Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 23

RUANG TAHANAN

Jang: Aku sangat menyesal sehingga membuat Guru mengalami masalah seperti ni karena aku …

Mokrasu: Kau mencintai seorang wanita Shilla, tapi aku adalah orang yang membiarkandirimu melarikan diri.  Jangan merasa bersalah.

Jang: …

Mokrasu: Meskipun demikian … aku khawatir bagi orang-orang Hanuelchae sekarang …

Jang: …

Mokrasu: Aku perlu berbicara dengan Mojin dan Gomo sebelum pergi …

Wooyung: (Masuk) Kalian harus pergi sekarang.

Mokrasu: .. !

Jang: Larut malam begini?

Wooyung: Kalian berdua harus pergi sekarang menuju Sangdaepo jika tidak ingin ketinggalan dengan kapal pagi.

Jang: Kami tidak tahu kapan kami akan kembali. Ijinkan kami mengucapkan selamat tinggal pada semua orang.

Wooyung: Tidak perlu melakukan itu. Kau harus pergi sekarang. (Kepada para penjaga yang berdiri di luar.) Masuk! Bawa orang-orang ke perahu yang akan membawa mereka menuju Soyundo.

Pengawal: Baik!

Jang didorong oleh para penjaga…

Pengawal membawa Mokrasu dan Jang ke Pelabuhan Sangdaepo. Wooyung dan Giroo sedang mengawasi mereka pergi.

Wooyung: Mengapa Kau mengirim mereka larut malam begini?

Giroo: Mulai sekarang, aku harus memimpin orang Hanuelchae. Ini tidak akan menguntungkan bagiku jika mereka melihat Guru mereka pergi.

Wooyung: Kau tidak ingin mereka mengingatnya?

Giroo: Tepat.

Sementara itu

Eunjin dan Bumro meneriakkan nama  Jang, berlari mengejar.

Eunjin: (Dengan sedih.) Apakah Kau benar-benar pergi? Apakah Kau benar-benar telah pergi?

Bumro: Bagaimana mereka bisa melakukan ini? Kita tidak tahu kapan ia akan kembali … dia mungkin mati di sana! Mereka bahkan tidak mengijinkan kita mengucapkan selamat tinggal!

Eunjin: (Menangis.) Sebentar lagi musim dingin tiba. Seharusnya aku mengirimnya mantel yang telah kubuat!

Bumro: (Menangis.) Jang!

Eunjin: Atau sepasang sarung tangan … aku setidaknya harus mengirim dia itu …

AKADEMI TAEHAKSA

Mojin: (Kepada  Giroo) Apakah Kau harus melakukannya sejauh ini? Apakah ini satu-satunya cara yang  bisa kau pikirkan untuk mendapatkan bantuan Buyo-Sun dan Guru Wooyung?

Giroo: Nyonya Mojin, apakah kau juga percaya itu? Bahwa aku sudah menjual guruku dan temanku, karena dibutakan oleh rasa haus akan kekuasaan?

Mojin: Bukankah begitu? Alasan apa lagi sehingga kau lakukan ini?

Giroo: Aku pergi ke Hanuelchae dalam rangka untuk mendapatkan cara balas dendam atas tertumpahnya darah orang tuaku. Namun, aku tersiksa melihat temanku  mencintai musuhku, dan melihat Guruku membiarkan hal itu terjadi. Aku teringat semua ini lebih lagi setelah aku mengunjungi kampung halaman aku baru-baru ini.

Akulah yang paling menderita sekarang. Tidak ada yang memahami aku, jadi akulah yang paling menderita! (Dia pergi)

Mojin: (Berbisik pada dirinya sendiri.) Guru! Oh Guru!

PELABUHAN SANGDAEPO

Mokrasu dan Jang dikawal oleh beberapa pengawal berjalan menuju area pelabuhan.

Pengawal: Tunggu di sini. Aku akan memeriksa waktu keberangkatan, jadi tunggu sebentar.

Jang dan Mokrasu melihat di sekitar area, yang diisi dengan banyak pedagang dan banyak orang dari seluruh dunia.

Sementara penjaga sedang memeriksa, Sunhwa berjalan di pelabuhan, diikuti oleh para pengiringnya. Mereka berjalan di belakang Jang dan Mokrasu, tetapi mereka tidak bertemu satu sama lain.

KANTOR PEMERINTAH LOKAL

Petugas:  (Membungkuk hormat) Apakah Kau seorang pedagang China?

Sunhwa: Ya, aku Jin Gakyung dari China. (Dia menunjukkan kepadanya sebuah tanda pengenal)

Petugas: (Memeriksa tanda pengenalnya) Baiklah, ikuti aku. Atasanku sedang menunggumu.

Sunhwa: Ya.

Petugas: Tapi bagaimana Kau dapat berbicara dengan bahasa kami begitu baik?

Sunhwa: Ibuku adalah seorang wanita Baekjae.

Officer: Aku mengerti. Mari ikuti aku.

PELABUHAN

Pengawal: Gelombang ini terlalu kuat, sehingga mereka tidak dapat berlayar sekarang.

Mokrasu: Apa yang akan kita lakukan?

Pengawal: Kau harus melaporkan hal ini di kantor pemerintah dan menunggu.

Mokrasu: Di mana kantornya?

Pengawal: Mari ikuti aku.

DI DEPAN SUATU BANGUNAN

Sunhwa: Ini bukan kantor pemerintah!

Petugas: bosku memintaku untuk membawa Kau ke tempat pribadinya.

Sunhwa: Benarkah?

Kemudian

Petugas: Aku membawa  mereka.

Pengurus rumah: Apakah mereka di sini?

Petugas: Ya.

Pengurus rumah: (Kepada Sunhwa) Apakah Kau pedagang dari China, Jin Gakyung?

Sunhwa: Ya.

Petugas: Aku sudah memeriksa tanda pengenalnya.

Pengurus rumah: Mari ikuti aku.

Mereka berjalan ke suatu pemukiman

Pelayan memberikan tanda dan serentak, Sunhwa dan para pengiringnya dikepung oleh banyak orang yang menodongkan senjata kepada mereka.

Sunhwa: Apa yang Kau pikir kau lakukan?! Aku seorang pedagang China! Aku datang ke sini karena aparat ingin melihat aku!

Pengurus rumah: Kawal mereka masuk!

Pria: Ya! (Mereka mengambil pedang Sochoong dan menggiringnya  pergi, dan mereka mengunci mereka di dalam suatu ruangan.)

Pengurus rumah: Mana bos kita?

Petugas gadungan: Dia akan berada di sini segera.

Pengurus rumah: Baiklah. Awasi dengan seksama. Orang itu tampaknya seorang petarung yang  sangat terlatih.

Petugas: Baik!

DI RUANGAN TAHANAN

Bomyung: Apa yang terjadi?

Chogee: Ya Ampun! Aku takut kalau mereka menemukan tanda pengenal kita sebenarnya palsu!

Bomyung: Ya, aku pikir begitu juga.

Sunhwa: Mungkin begitu. Tapi aku tidak berpikir rumah ini milik petugas pemerintah.

Sochoong: Ya, ini tampak seperti rumah pedagang.

Chogee: Kau mengatakan mereka tidak akan menemukan kepalsuan kita!Apa yang bisa kita lakukan sekarang?

Sunhwa: …

KANTOR PEMERINTAHAN

Administrator: Apakah Kau teknisi baru yang dikirim dari Akademi ke Soyundo?

Mokrasu: Ya.

Administrator: Apa kejahatan yang telah Kau dilakukan? Pokoknya kau datang pada saat yang tepat. Mari kita pergi ke rumah perdagangan.

Mokrasu: Apa yang akan kita lakukan di sana?

