Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 46

Wooyoung: Ambil ini dan cobalah. Aku tidak tahu ukuran tubuhmu..

Jang: Aku tidak bisa menerimanya.

Wooyoung: Aku membuatnya sendiri, untuk pertama kalinya.

Jang: Itu sebabnya aku tidak boleh menerimanya.

Wooyoung: Ambil saja. Jika Kau ingin hidup, ambillah! Aku tahu semuanya … Aku tahu semuanya….

Giroo (menguping): Dia tahu semua?

Wooyoung: Ambil ini tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ini adalah satu-satunya ya cara untuk mempertahankan cintaku dan datang padamu Tidak ada cara lain. Tidak, aku tidak ingin memberimu cara yang lain. Aku tidak ingin memohon lagi. Atau lebih tepatnya, jika permohonanku tidak berhasil, maka aku harus memaksamu menerimaku.

Mimpi yang Kau miliki bersama dengan Pedagang Jin tidak akan bisa terwujud, jadi lupakan saja. Kirim Pedagang Jin kembali ke Shilla. Karena menghormati kalian berdua, ini adalah yang terbaik yang bisa aku lakukan, dan satu-satunya cara kalian berdua agar bisa tetap hidup.

Giroo berpikir kalau Wooyoung  baru saja mengetahui kalau Sunhwa berasal dari Shilla. Dia takut kalau identitasnya akan terungkap juga, atau jika Sunhwa mengadu, dia mungkin mengatakan kepada raja mengenai asal-usulnya, sehingga Giroomeminta ayahnya untuk mengamati gerakan dari pihak Sunhwa lebih hati-hati lagi.

KEMUDIAN

Jang menyadari apa maksud dari perkataan Wooyoung sehingga ia pergi untuk melnemui Wooyung di ruangannya, tapi Wooyung tidak ada di sana. Wooyung ternyata menemui Sunhwa..

Wooyoung: Kembalilah ke Shilla.

Sunhwa: Puteri …

Wooyoung: Aku seharusnya mengatakan hal ini sebelumnya.

Sunhwa: Apa maksudmu?

Wooyoung: Kembalilah ke Shilla.

Sunhwa: Aku tidak bisa.

Wooyoung: Aku tahu kalau Jang adalah Pangeran Ke-4. Apakah Kau perlu mendengar lebih banyak lagi? Jika aku tidak diam saja, dia tidak akan hidup. Tanpa bantuanku, dia tidak bisa menjadi raja. Dan bahkan jika ia menjadi raja, Kau tidak bisa menikah dengannya karena kau orang biasa dari Shilla. Jika Kau benar-benar peduli pada Jang, ucapkanlah selamat tinggal kepadanya. Setelah menyaksikan cinta kalian berdua satu sama lain, aku pikir  aku tidak perlu menunggu terlalu lama.

Datanglah ke pelabuhan besok pukul 5 pagi. Aku akan mengirim Kau ke Shilla sendiri. Jika Kau tidak muncul, aku akan pergi langsung ke raja dan menceritakan semuanya.

Giroo mendengar beberapa perkataan dari Wooyung kepada Sunhwa, tapi tak begitu jelas.

KEMUDIAN

Yurim dan Daejang terkejut mendengar permintaan dari Wooyung, mereka mengatakan kalau Sunhwa harus memberitahu sang pangeran dan memutuskan sesuatu dengan cepat. Sunhwa mengatakan kepada mereka bahwa ia akan memberitahu Jang, sehingga meminta mereka untuk tidak menceritakannya pada Jang sampai Sunhwa memutuskan untuk memberitahunya. Sunhwa meminta mereka memberikan waktu untuk berpikir padanya.

KEMUDIAN

Jang: Kalian semua ada di sini?

Yurim dan Daejang: Ya …

Sunhwa: Ada terlalu banyak orang mengawasi di luar. Mengapa kau datang kemari?

Jang: Aku hanya lewat …

Sunhwa: Kau tidak bisa mampir kemari setiap kali kau dekat dengan tempat ini. Kau justru harus lebih berhati-hati jika Kau ingin mencapai hal-hal yang lebih besar.

DI LUAR

Jang: Mengapa kau mendorongku pergi?

Sunhwa: Aku tidak mendorongmu pergi … (Dia mengambil cincin dari jari Jang).

Jang: Mengapa kau melakukan ini?

Sunhwa: Aku akan mengambil ini untuk sementara waktu.

Jang: Apa?

Sunhwa: Bila Kau melihat cincin ini Kau selalu memikirkan aku, sehingga Kau berlari untuk menemui aku. Bukankah begitu? Seorang pria yang bekerja untuk tujuan yang besar tidak akan terganggu dengan hal semacam ini. Aku akan memberikannya kembali kepadamu setelah kau berhasil menyelesaikan semuanya.

