Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 49

Para pengawal raja mengarahkan pedangnya pada Jang dan Dooil dan membawa mereka menghadap Raja. Jang dan Dooil dipaksa berlutut di hadapan Raja.

Raja: (menunjukkan kalung pangeran ke-4) Apakah ini sebuah konspirasi? Apakah kau yang menggunakan akal licik seperti ini? Apakah Putera Ke-4 masih hidup? Aku bertanya padamu apakah dia masih hidup! Siapa dia? Siapa dia?

Jang: (menatap lurus ke mata raja) Aku! Aku adalah Putera Ke-4!.

Raja: (kaget) Kau bajingan!

Raja Buyeo-Sun berusaha untuk membunuh Jang, tapi para pengawal Jang mengarahkan pedang mereka ke arah Buyeosun dan Heukjjipyung.

Jang: (berdiri, dia mengambil kalung itu dari Sun dan memakainya) Aku adalah Putera Ke-4 dari Raja Weeduk, Mugang Taeja!

Raja: Tidak mungkin. Tidak mungkin kalau dia itu kau …. …

Jang: Kau tidak tahu, dan kau telah mengatakan semuanya kepadaku langsung dari mulutmu sendiri kalau kau yang telah membunuh ayahku dan kakakku. Jadi, kau harusnya takut sekarang. (Kepada Heukjipyung) Kau tidak tahu dan kau mempercayaiku. Sekarang kau pasti merasa dikhianati.

Heukjipyung: Kau bajingan, aku akan membuatmu membayar  semua ini!

Pasukan kerajaan menjadi ragu-ragu mengarahkan pedang mereka kepada Jang dan Dooil.

Raja: Bunuh bajingan itu.

Jang: Itu bukan ide yang buruk. Yaksan, ketika aku mati, bunuh dia pada waktu yang sama.

Yaksan: Ya, Cheon Na!

Jang: Dengan cara itu, walaupun aku tidak bisa menjadi raja, aku akan membuatnya menebus darah dari ayah dan kakakku. Jadi Aku tidak masalah dengan itu. Sebenarnya, itu akan lebih mudah daripada menangkap hidup-hidup dan membuat semua rakyat yang menilai dirinya. Apakah kau mengerti?

(Melihat penculiknya) Dia ini adalah rajamu. Orang yang telah membunuh Aja Taeja dan Raja Weeduk. Sekarang letakkan pedangmu. Letakkan! (Para prajurit ragu-ragu). Bukankah aku sudah memerintahkan kalian untuk meletakkan pedang! (Para prajurit perlahan-lahan menyerah).

Raja: Kau bajingan!

Heukjipyung: Bangsat!

Jang: Ikat mereka.

Anak buah Jang: Baik!

KEMUDIAN

Bangsawan 1: Apa yang terjadi di sini? Ke mana perginya semua pengawal pribadi kita?

Sadokwang: Apa yang kau bicarakan?

Bangsawan 1:  Para pengawal kita tidak ada di sini, bahkan tidak satupun dari mereka!

Semua: Apa?

Bangsawan 1: Pedagang Jin, apa yang terjadi?

Sunhwa: Semua orang akan aman-aman saja. Jangan cemas.

Sadokwang: Apa maksudmu?

Bangsawan 2: Kembalikan mereka pada kami!! (Para pengawal Sunhwa  berjalan masuk ke ruangan)

Sunhwa: Bahkan orang-orang yang sekarang sedang berdiri di luar adalah orang-orangku.

Sadokwang: Apa sebenarnya yang telah terjadi?

Sunhwa: Ada sebuah pemberontakan yang terjadi di Kuil Agung sekarang!

Sadokwang: Apa?

Sunhwa: Kalian semua harus tetap tenang.

Sadokwang: Siapa dia? Siapa yang begitu berani memimpin pemberontakan, dan di bawah kewenangan siapa?

Wangoo: (berjalan masuk ke ruangan) Dia adalah Mugang Taeja …

Bangsawan 1: Bukankah kau adalah Wangoo Moojang?

Wangoo: Mugang Taeja adalah satu-satunya pewaris tahta sah yang telah ditunjuk oleh Raja Weeduk. Untuk mencegah penobatan dari Aja Taeja maka raja yang sekarang telah membunuhnya, sehingga Raja Weeduk memutuskan untuk diam-diam membunuh raja yang sekarang ini dan mewariskan tahtanya kepada Mugang Taeja. Tapi Raja kemudian dibunuh di tengah pasar sebelum menyelesaikan tugasnya. Dalam rangka untuk menutupi kejahatannya, raja yang sekarang telah membantai orang-orang yang menyaksikan dan mendengarkan kata-kata terakhir dari Raja Weeduk.

Bangsawan 1: Kalau begitu, apakah kau ingin mengatakan pada kami kalau semua desas-desus yang tersebar di masyarakat bukan hanya rumor belaka? Tapi merupakan hal yang sebenarnya?

Wangoo: Ya, dia adalah raja yang sedang kalian layani sekarang.

Sadokwang: Tapi Raja Sun mengumumkan kalau Pangeran Ke-4 lah yang melakukan kejahatan itu. Bahkan Jangdoo, orang yang mencoba membunuh Aja Taeja mengaku kalau Pangeran Ke-4 yang mengutusnya. Bagaimana Kau bisa membuktikan hal yang sebaliknya?

Wangoo: Tepat sebelum pangeran ke-3 meninggal, semua orang berkumpul di tempat di mana Jangdoo, si pembunuh, diadili. Apakah kalian masih mengingat peristiwa itu?

Sadokwang: Aku masih ingat. Kita semua diperintahkan untuk berada di sana.

Bangsawan 1: Jangdoo mengatakan kalau Pangeran Ke-4 lah yang mengutusnya dan tidak menemukan Pangeran Ke-4 berada di tempat itu….

Wangoo: Untuk membuktikan Jangdoo berbohong, raja telah meminta Pangeran Ke-4 untuk melangkah maju.

Bangsawan 2: Ya, tetapi Pangeran Ke-3  meninggal pada saat itu.

Wangoo: Mugang Taeja ada di sana, dan semua dari kalian telah mengenalnya dengan baik.

Sadokwang: Apa? Kami semua mengenalnya?

