Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 37

Jang dan Mokrasu masuk dengan membawa Segel Kerajaan dan Naskah Kerajaan. (Sun, Heuk, dan Giroo sangat kaget, lebih kaget daripada para pejabat)

Haedoju: Jenderal … ini … ini …

Jang dan Mokrasu menghampiri Gye dan berdiri di depannya.

Jang: Ini adalah Segel Kerajaan yang diminta oleh Raja untuk diserahkan pada Tuan Perdana Menteri.

Jang menyerahkan Segel kepada Gye, yang diletakkan di atas meja di hadapan Gye.

Mokrasu: Ini adalah Naskah penyerahan tahta! (Semua orang sangat kaget dan berbisik-bisik di antara mereka)

Mokrasu meletakkan naskah di samping Segel Kerajaan di atas meja di hadapan Gye.

Gye: Aku, Buyeo-Gye menerima perintah dari Raja dan akan mengadakan upacara kenaikan tahta. (Semua orang masih tak dapat menghilangkan keterkejutan mereka, terutama Sun, Giroo, dan Heuk) Dan inilah perintah pertamaku yang harus ditulis dan ditandai dengan Segel Kerajaan di atasnya. (Semua orang terpana) Guru Mokrasu dan Ilmuwan Jang yang telah menyelesaikan semua kebingungan mengenai Segel dan Naskah, akan menjadi pejabat pertama yang dianugerahi karena jasa mereka setelah aku naik tahta. ( Wes pokok’e semua orang dari terkejut menjadi sangat terkejut kemudian lebih terkejut lagi :P ) Aku memerintahkan Guru Mokrasu untuk menjadi Kepala Akademi Taehaksa! (Mokrasu memberi hormat) Dan Jang akan menjadi Eunsol di bawah Sekretaris Kerajaan. (Jang memberi hormat)

Sun dengan kesal menatap Wooyung yang juga menatapnya dengan tersenyum simpul, kemudian Sun menatap pada Jang yang memberi hormat padanya dan juga tersenyum.

Sun: Tapi mereka ini adalah orang-orang yang memiliki niat jahat pada saat upacara penyerahan tahta.

Wooyung: Niat jahat? Pada saat kekacauan karena adanya musuh yang tak dikenal, mereka melindungi raja. Sebagai hasilnya, mereka dapat menyelamatkan Segel Kerajaan dan mengantarkannya dengan selamat.

Gye: Ya. Mereka memang layak untuk diberi hadiah karena jasa mereka yang telah melindungi Raja dalam bahaya! Dalam peristiwa itu, kita kehilangan Raja dan banyak rakyat yang tidak bersalah. Dan sekarang maksud hati Raja sudah sampai, Di samping kita harus waspada, kita harus berjuang demi masa depan Baekjae.

Semua pejabat (kecuali Sun): Ya.

KEMUDIAN

Sun tampak sangat kesal dan marah, Giroo dan Heuk juga merasa mereka telah tertipu mentah-mentah.DAn tidak menyangka kalau Puteri Wooyung bisa bersikap demikian terhadap mereka.

Sun kelihatan sangat jengkel dan ketika ia bertemu dengan Wooyung diiringi oleh Jang dan Mokrasu  di luar ruangan, Sun mengkonfrontasi mereka.

Sun: Tidak tahukan kau apa yang telah mereka lakukan?

Wooyung: Mereka membawakan Segel Kerajaan dari Raja yang telah mangkat!

Mokrasu: Ya. Ini adalah keinginan dari Raja.

Sun: Apakah kau tidak tahu apa yang telah dilakukan Raja padaku?

Giroo: Tuan Jenderal!

Wooyung: Apa yang kau maksudkan? Kenapa kau berbicara begitu tidak hormat?

Sun: Dia menusukku!

Jang: Kalau begitu, buatlah pengaduan resmi!

Sun marah dan mengambil pedang dari genggaman Heuk untuk menabas Jang, tapi Giroo menahan tangannya.

