dalam hidup.”

“Kau tidak bisa … Kau tidak bisa pergi seperti ini!” (Sunhwa mulai berjalan) “Tuan Puteriku! ”

Panah dilepaskan ke arah Jang. Sochoong datang dari belakang, untuk melawan dia.  Sochoong memukul Jang dengan gagang pedangnya. Jang jatuh. Sunhwa berjalan pergi.

Sunhwa: (Kepada Sochoong) Aku akan mengurus ini sehingga tidak perlu kau campur tangan.

DI KUIL JIN

Sunhwa masuk kamarnya, tertunduk. Dia mulai membaca buku. 
Jang masih tak sadarkan diri di lantai luar.
Sunhwa terus membaca.
Saat ini pagi hari, dan Jang mulai bangun.
Sunhwa masih membaca, air mata di matanya.
Jang berdiri, dan ia mulai berjalan pergi.
Sunhwa meninggalkan ruangan.
Mereka bertemu muka dengan muka. 

Jang: “Jika status sosialku menghadang di jalanku, aku bersedia untuk menjadi raja bagimu.
Jika menjadi seorang asing di Shilla menghalangi jalanku, aku akan menyatukan dua kerajaan untuk dirimu.

Cinta kita memang sudah tidak mungkin dari permulaan. Tidak ada seorangpun yang akan menyetujui atau mempercayainya. Tapi aku mau pergi untuk mendapatkannya.

Tidak ada orang lain pernah mengakui aku. Aku ini ceroboh dan bertindak tana berpikir tapi dirimu mau mengakui diriku. Kau memberi aku hatimu, dan aku memberi hatiku untukmu. Itu sebabnya aku akan melakukannya. Bagi aku, ini adalah apa artinya untuk mencintai dan untuk dicintai.

Aku tidak berbohong. Tuan Puteriku yang melakukannya! Kau berbohong padaku.Jangan bilang kau tidak tahu keadaan ini. Bahkan tanpa ini, kita akan memiliki terlalu banyak hambatan untuk diatasi!

Pada akhirnya, cintamu bagiku berubah menjadi keinginan untuk membunuh diriku hanya karena aku seorang pria Baekjae.. ”

“Apakah aku salah? Apakah aku? Apakah aku salah? ”

(Sebuah panah mengenai lengan kanan Jang. Sochoong bermaksud untuk memanah lagi..)

Sunhwa: Berhenti!

Sochoong: Tuan Puteriku!

Sunhwa menarik panah dari lengan Jang, dan ia mulai membalutnya.

ISTANA SHILLA

Giroo pulang, Kim Saheum senang mendengar bahwa anaknya semakin dekat untuk mengakhiri misinya. Giroo akan segera menjadi seorang ilmuwan, dan akan kembali dengan buku Keajaiban Baekjae.

Sang ayah menceritakan Giroo tentang insiden terakhir dengan sang Puteri, di mana ia menanyainya tentang Jang dan para budak Sui (China). Dia juga mengatakan pada Giroo bahwa Sochoong sedang menyelidiki hal yang sama di Istana.

Kata Giro dalam hati: Ini pasti karena Jang. Apakah Puteri berencana untuk mempromosikan status sosial Jang …? (Dia pergi dengan tergesa-gesa)

PONDOK JANG

Sunhwa sedang mengobati luka Jang, menahan air matanya.

Sunhwa: (Berbicara hormat lagi) Tinggalkan Hanuelchae dan ikutlah aku. Itulah satu-satunya cara.

Jang: “Aku tidak bisa. Ada satu hal yang ibuku tinggalkan kepadaku sebelum dia meninggal dunia. Itu adalah kalung dengan permata yang aku tunjukkan kepadamu saat kita masih kecil. Aku tidak tahu mengapa ibu aku tidak pernah mengatakan apa-apa tentang ayahku. Tapi beliau mengatakan bahwa kalung itu adalah satu pertanda yang akan menghubungkan aku dengan ayahku. Dan kemudian, ibu mengatakan kepada aku untuk mengikuti Pimpinan Akademi, Guru Mokrasu, dan untuk mendapatkan persetujuannya. Itu akan menjadi satu-satunya cara agar aku bisa bertemu ayahku. Ia akan menceritakan semuanya saat aku berusia dua puluh tahun, tapi ibuku meninggal terlebih dahulu.”

“Menurut ibuku, Guru Mokrasu adalah satu-satunya cara agar aku bisa mengetahui siapa aku ini sebenarnya, satu-satunya cara supaya aku dengan bangga dapat memperkenalkan diriku kepada ayahku. Aku tidak bisa pergi. Apakah kau benar-benar ingin aku melakukan hal ini, Tuan Puteriku?”