Jang: Kau tidak bisa melakukan ini.

Sunhwa: Mengapa tidak? Aku yang memberikannya kepadamu, sehingga aku bisa mengambil kembali jika aku mau.

Wangoo Moojang juga mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Yurim memberitahu Wangoo dan Daejang kalau Pedagang Jin tidak ingin pergi, mereka harus membunuh Puteri Wooyoung. Daejang memberitahu Yurim kalau Jang mengetahuinya, dia bisa pergi mengejar Pedagang Jin. Meskipun sangat berisiko untuk menemuinya, Wangoo Moojang memutuskan untuk berbicara dengan Pedagang Jin. Dia mengatakan pada Yurim untuk mempersiapkan anak buahnya untuk berjaga-jaga.

Giroo berpikir kalau seseorang bersembunyi di dalam satu kotak bersusun … Wangoo masuk melalui pintu yang lain … ia berbicara dengan Sunhwa.

Wangoo: Kita semua tahu seberapa dalam cintamu untuk Seodong-Gong dan semua yang telah Kau lakukan untuknya. Tidak satupun dari kita akan melupakan ini. Karena saat ini adalah masa-masa yang sangat menekannyai, Kau harus kembali ke Shilla dan menunggu.

Sunhwa: Aku berasal dari Shilla … Jika Seo Dong Gong menjadi raja, akankah kau dan anggota Dewan Menteri lainnya memberikanku kesempatan untuk kembali padanya? Aku percaya pada hati Seodong Gong, tapi aku tidak percaya pada peraturan Istana! Aku tidak takut untuk pergi sekarang, tapi begitu ia menjadi raja … Aku tidak mengetahui apakah ada dari kalian yang akan mendukungku jika aku ingin kembali padanya …Jika aku tidak tinggal di sini, aku bahkan mungkin akan kehilangan kesempatan tipis yang aku miliki sekarang, dengan hanya berada di sisinya, dan menjaganya.

Wangoo: Aku tidak dapat menjamin apa yang akan terjadi kemudian, tapi aku dapat meyakinkan Kau bahwa aku, dan semua orang yang terlibat dalam revolusi ini, akan mendukung dirimu. Percayalah. Tapi sekarang … Semua menjadi sulit. Ini adalah masa-masa yang sangat penting, dan fakta bahwa Puteri Wooyoung tahu semuanya bisa menghancurkan segalanya. Kau harus memutuskan!.

Sunhwa: Bagaimana jika aku menolak?

Wangoo: Kami akan melakukan salah satu dari dua hal. Kami tidak peduli kalau itu berbahanya, entah kita harus membunuh Puteri Wooyoung, atau memaksa Kau untuk pergi. Tapi aku tahu seberapa banyak Kau peduli untuk pangeran kami, jadi aku percaya Kau akan membuat keputusan yang tepat.

Chogee mengeluh bahwa setelah semua yang telah dilakukan oleh Tuan Puterinya untuk Seodong Gong, bagaimana bisa semua orang memperlakukan Sunhwa secara tidak adil seperti ini. Sunhwa berdiri, tampaknya siap untuk berbicara dengan Jang …

KEMUDIAN

Dooil: Itu masalah yang sangat mudah dipecahkan, ketika Puteri Wooyung sedang melihatmu, pakaila baju yang diberikannya. Ketika Pedagang Jin yang melihatmu, lepaskanlah baju itu. Hidup sangatlah mudah seperti itu. Ketika ada masalah datang, goncangkanlah sampai hilang. Ketika masalah lain datang, lakukan sebaliknya. Dan setelah kau menjadi Raja, kau dapat memikirkan masalah yang lain nantinya. Lakukanlah ini dan itu, sehingga waktu akan berlalu dan kau tiba-tiba sudah menjadi tua tanpa terasa. (Jang berdiri) Kenapa? Apakah kau akan pergi ke suatu tempat?

Jang: Ya, aku akan ke rumah Pedagang Jin, jadi janganlah menungguku, kau tidurlah dulu.

KEMUDIAN

Giroo mengikuti Sunhwa tetapi beberapa orang memukulnya sehingga tak sadarkan diri. . Mereka memberi hormat pada Sunhwa, dan Sunhwa mengikuti mereka.

Jang: Apa? Dia pergi keluar untuk menemuiku?

Daejang: Ya, aku khawatir kau telah bersalipan satu sama lain.

Jang: Mengapa dia ingin menemui aku di waktu selarut ini?

Daejang: Yah … Kau harus mendengar sendiri dari bibirnya. Lebih baik seperti itu.

