Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 42

Jang (tergantung terbalik): Mengapa kau melakukan ini?

Dooil: Mengapa?

Jang: Apa yang telah aku lakukan sehingga pantas untuk menerima semua ini?

Dooil: Orang ini mengatakan dia tidak tahu apa kesalahan yang telah ia lakukan!

Jang: Katakan padaku. Apa yang telah aku lakukan?

Dooil: Baiklah. Karena ini adalah pertama kalinya, haruskah aku memberitahu Kau?

Budak 1: Kakak, bukankah seharusnya kita memukulinya sebelum memberitahu dia?

Dooil: Apa yang Kalian semua pikirkan?

Budak 2: Aku pikir kita harus bicara dulu untuk melihat apakah dia mengerti.

Dooil: Baiklah. Mari kita bicara lebih dulu. Turunkan dia! (Jang diturunkan ke bawah, kemudian duduk) Aku mendengar konstruksi jembatan bendungan atau apapun itu, itu adalah idemu Jika benar katakan ya, jika tidak, tidak. Mereka yang terbiasa berada di posisi yang lebih tinggi tidak suka banyak bicara. Itu idemu, khan? (Jang hanya menatapnya) Persintingh memberitahu Puteri Wooyoung bahwa kau tidak berpikir panjang ketika kau mengusulkan ide ini. Katakan padanya untuk melupakan proyek ini. Jika kau melakukan itu, kita semua akan baik-baik saja, benar bukan?  Kau mengerti? Dari mana asalmu?

Jang: Aku tinggal di Savisong.

Dooil: Savi … Aku tahu … Lalu apa? Di dalam, atau di luar, atau di mana tepatnya?

Jang: Aku berasal dari Akademi Taehaksa.

Dooil: Aku mengerti, itu pasti menyenangkan di luar sana. Jadi tergantung pada apa yang kau lakukan sekarang, tempat ini bisa menjadi sama seperti Akademi  atau dapat menjadi neraka bagimu. Baiklah! Itu cukup untuk sekarang. Jadi kembali dan istirahatlah dengan baik. Aku melihat kalau tanganmu terluka (memutar tangan Jang). Jangan! Kau seharusnya tidak berteriak!

Dooil: (seorang budak menyeret Jang) Apakah Kau akan berbicara dengan sang Puteri?

Budak: Dia tidak mendengarkan sama sekali!

Dooil: Diamlah! Apakah Kau akan melakukannya atau tidak?

Jang: Aku tidak akan memberitahu dia.

Dooil: Apa katamu?

Jang: Proyek bendungan ini akan menguntungkan semua orang.

Dooil: Tunggu! Katakan lagi!

Jang: Kau tidak tahu ini, tapi bendungan akan menyediakan air untuk semua orang. Ini berarti pertanian tahun depan akan mendapatkan manfaatnya dan hasilnya akan lebih baik. Jadi, meskipun kita harus menderita selama musim dingin ini … (Dooil mau melempar batu pada Jang).

Wooyung menghampiri mereka dan melihat Jang sedang dipukuli.

Wooyoung: Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?! (Dooil menghentikan tangannya di udara) Aku bertanya apa yang sedang Kau lakukan?

Dooil: Aku berolahraga dengan batu ini.

Budak lainnya: Dia benar!

Wooyoung: (pada Jang) Apakah ini benar? Aku bertanya padamu apakah ini benar.?

Jang: Ya, itu benar.

Dooil: Kau tidak percaya?

Jang: Dia berkata benar.

Wooyoung: Kecuali Jang, semua orang pergi tidur! (Semua orang meninggalkan mereka berdua) Apa ini?

Jang: Apakah Kau membawa gambar rancanganku untuk  pembangunan bendungan?

Wooyoung: Ya, aku membawanya. Mengapa?

Jang: Tunjukkan kepadaku.

Wooyoung: (memberikan sebuah buku) Apakah Kau dianiaya karena Kau pendatang baru?

Jang: Aku bisa menangani ini jadi tolong jangan ikut campur!.

Wooyoung: Mengapa Kau perlu buku itu?

Jang: Aku ingin mengulas tujuan untuk membuat bendungan ini, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana untuk mengarahkan proyek ini secara keseluruhan. Para tentara yang menjaga kita tampaknya tidak tahu banyak, dan budak bahkan lebih tidak mengerti. Itulah sebabnya tidak ada ketenangan dan mereka tidak peduli.

