Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 44

Banyak orang mengepung Giroo dan pasukannya, mereka datang untuk memberikan dukungan pada Jang dan Mokrasu, yang dianggap sebagai perwakilan dari harapan mereka, Mugang Taeja.

Mokrasu: (dengan air mata di matanya) Sungguh nyata kalau mereka semua sebenarnya takut. Tapi tetap saja, mereka datang bersama-sama ke tempat ini di mana pembantaian yang lalu telah terjadi. Jadi ini memang benar, apa yang orang itu katakan padamu, kalau rakyat benar-benar meneriakkah, “Semoga Mugang Taeja panjang umur!” Aku puas dengan melihat semuanya ini, bahkan jika aku harus mati sekarang. Hanya dengan menjadi bagian dari gerakan ini, aku sudah baik-baik saja dan puas.

Jang mengawasi sekelilingnya, matanya berkaca-kaca.

Jang: Tidak, Guru. Kupikir kita tidak akan mati. Aku pikir rakyat akan benar-benar menyelamatkan Mugang Taeja!

Tentara datang untuk membantu Giroo, tetapi orang-orang mulai mendorong kereta yang membawa Jang dan Mokrasu, seorang.anak laki-laki menjadi terluka karenanya dan ini meningkatkan semangat rakyat.

Giroo: (kepada dirinya sendiri) Apakah aku harus  membantai orang-orang ini lagi?

Jang (kepada orang-orang): Hentikan! Kalian tidak boleh melakukan ini. Kita tidak bisa membiarkan lebih banyak orang mati di tempat di mana Raja Weeduk wafat. Kami tidak ingin melihat salah satu dari kalian terluka!

Mokrasu: Rakyat Baekje, tolong kalian hentikan ini.

Jang: Tolong, tolong hentikan ini!

Giroo: Biarkan prosesi ini terus berjalan.

Puteri Wooyoung (kepada dirinya sendiri): Kapan Jang menjadi sedemikian populer di kalangan masyarakat?

KEMUDIAN

Raja mendengar tentang popularitas Mokrasu dan Jang, bagaimana orang-orang bersorak, bagaimana rakyat mendengarkan mereka.

Suara hati Jang (melihat Sunhwa): Puteri … Kau mendengar suara rakyat? Apakah kau sudah melihat cahaya di mata mereka?

Suara hati Sunhwa: (mengangguk): Tentu saja aku melihat, aku sudah melihatnya … …

Jang: Rakyat tidak melupakan kematian saudaraku dan ayahku. Aku pikir aku adalah satu-satunya yang tidak bisa melupakan kematian mereka, tapi aku salah.

Sunhwa: Ya, kita terlalu angkuh dan berpikir kalau rakyat telah melupakannya. Jadi … sekarang kau harus hidup.

Raja melepaskan anak panah ke arah Mokrasu dan Jang. Mokrasu mencoba menutupi Jang dengan tubuhnya.. Raja memanggil Giroo ke dalam.

Di dalam, Raja Sun menegur Giroo karena tidak memberitahunya sebelumnya tentang masalah dengan bandit, tentang bagaimana rumor bisa menyebar yang menuduhnya merebut tahta. Ia juga menegur Giroo karena berbohong dengan mengatakan bahwa pengumuman tertulis itu dibuat oleh Jang dan Mokrasu. Giroo memberitahu raja kalau Jang dan Mokrasu harus mati karena mereka memiliki arti di mata rakyat, dan pasti ada sekelompok orang yang bekerja di balik semua peristiwa ini.

Sunhwa (kepada Giroo): Bagaimana Kau bisa memanipulasi raja seperti itu?

Giroo: Apa katamu?

Sunhwa: Bagaimana Kau menyarankan raja untuk melakukan hal-hal kejam seperti itu?

Giroo: Bagaimana Kau bisa, seorang pedagang biasa, berani berbicara seperti itu padaku?

Penasihat raja: Ketika aku melihat melalui catatan, latar belakang Kau juga tidak terlalu tinggi. Dan Kau tidak memiliki nyali sebesar Jin Ga-Kyung yang telah terbukti memilikinya.