Jang: Jangan katakan padaku bahwa …

Daejang: Apakah Kau sudah tahu?

KEMUDIAN

Dooil: Kau sudah kembali secepat ini?

Jang: Apakah Kau melihat Pedagang Jin?

Dooil: Tidak, dia tidak ada di sini.

Jang: Dia tidak datang?

Dooil: Tidak!

Jang:  Apakah Kau yakin tidak meluputkan kedatangannya karena kau tertidur?

Dooil: Tidak, mataku terbuka lebar sepanjang waktu ini. (Setelah Jang pergi) Bukankah dia menyuruhku tidur?

Jang bertanya pada para pengawal Wooyoung jika Pedagang Jin datang. Jawabannya adalah ‘tidak’.

Daejang: Kau tidak bisa menemukan dia?

Jang: Katakan padaku, apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Daejang: Puteri Wooyoung telah datang menemuinya.

Jang: Apa yang dia katakan?

Daejang: Bahwa ia tahu segalanya. Dan bahwa Pedagang Jin harus di pelabuhan sebelum lima pagi. Kemudian, Wangoo Moojang datang menemuinya juga.

Jang: Bahkan dia juga?

Daejang: Sejak Pedagang Jin adalah satu-satunya yang bisa memutuskan.

Jang: Bagaimana kau bisa melakukan ini tanpa berkonsultasi dengan aku? Apa yang telah kau lakukan?

Daejang: Maafkan aku. Sungguh ini adalah hal yang sangat penting  … dan Pedagang Jin memerintahkan kami untuk tidak memberitahu Kau.

Jang: Lalu dimana dia sekarang? Dia tidak datang menemui aku. Dimana dia sekarang? Dimana!

Sunhwa menemui Borang, pembimbingnya di Istana Shilla, biarawan yang membesarkannya. Dia mengatakan padanya klau raja dan ratu merindukannya, dan mereka telah membujuk kakak perempuan Sunhwa, Puteri Chunmyung untuk mengampuninya sehingga dia dapat kembali.

Borang: Oleh kehendak dari Raja, aku sudah mencarimu beberapa waktu ini. Aku menemukan Kau di sini tahun lalu, namun raja menyuruhku untuk hanya mengamati dirimu diam-diam sampai kami dapat menghubungimu lagi..

Sunhwa: Mengapa? Aku tidak pantas menerima semua ini. Bagaimana mereka bisa memaafkan aku? Kenapa dia merindukanku?

Borang: Itu karena mereka orang tuamu. Secepatnya, mereka akan memanggilmu kembali ke Istana. Ratu Maya yang melakukan semua usaha itu, bahkan Puteri Chunmyung telah kena dibujuk. Jadi mereka ingin Kau sementara ini menunggu waktu yang tepat. Pada tanggal 15 bulan depan, raja akan datang ke perbatasan. Dia ingin menemui dirimu sebelum Kau kembali, jadi pergilah ke sana pada tanggal 15 bulan depan.

KEMUDIAN.

Chogee senang mendengar berita itu, tapi Bomyung sedikit ragu.

Bomyung: (Pada Chogee) Bagaimana kau bisa begitu naif? Semua penderitaan yang telah  dialami oleh Puteri Sunhwa, ia melakukannya agar bisa bersama-sama dengan Seodong Gong. Tapi fakta bahwa dia adalah dari Shilla merupakan hambatan mereka paling besar. Sekarang, jika mereka tahu dia seorang Puteri dari Shilla, dia akan menghadapi tekanan dari pihak berlawanan lebih besar lagi. Dia sudah cukup menderita …

Suara Jang: (Sunhwa bersembunyi darinya) Tuanku Puteri, Tuanku Puteri …. Tuanku Puteri, Tuanku Puteri …. Tuanku Puteri, Tuanku Puteri …. Bukankah kau bilang kita seharusnya tidak terpisah lagi satu sama lain? Bukankah Kau bilang padaku kalau kita akan bersama-sama menghadapi semua penderitaan? Jadi di mana kau sekarang? Di mana kau bersembunyi, merasakan kesengsaraan ini sendiran?

Tuanku Puteri …. Tuanku Puteri, Tuanku Puteri!

KEMUDIAN

Wooyoung menuju ke pelabuhan; Giroo mengikuti di belakangnya.

Sunhwa ingat mengingat ketika ia bersama-sama dengan Jang berlindung di sebuah gua :

Jang: Jika memang ada hadiah dari Surga bagiku, itu adalah dirimu Puteri, karena dirimu bersama denganku.

Sunhwa juga mengingat bagaimana mereka bisa bertemu saat kecil, dan saat melihat cincin kayu, dia menangis.

