Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 01

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ombak bergulung-gulung menghantam batu karang …

Bulan purnama bersinar dengan terangnya di malam yang gelap, dan awan bergelantungan di angkasa terkadang menutupi sinar bulan …

Tahun 1568, Tahun Pertama Masa Pemerintahan Raja Seonjo

Sesosok pria sedang mengendap-endap di tepi sungai Uiju, Pyong An Do, diikuti oleh beberapa orang yang memanggul barang di punggungnya. Langkah mereka tergesa-gesa tapi waspada, mengawasi sekeliling mereka.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.comHuh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sebuah perahu sedang dikayuh menuju ke tepian dengan beberapa orang di atasnya. Setelah perahu itu mendarat di tepian, orang-orang di atasnya dengan sikap waspada mengawasi ke sekeliling mereka dan langsung turun. Seorang pria Tiongkok tampaknya menjadi pimpinan mereka.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.comHuh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Beberapa orang yang tadi juga sudah sampai di tempat tujuan mereka, mengawasi perahu itu dan orang-orangnya. Kemudian pemimpin rombongan itu menganggukkan kepala ke seorang rekannya yang berbadan besar. Pemuda besar itu segera berdiri dan memantik batu korek sebagai sinyal kepada orang-orang yang datang dengan perahu.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.comHuh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pria Tiongkok itu melihat sinyal itu dan segera mengangguk ke anakbuahnya, yang memberikan sinyal balasan dengan cara yang sama.

Kelompok pertama melihat balasan itu dan segera bergerak. Kelompok kedua melihat gerakan mereka dan segera bergerak pula.

Kedua kelompok saling berhadapan di sebuah tanah lapang.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kelompok pertama menurunkan barang bawaan mereka sementara pria Tiongkok, pimpinan kelompok kedua, memberi tanda pada anakbuahnya untuk memeriksa barang-barang tersebut, yang ternyata beberapa benda berharga dan juga ginseng Joseon.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.comHuh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pimpinan kelompok pertama mengawasi semuanya dengan tenang dan penuh perhitungan demikian juga dengan pedagang Tiongkok itu.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.comHuh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pemeriksa itu kembali ke majikannya dan berbisik kalau semuanya cocok. Pria Tiongkok itu kemudian membawa sebuah bungkusan dan maju ke depan, mengatakan: “Ini 4 ribu nyang”. Pimpinan kelompok pertama menyahut: “Kau harus membayar kami 6 ribu nyang”

Pria Tiongkok itu terkejut tapi pimpinan kelompok pertama memberitahu kalau situasi kini sudah berbeda, dan bukankah ia sudah memberitahu mereka mengenai kondisi ini? Pria Tiongkok itu mengatakan kalau itu bukan urusan mereka dan tak mau membayar lebih dari 4 ribu nyang. Pimpinan kelompok pertama juga sama, ia tak mau menyerahkan barangnya jika tak dibayar 6 ribu nyang.

Pria Tiongkok itu tetap tak mau membayar harga yang diminta dan ingin membatalkan perdagangan ini, menganggap pimpinan kelompok pertama ingkar janji. Tapi pimpinan kelompok pertama tak peduli karena mereka tidak bisa menjual rugi. Mereka saling berpandangan sejenak dan kemudian pedagang Tiongkok itu mengatakan siapa yang akan rugi jika perdagangan ini dibatalkan, bukankah pihaknya si pimpinan pertama? Tapi pimpinan kelompok pertama tak gentar dan menyahut kalau kau juga sama.

Pihak pria Tiongkok bersikukuh tak akan membayar lebih dari 4 ribu nyang, sementara pihak pimpinan kelompok pertama didekati pemuda besar tadi yang memanggilnya: “June”. Jadi mulai sekarang pimpinan kelompok pertama kita panggil Hur June … tokoh utama kita … sedangkan pemuda besar itu bernama Yangtae.

Yangtae berbisik pada Hur June dan mengatakan kalau 4 ribu nyang itu sudah bagus tapi Hur June menegurnya sehingga Yangtae mundur.

Si pria Tiongkok pura-pura tak peduli demikian juga dengan Hur June yang bertingkah sama. Mereka saling berdiam diri tapi tak mau pergi. Ini berlangsung cukup lama sampai warna langit dari gelap menjadi biru laut pertanda subuh mulai menjelangt

Akhirnya si pedagang Tiongkok tak dapat menahan diri lagi dan mendekati Hur June, bertanya apa yang akan kita lakukan. Hur June menjawab kalau perdagangan mereka gagal. Pedagang Tiongkok itu mengatakan kalau para petugas polisi pasti akan berpatroli sebentar lagi dan jika Hur June ragu-ragu maka Hur June lah yang  akan menderita kerugian besar.

Hur June tampak kesal dan segera membuka penutup barangnya, memanggil Kilsang dan menyuruhnya untuk membakar barang-barang mereka. Semua rekan Hur June terkejut tapi Hur June segera membentak Kilsang untuk melakukannya sekarang juga. Mereka ragu-ragu tapi Hur June segera merebut obor dari tangan Kilsang dan membakar sendiri barang-barangnya itu. Yangtae berusaha mencegahnya tapi Hur June masih menyulut api ke jerami penutup.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pedagang Tiongkok itu sangat terkejut dan menyebutnya sinting, memerintahkan anakbuahnya untuk memadamkan api. Ia memandang Hur June dengan kesal, tapi Hur June hanya mendongakkan kepalanya memandang langit berpura-pura tak peduli. Pedagang Tiongkok itu segera memberikan apa yang diminta oleh Hur June, ia akan membayar 6 ribu nyang. Tapi Hur June tetap diam saja, pedagang itu merasa terdesak dan mengatakan kalau ia akan membayar lebih 100 nyang. Hur June masih diam saja, dengan terpaksa pedagang Tiongkok itu menaikkan tawarannya, ia akan menambah 100 nyang lagi dan 100 lembar sutera. Hur June memandangnya dan mengatakan kalau mereka akan bertransaksi.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pria Tiongkok itu segera menyerahkan apa yang dijanjikannya pada Hur June, yang langsung menyerahkannya pada Yangtae, memeriksanya dan mengatakan cocok. Pedagang Tiongkok itu segera menyuruh anakbuahnya bergegas untuk menaikkan barang ke perahu.

Pedagang Tiongkok: Aku telah melewati perbatasan, menyelundupkan bahan-bahan obat entah tak terhitung berapa kali tapi aku tak pernah menemui orang sepertimu. Karena kita akan berbisnis lagi di masa yang akan datang, bisakah kau memberitahuku namamu?

