Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 39

Sunhwa: Kau tidak akan memutuskannya sekarang, jadi kumohon, jangan terlalu khawatir ataupun patah semangat …

Jang: Ya, aku tidak akan patah semangat hanya karena itu. Tapi bagaimanapun juga …. kumohon lepaskanlah tanganmu dari masalah ini. Entah kau kembali ke tempat di mana aku dan  ibuku dulu tinggal, atau pergilah ke China.

Aku memohon padamu …. dan aku memerintahkan padamu! Aku akan berjalan di jalan yang mungkin menuntunku kepada kematianku … untuk menjadi Pangeran Ke-4 Baekjae …

menjadi Pangeran Mahkota …. menapaki jalan menjadi Raja. Jadi kumohon pergilah dari pandanganku sekarang! Ya. Pergilah sekarang!

Wooyung datang ingin menemui Jang dan tidak sengaja mendengar kata-kata yang diucapkan Jang, ia sangat terkejut.

Sunhwa: Itu artinya kau akan meninggalkanku? (Jang diam saja tanda mengiyakannya) Jika kita harus berpisah karena adanya bahaya, jika kita harus berpisah karena diterpa penderitaan, jika kita berpisah karena memikirkan keselamatan satu sama lain, aku tidak mempercayai kata-katamu itu!

Kita harus tetap bersama karena kau memiliki sakit hati,  kita harus bersama karena kau menghadapi penderitaan, kita harus tetap bersama karena kau berada dalam bahaya! (Jang merasa tersentuh hatinya) Jika kita tidak dapat bersama karena beberapa alasan ini, itu berarti kita telah saling meninggalkan satu sama lain, bukan saling melindungi! Aku tidak akan melakukan itu!

Jang: ….

Sunhwa: Jika kau harus menggunakan diriku, maka pergunakan diriku. Jika aku harus memasrahkan hidupku di tanganmu, aku akan melakukannya. Aku tidak akan pergi dan menghilang ke manapun dalam kondisi apapun. (Jang hanya bisa terdiam) Itu adalah  cinta yang aku tahu!

Sunhwa meninggalkan Jang, Wooyung masih tetap di tempatnya mendengar semuanya itu, Jang juga tetap mematung mendengar kata-kata Sunhwa, mengalami pergumulan di hatinya, di satu sisi ia tidak ingin melihat Sunhwa dalam bahaya, tapi di sisi lain ia memahami keinginan hati Sunhwa yang sebenarnya juga adalah keinginannya.

KEMUDIAN

Sunhwa berjalan pulang ke kediamannya, sambil berpikir ….

Jang berjalan pulang ke Akadmei, sambil berpikir ….

Wooyung berjalan pulang ke kediamannya, sambil berpikir ….

KEMUDIAN

Jang bertanya pada Mokrasu apa yang seharunya ia pelajari selanjutnya. Mokrasu memberitahunya kalau Jang perlu memimpin penemuan yang akan mengubah secara revolusioner jaman itu, memberikan contoh bagaimana Raja Pertama Baekjae yang membangun Baekjae kepada kebesarannya yang ia lakukan dengan menggunakan pengetahuan perdagangan dan pengiriman garam. Mokrasu. Mokrasu memberitahu Jang lebih lanjut kalau masa selanjutnya akan dirubah oleh padi, yang sebenarnya bukan tanaman utama saat itu, dan berkata pada Jang untuk meneliti bagaimana bercocok tanam padi dan menyebarkannya ke seluruh pelosok Baekjae.

Sementara itu Wooyung merasa kalau dia telah diperalat oleh Jang ke dalam rencananya untuk mengambil tahta. Wooyung merasa jengkel dan marah pada dirinya sendiri yang bisa begitu bodoh mempercayai Jang, dan bersumpah akan membunuh Jang.

Buyeo-Sun menemui Wooyung lagi dan berjanji padanya tidak akan menyakiti Wooyung, Ratu, dan adiknya ketika ia naik ke tahta. Sebagai imbalannya, Sun meminta bukti kalau Wooyung sudah menangani Pangeran Ke-4.

Sementara itu, kesehatan dari raja menjadi buruk, dan ibu Wooyung mengatakan pada Wooyung kalau mereka mungkin seharusnya menerima persyaratan dari Buyeo-Sun. Wooyung kemudian membuat sebuah catatan yang berisi, “Orang yang membawa surat ini padamu adalah Pangeran Ke-4.”

Jang, dengan bimbingan Mokrasu, melanjutkan pelajarannya mengenai segala sesuatu yang bekerja di negara Baekjae. Dengan bantuan dari Sunhwa, Jang mempelajarai segala sesuatu mengenai provinsi-provinsi Baekjae, para gubernur yang memimpin, tanaman yang dihasilkan, dan juga asetnya.

Ketika Sunhwa membawa sebuah kotak hadiah untuk Wooyung, sebagai permintaan maaf telah menyembunyikan hubungannya dengan Jang, Sunhwa secara tidak sadar menggunakan panggilannya kepada Jang, Seodong, dan berakhir dengan menceritakan pada Wooyung bagaimana ia bisa bertemu dengan Jang ketika masih kecil. Ini membuat Wooyung semakin marah.

Wooyung memanggil Jang ke kediamannya dan menawarkan minuman, mengatakan kalau inilah cara Buye0-Sun dan Giroo memulai persekutuan mereka dan dia ingin melakukan cara yang sama. Wooyung mengatakan pada Jang kalau seharunya tidak ada rahasia di antara mereka, dan bertanya padanya apakah ada rahasia lain yang Jang sembunyikan dari dirinya. Jang menjawab tidak.

Wooyung kemudian memberi Jang kotak kecil, yang ada catatannya dan kalung Pangeran ke-4, mengatakan pada Jang untuk membawanya ke Sun. Ketika Jang pergi meninggalkannya untuk melaksanakan perintah, Wooyung mulai berpikir ulang.