Sunhwa: Tolong hentikan semua ini, kalian berdua! Yang aku inginkan adalah untuk membawa suasana seimbang dan harmonis antara raja dan rakyatnya … ini adalah waktu yang tepat untuk menenangkan hati rakyat.

Wooyoung: Katakan pada raja Aku telah datang kembali dan aku ingin menjenguknya. (Tetapi raja berkata padanya, dan kemudian pada Giroo, bahwa ia ingin sendirian .. berpikir.)

KEMUDIAN

Ada sebuah lagu yang menjadi populer dinyanyikan di kalangan anak-anak di jalan-jalan Savisong.:

Weeduk memiliki Aja,
Aja memiliki Mugang Taeja
Mugang Taeja memiliki Jangsu
dan siapa yang Jangsu miliki?
Dia memiliki kau dan aku,
dan kita, kita semua.

Setiap orang takut dan berbicara tentang lagu yang tersebar itu. Pertanyaan berikutnya: Siapa Jangsu?

Para pengiring Sunhwa juga mendengar lagu itu dan menanyakannya pada Sunhwa, siapa yang dimaksud dengan ‘jangsu’ ?

Sunhwa: ‘jang’ di kata ‘jangsu’ mengacu pada Jang kita, dan ‘su’ mengacu pada Mokrasu, aku yakin dengan itu!

Bahkan Sun juga mendengar lagu itu dari kanak-kanak di luar Istana, ia menjadi sangat kesal karenanya.

KEMUDIAN

Sun di kamarnya dan tidak mengijinkan siapapun untuk menemuinya, tapi kemudian Giroo memburu masuk.

Giroo (berlutut) Yang Mulia, apa yang kau takutkan sekarang? Ketika Raja Wee-duk meninggal, aku bilang kita tidak harus melakukan pembantaian terhadap rakyat. Tapi apa yang kau katakan? Itu sudah terlambat dan bahwa kita harus membunuh mereka semua. Saat itulah aku melemparkan semua emosi dan nuraniku. Ini adalah harga yang harus kita bayar untuk memiliki kekuasaan, dengan mengorbankan segalanya. Kau mengajarkan itu padaku saat itu.

Aku sudah mengikuti Kau dengan semua yang aku miliki sejak saat itu. Tapi sekarang, mengapa Kau ingin membatalkan masa lalu seperti itu? Meskipun Pangeran ke-4 tidak ada di sini, orang-orang mampu untuk bangkit seperti ini karena masih ada benteng yang disebut Jang dan Mokrasu. Bahkan jika kau harus menghadapi kebencian dari rakyat, kau tetap saja harus menyingkirkan mereka segera! Aku akan mengurus sisanya sesudahnya! Percayalah padaku dan eksekusilah mereka! Mereka harus mati untuk meredam suara-suara rakyat itu! Inilah satu-satunya cara yang sekarang kita miliki!

Raja: (berseru) Jika membunuh adalah solusi semuanya pasti terselesaikan sejak dahulu, tapi sekarang kenapa semua ini bisa terjadi? Kita membunuh Aja, Raja Weeduk, Mugang Taeja dan bahkan rakyat. Sekarang, bagaimana bisa orang mengatakan aku telah membunuh mereka semua, bahkan Pangeran Ke-4? Jika kita membunuh satu, yang lain datang. Jika kita membunuh kedua, yang lain datang!

Giroo: Itu karena kau tidak membunuh sampai ke akar-akarnya. Jika seseorang datang, kita bunuh, jika lain datang, maka kita bunuh juga. Kita harus menghancurkan mereka semua sampai tidak ada lagi yang datang. Kau sudah melakukannya, jadi terlambat untuk membatalkan ini. Lakukan ini secara menyeluruh, sampai tidak ada yang datang. Kita harus menghancurkan mereka sedemikian rupa sehingga jika mereka bermaksud untuk kembali, mereka baru akan datang seratus tahun atau seribu tahun dari sekarang. Kita sudah menapaki jalan ini.

