Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 20

Ataek: (Hujan tiba-tiba turun) Kalian seharusnya masuk ke dalam! Hujan turun!

Bumro terpeleset di depan mereka ketika dia sedang berlari “Maaf”, dan dia melanjutkan larinya.

Tiba-tiba, mereka melihat semua orang Haneulchae berlari kalang kabut.

Maekdosu berhenti berlari dan dia membungkuk hormat pada Wooyung.

Wooyung: Siapa itu?

Ataek: Mereka adalah pengrajin dari Haneulchae.

Wooyung: Bukankah itu Jang? Apa yang sedang mereka lakukan? Ayo kita ikuti mereka!

Sementara itu orang-orang dari Haneulchae cepat-cepat menyelamatkan kertas percobaan yang mereka tinggalkan di luar untuk dikeringkan.

Wooyung: Apa sebenarnya yang kalian lakukan di sini? Apa yang orang-orang Haneulchae sedang lakukan di sini?

Orang-orang Haneulchae tidak dapat berkata apa-apa.

Wooyung: Aku bertanya kepada kalian!

Aja: Ya, Aku juga sangat ingin tahu. (Semua orang memberikan hormat kepada Pangeran) Apa ini?

Jang: Itu seperti yang anda lihat. Itu adalah kertas.

Aja: Apakah kertas ini dibuat oleh kalian semua?

Jang: Benar!

Mokrasu: Tuanku Pangeran! Kertas ini memiliki kualitas yang lebih bagus daripada yang dari China!

Aja: Benarkah? Bagaimana kau tahu itu?

Mokrasu : Sentuh ini (Aja dan Wooyung menyentuh kertas itu) Kertas harus kuat tapi juga halus supaya tinta tidak tersebar kemana-mana. (Istilah Bahasa Jawanya “mblobor”)

Wooyung: Bagaimana caramu mengetesnya?

Mokrasu: Ketika kertas menjadi basah, kita dapat mengecek bagaimana kertas menyerap tetesan air (Menunjukkan kertasnya) Lihatlah ini!

Jang: Bukan itu saja.

Aja: Ada yang lainnya?

Jang: Kertas biasa mudah lapuk, dan dengan waktu, itu akan hancur. Tidak demikian dengan kertas ini.

Aja: Bagaimana kalian melakukannya? (Giroo sedang mendengarkan, melihat dengan pandangan kagum)

Jang: Kami membuat ini dengan menggunakan lem yang berumur 10 tahun. Ini membuat kertas menjadi kuat tanpa menyebabkannya menjadi rusak.

Aja: Luar Biasa! Apakah kau dan orang-orang Haneulchae lainnya yang membuat ini?

Jang: Bukan kami!

Aja: Apa maksudmu?

Jang: Kami bukanlah orang-orang yang membuat ini. (Berbalik) Nenek ini memberi kami sebuah lem yang difermentasi selama 10 tahun. Pengrajin Dolsae menciptakan mesin penyetrika kertas bagi kami. Itulah mengapa kertasnya menjadi berkualitas sangat baik, kuat tetapi juga lentur dan halus, dan bertahan lama. Kami, orang-orang Haneulchae, hanya membantu mereka berdua untuk melaksanakan ini.

Nenek dan Pengrajin Dolsae tersenyum dengan bangga.

Insitruktur Ataek menuliskan nama si nenek dan Pengrajin Dolsae di sebuah buku, dan memberikannya kepada sang Pangeran.

Aja: Kekaisaran China telah meminta jumlah yang tidak masuk akal dalam rangka penukaran kertas mereka, meningkatkan penderitaan dari rakyat kita. Tetapi sekarang kita dapat membuat kertas kita sendiri, yang justru memiliki kualitas yang lebih baik daripada milik mereka. Kita berterimakasih kepada orang-orang seperti Eulnyo, dan Dolsae, penemu dari Baekjae yang Hebat. Maka, nama mereka akan dicatat di buku Keajaiban Baekjae yang terbaru, dan Baekjae akan mengingat ini untuk selamanya!

Orang-orang bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada dua penemu itu.

Sementara itu

Mojin: Guru! Inilah yang ingin Anda lihat, bukan? (Mokrasu tersenyum) Ini adalah kekuatan yang ingin kau temukan, bukan?

Mokrasu menghela napas dengan kepuasan.

Mojin: Pangeran Mahkota menginginkan kita untuk menghadiri pertemuan umum. Kita harus pergi sekarang.

DI RUANG RAPAT

Aja: (Kepada Jang) Kau telah melakukan kerja yang sangat bagus! Persiapkan kertas yang banyak sebelun Duta Besar dari China sampai kemari!

Jang: Baik.

Aja: (Kepada faksi Wooyung) Segera setelah mereka datang kemari, orang-orang Haneulchae menyelesaikan apa yang telah kalian gagal untuk kerjakan selama setahun!

Dojang: Tuanku! Bukan mereka yang berhasil menyelesaikannya. Ini dikerjakan oleh anggota lama dari Akademi.

Aja: Itulah intinya! Kemampuan itu sudah tersedia. Tetapi kenapa kalian semua tidak dapat menyingkapkannya? Ataukah kalian semua mencoba untuk melawanku?

Wooyung: Tidak, Aku tidak bermaksud demikiatn.

Aja: Kalau begitu, apa itu?

Pintu tiba-tiba terbuka. Banyak pengrajin lama Akademi berjalan masuk ke dalam ruangan.

Baekmoo: Apa yang sedang kalian kerjakan di sini?

Dolsae: Aku ada sesuatu yang harus aku katakan. Kami mohon hukumlah kami!

Aja: Apa maksud kalian?

Dolsae: Sebenarnya … kami berbohong selama ujian sebelumnya, menyebabkan Jang, yang menjadi Koordinator Umum waktu itu, turun dari pekerjaannya.

Aja: Kau mengatakan kebohongan apa?

Dolsae: Untuk waktu yang lama, kami telah melupakan apa itu sebenarnya ilmu Sains yang sejati, dan banyak dari kami telah menyerahkan penemuan kami kepada orang lain.

Aja: Apa? Kalian mengijinkan pencurian penemuan?

Dolsae: Benar …. Koordinator Umum Jang merencanakan sebuah ujian publik untuk menyingkapkan ini demi keuntungan kami tapi ….

Aja: Kau telah menyangkal semua ini?

Dolsae: Benar, Tuanku Pangeran! Jadi hukumlah kami!

Aja: Jika apa yang kau katakan itu benar …. memang, pasti ada orang-orang yang seharusnya dihukum. Bukankah kau setuju, Guru Wooyung?

Wooyung: Aku akan menelitinya dengan teliti, dan aku akan mengambil kembali gelar Instruktur dari semua yang terlibat.

Aja: Apakah hanya itu semua?

Wooyung: Aku akan bertanggungjawab karena tidak menyadari semuanya ini, dan karena telah mengijinkan semua ini terjadi. Aku akan turun dari posisiku sebagai Pimpinan Akademi. (Kepada yang lain) Semua guru di sini …. kalian harus memilih seorang Direktur baru yang menggantikan tempatku.

Selanjutnya

Maekdosu: Benarkah itu? Akankah mereka memilih seorang Direktur yang baru?

Dolsae: Benar!

Eunjin: Buat apa pemilihan segala? Nyata-nyata kalau Guru kita yang akan terpilih.