Wangoo: Mugang Taeja adalah … Dalsol Jang!

Semua: Apa?

KEMUDIAN

Yurim memberitahu Sunhwa kalau Giroo telah lolos, dan sekarang Yurim ingin membawa pasukan sebanyak 300 orang menuju ke Kuil Agung.

KEMUDIAN

Dooil: Jadi kita harus menjaga dan mengurung mereka sampai pertempuran berakhir?

Jang: Ya. Apa yang terjadi di Sondoksa?

Dooil: Semuanya akan segera berakhir!

Pasukan Raja Buyeo-Sun mencegat mereka. Mereka bertempur, tapi lebih banyak bantuan dari pasukan raja datang, Giroo ada di sana juga, berteriak, “Selamatkan Raja, selamatkan raja!” Raja dan Heukjipyung berhasil melarikan diri.

Jang: Tangkap Buyeo-Sun! Tangkap Buyeo-Sun!

Dooil: Kita harus berlindung! Kita harus berlindung, Cheon Na!

Musuh telah mengepung Jang dan Dooil.

Giroo: Tangkap Dalsol Jang! Tangkap Dalsol Jang!

Pasukan pemberontak di bawah pimpinan Daejang datang untuk bergabung dengan Jang melawan.para prajurit kerajaan.

KEMUDIAN

Malam penuh dengan kabut. Orang-orang dari Jang berada pada satu sisi lembah, orang-orang dari Giroo adal di sisi lain, mereka sama-sama sedang menunggu.

Jang: Apakah mereka di sini?

Dooil: Mereka datang!

Jang: Kita harus mengalihkan perhatian mereka untuk saat ini. Kita semua harus melarikan diri dan merencanakan taktik baru.

Daejang: Di mana sebaiknya kita bertemu?

Jang: Di gunung yang kedua. Dooil, pergi menginformasikan Ketua Baek.

Dooil: Baik!

Kedua pasukan saling bertempur dengan sengit. Pasukan Giroo lebih banyak menyerang tapi mereka tidak berhasil mengalahkan pihak Jang. Sunyi di malam yang berkabut..

Giroo: Jang! Jang, kau dengar aku. Aku punya kabar untukmu. Guru Mokrasu sudah mati!

Daejang (melihat Jang terkejut): Bukankah Mojin mengatakan dia selamat?

Jang: Dia hanya ingin menggoncangkan pikiranku..

Giroo: Aku memanah  Guru Mokrasu sementara dia melarikan diri, dan ia jatuh ke laut. Tapi ia merangkak kembali ke pulau itu. Aku pikir ia memutuskan untuk membunuh aku untuk menyelamatkanmu. Lalu … kau tahu apa yang telah aku lakukan? Aku menyabetnya dengan pedang, aku telah melakukannya! Dia menumpahkan begitu banyak darah, tapi aku memyabetnya lagi dan lagi. Kau seharusnya melihat betapa mengerikan keadaan.. Kau seharusnya menyaksikannya dengan matamu sendiri.

Daejang: Guru pasti masih hidup. Bukankah kau bilang dia hanya ingin menggoncangkan pikiranmu?

Giroo: Aku bahkan menceritakan padanya, benar-benar dia seorang pencinta negara, siapa sebenarnya Jin Gakyung. Kau tahu siapa dia, khan? Aku mengatakan itu padanya. Dia benar-benar tidak ingin mempercayainya, aku juga memberitahukan padanya siapa sebenarnya diriku, mengapa aku mengkhianati semua orang. Dia mati dengan mengetahui semua itu, segalanya. Ketika dia menyadari kebenaran dari cinta kalian berdua, dia secara sukarela menjatuhkan dirinya dari tebing. Aku mungkin yang menusuknya dengan pedang, tapi kenyataannya, kaulah yang membunuhnya. Dia mati karena kau. Kau yang telah membunuhnya, kau yang melakukannya!

Daejang: (menahan Jang) Kau tidak boleh melakukannya! Jangan dengarkan dia!

Jang: (berseru pada Giroo) Aku akan mengajarimu untuk tidak menyebutkan nama Guru dari mulut kotormu lagi!

Daejang: Jangan! Kau tidak boleh melakukannya!

Jang berlari seperti orang gila menuju ke Giroo sementara Giroo memerintahkan para prajuritnya memanah Jang.

Jang: Keluarlah! Keluarlah! (Para prajuritnya datang untuk melindungi dia, beberapa dari mereka mati terpanah) Mengapa kau tidak keluar! Keluarlah!

Keesokan paginya dengan beberapa pertempuran yang terjadi, Jang memerintahkan pasukannya untuk pergi ke arah lain karena mereka terkepung, tetapi jalan yang lain juga telah tertutup oleh pasukan musuh. Pada kenyataannya, semua jalan telah diblokir, kecuali jalan kembali ke Sondoksa Mereka memutuskan untuk pergi ke sana.

KEMUDIAN

Giroo: Tuanku!

Raja: Wiesa Japyung.

Giroo: Yang Mulia, maafkan aku karena membuat dirimu menderita seperti ini.

Raja: Aku seharusnya percaya kepadamu …. padamu!

Giroo: Tapi Yang Mulia tidak perlu takut sekarang, mereka semua terperangkap di dalam Sondoksa.

Raja: Kalau begitu pergilah dan serang mereka sekarang. Pergilah sekarang menyerang mereka dan membunuh mereka semua!

Giroo: Mereka semua memang telah terjebak, tapi jumlah mereka terlalu banyak sekarang. Kita harus menunggu bala bantuan. Kemudian, kita akan menyerang mereka sekaligus dan memusnahkan mereka. Jadi jangan khawatir!

Eunsol: Yang Mulia! (Menggiring Wooyoung Gongju) Yang Mulia, aku memergokinya mencoba untuk melarikan diri.

Raja: Kau wanita jalang, pergilah ke neraka! (Mendorongnya ke lantai) Kaulah orangnya, yang membawa kalung dari Pangeran Ke-4, bukan? (Giroo tampak bingung). Berapa lama kau mengetahuinya? Berapa lama kau tahu kalau Jang adalah Putera Ke-4? Kau mencintai Jang? Dan sebaliknya, kau bersekongkol dengannya untuk melawanku. Kau benar-benar ingin membunuhku dari awal! Pergilah ke neraka. Aku akan membunuhmu!

