Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 18

Jang menemukan Giroo dan ia membawanya di bahu. Puteri Sunhwa melihatnya dan mencoba untuk mengikuti Jang tapi Sochoong menghentikan dirinya.

Jang lari dengan temannya yang masih tak sadarkan diri dan para penjaga Shilla akan mengejarnya …

Sunhwa: (Menghadang para penjaga Shilla yang berusaha mengikuti Jang) Berhenti! Turunkan busur kalian!

Para pengawal pribadi ragu-ragu.

Sochoong: Tuanku Puteri…

Sunhwa: Aku memerintahkan kalian untuk menurunkan busur kalian!

Prajurit Baekjae: (Melihat ke belakang, berkata pada Jang) Aku tidak tahu mengapa mereka tidak mengikuti kita. Kumohon, pergilah sekarang.

HANEULCHAE

Goosan, yang sudah terluka, berjalan menuju pasukan Shilla yang ragu-ragu, berteriak pada mereka kenapa berdiri disana tanpa melakukan apa-apa.

Prajurit  Shilla: Puteri memerintahkan kami untuk tidak mengikuti mereka.

Goosan: Tuan Puteri,  jangan lakukan itu! Mereka membawa Daehachan Kim Doham dengan mereka!

Sunhwa: Daehachan? Apakah dia tertangkap?

Goosan: Tidak, tapi dia terluka oleh panah. Mereka membawanya karena mereka pikir dia salah satu dari mereka!

Sunhwa: Lalu …

Goosan: Tuanku Puteri!

Sunhwa: …

Goosan: Tuanku Puteri! (Kepada anak buahnya) Apa yang kamu lakukan? Pergi susul mereka! Aku yang perintahkan!

Pengawal pribadi: Baik! (Mereka berlari, mengabaikan permohonan Sunhwa)

DI TENGAH JALAN

Jang duduk, terengah-engah.

Pria: Dia terluka parah!

Jang mulai membaluti temannya dengan perban.

Jang: Kau harus bertahan hidup! Kau harus!

Kepala Pengawal Baekjae: Aku pikir dia tidak akan berhasil. Kau harus meninggalkan dia.

Jang: Aku tidak bisa! Aku menghabiskan 10 tahun hidupku bersamanya di Hanuelchae! Bantu aku membawanya!

Kepala Pengawal: Mereka mengikuti kita lagi!

Jang: Ya?

Kepal Pengawal: Kami akan mengalihkan perhatian mereka dari sini. Kau pergilah dulu.

Jang: Baiklah.

Kepala Pengawal: Kau tahu di mana perahu itu, khan?

Jang: Aku tahu.

Kepala Pengawal: Kawal dia sekarang!

Prajurit lain: Ya! (Mereka pergi.)

Sementara itu

Orang-orang Hanuelchae sedang naik perahu.

Gooksoo: Apakah semua orang di sini? Betapa beruntungnya kita!

Bumro: Tidak juga. Jang kembali kesanadengan beberapa pengawal untuk mencari Giroo.

Gooksoo: Itu benar! Tapi ini sangat aneh. Hal ini mengingatkan aku pada saat kita melarikan diri ke Shilla.

Asoji: Apa maksudmu?

Gooksoo: Ingat saat kita semua naik di dalam perahu, dan ibu Jang …?

Maekdosu: Jangan katakan itu!

Sementara itu

Jang: (Berlari, membawa Giroo di punggungnya.) Giroo, bertahanlah! Kita hampir disana, jadi bertahanlah! Giroo ….

DI TEPI SUNGAI

Mokrasu memutuskan untuk turun dari perahu, tapi seorang pengawal menghentikannya.

Pengawal: Anda tidak bisa pergi. Kami telah diperintahkan untuk mengantar Anda kembali dengan selamat. Jadi kembalilah ke perahu.

Mokrasu: Aku tidak bisa.

Mojin: Guru, aku akan menunggu mereka di sini. Kau harus pergi sekarang.

Mokrasu: Aku tidak bisa.

Eunjin: Mengapa mereka belum datang? Apakah ada sesuatu yang terjadi pada mereka?

Gooksoo: Itulah yang aku katakan! Hal ini mengingatkan aku dulu di waktu yang lain …

Mereka melihat Jang dan beberapa pengawal berlari ke arah mereka.

Bumro: Mereka datang!

Mokrasu berjalan menuju Jang, dan ia mengambil alih Giroo, berlari kembali ke perahu, sementara pengawal yang lain mencegat tentara Shilla, berperang melawan mereka. Banyak prajutri Baekjae binasa, namunn orang-orang Hanuelchae dapat melarikan diri.

DI PERAHU

Mokrasu dan Jang terus memanggil nama Giroo. Mereka memeriksa luka Giroo’s.

Eunjin: (Kepada Jang) Apa yang di sebenarnya sedang terjadi di sini? Bagaimana kau bisa datang? Dan para prajurit ini?

Pengawal: Pria ini aktif selama perang melawan Shilla, menyelamatkan hidup Jenderal Sun. Dan ia membantu Pangeran Aja memenangkan perang.

Ajosi: Jang melakukan itu?

Bumro: Itulah temanku!

DI TEPI SUNGAI

Sunhwa melihat perahu berangkat dari Shilla.

Suara hati Sunhwa: Kau melakukan hal yang benar! Kau telah bertahan hidup, dan yang Kau lakukan hal baik dengan mengawal Guru Mokrasu kembali ke tempat yang aman. Aku yakin kau akan menemukan siapa dirimu. Kau akan mempelajari rahasia di balik kalungmu itu.

DI ISTANA BAEKJAE

Mokrasu memasuki kamar Raja, membungkuk ke raja.