Administrator: Kita harus membeli barang-barang yang ada untuk dikirim ke Soyundo. Kau dari Akademi, jadi kau seharusnya pandai dalam memeriksa barang-barang itu. Kau harus membeli barang-barang itu dan mengirimkannya ke kapal. Mari kita pergi!

KEDIAMAN BUYO-SUN

Buyo-Sun sedang mengundang Giroo minum di rumahnya.

Sun: Kau sudah menjadi berkah tak terduga bagi aku. Kau membantu aku menyingkirkan dua orang yang paling sulit dihadapi. Mari kita jujur sekarang. Mokrasu telah mendidikmu selama lima belas tahun. Dan Jang adalah teman Kau selama lima belas tahun. Mengapa kamu mengkhianati mereka?

Giroo: Aku membenci Jang dari dasar hatiku!

Sun: Ha ha. Dasar hatimu? Aku tidak tahu apa yang terjadi antara Kalianberdua, tapi aku pikir aku bisa menerkanya. Itu pasti karena Guru Mokrasu.

Giroo: …

Sun: Pangeran Aja dan aku mengambil Kelas untuk anak-anak bangsawan dan bersama-sama sejak kita masih kecil. Guru Mokrasu selalu memuji segala sesuatu mengenai pangeran itu, mengatakan bahwa ia memiliki kualitas raja-raja. Tapi dia tidak setuju dengan apapun yang aku lakukan.

(dengan nada menghina) Kualitas raja? Semua yang ia lakukan adalah munafik, membenrkan dirisendiri  dan tak dapat mengambil keputusan yang tepat!

Goroo: Jenderal. Aku mendengar dari Guru Wooyung kalau kau ingin mendapatkan teknik pembuatan kertas?

Sun: Itu benar.

Giroo: Ada sebuah cara!

Sun: Sebuah cara?

Giroo: Gunakan taktik yang sama yang mereka gunakan.

Sun: Taktik yang sama?

KEDIAMAN AJA

Chilryo: Aku telah menemukan sebuah lokasi rahasia untuk membangun sebuah pabrik kertas.

Aja: Benarkah?

Chilryo: Ya. Kita akan mulai dari sini. Kita masih memiliki hak untuk industri tekstil. Jadi sekarang setelah kita memiliki hak untuk membuat kertas, tidak ada yang bisa menghentikan kita  untuk meningkatkan kekuatan kita.

Baekmoo: Jika kita mulai membangun kekuatan seperti ini, banyak Gubernur akan mulai mendukung kita.

Aja: Kita harus membuat rencana  ini berhasil. Aku telah menukar Mokrasu dan Jang untuk ini, jadi kita harus menyukseskan rencana ini!

RUANGAN SUN

Sun: Itu benar! Kita bisa melakukannya!

Giroo: Tidak ada yang menyamai bakat Guru Mokrasu. Hal yang sama dapat kita katakan dengan Jang. Mereka tidak akan mengecewakan kita!

Sun: Baiklah … (Dia memanggil Heukjipyung) Sudahkah Kau mendengarnya? Segera kirim pesan mendesak untuk Mokrasu!

KANTOR PEMERINTAH LOKAL

Administrator: Setelah laut tenang, teknisi ini akan pergi ke Soyundo. ia akan menunjukkan barang-barang yang akan kita beli dan akan dikirim ke sana!

Pengurus Rumah: Ya. Dengan cara ini … (Mokrasu mulai memeriksa barang-barang) Semuanya kualitas yang hebat! Periksalah barang-barang ini! (Jang juga memeriksanya) Apa yang telah Kau lakukan sehingga dikirim ke Soyundo? sayang sekali!

Administrator: Mana juraganmu? Kau seharusnya menawarkan minuman kepada para penjaga …

Steward: Aku minta maaf! Atasanku sedang sibuk sekarang. Silakan, lewat sini. Aku akan menyiapkan jamuan yang hebat  untukmu!

KEDIAMAN DAEJANG

Daejang: Aku bilang, aku tidak tahu siapa pedagang Jin itu!

Orang-orang yang membawa Daejang tidak menggubrisnya, ia didorong masuk ke dalam ruangan, dan pintu dikunci dari luar.  Daejang mulai menggedor pintu,. Menuntut supaya dirinya dibebaskan

Daejang:  Aku bilang, aku tidak tahu siapa itu pedagang China Jin Gunsoo dan Jin Gakyung! Aku tidak mengenal mereka dan aku tidak ada hubungannya dengan mereka!

Chogee: (Berbisik kepada Sunhwa) Apakah ini berarti bahwa kita terkunci di sini … bukan karena tanda pengenal palsu tapi …

Bomyung: Diam!

Daejang: (Melihat mereka.) Siapa pedagang Cina Jin Gakyung? Siapa?

Sunhwa: Aku …

Daejang: Kau!

Sochoong: Mengapa Kau bertanya?

Daejang: Sebenarnya, beberapa orang berencana untuk membunuh para pedagang China  Jin Gunsoo dan Jin Gakyung.

Chogee: Apa?

Sunhwa: Mengapa?

Daejang: Aku tidak tahu. Tapi aku datang ke sini untuk melindungimu.

Chogee: Benarkah? Apakah itu berarti kita akan dibebaskan segera?

Daejang: Ya. bawahanku ada di luar, jadi dia akan membuka pintu pada waktu yang tepat.

Chogee: Kita selamat!

Sunhwa: …

Daejang: Tapi, mana pedagang Jin Gunsoo? Aku pikir dia berlayar di perahu yang sama dengan Kau. Kenapa dia tidak ikut dengan Kau?

Sunhwa: …

Daejang: Aku perlu tahu di mana dia adalah untuk melindungi dirinya. Di mana pedagang Jin Gunsoo?

Chogee: (Kepada Sunhwa) Kau harus memberitahunya. Dia datang untuk membantu kita.

Bomyung: Benar, Nona …

Sunhwa memberi tanda kepada Sochoong.

Sochoong: Aku  Jin Gunsoo!

Daejang: Apa?

Sochoong menunjukkan kepadanya tanda pengenal dirinya.

Daejang: (Melempar tanda pengenal itu ke lantai.) Kalian semua penipu! Jin Gunsoo adalah ayah dari Jin Gakyung! Dan aku tahu wajahnya! Siapa sih sebenarnya kalian ini? Dan di mana mereka?

Sochoong mengarahkan pisau kecil ke leher Daejang.

Daejang: Apa yang kamu lakukan?

Sochoong: (Kepada  Sunhwa) Kita akan kehilangan samaran kita karena orang ini. Jika kita biarkan dia hidup, dia akan menjadi suatu bahaya bagi kita!

Daejang: Aku tidak peduli siapa Kau. Aku hanya perlu tahu di mana Jin Gunsoo dan Jin Gakyung yang asli berada!

Sochoong: Nona!!

Sunhwa: Mengapa kamu mencari mereka?

Daejang: Itu bukan urusanmu!

Sunhwa: Jika Kau tidak memberi tahu aku, aku tidak akan memberitahu Kau di mana mereka berada.

Daejang: Mereka menghancurkan warisan keluargaku dan membunuh orang tuaku. Pedagang China Jin Gunsoo berbohong, mengatakan bahwa dia menjual persenjataan pada ayahku. Jadi ayahku dituduh berkonspirasi, dan semua warisan keluarga kami dibawa pergi oleh seorang Gubernur yang lebih berkuasa.

Aku mengira Jin Gunsoo sudah mati. Tapi aku menemukan baru-baru ini bahwa dia masih hidup. Dan aku mendengar dia naik di kapal itu jadi aku pergi ke sana mencarinya, tapi aku tidak bisa melihatnya. Sebaliknya, Kau tampil sebagai puteri saudagar Jin! Dimana sih adanya mereka?!

Sunhwa: Mereka meninggal di dalam perahu.