Wooyoung: Dia tidak ingin pergi? Jika aku tidak bisa memiliki dia, Pedagang Jin, kau juga  tidak bisa memiliki dia. Dan Kau Jang, jika Kau adalah seseoarng yang akan membuang tujuan dan impian hanya untuk seorang wanita, aku akan melepaskan dirimu.  Aku akan melepaskan dirimu. Aku akan memberitahu raja, aku akan memberitahu dia!

Orang-orang Yurim datang menghampiri Wooyung dan berusaha menangkapnya.

Wooyoung: Siapa kalian? Beraninya kalian menghadang jalan seorang Puteri? (Wooyoung mencoba melarikan diri tetapi mereka menangkap dia.) Siapa yang mengirim kalian? Siapa yang mengutus Kalian? Pedagang Jin? Apakah dia?

Suara Jang: Apa yang terjadi di sini? Jatuhkan pedang kalian ke tanah! Letakkan!

Wooyoung: (pada Jang) Beraninya kau … Aku tidak akan mengampuni dirimu… tidak akan pernah!

Sunhwa: Seo Dong Gong tidak tahu tentang semuanya ini. Aku akan pergi. Aku akan kembali ke Shilla.

KEMUDIAN

Jang: Pedagang Jin tidak akan meninggalkanku.

Wooyoung: Apa katamu? Apakah Kau benar-benar akan membuang semua cita-citamu dan kerajaan  hanya untuk seorang wanita?

Jang: Tidak, aku juga tidak akan membuang cita-citaku. Jika Kau mengancam aku, itu karena Kau pikir aku akan melepaskan dirinya demi menjadi seorang raja. Sampai sekarang, kau hanya pernah menyaksikan bagaimana kakakmu, Sun, telah membunuh pamannya, Raja Weeduk, yang juga pamanmu, untuk menjadi seorang raja, dan bagaimana dia membunuh sepupunya sendiri, Aja Taeja, yang juga sepupumu, untuk menjadi seorang raja, jadi aku tidak menyalahkanmu sehingga bisa berpikir demikian..

Kau pasti telah mempelajari bahwa untuk menjadi seorang raja, kita harus memberikan semua jenis emosi, air mata dan cinta, dan memaksakan aturan yang keras pada rakyat. Itulah kepribadian raja yang sekarang ini, dan juga Sataek Giroo.

Aku tidak seperti itu. Sebenarnya, aku dulu sempat bimbang sejenak. Tapi tidak seperti yang kau pikirkan, kalau aku akan meninggalkan Pedagang Jin untuk menjadi seorang penguasa yang kejam. Tidak .. Aku justru berpikir untuk menyingkirkanmu. Kau menyatakan cinta padaku, dan Kau telah menyelamatkan hidupku. Dan kita sebenarnya memang adalah saudara sepupu … tapi aku malah berpikir kalau aku seharusnya menyingkirkanmu karena telah menghalangi jalanku. Bukankah ini adalah jenis orang yang menjadi raja, yang selama ini kau tahu?

Tapi aku tidak seperti itu. Tidak ada kedudukan yang berharga bagiku jika aku harus mendapatkannya melalui pembunuhan orang-orang tidak bersalah atau dengan meninggalkan seseorang yang tercinta bagiku. Bahkan jika aku harus melalui jalan yang lebih jauh, aku akan mengambil jalan memutar. Tinggallah di sini sekarang. Sedangkan diriku, aku akan pergi dengan Pedagang Jin, dan mempersiapkan revolusi dari tempat lain.. Aku akan pergi.

Wooyoung: Bagaimana kau bisa melakukan itu? Apakah kau benar benar mencintai Pedagang Jin sampai sedemikian dalamnya?

Jang: Kata cinta itu sendiri terlalu kecil untuk menggambarkan dirinya. Ketika aku menderita dan sengsara karena  kehilangan ibuku, ketika aku menyia-nyiakan hidupku dan tidak tahu siapa diriku sebenarnya, ketika aku dalam pelarian, atau ketika aku pertama kali menjaga kakakku, Aja Taeja… Sesungguhnya dia selalu ada untuk aku dan selalu berada di dekatku.

Wanita itu, seluruh keberadaannya adalah hidupku sendiri. Bagaimana aku bisa membuang hidupku untuk menjadi seorang raja? (Andy: Aku menafsirkannya lebih dalam seperti ini: Hidupnya lebih berarti daripada hidupku, aku tak bisa hidup tanpa dirinya karena kehidupannya adalah kehidupanku)

DI LUAR

Jang: Tetap kurung dirinya sampai aku mengatakan sebaliknya!

Pria: Baik!