Hur June: Namaku Hur June …

Pedagang Tiongkok: Hur June … hemmmm …

Pedagang Tiongkok itu segera pergi setelah barang-barangnya diangkut ke perahu, sementara Hur June dan yang lainnya pergi meninggalkan tempat itu. Hur June berbalik sejenak memandang ke sekelilingnya …

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June dan beberapa orang berjudi kartu, kartu Hur June tampaknya cukup bagus dan ia sangat senang. Uang taruhan diletakkan dan kartu dibuka, ternyata dari kedua orang pertama yang membuka kartu, Hur June lah yang terbesar. Hur June senang dan menyangka kalau ia akan menang sehingga mengulurkan tangannya untuk meraup uang di tengah-tengah, tapi orang terakhir mencegah Hur June dan memberitahunya jangan tergesa-gesa, ia kemudian membuka kartunya dan ternyata kartunya mengalahkan Hur June. Dengan tertawa terbahak-bahak orang itu meraup semua uang di hadapan Hur June, membuat Hur June sangat kesal padanya. Hur June memberi tanda pada Yangtae, yang mengangguk dan segera keluar.

Orang tadi yang menang judi sangat senang hatinya sehingga tertawa terus saat keluar dari tempat tadi bersama dengan yang lain. Ia berkata kalau kantung celananya tak pernah seberat ini, dan bertanya pada rekannya yang lain apakah mereka melihat tampang orang tadi yang segera berubah menjadi hijau? Mereka semua tertawa terbahak-bahak.

Yangtae, Kilsaeng, dan Hur June mendatangi mereka untuk meminta balik uang Hur June, tapi ditolak dan menyebut mereka bajingan, bagaimana bisa mereka meminta balik uang yang telah hilang karena kalah berjudi. Yangtae mengatakan kalau mereka berbuat curang sehingga bisa menang. Dan siapa yang mereka pikir buat permainan, apakah mereka tidak tahu siapa dia? Orang itu menjawab kalau tentu saja ia tahu, bukankah dia itu anak kepala daerah Yongchun, Hur June? Tapi kemudian mereka menghina Hur June dengan mengatakan kalau menjadi seorang anak kepala daerah bukan berarti ia bangsawan, mereka harus tahu perut siapa yang mengandungnya.

Yangtae sangat marah sehingga mencekal pria kedua yang berbicara menghina tadi, tapi pria itu segera menghantamkan kepalanya pada hidung Yangtae sehingga berdarah. Yangtae tidak terima dan berusaha menubruk orang itu tapi dielak sehingga Yangtae terjerumus ke depan. Kilsang maju dan mau memukulnya tapi dibanting oleh pria kedua itu dan kemudian diinjak tapi Hur June segera menendang orang itu dan perkelahian tak terelakkan lagi. Para penduduk desa berkerumun melihat perkelahian itu. Hur June mengalahkan semua pria lawannya. Dalam pada itu tampak seorang pegawai pemerintahan melihat Hur June dan kekacauan yang ditimbulkannya kemudian berbalik pergi dengan wajah apa boleh buat. Hur June maju ke hadapan orang yang menang judi tadi dan mengulurkan tangannya, orang itu segera memberikan kantung uangnya, yang direbut oleh Yangtae dan diberikan pada Hur June. Semua lawan Hur June segera berdiri dan melarikan diri.

Yangtae mengusir semua penduduk yang masih berkerumun. Hur June kemudian mengajak mereka semua pergi ke Gibang milik Saweepo. Yangtae bertanya bukankah itu tempatnya Okhwa berada. Kilsaeng tak mengenalnya. Yangtae menjelaskan kalau Okhwa itu bekas gisaeng yang bahkan pernah melayani gubernur di tempat tidur. Dan sekarang Hur June sedang jatuh cinta padanya beberapa hari ini. Hur June pura-pura marah dan akan memukul Yangtae tapi kemudian mengajak mereka ke sana. Tapi kemudian seseorang memanggil Hur June, Yangtae heran dan bertanya mengapa dr. Jang datang kemari?

Dr. Jang meminta berbicara berdua dengan Hur June tapi bukan di tempat yang ramai dan mengajak Hur June ke rumahnya sebentar saja. Hur June setuju, menyuruh Kilsaeng ke Saweepo dan Yangtae akan ikut dengan Hur June.

Saat mereka bertiga sampai di rumah dr. Jang, seorang pelayan memberitahu kalau ada pasien, dan mereka sudah menunggunya lama sejak tadi pagi. Dr. Jang menyuruh pelayan memberitahu kalau ia sibuk untuk sementara dan meminta mereka untuk kembali nanti. Tapi anak gadis dari pasien itu memanggil dr. Jang dan bertanya, “Apa yang lebih utama bagi seorang dokter selain merawat pasien? Ayahku dalam kondisi yang serius, aku mohon padamu agar memberinya pengobatan.”

Dr. Jang tidak mengenali gadis itu dan bertanya darimana asalnya, gadis itu bertanya balik, “Apakah itu akan membuat perbedaan?” Hur June merasa kasihan dan menyuruh dr. Jang untuk mengurus pasien itu lebih dahulu. Tapi dr. Jang tak peduli dan mengatakan, “Aku tak mau memeriksa sembarang orang tak dikenal dan jika ingin agar setidaknya aku memeriksa nadi ayahmu, maka diam dan tunggu saja.” Dr. Jang kemudian masuk ke dalam rumah diikuti oleh Hur Juen. Gadis itu tak bisa berbuat apa-apa.

Di dalam, dr. Jang mengatakan kalau ini mendesak dan sangat ia butuhkan segera. Ia kemudian mengeluarkan gulungan kertas dan menyerahkannya pada Hur June, mengatakan: “ini adalah daftar bahan-bahan obat yang aku inginkan.”

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June melihat-lihat bahan-bahan obat di rak-rak dan menyebutkan satu-persatu dengan tepat bahan-bahan itu, terakhir ia memegang sebuah bahan obat yang panjang, mengatakan kalau itu adalah Oonuljae dan berkedip pada dr. Jang.

* Oonuljae adalah alat kelamin anjing laut jantan.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Saeguk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dr. Jang menyindirnya sambil tersenyum, “Dengan pekerjaanmu sebagai penyelundup bahan-bahan obat membuatmu menjadi setengah dokter.” Kemudian ia bertanya apakah ada yang salah? Hur June menjawab kalau ia mendengar gosip mengenai tindakan dari  dr. Jang menumpuk kekayaan dengan bahan-bahan yang ia selundupkan masuk. Semua pedagang yang menginginkan bahan-bahan obat dari Tiongkok datang dari seluruh negeri dan bahkan bersedia untuk mengantri untuk mendapatkan bahan-bahan obat dari dr. Jang. Yangtae menyahut kalau merekalah yang mempertaruhkan hidup untuk bersembunyi dari polisi dan tidak akan melakukannya lagi jika dr. Jang saja yang mendapatkan semua uangnya. Dr. Jang terdesak dan setuju kalau setelah yang ini selesai maka mereka akan ia beri penghargaan yang selayaknya.