Weeduk: Sudah begitu lama …

Mokrasu: Yang Mulia … Yang Mulia …

Weeduk: Aku mendengar bagaimana Kau hidup bertahun-tahun di Shilla, dan bagaimana Kau terus setia dengan aku bahkan dari sana. Itu sudah cukup bagiku. Dengan itu saja, aku bisa tahu bahwa kau sebenarnya tak bersalah.

Mokrasu: Terima kasih, Yang Mulia?

Weeduk: (Kepada yang lain) Dengarkan! Mulai sekarang, tidak ada yang boleh mengungkit apa yang telah  terjadi sepuluh tahun yang lalu. Jika ada yang mengungkitnya lagi, aku akan menganggap bahwa itu adalah suatu penghinaan terhadap diriku, dan aku akan menghukum orang itu.

Sun: Ya.

DI RUANGAN AJA

Mokrasu: Tuanku Pangeran, bagaimana aku bisa membalasmu untuk ini?

Aja: Membalasku? Tidak! Duduklah. (Mokrasu duduk.) Setiap kali aku memikirkan semua yang kau derita begitu lama, aku merasa sangat menyesal. Sekarang aku melihatmu lagi di sini di Istana lagi, aku merasa bahwa aku telah mendapatkan seluruh dunia! Ambillah kembali posisimu sebagai Pimpinan Akademi Taehaksa, dan bangkitkanlah kembali ilmu-ilmu Sains Baekjae!  Biarkan ilmu sains semakin berkembang dan didiklah bagiku orang-orang yang berbakat supaya dapat membangun bangsa kita! Ini adalah cara yang tepat untuk memperkuat kebanggaan dan kekuasaan raja kita!

Mokrasu: Ya, Tuanku. Aku akan melakukan yang terbaik dengan segenap hati aku!

RUANGAN SUN

Sun: Aku tidak percaya, aku mengatakan kepada mereka dengan mulutku sendiri untuk memanggil kembali Guru Mokrasu.

Heukjipyung: Jangan terlalu khawatir. Meskipun Mokrasu kembali, Akademi tidaklah seperti sepuluh tahun lalu. Semua ilmuwan dan instruktur ada di pihakmu. Mokrasu tidak akan dapat mengendalikan Akademi lagi.

Sun: Apa yang terjadi pada anak Yungamo? Apa dia masih belum muncul?

Heukjipyung: Aku pikir ia tidak akan pernah muncul.

Sun: Kau harus tetap memerintahkan seseorang mengawasi tempat itu, untuk berjaga-jaga.

Heukjipyung: Ya.

DI AKADEMI BAEKJAE

Mojin: Aku pikir aku tidak akan pernah bisa melihat tempat ini lagi!

Gooksoo: Aku juga! Suamiku dibunuh di sini dan aku harus melarikan diri … (Menangis) Jadi aku pikir aku tidak akan pernah bisa melihat tempat ini lagi!

Maekdosu: Mengapa kamu menangis di hari yang bahagia? Diamlah!

Eunjin: Ya ibu!

Bumro: Mari kita masuk!

Orang-orang Hanuelchae menjelajahi Akademi, tersenyum lebar dari telinga ke telinga.

Ataek: (Membungkuk) Selamat Datang!

Mojin:  Instruktur Ataek!

Ataek: Ya,  Instruktur Mojin! Selamat datang kembali! Aku berterima kasih atas apa yang telah kau lakukan selama bertahun-tahun.

Mojin: Aku tidak melakukan apa-apa …

Ataek: Kita semua tahu seberapa banyak kau telah membantu Akademi setiap kali kami membutuhkannya. Setiap anggota Akademi di sini memiliki rasa hormat yang besar terhadapmu.  Jadi malam ini, kami telah menyiapkan perjamuan untuk kalian semua.

Maekdosu: Benarkah? Kau telah menyiapkan perjamuan untuk kami?

Ataek: Tentu saja! Semuanya sudah siap!

Gooksoo: Bagaimana ? Ini luar biasa!

Ataek: (Setelah memberikan beberapa petunjuk untuk malam ini) Kalian semua pasti sangat lelah sekarang, jadi istirahatlah selama beberapa hari.

Mojin: Aku merasa aku bermimpi sekarang. Bagaimana aku bisa mengungkapkan rasa terima kasihku kepadamu?

Ataek: Tidak apa-apa. Hanya istirahatlah!

Semua orang bersukacita, mengatakan bahwa rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Maekdosu: (Dengan nada marah) Tapi di mana sih Jang?

Bumro: (Khawatir) Mengapa?

Maekdosu: Aku ingin berterima kasih padanya!

Semua orang tertawa.

DI SUATU RUANGAN

Jang: Apakah ia akan sembuh? Kenapa dia tidak bangun?

Gomo: Dia kehilangan darah terlalu banyak.

Jang: Selamatkan dia. Kau harus menyelamatkan dia!

Gomo: Ini adalah Akademi. D isini ada banyak orang selain aku yang tahu pengobatan. Dan juga ada obat-obatan yang berlimpah. Jadi jangan terlalu khawatir.

Jang: Ya, aku percya padamu …

Sataek-Giroo sedang berbaring, masih tak sadarkan diri.

AKADEMI TAEHAKSA

Mojin sedang menjelajahi kamar yang berbeda, menyegarkan ingatannya.

Mokrasu sedang menjelajah Area Direktur.

Suara Mokrasu: Aku Direktur dari Akademi! Aku Direktur Akademi lagi!

Suara Wanita: Siapa yang masuk ke kamarku tanpa izin?

Seorang wanita berpakaian mewah berdiri di samping Mokrasu. Pria itu berdiri ketika ia melihat dirinya.

Mokrasu: Bukankah kau anak dari Yang Terhormat Buyo-Gye?

Wooyung: Ya, Guru. Ketika aku masih kecil, Kau mengajari aku bagaimana seharusnya berperilaku sebagai seorang anggota keluarga rajai.