Daejang: Apa? Mereka meninggal? Aku mendengar ada wabah dan bahwa banyak yang meninggal … Apakah benar kalau mereka benar-benar mati?

Sunhwa: Itu yang telah aku dengar …

Bomyung: Begitulah cara kami mendapatkan tanda pengenal mereka.

Sochoong: Tuanku Puteri! Bahkan jika orang ini memberitahu kita kebenarannya, dia tahu kita sedang menggunakan tanda pengenal palsu …

Sunhwa: …

Sochoong: Tuanku Puteri …!

Sunhwa: Orang ini sebenarnya adalah pemilik tempat ini! Jadi tidak mungkin bagi kita untuk melarikan diri hidup-hidup jika kita membunuhnya. (Kepada Daejang.) Aku akan membayar Kau dalam jumlah besar. Biarkan kami bebas!

Daejang: (Tertawa tiba-tiba.) Hey kawan-kawan!

Suara Pria : (Dari luar.) Ya, bos! (Mereka membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam)

Daejang: Orang-orang ini tidak berhubungan dengan mereka sama sekali. Iringi mereka ke luar! (Dia melanjutkan tertawa, berjalan keluar.)

Pengurus rumah: Ikuti aku.

SETELAH DI LUAR

Pengurus rumah: Maaf untuk masalah ini. Kalian bisa pergi sekarang.

Sochoong: Mari kita pergi …

Jang melihat Chogee kembali jadi dia berjalan ke arahnya, tapi Chogee pergi.

Daejang: Jang!

Jang: Daejang!

Daejang: Kau benar-benar Jang! Kau Jang!

Jang: Apa yang Kau lakukan di sini, Daejang?

Daejang: Aku? Aku bos pedagang di sini.

Jang: Bagaimana bisa?

Mokrasu: Apakah Kau kenal dia?

Jang: Ya, Guru. Dia membantu aku menyalakan sinyal api  selama perang.

Mokrasu: Benarkah?

Jang: (Mengenalkan) Ini adalah Guru Mokrasu, dari Akademi.

Daejang: (Membungkuk hormat) Senang bertemu Anda. (Kepada Jang.) Jangan hanya berdiri di sini. Mari ikuti aku.

Jang: Apakah Kau tahu orang-orang yang baru saja pergi?

Daejang: Siapa?

Pengurus rumah:  Aku pikir dia berbicara tentang para pedagang China.

Jang: Pedagang Cina?

Steward: Ya.

Daejang: Kami baru saja bertemu. Mengapa kau bertanya tentang mereka? Mari pergi!

Sementara itu

Sunhwa: Aku merasa ada sesuatu yang salah. Aku harus bertemu pria itu lagi.

Sochoong: Ya, aku setuju.

KEDIAMAN DAEJANG

Jang: Menurut saudara Sopal, Kau mencuri uangnya dan Kau meninggalkannyat.

Daejang: Ha ha! Aku tahu dia akan mengatakan itu!

Jang: Jadi  itu benar?

Daejang: Dia kehilangan segalanya di meja judi, termasuk bagianmu. Tapi aku dapat menebus semua uang itu kembali.

Jang: Benarkah?

Daejang: Tapi ketika aku mencarinya, dia sudah pergi. Hee hee … Dengan semua uang itu, milikmu, Sopal, dan aku, aku bisa membangun keberuntungan ini, sekarang aku seorang pedagang besar.

Jang: Saudara Sopal tidak tahu itu. Dia menjadi seorang pelayan di rumah seseorang.

Daejang: Dia perlu berubah. Jadi biarkan dulu saja dia. (Dia terus tertawa.)

Suara pengurus rumah: (Dari luar.) Bos! Pedagang China Jin Gakyung ingin bertemu denganmu lagi.

Daejang: Apa keperluannya?

Suara pengurus rumah: Aku tidak tahu. Tapi dia bilang dia benar-benar perlu berbicara denganmu.

Daejang: Baiklah.  (Kepada Jang.) Aku akan segera kembali. Nikmatilah hidangannya untuk saat ini. (Kepada Mokrasu.) Nikmatilah!!

Jang: Baiklah kami menunggumu.  (Daejang pergi)

DI RUANG TAMU

Daejang: Mengapa kamu kembali? Apakah Kau takut aku akan membuka samaranmu?

Sunhwa memberikannya sebuah bungkusan.

Daejang: Apa itu?

Sunhwa: Aku harus memenuhi janjiku. Aku bilang aku akan membayar Kau jika Kau membiarkan kami pergi.

Daejang: Jika ini  akan membuat Kau merasa lebih baik, aku akan menerimanyai. (Dia membuka bungkusan dan ia menemukan kalung yang sangat mahal.)

Sunhwa: Itu akan cukup untuk pembayaran. (Lalu dia memberinya bungkusan yang lain)

Daejang: (Setelah membukanya, dia menemukan sebuah kalung permata bahkan lebih mahal daripada yang pertama) Apa ini?

Sunhwa: Benda-benda ini bukan hasil mencuri, dan tidak ada yang salah dengan barang-barang itu. Barang-barang itu merupakan bagian dari rahasia kami. Bantulah untuk melindungi kami.

Daejang: Apa maksudmu?

Sunhwa: Jika Kau tidak membantu kami, kami harus membunuhmu karena Kau tahu tanda pengenal palsu kami.

DI LUAR RUMAH

Sochoong: Menyingkirlah ke  samping. Aku harus melihat Nonaku!

Pengawal: Kau tidak bisa! Pergilah!

Sochoong mulai bertarung dengan  keempat penjaga yang berdiri di luar.

DI TERAS RUMAH

Sunhwa: … Tapi aku menyukai dirimu.

Daejang: Aku tidak mau.

Sunhwa: Kau tidak mau?

Daejang: Jika ini adalah bagian dari rahasia Kau, masalah Kau pasti terlalu besar bagiku untuk menanganinya. Aku sendiri sudah cukup punya  banyak masalah. Aku tidak mau bertanggung jawab atas masalah Kau juga.

Sunhwa: Kalau begitu, aku harus membunuh kau.

Daejang: Seperti yang Kau inginkan.

Sochoong berjalan masuk ke dalam, mengarahkan pedangnya ke arah Daejang.

Sochoong: Apa yang harus aku lakukan? Kau sudah menunjukkan padanya perhiasanmu.

Sunhwa dan Daejang saling memandang, dengan tenang mengukur satu sama lain.

Sunhwa: Sudah cukup. Mari kita pergi. (Dia berjalan keluar.)

Sochoong: Nona!

DI LUAR

Chogee: Nona!

Bomyung: Bagaimana hasilnya?

Sochoong: Apakah dia tidak akan membuka mulut?

Sunhwa: Dia tidak akan membuat kita mati.

Chogee: Benarkah? Bisakah kita percaya dia? Bagaimanapun, kita perlu meninggalkan tempat ini segera.

Sunhwa: Tidak, kita akan menetap di sini. Jadi sekarang temukan tempat di mana kita bisa tinggal. Dan kalian semua, cari berita apa saja tentang pria itu!

Chogee: Tentang orang itu?

Sunhwa: Ya.

KEDIAMAN DAEJANG

Daejang: Apa? Kau akan ke Soyundo?

Jang: Ya, itulah jalan satu-satunya

Daejang: Soyundo? Kalian tidak harus pergi ke Soyundo! (Kepada Mokrasu.) Kalian tidak harus pergi ke sana.

Mokrasu: Kami bukan  sebagai tawanan melainkan sebagai petugas dari Akademi. Apa yang bisa terjadi pada kita?

Daejang: Itu tidak benar. Siapa pun pergi ke sana akan  kembalidalam kondisi  mati! (Kepada Jang.) Aku pernah berada di sana untuk sementara waktu.