Sunhwa: Kau tidak boleh melakukan ini. Kita belum siap, dan itu adalah tindakan yang salah dengan memperlakukan Puteri Wooyoung seperti itu. Aku harus pergi. Itulah satu-satunya cara yang benar!.

DI DALAM

Sunhwa: Aku akan pergi. Beri aku sedikit waktu untuk membujuk Seodong Gong..

Wooyoung: Aku akan membunuhnya.

Sunhwa: Puteri …

Wooyoung: Aku akan membunuhnya.

Sunhwa: Tolong, jangan lakukan ini. Aku tahu bagaimana perasaanmu terhadap Seodong Gong.

Wooyoung: Aku akan membunuhnya, aku akan membunuhnya … Aku akan membunuhnya.

Sunhwa: Kau tidak bisa … Kau tidak akan dapat …

Wooyoung: Katakan padanya untuk tidak pergi. Aku akan menyerah. Aku akan membantunya. Aku akan bergabung dalam perahu yang sama, menempatkan kehidupanku di tangannya. Pergi dan katakanlah kepada bajingan itu!

KEMUDIAN

Giroo terus mengaamtisetiap gerakan Jang. Ia memerintahkan pasukan untuk tidak mendengarkan perintah dari Jang, sehingga meskipun Jang memanggil para prajurit untuk berlatih, para prajurit mengabaikannya.

KEMUDIAN

Jang mangadakan pertemuan dengan semua rekan-rekan seperjuangannya.

Jang: Aku minta maaf karena menyebabkan begitu banyak masalah sehingga membuat kalian khawatir. Di sisi lain, jika aku menemukan lagi bahwa setiap dari kalian membuat keputusan drastis terhadapku, aku tidak akan mengampuninya. Pertama-tama, aku tidak akan mengampuni kalian jika kalian membuat suatu keputusan tanpa pengetahuanku. Kedua, aku tidak akan mengampuni kalian jika kalian membunuh seseorang untuk menempatkan aku di atas takhta. Jika aku menjadi seorang raja dengan membunuh Puteri Wooyoung, kemudian apa bedanya aku dengan raja yang sekarang ini, yang telah membunuh Raja Weeduk dan Aja Taeja untuk menjadi raja? Jika nurani kita tidak bersih dan kesadaran kita kabur, rakyat mungkin mengatakan kalau pemerintah hanya berganti nama saja..

Wangoo: Aku berpikiran pendek, ampunilah aku.

Jang: Berpikirlah dua kali dari sekarang. Sejak Puteri Wooyoung juga sudah tahu, kita harus memajukan hari-H. Kita berencana untuk bergerak pada bulan Oktober, tetapi sekarang kita harus melakukannya pada bulan Mei. Guru Mokrasu telah bekerja tanpa kenal lelah, Yurim harus pergi memberitahunya. Pertanyaannya adalah berapa banyak kekuatan militer yang kita miliki.

Daejang: Aku telah meneliti orang-orangku, dan sembilan puluh lima berada di dalam pasukan raja, delapan puluh lima berada di dalam pasukan Tuan Haedoju, dan dalam beberapa keluarga Bangsawan lain, kira-kira seperti ada sekitar dua puluh sampai tiga puluh orang-orang kita di dalam pasukan mereka..

Yurim: Orang-orangku, sepertinya ada sekitar tiga puluh dari mereka berada di dalam pasukan raja, dan sisanya sedang bersembunyi di pegunungan, di bawah pimpinan dari Wangoo Moojang.

Jang: Daejang dan Yurim, pastikan mereka tetap tak terdeteksi oleh musuh. Mereka semua seharusnya juga tidak saling mengenal. Wangoo Moojang, dari sekarang, tugasmu adalah mengumpulkan orang-orang baru dan membangun satu pasukan yang lain.

Wangoo: Ya, tapi masalahnya adalah persenjataan. Satu-satunya yang bisa membantu kita adalah …

Sunhwa: Aku akan bicara dengannya …

KEMUDIAN

Jang: Aku akan mengatakan hal yang sama padamu juga. Jika kau berada di situasi seperti ini, kau seharusnya mengatakannya dulu padaku. Dan Kau tidak harus menderita sendirian. Kau tidak boleh memutuskan untuk meninggalkan aku sendiri. Ingat apa yang Kau katakan kepadaku ketika aku ingin pergi karena semua yang telah terjadi? Kau bilang kau tidak akan pergi, dan mengatakan kalau ini adalah satu-satunya cara untuk menjaga cinta kita. Itulah yang aku akan lakukan dari sekarang. Bahkan jika kita mati, … ah … tidak, bahkan jika kau harus menderita karena aku, aku tidak akan membiarkan kau pergi lagi. Aku tidak akan membiarkannya.

