Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 28

Jang: Aku tidak tahu mengapa dia mencariku.

Suara Sunhwa: Aku pikir aku sudah menemukan alasannya.

Jang: …

Sunhwa: Mengapa Jenderal mencari Seodong-Gong. (berjalan mendekat) Dan apa makna sebenarnya dari Kalung Oh Saek Ya Myong Ju milikmu, aku sudah menemukannya.

KEMUDIAN

Jang: Apakah kau sungguh-sungguh menemukan artinya?

Sunhwa: Itu berhubungan dengan pihak Keluarga Raja.

Jang: ….

Sunhwa mengeluarkan permata, yang diambil anakbuahnya dari tambang, dan ditaruhnya di atas meja di hadapan Jang. Jang melihatnya.

Sunhwa: Bukankah ini sama dengan kepunyaanmu?

Jang: Ya. Tapi apa hubungannya ini dengan pihak kerajaan?

Sunhwa: Orang-orangku menemukan tambang permata tetapi mereka ditangkap. Jadi aku akhirnya menemui Gubernur untuk mendapatkan hak pengelolaan atas tambang. Tetapi tambang permata jenis ini ternyata milik Raja dan tidak ada seorangpun yang diijinkan mengelolanya. Tanpa ada perintah dari Raja, penggalian tidak diijinkan.

Jang: Perintah dari Raja?

Sunhwa: Hanya anggota keluarga Raja yang boleh memiliki permata ini.

Jang: Hanya anggota keluarga Raja yang boleh memilikinya?

Sunhwa: Ya. Itu berarti hanya keturunan langsung dari Raja yang dapat mewarisinya.

Jang: Keturunan langsung Raja?

Sunhwa: Itu berarti kau adalah ….

Jang: ….

Sunhwa: Seorang Pangeran dari Baekjae!

Jang tertegun dan tidak dapat mempercayai perkataan dari Sunhwa. Sunhwa menatap Jang dengan perasaan senang tapi juga sedikit kalut.

Jang: Tapi … Tapi tidakkah ini terlalu dini menyimpulkan karena hanya permata yang sama?

Sunhwa: Pangeran Aja memiliki kalung permata yang sama!

Jang: Pangeran Aja juga?

Sunhwa: Akulah yang meminpin utusan Shilla dalam insiden kepala Raja Baekjae terdahulu.

Jang: Benarkah? Aku juga ada di sana waktu itu.

Sunhwa: Benarkah?

Jang: Ya. Aku ada di sana untuk memeriksa Kepala Raja. Tapi kau melihat kalung miliknya di sana?

Sunhwa: Ya. Sebelum membawa kepala Raja, dia melakukan penghormatan besar seperti kepada seorang Raja. Dan saat itulah aku melihat kalungnya.

Jang: …. (berpikir)

Sunhwa: Aku yakin itu kalung dengan permata 5 warna!

Jang … (terkejut, masih tidak yakin)

Sunhwa: Kenyataan bahwa Pangeran Aja memakainya. Ini berarti kalung itu berkaitan langsung dengan keluarga Raja.

KEMUDIAN

Jang berjalan di dermaga sungai.

Jang: Pangeran Baekjae? Jika benar begitu … Ayahku … Ayahku adalah … (Jang mengingat beberapa percakapan dirinya dengan ibunya dulu)

Suara Jang kecil: Siapa ayahku ? Siapa ayahku ? Apakah aku dilahirkan karena kesalahan?

Suara Yeongamo: Bukan Jang!

Suara Jang kecil: Kalau begitu apa? Kenapa kau tidak memberitahuku? Kau selalu mengatakan kalau aku ini adalah anak Naga Ma Ryonggi dan kita selalu berpindah.

Suara Yeongamo: Ayahmu memberikan ini

Jang kecil: Ayahku? Siapa dia?

Yeongamo: Aku tidak dapat memberitahumu sekarang. Tetapi ketika kau berusia 20 tahun, aku akan memberitahumu. Sampai saat itu, jangan tunjukkan ini kepada orang lain, kau mengerti?

Suara Jang kecil: Bagaimana dengamu? Mengapa kau tidak pergi bersamaku.

Suara Yeongamo: Tidak! Aku tidak akan dapat bertemu dengan ayahmu jika aku pergi. Jadilah orang yang hebat, itulah satu-satunya cara supaya kau dapat menemui ayahmu, mengerti

Suara Jang kecil: Kalian tahu siapa aku? ! Aku tak punya ayah, karena aku dilahirkan oleh seekor naga. Akulah Jang!

Jang: (kepada dirinya sendiri)  Anak Naga! Anak Naga! Kenapa aku dibuang? Ibuku dan aku, kenapa kami dibuang?

Sunhwa menyusul dan mendekatinya, kemudian memeluknya dari belakang dan menyenderkan kepalanya ke bahu Jang.

Jang: Aku sungguh-sungguh ingin untuk mengetahu diriku. Siapa diriku sebenarnya. Siapa itu ayahku. Mengapa ibuku harus terus melarikan diri. Mengapa dia selalu menekankan padaku untuk mendapatkan pengakuan dari Guru Mokrasu. (Menggumam kepada arwah ibunya) Tidakkah kau menyukainya? Ini sungguh suatu hal yang terlalu besar hanya untuk dikatakan suka. (Berkata kepada dirinya sendiri dan Sunhwa) Jika ini benar, mengapa ibuku harus hidup seperti itu? Mengapa aku harus hidup seperti ini? Aku tak dapat memikirkan apapun. Aku tak dapat melihat. Aku tak punya energi.

Sunhwa: Jika tak ada seseuatupun yang dapat kau lihat, jika kau tak punya energi, biarkan saja. Jangan berpikir apapun sekarang.

KEMUDIAN

Sun: Apa? Hilang? Apakah dia pergi setelah menerima uang?

Heukjipyung: Dia bukan orang seperti itu. Apalagi aku akan memberi merekan hadiah lebih banyak jika mereka menemukannya.

Sun: Tidakkah prajurit menjaganya?

Heukjipyung: Aku pikir orang yang kita cari tidak akan muncul jika kita mengutus prajurit untuk menjaganya. Jadi aku biarkan dia bebas.

Sun: Maka ini pasti dia! Pasti dia yang melakukannya!

Heukjipyung: Ya orang itu telah menyelamatkan temannya, jadi ia pasti akan menemukan mereka.

Sun: Cari dia atau anakbuahnya! Jika dia menghilang, dia pasti masih ada di Istana Sabi, temukan dia!

Heukjipyung: Baik!

Heukjipyung pergi dan Giroo masuk untuk menyerahkan sebuah buku.

Sun: Apa ini?

Giroo: Untuk perayaan ini, kau tidak seharunya memberikan semua manfaatnya kepada Pangeran.

Sun: Jadi?

Giroo: Pangeran akan menggunakan para utusan untuk mendapatkan hasil, sebaliknya kau dapat menggunakan para bangsawan dan pedagang untuk mendapatkan untung yang besar.