Sunhwa berjalan pergi. Dia berjalan di bawah pohon besar, mengingat …

Jang: “Aku akan lakukan yang terbaik untuk mencapai semua tujuanku! Ada dua tujuan di hidupku. Aku harus mendapatkan penghormatan dari Pimpinan Haneulchae sehingga aku dapat menemukan siapa sebenarnya diriku dan di mana sebenarnya tempatku berada. Tujuanku yang satunya adalah jalan yang menuju dirimu, Tuan Puteriku. Kedua jalan ini sangatlah sukar dan berat. Dan keduanya sangatlah jauh berbeda, sulit untuk percaya kalau aku dapat menjalani kedua jalan ini bersama-sama. Tapi yang pasti, Aku akan berusaha menjalaninya!

Lihatlah diriku bertumbuh, dari aku yang tidak dapat diandalkan, menjadi seorang pria yang dewasa dan lebih baik. Karena Tuan Puterikulah, dan dengan diri Anda di sisiku, Aku akan bertumbuh.”

Sunhwa: (Kembali ke Jang) “Tidak ada yang akan terjadi pada Hanuelchae. Aku belum mendengar atau melihat apa-apa. Kau juga, Tuan … Kau adalah seseorang aku tidak pernah kenal. Aku akan melupakan segalanya.

Kau benar. Aku membuatmu menjadi pengawalku sesuai keinginan diriku sendiri dan kemudian aku mencoba untuk mengubah status sosialmu untuk kenyamanan sendiri. Aku tidak pernah berpikir serius mengenai semua hambatan yang kita akan hadapi.

Aku membuat kesalahan bodoh. Aku mengakui ini dan aku akan melupakannya. Dan mulai sekarang, aku akan menjalani hidupku sebagai seorang Puteri. Kau juga … hiduplah demi dirimu sendiri.”

Jang: (Mengikuti sang Puteri dari belakang, berteriak)” Tidak ada yang salah! Tidak mungkin ada kesalahan dalam mencintai dan dicintai! Kau tidak mencintai seseorang karena kesalahan! Hati diberikan dan diterima secara bebas, karena itu diberikan secara bebas.”

“Aku tidak akan melupakan kau! Aku tidak bisa! Itu tidak bisa terjadi! Tidak mungkin!”

Sunhwa meninggalkannya

KUIL JIN

Sunhwa: Siapkan kereta.

Chogee: Mau ke mana?

Sunhwa: Kembali ke Istana.

Chogee: Benarkah?

Sunhwa: Aku tidak akan datang ke sini lagi. Kemasi semuanya!

Chogee: Benarkah? Kita tidak akan datang ke sini lagi?

Sunhwa berjalan di dalam kamarnya, menangis. 
Jang berdiri di luar, tak bisa bergerak. 

Kereta berhenti di depan Giroo.

Giroo: (Membungkuk ke Sunhwa) Apakah kau akan pergi?

Sunhwa: Ya.

Giroo: Kemana?

Sunhwa: Aku akan pulang ke rumah.

Giroo: Rumah? Apakah kau akan kembali?

Sunhwa: Tidak, aku tidak akan datang ke sini lagi. Kau telah membantu aku berkali-kali, tapi aku takut aku tidak akan melihatmu lagi.

Giroo: Kita tidak pernah tahu. Kita mungkin bertemu lagi jika kita ditakdirkan untuk itu. Aku punya perasaan kita akan bertemu lagi. (Mereka saling memberi hormat satu sama lain.)

Giroo kepada dirinya ketika kereta pergi: “Sudah berakhir. Permainan  selesai! (Diam sebentar) Sekarang, aku hanya perlu untuk menyelesaikan pekerjaanku. Aku harus menyelesaikan misiku!”

PONDOK JANG

Jang sedang duduk di dalam pondoknya, tertunduk. Waktu berlalu dengan cepat.

Maekdosu: (Masuk) Jang! Kau hampir memberiku serangan jantung! Siapa wanita itu?

Jang: …

Maekdosu: Dia mengenakan pakaian indah, dan memiliki mata yang besar … Siapa dia?

Jang: …

Maekdosu: Instruktur Mojin hampir menangkap basah dirimu!Apakah kau tahu betapa aku menderita mencoba untuk menghalanginya melihatmu? (Andy : menderita apanya, dasar bandot tua! Wong sudah mencuri cium ke Mojin gitu😀, Dasar!)

Putuslah dengan dia. Kau harus ! Mengapa? Karena dia seorang wanita Shilla, dan kau akan mendapati dirimu dan kita semua dalam kesulitan!

Jang: Dia sudah  pergi ……

Maekdosu: Dia lakukan itu?