Sun: Dasar bajingan!

Giroo: Tuan Jenderal! Tenangkan dulu dirimu!

(Sun menahan diri, mereka semua saling berpandangan dengan tegang.

Wooyung: Ini adalah cara yang terbaik bagimu dan ayah!

Wooyung, Jang, dan Mokrasu membungkuk memberi hormat pada Sun kemudian meninggalkan mereka.

Sun: Kau membuat kesalahan! (berseru) Kau telah membuat kesalahan besar! Apakah kau tidak tahu kalau mereka menyerahkan semua itu padamu dengan beberapa alasan? (Tuan Sa mengawasi Sun) Ini adalah plot! Plot dari Pangeran ke-4! (Heuk dan Giroo gelisah melihat tingkah laku Sun, Tuan Sa pergi)

KEMUDIAN

Jang: Kenapa kau tidak mengatakan padanya kalau Pangeran Ke-4 sudah mati?

Wooyung: Aku akan mengatakannya.

Mokrasu: Jangan lakukan itu. (Jang tak mengerti) Kau akan mendapatkan sesuatu dengan menahan informasi itu. (Wooyung memikirkannya)

KEMUDIAN

Heukjipyung menyarankan pada Sun untuk meluruskan hal ini dengan Raja tapi Giroo menyahutnya kalau itu juga tak akan merubah apapun, lalu Heuk menanya lagi apakah Sun hanya melihat saja tanpa melakukan apapun. Giroo menyuruh Sun untuk bersabar sementara ini.

KEMUDIAN

Ratu dan Raja serta Woochae bercakap-cakap di ruangan. Ratu sangat senang karena Gye menerima usul dari Wooyung sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik. Ternyata Raja menderita penyakit (diabetes ?) dan Ratu mengkhawatirkan kondisinya, tapi Raja menyuruhnya tidak usah khawatir.

Kemudian Sun datang untuk  menghadap ayahnya dan menanyakan kenapa Raja tidak berkonsultasi dengannya sebelumnya. Ratu menyelanya dan mengatakan, “Maksudmu kalau Raja harus mendapatkan ijinmu untuk memutuskan sesuatu? Dia adalah raja dan merupakan haknya kalau dia membuat suatu keputusan!” Sun menjawabnya kalau sebenarnya dirinyalah yang membuat ayahnya bisa naik tahta dan menjadi Raja. Tapi Ratu tidak menyetujuinya, ia mengatakan kalau Sun memang membantu, tapi membuat segalanya lebih sulit dengan meremehkan kekuasaan para bangsawan dan kehilangan jejak dari Segel Kerajaan, bahkan Ratu memberikan pujian kepada Wooyung karena telah membawa kembali Segel sehingga mendapatkan persetujuan dari para bangsawan dan memberikan tahta pada ayahnya. Raja juga mengatakan kalau semua ini adalah tindakan yang paling tepat dalam kondisi seperti itu.

Sun kemudian menuduh  kalau Jang dan Mokrasu berkaitan dengan Pangeran ke-4, bahkan mereka tidak datang menyertai Raja ke Achak, tujuannya pasti ingin menaikkan Pangeran ke-4 ke tahta dengan memperalat Wooyung. Tapi Wooyung datang dan mengatakan kalau mereka tidak usah khawatir mengenai Pangeran ke-4 karena semuanya sudah jelas, karena itu Wooyung berani merangkul mereka. Lalu Wooyung  mengusulkan upacara penobatan dilakukan secara sederhana karena beberapa tragedi yang terjadi secara berturut-turut telah membuat panik di antara rakyat.

Gye: Panik?

Woochae: (menyela) Jadi daripada membuat upacara penobatan secara besar-besaran, kita justru menyederhanakannya dan memberikan bantuan kepada rakyat.