Wooyoung: Lalu apa yang harus kita lakukan?

Jang: Aku akan perlu mengkaji ini lebih hati-hati, tapi aku takut ada sesuatu yang sangat salah sekarang.

Wooyoung: Baiklah, pelajari ini. Ingat kita harus berhasil dalam proyek ini!

Jang: Ya …

KEMUDIAN

Jang mengecek bendungan dan memberitahu seorang penjaga mengenai dinding dam.

Penjaga: (pada Jang yang mempelajari rencana pembangunan) Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?

Jang: Lihatlah ke sana.

Penjaga: Apa itu?

Jang: Jika mereka terus bekerja seperti itu, dinding itu akan runtuh Akan ada bencana besar. Dan bahkan jika itu tidak terjadi, ketika panen tahun depan, ini akan runtuh. Kemudian, tanpa menyadari mengapa kita sedang membangun bendungan, semua pertanian akan dibanjiri dengan air.

Penjaga: Jadi apa?

Jang: Apa maksudmu? Mengapa Kau membangun bendungan seperti itu?

Penjaga: Diam! Pergilah kembali bekerja.

Pengawas: Apa yang budak itu lakukan di sini?

Jang: Tuan, tolong dengarkan aku. Aku mungkin seorang budak tapi aku terlibat dalam perencanaan proyek ini. Jadi jika Kau terus bekerja seperti ini, bendungan akan runtuh dan bencana mengikutinya. Jadi tolong periksa lagi ini.

Pengawas: Apa? Sebuah bencana? Beraninya kau mengatakan kata-kata itu?

Jang: Tuan ……

Admin: Kau pikir Kau masih penasihat Raja? Jika Kau tidak ingin menghadapi hukuman, berhati-hatiilah!.

Jang: Tuan, bukan seperti itu. Selain itu, bukankah Kau yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini demi kemakmuran negara? Bukankah Kau seharusnya berusaha untuk membangun proyek ini dengan cara yang benar?

Pengawal: Siapa di luar? (2 tentara masuk) Bawa dia pergi dan Tunjukkan padanya di mana posisinya!

Jang: Tuan …. Tuan …. …

Jang diseret keluar oleh prajurit kemudian diikat dan dicambuki.

Jang: Ini tak bisa jadi ….

KEMUDIAN

Jang: (kepada pekerja lapangan) Kalian tidak boleh bekerja seperti ini. Kalian harus memulainya dari awal. Mulai dari bagian atas (kepada satu pekerja) Kalian tidak boleh melakukan itu. Itu akan runtuh. Mulailah kembali!

Budak 1: Apa dia sinting? Jangan halangi jalanku! Aku sangat lelah dan apakah kau tidak melihatnya? …

Jang: Jangan meletakkannya di atas seperti itu. Mulailah dari awal, ini tidak boleh terjadi!

Budak 2: Kau sinting. Bisakah kau keluar! Tidakkah Kau melihat aku sudah sangat sibuk?

Jang: Dengan cara ini nantinya akan ada sebuah genangan. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi!.

Budak 2: Minggir, dasar kau orang sinting.

Budak 1: (pada Dooil) Kakak, orang ini sinting. Tolong lakukan sesuatu dengan dia.

Dooil: (pada Jang) Apakah Kau sedang menguji kesabaranku? (kepada penjaga) Bolehkah aku memberinya pelajaran?

Jang: Bekerja seperti ini hanya akan membuat dinding ini runtuh. Kita harus memulainya lagi dari awal.

Dooil: Baiklah. Hei, kawan-kawan, mari kita memberinya pelajaran. (menyumpahinya, mereka memukuli Jang, Woyung datang dan melihatnya)

Wooyoung: Hentikan. Menurutmu apa yang sedang kalian lakukan? (Kepada Penjaga) Apa yang terjadi?

Pengawal: Orang ini terus berkata bahwa pembangunan dinding bendungan sekarang ini adalah salah dan katanya kita harus mulai lagi dari awal. Jadi para pekerja sangat marah padanya.

Wooyoung: Kita harus mengulang proyek? Apa maksudmu? Apakah kau maksudkan kau sudah mengatakan pada Pengawas tapi ia tak mengindahkannya?