Sun: … (menganguk-angguk)

Giroo: Selain itu aku sudah memasang panggung pertunjukan menggunakan pedagang tua itu.

Sun: Bagus. (membuka buku yang diberikan Giroo.)

Giroo: Apa yang membuatmu khawatir? Apakah ini karena Pangeran Ke-4t?

Sun: Orang yang kita bawa untuk mengenali penyusup itu, menghilang.

Giroo: Itu berarti dia ada di Istana Sabi.

Sun: Sepertinya begitu. Kita harus menyelesaikan ini sebelum Pangeran mengetahuinya. Kita harus menghentikannya. Jika ada halangan apapun, kita harus menghancurkannya kalau perlu.

KEMUDIAN

Heukjipyung membawa para prajurit mencari orang-orangnya yang menghilang. Pesuruh dari Daejang melihat mereka.

KEMUDIAN

Aja: Apakah mereka menggunakan para prajurit untuk menemukan Pangeran ke-4?

Baekmoo: Bukan. Mereka membawa orang yang dapat mengenali wajah sang Pangeran ke-4, dan mereka menyembunyikannya di pasar. Tapi orang itu menghilang.

Aja: Menghilang?

Baekmoo: Aku tidak tahu cerita sebenarnya. Meskipun demikian, Heukjipyung jelas sedang mencari mereka, dan dia mencari di semua tempat di pasar dan di daerah sekitar istana.

Aja: …

Baekmol: Apa yang harus kita lakukan tentang ini?

Aja: Orang-orang dari Achak benar-benar tahu wajahnya?

BAekmoo: Aku bisa mengatakannya demikian karena melihat bagaimana bingungnya Heuk.

Aja: Kita harus mencegat mereka, tetapi kita tidak tahu wajah orang-orang Achak itu.

Baekmoo: Kita harus mengirim pasukan dan mengikuti kemana pasukannya pergi.

Aja: Tapi dia akan segera mengetahunya kalau seperti itu.

KEMUDIAN

Sunhwa dan Jang duduk di dalam kamar.

Sunhwa: Apa yang akan kau lakukan?

Jang: Daripada berpikir apa yang seharusnya kulakukan, aku lebih ingin tahu tentang sesuatu. Kenapa ibuku mengandung anak Raja dan dibuang? Dan mengapa bukan Raja dan Pangeran yang mencari aku, melainkan Jenderal?

Sunhwa: Seodong-Gong! Karena itu adalah masalah keluarga Raja, di bawah situasi perebutan kekuasaan, banyak hal terjadi tanpa alasan yang jelas dibandingkan dengan dunia di luarnya. Kakak perempuanku melangkah dan melemparku keluar dari Istana. Aku tidak menyalahkannya, karena aku tidak melakukan suatu kebaikan bagi keluarga Raja. Tapi aku tidak mengerti mengenai urusan ini.

Jang: …

Sunhwa: Pasti ada alasan. Kuatkan dirimu dan carilah tahu. Terlebih lagi, orang-orang dari Jenderal sangat ingin menemukanmu dan membunuhmu.

Jang: ….

Sunhwa: Berhati-hatilah dan carilah tahu! Belum terlambat kau mengambil keputusan setelahnya.

Jang: … (berpikir)

KEMUDIAN

Jang kembali ke kamarnya, berpikir, kemudian mengeluarkan kalungnya dan mengamatinya.

Suara Bumro: Jang .. (Jang segera menyembunyikan kalungnya di dalam sebuah buku)

Jang: Apa yang terjadi?

Bumro: Orang-orang di bengkel kerja peleburan logam sedang mencarimu.

Jang: Baiklah! (Bumro pergi)

Jang mengambil kalungnya kembali dan menelitinya, tiba-tiba ia menyadari sesuatu yang ganjil.

Jang: Angka di balik kalung sebelumnya adalah angka 4 (dalam huruf China), tetapi mengapa sekarang angka 1 (dalam huruf  China). Bagaimana ini bisa terjadi, tidak mungkin ini tertukar. Kemudian Jang mengingat-ingat …

Ketika aku  membuang kalung itu di gunung dan ketika aku memberikannya kepada Puteri. Dalam kedua peristwa itu tidak mungkin kalung ini ditukar. Bagaimana bisa terjadi?

Mengingat lagi …

Jang: Kami akan mengurus mereka. Lindungi Pangeran dan pergilah. (Pangeran dikawal pergi, Jang tetap bertarung dengan pembunuh gelap, tak terasa kalungnya jatuh ke tanah. Ia berhasil membunuh pembunuh itu dan segera mengambil kalung yang ada di tanah kemudian pergi).

Jang: Pasti tertukar dengan milik Pangeran. Apakah Pangeran Mahkota mengetahui tentang ini? Tapi mengapa ia masih tidak mencariku?

KEDIAMAN PANGERAN MAHKOTA

Keesokan harinya

Jang berjalan menuju ke kediaman Pangeran, sementara ia di tengah jalan, ia berbisik, “Pangeran Mahkota ..” sambil memandang kediaman Pangeran. Ia melanjutkan perjalanan kembali menuju ke kediaman Pangeran.

Jang: Pangeran Mahkota, ini Jang.

DI DALAM

Baekmoo: Jang di sini!

Aja: …

Baekmoo: Apa yang harus aku lakukan?

Aja: Jika tidak penting, katakan padanya untuk menemuiku lain kali.

DI LUAR

Baekmoo: Ada apa?

Jang: Aku perlu bicara dengan Pangeran.

Baekmoo: Apa itu?

Jang: …

Baekmoo: Apakah ini sangat mendesak?

Jang: Sebenarnya tidak, tapi …

Baekmoo: Jika tidak begitu mendesak, datanglah lain kali.

Jang: …

Baekmoo: Kenapa? Apakah itu penting sekali?

Jang: Tidak! (Baekmoo pergi)

KEDIAMAN DAEJANG DAN SUNHWA

Bos preman: Aku hanya ingin menghasilkan sedikit uang.

Anakbuah: aku tidak tahu apa yang harus kulakukan? Kakak!

Bos preman: Kita harus tetap fokus meskipun kita ada di ambang kematian. Tetaplah fokus.

Anakbuah: Aku tidak ingin datang ke sini. (menangis)

Sukdoo masuk ke gudang tempat mereka berdua di tahan.

Anakbuah: Kau … kau ….

Bos: Hey! Senang melihat orang dari daerah yang sama di Savisong.

Sukdoo mendorong kepala anakbuah, dan menendang bos preman.

Sukdoo: (marah) bagaimana aku bisa kemari?! Kau yang menangkapku dan membawaku ke sini.

Bos: Menangkapmu? Aku hanya mengikutimu. Supaya aku bisa mendapatkan sedikit uang.

Sukdoo: Kau tidak punya harga diri, hati maupun kotoran. (mau memukul mereka)

Bos: Mengapa kau melakukan ini?

