Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 26

Jang: Apakah orang yang memberimu pesan sebelumnya memberi kau satu pesan lain lagi?

Siswa: Ya.

Jang: Apa itu?

Siswa: Aku diberitahu untuk memberikan ini kepada kau sendiri. (Dia memberikan Jang sebuah surat.)

Jang: Baiklah, terima kasih. (Jang membuka surat itu.)

Suara Sunhwa: Memang benar, ini seperti dirimu, Seodong-Gong. Jika kau melepaskan anak panah, maka seluruh dunia adalah sasaran yang tepat!

Jang tampak heran, dan ia terus membacanya.

Suara Sunhwa: Ini aku, Sunhwa. Tolonglah, datang kepadaku.

Jang: (Kepada dirinya sendiri) Dia bersama dengan Daejang … Di rumah pedagang Daejang!

Dia segera berlari, meninggalkan Taehaksa, menuju ke kediaman Daejang. Mokrasu melihat Jang berlari, mencemaskan muridnya.

KEMUDIAN

Bumro: Tunggu! Kau bukan seorang prajurit yang sedang berbaris untuk perang. Aku tidak pernah tahu gadis-gadis bisa berjalan secepat ini!

Eunjin: (Berjalan depan) Cepat!

Bumro: Lagipula dia ada di Savisong. Kitai membuang-buang waktu kita pergi ke Sangdaepo!

Eunjin: Itu sebabnya kita harus segera menemukannya! Mengapa wanita dari Kuil Jin datang ke Savisong? Dia pasti datang untuk Jang!

Bumro: Aku rasa begitu.

Eunjin: Itu sebabnya kita harus menemukannya dulu. Kita harus menemukannya dan mencegah keduanya bertemu!

Bumro: Aku pikir kita akan memiliki banyak waktu bepergian bersama-sama … Tapi kau gadis yang kuat!

Eunjin: Apakah kau tidak akan cepat-cepat?

Bumro: Baiklah … (Tiba-tiba) Lihat! Itu Jang!

Eunjin: Dimana?

Mereka berdua melihat Jang berlari dengan kecepatan tinggi.

Eunjin: Ke mana dia akan pergi begitu terburu-buru?

Bumro: Aku juga heran.

Suara hati Jang: (berlari) Kenapa? Kenapa dia ada di Baekjae? Apakah dia datang untuk aku!

KEMUDIAN

Jang: Daejang!

Daejang: Jang! Kau datang!

Jang: Mana Nona?

Daejang: Dia sedang mendaftar untuk izin pedagang, dan pejabat pemerintah yang memanggilnya untuk mengecek ulang tanda pengenalnya.

Jang: Apakah dia pergi ke Departemen Perdagangan?

Daejang: Ya.

KEMUDIAN

Jang belari melalui daerah pertanian, melompati halangan satu demi satu, tanpa istirahat. Tiba-tiba, ia berhenti.

Ia melihat seorang wanita berdiri di dekat pohon kecil. Jang mengawasi punggung wanita itu dan mengenalinya seperti Sunhwa, Jang seakan bermimpi.

Tak lama wanita itu membalikkan tubuhnya, dan ternyata benar dia adalah Sunhwa. Sunhwa balas menatapnya,  dengan mata berkaca-kaca. Jang mulai berlari ke arah Sunhwa, Sunhwa juga berlari ke arah Jang. Mereka berdua sama-sama berlari untuk menemui sang kekasih hatinya.

Saat bertemu, mereka saling merangkul dengan erat, seakan akan ingin menebus semua kerinduan yang terpendam dalam hati.

Jang memeluk Sunhwa.

Sunhwa memeluk Jang.

EMUDIAN

Kedua kekasih itu duduk. Sunhwa bersandar di bahu Jang.

Jang: Apa yang terjadi? Apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu?

Sunhwa: Aku telah diusir dari Istana..

Jang: (Sangat terkejut) Tuanku Puteri!

Sunhwa: Aku bukan puteri lagi. Sekarang, aku Jin Gakyung, Pedagang China.

Jang: …

Sunhwa: Aku suka seperti ini, ini justru lebih baik. Aku lebih suka menjadi Pedagang China Jin Gakyung, karena dia bisa bersama dirimu. (Dia bersandar lagi pada Jang)

Jang: Ini salahku …

Sunhwa: Ini bukan salahmu. Ini untuk siapa dirimu Seodong-Gong. Karena siapa dirimulah, aku dengan senang hati ditendang keluar dari Istana. Karena kau, aku menggunakan semua cara untuk datang ke Baekjae.

Jang: …

Sunhwa: (Menatapnya) Sambutlah aku dengan tersenyum. Dengan senyum lebar.

Jang memeluknya dengan senyum samar.

KEMUDIAN

Eunjin: (Menahan air matanya) Ya Ampun Apa yang bisa kita lakukan sekarang?! Apa?!

Bumro: Aku tidak tahu. Dia pergi ke Soyundo karena dia. Apa yang akan terjadi jika mereka menemukan dia di sini?

Eunjin: Bukan itu yang ingin aku katakan … Mereka berdua saling mencintai sampai mati.

Bumro: Apa?

Eunjin: Apa yang bisa kita lakukan sekarang? (Menahan air matanya.) Astaga! Aku gemetar sekarang! Aku gemetar sehingga aku bahkan tidak bisa bicara!

Bumro: Apa yang salah?

Eunjin: Bagaimana bisa ini terjadi?

Bumro: Apa yang salah, Eunjin?

KEMUDIAN

Jang: Apakah Kau mengatakan bahwa Kau kehilangan semua hak istimewa Kau seorang puteri dan Kau hampir menjadi pendeta Buddha?

Sunhwa: Ya …

Jang melihat sedih.

Sunhwa: Mengapa Kau tampak seperti itu? Apakah Kau akan menyalahkan dirimu sendiri lagi untuk semua yang terjadi padaku?

Jang: …

Sunhwa: Aku tidak mengatakan ini hanya untuk menghibur Kau. Sungguh, itu bukan kesalahanmu. Itu terjadi karena perebutan kekuasaan berdarah, di mana pemenang akan menjadi raja berikutnya. Aku pikir aku tahu dunia di sekitar aku. Tapi aku telah belajar sebuah pelajaran besar melalui peristiwa terakhir ini.

Jang: …

Sunhwa: Mari kita berhenti bicara tentang diriku sendiri. Aku mendengar bahwa Kau pergi ke Soyundo karena aku.

Jang: Seperti Kau, aku tidak mengatakan ini hanya untuk menghibur Kau. Itu terjadi karena pergumulan politik berdarah. Aku juga telah belajar banyak melalui ini.

Sunhwa: Meskipun kita terpisah, kita telah mengalami hal yang serupa. Dan bahkan ketika kita bersama-sama, kita merindukan satu sama lain. Apa yang bisa memisahkan kita lagi di dunia ini?

KEMUDIAN

Mokrasu: Apa? Dia di Savisong?

Eunjin: Ya. Dan dia sudah bertemu Jang.

Mokrasu: Mereka sudah bertemu?

Bumro: Ya, kami sudah melihat mereka berdua bertemu.

Eunjin: Mereka tampak begitu bahagia bersama, seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua..

Mokrasu: Apakah Kau mengetahui mengapa ia menyamarkan dirinya sebagai Pedagang China?

Bumro: Orang-orang dari Kelompok Pedagang tidak mau mengatakan apapun.

Eunjin: Dari apa yang aku lihat, dia datang untuk tinggal di sini.

Bumro: Ya, dan dia tidak memiliki tanda pengenal Baekjae karena dia seorang wanita Shilla. Aku pikir itu sebabnya ia menyamarkan dirinya sebagai Pedagang China.

Mokrasu: Jika ia datang untuk tinggal … Apakah Kau mengatakan bahwa dia datang untuk mencari Jang?

Eunjin: Ya. Apa yang bisa kita lakukan sekarang?

