Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 48

Mojin berhasil sampai di Savisong dan segera menemui Jang.

Jang: Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa keluar dari pulau dan datang kemari?

Mojin: Giroo datang dan tahu semuanya!

Jang: Dia pergi ke Wonsando?

Mojin: Ya. Dia tidak dapat menghilangkan rasa curiganya padamu bahkan setelah tindakanmu menangkapi para bandit dan mantan pejabat  sebelum ini.

Jang: Di mana Guru?

Mojin. Sesungguhnya, Giroo adalah salah satu orang yang terperangkap di pulau karena kami telah mengambil perhunya. Para prajurit penjaga pulau juga terperangkap di sana.

Jang: Apa? Bagaimana dengan Guru Mokrasu dan yang lain?

Mojin: Mereka menggunakan perahu milik kita dan pergi ke Choosondo. Dia menyuruhku untuk memberitahumu supaya tidak khawatir bagi kami, dan memintamu untuk memerksa semuanya lagi dengan teliti berdasarkan rencana kita sebelumnya. Giroo mungkin tidak datang ke Wonsando berdasarkan keputusannya sendiri.

Jang: Ya, raja mungkin juga telah mengutusnya.

Mojin: Apakah itu berarti raja masih curiga padamu?

Jang: Mungkin. Aku akan lebih berhati-hati dari sekarang. Aku akan melakukan sesuatu, jadi kau harus pergi ke Choosondo. Mereka tidak boleh menemukan dirimu di sini, di Savisong.

Mojin: Ya, aku akan melakukan itu … Jang …

Jang: Ya?

Mojin: Aku akan melakukan tata krama penghormatan terhadapmu setelah pemberontakan ini. Aku membenci Yeongamo sepanjang hidupku, tapi setelah mengetahui kebenarannya, aku menyadari betapa berat beban yang ditanggungnya. Dan aku mengerti mengapa dia harus mengirimkanmu kepada Guru Mokrasu. Namun, setelah pemberontakan berakhir, ijinkan Guru Mokrasu untuk bersama-sama dengaku. Aku juga … sekali dalam seumur hidupku, aku ingin …

Jang: Ya, Mojin. Aku berjanji kepadamu untuk itu …

KEMUDIAN

Giroo: (sadar dari pingsan nya) Guru … guru … guru … Apakah Kau benar-benar meninggalkan aku sendirian? Kau bahkan menolak untuk bersama-sama mati denganku ? Apakah Kau benar-benar meninggalkanku, membuat aku menjadi seorang pengkhianat kepada Guruku sendiri?

Baiklah, silakan. Aku juga ingin tahu … seberapa jauh aku bisa melangkah … betapa dalamnya hatiku yang jahat. Itulah mengapa aku akan hidup. Aku akan hidup dan aku akan membunuh Putera Ke-4! Aku akan membunuh Sunhwa Gongju dan aku akan membunuh Jang. Aku akan membunuh semua orang yang menghalangi jalanku! Semua orang, …. semua orang! Guru … guru!

KEMUDIAN

Sunhwa: Apa? Giroo?

Daejang: Itu berarti raja tidak mempercayaimu!.

Sunhwa: Chini Daejang membuatnya terdengar memang itu seperti perbuatan dia.

Jang: Giroo pasti sudah berhasil meyakinkan raja untuk mengijinkannya memeriksa ulang!

Daejang: Karena Giroo terperangkap di pulau itu, kita harus mengirimkan Yurim dan anak buahnya untuk menyingkirkan dia sesegera mungkin!

Jang: Ya, kirimlah pesan ke gunung.

Sunhwa: Itu prioritas kita sekarang. Tetapi jika Giroo tidak segera datang kembali, raja akan mencurigai kalau ada sesuatu yang terjadi. Kita bahkan tidak tahu sudah berapa lama ia  berada di pulau itu.

Daejang: Tidakkah kau pikir kalau dia diharapkan untuk muncul saat Hari Sembahyang?

Jang: Maka kalian semua harus sangat berhati-hati! Kita mungkin harus memajukan revolusi ini lebih awal dari yang telah kita rencanakan.

Dooil: Dalsol …

Jang: apa?

Dooil: Kau diharapkan kehadiranmu pada Rapat Dewan Istana.

Jang: Aku?

Dooil: Karena Wiesa Japyung tidak ada di sini, mereka bilang kau yang harus menggantikan tempatnya.

