Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 41

Sementara Mokrasu dan Jang berlutut di hadapan Sun, Giroo memberikan pilihan pada Jang: mengungkapkan identitas sebenarnya dari Pangeran Ke-4 dan dimana persembunyiannya atau membunuh Mokrasu untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

Beberapa rekan dekat Mokrasu dan Jang mendengar berita tertangkapnya mereka dan berusaha mencari cara menyelamatkan nyawa Jang dan Mokrasu. Mojin, ketika mendengar berita mengenai Mokrasu, berlaku sebaliknya, walaupun jelas kalau hatinya sangat sedih dan khawatir.

Jang: Guru!

Mokrasu: (terikat dan berlutut) Jang ….

Raja Buyeo-Sun memerintahakan untuk melanjutkan interogasi.

Giroo: (kepada Jang) Bunuhlah Guru Mokrasu dengan tanganmu sendiri. Bunuh Guru Mokrasu (Jang terlihat tertegun) Jika tidak …. beritahukan pada kami siapa sebenarnya Pangeran ke-4. Itulah satu-satunya cara kau dapat hidup.

Jang: Apa yang sedang kau bicarakan?

Giro: (menatap langsung ke mata Jang) Tidakkah kau mengerti? Hanya ada dua jalan hidup bagimu, entah kau membunuh Guru Mokrasu atau memberitahu kami tentang Pangeran Ke-4!

Jang: Pangeran Ke-4 sudah tidak ada, bukankah aku sudah mengatakannya padamu sebelum ini?

Giroo: Baiklah, kalau begitu kau harus membunuh Guru Mokrasu. (Jang dilepaskan ikatannya, dan sebatang pedang diserahkan kepadanya)

Suara hati Jang: (menatap pada Mokrasu) Guru, aku tak dapat melakukan ini.

Suara hati Mokrasu: (dengan pandangan memohon) Kumohon lakukanlah.

Suara hati Jang: Bagaimana aku bisa menggerakkan tanganku ke atas Guruku?

Suara hati Mokrasu: (pandangan memohon) Jangan ungkapkan identitasmu kepada mereka. Kumohon jangan lakukan itu. (Mokrasu menutup matanya, pasrah, tapi Jang menjatuhkan pedangnya dan berlutut)

Heuk: (berbisik pada Raja) Dia tidak dapat membunuh Mokrasu, jadi kupikir ia akan mengatakan pada kita siapa sebenarnya Pangeran ke-4.

Giroo: Baiklah, sudah nyata-nyatanya kalau kau tak dapat membunuh Guru Mokrasu. Sekarang beritahu kami siapa Pagneran Ke-4 itu, maka kau akan hidup.

Jang: Tidak, tidak ada jalan selamat bagiku. Ini hanya perangkap yang kau buat dengan tujuan membunuhku. Tidak ada jalan keluar. Pangeran ke-4 sudah mati, tapi aku juga tak dapat membunuh Guru Mokrasu. Kau mengenalku dengan sangat baik, kalau aku tak dapat membunuhnya. Walaupun aku membunuhnya …. kau akan mengatakan kalau Pangeran ke-4 masih hidup. Dan kau akan memaksaku untuk mengatakannya, tapi sejak aku tak dapat mengatakannya padamu siapa dia karena sudah mati …. kau akan membunuhku. Untuk sesaat aku hampir jatuh dalam perangkapmu. Apakah kau sangat ingin membunuhku? Apakah kau benar-benar ingin membunuhku sekarang?

Raja: Pangeran ke-4 sudah mati? Kalau begitu tak ada alasan bagi kita untuk membiarkan kedua orang ini hidup. Bunuh mereka!

Giroo: Baik. (memberi tanda pada seorang prajurit, yang kemudian akan membunuh Mokrasu dengan sabetan pedangnya, tapi menghadang di hadapan Mokrasu sehingga lengannya terluka.)

Mokrasu: (khawatir) Jang! Jang!

Jang: Guru, kita seharunya memikirkan diri kita dulu dari pertama! Siapa itu Aja Taeja, atau Raja kita yang telah mangkat, atau Mugang Taeja, apa artinya mereka bagi kita? Bahkan jika kita tetap setia kepada mereka, kita hanya bawahan yang lemah, tanpa kekuasaan, yang menuju kepada kematian kita. Beritahukan aku apa yang sedang kita perjuangkan?

