Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 24

Baekmoo: Aku kira mereka berada di Taman Pohon Pong Haedoju, dekat Savisong.

Aja: Benarkah?

Baekmoo: Ya. Aku diberitahu kalau Jenderal pergi ke sana hari ini.

Kemudian

Pangeran Aja dan Baekmoo menuju taman, menunggangi kuda dan memacunya dengan cepat.

DI DALAM TAMAN POHON PONG

Jang sedang mengecek sebuah mesin tenun ketika Sun masuk.

Sun: (Kepada Jang) Sehari telah berlalu. Apakah Kau bersedia untuk tunduk padaku?

Jang: …

Sun: Aku bertanya padamu, apakah kau akan tunduk padaku?!

Jang: Aku tidak akan tunduk kepadamu! Sebaliknya, aku akan membuat Kau tunduk padaku!

Sun: Apa? Beraninya kau berbicara seperti itu padaku?

Jang: (Melihat mata Buyo-Sun.) Tuanku Jenderal! Aku akan membuat Kau tunduk padaku!

Sun: (Setelah berhenti sejenak untuk melihat rupa Jang yang menantang) Ha ha! Aku suka kesombonganmu.

Mokrasu berjalan masuk

Sun: Guru Mokrasu. Tidakkah  Kau berpikir bahwa Jang lebih mirip dengan aku daripada Pangeran Mahkota itu?

Mokrasu: …

Jang: …

Sun: Dengarkan! (Kepada para penjaga.) Bawa keduanya menuju ke Soyundo.

Sersan: Baik! (Dia meraih lengan Jang.)

Sun: (Kepada Jang) Jika Kau berubah pikiran, beritahukan pada pengawalku. Aku akan memanggilmu kembali ke Akademi segera.

Keduanya, Mokrasu dan Jang segera dibawa pergi.

Sementara itu

Sersan: (Kepada Heukjipyung) Apakah orang-orangku juga perlu tinggal di Soyundo?

Heukjipyung: Ini adalah perintah dari Jenderal kita. Setiap dua minggu, kapal pergi ke sana. Jadi buat giliran bagi mereka.

Sersan: Baik!

Heukjipyung: Kecuali mereka bersedia untuk menyerah kepada Jenderal kita, jangan mendengarkan apapun yang mereka katakan padamu.

DI DALAM PABRIK RAHASIA

Sun sedang meneliti pola ’emas’. Aja masuk, memandang berkeliling.

Aja: mana Guru Mokrasu dan Jang?

Sun: (Membungkuk hormat) Mereka menyelesaikan misi mereka sehingga mereka harus pergi ke tempat mereka seharusnya berada. Tapi mereka adalah anggota Akademi, jadi bagaimana aku bisa tahu?

Aja: Apakah kau pikir alasan mengapa kau tidak dapat menjadi seorang Pangeran Mahkota hanya karena ayahmu bukanlah raja?

Sun: …

Aja: Tidak, Kau tidak memiliki integritas yang dibutuhkan seorang pangeran mahkota. Kau menggunakan orang, Kau menyalahgunakan mereka dan Kau membuangnya. Kau berbohong kepada mereka dan Kau mengancam mereka. Kau tidak tahu bagaimana berhubungan dengan orang. Ini adalah alasan yang sesungguhnya kenapa Kau tidak bisa menjadi putra mahkota, bahkan jika Kau memiliki banyak kekuasaan sendiri dan puluhan ribu persenjataan,

Sun: Kau mungkin berpikir diri Kau begitu dalam dan suci, memiliki hak warisan. Tapi jika Kau tidak memiliki kekuasaan atau persenjataan … Ini berarti Kau perlu untuk mundur, Tuanku.

Aja:!

Sun: Untuk mengetahui kemampuan sendiri dan mengakui kekalahan adalah dasar untuk seorang menjadi pria berintegritas!

Aja memandangnya kembali dengan pandangan marah.

Selanjutnya

Baekmoo: Tuanku Pangeran!

Aja sedang melihat ke depan, cemas.

Jang dan Mokrasu berjalan menuju  Sangdaepo, dipimpin oleh pengawal Sun.

Mokrasu ingat …

Suara Sun: Jika Kau tidak ingin melihat Jang menuju kepada kematiannya sendiri, berpikirlah secara seksama Guru Mokrasu.

RUANGAN RAJA

Rombongan Duta Besar China datang dengan segala iring-iringanna menuju ke Istana Baekjae untuk melakukan transaksi perdagangan.

Weeduk: Kedatangan mereka sekarang terlalu dekat dengan sebelumnya. Mereka pasti datang lagi dengan jawaban dari proposal kita sebelumnya.

Aja: Ya, Yang Mulia. Aku kira begitu.

Weeduk: Kita harus berhati-hati untuk tidak mendorong terlalu keras ketika mengurus hubungan luar negeri. .Jadi pangeranku, Kau pergi ke sana dan membuat kesepakatan mengenai perdagangan tekstil juga.

Gye: Tapi Yang Mulia …

Weeduk: Apa yang Kau inginkan?

Gye: sutra ini dikembangkan oleh Sun. Jadi, Sun harus menjadi salah satu yang berurusan dengan para duta besar.

Sun: Ya, Yang Mulia! Saksikan dan lihat bagaimana aku akan berurusan dengan mereka!

Weeduk: Baiklah kalau begitu. Aku harap Kau akan menyelesaikan sebanyak yang Putera Mahkota telah lakukan sebelumnya.

Sun: Ya, Yang Mulia!

RUANGAN PERTEMUAN

Duta Besar 1: (. Dalam bahasa China) Apa yang terjadi hari ini akan sangat penting.

Pemimpin: Apa yang kita bicarakan saat ini sangatlah penting

Duta Besar 1: Kita perlu untuk mendapatkan kembali hak-hak perdagangan kertas.

Pemimpin: Itu benar.

Duta Besar 1: Jika kita gagal dalam hal ini, kita akan berada dalam posisi berbahaya ketika kita kembali ke China.

Pemimpin: Perdagangan tekstil dapat memecahkan masalah kita. Kita harus meningkatkan harganya. (Tiba-tiba, ia mengeluh sakit kepala.)

Duta Besar 1: Apakah Anda tidak apa-apa? Tidakkah seharusnya Anda  menunda transaksi dagang ini dan istirahat saja?

Pemimpin: Aku tidak dapat melakukannya kali ini!

Petugas: (Memberikan semangkuk minuman) Apakah Kau merasa baik-baik saja?

Duta Besar 1: Dia lelah bepergian.

Pemimpin: Aku baik-baik saja.

Orang-orang Baekjae memasuki ruangan, duduk.

Aja: Apa tanggapan China atas proposalku mengenai kertas?

Pemimpin Duta Besar memberikan tanda kepada kawannya..

Duta Besar 1: Aku akan menjadi juru bicara dari sekarang.

Aja: Baiklah.

Duta Besar 1: Ketika Yang Mulia memeriksa kertas, dia senang dengan kualitasnya. Jadi dia menyetujui perdagangan dengan Kau.

Aja: Rajamu sangat bijaksana.

Duta Besar 1: Namun, karena kita sudah menjual padamu pola bordir pada harga minimal sampai sekarang, kami perlu untuk menaikkan harganya.

Aja: Menaikkan harga?

Duta Besar 1: Kami telah meningkatkan kualitasnya setiap tahun, tapi harga tetap sama selama lima tahun.

Aja: (Berbisik Kepada Sun) Kau perlu menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu mereka kesepakatan baru kita.