Jang: Apa? Mengapa kau di sana?

Daejang: Sebenarnya, aku anak seorang mantan bangsawan, yang berkuasa di propinsi yang tidak terlalu jauh dari sini. Nama ayahku Yun Joon Kwon.

Mokrasu: Apakah Kau  anak Tuan Yun Joon Kwon?

Daejang: Apakah Kau mengenal ayahku?

Mokrasu: Tidak secara pribadi. Aku hanya tahu bahwa ia berteman dengan Tuan Chilryo dan bahwa ia dulu pernah menjadi Letnan.

Daejang: Ya. Namun persahabatannya dengan Tuan Chilryo lah yang membuatnya terlibat  masalah. Jadi dia difitnah oleh klan Hwe dan Heukji.

Mokrasu: Benarkah? Aku sudah pergi selama lima belas tahun, jadi aku tidak tahu apa yang terjadi di Baekjae dalam rentang waktu itu.

Jang: Mengapa kau dipanggin Daejang? ( Daejang berarti ‘Bos d’alam bahasa Korea.)

Daejang: Suatu hari aku bangun dan aku temukan diriku tiba-tiba sudah ada dalam lingkaran pimpinan konspirasi. Jadi mereka membawa aku ke Soyundo. Tapi para budak keluargaku membantu aku melarikan diri. Jadi aku katakan kepadamu, Soyundo adalah tempat yang tidak seharusnya kalian kunjungi!

Jang: …

Mokrasu: …

Dajeang: Larilah sekarang! (Kepada Mokrasu.) Kau harus melarikan diri sekarang.

Mokrasu: Jika kita melarikan diri, kita tidak akan dapat kembali ke Pangeran Aja lagi.

Jang: Tepat. Tidak peduli apapun itu, kita harus bertahan hidup di sana dan kembali ke Pangeran Aja!

Daejang: Aku beritahukan padamu kalau tempat itu adalah neraka! Setengah dari orang meninggal di jalan karena mabuk laut, dan setengah mati karena penyakit lainnya di sana. Ingat bagaimana Kau selamat! Apakah Kau akan membuat hidupmu dalam resiko seperti itu lagi?

Jang: …

Daejang: Jika Kau tidak ingin melarikan diri, aku akan mencoba berbicara kepada pihak berwenang di sini. Karena Kau tidak pergi ke sana sebagai kriminal, Kau mungkin akan diizinkan untuk tetap tinggal di sini. Aku diberitahu ada orang yang bisa  seperti itu.

Larut Malam

Daejang: Mengapa kau masih bangun, belum tidur?

Mokrasu: Aku punya permintaan. Aku baik-baik saja, kau harus membawa Jang pergi jauh. Dia harus hidup!

Esok Paginya

Jang: Benarkah? Apakah benar bahwa kita telah diperintahkan untuk menunggu instruksi lebih lanjut di Taman Pohon Pong dekat Savisong?

Administrator: Memang benar! Jadi bersiap-siaplah. Para penjaga sedang menunggumu. (Dia meninggalkan mereka)

Daejang: Tuhan membantu kita!

Jang: Ya!

Daejang: Jika pemerintah tidak  melakukan apa pun, aku berencana untuk membantu Kau melarikan diri! Ini adalah berita bagus!

Jang: Ya, aku setuju tapi … (Kepada Mokrasu.) Bagaimana ini terjadi?

Mokrasu: Aku pikir Pangeran Aja menyerahkan hak untuk pembuatan kertas untuk menyelamatkan kita. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku sudah tidak loyal kepadanya lagi!

Daejang: Mengapa Kau mengatakan ini? Kau selamat, jadi bersukacitalah. Pikirkan masalah lain kemudian. Jika kau ingin setia kepadanya, akan ada banyak peluang di kemudian hari bagi Kau untuk melayaninya.

Selanjutnya

Mokrasu: Aku berterima kasih untuk semuanya.

Daejang: Kau terlihat lelah. Sedangkan aku, aku akan menetap di Savisong segera. Ketika itu terjadi, aku akan berdagang dengan Akademi. Bantulah aku saat itu.

Mokrasu: Itu diluar kendali aku.

Daejang: Lihatlah dia! Mengapa selalu begitu  serius!. Itu bukanlah apa-apa! Bahkan jika Kau tidak membantu aku, aku akan tetap berdagang dengan Akademi! Ha ha! (Kepada Jang.) Kirim salam kepada Sopal. Dan katakan padanya untuk menunggu diriku.

Jang: Ya! Terima kasih.

Daejang: Baiklah. Sampai nanti.

Jang: Sampai jumpa!

Daejang: (Kepada Mokrasu) Sampai Jumpa!

KEDIAMAN SUNHWA

Chogee: Ia menjadi pahlawan dalam perang mereka melawan Shilla, dan dia dianugerahi penghargaan uang yang besar untuk itu.

Sunhwa: Apakah dia memulai usaha dengan uang itu, menjadi kepala pedagang ?

Bomyung: Ya, tapi ada lagi. Dia memiliki keterampilan bisnis yang hebat dan dia mengerti tren. Jadi ia mampu mendapatkan keuntungan besar dari semua barang yang ia jual.

Sunhwa: (KepadaSochoong) Apakah Kau menemukan hal lain tentang dia?

Sochoong: Dia suka membantu orang yang sedang dalam kesulitan.

Sunhwa: Orang-orang yang dalam kesusahan?

Sochoong: Ya. Dia melunasi hutang banyak orang yang menjadi buronan karena mereka tidak bisa membayar pajak. Dia meminjamkan uang kepada orang yang ingin membuka usaha. Tapi bahkan jika mereka bangkrut dan tidak membayar kembali, ia meminjamkan mereka lebih banyak uang lagi.

Chogee: Menurut apa yang aku dengar, dengan kesuksesannya seperti ini, ia bisa memulai berdagang di Savisong.

Bomyung: Apa yang Kau rencanakan untuk lakukan?

Chogee: Beli semua barang-barang yang ia rencanakan untuk membelinya!

Bomyung: Sebelum dia?

Sunhwa: Ya.

KEDIAMAN DAEJANG

Pengurus Rumah: Boss! Ada sesuatu yang aneh.

Daejang: Aneh?

Pengurus Rumah: Semua bulu kuda itu sudah habis terjual!

Daejang: Perahu baru saja tiba. Bagaimana barang itu dapat terjual habis begitu cepat?

Pengurus: Setelah melihat kondisi bulu-bulu itu, aku pergi untuk memeriksa barang lain tapi ketika aku kembali, semuanya sudah habis! Aku tidak tahu harus berkata apa. (Menunjuk) Itu diaa orang itu! Dialah pedagang yang membawa kain.

Mereka berjalan menuju pedagang itu..

Pengurus: Permisi. Ini adalah Kepala Pedagang kami.

Penjual: (Menghormat) Hai.

Daejang: Kau menjual habis semua bulu kuda dengan begitu cepat?

Penjual: Ya. Aku tidak tahu kenapa. Tapi begitu aku menata  mereka untuk dijual, seorang wanita datang kepadaku mengatakan bahwa dia akan membelinya semua. Dia menawarkan harga yang sangat tinggi.

DI TAMAN POHON PONG

Jang: (Menyentuh sesuatu) Ini adalah ulat. Apa yang harus kami lakukan di sini?

Pengawas: (Bergabung dengan mereka) Apakah Kau Guru Mokrasu?

Mokrasu: Ya!

Pengawas: Aku sudah mendapatkan perintah untukmu.

Mokrasu: Perintah?

Pengawas: Secara historis, Baekjae sudah mengembangkan pola sutra sejak lama.Tapi kita belum. tahu bagaimana membuat pola bordir ’emas’

Mokrasu: Itu benar! Inilah sebabnya mengapa pola bordir itu disebut ’emas,’ karena itu semahal emas.