Woosoo: Ya, betul itu!

Gooksoo: Seharusnya dari awal sudah seperti ini.

Asoji: Akhirnya, Akademi akan menjadi normal lagi.

Goyiso: Kita tak akan mendapatkan tatapan dingin lagi.

Juriyeong: Aku sangat bahagia! Dan aku mengagumi Jang karena bertarung sampai akhir tanpa sekalipun menyerah!

Bumro: Tidak hanya Jang. Eunjin juga melawan  dengan gigih! Dia berdiri di depan para pria yang menakutkan, berteriak kepada mereka “Kami dengannya!” Aku sangat terkejut!

Eunjin: (Memerah malu) Hey … itu bukan apa-apa ….

Gooksoo: Jang datang! Jang datang!

Beberapa saat kemudian

Wooyung: Aku kalah, Guru, kau sungguh-sungguh selangkah di depanku.

Mokrasu: Aku tidak melakukan sesuatu.

Wooyung: Ini adalah sesuatu yang hebat yang telah Anda lakukan: tidak membuat diri Anda terlibat. Aku belajar sesuatu yang hebat dari Anda,

Sementara itu

Giroo: Guru kita membuat perjudian.

Jang: Sebuah perjudian?

Giroo: Dia berjudi dengan meletakkan kepercayaannya kepada kita, yang dia didik selama 10 tahun. Guru kita mungkin akan kalah jika kau tidak bertarung sampai akhir, dan jika orang-orang Haneulchae tidak datang untuk mendukungmu pada akhirnya. Tetapi kau tidak menyerah, dan orang-orang Haneulchae datang untuk membantumu. Guru kita memenangkan perjudian, yang dia lakukan hanya dengan menaruh semuanya dalam satu garis.

Mokrasu: (Bergabung dengan mereka) Itu bukanlah sebuah perjudian yang mudah! (Kepada Jang) Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan kepadamu. Aku dengar kalau kau berkata pada Pangeran Mahkota bahwa kau menginginkan kekuasaan. Apa yang kau pelajari mengenai kekuasaan melalui peristiwa ini? Apa?

Jang: Bahwa kekuasaan datang dari rakyat. Aku tidak akan mungkin dapat menyelesaikan apapun kalau orang-orang Haneulchae tidak datang menyelamatkanku

Mokrasu: Benar! (Melihat kepada kedua muridnya) Kalianlah kekuatanku! Kalian telah menunjukkkan kepada mereka sumber terbesar dari kekuatanku!

Sang guru berjalan menjauh, sedangkan Buyo-Sun dan para pengawalnya berjalan menuju arah yang berlawanan (kayak jalan hidup mereka yang nantinya tidak pernah menuju satu arah, melainkan selalu berlawanan, dan menjadi musuh)

Giroo: (Kepada Jang) Siapa mereka?

Jang: Jenderal Buyo-Sun dan para pengawalnya.

Selanjutnya

Sun: Para gubernurlah yang paling banyak diuntungkan dengan penemuan kertas ini karena mereka tidak harus membelinya dari China.  Sebaliknya, mereka akan mendapatkannya dari Aja, dan dia akan meraih kekuasaan melalui peristiwa ini. Kau seharunya tidak turun dari posisimu untuk hal-hal yang remeh.

Wooyung: Jika aku tidak melakukannya, aku akan dipermalukan oleh setiap orang di Akademi. Mokrasu sendirilah yang mengajariku ini. Jadi aku harus mengikutinya, Benar bukan? Dan … kita harus mempersiapkan sebuah serangan balik!

Beberapa hari kemudian

Giroo pergi menemui seseorang dari pengawalnya yang datang dari Shilla.

Giroo: Aku pikir aku sudah siap untuk melakukan perjalanan kembali ke Shilla. Aku seorang ilmuwan sekarang, jadi aku diijinkan untuk membaca Keajaiban Baekjae. Aku akan membuat sebuah kopiannya dan membawanya juga. Temui aku di sini dalam tiga hari …

Pengawal: Baik. Tetapi …. Goosan seharusnya sudah menunggu di sini. Aku khawatir sesuatu mungkin telah terjadi kepada dirinya.

DI RUMAH KIM SAHEUM

Prajurit Weesong memasuki rumah Kim.

Pengawal: Jenderal Weesong mengirim kami untuk memeriksa para pengawalmu dan memeriksa dirimu mengenai dirimu yang membantu Mokrasu dan anak-buahnya melarikan diri.

Saheum: Siapa yang membantu melarikan diri siapa?

Pengawal: Kami akan menemukannya setelah investigasi. Kau harus mematuhi ini. Perintah ini datang dari pertemuan para pejabat.

ISTANA SHILLA

Saheum pergi untuk melihat raja, tetapi para penjaga menggiringnya pergi dari pertemuan para pejabat.

Weesong: Shilla memililki sebuah kelompok prajurit yang menangani pekerjaan pemusnahan seperti itu. Kenapa kau menggunakan pengawal pribadimu untuk membunuh Mokrasu?

Saheum: Itu karena ….

Weesong: Bagaimana bisa prajurit Baekjae muncul pada hari yang sama dengan Upacara Inisiasi?

Saheum: Aku tidak tahu…

Weesong: Jika Giroo dibawa ke Baekjae setelah dia terluka, dia seharusnya sudah kembali sekarang. Dimana Daehachan Kim Doham sekarang?

Saheum: Apa yang sedang kau coba ingin ketahui?

Weesong: Dia menyembunyikan apa yang telah Puteri Sunhwa lakukan, dan dia membawa pasukan pribadinya untuk membunuhi orang-orang Haneulchae. Kemudian prajurit Baekjae muncul di hari yang sama, dan Kim Doham menghilang. Apakah ini hanya sebuah kebetulan?…

Saheum: Apakah Kau menuduh bahwa Dohamku bekerja untuk Baekjae? Apa yang kau katakan? Doham menjadi mata-mata untuk Shilla, memilih kehidupan yang sulit selama bertahun-tahun.

Weesong: Dia tidak melakukannya untuk Shilla. Aku pikir ia melakukan hal itu bagi dirinya dan bagi keluarganya! Itulah sebabnya ia membuat kesepakatan langsung dengan raja tentang Puteri Sunhwa.

Saheum: Apa?

Weesong: Bagaimana kita bisa tahu apakah orang tersebut tidak akan membuat kesepakatan dengan Baekjae juga?

ISTANA RAJA SHILLA

Jinpyung: Aku melepaskan Sunhwa dengan tujuan untuk menanyainya secara diam-diam di Kantor Raja. Mengapa Kau menginterogasi pengawal dari Kim Saheum?

Chunmyung: Yang Mulia! Ini diputuskan dalam pertemuan para perjabat. Itu di luar kendali aku!

Maya: Dia adikmu! Kau harusnya dapat menghentikani Weesong!

Chunmyung: Aku mencoba untuk menghentikannya, tetapi para bangsawan lain tahu … dan bahkan juga para Hwarang. Suamiku tidak bisa menghentikannya sekarang! (Cih … Chunmyung di drama ini tokoh paling licik deh, lain ceritanya di Queen Seon Deok, tapi memang drama ini dibuat berdasarkan pandangan dari pihak Baekjae :D)

RUANGAN SUNHWA

Bomyung: Tuanku Puteri! Apa yang dapat kita lakukan? Mereka menginterogasi para pengawal dari Kim Saheum!