KEMUDIAN

Sunhwa ingat apa yang biksu Boryang katakan padanya waktu pertemuan lalu…..

Sunhwa: (Kepada Puteri Wooyoung) Harap kau membantu kami.

LEMUDIAN

Orang-orang Haneulchae dari akademi ditransfer untuk melakukan pekerjaan kasar. Makdosu ditransfer area perlengkapan, dalam rangka mempersiapkan persenjataan.

Yurim pergi ke pulau penjara dan memberitahu Mokrasu bahwa hari-H telah dimajukan ke Mei. Yurim mengatakan pada Mokrasu bahwa ada perahu tersembunyi di belakang pulau sehingga ia dapat berlayar keluar-masuk dengan leluasa. Mojin memberitahu Yurim kalau mereka membutuhkan dokumen lagi dan lebih banyak pakaian sehingga ia harus kembali pada awal bulan, ketika para penjaga pulau penjara akan berganti giliran jaga..

Para bangsawan meminta raja untk membawa Mokrasu kembali ke istana demi membantu kemakmuran negara. Ketika Haedoju menyebutkan dia berada di bawah penjagaan untuk menjamin supaya Jang tetap pada alur yang mereka inginkan, para bangsawan mengatakan kalau pikiran Jang tampaknya sudah berubah. Puteri Wooyoung memberitahu raja kalau dirinya bisa menangani ini sendirian, dia tidak membutuhkan bantuan Mokrasu.

Giroo: Aku dengar kalau kau meletakkan keluarga Haneulchae pada hukuman percobaan. Dan kau menentang kembalinya Mokrasu. Kau begitu terluka karena Jang belum membalas cintamu? Aku akan membantu kau!

KEMUDIAN

Giroo melihat Sunhwa berbicara dengan Heukjipyung. Di dalam, Heukjipyung memberitahu raja bahwa Mokrasu tidak boleh kembali dahulu, karena terlalu dini untuk mempercayai Jang.

Giroo: (merasa aneh dan menduga-duga) Mengapa Sunhwa memberikan saran seperti itu kepada Heukjipyung?

Goosan menemukan kalau pemimpin dari ‘geng’ itu yang selalu tampak bersama-sama dengan Jang bernama Yurim. Giroo kemudian memberi perintah untuk mengutus para prajurit melakukan penyelidikan secara menyeluruh mengenai siapapun yang berhubungan dengan Yurim.

KEMUDIAN

Prajurit: (pada Jang) Para prajurit tidak ingin keluar. Jadi pasukan militer juga tidak melakukan apapun.

Dooil pergi untuk memaksa prajurit untuk menggerakkan pantat mereka, tetapi mereka mengabaikannya. Ketika Goosan datang untuk memberitahu mereka kalau Giroo membutuhkan mereka segera, para prajurit itu segera pergi semuanya.

Dooil: (kapada Jang) Mereka hanya percaya pada Wiesa Japyung Giroo akan mendukung  mereka sehingga mereka berani untuk mengabaikan perintahmu. Apa yang harus kita lakukan?

KEMUDIAN

Daejang: Orang-orang kita ada di antara para prajurit, sehingga kita tidak perlu terlalu khawatir. Tapi kita harus memastikan hukum Gongan Joryung berlaku lagi!. (Undang-undang yang melarang siapa pun, kecuali prajurit kerajaan, untuk membawa senjata di wilayah ibukaota Savisong).

Dooil: Tapi Weesajapyung sedang mengikat tangan Jang sekarang.

Daejang: Tapi kita benar-benar perlu hukum itu supaya dapat mengendalikan pasukan pribadi para bangsawan. Jadi, kau harus membuat ini terjadi, entah bagaimana caranya!.

KEMUDIAN
Jang dan Dooil menyaksi kan perkelahian antara prajurit dan prajurit pribadi dari Haedoju. Orang-orangnya Haedoju mengalahkan para prajurit dan memarahi mereka karena berani menyentuh properti Haedoju.

Keesokan harinya

Jang sedang menghukum para prajurit yang kalah melawan orang-orang dari Haedoju.

Prajurit: Mengapa kau melakukan ini? Apakah karena kita tidak keluar untuk berlatih? Kami hanya mengikuti perintah dari Japyung (Giroo.)

Jang: Itu bukanlah alasanku menghukum kalian, tapi perkelahian semalam!
Prajurit: Apakah karena kita terlibat perkelahian dengan orang-orang dari Haedoju? Itu juga terjadi karena kami melakukan penyelidikan sesuai dengan perintah dari Japyung..