Pengawas memberitahu Puteri bahwa mereka harus melanjutkan jika mereka ingin menyelesaikan ini sebelum musim semi berikutnya. Wooyung memerintahkannya untuk memulai lagi semua dari awal. Tetapi Pengawas menyahutnya kalau mereka memulai dari awal maka itu artinya mereka harus bekerja dengan jam yang lebih lama dan ada kemungkinan kalau para budak bisa memberontak. Puteri Wooyung memberitahu dia mereka tidak perlu khawatir untuk para budak dan bahwa mereka hanya harus memaksa para budak untuk bekerja dengan jam yang lebih lama.

Pengawas: (kepada para budak) Si budak Jang telah menunjukkan bahwa proyek ini dilakukan dengan cara yang salah. Itulah mengapa kita harus mulai lagi dari awal, mulai besok. Dan karena kita harus memenuhi tenggat waktu, menyelesaikan ini sebelum musim semi mendatang, jam tidur kalian akan dipersingkat. Ini adalah perintah sang Puteri. (Semua orang mengeluh) Juga, jika ada dari kalian mengganggu budak Jang, sang Puteri akan meminta hidup kalian. Selesai! (Pengawas pergi)

Budak: (pada Jang) Berlutut Kau! Dia bodoh. Bagaimana dia bisa menggunakan kekuasaan sang Puteri untuk membawa kesulitan lebih besar kepada kita? Dasar bajingan yang egois!
Jang: Itu tidak benar. Itu bukanlah apa yang kumaksudkan!

Dooil: Apa pun maksudmu, aku harus membunuh bajingan ini sekarang dan mati bersamanya?

Jang: Tolong, dengarkan aku. Kita harus berhasil dalam proyek ini untuk para petani supaya bisa makmur di tahun yang akan datang. Dan jika kita melakukan itu, seluruh pelosok dari Baekjae akan maju, dan akan ada kelimpahan makanan. Kalian semua harus bekerja dengan menanamkan harapan itu dalam pikiran kalian!

Dooil: Kau sinting! Bagaimana kau bisa begitu yakin kita akan tetap hidup tahun depan? Dan jika Kau memiliki mata, lihatlah tangan kami! Sejak kami bekerja di musim dingin yang beku, tangan kami sendirilah yang akan membunuh diri kami. Sebagian dari kami akan mati karena jatuh dari ketinggian, yang lain akan mati karena kelaparan.

Sekarang, Kau ingin memotong waktu tidur kami juga? Untuk apa? Mengapa? Setiap tahun ilmuwan datang dengan ide-ide bagus tentang bagaimana membuat hidup lebih mudah. Hidup akan lebih mudah? Yeah, tapi bukan untuk kami. Setiap hari bagi kami adalah pertempuran untuk bertahan hidup.

Dan apa katamu tadi? Baekjae akan makmur dan akan ada kelimpahan makanan? Kau berbicara tentang harapan? Katakan padaku terlihat seperti apa harapan itu. (Memukul Jang) Kau bodoh, bajingan egois yang berpikiran sempit!

Apakah Kau tahu bagaimana aku menjadi seorang kakak besar untuk semua orang di sini? Jika salah satu dari kami tertimpa batu, aku cukup kuat untuk mengangkat batu itu dan menyelamatkan mereka! Itu harapan kami! Tidak jatuh, tidak mati kedinginan. Untuk bertahan hidup setiap hari, itulah harapan kami! Tapi Kau … Kau bahkan mengambil apa yang tersisa dari harapan kecil kami: harapan kami untuk tidur nyenyak. Agar tidak mati, kami harus memiliki tidur yang baik. Tapi kau mengambilnya sekarang. Aku akan menunjukkan kepadamu besok. Aku akan menunjukkan apa yang telah kau lakukan kepada kami.

Budak: Kakak, mengapa membuang waktu untuk berbicara? Mari kita menghabisinya. (Semua orang setuju) Jangan halangi jalanku, mari kita tidur!

Jang mengawasi kesengsaraan mereka saat mereka bekerja.  Dan mereka bekerja terus sampai malam.. Seseorang mati karenanya…

Jang: (kepada Mokrasu) Guru, Kau mengatakan bahwa aku dilahirkan dengan hati untuk rakyat. Itu tidak benar. Aku sudah melupakan segalanya. Aku tidak memiliki ruang dalam hati aku untuk memikirkan harapan orang-orang ini. Hanya ada ruang untuk menumbuhkan  harapanku sendiri. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

KEMUDIAN

Beberapa budak berusaha untuk membunuh sang Puteri.