Waktu malam

Suara hati Mokrasu: Tidak peduli apapun, Kau harus bertahan.

Jang (kepada dirinya sendiri): Apakah ini satu-satunya cara?

Raja menemui Jang dan Mokrasu.

Raja Buyeosun (dengan pedang di tangan, mengancam Jang): Kalian berdua sangat keras kepala sampai sekarang. Aku telah membunuh Aja, dan aku bahkan membunuh Raja Weeduk. Giroo memberitahuku untuk membunuh kalian berdua seharusnya begitu mudah dibandingkan dengan pembunuhan yang telah kulakukan sebelumnya. Tapi ada sesuatu yang Giroo tidak tahu. Aku tidak suka dibenci. Sebelum aku menjadi seorang raja, aku bersedia menjual jiwaku dengan ditukarkan apa saja untuk menjadi raja. Tapi sekarang aku adalah raja, aku ingin mendengar orang berkata aku adalah raja yang baik. Inilah aku sekarang.

Giroo berseru kepadaku, mengatakan aku harus melupakan tentang menjadi raja yang baik. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Katakanlah padaku, bagaimana aku bisa keluar dari dilema yang aku alami ini? Tidakkah kau ingin hidup? Aku ingin membunuhmu. Jadi, katakan padaku bagaimana aku bisa membiarkan kau hidup, bagaimana aku bisa memecahkan dilema ini. Jika jawabanmu tidak memuaskan aku, aku akan mengikuti saran Giroo … di sini, aku akan membunuh kalian berdua. Tidakkah kalian punya solusinya? Apakah kalian punya?

Jang: Aku punya!

Raja: Kau punya?

Jang: Ya …

Raja: Apa itu?

Jang: Aku akan menjadi seorang pengkhianat di mata rakyat.

Raja: Kau akan menjadi pengkhianat?

Jang: Ya, aku bisa menangkapi mereka. Aku bisa memburu semua bandit yang mendukung Pangeran Ke-4, dan orang lain yang mendukung mereka. Aku bisa menangkapi mereka.

Suara hati Mokrasu: Apakah ini satu-satunya cara keluar?

Jang: Jika kau membunuh kami berdua dan kemudian pergi memburu mereka, rakyat akan menghina dirimu. Jika aku yang melakukan itu, semua penghinaan dan caci maki akan ditimpakan kepadaku.

Buyeosun: Kau akan melakukan itu?

Jang: Ya. Penghinaan yang aku terima dari rakyat adalah harga yang aku harus bayar untuk semua masalah yang telah kubuat terhadapmu sampai sekarang. Jadi, aku akan menerimanya dengan senang hati. Beri aku kesempatan untuk melayanimu.

Buyeosun: Benar, itu benar! Baiklah aku suka dengan ide itu.

Giroo: Yang Mulia, dia sedang merencanakan sesuatu.

Buyeo-Sun: Tetapi Guru Mokrasu harus pergi ke Pulau Wonsando sebagai tahanan. Jika Kau melarikan diri atau melakukan sesuatu yang mencurigakan, dia akan dibunuh segera. Apakah Kau keberatan?

Suara hati Mokrasu: Ya, jika Kau harus melakukan itu untuk bertahan hidup, lakukanlah!.

Jang: (pada Sun) Ya, lakukanlah sesuai keinginanmu.

Keesokan harinya

Buyeosun mengangkat Jang sebagai salah seorang jenderal dari pengawal kerajaan, dan memberikan wewenang pada Jang satu kompi pasukan dari kepolisian yang bertugas menangkapi para pemberontak, dan memberi keputusan kalau Mokrasu akan diasingkan ke Pulau Wohsando.Berita itu tersebar dengan begitu cepat, dan akhirnya sampai ke telinga teman-teman Jang di Akademi yang menjadi sangat terkejut dan marah atas tindakan Jang.

