Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 45

Yurim (mengarahkan pisau ke leher Jang): Apakah kau ingin menemuiku?

Dooil: Kakak, ini aku. Jangan membuat suara apapun dan ikuti aku.

(Mereka mengikat Jang dan membawanya pergi.)

Yurim: Kau mengkhianati Pangeran Aja dan Raja Weeduk, tapi lebih dari semuanya itu, Kau mengkhianati harapan rakyat. Jadi, aku akan membuat Kau membayarnya dengan hidupmu demi kebaikan semua orang. Dan aku akan menggantung tubuhmu agar semua orang melihat.. Lanjutkan sekarang.

Pemberontak: Ya!

Jang: Tunggu! Tidak peduli apapun yang aku katakan, kau tidak akan percaya padaku. Sebelum membunuhku, ada seseorang yang aku ingin kau temui. Setelah kau bertemu dengannya, kau akan mengerti.

Pemberontak: Aku dengar kalau dia selalu menemukan cara untuk bertahan hidup. Tapi itu tidak akan berhasil pada kami.

Dooil: Apakah dia berbohong atau tidak, tidakkah kita seharusnya memeriksa kalau-kalau ia mengatakan yang sebenarnya?

Yurim: Aku harus bertemu dengan siapa?

Pemberontak 2: Dia mau menipu kita. Kita tidak perlu repot-repot menurutinya!

Yurim: Siapakah yang dapat menjelaskan kepada kita mengenai pengkhianatanmu ini?

Jang: Wangoo Boojang. Wangoo Boojang masih hidup.

Yurim: Wangoo Boojang … pengawal pribadi Raja Weeduk yang itu?

Jang: Ya.

Pemberontak 1: Tuan pengawal sudah mati bersama dengan raja. Dia pasti sedang berbohong. Jangan dengarkan dia.

Jang: Dia masih hidup. Aku tetap berhubungan dengan dirinya.

Dooil: Aku ingin membunuhnya sekarang, tapi … bagaimana jika dia mengatakan yang sebenarnya?

Pemberontak 3: Taejanim (Tuanku pangeran), polisi datang menyusul kita! Mari kita pergi!

Pemberontak 2: Putuskanlah sekarang. Kita harus pergi!

Pemberontak 1: Cepat. Mari kita bunuh dia dan kita melarikan diri dari sini!

Yurim: Datanglah ke Younsando sebelum tengah malam. Aku harus melihat Wangoo Boojang dengan mataku sendiri. Jangan mencoba melakukan tipu daya padaku. Jika Kau merencanakan sesuatu untuk menangkap kami, aku bersumpah kau akan mengikuti aku ke kuburan.

Jang: Jangan khawatir.

Yurim: (Pada rekan-rekannya) Ayo lekas kita pergi!

(Polisi datang dan melepaskan ikatan Jang)

Petugas: Beraninya mereka menyerang wilayah kita? Apakah orang-orang ini orang yang menyebarkan pemberitahuan tertulis?

Jang: Mereka bagian dari kelompok yang kita tangkap beberapa hari lalu. Mereka mencoba menculikku untuk digunakan sebagai tebusan untuk ditukarkan dengan teman-teman mereka yang ditahan .

KEMUDIAN

Jang menemui Yurim tengah malam, Wangoo berjanji akan datang menyusulnya.

Yurim: Aku masih percaya kalau kau seharusnya sudah mati. Apakah Wangoo Boojang membiarkan Kau melakukan ini?

Suara Wangoo: Kami datang.

Yurim: Boojang!

Wangoo: Apa ini?

Jang: ini adalah orang-orang yang menyebarkan tulisan-tulisan itu.

Yurim: Namaku Yurim. Aku adalah seorang bawahan dari Pangeran Aja. Jika aku tahu kau masih hidup, aku akan secepatnya datang untuk menemuimu

Wangoo: Aku telah gagal melindungi rajaku. Berdirilah!

Yurim: Apa yang terjadi? Melihatmu ada di sini dengan Petugas Jang membuat aku berpikir seharusnya ada alasan untuk pengkhianatannya. Orang-orang sekarang sedang kehilangan harapan dan bingung karena apa yang telah dilakukan Petugas Jang. Dia seharusnya memilih mati dengan terhormat. Maka orang-orang akan tahu bagaimana kejamnya raja yang sekarang ini. Itu tugasnya sebagai bawahan yang setia kepada Raja Weeduk dan Aja Taeja..