Mokrasu: Baiklah, aku akan mengurusnya. Dan Kalian berdua, jaga dan tutuplah mulut kalian! Apakah Kalian mengerti?

Eunjin: Tentu saja.

Bumro: Ya.

Mokrasu: Terima kasih atas kerja keras kalian. Sekarang kalian bisa pergi.

KEMUDIAN

Eunjin: Kau tidak boleh memberitahukan hal ini kepada siapa pun!

Bumro: Khawatirlah dengan dirimu sendiri!

Eunjin: Kau pasti menceritakan semuanya ke Tuan Maekdosu!

Bumro: Kau berhati-hatilah supaya Instruktur Mojin tidak mencari tahu!

Mokrasu: (Bergabung dengan mereka) Pergilah beristirahat.

Eunjin dan Bumro: Baik! (Mokrasu pergi.)

Eunjin: Jangan katakan padanya!

Bumro menggoda  Eunjin.

Eunjin: Hentikan!

KEMUDIAN

Mokrasu: (Kepada Giroo) Sudahkah Kau melihat Jang?

Giroo: Aku belum melihatnya

Mokrasu berjalan pergi, tapi ia berbalik untuk melihat Giroo.

Giroo: Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?

Mokrasu: Kau menunjukkan kepada aku segala sesuatunya melalui tindakan Kau. Apa lagi yang bisa aku katakan? Satu-satunya hal aku bisa katakan adalah bahwa suatu hari, Kau harus menjawab untuk semua yang telah Kau lakukan.

Giroo: …

Mokrasu: Besok pagi, kita akan mengadakan Pertemuan Guru pertama setelah aku sudah menjadi Direktur. Jangan terlambat.

Giroo: Ya.

KEMUDIAN

Mokrasu pergi ke kamar Jang, tapi kosong.

Dia pergi keluar, mencari Jang dan bertemu dengan Maekdosu.

Maekdosu: Guru! Jang tidak ada di sini. Mengapa kau mencarinya? Apakah dia menghilang?

Mokrasu: Tidak …

KEMUDIAN

Daejang: Apakah dia dari Shilla?

Jang: Ya.

Daejang: Dari apa yang aku lihat, dia termasuk dalam kelas sosial yang sangat tinggi. Permata yang dia tunjukkan padaku sangatlah luar biasa.

Jang: Aku tahu.

Daejang: Apakah Kau mengatakan dia datang ke sini untuk kau?

Jang: Ya …

Daejang: Itulah mengapa dia menggunakan tanda pengenal palsu …

Jang: Aku khawatir tentang identitas palsunya.

Daejang: Jika aku telah bertemu denganmu sebelumnya, aku tidak akan mendaftarkan namanya sebagai anak dari Jin Gunsoo. …

Jang: Mengapa?

Daejang: Menyamarkan diri dengan identitas sebagai Jin Gakyung, bekerja dengan baik di Sangdaepo, tetapi ketika aku mendaftarkan namanya di sini, di Savisong, aku menyadari ada terlalu banyak orang yang mengenal ayah Jin Gakyung, Jin Gunsoo.

Jang: Apa?

Daejang: Kita mungkin mendapatkan izin lebih cepat karena itu, tetapi cepat atau lambat seseorang akan menemukan kalau …..

Jang: Apa yang harus kita lakukan?

Daejang: Dia akan lebih baik menggunakan nama yang tidak diketahui. Tapi kita tidak bisa mengubah itu sekarang …

Jang: Kita harus melakukannya. Cobalah untuk mendapatkan tanda pengenal dari orang yang tidak dikenal banyak orang … Dan berhati-hatilah.

Daejang: Baiklah. Tapi kita telah mendaftarkan tanda pengenalnya di kantor kabupaten. Aku tidak yakin apakah kita bisa mengubah itu …

KEMUDIAN

Jang berdiri di luar, berpikir …

Sunhwa berjalan menuju Jang, mengawasinya dari belakang.

Jang: (Berbalik dan melihat Puterinya) Mengapa kau tidak tidur?

Sunhwa: Ada sesuatu yang perlu aku periksa.

Jang: Sesuatu yang ingin kau periksa?

Sunhwa meraih tangan kanan Jang dan membuatnya duduk di sampingnya.

Lalu, dia memeriksa tangan kanan Jang, berlawanan dengan tangan kirinya. Tangannya ada cincin kayu, tapi tangan Jang kosong.

Sunhwa: (Menyembunyikan kekecewaan) Aku bekerja begitu keras membuat cincin itu. Kenapa kau tidak memakainya? Apakah Kau menemukan wanita lain selama waktu itu?

Jang tersenyum, menunjukkan tangannya yang kiri, yang ada cincin kayu.

Sunhwa: (senang) Sendok kayu yang kita buat, meja makan, bebek-bebekan kayu … Apakah Kau menyimpannya semua?

Jang: Ya.

Sunhwa: Dan keranjang bambu, yang membuatku menangis … Seseorang sedang menggunakannya sekarang, kan?

Jang mengangguk. Sunhwa mendongak pada bulan purnama. Jang memegang tangan kiri Sunhwa dan menempatkan di sebelah tangan kirinya, melihat kedua cincin di tangan mereka. Mereka berdua tersenyum.

Perlahan-lahan, kepala Sunhwa bersandar di atas bahu Jang.

KEMUDIAN

Saheum: Apakah kau tidak mengalami masa  sulit di Akademi setelah sekarang Mokrasu dan Jang sudah kembali?

Giroo: Meskipun mereka kembali, kekuasaan politik Baekjae milik Buyo-Sun dan faksi Puteri Wooyung. Mereka tidak akan mampu berbuat banyak terhadap anak buah Buyo-Sun. Selain itu, Jenderal sedang menyesali bahwa ia mendengarkan Jang bukannya mendengarkan aku. Jadi jangan khawatir tentang aku.

Saheum: Baiklah.

Giroo: Aku lebih khawatir untuk Kau, ayah.

Saheum: Aku berencana untuk membuka bisnis secepatnya setelah Goosan membawa kembali sebagian dari hartaku yang tersisa dari Shilla. Tidakkah Kau berpikir bahwa cara itu adalah cara termudah bagi kita untuk menetap?

Giroo: Ya. Tapi nantinya ayah akan memerlukan dukungan dari faksi Buyo-Sun.

Saheum: Aku rasa begitu.

Giroo: Aku akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan tanda pengenal bagi ayah. Dan aku akan menyebutkan di depan Jenderal tentang ayah.

Saheum: Apakah tidak terlalu berbahaya?

Giroo: Jika kita berencana untuk tinggal di sini, lebih baik bagi kita untuk membangun diri lebih cepat, bahkan jika kita harus mengambil risiko.

KEMUDIAN

Mojin sedang membaca buku, sedangkan Eunjin sedang mencoba untuk tidur. Namun, Eunjin tidak bisa tertidur, dan ia terus mengubah posisi tidurnya, mendesah gelisah. Mojin hanya diam mengawasinya.

Mojin: Meskipun sangat sulit, Kau tidak perlu menceritakan hal itu kepada siapa pun.

Eunjin: Apa?

Mojin: Apakah Kau pikir Guru akan mengirimkan Kau sejauh itu tanpa memberitahu aku tentang hal itu?

Eunjin: (. Duduk) Apakah Kau mengatakan bahwa Kau tahu tentang hal ini?

Mojin: (Menghela napas) Aku tahu, tapi … Ini sangat mengejutkan, sehingga Kau tidak boleh menyebutkan hal ini kepada siapa pun.

Eunjin: Bu! Ibu! Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Mojin: Eunjin …

Eunjin: Jang pergi ke Soyundo karena perempuan itu. Apa yang bisa kita lakukan, mengetahui bahwa wanita dari Kuil Jin datang ke sini?

Mojin: (Sangat terkejut) Apa?! Wanita dari Kuil Jin datang ke sini?!