Gye: (sangat senang)  Ya, itu ide yang sangat bagus! (Wooyung tersenyum senang demikian juga dengan Ratu)

Ratu: (senang dan bangga) Benar, itu memang yang akan kita lakukan! (Sun cemberut, merasa terasing – red: Sun adalah anak Gye dari istri pertamanya yang telah meninggal)

DI LUAR

Sun kemudian mengejar Wooyung dan berhadapan dengannya dan bertanya mengenai pangeran ke-4, mengapa Wooyung mengatakan jangan khawatir dan semuanya sudah jelas. Sun menduga-duga mengenai apa yang diketahui oleh Wooyung mengenai pangeran ke-4, mengatakan padanya kalau keberadaan pangeran ke-4 dapat menghancurkan keluarga dan semuanya. Wooyung hanya dengan sederhana mengatakan padanya kalau tidak usah mengkhawatrikan hal itu karena semua sudah diurusnya dengan baik. Ini membuat Sun lebih murka karena sudah nyata kalau Wooyung merahasiakan sesuatu darinya. Tuan Sa menyaksikan pertengkaran mereka dari kejauhan.

Para bangsawan pertama-tama merasa ditusuk dari belakang dengan tindakan dari Raja, mereka juga kecewa karena tidak dapat mengajukan syarat mereka (supaya Sun dikirim ke Jepang), juga tidak yakin kalau keputusan raja yang baru membuat segala sesuatunya lebih baik atau buruk untuk diri mereka, tapi Tuan Sa justru mengatakan kalau  kelihatannya justru segala-sesuatunya menjadi lebih menarik. Mereka sangat terkesan dengan tindakan politis pertama dari Puteri Wooyung, yang selama ini hanya berdiam diri saja.  Para bangsawan bersepakat dan memutuskan untuk menyaksikan persaingan antara Wooyung dan Sun karena itu akan melemahkan Sun, yang paling mengancam kekuasaan mereka. Sehingga mereka akan mendukung Puteri Wooyung dalam menentang pengaruh dari Sun.

KEMUDIAN

Sun percaya kalau satu-satunya alasan Jang dan Mokrasu dapat kembali dan kenapa Wooyung sangat percaya diri karena Jang, Mokrasu, dan Wooyung memiliki kalung dari Pangeran Ke-4. Dia akhirnya memerintahkan untuk menangkap Jang dan Mokrasu serta menyiksa mereka. Ia juga memerintahkan pencarian dan investigasi di seluruh akademi dan kamar Wooyung. Giroo berusaha menentangnya dan menyuruhnya untuk menenangkan dirinya, tetapi Sun sudah sangat jengkel sehingga ia tak mendengarkan Giroo.

KEMUDIAN

Jang dan Mokrasu bercakap-cakap di ruang kerja Puteri Wooyung.

Jang: Tidak mengatakan kematian dari Pagneran ke-4 sebenarnya untuk masa depanku bukan?

Mokrasu: Sebagian dari itu, tapi bukan yang utama.

Jang: Lalu .. ?

Mokrasu: Untuk mendapatkan kekuatan ada bermacam-macam cara. Memonopoli informasi adalah salah satunya. Wiesa Japung sudah melakukannya dengan baik sebelum ini. Dia telah meminta semua informasi masuk ke bawah wewenangnya sehingga tak ada seorangpun yang mengetahuinya sebelum disortir olehnya. Lihatlah, pasti ada satu efek dari kita menahan informasi Pangeran ke-4.

Tiba-tiba …

Heuk datang bersama beberapa orang prajurit.

Heuk: (menunjuk pada Mok dan Jnag) Tangkap mereka dan bawa ke kantor militer!

Prajurit: Ya!

Mokrasu: Apa yang sedang kau lakukan? (Mok dipaksa berdiri dan diseret pergi)

Jang: Apa yang kalian lakukan! (Jang diseret pergi)

Mokrasu: (berteriak, berusaha memberontak) Apa maksudnya ini?!

Heuk: Tutup mulutmu!

Jang dan Mokrasu: Lepaskan kami! (mereka digelandang pergi)

Heukjipyung: (pada sersan) Geledah tempat ini!

