Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 22

PERINGATAN KERAS !

Jika anda melanjutkan membaca sinopsis ini untuk beberapa episode ke depan mungkin anda akan merasakan sakit hati, jengkel, marah tak terlampiaskan, malas nonton serialnya di TV, jadi persiapkanlah hati anda dari sekarang!

——————————————————————————————————————————–

Giroo: Mengenai Guru Mokrasu menjadi Guru Kepala di sini … aku menentangnya!

Semua orang terkejut.

Giroo: Alasannya ada hubungannya dengan pengrajin yang berdiri di sini.

Wooyung: Karena Jang? Apa maksudmu?

Giroo: Ketika kami berada di Shilla, pengrajin Jang berhubungan dengan seorang wanita bangsawan Shilla. Mereka bahkan melarikan diri bersama-sama! Masalah sebenarnya adalah bahwa saat itu  Guru Mokrasulah yang membantu mereka melarikan diri.

Jang: Giroo!

Giroo: Jadi, aku menentang  Guru Mokrasu menjadi Pimpinan Akademi Baekjae!  Ada perang sengit tiga negara di perbatasan yang terjadi sekarang. Sulit untuk memahami bagaimana pengrajin Jang bisa jatuh cinta dengan seorang wanita bangsa musuh. Dia mengabaikan status dan kewarganegaraan dan ia melarikan diri dengan wanita itu. Aku juga tidak bisa memahami perilaku guru kita, yang telah mengijinkan  mereka untuk melarikan diri seperti itu …

Mojin: (Berjalan masuk) Itu tidak benar!

Gomo: Itu tidak benar!

Wooyung: Siapakah engkau?

Mojin: Aku telah tinggal dengan Guru Mokrasu, Guru Giroo dan Jang di Hanuelchae. Aku Instruktur.Mojin

Wooyung: Bagaimana Kau bisa masuk ke dalam Rapat Guru seperti itu?

Mojin: Aku tahu bahwa itu melawan aturan. Tapi aku heran  melihat Guru Giroo memanggil Jang untuk datang dalam ruang pertemuan, jadi aku mengikutinya. Guru Giroo keliru. Aku bertugas menyelidiki kasus Jang, jadi aku tahu.

Jang berhubungan dengan wanita Baekjae yang ditawan oleh  Shilla selama perang. Dan Jang meninggalkan Hanuelchae untuk membantunya kembali keBaekjae. Itu sebabnya prajurit Shilla  mengikutinya, dan Jang bergabung dengan  perang di perbatasan, menjadi pahlawan perang.

Gomo: Itu benar! Instruktur Mojin benar!

Wooyung: (Kepada Mokrasu) Apakah Guru Giroo mengatakan kebenaran?

Mokrasu: …

Wooyung: (Kepada Jang) Apakah Guru Giroo mengatakan kebenaran?

Jang: …

Wooyung: Aku sedang bertanya kepadamu!!

Jang: …

Wooyung: Kita tidak bisa melanjutkan pertemuan seperti ini. (Lainnya setuju.) Selain itu, kita harus menyelidiki kasus ini tentang Pengrajin Jang dan Guru Mokrasu. Jadi tak satu pun dari kalian berdua diijinkan untuk  melangkah keluar dari Akademi! (Dia berjalan keluar) Semua orang mulai berjalan keluar, meninggalkan Mokrasu yang tertegun dan Jang.

Jang: Guru! Mengapa Giroo melakukan ini? Mengapa?!

Mokrasu: …Jang berjalan keluar.

DI LUAR

Jang berjalan menuju Giroo, berdiri di depannya.

Jang: Mengapa kau melakukan ini? Mengapa?!

Giroo: (dengan dingin) Aku  sudah tidak ada alasan lain. Aku sudah menceritakan segalanya.

Jang: Tapi mengapa kau  harus mengatakannya saatsekarang, saat ini Guru kita akan menjadi Pimpinan Akademi? Ini adalah pengkhianatan!

Giroo: Pengkhianatan? Jenis pengkhianatan apa?

Jang: Pengkhianatan kepada Gurumu, dan pengkhianatan kepada temanmu!

Giroo: (Dengan nada menghina) Apakah kau tahu apa sebenarnya pengkhianatan itu?

Jang: Giroo, mengapa kau melakukan ini? Jika ini begitu mengganggumu, Kau harus mengatakannya langsung kepadaku, dan Kau harusnya berbicara dengan Guru kita sebelumnya!

Giroo: aku sudah lakukan. Saat di  Hanuelchae, Aku sudah katakan, dan aku juga mengatakan kepada Guru kita! (Mokrasu berjalan ke arah mereka sehingga Giroo berbicara kepadanya.) Aku hanya mengikuti aturan.

Mokrasu: Baiklah, itu bagus. Katakanlah kau melakukan itu. Dan aku tidak peduli mengenai aku akan menjadi Direktur di sini atau tidak. Namun, Jang temanmu. Hal ini terjadi karena Jang mencintai seorang wanita. Apakah itu begitu tak terampuni? Tak bisakah kau mengasihani dan mengampuni dia?

Giroo: Itu sebabnya aku tidak bisa memaafkannya. Jika cinta bisa membenarkan segala sesuatu yang kita lakukan, dunia tidak akan berjalan. Jika itu terjadi, tidak akan ada bangsa, dan tidak perlu disiplin atau konstitusi. Aku tidak mengerti jenis cinta yang mengabaikan semua itu.

(Dia mulai berjalan pergi, tapi ia berbalik ke arah Jang.) Dan jangan pernah berani lagi menyebut tentang pengkhianatan kepadaku lagi! Aku tidak menyebutkan tentang Kau tertangkap sebagai mata-mata hanya karena menghormati Guru kita, yang membesarkan aku sampai sekarang …

Jang: …

Mokrasu: …

DI PENGINAPAN

Sunhwa: Apakah dia masih menungguku?

Sochoong: Tidak, Ia menunggu sampai subuh. Lalu ia pergi ke Akademi. Dia tidak tampak senang. Aku  melihat dia dari jauh, tapi dia tampaknya penuh dengan kemarahan yang terpendam.

Sunhwa: Aku mengerti … klan dan orang tuanya hancur … Jadi dia memang seharusnya membenciku.

Sochoong: Apakah dia akan baik-baik saja?

Sunhwa: Cari tahu! Aku dengar banyak anggota Akademi sering datang ke pasar. Jadi temukan  apa  yang telah dia lakukan.

Bomyung dan Chogee datang untuk memberitahu Tuan Puteri kalau mereka telah menemukan tempat lain di mana mereka bisa tinggal, sebuah kediaman pribadi.

DI KEDIAMAN SUNHWA YANG BARU

Chogee: Aku akan menyiapkan sesuatu untuk dimakan.

Sunhwa: Apakah Kau berdua pikir aku aneh?

Bomyung: Kumohon!! Setidaknya sekarang, ikutilah Doham-Gong!

Sunhwa: Doham bertanya padaku apa yang begitu hebat tentang cinta aku sehingga aku melukai Yang Mulia dan mempermalukan seluruh anggota keluarga Kerajaan seperti ini?

Bomyung mendesah.

Sunhwa: Apa yang begitu hebat tentang hal ini sehingga aku telah menghancurkan seluruh warisan Kim Doham, keluarga dan klannya?

Bomyung: Itu sebabnya Kau harus mempertimbangkan kembali …

Sunhwa: Tapi Bomyung … Meskipun semua yang Kim Doham katakan adalah benar, hati  dan tubuhku tidak bisa melakukan sesuai dengan semua itu. Jika aku mengikutinya sekarang, aku akan melakukan hal ini karena aku merasa sangat bersalah. Haruskah aku mengikuti dia karena aku  kasihan kepadanya? Haruskah aku?