Eunjin: (Menempatkan tangannya di mulut Mojin s) Bu! Oh ibu! Kau menipuku lagi! Kau harus merahasiakan ini!

KEMUDIAN

Maekdosu: (Sangat terkejut) Apa?! Yang Mulia bersedia untuk mengampuni, mengatakan bahwa itu urusan kecil Jang saat dia masih muda. Mengapa ia datang ke sini?!

Bumro: Itu bukan urusan kecil!

Maekdosu: Apa maksudmu?

Bumro: Dia benar-benar mencintai seorang wanita dari musuh bangsa kita …

Maekdosu: Apa?! Jika itu yang terjadi, ia tidak akan dikirim ke Soyundo, melainkan, ia akan dilemparkan ke dalam laut untuk mati.

Bumro: Dan Akademi bahkan lebih ketat tentang ini!

Maekdosu: Haruskah kita mengirim wanita itu kembali ke Shilla?

Bumro: Jang sudah bertemu dia!

Maekdosu: Haruskah kita kemudian mengirim Jang bersama dengan dia?

Bumro: Kita tidak bisa melakukan itu, ayah!

Maekdosu: Ini bukan masalah kecil.

Bumro: Apa, sekarang apa?

Maekdosu: Jang disebut seperti itu karena dia kuat (‘Jang’ berarti kuat di Korea.), Tapi kadang-kadang ia disebut seperti itu karena dia masuk ke dalam begitu banyak masalah. Tidakkah Kau setuju?

Bumro: Aku …

PERTEMUAN PARA GURU

Mokrasu: Guru Wooyung! Kau sudah bertugas memimpin Akademi untuk waktu yang lama. Apa yang Kau pikirkan mengenai masalah terbesar yang kita hadapi?

Wooyung: …

Mokrasu: Guru Giroo, bagaimana menurutmu?

Giroo: Aku pikir itu karena kurangnya motivasi yang muncul dari perlakuan yang tidak adil.

Mokrasu: Bukan  … Kita, diri kita sendirilah yang menjadi masalah terbesar. Hati kita terbagi adalah hambatan yang terbesar. Namun, aku akan menerima bahwa perpecahan itu disebabkan oleh situasi dan pandangan yang berbeda.

Tetapi tidak peduli apa sudut pandang kalian, setelah Kalian menjadi seorang ilmuwan dan sarjana, Kalian harus memiliki integritas karakter. Buktikan ini dengan memproduksi barang.

Melihat sejarah 10 tahun terakhir dari Akademi, para ilmuwan telah berkurang dalam produktivitas dan kreativitas. Tidak ada peningkatan selama 10 tahun tentang teknik pertanian. Tidak ada instrumen pertanian baru yang telah diciptakan sejak 10 tahun lalu..

Jadi, aku akan tidak akan memperpanjang perpecahan internal, tapi aku akan mengawasi produktivitas yang diperlukan untuk mempertahankan status Kalian. Dan jika Kalian tidak melakukannya, aku akan menurunkan status kalian, tidak peduli apakah Kalian adalah seorang ilmuwan atau sarjana. Ini adalah tugas pertama dari aku, yang aku berikan kepada Kalian, setelah menjadi Direktur.

KEMUDIAN

Mokrasu sedang memeriksa ke sekeliling Akademi, diikuti oleh para pemimpin lainnya.

Bumro: (Bergabung dengan mereka.) Guru! (Mokrasu berjalan ke arahnya.) Jang datang!

Mokrasu: Aku mengerti. (Bumro pergi.)

KEMUDIAN

Jang sedang mengecek beberapa buku, dalam salah satu ruang kerja.

Maekdosu, Mojin, Bumro dan Eunjin melangkah masuk

Maekdosu: (Duduk di samping Jang) Eunjin! (Dia mengedipkan mata pada gadis itu.) Bisakah kita membuat kertas dari pohon-pohon lain selain murbei?

Eunjin: Aku tidak tahu. Kita harus mencoba untuk mencari tahu … Jang! Bagaimana menurut Kau?

Jang: Kita harus menguji pohon yang lain. Kita mungkin akan menemukannya dengan kualitas kertas yang lebih baik.

Bumro: Itulah mengapa aku berpikir kita harus bepergian ke seluruh negeri untuk menguji jenis pohon jenis lain. …

Jang: Apa?

Eunjin: Ya! Aku setuju. Kita harus meninggalkan Savisong dan melakukan perjalanan ke selatan. Apa pendapat Kau tentang itu, pergi berkeliling selama satu tahun atau lebih? Apakah kau tidak bosan di Savisong?

Bumro: Tepat!

Maekdosu: Tepat … Kita akan pergi dengan Kau, Jang …

Mojin: Aku tidak tahan lagi! Jang!

Eunjin: Bu! Kami telah melakukan begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan! (Mokrasu berjalan masuk) Mari kita keluar!

Semua pergi, kecuali Jang dan Mokrasu.

Mokrasu: Aku tidak melihat Kau sepanjang malam. Dari mana saja kau?

Jang: Aku telah bertemu kawan aku dari perang …

Mokrasu: Bos pedagang dari Sangdaepo?

Jang: Siapa? Tidak … Sopal teman aku sekarang ada di Savisong …

Mokrasu: … (Memandangnya) Jang …

Jang: …

Mokrasu: Akan ada pertemuan untuk sarjana hari ini. Bersiaplah!

Jang: Ya …

Mokrasu pergi.

KEMUDIAN

Mojin mendesah lagi dan lagi, khawatir. Maekdosu berdiri di belakangnya.

Maekdosu: Nyonya Mojin … aku tahu rahasia yang mengejutkan …

Mojin: Tentang apa?

Maekdosu: Aku biasanya tertidur segera. Tapi semalam, aku tidak bisa tidur sama sekali. Aku terus bangun! Lihatlah mataku.

Mojin: Jika itu bukan hal yang mendesak, katakan padaku nanti. Aku tidak punya waktu untuk hal-hal kecil.

Maekdosu: Ini bukan hal kecil! Aku memperdebatkan apakah aku harus memberitahumu atau tidak, atau haruskah aku menjahit mulutku dengan benang … aku merasa seperti ada tikus yang bermain di dalam otak aku …

Mojin: Maafkan aku. Ada tempat kemana aku harus pergi … (Dia meninggalkan Maekdosu.)

KEMUDIAN

Mojin: Guru!

Mokrasu: Apa itu?

Mojin: Apakah Kau masih berpegang pada masa lalumu?

Mokrasu: …

Mojin: Aku sedang berbicara tentang Jang. (Maekdosu sedang menguping dari luar.) Aku sudah mendengar semuanya.

Mokrasu: Sebenarnya, aku melihat perempuan itu di kota pelabuhan, jadi aku mengirim anak-anak untuk menyelidiki mengapa ia datang.

Mojin: Mengapa kau perlu melakukan itu? Aku tidak perlu diberitahu mengapa. Dia pasti datang untuk Jang! Dia pasti menyamar karena Jang.

Mokrasu: …

Mojin: Kau tidak bisa menutup matamu kali ini. Mengapa Kau begitu menderita sepanjang waktu ini? Siapa yang bertanggung jawab untuk Jang sehingga ia dituduh sebagai mata-mata di Hanuelchae? Kehidupan Kau dan Jang berada dalam bahaya karena perempuan itu.