Jang kemudian memimpin satu kompi pasukan militer menggiring Mokrasu ke pelabuhan, Seperti yang telah diduga, Rakyat yang menyaksikan arak-arakan, pertama-tama tidak mempercayai semua peristiwa di depan mereka, tapi kemudian mereka menangis untuk Mokrasu, dan mencaci-maki Jang karena telah mengkhianati Mokrasu dan Mugang Taeja. Mereka melemparkan kotoran padanya. Jang menyisipkan secarik kertas ke tangan Mokrasu.

Jang: Kita adalah polisi, ditunjuk oleh raja untuk menangkap semua pemberontak yang telah menyebarkan rumor tentang dirinya dan yang telah merampok barang-barang. Ayo  kita tunjukkan kesetiaan kita kepada raja!

Orang-orang memaki Jang. Rekan-rekan dari Jang juga datang dan bertanya pada Sunhwa mengapa Jang melakukan hal seperti ini Sunhwa memberitahu. mereka untuk tetap percaya padanya.

Raja dan para anggota Dewan Menteri mendengar bagaimana orang-orang melemparkan kotoran di Jang, dan bagaimana mereka merasa dikhianati, dan bagaimana dia sekarang dibenci oleh rakyat. Terbukti kalau rencana Jang berhasil karena semua orang sudah menghentikan rumor mengenai diri Raja dan berbalik mengarahkan kemarahan mereka pada Jang.

Giroo yakin kalau Jang tak akan pernah mengkhianati Mokrasu kecuali dia memiliki motif yang lain di balik semua ini.

KEMUDIAN

Sadokwang: (anggota Dewan Menterii) Idenya siapa ini? Apakah ini atas perintah dari Raja atau apakah Jang diberikan tawaran untuk melakukan hal ini?

Haedoju: (ayah mertua Sun) Aku tidak yakin tapi aku pikir Jang yang mengatakan kalau dia akan melakukan hal ini. Dia sudah memohon belas kasihan sebelumnya. Apa yang begitu mengejutkan tentang ini?

Sadokwang (kepada asistennya): Suruh seseorang mengawasi Jang. Aku tidak tahu apa itu, tapi aku sudah punya firasat kalau ini bukanlah pengkhianatan yang sederhana. Aku terganggu oleh perilaku Mokrasu.

Asisten: Mengapa?

Sadokwang: Dia diasingkan selama sepuluh tahun tetapi dia tetap setia kepada Raja Weeduk dan Aja Taeja. Orang mungkin berubah bila hidup mereka dalam bahaya, tapi berbeda dengan Mokrasu. Setelah Raja Weeduk meninggal, dia akan meninggalkan Istana atau mati dengan mereka. Bahkan sekarang … ia diam-diam berangkat ke pulau penjara setelah muridnya mengkhianatinya? Dia tipe yang akan bunuh diri dalam situasi seperti ini.. (Memang benar pepatah “Seseorang lebih mengenal musuhnya daripada kawannya”)

KEMUDIAN

Ibu Wooyung mengatakan pada putinya untuk melupakan Jang karena dengan pengkhianatannya ini kepada Gurunya, membuktikan kalau ia bukanlah pria dengan kelas tinggi dan tidak memiliki kehormatan diri.

Ibu Wooyung: Bagaimana bisa kau mencintai pria seperti dia? Dia terlebih kecil daripada sebutir kacang tanah!

Wooyung: Entah dia terlebih kecil daripada sebutir kacang tanah, atau entah dia terlebih besar daripada sebuah gunung tertinggi, jika kau terus mengamatinya dari sekarang, kau akan melihatnya.

Heuk Chipyung merayakan peristiwa ini dengan Sunhwa, senang melihat raja mengikuti sarannya daripada Giroo.

KEMUDIAN

Sunhwa: Seodong gong …

Jang: Nona

Sunhwa: Seodong gong.

Jang: Nona.

Wangoo: (berlutut) Tuanku, itu adalah kesalahan kami sehingga Tuanku diasingkan sebagai budak. Selain itu, kami membiarkan dirimu menerima semua penghinaan rakyat sekarang. Tolong, bunuhlah kami!

Jang: Berdirilah. Itu bukan salahmu.

