Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 13

Jang mendengar langkah kaki. Dia melangkah keluar dari tempat persembunyian dan melihat Sunhwa, mereka bertatapan muka. Jang tersenyum.

Sunhwa: (Sangat senang) Wah! Kau berada di sini …

Dia berhenti … kemudian tampak terkejut. Di belakang Jang, Mojin sedang mengawasi mereka …

Sunhwa: Dimana … dimana ini? Aku akan Kuil Jin dan aku tersesat. Apakah kau tahu jalan mana yang akan membawaku ke Kuil Jin.

Jang: Ya … Kuil Jin … jalan kesana. (Dia menunjuk ke belakangnya.)

Sunhwa: Benarkah? Terima kasih! (Dia membungkuk dan berjalan pergi.)

Mojin: Apakah kau menemukan sesuatu?

Jang: Apa?

Mojin: Wanita itu …

Jang: Alih-alih pergi menuju lubang rahasia, ia berjalan lurus ke jalan ini. Aku pikir dia benar-benar tersesat

Mojin: Seorang wanita berjalan sendirian di jalan selarut ini? Dia tampak seperti seorang wanita bangsawan. Meskipun banyak wanita bangsawan mengunjungi Kuil Jin …

Jang: Pangeran Aja juga tersesat saat melalui jalan ini. Aku rasa banyak orang tersesat di sini. Hanya saja kita yang tidak tahu.

Mojin: Kau bertemu Pangeran Aja di sini?

Jang: Ya.

Mojin: Lalu … Kau tahu ada jalan rahasia di sini!

Jang: Itu karena … itu dekat pondokku …

Mojin: Baiklah, teruslah mengawasi! (Jang mengangguk)

Beberapa saat kemudian

Mojin (Kepada dirinya sendiri): Mereka benar-benar terlihat seperti telah mengenal satu sama lain …

Mojin mengikuti Sunhwa.

Mojin (Kepada dirinya sendiri): Dia tidak berbohong ketika dia bilang dia akan ke kuil Jin …

KUIL JIN

Sunhwa: Seharusnya aku mengatakan kepadanya untuk melarikan diri … Aku tidak bisa mengatakan padanya walau ia berada di depanku …

Chogee: Apakah Anda bertemu dengannya?

Sunhwa: Apakah dia datang ke sini? Dia melihatku, jadi dia seharusnya akan datang …

Chogee: Aku menanyakan apakah Anda sudah bertemu dia!

Sunhwa: Dia mungkin tidak bisa datang karena ia bisa tertangkap basah oleh orang-orang Hanuelchae!

Chogee: Apakah Anda bertemu dengannya?

Sunhwa: Sochoong! Dimana dia?

Chogee: Tuan Puteri!

Suara Sochoong: Tuan Puteri!

Sunhwa: Masuklah! (Dia berjalan masuk) Apa yang terjadi?

Sochoong: Pasukan sedang bersiap-siap.

(Goosan memberikan petunjuk kepada pasukannya)

Suara Sochoong: Dia katakan bahwa perintah untuk membunuh mereka akan diberikan, kalau tidak malam ini mungkin besok, sehingga mereka harus tetap bersiaga.

Chogee: Pembunuhan?

Sunhwa: Pergi kembali kesana! Dan datanglah kembali padaku jika perintah itu sudah diturunkan.

Chogee: Kemana mereka akan pergi melakukan pembunuhan?

HANEULCHAE

Mojin mengawasi Jang dengan curiga dari jarak yang jauh.

Bumro: Jang mengatakan padaku kalau dia akan berjaga malam ini.

Mojin: Aku tahu.

Bumro: Lalu?

Mojin: Mulai sekarang, aku ingin kamu mengawasi Jang.

Bumro: Jang?

Mojin: Aku ada alasan sendiri. Jadi, kau harus mematuhi perintahku di dalam surat itu. Apakah kau mengerti? Apakah kau tahu?

Bumro: Ya …

Mojin: Dan laporkan kepadaku segala sesuatu yang Jang lakukan. Hal ini sangat penting untuk keselamatan Hanuelchae. Tidak boleh ada kesalahan. Apakah kau mengerti?

Bumro: Ya …

Beberapa waktu kemudian

Mojin mengirimkan Eunjin, Woosoo dan Gooksoo ke Kuil Jin untuk mengetahui identitas dari wanita bangsawan yang menginap di Kuil Jin.

Giroo terus mencari buku tersebut. Dia pergi ke kamar Mokrasu … tetapi ia tidak dapat menemukannya. Dia pergi ke kamar Mojin … tapi ia gagal untuk menemukannya. Dia pergi ke ruang penelitian … dan tidak menemukan apa-apa. Dia memeriksa di luar, dan tempat-tempat lain.

DEKAT LUBANG RAHASIA

Mojin: Tidak ada yang datang? Bahkan seorang pejalan kaki?

Jang: Tidak ada seorangpun.