Sun: (Kepada para duta besar.) Baik! Mari kita membuat kesepakatan!

Para pedagang China menganggukkan kepala mereka dengan kepuasan.

Sun: Tapi pertama-tama, aku ingin mengirim rajamu hadiah ucapan syukur untuk menerima tawaran kami sebelumnya.

Duta Besar 1: Sebuah hadiah?

Sun: Ya. (Kepada orang-orangnya  yang berdiri di luar.) Bawa barang-barang itu ke  dalam!

Seorang pria membawa 3 set sutra bersulam, yang dia tinggalkan di atas meja.

Sun: Ini adalah pakaian bersulam dibuat di Baekjae untuk pertama kalinya.

Duta Besar 1: Apakah Kau mengatakan bahwa Baekjae mengembangkan pola bordirnya sendiri?

Sun: Itu benar. Inilah mengapa kita mengirimkan satu set pakaian bordir pertama kami sebagai hadiah kepada Kaisar Cina.

Para pemimpin Cina terbatuk-batuk.

Duta Besar 1: Apa yang akan terjadi pada sutra bersulam kita?

Sun: Jika milikmu kualitasnya lebih baik daripada milik kami, kami akan mengimpornya pada harga yang Kau minta. Tapi jika itu tidak terjadi, tidakkah Kau pikir China harus membeli pada kami pada tingkat harga yang lebih tinggi?

Para duta besar terlihat tidak senang.

Sun: Jadi, sekarang ini untuk Kaisarmu.

DI RUANGAN LAIN

Aja: Kau seharusnya menunggu sebelum membawa hal ini.

Sun: Tuanku Pangeran! Aku akan berurusan dengan mereka mulai sekarang! Kualitas sutra bersulam kita begitu tinggi sehingga negara-negara lain selain China akan menginginkannya.

Haedoju: Itu benar.

Pangeran dan ayah mertuanya pergi.

Sun: Kita akan membutuhkannya dalam jumlah besar segera. Jadi, bangunkan aku sebuah pabrik untuk itu.

Haedoju: Ya.

Sun: Dan duta besar pasti merasa sangat gelisah sekarang. Kirim mereka hadiah yang mahal. Dan siapkan sebuah pesta besar bagi mereka.

KEDIAMAN AJA

Chilryo: Kita mendapatkan keuntungan lebih banyak melalui manufaktur tekstil daripada membuat kertas.

Baekmoo: Itulah yang aku katakan …

Chilryo: Kita mengambil hak perdagangan kertas dari mereka, sehingga mereka ingin merampas hak perdagangan tekstil dari kita. Kita tidak bisa mengatakan apa-apa kepada mereka karena mereka melakukan hal yang sama yang telah kita lakukan kepada mereka …

Baekmoo: Kita berakhir di situasi yang lebih buruk daripada sebelum penemuan kertas.

Aja: Tapi itu bukan masalah terbesar sekarang.

Baekmoo: Apa maksudmu?

Aja: Aku tidak berpikir Duta Besar China dengan mudah akan setuju untuk kondisi kita. Aku cemas sekarang.

DI RUANGAN PARA DUTA BESAR

Duta Besar 1: (dalam bahasa China.) Kita sedang dalam kesulitan!

Pemimpin: Ya, benar!

Duta Besar 1: Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Pemimpin: Aku mengalami sakit kepala yang buruk!

Duta Besar 1: Kita ingin membuat kerugian kita minimal dengan menjual sutra kita dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Tetapi itupun  telah diambil dari kita!

Pemimpin: …

Duta Besar 1: Aku pikir mereka telah melakukan pengembangan industri mereka selama beberapa waktu … Kita harus melakukan sesuatu untuk melawan inii! Jika tidak, kitalah yang akan berada dalam masalah!

Pemimpin: Tidak peduli apapun, kita harus mendapatkan jumlah emas yang sama dari mereka seperti yang telah  kita gunakan. Mari kita pikirkan dari setiap kesalahan yang mereka buat di masa lalu, dan mari kita meminta kompensasi!

Pria Baekjae: (Memasuki ruangan) Makan malam sudah siap! Lewat jalan ini, silakan.

Duta Besar 1: Baik!

Pemimpin duta besar tiba-tiba merasakan sakit kepalanya lagi.

DI RUANG PESTA

Para Duta China makan di pesta yang telah disiapkan untuk mereka. Sun memerintahkan pelayan untuk membawa mereka hadiah yang telah  ia persiapkan sebagai hiburan. Dia kemudian memerintahkan sekelompok musisi dan penari untuk menghibur para tamu.

Sun: Kau mungkin merasa tidak nyaman sebelumnya.

Putera Mahkota dikenal karena keahlian diplomatiknya, tapi aku pikir dia terlalu condong  memperkuat hubungan dengan Jepang sementara mengabaikan China.

Pemimpin: …

Sun: Kau pasti sudah mendengar apa yang terjadi dengan Ko-Kuryo.

Haedoju: Jenderal berbicara mengenai Baju Perisai Bersinar.

Sun: Ko-Kuryo meminta kami untuk membuat mereka Baju Perisai Bersinar, tapi aku menentangnya.

Duta Besar 1: Apakah Kau mau mengatakan bahwa bukan Baekjae yang memberikannya kepada mereka.

Sun: Kami menemukan cara untuk membuatnya, tapi kami tidak memberitahu mereka. Shilla-lah yang memberitahu mereka.

Para duta besar terlihat meragukannya.

Sun: Pangeran Mahkota mungkin tidak setuju denganku, tapi aku pikir hubungan kami dengan China harus mengambil prioritas di atas hubungan kita dengan Ko-Kuryo, Shilla atau Jepang. Selain itu, Ko-Kuryo telah menuntut terlalu banyak dari kami akhir-akhir ini karena mereka berperang dengan kalian.

Kami bisa menjual banyak persenjataan kepada mereka, tapi aku merasa hubungan kami dengan China lebih penting.

Musik berakhir, dan beberapa wanita membawa lebih banyak makanan untuk para tamu.

Sun: Apa ini?

Haedoju: Ini adalah makanan obat terbuat dari daging rusa. Daging rusa meningkatkan energi dan sangat baik untuk liver. Mengubah seseorang dari kondisi lemah ke kondisi normal, jadi ini bagus untuk mereka yang telah melakukan perjalanan jauh dan kelelahan.

Duta Besar 1: Apakah ini Kau taburi dengan bubuk emas ?

Haedoju: Ya, itu bubuk emas! Baik untuk sirkulasi darah dan bagus untuk menambah kelezatan makanan. Cobalah ini!

Sun: Itu benar, cobalah ini! (Para duta besar mencicipi kelezatan makanan itu)

Seorang wanita membawa botol.

Sun: minuman keras ini terkenal di Baekjae. (Kepada perempuan itu). Sajikan kepada mereka.

Wanita itu mulai menuangkan minuman keras ke sekeliling. Para tamu mulai minum satu per satu. Tiba-tiba pimpinan para duta beasr mulai tersedak.

Duta Besar 1: (Kepada Sun) Apa sebenarnya yang telah kamu lakukan?

Pimpinan duta besar tidak sadarkan diri. Kedua duta besar lainnya memanggil-manggil namanya. Sun dan yang lainnya tertegun dan hanya bisa menyaksikan saja. Tidak mengerti mengapa Duta Besar keadaannya bisa menjadi seperti itu.