Jang: Ya, dia pergi. (Tersenyum sedih) Bagaimana? Untung, bukan?

Maekdosu: Ya … Ini bagus kalau dia pergi …

Jang diam-diam berjalan di luar …

Maekdosu: (Kepada dirinya sendiri) Apakah beruntung bahwa hanya tubuhnya yang pergi? (Melihat Jang berjalan kaki) Hei, Jang. Jang! (Jang tidak menjawab) Dia mengatakan itu keberuntungan, tetapi kenapa ia tidak merasa seperti itu sama sekali … ?

PONDOK JANG

Jang melihat ada sekumpulan buku catatan menumpuk di luar.

Giroo: (Mengambil buku-buku itu) Aku butuh 15 tahun kerja keras untuk menguasai ini. Kau tidak harus mencoba untuk mendapatkan semua pengetahuan dengan terburu-buru seperti itu.

Jang: Tidak ada orang di sini dan aku tidak tahu harus berbuat apa lagi …

Giroo  memberi Jang beberapa pekerjaan yang harus dilakukan kemudian meninggalkannya.

HANEULCHAE

Giroo: Aku sudah kembali. Aku tidak melihat Guru Mokrasu di sekitar sini….

Mojin: Guru pergi untuk mengambil buku Keajaiban Baekjae.

Giroo: Keajaiban Baekjae?

Mojin: Ia menyembunyikan buku itu ketika kita datang .Tapi sekarang, Pangeran Aja memerlukannya. Jadi dia pergi untuk mengambilnya.

Giroo: Apakah ini berarti Keajaiban Baekjae akan ditempatkan kembali  di Baekjae mulai sekarang?

Mojin: Aku tidak yakin … Kenapa? Apakah kau takut kalau-kalau dirimu tidak akan dapat membaca buku itu bahkan setelah dirimu menjadi seorang ilmuwan?

Giroo: Bukan begitu …

Mojin: Kita pasti dapat kembali ke Baekjae segera. Jadi jangan khawatir!

Giroo: Aku tidak khawatir. Kapan guru kembali?

Mojin: Dalam beberapa hari …

BENGKEL KERJA HANEULCHAE

Jang mengatakan pada Giroo, dirinya sudah mencampurkan logam yang berbeda tetapi dia tidak bisa menemukan sesuatu yang baru. Giroo memberitahunya untuk mencampurkan logam lain dalam derajat panas yang berbeda.

(Kata Giro dalam hati):”Keajaiban Baekjae akan kembali? Ini seharusnya tidak boleh terjadi! Sekarang sang Puteri sudah kembali ke akal sehatnya, aku perlu mengakhiri hubunganku dengan Jang secepat mungkin!”

Jang menunjukkan Giroo logam campurannya tapi Giroo memberitahu dia untuk membuat campuran lain. Proses ini terus berulang.

Jang: Apa yang terjadi?

Giroo: Apa?

Jang: Mengapa kau seperti ini terhadapku?

Giroo: “Apa? Aku tidak memberitahumu untuk melakukan sesuatu yang salah. Ini adalah pelatihan dasar untuk penemu apapun. Kau harus mencoba lagi dan lagi, dari waktu ke waktu. Dalam rangka untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, kau harus mencoba lagi dan lagi! Jangan berpikir bahwa hanya karena kau menemukan tungku penghangat kemudian kau bisa mendapatkan hal-hal dengan begitu mudahnya, melewatkan proses panjang dari percobaan dan kesalahan.”

“Hidup ini tidak begitu sederhana. Setiap orang bekerja sangat keras untuk mencapai tujuan mereka, memberikan keringat dan darah dan membangun kesabaran dan disiplin diri! Yang lainnya tidak seperti kau, yang tidak bertanggung jawab dan tidak rasional!”

Jang: Beraninya kau! (Dia mencoba untuk memukul Giroo dengan tinjunya tetapi Giroo menangkapnya)

Giroo: Aku tahu kau bertemu seorang wanita Shilla. Dia tampak seperti perempuan kelas atas. Hanuelchae terlalu kecil untukmu, kan? Apa kau tak peduli tentang keadaanmu saat ini dan rendahnya status sosialmu?

Dasar kau brengsek! Kau begitu penuh khayalan. Kau bahkan tidak tahu norma-norma sosial dasar!

Jang memukul Giroo di wajah dan dia berlari pergi. Dia pergi ke tebing, dan mulai berteriak.

ISTANA SHILLA

Raja JinPyeung menyambut sang Puteri kembali ke Istana.

Raja: Apakah kamuu dapat menjelajahi semua daerah yang kau ingin lihat?

Sunhwa: Ya.