Raja Sun menghunuskan pedang dan akan membunuh Wooyung, tapi Heukjipyung menghentikannya.

Heukjipyung: Yang Mulia, jangan!

Raja: (menendang Heukjipyung) Bagaimana Kau bisa menjelaskan kalau dia mencintai Jang? Dia sebenarnya berencana untuk membunuh aku.

Wooyung gemetar ketakutan.

Giroo: (kepada dirinya sendiri) Jang … Jang … itu Jang.

KEMUDIAN

Bangsawan 1: Semuanya terlalu tenang. Apakah Kau berpikir pemberontakan itu gagal? (Para pengawal pribadi datang untuk melepaskan tuan mereka.)

Sadokwang: Raja lolos?

Kepala Pengawal: Ya!

Sadokwang:  Apakah Jang ditangkap?

Kepala Pengawal: Mereka terjebak dalam Sondoksa, tetapi mereka akan segera musnah. (Kepada anak buahnya) Lepaskan mereka semua!

Para pengawal: Baik!

Bangsawan 1: Sang raja akan curiga kepada kita sekarang.

Bangsawan 2: Itu benar. Kita terjebak di kediaman Jin Ga Kyung, sementara raja mengalami semua itu  sendirian.

Bangsawan 1: Apa yang harus kita lakukan sekarang? Setelah pemberontak kalah, kita tidak akan memiliki banyak pilihan.

Sadokwang: Sekarang bukan waktu kita untuk memilih. Kita harus tetap menunggu dan melihat.

KEMUDIAN

Daejang: (keapda seorang pimpinan pasukan) Berapa banyak orang yang kau miliki sekarang?

Pimpinan prajurit: Dua puluh orang meninggal. Sekitar dua puluh lima hilang di hutan. Sisanya telah datang kemari.

Dooil: Semua menjadi sekitar enam puluh orang?

Daejang: Berapa banyak orang-orang kita dari Weesabu dan Chinide?

Yaksan: Setiap orang dari Chinide, dan sekitar empat puluh orang dari Weesabu. Sisanya bersembunyi di hutan.

KEMUDIAN

Jang sedang mengingat apa yang telah dikatakan oleh Giroo ….

Giroo: Aku menyabetnya dengan pedang, aku telah melakukannya! Dia menumpahkan begitu banyak darah, tapi aku memyabetnya lagi dan lagi.

Aku bahkan menceritakan padanya, benar-benar dia seorang pencinta negara, siapa sebenarnya Jin Gakyung. Kau tahu siapa dia, khan? Aku mengatakan itu padanya. Dia benar-benar tidak ingin mempercayainya, aku juga memberitahukan padanya siapa sebenarnya diriku, mengapa aku mengkhianati semua orang. Dia mati dengan mengetahui semua itu, segalanya. Ketika dia menyadari kebenaran dari cinta kalian berdua, dia secara sukarela menjatuhkan dirinya dari tebing. Aku mungkin yang menusuknya dengan pedang, tapi kenyataannya, kaulah yang membunuhnya. Dia mati karena kau. Kau yang telah membunuhnya, kau yang melakukannya!

Jang: (Kepada dirinya sendiri.) Itu tidak benar. Aku merasa tertipu sekarang.

Daejang dan Dooil melangkah masuk

Jang: Aku tidak mempunyai alasan atas perbuatan yang telah kulakukan….

Daejang: Aku juga tidak bisa membantumu …

Dooil: Aku juga. Jika kita melarikan diri, hanya diri kita sendiri, semua orang kita akan mati di sini.

Jang: Itu berarti pasukan raja memblokir semua jalan keluar dari Sondoksa?

Daejang: Ya. Kita tidak bisa tahu pasti berapa banyak mereka, tapi aku percaya mereka memblokir semuanya. Orang-orang kita yang tidak ada di sini bersembunyi di hutan. Tapi kau harus meninggalkan mereka.

Dooil: Ya, jika tidak, kau akan menghadapi nasib yang sebenarnya ingin kami berikan pada raja yang sekarang ini.

Jang: Tetapi orang-orang kita masih dalam kondisi baik sekarang. Dan nyatanya kalau kita masih belum diserang, yang berarti mereka sedang menunggu bala bantuan. Kita harus menyerang mereka dan meninggalkan tempat ini sebelum pasukan bantuan bergabung dengan mereka.

Daejang: Ya, kami akan melakukan itu, tetapi jika Cheon Na tetap di sini bersama kami, orang-orang kita tidak akan mampu bertempur dengan leluasa..

Dooil: Ya, kami nantinya perlu menyediakan sejumlah besar pasukan untuk melindungi dirimu!

Jang: …

Daejang: Cheon Na, Kau harus hidup agar kami tetap hidup. Jangan berpikir yang lain lagi, dan tinggalkanlah tempat ini bersama dengan Dooil.

Yaksan: (memasuki ruangan) Perahu telah tiba!

Daejang: Perahu siapa? (Yurim masuk.) Ada Apa?

Yurim: Wangoo Moojang mengirim perahu rahasia melalui sungai di belakang kota. Dia mengatakan kepadaku untuk membawa Cheon Na kembali dengan selamat.

Daejang: Cheon na, kau harus pergi sekarang. Kami semua akan bertempur dan meninggalkan tempat ini hidup-hidup. Kami semua akan bertahan hidup dan bergabung denganmu di gunung kedua. Sebenarnya, walaupun kami semua gugur, Kau harus tetap hidup!

Yurim: Ya, Cheon Na. Sungai belakang masih terbuka, tapi ketika pasukan yang lebih banyak bergabung dengan mereka, maka sungai itu pun akan terkena blokir. Dan aku yakin mereka akan menambahkan lebih banyak pasukan untuk menjaga jalan masuk melalui sungai itu juga.
Jang: …

KEMUDIAN

Wangoo: Ketika pangeran meninggalkan mereka dengan menggunakan perahu, saat itulah mereka akan bertempur melawan pasukan kerajaan dan mencoba untuk melarikan diri.

Sunhwa: Apakah itu satu-satunya cara yang tersisa?