Mokrasu: (tak percaya) Jang …!

Jang: Guru …. mari kita memohon belas kasihan. Ayo kita mohon sekarang juga. (merangkak ke arah Raja Buyeo-Sun) Yang Mulia, kumohon ampuni kami, kami telah berlaku seperti orang bodoh sampai sekarang. Dari awal, kaulah satu-satunya orang yang mampu membangun Baekjae yang kuat! Aku baru menyadarinya sekarang. Kumohon biarkan aku hidup! Biarkan aku hidup! Aku dulu masih muda dan naif, berpikir kalau hanya ada satu jalan saja. Yang Mulia, biarkan aku hidup! (merangkak lebih dekat kepada Raja) Aku ingin hidup, aku ingin hidup! jika kau membiarkan aku hidup, jika kau mengijinkan aku hidup …. Aku akan melakukan apapun demi dirimu! Yang Mulia, kumohon kasihanilah aku!

Catatan Andy: Banyak orang yang kecewa dengan adegan ini, tapi justru ini adalah titik penting dari perjalanan hidup Jang. Di sini ia memperlihatkan karakter yang justru teguh, bukannya takut mati. Ingat kalau dia sudah berjanji pada Aja Taeja dan Raja Weeduk kalau ia akan melakukan apa saja (memohon ampun juga termasuk ‘apa saja’) demi membangkitkan Baekjae kepada kebesarannya. Jang berani menahan malu dan hinaan karena tujuannya hanya satu membuat Baekjae menjadi salah satu negara besar, tapi semuanya itu bisa terlaksana kalau dia hidup! Karena itulah Jang dengan terpaksa dan walaupun harga dirinya hancur tetap memohon pengampunan bagi jiwanya demi tujuan yang lebih besar.

Raja Buyeo-Sun: (pada dirinya sendiri) Pangeran Ke-4 pasti benar-benar sungguh mati ….

Jang: Katakan padaku apa yang harus kulakukan, Yang Mulia! Jika kau mengatakannya padaku, aku akan melakukan apa saja! Kumohon biarkan aku hidup, Yang Mulia …. (merangkak naik ke atas tangga) Kasihanilah aku!

Giroo: (mengarahkan pedangnya) Kau sampah! Kemana kau pikir kau mau pergi?

Wooyung berlari menghampiri Sun.

Wooyung: Yang Mulia, kumohon biarkan ia hidup! (berlutut) Biarkan dia hidup, Yang Mulia!

Raja Sun: (kelihatan heran) Membiarkannya hidup?

Wooyng: Ya, Yang Mulia …

Raja: Kau datang berlari hanya untuk memintaku untuk itu?

Wooyung: Ya, yang Mulia …

Raja: Apakah kau sadar kalau kau tidak dalam posisi untuk melindungi orang-orang ini! Apa alasanmu?

Wooyung: Seperti yang telak kukatakan padamu sebelumnya, mereka ini hanya para ilmuwan. Akulah yang memanggil mereka ke Istana.

Raja: Kenapa kau melakukan ini? Apakah kau masih ingin meraih kekuatan politik melalui mereka? Kau masih tidak menyerah untuk itu?

Wooyung: Itu tidak benar, Yang Mulia! Mereka memiliki keahlian yang luar biasa, yang sebenarnya akan menguntungkan kerajaaan. Aku hanya mau mengatakan ….

Raja: (menyelanya tidak sabar) Hentikan! Kau pasti memiliki alasan lain. Apa itu?(Sunhwa dan pengiringnya mengintip dari kejauhan dari atas pagar pembatas.) Beritahu aku alasannya! Jika kau tidak memberitahuku sekarang, mereka pasti mati, tapi kau juga, kau akan dihukum. Aku memerintahkan padamu untuk memberitahuku!

Wooyung: Yang Mulia …. pria ini …. telah mencuri …. hatiku …. Aku telah memberikan hatiku padanya. Inilah alasannya kenapa ketika kau, Yang Mulia, berusaha mengusir mereka dari Istana, Aku mencoba melindungi mereka, dan itulah alasannya mengapa aku memanggil mereka masuk Istana. Semua itu karena aku ingin dia ada di sisiku. Kumohon, biarkan ia hidup. Hanya hidupnya, kumohon biarkan hanya dia yang hidup.

Maekdosu: (masih mengintip) Apakah aku benar-benar mendengarnya? Apakah ia berkata kalau Jang telah mencuri hatinya?