Mokrasu: …

Mojin: Yang Mulia mengatakan bahwa ia akan memberikan maaf atas kesalahan masa lalu Jang. Tetapi jika Jang melakukan hal yang sama di sini, siapa yang tahu apa yang akan terjadi? Kita hanya ingin menemukan kedamaian di Akademi …

Mokrasu:  Aku juga khawatir …

Mojin: Aku cukup yakin ini akan menempatkan kita dalam bahaya. Jika Giroo atau siapa pun dari faksi Jenderal tahu, kita akan dalam kesulitan besar. Kita perlu menghentikan ini sebelum itu terjadi. Kita tidak bisa hanya menonton dan tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Dia berencana untuk membuka sebuah bisnis besar di sini. Mengapa Kau tidak melakukan apapun untuk menghentikan ini? Kau harus memutuskan. Jika Kau tidak ingin mengusir Jang …

Maekdosu: (Memasuki ruangan) Aku sudah mendengar semuanya. Aku setuju 100% dengan Nyonya Mojin. Jika aku berpikir tentang dua kekasih itu, hatiku tenggelam dan gemetar. Berapa banyak sebenarnya dia mencintainya, sehingga dia sampaidatang ke sini! Oh, kekuatan cinta! Dimana tempat ini? Tempat ini adalah negara musuhnya!

Mojin menatapnya mencela.

Maekdosu: (Kembali ke akal sehatnya) Namun, hidup kita dipertaruhkan. Jadi, Guru aku seharusnya menegurnya dengan kasar …

Mojin: Kau tidak bisa mengasihaninya lagi, seperti yang Kau lakukan terakhir kali. Aku tidak ingin menderita lagi karena mereka. (Dia meninggalkan ruangan.)

Maekdosu: Guru … Apakah Kau pernah mencintai?

Mokrasu: …

KEMUDIAN

Sun: Apa yang sedang Mokrasu lakukan?

Wooyung: Dia bilang dia akan menurunkan siapa saja yang tidak memenuhi syarat baik untuk menjadi seorang ilmuwan maupun cendekiawan.

Sun: Putra mahkota mendapatkan sedikit dukungan dari sana …

Wooyung: Aku rasa begitu …

Sun: Kita tidak bisa membiarkan sedikit dukungan ini untuk bertumbuh dalam kekuasaan. Kita tidak bisa membiarkan sang pangeran  membangun basis politik di sana. Itulah mengapa Kau harus mengawasi Mokrasu dan Jang dengan sangat ketat. Mereka  seharusnya tidak boleh menjadi sebuah faksi politik.

Giroo: Ya.

Sun: Omong-omong Wooyung, aku ingin Kau untuk memeriksa bisnis baru yang baru saja dibuka.

Wooyung: Sebuah bisnis baru?

Heukjipyung: Pedagang China Jin Gunsoo, yang memiliki hubungan dekat dengan Tuan Haedoju selama bertahun-tahun, telah mengajukan permohonan izin usaha di Savisong.

Wooyung: Itu seharusnya menjadi bisnis skala besar …

Sun: Itulah apa yang aku pikirkan.

Wooyung: Apakah dia menjalankannya sendiri?

Heukjipyung: Bukan dia  sendiri, tetapi puterinya Jin Gakyung menjalankannya.

Sun: Itu sebabnya aku ingin Kau untuk memeriksa ini.

Heukjipyung: Pedagang sangat berbeda dari para Gubernur. Dan bagus untuk memiliki koneksi dengan orang-orang besar seperti ini.

KEMUDIAN

Sunhwa: Bagaimana kondisinya?

Daejang: Aku mendapat izin dengan mudah karena aku mengatakan kepada mereka kau adalah puteri dari Pedagang Jin.

Jang: Tapi, kau tidak memberitahuku bahwa Pedagang China Jin Gunsoo lebih terkenal dari pertama kali kau pikirkan?

Daejang: Aku kira begitu. Aku hanya tahu hubungannya dengan ayahku. Aku tidak tahu ia begitu terkenal di Savisong.

Sunhwa: Aku rasa tidak banyak orang yang tahu puterinya…

Daejang: Aku setuju …

Jang: Tapi kita tidak tahu pasti.

Daejang: …

Jang: Omong-omong, sangat berhati-hatilah untuk saat ini. (Kepada Sunhwa.) Aku akan mencoba untuk menemukan cara yang lain. Jadi berhati-hatilah sampai saat itu.

Sunhwa: Aku minta maaf karena membebanimu seperti ini.

Jang: Jangan katakan itu.

KEMUDIAN

Jang menghormat pada Sunhwa dan Daejang, lalu ia berjalan pergi.

Daejang: Aku mengajukan permohonan tanpa memeriksanya dua kali, sehingga menempatkan kau dan Jang dalam bahaya.

Sunhwa: Apa yang kau katakan? Ini adalah kesalahanku.

Wooyung: (Bergabung dengan mereka) Permisi. Apakah Jin Gakyung, Kepala pedagang dari tempat ini?

Chogee: Ya. Tapi siapa Kau?

Wooyung: Aku Guru Wooyung, dari Akademi. Aku datang untuk menemui Pedagang Jin.

Chogee: (Sangat terkejut.) Dari Akademi?!

Semua orang tampak terkejut.

Wooyung: Mengapa Kalian tampak seperti itu? Bukankah Pedagang China Jin Gakyung ada di sini?

Sunhwa: … aku. Aku Jin Gakyung.

Wooyung: Kau jauh lebih muda dari yang aku bayangkan.

Sunhwa: Ya, semua orang mengatakan hal sama padaku. Bisnis apa yang membawa Kau kemari?

Wooyung: Apakah Kau tetap berdiri di sini dalam menyambut tamumu?

Daejang: Tentu saja tidak. Masuklah! Aku mitra Bos Pedagang di sini.

Wooyung: Benarkah?

Daejang: Ya. Masuklah!

KEMUDIAN

Wooyung: Bagaimana Kau berbicara bahasa Baekjae dengan begitu baik?

Sunhwa: Ibuku seorang wanita Baekjae.

Wooyung: Apakah itu benar? Aku tidak tahu sehingga aku terkejut mendengar Kau berbicara sefasih ini.

Sunhwa: Ya, itu reaksi umum yang aku dapatkan dari orang-orang.

Wooyung: Apakah itu alasan Kau memutuskan untuk membuka bisnis di Savisong.

Sunhwa: Itu mungkin mempengaruhi pilihan aku. Namun, pedagang tidak harus memilih tempat untuk melakukan bisnis berdasarkan bahasa saja. Sebuah bisnis ada untuk memghasilkan uang.

Wooyung: Aku setuju… Dari apa yang aku dengar, sudah bertahun-tahun sejak Pedagang Jin Gunsoo terakhir terlihat di Baekjae.

Daejang: Kau mungkin tidak tahu ini, tapi ia membantu memecahkan masalah dengan faksi Yun di Wolnagoon.

Wooyung: Faksi Yun Apakah Kau berbicara tentang Yun Joongkwon?

Daejang: Ya.

Wooyung: Aku mengerti. Begitulah cara ia berteman dengan Tuan Haedoju.

Daejang: Sangat berisiko untuk kembali setelah itu, jadi dia telah menghindari untuk kembali kemari.

Wooyung: (Melihat Sunhwa) Kemudian, anak gadis ini akan bertanggung jawab atas bisnis di sini?

Sunhwa: Kau seharusnya tidak berpikir aku hanya sebagai anak gadisnya. Aku sudah mengikuti ayahku kemana-mana sejak aku masih kecil, membantu dia melakukan segala jenis usaha.

Wooyung: Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya bertanya apakah Pedagang Jin Gunsoo akan mengawasi bisnis ini atau tidak.

Sunhwa: Dia memberiku otoritas penuh atas yang satu ini.

KEMUDIAN

Sunhwa: Semoga soremu ini menyenangkan..

Wooyung: Kau juga … (Dia meninggalkan Sunhwa.)

Daejang: Semua hal mulai semakin rumit seperti yang Jang takutkan.

Sunhwa: ….

KEMUDIAN

Eunjin: Pengkhianat!

Bumro: Lihat siapa yang bicara!

Eunjin: Aku bilang padanya karena dia ibuku!

Bumro: Aku juga. Aku mengatakan kepadanya karena dia ayahku!

Eunjin: Apakah mereka sama?

Bumro: Apa bedanya?

Eunjin: Setelah ayahmu tahu, rahasia akan terbuka!