Mojin: (Menghela napas) Aku mulai berpikir lubang ini mungkin lubang yang tidak berguna, yang pernah digunakan pada masa lalu … Kerja bagus! Aku akan mengawasinya dari sekarang. Kau pergi dan istirahatlah.

Jang: Ya.

Mojin: Sebenarnya, Guru ada di bengkel kerja. Dia penasaran ingin tahu apa yang telah kau pelajari sejauh ini. Pergilan menemuinya.

Jang: Ya. (Dia mulai berjalan pergi.)

Suara hati Jang: Mengapa dia datang? Mengapa?

KUIL JIN

Sunhwa sedang cemas menunggu Jang, ia berjalan mengitari Pagoda Jingaksa.

Eunjin dan Woosoo berusaha berteman dengan Chogee, memberinya banyak hadiah. Mereka mengatakan pada Chogee kalau mereka adalah pedagang dan berencana untuk menjual barangf-barang ke para bangsawan. Jadi mereka mengajukan pertanyaan tentang ‘wanita bangsawan itu’, dan apa yang dia lakukan di kuil ini. Chogee  senang dengan semua hadiah ini, tapi dia tidak mau memberitahu mereka siapa “wanita itu”.

HANEULCHAE

Suara hati Giroo: Aku harus menemukannya! Di mana benda itu berada?

Suara hati Jang: (Dia duduk tepat di samping Giroo) Mengapa ia kembali?

Mokrasu: Jang! Tunjukkan padaku pekerjaan logam yang telah kau lakukan.

Giroo: Semua mangkok logam yang berjejer di dalam bengkel kerja ini seluruhnya adalah hasil kerjanya..

Mokrasu: Benarkah?

Giroo: Aku memarahinya sedikit. Jadi dia bekerja dengan giat, itu banyak membantuku.

Mokrasu: (Kepada Jang) Bagus, mari ikuti aku!

NEXT

Giroo terus mencari. Dia pergi kembali ke kamar Mokrasu. Ia menemukan dua buku dengan judul yang sama. Setelah meihat lebih teliti, dia menyadari salah satu dari kedua buku itu  memiliki ‘ajaran rahasia’ tersembunyi di balik sampul palsu. Dia berjalan keluar dengan buku itu.

Mokrasu menguji mangkuk-mangkuk logam yang dibuat oleh Jang, untuk melihat seberapa kuat mereka. Jang sangat khawatir untuk sang Puteri.

Suara hati Jang: Mengapa dia datang? Aku berharap ia tidak mendapat masalah karena Instruktur Mojin. Mengapa dia datang? Apakah dia dalam bahaya?

Jang: Guru …

Mokrasu: Ya?

Jang: Aku harus pergi ke suatu tempat.

Mokrasu: Apakah kau harus pergi sekarang?

Jang: Ya.  Aku tidak akan memakan waktu terlalu lama.

Mokrasu:  Pergilah.

DI TENGAH JALAN

Baik Jang dan Giroo tidak sengaja bersamplokan di tengah jalan.

Jang: Aku minta maaf. Aku terburu-buru … (Dia pergi terburu-buru)

Suara hati Giroo: Aku orang yang seharusnya meminta maaf. Semua sudah berakhir sekarang. (Melihat ke arah Mokrasu berada) Guru, aku benar-benar minta maaf …

HANEULCHAE

Bumro: (Menghalangi Jang untuk memasuki Kuil Jin) Instruktur Mojin mengatakan padaku untuk mengawasimu. Ayah mengatakan kepadaku ada seorang wanita yang kau cintai. Dia yang tinggal di Kuil Jin, bukan? Eunjin dan Woosoo diperintahkan untuk mengawasi wanita itu. Kau tidak bisa masuk sekarang. Jika kau harus masuk, datanglah kembali setelah para gadis itu pergi! Tidak … Jangan menemuinya sama sekali!

DI TEMPAT RAHASIA

Giro menemui anak buah ayahnya, Goosan.

Giroo: Ini adalah Buku Keajaiban Baekjae. Hanuelchae harus dihancurkan segera!

Goosan: Ya!

Kembali ke masa kecil Giroo

Raja Jinpyung: Apa yang kau inginkan?

Giroo kecil: Menurut ayah hamba, Kim Saheum, sekelompok ilmuwan buronan dari Baekjae bersembunyi di daerah Shilla. Mereka terlalu berbakat untuk dibunuh begitu saja. Tapi mereka lebih suka mati daripada mengkhianati negari mereka.

Raja: Ya, aku sudah mendengar tentang itu.

Giroo: Hamba akan pergi menyusup ke dalam kelompok mereka dan hamba akan mencuri pengetahuan mereka.

Raja: Apakah kau mau menjadi mata-mata?

Giroo: Ya.

Raja: Jika kau melakukannya, Shilla akan bersukacita.

Giroo: Dengan demikian, pendidikan di Shilla akan terjamin, dan membawa stabilitas bangsa.