Wangoo: Tidak ada cara lain. Walaupun mereka semua gugur, kita harus dapat menyelamatkan jiwa pangeran.

Sunhwa: Kapan kau berpikir bala bantuan mereka akan tiba?

Wangoo: Mungkin dalam waktu dua jam? Dia harus meninggalkan tempat itu sebelumnya!.

KEMUDIAN

Jang masih tidak menanggapi.

Daejang: Cheon Na, tolong pergilah sekarang.

Dooil: Bala bantuan mereka akan segera datang. Kenapa kau masih ragu-ragu?

Yurim: Kau harus cepat-cepat pergi!.

Daejang: Cheon Na,, kau tidaklah meninggalkan kami. Dan itu bukan salahmu sehingga kami berada di sini. Selain itu, kiami tidak menginginkan kau mencemaskan keadaan kami saat ini. Apa yang kami perlukan sekarang adalah kau harus selamat sehingga kau dapat merencanakan masa depan yang lebih baik bagi rakyat kita.

Dooil: Itu benar. Itulah gunanya seorang raja!

Yurim: Ya, Cheon Na. Kumohon pergilah!.

Jang: (Kepada Daejang) Jaga baik-baik semua orang.

Yongak: (berlari masuk ke dalam ruangan) Cheon Na! Cheon Na!

Jang: Bukankah kau adalah orang yang pergi ke Choosondo dengan Mojin?

Yongak: (Yurim memberi isyarat agar dia diam) Ya.

Jang: Apakah Kau pergi ke Choosondo?

Yongak: Ya.

Jang: Apakah Guru Mokrasu selamat di sana?

Yongak: (melihat rekan-rekannya yang lain) Ya.

Jang: Apakah dia benar-benar aman?

Yongak: (menunduk ke bawah) Ya.

Jang: Apakah itu benar, benarkah? Giroo mengatakan kalau ia telah membunuh Guru. Apa yang terjadi? Katakan hal yang sebenarnya padaku!.

Yongak: Yah … sebenarnya.

Dooil: Tidak ada yang terjadi. Ayo kita segera pergi!

Jang: Sebenarnya apa? Sebenarnya APA?

Yongak: Sebenarnya … dia sudah meninggal. (Jang terkejut.)

Yurim: Aku diberitahu kalau Guru Mokrasu teringat padamu sampai pada akhirnya.

Yongak: Ya. Itu sebabnya, bahkan ketika dia terkena panah dan jatuh dari perahu, ia mengatakan kepada yang lain untuk meninggalkan dia, dan menyuruh mereka kalau mereka harus menyelesaikan menulis hukum bagi kota-kota untukmu!

Mata Jang menjadi merah saat ia mengingat perkataan dari Giroo ..

Suara Giroo: Aku memanah Guru Mokrasu sementara dia melarikan diri, dan ia jatuh ke laut. Tapi ia merangkak kembali ke pulau itu. Aku pikir ia memutuskan untuk membunuh aku untuk menyelamatkanmu. Lalu … kau tahu apa yang telah aku lakukan? Aku menyabetnya dengan pedang, aku telah melakukannya! Dia menumpahkan begitu banyak darah, tapi aku memyabetnya lagi dan lagi. Kau seharusnya melihat betapa mengerikan keadaan.. Kau seharusnya menyaksikannya dengan matamu sendiri.

KEMUDIAN

Daejang: Kita tidak tahu berapa jumlah mereka yang menunggu kita di luar Sondaksa.. Kita tidak tahu berapa banyak kelompok yang ada, yang sedang menunggu kita. Kita juga tidak tahu dengan pasti apakah kemenangan berada di pihak kita, atau jika kita sedang berjalan menuju kematian kita sendiri. Namun, kita tidak bisa hanya tinggal di sini menunggu mereka untuk datang dan membunuh kita semua.

Kalian masing-masing, ikutilah pemimpin kelompokmu dan mari kita menyerang mereka terlebih dahulu. Sekali lagi, kita harus bertahan hidup! Dan jika kita tidak dapat bertahan hidup, mari kita mati dalam kehormatan!

Jang: (berjalan masuk) Kalian tidak boleh melakukannya! Mulai sekarang, aku akan memimpin pasukanku sendiri!

Daejang: (terkejut) Cheon Na!

Jang: Tidak mungkin aku bisa hidup dengan tenang setelah meninggalkan orang-orangku, meninggalkan mereka pada nasib mereka. Aku akan memimpin pasukanku! Kita tidak akan terpisah menjadi kelompok-kelompok. Sebaliknya, kita semua akan tetap bersama-sama  dan menerobos hadangan musuh-musuh kita dengan satu kesatuan! Itulah cara kita dapat bertahan hidup!

Percayalah padaku! Kita akan menunjukkan kepada mereka siapa kita dan mereka akan mundur. Dengan cara yang sama, mereka tidak akan mampu mengalahkan kita karena mereka tidak bisa menggerakkan kita! Benar! Kita memang akan menerobos di tengah-tengah mereka, dan mereka akan berjatuhan di hadapan kita!

Aku tidak boleh mati, dan aku tidak seharusnya mati. Bukan karena aku adalah sang pangeran, tapi karena aku memiliki pekerjaan yang masih harus kuselesaikan setelah ini. Aku harus memenuhi wasiat yang telah ditinggalkan oleh Aja Taeja dan Raja Weeduk padaku. Jadi, ayo kita terobos di tengah-tengah kekuatan musuh. Mari kita mempersatukan hati kita dan menghancurkan kepungan mereka!

(Sambil mengangkat pedang.) Suarakan tambur! Biarkan semua saudara-saudara kita yang ada di luar sana mendengar kita. Suarakan tambur!

Tambur dibunyikan dan semua orang yang mendengarnya, semangatnya terbangun! Secara serentak, semua orang berlari keluar menghadapi musuh-musuh mereka di luar.

KEMUDIAN

Setiap orang di luar mendengarkan adanya suara tambur. Goosan melihat perahu berangkat dari Sondoksa, sehingga mereka berpikir kalalu Jang sedang berusaha melarikan diri. Raja memerintahkan supaya perahu itu dicegat dan diambil paksa.