DI PELABUHAN SANGDAEPO

Jang membantu Mokrasu berjalan sejak pria yang lebih tua itu sedang merasa sakit.

Jang: Apakah Guru tidak apa-apa?

Mokrasu: Aku baik-baik saja.

Jang: Kau tidak tampak baik. Apakah Kau sakit?

Mokrasu: Ini tidak seburuk itu. Aku pernah merasa seperti ini sebelumnya.

Jang: (Kepada  penjaga yang bertanggung jawab) Maaf!

Sersan: Sekarang apa?

Jang: Guruku merasa tidak enak badan sekarang. Aku tahu tempat di sekitar sini sehingga aku bisa mendapatkan beberapa obat-obatan untuknya.

Eunsol: Bagaimana aku bisa mempercayai Kau?

Jang: Aku tidak berencana untuk melarikan diri. Kau bisa pergi dengan aku!

Eunsol: Perahu akan segera berangkat.

Jang: Jika kita meninggalkannya seperti ini, dia bisa sakit parah dalam perjalanan kita ke sana. Jadi biarkan aku merawatnya sebelum kita pergi!

Eunsol: Kalian adalah  penjahat! Buat apa pengobatan itu?

Jang: (Menghentikan seorang pejalan kaki) Maafkan aku. Apakah Kau tahu Bos Pedagang kota ini?

Pria: Ya. Mengapa Kau bertanya?

Jang: Aku tidak bisa pergi ke sana sendiri, dapatkah kau menyampaikan pesan kepada dia?

KEDIAMAN DAEJANG

Pengurus: Kalian tenang! Kalian semua akan mendapatkan kesempatan untuk membeli ini, jadi bersabarlah!

Pembeli: Apakah kita semua dapatkesempatan untuk membelinya?

Pengurus: Itu benar!

Orang-orang berbicara di antara mereka mengatakan bahwa itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Pria 1: Tapi bagaimana bisa, kenapa tempat ini berkembang begitu cepat?

Pria 2: Aku tidak yakin, tapi aku dengar mereka mengambil alih setiap barang dagangan  penting yangtiba di Sangdaepo.

Pria 3: Apa yang aku dengar adalah bahwa seorang pedagang China membantu Bos Pedagang di tempat ini.

Pria 1: Apakah ini berarti desas-desus itu benar?

Pria 2: Rumor apa?

Pria 1: Bahwa seorang wanita China yang cantik adalah bos baru di tempat ini!

Pria 3: Aku kira begitu.

Pria 2: Apakah dia cantik?

Pria 1: Dia sangat cantik! Mari kita kembali ke bisnis sekarang!

DI DALAM

Daejang: Ha ha! Bisnis ini berkembang pesat!

Chogee: Dia membeli segala sesuatu yang tiba di sini. Apa lagi yang bisa Kau harapkan?

Bomyung: Tepat.

Sunhwa: Aku mendengar Kau membantu orang dalam kesulitan.

Daejang: Dari siapa kau mendengarnyai?

Chogee: Apakah Kau pikir Nonaku akan mulai ini tanpa memeriksa ini?

Bomyung: Kami mendengar bahwa Kau membantu orang yang tidak bisa membayar pajak, atau mereka yang bangkrut, dan bahkan para mantan narapidana.

Daejang: Itu karena aku membutuhkan banyak orang untuk menjadi bawahanku jika aku ingin memperluas bisnis aku.

Sunhwa: Bisakah Kau menyerahkan mereka semua kepada aku?

Daejang: Aku bisa, tetapi untuk alasan apa?

Sunhwa: Aku ingin memulai jenis bisnis yang berbeda.

Daejang: Suatu bisnis dengan jenis yang berbeda?

Sunhwa: Tolong, perkenalkan aku pada orang-orang yang tekun dan dapat dipercaya?

Pengurus: (Memasuki ruangan) aku menerima sebuah pesan.

Daejang: Sebuah pesan?

Steward: Ini dari kawan yang berperang bersamamu di Cheonwie, orang yang berada di sini sebelumnya. Dia bilang dia di Sangdaepo.

Daejang: Apa? Mengapa ia datang ke sini lagi?

Pengurus: Dia mengatakan bahwa ia membutuhkan obat mendesak untuk penyakit tiba-tiba menggigil, demam, dan nyeri perut yang parah.

Daejang: Benarkah? Baiklah.  (Berdiri) Pergilah untuk mendapatkannya.

Daejang pergi dengan asistennya.

Chogee: Dia mendapatkan penghargaan dalam peperangan di Cheonwie. Kurasa dia tidak membohongi kita.

Sunhwa: Dia pergi berperang di Cheonwie? Cheonwie …!

Suara hati Sunhwa: Seodong-Gong juga pernah ada di sana  …

PELABUHAN SANGDAEPO

Daejang: Maaf, kapan kapal menuju Soyundo berangkat?

Petugas: Menuju Soyundo? Itu sudah berangkat.

Daejang: Apa? Kapan?

Petugas: Kau melihat kapal yang di sana? Itu akan menuju ke Soyundo.

Daejang melihat kapal itu, memegang obat di tangannya.

DI KAPAL

Orang-orang di geladak kapal menuju Soyundo semakin mabuk laut, kecuali Jang, yang sangat khawatir dengan kondisi gurunya.

Jang: (Menyentuh dahi gurunya) Guru! Guru! Demamnya semakin memburuk! Kau akan kehilangan kesadaran kalau Kau seperti ini!

Mokrasu: Aku baik-baik saja… Jangan khawatir …

Jang: Apa maksudmu? Kau sangat sakit sekarang!

Mokrasu mulai merasakan mual.

Jang: Guru! Guru!

Pengawal yang menjaga mereka muntah, Mokrasu juga muntah. (Hueeekkkkkk :P)

Jang: (Kepada sersan) Putar kapal. Jika kita terus seperti ini, tuanku bisa mati!

Eunsol: Putar kapal? Apakah Kau sinting? Kita semua merasa seperti sekarat karena mabuk laut!

Jang: SKumohon, putarlah kapalnya sekarang.

Mokrasu sangat kesakitan

Jang: Guru! (Kepada sersan.) Beri dia air. Air!

Sersan: Diam! Jika Kau terus mengganggu kami, kami bisa melemparkan Kau keluar dari perahu!

Jang terus merasakan demam Gurunya, memegangnya dalam pelukannya.

DI SOYUNDO

Semua orang berjalan keluar dari kapal, muntah-muntah. Jang membantu sang Guru untuk keluar dari perahu. Mokrasu merasakan serangan rasa sakit.

Jang: Guru! Kau perlu istirahat sekarang.

Mokrasu: Meskipun aku sakit, kita datang ke sini untuk bekerja. Aku akan melapor pada orang yang berwenang sebelum beristirahat.

Jang: Kau dapat melakukan itu setelah mengambil istirahat. (Jang membantunya berjalan.)

Petugas: Apakah Kau teknisi dari Akademi?

Jang: Ya.

Petugas: Apakah orang ini menderita mabuk laut?

Jang: Dia tidak merasa begitu baik sejak sebelum naik perahu. Beritahu kami di mana ia bisa beristirahat.

Mokrasu pingsan.

Jang: Guru! Guru!

Petugas: Apa ini? Bukankah ini penyakit menular?

Jang: Guru! Guru! Guru! Berilah kami air! Dan Mana obat-obatan? Di mana obat-obatan itu?

Petugas: (Kepada para penjaga.) Hei! Bawa dia pergi!

Kemudian

Mokrasu dibawa ke tempat di mana yang terluka dan sakit berbaring.