Raja: Kau benar. Itulah mengapa akulah yang seharusnya mengajukan permintaan resmi ini kepadamu bukan darimu padaku.

Giroo: Yang Mulia, hamba ada permohonan yang lain. Berikan tangan Puteri Sunhwa  dalam pernikahannya dengan diri hamba!

Raja: Apa?

Giroo: Ketika hamba kembali setelah menyelesaikan misi ini, izinkan hamba untuk menikah dengannya!

Kembali ke masa sekarang

Giroo membuka buku itu, tersenyum dengan kepuasan. Tiba-tiba, ia melihat sesuatu yang aneh. Dia menyadari buku ini palsu! Dia berjalan ke Goosan, menyuruhnya untuk menghentikan perintah pembunuhan. Ia akan jatuh ke dalam perangkap.

Giroo terburu-buru kembali ke Haneulchae untuk mengembalikan buku itu, tetapi ia melihat  Mokrasu sedang akan berkemas-kemas untuk pergi, Giroo segera berlari ke pondok Jang,  kemudian ia meninggalkan buku palsu itu di atas meja Jang.

PONDOK JANG

Bumro menyeret Jang ke dalam pondok Jang.

Bumro: Ini untuk keselamatan dirimu sendiri. Jadi jangan pergi ke mana pun untuk sementara.

Jang: Tapi …

Bumro: Kau tidak dapat pergi. Aku akan mengawasimu dari luar, jadi jangan berpikir untuk pergi ke manapun.

Jang: Bumro …

Bumro: Aku mengatakan bahwa kau tidak bisa menemuinya! Tidur semaumu, atau bacalah  apapun. Apakah kau mengerti? Kau tidak bisa pergi! (Dia meninggalkan pondok Jang)

Jang: (Melihat buku ‘palsu’) Apa? Ini bukan buku milikku? Mungkinkah Puteri …?

Ia mulai memgecek buku, untuk melihat apakah ada suatu catatan di dalamnya. Dia membuka buku itu …

Bumro: (Berjalan ke dalam dengan Mokrasu dan Mojin) Jang berada di dalam pondok selama ini!

Mojin: (Mengambil buku yang Jang pegang)Adadi sini! Jang inilah!(Kepada Jang.) Mengapa kau mencuri buku ini? Pada siapa kau merencanakan untuk menyerahkan ini?

Jang: (Tak dapat menjawab) Aku … hanya …

Mojin: Bicaralah!

Jang: Ini pertama kalinya aku melihat buku ini.

Mojin: Apakah kau tidak akan mengaku?

Jang: Aku tidak tahu. Buku itu ada di sini. Aku benar-benar tidak …

Mokrasu: (Kepada Giroo, yang baru saja melangkah masuk) Mengapa engkau menyentuh buku Keajaiban Baekjae? Lihatlah tanganmu!

Baik Giroo dan Jang punya tangan yang bertanda.

Giroo: Ini tidak adil! Guru, aku tidak melakukan apa-apa!

Mokrasu: Kami menemukan sebuah batu yang mencurigakan  lubang yang dekat dengan  Hanuelchae. Jadi aku menggunakan pewarnaan kimia di atas buku Keajaiban Baekjae dan untuk yang satu ini juga. Aku telah meletakkan perangkap. Dan sekarang, kalian berdua memiliki tangan yang ternoda dengan bahan kimia di buku-buku itu!

Entah Girooyang  membawanya dan Jang menyentuhnya, atau Jang membawanya dan Giroo menyentuhnya. Atau, kalian berdua melakukannya bersama-sama! (Giroo terlihat malu, Jang tampak tertegun..) Beritahu kami yang sebenarnya!

HANEULCHAE

Mereka memeriksa tangan setiap orang di Hanuelchae.

Baik Giroo dan Jang keduanya terikat dan terkunci di dalam gudang yang berbeda.

Mokrasu: Kalian berdua adalah satu-satunya yang menyentuh buku ini di antara semua anggota Hanuelchae.

(Kepada Giroo.) Apakah Kau mencuri ini?

Giroo: Tidak. Aku hanya menyentuhnya karena berada disana ketika aku pergi ke pondok Jang.

Mokrasu: Mengapa kau pergi kesana?

Giroo: Baru-baru ini, aku tidak membiarkan Jang membaca catatanku. Jadi aku pergi untuk meminta maaf.

Mokrasu: (Kepada Jang) Lalu, apakah kau mencurinya?

Jang: …. Tidak … Aku baru saja menemukannya di kamarku.

Mojin: Tak satu pun dari kalian mencuri ini? Kau menyentuhnya karena ada disana?

Mokrasu: (Kepada Giroo) Aku berada di ruang bengkel kerja sepanjang hari. Tapi kau tidak pergi kesanasama sekali. Ke mana saja kau?

Giroo: Aku ada di ruang pengembangan warna Instruktur Mojin.