Pertempuran dimulai! Pasukan yang dipimpin Jang berjuang untuk hidup mereka yang berharga,  terinspirasi oleh pemimpin mereka, Jang.

Suara hati Jang: Guru, bantulah aku. Tolong aku dalam memecah kepungan dari pasukan musuh. Meskipun aku tidak bisa melindungimu, meskipun aku tidak bisa benar-benar jujur ​​terhadapmu sampai pada akhir hidupmu, bantulah aku sekali ini … meskipun aku tidak mampu menangis atas kematianmu sekarang, kasihanilah aku dan bantulah aku!.

Eunsol: Japyung! Kita terdorong mundur! Kita tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi.

Giroo: Pasukan bala bantuan masih belum datang?

Eunsol: Belum!

Giroo: Kita seharusnya tidak membiarkan mereka lolos. Katakan kepada mereka untuk menjaga posisi mereka dengan ketat!

Eunsol: Ya, Tuan! (Dia pergi, tapi segera ia datang kembali sesudahnya) Bagian belakang pasukan kita juga diserang!

Giroo: Apa? Ada pasukan pemberontak menunggu di belakang?

Eunsol: Ya, jika kita tidak hati-hati, kita semua akan mati. Kita harus pergi sekarang. Cepat. Cepat! (kepada para prajurit) Mundur sekarang!

Giroo: Mundur sekarang! (Ia kemudian berhadapan dengan Jang, dan mereka bertempur, tetapi hanya untuk waktu yang singkat.) Mundur sekarang! (Dia segera pergi)

Wangoo: Lindungi pangeran! (kepada Jang) Berlindunglah, Cheon Na!

KEMUDIAN

Wangoo: Cheon Na!

Jang: Aku sangat beruntung melihat  kalian semua ada di sini selamat dan masih hidup!

Wangoo: Cheon Na, pasukan kerajaan sedang mengikuti kami dari belakang. Kau harus pergi sekarang.

Jang: Bawa orang-orang ke gunung kedua.

KEMUDIAN

Raja: Ikuti mereka. Ikuti dan tangkap mereka semua!

Heukjipyung memberitahu Buyeo-Sun kalau mereka telah kehilangan jejak dari musuh, tetapi raja tidak mau menyerah. Mereka mendengar ada orang menyanyikan lagu yang sekarang sedang populer:

Weeduk memiliki Aja
Aja memiliki Mugang.
Mugang memiliki jangsu …

KEMUDIAN

Suara hati Jang: (sambil berjalan menuju gunung kedua) Aaku tidak bisa membayangkan Baekje tanpa kau, Guru. Istana tanpa dirimu, akademi tanpa kau di sana, diriku sendiri tanpamu. Guru, aku tidak pernah memikirkan semua ini tanpa kau! Apakah Kau benar-benar … kau benar-benar telah pergi?

KEMUDIAN

Mojin pergi ke Wonsando mencari Mokrasu. Dia menemukan sandal Mokrasu di pantai, dan dia memeluk sandal itu..

Mojin: Guru, Guru … guru … …

Mojin mengingat …

Mokrasu: Mojin …

Mojin: Apakah Kau tahu ini adalah pertama kalinya Kau memanggilku dengan nama pertamaku? Tapi kau sudah terlambat sekarang (memeluknya) Aku tidak mengharapkan kau mencintaiku.. Aku hanya ingin kau hidup, itu saja.

Mokrasu: Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami. Bagaimana mungkin aku meminta dirimu untuk berbagi beban ini denganku? Apa yang pernah aku lakukan bagimu? Siapakah aku ini sehingga memintamu seperti itui?

Mojin: Jika aku tahu dia akan pergi dengan cara seperti ini, aku seharunya mengatakan kepadanya setidaknya sekali … kalau itu tidak terlalu terlambat untuk memanggilku dengan nama pertamaku … kalau aku ingin dia mencintaiku bahkan setelah ia meninggal … Aku ingin pergi ke mana pun dan di mana saja bersama-sama dengannya … kalau aku bersedia untuk menerima segalanya dari dia … kalau aku tidak ingin dipisahkan darinya bahkan untuk sesaat. Aku akan menceritakan segalanya … segalanya.

Mokrasu sedang berbaring di sebuah gua kecil, tidak sadarkan diri  tapi masih hidup, menyembuhkan dirinya sendiri dengan membuat ramuan obat dan meminumnya. Mojin meninggalkan pulau tanpa menemukan Mokrasu.

KEMUDIAN

Ayah Sunhwa, Raja Jinpyung, mengirimkan pesan ke Bomyung, dayang dari Sunhwa, memberitahu mereka sepaya menjaga keselamatan putrinya sampai Puteri memutuskan untuk kembali ke Shilla.

Orang-orang merencanakan pemakaman bagi Mokrasu.

Jang (memasuki ruangan): Kita tidak akan melakukan pemakaman bagi Guru Mokrasu. Sekarang bukan waktunya. Tidak seperti ini. Setelah meninggalkan Haneulchae, aku telah mengalami begitu banyak pemakaman bahkan tanpa menemukan tubuh mereka. Aku tidak bisa membiarkan hal yang sama terjadi kepada Guru Mokrasu. Setelah revolusi ini selesai, begitu aku duduk di takhta … maka aku akan melakukan pemakaman yang layak untuknya.

Mojin: (memasuki ruangan) Aku pikir juga begitu.

Eunjin: Bu!

Maekdosu: Mojin!

Mojin: Aku setuju dengan sang pangeran. Ketika kau duduk di atas takhta, Cheon Na, lakukanlah pemakaman yang selayaknya bagi Guru Mokrasu.

Jang: Aku telah … berdosa terhadapmu sekali lagi …

Mojin: keinginan akhir dari Guru adalah supaya Kau menerapkan Hukum Distrik..Kau mendengar tetntang hal ini, bukan? (Menyerahkan buku hukum itu) Aku akan pergi ke Choosondo dan menyelesaikan karyanya. Kau, Cheon Na, Kau harus berhasil dalam revolusi ini, dan memenuhi keinginan Guru kita!.

KEMUDIAN

Yurim: Kita harus menghitung semua amunisi dan merestrukturisasi orang-orang kita.