Mokrasu: (Tersenyum) Aku ingat! Gadis kecil itu menjadi seorang wanita cantik! Jadi aku tidak bisa mengenalimu pada awalnya. Maafkan aku.

Wooyung: Sebenarnya, aku seharusnya menyambutmu sebelumnya.

Ataek: (Memasuki  area terburu-buru.) Guru Wooyung!

Wooyung: Apa yang terjadi?

Ataek: (Melihat Mokrasu, dia langsung diam) Guru Mokrasu sudah di sini  … aku … aku hanya datang untuk mengatakan ini … dan aku akan mempersilahkan anda berdua berbicara satu sama lain.

Mokrasu: Apakah kau seorang ilmuwan?

Wooyung: Ya. Aku selalu tertarik dalam seni dan ilmu, jadi aku sudah menjadi seorang ilmuwan. Dan sekarang, aku adalah Pimpinan dari Akademi.

Mokrasu: Benarkah?

Wooyung: Aku harus berterima kasih kepadamu yang telah mengajari aku …

Suara hati Mokrasu: Seorang anggota keluarga raja adalah Direktur dari Akademi? Bukan hanya itu … dia anak dari Yang Terhormat Buyo-Gye …

Para anggota muda Hanuelchae berjalan di sekitar anak-anak muda Akademi Taehaksa.

Eunjin: Aku ingat bermain seruling di sini!

Woosoo: Sebenarnya, akulah yang bermain seruling. Kau menangis! Kau selalu mendapat masalah.

Jang: Mengapa ruangan ini begitu kosong dibandingkan dengan ruangan lain?

Eunjin: Ini adalah tempat anak-anak keluarga kerajaan belajar.

Jang: Benarkah?

Woosoo: Ya. Dan mereka juga mengirim beberapa anak yang lebih berprestasi dari sekolah umum ke ruangan ini, sehingga mereka dapat belajar bersama dengan keluarga kerajaan. Mereka melakukan ini untuk memberikan tantangan  kepada anggota keluarga raja untuk belajar lebih keras.

Jang: Tidakkah mereka menerima pendidikan yang sama dengan siswa yang lain?

Woosoo: Katakanlah topiknya adalah persenjataan. Maka, seorang murid dari kelas umum dari Akademi akan mempelajari bagaimana membuat senjata yang berbeda dan bagaimana menggunakannya. Anak-anak keluarga kerajaan mempelajari bagaimana senjata-senjata yang digunakan selama perang, dan sejarah dan politik yang terkait dengan senjata. Jadi itu berbeda.

Jang terus  melemparkan pertanyaan kepada mereka tentang aturan dalam Akademi, dan gelar  yang berbeda dan profesi disana. Eunjin menjelaskan padanya bagaimana Akademi dibagi, dan bagaimana sulitnya bagi siswa untuk naik satu tingkat … lalu tiba-tiba, ia menyentuh kepalanya, mengeluh … “Kenapa aku datang kembali? Tempat ini menghancurkan orang-orang! Aku ingin kembali! Aku akan kembali! ”

Woosoo: Hei! Kita bukan seorang siswa lagi!

Eunjin: Itu benar! Kita akan diberi pekerjaan yang berbeda sesuai dengan spesialisasi kita, kan?

Bumro: Benar! Ini adalah Akademi. Jadi aku akan diberi gelar juga!

Jang: Apa maksudmu bahwa kau akan mendapatkan gelar? Akademi tidak mengijinkan gelar, bukan?

Bumro: Itu hanya jika kau menjadi seorang ilmuwan.

Eunjin mulai mengulang semua departemen yang ada dan gelar dalam Akademi. Woosoo menyela, dan menyelesaikan pengulangan dari Eunjin.

Bumro: Misalnya, jika Kau pandai membuat pedang, mereka akan mengirimmu ke bagian artileri.

Woosoo:  Inilah caranya bagaimana orang-orang dari Akademi akhirnya bekerja untuk Yang Mulia.

Girl: Apakah mereka akan meninggalkan Akademi itu?

Woosoo: Jika mereka harus membangun sesuatu atau bertempur selama perang, mereka bisa keluar. Tapi mereka biasanya bekerja di tempat ini.

Bumro:  Ini berarti kita akan segera bekerja untuk negara kita!

Malam harinya

Perjamuan dimulai!

Mokrasu: Tidak akan pernah ada lagi hari seperti hari ini. Aku senang karena kita telah kembali ke Akademy. Aku juga senang bahwa akhirnya Baekjae menerima kita kembali. Namun, aku bahagia karena kalian. Aku tidak akan pernah melupakan semua pengabdian dan kepercayaan para anggota Hanuelchae yang kalian tunjukkan kepadaku selama bertahun-tahun. Terima kasih!

Ajosi: Dimana pengrajin Maekdosu di hari yang bahagia seperti hari ini?

Gooksoo: Kita butuh dia untuk mengatakan “Guru! Kapan kita bisa mulai minum “Di mana dia sekarang??

Mokrasu: Aku akan mengatakannya kepada kalian semua sekarang, “Mari! Minum semua yang kalian bisa!

Jang berpikir tentang sesuatu, dan ia berjalan pergi.

BEKAS KAMAR BUMSAENG

Maekdosu ada di dalam ruangan, menangis-keras. Jang memasuki ruangan.

Jang: Aku tahu kau akan berada di sini. Aku tahu kau akan di kamar kakak Bumsaeng. Tuan  … maafkan aku. (beranjak duduk) Aku akan menjadi anakmu menggantikan tempat kakak Bumsaeng  … (Dia memegang tangan pria tua itu.) Aku akan menjadi orang hebat menggantikannya.

Maekdosu: Aku pikir aku sudah melupakan segalanya … Ya, terima kasih. Terima kasih. (Ia menangis, menepuk kepala Jang) Terima kasih.