Daejang: Aku berpikir juga sama dengan Tuan Pengawal. Itu karena kegagalan kami untuk menjagamu …

Jang: Berhentilah berbicara hal-hal yang buruk dan duduklah. Hatiku sakit juga, ketika aku memikirkan apa yang aku lakukan, tapi aku tidak punya pilihan lain. Itu sebabnya aku harus bergegas dalam menyatukan pasukan pemberontak. Untuk saat ini, aku harus menangkap bandit dalam rangka untuk mendapatkan kepercayaan raja dan menjadi penasihat-nya. Harap kalian berdua membantuku untuk melakukan hal ini.

Daejang: Kami sudah mengetahui dengan baik sebagian besar lokasi dari mereka. Kami sudah mengetahui dua lokasi sekarang..

Jang: Tunjukkan padaku, juga ….

Sunhwa: Katakanlah …. …

Jang: Aku rasa kalau kau dan Heukjipyung berhubungan sangat baik..

Sunhwa: Ya, dia telah membantu kita.

Jang: Kau harus membantuku untuk berhubungan dengan dirinya.

Sunhwa: Ya, jangan khawatir.

Daejang: Tapi apa yang harus kita lakukan dengan Guru Mokrasu? Kita tidak bisa membantunya melarikan diri sekarang …

KEMUDIAN

Surat Jang untuk Mokrasu:

Guru, aku minta maaf membuatmu pergi ke sebuah pulau sepi, tapi aku rasa justru ini adalah satu-satunya cara yang lebih baik. Aku akan memberitahumu segera setelah tahu apa yang harus kau lakukan di sana, tapi untuk sekarang, beristirahatlah dan dapatkanlah kesan baik dengan para penjaga di pulau itu.

Mokrasu: Apa yang harus aku lakukan … Apa yang bisa kulakukan?

KEMUDIAN

Daejang: Sebuah tempat yang terpencil sangat baik untuk melakukan pekerjaan semacam itu.

Jang: Jadi carilah orang-orang yang dapat melakukan pekerjaan itu bersama-sama denganmu, dan Daejang, cari tahu apa yang terjadi dengan para pasukan kita yang sudah diasingkan ke Wuisabu.

Daejang: Apakah Kau berencana untuk memanggil mereka kembali?

Jang: Ya, tapi hanya carilah tahu mengenai situasi untuk saat ini. Dan Wangoo Boojang, ada seseorang yang aku ingin kau temui.

Wangoo: Siapa?

Jang: Dialah yang menyebarkan rumor dan membuat orang-orang datang ke tempat prosesi saat kami digiring ke Istana.

Wangoo: Kau tahu siapa dia?

Jang: Ya.

KEMUDIAN

Dooil dan teman-temannya berbicara tentang Jang dan pengkhianatan yang telah dilakukannya Yurim datang dan memberitahu mereka kalau mereka semua harus berpindah karena Jang sudah tahu lokasi mereka.

Jang: Wangoo Boojang, kau harus memperkenalkan kami satu sama lain. Karena kau berada di Istana, kau pasti mengenalinya.

Daejang: Aku merasa kita sangat beruntung saat mendengar bahwa Tuanku sudah bertemu mereka sebelumnya. Kita membutuhkan semua dukungan yang bisa kita dapatkan.

Jang: Kita harus memulai dari awal. Jadi aku tidak akan dapat datang ke sini untuk sementara waktu. Jadi aku harap kalian semua berhati-hati.

KEMUDIAN

Jang: Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu sehingga aku pikir aku akan mati kalau tidak bisa bertemu denganmu lagi.

Sunhwa (Jang menghela napas): Apa ada yang salah? Apanya yang salah?

Jang: Aku sangat takut. Aku takut mati.

Sunhwa: Apa yang Kau takutkan?

Jang: Aku membiarkan Kau terlibat dengan orang-orang seperti raja, Heuk Chipyung dan Giroo.

Sunhwa: Aku baik-baik. Apa lagi yang kau takutkan?