Chogee: Tidak, Kau tidak bisa! Tidak seperti itu. Kau datang ke sini. Jadi, Kau harus bertemu Seodong-Gong!

DI ISTANA SHILLA

Jinpyung: Apa? Apa yang Kau katakan? Sunhwa menghilang dari Kuil?

Pengawal: Ya …

Jinpyung: Temukan dia sekarang juga!

Maya: Yang Mulia. Kau hanya harus membiarkannya …

Jinpyung: Apa yang kau katakan?

Maya: Bagi seorang wanita untuk menjadi seorang biarawan Buddha … aku lebih suka dia …

Jinpyung: Meskipun demikian! Pria yang dikejarnya adalah orang Baekjae! Bahkan jika dia tidak menjadi rahib, aku ingin membuatnya ada di dekat jangkauanku.

Maya: …

Jinpyung: Aku yakin dia pergi ke Akademi Baekjae, untuk mencari orang itu. (Kepada penjaga.) Kirim beberapa orang untuk mengawasi pintu masuk Akademi Baekjae!

Pengawal: Baik!

Jinpyung: (Menghela napas) Aku ingin tahu apakah dia membawa barang-barang berharga dengannya.

Maya: Aku sudah mengirim beberapa melalui Bomyung …

DI AKADEMI BAEKJAE

Eunjin: (Kepada Giroo.) Apakah Kau gila, untuk melakukan sesuatu seperti ini?

Bumro: Beritahu kami! Mengapa Kau melakukan ini? Hal ini bisa menyakiti kita jauh di luar Guru kita tidak menjadi Direktur!

Juriyeong: Itu benar! Aku terdiam dan terkejut!

Goyiso: Kita semua iri padanya tetapi kami memutuskan untuk melupakan ini!

Giroo: Apakah Kau semua berpikir seperti itu? Apakah aku benar-benar salah?

Woosoo: …

Eunjin: Apa yang Kau pikirkan? Ketika Kau mencintai seseorang, Kau bisa berakhir melakukan hal-hal gila seperti itu!

Bumro: Selain itu, faksi Jenderal sedang berusaha sekuat mereka untuk menyakiti Guru kita dan kami. Bagaimana Kau bisa melakukan ini sekarang?

Giroo: Aku tidak pernah berpikir bahwa aku ini milik faksi baik Pangeran Aja atau faksi jenderal. Mengapa kita harus memilih faksi ini atau itu? Mengapa kita  berusaha memihak hanya karena Guru kita?

Eunjin: Hei! Apakah kau bisa menghentikan omonganmu?

Giroo: Aku milik faksi Baekjae! Itu saja. Itu sebabnya aku mengikuti aturan.

Bumro: Tidakkah Kau mengerti?  (Dia mencoba untuk memukul tapi Mojin menghalanginya.)

Mojin: Bumro!

Giroo: Orang ini perlu dipukul sampai ia mengerti!!

Mojin: Giroo, mari kita bicara.

Kemudian

Giroo: Aku pikir kamu berbeda, Nyonya Mojin. Kau selalu mengikuti aturan dan kau adalah yang paling tidak memihak, jadi aku berharap kamu menjadi berbeda. Apakah aku benar-benar salah?

Mojin: …

Giroo: Dapatkah cinta membenarkan seseorang mengkhianati Baekjae, dan melanggar semua aturan dan peraturan? Apakah begitulah bagaimana Akademi berjalan?

Mojin: Tapi bisa Kau meletakkan Guru kita dan Jang dalam situasi demikian berbahaya karena itu? Apa kau tidak tahu apa yang Kau lakukan?

Giroo: Kita harus memberi pelajaran  mereka seperti ini, jika kita harus merubah pola pikir mereka!

Jang: (Berlari menuju Giroo.) Giroo! Mari kita bicara!

Giroo: Aku sudah tidak ada yang dibicarakan dengamu.

Jang: Semakin aku memikirkan hal ini, aku semakin kurang mengerti. Harus ada alasan lain! Kau punya, bukan? (Giroo berjalan pergi …) (Andy: Ah … Giroo memang sudah pengecut dari sononya … tidak mau bertindak terang-terangan, sampai mati  kerjanya di belakang layar, munafik deh :P)

RUANGAN SUN

Wooyung: Apa yang sedang dilakukan orang-orang Hanuelchae?

Ataek: Mereka melakukan banyak pertemuan, berbicara antara satu sama lain. Aku yakin sesuatu telah terjadi.

Dojang: Mengapa kamu tidak segera menginterogasi mereka?

Wooyung: Ini bukan penjara, dimana kita bisa menyiksa orang sampai mereka mengaku. Ini adalah di Akademi Sains.

Ataek: Jadi?

Wooyung: Jika kita menginterogasi mereka segera, semua orang akan berpihak Guru Mokrasu’s.

Dojang: Lalu …

Wooyung: Kita harus memberikan Guru Giroo cukup waktu bagi dia untuk mendapatkan setidaknya satu pendukung … (Tesenyum) Bagaimanapun, aku menemukan ini sangat lucu! (Sambil berdiri.) Aku akan pergi melihat Jenderal kita.

Ataek: Kau tidak akan dapat melihatnya sekarang.

Wooyung: Mengapa?

Ataek: Duta Besar dariChinadatang, jadi dia bertemu mereka untuk berunding tentang harga kertas. Pagi ini, Pangeran Aja mengambil kertas yang kita buat di Akademi.

Wooyung: Aku mengerti …

DI RUANG PERTEMUAN

Duta Besar:  (Dalam bahasa China) Jumlah emas yang kau berikan pada kami tahun lalu tidak cukup sekarang.

Baekmoo menerjemahkan ini.

Duta: Kami dilanda banjir yang mengerikan, dan banyak pepohonan hutan kita hancur.

Baekmoo menerjemahkan ini.

Duta Besar: Beri kami dua ratus pon emas.

Aja: Tidak, itu terlalu rendah.

Duta Besar: Beri kami 250 pon emas.

Aja: Tidak Itu juga terlalu rendah.

Duta Besar: Beri kami  300 pon.

Aja: Itu bagus. Aku suka harga itu.

Duta besar tertawa dengan puas.

Aja: Ayo masuk!

Seorang pria berjalan masuk dan  membawa setumpuk kertas.

Aja: ini adalah kertas yang dikembangkan oleh Baekjae. (Duta besar Menyentuh kertas-kertas itu) Dan tiga ratus kilogram emas adalah harga kami untuk ini. Lihat kualitasnya! Tinta tidak akan menyebar.

(Mereka menguji kertas-kertas itu dan mereka terlihat terkejut.) Bukankah kualitas kertasnya berbeda? (Para utusan China mengangguk.) Aku mendengar tentang banjir itu, dan permintaan akan kertas sangat tinggi  di China. Jadi jika Kau mau, aku akan menjual kertas kami kepada kalian. Aku bisa meminta harga yang lebih tinggi, tapi mengingat hubungan masa lalu kita, aku akan menyelesaikannya dengan harga tadi.

Buyo-Sun mengawasi transaksi ini dengan diam.

Kemudian

Aja: Dengan kualitas seperti ini, kertas-kertas kita bisa dijual tidak hanya keChina, tetapi juga ke Shilla, Ko-Kuryo, Jepang dan negara-negara jauh lainnya. Jadi, kita perlu membuat banyak kertas-kertas ini. (Kepada-ayah mertuanya.) Tuan Chilryo, bangunkan aku sebuah pabrik kertas!

Chilryo: Ya, Tuanku Pangeran.

Aja: Ini harus menjadi skala besar.