Hur June senang dan bertanya pada Yangtae kapan kapal berikutnya datang. Yangtae tampak memuntahkan sesuatu, kemudian menjawab kalau akhir bulan. Dr. Jang heran dan bertanya apa yang ia makan? Yangtae menjawab Oonuljae, yang sebelumnya ditunjukkan oleh Hur June.  Hur June tertawa geli.

Dr. Jang: Kau bodoh! Itu bukan Oonuljae tapi ular yang dikeringkan dan itu mengandung racun. Matilah kau!

Yangtae terkejut dan segera berusaha memuntahkan isi perutnya sambil mengatakan matilah aku … aku mati …. Hur June tertawa terbahak-bahak melihatnya …

Yangtae: Hyungnim, aku hampir mati karena kau berpura-pura menjadi seorang dokter.

Hur June mengambil daftar dari tangan dr. Jang kemudian beranjak pergi diikuti oleh Yangtae yang masih meludah-ludah.

Sepeninggal keduanya, dr. Jang bergumam menyebut mereka bajingan tengik ….

Hur June dan Yangtae keluar dari rumah dr. Jang dan segera pergi, sementara itu si gadis dan ayahnya masih menunggu di luar mengawasi mereka berdua. Saat di pintu halaman, Hur June memandang kepada gadis itu tapi kemudian segera pergi. Tapi beberapa meter dari rumah itu tampak Hur June menghentikan langkahnya sejenak dan memandang kembali ke arah rumah dr. Jang, merasakan sesuatu yang tertinggal di sana …

* Oonuljae adalah alat kelamin anjing laut jantan.

Dr. Jang membawa masuk ayah gadis tadi dan memeriksa nadinya kemudian perutnya. Gadis itu bertanya bagaimana keadaan ayahnya. Dr. Jang memberitahu kalau ayah gadis itu tampaknya terkena penyakit hati yang menyebabkan timbulnya penyakit kuning dan juga diabetes. Gadis itu bertanya apakah ada obat yang bisa menyembuhkannya? Dr. Jang memberitahu kalau semua sudah terlambat. Gadis itu menyahut kalau ia datang sejauh ini karena sudah mendengar reputasi dari dr. Jang dan memohonnya agar menyelamatkan ayahnya.

Dr. Jang memberitahu kalau banyak cara untuk menguatkan kembali hati, tapi sudah tak ada gunanya bagi ayah si gadis yang sudah dalam kondisi seperti ini. Tapi ada satu, ia harus membelinya di Tiongkok karena barang itu tak ada di Joseon. Gadis itu memohon agar sang dokter memberitahunya karena ia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan jiwa ayahnya. Dokter Jang menggelengkan kepalanya, tapi gadis itu terus mendesaknya.

Hari sudah malam, Yangtae mengintip dari semak-semak, memantau para petugas yang berpatroli. Yangtae segera menemui Hur June yang juga mengawasi para petugas polisi yang berjaga-jaga. Yangtae melaporkan kalau para petugas polisi juga menjaga di dermaga feri Odo dan juga dermaga Yeoun. Mungkin ini karena adanya komandan polisi baru yang bertugas di Weeju. Dan kelihatannya komandan yang ini sangat tegas dan disiplin dalam bekerja.

Hur June menimbang-nimbang situasi yang ada dan mengatakan kalau mereka harus membatalkan perdagangan mereka hari ini dan mencari jalan lain. Kemudian ia mengajak semua orang pergi. Tapi ketika mereka pergi, terdengar seruan dari petugas polisi, “Siapa di sana?” Hur June dan yang lainnya terkejut, mengira kalau mereka ketahuan.

* Oonuljae adalah alat kelamin anjing laut jantan.

Tapi ternyata itu orang lain yang sedang dikejar oleh para petugas polisi. Yangtae mengusulkan agar mereka segera pergi agar tidak ditangkap, tapi Hur June memutuskan untuk menolong orang itu dan meminta agar Kilsaeng dan Yangtae menurunkan bawaan mereka dan mengikutinya. Ia ingin tahu siapa yang bekerja secara rahasia selain pihaknya untuk menyelundupkan barang di Yongchun, yang sebenarnya merupakan daerah kekuasaannya.

Orang tadi berhasil ditangkap oleh para petugas dan sedang digiring kembali ke pos mereka ketika Yangtae dan Kilsaeng muncul di belakang mereka dan memukul kepala kedua prajurit itu hingga pingsan. Mereka berdua segera menyeret orang tadi untuk menemui Hur June, yang kemudian membawa mereka ke tempat yang aman.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June kemudian menanyai orang tadi darimana asalnya dan mengapa ia ada di sini, berusaha untuk melakukan penyelundupan atas perintah siapa? Orang itu tetap diam saja. Hur June sangat kesal dan mengancamnya dengan pedang, orang itu mendongakkan kepalanya, Hur June melihatnya dengan jelas dan menjadi terkejut.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yangtae juga mengenalinya, bukankah ia gadis yang mereka lihat di rumah dr. Jang? June kemudian menarik kembali pedangnya dan menyuruh untuk melepaskan ikatan gadis itu.

Hur June kemudian bertanya apa maksud dari semua ini? Tempat ini dijaga dengan ketat oleh para prajurit dan para petugas polisi. Jika ia tertangkap maka itu artinya mati. Mengapa ia ada di sini pada waktu seperti ini dan menyamar sebagai seorang pria?

Gadis itu mendengar kalau ia dapat bertemu dengan para penyelundup di tempat ini, Ia menemui dokter karena ayahnya sangat sakit, dan dokter mengatakan kalau satu-satunya cara agar ayahnya bisa sembuh hanyalah dengan bahan-bahan obat dari Tiongkok. Jika ia tak bisa bertemu mendapatkan bahan-bahan obat itu di sini, ia berencana akan memohon pada para pedagang dan pergi ke Tiongkok.

Hur June merasa geli tapi juga kasihan bercampur kesal bertanya, apa yang membuatmu berpikir kalau seorang perempuan sepertimu bisa berhasil? Apakah kau pikir para penyelundup itu orang baik-baik? Tempat itu dipenuhi dengan orang-orang brutal dari semua penjuru.

Gadis itu tak peduli, mengatakan, “Kalau aku bisa menyelamatkan ayahku, aku akan melakukan apapun di manapun. Kumohon beritahu aku agar bisa sampai ke sana.”

Hur June mulai reda rasa kesalnya dan perasaan simpatinya mulai muncul, tapi ia tetap bersikap datar dan mengatakan, “Aku merasa kasihan padamu tapi tidak ada jalan lain.”