Wangoo: Kau benar. Itu adalah tugas dari bawahan yang setia.

Yurim: Lalu bagaimana kau bisa membiarkan pria ini melakukan pengkhianatan seperti ini? (Wangoo mengawasi sekeliling ruangan, Yurim mengerti maksudnya) Semua orang-orang di sini adalah kepercayaanku dan aku membutuhkan mereka di sini. Katakan apa alasannya?

Wangoo: Jika ia adalah seorang bawaha, itu memang tugasnya untuk mati bagi rajanya. Tapi dia bukanlah seorang bawahan!.

Yurim: Dia bukan bawahan? (Berpikir) Apakah kau ingin mengatakan kalau dia  …?
Tuanku! Tuanku Mugang Taeja!

Wangoo: Ya … Dia ini adalah Mugang Taeja. Sebelum Raja meninggal, beliau mengangkatnya sebagai pewaris tahta satu-satunya, Mugang Taeja.

Yurim: (berlutut) Tuanku! Tuanku Mugang Taeja! (Semua orang berlutut memanggil ‘tuan.’ padanya) Aku tidak tahu … Aku sungguh-sungguh tidak tahu! Aku mungkin akan melakukan kesalahan yang paling mengerikan dalam hidupku!

Dooil: Kakak, apa artinya ini?

Jang (menyentuh Yurim): Tidak, aku benar-benar tergerak oleh semangat dan pengabdianmu. Tolong, berdirilah. Bantu aku. kumpulkanlah kemarahan rakyat, kumpulkanlah harapan mereka, dan jadilah kekuatan yang dapat membantu aku memulai dari awal lagi..

Yurim: Ini kehormatanku, Tuanku!

Dooil: Kakak … oh tidak … Tuanku … Aku agak kuat. Apakah tidak ada cara bagiku untuk kau gunakan?

Jang: Jadilah pengawalku.

Dooil (melompat dengan sukacita): Seperti benang untuk jarum. Kemanapun kakakku pergi …. maksudku kemanapun Tuanku pergi … Dooil pergi, kakak … maksudku Tuanku … Aku akan menjagamu dengan segenap kekuatanku!

KEMUDIAN

Raja mendengar dari Heukjipyung kalau Jang terus menangkapi begitu banyak bandit sehingga dia seperti seorang pemburu. Giroo terkejut mendengar kalau Jang pernah ‘hampir’ diculik dan merasa ada sedikit kejanggalan, “Bagaimana mereka bisa membiarkan dia pergi?”

Yurim dan para pemberontak bertemu dengan Jang lagi. Jang mengatakan kepada mereka kalau mereka harus menghentikan kegiatan mereka untuk sementara. Ketika ditanya apa yang akan terjadi pada orang-orang yang ditangkapi, Jang mengatakan kepada mereka kalau dia ingin mengirim mereka ke Wansando.

Jang: Aku akan membangun pasukan di sana.. Wangoo Boojang, Tolong kau latihlah anak buah dari Yurim. Karena Kau seorang yang berpengalaman, kau seharusnya dapat melatih mereka dengan cepat, kan?

Wangoo: Ya! Selama mereka memiliki dasar-dasarnya, aku tidak akan menemui banyak masalah.

Yurim: Semua anakbuahku sudah cukup mendapatkan pelatihan dasar sebelumnya.

Daejang: Itu berarti lebih dari cukup untuk saat ini. Jika orang-orangku dan Yurim pergi ke Wansando, kita akan dapat memberi pukulan pada jantung kekuasaan mereka.

Jang: Tapi yang paling penting adalah untuk membantu Guru Mokrasu menyelesaikan misinya. (Kepada Sunhwa) Apakah Kau menemukan mereka?

Sunhwa: Aku sudah mencari-cari tapi itu tidaklah mudah.

Yu-rim: Apa yang sedang kau cari?

Sunhwa: Aku sebenarnya berencana untuk meminta pertolonganmu. Kami mencari para sarjana bijaksana yang dapat menuliskan hukum dan peraturan di setiap kota. Itu lebih penting daripada menjadi raja, kan? Apakah Kau tahu orang-orang seperti itu?