Daejang: Apakah tidak akan apa-apa?

Sunhwa: Aku sangat cemas….

Jang: (kepada Dooil) Untuk berjaga-jaga, siapkan kuda untukku. Jika terjadi sesuatu, aku akan pergi ke pegunungan.

KEMUDIAN

Pada pertemuan tersebut, para anggota Dewan Istana bertanya pada Wooyoung tentang persiapan untuk Hari Sembahyang. Wooyung mengatakan pada mereka kalau semuanya bekerja dengan baik dan segalanya akan siap dalam lima hari. Dia mengatakan pada mereka, Raja dan para bangsawan kalau mereka diharuskan pergi ke Kuil dua hari lagi.

Heukjipyung mengatakan kalau ini akan menjadi perayaan pertama di luar Istana sejak Raja Buyeosun bertahta, sehingga setiap orang pasti membawa pengawal pribadi ekstra tapi ia membatasinya. Dua ratus pengawal raja dan empat ratus prajurit kerajaan akan menjamin keamanan setiap orang. Ketika ditanya Giroo ada dimana, raja mengatakan kepada mereka kalau dia diutus untuk melakukan tugas khusus, tapi Sun juga bertanya-tanya sendiri mengapa Giroo belum kembali sampai sekarang.

Wooyoung: Wiesa Japyung tidak di Sondoksa.

Jang: Aku tahu! Dia ada di Wonsando!

Wooyoung: Apa? Tapi kelihatannya raja tidak terlihat kalau ia tidak mempercayaimu?.

Jang: Aku sendiri juga tidak mengerti.

KEMUDIAN

Ratu bertanya pada Wooyung Gongju mengapa Jang dan Giroo menjadi musuh besar. Wooyoung mengatakan padanya kalau mereka telah mencintai wanita yang sama sejak mereka tinggal di Haneulchae, dan karena itulah Giroo terluka hatinya.

Raja bertanya-tanya mengapa Giroo tidak datang kembali. Ratu menemui raja dan memberitahunya kalau mereka berdua ternyata mencintai wanita yang sama. Raja berkata: “Mereka bermusuhan hanya karena berebut seorang wanita?”

Heukjjipyung memberikan laporan kepada raja mengenai daftar prajurit kerajaan dan pengawal raja.

Heukjipyung: Siapa yang akan bertanggung jawab atas pasukan kerajaan karena Wiesa Japyung masih belum ada?.

Raja Buyeosun: Biarkan Dalsol mengurus mereka dan beritahulah Eunsol Goosan untuk pergi ke Wonsando.

Heukjipyung: Ke Pulau Wonsando?

Raja: Wiesa Japyung ada di sana. Jadi jangan beritahukan hal itu kepada Dalsol, dan beritahu Eunsol untuk menemui aku sebelum Hari Sembahyang.

Di depan Jang, Heukjjipyung memberitahu Eunsol untuk pergi ke pulau itu, mengeluh kalau Giroo masih mencurigai Jang. Kemudian dia memberitahu Jang untuk mempersiapkan tentara kerajaan untuk Hari Sembahyang.

KEMUDIAN

Jang menyuruh Dooil untuk memanggil Sunhwa ke gunung.

Wangoo: Apa? Wiesa Japyung di Wonsando?

Daejang: Ya. Yurim, kau harus pergi ke sana dan menyingkirkan dirinya.

Yurim: Ya.

Daejang: (pada Jang) Apa yang terjadi? Mengapa kau di sini?

Wangoo: Ya, apakah ada yang salah?

Jang: Kita harus memajukan hari-H untuk revolusi, kita akan melakukannya pada Hari Sembahyang.

KEMUDIAN

Ayah Giroo, Saheum yang menyamar sebagai Abigi, sedang khawatir kalau anaknya tidak kembali. Salah satu pembantunya melihat Mojin, tetapi mereka tidak yakin … Saheum mengirimkan sekelompok orang yang dipimpin oleh Goosan pergi menuju ke Wonsando.

KEMUDIAN

Sunhwa: Apa? Pada Hari Sembahyang? Kita merencanakannya pada bulan Mei … tidakkah ini terlalu berisiko?

Jang: Walaupun itu berisiko, kita tidak dapat mengelak lagi. Eunsol akan berangkat besok pagi menuju ke Wonsando. Walaupun Yurim bisa menyelesaikan misinya, tapi jika Eunsol juga tidak kembali, raja akan mencurigaiku. Kita tidak bisa menunggu sampai bulan Mei. Kita hanya memiliki dua pilihan, lakukan atau tidak.