Raja: Pada awalnya, aku marah padamu. Tapi setelah mendengarkan Rahib Boryang, aku merasa kalau kau mungkin benar.Apa cara yang lebih baik untuk belajar bagaimana memerintah selain dengan menjelajahi negari? Kau bukan anak kecil lagi. Kau menunjukkan ketertarikan pada seni dan ilmu pengetahuan, dan aku yakin kau telah cukup belajar mengenai keduanya..Jadi aku ingin kau bertanggung jawab terhadap Wisma Seni Kerajaan, di mana barang yang terbaik terus dikembangkan dan disimpan. Sudah waktunya bagimu untuk mulai mengambil tanggung jawab. Apakah kau akan menolakku lagi?

Sunhwa: …

Raja: Apakah kau tidak akan menjawabku?

Sunhwa: Aku akan melakukannya …

Raja senang.

Bomyung menginformasikan Puteri mengenai  apa saja  yang Puteri-putri  lain lakukan. Sunhwa ingin memeriksa Wisma Seni Kerajaan segera.

Chogee: Putri, Anda baru saja datang! Tak bisakah Anda menunggu? (Sunhwa mulai berjalan) Ini tidak akan membuat Putri melupakan dia! (Sunhwa memberinya tatapan mencela)

Sunhwa berkeliling di Wisma Seni Kerajaan,. pelayan di sana mengatakan kepadanya bahwa mereka berhenti impor kaca dari luar karena mereka telah mengembangkan tekniknya.

Sunhwa melihat gincu seperti yang diberikan kepadanya oleh Jang. Dia meletakkan itu dan ia terus mempelajari tempat itu.

HANEULCHAE

Maekdosu melihat Jang berdiri di atas tebing, tertunduk. Dia menyuruh Eunjin dan Woosoo untuk menghiburnya.

Maka mereka memanggilnya, mengatakan bahwa mereka telah menyimpan sekarung kacang di ruang tungku pemanas, tapi kacang sekarung itu menjadi basi Mereka meminta dia untuk membantu mereka menyembunyikan kekacauan ini sebelum Mojin tahu. Kacang itu berbau busuk!

Tapi kemudian, Woosoo memasuki ruangan, membawa sepanci sup yang terbuat dari bahan kacang busuk itu. Mereka telah mengubah kacang busuk itu menjadi makanan yang lezat.

Maekdosu: Minum ini, dan makanlah! Dan besok, buang semua  makanan ini dari tubuhmu dan lupakanlah semuanya!

Eunjin: Ya! Aku tidak tahu apa itu, tapi lupakan semuanya!

Orang tua itu berusaha menyemangati Jang.

Jang: Aku baik-baik saja. Sebenarnya, memang lebih baik begini!

KEDIAMAN BUYO-SUN, BAEKJAE

Sun: Benarkah seorang pangeran yang tersembunyi benar-benar ada?

Heukjipyung: Aku tidak yakin …

Sun: Putra kedua lebih lemah dari raja. Kita tidak perlu khawatir tentang dia.
Jika ada putra tersembunyi di suatu tempat … Mengapa dia disembunyikan?

Heukjipyung: Dalam rangka untuk melindungi dirinya melawan kita? Atau mungkin … anak lahir dalam keadaan memalukan.

Sun: Keadaan memalukan? Apa mungkin?

Heukjipyung: Bagaimana dengan waktu itu? Ketika Tuan membawa sisa jenazah Raja Sunghwang.

Sun: Benarkah? Itu saat ……

Kembali ke beberapa tahun lalu

Yungamo: Aku Yungamo. Aku berada di halaman bagian belakang Istana sedang berlatih menari untuk Perayaan Peringatan.
Haedoju: Apakah kau hanya berlatih?

Chilryo: Apapun yang kau katakan dapat memiliki konsekuensi yang tidak dapat diubah! Jadi jawabanlah dengan hati-hati!

Haedoju: Demi Langit! Kenapa kau tidak bicara? Seseorang melihat kemarin kau bersama-sama dengan Yang Mulia!

Kembali ke masa sekarang

Sun: Ya,  wanita itu …

Heukjipyung: Dia adalah seorang penari Istana dari Akademi.

Sun: Cari tahu semua tentang ini!

KEDIAMAN PANGERAN AJA, BAEKJAE

Aja: Apakah Buyo-Sun melakukan sesuatu yang mencurigakan?

Baekmoo: Tidak, ide Itu anak laki-laki itu hebat! Jenderal takut dengan pendapat rakyat setelah semua itu  …

Aja: Tapi ini tidak berlangsung terlalu lama. Segera, dia akan mencoba menantang aku saat kita berperang.

Baekmoo: Bukankah ini alasan Tuanku ingin mempelajari hubungan antara Shilla dan Ko-Kuryo?