Bumro: Lagipula, ini ada hubungannya dengan Jang!

Eunjin tiba-tiba menempatkan tangannya di mulut Bumro dan mendorongnya menjauh sehingga tidak ada yang bisa mendengar.

Woosoo: (Melihat anggota Hanuelchae lainnya berjalan ke arahnya) Maaf!

Asoji: Ya?

Woosoo: Apakah Kau mendengar berita mengenai Jang?

Asoji: Tentang Jang?

Goyiso: Aku belum …

Juriyeong: Aku juga.

Woosoo: Aku tidak tahu apa itu, tapi setiap kali kita muncul, mereka berhenti bicara. Mereka pasti menyembunyikan sesuatu.

Goyiso: Bagaimanapun, aku tidak bisa tenang belakangan ini.

KEMUDIAN

Mokrasu, Mojin, Gomo, Maekdosu dan Eunjin sedang cemas menunggu.

Jang: (Bergabung mereka, dikawal oleh Bumro) Apakah Kau memanggil aku?

Mokrasu: Bumro! Pergi keluar dan awasi pintu masuk!

Bumro: Ya.

Mokrasu: (Kepada Jang) dari mana saja kau?

Jang: …

Mojin: Kita semua tahu bahwa Kau telah bertemu dengan wanita dari Kuil Jin.

Jang: …

Mokrasu: Kali ini, Kau seharusnya mengatakan kepada kita! Ini bukan hanya masalah Kau lagi. Tidakkah kau tahu betapa kami semua menderita karena itu?

Gomo: Tepat. Jangan berpikir ini adalah masalah pribadi Kau.

Maekdosu: Jang … Kami hanya belajar untuk hidup nyaman di sini … aku bisa bahagia hanya jika semua orang senang.

Eunjin: Mengapa Kau selalu mencari kesulitan? Mengapa?! Mengapa Kau melakukan hal-hal yang Kau tahu Kau seharusnya tidak lakukan?

Mokrasu: Kirim dia kembali..

Jang: …

Mokrasu: Kau harus melakukan ini sendiri. Aku sudah memberi Kau kesempatan sebelumnya. Kali ini, Kau harus mengorbankan diri untuk kita.

Jang: Tetapi Guru …

Mokrasu: Jang!

Jang: Dia datang kemari untuk aku … Dia datang menemui aku.

Mojin: (terlihat jengkel) Dia masih memikirkan wanita saja. Dia masih tidak memiliki akal sehat …

Jang: …

Bumro: Guru. Putra Mahkota sedang mencari Kau.

Aja: (Masuk ke ruangan bersama Baekmoo) Apakah ada sesuatu yang terjadi di sini?

Mokrasu: Tidak benar. Apa yang membuat Pangeran datang ke sini?

Aja: Aku sedang berjalan-jalan di sekitar Akademi. Selain itu, kita perlu mendiskusikan apa yang kita butuhkan agar kita bisa membangun ruang museum untuk peninggalan Baekjae Kuno.

Mokrasu: Baiklah. Aku akan menyerahkan rencananya segera.

Pangeran melihat ke sekeliling.

Maekdosu: Tuanku, cuaca di luar sangatlah dingin..

KEMUDIAN

Sun: Apakah Kau bertemu Jin Gakyung?

Wooyung: Dia jauh lebih muda dari yang kukira.

Sun: Benarkah? Seorang wanita muda melakukan perjalanan sendirian?

Wooyung: Ya.

Sun: Seorang wanita muda menjalankan sendiri bisnisnya …. …

Wooyung: Aku pikir ada seorang Baekjae membantu dia. Selain itu, wanita itu tampaknya cukup mampu melakukannya.

Sun: …

Wooyung: Apakah Kau ingin bertemu dengannya secara pribadi?

Sun: Baiklah.

Wooyung: Aku akan mengatur pertemuan itu.

KEMUDIAN

Woosoo: Apakah Kau akan keluar?

Giroo: Ya.

Woosoo: Apakah Kau tahu seseorang di Savisong?

Giroo: Kenapa?

Woosoo: Aku melihat Kau bertemu seseorang terakhir kali, dan Kau memanggilnya ayah.

Giroo: Ah … Dia saudara jauhku. Satu-satunya orang yang memiliki hubungan darah denganku yang masih ada..

Woosoo: Aku mengerti. Omong-omong, Jang sudah bertingkah aneh akhir-akhir ini. Sebenarnya, tidak saja Jang. Setelah Guru kita mengirim Eunjin dan Bumro untuk mencari sesuatu tentang Jang, semua orang bertindak aneh. Aku pikir itu ada hubungannya dengan Jang.

Giroo: Benarkah?

Woosoo: Bagaimanapun … Aku harap Kau tidak mendapatkan kesulitan sekarang setelah Jang dan Guru kita kembali …

Giroo: Jangan khawatir tentang itu. Guru hanya menyuruh kami untuk fokus pada seni dan ilmu saja.

Woosoo: Benarkah?

Giroo: Pokoknya, cobalah untuk mengetahui semua yang Jang sedang lakukan..

KEMUDIAN

Giroo berjalan di pasar ketika ia melihat Mokrasu dan Mojin berjalan di sana. Ia akan mengikuti mereka, tetapi Goosan memanggilnya.

Goosan: Tuan muda!

Giroo: Kau datang! Aku nanti akan pulang untuk menemuimu.

Goosan: Ayahmu juga ingin melihat Kau.

Giroo: Baiklah. Mari kita pergi.

KEMUDIAN

Giroo: Ayah!

Saheum: Masuklah!

Giroo: (.Melihat beberapa kotak) Apakah itu?

Saheum: Ya. Mereka adalah harta yang telah aku sembunyikan di Shilla.

Giroo: Dengan ini, maka akan mudah bagi ayah untuk memulai bisnis di sini. Aku bisa membuat ayah mendapatkan koneksi, tapi aku tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan tanda pengenal untuk ayah.

Saheum: Aku telah bekerja untuk pemerintah Shilla untuk sementara waktu, jadi aku sudah bertemu banyak pedagang. Salah satunya adalah seorang pria Baekjae.

Giroo: Benarkah?

Saheum: Ya. Dia meninggalkan Baekjae bertahun-tahun lalu dan dia sudah berkeliling ke banyak negara asing. Aku tahu kalau dia sudah meninggal karena sakit. Aku ingin menyamar sebagai dia. Temukan seseorang yang dapat membuatkanku tanda pengenal dengan namanya.

KEDIAMAN SUNHWA

Seorang pelayan datang menemui Sunhwa dan mengatakan bahwa ada seseorang bernama Mokrasu ingin bertemu dengannya.

Sunhwa: (terkejut) Guru Mokrasu?

Mokrasu dan Mojin berjalan ke dalam kamar Sunhwa.

Sunhwa: (Kepada para pengiring wanita) Tinggalkan kami sendirian.

Bomyung dan Chogee pergi.

Sunhwa: (Kepada tamu-tamunya) Silahkan duduk.

Sementara Mokrasu dan Mojin berjalan menuju kursi, Sunhwa berlutut di depan mereka. Mokrasu dan Mojin terkejut.

Sunhwa: Silahkan duduk …

Mokrasu: …

Mojin: …

Sunhwa: Jika Kau memberitahu aku untuk hidup sebagai seorang wanita petani, aku akan melakukannya. Jika Kau meminta aku untuk menjadi seorang budak, aku akan melakukannya.

Tapi kumohon, jangan memaksaku untuk pergi meninggalkannya.

Mokrasu: Apakah Kau tahu bahwa Jang berada dalam bahaya karena dirimu?

Sunhwa: … Ya …

Mokrasu: Masalahnya sudah hampir terselesaikan. Tetapi karena melindungimu, Jang mungkin bisa terlibat dalam masalah yang jauh lebih besar dari sebelumnya?

Sunhwa: Ya.