Suara Chogee: Tuanku Puteri! Yang Mulia ada di sini!

Sang puteri berdiri untuk memberikan hormat kepada ayah dan ibunya.

Jinpyung: Duduklah.

Maya: Apa yang dapat kita lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan?

Sunhwa: Aku menyesal, sangat menyesal …

Jinpyung: Kau termasuk keluarga kerajaan. Jadi, Kau tahu bagaimana sengitnya perselisihan kekuasaan jika terjadi. Raja berikutnya harus dipilih di antara ketiga puteri: Chunmyung, Deokman, dan kau. Kau juga tahu bagaimana para bangsawan mengambil posisi mereka dan bertempur tanpa darah atau air mata. Pertarungan ini nantinya lebih kejam dari perang melawan bangsa lain. Sebuah perang dengan negara lain bisa berakhir dengan negosiasi. Tidak demikian dengan perselisihan dalam keluarga kerajaan. Pertarungan ini hanya akan berakhir ketika pihak yang berlawanan benar-benar hancur.

Sunhwa: Yang Mulia! Aku yang memulai ini, jadi aku juga yang akan mengakhirinya. Tinggalkanlah diriku ….

Jinpyung: Aku tidak bisa. Tidakkah kamu tahu betapa aku sangat menyayangimu? Mengapa Kau pikir aku begitu memanjakanmu? Apakah kau tidak mengerti mengapa aku ingin kau menikah dengan faksi Kim Saheum, meskipun keluarganya bukan yang terkuat?

Sunhwa: Yang Mulia …. Yang Mulia ….

Catatan: Pada akhrinya yang berhasil naik tahta adalah puteri kedua, Puteri Deokman dengan gelar Seon Deok Yeo Wang. Puteri Chunmyung/Cheonmyong dan suaminya akan meninggal lebih dahulu, dan nanti pengganti dari Ratu Seon Deok adalah anak dari Puteri Chunmyung, yang nantinya berhasil menyatukan 3 kerajaan, Shilla, Baekjae, dan Ko-Kuryo menjadi Shilla Bersatu.

Di lain tempat

Kim Saheum mencoba untuk berbicara dengan para bangsawan secara pribadi, untuk mendapatkan dukungan mereka, tetapi mereka menolak untuk menemuinya.

DI RUMAH KIM SAHEUM

Saheum: Apa yang Kau lakukan di sini?

Hwarang: Apakah itu benar? Apakah benar bahwa Puteri Sunhwa mencintai seorang pria Baekjae, dan bahwa ia biarkan pria itu lolos meskipun ia membawa saudara kita Doham yang tak sadar di punggungnya?

Saheum: …

Hwarang: Jika itu benar, kita para Hwarang tidak akan tinggal diam! Siapakah kita, Hwarang? Kita orang-orang yang siap berkorban dan mati untuk Shilla! Bagaimana mungkin Puteri melupakannya dan melakukan hal seperti itu? Aku tidak bisa memaafkan itu! Bagaimana saudara Doham sekarang? Apakah dia baik-baik saja? Mengapa dia tidak kembali?

Suara hati Saheum: Ya … aku harus menyerahkan Puteri Sunhwa.  Menyerahkannya!

Beberapa saat kemudian

Saheum: (KepadaGoosan.) Kirim salah satu orang kita untuk pergi Baekjae segera, katakan pada Doham untuk tidak kembali sekarang!

Goosan: Apa?

Saheum: Itu satu-satunya cara kita bisa bertahan sekarang. Itulah sebabnya mengapa Kau harus memastikan Doham tidak kembali sampai aku memanggilnya. Jika terjadi sebaliknya maka kita akan sepenuhnya hancur!

AKADEMI TAEHAKSA BAEKJAE

KAMAR GIROO

Giroo selesai membuat salinan Keajaiban Baekjae. Dia tersenyum puas.

Giroo: (Kepada dirinya sendiri.) Akhirnya! Misi aku tercapai!

Sementara itu

Eunjin: (Kepada Woosoo dan Juriyeong.) Apa yang kalian berdua lakukan di sini?

Juriyeong: Kami datang untuk melihatmu.

Eunjin: Melihat apa?

Woosoo: Instruktur yang memberimu masa-masa yang sulit telah dicopot gelarnya dan dia sekarang adalah seorang pengrajin sama sepertimu. Aku ingin tahu bagaimana Kau akan memperlakukannya!

Eunjin: Pertama-tama, aku akan berbicara informal padanya. Kemudian, aku akan berbicara tentang semua hal sebelumnya kepada dirinya, dan aku akan mengucapkan kata-kata dingin … aku akan menamparnya, dan aku akan menikamnya, dan aku akan menggigit! Dan akhirnya, aku akan banting dia seperti ini …

‘Pengrajin’ Soyung  berjalan masuk

Eunjin: Hei, mari kita bicara tentang siapa sekarang yang siapa di sini!

suara Jang: Eunjin!

Wajah Eunjin berubah dari pucat, kemudian tertegun … dan menjadi manis …

Eunjin: (Tersenyum dan berbicara secara resmi) Permulaan kita mungkin dalam keadaan yang sulit, tapi kita berdua adalah anggota Akademi yang sama. Mari kita lupakan semua kesalahan dari masa lalu kita, dan mari kita mulai membangun persahabatan baru dari sekarang. Aku akan berusaha sebaik-baiknya untuk memenuhi tujuan itu, Instruktur Soyung.

Woosoo dan Juriyeong menatapnya, bingung.

Soyung: (nada tawar) Ya … mari kita melakukannya … (Dia pergi.)

Jang: Eunjin! Kau tampak sangat berbeda!

Eunjin: (Memerah malu) Benarkah?

Jang: Jika Guru kita melihat Kau menangani hal-hal sedemikian rupa secara dewasa, dia akan sangat bangga padamu, sama seperti aku!

Eunjin: ini bukan apa-apa …

Jang: Aku benar-benar berterima kasih! Omong-omong, cobalah untuk sering datang ke departemen kertas. Kami membutuhkan Kau di sana.

Eunjin: Ya. (Jang pergi.)

Woosoo: Eunjin! Mengapa Kau bertindak seperti ini? Bagaimana Kau bisa berubah begitu tiba-tiba?

Eunjin: Benarkah? (Terlihat bingung pada dirinya sendiri.) Mengapa aku seperti ini? Seperti  ada seorang wanita lain masuk ke dalamku … (Mengingat) Soyung sudah pergi? Aku bisa saja memukul dia! Sayang sekali! Mengapa aku seperti ini, kenapa?

DI DEPARTEMEN KERTAS

Eunjin: Kenapa kau membutuhkan aku di sini?

Bumro: Kau membimbing kita sebelumnya. Jadi aku tidak ingat bagaimana kita melakukannya. Apakah kami harus menumbuknya atau kita membuatnya menjadi bubuk?

Eunjin: Astaga! Kita menumbuk merekanya karena mereka mengatakan bahwa kertas Cina, yang terbuat dari bubuk, dapat dengan mudah dibentuk. Kau bodoh! Perhatikan sekarang!

Jang: (Kepada Bumro) Tidakkah kau ingat ini?

Eunjin: (Tiba-tiba berbicara dengan manis.) Itulah yang aku katakan …

Jang: (Tersenyum.) Eunjin memang yang terbaik!