Sersan: Tapi ini adalah ruang kerja dari Puteri Wooyung!

Heuk: (membentak) Geledah!

Sersan: Baik! (mereka menggeledah ruang kerja dari Wooyung)

KEMUDIAN

Heukjipyung menangkap Jang dan Mokrasu dan menyiksa mereka untuk menemukan kebenaran mengenai Pangeran ke-4, apakah ia mati atau hidup, dan apa tujuan dari Jang dan Mokrasu kembali ke Istana. Jang dan Mokrasu hanya berdiam saja tak menjawabnya walaupun sudah disiksa sedemikian rupa.

Wooyung sedang mengadakan pertemuan dengan para pejabat, dan meminta mereka untuk melakukan apa yang terbaik bagi kemakmuran Baekjae. Tiba-tiba dayangnya datang dan memberitahunya kalau Sun telah menangkap Jang dan Mokrasu bahkan juga menggeledah ruang kerjanya. Wooyung sangat terkejut sehingga meninggalkan pertemuan. Para bangsawan tetap di ruangan membicarakan mengenai tindakan Sun itu, yang berarti menentang dan mengabaikan kehendak dari Raja. Haedoju hanya terdiam.

KEMUDIAN

Jang dan Mokrasu pingsan karena kesakitan akibat disiksa. Mereka berdua disiram air sehingga sadar. Heuk masih berusaha untuk melanjutkan penyiksaan terhadap Jang dan Mokrasu.

Heuk: Bangun! (menghampiri Jang dan menekan tongkat ke dadanya) Bangun! Siapa dia? Katakan sebelum kau mati! (menekan tongkat pada dada Mokrasu) Siapa dia? Siapa dia? (berteriak) Siapa dia?

Wooyung: (berseru) Hentikan sekarang!  (Datang bersama dua pengawal)

Heuk kaget dan segera menyingkir memberi jalan pada Puteri.

Wooyung: (nada marah) Apa yang sedang kau lakukan?

Heuk: (tergugu) Tuan Jenderal ….

Wooyung: (marah) Apakah Jenderal lebih tinggi daripada Raja?

Heuk: … (gagap terperangah)

Wooyung: (pada dua pengawalnya) Penjarakan dia sekarang! (Kedua pengawalnya tetap diam, Wooyung membentak pada mereka) Apa yang sedang kalian lakukan? Lepaskan ikatan kedua orang ini sekarang juga!

Pengawal: Baik! (menghampiri Jang dan Mokrasu untuk membuka ikatan mereka, para prajurit Heuk menyingkir)

Jang dan Mokrasu terlihat sangat kusut dan menderita, Wooyung menatap marah pada  Heuk yang salah tingkah.

Wooyung: (pada Jang dan Mokrasu) Aku minta maaf, sungguh-sungguh minta maaf!

KEMUDIAN

Raja memanggil Sun dan menegurnya.

Raja Gye: Apa maksud perbuatanmu ini?

Sun: (berusaha membela diri) Yang Mulia! Mereka kemari untuk melaksanakan rencana dari Pangeran ke-4!

Raja: (marah) Aku adalah Raja! (Sun kaget, Ratu menatap Raja melihat untuk pertama kalinya ketegasan sikap dari Gye) Apakah kau ingin lebih berkuasa dari padaku?

Sun: Ayah!

Gye: Banyak rumor yang tersebar mengenai dirimu! Kau juga pasti sudah mendengarnya! Aku ingin meredam rumor itu secepatnya sehingga dapat mengadakan upacara pengangkatan Putera Mahkota. (Sun menahan rasa kesal) Jadi kau renungkan semua ini!

KEMUDIAN

Jang dan Mokrasu bertemu dengan Giroo di tengah perjalanan ke Akademi.