Aja: Itu benar. Itu sebabnya aku memerlukan buku Keajaiban Baekjae. Seni rahasia Baekjae telah membantu kita dalam hubungan luar negeri kita pada banyak kesempatan, karena ilmu pengetahuan kita benar-benar dikagumi oleh negara-negara lain.

Baekmoo: Ya, Tuanku. Guru Mokrasu akan mengirimkannya kepada kita segera.

HANEULCHAE

Mokrasu kembali dengan buku itu. Semua orang menyambut dia. Giroo mengawasi bungkusan yang ada di tangan Mokrasu.

Mokrasu: (Kepada Giroo) Bagaimana kabarmu?

Giroo: Baik!

Mojin: Sementara Guru sedang pergi, Giroo menjelajahi banyak negeri dari Shilla dan mengamati situasi pertanian di negara ini.

Mokrasu: Bagus! Tanah Shilla sangat berbeda dengan Baekjae.Aku ingin mendengarkan semua yang  kau temukan sejauh ini.

Giroo: Ya …

Mokrasu: (Melihat sekeliling) Mengapa aku tidak melihat Jang di sini?

Mojin: Kenapa? Apakah kau takut bahwa ia mungkin menyebabkan kesulitan selama ketidakhadiranmu? Jangan khawatir. Jang telah menghabiskan sepanjang hari di ruang peleburan logam, bereksperimen dengan berbagai  macam logam. Dia bahkan tidak banyak makan.

Mokrasu: Benarkah?

Mojin: Aku pikir dia sudah membuat keputusan. (Giroo terus melihat bungkusan buku itu)

Mokrasu: Aku penasaran untuk melihat hasil eksperimennya. Aku ingin melihatnya sekarang.

Mojin: Jangan sekarang. Istirahat dulu.

Mokrasu: Baiklah. (Dia pergi)

Eunjin: Darimana Guru kita datang?

Gooksoo: Tidakkah kau tahu? Dia pergi untuk mendapatkan buku Keajaiban Baekjae!

Beberapa siswa bertanya-tanya apa itu.

Bumro: Ah, kau datang langsung ke Hanuelchae, seperti Giroo. Jadi, kau mungkin tidak tahu ini.

Pria: Dengarkan baik-baik. Keajaiban Baekjae memiliki semua rahasia ilmu pengetahuan Baekjae dan terus dijaga dengan hati-hati dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Gooksoo: Dan hanya para bangsawan dan para Ilmuwan yang diizinkan untuk membacanya.

Pria: Aku juga mendengar bahwa buku itu memiliki kutukan misterius.  Jika seseorang yang tidak diperbolehkan untuk membacanya membuka buku itu, tangannya menjadi bernoda.

Bumro: Bagaimana mungkin?

Gooksoo: Ini hanya untuk memberitahumu bagaimana buku ini sangatlah spesial.

Mokrasu memasuki kamarnya dan mencoba untuk menyembunyikan buku Keajaiban Baekjae. Instruktur Gomo masuk untuk menyambut Guru Mok, diikuti oleh Mojin dan Giroo.

Giroo: Mengapa kalian tiba-tiba diminta mengembalikan buku Keajaiban Baekjae?

Mojin: Pangeran Aja tinggal di Jepang selama bertahun-tahun. Karena ia sekarang sudah kembali ke Istana, ia mau tidak mau harus bertanggung jawab atas pendidikan dan urusan internal bangsa.

DI LUAR

Giroo ingat …

Raja JinPyeung: (Tertawa) karena Kau menawarkan diri untuk melakukan misi ini, aku merasa masa depan aku terjamin. Karena itu, bawakan aku buku Keajaiban Baekjae.

Giroo kecil: Keajaiban Baekjae?

Raja: Ini adalah buku tentang ilmu-ilmu rahasia Baekjae yang hanya dapat dibaca oleh bangsawan tingkat tinggi dan para ilmuwan.

Giroo: Aku mengerti. Tidak peduli berapa tahun yang kulalui, aku akan menjadi seorang ilmuwan dan aku akan mencuri buku itu dari mereka.

Kata Giroo dalam hati: “Aku berencana untuk menjadi seorang ilmuwan untuk membaca buku ini. Aku bekerja 10 tahun, masa yang panjang untuk ini! Buku ini di sini. Aku harus mencurinya sebelum dikirim kembali ke Baekjae. Aku akan mencuri buku itu dan Aku akan menghancurkan tempat ini. (Dia melihat Jang, yang masih bereksperimen dengan logam yang berbeda.)

Giroo mendapat pesan melalui lubang rahasia. Goosan mendapat pesan dari ayahnya.