Bumro: Itu benar! Dia seperti ibunya, jadi dia sangat teliti. (Lainnya setuju.)

Jang sedang membantu mereka menumbuk kertas, berkeringat. Eunjin menatap malu-malu padanya. Bumro tersenyum pada Eunjin seperti serigala.

Eunjin: (Berbicara dengan malu-malu.) Bumro … bisa kau melangkah ke samping?

RUANGAN MOJIN

Mojin: Apakah ada sesuatu yang salah dengan Kau?

Eunjin: Ibu!

Mojin: Apa sekarang? Apakah ada yang menganiaya kamu?

Eunjin: Kau tidak menyukai Jang. Aku juga … aku sedang dianiaya karena dia, jadi aku pergi untuk menghentikannya.

Mengingat …

Mojin: (.Menghadang mereka dari Jang) Aku tantang kalian untuk menyentuh rambut Jang! 

Eunjin: (.Menghadang mereka dengan tubuhnya) Aku akan membunuh kalian semua!

Eunjin: Itu adalah situasi yang sangat berbahaya. Mengapa Kau tiba-tiba membela Jang seperti itu?

Mojin: Aku tidak tahu. Mungkin karena semua tahun-tahun yang telah kita habiskan bersama? Selain itu, niat Jang adalah baik. Mengapa Kau bertanya?

Eunjin: Setelah hari itu, aku merasa aku menjadi seperti orang lain.

Mojin: Apa maksudmu?

Eunjin: Aku tidak yakin. Aku tidak ingin melakukannya, tapi aku tiba-tiba mulai berbicara seperti Kau, menjadi lebih serius …

Mojin: Aku senang mendengar Kau menjadi seperti aku.

Eunjin: Tidak, ini tidak baik! Yang aku katakan adalah bahwa … bahwa … (Dia pergi.)

Kemudian

Eunjin: (Kepada dirinya sendiri.) Jang … Jang. Tidak! Itu tidak mungkin! (Dia mulai melompat-lompat, dan tersenyum.) Tidak! Itu tidak mungkin!

Jang: Eunjin!

Eunjin: (Terkejut) Apa? (Dia mulai berjalan sangat lambat Jang menatapnya bingung,. Dan ia pergi.)

Eunjin: (Setelah melihat Jang menghilang.) Ya, ini dia! Jang … Ini Jang!

ISTANA BAEKJAE

Weeduk: Aku telah mendengar Wooyung akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur

Mokrasu: Ya, Yang Mulia!

Weeduk: ini harus diselesaikan pada Rapat Para Guru, namun putra mahkota sangat bersukacita, mengatakan bahwa sudah jelas bahwa posisi itu milikmu sekarang. Aku juga berharap untuk itu. Namun, Kau harus menyadari kekuatan yang mereka miliki.

Adikku Gye dan keponakan aku Sun sedang mengawasi punggung para gubernur.. Itulah mengapa Sun mendapatkan dukungan mereka. Aja sedang mencoba untuk mengembalikan kekuatan anggota kerajaan Baekjae, untuk kesejahteraan bangsa. Tetapi jika kita tidak hati-hati, sang pangeran akan terluka.

Kita bahkan tidak bisa pergi berperang jika para bangsawan tidak mengirimkan pada kita pasukan pribadi mereka. Jika bangsawan tidak mengirimkan upeti mereka, kita tidak bisa mengatur tanah. Buyo-Sun benar-benar mengendalikan para gubernur.Jadi, bertindaklah dengan hati-hati!

Mokrasu: Ya, Yang Mulia.

Raja meninggalkan ruangan

Wangoo: Kekuasaan Yang Mulia sangat tertekan sejak Pertempuran Kwansansung. Tolong, pahami hati raja, dan bertindaklah sesuai dengan harapannya.

Mokrasu: Ya … (Wangoo berputar untuk pergi) Tapi tuan … !

Wangoo: Ya?

Mokrasu: Aku ingin  bertanya sesuatu dari Anda.

Wangoo: Apa itu?

Mokrasu: Dua puluh tahun yang lalu, aku harus meninggalkan Akademi untuk sementara waktu. Aku mendengar bahwa Yungamo, seorang Penari Istana dari Akademi, ditegur publik saat itu. Apakah Kau tahu apa yang terjadi?

Wangoo: Mengapa Kau bertanya? Bagaimana Kau tahu Penari Istana itu? Bagaimana Kau bisa berhubungan dengan dia?

Mokrasu: Sebenarnya … kami bertunangan … Apa yang terjadi?

Wangoo: Penari Istana itu  berbuat tidak senonoh dengan salah satu pengawal raja. Itulah mengapa dia dihukum

Mokrasu: Apakah Kau tahu siapa orang itu?

Wangoo: Pria itu tewas di tempat pemeriksaan.

Mokrasu: Apa?

Wangoo: Ini terjadi sehari sebelum Perayaan Peringatan Almarhum Raja Sunhwang..

Sementara itu

Heukjipyung: Apa yang terjadi?

Pengawal: Kita baru saja mendapat pesan dari kediaman Jenderal.

Heukjipyung: Apa isinya?

Pengawal: Orang yang kita kirim ke Achak mengirimkan pesan kepada kita. putra dari Yungamo muncul.

Sun: Apa?

Pengawal: Dia di kediaman Jenderal sekarang.

Sun: Mari kita pergi!

KEDIAMAN SUN

Heukjipyung: Yang mana ‘dia’?

Pengawal: (Menunjuk pada Sukdoo.) Yang satu ini.

Heukjipyung: (Menunjuk pada bos preman) Dan siapa orang ini?

Pengawal: Orang ini yang membuatkan tanda pengenal palsu untuk Yungamo dan anaknya. Jadi dia mengenal mereka dengan baik.

Bos Preman: Ya, aku adalah orang yang sama! Dan orang ini benar-benar adalah anak dari Yungamo. Jadi sekarang, berikan padaku hadiah yang telah dijanjikan!.

Sun melihat pengawalnya, yang mengerti maksud dari tatapan matanya, dan mulai menginterogasi.

Heukjipyung: Siapa nama ibumu?

Sukdoo: Yungamo.

Heukjipyung: Siapa namamu?

Sukdoo: Aku mengubah nama aku setiap kali aku pindah.Woosik, Sulgoo, Jukcha, Jang, Seodong.

Boss: Terakhir kami melihatnya, kami memanggilnya Seodong. Aku membuat tanda pengenalnya, jadi aku tahu. Dia mendaftarkan namanya sebagai Seodong, karena ia menjual ubi.

Heukjipyng: Berikan padaku kalung itu.

Sukdoo: Apa? Sebuah kalung? Aku tidak tahu … Kalung apa yang kau  bicarakan?

Heukjipyung memerintahkan pengawalnya kalau mereka harus dihukum dan ditendang keluar dari sana.

Heukjipyung: (Kepada Sun) Aku minta maaf. Aku menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang mengenalnya.

Sun: Aku mungkin membuang-buang waktu aku di sini! Jika Aja memiliki kalung saat dulu kita mencoba membunuhnya, ini mungkin berarti bahwa Aja tahu keberadaannya. Apakah dia akan datang ke sini nantinya?

Heukjipyung: Namun, kami sudah mengawasi putra mahkota, dan kita tidak bisa menemukan sesuatu yang mencurigakan di sana.Aku tidak berpikir mereka telah bertemu.