Mokrasu sedang mengawasi mereka …

KAMAR GIROO

Jang memasuki kamar Giroo, dan ia mulai membasuh muka temannya.

Mokrasu: Aku berterima kasih. Tapi sebagian dari diriku bersedih untuk dirimu. Aku tidak bisa memenuhi cintaku dengan ibumu jadi aku terus berharap dirimu akan berhasil dalam cintamu. Apa yang terjadi dengan wanita yang melarikan diri denganmu?

Jang: …

DI ISTANA SHILLA

Saheum: Tidak ada jalan bagiku untuk mencari tahu apakah dia hidup atau mati. Aku sudah mengirim orang ke Baekjae untuk menyelidiki, tapi … bagaimana jika dia meninggal, karena ia terluka oleh panah? Aku tidak bisa mengerti dirimu. Bagaimana kau bisa memerintahkan prajurit untuk tidak mengikuti mereka dalam keadaan seperti itu?

Suara Chogee: Tuanku Puteri! Yang Mulia ada di sini!

Jinpyung: (Memasuki ruangan) Apa yang Yi-Balchan (gelar Kim Saheum’s) lakukan di sini?

Saheum: Aku datang untuk membahas bagaimana Daehachan Kim Doham dibawa ke Baekjae …

Jinpyung: Aku mendengar itu juga. (Kepada Sunhwa.) Mengapa kau pergi jauh-jauh ke Hanuelchae … dan mengapa Kau memerintahkan pasukan Shilla untuk tidak mengikuti para buronan?

Saheum: Apa maksudmu? Tuanku Puteri pernah pergi kesana!

Jinpyung: Aku mendengar ini dari salah satu prajuritmu sendiri!

Saheum: Itu …

Jinpyung: Katakan kebenarannya. Mengapa kamu pergi kesana, dan mengapa kau memerintahkan mereka untuk menghentikannya mengejar? Katakan padaku! Salah satu dari kalian, katakan padaku!

Saheum: Itu tidak benar, Yang Mulia. Tuanku Puteri pergi kesanauntuk bertemu dengan anak aku. Tapi dia tidak pernah memberi perintah seperti itu!

Jinpyung: (Kepada Sunhwa) Apakah ini benar? Apakah Yi-Balchan mengatakan yang sebenarnya?

Sunhwa: …

Jinpyung: Katakan yang sebenarnya! Apakah ini benar?

Sunhwa: Ya … itu benar …

Raja pergi dengan marah.

Saheum: Kau tidak seharusnya berbicara tentang ini! Demi Doham, jangan menyebutkan apa yang terjadi! (Dia meninggalkan sang Puteri)

Raja Jinpyung memberi perintah kepada anak buahnya untuk menyelidiki kembali dengan diam-diam apa yang terjadi pada saat di Hanuelchae.

Bomyung, Chogee dan Sochoong sedang disiksa, dalam rangka untuk menemukan kebenarannya. Mereka menolak untuk mengatakan apa-apa.

Sunhwa mencari Chogee tetapi orang lain datang sebagai gantinya. Dia menyadari ketiga pengiring pribadinya hilang, maka ia mulai berkeliling, mencari mereka.

KAMAR PUTERI CHUNMYUNG

Puteri Chunmyung dan suaminya sedang berbicara tentang hal itu.

Chunmyung: Apakah Sunhwa benar-benar memerintahkan prajurit untuk tidak mengikuti para pelarian Baekjae?

Weesong: Ya. Yang Mulia menanyai prajurit pribadi Kim Saheum dalam upaya untuk mengetahui alasan mereka gagal menangkap Mokrasu.

Chunmyung: Dan?

Weesong: Mereka tidak akan mengatakannya. Namun salah satu pasukan pribadi kita mengetahuinya, dan ia memberitahu raja kita dari apa yang dia dengar. Jika ini benar, kita dapat menghancurkan kekuasan Puteri Sunhwa! Akhir-akhir ini, hal itu menggangguku bahwa Puteri Sunhwa mulai terlalu terlibat dalam politik.

Seorang pengawal memasuki ruang menginformasikan mereka bahwa raja membuat para pengiring pribadi Sunhwa dipenjarakan.

Pengawal: Semua orang mencoba untuk menjaga rahasia ini, tetapi tampaknya raja sedang menyelidiki sesuatu yang serius.

Chunmyung: Cari tahu apa itu!

Sementara itu

Sunhwa melihat Pengawal Pribadi Raja berdiri di depan sebuah kamar yang terkunci.

Pengawal: Anda tidak diperbolehkan masuk!

Sunhwa: Aku ini Puteri!

Pengawal: Anda tidak diperbolehkan masuk!

Sunhwa memaksa membuka pintu, menemukan para pengiringnya diikat di dalam.

Dia memerintahkan pengawal raja untuk membebaskan mereka tetapi pengawal mengatakan padanya bahwa dirinya tidak bisa melakukan hal itu.

Sunhwa: Apakah kau tidak akan mematuhi aku?!

Raja memasuki ruangan, mengatakan pada pengawal itu untuk mematuhi perintahnya sebagai gantinya.

Jinpyung: Aku tidak peduli jika mereka mati. Siksa mereka sampai mereka mengaku!

Penyiksaan berlanjut, dengan puteri menyaksikannya … Akhirnya, Sunhwa mengatakan kalau dia akan mengaku …

RUANGAN RAJA

Jinpyung: Bicaralah.

Sunhwa: … aku mencintai seorang pria dari Hanuelchae.

Jinpyung: Apa? Seseorang dari Hanuelchae? Tidak Doham Kim?

Sunhwa: Bukan dia … Dan aku takut dia mati, jadi aku perintahkan untuk tidak mengikuti mereka.

Jinpyung: Apakah Kau mengatakan Kau memberikan hatimu pada seorang pria Baekjae dari Hanuelchae, dan bahwa kau membiarkan mereka melarikan diri untuk menyelamatkan dia?