DI TEMPAT RAHASIA

Goosan: Segera, kami akan menyatakan perang kepada Baekjae.Jadi mereka ingin kau mengetahui rencana Baekjae tentang ini.

Giroo: Baiklah. Aku ingin mengirim pesan juga. (Apa?) Akhir sudah dekat.

Goosan: Benarkah? Bagaimana?

Giroo: Keajaiban Baekjae di Hanuelchae. Buku Ini akan dikirim ke Baekjae segera.

Goosan: Kapan?

Giroo: Aku tidak yakin, tapi aku pikir secepatnya.

Goosan: Lalu?

Giroo: Katakan pada ayah jika aku meminta untuk mengirim pasukan pribadi kita kemari.

KEDIAMAN PUTERI SUNHWA, SHILLA

Bomyung membawa catatan Wisma Seni Kerajaan untuk sang Puteri.Sunhwa mempelajarinya.

Chogee: Tuan Puteriku. Akhir-akhir ini, kau tampaknya menjadi orang lain. Kau menyukainya begitu dalam… Tidakkah kau berpikir tentang dia lagi?

Sunhwa: (Membaca salah satu catatan) Kim Doham tampaknya menjadi penemu yang sangat berbakat.

Chogee: Mengapa? Apa yang dia lakukan?

Sunhwa: Di antara penemuan baru, banyak terdapat tanda tangan Kim Doham.

Chogee: Apakah tanda tangan di sana juga?

Sunhwa: Ya. Dia termasuk dari klan Daehachan. Mereka biasanya terlibat dalam politik. Tapi orang ini tampaknya lebih tertarik pada ilmu pengetahuan.

Chogee: Aku lebih ingin tahu mengapa kau selalu begitu tertarik pada penemu. Bahkan pada anak laki-laki yang lain juga …

Sunhwa: Chogee, tidakkah aku sudah katakan untuk tidak membicarakannya lagi? (Dia terus membaca. Tiba-tiba, ia tampak terkejut) Sebuah tungku penghangat?

Chogee: Apa yang salah?

Sunhwa: Tungku penghangat? (Kepada Chogee) Beritahu penemu Kim Doham untuk datang menemui aku. (Ya …)

Sunhwa (Kepada dirinya sendiri): Sebuah tungku penghangat? Bagaimana ini bisa? Melihat pada tanggal tersebut, ini akan menjadi terlalu sangat kebetulan. (Membaca) Kim Doham ..  Doham … Kim?

HANEULCHAE

Giroo sedang mencari buku “itu” di ruangan Guru Mok, tetapi ia tidak dapat menemukannya.

KEDIAMAN PUTERI SUNHWA, SHILLA

Sunhwa: Mengapa kau datang sendirian?

Chogee: Tidak ada satupun di Wisma Seni Kerajaan yang bernama Kim Doham.

Sunhwa: Apa maksudmu? Namanya dengan latar belakang keluarganya ada dalam catatan Wisma Seni Kerajaan. Apa maksudmu bahwa dia tidak ada?

Chogee: Aku bertanya pada semua orang di Wisma Seni Kerajaan mengenai Kim Doham, tapi tak seorang pun mengenalnya.

Sunhwa: Apakah kau mengatakan bahwa ada tanda tangannya dalam catatan ini tetapi orangnya  tidak ada di sana?

Chogee: Aku tidak tahu …

Sunhwa: Aku yakin aku membaca bahwa kaca, pedang-pisau khusus, dan tungku penghangat… mereka semua adalah penemuannya …

RUMAH KIM SAHEUM

Suara: Sang Puteri di sini!

Saheum: (Berdiri untuk menyambutnya) Selamat Datang! Silakan, duduk di sini. (Mereka berdua duduk.) Hamba pernah mendengar Anda kembali, jadi berencana untuk mengunjungi Anda.

Sunhwa: Siapa bernama Doham Kim Daehachan?

Saheum: Mengapa Anda mencari dia?

Sunhwa: Aku membaca catatan Wisma Seni Kerajaan. Aku dengar dia akan sangat berperan untuk Shilla.

Saheum: Itu benar.

Sunhwa: Itu sebabnya aku ingin bertemu dan belajar dari dia.Tetapi orang-orang di Wisma Seni tidak mengenalnya. Siapa dia? (……) Siapa dia?

Saheum: Sebenarnya … Dia memiliki identitas rahasia.

Sunhwa: Sebuah identitas rahasia? Apakah kau mengatakan kalau Yang Mulia mengutusnya dalam misi rahasia?

Saheum: Ya. Itu semua yang dapat hamba katakan sekarang.

ISTANA SHILLA

Raja JinPyeung: Kau datang untuk memberiku salam di pagi hari? Mengapa kau kembali?