Sun: Jika itu terjadi, dia masih bisa datang kemar.

Heukjipyung: Aku akan terus mengawasi tempat ini untuk berjaga-jaga.

Sementara itu

Mokrasu sedang mengawasi para penari Istana yang sedang berlatih di Akademi.

Suara hati Mokrasu: Apakah pria itu dibunuh? Lalu kenapa ia memberitahu Jang bahwa ayahnya masih hidup? Yungamo! Apa yang terjadi padamu saat itu?

AKADEMI TAEHAKSA

Wooyung: Apa yang Kau inginkan?

Ilmuwan: Yah … Bisakah kita benar-benar memilih untuk Mokrasu selama rapat Guru?

Wooyung: Apakah yang Kau inginkan.

Mokrasu memasuki ruangan dan dia memberi hormat kepada Wooyung. Para ilmuwan lain gelisah, tidak tahu bagaimana memperlakukan dia.

Wooyung: Apa yang terjadi?

Mokrasu: Orang-orang Hanuelchae tinggal di Shilla selama sepuluh tahun. Aku ingin mengijinkan m mereka pulang  ke kampung halaman mereka.

Wooyung: Silakan.

Mokrasu: Terima kasih.

Beberapa saat kemudian

Giroo: Guru! Aku punya permintaan.

Mokrasu: Apa itu?

Giroo: Aku ingin mengunjungi kampung halaman aku.

Mokrasu: Aku sudah mendapatkan izin untuk itu.

Giroo: Ya?

Mokrasu: Apakah kalian semua tidak pernah jauh dari Baekjae terlalu lama? Bahkan setelah kembali, kita sudah terlalu sibuk menyesuaikan diri dengan tempat ini aku tidak bisa berpikir tentang hal ini.

Giroo: Aku mengerti

Mokrasu: Beritahu semua orang untuk pergi mengunjungi kampung halaman mereka.

KAMAR JANG

Giroo: Guru kita  menginginkan kita semua untuk pergi pulang ke kampung kelahirannya.

Jang: Kampung kelahiran?

Jang ingat …

Suara Yungamo: Belajar segalanya dari Guru Mokrasu sampai kau mendapatkan rasa hormat darinya. Dan ketika Kau sudah berumur dua puluh tahun, temui aku di sini.

Jang: kampung halamanku …

Giroo: Aku mendengar Kau kehilangan ibumu di sana. Pasti sulit bagi Kau untuk kembali.

Jang: Kau bilang kau kehilangan orang tuamau dekat perbatasan dengan Shilla. Ini harusnya sama bagimu. …

Giroo: Semoga perjalananmu menyenangkan!

Jang:  Tak usahlah bicara terlalu banyak mengenai ini….

Giroo: Karena kau telah menyelamatkanku, sehingga aku bisa mengunjungi kampungku sekarang. Terima kasih.

Jang: Hentikanlah itu!

Giroo: Aku telah belajar banyak akhir-akhir ini dengan melihat pemikiranmu dan tindakanmu.

Jang: Hush!

Giroo: Kadang-kadang aku bertanya-tanya. Apakah kita mirip, atau berbeda? Jika kita telah bertemu secara berbeda dan dalam situasi yang berbeda, akankah kita menjadi teman atau musuh.

Jang: Janganlah kita menjadi musuh, selamanya,. Aku takut padamu.(Jang tersenyum Giroo tersenyum kembali..)

Beberapa waktu kemudian

Orang-orang Hanuelchae sedang saling memberi ucapan perpisahan, siap untuk pergi.

Mokrasu: Jagalah kesehatan kalian dan semoga perjalanannya menyenangkan!!

Orang-orang mulai berjalan pergi. Giroo membungkuk hormat sekali kepada Gurunya sebagai yang terakhir sebelum berangkat ke Shilla dan meninggalkan Baekjae untuk selamanya.

Jang: (Kepada Giroo) Semoga perjalananmu menyenangkan!

Giroo: Kau juga sama!

Suara hat Giroo: (Melihat kepada Jang.) Mari kita hentikan kekacauan ini di sini. Mulai sekarang, mari kita bersaing satu sama lain sebagai ilmuwan dari Baekjae versus Hwarang dari Shilla.

DI SUATU TEMPAT

Giroo: Apa maksudmu? Ayah dan Tuanku Puteri berada dalam situasi berbahaya?

Goosan: Ya. Tapi aku pikir ayahmu memiliki sesuatu dalam pikirannya. Dia tidak ingin kau kembali sampai ia memberitahu Kau begitu.

Giroo: Tidak kembali?

Goosan: Ya.

Giroo: Tidak, aku harus pergi! Aku tidak bisa tinggal di sini sementara ayah aku dan Tuanku Puteri berada dalam bahaya! Mari pergi!

Goosan: Tapi …

Giroo: Aku akan pergi ke Shilla dan menyelidiki situasi di sana secara diam-diam. Mari pergi!

Di Istana Shilla

Pengawal: Yang Mulia! Aku punya kabar buruk!

Jinpyung: Apa yang salah?

Pengawal: Para Hwarang melakukan protes di mana-mana.

Jinpyung: Mengapa?

Pengawal: Mereka mengatakan bahwa Daehachan Kim Doham … bahwa ia …

SHILLA

Ada prosesi pemakaman di rumah Kim Saheum’s. Para Hwarang sedang mengawasinya.

Suara Pengawal: Mereka membawa mayat Daehachan Kim Doham.Tubuhnya membusuk sulit untuk mengenalinya! Dengan demikian, Hwarangs mengajukan protes, marah karena Puteri Sunhwa telah membuat hal ini terjadi hanya untuk menyelamatkan seorang Baekjae!

Jinpyung: Demi langit!

Pengawal: Apa yang harus kita lakukan? Para Hwarang masih muda dan mereka tidak akan berkompromi! Ketika mereka melihat tubuh orang mati itu, mereka mulai pergi dengan marah!

Jinpyung: Kim Saheum, Kau anak setan! Bahkan jika ia benar menemukan mayat, ia seharusnya memberitahu aku secara diam-diam! Sebaliknya, ia membiarkan para Hwarang tahu tentang ini lebih dulu! Dia ingin menyelamatkan lehernya sendiri dengan mengorbankan Sunhwa? Tidak akan pernah terjadi! Tidak akan pernah!

Hwarang: Ini tak terpikirkan! Puteri Sunhwa mengorbankan kehidupan Kim Doham, seorangHwarang yang melakukan sebuah misi rahasia untuk raja, untuk menyelamatkan orang Baekjae! Apakah benar bahwa ia membiarkan pengrajin dari Baekjae lolos sementara Kim Doham meninggal?

Saheum: …

Hwarang: Kami tidak bisa memaafkan ini! Kita tidak bisa!

Sekelompok Hwarang telah berkumpul, mengangkat suara mereka dalam kemarahan, dan memanggil Puteri Sunhwa sebagai pengkhianat.

ISTANA SHILLA

Chunmyung: Setelah ini, secara politis Sunhwa akan hancur!

Weesong: Tapi kita tidak akan mampu menyentuh Kim Saheum. Para Hwarang memihak dia, sehingga ia akan mendapatkan kekuasaan lebih melalui ini. Kita harus hati-hati untuk setiap saingan kuat yang muncul selain dari Puteri Sunhwa …

Chunmyung: Aku mendengar orang-orang Baekjae mengambil Kim Doham bersama mereka ke Akademi. Bagaimana Kim Saheum mendapatkan kembali tubuhnya?