Sunhwa: ….

Jinpyung: Meskipun kau melihat dengan mata sendiri mereka mengambil Kim Doham dengan mereka?

Sunhwa: …

Jinpyung: Bahkan ketika kau melihat Keajaiban Baekjae dan Mokrasu  melarikan diri dari tangan kita?

Sunhwa: Ya.

Jinpyung: (Mengambil pedang di tangannya.) Aku akan membunuhmu sekarang!

Ratu Maya: Yang Mulia! Harap tenang! Dia adalah anak perempuanmu! Dia seorang Puteri! Yang Mulia! Bunuh aku sebagai gantinya!

Raja memanggil pengawalnya.

Jinpyung: Kurung dia! Bawa dia pergi dari pandanganku,  dan pastikan ia tidak dapat melarikan diri!

Maya: (Berbisik kepada  Sunhwa) Memohonlah untuk pengampunan!

Maya: (Setelah Sunhwa pergi) Yang Mulia! Ini akan menodai nama keluarga kerajaan. Meskipun kesalahannya besar, tolonglah jaga rahasia ini!

Jinpyung: Aku sudah terlalu memanjakannya! Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku?

Puteri Chunmyung masuk.

Maku: Apa yang kamu lakukan di sini?

Chunmyung: (Pura-pura menjadi khawatir.) Yang Mulia, apa yang terjadi di sini? Kau terlihat sakit!

Jinpyung: …

Chunmyung: Yang Mulia!

Jinpyung: Aku tidak enak badan sekarang. Kembali lagi nanti.

Chunmyung: Ya.

RUANGAN PUTERI CHUNMYUNG

Weesong: Apakah kau berhasil mengetahuinya?

Chunmyung: Aku yakin itu bukan hal yang kecil. Melihat wajah raja, aku yakin itu serius. Selidiki ini! Salah satu pengawalmu kenal pengawal Kim Saheum. Jadi temukan yang sebenarnya dari dia!

RUMAH KIM SAHEUM

Saheum: Apakah utusan kembali dari Baekjae?

Goosan: Ya. Orang-orang Hanuelchae selamat tiba di Akademi.

Saheum: Bagaimana Doham?

Goosan: Dia masih tidak sadarkan diri.

Saheum: Masih tidak sadar?

Goosan: Ya.

Saheum berasa seperti akan menangis.

Goosan: Tapi untungnya,  para anggota Hanuelchae menggunakan segala cara mereka untuk menyelamatkannya. Jadi aku yakin dia akan bertahan hidup. Jangan khawatir.

Saheum: Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana bisa?

Goosan: Jangan khawatir. Aku akan membawa dia kembali dari Baekjae segera setelah ia sembuh!

Seorang pengawal masuk, memberitahu mereka bahwa Puteri Sunhwa dalam kesulitan.

Saheum: Apa?

Sementara itu

Sunhwa sedang terkunci di dalam satu ruangan.

Sunhwa: (Kepada dirinya sendiri) Seodong-Gong … aku baik-baik saja. (Kepada Giroo.) Daehachan … Maaf …

DI AKADEMI  BAEKJAE

Giroo sedang berusaha bangun.

Jang: (Tersenyum) Giroo! Ini aku, Jang! Dapatkah Kau mengenali aku?

Giroo: Jang …

Jang: Ya! Ini aku!

Giroo: Dimana aku?

Jang: Di Akademi.

Giroo: Akademi? (Melihat ke sekeliling dengan sangat terkejut) Akademi Baekjae?

Jang: Ya. Kita telah kembali.

Giroo mengingat Upacara Inisiasi, dimana kemudian terjadi pertempuran … dan bagaimana ia jatuh terkena panah.

Instruktur Gomo masuk, diikuti oleh Woosoo.

Woosoo: Giroo! Apakah kau sudah bangun? Kau sudah tidak sadar begitu lama, aku begitu takut kau tak akan pernah bangun!

Giroo mencoba untuk berdiri, tetapi ia merasa sakit.

Jang: Jangan! Tusukan tombak telah mengganggu tulang belakangmu. Kau perlu waktu untuk menyembuhkannya.

Gomo: Ya. Kau perlu beristirahat lagi. Jika tidak, kau tidak akan pernah sembuh sepenuhnya. (Kepada Jang dan Woosoo.) Bawalah obat berakhir!

Jang dan Woosoo pergi.

Suara hati Giroo: Aku di Akademi Baekjae … Apa yang prajuritku telah lakukan?

Gomo: Kami akan meninggalkanmu di Shilla jika bukan karena Jang. Dia mempertaruhkan begitu banyak untuk membawamu ke sini. Dan begitu kita sampai  di sini, ia selalu mengawasi dirimu.

Giroo: Bagaimana Jang bisa datang ke Hanuelchae?

Gomo: Jang membantu putra mahkota selama perang, ia menerima kehormatan besar.

Sementara itu

Woosoo: Ada sesuatu yang aneh di Akademi.

Jang: Apa maksudmu?

Woosoo: Aku tidak yakin apakah itu hanya aku, tapi aku merasa orang-orang terus mengawasi kami …

Jang: Sudah begitu lama sejak terakhir kau ada di sini, sehingga Kau mungkin merasa tidak nyaman …

Woosoo: Bukan itu … aku tidak tahu persisnya, tapi ada sesuatu yang salah.

Mojin: (Berjalan masuk) Giroo sudah bangun.

Woosoo: Ya!

Mojin: Aku senang! Kau berdua sudah berusaha begitu keras …

Woosoo: Bukan apa-apa ….

Mojin: Instruktur Gomo dan aku harus menghadiri pertemuan sekarang. Awasi Giroo sampai kita kembali.

Jang: Ya.

Jang memasuki ruangan Giroo.

Jang: Apakah Kau sudah baikan? Beritahu aku jika Kau merasa sakit. Bagaimanapun juga… aku sangat senang kau selamat!