Daejang: Untungnya, pangeran kita bertanggung jawab atas pasukan kerajaan yang akan  pergi ke Kuil Agung, dan Wiesa Japyung juga tidak ada di sini. Seratus orang kita sudah ada di dalam Wiesabu, dan sekitar dua puluh orang berada di dalam Chinide.

Wangoo: Yurim dan aku memiliki pasukan sekitar seribu orang.

Sunhwa: Tetap saja, pada mulanya kita ingin memenangkan kesetiaan para penguasa provinsi sebelum bulan Mei. Apa yang dapat kita lakukan sekarang?

Jang: Itulah masalah terbesar kita sekarang!

Sunhwa: Selain itu, pada bulan Mei raja akan sendirian, tetapi pada Hari Sembahyang, semua bangsawan akan menyertai raja.

Jang: Ya. Nonaku dan Wangoo Moojang, Kalian berdua yang harus mengurus para bangsawan itu. Waktunya adalah tengah malam pada hari pertama segera setelah lampu dinyalakan. Setelah itu, banyak orang akan bergabung, dan kita tidak akan mampu mengendalikan pasukan dari para bangsawan. Pada tengah malam, raja akan sendirian, memanjatkan sembahyang kepada leluhur pada saat suara gong berbunyi.

Yurim: Itukah tandanya?.

Jang: Ya, pada saat suara gong berbunyi, mengumumkan dimulainya malam sembahnyang. Kita nantinya akan menyerbu. Aku akan menyebarkan para prajurti Wiesabu dalam kelompok-kelompok kecil seperti ini (menauntukkan pada peta). Daejang, Kau harus menangkap mereka pada saat itu. Seratus orang kita yang ada di dalam Wiesabu akan menyerbu Kuil Agung. Jadi satu-satunya kekuatan Raja yang akan tertinggal hanya dua ratus pengawalnya. Jadi seratus orang kita dalam Wiesabu dan dua puluh orang kita di Chinide akan melakukan pemberontakan yang sebenarnnya!.

Daejang: Bagaimana jika prajurit Wiesabu yang lain mengetahuinya dan datang bergabung dengan pengawal raja dalam serangan itu?

Jang: Kita tidak boleh membiarkan itu terjadi. Jadi kita harus segera menangkap Buyeosun!.

Daejang: Apakah seratus orang kita yang ada di dalam Wiesabu menyadari hal ini?

Wangoo: Para pemimpin kepala sudah tahu. Selama pemberontakan, semua orang akan tahu.

Yurim: Jadi kita akan melawan dua ratus pengawal raja.

Wangoo: Tapi kebanyakan dari mereka menyimpan dendam terhadap Heukjjipyung dan Buyeosun. Jika Buyeosun ditangkap dan mereka tahu siapa putra mahkota yang sebenarnya, mereka pasti akan mengikuti kita. Tentu saja kami ingin memenangkan mereka sebelum pemberontakan, tetapi tidak ada waktu untuk itu sekarang.

Jang: Ya, kita hanya punya waktu yang sangat sedikit sekarang. Karena Giroo sudah tahu, kita harus mengambil risiko ini. Setelah pemberontakan terjadi, Nona Jin dan Wangoo Moojang harus memberitahu para bangsawan mengenai segala sesuatunya..

Wangoo: Apa yang akan terjadi kepada raja setelah dia ditangkap?

Jang: Kita akan membiarkannya tetap hidup. (Semua orang terkejut). Kita harus menangkapnya hidup-hidup dan membiarkan rakyat yang menilai dirinya.

Daejang: Tapi itu sangat berbahaya.

Jang: Karena ia menjadi raja dengan membunuh Raja Weeduk, kita memiliki hak untuk membunuhnya, tapi aku tidak ingin melakukan itu. Aku tidak ingin membunuh raja yang sedang bertahta sekarang secara sembunyi-sembunyi dan kemudian naik ke takhta. Aku akan menyerahkannya kepada rakyat dan biarkan mereka tahu apa yang telah dia lakukan. Ini tidak akan mudah, tapi aku akan melakukannya. Jadi kalian semua harus mengikuti keputusanku!

KEMUDIAN

Wangoo, Daejang dan Yurim mempersiapkan diri sebelum melakukan misi mereka.