Yurim: Tuanku!

Jang: Ya?

Yurim: Sekarang setelah aku melihat dan menemui Tuanku, semua ketakutan dan kekhawatiran di dalam hatiku menghilang. Ada sesuatu yang belum sempat aku beritahukan padamu, Tuanku.

Wangoo: Apa itu?

Yurim: para pejabat Pemerintah yang berhenti dan menghilang pada saat yang bersamaan dengan aku meninggalkan Istana adalah para pengikut Pangeran Aja. Ketika Pangeran Aja masih hidup, dia mengumpulkan para pejabat pemerintah yang bijaksana dan memerintahkan mereka untuk menulis hukum dan peraturan untuk masing-masing kota.

Wangoo: Itu memang seperti sifat dari Pangeran Aja.

Yurim: Setelah itu, kami tercerai-berai, tapi hati kami masih bersatu.

Jang: Itu memang seperti saudaraku, itu memang sifat dari kakakku. Dia membantuku  bahkan sekarang saat aku membutuhkan. Benar-benar dia adalah kakakku … Beritahu aku di mana lokasi dari para sarjana yang bijaksana itu, dan biarkan para sarjana itu tahu mengenai diriku dan maksudku sebelum aku menemui mereka.

Yurim: Apa yang harus aku katakan pada mereka?

KEMUDIAN

Banyak orang ditangkapi atas perintah Jang. Seorang petugas pemerintah yang mengurusi perdagangan, petugas dalam bidang sosial, seorang ahli dalam persenjataan dan perbekalannya.

Heukjipyung: Yang Mulia, Jang meminta waktu untuk berbicara denganmu secara pribadi. Apa yang harus kukatakan padanya?

Raja: Terlalu cepat untuk itu. (Berjalan ke luar, menemui Jang), Apa yang ingin kau bicarakan denganku secara pribadi

Jang: Yang Mulia! Ketika aku melacak para perampok barang-barang, aku juga berusaha terus mencari orang-orang yang menyebarkan tulisan-tulisan yang melecehkan Yang Mulia..

Raja: Lalu?

Jang: Lalu aku teringat dengan apa yang dikatakan oleh Aja Taeja …..

Raja: Apa itu?

Jang: Bahwa ada sekelompok pejabat pemerintah yang sangat setia kepadanya.

Raja: Pejabat pemerintah yang mengikuti Aja? Siapa mereka?

Jang: Dia tidak memberitahu aku siapa mereka, tapi aku menemukan sesuatu sementara mencari mereka. Banyak pejabat lenyap bersama-sama ketika Aja Taeja meninggal, yang kemudian diikuti oleh wafatnya Raja Weeduk, dan mereka termasuk dalam sebuah kelompok yang disebut Sandang.

Raja: Mereka hilang tanpa kabar secara bersamaan?

Jang: Mereka mengenal Guru Mokrasu dan aku dengan baik. Pastilah mereka yang menjadi dalang dari semua tulisan itu. Sekarang, aku telah menangkap tiga orang dari mereka. Setelah itu, aku berencana untuk menangkap mereka semua, dan aku ingin mengirim mereka ke pulau penjara Wohsando. Jika Kau membunuh mereka sekarang, suara protes dari rakyat mungkin akan timbul kembali, jadi aku pikir lebih baik untuk mengirim mereka ke pulau itu untuk sementara. Kau bisa  mengeksekusi mereka nantinya.

Raja: Kau ingin berbicara secara pribadi denganku mengenai masalah ini?

Jang: Tidak!

Raja: Lalu?

Jang: Aku ingin meminta padamu, jika aku menangkap mereka dan mengirim mereka semua ke pulau penjara … maka bebaskanlah Guru Mokrasu! Kumohon setidaknya ampunilah jiwanya. Aku akan menebus semua kesalahan yang kubuat terhadapmu di masa lalu. Kasihanilah Guru Mokrasu. Yang Mulia.

Raja: Aku akan memanggilmu untuk membicarakan hal ini lagi setelah kau menangkap semua pejabat pemerintah yang menghilang itu.

Jang: Tuanku!

Raja: Kau bisa pergi sekarang!