Gadis itu merasa putus sudah harapannya, Hur June melihat ke sekeliling dan kemudian memberitahunya bahwa polisi akan segera berpatroli di tempat ini jadi ia menyuruh si gadis kembali. Hur June kemudian mengajak anakbuahnya untuk pergi, meninggalkan si gadis yang masih berlutut di tanah. Hur June berhenti sejenak untuk memandang gadis itu yang tampak sangat sedih dan kemudian ia pergi.

Hur June merasa hatinya sangat berat, bahkan saat di Gibang pun ia tak merasa hatinya terhibur. Hur June hanya minum saja meskipun gisaeng yang menemaninya merayu. Yangtae mengolok-ngolok Hur June, mungkin ini karena gadis yang mereka temui tadi sudah mencuri hati si Hur June. Apalagi wajahnya cukup cantik. Mungkin seharusnya mereka membantunya untuk melewati para penjaga. Hur June menyuruhnya tutup mulut dan minum saja. Hur June terus minum sampai mabuk.

Hur June  pulang dengan terhuyung-huyung mabuk, menggoda para penjaga. Setelah ia pergi, para penjaga mengatakan kalau ibunya mencuci pakaian dalam seorang gisaeng dan merana dalam kemiskinannya, sementara anaknya selalu minum-minum saja. Memang tidak seharusnya mengharapkan seorang anak selir bersikap laiknya seorang bangsawan. Hur June mendengar itu dan sangat sakit hatinya.

Seorang gisaeng yang dipanggil oleh kepala daerah menegur ibu Hur June karena hasil jahitannya yang jelek sehingga membuang dengan sia-sia kain suteranya yang mahal.  Hur June melihat semua ini dengan pandangan miris. Gisaeng itu menyuruh ibu Hur June pergi saja karena sebentar lagi Kepala Daerah akan pulang. Tapi sebelum gisaeng itu beranjak masuk, ibu Hur June memberikan semangkuk jus pir dicampur madu untuk mengobati batuk-batuknya Kepala Daerah dan memberitahu agar jus itu diminum sesendok pada pagi dan sore hari. Tapi si gisaeng tak mau menerimanya dan ibu Hur June sedikit memaksanya membuat si gisaeng kesal sehingga menyamplok mangkok itu sehingga jatuh dan pecah berkeping-keping. Hur June sangat marah tapi berusaha mengendalikan dirinya. Gisaeng itu mengatakan pada ibu Hur June kalau dokter sudah menangani penyakit Kepala Daerah, dan juga ada dirinya yang merawatnya jadi tak perlu ibu Hur June ikut campur.  Jika ia ada waktu untuk membuat ini seharusnya lebih baik melakukan pekerjaan mencuci saja. Gisaeng itu kemudian masuk.

Hur June mau menegur gisaeng itu tapi ibunya menahannya dan  kemudian memberitahu bahwa anak Tuan Yoon akan pergi ke Seoul untuk mengikuti Ujian Negara dan ingin bertemu dengan Hur June sebelum ia berangkat. Tapi Hur June menjawab kalau itu tak ada hubungan dengan dirinya. Ibunya bertanya, “Bukankah dulunya dia teman sekolahmu?” Hur June menyahut dengan getir, “Bagaimana seorang rendahan sepertiku memiliki teman dari keluarga bangsawan?” Hur June beranjak pergi, tapi ibunya menahan Hur June dan mengatakan kalau Yoon sangat khawatir dengan hidup yang disia-siakan oleh Hur June dengan berkumpul dengan para bajingan di pasar. Mengapa Hur June tidak bisa menenangkan dirinya, bukankah ayahnya sudah menunjukkan kebaikan dan ketulusan hati pada mereka selama ini?

Hur June justru seperti dibakar kemarahannya, “Apa yang ibu maksudkan dengan kebaikan dan ketulusan hati? Apa maksudnya mengurus dan mencucikan pakaian si gisaeng, yang memberikan layanan di tempat tidur untuknya?”

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ibu Hur June menegur anaknya untuk tidak berbicara seperti itu, karena ia anggap ini adalah salah satu cara untuk melayani ayah Hur June. Tapi Hur June tidak bisa menerima ini semua dan beranjak pergi untuk menanyai ayahnya, ibunya segera menahannya dan menangis sambil berlutut agar Hur June tidak melakukannya. Walaupun hanya hidup untuk melayaninya, ibu Hur June tidak merasa keberatan selama itu melayani ayah Hur June. Hur June tampak sangat sakit hati dan berusaha mengendalikan kemarahan di hatinya, matanya memerah dan barkaca-kaca.

Hur June kembali ke kamarnya, dan mengingat perkataan ibunya kalau si Yoon ingin bertemu dengannya. Kemudian ia mengingat masa kecilnya, di mana ia dulunya adalah seorang anak yang sangat cerdas dan pintar bahkan dipuji oleh guru sekolah. Tapi anak bangsawan lain yang iri padanya menghinanya dan memberitahu semua teman-temannya kalau Hur June hanyalah anak seorang selir dari Kepala Daerah, bukanlah anak bangsawan, mereka tak mau satu sekolah dengan anak seperti dia.

Kembali ke masa sekarang, Hur June masih mengingat semuanya itu dengan jelas, dan rasa sakit atas penghinaan itu masih membekas di hatinya, menggores begitu dalam.

Seorang pegawai pemerintah menemui ibu Hur June dan memintanya untuk memberitahu kalau kepala daerah ingin menemuinya.

Hur June di kamarnya sedang menulis tapi pikirannya tak bisa berkonsentrasi sehingga ia membuang pena tulisnya, merasa kesal. Tiba-tiba Hur June teringat dengan gadis yang menyamar sebagai penyelundup dan teringat permohonannya. Ibu Hur June masuk membawa buntalan dan memberitahu kalau kepala daerah ingin menemui Hur June. Ia menyuruh Hur June untuk memakai pakaian yang pantas saat menemui ayahnya dan membuka buntalan itu yang ternyata berisi pakaian baru dan bagus. Hur June pertama menolaknya tapi kemudian melakukannya demi ibunya.

Hur June menemui ayahnya, yang sedang diobati oleh dokter. Dokter itu mengatakan kalau lukanya bernanah.dan harus dikeluarkan dengan segera tapi nanti sangat sakit sekali. Ayah Hur  June menyuruh dokter untuk melakukannya dan menahan sakit ketika sang dokter mengorek lukanya yang bernanah.