Mokrasu: Apakah ada yang melihat dirimu?

Giroo: Aku tidak tahu mengapa tidak ada yang datang ke kamar itu sepanjang hari ini.

Mojin: Jadi tidak ada yang melihatmu?

Mokrasu: (Kepada Jang) Ke mana saja kau seharian?

Jang: Aku sedang mengawasi lubang rahasia sampai sore. Lalu aku berada di bengkel kerja dan …

Mokrasu: Kau bilang kau harus pergi ke suatu tempat. Ke mana kau pergi?

Jang: Setelah bangun sepanjang malam, aku lelah … jadi aku beristirahat.

Mokrasu: Apakah ada yang melihatmu?

Jang: Tidak ada yang melihatku.

Mojin: Tidak ada yang melihatmu juga?

Mokrasu: Jika tidak ada orang yang bisa bersaksi untuk salah satu dari kalian, aku harus curiga pada kalian berdua. Kalian tidak akan dapat lolos!

Bumro: (Bergegas masuk) Guru!

Mojin: Aku akan menanyaimu secara terpisah. Mengapa kau malah masuk?

Bumro: Jang bersama-sama denganku. Jang tidak mencuri buku!

Mokrasu: Apakah kau mengatakan bahwa kau beristirahat dengan dia?

Bumro: Ya …

Mokrasu: Dimana?

Bumro: … Di … Di pondok Jang!

Mokrasu: Sampai saat kita berjalan masuk tadi?

Bumro: Ya …

Mokrasu: Tapi kau tidak melihat Giroo?

Bumro: Tidak …

Mokrasu: Itu tidak masuk akal.

Bumro: Mengapa?

Mokrasu: Aku berada di kamarku singkat sebelum pergi ke bengkel dengan Jang. Buku itu masih ada di kamarku sebelumnya. Aku yakin itu ada sebelum pergi. Lalu, aku melihat Jang dan Giroo di luar.Aku memanggil Jang dan kami masuk bengkel bersama-sama. Setelah itu, Jang mengatakan bahwa dia harus pergi ke suatu tempat. Buku ini menghilang selama periode singkat itu.

Ini berarti buku hilang selama dirimu beristirahat bersama-sama dengan Jang di pondok.

Bumro: Mengapa ini tidak  masuk akal?

Mokrasu: Jika apa yang kau katakan adalah benar dan kalian berdua sedang beristirahat, kemudian Giroo mencurinya. Tapi kemudian, kau seharusnya melihat Giroo memasuki pondok Jang. Tapi kau bilang kau tidak melihatnya!

Mojin: Aku suruh kau untuk mengawasi Jang. Jang pergi ke mana? (Bumro tidak menjawab) Apakah kau mencuri buku itu bersama-sama dengannya?

Bumro: Tidak!

Mokrasu: Lalu? Jang pergi ke mana?

Bumro: Jang tidak mencuri buku! Selama waktu itu Jang sedang …

Jang: Bumro!

Bumro: Dia akan menuju kotadi bawah gunung.

Mojin: Apa kau mau mengatakan ia bermaksud menuju Kuil Jin? Apakah ia bertemu dengan wanita bangsawan itu?

Bumro: Tidak, dia tidak kesana! Tanyalah orang-orang yang pergi kesana!

Mokrasu: (Kepada Jang) Apakah kau mengenal wanita itu?

Jang: Tidak …

Mokrasu: (Kepada Giroo) Dapatkah kau membuktikan di mana kau berada?

Giroo: Aku tidak bisa.

Mokrasu: Lanjutkan mengawasi lubang rahasia, dan periksa kamar  Jang dan kamar Giroo!

Beberapa saat kemudian

Eunjin mengatakan pada ibunya, Mojin, bahwa Jang tidak muncul di Kuil walaupun dia  tinggal disanahampir sepanjang hari.

Mojin: Apa yang kau ketahui?

Woosoo: Wanita itu adalah seorang bangsawan tinggi. Bahkan rahib Buddha berada disanakarena dia! Dia memiliki pengawal pribadi.

Mojin: Bagaimana dengan namanya atau latar belakangnya?

Eunjin: Pelayan itu mengambil semua hadiah-hadiah kami tapi ia tidak akan mengatakan sesuatu yang penting.

Gooksoo: Tapi ada pusat ilmu yang besar disana. (Apa?) Kami tidak pergi terlalu dekat untuk menghindari penangkapan, tapi aku dengar itu adalah pusat penelitian yang cukup besar!

Mojin: Benarkah?

Gooksoo: Para pemimpin Shilla sering pergi kesana, dan bahwa rahib Buddha itu … aku diberitahu dia sering pergi sekali ke Istana Raja!

Eunjin: Ya. Dan aku mendengar wanita itu datang untuk belajar ilmu sains.

DI SUATU TEMPAT DI HANEULCHAE

Bumro: Kau mengatakan kepada mereka Jang tidak bertemu wanita itu,kan?