BERIKUTNYA

Raja: Betapa menakutkannya pria itu! Begitu ia memutuskan untuk melakukan sesuatu, ia tidak pernah berpaling ke belakang dan menyesalinya.

Heujipyung: Itu karena Guru Mokrasu sehingga dia melakukan hal seperti itu. Kau melakukannya dengan baik dengan menahan Guru Mokrasu sehingga Jang tidak berkutik..

KEMUDIAN

Dooil menunjukkan para tahanan pada Jang. Jang mengatakan pada Dooil bahwa ada satu orang lagi yang harus ditangkap oleh mereka.

KEMUDIAN

Ibu Wooyoung sedang mencaci Jang karena telah pengkhianat dan tak berperasaan. Wooyoung menyahutinya dengan mengatakan kalau  semua itu tidak berarti apa-apa.

Wooyung: Karena itu tidak sesederhana seperti yang terlihat. Dia pasti sedang mempersiapkan sesuatu.

KEMUDIAN

Sadokwang terus bertanya-tanya dalam hati mengapa Jang bisa begitu banyak berubah dalam waktu yang singkat. …

KEMUDIAN

Di Akademi Sains, Jang mengerahkan anakbuahnya untuk menangkap Mojin. Banyak orang tidak bisa mempercaya kejadian ini.

Jang: Kau akan ditahan karena pengkhianatan kepada negara atas perintah raja, dan kau akan dikirim ke pulau penjara.

Woosoo: Pengkhianatan? Apa maksudmu?

Jang: Instruktur Mojin pasti sudah tahu.

Gomo: Kami sangat menderita ketika Giroo mengkhianati kami. Bagaimana Kau bisa melakukan itu juga?

Jang: (pada anakbuahnya) Bawa dia pergi!

Woosoo: Jang, Kau tidak boleh melakukan ini! Kau tidak boleh!

Jang pergi diikuti anakbuahnya yang menggiring Mojin.

KEMUDIAN

Eunjin: Tidak! Aku tidak bisa percaya ini.

Makdosu: Bajingan itui!

Bumro: Apakah Kau yakin dengan apa yang sudah Kau lihat?

Woosoo: Ya, aku berharap aku tidak melihatnya.

Eunjin: Apakah Kau yakin itu Jang? Apakah Kau yakin?

Woosoo: Aku sudah memberitahumu!

Eunjin: Ibu, ibu!

KEMUDIAN

Makdoau (meraih leher Jang, berusaha mencekiknya): Kau bajingan, bagaimana Kau bisa melakukan ini? Orang bilang kau anjing. Apakah Kau benar-benar berubah menjadi anjing?

Dooil: Hey kau!

Jang: Biarkan dia …

Makdosu: Oh, Bumsaengku … Oh, Bumsaengku … Kau mati supaya bajingan ini tetap hidup. Kau mati supaya dia hidup, tapi kebaikanmu itu menjadi sia-sia! Kau seharusnya tetap hidup dan anak setan ini yang seharusnya mati! Oh, Bumsaengku!

Semua orang menangis untuk Mojin

Makdosu (pada Jang): Kau anjing!

BERIKUTNYA

Mojin: Mengapa kau melakukan ini?

Jang: Kau bertanya siapa aku. Itulah jawabannya. (Kepada Dooil) Siapkan keberangkatan ke pulau penjara..

KEMUDIAN

Giroo mendengar kalau Mojin akan dikirim ke pulau penjara. Giroo semakin curiga kalau ada sesuatu yang janggal. Giroo memberitahu raja kalau Jang tidak pernah bisa mengkhianati Mojin karena ia menganggap Mojin sebagai pengganti dari ibunya. Heukjipyung mengatakan bahwa Giroo tidak memiliki hak untuk mengatakan hal seperti itu karena Giroo sendiri juga melakukan hal yang sama dengan Jang, mengkhianati Guru dan teman-tamannya..

Putri Wooyoung datang untuk menemui Jang, memberinya baju perang anti-pedang dan meninggalkannya. Dooil datang untuk memberitahu Jang kalau para tahanan sudah siap untuk pergi, tetapi Jang menegurnya untuk berbicara pada tahanan itu dengan hormat. “Perhatikan bahasamu!”