Mojin: Apakah Kau tahu bahwa dengan kehadiranmu di sini, tidak hanya Jang, tapi juga Guru, seluruh warga Hanuelchae, dan bahkan Pangeran Mahkota akan dalam bahaya?

Sunhwa: …

Mojin: Apakah kau menyadari itu?

Sunhwa: (menarik napas) Ya … aku tahu …

Mokrasu: Lalu? Apakah Kau masih berniat tinggal di sini atas nama cinta?

Sunhwa: Mengapa kami harus selalu mengorbankan cinta kami? Mengapa semua orang berusaha untuk menghancurkan cinta kami?

Mojin dan Mokrasu mendengarkannya …

Sunhwa: Hati yang mencintaiku adalah miliknya, hati yang mencintainya adalah milikku. Aku mencintainya. Dan ia mencintaiku. Mengapa kalian semua meminta kami berdua untuk meninggalkan satu sama lain? Untuk apa? Untuk hal yang mulia semacam apa, untuk kehormatan semacam apa?

Mokrasu: …

Mojin: …

Sunhwa: Biarkan aku melindunginya, aku, dia, cinta kami. (Menangis) Aku akan berhati-hati. Aku akan berhati-hati dan sangat hati-hati

Mokrasu: … (Merasa tersentuh)

Mojin: (Menyadari Mokrasu melemah hatinya) Tidak! Aku tidak ingin mendengar ini lagi. Kami tidak bisa membiarkan begitu banyak orang menderita karena Kau.

KEMUDIAN

Mojin: Masalah ini akan mempengaruhi Akademi jauh lebih besar dari apa yang dulu terjadi saat di Hanuelchae. Saat di sana, Kau bisa membiarkan ini dan tidak ada yang mengeluh. Tapi di sini sekarang tidak ada yang akan membiarkannya. Jangan menjadi lemah hati oleh karena permohonannya.

Mokrasu: …

Mojin: Guru! Sudah kubilang aku tidak akan melakukan ini lagi. Terakhir kali, aku katakan aku tidak akan melindungi Kau lagi jika Kau terus melakukan hal ini.

Mokrasu: Tapi …

Mojin: Tidak ada ‘tapi.’ Tidak Jangan mencoba untuk membujuk aku dalam nama cinta. Aku tidak menyukai tindakan ini justru karena itu adalah cinta. Aku tahu betapa cerobohnya orang saat dia jatuh cinta, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi orang.

Mokrasu: Maka Kau harus tahu juga bahwa Kau tidak dapat memisahkan dua kekasih itudengan kekerasan.

Suara hati Mojin: (Melihat Mokrasu serius dengan matanya.) Lalu bagaimana dengan cintaku? Cintaku tidak pernah berbalas … dan karena itulah, caraku mencintaimu adalah dengan melindungimu, dan aku merasa hal itu layak untuk dilakukan.

Mojin: Aku tidak tahan melihatmu dalam bahaya karena Jang sekali lagi! Aku tidak ingin melihat itu lagi! (Dia meninggalkan Mokrasu)

KEMUDIAN

Sunhwa sedang duduk di kamarnya, berpikir …

Jang duduk di luar, berpikir …

Mokrasu melihat Jang dari jauh, berpikir …

Mojin melihat Mokrasu yang sedang mengawasi Jang, berpikir …..

KEMUDIAN

Mojin kembali ke kamarnya, merenung dan akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu dan dia mulai berjalan keluar kamar. Eunjin masuk dan memanggil ibunya, tetapi diabaikan. Eunjin merasa kesal.

KEMUDIAN

Mojin: Kau memiliki kerabat yang menjadi bos preman di pasar, bukan?

Gooksoo: Aku sudah tidak melihatnya setelah sepuluh tahun, dan dia masih sama.

Mojin: Bantu aku berhubungan dengan dia.

Gooksoo: Apa? Aku bisa saja dengan mudah memberikan alamatnya padamu, tapi … kenapa?

Mojin: Ini adalah alasan pribadi.

Gooksoo: Aku akan memberikan alamatnya. Jika Kau menyebutkan nama aku, dia akan melakukan apa pun yang Kau minta. (Dia mulai memberikan  petunjuk)

Eunjin sedang menguping …

KEMUDIAN

Mojin berjalan ke pasar dan mengikuti petunjuk dari Gooksoo untuk menemui saudaranya.

Mojin: (Mengetuk pintu) Permisi … Permisi!

Preman: (Membuka pintu) Siapa ini?!

Mojin: Aku dari Akademi Taehaksa, dan aku dianjurkan untuk datang ke sini oleh Gooksoo.

Preman: Kakak Gooksoo? Dia selalu memarahiku. Kenapa dia menyarankan seseorang kepadaku?

Mojin: …

Preman: Aku kira kau membutuhkan bantuan aku?

Mojin: Ya.

Preman: Apa itu?

Mojin: Aku akan mengirim seorang wanita ke lokasi ini. Aku hanya ingin kau membawanya ke Shilla.

Eunjin terus menguping …

KEMUDIAN

Eunjin: (Kepada dirinya sendiri.) Itu benar! Ini mungkin satu-satunya cara. Ini adalah hal yang baik … (Dia mendesah.)

KEMUDIAN

Eunjin mengawasi Jang bekerja.

Suara hati Eunjin: ini yang terbaik untuk wanita itu, Jang dan bagi aku. Ini yang terbaik untuk Jang!

KEMUDIAN

Eunjin kembali ke kamarnya, sedang mencoba melupakan apa yang telah ia dengar, tapi dia tidak bisa. Ia duduk di pembaringan dan menutupi dirinya dengan selimut, kemudian membukanya lagi.

Eunjin: (Kepada dirinya sendiri) Mengapa jantung aku berdetak begitu cepat? (Menyentuh tenggorokannya.) Mengapa aku merasa begitu haus? Tidak, ini tidak benar. Ayo, aku harus menjadi kuat! Jadilah kuat! Jadilah kuat, Eunjin! Kau itu anak Mojin  … Kau adalah anak Mojin … Kau itu Mojin … (Dia kehabisan napas …)

Tidak, aku tidak bisa melakukan ini! (Dia berlari keluar kamar)

KEMUDIAN

Jang sedang termenung, ketika Eunjin menerobos masuk.

Eunjin: Jang! Jang! Kau dalam kesulitan!

Jang: Mengapa? Apa yang terjadi?

Eunjin: Wanitamu… dia …

Jang: …

Eunjin: Dia akan dikirim ke Shilla malam ini.

Jang: Apa? (Ia berlari ke luar.)

KEMUDIAN

Sunhwa: (Setelah membaca surat) Seodong-Gong ingin bertemu denganku di pelabuhan Songguemjung jam 12 malam ini..

Bomyung: Mengapa dia ingin menemuimu di sana selarut ini bukannya datang ke sini?

Sunhwa: Aku tidak yakin … aku kira dia tidak ingin datang ke sini sejak Gurunya dan Nyonya Mojin datang.

Bomyung: Haruskah aku panggil Sochoong?

Sunhwa: Tidak, aku akan pergi dengan Chogee.

Chogee: Baiklah, mari kita pergi!

KEMUDIAN

Jang berlari ke kediaman Sunhwa, sementara Sunhwa sudah berangkat dan dalam perjalanan menuju tempat yang dijanjikan. Jang sampai di depan kediaman Sunhwa dan mengetuk pintu rumah. Pengurus dan Bomyung datang membukakan pintu.

Bomyung: Mengapa kau datang kemari? Apakah kau tidak ingin bertemu dengannya di pelabuhan Songguemjung?

Jang: Aku tidak mengirim pesan apapun.

Bomyung: Apa? Apa artinya ini?

Jang: …

Bomyung: Kumohon, pergilah ke sana! Cepat! Dia pergi ke sana dengan Chogee dan tanpa Sochoong! (Sementara Jang sedang berlari, kepada pengurus.) Bangunkan bosmu dan Sochoong!