Giroo: Itu adalah tipu daya yang sederhana dan efektif. Melihat kalian berdua di sini pastilah pangeran ke-4 sudah tiada. Bahkan walaupun ia tidak mati, kalian sudah memberikan Puteri kalungnya sehingga ia mau menerima kalian. Hanya dengan berdiam saja tanpa menyebutkannnya kalian telah membuat Jenderal seperti orang sinting karena frustasi. Aku tak dapat mengatasi tipu daya kalian. Juga sangat mengejutkan bagiku karena kau dapat menggunakan tipu daya seperti ini, Guru!

Mokrasu: Kau pikir ketidakwarasannya karena tipu daya? (Giroo tak mengerti, Mokrasu menatap Jang) Apa kau juga berpikir begitu?

Jang: Tidak! (pada Giroo) Ketidakwarasannya membuat dia sinting. Perbuatan jahat akan menghasilkan perbuatan jahat lainnya. Pangeran yang mati, Raja yang mati, dan rakyat yang mati, tanpa semua peristiwa itu tak mungkin dia akan seperti ini. (Giroo seperti terketuk hatinya) Ini pasti akan menjadi lebih buruk. Dia pun nantinya akan mencurigai kalau hembusan angin akan mengutuknya. Karena itu, seharusnya kau tidak menggunakan tipu daya, seharusnya kau tunjukkan padanya kenapa seseorang tidak seharusnya berbuat kejahatan. Jadi aku tak terkejut dengan apa yang telah kau perbuat.

Mokrasu dan Jang meninggalkan Giroo yang tenggelam dalam pemikiran setelah mendengar kata-kata dari Jang.

KEMUDIAN

Haedoju menegur Sun yang berbuat kelewatan dan memarahi Heukjipyung.

Jang menemui Giroo.

Jang: Hentikan sekarang juga. Hanya hentikan semuanya itu! Entah kapan semuanya mulai menjadi salah, hanya hentikanlah sekarang, lalu kau masih dapat diampuni.

Giroo: Mari kita lanjutkan saja! Ketika kau kembali ke Istana, kau akan melangkah di jalanmu sejauh kau mampu. Aku juga merasakan hal yang sama ketika aku memulai semua ini. Kita lanjutkan sampai pada akhirnya.

Tiba-tiba …

Mojin: Aku tidak dapat menerimanya! Kau menyerahkan Segel Kerajaan pada Puteri!

Gomo: Dia pasti punya alasan sendiri!

Mojin: Aku tak dapat mengerti alasannya! Apapun alasannya, aku tak dapat memahaminya!

Mojin pergi, Mokrasu menyusulnya, mereka bertemu dengan Giroo dan Jang di luar ruangan. Mojin tetap melanjutkan langkahnya, Mokrasu juga tetap menyusulnya.

KEMUDIAN

Pengikut Mok yang lain juga kecewa dengan keputusan Mokrasu, apalagi mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman mereka telah dibantai oleh pasukan Sun.

KEMUDIAN

Mojin melangkah keluar dari Taehaksa, Mokrasu di belakangnya.

Mojin kemudian mengatakan pada Mokrasu kalau dia sekarang terlibat dalam politik, yang sebenarnya melawan aturan dari Akademi. Mojin mengatakan padanya kalau pria yang dicintainya selalu teguh dengan prinsipnya dan tidak condong pada satu pandangan politik tertentu apapun alasannya. Mokrasu dengan penuh sayang memanggil “Mojin”, dan dia menyahut, “Sadarkah kau kalau ini adalah pertama kalinya kau memanggilku dengan cara seperti ini, tapi semuanya sudah terlambat. Aku sudah terlalu lelah untuk melihatmu selalu dalam bahaya. Aku takut dengan Istana dan semua keadaanya. Apa yang paling kutakutkan adalah kau tidak dapat meninggalkan tempat yang menakutkan ini.” Mojin memutuskan untuk meninggalkan Akademi.

Jang menemui Mokrasu dan memintanya untuk mempertimbangkan mengatakan pada Mojin rencana mereka, tapi Mokrasu menjawabnya kalau kepergiannya justru adalah hal yang sangat baik. Jika Jang dan Mokrasu terbunuh, maka Mojinlah yang akan melanjutkan menghidupkan  filosofi dan pengajaran dari Mokrasu.