Jang: Guru! Guru!

(Kepada petugas.) Apa ini? Bagaimana bisa Kau meninggalkan Guruku di sini?

Petugas: Ini adalah di mana semua yang sakit harus tinggal. Aku tidak bisa mengatakan jika dia hanya mabuk laut atau membawa sesuatu yang menular, tapi …

Jang: Dia tidak menderita sakit seperti itu! Dia telah mengalami demam dan kedinginan sejak waktu kami berada di Sangdaepo.

Petugas: Tapi tidak ada dokter di sekitar sini!

Jang: Apa?

Petugas: Para hukuman mati yang dikirim ke sini. Mengapa mereka harus mengirim dokter kemari? Yang bisa kita lakukan sekarang adalah untuk memastikan penyakit ini tidak menyebar.

Jang: Tapi kami datang ke sini sebagai teknisi!

Petugas: Kau tentunya telah melakukan kejahatan itulah mengapa kau berada di sini. Jadi aku katakan sekali lagi padamu, tidak ada dokter di sekitar sini! (Dia meninggalkan Jang.)

Orang sakit: (KEpada Jang) Permisi. Karena Kau datang ke sini sebagai seorang teknisi, Kau tidak punya obat untuk kita?

Jang: …

Orang Sakit: Sebagian besar dari kita tidak terlalu serius sakitnya. Kami mengalami patah tulang atau cedera lain, tetapi kami dibuang ke sini untuk mati …

Jang melihat orang-orang di sekelilingnya, merasa kasihan pada mereka.

Orang Sakit 2: Lenganku patah …

Jang berdiri, dan setelah menemukan tongkat, dia membungkusnya di sekitar lengan pria itu.

KANTOR PEMERINTAH LOKAL

Jang: (Kepada petugas) Setelah melihat ke  sekeliling, aku menyadari orang-orang ini tidak sakit serius. Mereka dapat disembuhkan dengan sedikit pengobatan. Jika Kau membiarkan mereka seperti itu, mereka akan terkena infeksi yang tidak mereka derita sebelumnya.

Petugas: Mereka adalah terhukum mati, bagaimanapun juga.

Jang: Apakah Kau akan membiarkan mereka mati seperti itu?

Petugas: Aku datang ke sini sebagai hukuman karena kejahatanku. Jadi aku tidak punya kekuatan.

Jang: Lalu kirim aku ke Sangdaepo ketika kapal berikutnya tiba. Ijinkan aku mendapatkan beberapa obat di sana. Aku tidak bisa meninggalkan guru aku seperti ini!

Petugas: Apakah Kau pikir mereka akan membiarkan Kau pergi?

Beberapa saat kemudian

Pengawal: Ini bukan tempat tinggal.

Sersan: Tepat. Jika aku tinggal sedikit lebih lama, aku merasa aku akan mati.

Pengawal 2: Kapan kapal berikutnya tiba?

Jang: (Bergabung mereka.) Aku sudah meminta. Biarkan aku pergi ke Sangdaepo.

Sersan: Apakah Kau mulai lagi?

Jang: Jika aku tidak bisa pergi, ketika kapal berikutnya tiba di sini, biarkan aku mengirim pesan yang meminta untuk beberapa obat.

Sersan: Kau tidak bisa.

Jang: Jika aku hanya memiliki beberapa obat-obatan, aku bisa menyembuhkan semua orang sakit di sini. Aku akan merawat mereka sendiri! Aku akan menuliskan obat-obatan yang aku perlu …

Sersan: aku katakan bahwa Kau tidak bisa! Kecuali Kau bersedia untuk tunduk Jenderal kami, Kau tidak dapat melakukan apa pun di sini!

Jang: (nada marah) Peduli apa tunduk atau tidak kepadanya, bawakan aku beberapa obat-obatan! Orang-orang sedang sekarat di sini!

Sersan menatapnya kesal dan Jang mencoba untuk berjalan ke dalam perahu. Para penjaga tidak membiarkannya.

Jang: Biarkan aku pergi! Biarkan aku pergi!

BAEKJAE

Sun: Itu tidak benar!

Duta Besar: (Menunjukkan sebuah sendok berlumuran darah) Lihatlah ini! Ini adalah buktinya! Apakah Kau masih akan mengatakan aku berbohong? Sendok perak ini dengan sempurna telah  menunjukkan kebenaran padamu. Apakah Kau akan menyangkal hal ini?

Sun: Itu tidak benar! Tidak!

Duta: Kami meletakkan sendok perak pada santapan yang dimakan pemimpin kami, dan ternyata muncul warna ini. Ini membuktikan bahwa Baekjae meracuni Duta Besar Cina!

Sun: …

Duta Besar: Aku akan membawa berita ini ke negaraku. (Dia memberi tanda kepada anak buahnya, dan mereka semua pergi.)

Aja: (Kepada Sun) Apa yang Kau lakukan dengan makanannya setelah pemimpin mereka pingsan?

Sun: …

Haedoju: Kami terlalu sibuk berusaha untuk membangunkannya  kembali, kami tidak bisa memikirkan makanan itu.

Aja: Demi langit!

Weeduk: Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Chilryo: Jika Kaisar China mendengar tentang ini, kita dalam kesulitan besar.

Sun: Aku akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah pada mereka,  entah bagaimana caranya!

KEDIAMAN DUTA BESAR CHINA

Duta Besar 2: Apakah kita akan baik-baik saja?

Duta Besar 1: Jangan khawatir.

Duta Besar 2: Tidakkah Kau pikir mereka mencurigai kita?

Duta Besar 1: Bahkan jika mereka benar-benar curiga, mereka tidak memiliki cara untuk membuktikan ini. Ini sangatlah buruk karena pemimpin kita meninggal. Tapi kita harus menyelesaikan misi kita sekarang! Setiap urusan diplomatik adalah suatu peperangan diam-diam. Kita tidak bisa pulang sebelum memenangkan perang kita.

RUANGAN RAPAT

Chilryo: Jika Putra Mahkota yang berurusan dengan mereka, ini tidak akan terjadi.

Haedoju: Mengapa Kau hanya menunjukkan jarimu dan tidak mencoba untuk menemukan solusinya?

Chilryo: Apakah ada solusinya!

Aja: Hentikan!

Sun: Aku akan menemukan cara untuk membuktikan bahwa dia meninggal karena sebab alami.

Aja: Jangan. Hanya berilah mereka hak untuk perdagangan tekstil. Kekacauan ini bisa berubah jauh lebih besar jika kita tidak berhati-hati.

Sun: Tuanku, Kau tahu dengan baik bahwa ini adalah tuduhan palsu … aku akan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. (Dia meninggalkan ruangan)

AKADEMI TAEHAKSA

Giroo: (Kepada para ilmuwan lain) Berikut ini adalah …

Buyo-Sun memasuki ruangan dan semua orang berdiri untuk memberikan hormat.

Sun: Akademi harus membuktikan pada mereka bahwa itu adalah kematian yang alami.

Ataek: Kami mendengar sendok perak telah mengungkapkan bahwa ada racun dalam makanan.

Sun: Mereka pasti telah menyentuh makanannya setelah ia meninggal. Menurut dokter yang bertugas, ia tampak sakit sejak saat ia tiba. Jadi harus ada solusinya. Temukan solusinya!

Wooyung: Baik. Sataek-Giroo, Ataek-Gulchui, Instruktur Gomo dan aku akan bertanggung jawab tentang masalah  ini.