Wangoo: Di pihak kita tidak terlalu banyak yang tewas, tetapi ada banyak yang terluka.

Instruktur: Aku, dan keluarga Haneulchae kami, akan mengurus yang terluka.

Daejang: Kita perlu lebih banyak senjata juga. Kita masih memiliki panah, tetapi tidak dengan persenjataan lainnya.

Maekdosu: Kami akan mengurus itu juga. Kami akan membuat senjata. Kami sudah mendapatkan pengalaman membuatnya saat tinggal di Haneulchae.

Sunhwa: Kita telah menghilangkan pasukan militer dari Savisong, tetapi kita perlu untuk mengurus provinsi yang lain. Kita perlu memperoleh kerja sama dari pedagang lain yang tidak berhubungan dengan Pedagang Abiji (ayah Giroo).

Wangoo: Kalau begitu kita perlu mengumpulkan semua yang kita miliki sehingga …

Jang: Tidak, itu tidak benar. Kita tidak bisa bekerja seperti itu. Kita akan segera tertangkap karena semua dari kita harus tetap bergerak menghindari mereka ….

Daejang: Lalu bagaimana?

Jang: Kita memang gagal dalam menangkap Buyeo-Sun. Tapi sekarang, justru dia adalah orang yang paling takut. Taktik terbaik kita sekarang adalah kita harus menyerang mereka!.

KEMUDIAN

Putri Wooyoung, Ibu Suri dan Buyeo Woochae, pangeran kecil, sedang diadili dan dihukum di depan umum.

Ibu Suri: Yang Mulia, hanya sekali … maafkan kami sekali ini saja. Yang Mulia!

Raja: Dimana mereka? Di mana bajingan itu bersembunyi?

Wooyoung: Aku tidak tahu, Yang Mulia. Aku benar-benar tidak tahu.

Raja: Kau tidak tahu? Kau berencana untuk melarikan diri dengan mereka dan Kau tidak tahu?

Wooyung: Aku tidak …

Raja: (menyelanya)  Kau sudah tahu Jang adalah Putera Ke-4. Apakah Kau pikir Kau bisa hidup setelah menipuku seperti ini?

Raja memerintahkan prajuritnya supaya menyiksa puteri dan ibunya lebih keras…

Buyo-Woochae: Tuanku! Yang Mulia, kumohon tenangkanlah dirimu. Kau seharusnya tidak melakukan ini!

Raja: Apa? Aku seharunya tidak melakukan apa? Kau bajingan!

Buyo Woochae: Yang Mulia, tidak peduli apapun, puteri adalah adikmu. Jika kau melakukan ini … jika kau melakukan ini …

Raja: Apa … jika aku melakukan ini, apa?

Buyo Woochae: Rakyat akan mengatakan kalau kau … (Raja kehilangan kendali dan melukai pangeran kecil dengan pedangnya.)

KEMUDIAN

Wangoo: Menyerang?

Jang: Kita akan mengambil alih semuanya, dua puluh dua propinsi sekaligus!.

Sunhwa: Apa? Semuanya dua puluh dua propinsi?

Jang: Ya.

Wangoo: Tapi kita tidak memiliki jumlah prajurit yang cukup!.

Jang: Pertama-tama, kita harus memasang pemberitahuan tertulis di mana-mana. Kita akan membiarkan semua orang tahu secara persis kapan dan di mana. Kita akan membiarkan rakyat mengetahuinya.

KEMUDIAN

Orang-orang Jang memasang pemberitahuan tertulis di mana-mana, semua orang membacanya dan menjadi terkejut.

Aku Jang, Mugang Taeja.
Aku adalah penerus yang berhak
Atas tahta setelah Raja Weeduk.
Aja Taeja, Raja Weeduk
dan Guru Mokrasu telah tewas
di bawah kuasa tangan penguasa saat ini.
Aku akan menuntut kembali kepemilikan
atas tanah ini dan rakyat.Baekjae.
Lima hari dari sekarang, aku akan mengambil kendali
semua dua puluh dua distrik, sekaligus!

KEMUDIAN

Raja: (kepada Wooyoung)  Jangan  pikir aku akan membiarkan kau tanpa dihukum kali ini.

Haedoju: Yang Mulia … di luar … Jang telah memasang pemberitahuan yang mengumumkan kalau dia akan menguasai semua dua puluh dua distrik sekaligus.

KEMUDIAN

Raja: Kapan dia bilang dia akan melakukan ini?

Haedoju: Dalam waktu lima hari.

Raja: (kepada Giroo) Apakah dia punya sejumlah besar pasukan? Jika ia mengirimkan seratus orang untuk setiap distirk, maka jumlahnya akan lebih dari dua ribu prajurit. Dan pasukannya pasti juga telah jatuh korban selama pemberontakan terakhir. Berapa banyak yang  dia miliki sehingga dia berani mengatakan hal ini?

Giroo: kuharap tenangkan dulu dirimu ….

Raja: Bagaimana? Bagaimana sesungguhnya cara dia mengumpulkan pasukan begitu banyak?

Giroo: Yang Mulia, dia tak mungkin bisa mengambil alih semua dua puluh dua distrik sekaligus. Dia past memiliki tujuan yang lain di dalam pemikirannya. Tenangkanlah dirimu.

KEMUDIAN

Sadokwang: Pemberitahuan tertulis yang terpasang itu sekarang membuat raja lebih takut.

Bangsawan 1: Tapi apa yang kau harapkan? Siapa yang bisa tenang setelah membaca pemberitahuan tersebut?

Bangsawan 2: Apa yang bisa kita lakukan? Ia mengatakan kalau ia akan mengambil alih semuanya!

Sadokwang: Dengan mengatakan dia akan mengambil alih semua distrik seperti itu, berarti ia mungkin sudah siap.

Tuan 2: Mari kita minta bantuan pada raja. Jika tidak, kita mungkin akhirnya kehilangan distrik kita.

Bangsawan 1: Ya, mari kita menemui raja dan meminta perlindungan drinya

Bangsawan 3: Mari kita meminta sidang dari Raja.