Woosoo: Itu memang yang sebenarnya …

Eunjin: Apa yang terjadi? Sebuah buku dan sebuah lubang rahasia, tentang apa ini semua?

Bumro: Kau tidak perlu tahu.

Eunjin: Kami mendengar segala sesuatunya dari luar!

Bumro: Lalu apa kau tahu apa yang terjadi!

Woosoo: Masih belum, beritahu kami!

Maekdosu:Adasebuah lubang aneh ditutup dengan batu, dan sebuah buku penting menghilang. Giroo dan Jang diduga telah mencuri buku itu.

Eunjin: Kita tahu semua itu. Kami hanya ingin tahu siapa yang benar-benar mencurinya!

Bumro: Jang tidak melakukannya!

Woosoo: Giroo juga tidak.

Eunjin: Itu benar tetapi tidak ada satupun dari mereka yang mengaku. Aku belum memutuskannya ….

Bumro memutar matanya …

DI KAMAR MAEKDOSU

Maeksodu: Mari kita pikirkan dengan seksama.

Bumro: Jang dan wanita yang …

Maekdosu: Mereka mengenal satu sama lain. Mojin mencurigai wanita itu.

Bumro: Kuil wanita di mana ia tinggal memiliki pusat ilmu sains yang terkait dengan Raja Shilla.

Maekdosu: Buku Keajaiban Baekjae adalah alat terhebat  untuk setiap pengembangan keilmuan.

Bumro: Buku itu ditemukan di pondok Jang.

Maekdosu: Jang mencurinya.

Bumro: Aku yakin ia tidak melakukannya! Ia bersama-sama denganku pada waktu itu.

Maekdosu: Jadi Jang tidak mencuri; Berarti itu Giroo. Tetapi Giroo tidak tahu wanita itu. Semua bukti mengarah kepada Jang!

Bumro: Ayah, apa yang harus kita lakukan?

Maekdosu: Apa maksudmu? Kita harus menutup mulut kita! Kau bilang kau melihatnya. Selain itu, aku melihatnya bertahan untuk tidak hancur … Dia bukan orang yang bisa  menjadi mata-mata, tidak mungkin!

Bumro: Itu benar. Jadi jangan mengatakan apa-apa! Selain pergi ke wanita itu, Jang tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan.

Maekdosu: Ayo kita berlatih untuk menutup mulut kita!

Bumro: Ya, mari kita menutup mulut kita!

HANEULCHAE

Mereka menemukan catatan yang dicuri di kamar Giroo’s, yang Sunhwa tulis ditujukan kepada Jang dan mendesaknya untuk pergi ke Kuil Jin.

Mokrasu: Jang bertemu wanita itu … tapi Giroo memiliki catatan ini dari dia?

Mojin: Aku tidak pernah membayangkan Giroo juga akan berhubungan dengan wanita itu!

Mokrasu: Ini berarti wanita itu adalah kuncinya!

KUIL JIN

Sunhwa: Mereka mengatakannya malam ini … Apakah mereka sudah terbunuh?

Chogee: (Memberinya sebuah bungkusan) Mengapa Anda  membutuhkan pakaian orang biasa?

Sunhwa: Aku kira Jang tidak bisa datang karena ia tertangkap oleh orang-orang Hanuelchae. Mereka melihatku berjalan di jalan yang sering dikunjungi mereka. Aku harus mencari cara lain untuk sampai kesana!

Chogee: Puteri! Apa yang Anda bicarakan?

Sunhwa: Sochoong! Mengapa dia membutuhkan waktu yang lama?

Chogee: Apakah aku harus mencarinya?

Sunhwa: Ya, carilah dia. Katakan padanya untuk segera kembali!

Saat yang bersamaan

Mojin memerintahkan Woosoo dan Eunjin untuk pergi ke kamar Sunhwa dan mencari apapun yang akan menghubungkan dia, baik dengan Jang ataupun dengan Giroo.

Sochoong kembali ke Kuil tetapi mereka menemukan ruang Sunhwa kosong.

Suara hati Sunhwa’s: (Pergi untuk melihat Jang.) Aku berharap dia selamat. Tolong, biarkan dia selamat.

Jang terikat dan terkunci di dalam gudang.

GUDANG HANEULCHAE

Giroo terikat dan terkunci di dalam ruangan lain penyimpanan.Woosoo berjalan masuk

Woosoo: Apakah kau baik-baik saja.

Giroo: Aku baik-baik.

Woosoo: Apakah kau tahu wanita yang menginap di Kuil Jin?

Giroo: Tidak

Woosoo: Lalu bagaimana kita bisa menemukan catatan itu di kamarmu?

Giroo: Apa? Aku tidak tahu … itu bukan milikku.

Woosoo: (Tersenyum) Maka kau akan dibebaskan.

Giroo: Apa maksudmu?

Woosoo: Besok, aku akan Kuil Jin dengan Eunjin.