KEMUDIAN

Makdosu: (ketika Mojin sedang digiring ke atas kapal) Bagaimana Kau dapat melakukan ini? Bagaimana bisa? Mojin seperti ibumu. Dia mungkin keras padamu tapi dia memiliki hati yang besar. Jang! (Sambil menggoncangkan pundak Jang) Bebaskan Mojin! Bawa dia kembali, bawa dia kembali! Bawa dia kembali! Kau harus membawa dia kembali!

Jang (kepada asistennya): Mari kita pergi! (Melepaskan diri dari Maekdosu dan pergi bersama-sama anakbuahnya.)

KEMUDIAN

Mojin ingat perkataan Jang, “Kau bertanya siapa aku? Itulah jawabannya?

Mokrasu mengingat surat yang diberikan Jang padanya. Mokrasu sekarang menjadi sangat populer di kalangan para penjaga penjara di pulau itu.. Kemudian sebuah perahu tiba dengan tahanan lagi. Mokrasu melihat Mojin. Penjaga penjara yang baru datang memberitahu yang lain bahwa tahanan selanjutnya akan datang lebih banyak, sehingga mereka perlu membangun pondok lagi.

Mokrasu: Bagaimana kau bisa di sini? Bagaimana bisa? (Mojin meraih tangan Mokrasu dan memberikan satu set buku yang ia sembunyikan di balik bajunya) Apakah Jang yang mengirim ini?

Mojin: Ya.

KEMUDIAN

Mojin: Kau bilang itu karena Jang tapi bukan karena dia Jang. Apa artinya? Aku bertanya pada Jang sebenarnya siapa dirinya. Dan dia mengatakan bahwa ini adalah jawabannya. Guru, apakah dia …? Apakah Jang adalah putera ke-4 dari raja, yang tersembunyi? Itulah satu-satunya penjelasan dari semua ini. Benarkah itu?

Cara Yeongamo meninggalkan dirimu begitu tiba-tiba, cara kau mencoba untuk menyelamatkan Jang, sehingga menempatkan kehidupanmu sendiri pada garis kematian untuk melindungi dia. Apakah itu karena dia Pangeran Ke-4?

Mokrasu: Ya, kau benar.

Mojin: Apa ?! Mengapa tidak kau katakan padaku sebelumnya? Mengapa Kau menyembunyikan ini dariku? Apakah Kau pikir aku tidak akan mengikutinya karena dia putera Yeongamo? Apakah Kau takut kalau aku akan mencelanya, dibutakan oleh kecemburuanku terhadap Yeongamo?

Mokrasu: Mojin …

Mojin: Aku merasakan kepahitan di hatiku terhadap kau, lagi dan lagi, pikiranku begitu penuh dengan rasa sakit dan  pahit sehingga aku tidak bisa memikirkan hal lain. Mengapa kau membiarkan ini? Kenapa kau tidak menjelaskannya kepadaku?

Mokrasu: Aku tidak ingin kau tahu. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kami. Bagaimana aku bisa memintamu untuk berbagi beban yang sedemikian besar denganku? Apa yang pernah aku lakukan untuk dirimu? Siapakah aku ini sehingga meminta kau untuk menanggung beban itu bersama denganku?

Mojin: Guru … Guru! (Mojin memeluk Mokrasu ….. akhirnya kesalahpahaman di antara mereka berdua hilang, demikian juga kepahitan Mojin terhadap Jang)

KEMUDIAN

Eunjin mengatakan pada Jang kalau Maekdosu sedang mencoba untuk bunuh diri Jang segera berlari untuk menemuinya.

Bumro: Ayah, ayah! Mengapa kau melakukan ini? Kau akan menenggelamkan dirimu sendiri. Ayo, mari kita kembali.

Makdosu: Aku tidak ingin hidup. Tidak ada alasan bagiku untuk hidup lagi .

Bumro: Ayah, mengapa kau melakukan ini? Ayah …

Makdosu: Bawa aku ke danau itu … Biarkan aku pergi!

Bumro: Ayah, jangan lakukan ini!

Jang: Tuan, tuan! Kau tidak boleh melakukan ini. Tuan, Kau tidak boleh melakukan ini.

Bumro: Biarkan aku pergi, bangsat!

Jang: Jangan lakukan ini. Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang!