Jang: Kesalahan kalian bukanlah karena kalian terlibat dalam perkelahian, tetapi karena kalian kalah dari mereka!

Prajurit 2: Apa maksudmu?

Jang: Bagaimana kau bisa, prajurit kerajaan, menjaga kepala kalian setelah kalah dengan para prajurit pribadi Bangsawan? Kau telah menghancurkan kebanggaan prajurit kerajaan. Oleh karena itu, pergilah berkelahi dengan, menanglah, dan bawa mereka kemari! Bawa mereka kemari!

Para prajurit saling berbisik di antara mereka sendiri mengatakan kalau Jang pasti sudah sinting, dan saling mengatakan kalau mereka tidak akan pernah melakukan itu. Jang kemudian menghukum mereka lagi.

Prajurit: Mengapa kau melakukan ini?

Jang: Bukankah aku sudah memberitahumu untuk menangkap mereka?

Prajurit: Apakah kau tidak mendengar aku? Mereka adalah orang-orangnya Tuan Haedoju.

Jang: Aku tidak peduli siapa mereka. Aku tidak bisa mengampuni kalau prajurit kerajaan kalah kepada siapa pun. Oleh karena itu, menanglah dan bawa mereka kemari!.

Prajurit: (sangat kesal) Grrr … jika kita membawa mereka kemari, kita akan baik-baik saja, tetapi Kau akan mati.

Jang: Aku akan mengurus diriku sendiri, Sekarang kalian pergi dan tangkap mereka. Pukuli mereka!

Giroo terus berusaha untuk menyelidiki siapa sebenarnya Yurim itu. Seseorang mengatakan kepadanya kalau beberapa waktu yang lalu, Bumro juga sedang mencari dia. Dia  memberikan Giroo sebuah buku yang ditulis oleh Yurim. Tulisan tangan itu tampak dikenal oleh Giroo..

KEMUDIAN

Giroo: Berhenti! Apa yang terjadi di sini?

Jang: Aku mendisiplinkan prajurit kita.

Giroo:(padaJang) Ikuti aku!

Prajurit Haedoju: Aku sudah menduganya! (dipukuli oleh seorang prajurit kerajaan) Kau akan mati sekarang!

Prajurit kerajaan: (memukul) Aku hanya mengikuti perintah …

Prajurit Haedoju: Lepaskan ikatanku sekarang!

KEMUDIAN

Giroo: Mereka adalah orang-orangnya Tuan Haedoju. Menurutmu apa yang sedang kau lakukan sekarang?

Jang: Aku bertugas melatih orang-orangmu, dan jika mereka kalah karena berkelahi, aku tidak peduli kepada siapa mereka kalah, itu menjadi tanggung jawab kita.

Giroo: Apakah pikirmu kau bisa memenangkan hati para prajurit dariku dengan melakukan hal ini?

Jang: Tidak pernah ada niatan dalam hatiku untuk memenangkan hati mereka dari kau. Aku hanya melakukan pekerjaan aku sesuai dengan yang tertulis buku peraturan!

Giroo: Jadi kau sedang mencari masalah?

Jang: Mengapa kau berpikir seperti itu? Aku hanya melakukan pekerjaanku!

Giroo: Baiklah, lakukanlah. Silakan.
KEMUDIAN

Prajurit Haedoju: Ini semua akan berakhir sekarang. Lepaskan aku sekarang, kau bajingan!

Jang: Pukul mereka!

Prajurit kerajaan: Apa?

Jang: Pukul mereka! Kita akan memukuli mereka sampai mereka menangkap semua orang-orang itu. Jadi lanjutkan … Pukul mereka!.

KEMUDIAN

Prajurit 1: Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Prajurit 2: Apa maksudmu? Kita harus pergi menangkap mereka.

Prajurit 1: Tapi mereka orang-orang Tuan Haedoju!.

Prajurit 2: Sial! Itu adalah masalah baginya., dan bagi kita, mari kita ambil kesempatan ini untuk membalaskan kembali semua penghinaan yang telah kita alami karena tangan orang-orang dari Tuan Haedoju. Aku tidak tahu lagi. Ayo kita pergi!

Prajurit kembali ke orang-orangnya Haedoju dan mereka berkelahi. Kali ini prajurit kerajaan yang menang, mengalahkan orang-orang itu dan menangkap mereka semua..

Orang lain yang dulu pernah menjadi teman dari Yurim mengatakan kepada Giroo kalau Jang sudah menangkap sebagian besar teman-teman lama Yurim itu, kemudian mengirim mereka ke pulau penjara. Kemudian Giroo ingat tulisan tangan seseorang, Tulisan tangan di buku yang ditulis Yurim sangat mirip dengan beberapa tulisan yang tersebar di antara rakyat..