Weesong: Aku diberitahu bahwa pengawal pribadinya menemukan tempat ia dikuburkan.

Chunmyung: Lihat ini!

KAMAR SUNHWA

Chogee: Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Para Hwarang mengajukan protes di mana-mana!

Bomyung: Apa yang akan terjadi pada tuan Puteri sekarang?

Sunhwa: Apakah Kim Doham benar-benar mati?

Bomyung: Apa itu penting sekarang?

Sunhwa: Apakah dia benar-benar mati?

Chogee: Ya …

Sunhwa: …

Chogee: Tuanku Puteri!

Sunhwa: Aku telah melakukan suatu dosa yang tak terampunkan! Tak dapat diampuni!

KEDIAMAN KIM SAHEUM

Saheum: Apakah Kau benar-benar melihat para pemimpin Hwarang memasuki Istana?

Pengawal: Ya.

Saheum: Kita selamat! Ini akan menjadi rahasia yang hanya kita berdua tahu. Tidak boleh ada orang ketiga yang tahu! Apakah Goosan pergi ke Baekjae?

Pengawal: Benar!

Saheum: Doham seharusnya tidak pernah kembali.

Guard: Jangan khawatir.

Sementara itu

Weesong dan para pemimpin Hwarang datang ke Raja Jinpyung, untuk meminta raja untuk bersidang.

Chogee menginformasikan putri akan situasi ini. Sunhwa memutuskan untuk pergi menemui mereka dengan berhadapan muka.

BALAIRUNG ISTANA

Weesong: (Membaca surat kepada raja yang ditulis oleh para Hwarang.) Para Hwarang terdiri dari orang-orang yang siap untuk mati untuk Shilla dan untuk anggota kerajaan Shilla! Kami percaya bahwa anggota kerajaan Shilla ini akan membawa kemakmuran besar bagi bangsa kita. Kami tidak akan berhenti mempercaya ini, dan kami akan terus melayani raja kami.

Ini adalah alasan kita ingin raja kami untuk menilai tindakan Putri Sunhwa. Sulit bagi kita untuk mengerti bagaimana dia bisa mencintai seorang pria Baekjae. Tapi lebih dari itu, ia telah mengijinkan perasaannya mencampuri urusan negara, mengatur pelarian para ilmuwan dari Baekjae. Itu jelas adalah pengkhianatan!

Selain itu, ia telah mengorbankan kehidupan seorang Hwarang dengan melakukan itu! Kami para Hwarang merasa dikhianati dan marah. Dengan demikian, kami meminta Mulia untuk melakukan penilaian yang benar …

Putri Sunhwa berjalan masuk

Weesong: Putri Sunhwa harus menyerahkan hidupnya sendiri untuk mengembalikan nama keluarga kerajaan yang telah dia nodai.

Sunhwa: Yang Mulia …

Jinpyung: Dengarkan! Semua orang, dengarkan aku! Aku tahu bagaimana loyal dan pengabdian para Hwarang. Itu sebabnya aku mengerti bagaimana mereka mungkin merasa dikhianati sekarang setelah mendengar bahwa Putri Sunhwa mencintai seorang pria Baekjae. Namun, rumor tentang pengkhianatan Sunhwa adalah tidak berdasar.

Hatiku sangat sedih ketika berpikir bahwa Kim Doham kehilangan nyawanya karena Sunhwa. Jadi aku akan memeriksa masalah ini dengan hati-hati, dan aku menemukan sebuah kebenaran yang berbeda. Kim Dohamlah yang benar-benar mengkhianati Shilla dan pergii ke Baekjae.

Chunmyung: Apa? Apakah itu kebenarannya?

Jinpyung: Kim Doham menetap dengan aman di Baekjae sekarang.

Weesong: Bagaimana dengan tubuh yang ditemukan oleh Kim Saheum?

Jinpyung: Kim Saheum yang membuatnya seolah-olah itu tubuh dari anaknya. Aku sudah mengirim orang ke Baekjae untuk melakukan pertukaran. Dan aku memerintahkan Kim Saheum ditangkap. Jadi biarkan aku yang menangani masalah ini, dan Kalian semua hanya harus menunggu.

Suara hati Jinpyung: (Melihat Sunhwa.) ‘Kematian’ Daehachan telah menyelamatkan  dirimu!.

ACHAK

Suara hati Jang: Bagaimana kabarmu, Tuanku Puteri? Sementara aku sendiri, aku datang ke tempatku dulu saat masih tinggal bersama ibuku.

Dia melihat ke sekelilingnya, mengingat …

Jang : Para petugas ini pasti tidak  punya ibu. Bagaimana mereka bisa memukul di tempat yang sama! (Menempatkan beberapa tumbuhan obat di luka ibunya). Ibu tidak dapat  mengatakan apa-apa kepada lembaga yang berwenang tentang bandit, benar khan? Dan Ibu tidak mengatakan padaku mengapa membuat tanda pengenal palsu.  Kau tersenyum ketika dipukuli. Tidakkah ibu memiliki perasaan? Jadi ibu, ayo kita pergi ke Chuncooku (India)! Mereka memiliki hal-hal hebat di sana. Dan aku bisa belajar dengan rahib  Buddha. Mereka mengatakan bahwa semua orang diperlakukan sama di sana.

Jang terus mengingat …

Suara Yungamo: Ini karena kamu bergaul hanya dengan para pedagang pasar sehingga kamu mendapatkan masalah karena membuat api naga dan ledakan bubuk skala kecil.  Ketika kamu pergi ke Taehaksa, ini semua hal-hal yang  patut dihargai.  Orang-orang akan memuji dirimu karenanya. (Sungguh?) Tentu saja ! Orang itu pasti akan memujimu  untuk ini. Orang itu akan mendidikmu dengan benar. (Dia memeluk Jang)

Ibu salah, Ibu pikir ibu tidak dapat mendidik kamu dengan benar jika ibu melakukannya dengan cara ibu. Tapi Jang! Kamu harus dididik dengan benar. Kamu harus menjadi orang hebat. Pergilah ke Taehaksa!

Jang: Taehaksa?

Yungamo: Orang itu akan mendidikmu dengan benar.

Jang melihat kalung permata yang selalu dipakainya.

Sementara itu

Boss: (Menyeret bawahannya di telinganya.) Bukankah aku memberitahu Kau untuk mengawasi tempat ini kalau-kalau dia datang lagi?

Muroy: Apakah menurut Kau dia akan datang? Sudah sepuluh tahun berlalu!

Boss: Kau tidak pergi ke rumah itu, sehingga Kau tidak menyadari hal ini. Jika kita bisa menemukan Seodong, kita akan menjadi kaya! (Mereka melihat Jang berjalan ke arah mereka dan mereka terkejut.)

Jang: Hei! Kau terlihat sama. Tidakkah kau ingat aku? Aku Penjual Yam dengan nomor sembilan puluh sembilan, Seodong!

Boss: Apakah Kau benar-benar … Seodong?!

Muroy: Wow! Kau datang, kau datang! Aku sudah mencari … (si bos menendang dia.)

Boss: Seodong! Lama tidak bertemu!