Sunhwa: Yang Mulia, saya ada pertanyaan untuk Anda..

Raja: Apa itu?

Sunhwa: Sewaktu membaca catatan Wisma Seni Kerajaan, saya menemukan seorang penemu besar.

Raja: Siapa?

Sunhwa: Doham Kim Daehachan.

Raja: Doham Kim?

Sunhwa: Apa misi rahasia yang Anda berikan padanya? Orang tidak perlu identitas rahasia untuk menjadi seorang penemu.

Raja: Kau benar. Tidak perlu untuk identitas rahasia untuk menjadi seorang penemu.

Sunhwa: Lalu, apa itu?

Raja: Karena kau bertanggung jawab atas Wisma Seni sekarang, aku harus memberitahumu.

Sebenarnya, sepuluh tahun yang lalu, selama ini Baekjae sedang mengalami krisis, Pimpinan mereka melarikan diri ke Shilla. Ketika kami tahu, kami berusaha untuk membujuknya, tetapi kami gagal. Ketika kami memerintahkan untuk melayani Shilla, seorang pengrajin tidak kurang dari  lima belas tahun umurnya lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya. Itu sebabnya aku mengirimkan Hwarang Kim Doham di sana.

Bahkan, ia menawarkan diri untuk melakukan hal ini sendiri. Dia bersumpah kepadaku bahwa ia akan pergi ke sana sebagai mata-mata, sampai ia menjadi seorang ilmuwan, mencuri buku mereka, Keajaiban Baekjae.

Dia adalah bawahan yang sangat setia kepada diriku, dan orang hebat untuk masa depan Shilla. Khusus untukmu … Kau harus memberikan perhatian khusus untuk dia!

DI KEDIAMAN SUNHWA

Kata Sunhwa’ dalam hati: (Khawatir) Beliau menyadari keberadaan mereka. Shilla mengetahui keberadaan mereka! Lalu … Apa yang akan terjadi pada mereka setelah misi itu tercapai?

KEDIAMAN KIM SAHEUM

Kim Saheum membaca pesan dari Giroo dan dia senang. Sang Puteri datang lagi menemuinya.

Saheum: Apa yang Tuan Puteriku sedang lakukan lagi di sini?

Sunhwa: Aku mendengar tentang misi rahasia. Itu ide yang sangat cerdas.

Saheum: Terima kasih.

Sunhwa: Sejak Kim Doham menawarkan diri untuk melakukan hal ini, aku merasa dia seseorang yang bisa dipercaya.

Saheum: Dia memang demikian …

Sunhwa: Itu sebabnya aku ingin bertemu dengannya secepat mungkin. Kapan kau berpikir misi ini akan berakhir?

Saheum: Doham mengirim utusan yang baru saja keluar dari ruangan ini.

Sunhwa: Benarkah?

Saheum: Ini akan segera berakhir.

Sunhwa: Segera?

Saheum: Ya. Buku Keajaiban Baekjae di Hanuelchae sekarang.Setelah ia mencuri buku itu, dia akan kembali.

Sunhwa: Aku mengerti … Setelah itu terjadi, orang-orang seharusnya tidak diperbolehkan untuk tinggal di Shilla …

Saheum: Itu benar. Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.Segera setelah kami mencuri buku Keajaiban Baekjae, mereka akan dibantai. Itulah sebabnya kami sudah mengirim pasukan kami ke sana.

LUAR

Sunhwa: Mereka akan … dibantai? Seodong … Seodong akan mati!

HANEULCHAE

Mojin memanggil Mokrasu dari luar kamarnya. Dia memiliki sesuatu untuk ditunjukkan kepadanya. Mokrasu keluar kamarnya menemui Mojin dan pergi bersama-sama dengannya. Giroo mengambil kesempatan ini untuk masuk ke dalam ruangan dan terus mencari buku tersebut.Dia tetap tidak dapat menemukannya

DI JALAN DI LUAR HANEULCHAE

Mojin dan Mokrasu berjalan.

Bumro: (Memegang obor) Ini di sini! Tepat di sini! (Jang menunjukkan mereka sebuah batu yang dapat bergerak di dekat sebuah pohon, menyembunyikan lubang kecil.)

Mokrasu: Apa ini?

Mojin mengatakan bahwa Bumro dan Jang menemukannya saat mereka  melakukan beberapa pekerjaan rumah yang ia tugaskan pada mereka.

Bumro: Ya. Saat itulah Jang dan aku menemukan ini!

Jang: Ya.

Mojin: Ada lubang kecil di dalam mana kau dapat menyembunyikan pesan.

Mokrasu: Apakah ini berarti …?

Mojin: Apa yang lebih mencurigakan adalah bahwa ada sebuah jalan kecil di sana.