Giroo: Aku mendengar … Semua yang kau lakukan untuk membawaku ke sini …

Jang: Kau akan melakukan hal yang sama untuk diriku.

Giroo: … Terima kasih …

RUANGAN PERTEMUAN AKADEMI

Ataek: Kita menderita karena kita tidak bisa membuat kertas kita sendiri. Kita membayar terlalu banyak untuk kertas yang kita impor dariChina. Setiap departemen harus bergabung dalam usaha untuk membantu membuat pabrik kertas dengan teknik kita sendiri!

Semua orang: Ya!

Gomo dan Mojin memasuki ruangan.

Mojin: Apakah Kau sudah memulai pertemuan?

Ataek: …

Mojin: Kami tidak diberitahu tentang pertemuan ini sebelumnya. Itulah sebabnya kami terlambat …

Gomo: Kita juga perlu kunci untuk masuk ruang penelitian rahasia.Aku tidak dapat memeriksa kualitas obat karena aku tidak memiliki akses ke kamar itu.

Ataek: Itu …

Mojin: Ya?

Ataek: Kau sudah pergi selama sepuluh tahun …

Mojin: Apa yang kau katakan?

Ataek: Tolong, jangan salah mengerti. Kau sudah tinggal di tanah musuh selama sepuluh tahun. Kami tidak dapat memberikan kunci untuk kamar itu segera.

Mojin: Kau tidak mempercayai kami?

Ataek: Kami telah menyambut kalian kembali karena menghormati  Putra Mahkota. Tapi kau tahu juga bahwa Akademi telah menetapkan sendiri aturan dan peraturan.

Mojin: Apa? Aturan Akademi? Karena menghormati Pangeran Mahkota kita?

DI TEMPAT LAIN

Bumro: Mengapa kau tidak  menugaskan pekerjaan kepada ayahku?

Pria: Aku tidak diperintahkan untuk melakukan itu.

Bumro: Sepuluh tahun yang lalu, dia mendapatkan tugas.

Maekdosu: Aku sudah bilang aku tidak keberatan …

Bumro: Tapi ayah, ini tidak benar!

Maekdosu: Kau tahu aku suka bermain di …

Pria lain dari Akademi sedang berjalan masuk.

Bumro: Permisi! Mengapa kau tidak memberi kita pekerjaan apapun?

Pria 2: Selama minggu pertama, ia mabuk tiga hari berturut-turut, dan dia datang terlambat dua kali. Hanya dalam sepuluh hari, dia meraih lima poin hukuman!

Bumro: Apakah kau melihat sebegitu detilnya sehingga dapat mengetahui begitu banyak?

Pria 2: Ini bukan tempat kecil seperti Hanuelchae di mana semua orang dapat melakukan semua sesuka hatinya!

Bumro mencoba untuk memukuli orang itu.

Jang: (Berjalan masuk) Bumro! Apa ada yang salah? Tenang! (Kepada orang-orang) Maaf …

Orang-orang berjalan kaki, memanggil Bumro brengsek.

Jang: (Kepada Bumro) Apa yang salah?

Bumro: Mereka telah menghina kita!

Maekdosu: Mereka iri kepada kita! Aku pikir kita harus mengabaikan mereka.

Gadis dan anak laki-laki dari Haneulchae bergabung dengan mereka, mengeluh bahwa mereka sedang diabaikan.

Bumro: Apa yang terjadi padamu sekarang?

Goyisoji: Mereka mengatakan bahwa kami tidak termasuk dalam Akademi karena kita tidak berasal dari sini …

Juri: Mereka memandang rendah diri kami …

Mokrasu mendengar mereka mengeluh …

Bumro merasa murka dia merasa seperti mau merusak barang. Ayahya mencoba menenangkannya.

AKADEMI TAEHAKSA

Jang memasuki ruangan.

Jang: Hallo! Aku Jang, dan aku datang ke sini dari Hanuelchae. Aku baru bergabung sekarang karena aku telah merawat seseorang yang terluka.

Orang-orang mengabaikannya, melanjutkan dengan pekerjaan mereka. Jang mengawasi seseorang menggambar sesuatu yang tampak seperti mesin katrol …

Instruktur Dojang: Apakah ini sudah siap?

Artisan Dolsae: Ya …

Jang mengawasi orang-orang sedang menguji mesin katrol baru yang terlihat seperti ggambar yang telah ia lihat sebelumnya. Mesin ini diperlihatkan kepada Puteri Wooyung. Mokrasu mengawasi mereka dari kejauhan.

Setelah pengujian mesin, seorang pria memuji Instruktur Dojang untuk itu, mengatakan kepadanya bahwa pada tingkat ini, ia akan menjadi seorang ilmuwan segera.

DI TEMPAT LAIN

Eunjin: Apakah kau mengatakan ini bukan penemuanku? Benda ini tampak persis seperti anting-anting yang aku buat!

Instruktur Soyung: Apakah kau mengatakan bahwa aku telah mencuri penemuanmu?

Eunjin: Bagaimana lagi Kau bisa menjelaskan hal ini? Selain itu, Kau mendapatkan poin ekstra untuk ini!

Soyung: Aku tidak tahu. Aku yang memperlihatkan ini sebelum kau datang ke sini!

Eunjin: Tapi lihat! Mereka sama!

Soyung: Bagaimana sombongnya dirimu, untuk berpikir aku akan mencuri penemuan dari seseorang sepertimu? (Dia pergi)

Mojin: (Memasuki ruangan bersama dengan Jang) Apa yang salah?

Eunjin: Aku membuat ini di Hanuelchae dan Kau memuji aku untuk ini, ingat?

Mojin: Dan?

Eunjin: Aku memperlihatkan ini begitu aku sampai di sini. Tapi hari ini, aku menemukan ini dalam buku catatan dengan nama instruktur itu. Dan kredit ekstra diberikan padanya!