Sukdoo: Kau tidak tahu?

Anakbuah: (tertawa bodoh) Aku tahu …

Sukdoo: Kau, orang idiot!

Bos: Hei! Hei! Hei! Aku melakukan ini untuk kelangsungan hidupku.

Sukdoo: Kelangsungan hidupmu? Kau menjual nyawa seseorang demi hidupmu? Aku akan merobek mulutmu! (Mendekati si anak buah dan memegang mulutnya)

Bos: Hei! Tidakkah kau melakukan ini demi hadiah uang?

Sukdoo mengambil sebuah keranjang bambu dan meludahinya, kemudian menyeret si bos, “Kau kemari! Kau orang jahat!”. Sebelum Sukdoo memukulnya, Daejang masuk sehingga Sukdoo membatalkan niatnya.

Daejang: (Kepada orang tawanannya) Pikiranmu masih melenceng?

Sukdoo: Benar. Masih jauh!

Daejang: Aku tidak punya pilihan lain. Kirim mereka ke tempat yang sangat jauh.

Anakbuah: Apa?

Bos: (merengek) Tidak, Aku tidak ingin mati! Ampuni aku!

Sukdoo: Aku yang akan membawanya.

Daejang: Lakukanlah!

Bos: Huh? Kemana? Ampun! Sukdoo .. Aku akan menjaga mulutku, Aku janji!

Sukdoo: Mana yang lebih baik? Menjualmu sebagai budak atau menjualmu ke pedagang dari China? Semuanya terserah aku.

Bos dan anak buah: (kaget ketakutan) China?

Anakbuah: Tuan, aku punya penyakit mabuk laut. (mau menangis)

Daejang: Prajurit ada di mana-mana di pasar. Berhati-hatilah! (Ia keluar ruangan)

Sukdoo: Baik!

Bos dan Anakbuah: Tuaaannn ! (Daejang tidak menggubris mereka)

Bos dan Anakbuah: Sukdoo! Hei! Sukdoo!

Sukdoo meludahi tangannya dan mengancam untuk memukul mereka berdua, Bos dan anakbuah blingsatan tidak dapat membela diri sehingga berteriak-teriak.

KEMUDIAN

Aja: Mereka masih mencarinya?

Baekmoo: Orang yang menculik mereka berdua kemungkinan besar adalah Pangeran Ke-4

Aja: Kalau begitu… Dia pasti berada di Savisong! …. Kirim lebih banyak prajurit untuk mencarinya.

Baekmoo: Bagaimana jika Heuk mencium gerakan kita?

Aja: Tidak ada yang dapat kita lakukan. Mereka akan menyingkirkannya jika mereka dapat menangkap dirinya. Kita harus menemukannya sebelum mereka! Kita harus menemukannya terlebih dahulu!

Baekmoo: Baik!

Aja: Samarkan para pengawalku dengan pakaian rakyat biasa. Dan perintahkan pada mereka untuk menghindari kontak dengan musuh.

Baekmoo: Ya, Tuanku!

Aja: …

Baekmoo: Omong-omong jika kau yang menemukan Pangeran ke-4, apakah kau akan dapat mengumumkannya secara resmi?

Aja: … Yah … itu akan membongkar kebohongan Raja.

KEMUDIAN

Daejang, Bomyung, Soochong masuk ke dalam kamar Sunhwa, Sunhwa sudah menantikan mereka.

DAejang: Prajurit ada di mana-mana di pasar.

Sunhwa: Benarkah?

Bomyung: Aku bertanya pada salah satu prajurit, dan ia mengatakan kalau mereka mencari seorang pembunuh.

Sunhwa: Mereka berbohong demikian supaya mereka dapat menggeledah rumah-rumah. Apa yang dapat kita lakukan. Mereka ancaman besar bagi Seodong-Gong!

Daejang: Jangan khawatir! Bagaimana aku bisa duduk berdiam diri saja melihat Jang dalam masalah? Aku akan mengurusnya.

Sunhwa: Terima kasih banyak!

SEMENTARA ITU

Kedua penjahat itu dimasukkan ke dalam kotak besar dengan diikat kedua tangan kakinya dan mulut disumpal Sukdoo juga ingin bersembunyi di dalam kotak supaya tak terlihat oleh para penjaga dan prajurit.

KEMUDIAN

Para prajurit Sun dan orang-orang Aja yang berpakaian biasa mengawasi seitap tempat di pasar. Menatap dengan curiga setiap orang yang lewat.

Daejang membawa kereta yang mengangkut kotak-kotak besar melewati pasar.

DI KEDIAMAN SUN

Heukjipyung memerintahkan orang-orangnya untuk memperluas daerah pencarian mereka, dan memberikan sketsa wajah bos dan anak buah preman ke orang-orangnya dan memberitahu mereka ciri-ciri kedua orang itu sehingga para prajurit dapat mengenali kedua orang itu.

KEMUDIAN

Daejang membawa keretanya ke pelabuhan sungai. Mereka dihentikan oleh pengawas pelabuhan, yang bertanya apa isinya. Daejang mengatakan kalau ia membawa hasil panen dan pakaiaa untuk dibawa ke Sangdaepo. Pengawas memerintahkan orang-orangnya untuk memeriksa. Beberapa kotak diperiksa dan isinya cocok. Pengawas menanyakan mengenai kotak yang lain, dan Daejang memberikan sekantung uang padanya untuk membiarkan mereka lewat. Pengawas itu mengijinkan mereka lewat dan menaikkannya ke perahu.

Tapi tiba-tiba sebuah kotak jatuh dan terbuka, bos preman berusaha keluar. Orang-orang di sekitarnya segera memburu ke sana dan para prajurit mengenalinya sebagai orang yang dicari oleh Heuk.

Para prajurit segera membawanya, tapi tiba-tiba beberapa orang menyerang para prajurit itu dan membawa pergi bos preman. Para prajurit mengejar mereka. Pengawas kaget demikian juga dengan Daejang tapi ia berpura-pura tidak mengetahuinya dan mengatakan kalau orang itu pasti menyelundup masuk ke kotaknya.

Orang-orang berpakaian biasa itu segera memecah diri menjadi dua untuk mengecoh para prajurit.

KEMUDIAN

Heukjipyung memberitahu Jenderal bahwa mereka mendapatkan orang yang dicari-cari oleh Sun, tetapi tiba-tiba ada beberapa orang mengacau dan membawa pergi orang itu. Sun sangat marah dan memerintahkannya untuk mencari bos preman bagaimanapun juga caranya ia tidak peduli.

Bakmoo memberitahu Aja kalau orang-orang mereka berhasil membawa bos preman walaupun beberapa kali harus bertempur dengan para prajuritnya Sun. Aja mengatakan mereka sungguh beruntung, Baekmoo bertanya kemana ia harus membawa orang itu pergi? Aja menyuruhnya untuk membawa ke Songgeumjung, karena banyak mata mengawasi mereka di Savisong.