Pengawas: Jadi Kau telah diperintahkan untuk mengembangkan pola emas.

Mokrasu: Tapi mengapa kita dikirim ke sini dan tidak ke Akademi?

Mandor: Ada sebuah pabrik rahasia di sini. Ikuti aku.

DI PABRIK TEKSTIL RAHASIA

Mokrasu: (Setelah melihat sekitar pabrik tekstil, kepada Jang) Ketika aku pergi, mereka telah membangun pabrik-pabrik rahasia ini.

Kemudian

Pengawas: Pola bordir harus dijalin saat benang ditenun. Jadi aku diperintahkan untuk membantumu bekerja dengan tenang di sini.

Mokrasu: Apakah Pangeran Aja yang mengirim perintah ini?

Pengawas: Aku tidak tahu. Aku hanya diperintahkan untuk membantumu bekerja jauh dari mata orang-orang yang mungkin mengawasi. (Dia meninggalkan mereka.)

Jang: Sudah jelas bahwa Pangeran Aja sedang mencoba untuk melindungi kita seperti ini.

Mokrasu: Itulah yang aku pikir …

Jang: Dia ingin mengembangkan pola bordir untuk menebus hilangnya teknik pembuatan kertas.

Mokrasu: Aku kira begitu.

Jang: Kita harus memenuhi tujuan Pangeran Aja!

Mokrasu: Ya, kita harus. Mari kita lakukan! Perbedaan antara sutra polos dan pola emas hanya dalam proses menenun. Kita harus mengubah prosesnya!

Jang: Aku akan berbicara dengan orang yang bertanggung jawab untuk meminta Guru Dolsae untuk membantu kita. Kita bisa mengembangkan teknik ini, tetapi tidak ada yang lebih baik daripada dia yang dapat membuatkan kita  sebuah mesin untuk itu.

Mokrasu: Baiklah. Lakukan itu.

RUANGAN AJA

Baekmoo: “Ya Tuanku, apakah Kau khawatir untuk Guru Mokrasu dan Jang?

Aja: Semakin aku memikirkan hal itu, aku tidak yakin apakah aku melakukan hal yang benar.

Baekmoo: “Ya Tuanku, ini adalah keinginan mereka.

Aja: Aku tahu, tapi … (Mendongak) Kirim seseorang ke Soyundo.

Baekmoo: Ke  Soyundo?

Aja: Ya. Aku ingin tahu bagaimana keadaan mereka dan apakah mereka benar-benar dapat bertahan di sana.

Baekmoo: Ya.

Aja: Omong-omong, apa yang sedang dilakukan oleh orang, yang bernama Sataek-Giroo?

DI AKADEMI

Giroo: Kau masing-masing bertanggung jawab atas departemen, dengarkan! (Menampilkan mereka buku catatan.) Ini adalah catatan  yang dicatat oleh Guru Mokrasu mengenai barang-barang yang disimpan di ruang penyimpanan. Menurut buku ini, ada banyak barang yang  menghilang tanpa pemberitahuan. Hal ini terjadi di Akademi bisa menjadi kejahatan serius seperti pencurian penemuan.

Namun, aku akan melupakan ini. Ada banyak masalah dalam manajemen, yang tidak membawa manfaat sebelumnya. Jadi aku akan membiarkan hal itu berlalu. Tetapi mulai dari hari ini, jika hal ini terjadi lagi, aku akan menghukum segera. Kembali ke departemenmu masing-masing  dan biarkan ini diketahui di sana juga. (Dia meninggalkan mereka.)

Woosoo: (Setelah mendengarkan) Memang, ini seperti Giroo!

Asoji: Itulah yang aku katakan. Dia melakukannya secara baik seperti guru kita.

Woosoo: Benar khan?

Eunjin: Aku bisa melakukannya jauh dengan mata tertutup.

Bumro: Tepat!

Woosoo: (dengan menghina) Orang yang tidak terampil seperti Kau …

Eunjin: Setidaknya, aku tidak berkhianat.

Bumro: Ya, pengkhianat!

DI RUANG PERTEMUAN PARA GURU

Wooyung: Mengapa kau tidak menyadari sebelumnya bahwa penyimpanan barang sedang kecurian? Apakah Kau bagian dari ini juga?

Giroo: Aku sudah berjanji kepada mereka bahwa aku akan melupakannya. Jadi ampuni mereka sekarang. Sama seperti pencurian penemuan, pencurian di ruang penyimpanan yang terjadi karena banyak anggota mulai kehilangan keuntungan mereka tiba-tiba.

Wooyung: Jadi? Apakah Kau memiliki penelesaiannya?

Giroo: Ya. Aku tidak berpikir bahwa hanya menulis nama-nama pencipta cukup baik.  Aku ingin memulai proses inventarisasi.

Wooyung: Proses inventarisasi?

Giroo: Kami mencatat segalanya, bahkan pemanggangan guci  tanah liat.

Wooyung: Mencatat setiap nama orang?

Giroo: Setiap orang akan lebih bertanggung jawab dengan cara ini, dan bekerja lebih keras.

Wooyung: Baiklah, itu ide bagus. Apa yang kalian pikirkan tentang semua hal ini?

Semua orang mengatakan bahwa mereka menyukainya.

Giroo: Bagaimana denganmu Instruktur Gomo?

Gomo: Aku suka itu. Orang akan merasa lebih memiliki untuk semua yang mereka lakukan.

Giroo: Bagaimana Instruktur Mojin?

Mojin: Aku suka itu.

DI RUANG DIREKTUR

Wooyung: Guru Mokrasu tahu bagaimana untuk mendidik murid-muridnya. Baik Kau dan Jang mampu menekuk hati orang-orang dengan cepat.

Giroo: …

Wooyung: Kenapa? Kau tidak suka mendengar aku memuji Jang?

Giroo: Aku tidak keberatan. Sebenarnya, aku ada permintaan.

Wooyung: Apa? Sebuah permintaan?

Giroo: Kau perlu untuk menenangkan para oposisi supaya orang-orang mempercayaimu secara penuh.

Wooyung: Dan?

Giroo: Berikan Instruktur Mojin posisi Koordinator Umum Akademi.

Wooyung: Mojin?

Giroo: Guru Mokrasu begitu menghormatinya karena objektivitasnya dan ia sendiri mematuhi peraturan secara disiplin. Selain itu, aku tidak bisa memikirkan orang lain yang bisa melakukan pekerjaan ini yang lebih baik daripada dia.

Wooyung: Namun, aku pikir dia tangan kanan Mokrasu.

Giroo: Itu sebabnya dia harus melakukan ini. Ini adalah satu-satunya cara Kau dapat memimpin orang Hanuelchae.  Guru Mokrasu mengatakan bahwa kekuatan terbesarnya terletak pada orang Hanuelchae. Ini jauh lebih baik bagi masa depan Jenderal Buyo-Sun, kau harus menggunakan orang-orang ini bukannya menghancurkan mereka.

Sementara itu

Eunjin: Benarkah? Apakah itu benar? Bolehkah kita benar-benar mengirimkan pakaian kepada Jang?

Bumro: Ya. Itu yang aku dengar.

Eunjin: Dari siapa?

Maekdosu: (Merkea mendekatinya) Jadi, apakah Kau siap?

Bumro: Ayah, apakah kita benar-benar boleh mengirimkan sesuatu untuk Jang?

Maekdosu: Tentu saja! Tidakkah kau percaya padaku?

Eunjin: Bagaimana? Bagaimana Kau melakukannya?

Maekdosu: Kau tahu bahwa kita mendapatkan tiram dan kerang dari Soyundo, bukan?

Eunjin: Aku  tahu. Jadi?