Jang: Tunggu! Apa yang Kau lakukan di wilayah Tuan Puteri ‘?

Budak: (pada Dooil) Kakak, mari kita singkirkan orang ini dahulu baru membunuh sang Puteri.

Jang: Membunuh siapa? Apa maksudmu?

Dooil: Di matamu, hidup kami tidak berarti apa-apa, kan? Kau tidak peduli kalau kami semua mati selama kau dapat membangun bendungan atau apa pun itu! Bukankah begitu? Itu sebabnya kami ingin menyelesaikan ini. Lagipula kami semua nantinya akan mati! Ini sama saja.

Jang: Jangan lakukan ini.

Dooil: (memukulinya) Orang-orang seperti kau ini adalah pengecut!.

Jang: Aku akan mengurus ini. Jika Kau melakukan ini, kita semua akan mati! Tolong, jangan lakukan ini.

Budak: Mari kita habisi dia

Jang: Selama aku di sini, aku akan mengurusnya.

Budak: Bagaimana? Karena rencanamulah yang membuat kami harus bekerja sampai tengah malam.

Jang: Itu terjadi … karena aku berpikiran sempit. Aku akan memperbaikinya.

Budak: (pada Dooil) Mengapa Kau ragu-ragu kakak? Jika kau tidak bisa melakukannya, aku akan melakukannya! (Mencoba untuk memukul Jang)

Suara Penjaga: Suara apa ini? Siapa di sana?

Budak: Sekarang ini adalah kesempatannya. Sekarang atau tidak pernah lagi.

Dooil: Mari kita membawanya bersama kita.

Budak 1: Kita hampir terjebak karena Kau.

Budak 2: Mari kita membunuhnya sebelum dia membuka mulutnya..

Dooil: (pada Jang) Baiklah, aku akan memberi Kau kesempatan. Lagipula akmi akan mati. Jadi aku ingin melihat apa yang Kau lakukan sebelum kami semua mati! Tetapi jika Kau menusuk kami di punggung kami, Kau juga tidak akan hidup! Kau mengerti?

KEMUDIAN

Jang menemui Puteri dan berusaha untuk membujuknya.

Puteri: Apakah Kau sinting? Jika itu yang terjadi, kita masih dapat memaksa budak untuk melakukannya. Siapa mereka? Aku akan mendisiplinkan mereka segera, jadi beri aku nama-nama mereka.

Jang: Disiplin tidak menyelesaikan masalah.

Wooyoung: Lalu apa itu?

Jang: Semua tujuan yang kita impikan diwujudkan dengan cara-cara yang tidak sepatutnya.

Wooyoung: Apa maksudmu? Kau adalah orang yang mengatakan bahwa jika kita membangun sebuah bendungan untuk air, pertanian Baekjae akan bangkit kembali, dan akan ada makanan yang berlimpah. Apakah itu salah?

Jang: Tidak salah!

Wooyoung: Kalau begitu apa yang perlu kita lakukan adalah membangun bendungan ini!

Jang: Tidak sekarang. Bahkan jika kita menyelesaikan ini, entah bagaimana caranya, orang-orang ini tidak akan bisa menikmati kemakmurannya. Mereka tidak bisa melihat sejauh itu. Yang berarti bahwa bahkan jika kita mulai proyek dari awal lagi, maka semua itu tidak akan bermakna bagi mereka. Mereka tidak memahami tujuan dari proyek ini, sehingga mereka tidak memiliki kemauan untuk melanjutkannya. Sebenarnya … mereka tidak dapat memahami apapun karena proyek ini sepenuhnya menguntungkan keluarga kerajaanl. Apalagi jika kita menyelesaikan proyek ini dengan berusaha memnuhi tenggat waktu, terlalu banyak orang akan mati di antara mereka, dan banyak orang yang akan terluka.

Wooyoung: Itu harga yang harus dibayar oleh Istana. Dalam rangka untuk mendapatkan hal-hal yang lebih besar, kita harus mengorbankan yang kecil.

Jang: Itu tidak benar. Jika ada bahkan kalaupun hanya sebagian kecil manfaat dari bendungan ini untuk para pekerja, jika saja aku melihat sedikit harapan untuk mereka dalam proyek ini, aku akan mencoba untuk membujuk mereka tidak peduli apapun juga.