KEMUDIAN

Para bangsawan meminta raja supaya mengirimkan pasukan kerajaan ke distrik mreka masing-masing untuk perlindungan. Jika salah satu dari distrik diserang, mereka semua akan terguncang. Masing-masing dari para bangsawan itu bersikeras kalau distrik mereka tidak memiliki cukup pasukan pribadi untuk melawan Jang sehingga mereka sekarang membutuhkan bantuan dari pasukan Weesabu.

Raja: Itu dia! Itulah maksudnya! Istana Raja!  Apa yang mereka kejar adalah Istana. Mereka ingin supaya aku mengirim pasukanku pergi ke distrik-distrik yang berbeda sehingga mereka dapat menyerang Istana. Selain itu, ia sudah memiliki orang-orangnya yang sudah menyusup dalam Weesabu dan Chinide, sehingga mereka dapat membunuh aku sewaktu-waktu. Wiesa Japyung dan Heukjipyung, lakukan pencarian menyeluruh di antara orang-orangmu untuk menemukan mata-mata di antara mereka!

KEMUDIAN

Heukjipyung sedang memukuli orang, mencoba untuk menemukan mata-mata di antara mereka.

Giroo: (kepada Putri Wooyoung) Berapa besar pasukan dari Jang?

Wooyoung: Aku benar-benar tidak tahu. Jang tak pernah memberitahuku.

Giroo dan Heukjipyung memberitahu raja mereka mencari anggota yang baru masuk, tetapi mereka semua sudah  pergi. Raja tidak percaya, sehingga ia memerintahkan untuk melakukan pencarian lebih lanjut. Heukjipyung mengatakan kalau hal itu akan menghancurkan moral anak buahnya, tetapi raja takut kalau pengawalnya sendiri mungkin akan membunuhnya.

KEMUDIAN

Jang: Semua orang kita di dalam Weesabu dan Chinide sudah pergi?

Yurim: Ya, tidak ada yang tersisa satupun.

Daejang: Orang-orang kita yang masih menyusup adalah lima puluh lima pria di pasukan Haedoju, dan lebih dari seratus menyebar di antara pasukan dari para bangsawad distrik lainnya.

Jang: Kita nanti akan membutuhkan mereka pada waktu yang paling penting, jadi katakan pada mereka untuk tetap tinggal sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Wangoo: Kau tidak benar-benar berencana untuk mengambil alih semua distrik sekarang. Jadi mana yang akan kita serang lebih dahulu?

Jang: Mengapa kau pikir kita bersembunyi di lokasi ini? Aku cukup yakin karena Buyeo-Sun sekarang sudah tidak mempercayai orang-orangnya sendiri, dia akan membuat banyak kesalahan.

KEMUDIAN

Pasukan kerajaan sedang dihukum, membuat mereka menyimpan dendam. Heukjipyung mengatakan pada Giroo kalau Pedagang Jin telah hilang dan ia sekarang menyadari kalau dirinya ternyata  sudah buta, mempercayai musuh sebagai kawan..

Heukjipyung: Bahkan anjingpun dapat mengenali musuh-musuh majikannya.

Giroo: Mereka telah merencanakan ini semua secara bersama-sama, sehingga sulit untuk melihat semua kebohongan mereka. Jangan menyalahkan diri sendiri. Ini bukan waktu yang tepat..

Raja: (keapda dirinya sendiri) mereka mengincar Istana. Tapi aku tidak bisa percaya pada pengawalku atau pasukanku. Apa yang harus aku lakukan?

Giroo: (pada dirinya sendiri) Jang mungkin telah gagal untuk menangkap raja, tetapi Jang telah menghancurkan ikatan saling percaya pada semua orang di sini. Hanya satu kata dari Jang, dan semuanya berantakan.

KEMUDIAN

Para bangsawan sedang mendiskusikan situasi terkini, mengatakan kalau semua hukuman dan pencarian itu telah meruntuhkan moral Weesabu dan Chinide, jadi pasukan itu menjadi tidak berguna.

Haedoju: Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menggunakan pasukan kita sendiri.

Bangsawan 2: Tidak semua orang memiliki pasukan pribadi sebanyak yang Kau punya..

Raja memanggil mereka untuk rapat.

Raja: Dengarkan aku. Semua darimu harus mengirim seribu orang-orangmu kepadaku. Mereka harus datang ke Istana. Tapi karena Weesabu dan Chinide telah berantakan moralnya, orang-orangmu harus melindungi aku. Kirim orang-orangmu segera!

Haedoju: Yang Mulia! Para penguasa distrik sibuk melindungi tanah mereka sendiri dan mereka membutuhkan bantuan. Bagaimana mereka bisa mengirim pasukan mereka kemari?

Raja: Apa? Apakah Kau merencanakan ini semua dengan Jang dan Ji Ga Kyung untuk melawan aku? Dimulai dengan distrik terdekat, semua dari kau harus mengirim orang-orangmu ke sini besok pagi. Jika Kau tidak mematuhinya, aku akan membuatmu membayarnya!

Semua pasukan pribadi dari para bangsawan datang ke Istana untuk melindungi raja.

Raja: Hari ini adalah hari yang dijanjikan Jang…

Giroo memberitahu raja kalau ia telah mengirim pengawal pribadi untuk daerah yang berbeda di sekitar Istana untuk melindungi daerah-daerah itu.

Para bangsawan menemui raja dan memprotes kaerna mereka harus mengirim pasukan mereka kepada raja sementara mereka sendiri dibiarkan tanpa perlindungan. Mereka juga mengeluh karena moral dari pasukan kerajaan dan juga karena Sun telah menyakiti  pangeran kecil, Woochae.

Sadokwang: (kepada dirinya sendiri) ini pasti niat tersembunyi dari Mugang Taeja. Pertempuran yang sesungguhnya akan segera dimulai. Aku harus membuat keputusan segera.

Hari-H: Hampir semua distrik mengatakan kalau mereka aman. Mereka hanya perlu memeriksa tiga distrik lagi.

Heukjipyung: lima hari telah berlalu, tapi tidak ada yang terjadi. Mereka hanya mencoba menakut-nakuti kita.

Raja: Kau mendengar laporan dari semua orang?

Giroo: Kecuali dari Domo.

Heukjipyung: Mereka yang terjauh.