Suara hati Wooyung: Tunggu! Bukankah dengan melakukan ini dia akan mati?

Jang membawa kotak itu ke Sun dan membuka kuncinya, tapi tepat sebelum Sun membuka kotak, Wooyung memburu masuk dan mengatakan pada Sun kalau ia memberikan kotak yang salah dan menukarnya dengan kotak yang diberikan oleh Sunhwa sebelumnya. Setelah Jang dan Wooyung pergi, Sun dan Giroo kemudian membuka kotak itu dan mendapati kotak itu penuh dengan perhiasan wanita.

Giroo: Kupikir yang telah berubah bukan hadiahnya tetapi pikiran dari Wooyung!

Dalam perjalanan kembalil, Jang bertanya pada Wooyung apa isi dari kotak. Wooyung kemudian mengakui kalau dia mencoba untuk menyerahkan Mokrasu dan Jang ke Sun dengan imbalan keselamatan keluarganya.

Wooyung: (pada Jang) Tapi aku tak dapat menyaksikan dirimu mati. Sejak kapan, aku tidak tahu …. tapi yang kutahu adalah aku tak dapat membunuhmu. Ini sungguh tak menyenangkan bagiku, tapi kelihatannya aku telah memberikan hatiku padamu.

Giroo menemui Wooyung dan berkata kalau dia percaya kotak pertamalah yang benar, karena kotak yang ia tukarkan itu penuh dengan perhiasan wanita. Giroo kemudian bertanya pada Wooyung apakah kotak itu berisikan kalung Pangeran ke-4, dan dia dengan menyindir memberitahu Wooyung untuk tidak mempercayai Mokrasu dan Jang karena mereka menyembunyikan rahasia.

Wooyung: Ada penjelasan mengenai rahasia mereka. Kelihatannya Jang dan Sunhwa adalah sepasang kekasih … Tapi yang aku tidak mengerti adalah tindakanmu, Giroo. Kau sudah tahu kalau mereka adalah sepasang kekasih. Tapi kenapa kau masih belum memberitahu Sun mengenai itu? Kenapa kau mengkhianati Mokrasu? Apakah kau juga jatuh cinta pada dia?

Dengan seijin dari Wooyung, Jagn mulai menyelidiki cara terbaik untuk menumbuhkan padi. Dia mencoba untuk membuat peta yang akurat mengenai Kerajaan Baekjae untuk lebih memahami mengenai daerah dan tanahnya. Ketika Wooyung meilihat Jang bekerja begitu giatnya, Wooyung jatuh dalam perangkap cinta lebih dalam lagi.

Mojin bermimpi kalau Sun membunuh Mokrasu. Khawatir dengan Mokrasu, dia pergi menuju kamarnya. Ketika menuju ke sana, Mojin mendengar percakapan kalau Raja baru saja mangkat. Menyadari kalau sekarang Buyeo-Sun memiliki kekuasaan untuk membunuh Mokrasu dengan mudahnya, Mojin berbohong dan memberitahu pada Mokrasu kalau ada seseorang yang harus Mokrasu temui saat titu juga, di luar Istana.

Secepatnya setelah kematian raja, Sun memberi perintah untuk menangkap Jang dan Mokrasu. Mokrasu tidak dapat ditemukan (karena sudah ditipu keluar istana oleh Mojin). Sunhwa juga mengirimkan orang-orangnya untuk menemukan Jang sebelum yang lain mendapatkannya.

Sementara itu Jang dan Wooyung, yang tidak mengetahui kematian raja, dalam perjalanan kembali ke istana setelah menginspeksi ‘pasukannya’, yang telah dibentuk oleh Sunhwa dan Jang di kota lain. Karena malam yang sudah larut, Wooyung dan Jang berhenti pada kediaman yang kosong dan terpencil untuk bermalam. Wooyung memberitahu Jang kalau ada sesuatu yang ia harus katakan pada Jang.

Di rumah kosong itu, Jang menyatakan terima kasihnya pada Wooyung karena tidak mengungkapkan semuanya pada Sun, dan bersumpah tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Wooyung.

Jang: bagaimanapun juga, aku tidak dapat menerima hati yang telah kuambil darimu. Aku tak dapat melakukan apapun mengenai itu. Aku sungguh-sungguh mencintai Sunhwa.

Wooyung: Kau tidak harus mencintaiku kembali. Yang penting adalah aku tak dapat menyakiti dirimu. Ini membuatku memiliki hanya satu pilihan saja,menikah denganmu!

Jang: (terkejut)  Puteri !

Iklan

10 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 39

  1. seru buanget,rahasia tlah d ketahui,bgmn sikap jang selanjut bung andy

    lanjut lanjut,nambah

    ayo bung andy tetap semangat ! !t,nambah

    ayo bung andy tetap semangat ! !

  2. salam knal mas andy…
    sya suka baca sinopsis yg mas andy buat (khususnya se song of the prince) hehheee…sya pnasarn gmn y endingx ap dia akn merid dgn putri sunhwa trus bahagia tw ad slah satu dr mrka br dua ad yg mati (uhuuuu jgn ampe deh)…semangat y mas n dtunggu lnjutanx…makasih ^_^

  3. Aduhhhh!Tambah ancur aja mslhnya,Jang tdk boleh nikah ma Wooyong mereka khn msh sedarah,apapun alasanny mo demi tahta kek,demi negara kek,tekek kek ora urus ,,,pokoe Eve menentang Jang selingkuh dari Suhwa! Titik ngk pake koma!! Kak Andy tolong khs dikit bocoran dong?!Jang ngk kawin dgn Wooyong khan kak?????plz…

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s