Wooyoung: Apapun itu, aku akan memaksa mereka untuk tetap bekerja. Dan aku akan berhasil!

Jang: Kita akan berhasil dengan harga kesengsaraan mereka. Mereka perlu melihat harapan dalam setiap batu yang mereka bangun, supaya mereka dapat bekerja dengan baik.

Wooyoung: Sekarang, daripada khawatir tentang harapan mereka, Kau harus khawatir untuk Kau dan aku! Proyek ini dapat membantu guru Mokrasu, kau dan aku, untuk kembali ke Istana. Raja berjanji bahwa jika kita berhasil dalam proyek ini, dia akan memanggil kita kembali.

Jang (kepada dirinya sendiri): Kembali ke Istana?

KEMUDIAN

Di Istana, Sun dan Giroo menertawakan kalau ironis sekali, Wooyung yang menjadi ancaman terbesar mereka, bekerja dengan tergesa-gesa di proyek padi, yang akan menjamin posisi dan kekuasaan dari Sun.

Giroo kemudian mengetahui dari Goosan, meskipun para budak belum ‘mengurus’ Jang, tapi mereka akan segera melakukannya. Giroo juga tahu mengenai tambang-tambang milik Sunhwa. (Ingat awal-awal dia bekerjasama dengan Daejang, menyuruh banyak orang menyebar ke seluruh Baekjae untuk mencari tambang emas dan mineral lainnya) Karena tambang-tambang tidak dapat dioperasikan tanpa ijin Raja, Giroo berencana untuk menggunakan aturan ini untuk menjatuhkan Sunhwa dan untuk kebaikan dirinya sendiri

Sunhwa yang mengetahui kalau informasi mengenai tambang-tambangnya telah bocor keluar, menebak kalau Giroo-lah dalang di baliknya. Wanggo menasihatinya untuk mendekati bangsawan dengan tingkat tinggi, yang gelisah dengan pengaruh Giroo yang meningkat begitu pesat pada Sun, untuk mendapatkan ijin mengelola tambang.

KEMUDIAN

Jang sedang asik berpikir. Seseorang mencuri makanannya, tapi dia tidak peduli Mokrasu melihatnya dan memberikan makanannya.

Mokrasu: Apa ada yang salah?

Jang: Guru, ada cara bagi kita untuk kembali ke Istana. Jika kita berhasil dalam proyek ini, kita akan dipanggil kembali. Jika itu terjadi … jika itu bisa terjadi … itu berarti kesempatan kita bisa datang lebih cepat dari apa yang kita harapkan. Apakah aku bisa melakukan apa pun untuk kembali ke Istana, untuk mendapatkan kekuasaan politik kembali? Apakah aku seharunya tidak mencemaskan harapan mereka setelah aku kembali memegang kekuasaan? Apakah aku seharusnya melupakan harapan mereka untuk sementara, sampai aku kembali ke sana, untuk mencapai tujuanku sendiri dahulu?

Penjaga: Hei kau, seseorang mencari Kau!

Eunjin: Ibu menyuruhku membawa ini. (Eunjin menyerahkan bungkusan makanan)

Mokrasu: Aku tahu kau berbohong. Itu tidak apa-apa, bagaimana keadaan semua orang?

Bumro: Ya, semua orang baik-baik saja.

Eunjin: Kau tidak seharusnya berbohong. Mari kita beritahu mereka kebenarannya. Faktanya adalah … pemerintah sedang mencari harta dari Pedagang Jin, dan dia di bawah pengawasan sekarang.

Jang: Bagaimana keadaan dari Pedagang Jin? Apakah dia baik-baik saja?

Eunjin: Dia baik-baik saja untuk saat ini, tapi aku pikir kalau Giroo menemukan sesuatu sekarang, dia melakukan pencarian total pada dirinya.

Bumro: Dia ada bantuan juga, jadi dia seharusnya baik-baik saja.
Eunjin: Apa yang Puteri Wooyoung lakukan? Bagaimana dengan cintanya atau apapun yang ia ungkapkan! Bagaimana dia bisa membiarkan wajahmu menjadi kasar seperti ini? Dan kesehatanmu, pakaianmu … Aku sangat kesal!

(kemudian)  Jang, Kau harus segera kembali. Wanita yang Kau cintai sampai mati, pedagang Jin sedang dalam bahaya. Kau harus melindungi dirinya.

Bumro: Ya, lupakan segala sesuatu yang lain, dan hanya pikirkan jalan keluar dari sini!