Maekdosu: Jadi apa? Setelah bertanya, bertanya, bertanya, dan bertanya terus, aku akhirnya bertemu orang yang membawa barang-barang itu dari Soyundo.

Bumro: Lalu, apakah kita perlu memberikan ini padanya?

Maekdosu: Tidak! Kita perlu memberikan barang-barang kita pada seorang pedagang. Pedagang itu akan memberikannya kepada pedagang lain yang pergi ke Sangdaepo. Kemudian  pedagang lain akan memuat barang-barang di atas kapal yagn akan menuju ke Soyundo.

Eunjin: Bagaimana mungkin barang-barang kita akan sampai ke sana dengan aman? Siapapun bisa mengambilnya saat itu!

Maekdosu: Apa pilihan lainnya yang kita miliki? Itulah satu-satunya cara.

Bumro: Itu benar. Masih ada kemungkinan kalau Jang nantinya akan mendapatkan barang-barang kita, jadi ayo kita kirim saja barang-barang kita!

Eunjin: Aku menghabiskan banyak hari membuat ini! Bagaimana jika Jang tidak mendapatkan ini?

Bumro: Lalu … Mengapa Kau tidak memberikan ini kepada aku?

Eunjin menendang Bumro, dan anak itu menjerit kesakitan.

Maekdosu: Apakah begitu sakitnya?

Mojin: Berikan semuanya padaku!

Maekdosu: Apakah Kau berencana untuk pergi ke sana secara pribadi? Kalau begitu, aku ingin pergi juga …

Mojin: Komisaris Baekmoo berencana untuk mengirim seseorang ke sana. Jadi, ia mengatakan bahwa siapapun yang ingin mengirim apa pun kepada mereka, untuk melakukannya sekarang.

Eunjin: Benarkah? Apakah itu benar?

Mojin: Dia akan berangkat setengah jam lagi, jadi siapkan sekarang!

Maekdosu: Bagus!

Ataek: (Bergabung dengan mereka.) Instruktur Mojin. Guru Wooyung memanggil Kau.

Mojin: GuruWooyung ?

Ataek: Mari ikuti aku. (Mereka meninggalkan keduanya.)

Eunjin: Astaga! Dia begitu pendek dan wajahnya bulat! Hanya karena dia seorang puteri dia pikir dia dapat memerintah orang di sekitarnya secara seenaknya?

Bumro: (Meletakkan tangan ke mulutnya) Dia anggota keluarga rajai!

Maekdosu: Kau tidak perlu terlalu jujur menyebutnya wajah bundar! Kau harus mengatakan bahwa wajahnya panjang dan cantik. Mari pergi! Mari kita pergi dan memikirkan barang-barang lain yang bisa kita kirimkan kepada Jang!

Sementara itu

Woosoo: Apa perbedaannya antara Giroo memimpin Akademi dan Guru kita yang  melakukannya? Dari apa yang aku lihat, Giroo sudah  melakukan pekerjaan yang lebih hebat!

Asoji: Aku pikir semua orang mengatakan itu.

Goyiso: Dari awal, Giroo lebih berbakat dari Jang.

Juriyeong: Mungkinkah itu alasan orang-orang dari Akademi memperlakukan aku begitu baik belakangan ini?

Asoji: Itu alasannya!

Eunjin: (Bergabung mereka.) Sungguh memalukan!

Woosoo: Apa?

Eunjin: Apa yang Kau lakukan sekarang, mendukung pengkhianat? pendukung pengkhianat!

Woosoo: Yo! Apakah Kau menyumpahi kami?

Eunjin: Ya, aku, kalian tak berperasaan!

Woosoo: Tak berperasaan? Beraninya kau …

Bumro: Ya, Kalian berkhianati!

Eunjin: Ya ampun! Mengapa ada begitu banyak lalat selama musim dingin?

Dia mulai mengipaskan kain di tangannya ke arah Woosoo dan yang lainnya. Semua orang mulai marah.

KANTOR DIREKTIR AKADEMI

Wooyung: Aku menempatkan kau untuk bertugas mengkoordinasikan seluruh Akademi.

Mojin: Tapi aku sudah pergi dari Akademi terlalu lama!

Wooyung: Tidak ada yang dapat melebihi kemampuan Kau dan pengalaman Kau saat ini. terimalah posisi  ini sekarang.

Sementara itu

Para Hanuelchae muda  mulai melakukan pertengkaran, saling mengejek dan menghina yang lainnya. Maekdosu datang untuk menghentikan mereka, tetapi ia justru menambahkan minyak ke api, memanggil mereka dengan nama-nama ejekan lainnya …

Gooksoo: (.Berlari ke arah mereka) Apakah kalian sudah mendengarnya? Nyonya Mojin menjadi Koordinator Umum dari Akademi.

Maekdosu: Mojin menjadi Koordinator Umum?

Gooksoo: Aku diberitahu bahwa itu adalah Guru Giroo yang menyarankan ini.

Eunjin: Apa?

Woosoo: (menghina) Sungguh ironis! Kau memanggil kita pengkhianat tapi justru ibumu lah yang mendapatkan manfaat terbesar dari ini!

Eunjin: Itu tidak benar! (Dia melihat Mojin berjalan ke arah mereka) Ibu! Ini tidak benar, bukan? Kau bukan Koordinator Umum, kan?

Mojin: …

Eunjin: Tidak!

Woosoo: Lihat? Itu benar! (Kepada Mojin.) Selamat.

Eunjin: Ini tidak masuk akal. Katakan kepada mereka Kau tidak bisa melakukan ini! Bahwa Kau tidak akan melakukan ini!

Maekdosu: Ini adalah perintah sehingga dia tidak bisa menolak ini.

Eunjin: Lalu, di mana loyalitas Kau kepada Guru Mokrasu? Apakah itu begitu mudah putus? Katakan kepada mereka Kau tidak bisa melakukan ini! Aku tidak akan melihat Kau jika Kau tidak melakukannya! (Dia keluar dengan marah, diikuti oleh Mojin.)

Gooksoo: Ini adalah hal yang baik. Orang yang pergi biarkan pergi, sekarang kita perlu hati-hati untuk diri kita sendiri sekarang.

Maekdosu: Kita akan berhati-hati sekarang!

KAMAR GIROO

Mojin: Mengapa Kau melakukan ini?

Giroo: Kau yang paling memenuhi syarat untuk itu. Itu saja .Pikirkan hal ini secara obyektif.  Apakah Kau benar-benar berpikir bahwa bekerja untuk kemajuan dari Akademi berarti menjadi pengkhianat dari  Guru Mokrasu? Atau pengkhianat kepada Baekjae?

DI KAMAR MOJIN

Mojin: (Melihat Eunjin berkemas-kemas) Eunjin, ke mana Kau pikir Kau akan pergi?

Eunjin: Aku tidak bisa berbagi ruangan yang sama dengan Kau. Aku akan berbagi dengan orang lain.

Mojin: Eunjin, hal ini tidak sesederhana seperti yang Kau pikirkan. Bekerja di tempat ini dapat lebih bermanfaat bagi Guru kita.

Eunjin: Aku tidak tahu tentang hal-hal itu! Aku hanya tidak suka seperti ini! Tidak peduli apa yang Kau mau terangkan, aku tidak bisa memahami hal ini.

Aku tidak mengerti bagaimana dia bisa memberitahu mereka tentang Jang yang menemui seorang wanita Shilla. Dan aku tidak bisa mengerti dirimu dengan baik, bekerja di bawah mereka dengan dalih untuk menyediakan tempat untuk Guru kita.

Mojin: …

Eunjin: Baik atau buruk, kita tinggal lima belas tahun bersama. Suka atau tidak, kita semua seharusnya berada di tim yang sama! Aku tidak mengerti siapapun sekarang! Semua orang berubah di sini!