Giroo (kepada dirinya sendiri): Dia pernah akan membunuh Puteri Wooyoung karena cinta … tapi apaka itu hanya karena cinta?

Suara Wooyoung: Aku tahu semuanya. Jadi putuskanlah sekarang. Mimpi yang Kau miliki bersama Pedagang Jin tidak akan bisa terwujud, jadi lupakan saja. Kirim Pedagang Jin kembali ke Shilla.

Suara Wooyoung: Dan kau Jang, jika kau adalah seseorang yang dengan mudahnya membuang cita-citamu karena seorang wanita belaka, aku akan melepaskan cintaku padamu. Aku akan melepas dirimu!.

Suara hati Giroo: Mimpi … cita-cita … cita-cita … Aku tidak terlalu banyak menaruh perhatian kepada mereka sebelumnya karena kata “dari Shilla” …

Giroo kemudian mengingat lagi perkataan dari Jang kepada Raja Sun …

Suara Jang: … ada sekelompok pejabat pemerintah yang sangat setia kepada Aja Taeja. Aku berencana untuk menangkap mereka semua, dan aku ingin mengirim mereka ke pulau penjara..

Suara hati Giroo: Pemimpin dari geng yang mencoba untuk membunuh Puteri Wooyoung, merupakan anggota dari kelompok para pejabat itu, kelompok Sandang!

KEMUDIAN

Giroo mengintip ruangan Jang.

Dooil: (kepada Jang) Tidakkah kau seharusnya tetap diam untuk saat ini?

Suara hati Giroo: Impian Jang…. Rencana Jang… Cita-cita Jang… Membangkitkan pemberontakan? Tidak, ini tidak mungkin … tidak masuk akal, apakah Woochae? …. (teringat sesuatu) Bukan! Pasti Putera Ke-4!. Dia masih hidup!

Iklan

19 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 46

  1. hehehe….keren habizzzzzzz……ya..ya..ya, demi cinta orang berani melakukan apapun…, untuk cita2nya, untuk cintanya, untuk negaranya.!! gaya berfikir yg bagus 🙂 Tapi demi cinta juga orang bisa berubah jd jahat, pengkhianat, seperti GIIIIRRROOO…. lama2 aq gemezzzzz juga ma orang ini . Muzzzuh yg sangat cerdas!! Tapi untuk JANG selalu maju 1 langkah ke depan !!! terlalu suuuzzzzah meniru gaya berfikirnya…??!!!!?? ;>)

  2. bener2 ni episode yg romantis……JANG emg diberkati mempunyai kemampuan berfikir yg lebih drpd yg lainnya…..cara-cara berfikir sbg seorang pemimpin yg bijaksana……I LIKE THISS…..and smakin lama semakin muangkelllllllll alias sebel bgt ma si girooo pngen tek remet2 mukanya…..kpn kalahnya ce si girooo ni…..CAYO JANG…….tetap smangat……

    Buat mas Andi knp akhir2 ni sinopsis Song of the princesx g’ da gambarnya???? lo’ bleh ksih pendapt ksih satu atau 2 ja… gmbrx jang pd setiap episodex??? tp g’ memaksa koq lo’ msih sibuk………makasih bgt y mas Andi….sukses slalu…..

    • karena fokus sama adegan ma beberapa dialognya jadi ga ambil gambarnya, ngebut selesaiin sinopsisnya sampe 55. tapi ntar kukasih gambar deh kalau sempet 😀

      • He um….he um….Mas Andi Q ngerti koq….Q kn sabar menunggu……yg penting lanjutin ja dah episodex dulu pek selesai…….udh g’ sbar nih episode terakhirnya……..sipppppp karya2 mas Andi tak kan ku lupakan…….SMANGAT…

  3. Benci banget ama Wooyoung !! >:O
    bisa”x brusaha memutuskan cinta jang ama sunhwa 😡
    pegel bnget nih
    terusin y Ko Andy ^^
    sukses trus y ~ 😀

  4. Wedew…ni lama2 ane jd saingannya putri sunhwa neh…
    Naksir berat boooooo…ma si jang….wkakkkkkkk….
    Boz andy kudu tanggung jawab ni…hihihi

  5. liat-liat di yu tu be, sedih juga…cz banyak kisah jang sunhwa yang lalu-lalu. kok kayaknya duluuu banget… kayaknya flasbsck kehidupanku ku yang dulu…(ha..ha, serasa putri sunhwa jaman dulu)

  6. wahhhh mas Andi makasih banyak ya gambar/ foto jangx….akhirnya Q bisa liat wajah jang lagi nih…….coz dah bbrp episode g’ da foto jangx….xixixixixi

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s