Jang: Karena aku adalah Taeja (Pangeran Mahkota), aku tidak memiliki kebebasan untuk mati. Aku tidak punya pilihan mati dengan kehormatan. Aku selalu mengatakan pada diriku sendiri untuk memilih kematian daripada menjadi seorang pengecut, tapi aku tidak punya pilihan itu lagi. (Para pembaca ingat saat dia merangkak memohon pengampunan atas hidupnya pada Sun?)

Sunhwa: Mengapa?

Jang: Aku mendengar teriakan rakyat. Aku mendengar mereka memanggilku Mugang Taeja.

Sunhwa: Lalu apa yang kau takutkan?

Jang: Itulah yang aku takutkan. Apakah aku adalah satu-satunya harapan mereka? Saat ini aku sedang memburu orang-orang karena itu … Apakah aku benar-benar orang yang tepat? Aku melakukan ini karena ini adalah ini adalah peperangan yang harus akuk menangkan. Aku harus menang, karena aku Mugang Taeja … Tapi bagaimana kalau aku bukan orang yang rakyat inginkan? Bagaimana jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang mereka inginkan? Apakah itu akan baik-baik saja?

Sunhwa: Tidak, itu tidak akan baik-baik saja. Kau harus takut. Ini adalah perbedaan antara Kau dan raja yang sekarang ini. Inilah yang harus membedakan antara Kau dan raja sekarang..

Suara hati Sunhwa: Aku tahu. Aku bicara seperti itu, tapi aku tahu … Bagaimana takutnya dirimu, dan bagaimana menyakitkan ketika mengalami, begitu banyak orang melemparkan kotoran padamu….

Jang: Jika memang ada hadiah dari Surga bagiku, itu adalah dirimu Puteri, karena dirimu bersama denganku.

KEMUDIAN

Giroo memberitahu seorang polisi untuk mengawasi Jang.

Jang: (kepada polisi yang mengawasinya diperintah Giroo): Saling percaya dan rasa kesatuan di antara kita sangatlah penting. Jika kau akan mengikuti perintah orang lain, tinggalkan kepolisian sekarang. Pergi panggil semua orang sekarang!

BERIKUTNYA

Jang: Mojin …

Mojin: Siapa kau? Ketika Raja Weeduk meninggal, aku mencoba untuk membantu Mokrasu melarikan diri dengan aku, tetapi guru kembali sendiri mengucapkan kata-kata aneh. Dia mengatakan bahwa dia melakukan itu karena Kau, tapi bukan untuk Kau. Bahkan sekarang, ketika Kau melakukan pengkhianatan yang menghebohkan ini, Guru pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Apa itu? Yeongamo tidak cukup? Siapa Kau sekarang? Kenapa Kau tetap menyiksaku seperti ini? Siapa Kau? Aku telah mengakui cintamu, tapi kenapa kau terus menyiksaku? Mengapa?

Jang: Mojin …

BERIKUTNYA

Jang memberikan petunjuk kepada anak buahnya di kepolisian tentang cara untuk memburu bandit dan kemana. Mereka pergi  ….

Penasihat Raja memuji Jang di hadapan Raja Sun karena melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Giroo, Raja memberitahu Jang bahwa masih banyak dari mereka dalam jumlah besar.

KEMUDIAN

Daejang: Selamat datang kembali.

Sunhwa: Kau tidak terluka?

Jang: Tidak Petunjuk yang aku dapatkan begitu tepat sehingga aku tidak mengalami masalah.

Daejang: Ini adalah kelompok lain yang aku temukan.

Jang: Apakah Wangoo Daejang bertemu Yurim?

Sunhwa: Dia tidak ada di lokasi di mana kau pernah bertemu dengannya.

Daejang: Mereka pasti telah menyembunyikan diri setelah mendengar kabar tentang Kau.

Jang: Maka akan sulit bagi kita untuk bertemu lagi.

Sunhwa: Tapi kami menemukan beberapa orang yang mungkin tahu Yurim.

Jang: Apakah Kau menemukan orang-orang itu?

Daejang: Tapi …

Jang: Apa itu?