RUANGAN DIREKTUR

Mokrasu: (Kepada Wooyung.) Ini adalah Keajaiban Baekjae,  yang aku sudah jaga terus selama bertahun-tahun.

Wooyung: Siapa yang memiliki Keajaiban Baekjae?

Mokrasu: Maafkan aku?

Wooyung: Buku Keajaiba Baekjae bukan milik kau, Guru Mokrasu. Ini milik Anggota Keluarga Kerajaan Baekjae.

Mokrasu: Itu benar. Tetapi jika Akademi berada dalam bahaya, Pimpinan Akademi bertanggung jawab untuk keamanannya.

Wooyung: Menurut pemahamanku, saat itu kau yang mendapat masalah, bukan Akademi. Kau dituduh berkonspirasi, bukan seluruh Akademi Sains.

Mokrasu: Tapi saat itu, Pangeran Aja …

Wooyung: Apakah Kau akan bergantung pada bantuan Pangeran Aja’s? Apakah Kau lupa aturan Akademy untuk tidak terlibat dalam politik? Jika Kau ingin menjadi Direktur yang terpercaya dengan dukungan  Pangeran Aja, aku akan memberikan posisiku. Namun, semua orang akan menentang ini selama Rapat Guru. Jadi Kau putuskan apa yang akan kau lakukan.

Sementara itu

Bumro: Apakah benar bahwa Guru kita bukan Direktur?

Mojin: Kau dengar?

Bumro: Ya! Semua orang berbicara tentang hal itu!

Jang: Aku mendengar hal ini juga.

Gomo: Bagaimana ini bisa terjadi?

Jang: ini tidak masuk akal!

Woosoo: (Berjalan ke arah mereka) Apakah kalian semua sudah mendengarnya?

Mojin: Tentang Guru kita yang tidak menjadi Direktur?

Eunjin: Bukan itu, tetapi tentang di mana ia dikirimkan!

Mojin: Ke mana mereka mengirim dia?

DI RUANG PENYIMPANAN

Mojin: Guru!

Mokrasu sedang menghitung beberapa barang.

Bumro: Guru!

Mokrasu: Apa yang kamu semua lakukan di sini selama jam kerja?! Kembali bekerja!

Bumro berlari sambil memaki-maki, dan Instruktur Gomo di belakangnya.

Mojin: Akademi-benar berubah! Dan mereka memperlakukan salah semua orang dari Hanuelchae.

Jang: Biarkan Pangeran Mahkota tahu! Dia mengembalikan anda  ke sini supaya anda memperbaiki hal-hal ini. Tapi kenapa anda rela mengundurkan diri?

Mojin: Jang benar. Guru, kau satu-satunya yang bisa memperbaiki hal ini di  Akademy! Kau seharusnya tidak mundur!

RUANGAN BUYO-GE

Buyo-Gye: Ha ha! Bagus sekali, Wooyung. Itu dia puteriku!

Sun: Aku ingin tahu bagaimana kau akan mencegah Mokrasu dari menjadi Direktur. Ini memang seperti dirimu.

Wooyung: Aku hanya mengikuti kebijakan Akademy.

Sun: Seseorang seperti Guru Mokrasu tidak dapat melanggar aturan. Kau tahu itu.

Gye: Tidak hanya Mokrasu, tetapi kau harus mengikat tangan setiap orang dari Hanuelchae. Jika tidak, mereka dapat menjadi berbahaya bagi kita.

RUANGAN AJA

Aja: Apa yang Kau pikir kau lakukan?

Mokrasu: Tuanku Pangeran …

Aja: Aku akan memerintahkan mereka untuk membuat Kau sebagai Direktur! Apakah Kau mengerti?

Mokrasu: Kumohon, jangan melakukannya!

Aja: Apa maksudmu?

Mokrasu: Anggota keluarga raja bisa menyarankan, tapi kau tidak seharusnya menunjuk Direktur Akademi. Posisi ini harus dipilih pada Rapat Guru.

Aja: Aku dapat mengubah kebijakan itu!

Mokrasu: Kau tidak boleh, Ya Tuanku! Kau tidak harus menggunakan metode yang sama seperti mereka. Aku tidak akan menjadi Direktur dengan cara itu.

Sementara itu

Bumro: (Kepada Jang) Kau beritahukan Pangeran Mahkota situasi ini.

Eunjin: Pergilah katakan padanya! Ini bukan hanya tentang apa yang terjadi padaku! Aku mengeluh, ketika seorang murid  mengatakan kepada aku bahwa …

Woosoo: Apa?

Eunjin: Bahwa sudah selalu seperti ini.

Jang: Dalam hal apa?

Eunjin: Suatu hari, orang-orang Buyo-Sun masuk ke Akademi. Sejak itu, pencurian penemuan menjadi suatu aturan tak tertulis.

Jang dan Bumro: Apa itu?

Eunjin: Setiap penemuan baru akan dikreditkan ke orang Buyo-Sun.

Woosoo: Apa?

Eunjin: Dengan cara ini, mereka menjadi instruktur dan ilmuwan dengan cepat.

Bumro: Apa yang terjadi dengan penemu aslinya?

Eunjin: Jika mereka terus mengeluh seperti yang kulakukan, mereka bisa dikeluarkan. Jika mereka tetap tenang, orang Buyo-Sun akan memberikan hadiah kepada mereka.

Woosoo: Bagaimana mungkin?

DI SUATU TEMPAT

Instruktur Dojang: (Kepada Dolsae) Kau sudah melakukannya lagi. Kerja bagus!

Dolsae: Terima kasih.

Dojang: Setelah satu atau dua kali lagi, aku akan menjadi seorang ilmuwan.

Jang mendengarkan percakapan mereka … ketika Dojang pergi. Jang merampas buku catatan  Dolsae untuk melihatnya.