Ayahnya bertanya pada Hur June apakah anaknya tahu kapan ia mendapatkan luka ini. Hur June menjawab kalau ia tak tahu. Tuan Hur mengatakan kalau itu ia dapatkan saat ia masih seusia Hur June dan menjadi seorang prajurit di Hyesan, seorang musuh melepaskan panah ke punggungnya. Seumur hidupnya ini ia telah habiskan hanya menjadi seorang prajurit kecil dan berakhir dengan menjadi seorang kepala daerah Yongchun. Tapi meskipun demikian ia tetap berusaha untuk menjaga kehormatan dan sikap bangsawan dalam keluarganya.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tapi sekarang …? Apa yang ia dengar adalah Hur June berkumpul dan bergaul dengan para bajingan di pasar, memulai perkelahian, minum-minum tiap hari dengan gisaeng. Sungguh bodoh … apakah ia pikir hanya dengan menggunakan topi dan jubah akan menyembunyinya status sosialnya? Hur June tampak sangat menahan diri dan mengertakkan gigi. Ayahnya dengan nada keras menyuruhnya tak usah menirukan bangsawan dan mengatur sikapnya sendiri. Dan jika ayahnya mendengar sekali lagi kalau ia bergaul dengan mereka maka ayahnya yang akan menghukumnya sendiri nanti.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar mengatakan kalau Komandan Polisi Weeju yang baru telah datang untuk memberi salam.

Tuan Hur dan Hur June segera keluar untuk menyambut Komandan Polisi itu, yang memperkenalkan dirinya sebagai Bae Chunso. Tuan Hur bertanya apa keperluan Bae Chunso menemuinya. Bae mengatakan kalau ia hanya mengikuti perintah dari kantor Pyeungyang untuk mengejar tahanan pengasingan yang melarikan diri dan menemui Tuan Hur untuk meminta bantuan. Tuan Hur bertanya siapa mereka?

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Bae menjawab kalau mereka adalah Lee Jungchan dan anak gadisnya yang diasingkan ke Kantor Utara. Bahwa ada kesaksian dari seorang yang melakukan konspirasi dan ada perintah turun untuk meminta kesaksian dari Lee Jungchan, jadi mereka perlu mengirimnya dalam pengawasan kembali ke Seoul, tapi ternyata Lee Jungchan dan anak gadisnya telah melarikan diri. Hur June yang mendengar ini merasa kalau kedua orang yang disebutkan itu kemungkinan besar adalah si gadis yang ditemuinya itu dan juga ayahnya.

Poster wajah Lee Jungchan ditempelkan di mana-mana sebagai pemberitahuan bahkan para petugas menyebar untuk mencari di mana-mana.

Yangtae berlari-lari menemui Hur June yang sedang menunggu di jembatan. Yangtae mengatakan kalau ia telah menemukan mereka, Hur June segera bangkit dari duduknya dan bertanya di mana mereka? Yangtae menjawab kalau di desa para pengrajin tembikar ada sebuah rumah kosong, di sanalah mereka tinggal. Hur June segera mengajaknya pergi ke sana.

Hur June pergi ke rumah kosong itu dipimpin oleh Yangtae dan mereka berhasil menghadang kepulangan anak gadis Lee  Jungchan. Gadis itu menolak bantuan mereka berdua bahkan tetap bersikap sama saat Hur June menunjukkan poster dan memberitahu kalau mereka dicari oleh para prajurit. Yangtae sungguh kesal dengan keangkuhan gadis itu tapi Hur June mengajaknya pergi.

Tapi belum jauh mereka pergi, terdengar suara gadis itu memanggil-manggil ayahnya.  Hur June dan Yangtae mendengarnya. Mereka segera kembali ke rumah kosong itu. Gadis itu keluar dan menemui mereka, memohon agar mereka menyelamatkan ayahnya. Hur June segera masuk dan melihat keadaan Tuan Lee, lalu ia memanggil Yangtae dan menyuruhnya membawa dr. Jang untuk memeriksa Tuan Lee. Nona Lee masih menangis dan memanggil-manggil ayahnya untuk bangun.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June kemudian menggigit jari kelingking kanannya sehingga berdarah, kemudian meneteskan darahnya itu ke mulut Tuan Lee. Nona Lee yang melihat itu sangat terkejut tapi juga sedikit bersyukur …

Yangtae berlari terburu-buru untuk menemui dr. Jang …

Beberapa saat kemudian, dr. Jang memeriksa nadi dari Tuan Lee dan mengatakan kalau Tuan Lee sudah meninggal beberapa saat yang lalu.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June mengatakan kalau tubuhnya masih hangat, dr. Jang menyahut kalau itu karena lantainya yang hangat. Hur June menyuruh dr. Jang untuk menggunakan akupungtur. Nona Lee terus menangis dan memohon agar dr. Jang menyelamatkan nyawa ayahnya. Dr. Jang memberitahu Hur June kalau harus ada energi di dalam tubuh seseorang jika ingin melakukan akupungtur. Tapi bagaimana bisa ia menghidupkan lagi orang yang sudah mati? Dr. Jang kemudian pergi keluar dari ruangan itu.

Yangtae bertanya pada dokter Jang bagaimana kondisinya? Dr. Jang menjawab kalau pasien itu sudah setengah jalan menuju alam baka. Hur June kemudian keluar menyusul. Dr. Jang ingin berbicara empat mata dengannya, bertanya bukankah pasien yang mati itu adalah orang yang sedang dicari-cari oleh para petugas polisi, bukankah demikian? Hur June tetap diam, tapi ini berarti mengiyakan. Dr. Jang bertanya apa ia sudah sinting? Apa yang sedang ia lakukan? Hur June menjawab kalau ia masih berakal sehat dan tak usah cemas.

Dr. Jang kemudian bertanya bagaimana dengan bahan-bahan obat yang ia pesan, Yangtae maju dan mengatakan bukankah ia sudah mengatakannya, bahwa sekarang setiap dermaga dijaga dengan ketat. Dr. Jang menyatakan kalau itu adalah masalah mereka berdua, tapi bagaimana dengan dirinya? Ia berurusan dengan para pedagang dari seluruh pelosok negeri. Hur June serba salah. Dr. Jang kemudian mengatakan jika mereka tak bisa menepati janji maka ia punya rencana lain. Yangtae bertanya apakah itu ancaman? Tapi Hur June menegurnya dan kemudian mengatakan kalau ia akan memenuhi janjinya dan meminta dr. Jang untuk tutup mulut mengenai apa yang terjadi di tempat ini.

Dr. Jang menyatakan kalau hubungan ini kelihatannya tidak biasa dengan membantu orang hukuman. Hur June tak menjawabnya. Dr. Jang kemudian mengatakan kalau Hur June ingin mulutnya tetap terkunci maka Hur June lebih baik membawakan bahan-bahan obat yang telah ia minta. Dr. Jang kemudian pergi meninggalkan mereka.

Yangtae juga ternyata berpikiran hal yang sama, bertanya mengapa Hur June sampai melakukan sejauh ini untuk seseorang yang benar-benar asing bagi mereka? Hur June tak menjawabnya …

Di dalam rumah, Nona Lee menemani jasad ayahnya beberapa saat, kemudian terdengar suara Hur June di luar yang memanggil Yangtae dan menyuruhnya memanggil Jangswe dan juga Kilsaeng untuk mempersiapkan penguburan. Tapi Yangtae keberatan, jika para polisi tahu kalau mereka mengadakan upacara pemakaman bagi orang hukuman maka mereka bisa disalahkan juga dan meminta Hur June agar berhenti sekarang juga. Nona Lee di dalam mendengarkan semua itu dengan hati sedih.