Sunhwa: Mereka semua menghilang bersama-sama pada waktu yang sama.

Jang: Berapa banyak?

Daejang: Sekitar dua puluh. Jadi sebagai gantinya, kami mencari orang yang mungkin mengenal mereka.

Jang: Semua lenyap bersama-sama … salah satu dari mereka tinggal di dekat Achak?

Sunhwa: Ya …

NEXT>

Giroo sedang menyelidiki Jang, mengamati setiap gerakannya, dia mengetahui bahwa Jang sedang bersama-sama dengan Sunhwa.

Jang membiarkan anak buahnya berpesta dengan anggur dan daging babi, dan ia pergi tidur. Kemudian, menyamarkan dirinya sendiri, ia pergi menemui seseorang.

Jang: Apakah Kau tahu siapa Yurim?

Pria: Siapa kau?

Jang: Namaku Jang.

Pria: Bajingan pengkhianat itu?

Jang: Dimana dia, aku harus bertemu dengannya.

Pria: Kau bajingan! Aku tidak tahu di mana dia, dan bahkan jika aku tahu, aku tidak akan memberitahumu. Aku tahu betul kenapa kau mencari dia, jadi mengapa aku harus mengatakannya?

Jang: Kalau begitu aku tidak punya pilihan. (Dengan nada mengancam) Katakan pada Yurim untuk datang menemui aku. Jika tidak, ia dan semua orang yang bersamanya akan diburu.

Pria: (kaget) Apa?

Jang:  Aku tidak akan memberinya banyak waktu, jadi dia lebih baik bergegas. Aku akan bersama-sama dengan pasukan dari kepolisian akan berangkat menuju ke Savisong.

KEMUDIAN

Pria itu mengatakan pada Yurim dan Dooil apa yang terjadi, mengatakan bahwa banyak orang bisa mati karena Jang

Yurim: (sangat marah) .. Aku akan membunuhnya. Dalam nama Pangeran Aja, Raja Weeduk … dan Mugang Taeja!

Setelah berhasil melakukan penyerangan pada satu lokasi dari bandit, Jang mengatakan pada seorang pria untuk menyediakan tempat istirahat bagi dirinya dan anak buahnya  Tapi tak lama kemudian Yurim dan Dooil menyerbu masuk ke kamarnya. Yurim mengancamnya dengan sebilah pedang.

Yurim: (dengan pedang mengarah pada leher Jang) Apakah kau ingin menemuiku?

Iklan

33 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 44

  1. mantap ah..!!!!!!!!!!!1 mas andy.!!!!!!!!!! ditunggu episode slnjtya.!!!!!klo bs skrg y…..
    he.he.he…… 😎

  2. Sy lg Hamil anak k 3 neeh.. Klo anakku nanti cowok, moga aja bisa hebat kayak jang. Klo cewek, moga cantik n pintar kayak Sunhwa… Makasih ya bung Andy, dah ngobatin rasa penasaran…asli sy sukaaa bgt Ceritanya.. Tetap smangat nulisnya…

    • kudoain bayinya sehat dan ntar lahir dengan selamat, kalo cowok moga-moga sifatnya baik dan wajahnya tampan kayak Jang; kalo cewek moga2 sifatnya setia dan penuh cinta dan wajahnya cantik manis kayak Puteri Sunhwa … 😀

  3. Aku smpek g’ bsa ngomong pa2 hbs bca ceritax….deg2kan, takut, penasaran n kasihan nyampur jadi satu bikin lemes…….cm bisa bilang tetap SMANGAT JANG…..
    buat mas Andi Makasih bnyak buat sinopsisnya……

    • priscilia vi, houlengjai ambilnya dari priscilia, aku juga 😛 tapi ada yang kuedit 😀 kalo nda gitu nda bisa cepet kayak gini, abis namatin semua baru ntar kalo masih nutut ada yang kukoreksi lagi 😀

    • iya … itu cicitnya dong yi, ceritanya seru abis 😀 lebih banyak intrik-intriknya dan semuanya kejam-kejam dan ngeri-ngeri, kalo kamu liat ntar bisa marah-marah sendiri 😛