KANTOR DIREKTUR AKADEMI TAEHAKSA

Suara Jang: Guru, ini aku Jang!

Mok: Masuklah! (Jang masuk) Ada apa?

Jang: Aku ada satu pertanyaan!

Mok: Apa yang ingin kau tanyakan?

Jang: Aku ingin tahu mengenai ibuku.

Mok: (kaget, menatapnya) Duduklah! Aku pikir kalau kau bertanya padaku mengenai ibumu pasti kau ada tujuannya, apa yang terjadi?

Jang: Dulu, Aku terlalu kecil untuk bisa mengerti cintamu dan ibuku. Aku merasa seperti aku sedang menyangkal keberadaanku. Tetapi sekarang aku tahu, memahami cintaku dan cinta dari wanitaku, darimu dan dari cinta ibuku. (Mokrasu tersenyum) Kalian berdua sungguh saling mencintai. Tapi bagaimana kalian bisa berpisah?

Mokrasu: (senyumnya perlahan menghilang) Di hari-hari mendekati pernikahan kami, aku diminta untuk membuat ukir-ukiran. jadi aku harus pergi ke Gonghyul. Yeongamo sedang bahagia karena diminta untuk menari solo untuk upacara di mana kepala raja yang terdahulu kembali.

Jang: Upacara untuk raja terdahulu?

Mok: Ya. Dan kami telah berjanji akan menikah setelah semuanya itu selesai. Tetapi ketika aku kembali dari Gonghyul, dia berkata kalau sudah memiliki tunangan yang lain dan meninggalkanku. Aku tidak dapat menahan diriku sendiri dan mengikutinya. Tetapi pria yang menjadi tunangannya itu berusaha untuk meracuninya.

Jang: Meracuni ibuku?

Mok: Ya. Kemudian, aku mengetahui kalau pria itu sebenarnya bukanlah tunangannya. Walaupun begitu kami berusaha melupakan semua dan akan tinggal bersama di tempat yang jauh. Ketika suatu hari aku bangun, dia sudah pergi. Ketika aku masih berada di Gonghyul, dia pernah datang sekali menemuiku. Aku terkejut, tapi saat itu aku pikir bukan sesuatu yang penting. Namun seharusnya aku memintanya. Aku seharusnya pergi bersama dengannya.

Jang: Kalau begitu apa yang terjadi dengan tunangannya?

Mokrasu: Salah satu pengawal raja yang menemaninya untuk beberapa waktu lamanya. Ketika Yeongamo  datang ke istana untuk berlatih menari, pria itu mengaku kalau mencintainya, saat itu sehari sebelum upacara. Pria itu dieksekusi di tempat interogasi setelah upacara.

Apakah kau tahu sesuatu mengenai peristiwa itu?

Jang: Yah … aku baru saja …

Mok: …

Jang: Tetapi aku sekarang tahu alasannya mengapa dia harus berpindah-pindah begitu sering.

Mok: Benar. Dia takut akan dibunuh. Tapi itu bukanlah jawabannya. Dan mereka tidak melakukan sesuatu yang mengancamnya. Tapi kemudian mengapa tiba-tiba pria itu ingin meracuni ibumu?

Jang: …

DI BENGKEL KERJA PELEBURAN LOGAM

Suara hati Jang: Kalung permata Oh Saek Ya Myung Ju pasti diberikan oleh Raja. Tapi siapa sebenarnya orang yang ingin membunuhnya? Apakah Wiesa Sapyung Sun? Tapi kenapa? Jika itu adalah kesalahan Raja yang dilakukan sebelum upacara, mereka pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Apakah Pangeran? Apakah mereka berusaha untuk menutupinya?

KEMUDIAN

Aja dan Baekmoo sedang menunggu di Songgeumjung. Orang-orang suruhan Aja sudah mendekati tempat pertemuan, tapi tiba-tiba para prajurit Heukjipyung mengepung mereka dan bertempur, dalam pertempuran itu, bos preman terkena tusukan pedang sehingga roboh ke tanah.

Pangeran Aja heran mengapa sampai pada waktu yang dijanjikan orang-orangnya masih belum datang. Tiba-tiba seorang anak buahnya datang dan memberitahu kalau mereka dihadang oleh pasukan Heukjipyung dan mengatakan kalau orang yang diinginkan pangeran telah mati. Pangeran sangat menyesalinya.

Kembali ke kediamannya, Pangeran mengatakan pada Baekmoo kalau orang itu mungkin merupakan satu-satunya petunjuk untuk menemukan Pangeran ke -4. Tapi Baekmoo mengatakan jangan khawatir, karena masih ada satu orang lagi yang dapat mengenali Pangeran ke-4. Tapi Aja mengatakan kalau ini tidaklah mudah, karena dengan demikian maka Sun akan tahu kalau Aja sudah tahu.

Di kediaman Sun, Heukjipyung melaporkan kalau Pangeran mengetahui pergerakan dari mereka. Sun menanyainya mengapa Pangeran bisa tahu? Heuk menjawab Pangeran mungkin mencium sesuatu karena terlalu banyak prajurit yang tersebar di pasar-pasar dan daerah sekitarnya, juga karena adanya insiden Taehaksa.

Heukjipyung merasa kalau Pangeran dan anak buahnya mungkin sedang mengawasi gerakan mereka sekarang. Sun menyesalinya tapi ia memerintahkan untuk melakukan hal yang sama terhadap pihak Pangeran, mengawasi gerakan mereka. “Mari kita mulai kegaduhan ini” kata Sun.

KEDIAMAN SUNHWA

Jang: Apa maksudmu?

Sunhwa: Ada dua kelompok berbeda yang sedang mencari dirimu. Sekelompok orang dengan pakaian biasa membawa orang itu pergi, dan mereka itu bukanlah prajurit.

Jang: Bukan prajurit?

Sunhwa: Apakah mungkin mereka adalah orang-orangnya Pangeran?

Jang: Apakah Pangeran benar mencariku?

Sunhwa: Tapi orang itu ditemukan terbunuh di dekat Songgeumjung. Hal yang penting, orang-orangnya Pangeran juga berusaha membunuhnya.

Jang: Aku telah memutuskan.

Sunhwa: Memutuskan? Bagaimana?

Jang: Kalung 5 warnaku telah tertukar!

Sunhwa: Apa maksudmu?

Jang: Di balik kalungku ada angka 4 terukir di sana. Tapi yang ada padaku sekarang terukir angka 1.

Sunhwa: Bagaimana ini dapat terjadi?

Jang: Ketika aku datang ke Istana dengan Pangeran, para  pembunuh gelap mengepung kami. Kalungku sempat jatuh dan kuambil kembali. Aku pikir kalungku tertukar saat itu. Pangeran adalah anak tertua sehingga ia memiliki kalung dengan angka 1. Kedua pangeran lain pasti angka 2 dan 3. Selanjutna adalah aku, angka 4.

Sunhwa: Jadi apa yang telah kau putuskan?