Di satu kesempatan, Eunjin datang menemui Sunhwa dan bertanya padanya apakah ia tidak khawatir dengan Wooyung karena Jang dan Wooyung sering menghabiskan waktu bersama. Raut wajah Sunhwa menjadi kusut karenanya.

Mokrasu dan Jang mengatakan pada Wooyung kalau sekarang ada 2 hal yang harus ia lakukan, membangun pasukannya sendiri untuk menandingi Sun, dan menyingkirkan wewenang Sun sebagai penerima semua dokumen resmi. Jang dan Mokrasu mengatakan pada Wooyung kalau inilah caranya Sun dapat mengendalikan opini dan pemikiran dari raja sebelumnya dengan menyortir dan memberikan pada raja dokumen yang mendukung pemikiran Sun saja.

Jang dan Wooyung kemudian mengirimkan perintah untuk mencegah seseorang membaca dokumen resmi sebelum Raja sendiri.

Wooyung meminta Sunhwa untuk membantunya membangun sebuah pasukan. Sunhwa berpura-pura ragu-ragu, mengatakan pada Wooyung kalau ini akan membuatnya di dalam bahaya, bersama dengan semua yang bekerja padanya … tapi akhirnya dia bersedia. Lebih jauh lagi, Sunhwa mengatakan pada Wooyung kalau dia bisa berlaku seakan-akan bekerja untuk Sun ketika ia di dekat Sun, tapi sebenarnya ia melakukan itu demi Wooyung (istilahnya agen ganda 😛 )

Setelah pertemuannya dengan Wooyung, Sunhwa menemui Sun dan meminta dukungan darinya untuk membuka toko lebih banyak lagi di seluruh Baekjae. Setelah pertemuan itu, Giroo bertanya pada Sunhwa apa motifnya. Sunhwa menjawabnya karena Sun adalah orang yang paling berkuasa dalam bidan perdagangan dan bisnis, dia akan berpihak pada Sun. Lebih jauh lagi, Sunhwa mengatakan pada Giroo untuk menepati perjanjian mereka, jika Giroo menepati untuk tidak membuka rahasianya maka Sunhwa juga tidak akan mengungkapkan jati dirinya sebagai imbalan.

Sun, mengetahui kalau dia telah disingkirkan dari posisi yang bertanggungjawab terhadap dokumen dan surat, menghadap raja. Raja kemudian mengatakan pada Sun bahwa dengan maksud untuk menyingkirkan kecurigaan yang tak berdasar dari para bangsawa, ini adalah hal yang terbaik dengan Sun tidak bertahan di posisinya itu.

Sun menjadi murka, melempari buku ke segala arah seperti orang sinting, dan Grioo terhantam salah satu buku. Melihat Giroo berdarah, Jang mengatakan padanya sekali lagi untuk menyerah dan berhenti sampai di situ saja.

Wooyung membawa semua komplain dari para bangsawan mengenai Sun ke ayahnya (yang biasanya disortir oleh Sun).  Raja terlihat tidak begitu sehat. Sun yang mengetahui itu sangat marah dan menggunakan prajuritnya untuk menangkap dan memenjarakan semua bangsawan yang telah mengirim surat pernyataan komplain melawan dirinya. Dia mencoba untuk membunuh semua bangsawan itu, tapi Giroo menentangnya dan menyuruh Sun untuk membunuhnya terlebih dahulu karena semuanya adalah kesalahannya. Giroo memberitahu Sun kalau Sun menjamin pemindahan kekuasaan dari raja sebelumnya sedikit lebih lancar, semua kejadian seperti ini sebenarnya tidak seharunya terjadi. Sun kemudian mundur.

Besoknya Sun mendatangi para bangsawan dna meminta maaf untuk tindakannya yang berlebihan kemarin dan meminta pengampunan dari mereka.