Jang: Aku mengerti. Jadi, katakan pada Pedagang Jini … bahwa aku akan segera kembali, dan bahwa ia harus merawat dirinya sendiri sampai saat itu.

KEMUDIAN

Jang (kepada dirinya sendiri): Puteri … itu salahku, salahku. Mengapa Kau ingin menapaki jalan dimana aku sedang lalui? Bagaimana jika Kau terluka? Apa yang harus aku lakukan? Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu Aku merasa seperti hampir mati karena memikirkanmu.

KEMUDIAN

Dooil: Kau mengatakan kepada kami bahwa Kau akan mengurus ini. Aku sangat tidak sabar. Lebih baik Kau melakukan sesuatu sebelum aku menjadi sinting.

Penjaga: Berhenti! Kita sudah selesai untuk malam ini. Kau semua harus berada di sini saat subuh!

Dooil: Pikirkan baik-baik!
Wooyoung: (pada Jang ketika melihat Dooil seperti mengancamnya) Apa? Mengapa Kau biarkan dia mengganggu Kau seperti itu?

KEMUDIAN

Wooyoung: Untuk setiap proyek-proyek besar seperti ini, orang-orang harus menderita. Dan hidup mereka bukanlah milik mereka. Jadi tidak pernah ada pertanyaan tentang apa harapan mereka miliki. Ini semua tentang harapan dari keluarga Kerajaan. Itulah mengapa Kau harus memberitahu aku, siapa yang mencoba untuk menyakiti Kau dan kita  harus memaksa mereka untuk terus bekerja. Kita harus membuat proyek ini sukses besar dan kembali dalam kekuasaan. Jadi, katakan padaku siapa saja mereka yang menganiayamu?.

Jika Kau tidak melakukan seperti yang aku katakan … Jika Kau menyerah pada proyek ini … Aku juga akan menyerah akan dirimu. Aku akan kembali ke istana sendiri dan aku akan memohon belas kasihan pada kakakku. Aku akan bisa hidup tenang dengan ibu aku. Jika aku menyerah akan dirimu, tidak ada orang yang dapat membantu guru Mokrasu dan Kau. Lalu, apakah Kau pikir Kau bisa bertahan hidup di tempat tandus ini? Jadi, katakan padaku siapa yang mengancammu! Kita akan mendisiplinkan mereka dahulu baru kemudian melanjutkan proyek ini. Aku akan mengurus segalanya. Aku tahu kau akan setuju dengan aku.

Jang (kepada dirinya sendiri) Tuanku Puteri! Tuanku Puteri!

KEMUDIAN

Sunhwa berusaha menemui Jang tetapi penjaga tidak mengizinkan dia.

Dooil: (memukuli Jang) Bukankah aku sudah memberitahumu untuk menemukan solusinya?

Budak: Kakak, mengapa menunggu? Mari kita bunuh dia dan kemudian melarikan diri?

Dooil: Tenang semua! Jika aku memberitahu Kau untuk mencari tahu …

Suara Penjaga: Aku katakan kalau  kau tidak bisa masuk!

Suara Sunhwa: Aku hanya perlu waktu sebentar saja..

Dooil: Aku bilang untuk menemukan solusi. Jadi apa yang Kau lakukan? (Jang berjalan menuju ke arah suara)

Jang: Dimana dia?

Penjaga: Siapa?

Jang: Wanita itu? Dimana dia?

Penjaga: Dia pergi

Jang: Ke mana?

Penjaga: Dia baru saja pergi. Apa maksud Kau ke mana? ..  Ini … (melempar sarung tangan di lantai), ia memintaku untuk memberikan ini padamu.

KEMUDIAN

Jang mengambil sarung tangan yang dibuat oleh Sunhwa dan menemukan secari kertas di dalamnya.
Suara Sunhwa: Aku tidak benar-benar merindukanmu, aku jujur. Hanya saja aku takut kalau tangan yang terbiasa memelukku akan menjadi kasar, sehingga aku mengirim  sepasang sarung tangan untuk dirimu.

Mokrasu: Jang … apa ada yang salah?

Jang: Guru, Pedagang Jin datang ke sini. Guru … Aku akan menjalankan proyek ini sesuai rencana semula. Aku tidak akan peduli jika mereka membangun ini dengan harapan atau tidak, atau jika ada kecelakaan, aku akan memaksa mereka. Bukankah itu adalah yang seharusnya dilakukan oleh bawahan? Untuk bekerja dan menderita untuk raja tanpa harapan apapun kembali, bukankah itu yang seharusnya bawahan lakukan?