Jang: Itu benar. Kau tidak berubah sedikitpun..

Boss: Aku sudah menunggumu lama!

Jang: Mengapa?

Boss: Apa maksudmu mengapa? Aku merasa cara aku memperlakukan Kau di masa lalu sangat keterlaluan. Dan aku ingin membelikanmu minum. (Kepada Muroy.) Hei! Apa yang kamu lakukan? Pergi membeli beberapa minuman! Berapa lama kita sudah tidak minum-minum? (Dia membisikkan sesuatu di telinganya)

Muroy: Aku mengerti, saudaraku. Aku akan pergi membeli beberapa minuman! Tunggu aku! (Kepada Jang.) Tunggu aku!

Jang: Minuman? Aku tidak akan minum. Kita bukanlah benar-benar teman (Ia berbalik pergi.).

Boss: Apa maksudmu? Apakah kau tidak akan mengunjungi makam ibumu?

Jang: Apa? Ada makam untuk ibuku?

Boss: Kami temukan dia tewas di dekat tepi sungai. Aku teringat padamu, jadi aku kuburkan dia di tempat yang kecil di dekat sungai.

Jang: Di mana itu?

Boss: Aku akan menunjukkannya kepadamu.

KANTOR PENGADILAN

Muroy: Dia ada di sini! Dia datang!

Pengawal: Siapa?

Muroy: Seodong! Seodong datang!

Pengawal: Bukankah dia itu seorang penipu lagi seperti sebelumnya?

Muroy: Tidak! Kau bisa membunuhku kalau ia palsu.

Pengawal: Apakah Kau mengatakan yang sebenarnya?

Muroy: Tentu saja! bosku dengan dia sekarang. Mari pergi!

Beberapa saat kemudian

Pengawal: Dia tidak di sini Dasar kau sampah!

Muroy: Di mana mereka? Di mana? (Memanggil keluar) Kakak! Kakak! (Mengingat) Itu benar! Aku yakin mereka pergi ke tempati itu. Dia mengatakan kepadaku bahwa aku harus membawa Seodong ke sana jika aku melihatnya. Mari pergi!

Pengawal: Cepat!

DI DEPAN SEBUAH MAKAM, DEKAT TEPI SUNGAI

Boss: (Menangis) Ibu! Ibu! (Ia berlutut di depan makam) Ibu! Ibu! (Jang sedang melihat ke arahnya, kesal) Seodong di sini, ibu! Biarkan Seodong memberi hormat padamu, ibu!

Tiba-tiba, Jang menelikung lengan orang tua itu.

Jang: Apakah Kau masih melakukan hal ini? Makam ini ada di sini sejak aku masih kecil! (Sambil dia pergi.) Kau harus berubah saat kau semakin tua! Apa yang bisa Kau curi dari seseorang seperti aku? (Dia mulai berjalan pergi tapi orang tua itu meraih kaki Jang.)

Boss: Bukan seperti itu! Ada seseorang yang mencarimu dan ibumu.Dia mengatakan dia akan membayar kita jika kita menemukan Kau. Sepertinya dia adalah dari  keluarga kaya.

Jang: Mengapa orang kaya mencari aku? Tinggalkan aku sendiri sebelum aku memberi Kau beberapa pukulan lagi!

Sementara itu

Pengawal: (Melihat ke sekeliling ‘Makam’, tidak ada orang) Ia tidak ada di sini!

Muroy: Aku tidak mengerti mengapa. Aku yakin dia akan berada di sini!

Terdengar jeritan seseorang. Mereka berpaling dan melihat bos preman sedangl berjalan ke arah mereka, menyentuh kepalanya mengeluh kesakitan.

Muroy: Kakak besar! Kakak! Apa yang terjadi? Mana Seodong?

Boss: Bajingan ini benar-benar kuat!

Pengawal: Dia palsu, bukan?

Boss: Tidak, kali ini yang asli!

Si Pengawal tidak mempercayainya, mendorongnya kemudian meninggalkan mereka.

Si bos preman memerintahkan anak buahnya, “Hei! Pergi cari dia! Periksa rumah semua teman masa kecilnya! Apakah Kau mengerti?”

Kemudian

Jang sedang berjalan ketika dia mengingat …

Boss: Bukan seperti itu! Ada seseorang yang sedang mencarimu dan ibumu

Beberapa waktu kemudian

Jang: Sukdoo!

Sukdoo: Seodong! Bagaimana kau ada di sini?

Jang: Panjang ceritanya.

Sukdoo: Di mana saja kau?

Jang: Hanya berkeliling.

Sukdoo: Kami telah mencarimu ke mana-mana.

Jang: Mengapa?

Sukdoo: Seseorang mencari Kau.

Jang: Apakah bos mengatakan yang sebenarnya?

Sukdoo: Kau pernah bertemu dia?

Jang: Ya. Dia mengatakan bahwa seorang pria kaya sedang mencari aku.

Sukdoo: Itu benar. Sebenarnya, karena kami tidak bisa menemukan Kau, bos membuat aku berpura-pura menjadi Kau. Tapi ketika aku pergi ke sana, mereka mulai memberiku banyak pertanyaan untuk memeriksa identitas aku. Aku bisa menjawab banyak hal karena bos sudah mengatakannya kepadaku sebelumnya. Dia tahu riwayatmu karena dia pernah membuat tanda pengenal palsu bagi Kau dan ibumu.Jadi aku memberikan jawaban yang benar … tapi kemudian, ia bertanya tentang kalung …

Jang: Sebuah kalung?

Sukdoo: Ya … Apakah Kau tahu apa itu?

Jang: Sebuah kalung …

Suara hati Jang: Sebuah kalung … Itu berarti dia tahu mengenai kalung permataku. Mungkinkah dia adalah ayah aku? Ayahku?

Mengingat …

Suara Yungamo: Ketika Kau sudah berusia dua puluh tahun, temui aku di sini, dan aku akan memberitahu Kau.

Jang: (Kepada diri sendiri) Apakah ayahku seharusnya bertemu kita di sini ketika aku berumur dua puluh? Mungkinkah ia adalah ayahku?

(Kedua preman menyelinap ke belakangnya, memukulnya dengan tongkat, kemudian memasukkannya ke dalam sebuah karung)

Muroy: Kakak! Apakah kita bisa makan semua yang kita inginkan dari sekarang?

Boss: Tentu saja! Kita akan kaya sekarang! Mari pergi! Mari kita pergi kepada mereka!

Para bajingan pergi ke Pengawal, membawa Jang yang pingsan dengan mereka. Tiba-tiba, mereka dipukul dari belakang, dan mereka jatuh pingsan. Dua orang yang memukul para bajingan membawa Jang bersama mereka, dan mereka segera melarikan diri.

DI TEMPAT TERSEMBUNYI

Jang: (Keluar dari karung) Apakah kau Moksuk?

Moksuk: Ya! Lama tidak bertemu!

Jang: Terima kasih! Sudah begitu lama, tapi kita masih berteman, bukan?

Sukdoo: Sebenarnya, kami ingin hal yang sama dengan kedua penjahat itu. Kau tahu kehidupan sulit dari kami berdua, bukan?

Moksuk: Kami memiliki banyak mulut untuk diberi makan, jadi kita berjuang untuk itu. Kita bahkan tidak bisa memberi makan anak-anak kami yang masih kecil..