Giroo: Ke Kuil Jin?

Woosoo: Ya. Mereka ingin kita untuk menemukan sesuatu darimu atau dari Jang. Sesuatu yang kita buat atau hal lain yang membuktikan bahwa kau mata-mata. (Giroo ingat memberikan puteri busur dan anak panah, dan pot) Aku tidak akan menemukan sesuatu darimu, benarkan? Kau tidak terlibat,kan?

Giroo: Tentu saja tidak!

Woosoo: Ya, aku percaya padamu. (Dia pergi)

DI GUDANG LAIN

Bumro: Kau tidak harus memberitahukan kepada mereka. Apakah Kau mengerti? Hanya ayah dan aku yang tahu bahwa kamu menemuui seorang wanita Shilla. Kami tidak akan mengatakan apa-apa, sehingga kau juga tidak akan mengatakannya. Apakah kau mengerti?

Jang: …

Bumro: Wanita itu … Ketika aku mengusirmu keluar dari sini, kau menjadi pengawal seseorang … Dia wanita itu, bukan?

Jang: …

Bumro: Aku pikir begitu! Setelah mendengar penjelasan dari ayah, aku pikir itu dia! Jika aku tidak sangat membencimu dan mengusirmu keluar seperti itu, semua ini tidak akan terjadi …

Jang: Ini bukan salahmu.

Bumro: Bagaimanapun, kami tidak akan mengatakan apa-apa. Jadi jangan katakan apapun! Aku akan membunuhmu jika kau lakukan!

Jang: Lalu … bisakah kau pergi ke Kuil Jin?

Bumro: Apa?

Jang: Pergilah ke Kuil Jin dan menyuruhnya pergi. Katakan padanya untuk pergi ke suatu tempat jauh karena ini berbahaya di sini. Katakan padanya untuk tidak datang ke sini lagi. Aku takut apa yang mungkin Instruktur Mojin lakukan …

Bumro: Kau sinting! Apakah kau masih khawatir untuk dia?

PONDOK JANG

Sunhwa: (Memasuki pondok Jang, dia melihat tempat ini berantakan semua) Oh Tidak! Apakah pasukan sudah datang? Ini berarti Seodong … Seodong sudah …

Sunhwa ingin memeriksa ke Hanuelchae dan ia mendengar suara Mojin mencari Eunjin.

Suara hati Sunhwa:  Pasukan kelihatnnya masih belum datang ke sini. Tapi kenapa kamar Jang seperti itu?

Dia mendengar siswa lain berbicara tentang mata-mata yang ‘mencurigakan’ telah ditangkap. Mereka masih belum tahu siapa mata-mata yang sebenarnya. “Apa yang akan terjadi pada mata-mata itu? Apakah dia akan dihukum mati? “” Aku rasa begitu … ”

Sunhwa: Mata-mata? Jang  itu seorang mata-mata? Dia bisa mati?

Sunhwa melihat seseorang keluar dari salah satu ruangan, jadi dia berjalan masuk ke dalamnya.

NEXT

Sunhwa: (Terkejut) Bagaimana kau ada di sini?

Giroo: Jangan bilang bahwa … kau datang untuk menyelamatkan Jang?

Sunhwa: Bagaimana kau tahu Jang? Kenapa kau di sini?Apakah kau juga seorang anggota Hanuelchae?

Giroo: Ya. Aku adalah anggota Hanuelchae, dan tunduk kepada raja aku.

Sunhwa: Apakah ini berarti kau adalah …? Apakah kau …?

Giroo: Ya. Aku agen rahasia yang ditugaskan oleh raja, Kim Doham. Dan Hwarang muda yang kehilangan kesempatan pada Upacara Air sepuluh tahun lalu …. Namanya Kim Doham juga.

Sunhwa: Apa?

Giroo: Ya, aku adalah Kim Doham. Aku tidak pernah bisa melupakan penghinaan itu. Jadi aku hidup sebagai mata-mata selama 10 tahun, menunggu hari di mana aku dapat dengan bangga menunjukkan diri kepadamu.

Tetapi mengapa Puteri di sini? Apa yang Puteri Shilla sedang lakukan di tempat ini? Jangan bilang kau datang karena seorang pengrajin sederhana … Jang! Untuk pria Baekjae … Jang! Kau tidak boleh melakukan itu. Bahkan jika kau sangat menyukainya,  kau seharusnya tidak mendatangi tempat ini!

Kau adalah Putri dari Shilla yang Besar! Dan aku ingin membangun Shilla denganmu! (Sunhwa tampak terkejut) Itu sebabnya Kau harus memutuskan sekarang. Apakah kau seorang Shilla atau seorang Baekjae? Apakah aku atau Jang?

Sunhwa: Apa maksudmu?

Giroo: Mencuri Keajaiban Baekjae adalah tujuan akhir dari misi aku. Tapi sekarang, Jang dan aku dituduh mencoba mencurinya.