Chilryo: Ya. (Sun pergi)

Aja: (Setelah melihat sepupunya pergi.) Ayah mertua, Kau menyadari betapa pentingnya hal ini, bukan?

Chilryo: Tentu saja. Ini adalah metode yang Jenderal gunakan untuk mendapatkan dukungan dari semua gubernur.

Aja: Ya. Hasil sebenarnya yang harus kita dapatkan dari produksi kertas ini adalah meningkatnya kekuasaan kita!

Chilryo: Aku akan memastikan bahwa kau akan mendapatkan  keuntungan besar melalui ini!

Baekmoo: Tidak hanya manfaat keuangan. Jika kita membangun pabrik skala besar untuk pembuatan kertas, kita perlu memiliki prajurit disanauntuk menjaga pabrik dari pencurian teknik dan barang.

Chilryo: Itu benar.

Baekmoo: Jadi kita dapat melatih dan meningkatkan pasukan disanadengan dalih itu.

Aja: Supaya semua itu bisa berhasil, kita perlu untuk membangun sebuah pabrik yang bisa lolos dari mata mereka yang waspada. (Kepada Baekmoo.) Panggil Guru Mokrasu!

Baekmoo: Baik!

RUANGAN SUN

Haedoju: Apa yang terjadi?

Sun: Segala sesuatunya telah bekerja menurut rencana dari Pangeran Aja.

Haedoju: Kita perlu merencanakan sesuatu. Meskipun Tuan Chilryo adalah satu-satunya bangsawan yang mendukung pangeran sekarang, jika ada bangsawan lainnya berpihak kepadanya … itu  akan menjadi ancaman yang lebih besar daripada Mokrasu menjadi Direktur Akademi.

Sun: …

Haedoju: Jika mereka mulai mendapatkan harta dan kekuatan tentara …

Sun: Kami tidak bisa membiarkan itu. Kita harus menemukan suatu cara.

Wooyung: (Berjalan masuk) Aku rasa ada caranya!

Sun: Apa maksudmu?

Heukjipyung: Hal lucu terjadi di Akademi.

RUANGAN AJA

Aja: Apa? Bagaimana itu bisa terjadi? Bagaimana?

Baekmoo: …

Aja: Aku sudah tahu itu. Tapi Sun bisa menggunakan ini terhadap kita … Siapa yang sebenarnya telah melakukan itu? Siapa?

RUANGAN SUN

Wooyung: Namanya Sataek-Giroo.

Sun: Sataek-Giroo?

Wooyung: Ya. Dia satu-satunya dari Hanuelchae yang menjadi ilmuwan. Yang berarti Guru Mokrasu mempercayainya.

Sun: Mokrasu mengangkat serigala di tengah-tengah dombanya?

Wooyung: Ya …

Sun: Itu lucu.

Haedoju: Jika itu terjadi, Kau harus menginterogasi orang-orang Hanuelchae segera. Mengapa kamu justru datang ke sini?

Sun: Aku pikir untuk memberikan dia waktu untuk mendapatkan pendukung.

Wooyung: Ya. Orang-orang Hanuelchae sangat bersatu.

Sun: Kita akan menonton drama yang bagus segera.

TEMPAT SUNHWA

Sunhwa: Apa? Kim Doham memberitahu mereka tentang Seodong-Gong dan aku?

Sochoong: Ya.

Sunhwa: Bagaimana dengan Seodong -Gong? Apa yang terjadi padanya?

Sochoong: Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti, tapi aku pikir dia masih belum ditangkap.

Sunhwa: Aku harus memanggil Kim Doham. Antar suratku padanya/

Sochoong: Apa yang akan Kau lakukan? Dia tidak sendirian sekarang.

Sunhwa: Aku harus memohon padanya. Jika itu bisa menenangkan dia … aku harus memohon kepadanya …

Sochoong: Aku tidak berpikir itu akan bekerja.

Sunhwa: Tapi aku harus mencobanya …

DI AKADEMI

Woosoo: Giroo …

Giroo: Apa? Apakah Kau juga akan mengutuk aku?

Woosoo: Ibu Mojin memberi kita perintah. Jika kita diinterogasi, dia mengatakan kepada kami untuk mengatakan bahwa itu adalah kisah sebenarnya.

Giroo: Apakah Kau akan melakukannya?

Woosoo: Aku tidak tahu … Sejujurnya, aku tidak bisa benar-benar memahami Kau.

Giroo: Apakah yang Kau inginkan. Aku tidak peduli.

Anak laki-laki: (Memasuki ruangan) Apakah Kau Guru Giroo?

Giroo: Ya.

Boy: Menyerahkansuratkepadanya) Seseorang meminta aku untuk memberikan ini.

Suara Sunhwa: Aku ingin melihat Kau di lokasi yang sama.

Giroo berjalan keluar …

Woosoo: Giroo …

Jang: Giroo! Tolong, bicara padaku! (Giroo pergi sehingga Jang bertanya Woosoo.) Kemana dia pergi?

Woosoo: (dengan nada tawar) Aku tidak tahu. Begitu ia menerimasurat, dia pergi.

Jang: Sebuahsurat?

Woosoo: Ya.

Jang: Dari siapa?

Woosoo: (merasa terganggu) Bagaimana aku bisa tahu? (Dia meninggalkan Jang) (Andy: Dasar Woosoo ga inget kalo dia bisa kembali dan diterima dengan baik di Akademi karena usaha Jang)

Jang: (Kepada dirinya sendiri) Dia tidak tahu siapa pun di sini. Apakah sesuatu terjadi pada dirinya dalam perjalanan kekotaasalnya?

DI TEMPAT YANG DIJANJIKAN

Jang mengikuti Giroo dari belakang. Giroo pergi ke tempat ia menunggu semalam untuk Sunhwa. Jang mengawai dia dari persembunyiannya.

Sunhwa mendekat, siap untuk bertemu Giroo, tapi Sochoong menghentikannya.

Sochoong: Tuanku Puteri! Lihat kesana…

Sunhwa melihat Jang, dan matanya menjadi berlinang air mata. Tubuhnya secara otomatis menuju ke arahnya, tapi Sochoong menghentikanya.

Sochoong: Dia tidak akan melihatmu. (Air mata jatuh dari mata Sunhwa’)

Suara hati Jang: ( Mengawasi Giroo dari balik pohon) Mengapa dia melakukan ini? Giroo! Mengapa?

Giroo: Ayolah. Jika ini benar kau setidaknya datanglah sekarang …

Sunhwa melihat Giroo.

Suara Sunhwa: Apa yang dapat aku lakukan sekarang, Doham-Gong?

Dia melihat Jang.

Suara Sunhwa: Apa yang harus aku lakukan, Seodong-Gong?

Sunhwa melihat kedua orang itu, dari punggung yang satu ke punggung yang lain, tak mampu berbuat apa-apa.

Giroo: (Menaikkan suaranya.) Ini adalah kesempatan terakhirmu! Sudah berakhir! Ini benar-benar berakhir sekarang! Ini adalah kesempatan terakhirmu … (Dia meninggalkan tempat itu.)

Sementara itu

Chogee: Apakah Kau akan berbicara dengannya?

Sunhwa: (Kepada Sochoong) Temukan semua yang Kau ketahui tentang hal ini. Jika Doham memberitahu mereka tentang kita, ini bukan hal kecil. Jadi, pergi dan carilah tahu!

Bomyung: Kenapa? Tak bisakah kau bertemu dengannya?

Sunhwa: …

AKADEMI TAEHAKSA

Giroo memasuki Akademi diikuti oleh Jang.

Ataek: Darimana saja kalian berdua? Giroo, ikuti aku. Jang, ikuti Dojang.