    • besokkk …. mata dah sepet … tinggal 5 watt .. ku boboq dulu deh … lanjutin besok, tak usahakan kayak hari ini, 3 episode langsung nongol 😛

    • boleh boleh, kalo mau dipost ke tempat lain juga gapapa, tapi seperti yang kutulis di atas, minta tolong spy kasih link ke blogku sebagai imbalannya, supaya semakin bnyk orang yg tahu 😀 maklum blog ku masih berumur sebulan lebih 😛

  4. slm kenal ko andy.. Aq suka bgt dg drama korea.. skrg d LBS lg d ptr Huh joon.. Bisa bantu gk sinopsis nya.. udh cari dmn2.. Tp gk ada.. Tll simple.. Tq y..

    • wahahahah ….. ada yang minta juga di FB ku tuh sinopsis dari Hur June, aku bisa kasih sinopsis tapi berupa ringkasan doank, tanpa dialog, soalnya banyak istilah obat-obatan, pengobatan, dan juga istilah akupungtur yang sulit, jadi aku kasih garis besar ceritanya doank 😀 Pusing cari terjemahan nama obat-obatan itu 😛 Mungkin baru bisa kukerjain setelah kasih 2 episode buat Seo Don Yo hari ini …. kumulai dari episode 14 buat besok Senin 😀

  5. Skedar info ni boz..rpnya ptri sunhwa tu adik kandung queen seondeok. N eke rasa cerita si jang ni lebih real dr cerita drama queen seondeok, soale di cerita si jang putri chunmyung *low di seonndeok putri cheunmyeong* jahat na kbangetan, smtara di seondeok luar biasa baiknya trus mate lagi dipanah….

    • Aku khan dah kasih catatan tuh di beberapa episode sebelumnya mengenai hubungan dari Sunhwa, Chun myung, dan Deok man, lupa episode berapa dan juga aku sudah katakan kalau drama Seo Dong Yo dan Queen Seon Deok berkaitan

      Tapi aku nda setuju dengan pendapat vivi, soalnya Seo dong yo khan dilihat dari sisi Baekjae, jadi semua yang berbau Shilla (kecuali Sunhwa) dalam versi Baekjae pasti dianggap sebagai pihak yang “jahat’ dan tidak berperasaan. Sebaliknya di Queen Seon Deok, diceritakan dari pihak Shilla dan berdasarkan versi mereka, ya otomatis semua yang berbau Shilla jadi ‘pihak baik’ dan Baekjae adalah ‘pihak yang jahat’, itu menurutku sih 😀

      Sebagai tambahan, Kim Yu Shin, panglima Shila yang terkenal itu, juga nantinya bertempur melawan Jang, tapi nda diceritakan di sini, dan akhirnya Yu shin berhasil mengalahkan Raja (?) setelah Jang, anaknya Jang dengan Sunhwa (sori lupa namanya), sehingga Baekjae hancur dan keluarga kerajaan lari ke Jepang untuk minta perlindungan dan bantuan. Nanti pas akhir dari episode ini akan kukasih info tambahan mengenai keturunan dari Baek jae yang lari ke Jepang, jadi tunggu aja ya 😀

    • kebangetan kalau aku sampai ‘mbangkong’ (istilah orang jawa buat tidur kesiangan) …. 😛 Dah bangun dari jam 5 pagi tapi sibuk …. jadi nyuri-nyuri waktu buat sinopsisnya 😛

    • hahahah … aku juga ga tau … masih lom liat videonya sampe tamat, kalo sinopsis sih sudah liat sampe tamat 😛

  6. waah td nonton ep 44 d LBS trnyata ada kissing sceneny loh,pdhal di sinny gk ada..waduh malu bngt sm abahku..soalny td nonton bareng keluarga..aku kaget jg

    • wkwkwk tapi bukan parno lagi ah … menurutku scene ciuman kasih sayang gapapa asall jangan yang ‘nafsu’ :P, lagipula kalau dipotong jadi kurang ada gregetnya 😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s