Mojin: …

Eunjin: Guru kita dan Jang adalah satu-satunya orang yang patut aku merasa kasihan! (Dia berjalan keluar.)

DI PABRIK TEKSTIL RAHASIA

Jang dan Mokrasu bekerja keras dengan ulat sutera untuk mengembangkan pola bordir.

Mereka berdua dengan dibantu oleh Dolsae, membahas cara-cara bagaimana benang harus ditenun, menjadikan satu benang utama sebagai titik fokus, dan menjalin benang lain di sekitarnya. Pengrajin  Dolsae mendengarkan mereka, dalam rangka untuk membangun sebuah mesin yang sesuai.

KEDIAMAN SUN

Wooyung: Aku diberitahu bahwa mereka bekerja sangat keras tanpa mencurigai apa-apa.

Sun: Mereka pikir itu Aja yang mengirim mereka di sana, sehingga mereka bekerja keras.

Wooyung: Bagaimanapun, mereka bekerja sampai malam untuk menyelesaikan proyek ini, sehingga membuat kesehatan Guru Mokrasu menjadi memburuk. Tapi apapun itu kita akan mendapat kabar baik dari mereka segera.

Sun: Jika ini berhasil, kita akan bisa  mendapatkan kembali semua yang sudah hilang karena teknik pembuatan kertas milik Aja.

Wooyung: …

Sun: Omong-omong, Giroo  begitu bermanfaat bagi kita!

Wooyung: Tepat. Dia melakukan keajaiban di Akademi juga. Aku tidak perlu khawatir begitu banyak lagi.

Selanjutnya

Pengawal: Apakah Kau Guru Giroo?

Giroo: Apa yang terjadi?

Pengawal: Aku menjaga pintu masuk sekarang. Tapi seseorang mencarimu.

Giroo: Siapa?

Pengawal: Aku tidak tahu. Mengapa kau tidak keluar? (Mereka pergi.)

DI GERBANG AKADEMI

Giroo: (Melihat orang tua.) Ayah!

Saheum: (memakai kain dan tampak seperti seorang pengelana yang miskin) Doham!

Giroo: (menahan air matanya.) Ayah! Kau masih hidup!

Saheum: (Menyentuh wajah anaknya.) Ya …

Giroo: Ayah!

Saheum: Kita tidak  boleh terus berdiri di sini.

Giroo: Ya … Ayo  lewat jalan  ini …

Woosoo tidak sengaja lewat di tempat itu, mendengar dan melihat semua adegan tanpa kedua orang itu menyadarinya.

Woosoo: (Kepada dirinya sendiri) Giroo mengatakan bahwa orang tuanya telah meninggal …

DI PENGINAPAN

Giroo memberikan penghormatan kepada ayahnya, menangis di lututnya.

Saheum: Sudah cukup. Aku hidup! Aku bertahan hidup karena memikirkan dirimu. Aku tahu aku bisa menemukan Kau di sini.

Giroo: Bagaimana kesehatan Kau? Apakah Kau baik?

Saheum: Aku baik-baik. (Dia mulai batuk.)

Giroo: Mulai sekarang, aku akan menjagamu. Aku bilang Goosan untuk mencari rumah. Kau bisa tinggal di sana.

Saheum: Baiklah!

Giroo: Entah bagaimana, Aku akan bangkit! Jadi jangan khawatir!

Saheum: Baiklah, Doham. Aku akan mempercayai Kau. Tapi aku mendengar bahwa Puteri Sunhwa menghilang … Apakah Kau melihatnya di sini?

Giroo: …

PELABUHAN SANGDAEPO

Daejang: Mana semua licorice yang kau bawa?

Penjual: Semuanya sudah terjual habis.

Daejang: Kau selalu berdagang dengan kami. Bagaimana Kau bisa menjualnya tanpa memberitahu kami?

Penjual: Harga yang mereka tawarkan terlalu bagus bagi kami untuk menolaknya. Aku akan menjual kepadamu di waktu berikutnya.

Pengurus: Ini adalah keempat kalinya!

Daejang: Cari tahu siapa yang melakukan ini!

Pengurus: Ya!

KEDIAMAN SUNHWA

Bomyung: Apa yang Kau rencanakan untuk lakukan dengan barang-barang ini, membeli  semua seperti ini?

Chogee: Ya, apakah Kau berencana untuk membuka usaha?

Sunhwa: (meletakkan ke bawah buku yang ia sedang baca) Nah, jika kita tidak bisa menggunakannya, kita bisa menjual mereka …

Daejang: (Bergabung dengan mereka) Bagaimana Kau berencana untuk menggunakannya?

Sunhwa: (tersenyum) Kau membutuhkan waktu lebih lama dari yang aku harapkan.

Kemudian

Sunhwa: Jika kau merasa kami menjadi beban yang begitu besar bagimu untuk melindungi kami di bawah atapmu, lakukanlah semua itu untuk kepentingan dagangl!

Daejang: …

Sunhwa: Aku pikir aku telah membuktikan kepada Kau bagaimana kemampuanku dalam melakukan transaksi dagang. Kami tidak akan menjadi beban bagi Kau. Aku mendengar Kau berencana untuk pindah ke Savisong. Kau tidak memiliki alasan untuk rugi dan pada kenyataannya, aku dapat memberikan banyak keuntungan bagimu.

Daejang: Bagaimana jika aku mendapatkan masalah karena masalah di mana kau terlibat sekarang? Jika itu terjadi, aku akan meninggalkanmu tanpa berpikir dua kali.

Sunhwa: Hal yang sama akan berlaku bagiku. Aku tidak berpikir situasimu tidak kurang rumitnya dengan keadaanku.

Daejang: Apakah kau hanya ingin menyembunyikan identitas sejatimu atau apakah Kau benar-benar ingin menjadi seorang pedagang yang besar?

Sunhwa: Aku perlu untuk menyamarkan identitasku.

Daejang: Baiklah. Kalau begitu jadilah majikanku! Mulai sekarang, aku pembantumu!

KEDIAMAN SUN

Sun: Apa? Mereka mengembangkan itu? Mereka benar-benar mengembangkan pola bordir?

Heukjipyung: Mereka belum menguji ini. Tapi pembawa pesan telah  datang dan mengatakan bahwa hal itu tampaknya sudah siap sekarang.

Sun: Bagus! Benar benar itu Guru Mokrasu! Benar-benar itu Jang!

Giroo: Ya, mereka sepertinya mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengerjakan proyek ini.

Sun: Aku kira begitu.

Giroo: Kau dapat mengirim mereka ke Soyundo sekarang.

Sun: Itu benar! Aku bisa membawa mereka kembali kapan pun aku membutuhkan mereka, dan begitu mereka selesai, aku dapat mengirim mereka kembali! Bagaimanapun, aku akan menonton drama lucu. Aku ingin melihat wajah mereka ketika mereka mengetahuinya kalau sebenarnya orang itu adalah aku dan bukannya Aja yang memerintahkan ini. Aku ingin melihat wajah Aja juga.

KEDIAMAN AJA

Aja: Apa? Mokrasu dan Jang tidak ada di Soyundo?

Baekmoo: Ya, Tuanku Pangeran. Aku diberitahu bahwa mereka tidak pernah pergi ke sana.

Aja: Apakah ini berarti bahwa …? (Dia keluar dengan marah.)

KANTOR DIREKTUR AKADEMI TAEHAKSA

Aja: Ke mana sebenarnya Kau telah mengirim mereka?

Wooyung: Apa maksudmu?

Aja: Ke mana Kau mengirimkan Mokrasu dan Jang? Mereka tidak ada di Soyundo!

Wooyung: Ah, itu! Ada teknik baru yang kami butuhkan untuk mengembangkannya bagi Akademi,  jadi kami mengirim mereka untuk mengerjakan itu.