Jang: Ketika kau mengatakan padaku kalau permata ini adalah simbol dari keluarga Raja, aku sangat kebingungan dan tidak mempercayainya. Tapi dari peristiwa tertukarnya kalung itu, aku sekarang yakin kalau diriku memang benar seorang Pangeran.

Sunwha: Jadi?

Jang: Aku akan menunjukkan diriku kepada Pangeran Aja. Jika aku benar adalah Pangeran yang dirahasiakan, maka aku akan mengikuti keputusannya.

Sunhwa: Tapi … tapi …

Jang: Jika aku harus mati, aku juga akan mengikuti keputusannya. (Sunhwa terkejut)

Sunhwa: Tidak boleh!

Jang: Dia mempercayaiku dan aku ingin membuatnya bertahta dan menjadi Raja. Aku tidak ingin menghilang, jika dia mengatakan itu, maka pasti ada alasannya.

Sunhwa: (panik, dan takut) Bagaimana denganku?

Jang: …

Sunhwa: Aku tidak peduli siapa dirimu! Bagaimana denganku?

Jang: …

Sunhwa: Tidak bisa! Ini tidak adil! Kumohon pikirkan hal ini sekali lagi! Berpikirlah dengan seksama juga untuk aku! Pasti ada cara lain untuk mengetahui pikirannya!

Jang: …

Sunhwa: (hampir menangis) Aku memohon padamu, kumohon!

Jang: …

KEMUDIAN

Jang ada di dalam kamarnya, berpikir …

Buyeo-Sun ada di kamarnya, berpikir …

Aja Taeja ada dikamarnya, berpikir …

KEMUDIAN

Jang datang ke kediaman Pangeran Aja

Jang: Pangeran, ini aku Jang.

Aja: Masuklah! (Jang masuk) Ada apa? (Membaca buku)

Jang: …

Suara Sunhwa: Kumohon aku ada satu permintaan kepadamu.

Aja: Kau bertingkah sangat aneh. Ada apa?

Jang: Seseorang datang kepadaku dan memintaku untuk menyerahkan sebuah surat rahasia kepadamu langsung. Jadi aku tidak tahu yang harus kulakukan….

Aja: Surat rahasia?

Jang: Ya …

Jang mengambil surat dari lengan bajunya, dan langsung menyerahkannya kepada Pangeran. Pangeran menerimanya dan langsung membacanya.

Suara Jang: Aku memiliki kalung permata 5 warna. (Aja sangat kaget)  Aku memiliki milikmu. Aku ingin menemuimu.

Aja: Siapa dia?

Jang: Aku tidak tahu.

Aja: Baiklah, aku mengerti. Kau boleh pegi. (Jang membungkuk dan pergi)

Aja masih memegang surat itu ketika Baekmoo datang, Aja lalu menyerahkan surat kepada Baekmoo. Dan Baekmoo membacanya.

Baekmoo: Yang Mulia Pangeran, Jenderal Sun masih mengawasimu sejak insiden baru-baru ini.

Aja: …

Baekmoo: Jika kau melakukan suatu gerakan, dia akan tahu!

Aja: … (berpikir)

KEDIAMAN SUNHWA

Sunhwa: Apakah benar dia?

Jang: Ya.

Sunhwa: Bukannya aku tidak meempercayai Pangeran, yang kau percayai begitu mendalam, aku hanya tak percaya dengan anggota keluarga kerajaan. Sekarang jam 10 malam, jadi pergilah bersama denganku dan Soochong.

Jang: Baiklah. (Sunhwa melihat tangan Jang gemetar)

KEMUDIAN

Aja: Aku akan pergi ke Taehaksa, kau bisa pergi sekarang.

BAekmoo: Ya.

TAEHAKSA

Pangeran menemui Mokrasu dan meminta tolong padanya untuk mencarikan seseorang anak muda, Mojin masuk dan diperintahkan untuk membawa Bumro. Pada saat yang hampir bersamaan, Wooyung dan Giroo sedang ingin menemui Guru Mokrasu tetapi dihalangi oleh Mojin dan mengatakan kalau Pangeran ada di dalam dan tidak mengijinkan siapapun masuk. Bumro datang dan diam-diam masuk ke ruangan itu. Wooyung dan Giroo pergi dari ruangan direktur, mereka menduga-duga maksud kedatangan pangeran malam-malam ke Taehaksa. Mereka kemudian berpisah.

Giroo menunggu di luar kamar Mokrasu ketika ia melihat seseorang berpakaian anggota Taehaksa keluar, dan tidak sengaja ia memperhatikan kalau orang itu memakai sepatu emas, dan Giroo menduga kalau orang itu adalah Pangeran. Ia segera memberitahu Wooyung mengenai Pangeran yang keluar dengan pakaian biasa dan melalui pintu belakang. Wooyung segera menyuruh Giroo untuk memberitahu Sun sedangkan dirinya akan memerintahkan pasukan untuk mengikuti Pangeran.

DI TEMPAT PERJANJIAN

Jang, Sunhwa, dan Soochong bersembunyi di balik pepohonan untuk mengawasi tempat itu.

Sunhwa: Waktu yang dijanjikan sudah berlalu, mengapa dia belum datang?

Jang: …

Soochong: Seseorang sedang kemari.

Pangeran menyamar sebagai anggota Akademi Taehaksa datang ke tempat perjanjian.

Sunhwa: Bukankah itu seragam Taehaksa.

Jang: Benar.

Sunhwa: Apakah ada orang lain yang tahu kalau kita berjanji bertemu di sini?

Jang: Hanya aku dan Pangeran yang tahu. Aku langsung menyerahkan surat itu kepadanya. (Soochong mengawasi di sekitarnya)

Sunhwa: Kalau begitu … (Soochong menemukan hal yang mencurigakan)

Soochong: Ada prajurit yang bersembunyi di sekelilingnya.

Sunhwa: Prajurit ? Ini berarti dia tidak memparcayai kita?

Beberapa saat kemudian

Aja kembali ke kediamannya setelah gagal bertemu dengan orang yang mengiriminya surat undangan. Ia masuk ke kamarnya diikuti oleh Baekmoo.

Baekmoo: Ini bisa saja berbahaya! Mereka pernah mencoba untuk membunuh Pangeran di tengah-tengah kota Savisong.

Aja: Ini bukan seperti suatu rencana pembunuhan gelap! Mereka pasti menemukan kalau orang itu telah mengadakan kontak dengan kita. (mendesah)

Baekmoo: Kau tidak seharusnya menerima undangan sepreti itu. Keselamatan Pamgeran lebih penting daripada menemukan Pangeran ke-4!

DI KEDIAMAN SUN

Heukjipyung: Dia tidak muncul.

Sun: Dia akan berusaha mengontak lagi Pangeran dan anak buahnya.

Heukjipyung: Ya. Jika dia ingin menemui Pangeran, berarti dia sudah tahu siapa dirinya sebenarnya.