Jang: Apa yang terjadi?

Dojang: Kau tidak perlu tahu. Ikuti saja aku.

Selanjutnya

Jang: (Masuk ke ruangan) Guru …

Mokrasu: Mereka ingin menjaga kita di sini sementara mereka menginterogasi orang Hanuelchae.

Kemudian

Orang-orang Hanuelchae berkumpul. Giroo datang untuk bergabung dengan mereka, Ataek menyusul. Wooyung mulai interogasi sementara Buyo-Sun mengawasinya dari kejauhan.

Wooyung: Kalian semua tahu mengapa aku sudah memanggil kalian di sini. Menurut Guru Sataek-Giroo,  Pengrajin Jang berhubungan dengan seorang wanita Shilla dan Guru Mokrasu membantu mereka melarikan diri. Apakah itu benar? (Kepada Mojin.) Apakah benar?

Mojin: Tidak.

Wooyung: (Kepada Gomo) Apakah itu benar-benar palsu?

Gomo: Ya, itu palsu.

Wooyung: (Menunjuk pada Bumro.) Kau! Apakah itu benar?

Bumro: Siapa, aku? Tentu saja tidak! Aku tidak tahu mengapa Guru Sataek-Giroo mengatakan itu, tapi dia mengeluarkannya dari pikirannya! Kenapa dia mengatakan seperti itu?

Dia bertanya Maekdosu, Gooksoo, Eunjin, Asoji, Goyiso, Juriyeong, dan mereka semua menyangkal fakta.

Dia lalu menunjuk pada Woosoo. Dia melihat Giroo, berhenti sejenak. Kemudian, dia enggan menolak fakta. “Ini palsu.”

Wooyung: (Melihat marah pada Giroo) Dapatkah Kau percaya apa yang bajingan ini lakukan?! Aku tidak mau percaya ini, tapi Kau telah salah menuduh Guru Mokrasu! Cabut gelarnya dan bawa Sataek-Giroo ke ruang bawah tanah!

Setiap orang merasa tidak enak bagi Giroo karena sekarang ia ditangkap. Mata Wooyung dan Sun bertemu, bertukar pandang tahu sama tahu.

Wooyung: (Kepada para pengawal) Bawa Guru Mokrasu kemari.

Ataek: Kau bisa keluar sekarang.

Jang dan Mokrasu saling memandang.

Ataek: Orang-orang Hanuelchae menunjuk Sataek-Giroo sebagai pendusta itu. Jadi Kau bisa keluar sekarang.

DI LUAR

Jang dan Mokrasu melihat Giroo ditangkap. Mereka pergi bergabung dengan orang-orang Hanuelchae lainnya.

Wooyung: Aku pikir Guru Sataek-Giroo punya niat jahat terhadap Kau. Jadi sekarang, kita akan menetapkan hari lain untuk kembali memilih Direktur baru. (Dia meninggalkan mereka.)

Semua orang diam, sambil memikirkan Giroo …

RUANGAN AJA

Baekmoo: Kau tidak perlu pergi ke Akademi.

Aja: Mengapa?

Baekmoo: Setiap orang dari orang-orang Hanuelchae menyangkal fakta sehingga pemeriksaan dihentikan.

Aja: Benarkah?

Baekmoo: Ya!

Giroo melihat pangeran dan diamembungkuk. Setelah sang pangeran berjalan pergi, Giroo berbicara kepada salah satu penjaga penjara.

Giroo: Aku ingin bertemu dengan Jenderal

Pengawal: Apa yang kau katakan? Kau sudah ditangkap!

Sun: Aku yakin dia ingin melihat aku sekarang. Mari kita pergi kesana.

RUANGAN SUN

Sun: Namanya Sataek-Giroo?

Heukjipyung: Ya.

Sun: Bawa dia ke rumahku.

Pengawal: (Menunjuk pada Giroo) Orang ini tetap bersikeras bahwa Jenderal ingin berbicara padanya …

Sun: Apakah Kau melakukan ini dalam rangka untuk mendapatkan bantuan aku?

Giroo: Tidak juga. Tapi aku tahu bahwa itu akan berakhir seperti ini.

Sun: Kau tahu aku akan mencari kau?

Giroo: Ya.

Sun: Apakah ada sesuatu yang ingin kau beritahukan padaku? Apa ada  yang Kau inginkan dari aku?

Giroo: Ya.

Sun: Apa itu?

Giroo: Hancurkan Shilla!

Sun: Shilla?

Giroo: Dan setelah menghancurkannya, berikan Shilla padaku.

Sun: Kamu ingin aku memberikan Shilla kepada Kau?

Giroo: Jika Kau akan melakukan itu, aku akan melakukan yang terbaik dan membantu Kau duduk di atas takhta.

Sun: Mengapa aku harus percaya padamu?

Giroo: Aku akan menunjukkannya kepada Kau mulai sekarang.

TEMPAT SUNHWA

Sochoong: Tak seorang pun di Hanuelchae berbicara, sehingga kasus itu dibatalkan.

Sunhwa: Betapa beruntungnya!

Chogee: Ya, sangat beruntung!

Bomyung: Bagaimana Doham-Gong? Bagaimana dia?

Sochoong: Itu …

Sunhwa: Mengapa? Aap sesuatu terjadi padanya?

Sochoong: Gelar Guru diambil dari dia dan ia ditangkap.

Sunhwa: Apa? Giroo dalam bahaya sekarang?

Sochoong: …

Sunhwa: Mengapa hal ini terjadi satu demi satu? Ini seluruhnya kesalahanku!

Bomyung: Tuanku Puteri! Kau harus pergi dari sini dengan Doham-Gong!

Chogee: Tidak bisa! Bagaimana perasaanmu untuk Seodong-Gong?

Bomyung: Bahkan jika Yang Mulia mengambil gelarmu sebagai seorang puteri, kau masih seorang puteri dari Shilla. Kau harus bertindak sesuai dengan itu!

Sunhwa: Aku tidak ingin menjadi seorang puteri! Aku juga tidak ingin menjadi seorang wanita Shilla! Aku hanya seorang wanita yang jatuh cinta … Tapi semua orang kenapa menyuruhku untuk mengikuti begitu banyak undang-undang dan peraturan?! Tidak bisakah kau mengerti hatiku?  Tidakkah seorang pun memahami tindakan aku?

Tidak ada satu jawaban.

Sunhwa: Jika Kau tidak bisa, Kau harus meninggalkan aku. Semua dari Kau, tinggalkan aku! (Dia menangis terisak-isak.)

Kemudian

Sochoong: Sebenarnya … aku melihat tiga pengawal raja kita di dekat Akademi. Aku takut mereka datang ke sini mencarimu.

Sunhwa: Apakah Kau memberitahu mereka di mana aku?

Sochoong: Tidak.

Sunhwa: Mengapa?

Sochoong: Kau belum memutuskan apa yang akan kau lakukan, Tuanku Puteri.

Sunhwa: …

Sochoong: Apa pun yang Kau putuskan, aku akan mengikutimu. Namun, aku takut jika Kau memutuskan sekarang … kau akan menyesal nanti.

Aku sudah mengenal dirimu sejak Kau masih kecil. Kau tak pernah membiarkan keadaan mendikte tindakanmu, dan Kau selalu sangat yakin dalam segala hal yang Kau lakukan. Aku tidak berpikir kini saatnya bagi Kau untuk memutuskan apa yang harus dilakukan … Kau perlu sedikit waktu lagi bagimu untuk berpikir.

Bahkan jika Kau bertemu Jang lagi, Kau tidak bisa bertemu dengannya seperti ini.