Wangoo: Akhirnya, hari itu telah datang!

Daejang: Akhirnya, waktunya telah datang!

Yurim: (pada anakbuahnya) Kita pasti akan menghentikan Wiesa Japyung, kita harus melakukannya!

Anakbuah Yurim: Ya.

Wangoo: (pada Jang) Tuanku, kami akan pergi sekarang.

Mereka berlutut, Jang menyerahkan pedang satu persatu pada setiap orang..

Wangoo, Daejang dan Yurim masing-masing pada gilirannya menanggapi: Cheon Na!

Jang: Aku akan menyimpan rasa terima kasihku atas kesediaan kalian untuk mati bagi diriku dan akan mengungkapkannya  setelah pemberontakan ini berhasil.

Jang: (kepada semua orang) Kita benar-benar di bawah kuasa dari Langit dan bukan di bawah kuasa mereka. Pergilah sekarang! (Semua orang bersorak)

KEMUDIAN

Setiap kelompok pergi untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing.

Jang: (berlutut, mengingat masa lalu) Ayah …

Suara Raja Weeduk: Aku akan mengambil kemarahanmu dan dahagamu untuk membalas dendam, aku yang akan melakukannya. Kau harus mewujudkan impian dari Aja yang juga impianku. Bangunlah kembali Baekje!.Aku akan melakukan bagianku, dan kau lakukan bagianmu!.

Jang: (Aja sekarat) Cheon Na! Cheon Na!

Pangeran Aja: Jagalah Baekje … Jang …

Jang: Yang Mulia, tunjukkan Baekje yang kau impikan padaku. Katakan padaku, apa impian dari Aja Taeja bagi Baekjae. Aku akan melakukannya. Jika aku harus mempelajarinya, aku akan belajar! Jika aku perlu kemampuan, maka aku akan mengasahnya! Jika aku memerlukan bantuan orang lain, aku bahkan bersedia mengemis pada mereka jika perlu. Tapi aku akan melakukannya!.

Raja: Jang …

Jang: Aku akan melakukannya, bahkan jika itu hanya untuk satu hari. Bahkan jika itu hanya sekali dalam seumur hidupku.

Jang: Berilah aku kekuatan … hanya sekali ini, sekali saja…..

Sunhwa: (mengembalikan cincin kayu) Tuanku menyebutkan kalau kita berada di bawah kuasa dari surga, tapi kau salah. Surga berada di bawah kuasamu, jadi aku tidak takut sama sekali.

KEMUDIAN

Para Bangsawan sedang mempersiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat.

Wooyoung: Jadi semuanya akan terjadi pada hari itu?

Sunhwa: Itulah mengapa Kau harus membawa Ibu Suri dan Pangeran Woochae, dan melarikan diri sebelum gong terdengar di tengah malam.

Wooyoung: Apakah Jang yang mengatakannya?

Sunhwa: Untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk terjadi.. Kita akan merencanakan sesuatu yang lain setelah itu. Jadi dia memintamu untuk menyembunyikan diri sampai saat itu.

Wooyoung: Baiklah. (Kepada dirinya sendiri) Pemberontakan … Pemberontakan … Apakah Jang akan benar-benar menjadi raja?

KEMUDIAN

Rekan-rekan Jang di Akademi sangat senang pergi ke sebuah acara di luar Istana. Wooyung Gongju meminta Jubah Raja. Mereka bertanya-tanya mengapa dia menginginkan benda itu sekarang, karena mereka akan membawanya sendiri.

Setelah raja berangkat, Wooyoung memasuki kamarnya dan mencari kalung pangeran keempat itu. Sesaat sebelum Heukjjipyung memasuki ruangan, dia menyembunyikan di bawah meja, meninggalkan kotak dengan jubah raja di atasnya. Heukjjipyung melihat kotak dan membuka tutupnya, melihat jubah itu dan bertanya-tanya mengapa itu ada di sana. Heukjipyung kemudian pergi.

Wooyoung kemudian melanjutkan pencariannya dan menemukan kalung itu dan menempatkannya dalam kantong yang terikat pada jubahnya. Ketika dia pergi, dua gadis pelayan melihatnya. Mereka dimarahi Wooyoung karena meninggalkan tempat itu tanpa pengawasan. Mereka menjawab kalau mereka harus mengiringi raja. Wooyoung mengatakan kepada mereka kalau dia yang membawa jubah itu, tapi tiba sedikit terlambat.