Dolsae: Apa sih ini?

Jang: Sir! Kau menciptakan mesin katrol, bukan? Kau yang menemukannya, bukan?

Dolsae: Kau gila!

RUANGAN GIROO

Suara hati Giroo: Ayah pasti begitu khawatir. Aku harus berhubungan dengan dia entah bagaimana caranya …

Suara anak laki-laki: Permisi! Apakah ini ruang Guru Giroo?

Giroo: Ya … Siapa ini? (Seorang anak lelaki masuk.) Siapa kau?

Anak laki-laki: Aku seorang murid di sini membawa pesan untukmu.

Giroo: Sebuah pesan?

Anak laki-laki: Seorang pria menyuruh aku untuk memberikansuratini saat kau bangun dan ketika Kau sendirian. (Dia memberinyasuratdan ia pergi.)

Giroo membukasurattersebut.

Suara Goosan: Aku Goosan. Ketika kau sudah sepenuhnya pulih, datang ke Penginapan Jangtows. Jangan terburu-buru, dan hanya pikirkan kesehatanmu untuk saat ini.

Eunjin, Woosoo dan Bumro masuk ke dalam satu ruangan.

Eunjin: Aku tidak pernah berharap Akademi menjadi seperti ini!

Woosoo: Aku juga.

Bumro: Mereka akan mencoba untuk menendang kita keluar karena kita tidak akan menuruti semua ini.

Eunjin: Aku sangat kecewa pada Guru kita. Bagaimana dia bisa menyerah begitu saja?

RUANGAN AJA

Jang: Pangeran mahkota bilang dia akan menggunakan kekuasaannya untuk membantu kita.

Mokrasu: Aku mendengarnya juga. Dan aku juga mendengar kau ingin mendapatkan kekuasaan untuk diri sendiri.

Jang: Apakah aku salah? Apakah Anda tidak senang padaku?

Mokrasu: Tidak juga. Aku juga ingin memiliki kekuatan.

Jang: Lalu? Kenapa Anda seperti ini? Mengapa Anda menolak untuk menggunakan kekuatan yang telah diberikan kepadamu? Apakah karena itu melanggar aturan?

Mokrasu: Mereka orang-orang yang melanggar peraturan! Bukan aku.

Jang: Lalu? Mengapa Anda mengundurkan diri? Putra Mahkota kita membutuhkan Anda sekarang.

Mokrasu: …

Jang: Dia  menunggu Anda untuk memperbaiki Akademi kembali ke seperti semula, seperti dahulu! Tapi kenapa Anda melakukan ini? Katakan padaku mengapa!

Mokrasu: …

Jang: Guru!

KAMAR GIROO

Jang: Apakah Kau sudah baikan?

Giroo: Aku mendengar orang-orang  tidak bahagia di sini.

Jang: Ya, aku juga tidak senang. Dan aku juga tidak senang dengan Guru kita. (Dia berbaring di samping temannya.) Usahakanlah segera sembuh. Kau harus segera pulih dan bekerja untuk Baekjae.

Giroo: Apakah Kau melupakan wanita itu?

Jang duduk, melihat Giroo dengan terkejut.

Baekmoo masuk, mencari Jang. “Jang, Tuan kita Pangeran sedang mencari kamu!”

RUANGAN AJA

Jang: Apakah Pangeran mencariku?

Aja: Ya.

Jang:Adaapa?

Aja: Aku ingin memberikan sebuah gelar kehormatan untuk tindakan kepahlawananmu selama perang.

Jang: Gelar Kehormatan? Yang Mulia khan sudah mengabulkan permintaan aku.

Aja: Itu berbeda. Aku Pangeran Mahkota, dan aku ingin menggunakan orang-orang berbakat untuk kepentingan bangsa. Aku ingin menunjuk Kau sebagai Koordinator Umum dari Akademi.

Pria: Pimpinan Akademilah yang harus menjunjuk seseorang untuk jabatan itu. Ini secara langsung mempengaruhi struktur dari Akademi. Dia baru datang, dan dia hanya sekedar seorang pengrajin … Bagaimana Pangeran memberinya  gelar seperti iut?

Aja: Mengapa kamu berkata seperti itu? Melihat catatan, Tuan Buyo-Gye menunjuk banyak orang padahal ia tidak memiliki mandat untuk itu sementara aku tidak ada di sini! Apakah ia melakukan hal-hal itu karena mereka memiliki cukup bakat?

RUANGAN SUN

Sun: Apa? Jang telah ditunjuk Koordinator Umum Akademi?

Heukjipyung: Ya …

AKADEMI TAEHAKSA

Wooyung: Apa? Gelar Koordinator Umum, asisten Pimpinan Kepala, diberikan pada seorang pengrajin belaka?

Man: Ya. Aku tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi.

Selanjutnya

Aja: Bahkan ketika ia beradadi Hanuelchae,iamembantu raja sembuh dengan menemukan tungku penghangat. Dan aku tidak perlu mengulang semua yang dia lakukan selama perang. Aku tidak melakukan ini hanya karena apa yang dia lakukan di masa lalu, tetapi dengan melihat tindakan tersebut, aku tahu dia cukup mampu melakukan hal ini. Dengan demikian, Kalian semua harus mendukung dia dan membantu dia mengatur semuanya di sini! (Dia meninggalkan ruangan)

Banyak orang yang tidak senang dengan hal ini. Beberapa orang pergi ke Jang, berusaha untuk mendapatkan dukungannya.

Jang berjalan ke luar, dan dia bisa merasakan orang-orang berbicara di belakang punggungnya, menunjukkan jari mereka kepadanya.

Dia memasuki ruang penyimpanan di mana Mokrasu bekerja.

Jang: Guru! Aku akhirnya memahami alasan Anda!

Mokrasu melihat dia, senang.

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s