AKADEMI TAEHAKSA

Woosoo: (Berteriak ke Jang) Itu benar! Memang benar bahwa Kau berhubungan dengan wanita Shilla! Tapi kenapa Giroo yang ditangkap?

Bumro:  Abaikan dulu Jang,  apa yang akan terjadi kepada Guru Mokrasu kemudian?

Woosoo: Apapun yang terjadi padanya … Apakah masuk akal bahwa seseorang yang berbicara kebenaran akan ditangkap?

Maekdosu: Namun, perilaku Giroo’s mengejutkan. Aku ingin tahu apa alasan sejati di balik ini.

Woosoo: Alasan di balik ini? Semua yang Giroo katakan itu benar! Jang bahkan membangun sebuah tungku bata untuk orang Shilla … Kesetiaannya tidak bisa dipastikan!!

Eunjin: (Masuk ke ruangan.) Hei! Kau sinting! Bagaimana bisa Kau katakan seperti itu pada Jang!

Woosoo: Apakah aku salah?

Eunjin: Bisakah orang yang seperti kau tuduhkan menyembuhkan Raja dari sakitnya dan menjadi pahlawan perang? Hal-hal ini saja seharusnya memberitahumu bahwa Jang seratus kali … tidak, seribu kali lebih setia daripada Giroo! Giroolah pengkhianat di sini!

Woosoo: Apa? Pengkhianat? Bagaimana hal ini menjadi pengkhianatan? Bagaimana?

Eunjin: Jika hal ini bukan pengkhianatan, apa itu?

Woosoo: Ini bukan pengkhianatan!

Eunjin: Lalu apa? Kau katakan padaku! Kalau begitu apakah Jang mengkhianati kita?

Woosoo: Jang adalah orang yang salah, bukan Giroo!

Eunjin: Bagaimana kita bisa berada di sini jika bukan karena Jang?

Maekdosu: Jendela akan rusak! Berbicaralah dengan suara rendah!

Woosoo: Mengapa Giroo membayar untuk kesalahan Jang?

Eunjin: Karena Giroo mengkhianati kita!

Woosoo: Ini bukan Giroo yang mengkhianati kita, tetapi Jang lah yang salah!

Eunjin: Giroo mengkhianati kita!

DI LUAR

Mojin: (Kepada Mokrasu.) Apa alasan masuk akal bagi kita untuk menghentikan Woosoo? Aku juga setuju dengan apa yang telah Giroo katakan. Jadi bagaimana aku bisa menghentikannya?  Kau selalu begitu pragmatis. Mengapa kau begitu lemah setiap kali ada hal yang bersangkutan dengan Jang? Pada akhirnya, kau terluka karena Jang. Nama Kau sedang ternoda karena Jang! Tinggalkan Jang … Sebenarnya, tinggalkanlah Yungamo.

Mokrasu: …

Mojin: Ini adalah  terakhir kali aku memintamu ini. Jika lain kali hal seperti ini terjadi, aku akan meninggalkan engkau. (Dia meninggalkan Mokrasu.)

Jang: (Masuk ke dalam ruangan) Aku sudah menghancurkan kekuatan yang Kau begitu tekun membangunnya …

Mokrasu: Jangan berpikir seperti itu.

Jang: Sangat mudah bagi aku untuk mengakui dan meninggalkan Akademi. Namun bagi Kau, Guru,  aku …

Mokrasu: Itu mudah bagi aku juga. Tapi aku benar-benar ingin tahu mengapa Giroo berubah begitu tiba-tiba.

Jang: Aku juga. Sebenarnya, aku harus mencari tahu alasannya …

Sementara itu

Giroo berpikir …

Sunhwa berpikir …

Jang berpikir …

Sunhwa memutuskan untuk pergi ke pelabuhan daerah di  Sangdaepo  sampai dia mampu berdiri sendiri dan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Dia ingin membuka usaha dagang disana.

Sementara itu

Pengawal: Apa yang Kau inginkan?

Jang: Aku datang untuk melihat pengrajin dari Akademi, Sataek-Giroo.

Pengawal: Kau tidak bisa melihatnya sekarang.

Jang: Aku akan cepat.

Pengawal: Cepat atau tidak, kau tidak bisa menemuinya sekarang.

Jang: Dia tidak melakukan kejahatan, dan putusan itu belum diputuskan sejak dia datang ke sini kemarin. Biarkan aku melihatnya.

Pengawal: Kemarin? Tidak ada yang ditangkap kemarin.

Jang: Periksa daftar tahanan. Aku yakin Kau akan menemukan nama Sataek-Giroosana.

Pengawal: (Mengecek) Tidak ada.

Jang: Aku melihat penjaga menangkap dia dan membawa dia ke sini. Bagaimana dia tidak ada di sini?

Pengawal: (kepada penjaga yang lain) Apakah Kau menangkap seseorang dengan nama Sataek-Giroo kemarin?

Pengawal 2: Sataek-Giroo dari Akademi?

Jang: Ya.

Pengawal 2: Aku menangkap dia tapi kemudian aku membawanya ke rumah jenderal.

Jang: Apa? ke rumah jenderal?

DI LUAR KEDIAMAN SUN

Jang ingat …

Moksuk: Apakah Kau memberikan kalung permata ke ibuku?

Sun: Kau tahu kalung permata itu?

Moksuk: Aku mendengar ayahku memberikan kalung itu padaku.

Tiba-tiba, Heukjipyung meraih pedangnya dan membunuh Moksuk.

Sopal: (Berjalan keluar dari rumah jenderal.) Wow! Bukankah ini Jang?

Jang: Apa yang Kau lakukan di sini?

Sopal: Ini rumahku!

Jang: Apa?

Sopal: aku katakan tentang situasi aku, tetapi Kau tidak peduli. Jadi aku mengambil keputusan sendirii.

Jang: Ah … Maaf … Aku begitu sibuk …

Sopal: Aku memohon padanya untuk memberi makan padaku sampai aku mati! Orang-orang di sini mungkin jahati, tapi mereka sangat kaya!

Suara Pria: Sopal! Sopal!

Sopal: Aku di sini! Di luar pintu masuk utama!

Pria: (mendatangi mereka) Siapa dia? (Jang melihat ke bawah untuk menyembunyikan wajahnya.)

Sopal: Dia temanku saat perang. Aku sudah katakan sebelumnya … bagaimana kita akhirnya diselamatkan Buyo-Sun.

Man: Benarkah? (Melihat Jang.) Kau tampak akrab.

Jang: Ah ya! Aku dari Akademi, jadi aku sering berada di sekitar sini sebelumnya untuk beberapa tugas.

Pria: Benarkah?

Sopal: Dia seorang pengrajin!

Pria: Cepat sapu! Dan jangan sampai ditegur lagi oleh wanita itu! (Dia meninggalkan mereka.)

Jang: (Kepada  Sopal) Temanku ada di dalam. Bisakah Kau mencari tahu mengapa dia datang?

Sopal: Tentu saja! Tunggu aku di sini. (Ia berjalan ke dalam saat Giroo berjalan keluar.)

Jang: Giroo!

Giroo: …

Jang: Apa yang terjadi? Apakah Kau mendapat masalah?

Sun berjalan keluar, Giroo dan Jang memberi hormat kepadanya. Sun melihat Jang.

Giroo: Mari kita pergi. Masalahnya akan segera terpecahkan.

Sun: Itu benar.

Jang: (Mengikuti) Giroo! Apakah ini? Alasan Kau menjual Guru Mokrasu dan aku adalah untuk mendapatkan perkenan dari Buyo-Sun?

Giroo: Ya.

Jang: … Membuat sebuah adegan penangkapan palsu untuk mendapatkan simpati dari Hanuelchae?