Sun: Aku merasa sangat aneh. Mata orang itu sangat tajam dan berpengaruh.

Sun teringat saat ia menghadapi Jang yang menyelundup masuk dengan menggunakan pakaian dan penutup muka berwarna hitam.

Pangeran Aja di kamarnya, berpikir …

KEMUDIAN

Jang di depan kamar Pangeran Aja.

Suara hati Jang: Pangeran, aku sungguh-sungguh ingin mengetahui jati diriku yang sebenarnya. Tapi sekarang aku akan melupakan untuk selamanya. Aku masih ada ganjalan mengenai sakit hati dari ibuku. Tapi aku akan melupakannya.

Aku sangat mesyesal dilahirkan oleh Raja dalam kesalahan. Aku akan melupakannya. Tidak, seharunya aku melupakan semua ini di waktu yang lampau. (Aja di dalam kamarnya masih berpikir …)

Daripada dibingungkan oleh identitas diriku, untuk masa depanku dan apa yang bisa kuraih, aku seharusnya berkonsentrasi untuk itu. Itulah identitas diriku yang sebenarnya. Itulah diriku yang sesungguhnya. Aku akan melupakan semuanya. Karena aku tak layak menyebutmu sebagai kakak. Ini akan menjadi penderitaanku selamanya, Pangeran.

KEMUDIAN

Raja Weeduk akan mengadakan upacara ritual secara besar-besaran, tidak seperti selama 10 tahun belakangan, di mana Taehaksa diatur dengan buruk sehingga hampir tidak dapat menyokong upacara eetiap tahun.  tetapi sekarang Pangeran Mahkota akan mengangkat kembali keagungan Baekjae dengan menampilkan penemuan-penemuan terbaru dari Taehaksa, yang juga menunjukkan kemampuan dari Baekjae.  Raja sangat senang dan mempercayakan semua pada Pangeran dan Taehaksa harus membantunya.

Aja mengatakan bahwa berbagai negara telah setuju akan mengirimkan para utusannya untuk menghadiri upacara ini, sehingga ini merupakan kesempatan bagus untuk membangkitkan kembali kebesaran dari Baekjae, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai negara yang lemah dan kecil. Tapi ini bukan semata-mata kebangkitan kembali, tapi juga membuktikan pada dunia bahwa teknologi Baekjae dapat menggerakkan hati rakyat. Itulah Baekjae yang diharapkan oleh Pangeran.

Mokrasu mengatakan kalau itu sebenarnya memang tugas dari Taehaksa, tetapi Pangeran mengatakan kalau itu bukanlah tugas, tetapi ia ingin kebersamaan dalam mewujudkannya Maka ia akan tinggal bersama dengan para ilmuwan Taehaksa di Akademi sampai semuanya selesai.

Faksi Sun berkumpul membicarakan upacara ini, Haedoju mengatakan kalau Raja ingin mengadakan upacara yang begitu besar, Gye menyahutnya kalau ini bukanlah kebiasaan raja, pasti raja ingin membantu Pangeran mengangkat posisinya. Haedoju mengatakan jika semuanya berjalan dengan baik, maka Pangeranlah yang mendapatkan semua jasa. Tapi Sun memberitahunya bahwa justru ini akan membantu sangat banyak pada mereka, karena Pangeran hanya berkonsentrasi pada hubungan diplomatik saja, dan faksi mereka justru mendapat keuntungan dari para pedagang. Giroo akan menangani pedagang Abigi dan Wooyung akan menangani Jin Gakyung. Gye sangat senang dan mengatakan kaalu Sun selalu seperti itu, Pangeran yang bekerja tapi Sun yang mendapatkan untungnya.

KEMUDIAN

Sun: Beritahu Giroo dan Wooyung untuk menemuiku.

Heukjipyung: Baik.

Sun: Dan aku punya perasaan yang tidak menyenangkan tentang hal ini.

Heukjipyung: Apa yang mengganggumu? Apakah ini karena Pangeran di tengah semua ini?

Sun: Yah, dia memang selslu berada di tengah-tengahnya.

Heukjjipyung: Apakah karena kita tidak dapat menemukan orang itu?

Sun: Aku hanya meresa sedikit tidak tenang. Jadi tetap awasi Raja dan Pangeran.

Heukjipyung: Kita selalu …

Sun: Periksa setiap orang lagi dengan seksama!

Heukjipyung: Ya!

KEMUDIAN

Mokrasu: Maaf ?

Weeduk: Buatlah naga kuning!

Mokrasu: Naga kuning ?

Weeduk: Ya! Buatlah naga kuning untuk Pangeran Mahkota.

Mok: .. Maksud Raja?

Wangoo: Dalam upacara ini, ketika semua utusan dan pedagang akan berkumpul, Raja akan mengumumkan kalau ia akan masuk menjadi rahib Buddha. Dan Baginda akan segera memutuskannya.

Mokrasu: Maka?

Weeduk: Aku akan melakukan penyerahan tahta. (Mokrasu terkejut) Aku belum memberitahu siapapun mengenai ini.

Mokrasu: Tapi pangeran …

Weeduk: Jika dia mengetahuinya sebelumnya, ia akan membuat masalah ini menjadi semakin besar.

Mokrasu: Sudah kebiasaan akan dilakukan ritual sebelum menerima naga kuning.

Weeduk: Ketika waktunya tiba, aku akan memberitahu Pangeran. Tetap buat ini rahasia dan jangan sampai tersingkap sebelum waktunya.

Mokrasu: Baik. Tuanku. (merasa tak tenang)

KEMUDIAN

Wangoo: Kau tahu kalau banyak orang sedang mengawasi dirimu.

Mokrasu: Ya!

Weeduk: Ini adalah keputusan yang besar untuk Pangeran. Usahakan jangan sampai ketahuan. Terutama di Taehaksa, banyak mata di sekitarmu, berhati-hatilah!

Mokrasu: Baik. Aku mengerti!

KEMUDIAN

Giroo menemui ayahnya dan memberitahu bahwa ayahnya akan memegang peranan penting di upacara yang akan diadakan dalam waktu dekat ini. Kim Saheum mengatakan kalau ia mengerti.

Wooyung menemui Sunhwa dan mengatakan padanya kalau Jenderal Sun ingin Sunhwa yang memprakarsai pertemuan dengan para pedagang dan utusan dari  berbagai negara. Sunhwa mengatakan kalau ia sanget tersanjung dan akan berusaha melakukan yang terbaik.

KEMUDIAN

Mokrasu mengadakan pertemuan para Guru, Wooyung dan Giroo datang terlambat.

Mokrasu: (menaikkan suaranya) Kemana saja kalian tanpa memberitahuku? Bahkan Pangeran sampai tinggal di tempat ini untuk bekerja! (nada marah) Kalian sebagai seorang Guru tidak melakukan tugas dan tanggungjawab kalian dan malah pergi keluar!

Giroo: Aku benar-benar minta maaf!