Gadis-gadis merasa ada sesuatu yang mencurigakan dan memutuskan untuk memberitahu Heukjjipyung, tapi ia telah meninggalkan Istana dan ikut dalam prosesi.

Raja: (kepada Heukjjipyung) Apakah Kau sudah mengirim pesan kepada Wiesa Japyung untuk datang langsung ke Kuil Agung?

Heukjjipyung: Ya, aku sudah lakukan.

Jang: (berbisik) Yang Mulia, Giroo tidak akan datang.

KEMUDIAN

Goosan dan orang-orangnya pergi ke Wonsando, sesampainya di sana mereka berusaha mencari Giroo, menyebar dan kemudian memanggil namanya keras-keras. Orang-orang Yurim menemukan Giroo pertama kali, tetapi mereka gagal untuk membunuhnya karena orang-orang Goosan datang menyerang mereka.

Sementara mereka bertarung dengan orang-orang Goosan itu, Eunsol tiba bersama beberapa anak buahnya, mereka segera membantu rekan-rekannya dalam pertempuran itu dan mengalahkan orang-orang dari Yurim.

Yurim: (kepada dirinya sendiri) Kita harus menghentikan mereka. Jika kita tidak menghentikan Wiesa Japyung, revolusi ini akan gagal. Kita harus menangkap mereka terlebih dahulu. Kita harus melakukannya!

KEMUDIAN

Mojin mendengar kalau Mokrasu sudah mati. Dia tidak bisa mempercayainya dan memutuskan untuk pergi ke Wonsando dan mencarinya sendiri.

Goosan memberitahu Giroo kalau Jang-lah yang bertanggungjawab terhadap pasukan kerajaan Hari Sembahyang. Giroo menyadari pemberontakan akan terjadi pada saat itu.
Goosan membawail Giroo yang terluka pergi dari pulau itu.

Pasukan pemberontak sedang mengambil posisi mereka. Jang mengirimkan pasukan kerajjaan pergi menyebar, membagi mereka dalam kelompok-kelompok kecil. Dia mengatakan kepada mereka dalam keadaan apapun, tidak boleh menggunakan senjata mereka.

Raja dan ratu sedang berdoa di Kuil Agung. Rakyat memegang lampion berbentuk bunga dan menyalakannya satu demi satu.

KEMUDIAN

Ketika Heukjjipyung datang, raja mengenakan jubahnya. Menyadari kalau Heuk pernah melihat jubah itu sebelumnya, Wooyoung mengatakan pada Heuk sungguh beruntung dirinya ingat untuk membawa jubah itu.

Jang: Seratus prajurit yang akan menjaga daerah ini. Aku mengirim tiga ratus orang ke tempat lain yang lebih bawah.

Heukjjipyung memberikan tanda kalau ia sudah melakukan pekerjaan yang bagus, jadi Jang kemudian pergi.

Raja: Aku pikir aku ingin menemui Wiesa Japyung sekarang.

Heukjjipyung: Eunsol sudah pergi tiga hari lalu, jadi terlalu dini untuk dapat menemuinya hari ini. Wiesa Japyung seharusnya akan berada di sini besok.

Raja: Ya!

Heuk: Yang Mulia, Kau membuatku sedih….

Raja: Mengapa?

Heukjjipyung: Aku pengawal pribadimu, tapi mengapa kau justru terus mencari Wiesa Japyung?

Raja: Bukan seperti itu. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana jika ia benar tentang Dalsol?

Heukjjipyung: Itu omong kosong. Kau harus berdoa semalam suntuk pada malam hari nanti jadi seharusnya kau  beristirahat sekarang.

Semua orang mengambangkan lampu di kolam. Para Bangsawan bertanya-tanya di mana mereka dapat menghabiskan malam karena Giroo tidak terlalu peduli mengenai hal kecil seperti itu. Sunhwa mengundang mereka semua ke tempatnya.

Wooyung Gongju tersandung, dan kantong yang berisi kalung Pangeran Ke-4 jatuh dari jubahnya.

KEMUDIAN

Giroo memberitahu Eunsol kalau Jang sedang melakukan persekongkolan terhadap Raja sehingga ia harus kembali ke ibukota dan membawa pasukan untuk melindungi raja. Orang-orang Yurim datang untuk mencegat mereka. Mereka bertempur dengan sengit.