Giroo: Ya.

Jang: Mengapa?!

Giroo: Aku sudah bilang. Aku tidak setuju dengan cara Guru Mokrasu dan Kau berpikir. Aku suka jalan pikiran dari Jenderal Buyo-Sun. Sama seperti Kau mengikuti Pangeran Aja, aku mengikuti orang yang paling setuju dengan pikiran dan perasaanku.

Jang: Kau bertanya padaku sebelumnya jika kita adalah sama atau berbeda. Bahwa jika kita sudah bertemu akankah berbeda, akankah kita menjadi teman atau musuh?

Giroo: Itu benar. Kita akan bertemu sekarang sebagai musuh.

Jang: …

Giroo: Karena kita berbeda.

Jang: Berbeda?

Giroo: Kau telah meninggalkan tujuan pribadi dirimu dan Kau telah mengubah tujuanmu karena cinta. Sedangkan aku, aku akan meninggalkan cinta dan mengubahnya agar sesuai tujuan aku!

Dengan cara yang sama, Kau bisa meninggalkan tujuan pribadi Kau dan mengubah mereka demi rakyat. Tapi aku akan meninggalkan dan mengubah orang untuk sesuai dengan tujuan aku! Bukankah aku memberikan alasan yang cukup bagi kita untuk menjadi musuh?

Jang: Sejak kapan … Sejak kapan kita menjadi begitu berubah? Sejak kapan?

Giroo: Sejak hari aku menyelamatkan kau. (Dia meninggalkan Jang.)

Selanjutnya

Suara hati Giroo: Jika aku meninggalkan Kau saat itu, aku tidak akan sejauh ini … aku menyesal ini, aku sungguh menyesali ini. Seharusnya aku meninggalkan Kau supaya aku mendapatkan  cintaku dan tujuanku.

Suara hati Jang: Dia bisa meninggalkan orang-orang untuk tujuannya? Bukankah tujuan dapat lahir karena orang?

AKADEMI

Orang-orang datang untuk menjemput Mokrasu.

Jang: (Masuk ruangan) Guru! Giroo tidak ditahan! Dia bekerja untuk Jenderal sekarang!

Giroo: (Menyusul masuk) Aku tidak berpikir kita akan memiliki kesempatan bagi kita untuk menjadi musuh dalam waktu lama.

Mokrasu: Aku berharap ini tidak benar. Aku berharap bahwa Kau tidak menggunakan kasih orang-orang Hanuelchae yang dilimpahkan kepadamu … Aku tidak akan mengampuni Kau. Kau telah mengembalikan kepercayaan dari teman-teman Kau dengan penipuan dan mematahkan semua kepantasan manusia. Aku tidak akan memaafkanmu.

Baik Mokrasu dan Jang dibawa  pergi untuk melihat Wooyung.

DI RUANGAN WOOYUNG

Wooyoung: Aku pikir Kau berada di atas cela, Guru. Tapi melihat bagaimana Kau berbohong, Aku menerka Kau masih mendambakan posisi Direktur.

Sebenarnya, aku berharap Kau berbicara kebenaran ketika Kau melihat Guru Giroo ditangkap. Bahkan jika Kau tidak menyukainya sekarang, kau terbiasa mendidiknya. Dan aku berpikir bahwa Kau tidak akan membiarkan orang-orang Hanuelchae terbagi seperti ini.

Aku kecewa.

Mokrasu: …

Jang: …

Wooyung: (Menunjukkan pada Mokrasu satu set dokumen) Ini adalahsuratpengakuan yang ditulis oleh beberapa anggota  Hanuelchae. Apakah Kau terus menolak faktanya?

Mokrasu: …

Jang: …

Wooyung: Kau berdua akan diturunkan dari posisi mu sekarang, dan Kau harus bekerja di luar Academy.

Mokrasu mendesah lega.

Wooyung: Tempat Kau harus pergi adalah Soyundo!

Mokrasu terlihat ngeri, sementara Jang tidak mengerti di mana itu.

HANEULCHAE

Mojin: Soyundo?

Eunjin: Mengapa? Dimana itu?

Bumro: Benar. Itulah salah satu lokasi orang-orang dari Akademi harus bekerja. Mungkinkah sangat buruk?

Gomo dan Maekdosu mendesah …

Mojin: Tuhan, kasihanilah mereka!

Eunjin: Mengapa kamu seperti itu? Apa yang harus Kau lakukan di Soyundo?

Maekdosu: Tidak ada yang khusus. Itu sebuah pulau kaya tiram dan jamur, sehingga Kau harus mengumpulkan banyak dari mereka bagi keuangan kerajaan. Pulau ini kaya akan mineral, jadi kau harus mengumpulkan mereka juga. Laut kaya hewan laut, jadi kau harus memancing ikan untuk Istana Raja …

Eunjin: Lalu apa yang salah? Itu adalah hal-hal dasar setiap orang harus lakukan ketika dikirim  bekerja.

Bumro: Tepat. pekerjaan konstruksi bisa sekuat hal-hal seperti itu.

Mojin: Apa yang bisa kita lakukan?

Gomo: Bisakah kita mencegah hal ini entah bagaimana?

Eunjin: Beritahu kami! Tempat macam apa itu?

Maekdosu: Hanya para pembunuh yang dikirim kesana.

Eunjin: Apa?

Maekdosu: Orang-orang di bawah pengawasan mereka adalah para pembunuh terampil.

Bumro: Jadi?

Maekdosu: Setengah dari orang mati karena mabuk laut dalam perjalanan ke pulau itu. Dan separuh lainnya mati dibunuh oleh budak disana. Adasebuah legenda kalau ada seseorang yang tidak tewas  seperti itu menjadi pimpinan bajak laut, tapi  wajahnya tak dikenali.

Eunjin: Apa?

Bumro: Benarkah?

Maekdosu: Itu sebabnya orang menyebutnya sebagai ‘pulau tidak kembali, ‘Sarindo’ bukan Soyundo. (Sarin artinya bunuh)

Eunjin: Ya Tuhan! Ya Tuhan! Bagaimana mungkin Jang pergi kesana? Tidak! (Dia berlari keluar)

Bumro: Itu tidak masuk akal … Tidak!

Selanjutnya

Eunjin: (Berdiri di depan Woosoo) Kau melakukannya, bukan?

Woosoo: Apa?

Eunjin: Kau menulis surat pengakuan.

Woosoo: Aku tidak melakukan sesuatu yang salah. Kebenaran harus diungkap.

Eunjin: Apakah Kau tahu apa yang akan terjadi kepada Guru Mokrasu dan Jang karena kamu? Mereka akan pergi ke suatu tempat yang disebut pulau tidak kembali, Soyundo atau Sarindo! Bisakah Kau melanjutkan hidup setelah melakukan hal ini? Bisakah Kau?!

Woosoo: Jika aku tidak … Jika aku tidak melakukan ini … Giroo mungkin telah dikirim kesanasebagai gantinya!

Eunjin: Bagaimana jika setan itu pergi kesana!

Woosoo: Siapa setan di sini? Kenapa? Jang melakukan yang salah, Giroo tidak! Giroo hanya mengatakan yang sebenarnya!

Eunjin: Apa? Kau gila! (Mereka berdua mulai menarik rambut masing-masing, berteriak menghina satu sama lain.)

Gooksoo datang untuk memisahkan mereka.

Eunjin: (Menangis) Bagaimana Kau bisa melakukan itu?

Woosoo: (Menangis) aku bisa mengatakan hal yang sama tentang Kau!

Gooksoo: Hentikan, kalian berdua! Hentikan! (Kedua gadis menangis.)