Sukdoo: Itu sebabnya aku ingin meminta Kau untuk pergi ke rumah itu bersama-sama kami.

Moksuk: Aku tidak tahu mengapa mereka sedang mencarimu, tapi aku tidak berpikir mereka ingin menyakiti dirimu. Jadi kemudian, jika bos ternyata bisa  mendapatkan hadiah karena kau, bukankah lebih baik kalau kita yang mendapatkan itu bukan?

Sukdoo: Tepat. Aku tahu di mana rumah itu berada. Tolong, lakukan kebaikan ini sebagai teman lama.

Jang: Baiklah. Lagipula  sebenarnya aku juga berencana pergi ke sana.

Moksuk: Benarkah? Terima kasih! Terima kasih!

Jang: dI Mana rumahnya?

Sukdoo: Ada di Savisong

KEDIAMAN SUN

Sun: Kau belum mendengar apa-apa dari sana?

Heukjipyung: Kami belum mendengarnya

Sun: Aku merasa kita membuang-buang waktu kita di sana. Jika dia telah bertemu Aja, ia tidak akan pergi ke sana sama sekali.Dan ia tidak akan datang ke sini juga. Aja akan melindunginya di suatu tempat.

Heukjipyung: Apakah aku harus memerintahkan penjaga untuk kembali?

Sun: Jangan begitu. Sebaliknya, dari sekarang, awasi setiap gerakan Aja. Jika mereka telah bertemu, kita akan tahu.

Heukjipyung: Ya.

Sementara itu

Suara hati Jang: (Tiga sahabat itu berjalan menuju rumah orang kaya itu) Mungkinkah dia adalah ayahku? Mungkinkah dia? Bagaimana jika bukan?

DI KEDIAMAN SUN

Heukjipyung: Aku baru saja mau memerintahkanmu untuk membatalkan misi.

Pengawal: Ya. Tetapi laki-laki penghubung kita terus mengatakan bahwa dia telah muncul.

Heukjipyung: Bagaimana kita bisa mempercayai mereka?

Pengawal: Aku tidak bisa. Tapi mereka memberitahu aku bahwa mereka akan mati jika mereka berbohong kali ini …

Sun: Lalu, di mana dia sekarang?

Pengawal: Mereka kehilangan dia.

Heukjipyung: Mereka kehilangan dia?

Pengawal: Menurut mereka, orang yang datang ke sini sebelumnya yang menyamar sebagai dirinya, dia dan satu temannyalah yang membantu target kita melarikan diri..

Sun: Tidakkah dia disertai oleh pengawal pribadi?

Pengawal: Tidak. Aku mendengar kalau ia sendirian.

Sun: Pergi temukan dia! Cepat!

Pengawal: Ya!

DI DEPAN RUMAH BUYO-SUN

Sukdoo: (Kepada Jang) Kenapa? Apakah kau gugup, berpikir bahwa ia mungkin adalah ayahmu?

DI DALAM

Heukjipyung: Jika itu benar, itu berarti Pangeran Aja tidak tahu tentang dia.

Sun: Jika itu masalahnya .. …

Suara pria: Jenderal Sun, ijinkan aku masuk.

Pria: (Masuk ke ruangan) Tiga orang datang kemari, mereka berasal dari Achak.

Heukjipyung: Apa? Tiga orang dari Achak? (Kepada Sun) Aku pikir dia dengan dua temannya. …

Pria: Apa yang harus aku lakukan?

Sun: Katakan pada mereka supaya orang yang bernama Seodong untuk masuk ke dalam sendirian.

Man: Ya.

DI LUAR

Jang gemetar. Ada sesuatu yang tidak benar …

Pria: (Berjalan ke luar.) Siapa Seodong? Jenderal ingin Kau masuk ke dalam. Yang mada di antara kamu dirinya?

Jang: (Terlihat ngeri) Apakah rumah ini … milik Jenderal Buyo-Sun?

Pria: Itu benar. Mari ikuti aku. (Orang itu mulai berjalan ke dalam tetapi Jang tidak mengikutinya.)

Sukdoo: Mengapa kamu seperti ini? Mengapa? Apakah kau tidak akan masuk ke dalam?

Jang: Buyo-Sun?

DI DALAM

Heukjipyung: Mengapa dia tidak datang?

Pria: Kenapa dia tidak mengikuti aku? (Ia pergi keluar untuk memeriksa, tetapi ia menemukan tempat itu kosong.) Ke mana perginya dia?

DI SUATU TEMPAT DEKAT DENGAN  KEDIAMAN SUN

Sukdoo: Mengapa kamu seperti ini?

Jang: Aku tahu dia.

Moksuk: Benarkah? Itu bagus!

Sukdoo: Masuklah ke dalam untuk berbicara dengannya.

Jang: Aku tidak suka padanya. Mari kita pergi.

Sukdoo: Mengapa? Dia bisa jadi adalah ayahmu! Atau seseorang yang tahu ayahmu!

Moksuk: Bagaimanapun, karena kita sudah di sini, antu kita untuk mendapatkan pahala!

Sukdoo: Ya, lakukanlah untuk kita!

Jang: Aku benar-benar minta maaf, tapi aku tidak bisa melakukan ini.

Moksuk: Jika Kau tidak mau, aku akan pergi menggantikan dirimu!

Sukdoo: Kau tidak bisa. (Menunjuk pada Jang.) Itu harus dia! Mereka akan bertanya tentang kalung dan sebagainya.

Moksuk: Apa yang bisa kita lakukan? Seodong tidak mau pergi. Aku akan masuk dan …

Jang: Jika Kau bersikeras, masuk dan tanyalah mereka ini …

Moksuk: Apa?

DI DALAM KEDIAMAN SUN

Heukjipyung: Dia meninggalkan tempat ini?

Pria: Aku memeriksa ke luar, tapi kosong.

Heukjipyung: (Kepada Sun) Aku minta maaf. Aku pikir itu penipu lain.

Moksuk: (Berjalan masuk.) Aku Seodong!

Jang dan Sukdoo menyaksikannya dari luar, bersembunyi di balik dinding.

Heukjipyung: Apakah Kau Seodong?

Moksuk: Ya. Aku dipanggil seperti itu sebelumnya.

Heukjipyung: Siapa nama ibu Kau?

Moksuk: Yungamo.

Heukjipyung: Di mana dia sekarang?

Moksuk: Aku bertanya kepadamu sebagai gantinya. (Melihat kepada Sun.) Apakah Kau memberikan kalung permata ke ibuku?

Sun: Kau tahu kalung permata?

Moksuk: Aku mendengar ayahkulah yang memberikan ini padaku.Apakah Kau ayahku? Atau … apakah kau tahu ayahku?

Sun: Apakah Kau memiliki kalung bersamamu?

Moksuk: aku kehilangan itu.

Sun: Di mana?

Moksuk: Aku tidak yakin. Aku telah melakukan perjalanan keliling, jadi aku tidak tahu di mana aku kehilangan itu. Apakah Kau memberikan kalung permata kepada ibuku? Aku benar-benar perlu tahu ini!

Tiba-tiba, Heukjipyung meraih pedangnya dan membunuh Moksuk. Jang sangat terkejut sehingga ia membuat sebuah batu bata dari dinding jatuh ke tanah. Batu bata itu menimbulkan suara berisik ….

4 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 20

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s