KEMUDIAN

Sunhwa dan Chogee berdiri di pelabuhan, mencari Jang. Dua orang datang dari belakang dan menangkap mereka, meletakkan kedua wanita di dalam karung besar. Jang datang berlari ke arah mereka, dan bertarung dengan mereka. Orang-orang itu kalah dan lari. Jang membantu Chogee dan Sunhwa untuk membebaskan dirinya.

Sunhwa gemetar ketakutan.

Jang memeluknya..

Jang: Tuanku Puteri!

Mojin datang dan melihat mereka dalam kondisi yang mengenaskan.

Jang: (Berlutut di hadapan Mojin) Lakukan apapun yang Kau inginkan kepadaku. Apa pun yang Kau inginkan. Kutuklah aku jika kau mau..

Anggota Hanuelchae lain yang tahu rahasia itu bergabung dengan Mojin.

Mokrasu: …

Maekdosu: …

Gomo: ….

Eunjin: …

Bumro: ….

Jang: Jangan memisahkan kami!.

Sunhwa: (Berlutut juga) Kumohon, jangan memisahkan kami.

Jang: Untuk orang seperti aku, ia menyerahkan status sosialnya, dan dia mengkhianati bangsanya. Dia meninggalkan orangtuanya dan dia mengubah identitas sendiri.

Dia adalah satu-satunya alasan aku dapat bertahan hidup selama perang Cheonwie. Aku harus hidup supaya aku dapat bertemu dengannya lagi. Aku tidak bisa memenuhi cinta kami jika aku mati. Wanita ini …Aku ingin melindungi wanita kecintaanku sampai akhir

Mokrasu: Jika itu terjadi, Kau harus meninggalkan kami sekali lagi. Itulah satu-satunya solusi. Tinggalkan kami sekarang.

Jang dan Sunhwa berdiri, membungkuk kepada orang-orang Hanuelchae.

Mokrasu: Pergilah …

Jang dan Sunhwa sedang berbalik untuk meninggalkan  mereka…

Mojin: Jangan! (Jang dan Sunhwa memandangnya) Tanpa Jang, ini akan sangat mengurangi pengaruh dari Pangeran dan Guru.

Maekdosu: Apa yang Kau ingin mereka lakukan? Kita tidak bisa melakukan ini atau itu.

Jang: …

Mojin: (Kepada Jang) Lindungi itu … Lindungi semuanya sampai akhir, sehingga kau tak menyesal nantinya.

Jang: Instruktur Mojin …

Gomo: Jika Kau harus melindungi ini, kami akan melindunginya juga.

Jang: Instruktur Gomo …

Mokrasu mengangguk kepada  Jang.

Jang: Guru!

Eunjin menangis sementara Bumro tersenyum.

Maekdosu berbisik bahwa ia juga akan menjaga rahasia ini.

KEMUDIAN

Sun: Pangeran berusaha mengekspor kertas ke negara Persia?

Giroo: Ya. Selain itu, toko-toko Baekjae di China berkembang semakin besar, dan kami sedang berusaha mencari keuntungan darinya. Dengan demikian, Pangeran tidak akan mungkin dapat mengatur semua itu

Sun: .. sial …..

Suara pengawal: Tuanku Jenderal! Seseorang ingin menemui Anda..

Sun: Siapa?

Suara pengawal: Seorang pedagang bernama Abiji.

Sun: (Kepada dirinya sendiri.) Seorang pedagang? (Kepada Heukjipyung.) Pernahkah Kau mendengar tentang dia sebelumnya?

Heukjipyung: Dia mengatakan kepadaku ia ingin memberimu hadiah yang sangat berharga, jadi aku menyuruh untuk membawanya… aku tidak tahu kalau dia akan mencari Anda.

Giroo: Mengapa kau tidak menemuinya? Karena Kau saat ini kehilangan kekuasaan diplomatik, itu bukanlah ide buruk untuk memiliki banyak pedagang di bawah Kau.

Sun: Biarkan dia masuk!

Suara: Ya.

Pintu membuka, membiarkan Kim Saheum berjalan masuk. Giroo dan mata Saheum bertemu, bertukar pandangan tahu sama tahu..

Sun: Duduklah.

Saheum: Ya. (Mereka duduk.) Aku pergi bertahun-tahun lalu dari Baekjae, dan aku menghabiskan setengah dari hidupku di atas lautan. Aku sudah berkeliling dunia. Namun, karena aku sudah tua, aku kembali ke negara asalku agar dapat dimakamkan di sini.

Sun: Bailklah..Mengapa Kau ingin menemui aku?

Saheum: Untuk seseorang yang memiliki harta, tidak memiliki penunjang yang kuat adalah undangan terbuka untuk para perampok.

Sun: Kau ingin aku untuk menunjang dirimu?

Saheum: Tepat.

Sun: Mengapa?

Saheum: Sebelum aku mati, aku bermimpi bekerja untuk negaraku, di bawah seorang pemimpin besar. Setelah kembali ke Baekjae, setiap orang mengatakan kalau Anda adalah seorang pemimpin terhebat dan terbesar di Baekjae.

Sun: …

KEMUDIAN

Setelah Saheum pergi.

Sun: Dia bukan pria biasa.

Giroo tampak bingung.

Sun: Aku bisa tahu dari matanya. Bahwa pria ini pasti sudah mengalami banyak badai dalam hidupnya.

Heukjipyung: Dia tidak terlihat seperti seorang pedagang menurutku.

Sun: Memang benar, tapi …

Heukjipyung: Aku akan memeriksa latar belakangnya.

Sun: Baiklah

Giroo tampak merencanakan sesuatu..

KEMUDIAN

Kim Saheum sedang membungkuk ke sebuah makam ‘palsu’, dibantu oleh Goosan. Orang-orang Heukjipyung sedang mengawasinya dari kejauhan.

KEMUDIAN

Pria: (Menangis) Kakak! (Dia memeluk Kim Saheum)

Saheum: Bagaimana kabarmu?

Man: Sudah berapa lama? Aku begitu khawatir kalau sesuatu mungkin terjadi pada dirimu saat bepergian!

Saheum terus bertindak emosional di pertemuan itu, mengetahui bahwa Heukjipyung dan orang-orangnya sedang menyaksikannya … (Drama di dalam drama … hehehhehe :P)

Selanjutnya, Saheum sedang ‘menjual’ barang dagangan, mengetahui bahwa dia sedang diawasi oleh Heukjipyung dan sersan Jenderal. Giroo melihat mereka dan tersenyum puas …

KEMUDIAN

Heukjipyung: Dia mulai berlayar ketika dia berusia lima belas. Dia memiliki adik di Savisong. Saudaranya dapat melihatnya hanya sekali setiap 5 sampai 6 tahun.

Sun: Apakah dia tidak punya sanak saudara lagi?

Heukjipyung: Dia tidak punya, mungkin itu karena dia sudah begitu banyak bepergian.

Sun: Apa pedagang lain mengatakan tentang dia?

Heukjipyung: Ada banyak yang tidak mengenalnya, tetapi mereka yang menyukainya juga ada banyak. Selain itu, ia memiliki banyak barang-barang yang tidak bisa ditemukan di tempat lain di Baekjae.

Sun: Benarkah? Beritahu para petugas untuk membantu dia.

Heukjipyung: Ya.

Sun: Dia mungkin berguna suatu hari.

KEMUDIAN

Saheum: Bagaimana keadaannya?

Giroo: Ayah bisa santai sekarang. Jenderal memutuskan untuk membantumu.

Saheum: Bagus sekali! Ha ha! Sekarang, kita secara resmi akan menjadi pedagang … Jadi jangan khawatir lagi bagi kita.

Giroo: Baiklah. Satu hal lagi. Ada Pedagang China yang bernama Jin Gakyung yang baru-baru ini mengajukan permohonan ijin untuk melakukan bisnis di Baekjae.