Eunjin: (Kepada Gooksoo.) Tinggalkan aku sendiri!

AKADEMI

Pengrajin 1: Apakah itu benar?

Pengrajin 2: Itu benar! Aku tidak bisa percaya pada awalnya.

Dolsae: Aku juga. Aku tidak ingin percaya. Aku berpikir bahwa jenderal kali ini menuduh Guru Mokrasu dengan tuduhan palsu karena dendam.

Pengrajin 2: Aku juga!

Dolsae: Tapi itu benar! Aku sangat kecewa! Dan aku juga kecewa pada Jang!

Pengrajin 1: Aku juga!

Sementara itu

Haedoju: Mereka harus dihukum lebih berat. Bisakah Kau terus mempercayai mereka setelah ini?

Aja: Apa maksudmu?

Gye: Fakta bahwa Mokrasu mengangkat seseorang seperti itu, dan bahwa ia mengizinkan hal ini terjadi berarti bahwa Mokrasu tidak memiliki penilaian yang jelas.

Aja: Tapi itu terjadi di Shilla! Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mencegah itu!

Haedoju: Apakah  Pangeran Mahkota ingin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan tindakan mereka? Kau harus berhati-hati siapa yang ingin kau bela sekarang …

Dia hampir menjadi Pimpinan Kepala dari Akademi. Dan pengrajin Jang membuat banyak keributan sementara ia menjadi seorang Koordinator Umum. Mereka adalah orang-orang yang kau pilih, Tuanku.

Aja: Mengapa Kau melihat hanya pada yang negatif? Mereka memiliki banyak hal untuk diberikan kredit kepada  mereka! Jang sekali menyelamatkan Buyo-Sun selama perang. Dan dia adalah orang yang membawa kita kemenangan selama perang. Bagaimana Kau meragukan kesetiaannya hanya karena ia bertemu seorang wanita Shilla? Selain itu, Kau meragukan Mokrasu karena telah memaafkan Jang.

Dia adalah orang yang memecahkan masalah dengan pasokan kertas, dan menyatukan kembali perbedaan politik yang akan  menghancurkan Akademi. Mengapa kamu membuat masalah menjadi besar seperti ini?

Haedoju: Itu sebabnya kita semua harus lebih berhati-hati. Dia bisa saja menjadi mata-mata dan  melakukan hal-hal seperti itu untuk menipu kita!

Aja: Apa?

Haedoju: “Ya Tuan, Engkau tahu betapa pentingnya kerahasiaan dari Akademi ini! Kita harus menahan setiap orang yang mencurigakan sebelum ia mengambil alih seluruh Academy.

Weeduk: …

Haedoju: Yang Mulia, Kau memberitahu kami untuk tidak menyebutkan lagi apa yang Mokrasu lakukan sebelumnya, tapi …

Weeduk: Mengapa Kau membawa itu lagi?

Haedoju: Jika ia tidak memiliki akal sehat untuk melakukan hal ini, ia bisa sangat baik menciptakan pedupaan itu sendiri!

Weeduk: Aku melarang Kau untuk berbicara tentang itu lagi! Selain itu, kita sedang berbicara tentang hubungan cinta dari seseorang yang bahkan belum berumur dua puluh tahun. Aku kagum pada segala kekhawatiranmu yang membuatnya menjadi besar dari masalah yang sangat kecil.

Haedoju: Ini tidak kecil, Yang Mulia …

Weeduk: Hentikan!

Haedoju: Yang Mulia!

Aja: Hentikan! Ini adalah perintah!

AKADEMI TAEHAKSA

Aja: Ubah keputusan Kau!

Wooyung: Apa yang baru saja Kau katakan?

Aja: Aku memberitahu Kau untuk mengubah perintah yang Kau berikan kepada Guru Mokrasu dan Jang! Bagaimana Kau bisa mengirim mereka untuk pergi ke Soyundo karena insiden kecil?

Wooyung: Aku yang bertanggung jawab atas semua penyelidikan tentang kasus ini, dan aku memiliki hak untuk memutuskan bagaimana menghakimi mereka. Bagaimana bisa  Pangeran campur tangan?

Aja: Aku mengenal mereka. Jadi, ubah keputusan Kau!

Wooyung: Apakah Kau menggunakan kekuatan Kau sebagai seorang pangeran dalam memberikan perintah kepada aku, Direktur dari Akademi? Mereka tahu aturan dari Akademi, dan putusan ini diberikan oleh aku, Pimpinan di sini. Mengapa Kau memaksaku untuk menghentikan apa  yang benar?

RUANGAN SUN

Haedoju: Pangeran Mahkota  membiarkan emosinya mempengaruhi penilaian nya. Tidakkah kamu berpikir begitu, Hajapyung? (Menoleh kepada Tuan Chilryo.)

Bansawan 1: Dia tidak seharusnya melakukan itu! Masalah ini milik Akademi!

Haedoju: Tepat.

Bansawan 2: Jika kita ceroboh seperti ini, ilmu-ilmu rahasia dari Akademi dapat dengan mudah dicuri oleh negara-negara musuh kita.

Haedoju: Itu benar. Tetapi aku diberitahu bahwa Pangeran Mahkota memerintahkan Guru Wooyung untuk mengubah putusan dia!

Bangsawan lainnya: Apa? Benarkah?

Haedoju: Itu yang aku dengar.

Bangsawan 1: Kita harus membiarkan dia tahu bagaimana perasaan para bangsawan tentang ini!

Haedoju: Hajapyung! Karena pangeran adalah anak menantumu, Kau harus mengatakan padanya untuk berpikir dengan terang.

Chilryo: …

RUANGAN AJA

Chilryo: Apa yang Kau katakan? Kau ingin aku menukar teknik pembuatan kertas untuk hidup mereka?

Aja: Mereka akan ke Soyundo. Itu tempat orang tidak akan pernah kembali darisana!

Chilryo: Kau tidak seharusnya melakukan ini! Kau tidak seharusnya!

Aja: Ayah mertua!

Chilryo: Teknik Kertas ini akan membawa kita kepada kekuasaan atas uang. Kita bisa meningkatkan tentara melalui itu. Kita tidak pernah memiliki kesempatan seperti ini untuk waktu yang lama! Kau harus meninggalkan Guru Mokrasu dan Jang … Jangan membuat kesalahan besar seperti ini hanya untuk seorang dua orang pengrajin belaka!

Aja: Sekedar pengrajin? Teknik pembuatan kertas yang berharga ini berhasil dikembangkan oleh mereka! Jika aku meninggalkan mereka, apa yang akan tersisa?

RUANGAN SUN

Sun: Segera, Pangeran Aja akan datang kepadaku untuk bertukar teknik pembuatan kertas dengan kehidupan mereka.

Heukjipyung: Aku pernah melihat dia bergumul dengan itu.

Sun: Kami berdua menyerahkan sesuatu hanya karena Mokrasu.

Heukjipyung: Namun, Jenderalku akan mendapatkan kekuasaan dalam jangka waktu yang lama melalui hal ini! (Sun tertawa.) Aku tidak pernah membayangkan Guru Giroo tiba-tiba akan muncul, membantu kita memecahkan begitu banyak masalah seperti ini!

Sun: Tepat. Ia membantu kita untuk menyingkirkan Mokrasu dan Jang yang sangat menjengkelkan, dan bahkan masalah dengan pasokan kertas.

Heukjipyung: Tetap  saja … aku tidak benar-benar menyukainya.

Sun: Mengapa? Apakah kau takut aku akan mendukung dia terlalu banyak?

Heukjipyung: Bagaimana Kau bisa bilang begitu?

Sun: Aku tahu apa maksudmu. Dia terlalu ambisius.