Mokrasu: Semua Guru dan sarjana harus melapor baik kalian keluar maupun masuk. Ah.. tidak usah, kalian harus makan dan juga tidur di sini sampai semuanya selesai.

Semua: Baik.

Mokrasu: Apakah pengamatan bintangnya sudah selseai?

Ilmuwan: Sudah!

Mokrasu: Bagaimana dengan hiasan dan pakaiannya?

Wooyung: Jangan khawatir, semua akan selsesai pada waktunya. (Mokrasu menoleh ke Gomo)

Gomo: Ramuan Baekjae yang baru dan yang sebelumnya, semua akan ditampilkan di upacara. (Mokrasu menoleh ke Giroo)

Giroo: Pekerjaan peleburan logam …

Mokrasu: Aku yang akan melakukan pekerjaan peleburan logam, kau lakukan pembuatan cetakan tulisan dari kayu

Giroo: Pembuatan cetakan tulisan dari kayu?

Mokrasu: Melalui upacara ini, Pangeran memerintahkan kita untuk membuat lembaran naskah yang akan digunakan di  Kuil Agung. Ini akan menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kepada para utusan dan pedagang mengenai kualitas dari cetakan Baekjae. Dan Pangeran ingin menampilkan itu untuk menunjukkan pada mereka kalau sebenarnya cetakan kita tidak kalah bagusnya dengan Shilla.

Giroo: Ya.

Mokrasu: Itu sangatlah penting, jadi doronglah orang-orang di bengkel pembuatan cetakan tulisan dari kayu untuk melakukan yang terbaik!

Giroo: Baik. (Mokrasu menoleh ke Mojin)

Mojin:  Aku akan melakukan pewarnaan …

Mokrasu: Tidak, seseorang yang lain yang akan melakukannya. Kau kuperlukan untuk pergi ke Sangdaepo.

Mojin: Sangdaepo?

Mokrasu: Ada perintah untuk memilih barang-barang asli buatan Baekjae untuk dihadiahkan kepada para utusan.

Mojin: Baik.

Mokrasu: Jang tahu situasi dan tempat di Sangdaepo dengan baik, jadi pilih 4 atau 5 orang beserta Jang dan pergi.

Mojin: Baik.

Mokrasu: Ketika kau sudah siap untuk pergi, aku akan memberitahumu apa yang harus dibeli.

Mojin: Baik.

Mokrasu: Baik. Mari kita mulai sekarang. Kerjakan tugas kalian dan jangan sampai ada yang salah.

KEMUDIAN

Maekdosu mampir ke toko Daejang, mengatakan pada Daejang kalau ia bagaikan seorang ayah bagi Jang, ia juga berkata kalau ia menyukai tempat ini, juga dirinya sudah tua dan waktunya pensiun, jadi ia ingin bekerja pada Daejang.

Daejang: Aku akan memberimu sebuah tempat pembakaran. Bisakah kau membuat barang-barang gerabah? (Maekdosu menggeleng) Atau kertas? (Menggeleng lagi) Bagaimana dengan patung Buddha Emas? Atau perhiasan? (Maekdosu menggeleng) Lalu?

Maekdosu: Aku hanya ingin mendapatkan seorang perempuan dan tinggal di sana sini.

Bumro: (mendatangi mereka) Apakah kau tidak mengerti? Apa yang ingin ayahku katakan adalah dia ingin tinggal di sini tanpa bekerja sedikitpun. (Bumro tertawa)

Maekdosu: (salah tingkah) Bisakah aku?

Daejang: Tidak bisa!

Maekdosu: Tidak bisa? Kenapa tidak bisa?

Daejang: Sudah cukup aku berbicara omong kosong denganmu. (Daejang pergi)

Bumro dan Maekdosu: Hei, perhatikan aku … hei! (Menabok pipi Bumro) Bagaimana bisa kau mengatakan itu di depannya!

Juriyeong: (datang mendekati mereka) Bumro!

Bumro: Aku akan datang segera, mengapa kau kemari?

Juriyeong: Instruktur Mojin menginginkanmu sekarang!

Maekdosu: Aku? Ke mana?

Juriyeong: Bukan kau, hanya Bumro! Dia juga mencari Eunjin. Di mana dia?

SEMENTARA ITU

Eunjin menemui Sunhwa.

Sunhwa: Mengapa kau ingin menemuiku?

Eunjin: Aku datang untuk bernegosiasi.

Sunhwa: Negosiasi?

Eunjin: Kau tahu bagaimana pentingnya peranku sehingga mereka dapat merestui hubungan kalian? Kau tidak tahu itu. Ketika kau akan dibawa paksa ke Shilla, akulah yang memberitahu Jang.

Sunhwa: Benarkah? Terima kasih.

Eunjin: Kata-kata itu tidak dapat mengungkapkan perasaanku. Sebelum aku memutuskan memberitahu Jang, penderitaan dan tekanan batin yang kurasakan tak dapat dikatakan. Tapi aku bukan orang yang kasar dan tidak akan meminta barang-barang.

Sunhwa: Katakan saja apa itu?

Eunjin: Berjanjilah padaku!

Sunhwa: Berjanji padamu?

Eunjjin: Jika Jang ingin bersamaku, lepaskan dia pergi.

Sunhwa: … (sedikit terkejut)

Eunjin: Hati itu bisa berubah.

Sunhwa: .. (tersenyum mengerti)

Bumro: (lari mendekat) Hei, apa yang sedang kau lakukan. Instruktur Mojin menginginkanmu sekarang!

Eunjin: Benarkah? (Berjalan pergi, tapi kemudian berbalik) Pikirkan usulku. (Eunjin pergi dengan hati gembira, Sunhwa tersenyum geli, melihat mereka berdua pergi)

Suara Bumro: Apa yang kau usulkan padanya?

Suara Eunjin: Kau tidak perlu tahu!

KEMUDIAN

Eunjin dan Bumro menemui Mojin, dan juga Jang.

Eunjin: Ibu!

Bumro: Apakah kau memanggil kami?

Mojin: Kalian ikut denganku! Kemasi barang-barang kalian.

Eunjin: Kenapa? Kenapa kita harus pergi?

Mojin: Kita akan pergi ke Sangdaepo untuk memilih barang-barang produk asli Baekjae. Aku sudah melaporkannya kepada kepala departemen kalian.

Eunjin: (senang) Benarkah? Kita semua pergi?

Bumro: Jadi kita semua pergi?

Mojin: Kita tidak punya banyak waktu, kita harus mendapatkan kapal. Cepat bersiaplah dan bertemu di pintu gerbang utama.

KEMUDIAN

Mojin menemui Mokrasu di kantor Direktur.

Mojin: Kami sudah siap untuk pergi.

Mokrasu: (memberikan sebuah amplop surat) Baca ini setelah kalian keluar dari Ibu kota!

Mojin: Apa ini?

Mokrasu: Semuanya tertulis di sini. Ini sangatlah penting! Jadi selesaikan tanpa ada kesalahan!