Sunhwa telah menyiapkan pertunjukan yang bagus dan makanan enak yang banyak untuk tamu-tamunya, para bangsawan. Pengawal pribadi mereka dikirim ke tempat-tempat  terpisah untuk merayakannya.

Jang: Berapa lama lagi kita harus menunggu suara gong?

Dooil: Sekitar satu jam!

Jang: Amati setiap gerakan dari Raja! Aku harus pergi untuk melihat hal-hal yang lain.

KEMUDIAN

Jang: Dimana Wangoo Moojang?

Daejang: Pedagang Jin memanggilnya. Karena kita belum mendengar kabar dari Yurim, ia harus berhasil.

Giroos sedangh di pintu gerbang, meminta bertemu pimpinan pasukan, namun penjaga gerbang berpikir kalau Giroo adalah orang sinting. Giroo kemudian mengatakan kepada mereka kalau dia adalah Wiesa Japyung dan dia mengancam untuk membunuh mereka, juga mengatakan kalau sekarang raja dalam bahaya.

Rahib Buddha diberitahu kalau lampion bunga dengan cahaya biru bersinar di malam hari, telah ditemukan, rahib itu memberitahu raja kalau itu pasti suatu tanda kalau Langit pasti memeberkatinya. Mereka pergi mencari lampion biru yang bersinar, membawanya keluar dari air dan menemukan di dalamnya ada kalung pangeran keempat..

Pada saat yang sama, Wooyoung menyadari dia telah kehilangan kalung itu. Dia kemudian mengatakan pada ibunya kalau hidup mereka sekarang berada dalam bahaya., sehingga mereka harus membawa Buyeo-Woochae dan pergi melarikan diri.

Raja merasa terganggu … Heukjjipyung ingat akan jubah, dan Wooyung Gongju … dia kemudian pergi mencari Wooyung Gongju, tetapi Heukjipyung menemukan tempatnya sudah kosong, Wooyung  dan ibunya telah lenyap. Raja baru menyadari kalau ada upaya pemberontakan.

Dooil mengatakan pada Jang kalau ada sesuatu yang aneh, ada sebuah lampu biru yang bersinar dan raja tampak terganggu oleh karenanya … mereka sedang mengamati Raja dari belakang, tetapi tiba-tiba para pengawal raja menangkap mereka.

KEMUDIAN

Para pengawal raja mengarahkan pedangnya pada Jang dan Dooil dan membawa mereka menghadap Raja. Jang dan Dooil dipaksa berlutut di hadapan Raja.

Raja: (menunjukkan kalung pangeran ke-4) Apakah ini sebuah konspirasi? Apakah kau yang menggunakan akal licik seperti ini? Apakah Putera Ke-4 masih hidup? Aku bertanya padamu apakah dia masih hidup! Siapa dia? Siapa dia?

Jang: (menatap lurus ke mata raja) Aku! Aku adalah Putera Ke-4!.

Raja: (kaget) Kau bajingan!

Raja Buyeo-Sun berusaha untuk membunuh Jang, tapi para pengawal Jang mengarahkan pedang mereka ke arah Buyeosun dan Heukjjipyung.

Jang: (berdiri, dia mengambil kalung itu dari Sun dan memakainya) Aku adalah Putera Ke-4 dari Raja Weeduk, Mugang Taeja!

19 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 48

  1. kmaren begadang cmn buat ngerapel bc nih sin,soalny dh 2 mingg gk bs ngenet..seru abizz smp jerit2 sndiri ….execellent job mas andy

  2. waduh..waduh…aq jadi ikut tegang nic…., gara2 girrrroooo masic hidup, sebbbeeeelll…., Gmana kelanjuttan pemberontakan ini !!!??? berhasil ndak yaaa??? ….yaaa….?? kanapa guru mok meninggal?? meninggal pa ndak sec…?? ndak jelas sic…., hehehe… seru hebooohhhh tenan ki….. ayo bang andy lembur lagi selesain sampe episode terakhir….;)

  3. semakin lama semakin deg-degkan bacanya……..pa lagi bacanya diiringi lagu ost seo dong yo….benar2 seakan menyatu suasanax……merinding Q bacanya….tp mang seruuuuuuuuu bgt ceritanya……hidupppp jang…..CAYO

    • ya keren an aku lah… kalo ga ada aku sinopsis seodong ga ada bahasa indonya … 😛 …. “kepala gedhe nih” …. heheheh ::mrgreen

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s