Rasanya seperti ketika aku masih kecil dulu. Setiap kali ada proyek besar,  banyak orang menderita dan meninggal, tetapi semua keuntungan dari proyek itu pergi ke Raja dan pemerintah. Kemakmuran negara? Aku salah tentang hal itu. Apakah ada hal seperti itu? Hal semacam itu tidak ada. Dan tidak pernah ada.

Mokrasu: Jang …

Jang: Aku sangat merindukannya seakan-akan aku akan sinting. Aku ingin berlari padanya sesegera mungkin … itulah yang dapat membunuh aku. Rakyat … bawahan harapan dan impian … apa artinya bagiku? Aku ingin melakukan apa pun untuk kembali. (Memohon) Tolong, katakan padaku. Katakan padaku ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Katakan itu hal yang benar, aku mohon padamu.

Mokrasu: Jang … Puteri Wooyoung di sini. Ikutilah kata hatimu..

Jang: (pada Wooyung) Aku akan menyerah. Aku akan menyerah tentang kemakmuran negara.

Wooyoung: Jang …

Jang: Aku akan menghentikan proyek pembangunan ini.

Wooyoung: (Dooil sedang menyaksikan mereka) Itu berarti Kau menyerah kembali ke Istana.

Jang: Aku tahu.

Wooyoung: Jika aku meninggalkan Kau sekarang, Kau akan tetap menjadi budak selama sisa hidup Kau.

Jang: Ya, aku tahu. Tapi aku akan memiliki kesempatan untuk merenung apakah harapan yang selama ini aku pikirkan hanyalah sebuah impian belaka atau bukan. Dan bahkan jika itu sebuah harapan palsu, aku tidak akan melanjutkan pembangunan sampai aku menemukan sedikit harapan bagi semuanya di setiap batu yang kita pindahkan.

Wooyoung: Oh. Ya Ampun …. Oh! Bagaimana mungkin aku pernah jatuh cinta kepada  seseorang seperti dirimu! (meninggalkan Jang dengan kecewa)

Mokrasu: Melalui ini, Kau mampu mempelajari apa yang Kau tidak pernah bisa pelajari di Istana. Makna menyerah. Posisi raja sering mematikan nuranimu. Dalam rangka untuk mendapatkan impianmu sendiri, Raja bisa melakukan apapun yang dia inginkan, dan dalam rangka untuk menutupi kesalahan, ia bisa membuat kambing hitam pada siapa pun. Siapa yang berani untuk berbicara menentang seorang raja? Siapa yang berani menunjukkan kesalahan pada seorang raja?

Daripada mencari keuntungan pribadi, untuk bisa mengakui kesalahannya dan pasrah, ini adalah karakter kuat yang harus dimiliki oleh seorang raja! Selain itu, hari ini Kau telah menukarkan jaminan kita kembali ke Istana dengan hidup dan harapan dari orang-orang ini. Bahkan jika Kau berusaha meraih sesuatu mulai dari sekarang, kau akan selalu mendapatkan dukungan dariku.

Jang: Guru …

Jang (kepada dirinya sendiri): Aku akan mulai dari awal lagi. Bahkan jika aku harus mengambil jalan memutar … bahkan jika aku harus berjalan jauh, aku hanya akan mengambil jalan yang benar.

Suara Sunhwa: Aku akan mempercayai Kau. Bahkan jika Kau harus mengambil jalan memutar, dan bahkan jika Kau harus berjalan jauh, aku percaya Kau akan datang kembali padaku.

KEMUDIAN

Penjaga: Tidak akan ada pekerjaan apapun hari ini! Proyek pembangunan bendungan telah dibatalkan. Puteri Wooyoung telah mengirimkan pesan ke Istana, jadi mulai besok kita akan bekerja pada tambang seperti biasanya.

Jang: Kita akan bekerja di tambang mulai besok. Kau semua sudah begitu lelah? Apakah kalian baik-baik saja?

Budak: Tentu saja! Kami selalu melakukan itu! (Setiap orang merayakannya)

Jang: (kepada Dooil) Mari kita bicara.

Jang: Apa yang paling kubenci dalam hidup ini adalah ketika melihat seseorang melangkah di atas mereka yang lemah.
Dooil: Jadi?