Meskipun Jang dan Wooyung terkejut melihat Giroo membuat hidupnya dalam bahaya dengan membela para bangsawan, keduanya setuju kalau mereka juga senang melihat Giroo tetap menjaga kesetiaan nya dengan seseorang walaupun itu adalah Sun.

Kim Saheum bertanya pada Giroo apa yang harus mereka lakukan dengan Jang dan Sunwah. Giroo menjawabnya, “Ada cara yang mudah!”

Wooyung bertanya pada Jang, “Bisakah kau loyal kepadaku seperti Giroo loyal kepada Sun kemarin? Aku tidak memintamu untuk sangat setia padaku seperti kesetiaanmu pada Pangeran Aja, tapi aku memintamu untuk mencobanya. ” Jang tidak menjawabnya.

Giroo menemui Wooyung, mengatakan padanya kalau Jang dan Mokrasu telah mengenal Sunhwa untuk waktu yang sangat lama. Ketika Wooyung menyahutnya kalai ini adalah usaha yang sia-sia untuk memecah persekutuannya dengan mereka. Giroo kemudian mengatakan padanya untuk mengecek sendiri. Sedikit curiga, dia mencari jang tapi tidak menemukannya. Wooyung justru menemukannya di kediaman Sunhwa.

21 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 37

  1. Semakin lama semakin tegang ceritanya……Mas Andi ni masih sementara kn sinosisnya..???? coz masih blm da dialognya…???? Q tunggu ya kelengkapan ceritanya….makaasih….

  2. semakin seru sinopsisx mas andy…….
    semakin penasaran juga ikutin episodenya di LBS TV……….
    mantap jang………trus berjuang.!!!
    hidup mas andy…tetap semangat ya…!!!!

  3. Kalo sataek tuh apa ya. Gelar apa nama. Mas andy. Tolong d jawab ya.

    Ih sebelll trus liat Giro, lbh menyebalkan drpd Sun ndiri. Pantes aja dari pertama udah ga suka liatnya..

  4. Lho kok Buyeo Gye yg jd raja? Dalam ramalan tdk disebutkan ttg hal ini kan?!! Mestinya yg dihina melahirkan kesedihan, kesedihan melahirkan kesalahan lalu dr kesalahan akan membangkitkan kmbali baekjae pd kejayaanx…
    Apa ramalanx salah ya??

    • nda salah, khan di ramalan cuma menyatakan kalau anak dari raja kesedihan akan jadi raja, tapi nda disebutkan harus setelah raja kesedihan, khan? Tidak disebutkan kapan dan bagaimana dia akan menjadi raja, tetapi ramalan itu dengan tegas menyatakan kalau anak dari raja kesedihan yang lahir karena kesalahannya pasti akan menjadi Raja Baekjae yang hebat 😀

  5. hmmmmm…. sedih banget dech… akhir ceritanya,,,,walaupun seru n bahagia karna pernikahan suh dong dan putri sun hwa ,,,, tapi,,, ujung2x,,,,si putri bakal meninggal,,,, hikz hikz hikz,,,,,,,,U_u

  6. Whaaattttt??!……Noooooooo…..but whhyyyyyyyy???
    Cmon that’s not fair..!!!
    Thanks ibu inggrid, anda benar2 tahu kapan waktu yg tepat utk merusak mood penggemar drama ini…r..!!!
    Thanks ibu inggrid, anda benar2 tahu kapan waktu yg tepat utk merusak mood penggemar drama ini…

  7. nonton aja,,,SerU banget tuch ceritanya!!!!bisa dikatakan hepi ending,,,,, kan manusia ga ada yang kekal di dunia ini???? ya kan??? oy,,,mas Aq akan tetap baca sinopsisnya,,,, ga bakalan bosan dech… tapi gmana ya untuk dapetin lagu-lguNYA,, uda Q coba DOWNload tp gk bz2!!!! tolongin dong caranya????!!!!!

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s