Mokrasu: Itu dekat pondok Jang. Apakah kau tahu jalan ini?

Jang: Tidak … aku tidak tahu …

Mojin: ini terlihat seperti …

Mokrasu: Jang! Sembunyikan dirimu dan awasi tempat ini dengan seksama. Jika ini adalah sebuah lubang komunikasi rahasia, seseorang akan datang ke sini.

Jang: Ya.

Mokrasu: Bumro, bergiliran dengan Jang dan awasi.

Bumro: Ya.

Mokrasu: Jangan bilang ini kepada siapa pun.

HANEULCHAE

Mojin: Lubang itu benar-benar terlihat mencurigakan.

Mokrasu: Kalau itu lubang komunikasi …

Mojin: Itu berarti kita memiliki mata-mata di tengah-tengah kita.

Mokrasu: Dari Shilla? Dari Buyo-Sun?

Mojin: Keajaiban Baekjae … Apakah aman?

Mokrasu: Ada dalam tempat yang paling aman yang dapat terpikir olehku …

Sementara itu

Giroo terus mencari, tetapi ia tidak dapat menemukannya. Dia membaca pesan dari Goosan mengatakan bahwa utusan yang dikirim ke Seurabol kembali.

Goosan: Apakah kau menemukan buku itu?

Giroo: Aku belum menemukannya! Dimana buku itu disembunyikan ya?

Goosan: Jika dikirim ke Baekjae, kita akan hancur.

Giroo: Aku akan menemukannya! Jika dikirim ke Baekjae sebelum aku menemukannya, kita harus mengambilnya dengan paksa, jadi siapkan pasukan! Kita tidak akan menggunakan lubang rahasia untuk saat ini. Tunggu di sini untuk instruksiku!

Goosan: Baik. Tapi …

Giroo: Apa itu?

Goosan: Sang Puteri kembali ke Kuil Jin

Giroo: Apa? Dia kembali?

Goosan: Ya, ia datang hari ini. Menurut utusan yang pergi ke Seurabol, sang Puteri bertanggung jawab di Wisma Seni Raja, dan dia tahu mengenai misi rahasiamu.

Giroo: Apa! Apakah ini berarti dia tahu tentang pembantaian yang telah kita rencanakan?

Goosan: Pembawa pesan mendengar Puteri bertanya kepada ayahmu tentang hal ini.

Giroo: Dia datang untuk menyelamatkan dia … untuk menyelamatkan Jang!

HANEULCHAE

Bumro: (Membawa sesuatu di tangannya.) Ini aku! (Mereka duduk.) Tidak ada yang terjadi, kan? (…..) Apa yang kita lakukan ini? Aku yakin ini adalah lelucon seseorang.

Jang: Apakah kau datang untuk mengambil giliramu?

Bumro: Itulah yang aku beritahukan padamu … Kau tahu aku mudah merasa takut, bukan? Kau bisa membunuh seekor harimau jika kau terpaksa … tapi aku …….

Jang: Aku akan mengawasi.

Bumro: Benarkah? (Tertawa keras.) Aku tahu itu! Itu sebabnya aku membawa ini! (Dia menunjukkan kepadanya banyak makanan.) Ayo! Makan!

Sementara Jang makan, Sunhwa berjalan di jalan itu, tetapi mereka tidak melihat satu sama lain.

PONDOK JANG

Sunhwa ada di dalam pondok Jang, dengan cemas menunggunya.

Suara Mojin: Jang, kau di sana? (Sunhwa menyembunyikan dirinya.)

Mojin: (Memasuki ruangan, dan berbicara pada dirinya sendiri) Jika ia selesai giliran, ia seharusnya datang untuk melaporkannya kepadaku.Dimana dia sekarang? (Dia meninggalkan ruangan.)

Sunhwa keluar dari persembunyiannya, dan dia mulai menulis.

Suara Sunhwa: Ini merupakan hal yang sangat mendesak! Datanglah ke Kuil Jin. (Dia meninggalkan catatan di bagian dalam salah satu buku Jang)

Sementara itu

Giroo melihat Sunhwa meninggalkan pondok Jang. Dia berjalan di dalam dan dia menemukan catatannya.

Giroo: (Berbisik) ini tidak mungkin!

DI TEMPAT JANG BERJAGA

Jang mendengar langkah kaki. Dia melangkah keluar dari tempat persembunyian dan melihat Sunhwa, mereka bertatapan muka. Jang tersenyum.

Sunhwa: (Sangat senang) Wah! Kau ada di sini …

Dia berhenti … kemudian tampak terkejut. Di belakang Jang, Mojin sedang  mengawasi mereka …

One comment on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 12

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s