Hur June juga memberitahu Yangte untuk membawakan lilin, jika mereka tak menyalakan lilin untuk menerangi jalan yang mati dalam perjalanannya ke alam baka maka itu terlihat sangat malang.

Dahee menangis dan memanggil ayahnya dengan bisikan …

Yangtae memanggil rekan-rekannya dan membeli semua perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan penguburan dengan layak.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Mereka kemudian mengadakan perjalanan penguburan, Nona Lee memakai pakaian dan ikat kepala dari kain belacu mengikuti di belakang Kilsaeng yang menjadi pembawa jenazah ayahnya, Hur June berada di rombongan paling belakang. Nona Lee menangis terus dalam perjalanan penguburan ini.

Tapi tiba-tiba mereka melihat kedatangan para petugas polisi yang mengarah pada mereka. Hur June memberitahu pada Yangtae tak usah bersikap gelisah dan terus saja.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Benar saja, Bae Chunso yang memimpin rombongan petugas polisi menghentikan iringan jenazah itu dan bertanya penguburan siapa itu. Yangtae segera maju dan memberithau kalau ini adalah penguburan tuan Kim dari desa Dangsan. Bae Chunso bertanya bagaimana bisa seperti ini, betapapun miskinnya orang itu mengapa tak ada bunga yang ditebarkan dalam perjalanan penguburannya? Yangtae kelabakan tapi Hur June segera maju ke depan dan memberitahu kalau dokter yang memeriksanya menyatakan kalau ia terkena cacar air jadi mereka harus segera menguburkannya. Mendengar cacar air, Bae Chunso segera menyuruh mereka bergegas melakukan pemakaman. Yangtae dan Hur June mengiyakannya. Bae Chunso kemudian segera pergi meninggalkan mereka.

Iring-iringan pemakaman juga melanjutkan perjalanan mereka.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Jenazah Tuan Lee dimakamkan di atas gunung terpencil. Nona Lee menangis di depan makam ayahnya sementara Hur June dan ketiga rekannya menunggu. Hur June kemudian memberikan sekantung uang pada ketiganya dan memuji kerja mereka kemudian menyuruh mereka turun lebih dahulu, ketiganya berterimakasih dan segera pergi.

Hur June tetap tinggal untuk menemani Nona Lee sampai hari menjelang senja. Mereka duduk berdampingan melihat pada matahari yang mulai turun dan cakrawala bersemu ungu kemerahan.

Nona Lee: Aku bahkan tak sempat memperkenalkan diriku sendiri. Nama keluargaku adalah Lee, dan namaku Dahee. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu. Kumohon ijinkan aku mengetahui namamu.

Hur June: Aku sangat senang dapat membantumu. Aku adalah seorang dengan status rendahan, jadi tak berharga untuk mengetahui namaku.

Lee Dahee: Aku dengar kau adalah anak dari kepala daerah Yongchun.

Hur June: (tersenyum sinis) Itu sangat memalukan… Itu memang benar, tapi aku bukanlah anak dari istrinya yang sah. (Dahee terkejut dan memandangnya) Aku terkenal sebagai seorang bajingan di sekitar sini.

Lee Dahee: Mungkin kau memang dari kelas rendahan, tapi tak seorangpun mau membantu kepada orang yang sepenuhnya asing baginya. Ijinkan aku mengetahui namamu sehingga aku dapat mengingatnya.

Hur June: (tergerak hatinya) Namaku Hur June.

Lee Dahee: …. (mengingat dan mengukir nama “Hur June” dalam hatinya)

Hur June: Sekarang apa yang akan kau lakukan? Karena para petugas sedang memburumu, kau tidak dapat melakukan upacara duka di makam ayahmu.

Lee Dahe: (menarik napas) Karena ini adalah takdirku, aku akan mempercayai keberuntunganku saja. Aku berpikir kalau aku akan pergi ke kantor polisi dan menyerahkan diriku sendiri.

Hur June: (terkejut) Tidak bisa! Kau tidak boleh melakukannya! Jika kau pergi ke sana sekarang maka kau akan dihukum mati! Aku akan membantumu untuk bersembunyi, jadi janganlah menyerah!

Lee Dahee: (menggelengkan kepalanya) Tapi aku seorang yang asing … Aku sudah berhutang sangat banyak padamu. Janganlah membuat dirimu terganggu lagi karena diriku.

Hur June: Sejak pertama kali aku melihatmu, aku tak pernah berpikir kalau kau adalah orang asing bagiku.

Dahee terkejut mendengar pengakuan secara tidak langsung dari Hur June ini dan menjadi sedikit salah tingkah sedangkan Hur June yang kelepasan bicara juga rikuh sendiri, tapi apa daya semuanya sudah terlanjur ia ucapkan.

Hur June: Di Gunung Buyong, sekitar 5 mil dari sini ada kuil bernama Mirook. Gunung itu sangat sukar dilalui dan di luar jangkauan dari para petugas polisi. Mari kita menyembunyikan diri kita sendiri di sana untuk sementara ini.

Dahee memandangnya dengan pandangan berterimakasih, bercampur rasa canggung. Mereka tetap duduk berdampingan sampai matahari terbenam.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Keesokan paginya Hur June, Yangtae, Jangswe, dan Kilsaeng berkumpul untuk berbicara. Yangtae bertanya pada Hur June apakah ia sudah sinting? Bagaimana bisa ia berencana untuk melakukan perdagangan gelap sementara para petugas polisi menjaga ketat di semua dermaga? Hur June bertanya apakah Yangtae tidak tahu sifat dr. Jang? Jika mereka tidak melakukan ini maka dr. Jang akan menyingkapkan semua ini. Yangtae berujar kalau lebih mudah melenyapkan dokter itu daripada melakukan penyelundupan.

Hur June: Aku membutuhkan uang …

Yangtae: Apa??

Hur June: Jadi aku harus melakukan penyelundupan ini.

Yangtae: Apakah karena gadis itu? Kau membutuhkan uang untuk menyelamatkan gadis itu?

Hur June: (marah dan memukul wajah Yangtae) Kau ini !!!

Yangtae terjatuh dengan hidung berdarah (lagi) …

Hur June: (bangun dari duduk) Jika aku berhasil kali ini dan berhasil mendapatkan untung, aku akan pergi meninggalkan Yongchun.

Yangtae: (masih terbaring di tanah dengan hidung berdarah) Pergi? Kemana?