Mojin mengambil surat itu, Giroo masuk ke ruangan.

Giroo: Kita tidak punya banyak orang untuk pembuatan cetakan tulisan dari kayu. Jika ini tidak penting, bisakah kau tidak mengirim Jang?

Mojin: Aku tidak tahu tempat itu dengan baik.

Mokrasu: (Kepada Giroo) Aku akan memberimu orang lain sebagai penggantinya.

Giroo: Baiklah aku mengerti.

DI GEBANG UTAMA TAEHAKSA

Bumro, Jang dan Eunjin sudah berkumpul di gerbang menunggu Mojin, yang baru datang.

Mojin: Jika semua sudah siap, ayo berangkat! (Mojin pergi dulu, diikuti oleh Jang)

Eunjin: Ya! Ayo kita berangkat!

Bumro: Ayo berangkat!

Eunjini: (hati berbunga-bunga, tertawa kecil) Langit membantuku! (pergi menyusul Mojin dan Jang)

Bumro: (hati berbunga-bunga, tertawa kecil) Ini waktunya … (menyusul Eunjin)

DALAM PERJALANAN

Mojin: kita akan istirahat di sini.

Mereka berempat duduk, Eunjin duduk mendekat ke Jang, Bumro menggeser duduknya dekat Eunjin. Eunjin menyenggol Bumro dengan keras. Mojin mengeluarkan surat dari Mokrasu dan membacanya. Mojin sangat kaget ketika selesai membacanya.

Mojin: (bergumam)  Pangeran … Pangeran akan …

SEMENTARA ITU

Aja bersama Wooyung dan Giroo melihat proses pengawetan kayu, pengerjaan cetakan dari kayu, dan percobaan mencetak tulisan di atas kertas. Aja bertanya-tanya ini itu selama inspeksi itu, Giroo dan Wooyung dengan lugas menjawabnya. Aja sangat puas dengan tulisan di atas kertas, hasil dari cetakan kayu yang baru dibuat.

KEMUDIAN

Sun: Kau melakukan pekerjaan yang sangat baik, dapat mengatur para pedagang, sekarang semuanya berjalan lancar.

Giroo: Ya.

Sun: Kau pasti lelah, kau kelihatan kurang sehat.

Wooyung: Sejak Pangeran berdiam di Taehaksa, kita tak dapa t bergerak sedikitpun.

Sun: Mokrasu tidak ada gerakan?

Wooyung: Tidak. Guru Mokrasu dan Pangeran sama sekali tidak pergi keluar. Dan mereka berkonsentrasi dalam pekerjaannya.

Sun: … (sedikit gelisah, menghembuskan  napas)

Heukjipyung: Kenapa? Apakah kau masih curiga?

Sun: Benar, aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Mimpi-mimpiku juga tidak terlalu baik. (Kepada Giroo) Apakah tidak ada gerakan lain?

Giroo: Instruktur Mojin dan Jang pergi ke Sangdaepo. Mereka mencari barang-barang produk asli. Kecuali itu, tidak ada yang khusus.

Sun: Cari mereka, dan lihat apakah mereka benar-benar pergi ke sana.

Heukjipyung: Baik.

PERTAMBANGAN PERMATA DI ACHAK

Pengawas tambang: (setelah membaca surat) Benarkah ini?

Mojin: Ya itu benar.

Pengawas: Lalu? (melihat ke belakang Mojin, ke arah Jang dan teman-temannya)

Mojin: Ya!

Pengawas: Berapa banyak yang akan bekerja di sini?

Mojin: Semuanya berempat, termasuk aku.

Pengawas: Beristirahatlah dahulu. Kami harus menentukan tanggal untuk menggali.

Mojin: Baik. (dia pergi keluar)

DI LUAR

Pengawas: (kepada anak buahnya) Tunjukkan pada mereka di mana mereka bisa beristirahat!

Prajurit: Baik. (Kepada Mojin dan yang lain) Ikuti aku! (Mereka meninggalkan pengawas)

Setelah melihat mereka pergi, pengawas berkata pada seorang prajurit: ” Kau pergilah ke Savisong segera. Cepatlah berkemas”.  “Ya!”

KEMUDIAN

Weeduk: Aku menerima laporan dari Benteng Juryoo

Haedoju: Benteng itu terletak di perbatasan, apa isinya?

Weeduk: Pasukan dari Ko-Kuryo secara diam-diam disiagakan di dekat perbatasan, tidakkah kalian tahu ini? (Para pejabat saling berpandangan.)

Sun: Tapi tidak ada laporan mengenai hal itu?

Weeduk: Pasukan kerajaan tidak dapat melihat adanya gerakan di perbatasan, bukankah ini adalah masalah yang besar?

Buyo-Gye: Tuanku, aku meminta maaf untuk mengatakan hal ini, tapi apakah itu bocor dari pihak Ko-Kuryo?

Chilryo: Laporan itu tak bernama, laporan itu dari seorang pejabat.

Weeduk: Apa yang akan kau lakukan, Jenderal? Kau tidak tahu apa yang pejabat di daerah mengetahuinya!

Sun: Aku mohon ampun.

Weduk: Gerakkan pasukanmu dan berangkatlah menuju benteng Juryoo.

Sun: Baik.

KEMUDIAN

Haedoju: Benarkah kau belum menerima laporan?

Sun: Tidak.

Gye: Bukankah ini aneh? Semua laporan selalu melalui dirimu dulu. Bagaimana bisa Raja menerimanya terlebih dahulu?

Heukjipyung datang tergesa-gesa.

Sun: Ada apa?

Heuk: Aku baru saja menerima laporan dari pengawas tambang di Achak.

Sun: Dari tambang di Achak?

Haedoju: Milik keluarga Raja?

Heuk: Ya, para insinyur dari Taehaksa sekarang ada di tambang Hwangok di Achak.

Sun: (menggebrak meja, bangkit berdiri) Apa?

Heuk: Mereka diperintahkan untuk membuat naga kuning untuk Pangeran.

Sun: Inilah dia! Ini untuk penyerahan tahta kepada Pangeran.

Gye: Apa?

Haedoju: Ah ….

Wooyung: …

ISTANA RAJA

Aja: Yang Mulia, penyerahan tahta? Apa yang sebenarnya kau katakan?

Weeuk: …

TAMBANG ACHAK

Mereka berempat dipimpin oleh pengawas tambang masuk ke dalam tambang.

Pengawas: (kepada para penambang) Galilah permata kuning untuk pengangkatan Pangeran menjadi Raja.

Penambang: Baik. (Jang, Eunjin, dan Bumro kaget)

Jang: Pengangkatan Pangeran sebagai Raja?

12 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 28

    • sibuuuuuuukkkkkkkkkkk …. bisa sih, kalau kalian ga keberatan cuman ringkasan doank tanpa dialog … 3 episode juga jadi😦 beberapa hari ini banyak kesibukan di rumahku … ga bisa berkutik banyak😦

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s