Bumri: Jangan bersuara, Ayah!

Raja tertawa sangat keras dan kemudian berhenti.

Giroo: Yang Mulia, apa yang akan kita lakukan pada mereka?

Raja: Penjarakan mereka! (Semua orang menarik napas lega)

Sunhwa, Bumro, Eunjin dan Maekdosu mengintip dari atas pagar dan menyaksikan permohonan dari Wooyung untuk hidup Jang. Meskipun Sunhwa lega karena melihat Jang tidak mati, Sunhwa merasa sedikit gundah ketika mengetahui kalau kecurigaannya mengenai perasaan Wooyung terhadap Jang terbukti benar.

Di penjara, Mokrasu bertanya pada Jang kalau ia sudah tahu mengenai perasaan Wooyung padanya. Jang mengiyakannya.

KEMUDIAN

Eunjin mengunjungi Jang dan Mokrasu di penjara.

Eunjin: (pada Mokrasu, dengan perlahan) Guru!

Mokrasu danJang: Eunjin!

Eunjin: (mencela Jang) Aku tidak suka kamu! (pada Mokrasu) Guru, Pedagang Jin memberitahuku untuk memberikan pesan pada Jang. (Memberikan surat pada Mokrasu, kemudian Jang membacanya) Pedagang Jin terlihat bersimbah air mata. Walaupun itu bukan salah dari Jang, tapi dia jahat! Dia telah membuat seorang wanita menangis. Aku juga menangis … Apa yang harus kukatakan pada Pedagang Jin?

Jang: Katakan padanya ia telah melakukannya dengan baik, dan aku akan kembali. Jangan terlalu khawatir dan … katakan kalau aku sangat merindukannya.

Ketika Sun memberitahu ibu dari Wooyung mengenai perasaan Wooyung kepada Jang, Ibu Wooyung terlihat tertegun dan menegur Wooyung.

Di kamarnya, Giroo memikirkan apa yang telah diperbuat Wooyung demi Jang, dan juga diingatkan ketika Sunhwa membuat dirinya dalam bahaya karena menyelamatkan jiwa Jang …. memikirkan ini membuatnya lebih murka. Kim Saheum datang dan mengatakan pada Giroo untuk tidak mengatakan pada Sun mengenai asal-usulnya dari Shilla, dan sebaliknya menyelamatkan jiwa Jang untuk sementara ini, karena kemungkinan besar mereka akan kehilangan semua yang telah mereka raih selama ini kalau Sunhwa membocorkan asal-usul mereka pada Sun.

Wooyung mengatur pertemuan rahasia dengan Sunhwa, dan mengatakan padanya untuk menggerakan pasukannya yang telah mereka bangun secara rahasia, sehingga Wooyung dapat menggunakannya untuk pertukaran dengan nyawa dari Jang. Sunhwa berterimakasih atas perbuatan Wooyung yang telah menyelamatkan hidup Jang sebelumnya.

Keesokan harinya ketika pasukan ‘rahasia’ dari Wooyung menyerah dan masuk ke istana, Sun akhirnya percaya kalau Pangeran Ke-4 memang sudah mangkat!

Buyeo-Sun memberikan keputusannya terkait dengan Jang dan Mokrasu, dan memerintahkan mereka bekerja di kamp pekerja budak.

Sun: Tentu saja, Wooyung, aku tak dapat memisahkanmu dari pria yang telah mencuri hatimu. Aku memerintahkanmu untuk menerima posisi sebagai pengawas dari Kamp pekerja itu.

Ibu Wooyung memohon ampun untuk putrinya, dan Sun mengatakan padanya kalau Jang, Mokrasu, dan dirinya dapat menyelesaikan pekerjaan atau penemuan yang besar, Sun akan mempertimbangkana membawa mereka kembali ke Istana.

Ketika Jang, Mokrasu dan Wooyung pergi menuju ke Kamp Pekerja, Sunhwa hanya dapat melihatnya dari jauh. Jang mendengar panggilan Sunhwa, “Seodong Gong, Seodong-Gong”, berbalik dan melihatnya, tapi kemudian Wooyung tidak mengijinkan untuk melakukan pertemuan terakhir mereka.

Di Istana, Sun dan Giroo mengatakan pada bangsawan kalau Pangeran Ke-4 telah terlibat dalam pembunuhan Aja Taeja, dan juga memberitahu kalau Pangeran Ke-4 telah tewas bersama dengan Raja Weeduk saat pembantaian di pasar.