Aja: Sebuah teknik baru?

Wooyung: Bagaimanapun, aku berpikir bahwa Kau akan senang mengetahui bahwa penempatan mereka di Soyundo telah tertunda. Apakah kau tidak senang?

Aja: …

DI PABRIK RAHASIA

Pengawas: Apakah ini akan bekerja dengan baik?

Mokrasu: Ya. Ini dikembangkan oleh kami bertiga jadi harusnya bisa  bekerja (Mokrasu, Jang dan Dolsae.).

Jang: Untuk membuat pola yang rumit, kita memerlukan sepuluh jalinan benang, lihatlah ke sana! (menunjukkan jalinan benang berwarna-warni)

Mokrasu: Sejak kami membuat banyak jalinan benang, mesin ini tidaklah kokoh, jadi kami membuat Hwaroo. (Menunjuk ke bagian atas mesin) Seseorang harus naik ke atas dan menaikkan benang.

Jang: Benar, sehingga orang-orang yang dibawah sini menenun sama seperti biasanya, dan orang yang di atas akan mengendalikan jalinan benangnya. Maka pola yang rumit dapat dihasilkan.

Pengawas: Tolong kerjakan. (Kepada para pekerja wanita) Cobalah mesin ini sekarang. (Baik!)

(Para wanita di pabrik mulai bekerja dengan mesin, menenun benang sutra.)

Mokrasu, Jang, dan Dolsae melihat para pekerja wanita yang menguji mesin tenun mereka dengan senang dan bangga.

KEDIAMAN AJA

Baekmoo: Apa yang terjadi?

Aja: Aku punya kecurigaan yang aneh. Ini tidak terlihat bagus.

PABRIK TEKSTIL RAHASIA

Jang: Berhasil! (Dia menunjukkan pola kepada pengawas.)

Mandor: Memang benar! Berhasil! Sekarang, kita dapat membuat pola sulaman kita sendiri!

Mokrasu: Tepat. Kita tidak perlu impor ini dari China lagi.

Jang: Ya, kita dapat membuat ini di sini! Mari kita membawa berita ini kepada putera mahkota segera! Dia akan bersukacita atas ini!

Sun: (Berjalan masuk) Itu benar! Aku sangat gembira!

Mokrasu dan Jang membungkuk ke Jenderal.

Sun: Aku sangat senang melihat kalian sendiri yang akan  menghancurkan kekuatan dari Pangeran Aja!

Mokrasu:?

Jang: Apa maksudmu? Kami akan menghancurkan kekuatan Pangeran Aja?

Sun: Guru Mokrasu sudah jauh dari Baekjae terlalu lama, jadi dia tidak tahu situasi sekarang. Semua hak untuk mengembangkan pola sutera adalah milikku. Jadi sekarang, aku tidak perlu merampas teknik pembuatan kertas lagi.

Jang: Kau menipu kita!

Jang mengambil palu, siap untuk menghancurkan  mesin, namun seorang penjaga memukulnya di perut.

Sun: Ini adalah situasi yang sama ketika kita berada di Benteng Cheonwie saat  perang. Kau pikir Pangeran Aja bisa menjadi kekuatanmu, tetapi dia tidak bisa.

Jang: …

Sun: Jadi aku akan bertanya lagi. Akankah Kau akan tunduk kepadaku?

Jang: …

Sun: Jika Kau melakukannya, Kau akan dapat kembali ke Akademi. Jika tidak, Kau akan pergi ke Soyundo. Aku akan memberimu sehari untuk berpikir.

(Kepada Mokrasu.) Jika kau tidak ingin melihat Jang berjalan ke kematiannya sendiri, pikirkan baik-baik Guru Mokrasu. (Melihat mata gurunya.) Bukan hanya Aja yang menjadi muridmu. Untuk sekali ini, dengarkan aku!

KEDIAMAN AJA

Aja: Aku tidak tahan lagi. Aku harus mencari tahu di mana mereka!

Suara: Tuanku Pangeran! Ada pertemuan di Balairung Istana!

Aja: Di Balairung Istana?

BALAIRUNG ISTANA

Sun: (Memasuki ruangan) Yang Mulia! Bersukacitalah atas ini! Aku punya kabar gembira untuk Kau!

Aja:?

Sun: Sampai saat ini, kita telah membayar dengan emas yang banyak dalam rangka untuk mengimpor pola bordir dari China.

Gye: Itu benar. Sejak pola itu mahal seperti emas, kita sebut ‘Pola emas’

Sun: Ya! Tapi akhirnya, kita mampu membuat sendiri ‘Pola emas! ”

Weeduk: Benarkah?

Sun: Ya, Yang Mulia!

Weeduk: ( Setelah melihat contohnya) Itu benar!

Haedoju: Ya, mereka jauh lebih baik daripada yang dari China buat. Dan jauh lebih mahal dari kertas!

Gye: Itulah yang aku katakan. (Kepada anaknya.) Kerja bagus, luar biasa!

Aja: …

DI RUANG PERTEMUAN

Haedoju: Keuntungan yang kita peroleh setelah kita membuat kertas itu hebat. Tapi sekarang, pola bordir lebih hebat lagi!

Sun: Itu benar. Kertas itu tidak dapat dibandingkan dengan teknik bordir baru ini, sutra dengan pola emas! Dapatkah Kau bayangkan keuntungan yang akan kita dapatkan karena ini?

(Kepada Aja) Itu sebabnya aku ingin bertanggung jawab menangani Kedutaan China kali ini. Bolehkah aku?

Aja: Seperti yang Kau inginkan.

Sun: (Kepada Haedoju) Bantu aku bersiap-siap untuk ini.

Haedoju: Tentu saja.

Aja: Pola sutra … Apakah ini dikembangkan oleh Mokrasu dan Jang?

Sun: Aku kira begitu. Tapi karena Akademi yang bertanggung jawab atas ini, aku tidak yakin.

KEDIAMAN AJA

Chilryo: Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Kita senang bisa mengembangkan teknik pembuatan kertas. Tapi mereka merampas hak kita untuk membuat tekstil!

Aja mendesah.

Chilryo: Tuanku Pangeran, kita perlu memikirkan sesuatu!

Aja: Mereka menipu Guru kita dan Jang. (Kepada Baekmoo) Cari tahu di mana mereka!

Baekmoo: Ya!

DI PABRIK

Malam hari

Mokrasu dan Jang berada di dalam kamar, tertunduk, terdiam dan mereka dijaga ketat.

Mokrasu ingat …

Suara Sun : Jika Kau tidak ingin melihat Jang akan berjalan ke kematiannya sendiri, pikirkanlah baik-baik Guru Mokrasu.

Jang: Aku tidak percaya kita sedang menghancurkan kekuatan Pangeran Aja! Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Apa?

Mokrasu: …

Keesokan Harinya

Sun: (Kepada Jang) Sehari telah berlalu. Apakah kau bersedia untuk menyerah?

Jang: …

Sun: Aku bertanya apakah Kau akan tunduk kepadaku!

Jang: Aku tidak akan tunduk kepada kau! Sebaliknya, aku akan membuatmu tunduk padaku!

Sun: Apa? Bagaimana kau berani bicara seperti itu padaku?

Jang: (Melihat mata Buyo-Sun.) Tuanku Jenderal! Aku akan membuat Kau tunduk kepada aku!

4 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 23

  1. ternyata seru juga cerita drama korea yang satu ini…
    semakin penasaran dengan jalan cerita selanjutnya….
    dari pada harus nunggu yang di TV mending baca disini aja….

  2. Ini ditayangin di televisi mana sih? Di epsisode ini baru tau dgn jelas wajahnya Jang. Jelek banget!! Pantesan ga pernah liat di tivi. Untung cm baca ga liat serialnya. Hihihihihi

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s