Heukjipyung: Ya.

Sun: Aku tidak menyukai kenyataan bahwa ia mengkhianati Mokrasu.

Heukjipyung mengangguk.

Sun: Periksa dia . Cari tahu latar belakang keluarganya dan bagaimana ia bergabung dengan orang Hanuelchae.

Heukjipyung: Ya!

Sementara itu

Aja berpikir. Lalu tiba-tiba, dia berdiri dan dia melangkah keluar dari kamarnya.

Baekmoo: (Berlari mengikutinya) Tuanku Pangeran! Kau tidak harus melakukan itu!

RUANG TAHANAN AKADEMI

Mojin: (Memasuki ruangan) aku pikir Kau akan segera dilepaskan.

Mokrasu: Apa maksudmu?

Mojin: Pangeran Mahkota bersedia menyerahkan teknik pembuatan kertas untuk menjaga Guru dan Jang tetap di Akademi.

Baik Mokrasu dan Jang tampak khawatir.

Mojin: Jadi jangan khawatir …

Mokrasu: Katakan pada Komisaris Baekmoo bahwa aku perlu berbicara dengan Pangeran Aja segera!

Mojin: Apa?

Mokrasu: Cepat!

Mojin: Baiklah …

Beberapa saat kemudian

Aja: (.Kepada Heukjipyung) Beritahu dia kalau aku di sini.

Heukjipyung: Baik. (dengan suara dalam) Jenderalku, Tuanku Pangeran ada di sini!

Suara Sun: Biarkan dia masuk!

Mojin: (Berlari kepada mereka.) Tuanku Pangeran! Guru Mokrasu ingin berbicara dengan Kau sekarang. Tapi karena dia tidak bisa datang kepadamu  …

Aja berjalan pergi, mengikuti Mojin.

Sun: (Berjalan keluar dan menemukan tempatnya kosong) Apa yang terjadi?

Heukjipyung: Aku tidak yakin. Aku pikir seseorang baru saja memanggilnya.

Sementara itu ….

Mokrasu dan Jang berdiri untuk memberi hormat kepada pangeran.

Aja: Duduklah.

Mokrasu: Tuanku Pangeran …

Jang: Maaf …

Aja: Apakah Kau memanggil aku untuk memberitahu aku tentang ini?

Mokrasu: Tidak

Aja: Lalu? Mengapa Kau meminta untuk menemuiaku?

Mokrasu: Tuanku! Kami mohon, buanglah kami!

Jang: Ya, Anda harus membuang kami!

Mokrasu: Ya, Kau harus melempar kami pergi sekarang.

Aja: Tidak, aku bersedia memberikan segalanya untuk memiliki dirimu.

Mokrasu: Aku tahu! Bagaimana mungkin aku tidak tahu hati Tuanku?

Aja: Harta benda tidak berarti apapun bagiku. Apa gunanya aku membesarkan tentara dan kekuatan yang lebih jika aku Kau tidak bersama dengan aku?

Mokrasu: Aku mengerti. Aku tidak mengatakan teknik kertas itu adalah penting. Tapi apa yang kita lakukan adalah jelas salah.Tidak peduli bagaimana Kau melihatnya, di mata semua orang, kami berlaku salah. Tuanku tidak seharusnya mencoba untuk mengampuni kami, dan apapun itu kami tidak bisa diampuni seperti itu.

Jang: …

Mokrasu: Jika Kau mencoba untuk melindungi kami setelah kami melakukan semacam kesalahan yang jelas seperti ini, Kau akan kehilangan kepercayaan dan penghormatan yang  telah Tuanku bangun selama bertahun-tahun dari semua bawahanmu.  Sama seperti seseorang adalah sumber kekuatan, kepercayaan adalah sumber kekuatan yang besar juga.

Orang-orang tahu betapa Kau peduli bagi kami. Itulah mengapa Kau harus membuang kamii! Jika Kau tidak melakukannay, orang akan berhenti mempercayai dirimu, dan masalah ini akan terus memburumu selamanya.  Adapun kami, kami akan kehilangan rasa hormat dari orang-orang di Akademi.  Hal ini tetap akan terjadi bahkan setelah menyerahkan teknik pembuatan kertas itu  …

Jadi … buanglah kami dengan dingin hati!

Aja: Kalau begitu siapa yang bersama denganku nantinya?

Mokrasu: Maaf …

Jang: …

Aja: Siapa yang akan aku yang aku bisa percaya?

Jang: Tuanku …

Mokrasu: Tuanku …

Aja: Apakah aku harus menjalani jalan ini dengan bersendirian saja sekali lagi?

Jang: “Ya Tuanku … aku akan kembali setelah menebus kejahatanku. Aku akan kembali hidup!

AKADEMI

Wooyung: “Ya Tuanku, kau datang untuk memaksa aku untuk mengubah putusan aku?

Orang-orang dari Akademi yang menyaksikan, berharap.

Aja: …

Wooyung: Jika Kau bersikeras, Tuanku …

Aja: Tidak, aku tidak akan …

Wooyung: Ya?

Aja: (Kepada semua orang) Akademi memiliki aturan sendiri dan hukum. Aku tidak boleh membiarkan perasaan pribadi aku untuk mempengaruhi itu. (Melihat Wooyung.) Jadi lakukanlah seperti yang telah kau putuskan. Kirim mereka ke Soyundo.

Semua orang terkejut.

Aja: Tarik mereka berdua dari pos yang sekarang, dan kirimkan ke Soyundo!

RUANGAN SUN

Sun: Dia memerintahkan mereka untuk dikirim ke Soyundo?

Wooyung: Ya.

Haedoju: Itu berarti dia tidak akan bertukar teknik kertas dengan kehidupan mereka.

Sun: Aku terkejut.

Wooyung: Aku juga, aku tidak mengharapkan hal ini.

Sun: Apakah ini berarti bahwa pangeran akhirnya memahami bahwa kekuatan dan gengsi jauh lebih penting daripada pengrajin sederhana?

Haedoju: Aku pikir kita akan menyelesaikan masalah dengan teknik pasokan kertas, jadi aku kecewa.

RUANG TAHANAN

Jang: Aku sangat menyesal untuk membuat Guru melewati hal ini karena aku …

Mokrasu: Kau mencintai seorang wanita Shilla, tapi aku adalah orang yang membiarkan Kau melarikan diri. Jangan merasa bersalah.

Jang: …

Mokrasu: Meskipun demikian … aku khawatir bagi orang-orang Hanuelchae sekarang …

Jang: …

Mokrasu: Aku perlu berbicara dengan Mojin dan Gomo sebelum pergi …

Wooyung: (Masuk) Kalian harus pergi sekarang.

Mokrasu:!

Jang: Larut malam begini?

Wooyung: Kau harus pergi sekarang menuju Sangdaepo jika Kau tidak ingin ketinggalan dengan kapal pagi.

Jang: Kami tidak tahu kapan kami akan kembali. Ijinkan kami mengucapkan selamat tinggal pada semua orang.

Wooyung: Tidak perlu melakukan itu. Kau harus pergi sekarang. (Kepada para penjaga yang berdiri di luar.) Masuk! Bawa orang-orang ke perahu yang akan membawa mereka menuju Soyundo.

Pengawal: Baik!

Jang didorong oleh para penjaga…

5 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 22

  1. aku suka style ulasannya hehehe,,, di kasih peringatan membaca, juga humor dan detail penjelasannya ,,, hehe, cuma kadang ada yang nggak aku ngerti kalimatnya>> terutama soal kata ganti,, hehe so far ga masalah si,,, gapapa ya kritik dikit,,, Maju terus,,,,pantang mundur,,

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s