Mereka juga mengatakan kalau Jang dan Mokrasu bekerja di bawah pimpinan Wooyung telah mengalirkan dana, yang seharusnya untuk Akademi, tapi digunakan untuk membangun pasukan dengan tujuan menggulingkan raja. Meskipun bangsawan tidak yakin dengan kisah yang diceritakan oleh Giroo dan Sun, mereka memutuskan kalau mereka tak ada pilihan selain memberikan kesetiaan mereka pada Sun.

Giroo ditunjuk oleh Sun selain sebagai Wiesa Japyung, juga bertanggungjawab terhadap masalah dalam Istana. Heuk sangat marah karena Sun terus saja memberikan semua jabatan yang tinggi padanya sementara tak ada satupun yang diberikan padanya, padahal dalam kenyataanya dialah yang telah melayani Sun sejak berumur 12 tahun.

Dalam perjalanan menuju Kamp pekerja, Jang tak dapat meneruskan perjalanan karena kelelahan dan pendarahan yang terus keluar karena luka sabetan pedang. Ketika Wooyung memerintahkan prajurit untuk berhenti dan merawatnya, Wooyung diberitahu kalau budak tak pernah menerima perawatan. Dengan desakan Wooyung, prajurit berhenti dan membiarkan Mokrasu merawat luka Jang.

Sementara beristirahat, Jang berterima kasih pada Wooyung karena menyelamatkannya, tapi dia memberitahunya lagi kalau dia akan melakukan segalanya bagi Wooyung, tapi tak dapat menerima hatinya.

Woyung: Yang membuatku sangat marah adalah diriku sendiri! Aku telah bertanya pada diriku kenapa aku bisa mengorbankan segalanya untuk seseorang sepertimu? Ini bukanlah diriku yang kukenal dahulu ….

Sunhwa sangat khawatir dengan keselamatan Jang dan mengenai Wooyung yang pergi dengan Jang.

Sunhwa: (pada Soochong) Wooyung dan Jang sekarang terus bersama-sama … mereka bersama-sama ….

Soochong mengatakan padanya untuk mempercayai Jang.

Ketika Jang, Mokrasu, dan Wooyung sampai di kamp, pimpinan kam telah menerima pesan dari Giroo (melalui Goosan) untuk ‘mengurus’ Mokrasu dan Jang. Pimpinan Kam segera mengirim Jang dan Mokrasu untuk melakukan kerja berat. Ketika Wooyung menentangnya dan mengatakan kalau Jang terluka, pimpinan kamp menyahutnya kalau posisinya lebih tinggi daripada Wooyung, maka Wooyung harus mematui perintahnya. Wooyung tak dapat melakukan apapun menentangnya, dan hanya bisa mengawasi mereka menderita.

Pimpinan kamp menawarkan pekerjaan yang lebih ringan kepada salah satu budak sebagai ganti ‘mengurus’ Jang. Para budak itu dipimpin oleh seorang pria bernama Dooil, yang kelihatannya mematuhi perintah itu untuk sekarang, tapi ia kelihatnnya lebih ingin tahu mengenai Jang dan mengapa semua orang berusaha ‘mendapatkannya’.

Jang bangun dan menemukan dirinya tergantung terbalik, kepala di bawah dan kaki di atas.

Jang: (kepada semua orang) Kenapa kau melakukan ini? Apa yang telah kulakukan padamu?

9 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 41

  1. Payaaaahhhh,,,, see dong hdp nya menderita trs…. Episod brp bru dy jd raja….. Kasihan,,,,;(
    mas,,,,andy,,, semngat yaaa….;)mas,,,,andy,,, semngat yaaa….;)

    • aku dapet dari donlod, lagian ga bisa di burn di cd, coba aja cari di doramax264, bytenya kecil koq sekitar 250 mb tapi kualitas videonya lumayan 😀

  2. karena cinta ditolak maka orang pun akan bersedia melakukan segala cara, sebagai pelampiasan … balas dendam… seperti yg dilakukan giroo. orang nya cerdas tetapi wis dubutakan oleh amarah…., kisah akhirnya girooo bagaimana…. ya?? heraaaannnn… aq…., kalo jang ma otomatis…, pastilah sama putri dan jadi raja. tapi kalo giroo gmana??

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s