Saheum: Jin Gakyung?

Giroo: Jenderal kita sangat tertarik dalam bisnisnya. Jadi ayah, Kau harus menyelidiki semua yang Kau dapat cari tahu tentang dia.

Saheum: Baiklah, aku akan melakukannya.

KEMUDIAN

Jang: (Menunjukkan puteri sebuah kamar) Apakah Kau benar-benar tidak apa-apa dengan  sebuah kamar yang sederhana? Guru kita dan Instruktur Mojin sangat prihatin ketika aku memberitahu mereka bahwa Guru Wooyung datang untuk menemuimu.

Sunhwa: Bukankah kamu sudah mengetesku ketika Kau menyuruhku membuat keranjang bambu dan bekerja di ladang?

Jang: Itu benar, tapi …

Sunhwa: Setidaknya, rumah ini memiliki selimut. Kita tidak perlu mencurinya lagi!

Jang tersenyum.

Sunhwa: Aku baik-baik saja. Aku benar-benar baik-baik saja. Besok, aku akan memindahkan barang-barangku ke sini.

Jang perlahan-lahan menatap Sunhwa, memegang tangannya.

Jang: Aku tidak dapat sering datang ke sini.

Sunhwa: (Menggodanya) aku tidak dapat sering datang ke sini.

Jang: Kau mungkin tidak sebahagia seperti yang kau harapkan..

Sunhwa: Kau mungkin tidak sebahagia seperti yang kau bayangkan..

Jang: Aku tidak tahu apakah aku melakukan hal yang benar …

Sunhwa: (Tersenyum jenaka) Aku tidak tahu apakah aku melakukan hal yang benar …

Jang gemas, ia mendekatkan wajahnya dan mencium dengan lembut bibir sang Puteri. Sang Puteri pertama terkejut, tetapi kemudian ia menutup matanya dan menikmati (?) ciuman itu  (Andy: jangan-jangan ini nanti disensor sama pihak TV :(  )

Jang menggendong puteri di punggungnya sementara sang puteri memberinya makan….

KEMUDIAN

Daejang: Kembalilah lagi nanti!

Wooyung: Baiklah! (Dia berbalik untuk pergi, dan dia melihat Jang dan Sunhwa memasuki halaman rumah pedagang bersama-sama.)

Wooyung: Apakah Kau Jang? Bagaimana kau bisa datang kemari dengan Jin Gakyung?

Jang: Kami tidak datang ke sini bersama-sama …

Sunhwa: Aku tidak tahu siapa dia … Guru Wooyung, dia seseorang yang Kau kenal?

Wooyung: Dia seorang ilmuwan dari Akademi. (Kepada Jang.) Apa yang Kau lakukan di sini?

Jang: Guru Mokrasu mengirim aku ke sini untuk mendapatkan beberapa barang yang dia butuhkan.

Wooyung: Benarkah?

Sunhwa: Dan apa yang Guru Wooyung lakukan di sini?

Wooyung: Kakakku ingin melihat Kau.

Sunhwa: Ya?

Jang:…!

Sunhwa: Kakakmu? Apakah itu berarti Jenderal Buyo-Sun? Mengapa dia ingin menemui aku?

Wooyung: Ayah mertua kakakku, Tuan Haedoju Tengah, yang berhutang budi kepada Pedagang Jin Gunsoo. Itu mungkin menjadi alasan mengapa dia ingin bertemu dengan Kau.

Sunhwa: Benarkah? Aku merasa sangat terhormati. Kapan?

Wooyung: Kau bisa datang bersama denganku sekarang.

Sunhwa: Sekarang?

Wooyung: Dia menunggumu sekarang.

Sunhwa: Meskipun dia orang penting, dia seharusnya mengirim pemberitahuan kepada aku lebih dahulu …

Wooyung: Apakah Kau sibuk?

Sunhwa: Tidak benar-benar sibuk… Tapi aku belum menyiapkan apa pun, bahkan hadiah.

Wooyung: Tidak masalah. Dia tidak menginginkannya.

Sunhwa: …

Jang: ….

Daejang: ….

Wooyung: Kenapa? Apa kau tidak ingin bertemu dengannya?

Daejang: Bukan begitu, tentu saja dia mau! Bagaimana ia bisa menolak untuk menemui  orang penting seperti Jenderal?! Silahkan berangkat, aku akan menangani semuanya.

Sunhwa: Baiklah. Tolong lakukan sebaik mungkin.

Wooyung: Ayo, ikuti aku.

Sunhwa terlihat sedikit khawatir, Jang dan Daejang tidak dapat berkata apa-apa, akhirnya Sunhwa terpaksa mengikuti Wooyung diiringi Bomyung dan Chogee.

Jang mengikuti mereka sampai di pasar, Daejang menyusulnya.

Daejang: (Kepada Jang) Bagaimana bisa kalian berdua datang pada saat yang tidak tepat! Aku berharap dia pergi sebelum …

Jang: Aku harus mengikuti mereka. Melihat waktunya, aku tidak berpikir mereka akan ke rumahnya Jenderal. Mereka pasti akan ke istana!

Daejang: Baiklah, susullah mereka. Ikuti dia! (Jang mengangguk, dan kemudian segera berlari pergi menyusul Sunhwa).

Wooyung, Sunhwa dan para pengiringnya menuju ke Istana dan masuk, Jang terus mengikuti mereka. Bumro dan Eunjin melihatnya dan khawatir.

KEMUDIAN

Bumro: Kita sedang dalam kesulitan! Kesulitan yang sangat besar!

Mojin: Mengapa Kau membuat kebisingan seperti ini!

Eunjin: Wanita … Wanita dari Kuil Jin!

Bumro: Dia di Istana, dia di dalam istana!

Mokrasu: Apa yang kamu bicarakan? Berbicaralah dengan jelas!

Eunjin: Wanitanya Jang memasuki Istana bersama Guru Wooyung!

Bumro: Benar!

Mojin: Apa?!

KEMUDIAN

Sun: Ayah mertuaku, Kau sering memujinya, jadi aku memanggil puterinya.

Haedoju: Kau melakukannya dengan baik. Jika puteri Pedagang Jin membuka usaha di sini, Kau perlu memperhatikan hal itu. Dia pernah membantu aku, tapi selain dari itu, ia sangat cepat dalam berpikir dan tepat pada waktu yang sama. Dia tidak kembali ke Baekjae sejak saat itu, jadi aku sangat penasaran dengan keberadaannya.

Sun: Menurut Wooyung, puterinya Jin Gakyung terlihat menarik juga. Selain itu, dia berbicara bahasa kita dengan sangat baik karena ibunya adalah seorang wanita Baekjae. Apakah Kau mengetahuui itu?

Haedoju: Benarkah? Itu berita baru bagiku.

Suara: Tuanku Jenderal Guru Wooyung datang.

Sun: (Kepada Giroo dan Heukjipyung) Pergi ke luar dan dampingi Wooyung masuk ke dalam.

KEMUDIAN

Giroo dan Heukjipyung berjalan di luar. Wooyung, Sunhwa dan para pengiringnya berjalan ke arah mereka.

Tiba-tiba, Giroo mengenali Sunhwa dan dia tampak terkejut. Sunhwa terlihat kaget juga. Wooyung dan Heukjipyung saling memberi salam, tidak menyadari ketegangan itu.

Jang sedang mengamati mereka dari kejauhan, khawatir.

14 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 26

    • ahahahha … terima kasih karena dah mengikuti cerita ini, jadi semangat nih karena banyak yang suka sama seo dong yo😀

    • heheheh .. ga sabaran ya😀 … aku nda nemu sinopsis bhs inggris yang ada dialognya, yang ada ringkasan doank, jadi mulai episode 26 aku berusaha sendiri😛 Jadi mungkin nanti agak lambat keluarnya, tapi aku tetap berusaha supaya 1 sinopsis 1 hari … jangan khawatir😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s