Sunhwa: Tapi kenapa kau mengatakan itu adalah pilihanku?

Giroo: Orang-orang akan pergi besok ke Kuil Jin. Jika kau memilih negerimu, tinggalkan jejak yang akan menunjuk Jang sebagai mata-mata. Buatlah sebuah buku sains! Kau bertanggung jawab atas Wisma Seni Kerajaan, sehingga dirimu pasti tahu semua tentang kaca, pedang-pisau khusus dan penemuan tungku penghangat. Jika kau memilih Shilla, tinggalkan catatan dengan semua penemuan itu dengan tanda tangan Jang ada pada semua catatan itu.

Jika kau memilih Jang … tinggalkan pot dan busur dan anak panah yang kuberikan padamu. Guru Mokrasu akan tahu kalau aku yang membuat benda-benda itu. Jika Kau melakukan itu … aku akan mati menggantikan tempat Jang …

Sunhwa: Harus ada cara lain … aku bisa membantu kalian berdua untuk melarikan diri.

Giroo: Tidak ada cara lain. Aku belum bisa mencuri Keajaiban Baekjae, belum …! Jadi aku berencana untuk melanjutkan tuga mata-mata ini bagi Shilla dan bagi dirimu, Tuan Puteriku.  Itulah mengapa kau yang harus memutuskannya. Apakah aku … atau Jang? (Sunhwa mulai berjalan pergi.) Jika kau memilih Jang … dia ada di gudang satunya, di belakang gudang ini. Aku tidak akan mengatakan apa-apa. (Sunhwa pergi)

Giroo: (Kepada dirinya sendiri) Tanpa kau, Tuan Puteriku, hidupku akan kehilangan tujuannya pula.

Sunhwa pergi ke gudang di mana Jang terkunci. Dia berdiri di luar pintu, berpikir…

(Di dalam gudang) Suara hati Jang: (Melihat ke pintu) Dia tidak akan datang untuk orang seperti aku, akankah dia?  Dia tidak seharusnya … Dia seharusnya tidak datang!

KUIL JIN

Sunhwa berpikir di dalam kamarnya, ragu-ragu. Kemudian dia bangun dan keluar berjalan-jalan di halaman. Dia mulai berjalan mengelilingi Pagoda Jingaksa. Dia melihat benda-benda yang diberikan oleh kedua pria itu, Jang dan Giroo.

Besoknya

Woosoo dan Eunjin pergi ke Kuil Jin, mengatakan pada Chogee kalau mereka membawa sesuatu untuk wanita itu. Sunhwa keluar, dan ia berjalan pergi dengan Eunjin. Woosoo tetap berada di belakang, kemudia pergi menyusup dan mencari-cari di dalam kamar Sunhwa’s.

HANEULCHAE

Baik Giroo dan Jang diikat dan dibuat berlutut di depan semua orang. Sebuah buku kemudian dibawa ke hadapan Mokrasu.

Mokrasu: (Kepada Jang) Apakah kau kenal wanita yang ada di Kuil Jin?

Jang: …

Mokrasu: Apakah kau kenal dengan  wanita di Kuil Jin?

Jang: …

Mokrasu: Aku menanyakan apakah kau kenal dia!

Jang: Ya … aku kenal dia.

Bumro: Jang!

Mokrasu: Apakah kau mengenali buku catatan ini?

Jang: Tidak!

Mokrasu: buku catatan  ini memiliki informasi rinci yang hanya kita saja yang tahu, tentang kaca, pedang-pisau khusus dan tungku penghangat! Dan namamu tertulis di sini juga! Buku ini ada di dalam kamar wanita itu!

Mojin: Apakah kau mencoba mencuri Keajaiban Baekjae untuknya?

Jang: Tidak, itu tidak mungkin benar.

Bumro: Pada kenyataannya, Jang bersama-sama denganku sepanjang waktu itu.

Mojin: Kau mengamatinya sepanjang hari?

Bumro: Ya!

Mojin: Bahkan waktu Jang bersama-sama dengan Guru?

Bumro: Sejak ia bersama Guru, aku …

Mojin: Apa yang kau lakukan?

Bumro: …

Mojin: Instruktur Gomo, apa yang Bumro lakukan pada waktu itu?

Gomo: Ia makan denganku.

Bumro: Itu benar, tapi itu untuk waktu yang sangat singkat …

Gomo: Dibutuhkan beberapa menit saja untuk mencuri buku.

Jang: Tapi aku tidak melakukannya!

Mokrasu: Lalu bagaimana bisa buku ini berada di kamar wanita itu?

Jang: Itulah yang aku ingin tahu! Aku tahu aku tidak seharusnya, namun itu benar bahwa aku memiliki perasaan kepadanya. Tapi aku tidak mengerti mengapa buku ini berada di kamarnya … aku yakin itu bukan tulisan tangannya.