Sun: Cepat. Kita tidak punya banyak waktu.

Wooyung: Ya …

Mojin: Jika Guru Mokrasu di sini …

Sun: …

Mojin: Dia mungkin telah menemukan solusi.

Giroo: Solusinya mungkin tidak sulit. Aku mendengar tubuh orang yang terkena racun meninggalkan bekas yang jelas setelah mati.

Sementara itu

Eunjin: Lihat? Ini adalah hukuman dari para Dewa!

Bumro: Apa yang kamu bicarakan?

Eunjin: Dia dihukum karena mengusir Guru kita dan Jang.

Bumro: Kau tidak seharusnya mengatakan itu! Masalah ini mempengaruhi seluruh bangsa kita!

Eunjin: Kau begitu patriotik. Aku tidak! Mengesampingkan Baekjae, aku ingin Jenderal Buyo-Sun dan Wooyung atau Woowong harus dihancurkan!

Maekdosu: (Menempatkan tangannya di mulut Eunjin) Jika Kau terus berbicara seperti itu, Kau mungkin tiba-tiba menghilang tanpa ada yang melihat Kau.

Eunjin: Apapun itu! Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?

Gooksoo: Tapi Kau harus berhati-hati. Semua orang merasa depresi setelah ini.

Bumro: Apakah ada solusi untuk itu?

Eunjin: Apanya yang solusi? Jang tidak ada di sini …

Di lain pihak

Woosoo: Guru Giroo di sini. Dia akan menemukan caranya.

Juriyeong: Bagaimana?

Woosoo: Bubuk emas tidak beracun sama sekali! Daging kambing itu sangat segar.

Asoji: Apa yang salah dengan  itu?

Juriyeong: Aku mendengar mereka meracuni makanan setelah dia meninggal!

Goyiso: Itu benar. Jadi kita harus mencari tahu kebenarannya mengapa pria itu mati.

Woosoo: Atau yang lain, kita perlu membuktikan bahwa orang itu tidak mati karena racun.

Asoji: Kita bisa tahu bahwa jika kita memeriksa tubuh. Lidah orang yang minum racun akan seprti terbakar.

Woosoo: Benarkah?

Asoji: Ya!

Selanjutnya

Gomo: Satu-satunya cara yang kita miliki sekarang adalah memeriksa mayatnya.

Mojin: Aku juga pikir begitu.

Gomo: Namun, mereka bisa bermain-main dengan mayat serta …

Mojin: Jika Guru kita di sini, dia akan berpikir sesuatu …

Gomo: Ya. Aku bertanya-tanya bagaimana keadaannya di tempat mengerikan itu.

PULAU SOYUNDO

Jang: (Membawa air untuk Mokrasu) Kau perlu tetap terjaga. Kau tidak bisa menyerah seperti ini, tanpa minum obat apapun! Katakan padaku apa yang harus kulakukan. Dimana aku bisa mendapatkan sesuatu yang dapat digunakan sebagai obat?

Mokrasu: Carilah akar Jarigong.

Jang: akar Jarigong? Aku akan mencarinya. Tunggu aku.

Beberapa waktu kemudian

Jang berlari mengelilingi  pulau, mencari akar liar Jarigong dan menemukannya.

Jang: (Memberikan akar yang sudah dimasak) aku membuat ini dengan akar Jarigong. Kau harus meminum ini! Minumlah!

Setelah mencicipi obat, Mokrasu menoleh pada orang-orang sakit lainnya. Dia kemudian memerintahkan Jang untuk mencari akar lainnya.

Jang: Kau harus fokus untuk membuat dirimu sehat terlebih dahulu …

Mokrasu mulai menceritakan Jang nama penyakit masing-masing.

Mokrasu: Jika kau meninggalkan mereka seperti itu, mereka akan mati …

Sementara itu

Pengawal 1: Mengapa mereka belum datang?

Pengawal 2: Aku tidak tahu. Mereka mungkin terlambat. Giliran kita akan berakhir sebentar lagi.

Tiba-tiba, Jang melompat ke atas mereka, meninju mereka.

Pengawal 1: Apa yang kamu lakukan?

Jang: (Mencekiknya) Kau bukan manusia! Tidakkah Kau melihat mereka sekarat? Bagaimana Kau bisa mengabaikan itu?

Jang mencoba untuk memukulnya, tetapi sersan memukulnya dengan tongkat dari belakang.

Sersan: Jika Kau ingin menyelamatkan gurumu yang berharga, ubahlah cara berpikirmu. Apa yang lebih penting daripada menyelamatkan nyawa seseorang?

Itu sederhana. “Aku akan melayani Tuanku Jenderal.” Itu satu kalimat bisa menyelamatkan nyawa guru kau. Tapi Kau tidak mau?

Orang-orang memanggil sersan.

Sersan: Mengapa kalian begitu terlambat? Aku pikir aku akan mati menunggu!

Pengawal Baru: Jangan katakan itu. Kami terjebak dalam krisis nasional dan  kami pikir kami akan mati!

Sersan: Mengapa?

Pengawal Baru : Salah satu duta besar dari China meninggal. Dan Jenderal kita disalahkan untuk itu.

Sersan: Benarkah?

Pengawal: Jendral kita menunjukkan sutra bersulam baru bagi mereka. Jadi duta besar Cina tidak senang. Ketika salah satu dari mereka meninggal, mereka mulai menuduh Jendral kita yang meracuni dia.

Sersan: Benarkah?

Pengawal: Aku memberitahu Kau! Mereka mengancam akan memutuskan semua hubungan dengan kita. Dan ada rumor yang mengatakan bahwa Jenderal kita mungkin akan dbawa sebagai seorang tawanan ke China. Dan bahwa dia mungkin akan dieksekusi di sana …

Jang mendengarkan percakapan mereka.

Selanjutnya

Jang berpikir, melihat Gurunya yang tidur.

Kemudian

Sersan itu sedang di atas perahu, memberikan instruksi terakhir kepada para penjaga baru, siap untuk pergi. Jang berlari kepadanya.

Sersan: ada apa?

Jang:  (Memberinya sebuah amplop) Berikan surat ini kepada Jenderalmu.

Sersan: Kau harus melakukan ini sebelumnya. Kau akhirnya sampai juga ke akal sehatmu!

Jang: …

Eunsol: Baiklah. Apakah ini semua?

Jang: Ya.

DI RUANG PERTEMUAN

Duta Besar 1: Kau ingin memotong-motong tubuhnya? Apakah  tidak cukup Kau membuatnya keracunan? Sekarang, Kau ingin menghancurkan tubuhnya!

Wooyung: Kami tidak ingin menghancurkan tubuhnya. Kami ingin mencari tahu penyebab sebenarnya dari kematiannya.

Duta Besar: Kita sudah tahu alasannya. Ia diracuni!

Sun: …

Duta Besar: Pergilah dan katakanlah kepada rajamu untuk berhati-hati bagaimana ia menangani masalah ini. Jika Kau terus menyangkal tuduhan, kami akan memutus semua hubungan perdagangan  dengan Baekjae, dan meminta ganti rugi yang sesuai ! (Para duta besar pergi.)

Sun: (Kepada Wooyung) Cari tahu di mana tubuhnya.

Wooyung: Tubuhnya?

Sun: Bahkan jika kita harus mencuri tubuhnya, kita perlu memeriksa hal ini!

Wooyung: Jika kita tertangkap, masalahnya justru akan menjadi lebih buruk.