Makdosu: Bawa aku ke danau itu. Bawa aku ke sana, Kau bajingan! Biarkan aku pergi!

Dooil: Apa yang terjadi di sini! Mari kita bawa dia kembali! Mari kita pergi!

Makdosu: Biarkan aku pergi! Ohhh …. Ya Tuhan! Oh! Oh …. Ya Tuhan…. ! Aku tidak ingin hidup lagi!

Eunjin: Apakah kau baik-baik saja?

Makdosu: Jangan hentikan aku. Jangan hentikan aku!

Jang: Tuan … Kau seperti ayah bagiku … Kau tidak boleh seperti ini.

Makdosu: Ayahmu? Ya, aku tidak menyalahkan Kau ketika Bumsaeng anakku meninggal. Itu karena aku menganggapmu sebagai salah satu anakku juga. Tapi sekarang, semua yang tertinggal padaku adalah penyesalan. Kau menangkap Mokrasu dan Mojin, yang seperti orang tuamu. Aku tidak tahu lagi. Jadi aku harus mati. Itu semua yang tersisa dariku. Jadi jangan hentikan aku.

Jang: Tuan, jangan lakukan ini. Baiklah, aku akan memberitahumu sesuatu …

Dooil: Kakak,  jangan … !

Jang: Aku akan memberitahumu!
Makdosu: Apa yang ingin kau beritahukan padaku?

Jang: Sebenarnya … Aku adalah Putera Ke-4!.

Eunjin: Apa? Apa yang dia katakan?

Bumro: Bahwa dia adalah Putera Ke-4!.

Makdosu: Apakah Kau mengubah namamu? ( hahahahaha ….. pikiran Maekdosu lagi ‘butek’  …. Bisa-bisanya orang punya nama Putera Ke-4 …. Dasar :D  )

Jang: Aku putera ke-4 dari Raja Weeduk.

Makdosu: Putra ke-4? Yang dicari semua orang? Penyebab semua masalah yang begitu banyak? Kau adalah Putera Ke-4 yang itu?

Jang: Ya …

KEMUDIAN

Eunjin, Maekdosu dan Bumro baru sadar dari keterkejutan mereka. Maekdosu sangat bangga, mengingat Jang mengatakan kalau dia seperti seorang ayah bagi Jang. Sunhwa datang untuk memberitahu mereka untuk terus bertindak seolah-olah tidak terjadi apapun, tapi tetap mendukung Jang karena ia memang membutuhkannya..

Di pulau penjara, ‘misi’ dimulai … Para mantan pejabat pemerintah memperkenalkan diri mereka kepada Mokrasu.

Mokrasu: Kita harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah dimulai oleh Aja Taeja! Para penjaga tidak akan mengamati kita terlalu dekat, tapi kita masih harus sangat berhati-hati.

KEMUDIAN

Wangoo sedang melatih anakbuah dari Yurim, sementara di lain pihak, Giroo juga sedang menambah jumlah pasukannya. Sunhwa terus berusaha berteman dengan raja. Giroo terus mencari-cari sesuatu yang salah tapi tak menemukan apa-apa.

Ketika raja mengumumkan kalau ia telah memutuskan untuk mengampuni Jang, menghapuskan semua kesalahannya di masa lalu berkat pengabdiannya yang sekarang, Giroo meminta raja untuk mengangkat Jang sebagai Dalsolnya. Putri Wooyoung ditunjuk menjadi direktur dari Akademi Sains.

Ketika Jang menemui Giroo, menanyakan alasan dari permintaan Giroo kepada raja, Giroo mengatakan pada Jang kalau para anggota Dewan Menteri sudah menjawabnya: dalam rangka untuk mengawasi dia lebih dekat, dan mendapatkan seseorang yang memang berkemampuan di bawah kepemimpinan Giroo.

Giroo: Sekarang, aku akan beristirahat, jadi awasi para prajurit untuk sementara.

KEMUDIAN

Puteri Wooyoung sedang mencari kain yang indah yang akan digunakan sebagai bahan membuat baju untuk Jang Sementara itu, Heukjipyung memperkenalkan Jang kepada Sunhwa. (mulai lagi deh sandiwara ‘tidak saling kenal’😛 )

Heukjipyung: Petugas Jang sedang melakukan pekerjaan yang besar. Jenderal Giroo kelihatan semakin lebih tua saat ini. Tapi tunggu … Kalian berdua bisa menjadi pasangan yang sempurna. (Pada Jang) Apa yang Kau pikirkan tentang diri Pedagang Jin? (Jang hanya diam saja, kemudian pada Sunhwa) Bagaimana sekarang Pedagang Jin?