Giroo: Ya, kalian harus memeriksanya! Ini bisa jadi perangkap seseorang!

Mojin: Bagaimana kita bisa memeriksanya?

Giroo: Sebenarnya, aku menemukan catatan yang ditinggalkan oleh wanita itu di pondok Jang.

Mojin: Apa? Sebuah catatan? (Kepada Woosoo.) Bawa catatan itu ke mari !

Giroo: Aku tahu dia menemui seorang wanita Shilla. Dan aku ingin menghentikannya sehingga ia bisa tetap di Hanuelchae. Hari itu, aku pergi menemui dia untuk mencoba meyakinkan dia …

Bagaimanapun juga, jika tulisan-tulisan tangan itu tidak cocok, mungkin orang lain yang bersekongkol melawan Jang.

Woosoo: (Setelah memeriksa) Tulisan tangannya cocok! Catatan dan buku ini memilikigayatulisan tangan yang sama!

KEDIAMAN BUYO-SUN, BAEKJAE

Sun: Apa yang kau temukan tentang Yungamo?

Heukjipyung: Dia terakhir terlihat di Achak. Dia meninggal, tapi aku dengar dia memiliki seorang putra.

Sun: Seorang anak? (Sambil berdiri) Apa yang terjadi dengan anak itu? Mana dia sekarang?!

GUDANG HANEULCHAE

(Dari luar) Suara Bumro: Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Apakah kau benar-benar melakukannya?

Jang: (Berbicara dengan keras, berusaha membebaskan dirinya) Tidak, aku tidak melakukannya!. Seseorang membuat hal ini, aku tidak melakukannya!

Suara Bumro: Mungkinkah wanita itu menipumu?

Jang: Itu tidak mungkin benar. Dia tidak akan melakukan itu! Bumro, biarkan aku pergi! Aku harus pergi, dia bisa berada dalam bahaya sekarang … aku harus pergi! Aku harus!  (Dia terus mencoba untuk melepaskan dirinya, tapi ia gagal)

DI LAIN TEMPAT

suara hati Giroo: Walaupun aku kehilangan buku Keajaiban Baekjae, aku memenangkan Puteri Sunhwa untuk diriku sendiri. Akhirnya, semuanya berjalan dengan baik!

DI RUANG PERTEMUAN

Mojin: Tidak bisakah kau percaya ini bahkan sampai sekarang? Kenapa kamu tidak melakukan apa-apa?

Gomo: Bukankah kita akan mengevakuasi tempat ini untuk sekarang?

Mokrasu: (Kepada Mojin) Beritahu para wanita untuk  cepat mengemasi segalanya, tapi dengan diam-diam, sehingga tak seorang pun bisa menduga apa-apa. (Kepada Gomo.) Kumpulkan semua orang bersama-sama.

Gomo: Apakah Anda akan melakukan sesuai aturan?

HANEULCHAE

Parawanita mengemasi barang-barang.

Parapria berkumpul di sekitar meja, mencoba untuk memutuskan siapa yang akan membunuh Jang. Mereka membawa satu set batang bambu kecil bagi setiap orang untuk diambil sebagai undian. Yang meraih batang bambu bertanda harus membunuh Jang.

Maekdosu: Bagaimana jika Jang tidak melakukannya? Bagaimana anak yang tidak bersalah itu mati?

Mereka semua mengeluarkan batang bambu mereka, satu per satu, tetapi tidak satupun dari batang bambu itu yang bertanda. Gomo meerintahkan Bumro untuk membawa satu set lagi yang baru. Bumro mengatakan kepada mereka dia akan membunuh Jang. Maekdosu berteriak di Bumro, tapi Bumro berbisik kepada ayahnya bahwa ia akan membiarkan Jang melarikan diri! Lainnya mulai bertengkar, mengatakan bahwa mereka yang akan melakukannya.

Giroo: Hentikan! (Sambil berdiri) Aku akan melakukannya.Dan lagi, aku ada sesuatu hal untuk diberitahukan kepada Jang.

Maedosu: (Berbisik kepada anaknya.) Dia mengerti, bukan?

Bumro: Tentu saja. Dia tidak bodoh.

Selanjutnya

Giroo mengambil pedang dan bersiap dan ia pergi ke gudang. Ia menemukan ruangan itu tidak terkunci, dan kosong.

Suara hati Giroo: Jangan-jangan Tuan Puteri … sebagai Puteri Shilla  ia memilih aku … tapi ia memilih Jang sebagai kekasih? Tidak! Tidak!

DI LUAR HANEULCHAE

Chogee sedang menunggu dengan kereta yang sudah disiapkan. Sunhwa sedang menyeret Jang sepanjang jalan menuju ke kereta.

Jang: Ceritakan apa yang terjadi di sini!

Sunhwa: Ikut aku dulu!

Mokrasu mengawasi mereka meloloskan diri, ia bersembunyi di belakang sebuah pohon

One comment on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 13

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s