Sun: Ini tidak bisa lebih buruk dari ini. Mereka akan menuntut hal-hal gila dari kita jika kita tidak melakukan apapun untuk menghentikan mereka.

KEDIAMAN SUN

Heukjipyung: Jang mengirimkan pesan.

Sun: Benarkah? Dia tidak bertahan terlalu lama …

Heukjipyung: Mokrasu sakit serius , jadi aku pikir dia tidak punya pilihan …

Sun: Apakah ini berarti Mokrasu sedang membantu kita? Mari kita lihat. (Dia membaca surat itu.)

Suara Jang : Aku mendengar Kau berada dalam situasi yang sangat kritis sekarang. Tidak adakah yang bisa membantumu sekarang? Panggil aku ke Savisong.  Aku akan memecahkan masalah ini untukmu.

Kau mungkin berpikir aku berbohong kepada Kau hanya karena Guru Mokrasu sakit. Tapi itu adalah kerugianmu. Pikirkan tentang hal ini: Siapa yang menyalakan sinyal api pada perang yang lalu? Siapa yang membuktikan keaslian jenazah raja terakhir kita?

Sun berhenti membaca, dengan marah memberikannya kepada pengawalnya.

Heukjipyung: Kenapa kau seperti itu? Tidakkah dia tunduk padamu?

Sun: Si brengsek ini seharusnya mengemis padaku. Tapi sebaliknya, dia berani mengancam aku!

Giroo bergabung dengan mereka.

Sun: Apa yang Kau inginkan?

Giroo: Kau harus menyerahkan hak-hak perdagangan tekstil. Bahkan jika mereka meminta Kau untuk hal-hal yang lebih besar dari itu, Kau harus memberikan mereka segala yang mereka minta. China adalah Kekaisaran yang besar. Baekjae tidak mampu untuk bermusuhan dengan mereka.

Sun: Aku tahu itu, tapi …

Giroo: Apakah Kau khawatir bahwa Kau akan kehilangan kekuasaan atas Putra Mahkota?

Sun: Ini bukan permainan kekuasaan sederhana. Semua Gubernur sedang mengawasi aku, untuk melihat bagaimana aku memecahkan masalah yang satu ini. Hampir semua dari mereka masih mendukung aku sekarang, tapi kita tidak pernah tahu kepada siapa mereka akan mendukung di masa depan. Selain itu, para bangsawan selalu berpikir kalau kenyataannya aku bukanlah sang Putera Mahkota!

Aku merasa dalam setiap pekerjaanku, aku dinilai dan diperiksa oleh semua orang. Dan itulah bagaimana aku bisa sampai sejauh ini. Negara yang jauh, China, dan yang dekat, para Gubernur  … aku tidak bisa membuat satu kesalahan lagi kepada mereka!

Itulah mengapa Kau harus membantu aku. Cari tahu apa saja yang dapat membuktikan kalau aku tidak bersalah! Sesuatu bukti yang nyata untuk ditunjukkan kepada semua orang!

Kemudian

Giroo dan beberapa  laki-laki lainnya pergi diam-diam ke kediaman duta besar China di malam hari, untuk mencuri mayat duta besar Cina. Tapi ketika mereka membuka peti mati, mereka menyadari bahwa mereka telah jatuh ke dalam perangkap.

BALAIRUNG ISTANA BAEKJAE

Keesokan harinya

Duta Besar: Aku tidak percaya kau mencoba mencuri tubuhnya untuk menghancurkan bukti bahwa ia diracuni! Tidakkah kamu tahu bahwa dia telah membawa segel raja kammi, yang berarti bahwa ia mewakili raja kami di sini?

Weeduk: …

Duta Besar: Jelaskan kepada kami! Apa tujuan yang sebenarnya dari Baekjae itu?

Weeduk: Sebenarnya, Jenderal kami hanya berusaha untuk membuktikan penyebab kematian yang sebenarnya. Tapi dia melakukannya secara perseorangan, kami tidak ada hubungannya dengan itu. Jangan salah paham.

Duta Besar: Kita tidak dapat percaya bahwa, bagaimana mungkin seorang jenderal memutuskan untuk melakukan sesuatu begitu serius seperti ini hanya sendirian saja? Aku akan kembali ke negara asal aku dan aku akan menginformasikan rajaku! (Dia meninggalkan ruangan itu dengan kawannya)

Weeduk: Mereka datang mewakili seluruh Kekaisaran China. Mereka tidak boleh kembali seperti ini. Pangeranku, janganlah ijinkan mereka untuk meninggalkan Baekjae dalam suasana seperti ini.

Aja: Ya, Yang Mulia. (Dia meninggalkan ruangan)

Weeduk: Bagaimana Jenderal melakukan sesuatu begitu serius tanpa persetujuan aku?

Chilryo: Itu menunjukkan dia tidak tahu dasar-dasar etika berdiplomasi.

KEDIAMAN SUN

Heukjipyung: Panggillah kembali Mokrasu dan Jang.

Sun: Dia mengirimiku surat seperti  itu karena Mokrasu sedang sakit.

Heukjipyung: Tapi Kau tidak pernah tahu. Anak itu sangat banyak akalnya. Dia datang dengan rencana menyebarkan rumor kura-kura. Dan bagaimana ia bisa menemukan cara untuk mengidentifikasi jenazah raja terakhir kita. Hal yang sama terjadi juga selama perang yang lalu. Dia mungkin terdengar arogan dalam surat itu, tapi dia mengatakan dia akan membantu Kau. Karena ia tidak mau mengakui untuk tunduk, ia harus menemukan alasan untuk mencari cara lain supaya kembali.

Sun: …

Heukjipyung: Jika dia berbohong, Kau dapat mengeksekusi dia karenanya. Ia selamat dari hukuman mati sebelumnya. Melihat cara dia berbicara, aku pikir ia memiliki sesuatu dalam pikirannya. Kita tidak akan rugi.

Sun: Bawa dia kembali.

Heukjipyung: Ya.

PULAU SOYUNDO

Jang sedang memberikan obat untuk Mokrasu.

Pengawal: Mereka memerintahkan Kau untuk datang ke Savisong.

Mokrasu: Apa yang mereka bicarakan?

Pengawal: Mereka memerintahkan Kau untuk kembali setelah membaca surat Jang.

Mokrasu: (Khawatir) Jang … Apa yang terjadi?

Jang: (Kepada pengawal itu) Dia tidak bisa berjalan, jadi kita harus membawanya. Kita tidak bisa membuang banyak waktu di sini!

Mokrasu: Jang!

Jang: …

Mokrasu: Jang!

DI KEDIAMAN DAEJANG

Daejang: (Kepada orang banyak yang berkumpul) Kalian masing-masing telah menerima sebuah batu perak yang besar. Tidak peduli berapa lama yang kalian butuhkan, baik itu lima tahun atau sepuluh tahun dari sekarang … Aku akan menjamin keselamatan Kau! Selain itu, aku bahkan akan merawat keluarga Kau.

Tugas kalian, pergilah ke tempat yang ditunjuk dan carilah tambang emas.

Manusia: Tambang Emas?!

Daejang: Ya. Carilah ke semua tempat di mana kau mungkin akan menemukan emas. Tidak harus  emas. Bisa juga logam besi atau magnet, atau batu berharga. Dengarkan rumor, atau ikutilah orang-orang di sekelilingmu. Apapun yang kau lakukan, Kau harus menemukan tanah dengan harta karun entah bagaimana!