Mereka menemukan kotak, dan di dalamnya ada utusan yang pergi dari Domo, terikat dan tersumbat mulutnya. Dia memberitahu raja kalau mereka telah diserang. Gemetar ketakutan, utusan dari Domo memberitahu raja kalau Jang mengatakan kalau ia akan mengambil alih setiap distrik yang tersisa dalam waktu lima hari.

KEMUDIAN

Penguasa distrik Domo terikat dan berlutut di depan Daejang. Rakyat sedang menyaksikan semua itu. Daejang menanyakan pada pria yang berlutut di hadapannya  kalau-kalau ia masih ingat, mantan Penguasa distrk Domo terdahulu yang diperlakukan tidak adil yang kemudian dihukum dan dibunuh. Pria itu mengatakan kalau itu adalah perbuatan dari Haedoju yang berusaha membantunya. Daejang mengatakan kepadanya kalau ia adalah putera dari mantan Penguasa Domo terdahulu. Rakyat yang ada di situ sangat terkejut mendengar ini.

Daejang: Ya, aku adalah puteranya. Dan ketika Mugang Taeja duduk di atas takhta, semuanya akan terungkap.

Rakyat Domo kemudian ingin bergabung dalam revolusi. Mereka meminta senjata untuk bertempur bersama-sama dengan pasukan dari Mugang. Daejang memberitahu mereka untuk mengurus tanah mereka, tetapi 0rang-orang bersikeras untuk ikut bertempur. Mereka juga mengatakan kalau banyak orang di daerah lain ingin bergabung dengan revolusi juga.

KEMUDIAN

Wangoo: Semuanya berjalan sesuai dengan rencanamu. Istana dipenuhi dengan pasukan pribadi dari bangsawan, membuat para bangsawan mengeluh pada raja. Banyak orang, tidak hanya dari Domo, tetapi dari seluruh distrik mulai mendukungmu.

Sunhwa: Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Wangoo: Haruskah kita mulai mengambil alih distrik terdekat dari Domo dan dengan perlahan mulai  menyerang ke arah utara dari sana? Itu akan membuat bingung mereka.

Jang: Ya, itulah rencana yang memang akan kulakukan. Tapi kita tidak akan melakukannya dengan perlahan-lahan. Kali ini, kita sebenarnya akan benar-benar mengambil alih semua dua puluh dua distrik

Daejang: Apa?

Jang: Dan dengan melakukan itu, aku akan membuatnya tak dapat bernapas dan mencekik dirinya sendiri.

37 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 49

  1. 50 MAS,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! DITUNGGGGGGUUUUUUUUUUUUU,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    SERUNYA MANTHAAAPPPPPPPPPPPPPPPPPPP DEH…….!!!!!!!!!!!!

  2. ya ammmmmpunnnnn……..ceritanya bener2 makin seruuuuuuu abizzzz……akhirnya smuanya terungkap……..I LIKE THISSSS…….maju terus jang jng menyerah….tinggal sedikit lagi cz baju n mahkota raja telah menggumu dan sdh tidak sabar ingin memakaikannya padamu…….cayo JANG…CAYOOO

    Mas Andi LANJUTTTTTTKANNNNNNN misi Mas Andi skr yg blm terselesaikan (membuat sinopsis seo dong yo episode 50-55) yg nantinya akn dpt gelar yg sangat memuaskan…….^-^

  3. wow…wow…seeerrru oy!!!ceritanya + lama + mantaaap aja,,Jang kueren abiz dach!kak Andy semangat kak!siapa tau blog pnya kakak ini jadi juara dunia berkat si guanteng Jang,,..go..go kak andy !semoga nyampek finis duluan, aq bantu do’a …

  4. sang sutradara sukses membuat aq smkin penasaran dan penasaran yg brujung pada insomnia. . . . tekanan darah ibuku juga naik krna melihat aksi giroo dan sang raja yg tamak. . . air mata mngalir saat mlihat jang dan mok rasu di aniaya. . .
    heeebbaaaatt ni film. . .
    mas andy,, maaf ya, sinopsisnya di copas tnpa pmberitahuan sblumnya. . .
    thank’s. . .

    • heuheuheuhe …. gapapa, walaupun tanpa pemberitahuan asalkan seperti yang tertulis di atas, tolong cantumkan blogku di bawah psotingan, atau cantumkan di blogroll, itu aja aku dah senang, biar banyak orang yang semakin tahu dengan blogku😀

      • of course. .. ok bos. ..
        thank’s yah. . . senang bgt bisa nemu blog dngan segudang sinopsis drama2 keren kyak gini, jadi klo nonton trus penasaran sma episode slanjutnya tinggal baca aja di blog nih.. .. .

  5. gara-gara bacasinopsis nya terus akhirnya beli deh dvdnya
    dan asli gak nyesel, apalagi pas episode-episode akhir, buyeo jang sebagai raja baekje menikah dengan putri sunhwa dari silla, keren abis

    089691467569 ( tulis no hp dulu wakakakakak)

  6. Duh pengen bgt dpt dvdnya,ditempat q susah cr yg asli yg ada bajakan semua itu aja susah bgt hik hik hik mas andy aq copy ya sinopsinya

    • boleh boleh .,…😀 tapi aku minta kalo di posting ke blog kamu kasih link ke blogku, ok😀

      kalo mau filmnya, donlod aja dari movienet ato doramax264

  7. bang andy buruan ta…?? sinopsisnya episode 50 s.d 55 ??!!! kalo perlu nglemmmbuuuurrrr….mumpung aq belum sibuk2nya…., !!!!

    • kamu belum sibuk, aku sekarang sibuk setengah mati …. di rumahku dan koko ku lagi bikin kue buat lebaran, belum lagi jaga toko jamu, belum lagi cek di rumah kokoku, belum lagi beli bahan kue, belum lagi buatin pegawaiku campuran bahan (yang dirahasiakan), belum lagi kalau masih harus ke jember order ke orang, belum lagi buat sinopsis …. lama-lama mumet aku … hahahahaha😀 tapi senang koq …. kalo ga senang ga mungkin aku betah-betahin buat nih sinopsis sampe mo tamat😛

  8. Wk k k hidup mas andy, . . . Pengenya sih downlod tp ditempat q internetnya luama buanget td mls nungguinyapat q internetnya luama buanget td mls nungguinya

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s