Sunhwa: Ah … Apakah kau akan memperkenalkan kami?

Heukjipyung: (Pada Jang) Jadi kau tidak menyukainya, ya? Petugas Jang, apa kamu malu?

Jang: Tidak, bukan itu, hanya …

Heukjipyung: Ha ha, siapa tahu? Tunggu saja dulu, aku akan segera kembali. (Heuk meninggalkan mereka berdua).

Jang: Aku berkeringat seperti orang sinting. Mengapa kau melakukan ini?

Sunhwa: (mendekati Jang dan meraih tangannya) Aku melakukannya karena aku tidak melihatmu selama beberapa waktu. (Jang sedang mencoba untuk menarik kembali tangan yang dipegang oleh Sunhwa) Tapi Seodong, aku dengar kalau baju perang anti-pedang, yang diberikan oleh Puteri Wooyung padamu, kau berikan pada Dooil?.

Jang: Ya …

Sunhwa: Dia akan terluka hatinya.

Jang: Tapi …

Heukjipyung datang kembali dan terus memuji Sunhwa, memberitahunya bahwa dia adalah wanita cerdas yang belum pernah ia temui sampai sekarang. Sementara itu, Giroo pergi ke pulau penjara untuk melakukan penyelidikan … tapi tidak menemukan apa-apa.

KEMUDIAN

Puteri Wooyoung memberikan Jang baju yang ia buat sendiri, dengan mengerjakannya saat malam hari selama tiga hari berturut-turut. Jang menolak hadiah tersebut. Wooyoung pergi meninggalkannya … tapi kemudian dia kembali kepada Jang, mencoba untuk memaksa menerima hadiahnya. Giroo dipenuhi rasa ingn tahu sehingga diam-diam ia mendengarkan dari luar ruangan …

Wooyoung: (pada Jang dengan nada memaksa) Ambil ini. Jika Kau ingin hidup, terimalah ini. Aku tahu … Aku tahu semuanya!

Giroo: (Berbicara pada dirinya sendiri) Dia tahu semuanya?

12 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 45

  1. Akhirnya……….pd episode kali ini (episode 45), Q ngerasa sedikit agak lega, cz smakin bnyak yg tau tentang identitas jang dan kekuatan jang pun sdh mulai kembali……
    sekedar info klo dari drama korea yg berbau kerajaan yg pernah Q liat, aku pling suka ma ni drama (Song Of The Princes) drpd yg lainnya coz selain ceritanya yg bagus, akting para pemainnya yg begitu menjiwai shg berhasil mengocak-ocak emosi pemirsa and yg pling penting lagi adl tokoh utamanya yg cakep n cantik yaitu “JO HYUN JAE (pemeran Jang) and LEE BO YOUNG (pemeran putri sunwa)……wahhhh….sungguh cocok kalian berdua…….CAYO…..CAYO…..

    ayo mas Andi Lanjutkan episode selanjutnya………..makasih banyak jasa mas Andi tak kan ku lupakan…….SMANGAT….

  2. Setuju ma dian,,,low akyu ni drama kedua yg oke ttg kerajaan, sblmnya drama jangeum..mang yg ada sangkut2 ma jang oke punya…:)

  3. SIPPPPP JOZZZZ……..poko’x apapun alasannya drama korea Song Of The princes mang yg pling Sipppppp……..I LIKE THISSSSSS…..
    thanks buat vivichan yg udh dukung………CAYOOOOO…..

  4. hebat…hebat…hebat… jang memang jenius…., perlu dicontoh nic…semangatnya, ketabahannya, perjuangan cintanya, cara berfikirnya…..aq salllllllllllllluuuuuuuuuuuuut ma jang……

      • iya dec salut juga ma mas andy …. !! pasti puzzziiiing buat sinopsisnya, dari nerjemahinnya, sampe ngatur waktu untuk uppload data….. hehehr… Jempol 5 dec buat mas andy…😉

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s