Hur June: Kemanapun terserah … Ke tempat manapun di mana aku dapat menyembunyikan status sosialku. Aku akan pergi!

Yangtae: Apakah kau benar-benar percaya kalau kau dan aku dapat menyembunyikan identitas kita jika kita pergi dari desa ini? Kecuali kalau kita bakar semua dokumen di kantor pemerintah, kecuali ada revolusi, maka posisi kita masih diatur oleh sistem kelas dan tak akan pernah dapat disembunyikan.

Hur june: Aku akan pergi. Jika negeri ini tidak menyetujuinya, maka aku akan menyeberangi sungai dan pergi ke tanah barbarian. Jika kalian semua takut, maka aku akan pergi sendiri. (menoleh pada Yangtae) Jadi bagaimana denganmu? (pada Kilsaeng) Kilsaeng ?

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kilsaeng: (sedikit ragu-ragu, menelan ludah) Aku akan ikut denganmu …

Jangswe: Aku juga …

Yangtae yang melihat semuanya bertekad mengikuti Hur June menyebut mereka, “Kalian sungguh sinting”.

Hur June: (maju ke depan) Yangtae .. ?

Yangtae: (menghela napas) Jika kau bersikeras untuk pergi, aku akan mempertaruhkan jiwaku dan pergi bersamamu.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kemudian saat senja mereka membawa barang-barang selundupan untuk melakukan pertukaran. Saat dalam perjalanan, Hur June memberitahu Yangtae untuk membawa si Nona Lee ke dermaga Odo. Jika urusan ini selesai maka mereka akan pergi ke kuil Mirook untuk bersembunyi di sana. Yangtae mengiyakannya. Mereka segera bergegas ke tempat petemuan biasanya.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Malam hari, Hur June dan ketiga orang rekannya berhasil sampai di dermaga Odo, yang tampak kosong tak ada petugas yang berjaga sama sekali, Hur June dengan waspada mengawasi ke sekeliling mereka.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yangtae membawa Lee Dahee ke dermaga Odo.

Hur June dan yang lainnya bergerak perlahan-lahan sambil mengawasi ke sekeliling, tak dinyana para petugas polisi benar-benar datang. Hur June dan yang lain segera berlari ke arah yang berlawanan tapi di sana juga sudah berdatangan para petugas polisi. Hur June dan rekan-rekannya terjebak di tengah-tengah. Para petugas polisi segera mengepung mereka.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.comHuh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yangtae dan Lee Dahee terkejut melihat para petugas polisi sudah mengepung tempat itu dan memerangkap Hur June dan yang lainnya. Mereka berdua sangat cemas dengan keselamatan Hur June….

Hur June dan yang lainnya diikat dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Yangtae bersama dengan Lee Dahee pergi dari dermaga dan bersembunyi di tempat yang aman.

Yangtae: Aku bersumpah kalau dia sekarang mungkin sudah dihinggapi dengan kesialan … June yang malang … Mengapa dari semua wanita ia justru jatuh cinta pada wanita yang menjadi buronan pemerintah? Sungguh bodoh …

Lee Dahee: Apakah ada cara untuk menyelamatkannya?

Yangtae: Bagaimana kau menyelamatkans seseorang yang sekarang mungkin sudah dalam perjalanan menuju ke alam baka? Tidakkah kau tahu kalau kau tertangkap karena melakukan penyelundupan maka itu artinya kau akan mati? Apakah kau tahu mengapa ia melakukan ini? Semua ini dikarenakan  …. Sudahlah … kita hentikan ini. Kami sudah cukup hanya dengan melakukan penguburan dalam situasi semacam itu. Apakah kau tidak malu pada dirimu sendiri sehingga membuat June dalam masalah? (Dahee tampak berduka dan menyesali) Apakah itu cara para bangsawan hidup dengan menyeret orang lain masuk ke dalam air mendidih? Bukalah mulutmu dan katakan sesuatu!

Lee Dahe hanya bisa diam dan memandang ke arah mana Hur June ditangkap kemudian menunduk sedih …

Hur June dan yang lainnya dibawa ke hadapan Komandan Bae Chunsoo. Bae Chunsoo mengenali tampang dari Hur June dan bertanya bukankah ia adalah orang yang mengadakan pemakaman bagi penderita cacar? Melihat rupanya Bae menduga kalau Hur June berasal dari seorang bangsawan dan bertanya dari keluarga mana? Hur June tidak menjawabnya.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.comHuh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Saat Bae Chunsoo mendesaknya, salah seorang bawahannya mengenali Hur June dan memberitahu Bae kalau dia adalah anak dari Kepala Daerah Yongchun, Hur June. Bae sangat terkejut dan bertanya pada Hur June apakah benar ia anak dari Kepala Daerah Yongchun. Hur June hanya menjawab kalau itu tidak ada hubungan dengan ayahnya, hukum saja dirinya. Bae Chunsoo menyuruhnya tutup mulut dan memerintahkan anakbuahnya untuk menyeret mereka ke kantor pemerintahan Yongchun.

Sementara itu dr. Jang sedang mengharapkan kedatangan bahan-bahan obat dari Hur June, menyuruh anakbuahnya untuk menata gudang kemudian memerintahkan yang lain untuk memberitahu pedagang dari Gaesung yang ada di penginapan untuk mengambil bahan-bahan obatnya. Tiba-tiba seorang pria lain masuk dengan berteriak-teriak memanggil dokter dengan gugup, memberitahu kalau mereka dalam masalah besar, Hur June tertangkap oleh para petugas polisi saat menyelundupkan barang. Dr. Jang sangat terkejut. Pria itu melihat Hur June diseret ke kantor pemerintahan Yongchun dengan kedua matanya sendiri. Dr. Jang tampak berpikir sesuatu dan kemudian pergi keluar …

Hur June dan yang lainnya diseret ke kantor Pemerintahan. Tuan Hur keluar menemui Bae Chunsoo yang memberitahunya kalau mereka ini ditangkap karena melakukan penyelundupan. Tuan Hur melihat ke arah anaknya dengan pandangan kesal dan murka …

Bae bertanya apakah benar orang ini adalah anak Tuan Hur. Tuan Hur tak menjawabnya, Bae terus mendesaknya … Pada saat itu ibu Hur June juga datang ke tempat itu, sangat masygul melihat anaknya ditangkap …

Bae pernah mendengar nama dari Tuan Hur sebelum ini dan tentang bagaimana Tuan Hur dulu melakukan tugasnya di Haemi dan dengan beraninya menghadapi 10 musuh sendirian, atau saat ia berlari menyerbu ke perkemahan musuh dan memenggal kepala Jenderal musuh. Bae sungguh-sungguh menghormati sikapnya yang penuh dengan dedikasi dan menunjukkan keluhurannya dalam bidang militer. Tapi sekarang mengapa seorang yang terhormat seperti dirinya tidak mendidik anaknya dengan baik? Seorang bawahan Tuan Hur mengatakan kalau Hur June bukanlah anak dari istri yang sah, ia hanya lah seorang anak dari selir .. tapi Bae menyela dan menghardiknya, meskipun itu seorang anak dari selir tapi dalam darahnya mengalir darah yang sama.