Yang paling penting di sini adalah saling percaya dan kerahasiaan. Sama seperti aku menjaga rahasia identitasmu, Kau semua harus menjaga rahasia ini! Begitu orang tahu kita sedang mencari tambang emas, semua upaya kita akan hilang seperti asap. Apakah Kau mengerti?

Semua: Ya!

Daejang: Jadi sekarang, asisten aku akan memberikan peta tempat Kau masing-masing harus pergi.

DI DALAM

Sunhwa: Apakah mereka sudah pergi?

Daejang: Asisten aku memberikan instruksi terakhir. Jadi mereka akan berangkat pagi-pagi.

Sunhwa: Aku berterima kasih kepada Kau untuk melakukan yang kuminta.

Daejang: aku melakukan ini tapi aku masih merasa Kau terlalu banyak berjudi. Apa yang akan Kau lakukan jika Kau tidak dapat menemukan sebuah tambang emas setelah menginvestasikan semua uang itu?

Sunhwa: Jika aku tidak menemukan emas, aku dapat menemukan mineral lainnya. Jika aku tidak menemukan itu, aku mungkin telah belajar keahlian lebih dalam berdagang. Ada pepatah lama tentang seseorang menemukan harta lebih berharga ketika mencari emas kecil. Itulah mengapa hal ini bukanlah perjudian.

Daejang: Mengapa Kau bermimpi begitu besar?

Sunhwa: Ya?

Daejang: Apakah kau tidak akan menyembunyikan identitas Kau? Lalu mengapa Kau membangun proyek-proyek besar begitu banyak?

Sunhwa: Aku tidak sepenuhnya yakin!

Suara hati Sunhwa: Entah bagaimana, aku punya perasaan ini mungkin membantu dia suatu hari nanti. (Pokoqnya Sunhwa benar-benar cinta mati sampai kepada saat matinya kepada Jang, apapun yang ia lakukan selalu Jang dahulu yang ada dalam pikirannya, bagaimana supaya Jang hidup, sukses, dan berkuasa)

PELABUHAN SANGDAEPO

Pengawal 1: Apakah Kau telah menunggu kami?

Pengawal 2: Ya. Mereka tidak bisa  kehilangan satu menitpun. Jadi mereka mengirim kuda-kuda ini.

Pengawal 1: (Kepada Jang dan Mokrasu) Tunggangilah kuda-kuda ini.

Jang: Dia bergumul untuk bertahan hidup. Bagaimana Kau ingin dia naik kuda?

Pengawal 1: Apa? Apa yang Kau ingin kami lakukan?

Jang: (membela diri) Aku tidak bisa pergi! Kecuali aku diizinkan untuk memberi makan guruku beberapa obat-obatan, aku tidak akan bergerak satu langkah dari sini!

Pengawal 1: Sialan! Aku bahkan tidak bisa membunuh orang ini!

Pengawal 2: (Menyerahkan sebuah bungkusan) Berikan ini padanya.

Pengawal 1: Apa ini?

Pengawal 2: Ketika kami pertama kali datang ke sini, Bos Pedagang kota ini memberikan ini kepada kita untuk Guru Mokrasu.

Jang: (dengan nada marah) Mengapa kamu tidak memberikan pada kita sebelumnya?

Pengawal 2: Kami diperintahkan untuk tidak melakukan apa pun untuk Kau, bahkan jika kau mati. Aku hanya mengikuti perintah.

Jang:Guruku tidak akan pergi ke Savisong!

Pengawal 1: Apa katamu? Dia tidak akan pergi?

Jang: Guruku akan beristirahat di sini. Aku akan pergi ke sana sendiri.

Pengawal 1: Lihat! Aku sudah bilang kita tidak bisa melakukan itu!

Jang: Bunuh aku jika Kau mau. Aku tidak bisa pergi seperti ini!

Para penjaga menyingkir, membahas berbagai kemungkinan tindakan mereka pada Jang.

Jang: Guru, Kau beristirahat di sini. Aku akan ke sana dulu.

Mokrasu: Aku harus pergi dengan Kau.

Jang: Kau tidak bisa pergi seperti ini.

Mokrasu: Kau tidak benar-benar punya rencana. Aku tidak dapat mengirim Kau ke sana sendirian.

Jang: Mengapa Kau mengatakan bahwa aku tidak ada rencana? Aku punya! Aku akan melakukannya!

Pengawal 1: (Kembali, dan berbicara dengan Jang) Kau akan pergi dengan aku dan Gurumu akan mengikuti orang ini. Apakah itu bagus?

Jang: Baik. Kau telah membuat keputusan yang tepat.

Pengawal 1: Baiklah, mari kita pergi!

KEDIAMAN DAEJANG

Pengurus: Bukankah Kau pria yang dulu pernah ke sini sebelumnya?

Jang: Mana Daejang?

Daejang: (Membuka pintu) Jang!

Jang: Daejang!

Daejang: Aku senang melihat Kau. Aku begitu khawatir karena kau pergi ke Soyundo.

Jang: Mari kita bawa Guruku ke tempat tidur sekarang.

Daejang: (Kepada anak buahnya) Siapkan tempat tidur untuk dia!

DI DALAM KAMAR

Jang: Berbaringlah.

Mokrasu: (. Memegang tangan Jang) Ceritakan apa yang ada di pikiran Kau.

Jang: Guru! Apakah Kau pernah melihat aku berbohong? Aku orang yang memikirkan rencana menyebarkan rumor penyu . Ini bukanlah bandingannya. Jadi Guru, rawatlah kesehatanmu di sini tanpa khawatir. (Mokrasu berbaring untuk tidur.)

DI LUAR KAMAR

Pengawal 1: Aku sudah terlalu sabar dengan Kau! Mari kita pergi ke Savisong sekarang!

Jang: Dia mungkin tak dapat bertahan… Biar aku masak obat untuknya.

Pengawal 1: Kau tidak bisa! Kita terlambat!

Daejang: Apa? (Kepadaasistennya.) Apakah ini bagaimana Kau memperlakukan tamu yang akan bepergian jauh? Siapkan pesta bagi mereka.

Steward: Ya. (Kepadapara penjaga.) Silakan, lewat jalan ini.

DI SATU KAMAR

Daejang: Apa yang terjadi?

Jang: Tolonglah Guruku supaya  menjadi lebih baik!

Daejang: Ada seorang dokter di kota, ini  tidak akan terlalu sulit.

Jang: Dan jika sesuatu terjadi padaku, bantulah Guruku untuk melarikan diri.

Daejang: Bagaimana Kau? Aku bisa dengan mudah menyingkirkan sejumlah kecil penjaga.

Jang: Jika kita melarikan diri sekarang, kita akan menjadi pelarian dari Baekjae selamanya.

Dan Kau mengenal aku dengan baik, bukan? Aku bisa bertahan hidup di mana saja. Guruku seperti ayah bagi aku. Jadi tolong rawatlah dia  dengan baik! Aku menaruh kepercayaanku pada Kau.

Suara Pengurus: (Dari luar) Boss, Pedagang  Jin mencari Kau.

Daejang: Baiklah!

Kemudian

Daejang: Apakah Kau ingin menemuuiku? Untuk apa?

Sunhwa: Aku ingin mengajukan permintaan pribadi.

Daejang: Permintaan apa?

Sunhwa memberinya sebuah gambar yang tampak seperti kalung permata yang dikenakan oleh Jang dan Aja.

Daejang: Apa ini?