Jang: Aku bisa melupakan semua pukulan yang aku dapatkan darimu, tetapi aku akan membalas padamu untuk semua pukulan yang kau berikan kepada orang lain.

Dooil: Apa? Kau ingin bertarung?

Jang: Aku merasa bahwa siapa saja yang kuat dan bisa bertarung dapat menjadi pemimpin di sini. Aku ingin menjadi pemimpin juga.

Dooil: Kalau begitu jangan menyesalinya!

Jang: Itulah apa yang akan kukatakan.

Dooil: (berlutut) Kakak! Aku salah! Aku tidak pernah menemui seseorang yang lebih kuat dari aku jadi aku salah menilai dirimu. Ketika kita bertarung, pemenang menjadi kakak dan pecundang pengikut, tapi aku tidak pernah kalah sampai sekarang. Itulah sebabnya aku tidak pernah memanggil seseorang sebagai kakak sebelumnya.

Jang: Itulah mengapa aku katakan mari kita bertarung. Bagaimana Kau bisa memanggil aku kakak tanpa berkelahi?

Dooil: Aku hanya lebih suka memanggil Kau kakak. Ketika Kau melihat dengan cermat, Kau bisa mengatakan siapa pemenangnya segera. Selain itu … Aku mendengar percakapanmu semalam dengan Tuan Puteri. Aku tidak benar-benar bisa mendengar semua yang Kau katakan, tapi aku hanya ingin memperlakukan Kau sebagai kakak aku.

Jang: Kau terlihat jauh lebih tua dari aku. Siapa yang kakak siapa?

Dooil: Apa yang kau katakan? Aku mungkin terlihat tua, tapi aku hanya 18 tahun. Pada awalnya aku mungkin terlihat tua, tapi jika Kau melihat dengan seksama, aku sangat muda. (Tertawa) Aku sebenarnya sangat muda …

KEMUDIAN

Di Istana, Raja Sun mengumumkan kalau Giroo telah dianugerahi kebangsawanan dan dia diperbolehkan untuk menghadiri setiap pertemuan para bangsawan (para bangsawan terlihat tidak senang). Heuk dan para bangsawan yang lain berusaha menentangnya, dengan mengatakan kalau Giroo tidak berhasil membasmi beberapa pemberontakan. Daripada menegurnya, Sun justru mengatakan pada Giroo untuk mengurus masalah itu.

Di lain pihak, Sunhwa dan anakbuahnya mendekati beberapa bangsawan dalam usaha mengamankan ijin untuk tambang-tambang emas. Tapi Giroo selangkah lebih maju, dengan menjanjikan para bangsawan pembagian keuntungan dari tambang emas jika menolah tawaran dari Sunhwa.

Ketika Sunhwa menyadari kalau Giroo berhasil menahan para bangsawan untuk mendengarkan dirrinya, Sunhwa mendapatkan kabar kalau Pengawal Raja sedang mencarinya. Dia adalah Heuk yang mengetahui kalau Giroo menyelidiki Sunhwa, walaupun tidak tahu alasan secara mendetail.

Heuk bertemu dengan Sunhwa dan bertanya padanya kenapa Giroo berusaha menyelidikinya.

Sunhwa: Giroo ingin mengambil alih usahaku.

Heuk: Aku tahu itu!

Sunhwa kemudian mengatakan pada Heuk kalau Giroo akan secara efektif mengontrol perdagangan dan keuangan dari Baekjae jika dia berhasil mengambil alih usaha dagang dari Sunhwa, ini membuat Heuk marah. Sunhwa kemudian menjanjikan bantuan keuangan padanya dengan imbalan dukungan dari Heuk untuk melawan dominasi dari Giroo.

Giroo, yang sekarang telah menyelesaikan kesepakatan resmi dengan semua bangsawan mengenai tambang emas, pergi menemui Sun untuk melaporkan mengenai penambangan ilegal Sunhwa. Keitka Giroo memasuki kamar dari Sun, Sunhwa sudah lebih dulu ada di sana menghadap Sun, berputar menghadapnya dan tersenyum.

Iklan

8 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 42

    • heheheh ga mungkin nyalip deh … apalagi sekarang khan sabtu dan besok minggu, aku kasih 5 episode 2 hari ini 😛 gamungkin kesalip kecuali aku libur 😛

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s