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Bagaimana bisa ia menangani tanggungjawab dalam menjaga perbatasan padahal tidak dapat menjaga keluarganya sendiri? Dan bagaimana bisa ia menerima gaji dari negara? Tuan Hur tampak menahan kemarahannya …

Bae mengatakan kalau ia bisa saja menghukum Hur June dengan tangannya sendiri, tapi sekarang ia menyerahkannya pada Tuan Hur untuk menghukumnya. Mengorbankan kepentingan sendiri demi kebaikan masyarakat luas, menghukum dia dan menegakkan disiplin memberikan contoh bagi pejabat yang lain. Tapi jika ia tidak melakukannya dan tidak memberikan hukuman berat bagi Hur June, maka Bae akan mengajukan petisi langsung kepada kantor pusat di Pyeongyang. Bae kemudian mengajak anakbuahnya pergi, meninggalkan Hur June di sana.

Ayah dan anak berhadapan …

Tuan Hur: Kenapa?

Hur June: ….

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tuan Hur: Apakah aku pernah membuatmu kelaparan? Atau berpakaian kumal? Apa yang membuatmu melakukan hal semacam ini? Kenapa?

Hur June: …

Tuan Hur: (kehilangan kesabaran, membentaknya) Aku tanya padamu kenapa?

Hur June: Aku tak punya sesuatu untuk dikatakan … Bunuh saja aku !

Tuan Hur: Membunuhmu? Apakah kau pikir dengan membunuhmu akan menyelesaikan masalah ini? Apakah kau pikir rasa malu ini akan menghilang jika kau mati?

Hur June: …

Tuan Hur: Aku bisa memahaminya sekarang … Mengapa ada hukum yang mendiskriminasi antara kelas tinggi terhadap kelas rendah … Mengapa hukum membatasi kelas rendahan … aku memahaminya sekarang setelah melihatmu!

Hur June: (sangat marah) Jika aku tidak didiskriminasi oleh hukum itu, aku tidak akan punya alasan untuk hidup dengan cara seperti ini. Aku lebih suka menjadi seorang penjagal hewan atau pedagang keliling di pasar, maka aku tidak akan menjalani hidup seperti ini. Apakah itu kesalahanku sehingga aku dilahirkan sebagai seorang anak dari selir? Apa yang dapat aku lakukan?

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

(dengan nada keras) Apa yang harus aku lakukan supaya tetap menjaga sikap bangsawan militer dan dan kehormatan keluarga yang kau bangun sepanjang hidupmu?

Tuan Hur: Tutup mulutmu! Dasar anak durhaka!

Tuan Hur mengambil sebatang kayu dan memukul Hur June di punggungnya. Ibu Hur June yang menyaksikan itu dari jauh merasakan sakit di hatinya setiap kali pukulan itu jatuh ke tubuh anaknya. Tuan Hur memukulnya tanpa sedikitpun menahan tenaga, membuat Hur June berteriak dan mulutnya mengeluarkan darah … Tuan Hur kemudian menghentikan pukulannya.

Tuan Hur: Kau pikir kau berbicara kepada siapa? Katakan itu sekali lagi!

Hur June: Aku tak peduli … jika aku mati sekarang. Bunuhlah aku!

Tuan Hur: (menghunuskan pedangnya) Dasar kau idiot!

Ibu Hur June segera berlari menghampiri Tuan Hur dan berlutut di hadapannya, menyembah dan meraih kakinya, memohon agar Tuan Hur mengampuni anaknya … memohon agar ia menyelamatkan anaknya … Tuan Hur masih terangkat memegang pedangnya. Ibu Hur June memohon berkali-kali agar ia mengampuni Hur June. Tapi Tuan Hur memintanya minggir, Ibu Hur June tidak mau dan memintanya untuk membunuhnya saja. Tuan Hur tak mau melukai bekas selirnya ini dan menyuruh anakbuahnya untuk menyeretnya pergi

Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

… tapi mereka semua tidak bergerak. Ibu Hur June mengakui kalau itu semua adalah kesalahannya. Melahirkan Hur June, membuat Tuan Hur malu, semuanya adalah kesalahannya dan meminta Tuan Hur lebih baik membunuhnya saja. Hur June tampak berkaca-kaca mendengar dan melihat ibunya seperti itu …

Tuan Hur akhirnya hatinya tergerak mendengar permohonan ibu Hur June dan menurunkan tangannya yang memegang pedang kemudian membuang pedangnya ke tanah. Ia menyuruh anakbuahnya untuk memenjarakan Hur June di penjara kantor Yongchun kemudian pergi meninggalkan tempat itu. Hur June masih menahan kesal dan amarah di hatinya …. Ibu Hur June sangat lega karena Tuan Hur membatalkan niatnya dan memandang Hur June yang digiring pergi ke penjara …

5 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 01

  1. waktu pertama nonton,q bnr2 gk trtarik..but pas bc sinopsisny ternyt bgs jg..lama2 jd ktagihn hehe..lanjutkn mas andy,soalny ep2 awal aku gk nonton

  2. Koh Andy … ternyata Episod Pertama Nongol Juga …. Trims.

    Karena Ending sudah ditonton semua …. maka kisah ini menjadi kilas balik dari sejarah perjalanan Seorang Pahlawan Besar Dunia Kedokteran (Pengobatan) Korea ……. Nama Besar seorang Huh Joon ……….

    Kesan kesan mendalam dari Episod ini : …. ada Kesetia kawanan dari mitra Huh Joon yang bersedia melindungi dan sepenanggungan ikut kemana pun Huh Joon pergi.
    Ada Cinta yang diam diam bersemi dan benar benar tidak memilih tempat, ras dan golongan …. Jalinan kisahnya pun menjadi kekuatan dari alur cerita ini ……………… sampai ending.
    Muncul juga rasa heroisme yang diagungkan (saya pikir perlu) disinipun telah digambarkan kejujuran pegawai petinggi Negara yang digaji untuk bertanggung jawab dan mengabdi dengan tulus untuk kepentingan dan kemaslahatan ‘rakyat’. ….. ( beda kan dengan berita di TV kita akhir akhir ini ( Jan.-Peb.2012) yang masih dipenuhi berita aparat yang korup di episentrum kekuasaan di negeri ini ?

    Saya acungkan lagi 2 jempol (Two Thumbs Up) untuk Koh Andy. Skenario cerita ini benar-benar apik …… Tambah apik karena SINOPSIS seorang Koh Andy ……….

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s