Sunhwa: Aku ingin mencari tahu seseorang yang membuat hal-hal seperti ini, atau siapa pun yang menjualnya. (Daejang melihat  lebih dekat pada gambar.) Ada batu biru di tengah yang bersinar dalam gelap.

Daejang: Apakah ini sesuatu yang Kau miliki?

Sunhwa: Tidak, aku melihat seseorang yang memakai ini, dan itu tampak sangat berharga dalam penglihatanku.

Daejang: Ya, sepertinya sesuatu yang sangat berharga. Pandai besi yang membuat jenis permata berharga ini ada di tempat lain. Aku akan mencari tahu. Kau ingin aku untuk memeriksa ini  sesegera mungkin, bukan?

DI KAMAR

Jang membantu gurunya untuk duduk, menawarkan semangkuk obat.

Jang: Minumlah ini.

Mokrasu: Aku akan pergi dengan Kau.

Jang: Mengapa Kau melakukan ini, Guru!

Mokrasu: Aku tahu kau tidak punya solusi. Kau hanya mencoba untuk membawaku keluar dari Soyundo.

Jang: Itu tidak benar, aku katakan padamu! Jadilah sehat dulu. Jika Kau kembali setelah itu, Kau akan tahu.(Memberinya obat.) Minumlah ini.

Mokrasu minum obat, melihat dengan sedih kepada Jang.

Suara hati Jang: Tuanku Puteri. Aku mungkin harus mengingkari janji yang kubuat, mengatakan bahwa aku akan bertahan hidup. Jangan salahkan aku, ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan Guruku …

RUANG PERTEMUAN DI ISTANA BAEKJAE

Sun: (Kepada para duta besar dari China) Aku akan menyerahkan hak-hak perdagangan tekstil.

Duta Besar: Tidakkah Kau menyadari apa yang telah Kau lakukan? Kau telah meracuni seseorang yang datang dalam nama Kaisar, dan sekarang Kau ingin kita melupakan ini hanya dengan perdagangan tekstil!

Aja: Kami akan terus membeli kertas dari Kau …

Sun: Kami akan menjamin Kau bahwa kami akan membayar Kau jumlah emas yang sama seperti yang biasanya kami lakukan.

Duta Besar: Putra Mahkota memohon aku untuk menunggu.Apakah hanya ini saja yang dapat kau lakukan?

Aja: Apa yang Kau inginkan?

Duta Besar: Hanya ada satu hal yang kita inginkan. Kami ingin tahu mengapa dia diracun.

Aja: …

Duta Besar: Aku sudah mengirim pesan ke Kaisar memberitahukan apa yang terjadi di sini.Jawabannya pasti datang segera.  Mari kita bicara setelah  itu! (Dia pergi bersama kawannya)

RUANG RAPAT

Chilryo: Apakah pertemuan ini gagal?

Haedoju: Astaga! Apa yang bisa kita lakukan sekarang?

Sun: (Kepada Haedoju) Apakah benar bahwa mereka mengirim pesan kembali ke Cina?

Haedoju: Ya.

Aja: Kapan pesan itu dikirim?

Haedoju: Sebuah perahu sepertinya telah pergi seminggu lalu. Yang mungkin telah membawa pesan.

Sun: Jika Kau tahu itu, Kau seharusnya mengatakan kepada aku!

Sementara itu

Goosan: Ini adalah rumahnya.

Saheum: (Setelah melihat sekeliling, kepada Giroo) ini cukup baik, jadi jangan merasa buruk.

Giroo: Jang dan Mokrasu tidak ada di sini, jadi tidak ada orang yang dapat mengenali wajah ayah. Tapi untuk berjaga-jaga, Hindarilah untuk dekat-dekat dengan Istana.

Saheum: Baiklah.

Giroo: Dan aku akan berpikir tentang apa yang dapat Kau lakukan di sini, jadi jangan khawatir.

Saheum: Baiklah.. Kau harus pergi sekarang.

Giroo: Masuklah ke dalam rumah.

Sementara Giroo mengiringi  ayahnya masuk ke dalam rumah, beberapa pria melewatinya dengan berkuda.

Giroo: (. Berbisik kepada dirinya sendiri) Mungkinkah ini Jang? (Dia mulai berlari.)

AKADEMI TAEHAKSA

Bumro: Jang datang! Jang datang!

Eunjin: Jang? Jang kitai di sini?! Dimana dia?

Maekdosu: Jang di sini? Setelah Kau pergi ke Soyundo, Kau hanya dapat kembali mati. Bagaimana dia bisa berada di sini?

Bumro: Aku memberitahu Kau! Aku melihat dia di pasar, jadi aku mengikutinya. Dia masuk ke dalam Istana!

Maekdosu: Aku yakin Kau hanya  membayangkannya. Jika ia benar-benar Jang, bagaimana ia bisa berjalan masuk ke dalam Istana?

Bumro: Dia tidak sendirian. Ia dikelilingi oleh penjaga!

Mojin: Bagaimana Guru kita? Apakah dia juga datang?

Bumro: Tidak, aku tidak bisa melihatnya.

Mojin: …

Eunjin: Bagaimanapun, Kau mengatakan bahwa  Jang hidup, kan? Dia di sini! (Woosoo mendengarkan dari luar.)

Selanjutnya

Woosoo: Giroo!

Giroo: Apakah Jang datang ke sini?

Woosoo: Bagaimana Kau tahu? Pergilah ke Guru Wooyung untuk mencari tahu apa yang terjadi!

Selanjutnya

Sun: Aku lebih suka kalau kau mengutukku!

Aja: Aku akan melakukannya setelah kita dapat memecahkan masalah ini!

KEDIAMAN DAEJANG

Mokrasu sedang merenung, ketika ia melihat Sunhwa berjalan ke luar.

Mokrasu: Wanita itu!?

Pengurus: Siapa?

Mokrasu: Seorang wanita bangsawan baru saja lewatt.

Pengurus: Ah, Kau pasti berbicara tentang Pedagang Jin.

Mokrasu: Pedagang Jin?

ISTANA BAEKJAE

Suara hati Jang: (Sementara dia berjalan untuk menemui Jenderal) Guru, segeralah sembuh. Dan kau harus bertahan hidup!

Heukjipyung: (Setelah terbentur  Jang) Apa yang dia lakukan di sini?! (Kepada sersan) Bawa dia ke Kediaman Jenderal segera!

Sersan: Aku membawanya ke sini karena aku diberitahu bahwa dia di sini.

Heukjipyung: Bawa dia keluar dari sini!

Aja: Jang! Apakah kau bukannya Jang? Apa yang Kau lakukan di sini? Bagaimana kau bisa datang?

Jang: Tuanku Pangeran! (Dia membungkuk hormat)

Sun: Aku yang memanggilnya kembali.

Aja: Kau?

Sun: Jang mengirimi aku surat yang mengatakan bahwa ia memiliki solusi untuk masalah kita.

Aja: Apakah Kau memiliki solusinya?

Sun: Ya. Dia mengatakan dia tidak menggertak dan bahwa dia akan mempertaruhkan nyawanya untuk memecahkan masalah ini.

Wooyung dan Giroo bergabung dengan mereka.

Sun: (Kepada Jang.) Baiklah. Apa solusinya?

Jang: Aku sudah punya solusinya.

Sun: Apa itu?

Jang: Tapi Kau sudah melanggar janjimu kepadaku dua kali. Aku tidak dapat membuka mulutku hanya seperti itu.

Sun: Apa?

Jang: Kembalikan aku ke Akademi Taehaksa!

Iklan

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s